Home
Login.
Artikelilmiahs
27500
Update
MUHAMMAD KHOEROL ANAM
NIM
Judul Artikel
ANALISIS VARIASI GENETIK IKAN TERI (Stolephorus commersonnii) DI PLAWANGAN TIMUR DAN LAGUNA, SEGARA ANAKAN CILACAP BERDASARKAN KARAKTER RAPD
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Variasi genetik merupakan ukuran perbedaan materi genetik dalam suatu populasi. Variasi genetik dapat terjadi karena adanya barier yang membatasi aliran gen. Barier dapat berupa kondisi lingkungan, seperti batasan geografis dan kondisi perairan. Dalam ekosistem laut dapat terjadi zonasi karena adanya perbedaan kondisi perairan yang ekstrem, seperti temperatur, cahaya, dan salinitas yang dapat berperan sebagai barier. Daerah perairan Plawangan Timur dan Laguna, Segara Anakan memiliki kadar salinitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman genetik spesies ikan teri (Stolephorus commersonnii) dari Plawangan Timur dan Laguna, serta mengetahui ada tidaknya perbedaan genetik pada spesies ikan teri antara Laguna dan Plawangan timur. Analisis variasi genetik dilakukan terhadap tiga populasi ikan teri di Segara Anakan, yakni dari Plawangan Timur, bagian tengah, dan Laguna menggunakan marka molekuler Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi di dalam populasi, tetapi antar populasi tidak terdapat variasi. Kondisi populasi yang besar dengan siklus reproduksi yang cepat dan jumlah keturunan yang dihasilkan banyak kemungkinan menjadi penyebab variasi genetik di dalam populasi. Namun, tidak terdapatnya variasi antar populasi menandakan bahwa masih terdapat aliran gen di antara dua populasi dan adanya perbedaan kadar garam dalam perairan tidak mempengaruhi tingkat keragaman genetik. Aliran gen dapat disebabkan oleh sifat migrasi ikan dewasa dan larva ikan teri, serta jarak antar dua populasi yang tidak berpengaruh terhadap penghambatan aliran gen di antara keduanya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Genetic variation is a measure of differences in genetic material of a population. Genetic variations can occur due to a barrier that limits gene flow. Barrier can be in the form of environmental conditions, such as geographical boundaries and hydrological conditions. In marine ecosystems zoning can occur due to differences in extreme water conditions, such as temperature, light, and salinity that can act as barriers. The waters of East Plawangan and the lagoon, Segara Anakan have different levels of salinity. This study aims to determine the genetic diversity of Commerson's anchovy (Stolephorus commersonnii) from East Plawangan and the lagoon, Segara Anakan and to determine whether there are genetic differences between the two populations. The genetic variation analysis was carried out on three anchovy populations in Segara Anakan, namely from East Plawangan, the middle part, and the lagoon, using Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) markers. The results showed that there were high genetic variations within the population, but there were no significant genetic variations between populations. Large population conditions with rapid reproductive cycles and high number of offspring produced are likely to be the cause of genetic variation within populations. However, the absence of variation between populations indicates high gene flow occurred between the two populations and that differences in salinity levels did not affect genetic diversity. The gene flow could result from the migratory nature of adult fish and anchovy larvae, and the distance separating the two populations does not inhibit gene flow between the two populations.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save