Home
Login.
Artikelilmiahs
27097
Update
NOVI NAITA RAHAYU
NIM
Judul Artikel
Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Secara In Vitro Ares Pisang dan Klobot Jagung yang Mendapat Perlakuan yang Berbeda
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh tipe pengolahan yang berbeda pada ares pisang dan klobot jagung terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Materi penelitian yang digunakan adalah cairan rumen dari tiga sapi lokal, ares pisang yang berasal dari pohon pisang kepok setelah dipanen buahnya dan klobot jagung yang telah digiling halus sebanyak 300 gram BK, inokulum Trichoderma viride sebanyak 8%. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan dilanjutkan dengan uji kontras orthogonal. Perlakuan yang diteliti yaitu P1 (Klobot Jagung tanpa perlakuan), P2 (Klobot Jagung diamoniasi), P3 (Klobot Jagung difermentasi Trichoderma viride), P4 (Ares pisang tanpa perlakuan), P5 (Ares pisang diamoniasi), dan P6 (Ares pisang difermentasi Trichoderma viride). Peubah yang diukur adalah kecernaan bahan kering (KBK) dan bahan organik (KBO). Hasil analisis variansi menunjukan bahwa tipe pengolahan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap KBK dan KBO. Hasil uji kontras orthogonal menunjukan kecernaan bahan kering P1 (20,02 ± 0,80%), P2 (20,17 ± 2,29%), P3 (16,87 ± 2,57%), P4 (38,70 ± 0,89%), P5 (38,98 ± 3,32%), P6 (42,30 ± 2,09) dan kecernaan bahan organik P1 (20,85 ± 0,81%), P2 (21,17 ± 2,54%), P3 (16,99 ± 3,12%), P4 (32,80 ± 0,46%), P5 (30,11 ± 2,32%), P6 (35,77 ± 2,52%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan amoniasi pada klobot jagung dan fermentasi pada ares pisang dapat meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro, perlakuan amoniasi efektif untuk klobot jagung, sedangkan perlakuan fermentasi efektif untuk ares pisang ditinjau dari kecernaan bahan kering dan bahan organik, Kecernaan bahan kering dan bahan organik penelitian masih rendah yaitu berkisar antara 20,02- 41,98 % dan 20,85 - 35,77 %.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this research is to study the effects of different processing types on the young midrib bananas and the cornhusk against digestion of the drier and organic matter in vitro. The research materials are used rumen fluid from 3 cows, the young midrib bananas and cornhusk, Trichoderma viride inoculum 8%. The study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) and continued with Orthogonal Contrast Test. The treatments studied were P1 (Cornhusk without being treated), P2 (Ammoniated Cornhusk), P3 (Cornhusk fermented Trichoderma viride), P4 (the young midrib of bananas without being treated), P5 (the young midrib of amoniated bananas), and P6 (the young midrib of bananas fermented Trichoderma viride). The variables measured were dry matter and organic matter digestibility. The results of the analysis of variance showed that the type of processing had a very significant effect (P <0.01) on dry matter and organic matter digestibility. Orthogonal contrast test results showed the dry matter digestibility of P1 (20.02 ± 0.80%), P2 (20.17 ± 2.29%), P3 (16.87 ± 2.57%), P4 (38.70 ± 0.89%), P5 (38.98 ± 3.32%), P6 (42.30 ± 2.09) and digestibility of organic matter P1 (20.85 ± 0.81%), P2 (21.17 ± 2.54%), P3 (16.99 ± 3.12%), P4 (32.80 ± 0.46%), P5 (30.11 ± 2.32%), P6 (35.77 ± 2, 52%). The conclusion of this research is the Ammoniation treatment on corn clobot and fermentation on banana ares can increase the digestibility of dry matter and organic matter in vitro. The ammoniation treatment is effective when applied to corn clobot, while the effective fermentation treatment for banana ares is evaluated from the digestibility of dry matter and organic matter. Digestion of dry matter and organic research material is still low, ranging between 20.02-41.98% and 20.85 - 35.77%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save