Artikelilmiahs

Menampilkan 25.781-25.800 dari 50.260 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2578129126C1C016038Analisis Penggunaan Teknologi Aplikasi Akuntansi pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Banyumas Melalui Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM)Technology Acceptance Model (TAM) merupakan model penelitian yang bertujuan untuk mengetahui penerimaan dan penggunaan teknologi informasi yang ada di masyarakat. TAM memiliki lima variabel dalam model penelitiannya, yaitu persepsi manfaat, persepsi kemudahan untuk penggunaan, sikap penggunaan, minat perilaku, dan penggunaan sistem senyatanya.

Perkembangan teknologi akuntansi pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia telah mampu menciptakan berbagai aplikasi akuntansi yang membantu pengelolaan keuangan UKM.
Penelitian ini meneliti penerimaan dan penggunaan teknologi aplikasi akuntansi pada UKM menggunakan pendekatan TAM. Penelitian dilakukan pada 98 UKM yang berada di Kabupaten Banyumas dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Penelitian menggunakan jenis survei dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian yang diperoleh berupa data primer dengan teknik pengumpulan melalui kuesioner. Data yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan SmartPLS 3.0.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kemudahan untuk penggunaan berpengaruh signifikan terhadap persepsi manfaat dan sikap penggunaan teknologi aplikasi akuntansi, persepsi manfaat berpengaruh signifikan terhadap sikap penggunaan teknologi aplikasi akuntansi, sikap penggunaan berpengaruh signifikan terhadap minat perilaku penggunaan teknologi aplikasi akuntansi, dan minat perilaku berpengaruh signifikan terhadap penggunaan sistem senyatanya teknologi aplikasi akuntansi.
Technology Acceptance Model (TAM) is a research model to understand the acceptance and using of IT on society. TAM has five variables on it’s research model, perceived usefulness, perceived ease of use, attitude toward using, behavioral intention, and actual system use. Accountant technology growth on a small-medium scale business in Indonesia manage to create several applications to help people manage their business finance.

This research focus on acceptance and using of accountant application technology on small-medium scale business with TAM approaches. The research is done to ninety eight small-medium scale business in Banyumas Regency with purposive sampling as sampling method. This research use quantitative survey to collect data. The research data is a primary data with questionnaire collective method. The collected data were analyzed using SmartPLS 3.0.

The result of this study indicate that the perceived ease of use significantly impacts perceived usefulness and attitude toward using of accountant application technology, perceived usefulness significantly impacts attitude toward using of accountant application technology, attitude toward using significantly impacts behavioral intention of accountant application technology, and behavioral intention significantly impacts actual system using of accountant application technology.
2578229128J1C015037Tindak Tutur Mengeluh oleh Tokoh Anak-anak di Film Stand by Me DoraemonPenelitian ini berjudul Tindak Tutur Mengeluh oleh Tokoh Anak-anak di Film Stand by Me Doraemon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk tindak tutur mengeluh oleh tokoh anak-anak dalam film Stand by Me Doraemon dan mendeskripsikan strategi mengeluh yang digunakan terhadap orang yang lebih tua maupun sesama anak-anak. Penelitian ini menggunakan teori tindak tutur ilokusi Searle (1975) dan konsep strategi mengeluh Trosborg (1995) yang dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian simak catat. Pada hasil penelitian ditemukan 30 data yang mengandung keluhan oleh tokoh anak-anak kepada orang yang lebih tua dan sesama anak-anak secara langsung maupun tidak langsung. Trosborg mengklasifikasikan strategi mengeluh menjadi empat golongan, yaitu strategi keluhan dengan keluhan implisit: 4 data, strategi keluhan dengan ungkapan kekesalan/ketidaksetujuan: 17 data, strategi keluhan dengan menyatakan tuduhan: 1 data, serta strategi keluhan dengan cara menyalahkan: 8 data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa anak-anak lebih sering menunjukkan keluhan yang mereka rasakan dengan strategi keluhan dengan menyatakan kekesalan.This research entitled “Speech Act of Complaints by Children Character in Stand by Me Doraemon Film”. The purpose of this research is to find out the form of speech act of complaint by children character on Stand by Me Doraemon film and to describe complaint strategy that is used by the children to older people and within children. This research used speech acts of illocutionary by Searle (1975) theory and theory of complaint strategies by Trosborg (1995) which analyzed using descriptive qualitative method with taking and noting research technique. The results of this research found 30 data containing complaints by children's character to older people and within children directly or indirectly. Trosborg classifies complaint strategy into four categories, which are complaint strategy with no explicit reproach: 4 data, complaint strategy with expression of annoyance or disapproval: 17 data, complaint strategy with accusation: 1 data, last but not least complaint strategy with blaming: 8 data. This research shows that the children character on this film are more often complaining what they feel on complaint strategy with expression of annoyance or disapproval.
2578329074A1L014079PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SELADAABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendapatkan varietas selada yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman selada yang baik, (2) mendapatkan dosis pupuk organik cair yang baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada, (3) mengetahui kombinasi yang baik antara varietas tanaman selada dengan dosis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman selada. Penelitian ini dilakukan di screenhouse milik petani di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan, dilaksanakan dari bulan Juni hingga Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan perlakuan faktorial 3 x 3. Faktor pertama yaitu varietas selada yang terdiri dari 3 jenis yaitu Grand rapid, Fion green, dan Romaine. Faktor kedua yaitu dosis pupuk organik cair yang terdiri atas 3 aras yaitu tanpa pemberian pupuk, dosis 1,55 ml/tanaman, dan dosis 3,10 ml/tanaman. Hasil analisis ragam menunjukkan pertumbuhan dan hasil varietas Fion green lebih baik dibandingkan dengan varietas Grand rapid dan Romaine. Perlakuan pupuk organik cair dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada dibandingkan tanpa perlakuan. Dalam hal ini dosis 1,55 ml/tanaman dan 3,10 ml/tanaman menunjukkan hasil yang tidak berbeda. Hasil menunjukkan kombinasi yang baik antara varietas dan dosis pupuk organik cair yaitu varietas Grand rapid dan dosis 1,55 ml/tanaman untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada dengan penurunan sebesar 2,01 %.


ABSTRACT

This study attempts to: ( 1 ) to get varieties lettuce that can provide growth and earnings from the sale of lettuce that good, ( 2 ) to get a dose of liquid organic fertilizer good for growth and earnings from the sale of lettuce, ( 3 ) to get the right combination of to be more prosperous and varieties of a plant lettuce with account the cost of fertilizer doses of liquid organic on the growth of and the outcomes of the on a plant lettuce. The research is done at a screenhouse belonging to farmers in the village melung, in kedung, district of Kedungbanteng, Banyumas. This research began in June to August 2019. This research using design treatment factorials 3 x 3. The first factor of lettuce is Grand rapid, Fion green, and Romaine and second factors is the dose of liquid organic fertilizer consisting of 3 cedar that without the fertilizer, doses 1,55 ml / plant, and doses 3,10 ml / plant. The results of the analysis grew fion green is better than the varieties grand rapid and romaine .Liquid organic fertilizer treatment can increase growth and crop yield lettuce than without treatment .In this case a dose 1,55 ml / plant and exhibiting the 3,10 ml / plant is no different. Results showing combination with good varieties and dosage of liquid organic fertilizers the varieties grand rapid and dosage of 1,55 ml / plant to increase growth and crop yield lettuce with down by 2,01 %..

2578429127E1A016033TINJAUAN YURIDIS NORMATIF TANGGUNG JAWAB HUKUM DOKTER DAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP REKAM MEDIS PASIENPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan serta bentuk tanggung jawab hukum dokter dan fasilitas pelayanan kesehatan terhadap rekam medis pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normative dengan metode pendekatan perundang-undangan (statute approach), dan pendekatan analitis (Analytical Approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi peraturan perundang-undangan (hukum positif), penelitian taraf sinkronisasi hukum dan penemuan hukum dalam perkara in concreto. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaturan tanggung jawab hukum dokter dan fasilitas pelayanan kesehatan terhadap rekam medis pasien pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia telah menunjukkan adanya taraf sinkronisasi yang artinya bahwa antara peraturan yang derajatnya lebih rendah tidak bertentangan dengan peraturan yang derajatnya lebih tinggi dan peraturan yang lebih tinggi menjadi dasar dibentuknya peraturan yang lebih rendah serta adanya keserasian antara peraturan yang sederajat. Bentuk pertanggungjawaban hukum dokter terkait rekam medis menurut peraturan perundang-undangan dapat dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu tanggung jawab secara perdata, pidana, dan administratif. Sedangkan bentuk pertanggungjawaban hukum fasilitas pelayanan kesehatatan terkait rekam medis menurut peraturan perundang-undangan hanya pertanggungjawaban secara administratif. This study aims to determine the synchronization of arrangements and forms of legal responsibility of doctors and health care facilities to the patient's medical record. The research method used is a juridical normative with a statute approach and an analytical approach. The research specifications used are an inventory of statutory regulations (positive law), research on the level of legal synchronization and legal findings in in-concreto cases. The type of data used in this research is secondary data with library research data collection methods. Based on the results of the study, it can be concluded that the regulation of the legal responsibility of doctors and health service facilities towards patient medical records in the structure of Indonesian legislation has shown a degree of synchronization, which means that between lower degree regulations do not conflict with higher level regulations and regulations. a higher level becomes the basis for the formation of lower regulations and the existence of harmony between equals. The form of legal responsibility for doctors related to medical records according to statutory regulations can be divided into 3 (three), namely civil, criminal and administrative responsibilities. Meanwhile, the form of legal accountability for health service facilities related to medical records according to laws and regulations is only administrative responsibility.
2578529130D1B017020HUBUNGAN LAMA BETERNAK DAN JUMLAH TERNAK DENGAN PERSEPSI PETERNAK TENTANG USAHA AYAM NIAGA PETELUR SEBAGAI USAHA POKOK DI KABUPATEN PURBALINGGA
Peternakan ayam niaga petelur banyak di pelihara oleh masyarakat di Kabupaten Purbalingga, namun populasi ayam niaga petelur tidak bertambah secara signifikan. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kejobong dan Kecamatan Kertanegara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu metode survey. Analisis stasitik yang digunakan adalah analisis diskriptif dan analisi korelasi rank spearman. Hasil penelitian menujukan bahwa lama beternak dan jumlah ternak dengan persepsi peternak memiliki hubungan yang signifikan atau nyata. Lama beternak dan jumlah ternak masing-masing terdapat hubungan lemah dan sedang. Hasil dari nilai korelasi lama beternak dan jumlah ternak bernilai negatif atau berlawanan arah.Laying commercial chicken farms are cultivated by the community in Purbalingga Regency, but the population of laying commercial chickens did not increase significantly. This research was conducted in the Kejobong and Kertanegara Districts. The research method used in the study is the survey method. Statistical analysis used is descriptive analysis and Spearman rank correlation analysis. The research results show that the length of breeding and the number of livestock with the perception of farmers have a significant or real relationship. The length of breeding and the number of livestock each have a weak and moderate relationship. The results of the old correlation value of raising livestock and the number of cattle is negative or in the opposite direction.
2578629132H1B015029ANALISIS LAJU EROSI PADA DAS KALISAPI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SEDIMENT TRANSPORT AND EROSION PREDICTION (STEP)Erosi dan sedimentasi merupakan suatu permasalahan yang sering terjadi pada Daerah Aliran Sungai, erosi tanah dapat menyebabkan sedimentasi yang dapat mengakibatkan penyempitan saluran, perubahan geometrik dan morfologi sungai, pengendapan di daerah dalam belokan sungai dan penutupan atau penyempitan daerah muara sungai. Pada penelitian ini, laju erosi di analisis dengan menggunakan model STEP (Sediment Transport & Erosion Prediction) yang merupakan auto bash Python shell script yang dibuat dengan tujuan untuk menghitung besarnya erosi akibat percikan air, erosi pada permukaan tanah, laju pengendapan serta transport sedimen pada suatu aliran sungai. Dengan menggunakan model STEP ini akan didapatkan laju erosi dan sedimentasi dalam skala waktu bulanan/harian. Pada penelitian ini, DAS yang digunakan adalah DAS Kalisapi. DAS Kalisapi terletak di bagian Tenggara Kabupaten Banjarnegara dengan luas 134 km2. Pemodelan STEP ini belum teruji, sehingga perlu dilakukan pengujian dengan memasukkan data-data yang diperlukan sesuai dengan format input STEP. Nilai sediment transport hasil analisis STEP tersebut kemudian akan dibandingkan dengan nilai sediment transport dari VIC Hydro Model yang merupakan hasil interpolasi dari konsentrasi sedimen yang didapat dari lapangan. Setelah dilakukan analisis, perbandingan sediment transport hasil STEP dan VIC Hydro Model masih cukup jauh sehingga masih perlu dilakukan pengecekan terhadap pemodelan STEP tersebut.

Erosion and sedimentation are problems that often occur in watersheds, soil erosion can cause sedimentation which can cause channel narrowing, geometric changes, and river morphology, sedimentation in areas in river bends and closure or narrowing of river mouths. In this study, the erosion rate was analyzed using the STEP (Sediment Transport & Erosion Prediction) model which is an auto bash Python shell script created with the aim of calculating the amount of erosion due to water splashes, erosion on the surface of the ground, sedimentation rate and sediment transport on an River flow. Using this STEP model, we will get the rate of erosion and sedimentation on a monthly/daily time scale. In this study, the watershed used was the Kalisapi watershed. The Kalisapi watershed is located in the southeastern part of Banjarnegara Regency with an area of 134 km2. STEP modeling has not been tested, so it needs to tested by entering the data needed by the STEP input format. The sediment transport value from the STEP analysis will then be compared with the sediment transport value from the VIC Hydro Model which is the result of interpolation of sediment concentrations obtained from the field. After the analysis, the comparison of sediment transport results from the STEP and VIC Hydro Model is still quite far so that it still needs to be checked against the STEP modeling.
2578729137J0B017034PENERJEMAHAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KEAMANAN DIESEL POMPA AIR DARI BAHASA MANDARIN KE DALAM BAHASA INDONESIA DI AREA CIRCULATING WATER PUMP PT KRAKATAU STEEL CILEGON Laporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Dokumen Standar Operasional Prosedur Keamanan Diesel Pompa Air dari Bahasa Mandarin Ke dalam Bahasa Indonesia di area Circulating Water Pump PT Krakatau Steel Cilegon“. Praktik kerja ini dilaksanakan pada tanggal 6 Juli hingga 7 September 2019. Tujuan dari praktik kerja ini adalah menerjemahkan dokumen standar operasional prosedur keamanan diesel pompa air dari bahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia. Penulis menggunakan empat metode pengumpulan data yaitu metode observasi, kepustakaan, wawancara ,dan metode jelajah internet. Dalam proses penerjemahan penulis menggunakan 4 tahapan, yaitu analisis, transfer, restrukturisasi dan evaluasi dan hasil. Penulis juga menggunakan dua metode penerjemahan, yaitu metode penerjemahan komunikatif sebagai metode utama dan metode penerjemahan harfiah sebagai metode pendukung. Hasil dari praktik kerja ini penulis berhasil menerjemahkan dokumen standar operasional prosedur (SOP) keamanan Diesel Pompa Air ke dalam bahasa Indonesia, telah diterima dan digunakan oleh karyawan yang berada di area Circulating water pump.
Kata Kunci : Penerjemahan, Dokumen, Metode harfiah, Metode komunikatif, Standar operasional prosedur .
这份实习报告的题目是“Penerjemahan Dokumen Standar Operasional Prosedur Keamanan Diesel Pompa Air dari Bahasa Mandarin Ke dalam Bahasa Indonesia di Area Circulating Water Pump PT Krakatau Steel Cilegon”。实习时间为2019年7月6日至9月7 日。 实习的目的是把将柴油水泵安全操作标准操作程的文件从中文翻译成印尼文。 作者使用了四个收集文件的方法,观察方法,文献研究方法,访谈方法,和 浏览互联网方法。翻译的过程有四个阶段,第一是分析或理解 阶段,转移阶段,重组阶段以及评估和修订阶段。 作者还使用了两种翻译方法,以交际翻译方法为主要的方法,直译翻译方法为补充方法。 实习结果是作者成功翻译了将柴油水泵的标准操作程序(SOP)成印尼文,以便被循环给水泵站部领域的员工接受以及使用。
关键词:翻译,文件,直译翻译方法,交际翻译方法,操作标准程序
2578829186I1A015040PENGARUH FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGANYAR KABUPATEN PURBALINGGALatar Belakang : Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita dipengaruhi oleh kepadatan hunian kamar, kelembaban kamar, suhu kamar, pencahayaan kamar, media memasak, keberadaan asap rokok dalam rumah, ventilasi kamar, kebiasaan membuka jendela pagi dan sore hari, penggunaan obat nyamuk bakar. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada pengaruh faktor risiko lingkungan rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan Sampel dalam penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 94 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda.
Hasil Penelitian : Hasil Analisis Multivariat menunjukkan variabel yang berpengaruh adalah media memasak (p=0.001), kebiasaan memuka jendela pagi dan sore hari (p=0.001), dan penggunaan obat nyamuk bakar (p=0,000).
Kesimpulan : Ada pengaruh antara media memasak, kebiasaan memuka jendela pagi dan sore hari, dan penggunaan obat nyamuk terhadap kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar.
Kata Kunci : ISPA, Balita, Rumah
Background: The incidence of Acute Respiratory Infections (ARI) in infants is influenced by the density of room occupancy, room humidity, room temperature, room lighting, cooking media, the presence of cigarette smoke in the house, room ventilation, the habit of opening windows in the morning and evening, the use of mosquito coils. The purpose of this study was to determine whether there was an influence of home environmental risk factors on ARI events in infants in the working area of Karanganyar Health Center.
Methodology: This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. Sampling in the study using purposive sampling techniques with inclusion and exclusion criteria of 94 respondents. Data analysis used univariate analysis, bivariate with chi-square test, and multivariate with multiple logistic regression tests.
Results of Research: Multivariate Analysis Results showed that the influential variables were cooking media (p = 0.001), morning and evening window opening habits (p = 0.001), and the use of mosquito coils (p = 0,000).
Conclussion: There is an influence between cooking media, the habit of opening windows in the morning and evening, and the use of mosquito coils on ARI events in the working area of Karanganyar Health Center.
Key words: ARI, Toddler, Home
2578929133H1B016003ANALISIS DAYA DUKUNG VARIASI DIAMETER FONDASI TIANG BERDASARKAN DATA LABORATORIUM DAN PENGUJIAN PEMBEBANAN PADA TANAH PASIRFondasi merupakan bagian struktur suatu bangunan yang berfungsi untuk meneruskan berat bangunan ke tanah yang mendukungnya. Metode teoritis laboratorium sering digunakan sebagai dasar analisis untuk menentukan daya dukung fondasi. Pada tanah pasir sendiri berbeda dengan jenis tanah lainnya, dimana ia tidak memiliki nilai kohesi. Oleh karena itu, dibutuhkan metode perhitungan berdasarkan data laboratorium yang paling sesuai untuk dapat digunakan sebagai dasar penentuan daya dukung fondasi tiang pada tanah pasir.
Penelitian ini dilakukan dengan cara memberi perlakuan pembebanan pada benda uji fondasi tiang dari diameter 2,54 cm sampai 7,62 cm(kelipatan 2,54 cm). Pengujian untuk mendapatkan data berupa penurunan fondasi yang selanjutnya didapatkan nilai beban maksimum. Data beban maksimum inilah yang menjadi dasar daya dukung pembanding dengan metode teoritis. Daya dukung teoritis metode Terzaghi, Meyerhof, dan Vesic dihitung berdasarkan data laboratorium.
Berdasarkan hasil pengujian nilai rata-rata beban maksimum hasil pengujian untuk setiap diameter adalah 3,50 kg; 7,25 kg; 11,30 kg; 19,95 kg; dan 30,25 kg. Setelah dibandingkan, daya dukung teoritis berdasarkan data laboratorium yang paling akurat adalah metode Meyerhof dengan nilai penyimpangan sebesar 7,70%.
The Foundation is part of the structure of a building that serves to continue the building weight to the land that supports it. Laboratory theoretical methods are often used as a basis for analysis to determine the carrying capacity of the foundation. In the soil of the sand itself is different from other types of soil, where it has no cohesion value. Therefore , it takes a method of calculation based on the laboratory data that is best suited to be used as the basis for determining the power of pole Foundation on the sand.
This research is done by giving the treatment of the Pole Foundation test objects from diameters from 2.54 cm to 7.62 cm (multiples 2.54 cm). Testing to get data in the form of a lower foundation that is then the maximum load value. This maximum load Data is the basis of a comparative power of comparator with theoretical methods. The theoretical support power of Terzaghi, Meyerhof, and Vesic methods is calculated based on laboratory data.
Based on the test results the average load value of the maximum test result for each diameter is 3.50 kg; 7.25 kg; 11.30 kg; 19.95 kg; and 30.25 kg. Once compared, the theoretical support power based on the most accurate laboratory data is the Meyerhof method with deviation value of 7.70%.
2579029134H1B016012Analisis Perubahan Tata Guna Lahan Tahun 2001-2017
Terhadap Debit Limpasan serta Genangan Banjir di
DAS Brantas, Jawa Timur
Perubahan penggunaan lahan perlu dinilai untuk kebutuhan di masa depan. Salah satunya adalah upaya mitigasi bencana alam. Banjir masih menjadi bencana yang sangat rentan terjadi di Indonesia. Perlunya penyajian data yang akurat dan cepat menjadi persyaratan wajib bagi pemerintah dalam mitigasi banjir. Pengembangan alat upaya mitigasi diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara perubahan tutupan penggunaan lahan terhadap debit limpasan dan genangan banjir, dalam rentang antara tahun 2001 - 2017. Penelitian ini berlokasi di DAS Brantas, yang merupakan DAS terbesar di Jawa Timur. Memiliki luas sekitar 11.988 km2. Ada 24 juta orang yang menempati daerah ini dan ini adalah salah satu daerah aliran sungai strategis nasional. SHETRAN adalah perangkat lunak yang didasarkan pada pemodelan distribusi fisik. Meninjau aspek spasial, data hidrologi dan iklim membuat SHETRAN adalah pemodelan yang
komprehensif. Metode yang digunakan adalah menggabungkan data input dari model elevasi digital, laju penguapan, data curah hujan, data tutupan lahan penggunaan lahan, dan properti tanah yang diklasifikasikan menggunakan sistem Inggris. Hasil yang diperoleh untuk penggunaan lahan, perubahan terbesar adalah untuk area rumput yang meningkat sebesar 80,49%; area hutan meningkat sebesar 22,37%. Untuk debit limpasan, hasil pemodelan menunjukkan bahwa laju aliran yang melimpas paling tinggi sebesar 42,15 meter3/detik untuk daerah hulu; dan 2199,38 meter3/detik untuk daerah hilir. Tinggi genangan banjir paling tinggi sebesar 4,69 meter; dan paling rendah sebesar 0,78 meter.
Changes in land use need to be assessed for future needs. One of them is in efforts to mitigate natural disasters. Flooding is still a disaster that is very vulnerable to occur in Indonesia. The need for accurate and quick data presentation becomes a mandatory requirement for the government in flood mitigation. The development of mitigation efforts tools is needed. This research goal is to analyze the correlation between changes in land use land cover on the overland flow and phreatic depth, in the range between 2001 - 2017. This research located at Brantas watershed, which is the largest watershed in East Java. It has an area of approximately 11,988 km2. There are 24 million people who occupy this area and this is one of the national strategic watersheds. SHETRAN is software that is based on physical distribution modeling. Reviewing spatial aspects, hydrological and climate data makes SHETRAN is comprehensive modeling. The method used is to combine input data of the digital elevation model, evaporation rate, rainfall data, land use land cover data, and soil properties classified using the British system. The results obtained for land use, the biggest change is for the grass area which increased by 80.49%, the forest area increased by 22.37%. As for overland flow, modeling results indicate that overland flow rates at the upper stream, the highest is 42,15 meter3/second; and at the highest is 2199,38 meter3/second. The Highest phreatic depth based on modeling is 4,69 meters; and the lowest is 0,78 meters.
2579129135E1A016028EFEKTIVITAS HUKUM STANDAR PELAYANAN KEPERAWATAN DALAM UPAYA KESEHATAN PASIEN PENERIMA BANTUAN IURAN (PBI) JAMINAN KESEHATAN NASIONAL
(Studi Di Rumah Sakit Hermina Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hukum standar pelayanan keperawatan dalam upaya kesehatan pasien Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan nasional di Rumah Sakit Hermina Purwokerto dan faktor yang cenderung berpengaruh terhadap efektivitas hukum standar pelayanan keperawatan dalam upaya kesehatan pasien Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan nasional di Rumah Sakit Hermina Purwokerto.
Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Rumah Sakit Hermina Purwokerto dengan responden sebanyak 28 (dua puluh delapan) orang perawat. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi serta dianalisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas hukum standar pelayanan keperawatan dalam upaya kesehatan pasien Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan nasional di Rumah Sakit Hermina Purwokerto adalah efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 6 (enam) indikator meliputi efektifnya pengkajian keperawatan, efektifnya diagnosa keperawatan, efektifnya perencanaan keperawatan, efektifnya intervensi keperawatan, efektifnya evaluasi keperawatan dan efektifnya catatan asuhan keperawatan. Faktor-faktor yang cenderung memengaruhi efektivitas hukum standar pelayanan keperawatan dalam upaya kesehatan pasien Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan nasional di Rumah Sakit Hermina Purwokerto meliputi faktor komunikasi, fasilitas dan kerja sama.

Kata Kunci : Efektivitas Hukum; Standar Pelayanan Keperawatan, Komunikasi, Kerja Sama, Fasilitas.
ABSTRACT


This study aims to determine the effectiveness of the law of nursing services standarts in the wellness attempt on beneficiary patients of national health insurance at Hermina Purwokerto Hospital and factors that affects the effectiveness of the law of nursing services standarts in the wellness attempt on beneficiary patients of national health insurance at Hermina Purwokerto Hospital.

This study using quantitative methods with a sociological juridical approach and specific descriptive research. This study is located at Hermina Purwokerto Hospital with 28 (twenty eight) nurse respondents . The study sample was taken using simple random sampling method. Types of data sources include primary and secondary data that were obtained using questionnaires, documentaries and literature. The collected data were processed using coding, editing, and tabulation techniques then analyzed with frequency distribution analysis, cross-table analysis, content analysis and comparison analysis.

The study outcomes showed that the effectiveness level of the law of nursing service standards in the wellness attempt of patients who received contribution assistance (PBI) national health insurance at Hermina Purwokerto Hospital was effective. This is evidenced by the study outcomes on 6 (six) indicators including the effectiveness of nursing assessment, effective of nursing diagnoses, effective of nursing planning, effective of nursing interventions, effective of nursing evaluation and effective of nursing care records. Factors that tend to affects the effectiveness of the law of nursing service standarts in the wellness attempts of beneficiary patients of national health insurance at Hermina Purwokerto Hospital include communication, facilities and cooperation factors.

Keywords: Legal Effectiveness, Nursing Services Standarts, Comuunication, Facilities, Cooperation.
2579229131C1A013051ANALISIS EFISIENSI EKONOMIS USAHA TERNAK AYAM RAS PEDAGING POLA KEMITRAAN DAN POLA MANDIRI (Studi Kasus: Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara)Tujuan penelitian ini untuk menganalisis keuntungan yang diperoleh peternak dan menganalisis efisiensi ekonomis (R/C Ratio) pada usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan dan pola mandiri di Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) keuntungan yang diperoleh peternak ayam ras pedaging pola kemitraan lebih rendah daripada pola mandiri di Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara, bahwa rata-rata keuntungan yang diperoleh peternak pola kemitraan sebesar Rp49.972.284,54 sedangkan pada peternak pola mandiri sebesar Rp52.903.491,01 per periode (40-50 hari); (2) efisiensi ekonomis (R/C Rasio) pada usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan lebih rendah daripada pola mandiri di Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara, bahwa nilai R/C Rasio pada usaha pola kemitraan sebesar 1,55 sedangkan pada usaha pola mandiri sebesar 1,64 per periode (40-50 hari).The aim of this research was to analyze how the profits and efficiency obtained in business broiler livestock between partnership pattern with independent pattern farmers in Rakit Sub-district of Banjarnegara Regency. The research result and the analysis data show that (1) profits in the broiler livestock business partnership scheme is lower than independent scheme in Rakit Sub-district of Banjarnegara Regency. The average profits earned by farmers with partnership scheme is Rp50,432,333.75 while the average profits earned by farmers with independent scheme is Rp54,638,457.24 per period (40-50 days); (2) efficiency in the broiler livestock business partnership scheme is lower than independent scheme in Rakit Sub-district of Banjarnegara Regency. That the values R/C Ratio generated by farmers with partnership scheme is 1,55 while the values R/C Ratio generated by farmers with independent scheme is 1,64 per period (40-50 days).
2579329149D1A016055DAYA TAHAN DAN WAKTU REDUKTASE SUSU SAPI PERAH DENGAN PENAMBAHAN
AIR DENGAN PERSENTASE BERBEDA
“Daya Tahan Dan Waktu Reduktase Susu Sapi Perah Dengan Penambahan Air Pada Persentse Berbeda”. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratrium Produksi Ternak Perah Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman kota Purwokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melindungi konsumen dari susu yang kualitasnya kurang baik di kalangan penjual susu, dan mengetahui daya tahan serta waktu reduktase susu sapi perah jika ditambahkan air dengan persentase yang berbeda. Permintaan susu semakin meningkat namun produksi susu di Indonesia masih rendah, untuk menutupi permintaan yang tinggi bisa saja ada pemalsuan susu dengan menambah jumlah produksi susu dengan menambahkan bahan – bahan tertentu. Semakin cepat waktu daya tahan maka kualitas susu sudah tidak baik untuk dapat dikonsumsi karena protein dan nutrient lainnya di dalam susu sudah rusak. Semakin cepat waktu reduktsae maka mikroba di dalam susu sudah banyak dan membuat kondisi susu menjadi asam akibat metabolisme mikroba yang menghasilkan asam laktat. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Uji lanjut menggunakan uji Dunnet’s yang bertujuan untuk mengetahui uji beda yang terdapat di perlakuan antara kontrol dan perlakuan lainnya. Perlakuan yang diberikan adalah 5% air, 10% air, 15% air, 20% air dan kontrol 0% tanpa ada penambahan air ke dalam susu. Hasil uji daya tahan susu menujukkan adanya kerusakan casein susu setelah dicampurkan dengan alkohol 70% untuk perlakuan 1 sampai 4, hasilnya berpengaruh sangat nyata (F > 0.05). Dilihat dari uji dunnet’s perlakuan selain dari kontrol hasilnya berbeda dan membuktikan kualitas susu yang ditambahkan air tidak baik dan tidak layak untuk dikonsumsi. Hasil uji waktu reduktase susu tersebut tidak baik karena waktu reduktase dari perlakuan membuat metilen blue habis lebih cepat dibandingkan dengan kontrol, sama halnya dengan uji daya tahan yang membuat susu ini rusak lebih cepat dari seharusnya. Hasil dari waktu reduktase nya adalah berpengaruh sagat nyata (F > 0.05) karena perlakuan menjukkan adanya perbedaan dengan kontrol. Hasil uji Dunnet waktu reduktase membuat hasil perlakuan memperlihatkan adanya beda dengan perlakuan kontrol yang berarti kualtas susu ini tidak baik dan tidak layak untuk dikonsumsi untuk tubuh manusia. Hal ini dapat diartikan bahwa susu yang ditambahkan dengan air membuat kualitas susu tersebut tidak baik dari daya tahan susu dan waktu reduktase susunya lebih cepat membuat susu rusak dari waktu seharusnya dan membuat kandungan nutrient di dalamnya rusak dimakan oleh mikroba di dalam susu.“Endurance and reductase time of dairy cattle added water in different percentage”. This study conducted in the Laboratory of Dairy Production , Animal science Faculty, jenderal Soedirman university. The aim of the study was to prevent the consumer from less quality of milk arround milk trader environment and to know endurance and reductase time of dairy cattle milk added watewr in different percentage. Milk demand is higher however the supply is low. Milk adulteration tent happen to supply its demand by added some materials. Milk quality is not good to consume if the endurance time is faster because its protein and nutrient have been lost. The faster reductase time, the more microbes will cahnge the milk into acidic due to microbial metabolism that produces lactic acid. This study using a completely randomized design with 5 treatments and 4 replicates. The significant data were analyzed using Dunnet’s test . the treatments were additional water 5%, 10%, 15%, 20% and control 0% without water additional into milk. The result of endurance showed that casein of the first until the fourth treatment was damage after tested using alcohol 70%. It showed significant effect (P<0,05). The result of Dunnet test showed that there was significant different betwen control and treatments. It means milk added water is not good consumption. The result of reductase time showed that methil blue of treatments was exhausted faster that its control and it makes the milk damage faster than its normal. The resul of analysis variance showed that there was significant different with the control. The result od Dunnet test showed that there was differences between treatments and control, therefore the milk is not good for consumption. It can be concluded that the endurance and reductase time ol dairy cattle milk faster than its normal and the nutrients damaged due to microbes.
2579429136F1C014001Pola Komunikasi BPBD dalam Penanganan Bencana melalui Program Destana di Purworejo Penelitian ini berjudul Pola Komunikasi BPBD Purworejo dalam Penanggulangan Bencana melalui Program Destana.Pola komunikasi diperlukan BPBD agar program tersebut dapat diterima oleh masyarakat. Dalam hal ini mengkaji tentang bagaimana pola komunikasi pada lembaga BPBD Purworejo dalam penanggulangan bencana melalui program destana. Adapun tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Purworejo.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan informan yang telah ditetapkan oleh peneliti, yakni Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Purworejo, Komandan Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Purworejo, Perangkat Desa, dan tim Destana.
Hasil dari penelitian ini yaitu pola komunikasi yang digunakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo dalam penanggulangan bencana melalui program desa tangguh bencana (Destana) menggunakan pola komunikasi bintang dan pola komunikasi rantai. Pola komunikasi bintang digunakan BPBD untuk memberikan pemahaman dan memberikan pengenalan tentang kebencanaan kepada masyarakat. Pola komunikasi rantai biasanya digunakan pada saat BPBD sedang akan melaksanakan pertemuan dengan masyarakat.
Research is called Purworejo BPBD Communication Pattern in Disaster Management through the Destana Program. Communication patterns are needed by BPBD so that the program can be accepted by the community. In this case, it examines how the communication patterns at Purworejo BPBD institutions in disaster management through the destana program. The purpose of this research is to find out how the communication pattern of the Regional Disaster Management Agency (BPBD) in disaster management in Purworejo Regency.
This study uses qualitative research methods using data collection techniques, observations, interviews, and documentation involving informants that have been determined by researchers, namely the Head of Purworejo Prevention and Preparedness Division, Commander of the BPBD Purworejo Disaster Management and Operations Control Center Commander, Village Officials, and the Destana team.
The results of this study are the communication patterns used by the Regional Disaster Management Agency (BPBD) Purworejo in disaster management through the disaster resilient village program (Destana) using star communication patterns and chain communication patterns. Star communication patterns are used by BPBD to provide understanding and provide an introduction to disaster to the public. The chain communication pattern is usually used when the BPBD is going to hold a meeting with the community.
2579529138E1A016012PENERAPAN ASAS PRADUGA TIDAK BERSALAH TERHADAP PT PUTRA RAMADHAN DALAM PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN TINDAK PIDANA ASAL KORUPSIKorupsi merupakan suatu tindak pidana yang termasuk dalam Extraordinary Crime, selain itu korupsi juga menjadi salah satu dari beberapa tindak pidana yang dikategorikan sebagai tindak pidana asal dari tindak pidana pencucian uang sebagai tindak pidana lanjutan. Bahwa dalam tindak pidana pencucian uang, pelakunya bukan lagi hanya terbatas pada orang atau manusia namun korporasi sudah mulai diakui sebagai subyek hukum. Asas praduga tidak bersalah merupakan salah satu asas yang termuat dalam peraturan hukum, diantaranya KUHAP, Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, pada penelitian ini membahas permasalahan mengenai penerapan asas praduga tidak bersalah terhadap PT Putra Ramadhan yang dilakukan KPK dalam pengungkapan tindak pidana pencucian uang dan hambatan-hambatan yang dihadapi KPK dalam penerapan asas praduga tidak bersalah terhadap PT Putra Ramadhan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian deskriptif, sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder, data yang terkumpul disajikan dengan uraian yang sistematis dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil peneltian dan pembahasan didapati bahwa asas praduga tidak bersalah merupakan kewajiban negara dalam menjamin hak-hak tersangka/ terdakwa, terkait subyek hukum korporasi dan orang perseorangan memiliki hak yang sama namun tetap terdapat penyesuaian dalam pelaksanaanya. Hambatan yang dihadapi aparat penegak hukum KPK adalah faktor hukumnya, karena dalam praktiknya rumusan asas praduga tidak bersalah tidak dapat diterapkan secara literlijk. Corruption is a crime that is included in Extraordinary Crimes, corruption is also one of several criminal acts which are categorized as criminal acts originating from the crime of money laundering as a further crime. Regarding money laundering, the perpetrators are no longer limited to people or humans but the corporation has begun to be approved as a legal subject. The principle of presumption of innocence is one of the principles contained in the legal regulations, including the Criminal Procedure Code, the Law on Judicial Power, and the Human Rights Law, in this study discusses issues regarding the implementation of the presumption of innocence to PT Putra Ramadhan by the KPK in the disclosure of money laundering and obstacles faced by the KPK in applying the presumption of innocence to PT Putra Ramadhan. This study uses normative juridical and sociological juridical research methods, with descriptive research specifications, data sources used primary and secondary data, data collected are presented with an integrated description with qualitative analysis methods. Based on the results of the study and discussion it was found that the principle of presumption of innocence is a state obligation in guaranteeing the rights of the suspect/defendant, related to the subject of corporate law and individuals have the same rights but there are still adjustments in their implementation. The obstacle faced by the KPK law enforcement apparatus is its legal factor, because in practice the presumption of innocence principle cannot be applied literlijk.
2579629140H1B016065STUDI KOMPARASI KUAT LEKAT DAN PANJANG PENYALURAN TULANGAN POLOS DENGAN KAIT DAN ULIR TANPA KAIT PADA FAKTOR AIR SEMEN 0,58Salah satu syarat beton bertulang adalah adanya faktor yang menyebabkan tulangan dan beton dapat bekerja adalah faktor lekatan (adhesi) antara beton dengan tulangan. Faktor lekatan (adhesi) merupakan salah satu faktor yang menunjang terciptanya kerja sama antara beton dengan permukaan tulangan baja. Pada saat struktur beton bertulang menahan beban akan timbul tegangan lekat yang berupa shear interlock pada permukaan singgung antara baja tulangan dengan beton asalkan tersedia panjang penyaluran yang cukup.
Agregat halus yang digunakan adalah pasir merapi, sedangkan untuk agregat kasarnya menggunakan batu pecah split 10 – 20 mm. Semen yang digunakan dalam campuran adukan beton adalah PCC. Digunakan baja tulangan polos berdiameter 10 mm tanpa kait dengan panjang penyaluran sebesar 100mm, 200mm, 300mm, Nilai FAS yang digunakan adalah 0,58. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini berukuran 10 x 18 x 40 cm. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini ialah pengujian kuat tekan beton, kuat tarik baja tulangan, dan pull out benda uji balok dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM)
Dari hasil pengujian ini diperoleh bahwa panjang penanaman baja berbanding terbalik dengan kuat lekat beton, variasi polos dengan tekukan menghasilkan nilai kuat lekat beton yang lebih besar dibandingkan variasi ulir tanpa tekukan, panjang penanaman yang digunakan berbanding terbalik dengan panjang penyaluran optimum penelitian, panjang penyaluran RSNI tidak dipengaruhi oleh panjang penanaman yang digunakan dan variasi tulangan yang digunakan, panjang penyaluran penelitian bernilai lebih kecil dibandingkan panjang penyaluran RSNI.
One of the requirements for reinforced concrete is the presence of factors that cause reinforcement and concrete can work is adhesion between concrete and reinforcement. Adhesion factor is one of the factors that support the creation of cooperation between concrete and steel reinforcement surfaces. When reinforced concrete structures withstand the load will arise a sticky stress in the form of a shear interlock on the tangent surface between reinforcing steel with concrete provided that sufficient distribution length is available. The sticky stress produced in concrete often varies depending on the compressive strength of the required concrete plan. One that affects the compressive strength of the plan is the difference in the value of the FAS used. For this reason, this research needs to be carried out with the aim to determine the strength of adhesion at the joints of straight plain reinforcing steel with various FAS values.
Fine aggregate used is Merapi sand, while the coarse aggregate uses split stones of 10-20 mm. The cement used in the concrete mix was Portland Cement I and did not use additives so that no chemical behavior was added in this study. Plain reinforcing steel is used 10 mm in diameter without hooks with a distribution length of 100mm, 200mm, 300mm, the FAS value used is 0.58. The specimens used in this study were 10 x 18 x 40 cm. Tests carried out in this study are testing the compressive strength of concrete, tensile strength of steel reinforcement, and pull out beam test specimens using Universal Testing Machine (UTM)
From the results of this test it was found that the length of steel planting is inversely proportional to the concrete adhesion strength, plain variation with bending produces a greater value of concrete adhesion than screw variation without bending, the length of planting used is inversely proportional to the optimum distribution length of the study, the length of RSNI distribution is not influenced by the length of planting used and the variation of reinforcement used, the length of the distribution of research was smaller than the length of the distribution of RSNI.
2579729139I1A016104Analisis Spasial Kejadian Malaria di Kabupaten Banyumas Tahun 2009-2018Malaria masih menjadi salah satu penyakit menular yang menyebabkan masalah kesehatan di Jawa Tengah. Kabupaten Banyumas memiliki kondisi lingkungan yang menjadi faktor pendukung persebaran malaria. Penelitian untuk melihat trend secara spasial malaria belum banyak dilakukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara spasial kejadian malaria di Kabupaten Banyumas tahun 2009 sampai 2018 berdasarkan kondisi lingkungan. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan spasial deskriptif. Populasi adalah seluruh kasus malaria yang tercatat di pelayanan Kesehatan di Kabupaten Banyumas dari tahun 2009-2018. Sampel merupakan total populasi. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber antara lain dari Puskesmas, dinas Kesehatan, Badan Pusat Statistik dan Dinas Bappedalitbang dan Dinas Pekerjaan Umum. Analisis data yang digunakan adalah analisis overlay dan buffering yang diolah dengan software ArcGis. Hasil penelitian menunjukan jumlah kasus malaria selama periode 2009-2018 di Kabupaten Banyumas berjumlah 1567 kasus. Penyebaran terbanyak di Kecamatan Sumpiuh dan Kecamatan Tambak. Karakteristik penderita malaria Sebagian besar berusia 15-54 tahun (63%) dan berjenis kelamin laki-laki 63%. Trend API dari dari tahun 2009 sampai 2018 semakin baik, dengan jumlah kecamatan kategori LCI semakin sedikit dan semakin banyak kecamatan dalam kategori bebas malari. Hasil analisis spasial menunjukkan Sebagian besar kasus malaria berada pada wilayah kategori kepadatan penduduk sedang (500-1249 jiwa/km2), ketinggian wilayah kategori dataran rendah (0-200 mdpl), rata-rata hujan kategori sedang (20-50 mm/hari), dan jenis batuan anggota Batu Gamping, Batu Pasir,Breksi. Hasil analisis Buffering menunjukkan sebagian besar kasus malaria di Kabupaten Banyumas berada pada jarak 500 m dari sungai (86%).
Kesimpulan. Informasi spasial trend persebaran malaria di Kabupaten Banyumas dapat digunakan untuk perencanaan pengendalian malaria.
Malaria remains one of the infectious diseases that lead to health literature in Central Java. Banyumas has environmental conditions that are a contributing factor to malaria distribution. This research to see trend in spatial malaria has not been done much in Indonesia. The research aims to illustrate the spatial incidence of malaria in Banyumas regency from 2009 to 2018 based on conditions. This research is quantitative using a descriptive spatial approach. The population is the entire case of malaria recorded in health baths in Banyumas district from 2009-2018. Liquid sample of the total population. Data collected by secondary liquid data obtained from various sources, among others from Puskesmas, Office of Health, Central Bureau of Statistics and Dinas Bappedalitbang and Dinas is quite common. Analysis of the data used is Overlay analysis and buffering that is processed with ArcGis software. The results showed the number of malaria cases during the 2009-2018 period in Banyumas district amounted to 1567 cases. Most of the spread in Sumpiuh subdistrict and subdistrict of Tambak. Characteristics of malaria sufferers facilitate the large age of 15-54 years (63%) and male genital 63%. The Trend of API from 2009 to 2018 is getting better, with the number of sub-districts of LCI fewer and more districts in the small category Malari. The results of spatial analysis Products make it easy for malaria cases to be on the territory, the category of moderate population density (500-1249 inhabitants/km2), the height of the region category of Sell (0-200 MDPL), the average rainy category (20-50 mm/day), and flour in limestone rocks, sandstone, Breksi. The results of buffering Products analysis made it easy for malaria cases in Banyumas district at a distance of 500 m from the river (86%).
Conclusion. About spatial trend of malaria distribution in Banyumas District can be used for the planning of malaria planthoppers.
2579829141E1A014113PENGAWASAN PEREDARAN PUPUK DAN PESTISIDA OLEH KOMISI PENGAWAS PUPUK DAN PESTISIDA (KP3) DI KABUPATEN CILACAPPengawasan peredaran pupuk dan pestisida oleh Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah kaitannya dengan pengawasan peredaran pupuk dan pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengawasan peredaran pupuk dan pestisida oleh komisi tersebut di Kabupaten Cilacap serta untuk mengetahui hambatan yang dialami dalam proses pengawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif, dengan metode pendekatan konsep Legitis Positivis. Penelitian menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, dengan metode pengumpulan bahan hukum secara naratif, menggunakan metode pengolahan bahan hukum secara sistematis logis, serta menggunakan metode analisis secara deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari skripsi ini yaitu, pertama, pengawasan peredaran pupuk sudah sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2005 tentang Penetapan Pupuk Bersubsidi Sebagai Barang dalam Pengawasan namun pengaturan terkait peredaran pestisida belum diatur oleh pemerintah. Kedua, masih belum meratanya persebaran Kios Pupuk Lengkap (KPL) yang seharusnya memfasilitasi petani.The supervision of the distribution of fertilizers and pesticides by the Fertilizer and Pesticide Supervisory Commission (KP3) is one of the government's responsibilities related to the supervision of the distribution of fertilizers and pesticides. This study aims to determine the process of monitoring the distribution of fertilizers and pesticides by the commission in Cilacap Regency and to determine the obstacles experienced in the monitoring process. This research uses a normative juridical research type, with a positivist legitic concept approach. This research uses primary legal materials and secondary legal materials, with the method of collecting legal materials in a narrative manner, using logical systematic methods of legal material processing, and using descriptive qualitative analysis methods. The conclusions of this thesis are, first, the supervision of fertilizer distribution is in accordance with Presidential Regulation Number 77 of 2005 as amended by Presidential Regulation Number 15 of 2011 concerning Amendments to Presidential Regulation Number 77 of 2005 concerning Stipulation of Subsidized Fertilizer as Goods under Supervision but related regulations Circulation of pesticides has not been regulated by the government. Second, the distribution of Complete Fertilizer Kiosk (KPL) is still not evenly distributed, which should facilitate farmers.
2579929142H1B016048Pengaruh Variasi Nilai FAS dan Panjang Penyaluran Sambungan Baja Tulangan Polos Lurus terhadap Kuat Lekat- Faktor lekatan (adhesi) merupakan salah satu faktor yang
menunjang terciptanya kerja sama antara beton dengan permukaan tulangan
baja. Pada saat struktur beton bertulang menahan beban akan timbul tegangan
lekat yang berupa shear interlock pada permukaan singgung antara baja
tulangan dengan beton asalkan tersedia panjang penyaluran yang cukup.
Tegangan lekat yang dihasilkan pada beton seringkali berbeda-beda tergantung
dari kuat tekan rencana beton yang disyaratkan. Salah satu yang mempengaruhi
kuat tekan rencana adalah adanya perbedaan pada nilai FAS yang digunakan.
Untuk itu perlu dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui
kekuatan lekatan pada sambungan lewatan baja tulangan polos lurus dengan
berbagai nilai FAS.
Agregat halus yang digunakan adalah pasir merapi, sedangkan untuk
agregat kasarnya menggunakan batu pecah split 10 – 20 mm. Semen yang
digunakan dalam campuran adukan beton adalah Semen Portland I dan tidak
menggunakan bahan tambah sehingga tidak ada perilaku kimia yang
ditambahkan dalam penelitian ini. Digunakan baja tulangan polos berdiameter
10 mm tanpa kait dengan panjang penyaluran sebesar 100mm, 200mm, 300mm,
Nilai FAS yang digunakan adalah 0,56, 0,58, 0,62. Benda uji yang digunakan
dalam penelitian ini berukuran 10 x 18 x 40 cm. Pengujian yang dilakukan pada
penelitian ini ialah pengujian kuat tekan beton, kuat tarik baja tulangan, dan pull
out benda uji balok dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM)
Dari hasil pengujian ini diperoleh bahwa nilai FAS berbanding terbalik
dengan kuat lekat beton, panjang penanaman baja tulangan berbanding terbalik
dengan kuat lekat beton, panjang penanaman berbanding terbalik dengan
panjang penyaluran penelitian, nilai FAS sebanding dengan panjang penyaluran
RSNI yang dihasilkan, panjang penyaluran penelitian bernilai lebih kecil
dibandingkan panjang penyaluran RSNI.
Adhesion factor is one of the factors that support of the
creation of being co-operate between concrete and bar reinforcement surfaces.
When concrete give by the load it will appear bond strength as a shear interlock
on the steel surfaces if there is a development length observation is available.
Bond strength are produced by concrete often has different varies depends by
compressive strength of each concrete. One that affect the compressive strength
is the differenc value of water cement raio. For this reason, this research need
to be carried out with the goal to determine the bond strength at the joints of
straight reinforcement with various of value water cement ratio.
Fine agregate used is Pasir Merapi, while the coars agregate uses split
stone 10 – 20 mm. Cement used for the conrete mixed was Portland Cement I
and did not use additive. Straight smooth bar steel with 10 mm diameter without
any hook and uses length observation with 100 mm, 200 mm, 300 mm. The water
cement ratio used is 0.56, 0.58, 0.62. The test who used in this study are
compressive strength of concrete, tensile strength of steel bar, and pull out beam
using Universal Testing Machine (UTM).
The result of this research are found that the value of water cement ratio
is inversely proportional to the bond strength, the length planting is inversely
proportional to the length observation research, the value of water cement ratio
is proportional to the length observation RSNI, and the length observation of the
research is smaller than the length observation RSNI.
2580029143K1B015035ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA PEGAWAI PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAOP 5 PURWOKERTO DENGAN PARTIAL LEAST SQUAREPada penelitian ini, metode PLS diaplikasikan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP 5 Purwokerto. variabel-variabel penelitian terdiri dari 6 variabel, yaitu kinerja pegawai, motivasi kerja, kepemimpinan, pelatihan, lingkungan kerja dan budaya perusahaan melalui beberapa indikator yang kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode PLS diperoleh nilai R-square untuk variabel motivasi kerja sebesar 77,00% yang dijelaskan oleh variabel konstruk kepemimpinan, pelatihan, lingkungan kerja, dan budaya perusahaan, sedangkan 23,00% lainnya dijelaskan oleh variabel diluar model penelitian ini. Nilai R-square untuk variabel kinerja pegawai sebesar 66,00% yang dijelaskan oleh motivasi kerja, sedangkan 34% lainnya dijelaskan oleh variabel diluar model penelitian ini.In this research, PLS method is applied to analyze the factors are affect employee performance in PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP 5 Purwokerto. The research variable consisted of 6 variables that is employee performance, work motivation, leadership, training, work enviroment and corporate culture through the indicator which are then analyzed. Based on result from analysis using a PLS method of research, it was found that R-square value work of motivation variables of 77,00% defined by construct variable of leadership, training, work enviroment and corporate culture while another 23% is described by other variables outside this research. The value of R-square on employee performance variables of 66,00% described by the work of motivation, where as another 34% is described by other variables outside this research model