Home
Login.
Artikelilmiahs
27468
Update
M. HILAL AJI SURYONO
NIM
Judul Artikel
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DARI BERBAGAI NILAI EC (ELECTRICAL CONDUCTIVITY) DAN MACAM MEDIA SECARA HIDROPONIK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi manusia sebagai campuran bumbu masak setelah cabe. Bawang merah mempunyai prospek pasar yang baik sehingga termasuk dalam komoditas unggulan nasional. Bawang merah merupakan komoditas yang strategis, karena sebagian besar masyarakat Indonesia membutuhkannya sehingga mempengaruhi perekonomian. Penerapan sistem hidroponik budidaya bawang merah ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi hidroponik untuk tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil hidroponik bawang merah dari berbagai nilai EC dan macam media tanam. Penelitian dilaksanakan di Screen House Pondok Pesantren Darul Qur’an Karang Tengah, Kecamatan Baturaden dan laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Karawangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan bulan Oktober 2018 sampai Januari 2019. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) yang menggunakan rancangan dasar RAK dengan nilai EC sebagai petak utama dan media sebagai anak petak. Nilai EC yang digunakan terdiri dari 3 tingkatan yaitu 1 mS/cm, 2 mS/cm, dan 3 mS/cm serta media yang digunakan terdiri dari 3 macam yaitu arang sekam, cocopeat, dan pasir. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, berat setiap umbu segar, berat setiap umbi kering, berat umbi segar rumpun-1, dan berat umbi kering rumpun-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan larutan nutrisi AB mix dengan EC 1 mS cm-1, EC 2 mS cm-1, EC 3 mS cm-1 menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang tidak berbeda. (2) Media tanam arang sekam menunjukkan tanaman tertinggi yaitu sebesar 36,47 cm, jumlah daun sebesar 23,04 helai, dan berat umbi segar rumpun-1 sebesar 12,2 g. Media tanam pasir menunjukkan diameter umbi tertinggi sebesar 0,99 cm, dan berat setiap umbi kering sebesar 1,07 g. (3) Pengaruh interaksi hanya dijumpai pada hasil yang berupa berat umbi kering rumpun-1. Pada media arang sekam hasil berat umbi kering rumpun-1 tertinggi pada EC 1 mS cm-1 dengan angka sebesar 9,28 g, yang tidak berbeda dengan media pasir pada EC 2 mS cm-1 dengan angka sebesar 8,69 g
Abtrak (Bhs. Inggris)
Shallot is one of the many horticultural commodities consumed by humans as a spice mixture after chilli. Shallots have good market prospects so it is included in the national flagship commodity. Shallots are a strategic commodity, as most Indonesians need it to influence the economy.The application of the shallot cultivation hydroponic system was carried out to determine the great potential of hydroponics for shallot plants. The research aims to determine the growth and results of hydroponics of shallots of various EC values and kinds of planting media. The research was conducted at the Screen House of Darul Qur'an Islamic Boarding School, Karang Tengah, Baturaden District and Agronomy and horticultural laboratories Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal, District North Purwokerto, Banyumas Regency, Central Java. The research was held in October 2018 to January 2019. This research was conducted using Split Plot Design that uses the basic design of RAK with EC value as the main tile and media as sub plot. The value of EC used consists of 3 levels namely 1 mS/cm, 2 mS/cm, and 3 mS/cm and the media used consist of 3 kinds of charcoal husk, cocopeat, and sand. Variables observed include plant height, number of leaves, number of tillers, number of tuber, tuber diameter, fresh each tuber weight, dried each tuber weight, fresh tuber weight clumps-1, and dried tuber weight clumps-1. The results showed that: (1) The application of AB nutrient Solution mix with EC 1 mS cm-1, EC 2 mS cm-1, EC 3 mS cm-1 showed no different growth and results. (2) Planting charcoal husk shows the highest crop of 36.47 cm, the number of leaves are 23.04 strands, and the fresh tuber weight of clump-1 amounted to 12.2 g. Sand planting Media showed the highest diameter of 0.99 cm, and the weight of each dry tuber amounted to 1.07 g. (3) Interaction effect was only found on the result of the heavy dry tuber-1. At the charcoal media husk heavy result of dried clump-1 highest in EC 1 mS cm-1 with a figure of 9.28 g, which is no different from the sand media at EC 2 mS cm-1 with a figure of 8.69 g.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save