Artikelilmiahs
Menampilkan 24.021-24.040 dari 50.280 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 24021 | 27120 | C1C015027 | PENGARUH PERAN DAN KOMPETENSI PERANGKAT DESA SERTA PENERAPAN APLIKASI SISTEM KEUANGAN DESA TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran perangkat desa, kompetensi perangkat desa, dan penerapan aplikasi Sistem Keuangan Desa terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Populasi dalam penelitian ini adalah 301 desa yang tersebar pada 23 kecamatan di wilayah Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional convenience sampling dan sampel penelitian berjumlah 182 responden. Responden penelitian adalah sekretaris desa atau kepala urusan keuangan desa yang menjadi perwakilan masing-masing desa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan software IBM SPSS Statistik versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) peran perangkat desa, kompetensi perangkat desa, dan penerapan aplikasi Sistem Keuangan Desa berpengaruh secara simultan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa, (2) peran perangkat desa berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa, (3) kompetensi perangkat desa berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa, (4) penerapan aplikasi Sistem Keuangan Desa berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa, dan (5) penerapan aplikasi Sistem Keuangan Desa paling berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. | This study aims to determine the effect of role of village apparatus, competence of village apparatus, and the implementation of Sistem Keuangan Desa on accountability of village fund management. Population in this study is 301 villages in 23 districts of Kabupaten Banyumas. The sampling technique used is proportional convenience sampling and the samples are 182 respondents. The respondents are village secretaries or heads of financial affairs who are being representative of each village. Data collection in this study is using questionnaire. The data were processed by using multiple regression analysis with IBM SPSS Statistic software version 20. The results of this study indicate that: (1) role of village apparatus, competence of village apparatus, and the implementation of Sistem Keuangan Desa have a simultaneous effect on accountability of village fund management, (2) role of village apparatus has positive effect on accountability of village fund management, (3) competence of village apparatus has positive effect on accountability of village fund management, (4) implementation of Sistem Keuangan Desa has positive effect on accountability of village fund management, and (5) implementation of Sistem Keuangan Desa has the most dominant effect on accountability of village fund management. | |
| 24022 | 27121 | G1A013113 | HUBUNGAN KADAR RASIO NETROFIL LIMFOSIT TERHADAP KEJADIAN STEMI dan NSTEMI di RUANG ICCU RSMS | HUBUNGAN KADAR RASIO NETROFIL LIMFOSIT TERHADAP KEJADIAN STEMI dan NSTEMI di RUANG ICCU RSMS Anggi Samudera Rezki ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular secara global merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia hal ini akan tetap terjadi jika tidak dilakukan penanganan dan pencegahan yang baik. Rasio netrofil limfosit merupakan perpaduan dari penanda inflamasi, netrofil sebagai penanda reaksi inflamasi nonspesifik dan limfosit sebagai penanda jalur regulator, menintegrasikan dua peran subtipe leukosit dengan jalurnya masing-masing menjadi satu faktor prediktor yang dapat diaplikasikan untuk stratifikasi luaran pasien dengan SKA. Keunggulan dari RNL sebagai prediktor yang didapatkan dari beberapa penelitian dapat dijelaskan karena RNL tidak dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti di antaranya dehidrasi atau aktifitas fisik. Tidak seperti pemeriksaan penanda inflamasi lainnya, RNL juga merupakan pemeriksaan yang murah dan tersedia luas sehingga dapat memberikan pilihan yang terjangkau. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar nilai RNL pada pasien SKA di ruang ICCU RSMS Purwokerto. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan mengambil data netrofil dan limfosit pada pasien SKA melalui rekam medis pasien. Sampel ditentukan menggunakan consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang terdiri dari 140 responden. Untuk analisi data sendiri menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil yang didapat dari 140 responden dengan uji Chi Square menunjukkan bahwa pasien dengan nilai RNL >4,25 lebih banyak terdapat pada pasien STEMI sedangkan untuk nilai <4,25 lebih banyak terdapat pada pasien NSTEMI. Pada penelitian ini di dapatkan nilai p = 0,000 dengan OR = 6,20. Sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara kadar rasio netrofil limfosit dengan pasien SKA di ruang ICCU RSUD Prof dr Margono Soekardjo Purwokerto. Kesimpulan: Semakin tinggi nilai RNL pada suatu pasien maka semakin berisiko untuk terkena SKA khususnya STEMI di ruang ICCU RSUD Prof dr Margono Soekardjo Purwokerto. | THE DIFFERENCES OF LIMFOSITE NETWORK RATIO ON THE EVENT OF STEMI AND NSTEMI IN ICCU RSMS ROOM Anggi Samudera Rezki ABSTRACT Background: Cardiovascular disease globally is the highest cause of death in the world, this will still happen if not done a good handling and prevention. The lymphocyte neutrophil ratio is a combination of inflammatory markers, neutrophils as markers of nonspecific inflammatory reactions and lymphocytes as regulatory pathway markers, integrating the two roles of leukocyte subtypes with their respective pathways into a single predictor factor that can be applied to stratify patient outcomes with SKA. The advantages of RNL as a predictor obtained from several studies can be explained because RNL is not influenced by various factors, such as dehydration or physical activity. Unlike other inflammatory marker examinations, RNL is also an inexpensive and widely available examination so that it can provide an affordable option. Objective: This study aims to determine the level of RNL values in SKA patients in the ICCU room of RSMS Purwokerto Methods: This study uses an observational analytic design by taking neutrophil and lymphocyte data in SKA patients through the patient's medical record. The sample was determined using consecutive sampling based on inclusion and exclusion criteria consisting of 140 respondents. For analyzing the data themselves use the Chi Square test. Results: The results obtained from 140 respondents with the Chi Square test showed that patients with RNL values> 4.25 were more prevalent in STEMI patients while for values <4.25 there were more in NSTEMI patients. In this study the value of p = 0,000 was obtained with OR = 6.20. So that there is a significant relationship between the level of lymphocyte neutrophil ratio with SKA patients in the ICCU room of Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto Hospital. Conclusion: The higher the RNL value in a patient, the more risk to get SKA especially STEMI in the ICCU room of Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto Hospital | |
| 24023 | 27122 | H1D013061 | PENGARUH METODE PEMADATAN TERHADAP KARAKTERISTIK KUAT TEKAN BETON DENGAN NILAI SLUMP YANG RENDAH | Pemadatan beton segar merupakan proses dalam pembuatan beton yang memiliki pengaruh pada kekuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pemadatan terhadap kekuatan beton. Benda uji yang digunakan adalah beton silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan dengan mutu beton yang di syaratkan adalah 20 MPa. Variasi pemadatan terdiri dari pemadatan manual sebanyak 30 sampel benda uji, pemadatan dengan vibrator 2 detik sebanyak 30 sampel benda uji, dan pemadatan dengan vibrator 5 detik sebanyak 30 sampel benda uji. Pemadatan manual dilakukan dengan cara menusuk beton segar yang baru dituang sebanyak 25 kali tusukan setiap lapisnya secara merata, sedangkan pemadatan menggunakan vibrator dengan cara memasukkan vibrator selama 2 detik dan 5 detik pada setiap lapisnya secara merata. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemadatan menggunakan vibrator selama 5 detik lebih efisien terhadap beton dan tingkat kegagalan dalam pencapaian kuat tekan yang disyaratkan lebih sedikit. Dari data uji kuat tekan beton dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) menunjukkan bahwa beton dengan pemadatan menggunakan vibrator 5 detik memiliki nilai kuat tekan rata -rata yang paling tinggi serta jumlah sampel yang tidak mencapai kuat tekan yang disyaratkan sejumlah 1 buah sampel uji, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pemadatan menggunakan vibrator selama 5 detik memiliki efektifitas dan tingkat pencapaian mutu yang lebih baik. | Compaction of fresh concrete is a process in making concrete which has an influence on the strength of concrete. This study aims to determine the effect of compaction methods on the strength of concrete. The test object used was a cylindrical concrete with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm for testing the compressive strength with the required quality of concrete is 20 MPa. Compaction variation consists of manual compaction of 30 sample specimens, compaction with a 2-second vibrator of 30 specimens, and compaction with a 5-second vibrator of 30 specimens. Manual compaction is done by piercing fresh concrete which has just been poured 25 times each layer evenly, while compaction using a vibrator by inserting a vibrator for 2 seconds and 5 seconds on each layer evenly. The results showed that compaction using a vibrator for 5 seconds was more efficient with concrete and the failure rate in achieving the required compressive strength was less. From the concrete compressive strength test data using the Universal Testing Machine (UTM) shows that concrete with compaction using a vibrator of 5 seconds has the highest average compressive strength and the number of samples that do not reach the compressive strength required by 1 test sample, so it can be concluded that compaction using a vibrator for 5 seconds has the effectiveness and level of achieving a better quality. | |
| 24024 | 27123 | C1B015039 | Pengaruh Refined economic value added, Market value added, Dan Cash value added Terhadap Return Saham | Penelitian ini berjudul "Pengaruh Refined economic value added, Market value added, dan Cash value added Terhadap Return Saham". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh refined economic value added, market value added, dan cash value added terhadap return saham perusahaan transportasi yang terdaftar di BEI pada tahun 2014-2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuntitatif dengan teknik analisis regresi data panel. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik purposive sampling dan terpilih 14 perusahaan yang sesuai dengan kriteria. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa refined economic value added tidak berpengaruh terhadap return saham, market value added tidak berpengaruh terhadap return saham, dan cash value added berpengaruh negatif terhadap return saham. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan sebaiknya selalu memperhatikan kinerja perusahaannya sehingga perusahaan dapat memberikan return yang optimal kepada para pemegang saham. | The title of this research is "The Effect of Refined economic value added, Market value added, and Cash value added on Stock Returns". This study aims to analyze the effect of refined economic value added, market value added, and cash value added on stock returns of transport companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2014-2018. This research is a quantitative study using panel data regression analysis techniques. The sampling technique is purposive sampling technique and selected 14 companies that fit the criteria. The results of this study show that refined economic value added has no effect on stock returns, market value added has no effect on stock returns, and cash value added has a negative effect on stock returns. The implication of this research is that companies should always pay attention to the company's performance so that the company can provide optimum returns to shareholders | |
| 24025 | 27139 | C2A017007 | DAMPAK REVITALISASI ALUN-ALUN BANYUMAS TERHADAP PENDAPATAN DAN OMSET PKL, KEPUASAN PENGUNJUNG, DAN POTENSI RETRIBUSI TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH | RINGKASAN Penelitian ini merupakan penelitian survei pada Pedagang Kaki Lima dan pengunjung Alun-alun Banyumas. Penelitian ini mengambil judul : Dampak revitalisasi Alun-Alun Banyumas Terhadap Pendapatan dan Omset PKL, Kepuasan Pengunjung, dan Potensi Retribusi Terhadap Pendapatan Asli Daerah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak revitalisasi Alun-alun Banyumas terhadap pendapatan bersih dan omset penjualan pedagang kaki lima, menganalisis dampak revitalisasi Alun-alun Banyumas terhadap tingkat kepuasan pengunjung dan menganalisis potensi retribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Pedagang Kaki Lima yang memiliki Kartu Tanda Anggota dan pengunjung Alun-alun Banyumas. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 60 pedagang kaki lima dan 96 pengunjung. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan uji beda dengan uji z menunjukkan bahwa: (1) pendapatan pedagang kaki lima terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan pedagang kaki lima sebelum dan sesudah revitalisasi.; (2) omset penjualan pedagang kaki lima terdapat perbedaan yang signifikan antara omset penjualan pedagang kaki lima sebelum dan sesudah revitalisasi. Hasil penelitian kepuasan pengunjung dengan tabulasi data menunjukkan bahwa : (1) variabel aksesibilitas yaitu pengunjung merasa puas karena lokasi mudah dijangkau berada dijalur utama Banyumas dan biaya transportasi juga murah. (2) variabel fasilitas yaitu pengunjung puas dengan fasilitas bermain karena permainan yang tersedia beragam jenisnya, cukup puas dengan fasilitas olahraga yang tersedia, karena masih perlu penambahan fasilitas olahraga, pengunjung cukup puas dengan tempat parkir yang disediakan dan sangat tidak puas untuk ketersediaan toilet karena toilet belum tersedia. (3) variabel manajemen yaitu pengunjung merasa cukup puas dengan keamanan dan kenyamanan karena lokasi berada dekat dengan kantor kepolisian dan kebersihan lokasi, pengunjung juga cukup puas karena masih banyak sampah di area Alun-alun sehingga masih perlu ditingkatkan kebersihannya. Hasil Analisis Potensi Retribusi PAD Dari Alun-Alun Banyumas menunjukkan bahwa Alun-alun Banyumas memberikan kontribusi terhadap PAD sebesar 0,315% yang berasal dari13,40% Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, 22,66 % Sewa Tanah Kios Alun-Alun Banyumas, 17,69% Pendapatan Dari Pengembalian Kelebihan Pembayaran Tahun Lalu Bukan Hasil Temuan, 45,96 % Pendapatan Lain-Lain Yang Sah dan 0,28% Pendapatan Pengembalian Atas Hasil Temuan Pemeriksaan. Implikasi dari kesimpulan di atas adalah dalam upaya meningkatkan pendapatan dan omset penjualan pedagang kaki lima maka pedagang harus dapat mempertahankan pelayanan dan kualitas produk agar mampu bersaing dengan pedagang lain, sedangkan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, perlu upaya Pemerintah Daerah dan Pengelola untuk melengkapi sarana dan prasarana baik dari aspek aksesibilitas, fasilitias dan manajemen. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kontribusi Alun-alun Banyumas yaitu perlu campur tangan Pemerintah Daerah dan Pengelola untuk meningkatkan daya tarik Alun-alun Banyumas agar pengunjung yang datang lebih banyak. Kata kunci : Revitalisasi, Pendapatan&Omset Pedagang,Kepuasan Konsumen, Kontribusi Retribusi Alun-alun Banyumas | SUMMARY This research is a survey research on street vendors and visitors to Banyumas Square. This research takes the title: The Impact of Banyumas Square Revitalization on Street Vendors' Revenue and Turnover, Visitor Satisfaction, and Potential Levies on Local Revenue. The purpose of this study is to analyze the impact of the revitalization of Banyumas Square on net income and sales turnover of street vendors, analyze the impact of revitalization of Banyumas Square on the level of visitor satisfaction and analyze the potential of retribution on the Original Local Government Revenue. The population in this study are all street vendors who have a Member Card and visitors to the Banyumas Square. The number of respondents taken in this study were 60 street vendors and 96 visitors. Purposive sampling method is used in determining respondents. Based on the results of research and data analysis using a different test with the z test shows that: (1) there is a significant difference street vendor income between street vendor income before and after revitalization .; (2) There is a significant difference between sales turnover of street vendors with the sales of street vendors before and after revitalization. The results of visitor satisfaction research by tabulating data show that: (1) accessibility variables, namely visitors are satisfied because the location is easy reached is the main route of Banyumas and transportation costs are also cheap. (2) facility variable, that is, visitors are satisfied with playing facilities because there are various types of games area available, they are quite satisfied with the sports facilities available, because they still need to add sporting facilities, visitors are quite satisfied with the parking spaces provided and are very dissatisfied with the availability of toilets due to toilets not yet available. (3)variable management, namely visitors feel quite satisfied with safety and comfort because the location is close to the police station and location cleanliness, visitors are also quite satisfied because there is still a lot of garbage in the Alun-alun area so that cleanliness still needs to be improved. Results of Analysis of Potential PAD Retribution From Banyumas Square shows that Banyumas Square contributes to PAD of 0.315% originating from 13.40% Regional Property Usage , Usage Retribution, 22.66% Banyumas Alun-Alun Kiosk Land Lease, 17.69% Income from Last Year's Overpayment Returns Is Not Findings, 45.96% Other Legitimate Other Revenues and 0.28% Returned Revenue from Inspection Findings. The implication of the above conclusion is that in an effort to increase revenue and sales turnover of street vendors, traders must be able to maintain service and product quality in order to be able to compete with other traders, while to improve customer satisfaction, it needs the efforts of the Regional Government and Managers to complete good facilities and infrastructure from the aspect of accessibility, facilities and management. Efforts that can be made to increase the contribution of the Banyumas Square are the need of the intervention of the Regional Government and Managers to increase the attractiveness of the Banyumas Square so that more visitors arrive. Keywords: Revitalization, Trader Income & Turnover, Consumer Satisfaction, Contribution to Banyumas Square Retribution | |
| 24026 | 27127 | C1A014106 | ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) USAHA TANI BAWANG MERAH DI DESA PASARBATANG, KECAMATAN BREBES, KABUPATEN BREBES | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada pelaku usahatani bawang merah di Desa Pasarbatang Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Break Even Point (BEP) Usaha Tani Bawang Merah Di Desa Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan para petani bawang merah di Desa Pasarbatang dalam mencapai titik BEP, tingkkat efisiensi faktor produksi yang digunakan , serta untuk mengeahui sensitivitas BEP jika terjadi perubahan harga jual, jumlah produksi, dan biaya produksi. Populasi dalam penelitian ini adalah petani bawang merah di Desa Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 91 responden. stratified random sampling digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Usahatani bawang merah di Desa Pasarbatang telah melebihi Break Even Point (BEP), (2) Kemampuan petani untuk menghasilkan laba adalah baik, dan petani telah dapat menggunakan aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan laba dengan efektif (3) Hasil analisis sensitivitas ekonomi menunjukan bahwa adanya kenaikan atau penurunan baik harga jual, jumlah produksi, dan biaya produksi usahatani bawang merah di Desa Pasarbatang masih bisa melebihi titik BEP kecuali pada saat harga jual turun dan biaya produksi naik sebanyak 50%, produksi turun & biaya produksi naik sebesar 10% dan 50% secara bersamaan, dan jika luas lahan ≥1,6 Ha produksi naik & biaya produksi naik sampai dengan dan ≥30%. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu usahatani bawang merah di Desa Pasarbatang, memberikan harapan kedepannya yang menguntungkan untuk para petani. Meskipun menguntungkan, akan tetapi petani masih rawan mengalami kerugian seperti pada saat harga jual mengalami penurunan dan adanya tambahan biaya produksi. Untuk itu perlu adanya stabilisasi harga jual produk serta adanya menegemen biaya produksi yang baik sehingga petani dapat memaksimalkan kualitas produk sehingga dapat bersaing dengan kualitas bawang merah dari luar daerah serta dapat meningkatkan efisiensi usahatani bawang merah. Masalah lain sering dialami oleh petani yaitu keterbatasan tenaga kerja serta hama musiman yang selalu menyerang tanaman setiap tahunnya. Tenaga kerja yang semakin lama semakin berkurang membuat petani mengalami kesulitan. Apalagi pada saat tanaman bawang merah diserang hama musiman, dimana dibutuhkan banyak tenaga kerja karena selain diberi pestisida pengusir hama petani juga menggunakan cara manual untuk menghilangkan hama yaitu dengan memetik daun yang terdapat ulat dan telur ulat. | This research is a survey research on the perpetrators of onion farming in Pasarbatang Village, Brebes District, Brebes Regency. This study took the title: "Break Even Point Analysis (BEP) of Shallot Farmers in Pasarbatang Village, Brebes District, Brebes Regency". The purpose of this study was to determine the ability of shallot farmers in Pasarbatang Village to reach the BEP point, the level of efficiency of the production factors used, and to know the sensitivity of BEP if there were changes in selling prices, production quantities, and production costs. The population in this study were shallot farmers in Pasarbatang Village, Brebes District, Brebes Regency. The number of respondents taken in this study were 91 respondents. stratified random sampling is used in determining respondents. Based on the results of the study showed that: (1) onion farming farmers have exceeded the Break Even Point (BEP), (2) the ability of farmers to generate profits is good, and farmers have been able to use their assets to produce profits effectively (3) Results Economic sensitivity analysis shows that there is an increase or decrease in both the selling price, the amount of production, and the production costs of 10% -20% onion farming in Pasarbatang Village can still exceed the BEP point except when the selling price drops and production costs rise by 50%, production drops & production costs rise by 10% and 50% of shallot farmers can still reach BEP and experience losses, if the land area is ≥0.16 Ha if production rises & production costs rise to ≥30% farmers shall not able to exceed the BEP and experience losses. The implications of the conclusions above are onion farming in Pasarbatang Village, giving hope for the future that is profitable for farmers. To increase profits, farmers need to increase their income first. Increasing income must also be seen from the ability of farmers to add production factors. To add production factors, the first step that farmers must take is to add capital to their farming. With additional capital, the aim is to increase the number of production factors which have a direct influence in increasing income, namely adding business land, and adding seeds of shallots. To increase the efficiency of shallot farming in Pasarbatang Village, it also needs to look according to the ability of farmers to run it. Things that must be done in increasing efficiency are reducing production costs incurred and market conditions that make selling prices fluctuate and disrupt the efficiency of shallot production. | |
| 24027 | 27126 | J1D015016 | PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI MENGGUNAKAN METODE MIND MAPPING DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VII C SMP NEGERI 5 PURWOKERTO | Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi menggunakan metode mind mapping dengan media gambar pada siswa kelas VII C SMP Negeri 5 Purwokerto dan mendeskripsikan perubahan perilaku siswa kelas VII C SMP Negeri 5 Purwokerto setelah mengikuti pembelajaran menulis teks deskripsi menggunakan metode mind mapping dengan media gambar. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis&Mc.Taggart dengan dua siklus. Setiap siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII C SMP Negeri 5 Purwokerto yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes dan nontes. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dan teknik kualitatif. Teknik kuantitatif digunakan untuk mengetahui hasil data tes, yaitu menulis teks deskripsi siswa. Teknik kualitatif digunakan untuk mengetahui hasil data nontes, yaitu perubahan perilaku siswa setelah menggunakan metode mind mapping dengan media gambar. Berdasarkan hasil nontes melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi foto siswa juga mengalami perubahan perilaku, pada siklus I, siswa kurang antusias dalam pembelajaran dan berperilaku negatif seperti berbicara dan membuat gaduh dengan teman sebangku, pada siklus II siswa mulai menunjukkan sikap yang positif. Diantaranya, yaitu siswa sudah berani bertanya dengan guru maupun teman mengenai kesulitan yang dihadapi, siswa lebih aktif dan antusias dalam menerima pembelajaran menggunakan metode mind mapping dengan media gambar. | The purpose of this research is to improve the descriptive text writing skills using mind mapping methhods and image as the media towards 7th C grade students of Junior High School 5 Purwokerto and to describe the changes of behavior of them. The research used clasroom action research (PTK) model by Kemmis and Mc Taggart in two cycles. Each cycle has through steps of planning, acting, observing, and reflecting. The subject of this research was the students of 7th C grade that consisted 32 students. The techniques of the Data collection were test and non-tests. Data were analyzed with the quantitative and qualitative tecniques. The Quantitative analysis is used to calculate test scores to descriptive text writing skills and the qualitative analysis is used to describe the changes of behavior using mind mapping methods with image. According to the non-test result through the observation, questionnairre, interview, and photo documentations, the students have behavior changes on the first cycle, the students showed less enthusiastic in learning and behaved negatively such as conversing and making noise with their chairmate. On the second cycle, the students start behaving active and positively such as ask the teacher and friends bravely regarding the difficulties and the students have more active and enthusiastic towards learning by using the mind mapping methods with images as the media. | |
| 24028 | 27129 | G1A015114 | Hubungan Berat Lahir dengan Status Gizi Anak Usia 2-3 Tahun dengan Riwayat Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Latar belakang: Berat lahir merupakan salah satu indikator kesehatan yang penting dalam menentukan normal atau tidaknya suatu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Berdasarkan data di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada tahun 2015 terjadi peningkatan kejadian BBLR menjadi 1772 (46,5%) dari keseluruhan jumlah persalinan 3810 kasus. Data di Kabupaten Banyumas pada tahun 2010 tercatat dari 92.793 balita yang ditimbang, 151 mengalami gizi buruk, 10.602 berstatus kurus. Tujuan: mengetahui hubungan antara bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan status gizi pada anak usia 2-3 tahun di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan rancangan potong lintang (cross sectional study). Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah consecutive sampling. Jumlah sampel minimal 36 orang dengan sasaran anak usia 2-3 tahun yang memiliki riwayat BBLR di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Analisis data menggunakan Uji Pearson. Hasil dan Pembahasan: Anak dengan riwayat BBLR yang memiliki status gizi baik sebanyak 29 orang (80,60%), sedangkan anak dengan riwayat BBLR yang memiliki status gizinya kurang sebanyak 7 orang (19,40%). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara berat lahir dengan status gizi anak usia 2-3 tahun dengan riwayat BBLR (p=0,345). | Background: Birth weight is one of the most important health indicators in determining the normal growth or development of a newborn baby. The data from RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto shows that in 2015 there was an increase in the incidence of LBW to 1772 (46.5%) of the total number of deliveries (out of 3810 cases). The data in Banyumas Regency obtained in 2010 shows, out of 92,793 toddlers weighed, 151 struggled from malnutrition, 10,602 were underweight. Objective: The purpose of this study were to determine the correlation between low birth weight babies (LBW) and nutritional status in children aged 2-3 years in RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Research Methods: The method used in this study is observational analytic study with cross sectional study. The sampling technique of this study is consecutive sampling. The number of samples were at least 36 people with a target of children aged 2-3 years who have a history of LBW at the RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Data analysis using Pearson Test. Result and Discuss: The results obtained of children with a history of low birth weight and have good nutritional status were 29 people (80.60%), while children with a history of low birth weight but lacking nutritional status were 7 people (19.40%). Conclution: there is no significant correlation between birth weight and nutritional status in children aged 2-3 years with LBW history. | |
| 24029 | 27130 | F1B015028 | TATA KELOLA SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN SISTEM SWAKELOLA DI KELURAHAN PURWANEGARA, KECAMATAN PURWOKERTO UTARA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tata kelola sampah rumah tangga dengan sistem swakelola di Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara. Terdapat empat aspek yang digunakan yakni Partisipasi, Akuntabilitas, Transparansi, dan Responsivitas. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan yang menghasilkan data deskriptif. Pemilihan informan dilakukan dengan purposive sampling, namun akan dibantu menggunakan snowball sampling untuk menambah kelengkapan data. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah dengan melakukan wawancara secara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi hubungan dalam tata kelola (governance) KSM “Sejahtera” adalah dengan co – production. Prinsip governance yang digunakan meliputi empat prinsip yang mana juga digunakan untuk pembahasan aspek dalam penelitian ini yaitu Partisipasi, Akuntabilitas, Transparansi, dan Responsivitas. Dilihat dari aspek partisipasi, partisipasi dari interaksi masyarakat lah yang paling rendah, karena hanya membebankan masalah pengelolaan sampah kepada KSM dan Pemerintah tanpa ada ikut berkontribusi lebih dalam. Melihat pada aspek akuntabilitas permasalahan yang ada adalah dalam pertanggung jawaban administrasi pihak KSM kepada pemerintah maupun sebaliknya. Dalam merespon kebutuhan sampai saat ini sudah terlaksana cukup baik. Terdapat dua bentuk transparansi yang dilakukan, yakni, transparansi secara lisan dan transparansi secara tertulis. | This study aims to find out how the governance of household waste with a self-management system in Purwanegara Village, North Purwokerto District. There are four aspects that are used namely Participation, Accountability, Transparency, and Responsiveness. The method used is qualitative using an approach that produces descriptive data. The selection of informants is done by purposive sampling, but will be assisted using snowball sampling to add data completeness. Data collection methods used by researchers are by conducting in-depth interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that the potential relationship in the governance of Sejahtera Community Self-help Groups is with co-production. The governance principles used include four principles which are also used for the discussion of aspects in this research, namely Participation, Accountability, Transparency, and Responsiveness. Viewed from the aspect of participation, participation from community interaction is the lowest, because it only imposes the problem of waste management to CBOs and the Government without anyone contributing more deeply. Looking at the accountability aspect of the existing problem is the accountability of the KSM to the government and vice versa. In responding to the needs so far it has been implemented quite well. There are two forms of transparency that are carried out, namely, transparency verbally and transparency in writing. | |
| 24030 | 28811 | D1A016089 | Pengaruh Penambahan Probiotik Terhadap Kekuatan Kerabang dan Indeks Telur pada Ayam Niaga Petelur Umur 88 Minggu | Tujuan penelitian pengaruh penambahan probiotik terhadap kekuatan kerabang dan indeks telur pada ayam niaga petelur umur 88 minggu untuk mengetahui dosis terbaik penambahan probiotik terhadap kekuatan kerabang dan indeks telur pada ayam niaga petelur umur 88 minggu. Materi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari ayam niaga petelur strain Lohmann 72 ekor umur 88 minggu, telur 180 butir, kandang battery. Bahan yang digunakan adalah pakan dan probiotik. Pemberian air minum secara ad libitum. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 4 ekor unit percobaan. Perlakuan tersebut adalah P0 : Penambahan probiotik 0 ml/kg pakan ,P1 : Penambahan probiotik 1 ml/kg pakan, P2 : Penambahan probiotik 2 ml/kg pakan. Perlakuan diberikan selama 5 minggu dengan cara penambahan probiotik ke dalam pakan. Pengujian sampel dilakukan dengan menggunakan alat egg strange dan jangka sorong. Hasil rataan kekuatan kerabang secara berurutan P0 : 0,304 + 0,015; P1 : 0,291 + 0,039; P2 : 0,285 + 0,025. Hasil rataan indeks telur secara berurutan P0 : 76,75 % + 0,734; P1 : 76,88 % + 0,984; P2 : 77,59 % + 0,883. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik ke dalam pakan terhadap kekuatan kerabang dan indeks telur berpengaruh tidak nyata (P > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan probiotik belum dapat meningkatkan kekuatan kerabang dan mengoptimalkan indeks telur ayam niaga petelur umur 88 minggu. | The aim of the study was the effect of adding probiotics to eggshell strength and egg index in 88 week old commercial laying hens to determine the best dose of probiotic addition to eggshell strength and egg index in 88-week-old commercial laying hens. The material used in this study consisted of laying commercial chicken Lohmann 72 strains aged 88 weeks, 180 eggs, battery cages. The ingredients used are feed and probiotics. Provision of drinking water in an ad libitum manner. This research method was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 6 replications, each repetition consisted of 4 experimental units. The treatments are P0 : Addition of probiotics 0 ml / kg of feed, P1 : Addition of probiotics 1 ml / kg of feed, P2 : Addition of probiotics 2 ml / kg of feed. The treatment is given for 5 weeks by adding probiotics to the feed. Sample testing is done using egg strange and calipers. The results of the average strength of shells P0 : 0,304 + 0,015; P1 : 0,291 + 0,039; P2 : 0,285 + 0,025. The average egg index results were P0 : 76,75% + 0,734; P1 : 76,88% + 0,984; P2 : 77,59% + 0,883. The results showed that the addition of probiotics into the feed on eggshell strength and egg index had no significant effect (P> 0.05). The conclusion of this study is that the addition of probiotics has not been able to increase the strength of shellfish and optimize the index of 88-week-old commercial laying hens. | |
| 24031 | 27149 | E1A115119 | TINJAUAN YURIDIS KONSUL KEHORMATAN (HONORARY CONSUL) DALAM HUKUM INTERNASIONAL DAN HUKUM NASIONAL INDONESIA | Hubungan antarnegara secara umum dibagi dalam dua lembaga yaitu lembaga diplomatik dan lembaga konsuler. Hubungan konsuler diatur di dalam Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler dan telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1982. Pada Konvensi Wina 1963 pejabat konsuler dibagi menjadi dua yaitu pejabat konsuler karir/tetap dan pejabat konsul kehormatan. Konsul Kehormatan tidak memiliki pengertian yang sama menurut hukum di setiap negara. Demikian juga untuk kekebalan dan hak istimewa sudah melekat secara otomatis pada konsul karir, tetapi mengenai pelaksanaan pemberian kekebalan untuk konsul kehormatan belum diatur secara rinci oleh hukum internasional terutama dalam Konvensi Wina 1963. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan konsul kehormatan dalam hukum internasional dan dalam hukum nasional Indonesia serta praktiknya di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Data dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yang disusun secara sistematis dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pengaturan mengenai konsul kehormatan dalam hukum internasional terdapat di dalam Konvensi Wina 1963 Bab III Pasal 58 sampai dengan Pasal 68, perjanjian internasional bilateral antara negara yang mengadakan hubungan konsuler tersebut, dan praktik hukum kebiasaan. Pengaturan konsul kehormatan dalam hukum nasional Indonesia terdapat di dalam Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 1 Tahun 2014 yang mengatur secara spesifik tentang konsul kehormatan. Pada praktiknya Indonesia sendiri telah membuka konsul kehormatan di beberapa tempat, antara lain di Ramallah, Palestina serta di Auckland, Selandia Baru. Kata Kunci: Hubungan konsuler, konsul kehormatan, kekebalan dan hak istimewa | Interstates relations generally divided into two agencies, namely diplomatic agency and consular agency. Consular relations governed by Vienna Convention on Consular Relations 1963 and has been ratified by Indonesian Government by Act of Indonesian Republic Number 1 Year 1982. Consular officers divided into two categories, namely career consular officer and honorary consular officer in Vienna Convention on Consular Relations 1963. Honorary consular officer does not have the same definition according to law in each states. Career consular officers have been given the immunities and privileges automatically, but the immunities and privileges for the honorary consul officers have not been governed in detail by international especially in Vienna Convention 1963. The purposes of this study are to find out the regulations of the honorary consul in international law and Indonesian national law also their practices. The study used normative juridical approaches to legislation in the form of an inventory of law approaches. Data in this study came from secondary data which were arranged systematically and analyzed by qualitative normative methods. The results of the study are the regulation of honorary consul in international law governed by Chapter III Article 58 to Article 68 Vienna Convention 1963, bilateral international agreements between states which established the consular relations, and international customary law. The regulation of honorary consul in Indonesian national law governed by Minister of the Foreign Affairs Regulation Number 1 Year 2014 which regulated specifically regarding honorary consul. That case means the existences of honorary consul in consular relations are recognized and legal according to the international law and Indonesian national law. In practices, Indonesia has established the honorary consul in several states, including in Ramallah, Palestine also in Auckland, New Zealand. Keywords: Consular relations, honorary consul, immunities and privileges | |
| 24032 | 27131 | I1A015024 | PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) DAN JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia S) DALAM MENURUNKAN KADAR FORMALIN PADA TAHU | ABSTRAK PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) DAN JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia S) DALAM MENURUNKAN KADAR FORMALIN PADA TAHU Tiara Rimona Febintika, Devi Octaviana, Kuswanto Latar Belakang: Praktek pengawetan yang sering dilakukan oleh pedagang adalah merendam tahu dengan menggunakan formalin untuk menghindari kerusakan. Penurunan kadar formalin diperlukan untuk meminimalisir bahaya yang ditimbulkan. Senyawa asam dan saponin yang terdapat pada belimbing wuluh dan jeruk nipis dapat dijadikan sebagai alternatif dalam upaya penurunan kadar formalin. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas belimbing wuluh dan jeruk nipis dalam menurunkan kadar formalin pada tahu. Metodologi: Penelitian true experiment ini menggunakan pretest-postest with control group design dengan rancangan acak lengkap (RAL). Populasi penelitian ini adalah tahu di Pasar Sokaraja Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode spektrofotometri dengan larutan belimbing wuluh dan larutan jeruk nipis dengan konsentrasi masing-masing 25%, 50%, 75%, dan 100% selama 15 menit dan pengulangan sebanyak 3 kali. Uji statistik menggunakan Uji Anova one way dilanjutkan uji Pos Hoc. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan efektivitas penurunan kadar formalin pada tahu yang berbeda pada masing-masing perlakuan perlakuan yaitu: belimbing wuluh 25% sebesar 72,44%, belimbing wuluh 50% sebesar 85,71%, belimbing wuluh 75% sebesar 62,63%, belimbing wuluh 100% sebesar 56,64%, jeruk nipis 25% sebesar 24,39%, jeruk nipis 50% sebesar 26,48%, jeruk nipis 75% sebesar 49,28%, jeruk nipis 100% sebesar 26,34%. Kesimpulan: Perendaman menggunakan larutan belimbing wuluh 50% selama 15 menit paling efektif dalam menurunkan kadar formalin pada tahu dengan efektivitasnya 85,71%. Kata Kunci: Formalin, Tahu, Belimbing Wuluh, Jeruk Nipis. | ABSTRACT COMPARISON OF THE EFFECTIVENESS OF BELIMBING WULUH (Averrhoa Oxalidaceae L) AND LIME (Citrus aurantiifolia S) IN FORMALIN LEVEL REDUCTION ON TOFU Tiara Rimona Febintika, Devi Octaviana, Kuswanto Background: The preservation practice that is often done by traders is to soak the tofu using formaldehyde to avoid the harm. Decrease in formaldehyde levels is needed to minimize the danger posed. Acid and saponin compounds found in starfruit and lime can be used as an alternative in efforts to reduce formaldehyde levels. The study aims to determine the effectiveness of belimbing wuluh and lime in reducing levels of formaldehyde in tofu. Methodology: This true experimental research uses a pretest-posttest with control group design with a completely randomized design (CRD). The population of this research is tofu in the Sokaraja Banyumas Market. This research used spectrophotometry method with belimbing wuluh solution and lime solution with concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% for 15 minutes and repetition 3 times. The statistical test uses the One Way Anova Test followed by the Pos Hoc test. Results: The results of this study represent the reduction in formaldehyde levels of effectivennes in each treatments group of experiment: belimbing wuluh 25% for 72.44%, belimbing wuluh 50% for 85.71%, belimbing wuluh for 75% for 62.63 %, belimbing wuluh 100% by 56.64%, lime 25% by 24.39%, lime 50% by 26.48%, lime 75% by 49.28%, lime 100% by 26.34 %. Conclusion: The immersion using 50% belimbing wuluh solution for 15 minutes is most effective in reducing formalin levels in tofu with an effectiveness of 85.71%. Keywords: Formalin, Tofu, Belimbing Wuluh, Lime. | |
| 24033 | 27132 | G1A015107 | HUBUNGAN TINGKAT STRES TERHADAP TINGKAT PERILAKU MEROKOK PADA PEGAWAI DI PT.SHINKOBE CIKARANG | Latar Belakang :Pegawai termasuk orang yang mudah terkena stres, karena seorang pegawai selalu melakukan hal yang sama setiap bekerja dengan permasalahan yang berbeda-beda itu dapat jadi pemicu stres. Bukan hanya ditempat kerja seorang pegawai dapat menjadi stres dari lingkungan diliuar pekerjaan, seperti rumah tangga,tempat tinggal, masalah pribadi dan lain sebagainya . Stres merupakan suatu kondisi ketika sesorang merasakan beban yang tidak sebanding dengan kemampuan mengatasi beban tersebut. Pada saat mengalami stres tanpa kita sadari tubuh mengalami manajemen stres, manajemen stres yang adaptif atau maladptif akan menghasilkan kebiasaan yang menetap. Salah satu contoh maladaptif adalah merokok. Meskipun semua orang tahu bahwa merokok itu tidak aik dan menggangu kesehatan tapi kenyataanya setiap tahun perokok semakin bertambah dan usianya semakin muda. Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat stres terhadap tingkat perilaku merokok pada pegawai di PT.Shinkobe Engineering Cikarang. Metode :Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai di PT.Shinkobe Engineering Cikarang. Besar sampel dihitung menggunakan rumus besar sampel dan diperoleh jumlah sampel minimal 65 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat bantu kuisioner DASS-14, kuisioner tingkat perilaku merokok, dan kuisioner LMMPI. Analisis statistik menggunakan Uji Chi Square. Hasil :Hasil penelitian dengan Uji Chi Square dengan rekategori menunjukkan nilai p sebesar 0, 241 (p=0,241) dengan sebagian besar responden memiliki tingkat stres normal dengan tingkat perilaku merokok tinggi sebanyak 17 orang (63,3%). Kesimpulan :Tidak terdapat hubungan tingkat stres dengan tingkat perilaku merokok (p=0,241). | Backgorund : Employees are among those who are easily exposed to stress, because an employee always does the same thing every time working with different problems can be a stressor. Not only in the workplace, an employee can be stressed out from outside the work environment, such as household, residence, personal problems and so on. Stress is a condition when someone feels a burden that is not proportional to the ability to overcome these burdens. When experiencing stress without us knowing the body experiences stress management, adaptive or maladptive stress management will result in sedentary habits. One maladaptive example is smoking. Even though everyone knows that smoking is not cool and disturbs health, the reality is that every year smokers are increasing and their age is getting younger. Objectuves : The purpose of this study were to determine the correlation between the stress level with smoking behavior of employees at PT.Shinkobe Engineering Cikarang. Methods :This study was an observational analytic study with a cross-sectional research design. The population in this study were employees at PT.Shinkobe Engineering Cikarang. The sample size was calculated using the sample size formula and obtained a sample size of at least 65 people. The sampling technique in this study used simple random sampling. Data retrieval is done by using DASS-14 questionnaire tool, smoking behavior, and LMMPI questionnaire. Statistical analysis using Chi Square Test. Results : The results of the study with Chi Square Test with recategory showed a p value of 0, 241 (p = 0.241) with the majority of respondents having normal stress level with a high level of smoking behavior as 17 people (63,3%). Conclusion: There is no correlation between stress levels with smoking behavior (p = 0.241). | |
| 24034 | 27133 | C1B015064 | FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN UTANG DENGAN ASSET, PROFITABILITAS, DAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL KONTROL (Studi pada Sub Sektor Properti dan Real Estate periode 2013- 2018) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kepemilikan Manajerial (MOWN) dan Kepemilikan Institutional (INST) terhadap kebijakan utang perusahaan dengan menggunakan varaibel kontrol Struktur Aset (ASSET), Return on Assets, dan Ukuran Perusahaan (SIZE) pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam sub sektor Properti dan Real Estate. Populasi dalam penelitian ini perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam sub sektor Properti dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 14 perusahaan. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Kepemilikan Manajerial (MOWN) berpengaruh negatif terhadap kebijakan utang perusahaan (DEBT) dan Kepemilikan Institutional (INST) berpengaruh negatif terhadap kebijakan utang perusahaan (DEBT). | This study aims to analyze the effect of Managerial Ownership (MOWN) and Institutional Ownership (INST) on corporate debt policy using the Asset Structure Control (ASSET), Return on Assets, and Company Size (SIZE) variables in companies registered in sub-sectors Property and Real Estate. The population in this study companies are listed in the Property and Real Estate sub sector on the Indonesia Stock Exchange. The sample used in this study were 14 companies. The purposive sampling method is used to determine the sample. Data in this study were analyzed using multiple linear regression. The results of the study indicate that Managerial Ownership has a negative effect on corporate debt policy and Institutional Ownership has a negative effect on corporate debt policy. | |
| 24035 | 27205 | D1A015122 | SUPLEMENTASI AMPAS TEH (Camelia sinensis) FERMENTASI TERHADAP BOBOT KARKAS DAN BOBOT GIZZARD PADA ITIK LOKAL JANTAN | “Suplementasi Ampas Teh (Camelia sinensis) terhadap Bobot Karkas dan Bobot Gizzard pada Itik Lokal Jantan’’ bertujuan untuk mengkaji taraf suplementasi ampas teh fermentasi terhadap bobot karkas dan bobot gizzard pada itik lokal jantan. Materi penelitian terdiri dari 100 ekor itik lokal jantan. Bahan pakan yang di gunakan antara lain jagung 53%, dedak 17%, SBM 15%, konsentrat 11%, top mix 1%, Kapur 1%, minyak jagung 2% dengan protein 17,69 %. Penelitian dilakukan secara eksperiment menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 5 ekor itik lokal jantan, dengan perlakuan A0 : pakan basal tanpa suplementasi ampas teh fermentasi sebagai kontrol, A1 : pakan basal dengan suplementasi ampas teh yang difermentasi dengan EM4 sebanyak 2,5%, A2 : pakan basal dengan suplementasi ampas teh yang difermentasi dengan EM4 sebanyak 5%, A3 : pakan basal dengan suplementasi ampas teh yang difermentasi dengan trichoderma viride sebanyak 2,5%, A4 : pakan basal dengan suplementasi ampas teh yang difermentasi dengan trichoderma viride sebanyak 5%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil rataan bobot karkas itik lokal jantan dari perlakuan A0, A1, A2, A3, A4 berturut-turut adalah 1134,50±96,01; 724,00±51,39; 619,25±53,88; 847,21±97,22; 2746±143,98, dan rataan bobot gizzard itik lokal jantan dari perlakuan A0, A1, A2, A3, A1 berturut-turut adalah 51,25±10,05; 48,63±7,32; 42,00±8,83; 48,90±6,26; 43,41±5,42. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi ampas teh fermentasi berpengaruh sangat nyata terhadap bobot karkas namun tidak berpengaruh nyata terhadap bobot gizzard. Kesimpulan penelitian adalah suplementasi ampas teh fermentasi taraf 2,5% dan 5% menurunkan bobot karkas dan belum mampu meningkatkan bobot gizzard pada itik lokal jantan. | "Supplementation of the Tea pulp (Camellia sinensis) on Carcass Weight and Gizzard Weight on Male Local Ducks' aims to assess the level of fermentation tea pulp supplementation against carcass weight and gizzard weight in male local ducks. The research material consisted of 100 male local ducks. Feed ingredients used include 53% corn, 17% bran, 15% SBM, 11% concentrate, 1% top mix, 1% lime, 2% corn oil with 17.69% protein. The study was conducted experimentally using RAL (Completely Randomized Design) with 4 treatments and 5 replications, each treatment consisted of 5 male local ducks, with treatment A0: basal feed without supplementation of fermented tea pulp as a control, A1: basal feed with tea pulp supplementation fermented with EM4 as much as 2.5%, A2: basal feed with tea pulp supplementation fermented with EM4 by 5%, A3: basal feed with tea pulp supplementation fermented with trichoderma viride as much as 2.5%, A4: basal feed with Tea pulp supplementation which is fermented with trichoderma viride by 5%. The data obtained were analyzed using variance analysis. The average carcass weight of male local ducks from treatments A0, A1, A2, A3, A4 are 1134.50 ± 96.01 respectively; 724.00 ± 51.39; 619.25 ± 53.88; 847.21 ± 97.22; 2746 ± 143.98, and the average gizzard weight of male local ducks from treatments A0, A1, A2, A3, A4 respectively were 51.25 ± 10.05; 48.63 ± 7.32; 42.00 ± 8.83; 48.90 ± 6.26; 43.41 ± 5.42. The results showed that fermented tea pulp supplementation had a very significant effect on carcass weight but did not significantly affect the weight of the gizzard. The conclusion of the study is the supplementation of tea pulp of 2.5% and 5% has not been able to increase the gizzard weight but has lowered carcasses in the local males. | |
| 24036 | 27283 | E1A015181 | PERAN PENYIDIK DALAM MENGUNGKAP KASUS KORUPSI ALOKASI DANA DESA DI WILAYAH HUKUM KABUPATEN KUNINGAN (Studi di Kejaksaan Negeri Kuningan) | Angka kejadian korupsi dalam sistem penyelenggara negara masih mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu tindak pidana korupsi yang banyak terjadi dalam sistem penyelenggara negara adalah korupsi dana desa maka dari itu dibutuhkan peran jaksa sebagai penyidik dalam proses penegakan hukum untuk menangani tindak pidana korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan hambatan penyidik Kejaksaan Negeri Kuningan dalam mengungkap kasus korupsi alokasi dana desa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian yuridis sosiologis. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Data yang didapatkan kemudian diolah dengan menggunakan reduksi dan kategorisasi data, lalu disajikan dalam uraian sistematis dan dianalisa dengan menggunakan metode analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa penyidik Kejaksaan Negeri Kuningan sebagai aparat penegak hukum mempunyai peran yang sangat aktif dalam mengungkap kasus korupsi alokasi dana desa yaitu menemukan adanya tindak pidana korupsi, melakukan penyelidikan atau dikatakan (full data full bucket), melakukan tindakan penyidikan, memeriksa identitas tersangka, melakukan penahanan dan penggledahan. Terdapat beberapa hambatan yang dialami oleh penyidik kejaksaan dalam mengungkap kasus korupsi alokasi dana desa di antaranya ketidaksesuaian antara peraturan dengan tindakan di lapangan, kurangnya sumber daya manusia, fasillitas dan sarana yang belum memadai dan kurangnya peran masyarakat. | The prevalence of corruption in the governmental administrator system still increased year by year. Corruption criminal acts cases become sophisticated nowadays and provoke lot of country losses. One of corruption criminal acts that occur in the governmental administration system is village funds corruption so therefore needed the role of prosecutors as investigators in the law enforcement process against corruption. This study aimed to know the role of Kuningan District Attorney’s investigators and their obstacles in village funds corruption uncovering. This study was qualitative research with sociological juridical approach method. Primary data and secondary data were used in this study. The obtained data then processed using data reduction and categorization, presented in a systematic description and analyzed with qualitative data analysis methods. The results of this study showed that the Kuningan District Attorney’s investigator as peace officers has important roles in uncovering cases of village funds allocation corruption, that is found the criminal act of corruption, conducted investigative actions, examined the identity of the suspect, make an arrest and search. There are some obstacles experienced by Attorney’s investigators during uncovering cases of village funds allocation corruption including incompatibility between regulations and actions, lack of human resources, inadequate facilities and lack of community roles. | |
| 24037 | 27071 | L1A015022 | CLUSTERING MANGROVE BERDASARKAN TINGKAT KERAPATAN DI SEGARA ANAKAN BAGIAN BARAT, CILACAP | Penelitian ini berjudul “Clustering Mangrove Berdasarkan Tingkat Kerapatan di Segara Anakan Bagian Barat, Cilacap”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui clustering berdasarkan kerapatan mangrove di Segara Anakan Bagian Barat, Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan cluster random sampling berdasarkan kondisi daerah sungai dengan membagi lokasi menjadi 20 stasiun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Data kerapatan mangrove dianalisis dengan menggunakan analisis clustering dan disajikan dalam bentuk dendogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis clustering potensi kerapatan pohon mangrove di Segara Anakan Bagian Barat, Cilacap terbentuk menjadi 3 pola cluster. Cluster pertama terbentuk oleh stasiun 15, 18, 9, 17, 3, 6, 8, 1, 2 dan stasiun 5 yaitu membentuk cluster {((15.18),(9.17),(3.6)),8)); ((1.2),5)}. Cluster kedua terbentuk oleh stasiun 4, 10, 12 dan stasiun 14 yaitu cluster {(((4.10),14,12))}. Cluster ketiga terbentuk oleh stasiun 11, 20, 16, 7, dan stasiun 19 yaitu cluster {(((11.20)16));(7.19))}. Cluster yang memiliki kekerabatan paling dekat yaitu terbentuk pada cluster stasiun 15 dan stasiun 18 dengan nilai ED 254,0, sedangkan cluster yang kekerabatan yang jauh yaitu terbentuk pada cluster oleh stasiun (((15.18),(9.17),(3.6),(8)), ((1.2),(5)), ((4.10)(14))(12))) yang bergabung menjadi satu dengan stasiun ((11.20),(16), (7.19)) yang memiliki nilai ED 3.498,5. Kata kunci : Clustering, Mangrove, Segara Anakan, Cilacap. | This research entitled “Clustering Mangrove based on mangrove density in the Western of Segara Anakan, Cilacap”. The objective of this research was to analyse in mangrove clustering based on mangrove density in the Western of Segara Anakan, Cilacap. The method used survey method with cluster random sampling to divide research area into 20 stations. This research was conducted on July 2019. The mangrove’s density were analyzed using the clustering analysis with dendogram pattern. The result of this research showed that clustering analysis of mangrove density in Western of Segara Anakan was developed into three cluster patterns. Cluster 1 was arranged by station 15, 18, 9, 17, 3, 6, 8, 1, 2, and station 5 that was arrange by {((15.18),(9.17),(3.6)),8)); ((1.2),5)}. Cluster 2 was arranged by station 4, 10, 12, and station 14 that was arranged by {(((4.10),14,12))}. Cluster 3 was arranged by station 11, 20, 16, 17, and station 19 that was arranged by {(((11.20)16));(7.19))}. Station 15 and station 18 were nearest relation because had ED value of 254,0and longest relation were cluster of station (((15.18),(9.17),(3.6),(8)), ((1.2),(5)), ((4.10)(14))(12))) which are formed together with station ((11.20),(16), (7.19)) with ED value of 3.498,5. Keyword : Clustering, Mangrove, Segara Anakan, Cilacap. | |
| 24038 | 27097 | D1A015190 | Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Secara In Vitro Ares Pisang dan Klobot Jagung yang Mendapat Perlakuan yang Berbeda | Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh tipe pengolahan yang berbeda pada ares pisang dan klobot jagung terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Materi penelitian yang digunakan adalah cairan rumen dari tiga sapi lokal, ares pisang yang berasal dari pohon pisang kepok setelah dipanen buahnya dan klobot jagung yang telah digiling halus sebanyak 300 gram BK, inokulum Trichoderma viride sebanyak 8%. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan dilanjutkan dengan uji kontras orthogonal. Perlakuan yang diteliti yaitu P1 (Klobot Jagung tanpa perlakuan), P2 (Klobot Jagung diamoniasi), P3 (Klobot Jagung difermentasi Trichoderma viride), P4 (Ares pisang tanpa perlakuan), P5 (Ares pisang diamoniasi), dan P6 (Ares pisang difermentasi Trichoderma viride). Peubah yang diukur adalah kecernaan bahan kering (KBK) dan bahan organik (KBO). Hasil analisis variansi menunjukan bahwa tipe pengolahan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap KBK dan KBO. Hasil uji kontras orthogonal menunjukan kecernaan bahan kering P1 (20,02 ± 0,80%), P2 (20,17 ± 2,29%), P3 (16,87 ± 2,57%), P4 (38,70 ± 0,89%), P5 (38,98 ± 3,32%), P6 (42,30 ± 2,09) dan kecernaan bahan organik P1 (20,85 ± 0,81%), P2 (21,17 ± 2,54%), P3 (16,99 ± 3,12%), P4 (32,80 ± 0,46%), P5 (30,11 ± 2,32%), P6 (35,77 ± 2,52%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan amoniasi pada klobot jagung dan fermentasi pada ares pisang dapat meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro, perlakuan amoniasi efektif untuk klobot jagung, sedangkan perlakuan fermentasi efektif untuk ares pisang ditinjau dari kecernaan bahan kering dan bahan organik, Kecernaan bahan kering dan bahan organik penelitian masih rendah yaitu berkisar antara 20,02- 41,98 % dan 20,85 - 35,77 %. | The purpose of this research is to study the effects of different processing types on the young midrib bananas and the cornhusk against digestion of the drier and organic matter in vitro. The research materials are used rumen fluid from 3 cows, the young midrib bananas and cornhusk, Trichoderma viride inoculum 8%. The study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) and continued with Orthogonal Contrast Test. The treatments studied were P1 (Cornhusk without being treated), P2 (Ammoniated Cornhusk), P3 (Cornhusk fermented Trichoderma viride), P4 (the young midrib of bananas without being treated), P5 (the young midrib of amoniated bananas), and P6 (the young midrib of bananas fermented Trichoderma viride). The variables measured were dry matter and organic matter digestibility. The results of the analysis of variance showed that the type of processing had a very significant effect (P <0.01) on dry matter and organic matter digestibility. Orthogonal contrast test results showed the dry matter digestibility of P1 (20.02 ± 0.80%), P2 (20.17 ± 2.29%), P3 (16.87 ± 2.57%), P4 (38.70 ± 0.89%), P5 (38.98 ± 3.32%), P6 (42.30 ± 2.09) and digestibility of organic matter P1 (20.85 ± 0.81%), P2 (21.17 ± 2.54%), P3 (16.99 ± 3.12%), P4 (32.80 ± 0.46%), P5 (30.11 ± 2.32%), P6 (35.77 ± 2, 52%). The conclusion of this research is the Ammoniation treatment on corn clobot and fermentation on banana ares can increase the digestibility of dry matter and organic matter in vitro. The ammoniation treatment is effective when applied to corn clobot, while the effective fermentation treatment for banana ares is evaluated from the digestibility of dry matter and organic matter. Digestion of dry matter and organic research material is still low, ranging between 20.02-41.98% and 20.85 - 35.77%. | |
| 24039 | 27134 | E1A015226 | PENYELESAIAN SENGKETA ANTARA QATAR v. UNI EMIRAT ARAB MENGENAI TINDAKAN DISKRIMINASI RASIAL (Studi Tentang Putusan Mahkamah Internasional Nomor 172 Tahun 2018) | PENYELESAIAN SENGKETA ANTARA QATAR v. UNI EMIRAT ARAB MENGENAI TINDAKAN DISKRIMINASI RASIAL (Studi Tentang Putusan Mahkamah Internasional Nomor 172 Tahun 2018) ABSTRAK Uni Emirat Arab melakukan blokade terhadap Qatar dengan memutus hubungan diplomatik pada 2017. Ketegangan ini terjadi karena adanya dugaan Qatar mendukung kelompok Islam radikal seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan Front al Nusra, yang berafiliasi dengan al-Qaida. Qatar menuntut Uni Emirat Arab atas diskriminasi rasial dan pelanggaran hak asasi manusia dan telah melanggar Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial atau International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination (ICERD) 1969. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketentuan hukum internasional universal dan regional yang mengatur tentang diskriminasi rasial dan menganalisis penyelesaian sengketa antara Qatar v. Uni Emirat Arab mengenai tindakan diskriminasi rasial berdasarkan Putusan Mahkamah Internasional Nomor 172 Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yang disusun secara sistematis dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, disimpulkan bahwa UEA telah melanggar kewajibannya berdasarkan Pasal 2, 4, 5, 6, dan 7 ICERD. Sengketa ini diselesaikan melalui Mahkamah Internasional dengan mengeluarkan Keputusan Sementara (Provisional Measure) berdasarkan Pasal 41 Statuta Mahkamah Internasional setelah sebelumnya diupayakan melalui mediasi. Keputusan Sementara tersebut berisi: keluarga Qatar yang dipisahkan agar dipersatukan kembali, siswa Qatar diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan mereka di Uni Emirat Arab, warga Qatar diizinkan mengakses ke pengadilan di Uni Emirat Arab, kedua pihak harus menahan diri dari tindakan apa pun yang dapat memperburuk perselisihan. | SETTLEMENT OF DISPUTES BETWEEN QATAR v. UNITED ARAB EMIRATES OF RACIAL DISCRIMINATION MEASURES (Studies International Court Decision No. 172 2018) ABSTRACT United Arab Emirates blockade against Qatar with broke off diplomatic relations in 2017. The tension is due to the alleged Qatari support radical Islamic groups such as the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) and the al-Nusra Front, which is affiliated with al-Qaida. Qatar demanded the United Arab Emirates on racial discrimination and violations of human rights and has violated the International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination (ICERD) 1969. The purposes of this study were to determine the universal rules of international law governing racial discrimination and analyzed the settlement of disputes between Qatar v. United Arab Emirates regarding racial discrimination by the International Court Decision Number 172 Year 2018. This research is a normative juridical approach to legislation and case approach. The data were derived from secondary data compiled systematically and analyzed by qualitative normative methods. Based on the results of research and discussion, it was concluded that UAE has violated its obligations under Articles 2, 4, 5, 6, and 7 ICERD, Settlement of disputes be resolved through Provisional Measure pursuant to Article 41 of the Statute of International Court of Justice after being pursued through mediation. The decision contains: a family of Qatar are separated, reunited, students Qatar given the opportunity to complete their education in the United Arab Emirates, citizens of Qatar are allowed to access to the courts in the United Arab Emirates, both parties should refrain from any action that may aggravate the dispute. | |
| 24040 | 27135 | E1A015116 | PENERAPAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 01 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK DAERAH KHUSUSNYA PAJAK MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN PURBALINGGA (SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2009) | Pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal pemerintah daerah diharapkan memiliki kemandirian yang lebih besar untuk mendanai pelaksanaan pembangunan. Upaya itu bisa dilakukan antara lain dengan cara intensifikasi maupun ekstensifikasi pajak daerah. Untuk dapat mengetahui penerapan Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 01 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, terlebih dahulu diperlukan analisis mengenai kebijakan daerah yang menyangkut Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah Kabupaten Purbalingga pada tahun anggaran yang bersangkutan khususnya sektor penerimaan pajak daerah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan tipe yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari buku – buku, dokumen, dan informasi lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 01 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah Khususnya Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan telah diterapkan atau dilaksanakan dengan baik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan. Selama kurun waktu 2016 – 2018 pendapatan dari Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan memberikan kontribusi sebesar Rp. 5.822.351.687,- (lima miliar delapan ratus dua puluh dua juta tiga ratus lima puluh satu ribu enam ratus delapan puluh tujuh rupiah) terhadap Pajak Daerah atau sebesar 3,69%. | In the context of implementing regional autonomy and fiscal decentralization, local governments are expected to have greater independence to fund the implementation of development. These efforts can be carried out by intensification and extensification of local taxes. To be able to determine the implementation of the Regional Regulation of Purbalingga Regency Number 01 of 2011 concerning Regional Taxes, an analysis of regional policies regarding Purbalingga regency’s Revenue and Expenditure in the relevant fiscal year in particular the tax revenue sector is needed first. The approach used in this study is normative juridical and the type used is descriptive research. The data used are secondary data obtained from books, documents, and other information related to this research. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the Regional Regulation of Purbalingga Regency Number 01 of 2011 concerning Regional Taxes Specifically for Non-Metallic Mineral and Rock has been implemented properly in accordance with statutory regulations. During the 2016-2018 period, the revenue from Non-Metallic Mineral and Rock Taxes contributed Rp. 5.822.351.687,- (five billion eight hundred twenty two million three hundred fifty one thousand six hundred eighty seven rupiah) to the Regional Tax or 3.69%. |