Artikelilmiahs

Menampilkan 24.421-24.440 dari 50.309 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2442127524B2A018007EKSTRAK ETIL ASETAT Coprinus comatus SEBAGAI
ANTIDIABETIK DAN ANTIOKSIDAN TIKUS WISTAR
(Rattus norvegicus) HIPERGLIKEMIK
Coprinus comatus (Mull.), merupakan jamur pangan yang dikenal bermanfaat sebagai agen antihiperglikemik. Jamur C. comatus di daerah tropis khususnya Indonesia, banyak ditemukan di hutan dengan lingkungan lembab. Pemanfaatan jamur C. comatus asal Indonesia perlu ditingkatkan untuk mengetahui efek kandungan senyawa bioaktifnya. Peran dari senyawa bioaktif sebagai antidiabetik dan antioksidan terkait dengan menaikkan level hormon Glucagon-Like Peptide-1 (GLP-1) dan antioksidan endogen pada kondisi diabetes mellitus. Penyakit DM adalah gangguan metabolisme karbohidrat berupa tingginya kadar glukosa darah yang disebabkan terganggunya sel β pankreas dalam memproduksi insulin atau resistensi insulin. Reactive Oxygen Species (ROS), merupakan radikal bebas yang reaktif dan mampu merusak sel melalui peroksidasi lipid. Sel β pankreas mengandung sedikit antioksidan endogen dan sangat peka terhadap serangan ROS sehingga dapat mengalami nekrosis. Hormon GLP-1 mengatur kadar glukosa darah gastrointestin dihambat oleh enzim Dipeptidyl Peptidase-4 (DPP 4) sehingga insulinotropik GLP-1 menurun. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh ekstrak C. comatus terhadap kadar glukosa darah, insulin, GLP-1, hemoglobin glikosilat (HbA1c) dan glutathione (GSH), pada tikus Wistar (R. norvegicus) hiperglikemik serta mengetahui dosis ekstrak yang paling efektif sebagai antidiabetik dan antioksidan.
Metode penelitian true experiment, post test only with control group design, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tikus dibagi menjadi 6 kelompok dengan 1 kelompok sehat dan 5 kelompok diinduksi STZ secara intraperitonial. Pemberian ekstrak dilakukan 1 kali pada pagi hari selama 14 hari. Pengambilan darah melalui vena orbitalis pada hari ke 15 untuk pengukuran parameter utama. Pengukuran insulin dan GLP-1 menggunakan kit ELISA dari BT Laboratory, glukosa darah diukur dengan glukometer, HbA1c diukur dengan glycohemoglobin analyzer dan GSH diukur dengan metode DTNB melalui spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak C. comatus dapat menurunkan kadar gukosa darah, HbA1c dan meningkatkan kadar insulin, GLP-1 dan GSH. Senyawa bioaktif yang teridentifikasi pada ekstrak C. comatus secara kualitatif dan kuantitatif sepektrofotometer adalah flavonoid, alkaloid dan saponin, kadar flavonoid total 16,40 mg/L (32,8%), dan alkaloid 2,97 mg/L (5,94%). Hasil HPLC C. comatus mengandung senyawa rutin 351,133 ppm, vitamin C 132,342 mg/L dan vitamin E 102,320 g/L. Ekstrak C. comatus dosis 250, 500 dan 750 mg/Kg BB memberikan efek signifikan pada taraf P<0,05 terhadap penurunan kadar glukosa darah, kadar HbA1c dan peningkatkan kadar insulin, GLP-1 dan GSH. Hasil uji lanjut menunjukkan dosis 250 mg merupakan dosis paling signifikan dalam menurunkan glukosa darah (23,92%), HbA1c (3,775%), serta meningkatkan insulin (8,11 mlU/L). Dosis 500 mg/Kg BB signifikan dalam meningkatkan kadar GLP-1 (1056,923 ng/L), dan GSH (4,46 µmol/L).
Coprinus comatus (Mull.), an edible mushrooms that’s known to be beneficial as antihyperglycemic agent. C. comatus in tropical regions, especially Indonesia are found in forests with humid environments. Utilization of C. comatus from Indonesia need to be increased to determine the effect of it’s bioactive compounds. The role of bioactive compounds as antidiabetic and antioxidants is related to increasing levels of Glucagon-Like Peptide-1 (GLP-1) and endogenous antioxidants in the condition of Diabetes Mellitus. DM is a disorder of carbohydrate metabolism in the form of high blood glucose levels caused by disruption of pancreatic β cells in producing insulin or insulin resistance. Reactive Oxygen Species (ROS), are reactive free radicals that are able to damage cells through lipid peroxidation. Pancreatic β cells contain little endogenous antioxidants and very sensitive to ROS attacks, so it can lead to necrosis cell. The GLP-1 hormone regulates gastrointestinal blood glucose levels which are inhibited by the dipeptidyl peptidase-4 (DPP 4) enzyme so that the insulinotropic GLP-1 decreases. The aim of the reserach were to determine effects of C. comatus extract on blood glucose, insulin, GLP-1, glycosylated hemoglobin (HbA1c) and glutathione (GSH) in hyperglycemic Wistar (R. norvegicus) rats and to find out the most effective extract dosages as antidiabetics and antioxidant.
The research method is true experiment, post test only with control group design, with Completely Randomized Design (CRD). Rats were divided into 6 groups with 1 healthy group and 5 groups induced by STZ intraperitonially. Administration extract of C. comatus once in the morning for 14 days. Blood drawn through the orbital vein on day 15 for measurement of the main parameters. Measurements of insulin and GLP-1 using an ELISA kit from BT Laboratory, blood glucose were measured with a glucometer, HbA1c were measured by a glycohemoglobin analyzer and GSH by DTNB method with spectrophotometer. The bioactive compounds were identified in C. comatus extract qualitative and quantitatively used a spectrophotometer were total flavonoid, alkaloid and saponin. Level of total flavonoid 16.40 mg/L (32.8%), and 2,97 mg/L (5.94%) alkaloid. HPLC analysis resulted of C. comatus extract contains 351,133 ppm of rutin, 132,342 mg/L of vitamin C and 102,320 g/L of vitamin E. C. comatus extract with doses 250, 500 and 750 mg have a significant effect on the level of P <0,05 in decreasing of blood glucose and HbA1c and increasing GLP-1, insulin and GSH levels. Further test resulted that 250 mg doses was the most significant in reducing blood glucose (23.92%), HbA1c (3.775%), and increasing levels of the Insulin (8.11 mlU/L). Dose of 500 mg was the most significant in increasing of GLP-1 (1056,923 ng/L), and GSH levels (4.46 µmol/L).
2442227472L1A015043STRUKTUR KOMUNITAS MOLUSKA PADA BERBAGAI TIPE SUBSTRAT EKOSISTEM PADANG LAMUN PULAU PANJANG JEPARAPenelitian ini berjudul ‘Struktur Komunitas Moluska pada Berbagai Tipe Substrat Ekosistem Padang Lamun Pulau Panjang Jepara’ yang dilakukan Juli 2019. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui berapa kerapatan lamun, struktur komunitas moluska, dan hubungan antara struktur komunitas moluska dengan kerapatan lamun pada tipe substrat yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Panjang Jepara. Penelitian ini menggunakan metode survei. Hasil penelitian ini menunjukkan kerapatan lamun berkisar 148-603 ind/m2. Struktur komunitas moluska meliputi kepadatan berkisar 0,9-4,9 ind/m2, indeks keanekaragaman antara 2,095-2,947, indeks kemerataan berkisar 0,962-1,077, dan indeks dominansi antara 0,055-0,394. Hubungan struktur komunitas moluska dengan kerapatan lamun menunjukkan korelasi yang lemah dan sedang.This research is entitled ‘Community Structure of Molluscs in Kind of Substrates on Seagrass Ecosystem in Panjang Island Jepara’, which was held in July 2019. The purpose of this research was to find out density of seagrass, community structure of molluscs, and determine the relation between community structure of molluscs and density of seagrass in kind of substrates. This research was conducted in Panjang Island Jepara. The research method used survey method. The result showed density of seagrass about 148-603 ind/m2. Community structure of molluscs is consist of density about 0,9-4,9 ind/m2, diversity index about 2,095-2,947, uniformity index about 0,962-1,077, dominancy index about 0,055-0,394. The relationship between community structure of molluscs with density of seagrass is showed weak and moderate relation.
2442327473A1D015097KARAKTER FISIOLOGI DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK NITROGEN DALAM SISTEM FERTIGASI KABUT DI LAHAN PASIR PANTAIPenelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan pengaruh konsentrasi pupuk N dalam sistem fertigasi kabut di lahan pasir pantai terhadap karakter fisiologi dan hasil bawang merah, 2) menentukan pengaruh sistem fertigasi kabut di lahan pasir pantai terhadap karakter fisiologi dan hasil bawang merah, dan 3) menentukan interaksi antara konsentrasi pupuk N dalam sistem fertigasi kabut di lahan pasir pantai terhadap karakter fisiologi dan hasil bawang merah.
Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai Juli 2019 di lahan pasir Pantai Jetis, Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu sistem fertigasi (F) yang terdiri dari 2 taraf, yaitu F1= Fertigasi Manual dan F2= Fertigasi Kabut. Faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk nitrogen (K) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu K1= 1 g N/l, K2= 5 g N/l, dan K3= 10 g N/l. Variabel yang diamati yaitu luas daun, kandungan klorofil, warna daun, lebar bukaan stomata, kerapatan stomata, laju pertumbuhan relatif, laju asimilasi bersih, serapan N, bobot umbi segar, bobot umbi kering, jumlah umbi, diameter umbi, dan hasil umbi segar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat keragaman dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penggunaan fertigasi kabut yang diberikan secara otomatis di lahan pasir pantai tidak efektif dalam meningkatkan hasil dan karakter fisiologi bawang merah, kecuali pada variabel warna daun yang diamati menggunakan alat RGB, menunjukkan bahwa daun pada perlakuan fertigasi manual mengandung kadar warna RGB lebih banyak (238,72) dibandingkan dengan perlakuan fertigasi kabut (235,83). Pengaruh sistem fertigasi terhadap hasil umbi segar memberikan hasil 5,76 ton/ha. 2) Secara umum pemberian konsentrasi pupuk N sampai dengan konsentrasi 10 g N/l mampu meningkatkan kerapatan dan lebar bukaan stomata bawang merah pada pagi, siang dan sore hari, dengan hasil lebar bukaan stomata pagi 3,62 µ, lebar bukaan stomata siang 7,87 µ, lebar bukaan stomata sore 3,50 µ, kerapatan stomata pagi 138,10 /mm2, kerapatan stomata siang 180,18 /mm2, dan kerapatan stomata sore 112,61 /mm2. Pengaruh konsentrasi pupuk N terhadap hasil umbi segar memberikan hasil 5,76 ton/ha. 3) Perlakuan fertigasi kabut dengan konsentrasi pupuk N pada variabel lebar bukaan stomata di pagi hari menghasilkan lebar bukaan terlebar pada interaksi perlakuan fertigasi manual dengan konsentrasi 10 g N/ yaitu sebesar 4,25 µ. Pengaruh interaksi fertigasi kabut dengan konsentrasi pupuk N terhadap hasil umbi segar memberikan hasil 5,76 ton/ha.
The purpose of this research is to: 1) determine the effect of N fertilizer concentration in mist fertigation system in the coastal sandy land on physiological character and yield of shallots, 2) determine the effect of the mist fertigation system on coastal sandy land on physiological character and yield of shallots, and 3) determine the effect of interactions between N fertilizer concentration in the mist fertigation system in the coastal sandy land to physiological character and yield of shallots.
The research is conducted from May until July 2019 in Jetis coastal sandy land, Banjarsari village, Nusawungu Districts, Cilacap regency. The research design used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors. The first factor is fertigation system (F) consisting of 2 levels, F1 = Manual Fertigation and F2 = Mist Fertigation. The second factor is N fertilizer concentration (K) consisting of 3 levels, K1 = 1 g N/l, K2 = 5 g N/l, K3=10 g N/l. The variables observed were leaf area, chlorophyll content, leaf color, stomata opening width, stomata density, relative growth rate, net assimilation rate, N uptake, fresh tuber weight, dry tuber weight, number of tubers, tuber diameter, and yield fresh bulbs. The data obtained were analyzed using F test if there is diversity followed test by Duncan Multiple Range Test (DMRT) of 5% level.
The results showed that: 1) The use of mist fertigation provided automatically in coastal sandy lands was not effective in improving the yield and physiological characteristics of shallots, except for leaf color variables observed using RGB tools, indicating that the leaves in manual fertigation treatment contained color more RGB (238.72) compared to mist mistigation treatment (235.83). Effect of fertigation system on fresh tuber yields of 5.76 tons/ha. 2) In general the administration of N fertilizer concentration up to a concentration of 10 g N/l can increase the density and width of shallot stomata openings in the morning, afternoon and evening, with the results of the width of the morning stomata opening 3.62 µ, width of the opening stomata afternoon 7, 87 µ, afternoon stomata opening width 3,50 µ, morning stomata density 138.10 /mm2, daytime stomata density 180.18 /mm2, and evening stomata density 112.61 /mm2. The effect of the concentration of N fertilizer on fresh tuber yields yields of 5.76 tons /ha. 3) Treatment of mist fertigation with N fertilizer concentration on variable width of stomata opening in the morning resulted in the widest opening width in manual fertigation treatment interaction with a concentration of 10 g N/l 4.25 μm. Effect of fungal fertigation interaction with N fertilizer concentration on fresh grass yields 5.76 tonnes/ha.
2442427475A1C014055ANALISIS SALURAN PEMASARAN DAN MARJIN PEMASARAN BIJI KOPI (Green Bean) Robusta DI DESA SUNYALANGU, KECAMATAN KARANGLEWAS, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH

ABSTRAK
Desa Sunyalangu merupakan salah satu daerah penghasil kopi robusta di Kabupaten Banyumas. Kemajuan perkembangan usaha kopi robusta Desa Sunyalangu dipengaruhi oleh pola saluran pemasaran dan marjin pemasaran. Berdasarkan hal tersebut penelitian bertujuan untuk: (1) Mengetahui saluran pemasaran biji kopi robusta di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, (2) Menganalisis besarnya marjin pemasaran biji kopi robusta untuk setiap tingkatan lembaganya. (3) Menganalisis besarnya bagian harga yang diterima petani kopi robusta dari keseluruhan harga yang dibayar oleh konsumen, dan (4) Menganalisis besarnya rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran biji kopi robusta di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Tempat penelitian yang digunakan dipilih secara sengaja (purposive), teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode Snowball Sampling dilaksanakan pada bulan Juli 2018 dan bulan Januari 2019. Metode analisis data yang digunakan meliputi: analisis deskriptif, analisis marjin pemasaran, farmer’s Share, dan analisis rasio keuntungan terhadap biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Saluran pemasaran kopi robusta yang terbentuk di Desa Sunyalangu terdiri dari 4 macam saluran yang dikelompokan menjadi dua kelompok yaitu saluran pemasaran dalam bentuk biji kopi terdapat pada saluran I (petani-pedagang pengumpul-pedagang besar-pedagang pengecer-konsumen), saluran II (petani-pedagang pengumpul-pedagang besar-konsumen), saluran III ( petani-pedagang pengecer-konsumen), Sedangkan saluran pemasaran dalam bentuk bubuk terdapat pada saluran IV (petani- pedagang pengolah-konsumen). 2) Marjin pemasaran yang paling rendah terdapat pada saluran pemasaran III sebesar Rp21.130,00 per kilogram. 3) Bagian harga yang diterima petani tertinggi pada saluran III sebesar 86,90 persen. 4) Rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran biji kopi robusta pada saluran pemasaran I sebesar 14,70 persen, saluran II sebesar 7,89 persen, saluran III sebesar 2,87 persen dan saluran IV sebesar 9,97 persen.

Kata kunci: Kopi robusta, saluran pemasaran,margin pemasaran
ABSTRACT
Sunyalangu Village is one of the Robusta coffee producing areas in Banyumas Regency. The progress of the Robusta coffee business development in Sunyalagu Village is influenced by the pattern of marketing channels and marketing margins. Based on this research aims to: (1) Determine the marketing channels for Robusta coffee beans in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, (2) Analyze the magnitude of Robusta coffee marketing margins for each level of its institution. (3) Analyzing the magnitude of the share of prices received by Robusta coffee farmers from the overall price paid by consumers, and (4) Analyzing the magnitude of the ratio of profit to marketing costs of Robusta coffee beans in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The place of research used was chosen intentionally (purposive), the sampling technique was carried out with the Snowball Sampling method carried out in July 2018 and January 2019. Data analysis methods used included: descriptive analysis, marketing margin analysis, farmer's shares, and ratio analysis profitability. The results showed that: 1) Robusta coffee marketing channels formed in Sunyalangu Village consisted of 4 types of channels grouped into two groups namely marketing channels in the form of coffee beans found in channel I (farmers-traders, traders, traders, retailers-consumers) ), channel II (farmer-trader-wholesaler-consumer), channel III (farmer-retailer-consumer trader), while the marketing channel in powder form is in channel IV (farmer-consumer-trader). 2) The lowest marketing margin is in marketing channel III amounting to Rp21,130.00 per kilogram. 3) The highest share of prices received by farmers in channel III is 86.90 percent. 4) Profit ratio to the marketing costs of Robusta coffee beans in marketing channel I was 14.70 percent, channel II was 7.89 percent, channel III was 2.87 percent and channel IV was 9.97 percent.

Keywords: Robusta coffee, marketing channels, marketing margins.
2442527537A1D015047Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) pada Berbagai Dosis Pupuk Organik Cair dalam PolybagPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis POC (SO-Kontan Lq) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada organik terbaik. Penelitian dilaksanakan mulai Februari sampai April 2019 di rumah plastik milik petani di Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan satu faktor. Faktor yang digunakan yaitu dosis pemberian POC konsentrasi 4 ml/l yang terdiri dari empat taraf meliputi 0, 300, 600 dan 900 ml/tanaman. Data dianalisis dengan Uji F apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur 5%. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, volume akar, kandungan klorofil, bobot akar kering, bobot akar segar, biomassa tanaman, warna daun, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, dan bobot tanaman segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis POC sampai 300 ml/tanaman mampu meningkatkan varibel pertumbuhan dilihat dari jumlah daun, panjang akar, volume akar, bobot kering akar, tetapi belum mampu meningkatkan variabel hasil tanaman.This research aimed to know the effect of dose LOC (SO-Kontan Lq) on the best growth and yield of organic lettuce plants. An experiment was carried out from Februari until April 2019 at the farmer’s plastic house in Windujaya Village, Kedungbanteng Sub-district, Banyumas Regency. The research design used was Randomized Complete Block Design with one factor. The factor used is the dose of LOC consentration 4 ml/l which consists of four levels include 0, 300, 600 and 900 ml/ plant. Data were analyzed by F test, if significantly different continued with Honest Significant Difference 5%. The variables observed included plant height, number of leaves, leaf area, root length, root volume, chlorophyll content, dry root weight, fresh root weight, plant biomass, leaf color, fresh canopy weight, dry canopy weight, and fresh plant weight. The result showed that giving LOC until 300 ml/plant had been able to increase on growth variables seen from the number of leaves, root length, root volume, dry root weight but has not been able to increase plant yield variables.
2442627593I1E015006PENGARUH LATIHAN BOLA GANTUNG TERHADAP PENINGKATAN POWER TUNGKAI PADA PESERTA ESKTRAKURIKULER
BOLAVOLI DI SMK NEGERI 2 PURWOKERTO
Latar Belakang: Power tungkai merupakan salah satu unsur penting yang menunjang prestasi atlet hampir disemua cabang olahraga, semakin tinggi lompatan dianggap semakin besar pula power tungkai yang dimiliki atlet tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan bola gantung terhadap peningkatan power tungkai pada peserta ekstrakurikuler bolavoli.

Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Desain ini menggunakan satu kelompok eksperimen dengan menggunakan pretest, treatment dan postest. Instrument penelitian dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes vertical jump. Sampel yang digunakan adalah peserta ekstrakurikuler bolavoli SMK N 2 Purwokerto dengan jumlah 25 anak.

Hasil Penelitian: Hasil uji paired t-test menunjukan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara data pretest dan posttest dari peningkatan power tungkai peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMK N 2 Purwokerto (p = 0,000), dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh latihan bola gantung terhadap peningkatan power tungkai peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMK N 2 Purwokerto, sehingga hipotesis Ha diterima.

Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan bola gantung terhadap peningkatan power tungkai pada peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMK N 2 Purwokerto.

Kata Kunci: Bola Gantung, Power Tungkai, Bolavoli
Background: Leg power is one of the important elements that support the achievements of athletes in almost all branches of sport, the higher the jump is considered the greater the leg pocer possessed by the athlete. This study aims to determine the effect of hanging ball on increasing leg exercises power in volleyball extracurricular of participants.

Research Methods: The research uses the One-group pretest-posttest design. This design use an experimental group use a pretest, treatment and posttes. Instrument research and data collection techniques used is the vertical jump test. The samples are extracurricular volleyball participants Vocational High School 2 Purwokerto with a total of 25 children.

Research Result: The test results paired t-test showed that there were significant differences between the pretest and posttest of the increase in the power leg of participants extracurricular volleyball at Vocational High School 2 Purwokerto
(p = 0.000), thus it can be concluded that there is influence of practice ball hanging against the increase in leg power limbs extracurricular participants volleyball at Vocational High School 2 Purwokerto, so the hypothesis Ha was accepted.

Conclusion: There is an effect of hanging ball training on increasing leg power in volleyball extracurricular participants at Vocational High School 2 Purwokerto.

Keywords: Hanging Ball, Leg Power, Volleyball
2442727459F1B015080IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG PENANGGULANGAN
PENYAKIT MASYARAKAT
(Studi Penanganan Pengemis di Kabupaten Banyumas)
Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 16 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat dalam pelaksanaannya masih terdapat permasalahan, yaitu jumlah pengemis di Kabupaten Banyumas yang semakin tinggi, masih terdapat beberapa penolakan terhadap peraturan daerah. Berdasarkan data tersebut, menunjukkan bahwa adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan dalam implementasi peraturan daerahPenelitian ini menggunakan model implementasi dari Mazmanian dan Sabatier yang telah diadopsi dan disederhanakan. Tahapan implementasi yang ditekankan adalah tahap pertama yaitu hasil kebijakan dari pelaksana kebijakan. Untuk menjelaskan hal tersebut digunakan pendekatan manajerial sederhana karena keberhasilan sebuah implementasi kebijakan tersebut dapat dilihat dari beberapa kelompok variabel yang mempengaruhi keberhasilan implementasi, yaitu karakteristik dari masalah, karakteristik kebijakan dan variabel lingkungan.. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi belum optimal. Jumlah pengemis hanya bisa dikurangi dan tidak bisa dihilangkan. Peran masyarakat dalam membantu petugas masih jarang, padahal dibutuhkan perannya. Implementasi peraturan daerah dapat dikatakan belum optimal dengan kriteria dari aspek perancangan kebijakan, pelaksanaan kebijakan dan pengawasan kebijakan. Maka dari itu, perlu melakukan sosialisasi ke seluruh wilayah Kabupaten Banyumas. Diberikannya reward bagi masyarakat akan menambah semangat baik masyarakat untuk dapat menyelesaikan permasalahan pengemis yang ada.

Implementation of Banyumas Regency Regulation Number 16 Year 2015 Regarding Prevention of Community Disease in its implementation is still a problem, namely the increasing number of beggars in Banyumas Regency still contains several considerations of regional regulations. Based on these data, it shows that there are expectations and challenges in the implementation of local regulations. This study uses an implementation model of Mazmanian and Sabatier that has been adopted and simplified. The agreed implementation stage is the first work of the policy results of the policy implementer. To explain the things that are used related to managerial related to the implementation of the policy can be seen from several variables that affect implementation, namely the characteristics of the problem, the characteristics of the policy and environmental variables. The results of the study show how the implementation has not been optimal. The number of beggars can only be counted and cannot be eliminated. The role of the community in assisting officers is still limited, even though its role is needed. Implementation of regional regulations can be approved not yet optimal with the criteria of policy design, policy implementation and policy oversight. Therefore, it is necessary to conduct socialization to all areas of Banyumas Regency. The gift given to the community will increase the enthusiasm of the community to complete the settlement of existing beggars.

2442827476C1A015053STRATEGI PENGEMBANGAN NILAI TAMBAH KOMODITAS SALAK
DI KABUPATEN BANJARNEGARA: APLIKASI METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP)
Sebagai salah satu produk unggulan di Kabupaten Banjarnegara, jumlah hasil produksi salak yang melimpah justru dapat mengakibatkan harga komoditas menjadi murah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa aspek, permasalahan, alternatif solusi dan strategi dalam mengembangkan nilai tambah komoditas salak di Kabupaten Banjarnegara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytical Network Process. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat aspek-aspek yang dapat mempengaruhi pengembangan nilai tambah komoditas salak di Kabupaten Banjarnegara yaitu aspek SDM atau tenaga kerja, aspek kelembagaan, aspek produksi dan aspek pemasaran. Berdasarkan hasil pengolahan, aspek yang menjadi prioritas adalah aspek kelembagaan. Strategi dalam penelitian ini adalah strategi perbaikan kualitas dan penerapan online market, strategi alokasi dan kerjasama kelembagaan, strategi efisiensi produksi dan intervensi stakeholder, pelatihan dan penyuluhan untuk meningkatkan kualitas SDM. Berdasarkan hasil analisis bahwa strategi yang menjadi prioritas adalah strategi alokasi dan kerjasama kelembagaan.As one of the leading products in Banjarnegara Regency, the abundant amount of salak production can cause commodity prices to be cheap. This study aims to analyze aspects, problems, alternative solutions and strategies in developing the added value of zalacca commodities in Banjarnegara Regency. The analytical method used in this study is the Analytical Network Process. This study found that there are aspects that can influence the development of salak commodity value added in Banjarnegara Regency, namely the aspects of human resources or labor, institutional aspects, production aspects and marketing aspects. Based on the results of processing, the priority aspect is the institutional aspect. The strategy in this study is a strategy to improve the quality and implementation of online markets, institutional allocation and cooperation strategies, production efficiency strategies and stakeholder intervention, training and counseling to improve the quality of human resources. Based on the results of the analysis that the priority strategy is the strategy of institutional allocation and cooperation.
2442927477A1A015037KELAYAKAN USAHATANI JERUK SIAM DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI PADA KELOMPOK TANI BALAI LESTARI KECAMATAN GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAPKelompok Tani Balai Lestari merupakan salah satu kelompok tani di Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap yang anggotanya berusahatani jeruk siam untuk menambah pendapatan rumah tangga petani. Namun, kelompok tani tersebut belum berperan penuh dalam setiap kegiatan usahatani anggotanya. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui perkembangan harga jeruk siam pada Kelompok Tani Balai Lestari Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, 2) Mengetahui kelayakan usahatani jeruk siam, 3) Mengetahui kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga petani, dan 4) Mengetahui kinerja Kelompok Tani Balai Lestari. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2019 menggunakan metode survey dan tempat penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Responden diperoleh dengan metode sensus pada petani jeruk siam dengan tahun tanam 2014 sampai 2019 dan diperoleh 35 petani. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, analisis kelayakan finansial usahatani jeruk siam yang meliputi NPV, IRR dan Net B/C, analisis kontribusi pendapatan dan analisis kinerja kelompok tani menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Harga jual jeruk siam naik setiap tahunnya, karena bergantung pada kualitas, tingkat ketersediaan dan banyaknya panen pada masa tersebut. 2) Hasil analisis kelayakan usahatani jeruk siam pada Kelompok Tani Balai Lestari telah memenuhi kriteria kelayakan usahatani yang terdiri dari NPV, IRR dan Net B/C. 3) Kontribusi pendapatan usahatani jeruk siam memberikan kontribusi yang kecil karena kontribusinya kurang dari dari 50 persen. 4) Kelompok Tani Balai Lestari memiliki kinerja yang cukup efektif.Balai Lestari Farmer Group is one of farmer groups in Gandrungmangu District, Cilacap Regency whose members farming on siam citrus to supplement the household income of farmers. However, the farmer group has didn't a full role in every farming activity of its members. This research aims: 1) Knowing the development of price of siam citrus in Balai Lestari Farmers Group Gandrungmangu District, Cilacap Regency, 2) Knowing the feasibility of siam citrus farming, 3) Knowing its contribution to household income of farmers, and 4) Knowing the performance of Balai Lestari Farmer Groups. The research was conducted in June to July 2019 using a survey method and the place of research was chosen purposively. Respondents were obtained by the census method on Siam citrus farmers with planting from 2014 to 2019 years and obtained 35 farmers. This research uses descriptive analysis method, analysis of financial feasibility of siam citrus farming which includes NPV, IRR and Net B/C, analysis of income contribution and analysis of farmer group performance using a Likert scale. The results showed: 1) The selling price of siam citrus goes up every year, because it depends on the quality, level of availability and the amount of harvest at that time. 2) The results of the feasibility analysis of the siam citrus farming at the Balai Lestari Farmer Group have met the farm eligibility criteria consisting of NPV, IRR and Net B / C. 3) Contribution of income from farming of siam citrus gives a small contribution because its contribution is less than 50 percent. 4) Balai Lestari Farmer Group has a fairly effective performance.
2443027540F1A014043Interaksi Sosial Anak Tunarungu di Lingkungan SLBN Mandiraja Kabupaten BanjarnegaraKebutuhan komunikasi dan interaksi sosial anak tunarungu untuk berkomunikasi sangat dibutuhkan untuk memenuhi kegiatan sehari – hari. Komunikasi merupakan satu kesatuan dengan kontak sosial yang merupakan syarat pokok terjadinya interaksi sosial. Anak tunarungu adalah anak yang tidak dapat mendengar baik dengan maupun tanpa alat bantu dengar. Anak tunarungu dibagi menjadi dua bagian yaitu tuli dan sebagian dengar. Anak tunarungu membutuhkan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhanya terutama dibidang pendidikan untuk melatih kemampuan bahasa non – verbal dan bahasa verbal mereka, oleh sebab itu orangtua memilih untuk menyekolahkan anak mereka di SLBN Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan teori interaksionalisme simbolik dengan metode penelitian kualitatif. Informan yang diperoleh berjumlah sebelas orang yang terdiri dari tujuh orang informan utama dan empat orang sebagai informan pendukung yang ditentukan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah orang yang berada disekitar lingkungan sekolah. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan menggunakan analisis data interaktif dari Milles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Terdapat dua syarat interaksi sosial yaitu kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial terdapat dua yaitu kontak secara langsung (primer) dan kontak tidak langsung (sekunder) selain adanya kontak sosial, ada pula komunikasi yang terdapat lima unsur yaitu komunikator, pesan, media , efek dan komunikan. Hasil penelitian ini menunjukkan anak tunarungu merupakan anak yang tidak dapat terlepas adanya simbol sebagai alat bantu mereka ketika berinteraksi sosial di lingkungan sekolah sehingga guru memberikan pembelajaran secara manual dengan tujuan metode pembelajaran yang demikian dapat diserap dengan mudah oleh anak tunarungu di sekolah. Kurikulum yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan standar KTSP 2006 dengan tujuan memudahkan siswa untuk menyerap pembelajaran selama di sekolah.
Kesimpulan dari penelitian ini terdapat interaksi sosial yang baik antara hubungan siswa dengan guru. Interaksi sosial ini berbeda halnya saat kontak sosial dan komunikasi terjadi antara penjaga perpustakaan dan OB karena mereka minim pengetahuan tentang bahasa isyarat yang menyebabkan harus selalu menggunakan media seperti, alat tulis sebagai perantara komunikasi dan bantuan guru pendamping untuk menerjemahkan bahasa anak tunarungu. Pesan yang disampaikan meskipun melewati perantara, namun hal ini tidak membuat hambatan bagi OB dan penjaga perpustakaan dengan anak tunarungu. Pesan yang disampaikan oleh komunikator selama mereka dapat berbahasa isyarat dengan baik maka anak tunarungu dengan mudahnya menangkap dan memahami hal yang disampaikan oleh komunikator. Guru didalam kelas menyampaikan penjelasan pelajaran dengan cara yang manual, menggunakan jari – jemari dan ekspresi wajah supaya anak tunarungu dapat menangkap pesan dari guru. Sekolah juga menyediakan fasilitas terapi wicara sebagai pelatihan anak tunarungu dalam menggerakan bibir mereka untuk kebutuhan interaksi sosial supaya mereka dapat berkomunikasi dengan baik.
Saran dalam penelitian ini guru seharusnya lebih ekspresif saat mengajar anak didalam kelas supaya anak tunarungu memiliki kesan dan gambaran bahwa guru selalu ceria saat mengajar mereka didalam kelas. Penyampaian guru di dalam kelas seharusnya guru sering mengajarkan siswa berkelompok supaya menjalin kerjasama dengan baik dengan teman – temannya.
Communication needs and social interaction of deaf children to communicate is needed to meet their daily activities. Communication is a unity with social contact which is a basic requirement for social interaction. Deaf children are children who cannot hear both with and without hearing aids. Children with hearing impairment are divided into two parts, deaf and partial hearing. Children with hearing impairment need facilities and infrastructure to meet their needs, especially in the field of education to practice their non-verbal and verbal language skills, therefore parents choose to send their children to school in Mandiraja SLBN, Banjarnegara Regency. This research uses the theory of symbolic interactionalism with qualitative research methods. Informants obtained were eleven people consisting of seven main informants and four as supporting informants determined in this study using purposive sampling techniques. The informants in this study are people who are around the school environment. In this study data were obtained through in-depth interviews, observation and documentation. Meanwhile, the data analysis technique used uses interactive data analysis from Milles and Huberman which consists of data collection, data presentation, data reduction and drawing conclusions or verification.

There are two conditions for social interaction, namely social contact and communication. There are two social contacts, namely direct contact (primary) and indirect contact (secondary) in addition to social contact, there is also communication that there are five elements, namely communicators, messages, media, effects and communicants. The results of this study indicate that deaf children are children who can not be separated from the symbol as a tool for them when interacting socially in the school environment so that teachers provide learning manually with the aim of such learning methods that can be absorbed easily by deaf children in school. The curriculum applied in this study uses the 2006 SBC standards with the aim of making it easier for students to absorb learning while at school

The conclusion from this study there is a good social interaction between the relationship of students and teachers. This social interaction is different when social contact and communication occur between library keepers and OBs because they lack knowledge of sign language which causes them to always have to use media such as stationery as communication intermediaries and assistant teacher assistance to translate the language of deaf children.
The message conveyed though passed through an intermediary, but this does not create obstacles for OB and library guards with deaf children. The message delivered by the communicator as long as they can speak sign language well, the deaf child easily catches and understands what is conveyed by the communicator. The teacher in the class delivers the lesson explanation in a manual way, using fingers and facial expressions so that the deaf child can catch the message from the teacher. The school also provides speech therapy facilities as training for deaf children in moving their lips to the needs of social interaction so they can communicate well. Suggestions in this study teachers should be more expressive when teaching children in the classroom so that deaf children have the impression and image that teachers are always cheerful when teaching them in the classroom. Submission of teachers in the classroom teachers should often teach students in groups to collaborate well with their friends.
2443128813G1A016002Hubungan Kadar Kolesterol Total dengan Ketebalan Tunika Intima Arteri Karotis pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Obes Hipertensi di RSUD Prof Dr Margono SoekarjoLatar Belakang: Diabetes melitus (DM) adalah kondisi yang ditandai oleh hiperglikemia. Pasien dengan diabetes melitus tipe 2 (DMT2) memiliki kelainan metabolisme karena resistensi insulin yang mempengaruhi proses metabolisme dalam tubuhnya salah satunya adalah metabolisme lipoprotein plasma. Hal ini akan memicu terjadinya lipotoksisitas yang menyebabkan terjadinya peningkatan kadar lipid darah. Hiperkolesterolemia akan memicu peningkatan lipoprotein LDL dan penurunan lipoprotein HDL. Pemeriksaan kadar kolesterol juga dapat digunakan sebagai upaya deteksi dini proses aterosklerosis pada pasien DM tipe 2. Deteksi dini proses aterosklerosis dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan ketebalan tunika intima arteri karotis menggunakan USG sebagai upaya pencegahan komplikasi kardiovaskuler dan stroke.

Tujuan: Mengetahui hubungan kadar kolesterol total dengan ketebalan tunika intima arteri karotis pada pasien diabetes melitus tipe 2 obes hipertensi.

Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan sampel sebanyak 26 pasien dengan diagnosis diabetes melitus tipe 2 obes hipertensi. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data primer diperoleh dari pemeriksaan kadar kolesterol total dengan sampling darah vena dan pemeriksaan ketebalan tunika intima dengan USG B-Mode. Analisis hipotesis menggunakan uji korelasi spearman.
Hasil: Hasil perhitungan statistik uji korelasi spearman didapatkan p= 0,661 (p>0,05) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dengan ketebalan tunika intima arteri karotis pada pasien diabetes melitus tipe 2 obes hipertensi. Rerata kadar kolesterol total yaitu 192 mg/dl dan rerata ketebalan tunika intima arteri karotis yaitu 0,9 mm.

Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dengan ketebalan tunika intima arteri karotis pada pasien diabetes melitus tipe 2 obes hipertensi.
Kata Kunci: Kolesterol total, Ketebalan tunika intima arteri karotis, DM tipe 2
Background: Diabetes mellitus (DM) is a condition characterized by hyperglycemia. Patients with type 2 diabetes mellitus (DMT2) have a abnormalities metabolic due to insulin resistance that affect the metabolic process in their bodies, one of which is the lipoprotein plasma metabolism. This condition will trigger lipotoxicity which causes an increase in blood lipid levels. Hypercholesterolemia will be trigger an increase in LDL lipoprotein and a decrease in HDL lipoprotein level. The cholesterol levels can also be used as an early detection of atherosclerosis in patients with type 2 diabetes. Early detection of atherosclerosis can be done by examining the carotid intima media thickness using ultrasound as an effort to prevent cardiovascular complications and stroke.
Objective: To analyze the correlation of total cholesterol levels with carotid intima media thickness among type 2 diabetes mellitus, obesity and hypertension.
Methods: This study used a cross sectional design with a sample of 26 patients with a diagnosis of type 2 diabetes mellitus obesity and hypertension which was selected using a consecutive sampling technique. Primary data were obtained from examination of total cholesterol levels by venous blood sampling and carotid intima media thickness examination by B-Mode ultrasound. Hypothesis analysis using Spearman correlation test.
Result: Spearman correlation test statistical calculation results obtained p = 0.661 (p> 0.05) which shows no relationship between total cholesterol levels with the carotid intima media thickness in patients with type 2 diabetes mellitus obese hypertension. The average of total cholesterol levels is 192 mg / dl and the mean of carotid intima media thickness is 0.9 mm.
Conclusions: There was no correlation between total cholesterol levels with carotid intima media thickness in type 2 diabetes mellitus obesity and hypertension patients.
Keywords: Total cholesterol levels, Carotid intima media thickness, Type 2 DM
2443227480F1C015024Komunikasi Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dalam Mengelola Potensi Wisata di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten BanyumasTujuan utama dari pemberdayaan adalah membuat seseorang atau sekelompok orang menjadi berdaya. Dalam sebuah kelompok, peran pemangku kepentingan sangat diperlukan dalam memberdayakan anggota maupun masyarakat sekitar. Jika sudah terjalin hubungan yang baik antara anggota dengan pemangku kepentingan maka akan dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh suatu kelompok.
Penelitian ini membahas mengenai bagaimana proses komunikasi pemeberdayaan masyarakat oleh Pokdarwis Pesona Kalisalak dalam mengelola potensi wisata yang ada di Desa Kalisalak di antaranya adalah wisata alam, wisata budaya, dan wisata religi. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Kelompok Sadar Wisata Pesona Kalisalak, dan juga untuk menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat dari komunikasi yang dilakukan oleh Pokdarwis Pesona Kalisalak. Sumber data dalam penelitian ini didapat dari data primer berupa hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi dan data sekunder didapat dari buku, jurnal, dan referensi lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pemilihan informan dengan menggunakan purposive sampling untuk pemilihan informan utama dan snowball sampling untuk informan pendukung.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah: komunikasi pemberdayaan yang telah dilakukan oleh Pokdarwis Pesona Kalisalak dilakukan dengan berbagai cara dan tujuan melalui berbagai kegiatan. Cara tersebut di antaranya yaitu, peran dan proses pengambilan keputusan melalui rapat antar pengurus Pokdarwis Pesona Kalisalak dan masyarakat Desa Kalisalak, mobilisasi dan pengelolaan SDM, mentoleransi variasi lokal, melakukan social learning, dan networking Pokdarwis Pesona Kalisalak dengan Pemerintah Desa Kalisalak. Dalam proses pemberdayaan masyarakat, Pokdarwis Pesona kalisalak juga tidak terlepas dari faktor pendukung dan faktor penghambat, faktor pendukung dari Pokdarwis Pesona Kalisalak di antaranya adalah: a) tingginya tingkat partisipasi masyarakat di Desa Kalisalak, b) Potensi wisata dan komoditas lokal di Desa Kalisalak, c) ketelibatan stakeholder dalam Pokdarwis Pesona Kalisalak. Selain itu faktor penghambat Pokdarwis Pesona Kalisalak di antaranya adalah: a) kurangnya sumber dana, b) kurangnya kualitas sumber daya manusia.
The main purpose of empowerment is to make a person or a group of people become empowered. In a group, the role of stakeholders is very necessary for empowering members and surrounding communities. If there is a good relationship between members and stakeholders, they will be able to maximize the potential of a group.
This study discusses how the process of communication of community empowerment by Pokdarwis Pesona Kalisalak in managing the tourism potential in the Kalisalak Village including natural tourism, cultural tourism, and religious tourism. The purpose of this research is to analyze the process of community empowerment carried out by Pokdarwis Pesona Kalisalak, and also to analyze the supporting and inhibiting factors of communication carried out by Pokdarwis Pesona Kalisalak. Sources of data in this study were obtained from primary data in the form of interviews, observations, and documentation and secondary data obtained from books, journals, and other references. This study uses qualitative methods with the method of selecting informants by using purposive sampling for the selection of key informants and snowball sampling for supporting informants.
The conclusion of this research is: empowerment communication that has been carried out by Pokdarwis Pesona Kalisalak is done in various ways and goals through various activities. These include the role and process of decision making through meetings between Pokdarwis Pesona Kalisalak management and the Kalisalak Village community, mobilization and management of human resources, tolerating local variations, conducting social learning, and networking of the Pokdarwis Pesona Kalisalak with the Kalisalak Village Government. In the process of community empowerment, Pokdarwis Pesona Kalisalak is also inseparable from the supporting and inhibiting factors, the supporting factors of the Pokdarwis Pesona Kalisalak include: a) the high level of community participation in the Kalisalak Village, b) the tourism potential and local commodities in the Kalisalak Village, c ) stakeholder involvement in Pokdarwis Pesona Kalisalak. Besides the inhibiting factors of Pokdariwis Pesona Kalisalak include: a) lack of financial resources, b) lack of quality human resources.
2443327482E1A014291IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP INFORMED CONSENT DALAM TRANSAKSI TERAPEUTIK (STUDI DI RSUD HJ ANNA LASMANAH BANJARNEGARA)IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP INFORMED CONSENT DALAM TRANSAKSI TERAPEUTIK
(STUDI DI RSUD HJ ANNA LASMANAH BANJARNEGARA)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi prinsip informed consent dalam transasksi terapeutik di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi, kedisiplinan dan kerjasama terhadap implementasi prinsip-prinsip informed consent dalam transaksi terapeutik di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yurudis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara dengan responden sebanyak 25 orang dokter. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yg diperoleh dengan metode angket dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode coding, editing,dan tabulasi, kemudian disajikan secara naratif dan tabel. Analisi data kuantitafif menggunakan metode distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip-prinsip informed consent dalam transaksi terapeutik di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara adalah efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 4 (empat) indikator meliputi efektifnya prinsip autonomi, efektifnya prinsip beneficentia, efektifnya prinsip nonmaleficentia dan efektifnya prinsip utilitas serta tingginya faktor kedisiplinan, tingginya faktor motivasi, dan baiknya faktor kerjasama yang mempengaruhi implementasi prinsip-prinsip informed consent dalam transaksi terapeutik di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara
Kata kunci : Implementasi Hukum, Prinsip-Prinsip Informed Consent, Ttransasksi Terapeutik, Rumah Sakit, Motivasi Dokter, Kedisiplinan Dokter, Kerjasama Dokter.
MPLEMENTATION OF INFORMED CONSENT PRINCIPLES IN THERAPEUTIC TRANSACTIONS
(STUDY AT HJ ANNA LASMANAH BANJARNEGARA HOSPITAL)

ABSTRACT

This study aims to determine the implementation of the principle of informed consent in therapeutic transactions at Hj Anna Lasmanah Hospital Banjarnegara and the factors that influence motivation, discipline and cooperation towards the implementation of the principles of informed consent in therapeutic transactions at Hj Anna Lasmanah Hospital Banjarnegara.
This study uses qualitative methods with a sociological jurudical approach and descriptive research specifications. This study took place in the Hj Anna Lasmanah Hospital Banjarnegara with respondents as many as 25 doctors. The research sample was taken using simple random sampling. Types and sources of data include primary data and secondary data obtained by questionnaire and library methods. The collected data is processed using the methods of coding, editing, and tabulation, then presented narratively and in a table. Quantitative data analysis uses the method of frequency distribution analysis, cross table analysis, content analysis and comparison analysis.
The results showed that the implementation of the principles of informed consent in therapeutic transactions at Hj Anna Lasmanah Hospital Banjarnegara was effective. This is evidenced by the results of research on 4 (four) indicators including the effectiveness of the principle of autonomy, the effectiveness of the principle of beneficentia, the effectiveness of the principle of nonmaleficentia and the effectiveness of the utility principle as well as the high discipline factor, the high motivation factor, and the good cooperation factor that influences the implementation of the principles of informed consent in therapeutic transactions at Hj Anna Lasmanah Hospital Banjarnegara
Keywords: Legal Implementation, Informed Consent Principles, Therapeutic Transactions, Hospitals, Doctor's Motivation, Doctor's Discipline, Doctor's Collaboration.



2443427483A1D015008APLIKASI BIO P60 DAN BIO T10 SEBAGAI BIOREMEDIATOR TANAH TERCEMAR PESTISIDA ORGANOFOSFAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAWANG MERAHBio P60 dan Bio T10 adalah agensia hayati yang memiliki berbagai manfaat untuk tanaman dan berpotensi sebagai agen bioremediator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Bio P60, Bio T10 dan kombinasi Bio P60 dan Bio T10 sebagai bioremediator tanah tercemar pestisida golongan organofosfat, mengetahui pengaruh Bio P60 dan Bio T10 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah tercemar pestisida organofosfat.
Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Mei sampai September 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), dengan 4 perlakuan berupa aplikasi bioremediator (tanpa Bio P60 & Bio T10, Bio P60 50% v/v, Bio T10 50% v/v, dan Bio P60 25% v/v + Bio T10 25% v/v). Perlakuan tersebut diulang 6 kali. Variabel yang diamati yaitu residu pestisida, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot daun, bobot tanaman segar, panjang akar, bobot umbi segar, dan jumlah umbi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Bio P60, Bio T10, dan kombinasinya mampu menurunkan residu pestisida klorpirifos (Organofosfat) berturut-turut 99,4%, 93,7%, dan 84,1%. Aplikasi kombinasi Bio P60 & Bio T10 pada tanah tercemar pestisida menunjukkan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah meliputi variabel jumlah daun, panjang akar, bobot tanaman segar, bobot daun segar, bobot umbi segar, dan jumlah umbi.
Bio P60 and Bio T10 are biological agents that have a variety of benefits for plants and are potential as bioremediation agents. This study aimsed to examine the role of Bio P60, Bio T10 and the combination of Bio P60 and Bio T10 as bioremediators of organophosphate-contaminated soils, to asses the effects of Bio P60 and Bio T10 on the growth and result of food plants in organophosphate pesticide-contaminated soil.
This research was conducted at the Screen House by the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University in May to September 2019. This experiment was laid out based on a Complete Randomized Block Design (RCBD), with 4 treatments in the form of bioremediator applications (without Bio P60 & Bio T10, Bio P60 50% v/v, Bio T10 50% v/v, and Bio P60 25% v/v + Bio T10 25% v/v). The treatments were replicated 6 times. The variables observed were pesticide residues, plant height, number of leaves, leaf weight, fresh plant weight, root length, fresh tuber weight, and number of tubers.
The results showed that the application of Bio P60, Bio T10, and their combination was able to reduce chlorpyrifos pesticide residues, by 99.4%, 93.7%, and 84.1% respectively. The combined application of Bio P60 & Bio T10 of pesticide-contaminated soils showed the best results on the growth and yield of shallots include the number of leaves, root length, weight of fresh plants, weight of fresh leaves, weight of fresh tubers, and number of tubers.
2443527484A1A115006ANALISIS INTEGRASI PASAR PADA RANTAI PASOK BERAS DI PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL IV BANYUMAS, JAWA TENGAH
Beras, salah satu komoditas pertanian yang dikelola BULOG dalam hal harga dan kuantitas. Rantai pasok merupakan salah satu fokus utama BULOG untuk menangani hal tersebut. Analisis integrasi pasar merupakan salah satu cara mengetahui efisiensi rantai pasok. Penelitian ini bertujuan, menganalisis tingkat integrasi pasar, tingkat transmisi harga, mengetahui hubungan perubahan harga di produsen dan pasar acuan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Pengambilan responden dilakukan dengan snowball sampling dan survei formal. Responden penelitian ini, BULOG Subdivre IV Banyumas, penggilingan KUD Patikraja dan Sahabat Tani, 160 petani pada masing-masing Desa Notog, Kedungwuluh Lor dan Kidul, Sawengan Wetan, Kedungwringin, 80 pedagang pada masing-masing Pasar Wage dan Manis. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Integrasi Pasar, Transmisi Harga, Granger Causality Test, Analisis Deskriptif. Hasil penelitian menunjukan, Integrasi pasar pada lokasi penelitian memiliki rentang sangat rendah hingga rendah, sehingga tidak terjadi integrasi pasar secara sempurna. Respon kenaikan harga pada pasar acuan lebih tinggi dibandingkan produsen. Hubungan sebab akibat yang saling mempengaruhi antara harga gabah produsen dan harga beras pasar acuan, terjadi pada lag satu bulan, selanjutnya lebih banyak hubungan searah pada uji lag dua dan tiga bulan, yang mengindikasikan ketidakseimbangan informasi harga antara produsen dengan pasar acuan.Rice, one of the agricultural commodities managed by BULOG in terms of price and quantity. Supply chain is one of the main focuses of BULOG to handle this. Integration market analysis is one way to determine supply chain efficiency. This research aims, analyzing the level of market integration, the level of price transmission, knowing the relationship of price changes in producers and reference market. This research method is quantitative. Respondents were taken with snowball sampling and formal surveys. Respondents of this study, BULOG Subdivre IV Banyumas, grinding the KUD Patikraja and Sahabat Tani, 160 farmers in each village of Notog, Kedungwuluh Lor and Kidul, Sawengan Wetan, Kedungwringin, 80 traders in each Wage and Sweet Market. The analytical method used is Market Integration Analysis, Price Transmission, Granger Causality Test, Descriptive Analysis. The results showed, market integration in the research location has a very low to low range, so there is no perfect market integration. Response to price increases in the reference market is higher than producers. The interrelated causal relationship between producer grain prices and the reference market rice price occurs in a one-month lag, then there is more direct relationship in the two and three-month lag test, which indicates an imbalance of price information between producers and the reference market.
2443627485F1B015001IMPLEMENTASI PROGRAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN) BADAN NARKOTIKA NASIONAL DI KABUPATEN BANYUMAS.Masalah penyalahgunaan narkoba bukan saja masalah yang perlu mendapat perhatian bagi negara Indonesia, melainkan juga bagi negara internasional. Hampir tidak ada satupun daerah/wilayah yang bebas dari penyalahgunaan narkoba, bahkan korbannya telah menjangkau ke semua lapisan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara program berjalan dengan baik namun terdapat sub aspek yang belum berjalan secara optimal. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif dalam rangka menggambarkan fenomena yang terjadi di lapangan sesuai dengan fakta sebenarnya. Adapun yang menjadi sumber datanya ialah pihak Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas, Satuan Unit Narkoba Polres Kabupaten Banyumas dan Pelajar/Mahasiswa. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui teknik analisis model interaktif. Temuan riset ini yaitu: 1) Perilaku implementor yang telah dimiliki oleh BNNK Banyumas sudah baik untuk mendukung dalam pelaksanaan program dan harus dipertahankan; 2) Permasalahan dalam pelaksanaan rehabilitasi di Pusat Binaan Rehabilitasi BNNK Banyumas yang tidak mencapai target dikarenakan belum tersedianya ruangan khusus untuk rehabilitasi, kurangnya SDM yang terlatih di Pusat Binaan Rehabilitasi, serta klien banyak yang tidak menjalani rehabillitasi sesuai standar; 3) Kendala pelaksanaan tugas dan pekerjaan pada seksi Pemberantasan di BNNK Banyumas yaitu kurang mempunyai personil yang cukup dan memadai; 4) Permasalahan ruangan yang kurang memadai untuk mengundang banyak orang (ruang aula) di kantor BNNK Banyumas; 5) Rekomendasi kebijakan atau program yang dapat peneliti ajukan sebagai saran yaitu adanya program pengembangan diri bagi pelajar atau masyarakat yang rawan atau berindikasi menyalahgunakan narkoba.



Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.
ABSTRACT

The problem of drug abuse is not only a problem that needs attention for the Indonesian state, but also for international countries. There is hardly a single region

/ region that is free from drug abuse, even the victims have reached all levels of society. Based on the results of observations and interviews the program went well but there are sub aspects that have not been running optimally. This research approach is qualitative with descriptive methods in order to describe the phenomena that occur in the field in accordance with the actual facts. The source of the data is the Banyumas Regency National Narcotics Agency, the Banyumas District Narcotics Unit and the Students / Students. Data collection techniques namely in-depth interviews, observation and documentation. While the data analysis technique used in this study is through interactive model analysis techniques. The findings of this research are: 1) The implementor behavior that has been owned by National Narcotics Agency in Banyumas regency is already good to support the implementation of the program and must be maintained; 2) Problems in implementing rehabilitation at the Banyumas Regency National Narcotics Agency Rehabilitation Center which did not reach the target due to the unavailability of special rooms for rehabilitation, lack of trained human resources at the Rehabilitation Development Center, and many clients who did not undergo rehabillitation according to standards; 3) Obstacles to the implementation of tasks and work in the Eradication section at Banyumas Regency National Narcotics Agency, namely lacking sufficient and adequate personnel; 4) Problems of inadequate space to invite many people (hall room) in the Banyumas Regency National Narcotics Agency office; 5) Policy or program recommendations that researchers can propose as suggestions for self-development programs for students or communities who are vulnerable or indicated to abuse drugs.

Keywords: Policy Implementation, Prevention Eradication and Drug Trafficking Programs
2443728825J1E015012Teaching Vocabulary to Young learners Through Word Square Game (An Explorative Study on the Fifth Grade Students of SDN 2 Berkoh in the Academic Year of 2019/2020). Wulan Desi Ariyanti. 2020. Teaching Vocabulary to Young learners Through Word Square Game (An Explorative Study on the Fifth Grade Students of SDN 2 Berkoh in the Academic Year of 2019/2020). Skripsi. Pembimbing 1: Tuti Purwati, S.S., M.Pd. Pembimbing 2: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd. Penguji: Dian Adiarti S.Pd. M.Hum. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto.
Kata Kunci: kosakata Bahasa Inggris ,anak-anak, permainan word square.
Judul penelitian ini adalah “Teaching Vocabulary to Young learners Through Word Square Game (An Explorative Study on the Fifth Grade Students of SDN 2 Berkoh in the Academic Year of 2019/2020)”. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui bagaimana penggunaan permainan word square untuk mengajar kosakata bahasa Inggris kepada anak-anak (2) Mengetahui permasalahan yang dihadapi guru menerapkan permaianan word square untuk mengajar kosakata bahasa Inggris kepada anak-anak.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplorasi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 SDN 2 Berkoh pada tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 39 siswa. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis total sampling maka jumlah sampelnya sama seperti jumlah populasi secara keseluruhan. Kemudian, peneliti menggunakan analisis dokumen, observasi dan wawancara sebagai metode pengumpulan data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) permainan word square telah berhasil diimplementasikan oleh guru untuk mengajar kosakata bahasa Inggris pada anak-anak dengan step: 1) guru memnyiapkan, menjelaskan, dan memberi contoh permainan word square game, 2) guru memberi lembar permainan dan memperintahkan untuk mendiskusikan di grup, 3) guru membaca dan mengeja kosakata satu persatu dan diikuti oleh anak-anak, 4) anak-anak mencocokan gambar dan menyusun huruf ke kata dengan benar, 5) setelah game selesai, guru dan anak-anak mendiskusikanya bersama. Selama mengimplementasikan game, guru sebagai fasilitator di kelas. Game word square dapat diimplementasikan dengan baik untuk pengajaran kosakata bahasa Inggris. Game word square membuat anak-anak tertarik untuk belajar kosakata bahasa Inggris, dapat melatih ketrampilan pelafalan kosakata, dan dapat mempermudah anak-anak untuk menguasai kosakata bahasa Inggris. Dan game tersebut sesuai dengan karakteristik anal-anak. Meskipun masih ditemukan masalah dalam mengimplimentasikan game word square. (2) Ada 4 permasalahan ditemukan selama mengimplementasikan permainan word square untuk mengajar vocabulary pada anak-anak yaitu:1) permainan word square membuat kelas tidak dapat diatur, 2) guru memiliki waktu yang sedikit untuk melatih kosakata untuk anak-anak, 3) guru harus memilih berbagai jenis game yang kreatif, dan permainan dapat terjadi kesalahan teknik pada game itu sendiri, 4) malasah teknis dan kurangnya ketrampilan guru dalam pengucapan kosakata bahasa Inggris.
Saran untuk guru-guru, anak-anak, dan peneliti lain. Diharapkan untuk guru dapat menggunakan permainan word square sebagai variasi belajar mengajar di kelas. Word square game dapat digunakan oleh anak-anak untuk belajar kosakata bahasa Inggris. Dan untuk peneliti lain bisa mengembangkan penggunaan word square game untuk mengajar kosakata untuk anak-anak agar lebih efektif. Dan dapat diimplementasikan untuk mempelajari pelafalan kata dalam Bahasa Inggris.
Wulan Desi Ariyanti. 2020. Teaching Vocabulary to Young learners Through Word Square Game (An Explorative Study on the Fifth Grade Students of SDN 2 Berkoh in the Academic Year of 2019/2020). Thesis. Supervisor 1: Tuti Purwati, S.S., M.Pd. Supervisor 2: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd., . Examiner: Dian Adiarti S.Pd. M.Hum. Ministry of Education and Culture, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Language Education Department, English Education Study Program, Purwokerto.
Keywords: vocabulary, young learners, word square game.
The title of the research is “Teaching Vocabulary to Young learners Through Word Square Game (An Explorative Study on the Fifth Grade Students of SDN 2 Berkoh in the Academic Year of 2019/2020)”. The research aims at finding out: (1) How is word square game implemented in teaching vocabulary to young learners, (2) the problems faced by the teacher in teaching vocabulary to young learners by implementing word square game.
This research was an explorative research study. The population of this research was the students of fifth grade of SDN 2 Berkoh in the academic year of 2019/2020 consisting of 39 students. Then, the researcher used a total sampling technique, so that samples were the same in number with the population. This research used documents, observations, and interviews as the instruments in collecting the data.
The results showed that: (1)the word aquare game was sucessfully implemented in the fifth grade of SDN 2 Berkoh in the academic year of 2019/2020 thorugh the following stages: 1) The teacher prepared, explained, and gave an example of word square game, 2) The teacher gave the word square game paper and directed the students to discuss in a group, 3) The teacher read and pronounced each vocabulary followed by the young learners, 4) Then, the young learners within the group matched the pictures and arranged the letters into the words properly, 5) After the game was completed, the teacher and young learners discussed it together. The word square game could be implemented in teaching vocabulary well. Durig the implementation, teacher became a facilitator in the class. The word square game made young learners interested in learning vocabulary, it trained pronouncation skill, and also helped young learners to remember the vocabulary. Also the game were appropriate with young learners’ characteristics. Meanwhile there were still problems in implementing word square game. (2) There are 4 problems encountered by the teacher when implementing word square game for teaching vocabulary to young learners ; 1) unorganized classrom, 2) Teacher has little time to drill vocabulary, 3) more various games are necessary, 4¬) word square game’s technical mistakes and teacher’s lack of pronounciation competence .
Some suggestions are made for teachers, young learners, and others researchers. The teachers are expected to implement the word square game as a variation in teaching and learning activities in the class. The word quare game can be used by young learners to improve their vocabulary in learning English Language. Besides, other researchers may develop this field of study on the use of word square game in teaching vocabulary to young learners to become more effective. Also the game can be implemented to teach and practice pronouncation.
2443827486F2A016006PENGARUH KOMUNIKASI, SUMBERDAYA, DISPOSISI, DAN STRUKTUR BIROKRASI TERHADAP IMPLEMENTASI PERTEMUAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KELUARGA DINAS SOSIAL
KABUPATEN CILACAP
Tahapan penting proses kebijakan publik adalah implementasi kebijakan yang akan menetukan suatu proses, dimana tujuan dan dampak kebijakan akan dihasilkan. Beberapa faktor yang penting bagi keberhasilan implementasi yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi serta struktur birokrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi baik secara mandiri maupun bersama sama terhadap keberhasilan implementasi program P2K2 Dinas Sosial Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan bersifat analisis kuantitatif, data yang diperoleh berdasarkan jawaban kuesioner dianalisis dengan statistik regresi regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara mandiri hanya variable Komunikasi (X1) dan Struktur Birokrasi (X4) yang mampu berpengaruh signifikan terhadap implementasi program P2K2. Namun secara bersama-sama Komunikasi (X1), Sumberdaya (X2), Disposisi (X3) dan Struktur Birokrasi (X4) mampu mempengaruhi keberhasilan implementasi P2K2 Dinas Sosial Kabupaten Cilacap sebesar 77,1%, sedangkan 22,9 % dipengaruhi oleh variabel lain yang belum kami teliti. An important stage in the public policy process is the implementation of policies which will determine a process, where the objectives and impact of the policy will be generated. Some factors that are important for successful implementation are communication, resources, disposition and bureaucratic structure. The purpose of this study was to determine the magnitude of the influence of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure both independently and jointly on the successful implementation of the Cilacap Regency Social Service Family Capacity Building Meeting program. The research method used is quantitative analysis, the data obtained based on the answers to the questionnaire were analyzed statistics multiple linear regression. The results showed that independently only the Communication variable
2443927487L1A015032Kinerja dan Strategi Koperasi Perikanan di Kabupaten Cilacap Jawa TengahPenelitian ini berjudul “Kinerja dan Strategi Koperasi Perikanan di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah” yang dilaksanakan pada bulan Juli – September 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja koperasi perikanan di Kabupaten Cilacap dan untuk mengetahui strategi koperasi perikanan di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilaksanakan di Koperasi Mina Saroyo, Koperasi Mina Usaha, dan Koperasi Mina Menganti. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan teknik wawancara dan observasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penilaian kinerja Koperasi Mina Saroyo sebesar 82,09% dinyatakan kategori baik, kinerja Koperasi Mina Usaha sebesar 76,92% dinyatakan kategori baik, dan kinerja Koperasi Mina Menganti sebesar 68,75% dinyatakan kategori cukup. Berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal koperasi perikanan di Kabupaten Cilacap diperoleh hasil posisi Koperasi Mina Saroyo dan Koperasi Mina Usaha berada pada kuadran I sehingga strategi yang digunakan dalam mendukung kebijakan yaitu strategi agresif. Sedangkan Koperasi Mina Menganti berada pada kuadran III sehingga strategi yang diberikan yaitu turn around (ubah strategi).This research entitled “The Performance and Strategy of Fisheries Cooperatives in Cilacap Regency, Central Java”, which was held in July- September 2019. The purpose of this research was to determine the performance of fisheries cooperatives in Cilacap Regency and to determine the strategy of fisheries cooperatives in Cilacap Regency. This research was conducted at Mina Saroyo Cooperative, Mina Usaha Cooperative, and Mina Menganti Cooperative. The data used is primary data and secondary data were collected by interview and observation. Data analysis method used by SWOT analysis. The results showed that the results of the Mina Saroyo Cooperative performance evaluation of 82,09% were stated to be in good category, the performance of the Cooperative Mina Usaha of 76,92% was stated to be good category, and the performance of the Cooperative Mina Menganti by 68,75% was stated to be a sufficient category. Based on the analysis of internal and external factors of fisheries cooperatives in Cilacap Regency, the results of the Mina Saroyo Cooperative and Mina Usaha Cooperative are in quadrant I and that the strategy used in supporting policies is an aggressive strategy. Meanwhile, Mina Menganti Cooperative is in quadrant III and the strategy given is turn around (change strategy).
2444027488L1A015030Produktivitas Pekerja pada Usaha Pembuatan Tepung Ikan Konvensional di PPP TegalsariPenelitian ini berjudul “Produktivitas Pekerja pada Usaha Pembuatan Tepung Ikan Konvensional di PPP Tegalsari”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai produktivitas dari usaha pembuatan tepung ikan di PPP Tegalsari dan juga mengetahui finansial usaha pembuatan tepung ikan di PPP Tegalsari, Kota Tegal. Metode yang digunakan yaitu metode survei langsung dengan melakukan wawancara, observasi lapang dan dokumentasi. Hasil penelitian dijelaskan menggunakan flowchart dan juga dimasukkan ke dalam tabel timestudy guna mendapatkan nilai produktivitas dari masing-masing usaha, dimana nilai produktivitas usaha industri I sebesar 47,4 kilogram/jam kerja, industri II sebesar 39,84 kilogram/jam kerja, dan industri III sebesar 42,90 kilogram/jam kerja dengan masing-masing memiliki 2 pekerja yang menghabiskan waktu 7 jam sehari. Saat menjalankan usaha pembuatan tepung ikan secara konvensional ini, para produsen (pemilik usaha) dapat meraup keuntungan bersih Rp 12.223.700,00 bagi industri I; Rp 5.930.800,00 bagi industri II; dan Rp 4.990.000,00 bagi industri III perbulannya.This research is entitled "Laborer Productivity of Conventional Fish Meal Manufacturing Factory in PPP Tegalsari". This research aims to determine the productivity value of the fish meal manufacturing factories and also to find out the financial analysis of the fish meal manufacturing factories in Tegalsari PPP, Tegal. The method used is a direct survey method by conducting interviews, field observations and also documentation. The results of this research are explained using a flowchart and filled into the time study worksheets to get the productivity value of each factories, which the value of factory I’s productivity is about 47.4 kilograms/hour of work, factory II is about 39.84 kilograms/hour of work, and factory III is about 42.90 kilograms/hour of work with each companies having 2 laborers who spend 7 hours a day. When running this conventional fish meal manufacturing, producers (business owners) can reap a net profit of Rp 12,223,700.00 for factory I; Rp 5,930,800.00 for factory II; and Rp 4,990,000.00 for factory III each month.