Artikel Ilmiah : A1D116063 a.n. RIFZAL SUBEHHI

Kembali Update Delete

NIMA1D116063
NamamhsRIFZAL SUBEHHI
Judul ArtikelUJI KEMAMPUAN Bacillus sp. ASAL RIZOSFER JAGUNG YANG DIPERKAYA KITOSAN TERHADAP PENYAKIT HAWAR PELEPAH JAGUNG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kitosan terbaik untuk memperkaya Bacillus sp. asal rizosfer jagung terhadap jamur R. solani secara in vitro, mengetahui kemampuan Bacillus sp. asal rizosfer jagung yang diperkaya kitosan dalam mengendalikan penyakit hawar pelepah jagung dan meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dari bulan Februari - Juni 2020. Uji in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu kontrol, Bacillus sp. tanpa diperkaya kitosan, Bacillus sp. + kitosan 1%, Bacillus sp. + kitosan 2%, dan Bacillus sp. + kitosan 3%. Uji in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu kontrol, fungisida (mankozeb 80%), Bacillus sp. tanpa diperkaya kitosan, Bacillus sp. + kitosan 1%, Bacillus sp. + kitosan 2%, Bacillus sp. + kitosan 3%, dan larutan kitosan 1%. Variabel in vitro yang diamati yaitu daya hambat dan zona bening. Variabel in planta yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar akar, bobot segar tanaman, masa inkubasi, kejadian penyakit, intensitas penyakit, uji saponin, uji tanin, dan uji hidrokuinon. Hasil penelitian in vitro menunjukkan penambahan kitosan tidak mampu meningkatkan aktivitas penghambatan Bacillus sp. terhadap jamur R. solani, namun mampu meningkatkan aktivitas enzim kitinase dari Bacillus sp. Bacillus sp. dengan kitosan dan tanpa kitosan mampu menekan perkembangan penyakit hawar pelepah jagung in planta, yaitu mampu menunda masa inkubasi antara 57,81-64,32%, menurunkan kejadian penyakit antara 41,67-66,67%, menurunkan intensitas penyakit 38,95-68,64% dan penambahan kitosan 2%, 3% mampu meningkatkan kandungan fenol tanaman. Bacillus sp. dengan penambahan kitosan belum dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian penyakit hawar pelepah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aimed to know best concentration of chitosan to enrich Bacillus sp. corn rizosphere against R. solani in vitro, ability of Bacillus sp. corn rizosphere enriched chitosan to controlling corn stem blight disease and increase the growth of corn crop. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory and the screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from February - June 2020. In vitro tests used a completely randomized design with five treatments and four replicates consisted of control, Bacillus sp. unenriched chitosan, Bacillus sp. + 1% chitosan, Bacillus sp. + 2% chitosan, and Bacillus sp. + 3% chitosan. In planta test used a randomized block design with seven treatments and four replicates. The treatments were of control, fungicide (mancozeb 80%), Bacillus sp. unenriched chitosan, Bacillus sp. + 1% chitosan, Bacillus sp. + 2% chitosan, and Bacillus sp. + 3% chitosan, 1% chitosan solution. In vitro variables observed were inhibition ability and clear zone. In planta variables observed were incubation period, disease intensity, incedence of disease, crop height, number of leaves, root fresh weight, crop fresh weight, saponin, tanin, and hidroquinone test. Result of in vitro test showed that the addition of chitosan on Bacillus sp. couldn’t increase inhibit activity, but chitosan able to increase chitinase enzym activity Bacillus sp. Result of in planta showed Bacillus sp. with or without addition of chitosan could lengthen incubation period of 57,81-64,32%, reducing the disease incidence between 41,67-66,67%, decreasing disease intensity between 38,95-68,64% and addition of chitosan 2%, 3% able to increase phenolic compound content qualitatively. Bacillus sp. enriched with chitosan couldn’t yet be used to controlling stem blight disease and increase corn plant growth.
Kata kunciBacillus sp., kitosan, jagung, penyakit hawar pelepah
Pembimbing 1Endang Mugiastuti, S.P., M.P
Pembimbing 2Okti Herliana, S.P., M.P
Pembimbing 3
Tahun2020
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2020-07-27 21:29:00.687978
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.