Artikelilmiahs

Menampilkan 25.661-25.680 dari 50.261 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2566128512G1A016066PENGARUH PEMBERIAN SARI MARKISA UNGU (Passiflora edulis var edulis) BERBAGAI DOSIS TERHADAP KADAR KREATININ
STUDI UJI TOKSISITAS AKUT PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR
Latar Belakang: Sari markisa ungu sudah banyak diteliti mengenai kegunaan dan manfaatnya. Penelitian uji toksisitas ini dilakukan sebagai dasar evaluasi keamanan perancangan klinik, sebagai pedoman untuk memperkirakan risiko penggunaan sari markisa ungu terhadap pemajanannya pada manusia.

Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) berbagai dosis terhadap kadar kreatinin pada studi uji toksisitas akut tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar.

Metode: Penelitian eksperimental dengan pre-post test only with control group design. Sejumlah 25 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok A sebagai kelompok kontrol, kelompok B, C, D dan E merupakan kelompok perlakuan yang mendapat sari markisa ungu dengan masing masing dosis secara berturut turut 4,2 ml/200gBB/hari, 2 × 4,2 ml/200gBB/hari, 3 × 4,2 ml/200gBB/hari, 4 × 4,2 ml/200gBB/hari sari markisa ungu dalam satu kali pemberian atau pada dosis berulang diberikan perlakuan tidak lebih dari 24 jam.

Hasil: Rerata kadar kreatinin kelompok A=0,872 mg/dL, B=0,686 mg/dL, C=0,806 mg/dL, D=0,732 mg/dL dan E=0,86 mg/dL. Uji One Way ANOVA kadar kreatinin menunjukkan p=0,066 (p>0,05).

Kesimpulan: Tidak ada pengaruh pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) terhadap kadar kreatinin tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar pada uji toksisitas akut, akan tetapi pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) dengan dosis 3 x 4,2 ml/200gBB/hari dan 4 x 4,2 ml/200gBB/hari mampu meningkatkan kadar kreatinin tikus putih (Rattus noregicus) galur Wistar namun masih dalam rentang normal.
Background: Purple passion fruit juice has been researched for its benefits. This toxicity test research was done as a basis for evaluating the safety of clinical design, as a guideline for estimating the risk of using purple passion fruit juice on its exposure to human.

Aim: This study aimed to know the effect of giving purple passion fruit juice (Passiflora edulis var edulis) various doses on creatinine levels. Study of acute toxicity test in white rats (Rattus norvegicus) Wistar strain.

Methods: Experimental research with pre-post test only with control group design A total 25 male rats were randomly assigned to 5 groups. Group A as control healthy group, group B, C, D and E is the treatment group that gets purple passion fruit juice with each dose successively 4.2 ml /200g/day, 2 × 4.2 ml/200g/day, 3 × 4.2 ml/200g/day, and 4 × 4.2 ml/200g/day purple passion fruit juice in one admnistration or at repeated doses the treatment is given no more than 24 hours.

Result: The mean creatinine levels of group A=0,872 mg/dL, B=0,686 mg/dL, C=0,806 mg/dL, D=0,732 mg/dL and E=0,86 mg/dL. One Way ANOVA test creatinine rate showed p=0,066 (p>0,05).

Consclusions: There was no effect of administration of purple passion fruit juice (Passiflora edulis var edulis) on creatinine levels of white rats (Rattus norvegicus) Wistar strain in acute toxicity test while the administration of purple passion fruit juice (Passiflora edulis var edulis) at a dose of 3 x 4,2ml/200g/day and 4 x 4,2ml/200g/day can significantly increase the creatinine level of white rats (Rattus norvegicus) Wistar strain but still within the normal range.
2566228514G1A016022EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI ILEUM TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL HIPERURISEMIALatar Belakang: Tingginya konsumsi harian purin dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat darah (hiperurisemia) yang menjadi faktor risiko sindrom metabolik, penyakit ginjal, penyakit hepar, dan penyakit kardiovaskuler. Hiperurisemia dapat menyebabkan beberapa komplikasi salah satunya ke ileeum. Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) mempunyai kemampuan sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap gambaran histopatologis ileum tikus putih (Rattus novergicus) model hiperurisemia. Desain Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post test only with control group design. Sampel penelitian menggunakan bahan biologis tersimpan (BBT) berupa organ ileum tikus putih yang direndam dalam larutan Neutral Buffered Formalin (NBF) selama 1 tahun dan berjumlah 25 buah yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol sakit (diinduksi hiperurisemia dengan otak sapi 20 gram/hari), kelompok C (diinduksi hiperurisemia dan mendapat ekstrak daun kelor dengan dosis 300 mg/KgBB/hari), kelompok D (diinduksi hiperurisemia dan mendapat ekstrak daun kelor dengan dosis 600 mg/KgBB/hari), dan kelompok E (diinduksi hiperurisemia dan mendapat ekstrak daun kelor dengan dosis 1.200 mg/KgBB/hari). Pembuatan preparat dengan pewarnaan HE dan dilakukan pengamatan menggunakan skor kriteria gambaran histopatologis ileum. Hasil: Hasil rerata nilai kelompok A adalah 1,40±0,80, kelompok B 2,56±0,33, kelompok C 2,44±0,26, kelompok D 2,08±0,27, dan kelompok E 2,24±0,29. Analisis bivariat yang menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai p=0,04 (p<0,05). Uji Post Hoc Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok B dengan D. Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) pada dosis 600 mg/kgBB/hari berpengaruh positif terhadap gambaran histopatologis ileum tikus putih (Rattus novergicus) model hiperurisemia.Background: the high daily intake of purines can cause increased blood uric acid levels (hyperuricemia) that become a risk factor for metabolic syndrome, kidney disease, liver disease, and cardiovascular disease. Hyperuricemia can lead to several complications one of them into the ileum. The extract of kelor (Moringa oleifera) leaves has the ability as an antiinflammatory and antioxidant. Objective: this study aims to determine the effect of kelor leaves (Moringa oleifera) extract to histopathologic ileum rat (Rattus novergicus) hyperuricemia model. Design: this experimental study used post test only with control group design. The research sample used stored biological material (BBT) in the form of white rat ileum organs were immersed in a solution Neutral Buffered Formalin (NBF) for 1 year and amounted to 25 pieces, divided into 5 groups. Group A as healthy control, group B as sick control (induced hyperuricemia by 20 grams/day of cow brain), group C (induced hyperuricemia and given 300 mg/kg per weight/day of kelor leaves extract), Group D (induced hyperuricemia and given 600 mg/kg per weight/day of kelor leaves extract), and the group E (induced hyperuricemia and given 1.200 mg/kg per weight/day of kelor leaves extract). Making preparations with HE staining and observing using the histological appearance criteria score of the ileum. Results: the mean result of score in group A is 1,40±0,80, group B 2,56±0,33, group C 2,44±0,26, group D 2,08±0,27, and group E 2,24±0,29. Bivariat analysis using Kruskal-Wallis test showed a p-value=0,04 (p<0.05). Mann-Whitney Post Hoc Test showed a significant differences between group B with grup D. The extract of kelor (Moringa oleifera) leaves has a positive effect on ileum histopathological appearance on hyperuricaemic model of white rats (Rattus novergicus).
2566328515G1A016074EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL HIPERURISEMIAEFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL HIPERURISEMIA

Adi Putra Wijaya1, Hidayat Sulistyo.2, Fajar Wahyu Pribadi3
1 Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Patologi AnatomiAnatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman
3Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman
4Departemen Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman
E-mail: adiputrawijaya7@gmail.com

ABSTRAK
Latar Belakang: Peningkatan konsumsi makanan tinggi purin menyebabkan peningkatan kadar asam urat darah (hiperurisemia) yang menjadi faktor resiko penyakit hepar, penyakit kardiovaskuler, penyakit ginjal. Hiperurisemia dapat menyebabkan non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) melalui mekanisme lipogénesis, strees oksidatif dan inflamasi. Daun kelor (Moringa oleífera) mempunyai kemampuan sebagai antioksidan dan antiinflamasi karena mengandung senyawa aktif seperti tanin, steroid, triterpenoid, flavonoid, saponin, antarquinon, dan alkaloid. Tujuan: Untuk mengetahui efek pemberian ekstrak daun kelor terhadap gambaran histopatologi hepar tikus model hiperurisemia. Desain Penelitian: Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan post-test only with control group design. Bahan Biologis Tersimpan (BBT) dari dua puluh lima ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok A sebagai control sehat, kelompok B sebagai control sakit (induksi hiperurisemia dengan otak sapi 20gr/ekor/hari), kelompok C (induksi hiperurisemia dan mendapat ekstrak daun kelor 300 mg/kgBB/hari), kelompok D (induksi hiperurisemia dan mendapat ekstrak daun kelor 600 mg/kgBB/hari), kelompok E (induksi hiperurisemia dan mendapat ekstrak daun kelor 1200 mg/kgBB/hari). Hasil: Pengamatan gambaran histopatologis hepar dengan pewarnaan HE menggunakan skor SAF (Steatosis Activity Fibrosis) kelompok A adalah 0,7±0,288, kelompok B 5,0±0,385, kelompok C 3,7±0,415, kelompok D 3,1±0,228 dan kelompok E 1,6±0,583. Uji One Way ANOVA menunjukan nilai p=0,000 (p<0,05). Uji Post Hoc LSD menunjukan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok A, B, C, D, dan E. Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) berefek positif terhadap gambaran histopatologis hepar (NAFLD) tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperurisemia.
THE EFFECT OF MORINGA OLEIFERA’S EXTRACTS ON LIVER HISTOPATHOLOGY OF WHITE RATS (Rattus norvegicus) WITH HYPERURICEMIA
Adi Putra Wijaya1, Hidayat Sulistyo.2, Fajar Wahyu Pribadi3
1 Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java, Indonesia 2Department of Pathology, Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University
3Department of Biochemistry, Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University
4Department of Pharmacology and Therapy, Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University
E-mail: adiputrawijaya7@gmail.com

ABSTRACT
Background: Increased consumption of hight purine foods caused increase blood uric acid levels (hyperuricemia state) which is one risk of live, cardiovascular, renal disease. Hyperuricemia can lead to non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) trough lypogenesis, oxidative stress, and inflammation. Moringa leaf (Moringa oleifera) peel has anti-oxidant and anti-inflammatory effect due its active substances such as tannin, steroid, triterpenoid, flavonoid, saponin, interquinones, and alkaloid. Objective: This research aims to determine the effect of Moringa leaves’ extracts on liver histopathology of rats with hyperuricemia. Method: This experimental study used post test only with control group design. Biological material stored 25 white rats is devided into 5 groups respectively as Group A (control group), Group B (hyperuricemia group induced by 20 gr/rat/day of cow brain), Group C (induced hyperuricemia and given 300 mg/kg per weight/day extract of moringa leaf), Group D (induced hyperuricemia and given 600 mg/kg per weight/day extract of moringa leaf), Group E (induced hyperuricemia and given 1200 mg/kg per weight/day extract of moringa leaf). Result: HE stained liver lobe was assessed histopathologically using SAF score for NAFLD. The SAF score resulted in a mean of 0,7±0,288 for group A, 5,0±0,385 for a group B, 3,7±0,415 for a group C, 3,1±0,228 for a group D, and 1,6±0,583 for a group E. Bivariate analysis usning one way ANOVA resulted in a p value of 0,000 (p<0,05). LSD post hoc test showed a significant difference between Group A, B, C, D, dan E. Conclusions: in conclusion the extract of moringa leaf (Moringa oleifera) has a positive effect on liver histopatological (NAFLD) depiction on hyperuricemic model of white rats (Rattus norvegicus).
2566428513C1B015014ANALISIS PENGARUH ETIKA KERJA ISLAM TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR SEBAGAI VARIABEL MEDIASIPenelitian ini berjudul Analisis Pengaruh Etika Kerja Islam Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Organizational Citizenship Behaviour Sebagai Variabel Mediasi (Studi pada karyawan SMA Al Irsyad Purwokerto). Penelitian ini bertujuan untuk menguji analisis pengaruh etika kerja Islam terhadap kinerja karyawan dengan organizational ctizenship behaviour sebagai variabel mediasi pada karyawan SMA Al Irsyad Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMA Al Irsyad Purwokerto. Jumlah populasi 58 orang dan dengan menggunakan cluster random sampling sehingga diambil sampel sebanyak 51 orang pada awalnya. Namun, permintaan kepala sekolah yang ingin mengambil semua kuesioner dan menyerahkannya kepada karyawan membuat metode pengambilan sampelnya berubah menjadi convenience sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis ini diperoleh bahwa variabel etika kerja Islam berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, etika kerja Islam memiliki pengaruh positif terhadap organizational citizenship behaviour (OCB), OCB memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan, dan OCB memediasi hubungan etika kerja Islam secara parsial terhadap kinerja karyawan di SMA Al Irsyad Purwokerto.This study is entitled Analysis of the Effect of Islamic Work Ethics on Employee Performance with Organizational Citizenship Behavior as a Mediating Variable (Study of Al Irsyad Purwokerto High School employees). This study aims to examine the analysis of the influence of Islamic work ethics on employee performance with organizational activity behavior as a mediating variable in employees of Al Irsyad Purwokerto High School. The population in this study were employees of Al Irsyad Purwokerto High School. The total population of 58 people and using cluster random sampling so as many as 51 people were sampled at the beginning. However, the request of the headmaster who wanted to take all the questions and send it to the employees made its sampling method turn into convenience sampling. This type of research is quantitative research with simple linear regression analysis techniques. Based on the results of this analysis it was found that Islamic work ethic variables had a positive effect on employee performance, Islamic work ethics had a positive influence on organizational citizenship behavior (OCB), OCB had a positive effect on employee performance, and OCB mediated partially of the relationship of work ethics Islam to the performance of employees at Al Irsyad Purwokerto High School.
2566528517C1C013121PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, LEVERAGE, CAPITAL INTENSITY DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP TAX AVOIDANCE (PADA PERUSAHAAN BATU BARA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PADA TAHUN 2015-2018) Penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mengambil judul : “(Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, Capital Intensity, dan Komisaris Independen terhadap Tax Avoidance (pada perusahaan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015-2018)”.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, capital intensity dan komisaris independent terhadap tax avoidance. Berdasarkan penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa : (1) ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap tax avoidance, (2) profitabilitas berpengaruh negatif terhadap tax avoidance, (3) leverage tidak berpengaruh terhadap tax avoidance, (4) capital intensity berpengaruh positif terhadap tax avoidance, (5) komisaris independent tidak berpengaruh terhadap tax avoidance.
This study uses research with a quantitative descriptive approach. This study takes the title: "The Effect of Company Size, Profitability, Leverage, Capital Intensity, and Independent Commissioners on Tax Avoidance (on coal companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2018)".
The purpose of this study was to determine the effect of company size, profitability, leverage, capital intensity and independent commissioners on tax avoidance. Based on research and data analysis shows that: (1) company size has no effect on tax avoidance, (2) profitability has a negative effect on tax avoidance, (3) leverage has no effect on tax avoidance, (4) capital intensity has a positive effect on tax avoidance, (5) independent commissioners have no effect on tax avoidance.
2566628518G1G012018UJI HAMBAT EKSTRAK ETANOL RUMPUT MUTIARA (Hyedotis corymbosa) TERHADAP KULTUR SEL KB (KARSINOMA SKUAMOSA MULUT)Karsinoma skuamosa mulut merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi di rongga mulut. Pilihan perawatan kanker umumnya operasi dan kemoterapi. Kemoterapi mempunyai beberapa kekurangan salah satunya adalah membunuh sel sehat yang ada di seluruh tubuh. Tanaman yang memiliki potensi sebagai obat kanker adalah Hedyotis corymbosa atau tanaman rumput mutiara. Rumput mutiara mengandung senyawa seperti flavonoid, asam oleanolat, asam ursolat. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek penghambatan ekstrak etanol rumput mutiara terhadap kultur sel Kb pada karsinoma skuamosa mulut. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris yang terbagi menjadi tiga kelompok perlakuan yaitu ekstrak etanol rumput mutiara dengan dosis 10mg/ml, 100mg/ml, 1000mg/ml dengan sepuluh kali pengenceran dan satu kelompok kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya hambatan pertumbuhan sel sebesar 50%. Simpulan penelitian ini adalah Ekstrak etanol rumput mutiara mampu menghambat pertumbuhan kultur sel Kb sebesar 50% mulai dari dosis 10mg/ml.Oral squamous carcinoma is one of the most common types of cancer in the oral cavity. Cancer treatment options are generally surgery and chemotherapy. Chemotherapy has several disadvantages, one of which is killing healthy cells throughout the body. Plants that have potential as cancer drugs are Hedyotis corymbosa or pearl grass plants. Pearl grass contains compounds such as flavonoids, oleanolic acid, ursolic acid. This study aims to determine the inhibitory effect of pearl grass ethanol extract on Kb cell culture in oral squamous carcinoma. This type of research is an experimental laboratory which is divided into three treatment groups of Hyedotis corymbosa ethanol extract at a dose of 10mg / ml, 100mg / ml, 1000mg / ml with ten times dilution and one negative control group. The results showed an inhibition of cell growth by 50%. The conclusion of this study is the ethanol extract of pearl grass can inhibit the growth of Kb cell culture by 50% starting at a dose of 10mg / ml.
2566728516C1C016042PENGARUH PENGETAHUAN KEUANGAN, SIKAP KEUANGAN DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN KEUANGAN PADA PELAKU UKM DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh pengetahuan keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada pelaku UKM di Kabupaten Banyumas, (2) pengaruh sikap keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada pelaku UKM di Kabupaten Banyumas, (3) dan pengaruh kecerdasan spiritual terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada pelaku UKM di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convenience. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan melalui kuesioner. Analisis data dalam penelitian menggunakan statistik deskriptif, uji kualitas data, uji asumsi klasik dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengetahuan keuangan berpengaruh positif terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada pelaku UKM di Kabupaten Banyumas, (2) sikap keuangan berpengaruh positif terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada pelaku UKM di Kabupaten Banyumas, (3) dan kecerdasan spiritual tidak berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada pelaku UKM di Kabupaten Banyumas.This study aims to analyze (1) the effect of financial knowledge on the behavior of financial management on SMEs in Banyumas Regency, (2) the influence of financial attitudes on financial management behavior on SMEs in Banyumas Regency, (3) and the influence of spiritual intelligence on financial management behavior on SMEs in Banyumas Regency. This type of research is a survey research using a quantitative approach. The sampling technique in this study uses convenience sampling technique. The data used are primary data obtained through a questionnaire. Data analysis in the study used descriptive statistics, data quality tests, classic assumption tests and multiple regression analysis. The results of this study indicate that (1) financial knowledge has a positive effect on the behavior of financial management in SMEs in Banyumas Regency, (2) financial attitudes have a positive effect on financial management behavior in SMEs in Banyumas Regency, (3) and spiritual intelligence has no effect on financial management behavior of SMEs in Banyumas Regency
2566828885D1A016111Kecernaan Protein Kasar dan Serat Kasar Pakan Kambing yang Diberi Daun Sirih
(Piper betle Linn) Dalam Pakan Berbasis Jerami Padi Amoniasi
MIFTAHUDDIN AHMAD. Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan daun sirih pada pakan kambing secara in vitro terhadap kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar pakan, telah dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2019 sampai 17 Januari 2020 bertempat di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan yaitu cairan rumen 3 ekor kambing yang diperoleh dari rumah potong hewan Sokaraja segera setalah pemotongan, pakan basal yang terdiri dari konsentrat (yang tersusun dari bungkil kelapa dan dedak padi dengan imbangan 2 : 1) dan jerami padi amoniasi dengan imbangan 60 : 40, serta penambahan tepung daun sirih sebanyak 0%, 5% dan 10%. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) one way classification. Terdapat tiga perlakuan yang diuji yaitu P0 (60% konsentrat + 40% Jerami padi amoniasi + 0% tepung daun sirih), P1 (60% konsentrat + 40% Jerami padi amoniasi + 5% tepung daun sirih), dan P2 (60% konsentrat + 40% Jerami padi amoniasi + 10% tepung daun sirih). Setiap perlakuan diulang enam kali sehingga terdapat 18 unit percobaan. Peubah respon yang diamati dan diukur adalah kecernaan protein kasar dan serat kasar pakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Rataan Kecernaan protein kasar yang diperoleh yaitu P0 = 26,51 ± 3,51%, P1 = 31,40 ± 1,46%, dan P2 = 30,71 ± 1,36% ; rataan kecernaan serat kasar yang diperoleh P0 = 47,26 ± 1,92%, P1 = 46,06 ± 1,15%, dan P2 = 43,95 ± 1,10%. Penambahan daun sirih dalam pakan meningkatkan kecernaan protein kasar secara kuadrater dengan persamaan y = 26,51 + 1,5358x – 0,1116x2 dengan R2= 51% dan titik puncak P (6,88 ; 31,79). Penambahan daun sirih dalam pakan menurunkan kecernaan serat kasar secara linier dengan persamaan y = 47,431 – 0,3337x dengan r2= 51%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ditinjau dari kecernaan protein kasar taraf penambahan tepung daun sirih terbaik yaitu 6,88%. Penambahan daun sirih menurunkan secara linier kecernaan serat kasar.MIFTAHUDIN AHMAD. The study aims to examine the effect of betel leaf in goat feed used in vitro technique of crude protein and crude fiber digestibility that has been conducted on December 11th, 2019 - January 17th, 2020 in The Laboratory of Animal Nutrition and Feed Stuff, Animal Science Faculty of Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used of 3 rumen goats, basal feed consisted of a concentrate containing balanced coconut meal and rice bran with 2:1 balance, ammoniated rice straw with a 60:40 balance, and supplemented 0%, 5%, and 10% of betel leaf meal. The experimental design used was a completely randomized design with three treatments and six replicates. The treatment were P0 (60% concentrate + 40% ammoniated rice straw + 0% betel leaf meal), P1 (60% concentrate + 40% ammoniated rice straw + 5 %betel leaf meal), P2 (60% concentrate + 40% ammoniated rice straw + 10% betel leaf meal). The variables are protein and crude fiber digestibility. Data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and the result was significantly followed tested using an orthogonal polynomial test. The means of crude protein digestibility were P0 = 26,51 ± 3,51%, P1 = 31,40 ± 1,46%, dan P2 = 30,71 ± 1,36% ; The means of crude fiber digestibility were P0 = 47,26 ± 1,92%, P1 = 46,06 ± 1,15%, dan P2 = 43,95 ± 1,10%. The supplementation of betel leaf meal increased crude protein digestibility quadratically with equation y = 26,51 + 1,5358x – 0,1116x2, R2= 0,51 and the peak point was P (6,88 ; 31,79). The supplementation of betel leaf meal increased crude fiber digestibility linearly with equation y = 47,431 – 0,3337x and r2= 0,5113. Based on the result, it concluded that the best of crude protein digestibility supplemented betel leaf meal was 6,88%. Betel leaf supplementation decreased linearly crude fiber digestibility.
2566928521C1B015107PENGARUH PERSEPSI KUALITAS, KEWAJARAN HARGA, PENGALAMAN MEREK, DAN AKSESIBILITAS TERHADAP MINAT PEMBELIAN ULANG
(Studi Pada Konsumen Chatime di Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel persepsi kualitas, kewajaran harga, pengalaman merek, dan aksesibilitas terhadap minat pembelian ulang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 107 responden yang merupakan konsumen Chatime Purwokerto. Metode pemilihan sampel dalam penelitian menggunakan metode purposive sampling. Data kemudian dianalisis dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial persepsi kualitas, kewajaran harga, dan pengalaman merek berpengaruh pada minat pembelian ulang. Sedangkan, variabel aksesibilitas tidak berpengaruh pada minat pembelian ulang. Nilai koefisien determinasi adjusted r square sebesar 0,407 memiliki arti bahwa variabel persepsi kualitas, kewajaran harga, pengalaman merek, dan aksesibilitas mampu mempengaruhi minat pembelian ulang konsumen sebesar 40,7%, sedangkan sisanya sebesar 59,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Variabel dalam penelitian ini yang paling dominan yaitu pengalaman merek.

The purpose of this study is to identify and analyze the effect of perceived quality, price fairness, brand experience, and accessibility towards repurchase intention. The sample in this study is 107 respondents who are the customer of Chatime Purwokerto. The determination of the sample used purposive sampling method. The data was analyze using multiple regression analysis. The result of this study indicates that perceived quality, price fairness, and brand experience affects on repurchase intention partially. While, price fairness have no affect on repurchase intention. The adjusted coefficient of determination R Square is 0,407, which means that perceived quality, price fairness, brand experience, and accessibility are affects on repurchase intention by 44,7%, while remaining 59,3% is affected by other variables that not examined in this study. The most dominant influence variable in this study is brand experience.
Keywords: perceived quality, price fairness, brand experience, accessibility, repurchase intention
2567028519E1A015263 PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA TERHADAP PEKERJA/BURUH
KARENA SAKIT BERKEPANJANGAN
(Studi Putusan Nomor 67/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Pbr)
Era globalisasi ditandai dengan kemajuan di berbagai bidang membawa dampak semakin berkembangnya kebutuhan manusia. Perselisihan yang dilakukan pekerja/buruh yaitu sakit berkepanjangan pengusaha melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan sakit maka pekerja /buruh pasti akan melakukan penyelesaiaan non litigasi dan litigasi untuk mendapatkan hak-haknya. Permasalahan skripsi ini tentang bagaimana pertimbangan hukum hakim dan implikasi hukum dikeluarkannya Putusan Nomor 67/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Pbr.

Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah preskriptif analisis. Metode analisis data yang digunakan adalah normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim telah menyatakan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh PT Hoki Sejahtera terhadap pekerja yang sakit dinyatakan batal demi hukum, karena pemutusan hubungan kerja belum memperoleh dari lembaga penyelesaiaan hubungan industrial dimana pengugat berhak atas uang pesangon, uang penghargaan, uang masa kerja, uang penggantian perumahan serta pengobatan dan uang perawatan sehingga telah sesuai dan menerapkan Pasal 156 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Implikasi hukum yang timbul dengan dikeluarkannya putusan tentang pemutusan hubungan kerja pekerja/buruh terhadap pekerja sakit pekerja mendapatkan hak-haknya yang wajib dibayarkan oleh pengusaha sesuai Pasal 156 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

The era of globalization is marked by progess in various fields bringing increasingly growing impact on human needds. Disputes committed by workes/loborers, namely prolonged illness, the employer performs terminination of employment due to illness, so the worker/laborer must carry out non litigation and litigation settlement to obtain his rights. The problem of this thesis is about how the judges legaal consideration and the imlication of the issuing of decision number 67/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Pbr.
The method used is secondary data, the research sepesification used is perspective analysis. The data analysis method used was qualitative- normative.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the judges judgment has stated that termination of employment by PT Hockey prosperity for sick workers is declared null and void.Because termination of employment has not yet been obtained from an industrial relations disputes institutions where the plaintiff is entitled to severance pay, award money,work tenure,housing replacement money and medication and care so that it is in accordance ith and applies article 156 of law number 13 of 2003 concerning employment. Legal implications arising from the issuance of a decision concerning termation of employment of workers/laborers against sick workers workers get their rights that must be paid by employers in acordance with article 156 of law number 13 of 2003 concerning employment.
2567128520E1A015267PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA TERHADAP PEKERJA/BURUH
KARENA KESALAHAN BERAT
(Studi Putusan Nomor 3/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Amb)
Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan pengusaha terhadap pekerja/buruh karena kesalahan berat, pekerja/buruh akan melakukan penyelesaian perselisihan melalui non litigasi dan litigasi untuk mendapatkan hak-haknya sebagai akibat pemutusan hubungan kerja. Permasalahan skripsi ini tentang bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengeluarkan putusan tentang pekerja/buruh dengan alasan kesalahan berat dan implikasi hukum yang timbul dikeluarkan Putusan Nomor 3/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Amb. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengeluarkan putusan tentang pekerja/ buruh dengan alasan kesalahan berat dan implikasi hukum yang timbul dikeluarkan Putusan Nomor 3/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Amb.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah preskriptif analisis, sumber bahan hukum bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder dengan metode penyajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam mengeluarkan putusan tentang pekerja/buruh dengan alasan kesalahan berat yaitu sesuai dengan ketentuan Pasal 156 Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, penggugat tidak ingin bekerja kembali maka berhak atas uang pesangon, uang masa kerja, uang penggantian hak, dikaitkan dengan Pasal 156 Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan Implikasi hukum yang timbul dengan dikeluarkannya putusan tentang pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/buruh karena kesalahan berat yaitu: Pihak yang mengakhiri pemutusan hubungan kerja harus membayarkan ganti rugi sesuai Pasal 156 Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan maka penggugat mendapat hak-haknya terdiri uang pesangon, uang masa kerja, uang penggantian.
Termination of employment by workers/ laborers wiil carry out settlement through non litigation and litigation to obtain their rights as of employment.This thesis problem regardibg how the judges legal considerations and legal implications issued decision number 3/Pdt.Sus-PHI/2019 /PN.Amb. The purpose of thi study is to find out how the judges legal consideration and the legal implications of issuing decision number 3/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Amb

The method of approach used in this study is a normative juridical method, the research specifications used are persprective analysis the sourc of legal materials of primany legal materials and the method of presenting data in the from of narrative texts and systematically.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the legal considerations of judges in issuing decisions about workers/laborers on the grounds of grave mistakes are in accordance with the provisions of article 156 of law number 13 of 2003 concerning employement, the plaintiff dose not want to work again the is entitled to severance pay, money years of service, compensation payments, are assocaiated with article 156 of law number 13 of 2003 and the legal implicatins arising from the issuance of a decision regarding termination of employement for workers/ laborers due to a grave mistake that is the party terminating employement termination must pay compensation in accordance with article 156 of law number 13 of 2003 concerning employment, the plaintiff receives his right to pay severance pay, cash compensation working period, reimbursement.

2567228311F1C016029Gaya Komunikasi Pemimpin Perempuan dalam Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (KOWAPI) Cabang BanyumasSetiap pemimpin mempunyai gaya komunikasi yang berbeda-beda. Kesesuaian jenis gaya komunikasi yang dimiliki pemimpin dipengaruhi oleh karakteristik anggota yang dipimpin. Apabila gaya komunikasi pemimpin berbeda dengan gaya komunikasi yang dimiliki oleh anggotanya maka akan menimbulkan bias gaya komunikasi yang dapat menyebabkan komunikasi menjadi tidak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gaya komunikasi yang dilakukan oleh perempuan dalam memimpin organisasi khususnya untuk menganalisa gaya komunikasi pemimpin perempuan dalam Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (KOWAPI) Cabang Banyumas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data primer deperoleh dari wawancara terkait dengan gaya komunikasi pemimpinan perempuan pengusaha di KOWAPI. Data sekunder dilakukan dengan metode dokumentasi berupa laporan tahunan KOWAPI Cabang Banyumas. Informan dari penelitian ini adalah ketua KOWAPI Cabang Banyumas itu sendiri dan pengurus serta anggota KOWAPI yang mengetahui gaya komunikasi pemimpin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketua KOWAPI, mempunyai gaya komunikasi pengendali, kolaborator dan sosial. Each leader has a different style of communication. The appropriateness of the type of communication style required by leadership is based on the characteristics of the members being led. If the leader's communication style is different from the communication style that is owned by its members, it will cause a communication style bias that can cause communication to be ineffective. This study aims to examine the communication styles carried out by women in leading organizations especially to analyze the communication styles of female leaders in the Indonesian Women Entrepreneurs Cooperative (KOWAPI) Banyumas Branch. This study uses Descriptive qualitative research methods, primary data is interview data related to the communication style of women entrepreneurs leaders in KOWAPI. Observations were made at the KOWAPI Banyumas Branch office regarding activities carried out by KOWAPI members. Secondary data was carried out using the documentation method such as the annual report of KOWAPI Banyumas Branch. The informants chosen were the chairperson of the KOWAPI Banyumas Branch itself and the management and KOWAPI members who knew the leader's communication style. The results of his research are that the Chair of KOWAPI, has a controlling, collaborator and social communication style.
2567328522H1A016001PERANCANGAN HMI PADA PROSES ASSEMBLY PICK AND PLACE FEEDER STATION BERBASIS ANDROID DAN OUTSEAL PLCIlmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat berkembang terutama dalam bidang industri dimana banyak penerapan teknologi di industri, salah satunya yaitu mesin Assembly yang merupakan mesin rakitan yang berfungsi untuk melakukan suatu kinerja yang terdiri dari berbagai komponen yang digabungkan menjadi satu kesatuan. Salah satu dari mesin Assembly ini yaitu Pick and Place Feeder Station yang merupakan station untuk memindahkan barang dengan bantuan vacuum. Dalam penggunaannya mesin Assembly ini menggunakan suatu kontroler yaitu PLC (Programmable Logic Controller) Siemens S7-300. Pada PLC, dikenal suatu interface yang digunakan untuk penghubung antara manusia dengan mesin. HMI biasanya terintegrasi secara langsung dengan jarak yang berdekatan. Oleh karena itu, penelitian ini merancang suatu HMI yang dapat digunakan secara wireless dengan memanfaatkan komunikasi Bluetooth dan diantarmukakan dengan mikrokontroler Outseal PLC dengan menghubungkan PLC Siemens S7-300 dengan Outseal PLC. Adapun yang diantamukakan yaitu 2 port input yang terdiri dari PB.Start dan PB.Auto yang bertujuan untuk melakukan controlling, serta 7 port output yang bertujuan untuk memonitoring proses yang terjadi HMI yang digunakan yaitu HMI Modbus yang merupakan suatu aplikasi berbasis Android yang memiliki berbagai macam fungsi dan simbol yang dapat digunakan seperti Push Button, Lamp, dan lainnya.
HMI yang dirancang ini dapat digunakan untuk mengontrol dan memonitoring proses yang terjadi pada Pick and Place Feeder Station. Sehingga ketika dijalankan, HMI dapat memberikan masukan pada PB.Start dan PB.Auto, serta memonitoring proses dimana ketika proses pada Station berjalan maka lamp pada HMI akan menyala sesuai dengan waktu dari masing-masing proses tersebut. Begitupun HMI ini dapat digunakan dengan baik pada jarak tertentu, yaitu berkisar antara 0-25m. Ketika HMI dioperasikan pada jarak lebih dari 25m dengan perangkat antarmukanya maka HMI tidak dapat terhubung. begitupun di setiap jarak pada rentang tersebut memiliki efek yang berbeda walau kecil, yaitu perihal delay waktu antara HMI dengan station Pick and Place Feeder Station.
Science and technology are growing rapidly, especially in the industrial field where many applications of technology in the industry, one of which is the Assembly machine which is an assembly machine that functions to perform a performance consisting of various components which are combined into one unit. One of these Assembly machines is the Pick and Place Feeder Station which is a station for moving items with the help of a vacuum. In its use, this Assembly machine uses a Siemens S7-300 PLC (Programmable Logic Controller) controller. In PLC, known an interface that is used to connect between humans and machines. HMI is usually integrated directly with close distances. Therefore, this study designed an HMI that can be used wirelessly by utilizing Bluetooth communication and interfaced with the Outseal PLC microcontroller by connecting the Siemens S7-300 PLC with the Outseal PLC. As for the diantamukakan namely 2 input ports consisting of PB.Start and PB.Auto which aims to control, and 7 output ports that aim to monitor the processes that occur HMI used, namely HMI Modbus which is an Android-based application that has various kinds functions and symbols that can be used like Push Button, Lamp, and others.
This designed HMI can be used to control and monitor the processes that occur at the Pick and Place Feeder Station. So that when it is run, HMI can provide input to PB.Start and PB.Auto, as well as monitoring the process where when the process on the Station is running the lamp on the HMI will turn on according to the time of each process. Likewise, this HMI can be used well at a certain distance, which ranges from 0-25m. When the HMI is operated at a distance of more than 25m with the interface device, the HMI cannot be connected. Likewise at each distance in the range has a small but different effect, namely regarding the time delay between the HMI with Pick and Place Feeder Station.
2567428523H1A016064PERANCANGAN HMI UNTUK PROSES ASSEMBLY GAUGING STATION BERBASIS ANDROID DAN OUTSEAL PLCPerkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi pada zaman ini sangatlah pesat,terutama dalam bidang industri. Banyak sekali industri-industri yang ada, sudah menggunakan salah satu teknologi yang ada pada zaman ini yaitu mesin Assembly. Salah satu contoh mesin Assembly adalah Gauging Station yang dimana station ini berfungsi untuk memindahkan barang dari satu posisi ke posisi lain dengan menggunakan konveyor lalu barang tersebut akan diseleksi apakah layak untuk dilanjutkan ke station selanjutnya atau tidak. Dalam melakukan kontrol proses assembly, umumya dilakukan secara berdekatan dengan plant atau mesin . Dalam penelitian ini, merancang HMI Modbus yang dapat mengontrol serta memonitoring proses assembly secara nirkabel dari jarak yang cukup jauh dengan perantara modul bluetooth dan outseal PLC. Metode penelitian yang dilakukan berupa pembuatan model system HMI pada Android dengan menggunakan aplikasi HMI modbus yang disambungkan dengan modul Bluetooth HC-06 untuk menggerakan mesin Assembly Gauging Station . HMI Modbus pada penelitian ini dapat digunakan untuk mengontrol 2 input yaitu PB Start dan Auto Mode serta memonitoring 6 output yang mempresentasikan kerja dari proses assembly dalam setiap langkah/step. Adapun antramuka antara PLC Siemens dengan Outseal berupa Relay 5V dan 24V serta antarmuka antara outseal PLC dengan HMI modbus menggunakan modul bluetooth . Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa delay waktu yang dimana menggunakan 3 buah variabel jarak yaitu 1m, 7m, dan 20m serta didapat delay waktunya yaitu 0.64 detik (1meter), 0.803 detik (7meter), dan 0.975 (20meter). Hasil yang didapat lainnya dalam penelitian ini yaitu jarak optimal dalam penggunaan HMI Modbus tidak lebih dari 20 meter . Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin jauh jarak antara modul bluetooth dan Outseal PLC maka semakin lama waktu tunda untuk mengirimkan data . The development of science and technology in this era is very rapid, especially in the industrial field. Lots of existing industries, already using one of the technologies available at this time, namely the Assembly machine. One example of an Assembly machine is the Gauging Station where this station functions to move goods from one position to another using a conveyor and then the item will be selected whether it is feasible to proceed to the next station or not. In controlling the assembly process, generally done close to the plant or machine. In this study, designing a HMI Modbus that can control and monitor the assembly process wirelessly from a considerable distance with intermediate Bluetooth modules and PLC outseals. The research method is in the form of making an HMI system model on Android by using the modbus HMI application which is connected with the Bluetooth HC-06 module to dr4 e the Assembly Gauging Station machine.HMI Modbus in this study can be used to control 2 inputs namely PB Start and Auto Mode and monitor 6 outputs that present the work of the assembly process in each step / step. The interface between Siemens PLC and Outseal in the form of Relay 5V and 24V and the interface between the PLC outseal and HMI modbus uses a Bluetooth module. The results obtained from this study in the form of time delay which uses 3 distance variables namely 1m, 7m, and 20m and the time delay obtained is 0.64 seconds (1 meter), 0.803 seconds (7 meters), and 0.975 (20 meters). Other results obtained in this study are the optimal distance in the use of the Modbus HMI no more than 20 meters. The conclusion of this research is the longer the distance between the Bluetooth module and the Outseal PLC, the longer the time delay for sending data.
2567528886D1A016171DETEKSI KEBUNTINGAN DINI PADA KAMBING PERANAKAN ETAWAH (Capra aegagrus hircus) BERDASARKAN METODE NON-RETURN RATE DAN REAKSI CUBBONILatar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis laju kebuntingan ternak kambing Peranakan Etawah berdasarkan metode Non-Return Rate dan metode reaksi cubboni. Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 20 ekor kambing Peranakan Etawah, hormon prostaglandin, urin, dan H2SO4 pekat. Variabel yang diteliti adalah laju kebuntingan kambing Peranakan Etawah berdasarkan metode Non-return Rate dan Reaksi Cubboni. Penelitian menggunakan metode eksperimen dan data yang diperoleh diolah menggunakan analisis Chi Square. Hasil analisis menunjukkan bahwa x2 hitung < x2 tabel (P>0.05), hal ini berarti bahwa metode deteksi kebuntingan tidak berpengaruh nyata terhadap laju kebuntingan kambing Peranakan Etawah. Laju kebuntingan kambing Peranakan Etawah berdasarkan metode Non-return Rate sebesar 80%, sedangkan berdasarkan metode Reaksi Cubboni sebesar 90%.Background. Aims to determine and analyze the pregnancy rate of Etawah Crossbreed goats based on Non-return Rate method and Cubboni Reaction. The materials used in this study were 20 Etawah Crossbreed goats, prostaglandins, urine, and concentrated H2SO4. The variables studied were the pregnancy rate of Etawah Crossbreed Goat based on Non-return Rate method and Cubboni Reaction. This study used an experimental method and the data obtained were processed using Chi Square analysis. The analysis shows the number of x2<x2 tables (P>0.05), this means that the pregnancy detection method does not significantly affect the pregnancy rate of Etawah Crossbreed goats. Pregnancy rate of Etawah Crossbreed Goat based on Non-return Rate method amount 80% while based on Cubboni Reaction method amount 90%.
2567628939D1A016070KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR PAKAN KAMBING YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG BAWANG PUTIH (Allium sativum) DAN MINERAL CHROMIUM ORGANIKPakan berkualitas rendah dapat menurunkan kecernaan dan produktivitas ternak yang dapat diatasi dengan pemberian feed supplement berupa tepung bawang putih dan mineral chromium organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar pakan kambing yang disuplementasi tepung bawang putih (Allium sativum) dan mineral Chromium organik.
Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 18 ekor kambing peranakan ettawa jantan. Pakan yang diberikan yaitu 4% dari bahan kering. Pakan perlakuan terdiri dari 60% Konsentrat, 40% Hijauan, tepung bawang putih 250 ppm, mineral Chromium organik 1,5 ppm, dan air minum. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan ulangan sebanyak 6 kali. Susunan perlakuan terdiri dari R0: Konsentrat 60% + Hijauan 40% (PK 14,36% dan TDN 66,32%); R1: Pakan R0 + 250 ppm tepung bawang putih (Allium sativum); R2: Pakan R1 + 1,5 ppm mineral Chromium organik.
Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang diberikan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kecernaan protein kasar dan tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kecernaan serat kasar. Rataan kecernaan protein kasar pada perlakuan adalah R0: 79,55 ± 3,11; R1: 70,29 ± 6,54; dan R2: 73,82 ± 2,42. Sedangkan rataan kecernaan serat kasar pada perlakuan adalah R0: 76,70 ± 7,04%; R1: 80,84 ± 4,17%; dan R2: 82,40 ± 1,07%.
Kesimpulan penelitian ini adalah suplementasi tepung bawang putih dan mineral Chromium organik dapat menyebabkan terjadinya penurunan kecernaan protein kasar namun suplementasi tepung bawang putih dan mineral Chromium organik cenderung meningkatkan kecernaan serat kasar.
Low quality feed can reduce livestock digestibility and productivity which can be solved by adding feed supplement such garlic powder organic Chromium mineral. This research aims to study the digestibility of crude protein and crude fiber of goat feed supplemented by garlic powder (Allium sativum) and chromium organic mineral.
The materials of this research used 8 months old etawa crossbreed goats. The treatment feed consisted of 40% forage, 60% concentrate (CP 14,36%; TDN 66,3 2%), 250 ppm garlic flour, and 1,5 ppm organic Chromium mineral. The research method was experimental using a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and was repeated 6 times. The treatments researched were R0: Base feed; R1: Base feed + 250 ppm garlic powder; R2: Base feed + 250 ppm garlic powder + 1.5 ppm organic Chromium mineral.
The result of this research showed that the treatments had a highly significant effect (P<0.01) on digestibility of crude protein and no significant effect (P>0.05) of crude fiber. The average of crude protein on the treatments was R0: 79,55 ± 3,11; R1: 70,29 ± 6,54; and R2: 73,82 ± 2,42. And the average of crude fiber on the treatments was R0: 76,70 ± 7,04%; R1: 80,84 ± 4,17%; and R2: 82,40 ± 1,07%.
The conclusion of this research was supplementation of garlic powder and chromium organic mineral can reduce the digestibility of crude protein but supplementation of garlic powder and chromium organic mineral disposed increase the digestibility of crude fiber.
2567728955G1A013011HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN SKIZOFRENIA DI RSUD BANYUMASLatar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa dengan tanda dan gejala yang bervariasi, termasuk di dalamnya adalah perubahan persepsi, emosi, kognisi, pikiran, dan perilaku. Pasien skizofrenia harus meminum obat sepanjang hidupnya, kontinuitas pengobatan merupakan salah satu faktor berhasilnya terapi. Kualitas hidup pasien menjadi salah satu parameter penting dalam evaluasi dan assessment terapi penyembuhan pasien gangguan jiwa. Penilaian dari terapi tersebut di fokuskan untuk melihat pengingkatan kualitas diri, kemandirian dan produktifitas pasien.
Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat kepatuhan minum obat terhadap kualitas hidup pasien skizofrenia di RSUD Banyumas.
Metode: Rancangan observasional analitik dengan kuisioner Morisky 8-item (MMAS-8) dan World Health Organitation Quality of Life ( WHOQoL) terhadap keseluruhan sampel (total sampling) sebanyak 42 orang.
Hasil: Mayoritas responden menggunakan metode Morisky 8-item (MMAS-8) (57.%) dalam tingkat kepatuhan minum obat kategori tinggi. Tingkat kualitas hidup yang dialami pasien skizofrenia yang diukur dengan World Health Organitation Quality of Life ( WHOQoL) 52.5% dalam kategori tinggi. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik (p=0.00) antara tingkat kepatuhan minum obat terhadap kualitas hidup pasien skizofrenia di RSUD Banyumas
Kesimpulan: terdapat hubungan antaratingkat kepatuhan minum obat terhadap kualitas hidup pasien skizofrenia di RSUD Banyumas
Background: Schizophrenia is a mental disorder with varying signs and symptoms, including changes in perception, emotions, cognitive, thoughts, and behavior. Schizophrenia patients must take the drug throughout their lives, continuity of treatment is one of the success factors of therapy. The quality life of patients is an important parameter in the evaluation and assessment of healing therapies for mental patients. The assessment of the therapy is focused to see improvements in self quality, independence and productivity of the patient.
Objective: To find out the relationship between medication adherence level and quality life of schizophrenia patients in Banyumas Regional Hospital.
Methods: Analytical observational design with questionnaire Morisky 8-item (MMAS-8) and World Health Organization Quality of Life (WHOQoL) to the whole sample (total sampling) of 42 respondents.
Result : The majority of respondents used the Morisky 8-item (MMAS-8) method (57.%) in the high category of drug compliance. The level of quality life experienced by schizophrenic patients as measured by the World Health Organization Quality of Life (WHOQoL) is 52.5% in the high category. There was a statistically significant relationship (p = 0.00) between the level of adherence to take medication to the quality life of schizophrenic patients in Banyumas Regional Hospital.
Conclusion : There is a relationship between the level of adherence to take medication to the quality life of schizophrenic patients in Banyumas Regional Hospital.
2567829003J0B017026Penerjemahan Dokumen Keamanan Gas Blast Furnace dari Bahasa Mandari ke Dalam Bahasa Indonesia di PT Krakatau Steel Cilegon BantenLaporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Dokumen Pengetahuan Dasar Keamanan Gas Blast Furnace dari Bahasa Mandarin ke Dalam Bahasa Indonesia di PT Krakatau Steel Cilegon Banten”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan di area Blower PT Krakatau Steel pada 6 Juli sampai dengan 7 September 2019. Tujuan kegiatan praktik kerja ini adalah menerjemahkan dokumen Pengetahuan Dasar Keamanan Gas Blast Furnace yang masih berbahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia. Penulis menggunakan empat metode pengumpulan data yaitu metode observasi, metode wawancara, metode studi pustaka dan metode jelajah internet.
Dalam proses penerjemahan penulis menggunakan dua metode terjemahan yaitu metode komunikatif sebagai metode utama dan metode harfiah sebagai metode pendukung. Ada juga tiga tahapan dalam proses penerjemahan, yang pertama adalah tahap persiapan, yang kedua adalah tahap pelaksanaan dan yang ketiga adalah tahap evaluasi. Kesimpulan dari praktik kerja ini adalah meningkatnya kemampuan penulis dalam bahasa Mandarin, mendapatkan pengalaman baru, dan profesionalisme dalam pekerjaan. Hasil dari praktik kerja ini berupa dokumen Pengetahuan Dasar Keamanan Gas Blast Furnace yang diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia.
Kata Kunci : Penerjemahan Dokumen, Kemanan Gas, Metode Penerjemahan Harfiah, Metode Penerjemahan Komunikatif.
这份实习报告的题目是“Penerjemahan Dokumen Pengetahuan Dasar Keamanan Gas Blast Furnace dari Bahasa Mandarin ke Dalam Bahasa Indonesia di PT Krakatau Steel Cilegon Banten”. 实习时间是从2019年7月6日至9月7日在Krakatau Steel有限公司鼓风机区域进行的。 实习的目的是把中文高炉煤气安全基础知识文件翻译成印尼文。作者使用了四个收集材料方法,它们是观察方法,访谈方法, 图书研究方法 和 浏览互联网方法。
作者在翻译的过程中用两个翻译方法,就是交际翻译方法作为主要翻译方法和直译翻译方法为补充翻译方法。翻译程序文件的过程有三个阶段,第一是准备阶段,第二是实施阶段 和 第三是评估阶段。这篇报告的结论是,除了提高中文能力,获得新的经验,和工作上专业性。实习的结果是高炉煤气安全基础知识的文件从中文翻译成印尼文。
关词汇:翻译文件,高炉煤气,直译翻译方法,交际翻译方法
2567929067H1E016001Redesain Headphone Berbasis Kayu dengan House of Quality (HOQ) pada Perempuan BerhijabBanyak jenis perangkat dengar yang dikenal yaitu headset, headphone, earphone, handsfree, dan lain sebagainya. Headphone merupakan aksesori alat dengar sederhana yang digunakan untuk mendengarkan dan memiliki kualitas suara paling bagus karena memang didesain hanya untuk audio saja. Desain headphone berkembang dan salah satunya dapat dijumpai desain headphone yang unik dari kayu. Kayu menjadi bahan yang ramah lingkungan dan memiliki motif yang menarik. Pengguna headphone banyak didominasi oleh milenial dan perempuan berhijab termasuk dalam kalangan milenial serta masuk golongan muslim yang jumlahnya 87% dari total populasi orang di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membuat redesain headphone berbasis kayu pada perempuan berhijab berdasarkan customer requirements dengan menggunakan HOQ. Perancangan dan pengembangan produk headphone dilakukan dengan mixed product-driven dan customer-driven. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif melalui studi literatur, studi pendahuluan dan wawancara, sedangkan penelitian kuantitatif berdasarkan kuesioner online. Pada penelitian ini, populasi yaitu mahasiswi muslim berhijab Universitas Jenderal Soedirman. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 150 responden yang diambil dengan menggunakan purposive sampling dan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner online. Analisis data yang digunakan yaitu uji validasi dan realibilitas pada kuesioner, penyusunan HOQ, dan gambar desain menggunakan SolidWorks. Hasil analisis menunjukkan gambar detail desain headphone yang diperoleh dari product-driven dan HOQ (mixed product-driven dan customer-driven). Many of hearing tools recognize by the people, such as headset, headphone, earphone, handsfree, and many more. Headphone is one of simple tool used to hearing and have the most good sound quality because it designed just for audio. Design of headphone thrive and we can meet one of unique design, there are headphone from wood. Wood is environmentally friendly material and has aesthetic complexion. Headphone’s user is dominate by the millenials and veiled woman was the part of them. The veiled woman is part of moeslim people and Indonesia has 87% people of moeslim. The purpose of the research is make redesign headphone base on wood for veiled woman with HOQ. Product design and development can be do with product-driven and customer-driven. The type of the research is qualitative and quantitative. Qualitative research based on literature study, pre-research, and interview. Quantitative research based on online questionnare. In this research, the population is veiled student in Jenderal Soedirman University. There are 150 respondent filled the online questionnare and choosen by purposive sampling technique. The data analysis that used in this research is validation test and realibility test on questionnare, HOQ, and design by SolidWorks. Analysis result show detail design from product-driven and HOQ (mixed product-driven and customer-driven).
2568028976D1A016080PENGGUNAAN ACIDIFIER SEBAGAI FEED ADITIF DALAM PAKAN YANG MENGANDUNG PROBIOTIK TERHADAP TOTAL MIKROBA DAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL)
USUS AYAM BROILER
Penelitian yang berjudul “Penggunaan Acidifier Sebagai Feed Aditif Dalam Pakan Yang Mengandung Probiotik Terhadap Total Mikroba Dan Total Bakteri Asam Laktat (BAL) Usus Ayam Broiler”. Penelitian telah dilaksanakan mulai tanggal 27 September 2019 sampai dengan 31 Oktober 2019 di Experimental Farm dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek yang terbaik dari penambahan jenis acidifier yang berbeda dalam pakan yang mengandung probiotik terhadap total mikroba dan total bakteri asam laktat usus ayam broiler. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah DOC ayam broiler sebanyak 200 ekor sebanyak 200 ekor yang dipelihara selama 35 hari. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimen in vivo dan menggunakan analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari empat perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali dengan masing-masing ulangan terdiri dari 10 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari R0 = pakan basal; R1 = pakan basal yang ditambah asam sitrat 1%; R2 = pakan basal yang ditambah asam laktat 1%; dan R3 = pakan basal yang ditambah asam format 1%. Peubah yang dicatat dan diamati meliputi total mikroba dan total bakteri asam laktat usus ayam broiler. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan acidifier dalam pakan yang mengandung probiotik berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap total bakteri asam laktat usus ayam broiler sedangkan penggunaan acidifier dalam pakan yang mengandung probiotik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total mikroba usus ayam broiler. Rataan hasil total bakteri asam laktat pada usus ayam broiler berturut-turut yaitu R0 (duodenum 1,774 x 104 ± 0,32 cfu/ml; jejunum 1,62 x 104 ± 0,41 cfu/ml; ileum 2,26 x 104 ± 0,14 cfu/ml); R1 (duodenum 1,604 x 104 ± 0,84 cfu/ml; jejunum 1,39 x 104 ± 0,58 cfu/ml; ileum 1,17 x 104 ± 0,96 cfu/ml), R2 (duodenum 1,486 x 104 ± 0,77 cfu/ml; jejunum 1,488 x 104 ± 0,51 cfu/ml; ileum 1,17 x 104 ± 0,68 cfu/ml), dan R3 (duodenum 0,908 x 104 ± 0,57 cfu/ml; jejunum 1,652 x 104 ± 0,39 cfu/ml; ileum 1,926 x 104 ± 0,68 cfu/ml). Rataan hasil total mikroba usus ayam broiler berturut-turut yaitu R0 (duodenum 5,72 x 103 ± 0.33 cfu/ml; jejunum 5,28 x 103 ± 0.16 cfu/ml; ileum 11,0 x 103 ± 0.62 cfu/ml), R1 (duodenum 4,2 x 103 ± 0.24cfu/ml; jejunum 9,0 x 103 ± 0,13 cfu/ml; ileum 8,94 x 103 ± 0,26 cfu/ml), R2 (duodenum 5,56 x 103 ± 0,31 cfu/ml; jejunum 6,58 x 103 ± 0,24 cfu/ml; ileum 7,04 x 103 ± 0,27 cfu/ml), dan R3 (duodenum 8,04 x 103 ± 0,20 cfu/ml; jejunum 6,66 x 103 ± 0,25 cfu/ml; ileum 5,28 x 103 ± 0,48 cfu/ml). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan acidifier (asam sitrat, asam laktat, dan asam format) tidak mempengaruhi peningktan bakteri asam laktat pada usus ayam broiler, sedangkan pemberian acidifier jenis asam format mempengaruhi peningkatan total mikroba sebesar 40,5% pada bagian duodenum dan pemberian acidifier jenis asam sitrat mempengaruhi peningkatan total mikroba sebesar 70,45% pada bagian jejunum serta pemberian acidifier tidak mempengaruhi peningkatan total mikroba pada ileum usus ayam broiler.The study was entitled “The Use of Acidifiers as Feed Additives in Feeds that Contain Probiotics for Total Microbial and Total Lactic Acid Bacteria (LAB) of Broiler Chicken’s Intestine”. The study was conducted from September 27, 2019 to October 31, 2019 at Experimental Farm and Laboratory Science and Animal Nutrition Faculty of Animal Husbandry of the University of Jenderal Soedirman, Purwokerto, Centeral Java. The purpose of this study was to examine the best effect of adding different types of acidifier in feed containing probiotics for total microbial and total lactic acid bacteria of broiler chicken’s intestine.The material of this study use was 200 DOC which was maintained for 35 days. The study was conducted using the in vivo experimental method and using a Completely Randomized Design (CRD) analysis with four treatments and five replication, each of which consisted of 10 chikens. The treatments tested were R0 = Basal Ration (RB); R1 = Basal Ration and 1% citric acid Acidifier; R2 = Basal Ration and 1 % lactic acid Acidifier; and R3 = Basal Ration and 1% formic acid Acidifier. Variabel that are recorded and observed which include for total microbial and total lactic acid bacteria of broiler chikens intestine. The result of the analysis of variance showed that the use of acidifier as a feed additive in feed containing probiotics had no significant effect (P>0,05) on for total lactic acid bacteria of broiler chikens intestine while the use of acidifier as a feed additive in feed containing probiotics had significant effect (P<0,05) on for total microbial of broiler chikens intestine. The average result of total lactic acid bacteria of broiler chikens intestine for consecutive was yaitu R0 (duodenum 1,774 x 104 ± 0,32 cfu/ml; jejunum 1,62 x 104 ± 0,41 cfu/ml; ileum 2,26 x 104 ± 0,14 cfu/ml); R1 (duodenum 1,604 x 104 ± 0,84 cfu/ml; jejunum 1,39 x 104 ± 0,58 cfu/ml; ileum 1,17 x 104 ± 0,96 cfu/ml), R2 (duodenum 1,486 x 104 ± 0,77 cfu/ml; jejunum 1,488 x 104 ± 0,51 cfu/ml; ileum 1,17 x 104 ± 0,68 cfu/ml), dan R3 (duodenum 0,908 x 104 ± 0,57 cfu/ml; jejunum 1,652 x 104 ± 0,39 cfu/ml; ileum 1,926 x 104 ± 0,68 cfu/ml). The average result of total microbial of broiler chikens intestine for consecutive was R0 (duodenum 5,72 x 103 ± 0.33 cfu/ml; jejunum 5,28 x 103 ± 0.16 cfu/ml; ileum 11,0 x 103 ± 0.62 cfu/ml), R1 (duodenum 4,2 x 103 ± 0.24cfu/ml; jejunum 9,0 x 103 ± 0,13 cfu/ml; ileum 8,94 x 103 ± 0,26 cfu/ml), R2 (duodenum 5,56 x 103 ± 0,31 cfu/ml; jejunum 6,58 x 103 ± 0,24 cfu/ml; ileum 7,04 x 103 ± 0,27 cfu/ml), dan R3 (duodenum 8,04 x 103 ± 0,20 cfu/ml; jejunum 6,66 x 103 ± 0,25 cfu/ml; ileum 5,28 x 103 ± 0,48 cfu/ml). Based on the results of the study it can concluded that the use acidifier (citric acid, lactic acid and formic acid) doesn’t effect the increase for total lactic acid bacteria of broiler chicken intestine, while the type of formic acid acidifier was affect increase for total microbial of 40,5% in duodenum, the type of cirtric acid acidifier too was affect increase for total microbial of 70,45% in jejunum and the use acidifier doesn’t effect increase for total microbial in ileum of broiler chicken instestine.