Artikelilmiahs

Menampilkan 25.621-25.640 dari 50.268 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2562128472I1B016056PENGARUH PEMBERIAN SINGLE CLOVE BLACK GARLIC TERHADAP LAMANYA CLOTTING TIME DAN BLEEDING TIME PADA TIKUS DENGAN INDUKSI STREPTOZOTOCINLatar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit yang dapat mengakibatkan disfungsi endotel sehingga meningkatkan terjadinya komplikasi aterotrombotik. Single clove black garlic dapat menurunkan risiko komplikasi aterotrombotik. Hal ini dikarenakan senyawa yang terkandung dalam single clove black garlic dapat memperpanjang clotting time dan bleeding time.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian single clove black garlic terhadap clotting time dan bleeding time pada tikus dengan induksi streptozotocin.
Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain true experiment dengan posttest only with control group design. Sampel yang digunakan sebanyak 36 tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok A, B, C, D, E, dan F. Single clove black garlic diberikan selama 14 hari pasca 4 hari induksi STZ. Hasil pengukuran clotting time dan bleeding time dilakukan menggunakan uji oneway ANOVA dilanjutkan dengan uji Post-Hoc Duncan.
Hasil Penelitian: Hasil uji oneway ANOVA menunjukkan ada perbedaan yang bermakna (p<0.05) rerata clotting time dan bleeding time pada tikus kelompok A, B, C, D, E, dan F dengan nilai p= 0.046 (clotting time) dan p=0.026 (bleeding time).
Kesimpulan: Pemberian single clove black garlic dapat memperpanjang clotting time dan bleeding time dengan dosis efektif dosis 1,3 g/200gBB
Research Background: Diabetes mellitus is a disease that can result in impaired endothelial function thereby increasing the occurrence of atherothrombotic complications. Single clove black garlic was able to reduce the risk of atherothrombotic complications. This is because the compounds contained in single clove black garlic can extend clotting time and bleeding time.
Reseach Purposes: The purpose of this research is to determine the effect of single clove black garlic on clotting time and bleeding time in rats with streptozotocin induction.
Research Methodology: This study used a true experiment design with a posttest only with control group design. This study used 36 samples of experimental animals which were divided into 6 groups. Group A, B, C, D, E, and F. Single clove black garlic given for 14 days after 4 days of induction streptozotocin. The results of clotting time and bleeding time measurements were carried out using the oneWay ANOVA test then continued with the Post-Hoc Duncan test.
Results: OneWay ANOVA test results showed significant differences (p <0.05) mean clotting time and bleeding time in mice group A, B, C, D, E, and F with values p = 0.046 (clotting time) and p = 0.026 (bleeding time).
Conclusion: Giving single clove black garlic can extend clotting time and bleeding time with an effective dose is 1,3 g/200gBB
2562228473I1B016083PENGARUH SEDUHAN BAWANG LANANG HITAM TERHADAP PENURUNAN KADAR C-REACTIVE PROTEIN TIKUS MODEL DIABETES MELITUS DENGAN INFLAMASIPENGARUH SEDUHAN BAWANG LANANG HITAM TERHADAP PENURUNAN KADAR C-REACTIVE PROTEIN TIKUS MODEL DIABETES MELITUS DENGAN INFLAMASI
Alanish Shahnia Tobing, Saryono, Annas Sumeru

ABSTRAK
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemi yang dapat mengakibatkan komplikasi inflamasi dan ditandai oleh peningkatan CRP. Bawang lanang hitam memiliki kandungan flavonoid yang dapat menurunkan risiko inflamasi.
Tujuan: Mengetahui pengaruh seduhan bawang lanang hitam terhadap kadar CRP pada tikus yang diinduksi STZ.
Metode: Metode yang dilakukan adalah eksperimental murni desain pre-post test with control goup design pada 29 tikus. Tikus dikelompokkan menjadi 6 kelompok yakni kelompok sehat (A), kelompok sakit (B), kelompok perlakuan seduhan bawang lanang hitam 1,3 g/200gBB (C), 2,6 g/200gBB (D), 5,2 g/200gBB (E), dan Glibenklamid 0,09 mg/200gBB (F). Perlakuan seduhan bawang lanang hitam dilakukan selama 14 hari dengan metode pre-post test dan dianalisis uji One Way Anova, Pos Hoc Duncan dan Kruskal Wallis serta Man Whitney.
Hasil: Hasil penelitian menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan pada perlakuan seduhan bawang lanang hitam p=0,007 (p<0,05) pada hewan coba. Dosis paling efektif ditunjukkan pada kelompok E (5,2 g/200gBB).
Kesimpulan: Pemberian seduhan bawang lanang hitam dengan dosis 1 sampai 3 dapat menurunkan kadar CRP, namun penurunan secara bermakna didapatkan dengann dosis 5,2g/200gBB dan dapat menjadi alternatif obat Glibenklamid.
THE EFFECT OF SINGLE CLOVE BLACK GARLIC BREWED WATER ON C-REACTIVE PROTEIN REDUCTION LEVELS RATS OF DIABETES MELITUS MODEL WITH INFLAMATION
Alanish Shahnia Tobing, Saryono, Annas Sumeru
`ABSTRACT
Background: Diabetes mellitus is metabolic disorder that signed by hyperglycemia which could cause inflammatory complications and signed by an increased CRP. Single clove black garlic contains flavonoids which could reduce the risk of inflammation.
Objective: To find out the effect of brewed water single clove black garlic on CRP levels in STZ induced mice.
Method: This study used a purely experimental method pre-post test design and control goup design in 29 mices. Mices were gouped into 6 groups, consisting of healthy goup (A), negative goup (B), brewed water of single clove black garlic goup 1,3 g/200gBB (C), 2,6 g/200gBB (D), 5,2 g/200gBB (E), Glibenclamide 0,09 g/200gBB. The brewed water treatment took for 14 days and data analysis used One Way Anova, Pos Hoc Duncan, Kruskal Wallis and Man Whitney.
Result: The result of research proved that there was significant differences between the treatment of single clove black garlic p=0.007 (p<0.05) in mice. The most effective dosage in goup E (5,2 g/200gBB).
Conclusion: Single clove black garlic brewed with a dose 1 to 3 could reduce CRP levels. But, a significant reduction was obtained with a dosage of 5,2 g/ 200gBB and could be an alternative to Glibenclamid.
2562328475F1F013018Altheide's Politics of Fear Reflected in the Movie "V for VendettaPenelitian yang berjudul “Altheide’s Politics of Fear Reflected in the Movie V for Vendetta” bertujuan untuk mengetahui politik ketakutan yang digunakan sebagai cara politik Sutler dan V. Penelitian ini menjelaskan bagaimana Sutler dan V menggunakan ketakutan untuk memanipulasi masyarakat untuk mencapai tujuan mereka. Penelitian ini juga menjelaskan bagaimana media membantu mereka untuk mempromosikan rasa takut di masyarakat. Untuk mendukung analisis, pendekatan Altheide terhadap politik ketakutan digunakan untuk menganalisis politik ketakutan, psikologi dalam sastra digunakan untuk menganalisis peristiwa psikologis, dan sinematografi digunakan untuk menganalisis film. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data. Data utamanya adalah film dan naskah V for Vendetta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sutler dan V menggunakan politik ketakutan sebagai metode mereka untuk mencapai tujuan mereka. Penilitian ini menemukan empat ketakutan, yang digunakan oleh Sutler dan V, termasuk ketakutan akan terorisme, hukuman Tuhan, kematian dan otoriter. Penelitian ini juga menemukan bahwa bagaimana ketakutan memengaruhi pikiran masyarakat dengan menghancurkan keseimbangan antara Id, ego, dan super-ego. Penelitian ini juga menemukan bahwa bagaimana media dan budaya populer dapat memengaruhi kehidupan masyarakat dan membantu Sutler dan V menyebarkan ketakutan.
Kata kunci: V for Vendetta, psikologi dalam sastra, politik ketakutan, sinematografi, ketakutan.
The research entitled “Altheide’s Politics of Fear Reflected in the Movie V for Vendetta” aims to figure out politics of fear used as political way by Sutler and V. It explains how Sutler and V used fear to manipulate society to achieve their goals. It also explains how media helps them to promote fear in society. To support the analysis, Altheide’s approach to politics of fear is used to analyze politics of fear, psychology in literature is used to analyze the psychological events, and cinematography is used to analyze the movie. The researcher uses qualitative method in analyzing the data. The primary data are both film and the script of V for Vendetta. The result of this research shows that Sutler and V used politics of fear as their method to achieve their goals. It finds four fears, that used by Sutler and V, including fear of terrorism, God’s punishment, death and authoritarianism. It also finds that how fear affected society’s mind by breaking the balance among Id, ego, and super-ego. It also find that how media and popular culture can affect society’s life and helps Sutler and V to spread the fear.
2562428476I1B016070Gambaran Perubahan Fungsi Kognitif Lansia yang Mengikuti Kegiatan Kelompok Membaca Alquran atau Senam LansiaABSTRAK
GAMBARAN PERUBAHAN FUNGSI KOGNITIF LANSIA YANG MENGIKUTI KEGIATAN KELOMPOK MEMBACA ALQURAN ATAU SENAM LANSIA
Shidqiyatus Sa’adah1, Rahmi Setiyani2, Akhyarul Anam3
Latar Belakang: Lansia akan mengalami berbagai perubahan sebagai akibat dari proses penuaan termasuk fungsi kognitif. Stimulasi dibutuhkan supaya fungsi kognitif tetap terjaga. Beberapa kegiatan di masyarakat yang sering diikuti oleh lansia adalah kegiatan membaca Alquran dan senam lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perubahan fungsi kognitif lansia yang mengikuti kegiatan kelompok membaca Alquran atau senam lansia.
Metode: Desain dalam penelitian ini yaitu studi longitudinal design (prospektif). Sampel berjumlah 60 responden (30 pada masing-masing kelompok). Fungsi kognitif dikaji menggunakan MMSE. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil: Pada kelompok membaca Al-quran, skor median MMSE pada pengukuran pertama 23,50 dan pengukuran kedua 26,00. Hasil uji bivariat menunjukkan perbedaan skor yang signifikan antara dua waktu pengukuran (p = 0,000). Sementara itu, pada kelompok senam lansia skor median MMSE pada pengukuran pertama 23,50 dan pengukuran kedua 26,00. Hasil uji bivariat menunjukkan perbedaan skor yang signifikan antara dua waktu pengukuran (p = 0,000).
Kesimpulan: Kegiatan kelompok baik membaca Alquran maupun senam lansia dapat meningkatkan fungsi kognitif pada lansia.
Kata Kunci: Membaca Alquran, fungsi kognitif, lansia, senam lansia.
1Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2&3Dosen di Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
ABSTRACT
CHANGES IN COGNITIVE FUNCTION AMONG ELDERLY WHO PARTICIPATE IN EITHER ACTIVITIES OF QURAN RECITATION OR EXERCISE
Shidqiyatus Sa’adah1, Rahmi Setiyani2, Akhyarul Anam3
Background: Elderly experience changes as a result of the aging process, including cognitive function. Stimulation is needed to maintain the function. Some activities in the community where elderly frequently participate in are group activities of Alquran recitation and exercise. This research aims to examine changes in cognitive function among elderly who participate in either group activities of Alquran recitation or exercise.
Method: This is a longitudinal (prospective) study. A total of 60 respondents (30 respondents from each group) participated in this study. Cognitive function was measured using MMSE. Data was analyzed using Wilcoxon test.
Result: In Alquran recitation group, median score of MMSE on the first and second measurements was 23,50 and 26,00 respectively. Bivariate test showed a significant difference between two measurement (p = 0,000). Similarly, median score of MMSE in exercise group on the first and second measurement was 23,50 and 26,00 respectively. Bivariate test showed a significant difference between two measurements (p = 0,000).
Conclusion: Either Alquran recitation or exercise can improve cognitive function in the elderly.
Keyword: Alquran recitation, cognitive function, elderly, exercise.
1Student of Nursing Department, Faculty of Health Science, Universitas Jenderal Soedirman.
2&3Nursing Department, Faculty of Health Science, Universitas Jenderal Soedirman.
2562528477B1A015049Karakterisasi Morfologi Familia "Hippidae" (Crustacea) dari Pantai Parangkusumo YogyakartaSuperfamilia Hippoidea memiliki distribusi yang cukup luas di Indonesia yaitu pada pesisir selatan Jawa, Sumatra hingga Maluku. Distribusi familia Hippidae sangatlah luas dibandingkan dengan familia Albunidae. Familia Hippidae terdiri atas tiga genus yaitu genus hippa, emerita, dan mastigachyrus. Distribusi Hippidae di Indonesia telah dilaporkan oleh beberapa peneliti terdahulu, diantaranya terdapat di pesisir Cilacap, Kebumen, Yogyakarta. Mengingat kepiting Hippidae terdiri atas beberapa spesies maka diperlukan identifikasi untuk mengetahui kepastian nama spesiesnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepiting Hippidae yang berasal dari pantai Parangkusumo Yogyakarta serta untuk mengetahui performa, morfometri dan meristik kepiting Hippidae yang berasal dari pantai Parangkusumo.
Berdasarkan pengamatan performa morfologi, morfometri dan meristik, hasil penelitian yang didapat yaitu kepiting Hipiidae yang ditemukan dari Pantai Parangkusumo Yogyakarta adalah spesies Emerita emeritus, Hippa adactyla dan Hippa ovalis yang memiliki karakter karapas dengan bentuk oval memanjang dan bulat telur, memiliki antenula yang panjnagnya tidak melebihi panjang karapas, karapas dengan permukaan menonjol. memiliki dactylus pertama subchelate.
Metode yang digunakan adalah survei, pengambilan sampel secara purposive random sampling. Sampel dari pantai Parangkusumo diambil sebanyak dua kali dengan interval waktu dua minggu, setiap kali kali pengambilan diulang tiga kali. Identifikasi dilakukan berdasarkan karakter morfologi, yang meliputi performa, morfometri dan meristik. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk performa dan meristik, sedangkan morfometrik dengan Microsoft excel.
Superfamilia Hippoidea has a considerable distribution in Indonesia that is on the south coast of Java, Sumatra to Maluku. The distribution of the family Hippidae is very wide compared to the Albunidae family. Familia Hippidae consists of three genera, genus Hippa, emerita, and Mastigachyrus. Distribution of Hippidae in Indonesia has been reported by some previous researchers, among them on the coast of Cilacap, Kebumen, Yogyakarta. Since the crab Hippidae consists of several species it is necessary identification to know the certainty of the species name. This research aims to identify the crab Hippidae derived from Parangkusumo Beach Yogyakarta and to know the performance, morfometry and the meristic crab Hippidae originating from the beach Parangkusumo
Based on the observation of morphological, morphometric and meristic performance, the result of the research that is the crab Hippidae found from Parangkusumo Beach Yogyakarta are Emerita emeritus, Hippa adactyla and Hippa ovalis that have carapace character with elongated oval shape and ovoid, has long antenulla that does not exceed the lenghth of the carapace, the carapace with prominent surface. Have first dactylus subchelate
The method used is surveying, sampling purposive random sampling. Samples from Parangkusumo Beach were taken twice by a two-week time interval, each times the retrieval was repeated three times. The identification is based on morphological characters, which include performance, Morphometric and meristic. Data analysis is done descriptively for performance and meristic, while morphometric with Microsoft Excel.
2562628478I1B016057HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PERILAKU EXERCISE PADA PENDERITA HIPERTENSILatar Belakang : Hipertensi di Indonesia masih cukup tinggi sehingga dibutuhkan adanya penatalaksanaan untuk mengontrol tekanan darah. Perilaku exercise merupakan penatalaksanaan untuk penderita hipertensi dengan memodifikasi gaya hidup. Self efficacy diperlukan untuk keberhasilan peraawatan pada penyakit kronis seperti hipertensi.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik responden (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, jenis olahraga, Tekanan Darah), mengetahui hubungan antara self efficacy terhadap perilaku exercise pada penderita hipertensi
Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional design. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan consecutive sampling dengan besar sampel 73 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji somer’s d, spearman’s rho.
Hasil : Penelitian menunjukkan sebagian besar responden mempunyai self efficacy yang cukup 74.0% dan Perilaku exercise responden kurang 60.3 % .Hasil uji terhadap perilaku exercise didapatkan usia p= 0,013, jenis kelamin p= 0,292, tingkat pendidikan p=0,403, pekerjaan p=0,179, jenis olahraga p=0,360, pendapatan=0,509 dan tekanan darah=0,091. Self efficacy menunjukan tingkat signifikansi p=0,000
Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara karakteristik usia responden dengan perilaku exercise. Tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, jenis olahraga, pendapatan dan tekanan darah dengan perilaku exercise. Terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy terhadap perilaku exercise pada penderita hipertensi

Background: Hypertension case in Indonesia is still quite high, so management is needed to control blood pressure. Exercise behavior is management for people with hypertension by modifying lifestyle. Self-efficacy is needed for successful treatment of chronic diseases such as hypertension.
Research Purpose: This study aims to determine the relation of respondent characteristics (age, gender, education, occupation, type of exercise, blood pressure), to determine the relation between self-efficacy towards exercise behavior in hypertension patients.
Method: This research is a quantitative study with a cross sectional design approach. Sampling was done using consecutive sampling with 73 respondents. Data analysis uses univariate and bivariate with somer's d, spearman’s rho
Result: Research shows that most respondents have adequate self-efficacy of 74.0% and the respondents’ exercise behavior are less than 60.3%. The test results on exercise behavior show that age p = 0.013, gender p = 0.292, education level p = 0,403, occupation p = 0,179, type of exercise p = 0.360, income = 0,509 and blood pressure = 0.091. Self-efficacy shows the level of significance p = 0,000
Conclusion: There is a significant relation between the characteristics of respondents in age and exercise behavior. There is no significant relation between gender, level of education, occupation, type of exercise, income, and blood pressure with exercise behavior. There is a significant relation between self-efficacy towards exercise behavior in hypertension patients.

2562728479F1A015011RESOLUSI KONFLIK ALIH FUNGSI TANAH ( Studi Kasus Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat BIJB di Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka Jawa Barat)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resolusi konflik alih fungsi lahan untuk pembangunan bandara baru di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskrtiptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive. Sumber data diperoleh oleh peneliti dari berbagai narasumber yaitu: masyarakat terdampak baik itu pro atau kontra pembangunan bandara, pemerintah Kecamatan Kertajati, dan BPN. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Sukamulya yang kontra tergabung dalam kelompok Forum Perjuangan Rakyat Sukamulya. Sikap masyarakat yang kontra karena takut akan kehilangan lingkungan sosialnya, disamping itu mereka takut akan kehilangan lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber utama mata pencaharian mereka, baik sebagai petani ataupun buruh tani. Sedangkan sikap masyarakat pro lebih kepada ingin patuh kepada negara disamping karena faktor pasrah dan tidak bisa berbuat banyak jika mereka memilih untuk kontra.
Penelitian ini berlokasi di Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati, karena desa tersebut paling luas terkena dampak pembangunan BIJB sehingga sampai memunculkan konflik. Sudah diupayakan penyelesaian konflik dengan jalan mediasi. Namun mediasi tersebut tidak mencapai kesepakatan. Hingga sekarang konflik masih belum terselesaikan.Oleh karena itu, bagi masyarakat Sukamulya perlu adanya kerjasama untuk mencari solusi terbaik dalam penyelesaian konflik yang menimpanya. Kemudian bagi pemerintah dalam melakukan kebijakan pembangunan, jangan sampai mengorbankan lahan pertanian yang subur dan produktif dan yang paling utama yaitu agar pemerintah segera menyelesaikan permasalahan konflik tanah di Desa Sukamulya dengan melakukan mediasi lanjutan.
This research aims to determine the resolution of conflicts over land use for the construction of a new airport in Kertajati District, Majalengka Regency. This research uses descriptive qualitative method. The sampling technique uses a purposive technique. Sources of data were obtained by researchers from various sources, namely: affected communities, both pros and cons of airport construction, the Kertajati District government, and BPN. The results of this study indicate that the contra people of Sukamulya belong to the Sukamulya People's Struggle Forum. The contra attitude of the people for fear of losing their social environment, besides that they are afraid of losing agricultural land which has been the main source of their livelihood, both as farmers or farm laborers. While the attitude of the pro community is more to want to obey the country in addition to being resigned and can not do much if they choose to contra.

This research is located in the village of Sukamulya, Kertajati Subdistrict, because the village was most widely affected by the BIJB development, which led to conflict. Efforts have been made to resolve the conflict through mediation. But the mediation did not reach an agreement. Until now the conflict is still unresolved. Therefore, for the people of Sukamulya there needs to be cooperation to find the best solution in resolving the conflict that befell him. Then for the government in carrying out development policies, it should not be to sacrifice fertile and productive agricultural land and most importantly, that the government immediately resolve the land conflict problem in Sukamulya Village by conducting further mediation.
2562828938K1C015045PEMBUATAN PERANGKAT MULTI CHANNEL GEOLISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO DILENGKAPI PENYIMPANAN DATA Alat yang digunakan pada akuisisi data geolistrik memiliki peran penting karena menyangkut hasil dan efektifnya pengambilan data. Untuk menambah efektivitas pengambilan data maka dilakukan pengembangan alat geolistrik dengan memanfaatkan perangkat yang sudah ada. Penelitian ini telah mengembangkan alat berupa perangkat multi channel geolistrik yang dapat menyimpan data yang diperoleh dengan dilengkapi 16 elektrode. Proses pengujian alat dilakukan dengan membandingkan hasil tegangan dan arus antara resistivity meter dengan perangkat multi channel. Perangkat multi channel diuji melalui dua tahap. Tahap pertama merupakan uji kalibrasi dengan pengujian sebanyak tiga kali pengambilan data dan diperoleh akurasi tegangan rata-rata 97,28% dengan presisi rata-rata 99,50%. Hasil kalibrasi arus diperoleh akurasi rata-rata yang sebesar 89,51% dan untuk presisi rata-rata arusnya sebesar 98,46%. Tahap kedua merupakan uji lapangan dengan bentangan 16 meter serta spasi antar elektrode satu meter. Dalam pengujian lapangan perangkat multi channel sudah bisa mengukur tegangan dan arus. Hasil uji lapangan diperoleh korelasi antara tegangan resistivitymeter dan perangkat multi channel sebesar 0,9243 dengan perbedaan data rata-rata 4287 mV untuk pengujian tegangan. Korelasi arus yang diperoleh dari uji lapangan sebesar 0,9902 dengan perbedaan data sebesar rata-rata 12,71 mA. Hasil pengujian lapangan menunjukkan perangkat multi channel masih memerlukan kalibrasi ulang.The tool used in geoelectric data acquisition has an important role because it involves the results and effective data retrieval. To increase the effectiveness of data retrieval, a geoelectric tool is developed by utilizing existing devices. This research has developed a tool in the form of a multi-channel geoelectric device that can store data obtained with 16 electrodes. The process of testing the tool is done by comparing the results of voltage and current between the resistivity meter with multi-channel devices. Multi-channel devices are tested in two stages. The first stage is a calibration test by testing three times the data retrieval and obtained an average voltage accuracy of 97.28% with an average precision of 99.50%. The results of the current calibration obtained an average accuracy of 89.51% and for an average precision of 98.46%. The second stage is a field test with a 16 meter stretch and one meter electrode spacing. In field testing multi channel devices can already measure voltage and current. Field test results obtained a correlation between the resistivitymeter voltage and multi-channel devices of 0.9243 with an average data difference of 4287 mV for voltage testing. The current correlation obtained from the field test was 0.9902 with a difference in data of an average of 12.71 mA. Field test results indicate that multi-channel devices still require recalibration.
2562928481G1D014038Gambaran Strategi Koping Orang Tua terhadap Penggunaan Smartphone pada Anak di Kelurahan Grendeng, PurwokertoLatar belakang: Penggunaan smartphone pada anak sangat berpengaruh pada tumbuh kembang serta kemampuan bersosialisasi. Kekhawatiran orang tua terhadap dampak buruk penggunaan smartphone dapat menimbulkan masalah pada anak memerlukan strategi koping untuk penyelesaianya. Strategi koping dibagi menjadi dua yaitu Problem Focused Coping (PFC) dan Emotional Focused Coping (EFC).
Tujuan: Mengetahui gambaran strategi koping orang tua terhadap penggunaan smartphone pada anak di Kelurahan Grendeng, Purwokerto.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling. Responden penelitian ini adalah orang tua dari anak usia 10-12 tahun dan menggunakan smartphone. Instrumen penelitian ini yaitu kuisioner penggunaan strategi koping Lazaruz-Folkman.
Hasil: Mayoritas responden merupakan ibu rumah tangga dengan pendidikan Sekolah Dasar dan berpenghasilan di bawah UMK Banyumas. Jumlah responden yang menggunakan PFC sebanyak 62,1% dan responden EFC sebanyak 37,9%.
Kesimpulan: Mayoritas responden cenderung menggunakan PFC dalam menyelesaikan masalah penggunaan smarphone pada anak yaitu sebesar 62,1%.
Background: The impact of using smartphones for children are very influential in the growth and development as well as the ability of socializing. Concerns of parents against the harmful effects to children. Smartphone usage can cause problems for parents that need coping strategies for the solution. Coping strategies are divided into two: Problem Focused Coping (PFC) and Emotional Focused Coping (EFC).
Research Objective To find out coping strategies of parents against the use of smartphones in children in Grendeng Village, Purwokerto City.
Method: The research uses cross-sectional design. The sampling technique using by simple random sampling. The respondents were parents of children aged 10-12 years, and use a smartphone. This study is a questionnaire instrument coping srategies use Lazaruz-Folkman's coping.
Result: Data analysis showed that the majority of respondents are housewives with primary school education and income under minimum of the worker salary in Banyumas District. The number of respondents who use coping strategies PFC are 62,1% and respondents who use coping strategies EFC are 37,9%.
Conclusion: The majority of respondents have a tendency to use PFC in solving problems smartphone.
2563028482F1B015054AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA ZAKAT PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KABUPATEN BANYUMASPentingnya akuntabilitas publik dalam pengelolaan keuangan sangat diperlukan guna menimbulkan kepercayaan masyarakat. Salah satu lembaga pemerintahan yang juga turut mengelola keuangan di daerah adalah Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan teori akuntabilitas dari Koppell dengan pendekatan transparansi, liabilitas, kontrol, responsibilitas, dan responsivitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling pemilihan informan yang benar-benar mengerti tentang informasi objek penelitian dan informan dapat dipercaya sebagai sumber data yang berkompeten dan untuk memperoleh data dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Sedangkan validitas data menggunakan triangulasi sumber yaitu dengan membandingkan dan mengecek kembali tingkat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukan akuntabilitas pengelolaan dana zakat pada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Banyumas dinilai sudah cukup akuntabilitas, yang dinilai dari aspek transparansi bahwa laporan pertanggungjawaban dana zakat sudah berjalan baik, namun masih sering terlambat karena keterbatasan sumber daya dan sistem pendataan zakat yang masih manual, dari aspek kontrol sudah cukup baik karena diaudit dari internal Baznas dan ekternal KAP (Kantor Akuntan Publik), dari aspek liabilitas sudah cukup baik hal ini dibuktikan dengan diraihnya dua penghargaan yakni dukungan APBD dari pemerintah daerah Baznas Kabupaten Banyumas, kedua yaitu Program Unggulan dalam Pentasharufan Baznas Kabupaten Banyumas. Dari aspek responsibilitas dalam hal ini ketaatan Baznas terhadap hukum sudah berjalan baik, seluruh aturan disesuaikan sehingga dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya, aspek responsivitas sudah cukup baik karena masyarakat dapat datang langung mengajukan bantuan ke Baznas, akan tetapi masih perlu ditingkatkan dari sisi sosialisasi program – program Baznas sehingga manfaat dapat lebih luas dirasakan masyarakat.The importance of public accountability in financial management is needed to generate public trust. One of the government institutions that also helps manage finances in the region is the National Amil Zakat Agency of Banyumas Regency. This study uses Koppell's theory of accountability with approaches of transparency, liability, control, responsibility, and responsiveness. This research uses descriptive qualitative method. The selection of informants uses purposive sampling techniques the selection of informants who truly understands the information of the research object and the informant can be trusted as a competent source of data and to obtain data using interviews, observation, and documentation. The data analysis technique uses an interactive analysis model and continues until it is completed, so that the data is already saturated. While the validity of the data uses triangulation of sources by comparing and re-checking the level of confidence in the information obtained. The results showed the accountability of zakat fund management at the National Amil Zakat Agency in Banyumas Regency was considered to be sufficient accountability, which was assessed from the aspect of transparency that the accountability report on zakat funds had gone well, but it was still often too late due to limited resources and a manual zakat data collection system, from the control aspect is good enough because it is audited from Baznas internal and external KAP (Public Accountant Office), from the liability aspect it is good enough. Banyumas. From the aspect of responsibility in this case Baznas obedience to the law has been going well, all the rules are adjusted so that they can carry out their duties properly, the responsiveness aspect is good enough because the community can come directly asking for assistance to Baznas, but it still needs to be improved in terms of program socialization Baznas so that the benefits can be more widely felt by the community.
2563128483I1A015123PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN
PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM
HIDAYAH PURWOKERTO
Latar Belakang: Pelayanan rawat inap sebagai salah satu jenis pelayanan di rumah sakit yang memerlukan aspek penilaian yang berkualitas untuk memberikan kepuasan kepada pasien. Pada studi pendahuluan di RSU Hidayah Purwokerto, beberapa pasien merasakan bahwa fasilitas di RSU Hidayah Purwokerto kurang memuaskan. Didukung dengan nilai BOR yang menurun dari tahun 2017-2018 yang nilainya dibawah standar ideal Depkes RI 60-85%. Salah satu faktor yang mempengarui BOR adalah pemasaran. Bauran pemasaran adalah strategi pemasaran yang dilakukan secara bersama untuk meyakinkan objek pemasaran yang dituju. Rumah sakit memerlukan pengembangan strategi bauran pemasaran yang tepat untuk menunjang dan membuat pendapatan menjadi stabil. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran berupa product, place, promotion, people, process, dan physical evidence terhadap kepuasan pasien rawat inap di RSU Hidayah Purwokerto.
Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling. Populasi seluruh pasien rawat inap pada tahun 2018 yaitu sebanyak 2.178 pasien dengan sampel 53. Analisis yang digunakan univariat, bivariat dengan chi square dan multivariat dengan regresi logistik.
Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukan variabel yang berhubungan: product (p=0,011), place (p=0,024), promo tion (p=0,040), people (p=0,011) dan process (p=0,000) sedangkan yang tidak berhubungan: physical evidence (p=0,086). Hasil analisis multivariat menunjukan variabel yang berpengaruh: place dan process.
Simpulan: Ada pengaruh baruran pemasaran place dan process terhadap kepuasan pasien rawat inap.
Background: Inpatient services as one type of service in hospitals that require quality assessment aspects to provide satisfaction to patients. In the preliminary study at Hidayah Purwokerto Hospital, some patients felt that the facilities at Hidayah Purwokerto Hospital were unsatisfactory. Supported by the declining BOR value from 2017-2018 whose value is below the Ministry of Health RI ideal standard of 60-85%. One factor that affects BOR is marketing. Marketing mix is a marketing strategy that is carried out together to convince the intended marketing object. Hospitals require the development of an appropriate marketing mix strategy to support and make income stable. The aim is to determine the effect of marketing mix in the form of product, place, promotion, people, process, and physical evidence on inpatient satisfaction at Hidayah Hospital Purwokerto.
Methods: This research is a quantitative research with cross-sectional approach and purposive sampling technique. The population of all inpatient in 2018 was 2,178 with sample 53 patients. The analysis with univariate, bivariate with chi square test and multivariate with multiple logistic regression.
Results: Bivariate analysis showed related variables: product (p=0,011), place (p=0,024), promo tion (p=0,040), people (p=0,011) and process (p=0,000) while unrelated: physical evidence (p=0,086). The results of multivariate analysis showed influential variable: place dan process.
Conclusion: There are influence on the quality of facilities, administration services and nurse services on reutilization of inpatient in Hidayah Hospital.
2563228486I1B016043PENGARUH PEMBERIAN BAWANG TUNGGAL HITAM (SINGLE CLOVE BLACK GARLIC) TERHADAP PENINGKATAN HIGH DENSITY LIPOPROTEIN PADA TIKUS PUTIH DENGAN HIPERKOLESTEROLEMIALatar Belakang: Hiperkolesterolemia merupakan kondisi kolesterol berlebih di dalam tubuh yang ditandai oleh penurunan kolesterol High Density Lipoprotein (HDL). Terapi non farmakologis yang dapat digunakan adalah menggunakan seduhan bawang tungal hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan bawang tunggal hitam terhadap peningkatan kadar HDL pada tikus putih dengan hiperkolesterolemia.
Metode: Penelitian ini menggunakan True Experimental Pre and Post Test with Control Group Design. Total sampel sebanyak 36 tikus putih galur wistar jantan. Sampel terbagi menjadi kelompok kontrol sehat (A), kontrol sakit (B), kontrol positif dengan simvastatin dosis 0,18 mg/200grBB (C), perlakuan 1 dosis 18 mg/ 200grBB (D), perlakuan 2 dosis 36 mg/ 200grBB (E), dan perlakuan 3 dosis 72 mg/ 200grBB (F). Diet tinggi lemak diberikan selama 7 hari. Seduhan bawang tunggal hitam diberikan selama 14 hari.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kadar HDL pada tikus yang diberi bawang tunggal hitam. Terdapat perbedaan antara kelompok yang diberi bawang tunggal hitam dan simvastatin. Seduhan bawang tunggal hitam 18 mg/ 200grBB merupakan dosis paling efektif untuk meningkatkan kadar HDL
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seduhan bawang tunggal hitam 18 mg/ 200grBB merupakan dosis paling efektif untuk meningkatkan kadar HDL
Background: Hypercholesterolemia is a condition when the body have excessive cholesterol which can be noted by decreasing High Density Lipoprotein (HDL). Non pharmacological therapy can be used is the steeping of single clove black garlic. This study aimed to know the effect by giving steeping of single clove black garlic towards the increasing of HDL level to white mouse with hypercholesterolemia.
Method: This research using True Experimental Pre and Post Test with Control Group Design. Total sample 36 white mouse wistar male strain. Sample divided into group A (health control), group B (sick control), positive control with simvastatin dosage 0,18 mg/200grbb group C, 1 treatment dosage 18 mg / 200grBB group D, 2 treatment dosage 36 mg / 200grBB group E, 3 treatment 72 mg/ 200grBB group F. High fat diet given during 7 days. The steeping single clove black garlic were given during 14 days.
Results: The research showed there were increase in HDL levels in mice given steeping single clove black garlic. There were differences between the groups given single clove black garlic and simvastatin. Steeping of single clove black garlic 18 mg/ 200grBB were the most effective dosage for increasing HDL level.
Conclusion: The research showed that steeping of single clove black garlic 18 mg/ 200grBB were the most effective dosage for increasing HDL level.
2563328489F1A014098PEREMPUAN ANGGOTA GENG MOTOR:
DARI RESISTENSI MENJADI PROFESI
(Studi tentang Keterlibatan Perempuan dalam Geng Motor XTC
di Kota Tasikmalaya)
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan alasan perempuan menjadi anggota geng motor dan peranan mereka dalam aktivitas geng motor XTC Kota Tasikmalaya. Exalt to Creativity adalah kepanjangannya, dengan jargon “Lo asyik gue santai, Lo usik gue bantai,” merupakan salah satu geng motor terbesar di Indonesia. Hal ini tentunya menjadi impian setiap remaja untuk menjadi anggota geng motor dalam rangka menunjukkan eksistensi diri. Meski pada awalnya geng motor identik dengan laki-laki, akan tetapi pada tubuh geng motor XTC Kota Tasikmalaya, ditemukan bahwa banyak perempuan yang menjadi anggota aktif bahkan diposisikan strategis sebagai ketua, panglima pertahanan, divisi perang, dan divisi tempur.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teori yang melandasi penelitian ini adalah pergaulan yang berbeda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan utamanya adalah lima orang perempuan anggota geng motor XTC kota Tasikmalaya, serta informan pendukung yaitu, satu orang laki-laki anggota XTC Kota Tasikmalaya, satu orang laki-laki koordinator XTC Kota Tasikmalaya wilayah Tawang dan Humas POLRES Kota Tasikmalaya. Analisis data yang digunakan adalah model analisis Interaktif oleh Miles & Huberman, yaitu berlangsung secara terus menerus hingga data yang diperoleh dirasa sudah jenuh. Model analisis terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik validasi yang digunakan untuk menunjukkan keabsahan data adalah triangulasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang terlibat anggota geng motor didasari oleh dua faktor yakni pergaulan dengan teman sebaya dan hubungan keluarga yang tidak baik. Faktor pergaulan dengan teman sebaya berupa pengaruh teman dekat yang sudah menjadi anggota geng motor, melihat loyalitas anggota geng motor, dan mendengar cerita yang menarik tentang kehidupan anggota geng yang terjamin. Faktor hubungan keluarga yang tidak baik berupa merasa orang tua tidak perduli dan depresi karena orang tua bercerai. Pada tingkat lanjut, bergabungnya perempuan dalam geng motor yang semula ingin menunjukkan eksistensi diri dan pelarian dari masalah hidup, beralih menjadi profesi yang menguntungkan, serta membawa mereka pada perilaku yang menyimpang. Aksi penyimpangan tersebut adalah perempuan yang terlibat perang dengan anggota geng motor lain, penjarahan, penyelundupan senjata api illegal, dan penyelundupan obat-obatan terlarang.
This research aims to describe the reason women become members of the motorcycle gang and their role in XTC Motor gang activity Tasikmalaya City. Exalt to Creativity is his long-suffering, with the jargon of "Lo Asyik Gue Santai, Lo Usik Gue Bantai," is one of the biggest motorcycle gangs in Indonesia. It is certainly a dream of every teenager to become a member of the motorcycle gang in order to demonstrate self-existence. Although at first the biker gang is identical to men, but on the body of XTC motor gang Tasikmalaya, it is found that many women who become active members are even strategically positioned as chairmen, defense commanders, war divisions, and Combat Division.
This research uses qualitative methods of descriptive. The theory that is based on this research is a different association. Data collection techniques are conducted through interviews, observations, and documentation. The informant is the five female members of the XTC Motor Gang of Tasikmalaya city, as well as supporting informant namely, one male member of XTC Tasikmalaya city, one man coordinator XTC City Tasikmalaya Tawang Region and public relations POLRES Tasikmalaya city. The data analysis used is an interactive analysis model by Miles & Huberman, which is ongoing continuously until the data obtained is already saturated. The analysis Model consists of data collection, data reduction, data presentation, and withdrawal of conclusions. The validation technique used to demonstrate the validity of data is data triangulation.
The results showed that women who were involved in motorcycle gang members were based on two factors i.e. association with peers and bad family relationships. The role of association with peers is the influence of close friends who are already members of the motorcycle gang, see the loyalty of motorcycle gang members, and hear an interesting story about the life of a guaranteed gang member. Not good family relationship factors feel that parents are not concerned and depressed because parents are divorced. At the advanced level, women in motorcycle gangs who originally wanted to demonstrate self-existence and escape from life problems, turned into a profitable profession, and brought them to deviant behavior. These deviations are women who are involved in war with other motor gang members, looting, illegal arms smuggling, and illegal drug smuggling.
2563428492I1B016046PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BALANCE STRATEGY EXERCISE DAN RANGE OF MOTION EKSTREMITAS BAWAH TERHADAP PENURUNAN RISIKO JATUH PADA LANSIALatar Belakang : Jatuh merupakan salah satu kondisi yang sering dijumpai pada lansia. Kejadian jatuh pada lansia dapat diturunkan dengan latihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat efektivitas antara Balance Strategy Exercise dan Range of Motion ektremitas bawah terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan desain quasi eksperiment. Pemilihan sample menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan total jumlah sample 30 orang (15 untuk masing-masing kelompok). Pengukuran risiko jatuh lansia menggunakan instrumen TUG test. Analisa data menggunakan uji Paired T-Test, uji Wilcoxon, dan uji Mann-Whitney.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor TUG test sebelum dan setelah dilakukan intervensi baik pada kelompok Balance Strategy Exercise (p=0,001) ataupun pada kelompok Range of Motion ekstremitas bawah (p=0,001). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada skor TUG test setelah dilakukan intervensi (post-test) antara kedua kelompok (p=0,037).
Kesimpulan : Range of Motion ekstremitas bawah dan Balance Strategy Exercise keduanya dapat menurunkan risiko jatuh pada lansia, namun Range of Motion ekstremitas bawah lebih efektif.

Background : Fall is a condition that is often found in the elderly. The incidence of falls in the elderly people can be reduced by exercises. This study aims to compare Balance Strategy Exercise and Range of Motion lower limb to reduce the risk of falling in the elderly people.
Method : This is a comparative study with a quasi experimental design. Sample was selected using non probability sampling technique with a total sample size of 30 people (15 for each group). The risk of falling was measured using the TUG test instrument. Data was analyzed used Paired T-test, Wilcoxon test, and Mann-Whitney test.
Results : Results showed that there were differences in TUG test scores before and after intervention both in Balance Strategy Exercise group (p=0,001) and in Range of Motion lower limb group (p=0,001). Mann-Whitney test results showed that there were significant differences in the TUG test scores after the intervention (post-test) between groups (p=0,037).
Conclusion : Either Range of Motion lower limb or Balance Strategy Exercise can reduce the risk of falling in the elderly, but Range of Motion lower limb is more effective.

2563528491H1B014003PENYELESAIAN MODEL PREDATOR PREY
DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL
Model predator-prey dengan prey mengikuti pertumbuhan logistik merupakan model yang membahas interaksi antara mangsa dan pemangsa. Model ini berbentuk sistem persamaan diferensial non linier yang pada umumnya diselesaikan secara kualitatif. Metode transformasi diferensial merupakan salah satu metode semi analitik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan diferensial non linier tanpa linieriasi. Penelitian ini bertujuan menyelesaikan model predator prey dengan prey mengikuti pertumbuhan logistik menggunakan metode transformasi diferensial dengan bantuan software C++. Hasil penyelesaian menunjukkan bahwa, pemilihan jumlah koefisien cukup berpengaruh terhadap hasil penyelesaian model predator-prey dengan prey mengikuti pertumbuhan logistik menggunakan metode transformasi diferensial.Predator-prey model with prey grow as a logistic function is a model that discribes the interaction between prey and predator. This model takes the form of a system of non-linear differential equations which is generally resolved qualitatively. Differential transformation method is one of the semi analytic methods that can be used to solve a system of nonlinear differential equations without linearization. This project completed a predator-prey model with logistic growth on prey using the differential transformation method with the help of C++ software. The results show that, election of total coefficient is influential on the outcome of the predator-prey model completion using differential transformation method.
2563628497I1C015115SEDIAAN GEL HANDSANITIZER EKSTRAK ETANOL DAUN JERUK PURUT MENGGUNAKAN HPMC SEBAGAI ANTISEPTIK Latar Belakang : Daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, dan tanin sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus Sediaan gel dapat meningkatkan efektivitas dan kenyamanan dalam penggunaannya secara topikal. Sifat fisik gel yang baik tergantung dari penggunaan gelling agent. HPMC merupakan salah satu gelling agent. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi kadar gelling agent HPMC terhadap sifat fisik dan aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak etanol daun jeruk purut.
Metodologi : Gel diformulasikan menjadi tiga formula dengan variasi kadar HPMC 2 %, 2,5%, dan 3%. Selanjutnya diuji sifat fisik dan stabilitas yaitu organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, dan uji freeze-thaw. Uji organoleptis, homogenitas, dan Freeze-thaw dianalisis secara deskriptif. Uji viskositas, pH, daya lekat dan daya sebar dianalisis menggunakan Oneway ANOVA. Semua formula diuji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar HPMC meningkatkan viskositas dan daya lekat, serta menurunkan daya sebar. Pengujian antibakteri menunjukkan peningkatan kadar HPMC menghasilkan perbedaan kemampuan pelepasan zat aktif yang ditunjukkan melalui daya hambat bakteri formula I sebasar 6,1 mm, formula II 6,0 mm dan formula III 5,5 mm.
Backgraund the compounds in kaffir lime leaves are alkaloids, flavonoids, and tanni as an antibacterial on Staphylococcus aureus. Gel preparations can increase effectiveness and comfort in topical use. The good physical properties of the gel depends on the use of gelling agent. HPMC is one of the gelling agents. The purpose of this study was to determine the effect of variations in levels of HPMC gelling agent on the physical properties and antibacterial activity of ethanol extracts of kaffir lime leaf gel preparations.
Methodology: The gel was formulated into three formulas with variations in HPMC levels of 2%, 2.5%, and 3%. Furthermore, physical properties and stability were tested, namely organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, adhesion, dispersion, and freeze-thaw test. Organoleptic, homogeneity, and Freeze-thaw tests were analyzed descriptively. Test of viscosity, pH, adhesion and dispersion were analyzed using Oneway ANOVA. All formulas were tested for antibacterial activity by the well diffusion method.
Research Results: The results showed that the increasing levels of HPMC increased viscosity and adhesion, as well as reduced spreadability. Antibacterial testing showed that an increase in HPMC levels resulted in differences in the ability to release active substances as indicated by the inhibitory properties of the formula I of 6.1 mm, formula II 6.0 mm and formula III 5.5 mm.
Conclusion: Variations in HPMC concentration affect the value of viscosity, adhesion and dispersion. The higher the concentration of HPMC given, there will be an increase in viscosity, adhesion. The chosen formula was formula I with a 2 gram HPMC concentration. The selected formula has antibacterial activity against Staphylococcus aureus.
2563728493I1B016016HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN LINGKUNGAN SOSIAL DENGAN KONTROL ORANGTUA TERKAIT PERILAKU BERPACARAN REMAJALatar Belakang: Saat ini gaya pacaran remaja banyak diwarnai dengan perilaku seksual pranikah. Pengawasan yang baik dapat digunakan sebagai strategi untuk mengontrol perilaku remaja dalam mengurangi resiko perilaku seks pranikah pada remaja dalam berpacaran. Pengetahuan dan lingkungan sosial dapat mempengaruhi orangtua dalam memberikan pengasuhan dan pengawasan pada anaknya. Pengetahuan dapat mendorong seseorang untuk mengenali masalah yang dihadapi, dan mampu menentukan bagaimana cara untuk menyelesaikan masalah tersebut.Lingkungan dalam teori psikologi lingkungan memiliki empat cara untuk mempengaruhi perilaku manusia yaitu dengan menghalangi perilaku, mendatangkan perilaku, membentuk diri, dan mempengaruhi citra diri. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analisis korelasional dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden. Hasil: Analisis univariat pada variable penelitian menunjukkan pada variabel pengetahuan skor tertinggi terdapat pada indikator bentuk dan faktor yang mempengaruhi perilaku berpacaran, pada variabel lingkungan skor tertinggi pada indikator teman bergaul dan lingkungan tetangga, dan variabel kontrol skor terendah pada indikator peran orangtua sebagai teman untuk berceritera dan motivator Hasil analisis bivariat dengan uji Spearmen menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan diantara pengetahuan orangtua dengan kontrol orangtua terkait perilaku berpacaran remaja dengan nilai p < 0,001 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,477. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial orangtua dengan kontrol orangtua terkait perilaku berpacaran remaja dengan nilai p 0,026 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,256. Kesimpulan: Terdapat korelasi positif antara pengetahuan dan lingkungan sosial dengan kontrol orangtua terkait perilaku berpacaran remajaBackground: Adolescent courtship styles are characterized by premarital sexual behavior Good supervision can be used as a strategy to control adolescent behavior in reducing the risk of premarital sexual behavior in adolescents in dating. Knowledge and social environment can influence parents in providing care and supervision to their children. Knowledge can encourage someone to recognize the problem at hand and be able to determine how to solve the problem. The environment in environmental psychology theory has four ways to influence human behavior, they are blocking behavior, bringing behavior, forming themselves, and influencing self-image. Research Method: This research use correlational analysis research with cross-sectional design. Sampling using a stratified random sampling technique with a total sample of 76 respondents. Results: Univariate analysis of the research variables showed that the highest score knowledge variable was in the form indicators and the factors that influenced dating behavior, the highest score was in the associate and neighbour environment indicators, and the lowest score control variable was in the parent's role indicator as a friend to share and motivator Bivariate analysis in this study used the Spearmen test with the result that there was a significant relationship between parental knowledge and parental control regarding adolescent dating behavior with a p-value <0.001 and a correlation coefficient of 0.477 (positive correlation with sufficient correlation strenghts). The analysis also shows that there is a significant relationship between the social environment of parents and parental controls related to adolescent dating behavior with a p-value of 0.026 and a correlation coefficient of 0.256 (positive correlation with weak correlation strenghts). Conclution: There was positive correlation between parental knowledge and social environment with parental control on adolescent dating behavior.
2563828498B1A015131KARAKTERISASI MORFOLOGI IKAN SWANGGI
(Priacanthus tayenus Richardson, 1846) JANTAN DAN BETINA
DARI PANTAI UTARA JAWA TENGAH
Ikan Swanggi (Priacanthus tayenus) termasuk dalam anggota Priacanthidae, dan merupakan salah satu jenis ikan yang banyak dikonsumsi, karena harganya tidak terlalu mahal namun memiliki nilai protein yang tinggi. Ikan Swanggi banyak didaratkan dan diperdagangkan di kawasan Pantai Utara Jawa Tengah. Ikan Swanggi secara morfologi belum dapat dibedakan jenis kelaminnya karena tidak memiliki karakter dimorfisme seksual. Maka untuk mengetahuinya diperlukan karakterisasi morfologi yang membedakan antara ikan jantan dan betina. Kajian tentang karakter dimorfisme pada ikan Swanggi masih sangat terbatas, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi jenis kelamin ikan swanggi berdasarkan morfologinya, yang meliputi performa morfologi, morfometrik standar, truss morphometrics dan meristik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Sampel berasal dari masing-masing lokasi diambil secara purposive random sampling sebanyak 60 ekor. Variabel yang diamati adalah performa tubuh, morfometrik standar, truss morphometrics, dan meristik. Data hasil penentuan performa morfologi dan meristik dianalisis secara deskriptif, pengukuran karakter morfometrik standar dan truss morphometrics antara ikan swanggi jantan dan betina dianalisis statistik dengan menggunakan uji “t” menggunakan program SPSS Versi 16.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa ikan Swanggi jantan dan betina dari Pantai Utara Jawa Tengah dapat dibedakan jenis kelaminnya menggunakan teknik morfometrik standar dan Truss morphometrics.Swanggi fish (Priacanthus tayenus) is a member of Priacanthidae, and is a type of fish that is widely consumed, because the price is not too expensive but has a high protein value. Swanggi fish are mostly landed and traded in the North Coast region of Central Java. Swanggi morphologically cannot be differentiated by sex because it does not have the character of sexual dimorphism. So to find out the morphological characterization that distinguishes between male and female fish is needed. The study of the character of dimorphism in Swanggi fish is still very limited, therefore this study aims to characterize the sex of swanggi fish based on its morphology, which includes morphological performance, standard morphometrics, truss morphometrics and meristic. The method used in this study is a survey method. Samples from 60 locations were taken by purposive random sampling. The variables observed were body performance, standard morphometrics, morphometrics truss, and meristic. Data on morphological and meristic performance determination results were analyzed descriptively, measurement of standard morphometric characters and morphometrics truss between male and female swanggi fish were statistically analyzed using the "t" test using the SPSS Version 16.0 program. The results showed that male and female Swanggi fish from the North Coast of Central Java could be sexually differentiated using the standard morphometric and techniques Truss morphometrics technique.
2563928494I1B016026PENGARUH PEMBERIAN BAWANG TUNGGAL HITAM (SINGLE CLOVE BLACK GARLIC) TERHADAP PENURUNAN KADAR TRIGLISERIDA PADA TIKUS PUTIH MODEL HIPERKOLESTEROLEMIALatar Belakang : Hiperkolesterolemia merupakan keadaan dimana kadar kolesterol melebihi normal. Keadaan yang menyertai hiperkolesterolemia adalah meningkatnya trigliserida. Trigliserida yang tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh seduhan bawang tunggal hitam terhadap penurunan kadar trigliserida pada tikus putih model hiperkolesterolemia.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain True Experimental Pre and Post Test with Control Group. Total sampel 36 ekor tikus putih galur wistar jantan. Sampel dibagi 6 kelompok yaitu kontrol sehat, kontrol negatif, kontrol positif (simvastatin dosis 0.18 mg/200 grBB), perlakuan seduhan bawang tunggal hitam dosis 18 mg/200 grBB, perlakuan seduhan bawang tunggal hitam dosis 36 mg/200 grBB, perlakuan seduhan bawang tunggal hitam dosis 72 mg/200 grBB. Penentuan sampel untuk setiap kelompok menggunakan Simple Random Sampling.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan trigliserida pada kelompok perlakuan seduhan bawang tunggal hitam. Kelompok seduhan bawang tunggal hitam dosis 18 mg/200 grBB dengan simvastatin dosis 0.18 mg/200 grBB tidak menunjukkan adanya perbedaan. Seduhan bawang tunggal hitam dosis 36 mg/ 200grBB merupakan dosis yang paling efektif menurunkan trigliserida.
Kesimpulan : Seduhan bawang tunggal hitam berpengaruh terhadap penurunan trigliserida. Dosis 36 mg/ 200grBB merupakan dosis yang paling efektif menurunkan trigliserida.
Background : Hypercholesterolemia is a condition where cholesterol levels that exceed normal. The condition that often accompanies hypercholesterolemia is increased triglyceride. High triglycerides can cause coronary heart disease. This study aimed to identify the effect of single clove black garlic infused on triglyceride leves of hyperlipidemic white rat model.
Method : This research uses a true experimental pre and post with control group design. A total of 36 male white wistar strain rats. Samples were divided into 6 groups: healthy control, negative control, positive control (simvastatin dose 0.18 mg / 200 grBB), treatment of steeping single clove black garlic dose 18 mg / 200 grBB, treatment of steeping single clove black garlic dose 36 mg / 200 grBB, treatment of steeping single clove black garlic dose 72 mg / 200 grBB. Determination of the sample for each group by simple random sampling technique.
Result : The result of this research show that there is decrease of triglyceride on the group with intervention single clove black garlic. Single clove black garlic steeping treatment with a dose of 18 mg / 200 grBB with simvastatin treatment with a dose of 0.18 mg / 200 grBB did not show any difference. Single clove black garlic steeping treatment dose of 36 mg / 200grBB is the most effective dose in decreasing triglyceride.
Conclusion : The intervention of single clove black garlic effective to reduce of triglyceride. The dose 36 mg/ 200grBB were the most effective dose for decreasing triglyceride.
2564028495I1B016007GAMBARAN KONTROL PENGGUNAAN SMARTPHONE OLEH ORANG TUA PADA SISWA SDLatar Belakang: Salah satu tekonologi yang sangat popular saat ini adalah gadget. Pengguna yang rentan terkena dampak gadget adalah kalangan anak usia sekolah. Dampak negatif penggunaan smartphone pada anak usia sekolah dapat dicegah dengan adanya kontrol dari orang tua.
Metodelogi: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah sampel 88 siswa SD yang diambil melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Analisa data menggunakan analisis univariat.
Hasil Penelitian: Sebagian besar responden berusia 10 dan 11 tahun (masing-masing 33% dan 31,8%). Responden laki-laki dan perempuan hampir seimbang (48,9% dibanding 51,1%). Kebanyakan responden mempunyai orang tua dengan pendidikan terakhir SMA (48,9%) dan berpendapatan >2 juta (51,1%). Sebagian besar orang tua responden melakukan kontrol yang cukup terhadap penggunaan smartphone (69,3%). Dari berbagai strategi kontrol sebagian besar orang tua responden menetapkan aturan yang sedang (67%). Lebih dari separuh orang tua (56,8%) menetapkan hukuman yang berat. Sebagian besar orang tua memberikan ganjaran yang baik (85,2%). Selain itu, lebih dari separuh orang tua melakukan active mediation yang baik (52,3%) dan sebagian melakukan coviewing yang cukup (40,9%).
Kesimpulan: Sebagian besar orang tua responden melakukan kontrol yang cukup terhadap penggunaan smartphone.
Kata Kunci: Anak usia sekolah, kontrol, orang tua, smartphone,
Background: One of technology that is very popular today is gadgets. Users who are vulnerable to being affected by gadgets are among school-age children. The negative impact of smartphone use on school-age children can be prevented by parental control.
Methodology: This research used quantitative research with descriptive methods. The number of samples of 88 elementary school students was taken through a total sampling technique. Research instruments using questionnaires. Data analysis uses univariate analysis.
Research Results: Most respondents were 10 and 11 years old (33% and 31.8%, respectively). Male and female respondents were almost equal (48.9% compared to 51.1%). Most respondents have parents with a high school education (48.9%) and an income of >2 million (51.1%). Most of the respondents' parents exercised adequate control over smartphone use (69.3%). Of the various control strategies, most of the respondents' parents set medium rules (67%). More than half of the parents (56.8%) impose severe penalties. Most parents give a good reward (85.2%). In addition, more than half of parents did good active mediation (52.3%) and some did sufficient co-review (40.9%)
Conclusion: Most of the respondents' parents exercised sufficient control over the use of smartphones.
Keywords: School-age children, control, parents, smartphone,