Home
Login.
Artikelilmiahs
28963
Update
DAVID M. KHOLIQ
NIM
Judul Artikel
PENAPISAN BAKTERI AMILOLITIK PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) YANG DIBUDIDAYAKAN DI DESA PANGANDARAN KABUPATEN PANGANDARAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) merupakan salah satu komuditas unggulan yang memiliki prospek yang cerah dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan aktivitas bakteri amilolitik pada saluran pencernaan ikan Kakap Putih (Lates calcarifer). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan pengambilan sampel secara purpose random sampling. Variabel yang digunakan adalah mengamati keberadaan dan aktivitas bakteri amilolitik dari saluran pencernaan ikan Kakap Putih yang dibudidayakan di desa Pangandaran kabupaten Pangandaran. Ciri dari keberadaan dan aktivitas bakteri amilolitik adalah terbentuknya zona bening. Terdapat aktivitas dari bakteri amilolitik dengan pengukuran zona bening yang terhidrolisis pada saluran pencernaan ikan Kakap Putih dengan rasio ikan Kakap putih 1 usus bagian anterior 0,25 – 1,75, middle 0,6 - 1,25, posterior 0,4 – 1, pada ikan Kakap Putih 2 usus bagian anterior 0,67 – 1, middle 0,25 - 0,67, posterior 0,2 – 0,5, pada ikan Kakap Putih 3 usus bagian anterior 0,25-2, middle 0,22 – 0,75, posterior 0,22 – 1,2.
Abtrak (Bhs. Inggris)
White snapper fish (Lates calcarifer) is one of the leading commodities that have bright prospects and have high economic value. The purpose of this study was to determine the presense and activity of amylolytic bacteria in the digestive tract of the white snapper (Lates calcarifer). The method used in this study is the method of observation with purpose random sampling. The variable used is to observe the presence and activity of amylolytic bacteriafrom the digestive tract of the white snapper cultivated in Pangandaran village, Pangandaran district. The hallmark of the presence and activity of amylytic bacteria is the formation of a clear zone. There is activity of amylolytic bacteria by measuring the hydrolyzed clear zone in the digestive tract of the White Snapper with a ratio of White Snapper 1 anterior intestine 0.25 – 1.75, middle 0.6 – 1.25, posterior 0.4 – 1, in the White Snapper 2 anterior intestine 0.67 - 1, middle 0.25 – 0.67, posterior 0.2 – 0.5, and White Snapper 3 anterior intestine 0.25 – 2, middle 0.22 – 0.75, posterior 0.22 – 1.2.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save