Artikelilmiahs

Menampilkan 24.461-24.480 dari 50.309 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2446127505C1J013029FACTORS AFFECTING VISITORS FREQUENCY TO TOURISM OBJECTS OF SANGGALURI PARK KUTASARI VILLAGE KUTASARI SUBDISTRICT PURBALINGGA DISTRICT Judul dalam penelitian ini adalah Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Kunjungan Wisatawan ke Obyek Wisata Sanggaluri Park Desa Kutasari Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini berlokasi di Jalan Bumi Perkemahan Munjuluhur, Desa Kutasari, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor biaya perjalanan, harga tiket, umur dan fasilitas terhadap frekuensi kunjungan wisatawan ke obyek wisata Sanggaluri Park.
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata Sanggaluri Park. Jenis populasinya adalah populasi yang tidak terbatas, yaitu sumber data tidak dapat ditentukan batasannya sehingga relatifnya tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah. Metodologi penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini ditetapkan secara quota sampling yaitu sebanyak 100 responden yang terdiri dari wisatawaan laki-laki maupun perempuan, tanpa membedakan daerah asal baik wisatawan asing maupun wisatawan domestik.
Dari hasil estimasi diketahui bahwa secara bersama-sama, variabel biaya perjalanan, harga tiket, umur, dan fasilitas berpengaruh secara signifikan terhadap frekuensi jumlah kunjungan wisatawan ke Sanggaluri Park. Secara parsial, variabel biaya perjalanan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap frekuensi jumlah kunjungan wisatawan ke Sanggaluri Park. Variabel harga tiket dan fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap frekuensi jumlah kunjungan wisatawan Sanggaluri Park. Variabel umur berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap frekuensi jumlah kunjungan wisataan ke Sanggaluri Park.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu Sanggaluri Park diharapkan untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas obyek wisata sehingga pengunjung akan terus mengunjungi Sanggaluri Park. Pemerintah diharapkan membantu menyediakan transportasi umum yang memadai sehingga biaya perjalanan dapat diminimalisir, serta jalan menuju Sanggaluri Park juga diharapkan dapat diperluas dan diperbaiki agar pengunjung bisa dengan mudah mencapai lokasi wisata Sanggaluri Park. Bagi pengelola Sanggaluri Park, diharapkan akan ada lebih banyak reklame atau papan petunjuk menarik menuju lokasi yang tersebar di jalan menuju Sanggaluri Park, sehingga masyarakat awam yang tidak tahu tentang Sanggaluri Park bisa tertarik dan mengunjungi Sanggaluri Park.
The title of this research is Factors Affecting Visitors Frequency to Tourism Object of Sanggaluri Park Kutasari Village KutasariSubdistrictPurbalingga District. This research is located at Jalan Bumi Perkebunan Munjuluhur, Kutasari Village, Kutasari District, Purbalingga Regency, Central Java. The purpose of this study was to analyze the factors of travel costs, ticket prices, age, and facilityof visitors frequency to tourism object of Sanggaluri Park.
In this study, the population is a tourist attraction and tourists visiting Sanggaluri Park. The type of population is an unlimited population, i.e. the source of the data cannot be determined so that its relative cannot be expressed in terms of numbers. The research methodology used is multiple linear regression. The sampling technique in this study was determined by quota sampling of 100 respondents consisting of male and female tourists, without distinguishing the area of origin of both foreign tourists and domestic tourists.
From the estimation results it is known that jointly, variable travel costs, ticket prices, age, and facilities significantly influence the frequency of tourist arrivals to Sanggaluri Park. Partially, the variable cost of travel has a negative and significant effect on the frequency of the number of tourist visits to Sanggaluri Park. Variable ticket prices and facilities have a positive and significant effect on the frequency of Sanggaluri Park tourist arrivals. Age variable has a positive and not significant effect on the frequency of the number of tourist visits to Sanggaluri Park.
The implication of the conclusion above is that the Sanggaluri Park is expected to continue to maintain and improve the quality of attractions so that visitors will continue to visit the Sanggaluri Park. The government is expected to provide public transportation in accordance with the cost of travel can be minimized, and the road to Sanggaluri Park is also expected to facilitate and improve so that visitors can easily reach the tourist location of Sanggaluri Park. For managers of Sanggaluri Park, it is hoped that there will be more billboards or attractive guide boards to locations that are scattered on the road to Sanggaluri Park, so that ordinary people who don't know about Sanggaluri Park can be interested and visit Sanggaluri Park.
2446227543H1K014030Estimasi Feeding Ground Duyung Berdasarkan Biomassa Lamun Menggunakan Citra Landsat 8 di Perairan Selokan Duyung Taman Nasional Ujung KulonDuyung (Dugong dugon) merupakan mamalia laut yang besifat herbivore dimana saat ini statusnya termasuk rentan terhadap kepunahan. Makanan utama duyung adalah lamun, tumbuhan lamun memiliki kemampuan beradaptasi yang baik untuk hidup di perairan pesisir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan duyung, kondisi padang lamun dan mengestimasi stok makanan duyung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Penelitian ini dilakukan di perairan Selokan Duyung Taman Nasional Ujung Kulon dengan 3 stasiun, dengan tiga kali pengamatan ulang pada setiap stasiun. Pengambilan data keberadaan duyung dilakukan dengan metode wawancara, survei dan transek garis. Perhitungan luasan padang lamun menggunakan data Citra Landsat 8 dengan menerapkan algoritma lyzenga. Selama penelitian tidak ditemukan keberadaan duyung. Jenis lamun yang ditemukan yaitu Enhalus acoroides, Halophila ovalis dan Syringodium isoethifolium. Penutupan lamun tergolong rendah yaitu 11,436 – 23,485%. Estimasi stok lamun sebagai makanan duyung di Selokan Duyung Taman Nasional Ujung Kulon sebesar 312.243,85kg.Dugong (Dugong dugon) are herbivore marine mammals which at present are vulnerable to extinction. The main food of dugongs is seagrass, seagrass has good adaptability to live in coastal waters. The purpose of this study was to determine the existence of dugongs, seeagrass condition and to estimate dugong food stocks. The study was conducted on July 2019. This research was conducted in the waters of Selokan Duyung Ujung Kulon National Park, with three stations and with three repeated observations at each station. The existence of dugong data collection conducted by interview, survey and the line transect. The calculation of the extent of seagrass using Landsat 8 Data by applying the algorithm lyzenga. During the study did not find the existence of dugong. Seagrass species found were Enhalus acoroides, Halophila ovalis and Syringodium isoethifolium. Seagrass cover is classified as low at 11.436 - 23.485%. The estimated stock of seagrasses as dugong food in the Ujung Kulon National Park is 312.243,85kg.
2446327506F1B015073EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN UNTUK MENGURANGI ANGKA PUTUS SEKOLAH DI DESA JATISABA KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMASABSTRAK
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program yang bertujuan agar terpenuhinya kebutuhan di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial. Kecamatan Cilongok merupakan kecamatan yang memiliki jumlah anggota PKH paling banyak di Kabupaten Banyumas, terutama pada komponen pendidikan. Namun, angka putus sekolah di Desa Jatisaba Kecamatan Cilongok jumlahnya masih banyak terutama di tingkat sekolah menengah atas.
Penelitian ini dilakukan di Desa Jatisaba Kecamatan Cilongok dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan pada penelitian ini ditentukan melalui teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, pengamatan langsung dan dokumentasi. Penelitian ini melihat efektivitas melalui aspek pencapaian tujuan, aspek integrasi dan aspek adaptasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa PKH pada komponen pendidikan di Desa Jatisaba sudah efektif. Dilihat dari dana PKH komponen pendidikan yang mampu membantu KPM memenuhi kebutuhan di bidang pendidikan. Kedua, sosialisasi tentang PKH dan pola komunikasi kepada KPM sudah baik dan inovatif. Ketiga, kualitas pendamping sudah baik KPM merasa nyaman dengan pendamping. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu di perbaiki yaitu pada Program Family Development Session perlu melibatkan anak KPM komponen pendidikan. Karena masih ada 8% anak putus sekolah di Desa Jatsaba yang merupakan KPM komponen pendidikan. Selain itu, untuk sasaran PKH masih ada masyarakat yang tidak mampu di Desa Jatisaba yang belum menjadi anggota PKH. Kedua, pola komunikasi dan sosialisasi dengan perangkat desa masih harus dioptimalkan karena kurangnya informasi dan komunikasi masih terjadi komunikasi satu arah. Ketiga, program Family Development Session masih kurang materi dan media selain itu beberapa pendamping masih kewalahan dalam menjalankan tugas sehingga perlu jadwal yang lebih terstruktur terkait dengan validasi dan pemutahiran data.
Kata Kunci : Efektivitas PKH, Pendidikan, Program Keluaraga Harapan dan Angka Putus Sekolah.
ABSTRACT
The Family Hope Program (PKH) is a program that aims to ensure the needs in education, health and social welfare. Cilongok sub-district is the sub-district that has the most PKH members in Banyumas Regency, especially in the education component. However, the number of dropouts in Jatisaba Village in Cilongok sub- district is still high, especially in senior high school level.
This research was conducted in Jatisaba Village, Cilongok sub–district by using descriptive qualitative methods. The informants in this research were determined through the Purposive Sampling and Snowball Sampling techniques. The data collecting used in-depth interviews, direct observation and documentation. This research looks the effectiveness through aspects of achieving goals, aspects of integration and aspects of adaptation.
The results of this research showed that PKH in education component in Jatisaba village has been effective. It could be seen from the education component PKH’s fund that could help KPM fulfill the needs in the field of education. Second, socialization about PKH and communication patterns to KPM has been good and innovative. Third, the quality of the mentor is good KPM is comfortable with the facilitator. However, there are still some things that need to be improved, the Family Session Development Program needs to involve KPM children in the education component. Because, there are still 8% of children dropping out of school in Jatsaba Village, which is the KPM of the education component. In addition, for the PKH target there are still poor people in Jatisaba Village who are not yet members of the PKH. Second, the pattern of communication and socialization with village officials should be improved because information and communication still involve one-way communication. Third, the Family Development Session program is still lacking in material and media, besides that some assistants are still overwhelmed in carrying out their tasks so they need a more structured schedule related to data validation and updating.

Keywords: Effectiveness of PKH, Education, The Family Hope Program, dropouts.

2446427507C1J013044FACTORS AFFECTING IMPORT OF CAPITAL GOODS IN INDONESIAPenelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Impor Barang Modal di Indonesia”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah inflasi, kurs, dan Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap impor barang modal di Indonesia pada tahun 2003-2017. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan regresi linear berganda dari tahun 2003 hingga tahun 2017. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan menggunakan Eviews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDB paling berpengaruh terhadap impor barang modal di Indonesia. Implikasi dari penelitian ini adalah maka pemerintah sebaiknya membuat kebijakan makroekonomi yang dapat menstabilkan kondisi perekonomian menjaga kestabilan nilai tukar di masing-masing negara serta melakukan pembatasan penggunaan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk impor dan mendukung produktivitas produksi dalam negeri. This study is entitled "Factors Affecting Import of Capital Goods in Indonesia". The purpose of this study is to analyze whether inflation, exchange rate, and Gross Domestic Product (GDP) affecting import of capital goods in Indonesia in 2003-2017. The data used in this study are secondary data with Ordinary Least Square (OLS) regression, from 2003 until 2017. This type of research is quantitative research using Eviews. The results show that GDP has the most influence on imports of capital goods in Indonesia. The implication of this research is that the government should make macroeconomic policies that can stabilize economic conditions to maintain the stability of the exchange rate in each country and limit the use of Gross Domestic Product (GDP) for imports and support productivity of domestic production.
2446527508C1J013009AN ANALYSIS OF CONTRIBUTION AND EFFECT OF LOCAL TAX AND RETRIBUTION ON LOCAL GOVERNMENT REVENUE OF KEDIRI CITY IN 2014-2018Studi ini meneliti tentang pengaruh dan kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di kota kediri dalam kurun waktu 2014-2018. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan regresi linier berganda menunjukkan hasil dari penghitungan data yang telah di analisis. Disamping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui variabel mana yang paling berpengaruh dan berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Hipotesis yang studi ini merupakan kesimpulan awal, yang masih bersifat sementara yang meliputi:
efek pajak daerah terhadap pendapatan daerah (PAD) di kota kota kediri. Pajak daerah bukan sebuah variabel di jajaran pemda daerah (pad) yang merupakan salah satu elemen yang mempengaruhi penerimaan daerah. Pajak daerah punya banyak sumber pendapatan pajak seperti membangun, pajak penghasilan, dll.
H_1 : diduga bahwa pajak daerah memiliki efek positif terhadap pendapatan daerah (PAD).
efek retribusi daerah tentang pemerintahan daerah pendapatan (PAD) di kota kediri. Retribusi daerah adalah sebuah variabel dalam (PAD) yang merupakan salah satu elemen yang mempengaruhi penerimaan daerah .Retribusi daerah memiliki beberapa sumber pendapatan seperti retribusi dinas olahraga dan rekreation tempat
H_2 : Retribusi daerah diduga banyak untuk memiliki sebuah efek positif terhadap pendapatan daerah (PAD)
Penelitian ini menggunakan metode descriptive-quantitative .Metode penelitian ini menjadi acuan penetapan nilai-nilai variabel independen , salah satu lebih , tanpa membuat perbandingan atau berhubungan dengan variabel independen lain .Proses penelitian ini menggunakan nomor mulai dari pengumpulan data , penafsiran data , untuk penampilan penelitian .Analisis kuantitatif menggunakan mutiple regresi linier yang memiliki lebih dari satu variabel dapat menguji efek pajak daerah dan retribusi daerah pada variabel bergantung dari governmen lokal daerah ( pad )
Implikasi yang dapat di ambil dari kesimpulan di atas yaitu pajak daerah dan retribusi daerah berpengaruh positif terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Dalam hasil penelitian juga dapat dilihat bahwa pajak daerah merupakan pengaruh dan kontributor terbesar dalam pendapatan asli daerah (PAD), hal tersebut membuktikan bahwa kesuksesan pemerintah daerah dalam melaksanakan sosialisasi, pemungutan, dan pengawasan terhadap pajak daerah di Kota Kedir berhasil meskipun dalam penerimaan retribusi daerah kurang berhasil sehingga pengaruh dan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) cenderung kecil. Namun meskiput begitu, berdasarkan hasil dari penelitian yang telah di bahas di bab sebelumnya, tingkat efektifitas pendapatan asli daerah (PAD) kota kediri masuk kedalam kategori “efektif”.
This study examine an analysis of contribution and influence of local tax and retribution toward local government revenue of kediri city in 2014-2018. Based on the data analysis using multiple linear regression shows the current result of the calculation data that has been analyzed. In addition, this research also aim to find out which variables had the most influence to the local government revenue (PAD).
The hypotheses of this study constitute preliminary conclusions, which are still temporary in nature:
The effect of local tax on local government revenue (PAD) in Kota Kediri City.
Local tax is a variable in local government revenue (PAD) which is one of the element that affect local income. Local tax have a lot of income source like building tax, sallary tax, etc.
H_1: It is suspected that local tax has a positif effect on local government revenue (PAD).
The effect of local retribution on local government revenue (PAD in Kediri City.
Local retribution is a variable in local government revenue (PAD) which is one of the element that affect local income. Local retribution have some income source like retribution of sport and rekreation places.
H_2: Regional retribution are suspected to have a positif effect on local government revenue (PAD).
This research uses descriptive-quantitative method. This research method is used to determine the values of the independent variable, either one more, without making comparisons or connecting with other independent variables. The process of this kind of research uses number starting from collecting data, interpretation of data, to appearance of the research. Quantitative analysis using mutiple linear regression which is having more than one variables can test the effect of local tax and local retribution on dependent variable of local governmen revenue (PAD)
The conclusion that can be drawn from the results of research and discussion that is local taxes and levies have a positive effect on regional local government revenue (PAD). It can also be seen that local taxes have the biggest influence and contribution toward local government revenue (PAD). This proves the local government in carrying out socialization, collection, and supervision of local taxes in the City of Kediri is successful even though the receipt of regional levies is less successful so that its influence and contribution to local retribution revenue (PAD) are considered small. However, based on the results of research that has been discussed in chapter seb e lumnya, the level of effectiveness of local revenue (PAD) Kediri in the category of "effective".
2446627545J1B015017Register dalam Forum Dunia Maya Semprot.comPenelitian ini berjudul “Register dalam Forum Dunia Maya semprot.com”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu membuat deskripsi secara nyata dan faktual tentang fakta yang diteliti. Fokus penelitian ini yaitu mengenai bentuk bahasa yang digunakan dalam forum dunia maya semprot.com. dan jenis-jenis maksud tuturan dalam forum dunia maya semprot.com. Data dalam penelitian ini yaitu satuan lingual berupa kata yang dalam hal ini merupakan register istilah yang digunakan dalam forum dunia maya semprot.com. Bentuk bahasa dalam penelitian ini dikaji berdasarkan singkatan dan akronim, kata, frasa, kalimat. Sedangkan bentuk bahasa dikaji jika digunakan dalam enanggapi suatu thread dan panggilan atau sapaan.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan yaitu teknik simak dan teknik lanjutan yang digunakan yaitu teknik Hubung Banding Menyamakan (HBS). Teknik Hubung Banding Menyamakan (HBS) merupakan teknik yang menghubungkan dan membandingkan data kebahasaan yang sama untuk menemukan kesamaan dalam data kebahasaan tersebut. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa bentuk dalam penggunaan register dalam forum dunia maya semprot.com terdapat beberapa pola singkatan yakni 10 data, bentuk penggalan terdapat 1 data, pola penulisan kontraksi yang berasal dari awal suku kata pada tiap tuturan dalam forum dunia maya semprot.com terdapat 11 data, dan akronim yang berasal dari awal huruf tiap kata terdapat 1 data. Register dalam forum dunia maya semprot.com digolongkan berdasarkan satuan lingualnya dibedakan menjadi a) kata, ditemukan sejumlah 11 data , b) frasa, ditemukan 5 data, dan c) kalimat, terdapat 1 data.
This research is titled "Register in the Maya World Forum spray.com". This research uses descriptive qualitative method, which is to make a real and factual description of the facts studied. Focus of this research is regarding the form of language used in the cyberspace forum spray.com. and the types of speech intents in the spray.com cyberspace forum. The data in this study are lingual units in the form of words which in this case are the term registers used in the cyberspace forum spray.com. The form of language in this study was examined based on abbreviations and acronyms, words, phrases, sentences. Whereas the form of language is examined if it is used in response to a thread and call or greeting.

Data collection techniques used in this study include basic techniques and advanced techniques. The basic technique used is the listening technique and the advanced technique used is the Matching Relationship Technique (HBS). The Corresponding Appeal Technique (HBS) is a technique that connects and compares the same linguistic data to find similarities in linguistic data. Based on the analysis of the data it can be concluded that the form in the use of registers in the cyberspace forum semprot.com there are several patterns of abbreviations there is 10 data, the form of fragments there is 1 data, the pattern of writing contractions originating from the initial syllables in each utterance in the forum cyberspace semprot.com there are 11 data, and acronyms that originate from the beginning of each letter there are 1 data. Registers in the cyberspace forum semprot.com are classified according to their lingual units divided into a) words, found a total of 11 data, b) phrases, found 5 data, and c) sentences, there is 1 data.
2446715074F1D014013Gerakan Syarikat Islam Kembali Ke Khittah Tahun 1905Artikel hasil penelitian ini berjudul “Gerakan Syarikat Islam Kembali Ke Khittah Tahun 1905”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab organisasi kemasyarakatan Syarikat Islam kembali ke khittah tahun 1905. Serta untuk memahami bagaimanakah gerakan yang dibangun oleh Syarikat Islam untuk kembali ke khittah tahun 1905. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terpecahnya kekuatan politik Islam telah menyebabkan terbentuknya banyak partai politik sehingga partai Islam kemudian tidak hanya bersaing dengan partai-partai nasionalis akan tetapi mereka juga bersaing dengan sesama partai Islam. Selain itu, gerakan atau partai Islam yang ada belum mampu mendeskripsikan dengan jelas metode perjuangan yang harus mereka lakukan. Sehingga apa yang mereka lakukan hanya bersifat reaksioner saja. Konflik internal dalam tubuh Syarikat Islam yang sudah terjadi sejak peristiwa pengambilalihan kekuasaan pada tahun 1972 telah menyebabkan perpecahan dalam tubuh Syarikat Islam di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan kondisi internal organisasi dan sosial politik tersebut, maka organisasi kemasyarakatan Syarikat Islam pada akhirnya memutuskan untuk kembali ke khittah tahun 1905. Dalam upaya membangkitkan kembali Syarikat Islam, kemudian dibuat strategi-strategi yang akan dilaksanakan oleh Syarikat Islam. Terdapat empat hal yang menjadi prioritas utama yang kemudian disebut Catur Program Syarikat Islam, yaitu: 1) Konsolidasi Organisasi; 2) Pemberdayaan Ekonomi; 3) Tata Kelola Pendidikan; 4) dan Siyasah. Empat hal tersebut kemudian menjadi landasan dan arahan gerak perjuangan Syarikat Islam sejak tahun 2015.This research article about “Gerakan Syarikat Islam Kembali Ke Khittah Tahun 1905” aims to describe the reason of mass organization back in 1905 to khittah. Also to understand how the movement was built by the Syarikat Islam to return to the khittah in 1905. This research reveals that splits political power of islam causes appear a lot of Islamic political parties. Then Islamic parties not only compete with nationalist parties but they also compete with another Islamic parties too. In addition, the movements of exciting Islamic parties have not been able to clearly describe the methods of struggle they must carry out. So what they do is only reactionary. Internal conflicts on Syarikat Islam which have occurred since take over of power in 1972 have caused discordance of the Syarikat Islam in all parts of Indonesia. Based on the internal conditions of organization and socio-politics, Syarikat Islam finally decided return to the khittah in 1905. In an effort to revive, Syarikat Isam then made some strategies. There are four things that become the main priorities which are called Catur Program Syarikat Islam, that is: 1) Organization Consolidation; 2) Economic Empowerment; 3) Education Governance; 4) and Siyasah. These four things then become the foundation and direction of the Syarikat Islam movement since 2015.
2446827510A1D115020KAJIAN TEKNIK BUDIDAYA DAN APLIKASI METABOLIT SEKUNDER JAMUR ENTOMOPATOGEN TERHADAP INTENSITAS SERANGAN & POPULASI HAMA KEONG MAS (Pomacea canaliculata) PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.)Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen terhadap telur keong mas, (2) mengetahui pengaruh teknik budidaya dan aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen terhadap intensitas serangan dan populasi hama keong mas. Penelitian dilakukan di lahan sawah desa Brobot, Kabupaten Purbalingga dan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Waktu penelitian selama empat bulan, mulai bulan Maret 2019 sampai Juli. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua tahapan yaitu penelitian di laboratorium dan lapang. Penelitian di laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan penelitian di lapang menggunakan rancangan petak tersarang non faktorial dimana teknik budidaya merupakan faktor sarang dan metabolit sekunder merupakan faktor tersarang. Perlakuan yang digunakan pada RAL adalah kontrol (P0), Isolat Cipete konsentrasi 5% (P1), Isolat Cipete konsentrasi 10% (P2), Isolat Cipete konsentrasi 15% (P3), Isolat Papringan konsentrasi 5% (P4), Isolat Papringan konsentrasi 10% (P5), Isolat Papringan konsentrasi 15% (P6), Isolat Pasir Kulon konsentrasi 5% (P7), Isolat Pasir Kulon konsentrasi 10% (P8), Isolat Pasir Kulon konsentrasi 15% (P9), Isolat Kalisalak konsentrasi 5% (P10), Isolat Kalisalak konsentrasi 10% (P11), Isolat Kalisalak konsentrasi 15% (P12), Moluskisida dosis anjuran (P13). Perlakuan yang digunakan pada Rancangan petak tersarang adalah Insektisida pada teknik budidaya konvensional (P0(T1)), Isolat Cipete pada teknik budidaya SRI (P1(T2)), Isolat Papringan pada teknik budidaya SRI (P2(T2)), Isolat Pasir Kulon pada teknik budidaya SRI (P3(T2)), Isolat Kalisalak pada teknik budidaya SRI (P4(T2)), Isolat Cipete pada teknik budidaya organik (P1(T3)), Isolat Papringan pada teknik budidaya organik (P2(T3)), Isolat Pasir Kulon pada teknik budidaya organik (P3(T3)), Isolat Kalisalak pada teknik budaya organik (P4(T3)). Variabel pengamatan yang diamati adalah populasi hama, jumlah kelompok telur, intensitas serangan, dan daya tetas telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Aplikasi kontrol hasil uji laboratorium memiliki rerata daya tetas telur tertinggi yaitu sebesar 43,6%, sedangkan konsentrasi isolat Kalisalak 15% memiliki daya tetas telur terendah yaitu sebesar 8,4%. 2)Aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen pada uji lapangan P3(T2) (Isolat Pasir kulon teknik budidaya SRI) dan P0(T1) (insektisida teknik budidaya konvensional) mampu menekan populasi keong mas sampai 100%. Aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen dan insektisida pada setiap teknik budidaya mampu menekan intensitas serangan keong mas sampai 100%.This research aims to (1) know the effect of application of secondary metabolites entomopathogenic fungi against the egg of golden snails, (2) know the effect of cultivation techniques and applications of secondary metabolite entomopathogenic fungi to the intensity of attack and population of golden snails pest. This research was conducted in Brobot village, Purbalingga Regency and Agricultural Faculty Laboratory, Jenderal Sudirman University. The research time was four months from March to July 2019. This study was conducted with two stages of research in the laboratory and roomy. Research in the laboratory using complete randomized design (RAL) and research in the field using non-factorial nest plot design where cultivation technique is a factor of nest and secondary metabolite is a factor of nest. The treatment used in RAL is control (P0), Cipete isolates 5% concentration (P1), Cipete isolates 10% concentrations (P2), Cipete isolates 15% concentration (P3), Papringan isolates 5% concentration (P4), Papringan isolates 10% concentration (P5), Papringan isolates 15% concentration (P6), Pasir Kulon isolate 5% concentration (P7), Pasir Kulon isolate 10% concentration (P8), Pasir Kulon isolate 15% concentration (P9), Kalisalak isolate 5% concentration (P10), Kalisalak isolate 10% concentration (P11), Kalisalak isolate 15% concentration (P12), The recommended dose of Moluscisida (P13). The treatment used on the draft of a nest plot is an insecticide on conventional cultivation (P0(T1)), Cipete isolate on SRI cultivation (P1(T2)), Papringan isolate on SRI cultivation (P2(T2)), Pasir Kulon isolate on SRI cultivation (P3(T2)), Kalisalak isolate on SRI cultivation (P4(T2)), Cipete isolate on organik cultivation (P1 (T3)), Papringan isolate on organik cultivation (P2(T3)), Pasir Kulon isolate on organic cultivation (P3(T3)), Kalisalak isolate on organik cultivation (P4(T3)). Observed variable observations were the population of pests, the number of egg groups, the intensity of attacks, and hatchability egg of golden snails. The results showed that: 1) the application of laboratory test result control has the highest egg hatchability average of 43.6%, while the isolate concentration of Kalisalak 15% has the lowest egg hatchability of 8.4%. 2) Application of secondary metabolite of entomopathogenic fungi in field test P3(T2) (Pasir Kulon isolate SRI cultivation techniques) and P0(T1) (insecticide conventional cultivation technique) was able to suppress the population of golden snail up to 100%. Application of secondary metabolite of entomopathogenic fungi and insecticide on each cultivation technique was able to suppress the intensity of the golden snails attack up to 100%.
2446927511F1B015083Deliberative Governance dalam Upaya Membuka Lapangan Pekerjaan di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten BanyumasArtikel ini mendiskusikan mengenai upaya Pemerintah Desa dalam membuka lapangan pekerjaan di desa dengan pendekatan deliberative governance di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Upaya Pemerintah Desa dalam membuka lapangan pekerjaan di desa dilakukan dengan mengkomunikasikan kegiatan dan berbagai program kepada masyarakat desa, sehingga masyarakat desa ikut terlibat dalam prosesnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan kebijakan membuka lapangan pekerjaan di desa dengan pendekatan deliberative governance di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snow ball sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa upaya Pemerintah Desa Wlahar Wetan dalam membuka lapangan pekerjaan di desa dilakukan secara deliberatif, dimana dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan dikomunikasikan dan melibatkan masyarakat desa melaui pertemuan-pertemuan desa dan musyawarah desa. Pertemuan-pertemuan desa dan musyawarah desa dilakukan untuk merumuskan program-program desa agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa dalam mengatasi pengangguran. Namun dalam upaya membuka lapangan pekerjaan di desa, ditemui berbagai kendala. Seperti kapasitas sumber daya manusia yang sangat rendah dalam melakukan pekerjaan. Potensi desa yang tidak dimanfaatakan secara maksimal. Kadang terjadi ketidakjujuran dalam penggunaan modal program. Serta, pengembangan BUMDes yang mengalami kendala dalam proses pengembangannya. This article discusses the efforts of the Village Government in opening employment opportunities in the village using a deliberative governance approach in Wlahar Wetan Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. The efforts of the Village Government in opening up employment opportunities in the village are carried out by communicating activities and various programs to the village community, so that the village community is involved in the process. This study aims to determine how the application of policies to open jobs in the village with a deliberative governance approach in Wlahar Wetan Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. This research uses descriptive qualitative research methods. The technique of taking informants using purposive sampling and snow ball sampling techniques. Data collection methods in this study used interviews, observation, and documentation. The data analysis method used is an interactive analysis model. The results showed that the efforts of the Wlahar Wetan Village Government in opening employment opportunities in the village were carried out deliberately, where in the formulation and implementation of policies communicated and involved the village community through village meetings and village deliberations. Village meetings and village meetings are held to formulate village programs to suit the needs of village communities in overcoming unemployment. However, in an effort to open up employment opportunities in the village, various obstacles were encountered. As the capacity of human resources is very low in doing work. Village potential which is not utilized maximally. Sometimes there is dishonesty in the use of program capital. Also, the development of BUMDes which experiences constraints in the development process.
2447027466A1D015042UJI PRODUKSI IAA SEBAGAI SKRINING BAKTERI ENDOFIT AKAR PADI KOMPETEN UNTUK PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN PADIPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendapatkan isolat bakteri endofit akar tanaman padi untuk menghasilkan IAA, 2) Mengetahui pengaruh aplikasi bakteri endofit dapat memacu pertumbuhan tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di screen house dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan Maret 2019 sampai September 2019. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan terdiri dari 8 isolat bakteri endofit dan kontrol (tanpa isolat) dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) diperoleh 8 isolat bakteri endofit akar padi yang menghasilkan IAA, yaitu isolat B01:54,68 ppm, B02:70,75 ppm, B03:66,93 ppm, B04:76,30 ppm, B05:72,22 ppm, B06:56,75 ppm, B07:78,27 ppm B08:75,79 ppm. 2) bakteri endofit isolat lokal mampu meningkatkan Tinggi tanaman sebesar 12,63 %, Jumlah anakan sebesar 78,85 %, Luas daun sebesar 110.24 %, kandungan klorofil sebesar 111.06 % panjang akar sebesar 39.35 % dan volume akar sebesar 82,72 %.This research aims to: 1) obtain isolates of rice root endophytic bacteria to produce IAA and 2) determine the effect of application of endophytic bacteria to stimulate the growth of rice plants. The research was conducted at the screen house and the Plant Protection Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from March 2019 to September 2019. This research was arranged by Complete Randomized Block Design with treatment consisting of 8 endophytic bacterial isolates and controls (without isolates) with 3 repetions. The result of this research showed that: 1) 8 isolates of rice root endophytic bacteria produced IAA, namely B01: 54.68 ppm, B02: 70.75 ppm, B03: 66.93 ppm, B04: 76.30 ppm, B05: 72.22 ppm, B06: 56.75 ppm, B07: 78.27 ppm B08: 75.79 ppm. 2) local isolate endophytic bacteria were able to increase plant height by 12.63%, number of tillers by 78.85%, leaf area by 110.24%, chlorophyll content by 111.06% root length by 39.35% and root volume by 82.72%.
2447127512A1D015206PENGARUH BERBAGAI NILAI EC (ELECTRICAL CONDUCTIVITY) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) SECARA HIDROPONIKABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai EC, varietas, dan interaksi antara nilai EC dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah yang ditanam dengan sistem hidroponik. Penelitian dilaksanakan di screen house Pondok Pesantren Darul Qur’an Al Karim Desa Karangtengah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan Oktober 2018 sampai Januari 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (split plot design) dengan nilai EC sebagai petak utama (main plot) dan varietas sebagai anak petak (sub plot). Nilai EC terdiri dari tiga macam yaitu 1 mS cm-1, 2 mS cm-1 dan 3 mS cm-1 serta varietas terdiri dari tiga macam yaitu Bima Brebes, Batu Ijo, dan Super Philip. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, volume umbi, bobot umbi segar rumpun-1, bobot setiap umbi segar, bobot umbi kering rumpun-1, bobot setiap umbi kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai EC 1 mS cm-1 memberikan pengaruh terbaik terhadap volume umbi dan bobot setiap umbi segar dan kering tanaman bawang merah yang dibudidayakan secara hidroponik, (2) varietas Batu Ijo memberikan respon terbaik terhadap tinggi tanaman, diameter dan volume umbi, serta hasil umbi segar dan kering rumpun-1. Varietas Bima Brebes memberikan respon terbaik terhadap jumlah daun, jumlah anakan, dan jumlah umbi, (3) pengaruh interaksi varietas dengan nilai EC dijumpai pada volume umbi, bobot setiap umbi segar, dan bobot setiap umbi kering. Nilai EC 1 mS cm-1 memberikan pengaruh terbaik terhadap ketiga varietas bawang merah, yaitu varietas Bima Brebes, Batu Ijo, dan Super Philip pada volume umbi dan bobot setiap umbi segar dan kering. Dari ketiga varietas dengan nilai EC 1 mS cm-1 menunjukkan volume umbi dan bobot setiap umbi segar dan kering (hasil) tertinggi pada varietas Batu Ijo.
ABSTRACT
This research aimed to find out effect of EC values, best shallot varieties, and the interaction between EC and varieties on the growth and yield of shallot on hydroponic system. The research was conducted at the screen house of Darul Qur'an Al Karim Islamic Boarding School, Karangtengah, Baturraden District, Banyumas Regency and Agronomy Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto in October 2018 until January 2019. This research used a split plot design with EC values as the main plot and variety as subplots. EC values consists of three levels, 1 mS cm-1, 2 mS cm-1, and 3 mS cm-1 and the variety consists of three levels, namely Bima Brebes, Batu Ijo, and Super Philip. Variables observed included plant height, number of leaves, number of tillers, number of tuber, tuber diameter, tuber volume, fresh tuber weight clump-1, fresh each tuber weight, dry tuber weight clump-1, and dry each tuber weight. The result show that: (1) EC 1 mS cm-1 gave the best effect to the tuber volume and the weight of each fresh and dry of shallot on hydroponic system, (2) Batu Ijo variety gave the best response to plant height, tuber diameter, tuber volume, fresh tuber weight clump-1, fresh each tuber weight, dry tuber weight clump-1, and dry each tuber weight. Bima Brebes variety gave the best response to number of leaves, number of tillers, and number of tuber (3) the effect of interaction of varieties with EC values was found on the tuber volume and fresh and dried each tuber weight. EC 1 mS cm-1 gave the best effect on all three shallot varieties, namely Bima Brebes, Batu Ijo, and Super Philip variety on the tuber volume and the weight of each fresh and dry tuber. From the three varieties with EC 1 mS cm-1 shown the tuber volume and the weight of each fresh and dry tubers (yields) are highest in the Batu Ijo variety.
2447227513J1C015049Pandangan Dunia Pengarang dalam Novel 1Q84 Karya Murakami (Kajian Strukturalisme Genetik)Penelitian ini membahas pandangan dunia pengarang dalam novel 1Q84 karya Haruki Murakami dengan menggunakan kajian strukturalisme genetik Goldmann. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan latar sosial masyarakat Jepang khususnya religi pada saat novel 1Q84 dibuat serta mendeskripsikan pandangan dunia pengarang dalam novel tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat dan teknik pustaka. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat sepuluh data yang ditemukan dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukan bahwa latar sosial khususnya religi masyarakat Jepang yaitu masyarakat dengan paham sekulerisme dan konsep beragama hanya sebatas ritual budaya atau adat, tanpa mementingkan hal batiniah. Terdapat tiga pandangan Murakami yang digambarkan dalam novel ini, pertama konsep takdir ditengah sekulerisme masyarakat Jepang yang tidak mementingkan hal batiniah. Kedua, pandangan negatif Murakami mengenai para pemeluk agama. Ketiga, Kritik Murakami mengenai regulasi pelegalan Lembaga keagamaan di Jepang yang terlalu longgar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan orang-orang yang memiliki kepentingan lain. This research disscuses author’s world view in 1Q84, a novel by Haruki Murakami using Goldmann genetic structuralism theory. The purpose of this research is to describe Japanese social cultural background especially in religion aspect when 1Q84 was created and also to describe the author’s world views in that novel. This research is using descriptive qualitative method. In collecting the data, this research is using Note-taking technique and also library research technique. Based on the result, there are 10 data that have been found in this research. The result of this research shows that there are some religious aspect in Japanese social-cultural background, which are secularism in society and the religion value which is used for custom or ritual purpose, not as spiritual purpose. There are three world views that Murakami expressed in this novel. The first one is the fate concept in the middle of Japanese society that was known for secularism and do not concerned about faith matter. The second one is Murakami’s negative views about religious people. The third one is Murakami’s Critique about the looseness in legal regulation of Japanese religious organization, so that it can be used by people who have other purposes.
2447328693F1F016045Analisis Industri Fast Fashion Sebagai Salah Satu Bentuk Modern Slavery di Bangladesh tahun 2013-2018Tren fast fashion yang semakin meluas di seluruh dunia membuka kesempatan bagi Bangladesh sebagai negara berkembang untuk mengembangkan ekonominya dengan menjadi tempat untuk memproduksi produk fast fashion untuk merek-merek internasional. Kesuksesan Bangladesh sebagai salah satu eksportir pakaian terbesar dunia masih tidak terlepas dari masalah-masalah pelanggaran kepada pekerja di industri ini yang termasuk di dalamnya adalah adanya modern slavery. Adanya modern slavery dengan praktik kerja paksa yang di dalamnya termasuk kehilangan kebebasan bagi pekerja, terjadinya apropriasi tenaga kerja serta adanya kekerasan dan acaman. Pemerintah Bangladesh berupaya untuk memperbaiki keadaan tersebut dengan mengamandemen Bangladesh Labour Act pada tahun 2013, namun dalam praktiknya amandemen tersebut belum mampu untuk memperbaiki keadaan modern slavery di industri ini. Upah rendah, over-work, tidak terpenuhinya hak sosial pekerja, lingkungan kerja yang tidak aman dan child labour adalah termasuk kedalam bentuk-bentuk nyata modern slavery dalam industri fast fashion di Bangladesh.Fast fashion trends that are increasingly widespread throughout the world open up opportunities for Bangladesh as a developing country to develop its economy by becoming a place to produce fast fashion products for international brands. Bangladesh's success as one of the world's biggest garment exporters is still inseparable from the problems of violations of workers' rights in this industry which include modern slavery. Modern slavery with forced labor practices which include the loss of free will for workers, appropriation of labor power, and violence and threats. The Government of Bangladesh is trying to improve the situation by amending the Bangladesh Labor Act in 2013, but in practice, the amendment is still unable to improve the state of modern slavery in this industry. Low wages, over-work, unfulfilled workers' social rights, unsafe work environments, and child labor are included in the real forms of modern slavery in the fast fashion industry in Bangladesh.
2447427515F1A015012EKSKLUSIVITAS PERKAWINAN MASYARAKAT ETNIS TIONGHOA DI PURWOKERTOIkatan dalam masyarakat etnis Tionghoa memberikan persepsi bahwa terdapat pengelompokan yang eksklusif. Kultur perkawinan sesama etnis semakin memperkuat adanya persepsi eksklusif pada masyarakat etnis Tionghoa. Tujuan dalam penelitian ini yaitu, yang pertama, untuk mengetahui alasan adanya eksklusivitas dalam kultur masyarakat etnis Tionghoa di Purwokerto. Kedua, untuk mengetahui pandangan masyarakat etnis Tionghoa di Purwokerto mengenai perkawinan beda etnis. Subyek penelitian meliputi orang Tionghoa totok yang menikah dengan orang Tionghoa totok, orang Tionghoa totok yang menikah dengan orang Tionghoa keturunan, orang Tionghoa totok yang menikah dengan orang di luar etnis Tionghoa, dan orang Tionghoa keturunan yang menikah dengan orang di luar etnis Tionghoa. Lokasi penelitian dilakukan di Purwokerto. Teknik penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif yaitu berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validasi data yang digunakan oleh peneliti yaitu dengan melakukan triangulasi .
Hasil penelitian ini yaitu ada beberapa faktor masyarakat etnis Tionghoa di Purwokerto mempertahankan perkawinan sesama etnis di antaranya karena adanya tradisi yang harus dipertahankan, mempertahankan marga yang dimiliki masyarakat etnis Tionghoa, adanya persepsi terhadap etnis lain yaitu rasa kurang percaya dengan etnis lain, dan latar belakang keluarga dimana masyarakat etnis Tionghoa dianggap lebih baik secara ekonomi dibandingkan etnis lain, sehingga memilih menikah dengan sesama etnis. Penelitian ini juga menjelaskan adanya perkawinan masyarakat etnis Tionghoa dengan etnis lain. Perkawinan tersebut terjadi karena adanya keterbukaan pola pikir pada sebagian masyarakat etnis Tionghoa. Akan tetapi, perkawinan masyarakat etnis Tionghoa dengan etnis lain juga menimbulkan adanya konflik dan pertentangan dari pihak keluarga etnis Tionghoa.
The bond in the Chinese ethnic community gives us a perception that there are exclusive groupings. The culture of inter-ethnic marriages makes a stronger sense of exclusivity in the ethnic Chinese community. There are two objectives in this study, the first is to find out the reasons for exclusivity in the culture of Chinese ethnic communities in Purwokerto. Second, to find out the views of the Chinese ethnic community in Purwokerto regarding inter-ethnic marriages. Research subjects included a full-blooded Chinese married to a full-blooded Chinese, a full-blooded Chinese married to a descendant of Chinese, a full-blooded Chinese who married someone outside Chinese, and a descendant Chinese who married someone outside Chinese. The location of the study was conducted in Purwokerto city. The research technique uses a purposive sampling method by collecting data through in-depth interviews, observation, and documentation. The method of data analysis is done by using an interactive analysis model in the form of data reduction, data presentation, and withdraw a conclusion. Data validation used by researchers is by doing a triangulation.
The results of this study are that there are several factors of Chinese ethnic communities in Purwokerto maintaining same-ethnic marriages including the existence of traditions that must be maintained, maintaining the clans owned by the Chinese ethnic community, the perception of other ethnic groups, namely a lack of trust with other ethnic groups outside of Chinese ethnicity, and family backgrounds where the ethnic Chinese community is considered to be economically better than other ethnic groups, so they choose to marry with other ethnic groups. This study also explains the marriage of ethnic Chinese communities to other ethnic groups. The marriage occurred because of an open mindset in some ethnic Chinese communities. However, the marriage of the Chinese communities to other ethnic groups also creates conflicts and opposition from Chinese ethnic families.
2447527516F1J014046ANALISIS STILISTIKA PADA LIRIK LAGU ALBUM JUMPING CAR OLEH HEY! SAY! JUMPPenelitian ini mengkaji tentang gaya bahasa dalam lirik lagu yang berjudul “Analisis Stilistika pada Lirik Lagu Jumping Car oleh Hey! Say! Jump”. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis gaya bahasa dan mendeskripsikan makna yang terdapat dalam lirik lagu. Teori gaya bahasa yang digunakan adalah teori gaya bahasa menurut Keraf. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu. Sumber data penelitian ini adalah 12 (dua belas) lirik lagu pada album Jumping Car. Gaya bahasa yang ditemukan terdiri atas 3 (tiga) gaya bahasa metafora, 5 (lima) gaya bahasa personifikasi, 7 (tujuh) gaya bahasa simile, 16 (enam belas) gaya bahasa alegori, 1 (satu) gaya bahasa eponim, 1 (satu) gaya bahasa sinekdoke, 4 (empat) gaya bahasa metonimia, 1 (satu) gaya bahasa epitet, 1 (satu) gaya bahasa antonomasia, 1 (satu) gaya bahasa sinisme dan 1 (satu) gaya bahasa sarkasme. Gaya bahasa yang dominan pada penelitian ini adalah gaya bahasa alegori. Keseluruhan makna dari gaya bahasa yang ditemukan menunjukkan bahwa lagu-lagu dalam album Jumping Car menggambarkan kisah cinta dan kehidupan yang di dalamnya mengandung kebahagiaan dan kesedihan.This research examines the style of language in song lyric entitled “A Stylistic Analysis of Hey! Say! Jump’s Song Lyrics in Jumping Car Album”. This research aims to find out the kinds of language style and describe the meaning of the song lyrics. Language style theory used in this research is theory proposed by Keraf. This research used a descriptive research with qualitative approach. The data collection technique employed in this research was listening and note taking technique. Collected data were analyzed by using equivalent technique and technique of immediate constituent analyst. Data source used in this research is twelve song lyrics in Jumping Car album. The kinds of language style found consists of 3 (three) metaphor, 5 (five) personification, 7 (seven) simile, 16 (sixteen) allegory, 1 (one) eponym, 1 (one) synecdoche, 4 (four) metonymy, 1 (one) epithet, 1 (one) antonomasia, 1 (one) cynicism and 1 (one) sarcasm. The dominant kinds of language in this research is allegory. All of the meaning of the kinds of language which found shows songs in Jumping Car album describing love and life story in which contain happiness and sadness.
2447628826C1J014003THE EFFECT OF CORRUPTION, GOVERNMENT EXPENDITURE, AND FOREIGN DIRECT INVESTMENT ON ECONOMIC GROWTH OF EIGHT COUNTRIES IN SOUTH EAST ASIAPertumbuhan ekonomi sangat penting dalam membangun suatu negara dan orang mungkin berdebat sampai hari ini apakah variabel yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertindak sebagai "grease of wheel" atau "sand of wheel". Studi ini menguji pengaruh korupsi, pengeluaran pemerintah, dan investasi asing langsung terhadap pertumbuhan ekonomi menggunakan data panel yang menggunakan sembilan tahun dari 2009-2017 sebagai deret waktu dan 8 negara di Asia Tenggara sebagai data silang. Peneliti menggunakan indeks persepsi korupsi (CPI) sebagai proksi untuk variabel korupsi. Berdasarkan hasil analisis menggunakan regresi panel data dengan model Fixed Effect, peneliti menyimpulkan bahwa: (1) korupsi, pengeluaran pemerintah, dan investasi asing langsung secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi 8 negara di Asia Tenggara secara bersamaan pada periode 2009-2017. (2) Korupsi berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi 8 negara di Asia Tenggara pada periode 2009-2017. (3) Pengeluaran pemerintah tidak signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi 8 negara di Asia Tenggara pada periode 2009-2017. (4) Investasi asing langsung tidak signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi 8 negara di Asia Tenggara pada periode 2009-2017.Economic growth is very important in developing a country and one might argue to this day whether the variables that affect economic growth are actually act as “grease of wheel” or “sand of wheel”. This study examine the effect of corruption, government expenditure, and foreign direct investment to economic growth using panel data that uses nine years from 2009-2017 as time series and 8 countries in Southeast Asia as cross section. the Researcher uses corruption perception index (CPI) as a proxy for corruption variable. Based on the result of the analysis using panel data regression with fixed effect model, the researcher concludes that: (1) corruption, government expenditure, and foreign direct investment are significantly affect the economic growth of 8 countries in Southeast Asia simultaneously in 2009-2017 periods. (2) Corruption significantly affect negatively on the economic growth of 8 countries in Southeast Asia in 2009-2017 periods. (3) Government expenditure insignificantly affect negatively on the economic growth of 8 countries in Southeast Asia in 2009-2017 periods. (4) Foreign direct investment insignificantly affect positively on the economic growth of 8 countries in Southeast Asia in 2009-2017 periods.
2447727518J1A015002AN ANALYSIS OF NOMINAL ELLIPSIS IN YOUTUBE CHANNEL’S COOKING VIDEOPenelitian ini, "An Analysis of Nominal Ellipsis in Youtube Channel’s Cooking Video", berfokus pada jenis dan fungsi elipsis di video memasak pada channel Youtube. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui nominal ellipsis dalam video memasak dengan menggunakan teori Halliday dan Hasan (1976) dan 2) untuk mengetahui fungsi nominal ellipsis yang diekspresikan dengan didukung oleh teori Hendricks and Spenader (2005). Data diambil dari ujaran dalam video memasak pada channel Youtube GoGreenGoLean-Susana Tsang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 40 ujaran yang diucapkan oleh Susana pada empat video. Ujaran tersebut dikategorikan ke dalam 64 total data nominal ellipsis yang digantikan oleh lima elemen pengubah. Dua dari lima determiner sebagai head menggantikan nominal ellipsis yang dihilangkan dalam ujaran video tersebut, termasuk deictic dan numerative sebagai head. Unsur deictic yang ditemukan adalah specific deictic termasuk demonstrative pronoun (14 Data) dan pronoun (43 Data). Adapun unsur numerative, ada ordinal numeral (1 data), cardinal numeral (4 data), dan indefinite quantifier (2 data). Ada 75 data dari fungsi ellipsis, antara lain: Speaker Economy (43 data), Establishing Discourse Coherence (29 data), dan Conveying Non-Expressible Aspects of Meaning (3 data). This research, “An Analysis of Nominal Ellipsis in the Youtube Channel’s Cooking Video”, focuses on the types and functions of the ellipsis in the Youtube channel’s cooking videos. By using the qualitative method, this research aims 1) to find out the nominal ellipsis in the cooking videos by using Halliday and Hasan’s theory (1976) and 2) to find out the functions of nominal ellipsis expressed supported by Hendricks and Spenader’s theory (2005). The data were taken from the utterances of the Youtube channel’s cooking videos by GoGreenGoLean-Susana Tsang. The result of the research shows that there are 40 utterances produced by Susana in the four videos. Those utterances are categorized into 64 total data of nominal ellipsis that are replaced by the five modifier elements. Two of the five determiners as heads replace the nominal ellipsis that are omitted in the utterances of the videos, including deictic and numerative as heads. The deictic elements that were found are specific deictic including demonstrative pronoun (14 Data) and pronoun (43 Data). For the numerative elements, there are ordinal numeral (1 data), cardinal numeral (4 data), and indefinite quantifier (2 data). There are 75 Data of ellipsis functions, which are: Speaker Economy (43 data), Establishing Discourse Coherence (29 data) and Conveying Non-Expressible Aspects of Meaning (3 data).
2447828694C1A014101RANTAI NILAI INDUSTRI KNALPOT DI KABUPATEN PURBALINGGAIndustri knalpot merupakan salah satu industri yang berada di Kabupaten Purbalingga yang proses produksinya masih dikerjakan secara tradisional. Industri knalpot harus memiliki daya saing yang tinggi supaya dapat bertahan dan terus berkembang di era perdagangan internasional yang semakin ketat. Daya saing industri knalpot secara keseluruhan bergantung dari pelaku usaha yang ada didalamnya dengan fungsinya. Aktivitas-aktivitas dari pera pelaku usaha yang terlibat dalam industri knalpot akan membentuk suatu rantai nilai. Aktivitas rantai nilai knalpot di Kabupaten Purbalingga dari awal sampai akhir sangat menarik untuk diteliti. Secara keseluruhan penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui cara pengrajin knalpot memperoleh bahan baku dan darimana asal bahan baku tersebut, (2) mengetahui cara pemasaran produk knalpot, dan (3) mengetahui rantai nilai industri knalpot di Purbalingga.
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, sehingga penelitian ini berusaha untuk menggambarkan dan mendeskripsikan fenomena yang ada di lokasi penelitian. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara terstruktur menggunakan kuisioner. Jumlah responden dalam penelitian ini ada 54 orang di berbagai wilayah di Kabupaten Purbalingga. Teknik analisis memakai analisis rantai nilai untuk menjelaskan aktivitas yang terjadi di lapangan sesuai dengan tujuan awal.
Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan baku pembuatan knalpot di Kabupaten Purbalingga berasal dari Tegal dan Purbalingga. Pemasaran produk knalpot di Kabupaten Purbalingga tersebar hampir keseluruh wilayah di Indonesia dengan konsumen terbanyak berada di pulau jawa dan beberapa kota besar di luar pulau jawa. Cara pemasaran produk knalpot di Kabupaten Purbalingga dilakukan dengan tiga cara yaitu, melalui agent, lengsung ke konsumen dan penjualan online. Aktivitas rantai nilai industri knalpot di Kabupaten Purbalingga dibagi menjadi tiga aktivitas utama yaitu proses memperoleh bahan baku, proses produksi knalpot dan proses pemasaran produk kanlpot sampai ke konsumen akhir.
The exhaust industry is one of the industries located in Purbalingga Regency which production process still traditionally done. The exhaust industry must have a high competitiveness to survive andcontinue to develop in an era of increasingly stringent international trade.The competitiveness of the exhaust industry as a whole depends on the business actors that are in it with their functions. The activities of the business actors involved in the exhaust industry will form a value chain. The activity of exhaust value chain in Purbalingga Regency from beginning to end is very interesting to be researched. Overall, the research aims to (1) know how get the raw materials and where it come from, (2) know how to marketing the exhaust product, and (3) know the exhaust industry value chain in Purbalingga.
This research is a qualitative descriptive, so the research seeks to illustrate and describe the phenomena that exist in the research site. The research location is in Purbalingga Regency, Central Java. Data collection techniques were carried out by structured interviews using a questionnaire.The number of respondents in this research has 54 exhaust craftmens in various regions in Purbalingga Regency. The analytical techniques use the value chain analysis to describe activities that occur in the field according to the initial objectives.
The results showed that the raw materials for making exhaust in Purbalingga Regency are from Tegal and Purbalingga. The marketing of exhaust products in Purbalingga Regency is spread almost throughout Indonesia with the most consumers in Java and some major cities outside Java. The way to marketing the exhaust products in Purbalingga Regency is done in three ways, namely, through the agent, to the consumer and online sales. The activity of the exhaust industry value chain in Purbalingga District is divided into three main activities that are the process of obtaining raw materials, exhaust production process and marketing process of exhaust products to the end consumer.
2447927522A1F015010KARAKTERISTIK SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI KULIT BUAH CARICA (Carica pubescens) SEBAGAI PENGEMPUK DAGINGBuah carica merupakan buah khas dataran tinggi yang menjadi komoditi unggulan daerah Dieng, Wonosobo. Kulit buah carica mengandung papain, salah satu enzim protease yang dapat memecah protein pada serat-serat otot (muscle fiber) daging menjadi lebih sederhana seperti peptida serta asam amino. Aktivitas enzim papain mampu meningkatkan keempukan daging. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh proporsi serbuk kulit buah carica terhadap sifat fisikokimia daging sapi (2) mengetahui pengaruh waktu penyalutan terhadap sifat fisikokimia daging sapi (3) mengetahui pengaruh interaksi antara proporsi serbuk kulit buah carica dengan waktu penyalutan terhadap sifat fisikokimia daging sapi (4) menetapkan kombinasi perlakuan terbaik antara proporsi serbuk kulit buah carica dengan waktu penyalutan melalui uji indeks efektivitas. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor yang diteliti yaitu proporsi serbuk kulit buah carica 0% (A1); 0,5% (A2); 0,75% (A3); 1% (A4) dan lama penyalutan 30 menit (B1); 60 menit (B2); 90 menit (B3); 120 menit (B4). Variabel yang diamati yaitu variabel fisikokimia, yaitu kadar air, kadar abu, kadar protein terlarut metode lowry, dan tingkat keempukan. Variabel sensori yaitu warna, aftertase, keempukan, dan kesukaan. Data variabel fisikokimia dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Data variabel sensori dianalisis dengan menggunakan uji T independen. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) proporsi serbuk kulit carica dari 0% hingga 1% berpengaruh nyata pada kadar abu, kadar protein terlarut, dan tingkat keempukan. Peningkatan proporsi serbuk kulit carica menyebabkan peningkatan kadar abu, kadar protein terlarut, dan tingkat keempukan, masing-masing sebesar 14,23%, 21% dan 79,24%. 2) waktu penyalutan dari 30 menit hingga 120 menit berpengaruh nyata pada kadar protein terlarut dan tingkat keempukan. Lama waktu penyalutan menyebabkan peningkatan kadar protein terlarut dan keempukan daging, masing-masing sebesar 7,25% dan 26,04%. 3) interaksi antara proporsi serbuk kulit buah carica dengan waktu penyalutan berpengaruh nyata pada tingkat keempukan. 4) kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan variabel tingkat keempukan, kadar protein terlarut, kadar abu, dan kadar air yaitu 1% serbuk kulit buah carica dan penyalutan selama 120 menit. Dibandingkan dengan kontrol peningkatan protein terlarut daging sapi dengan perlakuan terbaik sebesar 26,48% (dari 56,27% bk menjadi 71,17% bk) dan peningkatan keempukan daging sapi dengan perlakuan terbaik sebesar 86,11% (dari 28223,65 gF menjadi 3920,15 gF). Secara sensori terjadi peningkatan intensitas keempukan (27,53%) dan kesukaan dari 26 orang panelis secara keseluruhan (19,80%). Carica is a typical plateau fruit that became the flagship commodity of Dieng area, Wonosobo. Carica skin is containing papain,one of enzyme protease can break down proteins in the muscle fibers (muscle fiber) of the meat into simple components such as peptides and amino acids. Enzyme papain activity is able . This research aimed to (1) knowing the influence of the carica skin powders proportion on the physicochemical properties of beef (2) Knowing the effect of coating duration on the physicochemical properties of beef (3) Knowing the influence of interaction between the carica skin powder proportions with coating duration on on the physicochemical properties of beef (4) determine the best combination between the carica skin powder proportions with coating duration through the approval index test. The experimental design used in this study were the block randomized design (BRD). Factors examined are the proportion of carica skin powder; 0% (A1); 0.5% (A2); 0.75% (A3); 1% (A4) and coating duration 30 min (B1); 60 min (B2); 90 mins (B3); 120 min (B4). Variables observed are the physicochemical variables includ; moisture content, ash content, solueble protein levels of the Lowry method, and the degree of tenderness and sensory variables are; color, aftertase, tenderness, and preference. Physicochemical variable data is analyzed using ANOVA at 95% level and the advanced of Dunkan's Multiple Range Test (DMRT) at 95% level. Sensory variable data is analyzed using independent T tests. The results showed that 1) Carica skin powder proportion from 0% to 1% has significant effect on ash, solueble protein level and meat tenderness. Increasing proportion of carica skin powder lead to increase the ash, solueble protein levels and meat tenderness respectively by 14,23%, 21%, and 79,24%. 2) Coating duration from 30 to 120 min has a significant effect on solueble protein level and meat tenderness. Coating duration lead to increase solueble protein levels and meat tenderness, respectively by 7,25%, and 26,04%. 3) The interaction between the proportion of carica skin powder and coating duration significantly affect the meat tenderness. 4) The best combination of treatment based on variables meat tenderness, solueble protein levels, ash, and moisture content i.e. 1% carica fruit skin powder and 120 minute coating duration. Compared with the control increase in meat solueble protein with the best treatment by 26,48% (from 56,27% db to 71.17% db) and increase in meat tenderness with the best treatment by 86,11% (from 28223 gF to 3920.15 gF). Sensory, there was an increase in tenderness intensity (27,53% and the preference of 26 panelists (19,80%).
2448027521J1C015051Analisis Kekerasan Simbolik dalam Cerpen Viyon No Tsuma Karya Dazai Osamu (Kajian Sosiologi Sastra)Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk kekerasan simbolik yang dilakukan tuan Otani dan mekanismenya dalam cerpen Viyon No Tsuma karya Dazai Osamu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik close reading dilanjutkan catat. Data yang berupa kata-kata, kalimat, penggalan kalimat, paragraf, dan penggalan paragraf dikelompokkan ke dalam tabel kemudian dianalis menggunakan teknik deskriptif analitik dengan mendeskripsikan fakta-fakta yang terdapat dalam sumber data kemudian dianalisis. Analisis dilakukan dengan mendeskripsikan konsep habitus, arena, modal, dan kekerasan simbolik. Hasil dalam penelitian ini diperoleh bahwa (1) habitus yang dimiliki tuan Otani adalah sikap tenang ketika minum dan berpakaian rapi, tapi seiring berjalannya waktu habitus tuan Otani berubah menjadi kasar dan tidak bertanggungjawab, (2) arena di dalam cerpen tersebut adalah arena keluarga dan arena sosial, (3) modal tertinggi dimiliki tuan Otani, yaitu modal simbolik berupa gelar kebangsawanan keluarga Otani, (4) bentuk kekerasan simbolik kepada istri berupa pulang malam dengan membawa masalah, selingkuh, memberi beban hutang, dan tidak menafkahi keluarga; kekerasan simbolik kepada anak berupa sikap tidak perhatian; kekerasan simbolik pada pemilik kedai berupa pemaksaan kehendak, pencurian, ucapan kasar, dan kesewenangan tindakan; kekerasan simbolik pada istri pemilik kedai berupa ucapan kasar dan pencurian. Semua bentuk kekerasan simbolik dilakukan dengan mekanisme eufemisasi.The aim of this research is describing the symbolic violence done by Otani and its mechanism on Dazai Osamu’s short story, Viyon No Tsuma. Data collection method is done by using close reading method continued by noting. The data that are in the form of words, sentences, sentence fragments, paragraph, and paragraph fragments, are grouped into the table and analyzed by analytic descriptive method, in which describing the facts on the data resources, then analyzing them. The analysis is done by describing the concept of habits, field, capital, and symbolic violence. The result shows that (1) Otani’s habits are calm, even when he was drunk, and dress neatly. However, by the time flies, Otani changes to be rude and irresponsible man, (2) the fields existed in the short story are family field and social field, (3) the highest capital is owned by Otani, it is a symbolic capital in the form of the nobility of Otani’s family, (4) the shape of symbolic violence through the wife are lately going home and get in trouble, cheating, having a debt, and not giving her wife’s right (in the form of money); symbolic violence through the child is not giving attention; symbolic violence through the shop owner are forcing to do something, stealing, and disrespectful; symbolic violence through the shop owner’s wife are disrespectful and stealing. All of symbolic violences are done by mechanism of eufemisation.