Artikelilmiahs

Menampilkan 24.441-24.460 dari 50.309 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2444128692F1F016027ANALISIS KEPENTINGAN CINA DALAM PEMBANGUNAN PANGKALAN MILITER DI DJIBOUTI TAHUN 2016Cina bukan hanya sebagai negara yang memiliki penduduk terbanyak di dunia. Keberhasilan Cina yang begitu pesat terutama di bidang ekonomi mencuri perhatian banyak negara. Memasuki babak baru di abad 21 tidak hanya fokus dalam bidang ekonomi saja, Cina kemudian memperbarui kebijakan di bidang pertahanannya guna memperkuat kedaulatan Cina dan mencapai kepentingan nasionalnya. Salah satu strategi yang dilakukan oleh Cina ialah dengan membangun pangkalan militer pertamanya di Djibouti, Afrika pada 2016 lalu. Hal ini merupakan sejarah baru bagi Cina dalam bidang militernya. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang maksud dan tujuan Cina yang membangun pangkalan militernya di Djibouti menggunakan teori neorealis dari Kenneth Waltz. Fokus penelitian ini mengarah pada faktor yang membuat Cina kemudian membangun pangkalan militernya serta pengaruhnya bagi tatanan global.China is not only the most populated country in the world. China's success is so rapidly, especially in the economic field that China so overwhelmed many countries. Entering a new chapter in the 21st century is not only focused on economic, China then renewed its defense policy to strengthen China's sovereignty and achieve its national interests. One of China's strategies was to build its first military base in Djibouti, Africa, in 2016 then. It was a new history for China in its military field. This study aims to analyze the intentions and objectives of China that built its military base in Djibouti using the neorealist theory of Kenneth Waltz. The focus of this research lead to the China’s military base that grown from some factors and the effect on the global order.
2444227489A1D015072Pengaruh Pupuk Silika (Si) dari Zeolit dan Arang Bagasse Terhadap Karakter Agronomi Tanaman Padi Gogo (Oryza sativa L.) pada Kondisi Stres Air Tanah IncepticolPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh stres air terhadap karakter agronomi tanaman padi, 2) mengetahui pengaruh sumber bahan dari zeolit dan arang bagase terhadap karakter agronomi tanaman padi, 3) mengetahui pengaruh dosis pupuk silika terhadap karakter agronomi tanaman padi. Penelitian ini dilakukan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jederal Soedirman, Purwokerto pada Mei 2019 sampai Oktober 2019. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan Split-plot dengan rancangan lingkungan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri atas 24 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi stres air seagai main plot dengan taraf 100% kapasitas lapang, 90% kapasitas lapang, dan 80% kapasitas lapang. Sumber bahan dan dosis Silika sebagai sub-plot. Sumber bahan terdiri dari 2 jenis yaitu Zeolit dan arang bagasse. Dosis Silika yang digunakan terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 5, 10 dan 15 g/pot. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), jumlah anakan (batang), panjang akar (cm), bobot tanaman segar (g), bobot tanaman kering (g), bobot tajuk segar (g), bobot tajuk kering (g), bobot akar segar (g), bobot akar kering (g), jumlah gabah bernas (bulir), bobot gabah bernas (g), jumlah gabah hampa (g), bobot gabah hampa (g), kehijauan daun, dan kandungan prolin (μ mol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres air meningkatkan bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering. Hal ini dikarenakan stres air tinggi dapat meningkatkan kandungan prolin. kandungan prolin digunakan sebagai penanda suatu tanaman tercekam kekeringan, sehingga dengan adanya prolin yang tinggi tanaman mampu beradapti dilingkungan yang kurang menguntungkan. Sumber bahan dari Zeolit mampu meningkatkan bobot akar kering. Pemberian dosis pupuk Silika (Si) tanaman padi meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan jumlah anakan. Stres air dengan sumber bahan, stres air dengan dosis pupuk Silika tidak memberikan pengaruh interaksi terhadap karakter agronomi yang diamati.The purpose of this research is to: 1) to find out the effect of water stress on agronomic characteristics of rice plants, 2) to fine out the effect of material sources of Zeolites and charcoal bagase on agronomic characteristics of rice plants, 3) to find out the effect of Silica fertilizer doses on agronomic characteristics of rice plants. This research was conducted at the screen house of the Faculty of Agriculture, Jederal Soedirman University, Purwokerto from May 2019 to October 2019. The experimental design used was a Split-plot design with a randomized block design environment (RBD) consisting of 24 treatments and 3 replications. The treatments tried included water stress as a main plot with a level of 100% field capacity, 90% field capacity, and 80% field capacity. Sources of ingredients and Silica dosage as sub-plots. Sources of materials consist of 2 types, namely Zeolite and charcoal bagasse. The silica dose used consisted of 4 levels, 0, 5, 10 and 15 g / pot. Observation variables included plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area (cm2), number of tillers (stems), root length (cm), fresh plant weight (g), dry plant weight (g), fresh crown weight (g), dry crown weight (g), fresh root weight (g), dry root weight (g), number of puffed grains (grains), pithed grain weight (g), number of empty grains (g), empty grain weight (g) g), greenish leaves, and the content of proline (μ mol). The results showed that water stress increased the weight of fresh plants, dry plant weights, fresh crown weights, dry shoot weights. This is because high water stress can increase proline content. Proline content is used as a marker of a plant gripped by drought, so that with the presence of high proline the plant is able to adapt to unfavorable environments. The source of ingredients from Zeolite can increase the weight of dry roots. Giving a dose of Silica (Si) fertilizer for rice plants increases plant height, number of leaves, leaf area and number of tillers. Water stress with material source, water stress with Silica fertilizer dosage did not influence the interaction on the observed agronomic character.
2444327452C1K014030Southeast Labor Migration to Japan: Causes, Impacts, and Human Resource Management Perspective
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki penyebab dan dampak dari imigran yang berasal dari Indonesia, Filipina, dan Vietnam terhadap pasar tenaga kerja Jepang, dan memberikan sudut pandang manajemen sumber daya manusia terhadap migrasi. Topik ini berdasarkan situasi kekurangan tenaga kerja Jepang saat ini. Penelitian ini menemukan bahwa penyebab migrasi adalah perbedaan upah, tingginya permintaan terhadap tenaga kerja tidak trampil, dan juga perbedaan tingkat konsumsi. Penelitian ini juga menemukan karakteristik unik praktik manajemen sumber daya manusia di Jepang. Japan perlu untuk beradaptasi atau merubah praktik sumber daya manusianya apabila tren migrasi ke Jepang berlanjut.The purpose of this research is to investigate the causes and impacts of immigrants from Indonesia, the Philippine, and Vietnam to Japan’s labor market, and to give human resource management perspective toward the migration. The topic is based on the current situation of Japan’s shortage of labor problems. The research found that the causes of migration are wage different, high job demand for unskilled labor, and consumption difference between Southeast Asia and Japan. The research also found that Japan has unique characteristics in Human Resource Management practices. Japan needs to adapt or changes its Human Resource Management practices if the trend of migration to Japan continues.
2444427490L1A015036PEMASARAN IKAN PELAGIS KECIL DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP, JAWA TENGAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rantai pemasaran ikan pelagis kecil di TPI Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap dan mengetahui efisiensi pemasarannya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2019 di TPI PPSC. Metode yang digunakan adalah metode survey melalui observasi (wawancara) dengan menggunakan teknik purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel, sedangkan data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif, fisherman’s share, margin pemasaran, dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa rantai pemasaran ikan pelagis kecil di TPI Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap terbagi menjadi dua, yaitu pertama; nelayan menjual ke pedagang pengumpul kemudian pedagang pengecer lalu ke konsumen dan kedua; nelayan menjual ke pedagang pengumpul kemudian ke pedagang pasar lalu ke konsumen. Adapun efisiensi pemasaran ikan pelagis kecil sudah berlangsung secara efisien baik untuk nelayan maupun pedagang.This research aims to find out the small pelagic fish marketing channel at the TPI PPSC and knowing its marketing efficientcy. The research was conducted in July – August 2019 at TPI PPS. The method used in this research is the survey method through obserbvation (interview) using purposive sampling technique as a sampling technique. Data were analyzed by descriptive, fisherman’s share, market margin, and market efficiency. The results of this study stated that the small pelagic fish marketing channel at TPI PPSC is divided into two channel’s namely the first; the fisherman’s sells to the trader then retailers then to the consumer and secondly; the fisherman’s sells to the trader then to the market trader then to the costumer. The marketing efficiency of small pelagic fishes has lasted efficienctly for both fisherman’s and trader’s.
2444527491A1D015176Evaluasi Kandungan C-organik Tanah di Lahan Sawah Kecamatan Kalibagor, BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui agihan dan kandungan C-Organik tanah, 2) mengetahui perubahan C-Organik tanah di lahan sawah pada masa vegetatif tanaman dan pasca panen serta 3) menentukan rekomendasi pemberian pupuk organik yang tepat. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas pada bulan Maret 2019 sampai bulan Juli 2019. Penelitian dilakukan dengan metode survei sebanyak dua kali yaitu pada masa vegetatif tanaman padi dan pasca panen. Penentuan titik sampel berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH) yang dibuat melalui overlay Peta Penggunaan Lahan, Peta Jenis Tanah, dan Peta Kelas Kelerengan dengan masing-masing peta berskala 1:50.000. Penentuan titik sampel mengikuti metode grid yang dimodifikasi. Variabel yang diamati meliputi pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL), potensial redoks tanah, C-Organik tanah dan hasil tanaman padi. Hasil penelitian pada enam desa di Kecamatan Kalibagor menunjukkan bahwa kandungan C-Organik tanah survei pertama dan kedua dominan berharkat rendah (1-2%) masing-masing sebesar 66,67% dan 100%. Korelasi terbaik antara C-Organik tanah dan hasil tanaman padi terdapat pada survei pertama. Rekomendasi pemupukan dilakukan pada enam desa dengan merekomendasikan empat jenis pupuk yaitu pupuk kandang (pukan) kambing di Kecamatan Kalibagor dengan rerata sebesar 7,50 ton/ha, pupuk kandang (pukan) sapi dengan rerata sebesar 5,12 ton/ha, pupuk kandang (pukan) ayam dengan rerata sebesar 4,75 ton/ha, dan pupuk kompos jerami dengan rerata sebesar 4,32 ton/ha. Rerata kebutuhan pupuk organik di Kecamatan Kalibagor lebih dari 2 ton/ha untuk meningkatkan kandungan C-Organik tanah lebih dari 0,26% dengan harkat sedang sampai tinggi.This research aims to: 1) determine the distribution and content of soil C-Organic, 2) determine the changes in C-Organic soil in paddy fields during vegetative and post-harvest vegetation also 3) determine recommendations for appropriate organic fertilizer application. The study was carried out using survey method in the paddy fields at Kalibagor District, Banyumas Regency on March 2019 to July 2019. The research was carried out twice namely on vegetative period and post-harvest. Determination of sample points based on the Homogeneous Land Unit Map made through overlaying the Land Use Map, Land Type Map, and Slope Class Map with each 1: 50,000 scale map. Determination of sample points follows the modified grid method. The observed variables included pH H2O, pH KCl, electrical conductivity (EC), redox potential, C-Organic soil and rice yields. The results of the research at six villages in Kalibagor Subdistrict showed that the C-Organic soil content at the first and second surveys was predominantly low-ranking (1-2%) respectively 66.67% and 100%. The best correlation between C-Organic soil and rice yield was found in the first survey. Fertilizing recommendations were carried out in six villages by recommending four types of fertilizer namely goat manure in Kalibagor District with an average of 7.50 tons/ha, cattle manure with an average of 5.12 tons/ha, chicken manure with an average of 4.75 tons/ha, and straw compost with an average of 4.32 tons/ha. The average requirement for organic fertilizer in Kalibagor District is more than 2 tons/ha to increase the soil C-Organic content to more than 0.26% with moderate to high levels.
2444627492A1D015139PENGARUH JENIS LAMPU DAN KONSENTRASI FORMULA PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS AZOLLA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.)Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh jenis lampu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy; 2) mengetahui pengaruh konsentrasi formula pupuk organik cair berbasis azolla terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy; dan 3) mengetahui pengaruh interaksi jenis lampu dan pemberian konsentrasi formula pupuk organik cair berbasis azolla terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian telah dilaksanakan di ruang tanam (chamber room) di kelurahan Kradenan, Sumpiuh, Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian UNSOED Purwokerto dari bulan Maret 2019 sampai Mei 2019. Penelitian menggunakan Rancangan petak terbagi (split plot design), dua faktorial dengan tiga ulangan. Anak petak yaitu konsentrasi formula POC berbasis azolla, yang meliputi kontrol (AB mix EC 2,0), POC 10%, dan POC 15%. Petak utama yaitu jenis lampu yang meliputi LED biru 36 watt, LED merah 36 watt dan neon 42 watt. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam pada taraf kesalahan 5%, selanjutnya apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lampu mempengaruhi tinggi tanaman, bobot tajuk segar dan bobot total tanaman segar, serta tidak mempengaruhi jumlah daun, luas daun, kadar kehijauan daun, panjang akar, bobot akar segar, bobot akar kering, dan bobot tanaman kering. Konsentrasi formula POC berbasis azolla tidak berbeda pengaruhnya dengan AB mix (kontrol) terhadap semua variabel pengamatan. Tidak ada pengaruh interaksi antara jenis lampu dan konsentrasi formula pupuk organik cair berbasis azolla terhadap semua variabel pengamatan. LED biru 36 watt dengan konsentrasi formula POC berbasis azolla 10% merupakan perlakuan terbaik pada penelitian ini.This research aimed were to: 1) know the effect of the type of lamp on the growth and yield of pakcoy plants; 2) know the effect of concentration of azolla-based liquid organic fertilizer on the growth and yield of pakcoy plants; and 3) determine the optimal combination of lamp types and the concentration of azolla-based liquid organic fertilizer on the growth and yield of pakcoy plants. Research was carried out at chamber room, Kradenan village, Sumpiuh, Banyumas and Agronomy and Horticulture Laboratories at the UNSOED Purwokerto Agricultural Faculty in March 2019 until May 2019. This research used split plot design, two factor and three replications. The subplots was concentrations of azolla-based liquid organic fertilizer, which include controls (AB mix EC 2.0), concentration of azolla-based liquid organic fertilizer 10%, and concentration of azolla-based liquid organic fertilizer 15%. The main plot was the type of lamp that includes 36 watt blue LED, 36 watt red LED and 42 watt neon lamp. The data were analyzed using analysis of variance at 5% of the level error, followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the effect of lamp types had significant effect on plant height, fresh weight of plant cannopy and total weight of fresh plants, and did not significantly affect leaf number, leaf area, leaf greenery, root length, weight of fresh root, weight of dry root, and dry weight of plant. The 36 watt blue LED lamp was a type of lamp that gave the best influence on most observed variables. The concentration of azolla-based liquid organic fertilizer showed no different effect compared to AB mix (control) on all observed variables. There was no interaction effect between the type of lamp and concentration of the azolla-based liquid organic fertilizer on all observed variables.
2444727468A1D015069PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium
ascalonicum L.) DARI BERBAGAI NILAI EC (ELECTRICAL CONDUCTIVITY)
DAN MACAM MEDIA SECARA HIDROPONIK
Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak
dikonsumsi manusia sebagai campuran bumbu masak setelah cabe. Bawang merah
mempunyai prospek pasar yang baik sehingga termasuk dalam komoditas unggulan
nasional. Bawang merah merupakan komoditas yang strategis, karena sebagian besar
masyarakat Indonesia membutuhkannya sehingga mempengaruhi perekonomian.
Penerapan sistem hidroponik budidaya bawang merah ini dilakukan untuk mengetahui
seberapa besar potensi hidroponik untuk tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil hidroponik bawang merah dari berbagai nilai
EC dan macam media tanam.
Penelitian dilaksanakan di Screen House Pondok Pesantren Darul Qur’an Karang
Tengah, Kecamatan Baturaden dan laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas
Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Karawangkal, Kecamatan Purwokerto Utara,
Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan bulan Oktober 2018
sampai Januari 2019. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi
(Split Plot Design) yang menggunakan rancangan dasar RAK dengan nilai EC sebagai
petak utama dan media sebagai anak petak. Nilai EC yang digunakan terdiri dari 3
tingkatan yaitu 1 mS/cm, 2 mS/cm, dan 3 mS/cm serta media yang digunakan terdiri dari
3 macam yaitu arang sekam, cocopeat, dan pasir. Variabel yang diamati meliputi tinggi
tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, berat setiap umbu
segar, berat setiap umbi kering, berat umbi segar rumpun-1, dan berat umbi kering
rumpun-1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan larutan nutrisi AB mix
dengan EC 1 mS cm-1, EC 2 mS cm-1, EC 3 mS cm-1 menunjukkan pertumbuhan dan hasil
yang tidak berbeda. (2) Media tanam arang sekam menunjukkan tanaman tertinggi yaitu
sebesar 36,47 cm, jumlah daun sebesar 23,04 helai, dan berat umbi segar rumpun-1 sebesar
12,2 g. Media tanam pasir menunjukkan diameter umbi tertinggi sebesar 0,99 cm, dan
berat setiap umbi kering sebesar 1,07 g. (3) Pengaruh interaksi hanya dijumpai pada hasil
yang berupa berat umbi kering rumpun-1. Pada media arang sekam hasil berat umbi kering
rumpun-1 tertinggi pada EC 1 mS cm-1 dengan angka sebesar 9,28 g, yang tidak berbeda
dengan media pasir pada EC 2 mS cm-1 dengan angka sebesar 8,69 g
Shallot is one of the many horticultural commodities consumed by humans as a
spice mixture after chilli. Shallots have good market prospects so it is included in
the national flagship commodity. Shallots are a strategic commodity, as most
Indonesians need it to influence the economy.The application of the shallot
cultivation hydroponic system was carried out to determine the great potential of
hydroponics for shallot plants. The research aims to determine the growth and
results of hydroponics of shallots of various EC values and kinds of planting media.
The research was conducted at the Screen House of Darul Qur'an Islamic
Boarding School, Karang Tengah, Baturaden District and Agronomy and
horticultural laboratories Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University,
Karangwangkal, District North Purwokerto, Banyumas Regency, Central
Java. The research was held in October 2018 to January 2019. This research was
conducted using Split Plot Design that uses the basic design of RAK with EC value
as the main tile and media as sub plot. The value of EC used consists of 3 levels
namely 1 mS/cm, 2 mS/cm, and 3 mS/cm and the media used consist of 3 kinds of
charcoal husk, cocopeat, and sand. Variables observed include plant height,
number of leaves, number of tillers, number of tuber, tuber diameter, fresh each
tuber weight, dried each tuber weight, fresh tuber weight clumps-1, and dried tuber
weight clumps-1.
The results showed that: (1) The application of AB nutrient Solution mix
with EC 1 mS cm-1, EC 2 mS cm-1, EC 3 mS cm-1 showed no different growth and
results. (2) Planting charcoal husk shows the highest crop of 36.47 cm, the number
of leaves are 23.04 strands, and the fresh tuber weight of clump-1 amounted to 12.2
g. Sand planting Media showed the highest diameter of 0.99 cm, and the weight of
each dry tuber amounted to 1.07 g. (3) Interaction effect was only found on the
result of the heavy dry tuber-1. At the charcoal media husk heavy result of dried
clump-1 highest in EC 1 mS cm-1 with a figure of 9.28 g, which is no different from
the sand media at EC 2 mS cm-1 with a figure of 8.69 g.
2444827493A1A115003PENGARUH VIRAL MARKETING TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN SAYUR DAN BUAH SECARA ONLINE (Studi Kasus Sayur Box)Modernisasi merupakan transformasi dari tatanan kehidupan tradisional menjadi modern dengan berbagai cara-cara baru guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu peran dari modernisasi adalah memberi kemudahan aksesibilitas dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi. Media sosial merupakan media yang digunakan sebagai alat intertaksi dan komunikasi di era modernisasi. Perusahaan mulai memasuki media sosial ini untuk kepentingan perusahaan, baik untuk meningkatkan awareness, engagement ke customer, dan penjualan secara online. Strategi viral marketing merupakan salah satu strategi yang sedang menjamur dikalangan pembisnis online. Salah satu platform yang bergerak di sektor pertanian adalah Sayur Box, yang menjual hasil pertanian berupa sayur dan buah. Berhasil atau tidaknya informasi yang disampaikan bergantung pada faktor viral marketing yang digunakan, namun tidak hanya faktor viral marketing yang perlu diperhatikan namun faktor individu juga perlu diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menentukan faktor viral marketing dan faktor individu yang dapat mempengaruhi konsumen dalam pembelian sayur dan buah secara online. 2) Menganalisis pengaruh masing-masing faktor terhadap keputusan konsumen dalam pembelian sayur dan buah secara online.
Penelitian ini dilaksanakan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pemilihan tempat penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan kelima kota tersebut merupakan sasaran pemasaranan yang dilakukan oleh Sayur Box. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden.. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode analisis Deskriptif dan Regresi Linier Berganda menggunakan software SPSS.
Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor viral marketing yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian sayur dan buah secara online adalah informativeness, increase competition, entertainment, kredibilitas informasi, usia, pendidikan, pendapatan dan jenis kelamin. Sedangkan faktor yang mempengaruhi adalah informativeness, increase competition, kredibilitas informasi, usia, pendapatan, dan jenis kelamin.
Modernize is a transformation from the traditional order of life to modern with various new ways to improve the welfare of society. One of the roles of modernization is to provide accessibility in obtaining information and communicating. Social media is media that is used as a means of interaction and communication in the modernization era. The company began to enter this social media for the benefit of the company, both to increase awareness, engagement to customers, and online sales. Viral marketing strategy is one of strategy that break out among online businessmen. One of the platforms in the agriculture sector is the Sayur Box, which sells agricultural produce in the form of vegetables and fruit. Whether or not the information is delivered successfully depends on the viral marketing factor used, but not only the viral marketing factor that needs to be considered but the individual factors also need to be considered. The purpose of this study is 1) Determine viral marketing factors and individual factors that can influence consumers in purchasing vegetables and fruit online. 2) Analyzing the effect of each factor on consumer decisions in buying vegetables and fruit online.
This research was conducted in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi. The selection of research sites was done purposively with the consideration of the five cities being the target of marketing conducted by the Vegetable Box. The sample used was 100 respondents. This research is a qualitative type with descriptive analysis method and Multiple Linear Regression using SPSS software.
The results showed that viral marketing factors that could influence the decision to buy vegetables and fruit online were informativeness, increase competition, entertainment, information credibility, age, education, income and gender. While the influencing factors are informativeness, increase competition, information credibility, age, income, and gender.
2444927494I1A015121FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT DI KABUPATEN BANYUMASABSTRAK

FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT DI KABUPATEN BANYUMAS

Rani Iftika Ningrum, Sri Nurlaela, Suratman

Latar Belakang: Peningkatan kualitas hidup merupakan hal penting sebagai tujuan pengobatan dan merupakan kunci untuk kesembuhan penderita TB-RO. Pengukuran kualitas hidup berguna untuk menilai dampak atau akibat dari masalah kesehatan atau penyakit dan efek dari suatu terapi atau pengobatan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kualitas hidup penderita TB-RO dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Metodologi: Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan menggunakan Simple Random Sampling sebanyak 32 responden. Variabel dalam penelitian ini meliputi kualitas hidup, usia, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan, status pekerjaan, pendapatan keluarga, tahap pengobatan, efek samping obat, penyakit penyerta, riwayat merokok, tingkat stres dan dukungan sosial. Teknik analisis data yaitu univariat, bivariat dengan menggunakan uji chi square, serta multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik ganda.

Hasil Penelitian: Analisis multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik ganda diperoleh hasil variabel yang berpengaruh terhadap kualitas hidup yaitu tingkat stres (p=0,025).

Kesimpulan: Variabel yang berpengaruh terhadap terhadap kualitas hidup penderita TB-RO yaitu tingkat stres. Saran yang diberikan diantaranya kepada Institusi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan monitoring dan evaluasi pada pasien TB-RO.

Kata Kunci: Tuberkulosis, Tuberkulosis Resisten Obat, Kualitas Hidup
ABSTRACT

FACTORS THAT AFFECT THE QUALITY OF LIFE AMONG PATIENTS WITH MULTI-DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS IN THE DISTRICT OF BANYUMAS

Rani Iftika Ningrum, Sri Nurlaela, Suratman


Background: Improving quality of life is important as a treatment goal and is the key to healing multidrug-resistant tuberculosis sufferers. Measurement the quality of life is useful for assessing the impact or consequences of health problems or diseases and the effects of a therapy or treatment. This study aims to identify the quality of life of patients with multidrug-resistant tuberculosis and to analyze the factors that influence it.

Method: This research used quantitative method with cross sectional design. The samples in this study were taken using the simple random sampling technique from 32 respondents. The data were collected by interview and secondary data. Variables in this study included quality of life, age, sex, marital status, education, employment status, family income, treatment stage, side effects of drugs, comorbidities, smoking history, stress levels and social support. The data analysis techniques conducted in this study were univariate, bivariate using chi square test, and multivariate using dual logistic regression tests.

Result: Multivariate analysis using dual logistic regression test draws a result that variable which affects quality of life is stress levels (p=0,025).

Conclusion: Variable that affects quality of life among patients with multi-drug resistant tuberculosis is stress levels. Advice given to the health care institutions to improve monitoring and evaluation of multidrug-resistant tuberculosis patients

Keywords: Tuberculosis, Multidrug-Resistant Tuberculosis, Quality of Life
2445027495I1E015025Pengaruh Latihan Speed Ladder Drill dan Sprint 30 Meter terhadap Kelincahan Siswa Ekstrakurikuler Sepakbola MAN 2 BanyumasABSTRAK

PENGARUH LATIHAN SPEED LADDER DRILL DAN SPRINT 30 METER TERHADAP KELINCAHAN SISWA EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA MAN 2 BANYUMAS
Putri Dwi Utami
Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman,
Purwokerto, Indonesia

Latar Belakang: Sepakbola merupakan olahraga beregu yang bertujuan untuk mencetak gol ke gawang lawan, salah satu unsur fisik yang dibutuhkan adalah kelincahan. Latihan Speed ladder drill dan sprint 30 meter diperlukan agar kelincahan dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui adakah pengaruh latihan speed ladde drill dan latihan sprint 30 meter terhadap kelincahan.
Metodologi:Penelitian ini menggunakan penelitian two group pretest postest design. Desain ini menggunakan dua kelompok eksperimen dengan melakukan pretest, treatment, posttest. Penelitian ini dilaksanakan di lapangan sepakbola MAN 2 Banyumas menggunakan sampel 20 siswa putra dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis
Hasil Penelitian: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberi treatmen latihan speed ladder drill terhadap kelincahan dengan nilai p= 0,000. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberi treatmen latihan sprint 30 meter terhadap kelincahan dengan nilai p= 0,001. (3) Tidak terdapat perbedaan pengaruh latihan speed ladder drill dengan sprint 30 meter terhadap kelincahan dengan nilai p= 0,926
Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan speed ladder drill terhadap kelincahan , Terdapat pengaruh latihan sprint 30 meter terhadap kelincahan, tidak terdapat perbedaan antara latihan speed ladder drill dan sprint 30 meter terhadap kelincahan
KataKunci: Sepakbola, Kelincahan, Ladder , Sprint
ABSTRACT
The Effect of Speed Ladder Drill and 30 Meters Sprint Execrcise Towards Football’s Extracurricular for Student’s Agility in MAN 2 Banyumas

Putri Dwi Utami1)
Physical Education, Health Science Faculty
Jenderal Soedirman University,
Purwokerto, Indonesia

Background: Football is group sport for aims to take a goal from the opposite player, the one of the physical factors is agility. The exercise of Speed Ladder Drill training and 30 meters Sprint exercise is needed on order to increase the agility. The purpose of this research is to find out the effects of Speed Ladder Drill training and 30 meters Sprint exercise on agility.
Methods: The research is used two group pretest posttest design. The methods is experimented by two groups to do pretest, treatment, and posttest. This research is carried out in the MAN 2 Banyumas football field use 20 male student with purposive sampling. The data analysis are didthe normality, homogenity and hipothesis tests.
Result: (1) There was a significant effect after being given the treatment of Speed Ladder Drill training on agility with a value of p = 0,000. (2) There was a significant effect after being given a 30 meter Sprint exercise treatment on agility with a value of p = 0.001.(3) There is no differences in the effect of speed ladder drill training with 30 meter sprints on agility with a value of p = 0.926.
Conclusion: There is an effects of Speed Ladder Drill training and 30 meters Sprint exercise on agility, and there were no differences of Speed Ladder Drill training and 30 meters Sprint exercise on agility.
Keywords: Football, Agility, Ladder, Sprint
2445127499A1M013008PRIORITAS PERBAIKAN PADA GETUK GORENG SAWANGAN NO. 1 DI PURWOKERTOABSTRAK
Getuk goreng merupakan makanan ringan hasil olahan dari bahan dasar singkong yang memiliki rasa khas serta memiliki kandungan karbohidrat yang banyak. Getuk goreng merupakan oleh-oleh khas Banyumas. Salah satu industri yang memproduksi getuk goreng yaitu UKM Sawangan No. 1 Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui profil pelanggan getuk goreng Sawangan No. 1 2) Mengetahui prioritas atribut yang harus diperbaiki berdasarkan tingkat kesesuaian dan metode Important Performance Analysis (IPA) 3) Mengetahui indeks kepuasan pelanggan terhadap produk getuk goreng Sawangan No. 1. Responden pada penelitian ini adalah seluruh pelanggan UKM Sawangan No. 1 yang dipilih berdasarkan metode insidental. Total responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Variabel yang diamati meliputi produk getuk goreng, kemasan getuk goreng serta promosi dan harga getuk goreng. Data diolah menggunakan Important Performance Analysis (IPA) dan dilanjutkan dengan Customer Satisfaction Index (CSI). Profil pelanggan getuk goreng Sawangan No 1 terdiri dari perempuan sebanyak 57%, usia 20-30 th 37%, SMU dan SMP sebanyak 30%, pegawai swasta sebanyak 29%, berpenghasilan ≥2jt-5jt sebanyak 45% , keperluan membeli untuk oleh-oleh sebanyak 81%, dan mengetahui UKM Sawangan No. 1 dari teman sebanyak 57%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa atribut-atribut perlu diperbaiki adalah design kemasan sekunder, citarasa getuk goreng, kemudahan dalam memperoleh produk, tingkat kemanisan, pengikat kemasan primer dan warna getuk goreng. Indeks kepuasan yang diperoleh sebesar 0.788 yang artinya pelanggan merasa puas.
Fried getuk is a processed snack made from cassava which has a distinctive taste and has a lot of carbohydrate content. Getuk goreng is a souvenir from Banyumas. One industry that produces fried getuk is UKM Sawangan No. 1 Purwokerto. This research aims to 1) know the customer profile of getuk goreng. 2) Knowing the priority of attributes that must be fixed based on the level of suitability and the Important Performance Analysis (IPA) method. 3) Knowing the customer satisfaction index for the product Getuk goreng Sawangan No. 1. The respondents in this study is the whole customers of Sawangan No 1 are selected based on method Incidental. Total respondents research as many as 100 people. The observed variables include product getuk goren, packaging, promotion and price. The data was tested using Importance Performance Analysis (IPA) and continued with the Cutomer Satisfaction Index (CSI). The customer profile of getuk goreng Sawangan No. 1 consisted of 57% of women, aged 20-30 th 37%, high school and junior high school as much as 30%, private employees as much as 29%, earning ≥2 million-5 million as much as 45%, the need to buy for souvenirs 81%, and know UKM Sawangan No. 1 of friends is 57%. The results of calculation show that the attributes that need to be improved are secondary packaging design, getuk goreng flavor, power ease of obtaining products, sweetness level, primary packaging binder and fried getuk color. The index gained satisfaction of is 0.788 which means that the customer is satisfied.
2445227496L1A015040KARAKTERISTIK SOSIAL EKOLOGI POTENSI WISATA PESISIR CILACAPPenelitian ini berjudul “Karakteristik Social Ekologi Potensi Wisata Pesisir Cilacap’ yang dilakukan pada bulan Juli 2019 di pesisir Cilacap. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui karakteristik sosial ekologi Pesisir Cilacap dan analisis social ekologi pesisir dengan potensinya sebagai daerah wisata, penelitian ini dilaksanakan di empat lokasi yaitu Pantai Jetis, Pantai Widara Payung, Pantai Sodong, dan Pantai Teluk Penyu. Penelitian ini menggunakan metode analisis DPSIR yang dilakukan dengan wawancara berdasarkan kelompok tertentu, kemudian diolah dan dibuat kerangka masalah DPSIR tersebut. Hasil penelitian menunjukkan setiap lokasi wisata memiliki masalah seperti kemiskinan, absorpsi, erosi, sampah, dan masalah pengamen. Hasil penelitian didapatkan kesimpulan perlu adanya penambahan tenaga kerja pada setiap masalah dan membuat peraturan untuk pengamen, masyarakat yang dilanda kemiskinan memilih untuk kerja di luar negeri namun ada juga yang mengembangkan wisata di daerah setempat.This study entitled "Characteristics of Social Ecology of Coastal Cilacap Tourism Potential” which was conducted in July 2019 off the coast of Cilacap. The purpose of this research is to know the social characteristics of Cilacap coastal ecology and social analysis of the coastal ecology by its potential as a tourist area, this study was conducted in four locations: Djetis Beach, south Java on Widara Beach Umbrella, Sodong Beach, and Turtle Bay Beach. This study uses DPSIR analysis conducted by interviews based on a particular group, then processed and created the framework DPSIR problem. The results showed each tourist sites have problems, such as poverty, absorption, erosion, garbage, and the singers problems.
2445327497J1A015028Harold Grainey’s Anomic Elderly Suicide in Kasra Farahani’s The Good Neighbor (2016)Penelitian yang berjudul “Harold Grainey’s Anomic Elderly Suicide in Kasra Farahani’s The Good Neighbor (2016)” bertujuan untuk mengetahui penyebab perilaku bunuh diri yang dilakukan oleh karakter di dalam film The Good Neighbor, Harold Grainey, secara tiba-tiba. Peneliti menggunakan metode Kualitatif untuk menganalisis data. Data primer dari penelitian in adalah film The Good Neighbor oleh Kasra Farahani. Selain itu, peneliti menggunakan teori Psikoanalisis dan Sinematografi untuk menganalisis perkembangan kondisi psikologi dari Harold Grainey dalam perilaku bunuh diri yang dilakukannya yang juga berhubungan dengan latar belakangnya dengan mendiang istrinya. Teori Bunuh Diri dan teori-teori lainnya yang berhubungan denban psikologi dan bunuh diri untuk orang berusia lanjut juga digunakan dalam menganalisis untuk menemukan alasan mengapa Harold Grainey bunuh diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa depresi yang dikarenakan oleh kehilangan dan isolasi adalah pemicu dan penyebab utama dari bunuh diri yang dilakukan Grainey. Terlebih lagi, peneliti juga menemukan bahwa kehilangan dan rasa sedih berpengaruh secara signifikan terhadap kondisi psikologi orang berusia lanjut. Hal ini juga merupakan salah satu penyebab utama bunuh diri yang dilakukan orang berusia lanjut. Kurangnya interaksi sosial yang merupakan bentuk isolasi Grainey terhadap dirinya sendiri juga menyebabkan meningkatnya perasaan kesepian yang dirasakannya. Kedua sebab dari depresi tersebutah yang kemudian menggiring Grainey merasakan bahwa dia tidak bias lagi menahan rasa sakit. Akhirnya, dia melihat bunuh diri sebagai satu-satunya solusi agar rasa sakitnya dapat berakhir.

The research entitled “Harold Grainey’s Anomic Elderly Suicide in Kasra Farahani’s The Good Neighbor (2016)” aims to figure out what causes sudden suicide of Harold Grainey, character in Kasra Farahani’s The Good Neighbor. The researcher used qualitative method to analyze the data. The primary data is Kasra Farahanis’ movie entitled The Good Neighbor. In addition, the researcher used Psychoanalysis and Cinematography theory to analyze Harold Grainey’s psychological development in committing suicide which is related to his background with his wife. Theories of suicide and proven theories related to psychological and suicide for elder people are also used to analyze the reason why the character suddenly commit suicide in the movie. The result of this research shows that depression because of losses and isolation are the trigger and major causes Grainey’s action of suicide. Moreover the researcher found that losses and feeling of grief for elder people could affect significantly in their psychological condition, and not to mention losses is one of the most causes for elder people when it comes to elderly suicide. The lack of social interaction which makes Grainey isolating himself caused the feeling of lonely increased. Those two causes of depression are what lead Grainey to feel that he cannot bear the pain any longer. Finally, he sees suicide as the only relief that his pain will no longer exist.
2445427498C1I015036Determinant of Auditor's Ability's in Detecting FraudPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi, skeptisisme, independensi terhadap kemampuan auditor untuk mendeteksi kecurangan (studi kasus pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia).

Populasi dalam penelitian ini adalah auditor restoran yang bekerja di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, dengan teknik pengambilan sampel yaitu convenience sampling. Sampel yang diambil berjumlah 93 Auditor. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis regresi berganda.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi memiliki pengaruh positif pada kemampuan auditor untuk mendeteksi kecurangan; (2) Skeptisisme memiliki pengaruh positif pada kemampuan auditor untuk mendeteksi kecurangan; (3) Independensi memiliki pengaruh positif pada kemampuan auditor untuk mendeteksi kecurangan.

Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa kemampuan auditor untuk mendeteksi kecurangan dalam Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dapat ditingkatkan dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini membuktikan bahwa kompetensi, skeptis, independensi berpengaruh positif terhadap kemampuan auditor untuk mendeteksi kecurangan di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.
SUMMARY
This study aims to determine the influence of the competence, skepticism, independence towards auditor’s ability to detect fraud (case study in The Audit Board of the Republic of Indonesia).

The population in this study is auditor worked in The Sumpreme Audit Board, with a sampling technique that is convenience sampling. Samples taken amounted to 93 Auditor. The data obtained were analyzed using multiple regression analysis techniques.

The results of this study indicate that: (1) Competence has a positive influence on auditor’s ability to detect fraud; (2) Skepticism has a positive influence on auditor’s ability to detect fraud; (3) Independence has a positive influence on auditor’s ability to detect fraud.

The implication of this research is that auditor’s ability to detect fraud in The Audit Board of the Republic of Indonesia can be increased by taking into account the factors that influence it. This research proves that the competence, skepticims, independence auditor’s ability to detect fraud in The Supreme Audit Board Republic of Indonesia.
.

2445527478F1C015002IMPLEMENTASI CYBER PUBLIC RELATIONS DALAM MENINGKATKAN REPUTASI KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT (PUPR)Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan proses implementasi dan hambatan Cyber Public Relations Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam meningkatkan reputasi. Dalam penelitian ini, menggunakan teori model komunikasi Two Way Communication Symetrical yang menekan pada adanya kemauan dari kedua belah pihak untuk saling menyesuaikan diri antara instansi dan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini didapat dari data primer berupa hasil wawancara, observasi dan dokumentasi, dan data sekunder didapat dari jurnal, buku dan referensi lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan metode pemilihan informan dengan menggunakan purposive sampling.
Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, proses implementasi cyber public relations dalam meningkatkan reputasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terbagi dalam 4 langkah yaitu: pertama, perencanaan; kedua, pelaksanaan; ketiga, monitoring; keempat, proses evaluasi. Selain itu ada 2 hambatan yang terjadi pada proses implementasi cyber public relations dalam meningkatkan reputasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yaitu: pertama, kurangnya sumber daya manusia; kedua, kurangnya koordinasi.



This research aims to explain to understand and describe the implementation process and the obstacles of the Cyber Public Relations Ministry of Public Works and Public Housing in enhancing reputation. In this study, using the Two Way Communication Symmetrical communication model theory that emphasizes the willingness of both parties to adjust to each other between agencies and the public. This research uses a qualitative approach. Sources of data in this study were obtained from primary data in the form of interviews, observations and documentation, and secondary data obtained from journals, books and other references. This research uses descriptive qualitative method with the method of selecting informants using purposive sampling.

Based on this research it can be concluded that, the process of implementing cyber public relations in enhancing the reputation of the Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR) is divided into 4 parts namely: first, planning; second, implementation; third, monitoring; fourth, the evaluation process. In addition there are two obstacles that occur in the process of implementing cyber public relations in improving the reputation of the Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR), namely: first, the lack of human resources; second, lack of coordination.
2445627500B1A015109ANALISIS VARIASI GENETIK IKAN TERI (Stolephorus commersonnii) DI PLAWANGAN TIMUR DAN LAGUNA, SEGARA ANAKAN CILACAP BERDASARKAN KARAKTER RAPDVariasi genetik merupakan ukuran perbedaan materi genetik dalam suatu populasi. Variasi genetik dapat terjadi karena adanya barier yang membatasi aliran gen. Barier dapat berupa kondisi lingkungan, seperti batasan geografis dan kondisi perairan. Dalam ekosistem laut dapat terjadi zonasi karena adanya perbedaan kondisi perairan yang ekstrem, seperti temperatur, cahaya, dan salinitas yang dapat berperan sebagai barier. Daerah perairan Plawangan Timur dan Laguna, Segara Anakan memiliki kadar salinitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman genetik spesies ikan teri (Stolephorus commersonnii) dari Plawangan Timur dan Laguna, serta mengetahui ada tidaknya perbedaan genetik pada spesies ikan teri antara Laguna dan Plawangan timur. Analisis variasi genetik dilakukan terhadap tiga populasi ikan teri di Segara Anakan, yakni dari Plawangan Timur, bagian tengah, dan Laguna menggunakan marka molekuler Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi di dalam populasi, tetapi antar populasi tidak terdapat variasi. Kondisi populasi yang besar dengan siklus reproduksi yang cepat dan jumlah keturunan yang dihasilkan banyak kemungkinan menjadi penyebab variasi genetik di dalam populasi. Namun, tidak terdapatnya variasi antar populasi menandakan bahwa masih terdapat aliran gen di antara dua populasi dan adanya perbedaan kadar garam dalam perairan tidak mempengaruhi tingkat keragaman genetik. Aliran gen dapat disebabkan oleh sifat migrasi ikan dewasa dan larva ikan teri, serta jarak antar dua populasi yang tidak berpengaruh terhadap penghambatan aliran gen di antara keduanya.Genetic variation is a measure of differences in genetic material of a population. Genetic variations can occur due to a barrier that limits gene flow. Barrier can be in the form of environmental conditions, such as geographical boundaries and hydrological conditions. In marine ecosystems zoning can occur due to differences in extreme water conditions, such as temperature, light, and salinity that can act as barriers. The waters of East Plawangan and the lagoon, Segara Anakan have different levels of salinity. This study aims to determine the genetic diversity of Commerson's anchovy (Stolephorus commersonnii) from East Plawangan and the lagoon, Segara Anakan and to determine whether there are genetic differences between the two populations. The genetic variation analysis was carried out on three anchovy populations in Segara Anakan, namely from East Plawangan, the middle part, and the lagoon, using Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) markers. The results showed that there were high genetic variations within the population, but there were no significant genetic variations between populations. Large population conditions with rapid reproductive cycles and high number of offspring produced are likely to be the cause of genetic variation within populations. However, the absence of variation between populations indicates high gene flow occurred between the two populations and that differences in salinity levels did not affect genetic diversity. The gene flow could result from the migratory nature of adult fish and anchovy larvae, and the distance separating the two populations does not inhibit gene flow between the two populations.
2445727501F1C015084KOMUNIKASI ORGANISASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN BANYUMAS DALAM PROGRAM PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu bagaimana komunikasi organisasi internal dan eksternal yang terjadi pada BNNK Banyumas dalam program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Dewasa ini, komunikasi organisasi sudah menjadi si stem yang wajib pada suatu instansi dimana BNNK Banyumas sebagai insstansi yang mewakili BNN di wilayah hukum Kabupaten Banyumas, BNNK Banyumas turut melaksanakan program P4GN bersama seluruh masyarakat Banyumas untuk dapat menciptakan generasi anti narkoba.
Dari hasil penelitian ditemkan bahwa BNNK Banyumas menggunakan komuniaksi organisasi birokrasi sebagai model komunikasinnya dimana terdapat otoritas, spesialisasi, dan peraturan yang mana BNNK Banyumas memiliki kewenangan operasional melalui kewenangan Anggota BNN terkait dalam satuan tugas, yang mana BNN-BNNP-BNNKab/Kota merupakan mitra kerja pada tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota yang masing-masing bertanggung jawab kepada Presiden, Gubernur dan Bupati/Walikota. Spesialisasi BNNK Banyumas memiliki individu dalam organisasi yang dibagi menjadi tiga seksi dalam kegiatan program P4GN yaitu seksi P2M, Rehabilitasi, dan Pemberantasan yang mana kelompok tersbut sesuai dengan kemampuan dan pekerjaannya masing-masing dalam organisasi. Selanjutnya peraturan adalah aspek terpenting dalam dalam birokrasi, termasuk BNNK Banyumas dimana peraturan sudah dirancang sedemikian rupa oleh BNN RI dan Bupati Banyumas.
This study aims to find out how internal and external organizational communication occurs at the National Narcotics Agency of Banyumas in the Prevention of the Eradication of Drugs Abuse and Circulation (P4GN). Today, organizational communication has become a mandatory stem in an agency where Banyumas BNNK as an agency representing BNN in the Banyumas Regency jurisdiction, Banyumas BNNK is participating in implementing the P4GN program with the entire Banyumas community to be able to create anti-drug generation.
From the results of the study it was found that BNNK Banyumas used the communication of bureaucratic organizations as a communication model where there were authority, specialization, and regulations in which BNNK Banyumas had operational authority through the authority of the related BNN Members in the task force, of which BNN-BNNP-BNNKab/ City were partners at the national, provincial and district/ city levels, each of whom is responsible to the President, Governor and Regent/ Mayor. The specialization of BNNK Banyumas has individuals in the organization which are divided into three sections in the P4GN program activities, namely the P2M, Rehabilitation, and Eradication section in which the groups correspond to their abilities and work within the organization. Furthermore, regulation is the most important aspect in the bureaucracy, including BNNK Banyumas where regulations have been designed in such a way by BNN RI and the Banyumas Regent.
2445829037A1D116063UJI KEMAMPUAN Bacillus sp. ASAL RIZOSFER JAGUNG YANG DIPERKAYA KITOSAN TERHADAP PENYAKIT HAWAR PELEPAH JAGUNGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kitosan terbaik untuk memperkaya Bacillus sp. asal rizosfer jagung terhadap jamur R. solani secara in vitro, mengetahui kemampuan Bacillus sp. asal rizosfer jagung yang diperkaya kitosan dalam mengendalikan penyakit hawar pelepah jagung dan meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dari bulan Februari - Juni 2020. Uji in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu kontrol, Bacillus sp. tanpa diperkaya kitosan, Bacillus sp. + kitosan 1%, Bacillus sp. + kitosan 2%, dan Bacillus sp. + kitosan 3%. Uji in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu kontrol, fungisida (mankozeb 80%), Bacillus sp. tanpa diperkaya kitosan, Bacillus sp. + kitosan 1%, Bacillus sp. + kitosan 2%, Bacillus sp. + kitosan 3%, dan larutan kitosan 1%. Variabel in vitro yang diamati yaitu daya hambat dan zona bening. Variabel in planta yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar akar, bobot segar tanaman, masa inkubasi, kejadian penyakit, intensitas penyakit, uji saponin, uji tanin, dan uji hidrokuinon. Hasil penelitian in vitro menunjukkan penambahan kitosan tidak mampu meningkatkan aktivitas penghambatan Bacillus sp. terhadap jamur R. solani, namun mampu meningkatkan aktivitas enzim kitinase dari Bacillus sp. Bacillus sp. dengan kitosan dan tanpa kitosan mampu menekan perkembangan penyakit hawar pelepah jagung in planta, yaitu mampu menunda masa inkubasi antara 57,81-64,32%, menurunkan kejadian penyakit antara 41,67-66,67%, menurunkan intensitas penyakit 38,95-68,64% dan penambahan kitosan 2%, 3% mampu meningkatkan kandungan fenol tanaman. Bacillus sp. dengan penambahan kitosan belum dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian penyakit hawar pelepah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung.This research aimed to know best concentration of chitosan to enrich Bacillus sp. corn rizosphere against R. solani in vitro, ability of Bacillus sp. corn rizosphere enriched chitosan to controlling corn stem blight disease and increase the growth of corn crop. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory and the screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from February - June 2020. In vitro tests used a completely randomized design with five treatments and four replicates consisted of control, Bacillus sp. unenriched chitosan, Bacillus sp. + 1% chitosan, Bacillus sp. + 2% chitosan, and Bacillus sp. + 3% chitosan. In planta test used a randomized block design with seven treatments and four replicates. The treatments were of control, fungicide (mancozeb 80%), Bacillus sp. unenriched chitosan, Bacillus sp. + 1% chitosan, Bacillus sp. + 2% chitosan, and Bacillus sp. + 3% chitosan, 1% chitosan solution. In vitro variables observed were inhibition ability and clear zone. In planta variables observed were incubation period, disease intensity, incedence of disease, crop height, number of leaves, root fresh weight, crop fresh weight, saponin, tanin, and hidroquinone test. Result of in vitro test showed that the addition of chitosan on Bacillus sp. couldn’t increase inhibit activity, but chitosan able to increase chitinase enzym activity Bacillus sp. Result of in planta showed Bacillus sp. with or without addition of chitosan could lengthen incubation period of 57,81-64,32%, reducing the disease incidence between 41,67-66,67%, decreasing disease intensity between 38,95-68,64% and addition of chitosan 2%, 3% able to increase phenolic compound content qualitatively. Bacillus sp. enriched with chitosan couldn’t yet be used to controlling stem blight disease and increase corn plant growth.
2445927503C1B014044PENGARUH BEBAN KERJA DAN ROLE AMBIGUITY TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN STRES KERJA SEBAGAI VARIBEL MEDIASI
(Studi pada karyawan Swalayan Baru Bumiayu)
Penelitian ini merupakan survei pada karyawan Swalayan Baru Bumiayu. Penelitian ini berjudul: “Pengaruh Beban Kerja dan Role Ambiguity Terhadap Kepuasan Kerja dengan Stres Kerja Sebagai Variabel Mediasi”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan role ambiguity serta stres kerja terhadap kepuasan kerja. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan Swalayan Baru Bumiayu. Jumlah responden dalam penelitian ini sejumlah 55 responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda dapat disimpulkan bahwa : (1) beban kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja, (2) role ambiguity berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja, (3) beban kerja berpengaruh positif terhadap stres kerja, (4) role ambiguity berpengaruh positif terhadap stres kerja, (5) stres kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja, (6) stres kerja memediasi pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan, (7) stres kerja memediasi pengaruh role ambiguity terhadap kepuasan kerja.
Mempertimbangkan hasil tersebut maka, perlu adanya peningkatan dalam beberapa aspek, antara lain: menurunkan tingkat beban kerja sesuai dengan kemampuan karyawan dan waktu yang tersedia, menurunkan tingkat role ambiguity melalui perbaikan sistem pembagian peran dan informasi penyelesaian tugas dalam peran tersebut. Selain itu juga perlu lebih ditekan tingkat stres yang dirasakan karyawan dengan lebih memperhatikan kondisi pekerjaan yang nyaman bagi karyawan. Dengan beberapa perbaikan tersebut maka akan semakin meningkatkan kepuasan pada karyawan Swalayan Baru Bumiayu.
The aims of this research is to find out the influence of work overload and role ambiguity on job satisfaction, and the mediating role of job stress. Respondents of this research are all employees of supermarket Swalayan Baru Bumiayu. The number of the respondents in this research are determined based on saturation sampling, and they are 55 respondents.
Based on the research result and data analysis using multiple linear regression can be concluded that: (1) work overload has a negative influence on job satisfaction, (2) role ambiguity has a positive influence on job satisfaction, (3) work overload has a positive influence on job stress, (4) role ambiguity has a positive influence on job stress, (5), job stress has a negative influence on job satisfaction, (6) job stress mediates the influence of work overload on job satisfaction, (7) job stress mediates the influence of role ambiguity on job satisfaction.
Considering these results, it is necessary for Supermareket Baru Bumiayu to improve in several aspects, including: reducing the level of workload in accordance with the ability of employees and the time available, reducing the level of role ambiguity through improving the system of division of roles and information on task completion in that role. It also needs to be stressed more stress levels felt by employees by paying more attention to working conditions that are comfortable for employees. With these improvements it will further improve Supermarket Baru Bumiayu employee’s job satisfaction.
2446027504A1C014090ANALISIS EKUITAS MEREK (BRAND EQUITY) KOPI KAPAL API DAN KOPI ABC SERTA PENGARUHNYA TERHADAP STRATEGI PEMASARAN DI PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMASKopi Kapal Api dan Kopi ABC semakin banyak digemari masyarakat Purwokerto. Perilaku konsumen pada Kopi Kapal Api dan Kopi ABC akan membuat keputusan pembelian yang dipengaruhi oleh karakteristik produk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis elemen-elemen ekuitas merek yaitu kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek dari Kopi Kapal Api dan Kopi ABC, dan 2) mendapatkan alternatif strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh produsen dua merek kopi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Ukuran sampel yang diambil sebanyak 100 orang responden dengan metode accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji Chochran, importance and performing analisys (IPA), dan analisis piramida loyalitas. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Kopi Kapal Api memiliki keunggulan pada elemen brand awareness dengan pencapaian pada indikator top of mind sebesar 71 persen. Selain itu, Kopi Kapal Api dan Kopi ABC masing-masing memiliki keunggulan yang sama pada elemen brand association yaitu harga terjangkau, merek terkenal, dan kemudahan memperoleh produk, kemudian untuk perceived quality merek ABC memiliki kepentingan dan kinerja yang baik dengan rata-rata kepentingan sebesar 3,96 dan kinerja dengan rata-rata sebesar 3,91 yaitu pada indikator kemudahan memperoleh produk dan kepuasan produk. Untuk elemen brand loyalty, konsumen yang berkomitmen untuk terus mengkonsumsi ABC lebih sebanyak 18,75 persen. Rekomendasi pengaruh strategi pemasaran pada merek Kopi Kapal Api dan Kopi ABC adalah masing-masing memperkuat strategi promosi.Kapal Api coffee and ABC coffee brands are the most popular coffee in Purwokerto. The consumer behaviour of the Kapal Api and ABC coffee will make purchase decisions influenced by the product's characteristics. The research aims to: 1) analyze elements of brand equity namely brand awareness, brand associations, perceived quality, and brand loyalty of Kapal Api coffee and ABC coffee, and 2) provide alternative advice on marketing strategies can be done by the manufacturer of two coffee brands that are Kapal Api coffee and ABC coffee. The research methods used are surveys. Sample size taken as many as 100 respondents with accidental sampling method. The data analysis used are descriptive analysis, Chochran test, importance and performing analysis (IPA), and pyramid loyalty analysis. The results of this study found that Kapal Api coffee has an edge on brand awareness elements with achievements in the top of mind indicators of 71 percent. In addition, Kapal Api coffee and ABC coffee have the same an advantage on the brand association of affordable prices, famous brands, and the ease of obtaining products. Moreover, the brand of ABC coffee from perceived quality has the interests and good performance with average interest of 3.96 and performance with an average of 3.91 that is on the indicator of ease of obtaining products and product satisfaction. For brand loyalty elements, consumers are committed to continue consuming ABC for more than 18.75 percent. The recommended influence of marketing strategies on Kapal Api coffee and ABC coffee brands are that they reinforce the promotion strategy.