Artikelilmiahs
Menampilkan 24.381-24.400 dari 50.309 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 24381 | 27440 | E1A114097 | KEWENANGAN DINAS PENDIDIKAN DALAM PENATAAN DAN PEMERATAAN GURU PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DI KABUPATEN BANYUMAS | Urusan pemerintahan di bidang pendidikan telah di serahkan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemerintah daerah Kabupaten Banyumas memiliki perangkat daerah berupa Dinas Pendidikan sebagai unsur pelaksana urusan pemerintah yang menjadi kewenangan daerah. Selain hal tersebut yang menjadi latar belakang penulisan penelitian ini karena jumlah guru (PNS) di Kabupaten Banyumas belum tersebar secara merata baik secara jumlah dan kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan kabupaten Banyumas dalam hal Penataan dan Pemerataan Guru (PNS) dan bagaimana prosedur penataan dan pemerataan tersebut dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan undang-undang dan analisis. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sumber bahan hukum yang digunakan merupakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder dengan metode pengajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis. Hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini diketahui bahwa kewenangan dinas pendidikan bersumber pada delegasi, berdasarkan Peraturan Bupati Banyumas nomor 13 tahun 2010 tentang tugas pokok dan fungsi dinas pendidikan. Dalam prosedurnya Dinas Pendidikan melakukan langkah sosialisasi terkait penataan dan pemerataan setelah adanya Peraturan Bupati/ Peraturan daerah, kemudian dilakukan Verifikasi data guru dan analisis kebutuhan guru pada setiap jenjang pendidikan, dilanjutkan dengan penyediaan data peta guru yang memuat tentang kelebihan atau kekurangan guru di wilayah Kabupaten Banyumas, lalu data tersebut dianalisis dengan kualifikasi tertentu agar tercapainya tujuan penataan dan pemerataan guru, jika seluruh tahapan terpenuhi maka pemindahan guru dapat dilaksanakan. | Government affairs in the education field have been submitted from central government to local government based on the principle of autonomy and assistance tasks. Banyumas district government has an apparatus that is the Department of Education as an implementation of government affairs which are district authority. The writing background of this research is because the number of teachers (PNS) in the Banyumas district has not spread evenly both according to number and competence. This research aims to analyze the authority of the Department of Education in the Banyumas district in terms of the arrangement and equality of teachers (PNS) also how the procedure is done. This research uses the normative juridical method and the approach using a legal approach and analysis. The specifications of the research are descriptive. The legal source used is the primary and secondary source of law with the method of reviewing data in narrative and compiled systematically. The results of the research and discussion in the research are known that the authority of the Education office is sourced to delegates, based on the rule of the regent of Banyumas No. 13 the year 2010 about the main tasks and functions of the Education Office. In the procedures of the Education Office to disseminate the socialization of the arrangement and equitable after the regulation of the Regent/local regulation, then conducted verification of teacher data and analysis of teacher needs at every level of education, Continued with the provision of teacher map data that contains the strengths or disadvantages of teachers in the Banyumas district, then the data is analyzed with certain qualifications in order to achieve the objectives of the arrangement and equitable of the teacher, if all Stages are fulfilled then the transfer of teachers can be implemented. | |
| 24382 | 28688 | I1E016025 | Pengembangan Media Pembelajaran Smart Card Perwasitan Bola Basket untuk Mahasiswa Pendidikan Jasmani UNSOED | Latar Belakang : Smart Card merupakan media pembelajaran yang efektif untuk digunakan dalam ranah pembelajaran. Smart Card sendiri dapat meningkatkan rasa keingin tahuan mahasiswa dengan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Produk Smart Card ini akan membantu mahasiswa untuk mengerti dan memahami terkati dengan perwasitan bola basket. Metodologi : Penelitian Research and Development (R&D) ini dilakukan dengan 10 langkah diantaranya: 1. Potensi dan masalah, 2. Pengumpulan data, 3. Desain produk, 4. Validasi desain, 5. Revisi desain, 6. Uji coba produk, 7. Revisi produk, 8. Uji coba pemakaian, 9. Revisi produk, dan 10. Produksi masal. Penelitian ini diuji cobakan pada mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Jenderal Soedirman. Instrumen yang digunakan oleh peneliti adalah kuesioner pernyataan dengan menggunakan skala likert. Kemudian skor yang diperoleh diolah dan dikonversikan ke dalam kriteria penilaian produk. Hasil Penelitian : Smart Card Perwasitan Bola Basket sebagai media pembelajaran bola basket memperoleh nilai tingkat kelayakan sebesar 82,61% atau dikategorikan sangat layak, dari pada itu dapat disimpulkan bahwa Smart Card Perwasitan Bola Basket dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk mahasiswa Pendidikan Jasmani UNSOED. Kesimpulan: Smart Card Perwasitan Bola Basket dapat diterapkan menjadi media belajar mahasiswa Pendidikan Jasmani UNSOED. | Background : Smart Card is an effective learning media to be used in the area of learning. Smart Card itself can increase students' curiosity with more fun learning atmosphere. This Smart Card product will help students to understand and comprehend the basketball referees. Methodology : The Research and Development (R&D) is carried out in 10 steps including: 1. Potential and problems, 2. Data collection, 3. Product design, 4. Design validation, 5. Design revisions, 6. Product trials, 7. Product revisions, 8. Application trials, 9. Product revisions, and 10. Mass production. On this study, the samples are students of Physical Education Health and Recreation at the Jenderal Soedirman University. The instrument used by researcher was a statement questionnaire using a Likert scale. The scores obtained are processed and converted into product evaluation criteria. Research Results: Basketball Supervisor Smart Card as a basketball learning media has a score of 82.61% or categorized as very feasible, therefore it can be concluded that Basketball Referees Smart Card can be used as a learning media for students of Physical Education Health and Recreation. Conclusion : basketball supervisor smart card can be applied as a learning media for student of physical education healt and recreation at Jenderal Soedirman Univercity. | |
| 24383 | 27878 | H1D014042 | ANALISIS PERILAKU LENTUR PADA PELAT BERONGGA MENGGUNAKAN BAMBU APUS DENGAN SISTEM PELAT DUA ARAH | Penelitian ini didasari dengan percobaan penggunaan bambu yang diaplikasikan pada pelat berongga yang pada umumnya lubang pada pelat berongga tidak memiliki selimut rongga (kosong) atau menggunakan pipa PVC pada rongganya. Dengan digunakannya bambu sebagai pengisi rongga diharapkan dapat menambah kapasitas daripada pelat berongga pada umumnya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang punggunaan bambu pada pelat berongga, dalam hal ini bambu yang digunakan bambu jenis apus. Karena bambu jenis ini memiliki nilai ekonomis dari jenis bambu yang lainnya. Pada penelitian ini menggunakan sistem pelat 2 arah deangan dimensi 80cm x 80cm x 25cm dan mutu beton 30 Mpa. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi kapasitas pelat, lendutan dan pola retak yang terjadi. Hasil pengujian kapasitas diperoleh dari nilai kuat tekan yang terjadi adalah sebesar 81.34 kN, 105.09 kN, dan 96.19 kN dengan momen lentur rata-rata 2.1 kN/m2 yang kemudian dikomparasi desain rencana. Untuk pengujian lendutan diperoleh nilai sebesar 13.044 mm berdasarkan perubahan nilai penurunan dari posisi awal saat belum diberikan tekanan sampai mengalami keruntuhan. Kemudian untuk pola retak diperoleh berdasarkan hasil pengamatan pada pelat setelah diberikan tegangan maksimum hingga mengalimi keruntuhan, kemudian pola retak tersebut dikatagorikan sebagai retak lentur. Karena retak tipikal yang hampir tegak lurus pada sumbu struktur. Hasil seluruh pengujian dari ekperimental ini dikomparasi dengan analisis teoritis yang kemudian disusun menjadi sebuah kesimpulan dari penelitian ini. | This research based on bamboo usage efficiency that applied on hollow core slab which generally has pvc pipe in it’s core. Capacity increase among general hollow core slab is expected. In that case bamboo application on hollow core slab research is needed, apus bamboo is used in this study. Because petung bamboo has tighter fiber than other bamboo. This test is done by making a two way slab measuring 80 cm x 80 cm x 25 cm with 30 Mpa design. The test parameters include plate capacity, deflection and crack pattern. The result of the compressive test is 81.34 kN, 105.09 kN, dan 96.19 kN with average torque is 2.1 kN/m2. and then compared to initial design. The result of flexural test is 13.044mm based on down value of initial state before pressure is given until it is collapsed. And then, cracking pattern is defined based on observation of the plate after it is given ultimate pressure thus it is collapsed. The cracking pattern occurring is categorized as flexible cracking because the typical crack occurs almost perpendicular to the structural axis. The result of this experimental research is compared with theoretical analysis and arranged to a conclusion of this research. | |
| 24384 | 27442 | A1D115067 | PENGARUH WAKTU PEMANGKASAN DAUN DAN DOSIS PUPUK GUANO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA (Abelmoschus esculentus) | Tanaman okra memiliki banyak manfaat sebagai pangan fungsional yang dapat menurunkan gula darah, sehingga memiliki peluang pasar yang bagus. Beberapa usaha dapat dilakukan untuk mengembangkan okra, antara lain dengan pemangkasan daun dan pemberian pupuk guano. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) pengaruh waktu pemangkasan daun terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra, 2) pengaruh dosis pupuk guano yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra dan 3) pengaruh interaksi antara waktu pemangkasan daun dan dosis pupuk guano terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Penelitian telah dilaksanakan di Lahan ex farm dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman mulai bulan Mei sampai bulan Agustus 2019. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah waktu pemangkasan daun yaitu tanpa pemangkasan daun, pemangkasan 25 HST dan pemangkasan 50 HST. Faktor kedua adalah dosis pupuk guano yaitu 0 ton/ha, 5 ton/ha, 10 ton/ha dan 15 ton/ha. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji F 5% kemudian dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, waktu berbunga, jumlah buah, bobot buah, luas daun, panjang buah, kadar kehijauan daun, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) waktu pemangkasan daun 25 HST meningkatkan panjang buah 17,163 g, tanaman tanpa pemangkasan daun meningkatkan bobot segar akar 37,833 g, bobot kering tajuk 34,199 g dan bobot kering akar 8,162 g; 2) dosis pupuk guano 15 ton/ha meningkatkan jumlah daun 38,511 helai, bobot segar tajuk 268,777 g dan bobot kering tajuk 35,069 g, dosis pupuk guano 10 ton/ha meningkatkan kadar kehijauan daun 47,977; 3) tidak terjadi interaksi antara waktu pemangkasan daun dan dosis pupuk guano terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra. | Okra has many benefits as a functional food that can reduce blood sugar, so it has a good market opportunity. Efforts can be made to develop okra, including trimming leaves and applying guano fertilizer. The purpose of this study was to determine: 1) the effect of the best leaf pruning time on the growth and yield of okra plants, 2) the effect of the best dose of guano fertilizer on the growth and yield of okra plants and 3) the effect of the interaction between the leaf pruning time and guano fertilizer dose on growth and okra crop yields. The research has been carried out in the ex farm field and the Agronomy and Horticulture Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from May to August 2019. The method used is a Complete Randomized Block Design (RAKL) with 2 factors and 3 replications. The first factor is the time of leaf pruning that is without leaf pruning, 25 day after planting and 50 day after planting. The second factor is the dose of guano fertilizer which is 0 tons / ha, 5 tons / ha, 10 tons / ha and 15 tons / ha. The data obtained were analyzed using the 5% F Test and then followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Variables observed were plant height, number of leaves, flowering time, number of fruits, fruit weight, leaf area, fruit length, leaf greenness, crown fresh weight, root fresh weight, crown dry weight and root dry weight. The results showed that: 1) pruning time of 25 HST leaves increased fruit length 17.163 g, plants without leaf pruning increased root fresh weight 37.833 g, canopy dry weight 34.199 g and root dry weight 8,162 g; 2) the dose of guano fertilizer 15 tons / ha increases the number of leaves 38,511 strands, the crown fresh weight 268,777 g and the dry weight of the canopy 35,069 g, the dose of guano fertilizer 10 tons / ha increases the level of greenness of the leaves 47,977; 3) there was no interaction between the time of leaf pruning and the dose of guano fertilizer on the growth and yield of okra plants. | |
| 24385 | 28366 | J1D015022 | KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LENGKING BURUNG KASUARI KARYA NUNUK Y.KUSMIANA | Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) struktur kepribadian tokoh utama dalam novel Lengking Burung Kasuari (2) Kepribadian yang dimiliki tokoh utama dalam novel Lengking Burung Kasuari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah karya sastra yang berbentuk novel dengan judul Lengking Burung Kasuari karya Nunuk Y. Kusmiana. Penelitian ini difokuskan pada struktur kepribadian tokoh utama dengan menggunakan teori psikologi sastra Carl Gustav Jung. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik baca dan dan teknik catat. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode pembacaan heuristik dan hermenuetik. Hasil penelitian ini yaitu terdapat 2 (dua) struktur kepribadian yang dimiliki tokoh utama Lengking Burung Kasuari. Terbagi menjadi dua yaitu kesadaran dan ketidaksadaran, yang memiliki bagian masing-masing. Bagian dari struktur kesadaran yaitu fungsi jiwa terdapat 16 data menunjukan tokoh utama memiliki fungsi jiwa perasaan dan sikap jiwa terdapat 6 data menunjukan tokoh utama memiliki sikap jiwa introvert, sedangkan bagian ketidaksadaran yaitu ketidaksadaran pribadi dan ketidaksadaran kolektif. Dalam ketidaksadaran dominan terdapat 7 data menunjukan ketidaksadaran kolektif. Dari hasil penelitian mengenai kepribadian tokoh utama dalam novel Lengking Burung Kasuari terdapat relevansi terhadap pembelajaran sastra di sekolah, yaitu pada tingkat SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya K.D 3.20 Menganalisis pesan dari dua buku fiksi (novel dan buku kumpulan puisi) yang dibaca. | Sulistiyani, Annisa. 2019. “The Main Character’s Personality from the Novel ‘Lengking Burung Kasuari’ authored by Nunuk Y. Kusmiana”. Thesis. Purwokerto : Faculty of Cultural Studies. Jenderal Soedirman University. This study aims to describe (1) the personality structure of the main character in the novel Lengking Burung Kasuari (2) The personality possessed by the main character in the novel Lengking Burung Kasuari. The subject of this research is a literary work in the form of a novel with the title Lengking Burung Kasuari authored by Nunuk Y. Kusmiana. This research is focused on the personality structure of the main character using Carl Gustav Jung's literary psychological theory. Data collection was carried out using reading and note-taking techniques. Data analysis techniques were performed using heuristic and hermenuetic reading methods. The results of this study that there are 2 (two) personality structures possessed by the main character Lengking Burung Kasuari. Divided into two, namely consciousness and unconsciousness, which has their respective parts. Part of the structure of consciousness that is the function of the soul there are 16 data showing the main character has the function of soul feeling. Then, there are 6 mental attitude data shows that the main character has an introverted attitude. While the unconscious part is the personal unconscious and the collective unconscious. In the structure of the dominant unconscious, there are 7 data showing collective unconscious. From the results of research on the personality of the main character in the novel Lengking Burung Kasuari, there is a relevance to the study of literature in schools, namely at the high school level class XI Indonesian subjects especially K.D 3.20 Analyzing messages from two fiction books (novels and poetry collection books) that are read. Keywords : lengking burung kasuari, literary psychology, personality. | |
| 24386 | 28461 | I1B016077 | Pengaruh Alat Permainan Edukatif Kartu Kuartet Terhadap Pengetahuan Siswa SD Tentang Pencegahan Kekerasan Seksual | Latar Belakang: Kasus kekerasan seksual (KSA) masih banyak dijumpai. KSA dapat menimbulkan dampak serius. Meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan KSA merupakan salah satu tindakan preventif. Alat permainan edukatif kartu kuaret dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan KSA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan kartu kuartet terhadap pengetahuan siswa SD tentang pencegahan KSA. Metode: Desain dalam penelitian ini yaitu quasi experiment with control group pretest and posttest design. Jumlah sampel adalah 74 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen dimodifikasi dari Arsandi (2018). Uji yang digunakan adalah wilcoxon dan chi-square. Hasil: Rerata usia responden pada kelompok intervensi adalah 9,62 tahun dan kontrol yaitu 9,43 tahun. Mayoritas tingkat pendidikan ayah dan ibu responden adalah SMP/Sederajat. Pendapatan orangtua responden mayoritas adalah di bawah UMK Banyumas. Tidak ada perbedaan pretest tingkat pengetahuan antara dua kelompok (p=0,675) tetapi terdapat perbedaan pada posttest (p=0,000). Terdapat perbedaan antara pretest dengan posttest tingkat pengetahuan pada kelompok intervensi (p=0,000), tetapi tidak ada perbedaan pada kelompok kontrol (p=0,248). Kesimpulan: Terdapat pengaruh permainan kartu kuartet terhadap pengetahuan siswa SD tentang pencegahan KSA. | Background: Child sexual abuse (CSA) cases are still commonly found. CSA can have serious impact. Increase knowledge about CSA prevention is one of preventive action. Quartet cards as an educational game can be used to increase knowledge about CSA prevention. This research aims to find the effect of quartet cards game to school age children’s knowledge about CSA prevention. Methodology: This research used quasi experiment with control group pretest and posttest design. 74 respondents was recruited with stratified random sampling technique. The instrument used from Arsandi (2018) that was modified by researchers. This research used wilcoxon and chi-square test. Result: The average age of intervention group was 9,62 years old and control group was 9,43 years old. Most respondent’s parents had junior high school education and the income are under Banyumas regencies minimum wage. There was no difference in pretest knowledge level among two groups (p=0,675), but there was difference in posttest (p=0,000). There was difference among pretest and posttest knowledge level on intervention group (p=0,000), but there was no difference on control group (p = 0,248). Conclusion: There was effect of quartet cards game on school age children’s knowledge about CSA prevention. | |
| 24387 | 27443 | E1A013063 | PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DI PT. PERTAMINA (PERSERO) TBK CABANG RU VI INDRAMAYU BALONGAN | Salah satu cara mencapai kesejahteraan ekonomi dan sosial warga negara adalah dengan memberikan perlindungan hukum dalam kegiatan perekonomian sehari-hari adalah perusahaan sehingga perusahaan memiliki peran besar dalam menciptakan kesejahteraan ekonomi dan sosial. Perusahaan diwajibkan untuk melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan (selanjutnya disebut TJSL). Pemerintah Indonesia mengatur mengenai melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan atau biasa dikenal Corporate Social Responsibility (CSR) pada Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, untuk mewajibkan Perseroan Terbatas bertanggungjawab menjaga dan meningkatkan kesejahteraan lingkungan dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data penelitian ini bersumber dari data sekunder dan data primer. Metode analisis pengumpulan data yaitu kepustakaan dan dokumenter, data disajikan dengan teks naratif berdasarkan analisis data dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, dapat diambil simpulan bahwa penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) berdasarkan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas telah diterapkan oleh PT. Pertamina (Persero) Tbk RU VI Indramayu Balongan. Penerapan program Corporate Social Responsibility (CSR) dilakukan PT. Pertamina (Persero) Tbk RU VI Indramayu Balongan, meliputi program Bidang Pendidikan, Bidang Peningkatan Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat, Bidang Kesehatan, Bidang Pertanian, dan Perbaikan Habitat Hutan Magrove | One way to achieve the economic and social welfare of citizens is to provide legal protection in daily economic activities is a company so that companies have a major role in creating economic and social welfare. Companies are required to carry out social and environmental responsibility (hereinafter referred to as TJSL). The Government of Indonesia regulates social and environmental responsibility or commonly known as Corporate Social Responsibility (CSR) in Article 74 of Law Number 40 Year 2007 concerning Limited Liability Companies, to require Limited Liability companies to be responsible for maintaining and improving environmental and community welfare. This study uses a normative juridical approach. This research data sourced from secondary data and primary data. Data collection analysis methods, namely literature and documentaries, the data is presented with narrative texts based on data analysis with qualitative normative methods. Based on the results of the research and discussion above, it can be concluded that the implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) based on Article 74 of Law Number 40 Year 2007 concerning Limited Liability Companies has been implemented by PT. Pertamina (Persero) Tbk RU VI Indramayu Balongan. The implementation of the Corporate Social Responsibility (CSR) program is carried out by PT. Pertamina (Persero) Tbk RU VI Indramayu Balongan, covering programs in Education, Infrastructure Improvement and Community Empowerment, Health Sector, Agriculture Sector, and Magrove Forest Habitat Improvement | |
| 24388 | 27444 | F1B015023 | Efektivitas BUMDes dalam Pengelolaan Wisata Alam Situ Elok di Desa Pernasidi Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas | Efektivitas organisasi merupakan salah satu unsur pokok yang diperlukan dalam setiap organisasi untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas BUMDes dalam pengelolaan Wisata Alam Situ Elok di Desa Pernasidi Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Fokus penelitian ini adalah efektivitas BUMDes dalam pengelolaan Wisata Alam Situ Elok dengan menggunakan teori efektivitas menurut Duncan (dalam Steers, 1980) yang melihat aspek pencapaian tujuan, integrasi dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Wisata Alam Situ Elok oleh BUMDes belum berjalan dengan baik. Aspek pencapaian tujuan belum maksimal yakni masih banyaknya rencana pengembangan Situ Elok yang belum terealisasikan dan adanya penurunan pendapatan dari tahun sebelumnya. Pada aspek integrasi, pengadaan sosialisasi tidak dilaksanakan secara rutin atau berkala dan hanya bersifat insidental serta minimnya pola hubungan komunikasi antara pemerintah desa dan pengurus BUMDes. Selanjutmya, pada aspek adaptasi, ketersediaan sarana dan prasarana belum memadai yakni belum memiliki kantor BUMDes dan banyak fasilitas Wisata Alam Situ Elok yang rusak serta sumber daya manusia masih kurang profesional dan komitmen dalam menjalankan tugasnya. | Organizational effectiveness is one of the key elements required in any organization to achieve a defined goal or goal by utilizing and optimizing existing resources. The purpose of this research is to describe the effectiveness of BUMDes in the management of Situ elegant nature tourism in the village Pernasidi District Cilongok Banyumas District. The research method used is qualitative descriptive. Selection of informant using purposive sampling technique. Data collection is done through in-depth interviews, direct observation and documentation. The data analysis method used is an interactive analysis method. The focus of this research is the effectiveness of BUMDes in the management of the Situ elegant nature tourism using its effectiveness theory according to Duncan (in Steers, 1980) who see aspects of achieving objectives, integration and adaptation. The results showed that the management of Situ elegant nature tourism by BUMDes has not been well run. The achievement aspect of the goal is not maximally, which is still many of Situ elegant development plan that has not been realized and the decline of revenue from the previous year. In the aspect of integration, socialization procurement is not carried out routinely or periodically and is only incidental and lack of the pattern of communication relationship between the village government and the caretaker of BUMDes. Next, on the aspect of adaptation, availability of facilities and infrastructure is not adequate that does not have an office BUMDes and many facilities of Situ elegant nature tourism is damaged and human resources are still less professional and committed in carrying out its job. Keywords: Effectiveness, BUMDes, Natural Tourism Management | |
| 24389 | 27441 | F1D015007 | TRANSFORMASI POLITIK SIMBOLIS ETNIS TIONGHOA KATOLIK DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian tentang Transformasi Politik Simbolis Etnis Tionghoa Katolik di Kabupaten Banyumas bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan transformasi politik simbolis etnis Tionghoa Katolik di Kabupaten Banyumas. Selain itu juga memahami konteks yang mendukung transformasi politik simbolis etnis Tionghoa Katolik di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan paragdigma konstruktivisme dan perspektif strukturalis dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi. Penelitian ini berlokasi di wilayah Kabupaten Banyumas. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik analisis triangulasi data. Hasil dari penelitian ini yaitu, transformasi politik simbolis yang terjadi pada etnis Tionghoa berawal dari ruang identitas kultural kolektif etnis Tionghoa menjadi ruang kolektif ekonomi. Transformasi simbol ruang identitas kolektif etnis Tionghoa terjadi sejak zaman kolonial Belanda dan Orde Baru yang beradampak pada perubahan simbol identitas kultural kolektif dari kelenteng kemudian berubah menjadi gereja. Selain itu transformasi identitas kultural yang terjadi pada etnis Tionghoa yang awalnya memeluk kepercayaan Konghucu kemudian mayoritas dari mereka berganti menjadi Katolik. Transformasi yang dialami oleh etnis Tionghoa di Kabupaten Banyumas berdampak pada kondisi etnis Tionghoa sebagai entitas menjadi heterogen. Hingga era reformasi transformasi simbolis etnis Tionghoa pun berubah ke ruang kolektif ekonomi. Dengan kekuatan kolektif ekonomi etnis Tionghoa bisa dengan mudah masuk dan memengaruhi kepentingan elit politk di Kabupaten Banyumas. | Research on symbolic political transformation of the Chinese Catholic ethnic in Banyumas Regency aims to understand and describe the political transformation of the Chinese Catholic symbolically in Banyumas. It also understands the context that supports the political transformation of the Chinese Catholic ethnic symbolically in Banyumas district. This research uses constructivism paradigm and structuralist perspective with qualitative research methods by using the phenomenological approach. This research is located in Banyumas Regency. The technique used to select informants was purposive sampling and snowball sampling. Data collection techniques using interviews, observation and documentation with interactive analysis techniques uses as data analaysis technique. Whereas for the validity of the data uses data triangulation analysis techniques. The result of this study was that the symbolic political transformation that occurred in ethnic Chinese began in the cultural identity space of the Chinese ethnic collective into the economic collective space. Transformation of the symbol of ethnic Chinese collective identity space occurs since the Dutch colonial era and the new Order which is based on changes in the symbol of the collective cultural identity of the temple then transformed into a church. In addition to the transformation of cultural identity that occurs in ethnic Chinese who originally embraced Confucian belief then the majority of them converted to Catholicism. The transformation experienced by ethnic Chinese in Banyumas district has an impact on ethnic Chinese as the entity becomes heterogeneous. Until the Reformation era ethnic Chinese symbolic transformation changed into the economic collective space. With the collective power of the Chinese ethnic economy can easily enter and influence the interests of the politic elite in Banyumas district. | |
| 24390 | 27445 | A1D115014 | KORELASI LAJU PERTUMBUHAN DENGAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max) TERHADAP VARIASI PEMUPUKAN P | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pupuk P dapat mempengaruhi terhadap laju pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai, 2) mengetahui korelasi antar karakter agronomi dengan hasil tanaman kedelai dan 3) mengetahui pola hubungan antar karakter agronomi dengan hasil. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini berlangsung selama bulan Mei sampai Juli 2019. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan 2 faktor yaitu petak utama adalah tiga dosis kapur dan anak petak empat genotipe, diulang sebanyak tiga kali. Variabel pengamatan yaitu laju pertumbuhan absolut, laju pertumbuhan relatif, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buku, jumlah daun, jumlah klorofil, umur berbunga, umur pengisian polong, umur panen, jumlah polong total, jumlah polong bernas, bobot 100 biji, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, dan bobot biji per petak efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pemupukan P tidak memberikan pengaruh pada variabel yang diuji. Selain itu terdapat korelasi terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buku, jumlah biji per tanaman, dan jumlah polong bernas terhadap hasil. Koefisien korelasi tertinggi pada jumlah biji pertanaman dengan 0,921. Pola hubungan antara jumlah biji pertanaman dan jumlah polong bernas dengan bobot biji pertanaman menunjukan pola hubungan linear sederhana yang tinggi mencapai lebih dari 80%. | This study aims to 1) determine the effect of P fertilizer can affect the growth rate and yield of soybean plants, 2) determine the correlation between agronomic traits with soybean crop yields and 3) determine the pattern of relationships between agronomic traits and yields. This research was carried out on the grounds of Jenderal Soedirman University. This research took place during May to July 2019. The design used was a Split Plot Design with 2 factors: the main plot was three doses of lime and four plot genotypes, repeated three times. Observation variables were absolute growth rate, relative growth rate, plant height, stem diameter, number of books, number of leaves, amount of chlorophyll, age of flowering, pod filling age, harvest age, total number of pods, number of pods, pithed weight, 100 seeds, number of seeds per plant, seed weight per plant, and effective seed weight per plot. The results showed that the variation of P fertilization had no effect on the variables tested. In addition there is a correlation between the variables of plant height, number of leaves, number of books, number of seeds per plant, and number of piths in the yield. The highest correlation coefficient on the number of crop seeds with 0.921. The pattern of the relationship between the number of seeds planted and the number of pith pods with plant seed weight showed a simple pattern of high linear relationships reaching more than 80%. | |
| 24391 | 27446 | E1A013296 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN JASA PERUSAHAAN AIR MINUM PT. AETRA AIR JAKARTA BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN BPSK PROVINSI DKI JAKARTA NOMOR 007/A/BPSK-DKI/IV/2018 | Pada prakteknya konsumen masih berada dalam posisi yang selalu dirugikan oleh pelaku usaha walaupun sudah dilindungi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Sudah seharusnya konsumen dilindungi hak-haknya dan tidak dirugikan. Dalam Putusan BPSK Provinsi DKI Jakarta Nomor 007/A/BPSK-DKI/IV/2018 bahwa konsumen merasa dirugikan untuk membayar tagihan yang membengkak sebesar Rp. 20.656.445,00. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen jasa perusahaan air minum PT. Aetra Air Jakarta berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dalam Putusan BPSK Provinsi DKI Jakarta Nomor 007/A/BPSK-DKI/IV/2018. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan hukum secara yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa Putusan BPSK Provinsi DKI Jakarta Nomor 007/A/BPSK-DKI/IV/2018, undang-undang serta buku-buku. Data yang diperoleh disajikan secara sistematis dan terperinci, dan analisis data dilakukan secara normatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data dapat diketahui bahwa Putusan BPSK Provinsi DKI Jakarta Nomor 007/A/BPSK-DKI/IV/2018 belum memberikan perlindungan hukum sepenuhnya kepada konsumen. Konsumen berhak memperoleh informasi atau the right to be informed yang akurat terkait dengan informasi kebocoran pipa air di rumahnya, tetapi dalam kenyataannya pelaku usaha dalam memberikan informasi tersebut mengalami keterlambatan sehingga mengakibatkan tagihan yang membengkak sebesar Rp. 20.656.445,00 yang merugikan konsumen. Hakim memutuskan bahwa konsumen untuk membayar tunggakan air minum kepada pelaku usaha sebesar setengah dari hasil proses mediasi yaitu Rp 7.000.000,00 + Rp 3.000.000,00 dibagi dua menjadi sebesar Rp 5.000.000,00, yang dianggap sudah memenuhi rasa keadilan dan tidak memberatkan konsumen, tetapi sebenarnya masih memberatkan konsumen. | In practice, consumers are still in a position that has always been disadvantaged by business actors despite being protected by Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. Consumers should have their rights protected and not harmed. In the Decree of DKI Jakarta Province BPSK Number 007 / A / BPSK-DKI / IV / 2018 that consumers feel disadvantaged to pay billed bills of Rp. 20,656,445.00. This study aims to determine the legal protection of consumers of water service companies PT. Aetra Air Jakarta based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection in the Jakarta Provincial BPSK Decision Number 007 / A / BPSK-DKI / IV / 2018. This research uses a juridical normative legal approach method, with descriptive research specifications. In this study the data source used is secondary data in the form of DKI Jakarta Provincial BPSK Decision Number 007 / A / BPSK-DKI / IV / 2018, laws and books. The data obtained are presented systematically and in detail, and data analysis is carried out normatively. Based on the results of research and data analysis it can be seen that the Jakarta Provincial BPSK Decision Number 007 / A / BPSK-DKI / IV / 2018 has not provided full legal protection to consumers. Consumers have the right to obtain accurate or the right to be informed information related to water pipe leakage information in their homes, but in reality business actors in providing such information are experiencing delays, resulting in an inflated bill of Rp. 20,656,445.00 which is detrimental to consumers. The judge ruled that consumers pay arrears for drinking water to business actors amounting to half of the results of the mediation process of Rp. 7,000,000.00 + Rp. 3,000,000.00 divided in half to Rp. 5,000,000.00, which is considered to have fulfilled a sense of justice and not burdensome to consumers, but actually still weighs on consumers. | |
| 24392 | 27447 | I1A015103 | EVALUASI PROGRAM SISTEM KEWASPADAAN DINI DAN RESPON (SKDR) PENYAKIT LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA | Latar belakang: Masih adanya kasus dan kematian akibat leptospirosis di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuat perlu dilakukan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan kemungkinan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) dalam bentuk Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Indikator pelaksanaan SKDR berupa ketepatan dan kelengkapan laporan dari seluruh puskesmas. Berdasarkan laporan SKDR DIY tahun 2018 ketepatan waktu pelaporan di Kabupaten Sleman dibawah capaian nasional. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sistem program SKDR penyakit leptospirosis di Kabupaten Sleman berdasarkan aspek input, proses, dan output. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survei yang bersifat deskriptif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program yang sedang berjalan dan hasil yang telah dicapai. Analisis data menggunakan pendekatan analisis univariat. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian masih ditemukan beberapa masalah pada aspek input seperti tugas rangkap, kurangnya sumber daya pelaksana SKDR, tidak tersedianya alokasi dana, dan tidak tersedianya pedoman pelaksana SKDR. hal tersebut mempengeruhi proses pelaksanaan surveilans SKDR penyakit leptospirosis di beberapa puskesmas Kesimpulan: Beberapa variabel dalam aspek input, proses, dan output tidak sesuai dengan pedoman pelaksanaan SKDR. Dinkes Kabupaten Sleman diharapkan terus berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi dan puskesmas untuk bekerja sama dalam mengatasi permasalahan yang ada dari aspek input, proses, dan output. | Background: There are still cases and deaths due to leptospirosis in the Special Region of Yogyakarta (DIY) making it necessary to increase awareness and preparedness for the possibility of an outbreak in form of a Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Indicators of SKDR implementation in form of punctuality and completeness of weekly reports from all public health center. Based on DIY SKDR report in 2018, the timeliness of report submission in Sleman is below national achievements. This study is conducted to evaluate SKDR program for leptospirosis in Sleman Regency based on input, process, and output aspects. Method: This research uses a quantitative approach with descriptive survey research methods. This study aims to evaluate the ongoing program and the already achieved results. Also, univariate analysis method is used in the data analysis. Results: Based on the study, there are still some problems in input aspect such dual tasks, lack of SKDR implementing resources, lack of funds allocation, and lack of SKDR implementing guidelines. It affects the process aspect of SKDR surveillance of leptospirosis at some public health center. Conclusion: There are several variables in the aspects of input, process, and output which are not in line with the SKDR implementation guidelines. Department of Health of Sleman should coordinates continuously with Provincial Department of Health and local public health center to work together to overcome the current problems in input, process, and output aspects. | |
| 24393 | 27448 | J1C015012 | KLASIFIKASI FONETIS DAN MORFOLOGIS HAYAKUCHI KOTOBA DALAM BAHASA JEPANG | ABSTRAK Ritna Istianah KLASIFIKASI FONETIS DAN MORFOLOGIS HAYAKUCHI KOTOBA DALAM BAHASA JEPANG Universitas Jenderal Soedirman Sastra Jepang 2019 Pembimbing 1 : Idah Hamidah, M.Hum Pembimbing 2 : Hartati, M.Hum Penguji : Dr. Haryono, M.Pd Penelitian ini berjudul Klasifikasi Fonetis dan Morfologis Hayakuchi Kotoba dalam bahasa Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan klasifikasi fonetis dan morfologis serta fonemis pada hayakuchi kotoba. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat. Data dalam penelitian ini berupa kalimat hayakuchi kotoba dalam website tongue-twisters.net/ja.htm, berjumlah 49 data, berdasarkan hasil analisis, ditemukan tiga jenis klasifikasi yaitu, klasifikasi fonetis dan klasifikasi morfologis serta fonemis. Bentuk klasifikasi fonetis berupa sokuon yang berjumlah enam; klasifikasi morfologis yang sering muncul adalah verba sebanyak tujuh, frasa endosentris atributif dengan modifikator adjektiva sembilan, klausa verbal empat dan klausa non-verbal sembilan ; klasifikasi fonemis berupa fonem vokal dan fonem konsonan. Fonem vokal berupa fonem /a/ dan /o/ sedangkan fonem konsonan terdiri dari fonem /p/-/t/-/k/-/b/-/s/-/m/ dan /n/. Satuan bunyi yang paling banyak muncul dalam penelitian ini adalah konsonan vokal karena dalam bahasa Jepang silabis terdiri dari huruf kana yang berupa konsonan dan vokal . Kata kunci : klasifikasi fonetis, klasifikasi morfologis, klasifikasi morfemis , hayakuchi kotoba | ABSTRACT Ritna Istianah Hayakuchi Kotoba Phonetic and Morphological Classification in Japanese Jenderal Soedirman University Faculty of Humanities Bachelor Degree Japanese Literature 2019 Adviser 1 : Idah Hamidah, M.Hum Adviser 2 : Hartati, M.Hum Examiner : Dr. Haryono, M.Pd The title of this research is Hayakuchi Kotoba Phonetic and Morphological Classification in Japanese. The purpose of this research are to describe phonetic , morphological and phonemic classification in hayakuchi kotoba. This type of research is descriptive qualitative. Data collection was done by using simak catat method. Data use was collected by sentences of hayakuchi kotoba on the website tongue-twisters.net/ja.htm, based on the result of 49 data that was found phonetic, morphological and phonemic classification. The form of phonetic classification is 6 sokuon.; Meanwhile, the frequently occurring morphological classification is 7 verbs, 9 atrributive phrases with adjective modifiers, 4 verbal clauses and 9 non-verbal clauses; phonemic classification is in the from of vocal consonant. vocal phonems are phonems /a/ and /o/, where as consonant phonems consist of phonems /p/, /t/, /k/, /b/, /s/, /m/, and /n/. The most common sound unit in this research study is vocal consonant because in Japanese sillabys consist of kana letters in the form of consonants and vocals. Keyword : phonetic classification, morphological classification, phonemic classification, hayakuchi kotoba | |
| 24394 | 27449 | L1B015014 | PENGARUH SUPLEMENTASI Spirulina platensis PADA PAKAN TERHADAP JUMLAH BAKTERI SALURAN PENCERNAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) | Mikroflora saluran pencernaan ikan nila gift (Oreochromis niloticus) dapat terpengaruh oleh suplementasi Spirulina platensis pada pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi Spirulina platensis pada pakan terhadap jumlah bakteri saluran pencernaan ikan nila gift (Oreochromis niloticus). Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan 2 perlakuan dan 6 ulangan (individu). Perlakuan yang digunakan yaitu pakan tanpa suplementasi Spirulina platensis dan pakan diberi suplementasi Spirulina platensis 4 gr/kg pakan selama 45 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi Spirulina platensis pada pakan memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah total bakteri saluran pencernaan ikan nila. Saluran pencernaan ikan nila didominasi bakteri gram negatif. Genus Bacillus yang ditemukan yaitu B. coagulans, B. pumilis, B. megaterium. Hasil menunjukkan indikasi penurunan variasi jumlah bakteri dan perubahan komposisi bakteri berdasarkan karakteristik Gram. | Digestive tract microflora of the gift tilapia (Oreochromis niloticus) could be influenced by Spirulina platensis supplementation in feed. The purpose of this study was to determine the effect of Spirulina platensis supplementation in feed on the number of digestive tract bacteria of tilapia gift (Oreochromis niloticus). Experimental method was used with 2 treatments and 6 replication (individuals). Threatments were feed without Spirulina platensis supplementation and feed with the addition of Spirulina platensis supplementation 4 gr / kg of feed for 45 days. The results showed that supplementation of Spirulina platensis in feed did not significantly effect (P> 0.05) on the total number of bacteria in the digestive tract of tilapia. Digestive tract of tilapia is dominated by Gram negative bacteria. From Genus Bacillus, three species were found: B. coagulans, B. pumilis, B. megaterium. The results showed that there was reduction indication in variations in the number of bacteria and changing bacterial composition based on Gram characteristics. | |
| 24395 | 27450 | H1D015024 | APLIKASI PENCARIAN RUTE TERBAIK OBJEK WISATA DI KABUPATEN BANYUMAS MENGGUNAKAN ALGORITMA ANT COLONY OPTIMIZATION (ACO) | Objek wisata merupakan tempat yang memiliki daya tarik sehingga banyak dikunjungi oleh para wisatawan yang hendak berlibur atau mencari pengetahuan akan wisata tersebut. Terkadang tempat wisata yang akan dikunjungi lebih dari satu tempat tujuan. Para wisatawan harus mempertimbangkan jarak dan urutan wisata tujuan yang akan dikunjunginya sehingga menghasilkan rute terbaik berdasarkan jarak terdekat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan rute terbaik pencarian wisata dengan variabel jarak. Algoritma Ant Colony Optimization (ACO) digunakan untuk menentukan objek wisata dengan menghitung variabel jarak. Sehingga dapat menghasilkan sebuah rute terbaik berdasarkan jarak terdekat. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan aplikasi pencarian rute terbaik objek Wisata Kabupaten Banyumas berbasis website dengan menerapkan Algoritma Ant Colony Optimization (ACO) dan dalam pengerjaannya sistem ini menggunakan metode pengembangan waterfall dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan untuk menangani data yang disimpan penulis menggunakan DBMS MySQL. | Tourist attraction is a place that has an attraction that is visited by many tourists who want to take a vacation or seek knowledge of the tour. Sometimes tourist attractions to be visited by more than one destination. The tourists must consider the distance and sequence of tourist destinations to be visited so as to produce the best route according to distance. Therefore, this study aims to determine the best route for tourism search with distance variables. Ant Colony Optimization (ACO) algorithm is used to determine tourist attractions by calculating distance variables. Get information about how to find the best distance. Banyumas Regency is based on a website that uses the Ant Colony Optimization Algorithm (ACO) and in the process system uses a waterfall development method using the PHP programming language and for data used using MySQL DBMS. | |
| 24396 | 27451 | H1F013036 | Geologi dan Studi Alterasi dan Mineralisasi Daerah Pakisrejo dan Sekitarnya, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur | Daerah penelitian termasuk kedalam zona sesar mendatar dengan keberadaan gunung api purba yang berkaitan erat dengan jalur keluarnya fluida hidrotermal ke permukaan dalam sistem alterasi dan mineralisasi. Pengetahuan tentang kondisi geologi, tipe dan pola alterasi, potensi mineralisasi, dan pengaruh struktur geologi dalam persebaran alterasi dan mineralisasi daerah penelitian sangat penting. Perolehan data dilakukan dengan melakukan pengamatan dan pemetaan geologi, pemetaan alterasi dan mineralisasi, mengambil contoh batuan, analisis geomorfologi, struktur geologi, dan analisis laboratorium petrografi, XRD, mineragrafi, dan mikropaleontologi,. Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri dari Satuan Perbukitan Karst Pakisrejo, Satuan Perbukitan Sisa Gunungapi Campurdarat, Satuan Dataran Aluvial Campurdarat, dan Satuan Bukit Intrusi Campurdarat. Urutan stratigrafi dari yang paling tua sampai muda, dari kala Oligosen Akhir – Miosen tengah yaitu Satuan Lava Andesit, Satuan Breksi Andesit, Satuan Breksi Vulkanik, Satuan Intrusi Andesit, Satuan Intrusi Dasit, dan Satuan Batugamping, serta Satuan Aluvium yang merupakan endapan sedimen kuarter. Struktur geologi daerah penelitian merupakan komplek sesar mendatar dan sesar turun. Zona alterasi daerah penelitian terdiri dari zona propilitik, zona argilik, zona argilik lanjut, dan zona silisifikasi yang sebarannya dipengaruhi oleh struktur sesar mendatar dan terbentuk pada kisaran suhu 150 – 320 derajat celcius. Sistem endapan mineral daerah penelitian merupakan sistem endapan epitermal sulfida tinggi dengan host rock berupa intrusi batuan andesit dan dasit. Bentuk deposit mineral berupa disseminated dan vinlet dengan tekstur bijih berupa vuggy quartz. Mineral bijih yang terdapat di daerah penelitian yaitu mineral kovelit, kalkosit, enargit, pirit, kalkopirit, dan malasit dengan mineral aksesoris yaitu mineral alunit, kaolinit, pirofilit, dikit, dan illit. | The research area is a strike-slip fault zone and an ancient volcano area that are closely related to the distribution of hydrothermal fluid and mineral deposits in the system of alteration and mineralization. The boiling fluid rises along permeable zones, depositing ore and gangue minerals. Informations of geological setting, types of hydrothermal alteration, presence of ore minerals, and structure that control deposits are very important. The primary data has collected by observating and mapping the geological conditions, the distributin of alteration and mineralization zones, rock samples, geomorphology and geological structure analysis, and laboratory analysis of petrography, XRD, mineragraphy, and micropaleontology. This research area consists of 4 geomorphological units including Pakisrejo Karstic Hills, Campurdarat Volcanic Remnants Hills, Campurdarat Aluvial Plains, Campurdarat Dikes Hill. Stratigraphy in this research are grouped into 7 units in order from the oldest to the youngest, from Late Oligocene to Middle Miocene are Andesite Lava, Andesite Breccia, Volcanic Breccias, Andesite Intrusion, Dacite Intrusion, Limestones, and Alluvium unit that formed as quartenary sedimen deposits. The research area is influenced by strike-slip faults and normal faults. The alteration zones of research area consists of prophylitic zone, argilic zone, advance argilic zone, and silisic zone that contolled by faults and form over the temperature range of 150 – 320 oC. The system of mineral deposits in reseacrh is high sulfidation epithermal deposits with andesite and dacite intrusions as a host rock. The ore minerals are deposits in form as disseminated and veinlet with texture that related to vuggy quartz. The ore minerals in research area are covellite, chalcosite, enargite, pyrite, chalcopyrite, and malachite, with gangue minerals are alunite, kaolinite, pyrophyllite, dickite, and illite. | |
| 24397 | 28964 | D1A016032 | KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN DOMBA YANG DIBERI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN BERBAGAI AGEN PEMBAWA | Penelitian dilakukan untuk mengetahui agen pembawa ekstrak daun kelor terbaik terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan domba. Penelitian telah dilaksanakan secara in vivo pada tanggal 30 September 2019 sampai 30 Desember 2019 di Experimental Farm dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah 18 ekor domba ekor tipis jantan yang berumur rata-rata 6 bulan, kandang panggung individu, pakan basal yang terdiri dari konsentrat (dedak dan bungkil kelapa dengan imbangan 2:1) dan jerami padi amoniasi dan rumput lapang dengan imbangan 1:1, imbangan konsentrat dan hijauan yaitu 60:40, pakan perlakuan yang diberikan yaitu ekstrak daun kelor 0,5% dengan agen pembawa tepung singkong, tepung soun, dan tepung beras. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat tiga perlakuan yang diuji, yaitu P1 (60% konsentrat + 40% jerami padi amoniasi dan rumput lapang + 0,5% ekstrak daun kelor dengan agen pembawanya tepung singkong), P2 (60% konsentrat + 40% jerami padi amoniasi dan rumput lapang + 0,5% ekstrak daun kelor dengan agen pembawanya tepung soun), P1 (60% konsentrat + 40% jerami padi amoniasi dan rumput lapang + 0,5% ekstrak daun kelor dengan agen pembawanya tepung beras). Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga ada 18 unit percobaan. Variable yang diukur adalah kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Rataan kecernaan bahan kering P1 = 47,46 ± 3,82%, P2 = 50,99 ± 3,02%, dan P3 = 39,06 ± 7,68%; rataan kecernaan bahan organik P1 = 48,48 ± 3,95%, P2 = 50,36 ± 2,94%, P3 = 39,58 ± 7,98%. Hasil uji lanjut BNJ menunjukkan bahwa P1 tidak berbeda nyata dengan P2 dan P3, sedangkan P2 berbeda nyata dengan P3. P3 memiliki nilai rataan kecernaan bahan kering dan bahan organik terendah, sedangkan P2 memiliki nilai rataan kecernaan bahan kering dan bahan organik tertinggi. Disimpulkan bahwa agen pembawa ekstrak daun kelor 0,5% terbaik pada penelitian ini adalah limbah soun. | This study conducted to determine the best carrier agents of Moringa leaves extract on digestibility of dry matter and organic matter of lamb feed. This study conducted in vivo on September, 30th 2019 until December, 30th 2019 in The Experimental farm and Nutrition and Animal Feed Laboratory, Animal Science Faculty of Jenderal Soedirman University. The material used were 18 male thin-tailed sheep with an average age of 6 months, individual stage cages, basal feed consisting of concentrates (rice bran and cocconut meal with ratio 2: 1, and ammoniated rice straw and field grass with ratio 1 : 1, the concentrate and forage ratio was 60:40, the treatments were 0.5% moringa leaf extract with carrier agents of cassava flour, Soun waste, and rice flour. This study used experimental method and analyzed using completely randomized design. There were three treatments, P1 (60% concentrate + 40% ammoniated rice straw and field grass + 0,5% moringa leaf extract with a carrier agent of cassava flour), P2 (60% concentrate + 40% ammoniated rice straw and field grass + 0,5% moringa leaf extract with a carrier agent of soun flour), P1 (60% concentrate + 40% ammoniated rice straw and field grass + 0,5% moringa leaf extract with a carrier agent of rice flour). Every treatments replicated 6 times and the total were 18 trial units. The variables observed were digestibility of dry matter and organic matter. Data was analyzed using analysis of variance continued with the Honestly Significant Different (HSD) test. The means of dry matter digestibility were P1 = 47.46 ± 3.82%, P2 = 50.99 ± 3.02%, dan P3 = 39.06 ± 7.68%; The means of organic matter digestibility were P1 = 48.48 ± 3.95%, P2 = 50.36 ± 2.94%, P3 = 39.58 ± 7.98%. The result of HSD test showed that P1 had no significant with P2 and P3, however P2 had a significant different (P<0.05) with P3. P3 had the lowest of dry matter and organic matter digestibility rate, and P2 had the highest of dry matter and organic matter digestibility rate. It concluded that the best carrier agent of Moringa leaves extract 0,5% of this study is soun flour. | |
| 24398 | 27453 | C1B015048 | ANALISIS BIAYA DISTRIBUSI SEMEN TIGA RODA DENGAN MENGGU NAKAN METODE DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING (DRP) UNTUK MEMINIMALKAN TOTAL BIAYA (Studi Kasus pada CV. Bintang Abadi Pemalang) | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang dilakukan pada CV. Bintang Abadi Pemalang. Penelitian ini mengambil judul : “Analisis Biaya Distribusi Semen Tiga Roda dengan Menggunakan Metode Distribution Requirement Planning (DRP) (Studi Kasus pada CV. Bintang Abadi)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya distribusi yang dikeluarkan oleh perusahaan apakah efisien atau tidak dengan menggunakan metode Distribution Requirement Planning (DRP). | This research is a descriptive quantitative study conducted on CV. Bintang Abadi Pemalang. This research takes the title: "Analysis of the Tiga Roda Cement Distribution Cost by Using the Distribution Requirement Planning (DRP) Method (Case Study on CV. Bintang Abadi)". The purpose of this study is to analyze the distribution costs incurred by companies whether efficient or not by using the Distribution Requirement Planning (DRP) method. | |
| 24399 | 27454 | C2A017006 | DAMPAK KEGIATAN KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) TERHADAP SKOR POLA PANGAN HARAPAN, KONSUMSI ENERGI DAN PENGELUARAN BAHAN PANGAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BANJARNEGARA | RINGKASAN Penelitian ini berlatar belakang pola konsumsi pangan masyarakat yang belum mencapai standar pemenuhan kebutuhan minimal untuk beraktifitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terhadap skor PPH, konsumsi energi dan pengeluaran bahan pangan rumah tangga di Kabupaten Banjarnegara. Data primer bersumber dari kelompok penerima manfaat KRPL dan non KRPL. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara. Alat analisis yang digunakan yaitu uji beda antara kelompok penerima manfaat KRPL dan kelompok non penerima manfaat KRPL. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor PPH, konsumsi energi, dan pengeluaran bahan pangan yang signifikan antara kelompok KRPL dan non KRPL. Skor PPH kelompok KRPL tebih tinggi dari non KRPL. Hal tersebut menunjukkan konsumsi kelompok KRPL lebih beragam dan bergizi seimbang. Konsumsi energi kelompok KRPL lebih tinggi dari kelompok non KRPL, sehingga kecukupan energi kelompok KRPL lebih mendekati angka kecukupan energi. Sedangkan pengeluaran bahan pangan kelompok KRPL lebih rendah dari kelompok non KRP karena terdapat penghematan belanja bahan pangan. Dengan demikian, Program KRPL berdampak pada peningkatan skor PPH, konsumsi energi dan penghematan pengeluaran bahan pangan rumah tangga. Kata kunci : Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), konsumsi energi, pengeluaran bahan pangan, skor PPH | SUMMARY The research is based on the pattern of food consumption in the community that has not yet reached the minimum fulfillment standard for activities. This study aims to determine the impact of the Sustainable Food Home Area Program (KRPL) on PPH score, energy consumption and household food expenditure in Banjarnegara Regency. Primary data are sourced from KRPL and non KRPL benefidciaries. Secondarydata were obtained from the Central Statistics Agency, the Ministry of Agriculture’s Food Security Agency, the Central Java Province Food Security Service and the Banjarnegara District Food Security Service. The analytical tool used is the different test between the KRPL beneficiary group and the non-KRPL beneficiary group. The analysis showed that there were significant differences in PPH scores, energy consumption, and food expenditure between the KRPL and non-KRPL groups. PPH score of KRPL group is higher than non KRPL. This shows that consumption of the KRPL group is more diverse and nutritionally balanced. The energy consumption of the KRPL group is higher than the non-KRPL group, so the energy adequacy of the KRPL group is closer to the energy adequace rate. While the expenditure for foodstuffs in the KRPL group ws lower than the non-KRPL group because there were savings is food expenditure. Thus, the KRPL Program has an impact on increasing PPH scores, energy consumption and saving on household food expenditure. Keywords : Sustainable Food Home Area (KRPL), energy consumption, food expenditure, PPH score | |
| 24400 | 27581 | H1K013020 | Hubungan Kelimpahan Tiram (Saccostrea Cucullata) Dengan Tingkat Kerapatan Mangrove di Segara Anakan bagan Timur, Kabupaten Cilacap | Penelitian ini berjudul “Hubungan Kelimpahan Tiram (Saccostrea Cucullata) Dengan Tingkat Kerapatan Mangrove di Segara Anakan bagan Timur, Kabupaten Cilacap”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kerapatan mangrove dan kelimpahan tiram S. cucullata di Segara Anakan, dan mengetahui hubungan antara tingkat kerapatan mangrove dengan kelimpahan tiram di Segara Anakan. Penelitian ini dilaksanakan bulan Februari - April 2019 di Segara Anakan Timur. Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah metode survey, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik handsorting transek garis dan petak contoh (Transec line plot). Di dalam transek 10 x 10m diletakan secara random petak transek berukuran 1 x 1m, pada setiap pengambilan sampel dibuat ulangan sebanyak 3 kali. Petak contoh di hitung kelimpahan serta ukuran morfometrik tiram. Sedangkan pengambilan data vegetasi mangrove menggunakan transek plot garis berukuran 10 x 10m yang diletakan secara vertikal dengan garis pantai. Data dianalisis secara diskriptif untuk mengetahui potensi kerapatan mangrove dan kelimpahan tiram. Analisis kolerasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kerapatan mangrove dengan kelimpahan tiram.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan tiram di Segara Anakan Bagian Timur berkisar antara 3 – 128 tiram/plot. Tingkat kerapatan mangrove berkisar antara 18-46 pohon/100m2. Diketahui terdapat hubungan yang kuat antara kelimpahan tiram dan kerapatan mangrove (R= 0,738). | The research entitle “The Relationship of Oyster (Saccostrea cucullata) Abundance and Mangrove Density Level in Eastern part of Segara Anakan, Cilacap Regency. This study aimed to determine the mangroves density, the oyster S. cucullata abundance in Segara Anakan, and the relationship between the levels of mangrove density with oyster abundance in Segara Anakan. This research was conducted in February – April 2019 in Eastern part of Segara Anakan. . The method used in this study was survey method, sampling was done by hand sorting technique on the line transects and sample plots (transect line plot). In the 10 x 10m transect, a sample plot of 1 x 1m was placed randomly, and each sample was taken 3 times repeatedly. In the sample plot, the abundance and morphometric size of oysters were calculated. Mangrove vegetation data was collected using the 10 x 10m transects plot line which was placed vertically from the coastline. Data were analyzed descriptively to determine the potential of mangrove density and oysters abundance. Correlation analysis was used to determine the relationship between the level of mangrove density with oyster abundance. The results showed that the abundance of oysters in the Eastern part Segara Anakan ranged from 3 - 128 oysters/plots. Mangrove density levels range from 18 - 46 trees /100m2. The analysis showed that there was a strong relationship between abundance of oysters and mangrove density (R = 0,738). |