Artikelilmiahs

Menampilkan 23.981-24.000 dari 50.303 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2398127083A1A015050PENGEMBANGAN USAHATANI MANGGIS PADA SENTRA PRODUKSI MANGGIS DI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO
Manggis merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan di Indonesia. Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo sebagai sentra produksi manggis mengalami fluktuasi produksi yang menyebabkan perkembangan harga manggis menjadi tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran umum usahatani manggis di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo; 2) mengetahui sistem budidaya terbaik untuk pengembangan usahatani manggis di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo; 3) mengetahui tingkat kelayakan usahatani manggis budidaya terbaik di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2019 di Desa Somongari, Desa Kaligono dan Desa Jatirejo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive berdasarkan umur tanaman manggis yang mewakili. Penelitian ini merupakan analisis deskriptif profil usahatani manggis, analisis perbandingan sistem budidaya manggis dan analisis kelayakan finansial usahatani manggis. Variabel yang diamati adalah luas lahan, jumlah pohon, biaya investasi, biaya operasional, volume produksi, volume penjualan, penerimaan, discount factor (dF), Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Sebagian besar petani manggis telah menerapkan kegiatan budidaya sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang berlaku; 2) Budidaya manggis terbaik yaitu budidaya B yang menggunakan jarak tanam 8x10 meter sesuai SPO dengan jumlah pohon rata-rata 125 pohon per hektar, menggunakan pupuk kandang (organik) dan pupuk anorganik dalam usahataninya. Budidaya B merupakan budidaya dengan rata-rata produksi manggis, rata-rata penerimaan dan rata-rata keuntungannya paling tinggi dibandingkan sistem budidaya manggis lain di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo; 3) Usahatani manggis pada budidaya B di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo mengalami keuntungan dan layak dijalankan.Mangosteen is one of the leading of export commodities in Indonesia. Kaligesing District Purworejo Regency as a mangosteen production center experienced production fluctuations that caused the development of mangosteen prices become unstable. This study aims to: 1) find out the general picture of the mangosteen farming profile in Kaligesing Distric Purworejo Regency; 2) find out the best system of cultivation for the development of mangosteen farming in Kaligesing Distric, Purworejo Regency; 3) find out the feasibility level of mangosteen farming in Kaligesing Distric Purworejo Regency. The study was conducted in June to July 2019 in Somongari Village, Kaligono Village and Jatirejo Village Kaligesing Distric Purworejo Regency. Sampling was carried out using a purposive method based on the age of the representative mangosteen plants. This study is a descriptive analysis of the mangosteen farming profile, comparative analysis of mangosteen cultivation types and financial feasibility analysis of mangosteen farming. The observation variables are land area, number of trees, investment costs, operational costs, production volume, sales volume, revenue, discount factor (dF), Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR) and Payback Period. The results showed: 1) Most of the mangosteen farmers had implemented cultivation activities in accordance with applicable Standards Operational Procedure (SOP); 2) The best mangosteen culture system is cultivation B which uses spacing 8x10 meters according to the SPO with an average number of trees 125 per hectare, using organic and anorganic fertilizer in this farming. Cultivation B is the cultivation that has the highest of the average mangosteen production, the average revenue and tha average profit compared to other types of cultivation in Kaligesing Distric, Purworejo Regency; 3) Mangosteen farming in B cultivation in Kaligesing Distric, Purworejo Regency has profits and was worth running.
2398227084E1A113070GUGAT CERAI KARENA TIDAK TERPENUHI HAK ISTRI
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Medan
Nomor 172/Pdt.G/2018/PN. MDN)
GUGAT CERAI KARENA TIDAK TERPENUHI HAK ISTRI
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor:172/Pdt.G/2018/PN.MDN)
Oleh :
HARDO BAGUS TAMPUBOLON
E1A13070


ABSTRAK
Perceraian adalah putusnya hubungan perkawinan antara suami dan istri, salah satunya terjadi di Pengadilan Negeri Medan dengan Putusan Nomor:172/Pdt.G/2018/PN.MDN yaitu gugat cerai karena tidak terpenuhi hak istri.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan perkara gugat cerai karena tidak terpenuhi hak istri terhadap Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 172/Pdt.G/2018/PN.MDN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, teknik pengumpulan data dan studi kepustakaan dengan inventarisasi, data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan gugat cerai karena tidak terpenuhi hak istri terhadap Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 172/Pdt.G/2018/PN.MDN bahwa pertimbangan hukum Hakim hanya mendasarkan pada Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 19 huruf (f) jo Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menurut peneliti kurang lengkap sebaiknya dilengkapi dengan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.
Kata Kunci : Gugat Cerai Karena Tidak Terpenuhi Hak Istri
DIVORCE SUIT BECAUSE RIGHTS OF WIFE ARE NOT FULFILLED
(Juridical Review of the Decision of Medan District Court Number: 172/Pdt.G/2018/PN.MDN)
By:
HARDO BAGUS TAMPUBOLON
E1A1103070

ABSTRACT
Divorce is the breaking up of the marital relationship between husband and wife, one of which occurred in Medan District Court with a Decision Number: 172/Pdt.G/2018/PN.MDN, namely divorce suit because rights of wife are not fulfilled.
The formulation of the problem in this research is regarding the Legal Considerations of Judges in granting divorce suit because rights of wife are not fulfilled in the Decision of Medan District Court Number: 172/Pdt.G/2018/PN.MDN. The research method used is normative juridical, the research specification is prescriptive analysis, data collection techniques and literature study are by inventorying the data collected and then presented in the form of narrative texts, and the data analysis is qualitative normative.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the divorce suit because of rights of wife are not fulfilled on the Decision of Medan District Court Number: 172/Pdt.G/2018/PN.MDN that the legal considerations of judges were only based on Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage in conjunction with Article 19 letter (f) in conjunction with Government Regulation Number 9 of 1975 concerning the implementation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, according to author is still incomplete, it should be supplemented by Article 33 of Law number 1 of 1974 concerning Marriage.
Keywords: Divorce Suit Because Rights of Wife are Not Fulfilled
2398327085F1A014070PERSEPSI DAN MOTIVASI DUGEM PADA MAHASISWI DI SENIN MALAM PARTY BOSHE VVIP CLUB YOGYAKARTAPenelitian ini berjudul “Persepsi dan Motivasi Dugem Pada Mahasiswi di Senin Malam Party Boshe VVIP Club Yogyakarta”. Masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi dan motivasi dugem pada mahasiswi di Senin Malam Party Boshe. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Boshe Yogyakarta dengan informan para mahasiswi penikmat dugem di tempat tersebut. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Validasi data yang digunakan adalah membercheck. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan persepsi mahasiswi tentang Senin Malam Party di Boshe Jogja merupakan tempat berkumpulnya anak muda yang membutuhkan hiburan, menemukan teman baru, dan konsep yang setiap minggunya berbeda. Untuk motivasi dugem karena adanya diskon 50%, ajakan dari teman-teman, rasa penasaran dari diri sendiri dan selalu penasaran dengan konsep-konsep berbeda yang ditampilkan setiap minggunya. Perbedaan motivasi tersebut dipengaruhi oleh latar belakang proses sosialisasi masing-masing mahasiswi. Proses sosialisasi tersebut dilakukan oleh agen-agen sosial yaitu keluarga, teman sebaya atau lingkungan, dan media massa atau media sosial. Adanya labelling negatif dari masyarakat juga di dapatkan oleh mahasiswi tersebut.

Kata Kunci : Persepsi, Motivasi, Mahasiswi, Senin Malam Party
This study is entitled "Perceptions and Motivation of clubbing in college students on the Monday Night Party of the Boshe VVIP Club Yogyakarta". The problem raised in this study is how the perception and motivation of clubbing in college scholar on the Boshe Party Monday Night. This research uses qualitative research. The location of the study was in Boshe Yogyakarta with informants from the connoisseurs of clubbing in the place. Research data collection techniques using interviews, observation and documentation. Data validation used is member check. Data analysis techniques using interactive analysis. The results showed that college students' perceptions about the Monday Night Party in Boshe Jogja were a gathering place for young people who needed entertainment, found new friends, and a different concept every week. For clubbing motivation due to a 50% discount, invitations from friends, curiosity from yourself and always curious about the different concepts that are displayed every week. The difference in motivation is influenced by the background of the socialization process of each female student. The socialization process is carried out by social agents namely family, peers or the environment, and mass media or social media. The negative labeling of the community was also obtained by the student.

Keywords: Perception, Motivation, Students, Monday Night Party
2398427086H1E014037RANCANG BANGUN ALAT UKUR RESISTIVITAS BAHAN PADAT DENGAN METODE FOUR POINT PROBEPenelitian rancang bangun alat ukur resistivitas bahan padat telah dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Four point probe. Metode ini menggunakan empat buah probe dimana dua buah probe sebagai probe arus dan dua probe lainnya sebagai probe tegangan. Probe arus dan tegangan disusun secara sejajar dengan jarak antar probe sebesar 1 cm. Alat ukur resistivitas yang telah dirancang menggunakan dua buah multimeter yang difungsikan sebagai amperemeter dan voltmeter. Pengukuran nilai resistivitas pada beberapa bahan telah dilakukan yaitu Plat Stainless =74,12x〖10〗^(-8) Ωm, Plat Timah =21,44x〖10〗^(-8) Ωm, Plat Alumunium =2,62x〖10〗^(-8) Ωm dan Tanah Pasir (15% Air) =96,65 Ωm. Nilai akurasi alat ukur yang telah dirancang adalah sebesar 95,35 % dan error sebesar 4,65 %.The research into the design of solid material resistivity measuring equipment has been done. The method used in this research is the Four point probe Method. This method uses four probes which are two probes as a current probe and two other probes as the voltage probe. The current and voltage probe are arranged in parallel with the distance between the probe by 1 cm. The resistivity gauge has been designed using two multimeter pieces that serve as ammeters and voltmeters. Measurement of resistivity value in some materials has been done namely Stainless Plate =74,12x〖10〗^(-8) Ωm, Tin Plate =21,44x〖10〗^(-8) Ωm, Aluminum Plate =2,62x〖10〗^(-8) Ωm and Sand (15% Water) = 96,65 Ωm. The accuracy of the measuring instrument has been measured to be 95.35% and an error of 4.65%.
2398528657F1B114026Pengaruh Partisipasi Masyarakat dan Motivasi Masyarakat Terhadap Keberhasilan Pembangunan Desa Wisata di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten BanyumasPenelitian ini berjudul “Pengaruh Partisipasi Masyarakat dan Motivasi Masyarakat Terhadap Keberhasilan Pembangunan Desa Wisata di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas”. Judul tersebut dilatar belakangi dari program desa wisata yang merupakan salah satu upaya pengembangan desa yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Untuk mencapai keberhasilan pembangunan desa wisata yaitu dengan melibatkan masyarakat melalui partisipasi masyarakat dan motivasi masyarakat yang bertujuan mendatangkan wisatawan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh partisipasi dan motivasi masyarakat terhadap keberhasilan pembangunan desa wisata di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitif dan pendekatan survey. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 47 orang. Metode pengumpulan data yaitu kuesioner, yang didukung dengan observasi dan dokumentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah uji korelasi Kendal Tau b-c, Korelasi Konkordinasi Kendall W, dan Regresi Ordinal.
Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan pembangunan desa wisata sebesar 16,4%; (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi masyarakat terhadap keberhasilan pembangunan desa wisata sebesar 12,6%; (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara partisipasi masyarakat dan motivasi masyarakat terhadap keberhasilan pembangunan desa wisata sebesar 27,8%. Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa semua variabel independen memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu keberhasilan pembangunan desa wisata di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.
This study is entitled “The Effect of Community Participation and Motivation Toward The Success of Village Development in Kalisalak Village, Kebasen Districk, Banyumas Regency”. The title is motivated by the manifestation of success in the development of a tourism village by involving the community through the participation and motivation of the village community aimed at bringing tourists to improve the standard of living of the village community. To achieve the success of rural tourism development by involving the community through community participation and community motivation which aims to bring tourists to improve the standard of living of rural communities.
The purpose of this research was to determine the effect of community participation and motivation on the success of rural tourism development in Kalisalak Village, Kebasen District, Banyumas Regency. The research method used is quantitative research and cross-sectional survey approach. The sampling technique used purposive sampling with 47 people. The research instrument was a questionnaire, which is supported by observation and documentation. Data analysis is the Kendal Tau b-c correlation test, Kendall W Coordinate Correlation, and ordinal regression.
The result of the analysis in this research showed (1) There is a positive and significant influence between the community participation on the success of village development by 16,4%.(2) There is a positive and significant influence between Community Motivation on the success of Village Development by 12,6%. (3) There is a positive and significant influence between the community participation and Community Motivation on the success of village development by 27,8%. The conclusion of this study is that all independent variables have a positive and significant influence on the dependent variable that is the success of Village development in Kalisalak Village, Kebasen Districk, Banyumas Regency
2398628658C1B016049Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Ukuran Perusahaan, dan Proporsi Komisaris Independen Terhadap Peringkat Sukuk (Studi Pada Perusahaan Nonkeuangan yang Menerbitkan Sukuk dan Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2014)Risiko gagal bayar merupakan dimana perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada investor pada saat jatuh tempo. Seperti kasus PT Tiga Pilar Sejahtera Food pada tahun 2018 dinyatakan mengalami gagal bayar, karena tidak bayar fee ijarah atas sukuk Ijarah TPS Food II Tahun 2016 yang jatuh tempo pada 19 Juli 2018. PT PEFINDO juga menegaskan peringkat idD(sy) terhadap Sukuk Ijarah TPS Food II 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, dan proporsi komisaris independen. Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan diperingkat oleh PT PEFINDO periode 2013-2018. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah 6 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan diperingkat secara berkala oleh PT PEFINDO periode 2013-2018. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi logistik ordinal. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap peringkat sukuk. Likuiditas dan proporsi komisaris independen berpengaruh negatif terhadap peringkat sukuk. Sedangkan leverage dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap peringkat sukuk.Default risk is where the company cannot fulfill its obligations to investors when due. PT Tiga Pilar Sejahtera Food in 2018 was declared as having failed to pay, because it did not pay the Ijarah fee for the 2016 TPS Food II Sukuk Ijarah which was due on July 19, 2018. PT PEFINDO also confirmed the idD (sy) rating of the TPS Food II Sukuk 2016 The purpose of this study was to determine the effect of profitability, liquidity, leverage, company size, and the proportion of independent directors. The population of this study are companies listed on the Indonesia Stock Exchange and ranked by PT PEFINDO for the period 2013-2018. Determination of the sample in this study using a purposive sampling method. The sample in this study were 6 companies listed on the Indonesia Stock Exchange and were rated regularly by PT PEFINDO for the period 2013-2018. Analysis method used in this study is ordinal logistic regression. The results of this study showed that profitability has a positive effect on sukuk rating. Liquidity and the proportion of board independent negatively affect sukuk ratings. While leverage and firm size do not affect sukuk ratings.
2398728810J1E015040THE USE OF COLLOCATION MEMORY MAP IN TEACHING WRITING PROCEDURE TEXT
(An Explorative Study on The Implementation of Collocation Memory Map in Teaching Writing Procedure Text to The Students of Ninth Grade of SMP Negeri 1 Patikraja)
Penelitian ini berjudul The Use of Collocation Memory Map in Teaching Writing Procedure Text (An Explorative Study on The Implementation of Collocation Memory Map in Teaching Writing Procedure Text to The Students of Ninth Grade of SMP Negeri 1 Patikraja). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi dan masalah yang dihadapi guru dalam mengaplikasikan collocation memory map untuk pengajaran menulis teks prosedur. Penelitian ini merupakan studi eksploratif dengan desain penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan tes, observasi, kuesioner, dan wawancara sebagai metode perolehan data.
Peneliti menggunakan metode triangulasi dalam menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki dua peran dalam implementasi metode collocation memory map; sebagai resource dan feedback provider. Hasil penelitian juga menunjukkan siswa bisa menggunakan kata yang berkolokasi dalam penulisan teks prosedur. Namun dalam proses pengerjaan collocation memory map siswa sering tidak paham akan kosakata yang ada di lembar kerja. Dapat disimpulkan bahwa collocation memory map dapat diaplikasikan dalam penulisan teks prosedur dan perlu ditingkatkan dalam implementasi lebih lanjut untuk meminimalisir masalah yang terjadi.

Kata kunci: kolokasi, memory map, teks prosedur, menulis
This research entitled The Use of Collocation Memory Map in Teaching Writing Procedure Text (An Explorative Study on The Implementation of Collocation Memory Map in Teaching Writing Procedure Text to The Students of Ninth Grade of SMP Negeri 1 Patikraja). The purposes of this research were to find out how is the implementation of collocation memory map in teaching writing procedure and the problems encountered by teacher in implementing the method. This research is an explorative study with qualitative research design. The researcher collected the data by using tests, observation, questionnaire, and interview. The data collection process consisted of four observation meetings which started from September 13 − to October 4, 2019.
The researcher used data triangulation technique to analyze the data. The result of the research showed that the implementation of collocation memory map method led the teacher to have roles as resource and feedback provider. Most of the students were also able to chunk up words successfully in procedure text writing as the result of the collocation memory map implementation. However, it was found out that the students often did not know the vocabulary meaning in the memory map. In conclusion, collocation memory map is applicable to teach procedure text writing and it needs some improvement to avoid problem and simplify the method for the teacher in the future.

Keyword: collocation, memory map, procedure text, writing
2398827089A1F015017Produk Potensial Berbasis Gula Kelapa Kristal untuk Pengembangan UMKM di Kabupaten BanyumasJawa Tengah menempatkan posisi kedua yang memiliki jumlah perkebunan kelapa terluas di Pulau Jawa. Salah satu potensi yang ada dan sudah dikembangkan di Kabupaten Banyumas yaitu komoditas gula kelapa kristal. Industri gula kelapa khususnya gula kelapa kristal merupakan mayoritas UMKM yang berada di Banyumas, dapat dikatakan bahwa UMKM gula kelapa merupakan penopang dan penyangga utama perekonomi di daerah Banyumas. Pengembangan produk potensial gula kelapa kristal dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan atau mempertahankan perekonomian daerah Banyumas. Pada kondisi lain, tidak semua produk potensial akan sukses bila dikembangkan UMKM karena keterbatasan yang dimiliki UMKM. Pengambilan keputusan secara efektif dapat menjadi kunci keberhasilan UMKM dalam upaya pengembangan produk. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui ragam jenis produk yang dapat dikembangkan dari gula kelapa kristal; 2) Mengetahui jenis urutan prioritas alternatif produk potensial gula kelapa kristal untuk pengembangan skala UMKM di Kabupaten Banyumas. Penelitian terdiri atas identifikasi produk potensial gula kelapa kristal, seleksi awal produk potensial dan penentuan prioritas pengembangan. Penelitian ini menggunakan metode survei dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan urutan prioritas produk gula kelapa kristal yakni 1) sirup asam jawa, 2) abon ikan, 3) jahe merah instan, 4) temulawak instan, 5) cincau hijau instan, 6) jenang, 7) bumbu gado-gado, 8) enting-enting kacang, 9) wajik. Prioritas pengembangan produk gula kelapa dikelompok menjadi 3 kelas yaitu 1) sangat potensial yang terdiri dari produk: sirup asam jawa dan abon ikan, 2) potensial yang terdiri dari produk: jahe merah instan, temulawak instan, cincau hijau instan, dan jenang, 3) kurang potensial yang terdiri dari produk: bumbu gado-gado, enting-enting kacang, dan wajik.Central Java on second position which has the largest number of palm plantations in the island of Java. One of the potential that exists and has been developed in Banyumas district, namely crystal coconut sugar commodity. Coconut sugar industry, especially crystal coconut sugar, is the majority of MSMES in Banyumas, it can be said that MSME sugar is the main supporter and buffer of economic development in Banyumas area. The development of potential products of palm sugar can be one solution to enhance or maintain the economy of Banyumas area. In other cases, not all potential products will succeed when developed by SMES due to the limitations that SMES have. Effective decision making can be key to MSME success in product development efforts. The research aims to: 1) know the range of products that can be developed from crystals coconut sugar; 2) to determine the type of alternative priority order of crystals coconut sugar potential products for SMES scale development in Banyumas district. The research comprises the identification of the potential product of crystals coconut sugar, the initial selection of potential products and the determination of development priorities. The study uses survey methods and library studies. The results of the study showed the order of the priority of crystals coconut sugar products, namely 1) tamarind syrup, 2) fish shredded, 3) Instant red Ginger, 4) Instant Temulawak, 5) Instant green Grass jelly, 6) Jenang, 7) Gado-Gado Seasoning, 8) enting-enting beans, 9) Wajik. The priority of developing crystals coconut sugar products in the group of 3 classes is 1) very potential consisting of products: Javanese tamarind syrup and fish shredded, 2) potential consisting of products: instant red ginger, instant Temulawak, instant green grass jelly, and Jenang, 3) Less potential consisting of products: Gado-Gado seasoning, enting-enting nut, and Wajik.
2398927090D1A015025TINGKAT INFEKSI CACING DAUN Fasciola hepatica PADA KAMBING DENGAN JENIS KELAMIN BERBEDA YANG DIPOTONG DI RPH BANYUMASFasciola hepatica merupakan cacing hati berjenis trematoda yang sering menyerang ternak sapi, kambing dan domba. Salah satu faktor yang mempengaruhi cacing Fasciola hepatica yaitu jenis kelamin. Penelitian “Tingkat Infeksi Cacing Daun Fasciola Hepatica pada Kambing dengan Jenis Kelamin Berbeda Yang Dipotong Di RPH Banyumas” ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli, bertujuan untuk mengetahui tingkat infeksi pada kambing yang terinfeksi cacing Fasciola hepatica di RPH Banyumas serta mengetahui tingkat infeksi cacing Fasciola hepatica pada kambing dengan jenis kelamin berbeda. Materi penelitian menggunakan 74 ekor kambing jantan dan betina dengan umur bervariasi, penetuan sampel ini berdasarkan rumus slovin. Metode penelitian yang dilakukan dengan melakukan survey, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat infeksi cacing Fasciola hepatica pada kambing yang di potong di RPH Banyumas adalah 12,16%. Sedangkan hasil analisis Uji Chi-Square hitung sebesar 1,845 maka tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat infeksi.

Fasciola hepatica is a type of liver worm that often attacks cattle, goats and sheep. One of the factors that influence the Fasciola hepatica worm is gender. The title of this study is “The Rate of the Leaf Worm Infection Fasciola Hepatica Based on the Gender Difference in Goats That Slaughtered in RPH Banyumas”. This study was conducted in RPH Banyumas. This study was started from June 2019 until July 2019. This study aimed to find out the rate of the infection in goats that infected by Fasciola hepatica worm that slaughtered in RPH Banyumas, to find out the rate of the infection in goats based on its gender, and to find out the relationship between the rate of Fasciola hepatica worm infection with the gender difference. The materials used in this study were 75 male goats and she-goats with variation age, the sample was determined by slovin formula. This study used survey as a research method, meanwhile data analysis used Chi-Square test. The result of the study showed that the rate of the infection of Facsiola hepatica worm in goats that slaughtered in RPH Banyumas was 12,16%, while the result of test analysis of Chi-Square equation was 1,845 which indicated that there is no relationship between the gender with the rate of infection.

2399027092D1A015028Prevalensi Fasciola hepatica dan Pengaruhnya Terhadap Eosinofil pada Sapi yang dipotong di RPH Bantarwuni Kabupaten BanyumasPenelitian “Prevalensi Fasciola hepatica dan Pengaruhnya terhadap Eosinofil pada Sapi yang dipotong di RPH Bantarwuni Kabupaten Banyumas” bertujuan untuk mengetahui prevalensi pada sapi yang terinfeksi Fasciola hepatica, mengetahui jumlah eosinofil pada sapi yang terinfeksi Fasciola hepatica serta untuk mengetahui hubungan jumlah Fasciola hepatica dan jumlah eosinofil pada sapi yang dipotong di RPH Bantarwuni. Materi penelitian menggunakan 74 ekor sapi. Alat dan bahan yang digunakan untuk pemeriksaan cacing hati adalah hati sapi, kaca pembesar, pisau, pulpen, pinset dan sarung tangan, sedangkan pada uji jumlah eosinofil meliputi object glass, mikroskop, zat pewarna giemsa, tabung vacum berisi antikoagulan, label, plastik zipper, ice box, es batu, darah sapi 3 cc, dan spuit injeksi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dan uji laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi sapi yang terinfeksi Fasciola hepatica yang dipotong di RPH Bantarwuni adalah 47,29%, jumlah rata-rata eosinofil pada sapi yang terinfeksi Fasciola hepatica sebesar 5,7% atau 651,43 sel/µ dan jumlah rata-rata eosinofil pada sapi yang tidak terinfeksi sebesar 7,6% atau 504,70 sel/µ. Jumlah cacing tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah eosinofil relatif maupun absolut karena f tabel (4,13) lebih besar dibandingkan dengan f hitung (3,46). Hasil analisis persamaan regresi yaitu y= 343,48 + 3,84x. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam tiap kenaikan satu cacing Fasciola hepatica, maka hanya memberikan jumlah eosinofil absolutnya sebesar 347,32 atau terjadi kenaikan 3,84 tiap penambahan variabel jumlah cacing.The study “The Prevalence of Fasciola Hepatica and Its Effect on the Eosinophils of Slaughtered Cattle in RPH Bantarwuni of Banyumas District” aimed to found out the prevalence in the cattle that infected by Fasciola hepatica, to found out the amount of eosinophils in the cattle that infected by Fasciola hepatica, and to found out the relationship between the amount of Fasciola hepatica with the amount of eosinophils in the cattle were are cut in RPH Bantarwuni. The materials of this study were 74 cattle. The tools and the materials that used to investigate the Fasciola hepatica are the cattle’s, magnifying glass, knife, pen, tweezer and gloves, while in examining the amount of eosinophils there are object glass, microscope, giemsa dye, vaccum tube that consist of anti glucosan, label, plastic zipper, ice box, ice cube, 3 cc cattle’s blood, and syringe injection. This study used survey method and laboratory test. The result of the study showed that the prevalence of the cattle that infected by Fasciola hepatica that are cut in RPH Bantarwuni were 47,29%, the average of the eosinophils of the cattle that were infected by Fasciola hepatica was 5,7% or 504,70 sel/µ and the average amount of eosinophils of cattle that were not infected by Fasciola hepatica was 7,6% or 651,43 sel/µ. The amount of worm did not influence significantly to the amount of eosinophils relatively or absolutely because f table (4,13) is bigger than f amount (2,57). The result of the regression equation y= 343,48 + 3,84x. Furthermore, it can be concluded that every increment of a worm Fasciola hepatica just gave 347,32 an eosinophils absolute amount, or there were 3,84 improvment in every addition of worm amount variable.
2399127091E1A014243PERSELISIHAN DAN
PERTENGKARAN SEBAGAI
ALASAN CERAI TALAK
(Tinjauan yuridis terhadap Putusan Pengadilan Agama Kabupaten Kediri Nomor 0342/Pdt.G/2019/PA.Kab.Kdr)
PERSELISIHAN DAN PERTENGKARAN SEBAGAI ALASAN
CERAI TALAK
(Tinjauan yuridis terhadap Putusan Pengadilan Agama Kabupaten Kediri
Nomor 0342/Pdt.G/2019/PA.Kab.Kdr)

Oleh:
FAIZA DIANTI
E1A14243

ABSTRAK

Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan disebutkan bahwa “Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”, dalam praktiknya berumahtangga ini banyak terjadi permasalahan yang berujung perceraian, sehingga tujuan perkawinan tersebut tidak tercapai, seperti Putusan Nomor 0342/Pdt.G/2019/PA.Kab.Kdr.
Pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan cerai talak karena perselisihan dan pertengkaran terhadap Putusan Pengadilan Agama Kediri Nomor 0342/Pdt.G/2019/PA.Kab.Kdr, terkesan mengeneralisir penyebab perselisihan dan pertengakaran antara Penggugat dan Tergugat yang menyebabkan lemahnya dasar hukum dalam putusan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi data, penyajian data dengan teks naratif dan analisis data normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai perselisihan dan pertengkaran sebagai alasan cerai talak terhadap Putusan Pengadilan Agama Nomor 0342/Pdt.G/2019/PA.Kab.Kdr, pertimbangan Hukum Hakim hanya mendasarkan pada penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan kurang lengkap, sebaiknya Hakim dalam pertimbanganya dilengkapi dengan Pasal 34 ayat (3) dan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Jo Pasal 77 ayat (2) KHI.

Kata kunci: Perceraian, Perselisihan, Pertengkaran

DISPUTES AND QUARRELS AS REASON
TALAK DIVORCE
(Review of juridical on the ruling on religious court of Kediri Regency
Number 0342/PDT. G/2019/PA. Regency of Kdr)

By:
FAIZA DIANTI
E1A14243

Abstract

Article 1 Act No. 1 year 1974 on marriage it is mentioned that "marriage is the inner birth bond between a man and woman as husband of wife with the purpose of forming a happy and eternal family based on The almighty deity ", in practice this is a number of problems that lead to divorce, so that the purpose of the marriage is not achieved, such as the verdict No. 0342/Pdt. G/2019/PA. Regency of Kdr.

Consideration of the law of judges in granting divorce due to disputes and quarrel against the decision of the Kediri religious court number 0342/PDT. G/2019/PA. Kab. Kdr, impressed to identify the causes of disputes and the middle of the plaintiff and defendant who caused a weak legal basis in the ruling. The methods used in this study are normative juridical, analytical prescriptive research specifications, data collection techniques of library studies with data inventory, data presentation with narrative text and qualitative normative data analysis.

Based on the results of the study and the discussion of disputes and quarrels as a reason for divorce in the decision of the religious Court No. 0342/Pdt. G/2019/PA. Kab. KDR, consideration of the law of judges only basing on the explanation of Article 39 paragraph (2) of Law No. 1 year 1974 and article 19 letter (F) Government Regulation No. 9 year 1975 concerning implementation of Law No. 1 year 1974 about marriage less Complete, preferably a judge in his discretion supplemented with article 34 paragraph (3) and article 33 Law No. 1 year 1974 concerning marriage Jo article 77 paragraph (2) KHI.

Keywords: divorce, disputes, quarrel
2399227094D1A015171Kadar Nitrogen dan Dinamika Temperatur Kompos Berbahan Baku Feses Sapi Potong yang Dibuat Menggunakan Metode SulingPenelitian bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan suling (saluran udara) dan jumlah pembalikan terhadap kadar nitrogen dan dinamika temperatur yang dihasilkan pada kompos. Materi yang digunakan adalah feses sapi Madura, 27 paralon yang dilubangi berdiameter ±5 cm pada kedua sisinya, abu, dolomit, aktivator mikroba, serbuk kayu, molases, air. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan rancangan acak lengkap pola faktorial 3X3. Faktor A adalah jumlah suling yaitu A0 (tanpa suling), A1 (satu suling), A2 (dua suling), faktor B adalah jumlah pembalikan yaitu B0 (tanpa pembalikan), B1 (pembalikan pada minggu pertama), B2 (pembalikan pada minggu pertama dan kedua). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi nyata (P antara jumlah suling dan jumlah pembalikan terhadap kadar nitrogen kompos namun tidak terdapat interaksi terhadap rataan temperatur akhir. Jumlah suling dan jumlah pembalikan berpengaruh sangat nyata (P>0,01) terhadap temperatur akhir kompos. Gunungan dengan jumlah satu suling dan satu kali pembalikan atau tanpa dibalik menghasilkan kadar nitrogen yang tertinggi, penggunaan suling dan pembalikan secara bersamaan mempengaruhi titik puncak temperatur akhir kompos. Semakin banyak jumlah suling dan jumlah pembalikan akan memperpanjang waktu pengomposan.The aim of this study is to examine the effect of using the pipes (air duct) and the amount of reversal on the nitrogen content and temperature dynamics produced in compost. The material used was Madura cattle feces, 27 parboles perforated ± 5 cm in diameter on both sides, ash, dolomite, microbial activators, sawdust, molasses, water. The research method used was experimental with a completely randomized design of 3X3 factorial patterns. Factor A is the number of pipes ie A0 (without pipes), A1 (one pipe), A2 (two pipe), factor B is the number of reversals ie B0 (without reversal), B1 (reversal in the first week), B2 (reversal in the first week and second). The results showed that there was a real interaction (P between the amount of distillation and the amount of reversal of the compost nitrogen content but there was no interaction with the final average temperature. The number of distillation and the number of reversals had a very significant effect (P>0.01) on the final temperature of the compost. the amount of one pipe and one reversal or without reversing produces the highest levels of nitrogen, the use of the pipe and reversal simultaneously affects the peak point of the final temperature of the compost.
2399327088H1F014056GEOLOGI DAN STUDI KARAKTERISTIK GAS VULKANIK GUNUNG API DAERAH DATARAN TINGGI DIENG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BANJARNEGARA, JAWA TENGAHSemburan gas beracun menjadi penanda khas Dataran Tinggi Dieng. Meskipun demikian, Dataran Tinggi Dieng tetap menjadi sumber penghidupan bagi petani dan menjadi aset wisata yang ramai dikunjungi orang. Kawah Sikidang dan Sileri termasuk kawasan wisata yang berisiko menyemburkan gas beracun. Daerah penelitian terletak pada Kawasan Dataran Tinggi Dieng terletak pada koordinat 109° 07’ 2’’ E – 109° 10’ 3,5’’ E dan 7° 11’ 45’’ S – 7° 14’ 48’’ S. Didapatkan hasil bahwa pada daerah penelitian terdapat tiga satuan geomorfologi pada daerah penelitian yaitu Satuan Bukit Vulkanik, Satuan Pegunungan Aliran Lava dan Satuan Kawah Vulkanik. Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda tersusun dari dua satuan yaitu Satuan Breksi Piroklastik dan Satuan Aliran Lava Andesit. Daerah penelitian dikontrol beberapa struktur geologi gunung api berupa kawah yang menjadi zona lemah yaitu Kawah Sikidang dan Kawah Sileri. Berdasarkan analisis karakteristik gas vulkanik Kawah Sikidang dan Sileri didapatkan bahwa terdapat 3 jenis gas berbahaya yaitu CO2, H2S dan SO2. Untuk Kawah Sikidang CO2 bernilai di atas ambang batas aman pada Bulan Oktober 2017 yaitu 5900 ppm, H2S bernilai diatas ambang batas aman pada bulan Januari, Februari, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, Oktober, November, Desember berkisar 35-100 ppm. SO2 berada diatas ambang batas aman pada bulan Januari bernilai 100 ppm. Untuk Kawah Sileri gas yang melebihi ambang batas aman adalah SO2 sebesar 11 ppm.Bursts of poison gas became a typical marker of the Dieng Plateau. Nevertheless, the Dieng Plateau remains a source of livelihood for farmers and a tourist asset that is visited by people. Sikidang Crater and Sileri including tourist areas that are at risk of spraying poisonous gas. The research area is located in the Dieng Plateau Region located at coordinates 109 ° 07 '2' 'E - 109 ° 10' 3,5 '' E and 7 ° 11 '45' 'S - 7 ° 14' 48 '' S. the result that in the study area there are three geomorphological units in the study area namely the Volcanic Hill Unit, Lava Flow Mountains Unit and Volcanic Crater Unit. The stratigraphy of the study area from old to young is composed of two units namely the Pyroclastic Breccia Unit and the Andesite Lava Flow Unit. The research area is controlled by several volcanic geological structures in the form of craters that form weak zones, namely Sikidang Crater and Sileri Crater. Based on the analysis of the characteristics of the volcanic gas Sikidang Crater and Sileri it was found that there are 3 types of dangerous gases namely CO2, H2S and SO2. For Sikidang Crater, CO2 values ​​above the safe threshold in October 2017 are 5900 ppm, H2S is above the safe threshold in January, February, April, May, June, July, August, October, November, December, around 35-100 ppm . SO2 is above the safe threshold in January at 100 ppm. For sileri crater gas that exceeds the safe threshold is SO2 of 11 ppm.
2399427099D1A015205PENGARUH LEVEL PENAMBAHAN POLLARD PADA SILASE RUMPUT GAJAH MINI (Pennisetum purpureum cv. Mott) TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK SECARA IN VITROPenelitian tentang pengaruh level penambahan pollard pada silase rumput gajah mini (pennisetum purpureum cv. mott) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik secara in vitro, bertujuan untuk mengetahui level terbaik penambahan pollard dalam silase rumput gajah mini terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik secara in vitro. Materi penelitian yang digunakan adalah silase rumput gajah mini, dan cairan rumen sapi berasal dari tiga sapi potong di Rumah Potong Hewan Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas sebagai sumber inokulum. Metode yang digunakan dalam penelitiaan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diterapkan dalam pembuatan silase adalah 5 level penambahan pollard yaitu 0%; 10%; 20% ; 30%; 40% dengan 4 kali ulangan. Hasil analisis variansi menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap KBK dan KBO. Hasil uji lanjut orthogonal polinomial diperoleh persamaan regresi kuadrater nilai R2 = 71,1335% pada hasil KBK dan nilai R2 = 72,137%. Level optimal penambahan pollard terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik terjadi pada level penambahan perlakuan P3 sebanyak 32,09% pollard. Research about the effect of pollard addition levels on silage dwarft elephant grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) to digestibility of dry matter and organic matter in vitro, aims to determine the best level of pollard addition in mini elephant grass silage on dry matter digestibility and digestibility of organic matter in vitro. The research material used was mini elephant grass silage, and was rumen fluid from three beef cattle in the Bantarwuni Animal Slaughterhouse, Kembaran District, Banyumas Regency as source inoculum. The method used in research is an experiment with a Completely Randomized Design (CRD). The treatments applied in making silage are 5 levels of pollard addition, namely 0%; 10%; 20%; 30%; 40% with 4 replications. The results of the analysis of variance showed a very significant effect (P <0.01) on KBK and KBO. Orthogonal polynomial further test results obtained quadratic regression equation value of R2 = 71.1335% on the results of the CBC and the value of R2 = 72.137%. Optimal level of addition of pollard to the digestibility of dry matter and organic matter occurred at the level of addition of P3 treatment as much as 32.09% pollard.
2399527095I1A015105ANALISIS SEBARAN WILAYAH PENYAKIT DIARE BERDASARKAN FAKTOR LINGKUNGAN DI KOTA TEGAL TAHUN 2015-2017Latar Belakang : Sebaran penyakit diare biasanya berhubungan dengan faktor lingkungannya karena penularannya yang fecal oral. Untuk menggambarkan sebaran penyakit diare dibutuhkan analisis spasial dari Sistem Informasi Geografis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran wilayah penyakit diare berdasarkan faktor lingkungan di Kota Tegal Tahun 2015-2017.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain studi ekologi. Unit analisis dalam penelitian ini yaitu seluruh kelurahan di Kota Tegal sebanyak 27. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu prevalensi kasus diare, akses jamban, akses air minum, kepadatan penduduk dan wilayah ODF yang diperoleh dari Dinkes Kota Tegal dan data daerah rawan banjir yang diperoleh dari BPBD Kota Tegal. Analisis spasial dilakukan dengan menggunakan software ArcGIS 10.2
Hasil Penelitian : Kelurahan yang selalu memiliki prevalensi diare tinggi pada Tahun 2015-2017 berjumlah 13. Pola sebaran diare yang tinggi cenderung lebih banyak di kelurahan yang masyarakatnya memiliki akses jamban sehat dan akses air minum yang tinggi. Kelurahan dengan kepadatan penduduk rendah, berstatus non ODF dan rawan banjir didapatkan pola sebaran diare yang tinggi.
Kesimpulan : Kelurahan dengan prevalensi diare tinggi cenderung lebih banyak di wilayah yang termasuk sebagai daerah aliran sungai, daerah dengan akses jamban sehat tinggi, akses air minum tinggi, kepadatan penduduk rendah, daerah rawan banjir, curah hujan rendah, dan berstatus non ODF.


ANALYSIS OF THE DISTRIBUTION OF DIARRHEAL AREAS BASED ON ENVIRONMENT FACTORS IN THE CITY OF TEGAL IN 2015-2017

Background : The distribution of diarrheal diseases is usually related to environmental factors because of fecal-oral transmission. To be able to describe the distribution of diarrheal areas with environmental factors, spatial analysis of the Geographic Information System is needed.This study aims to determine the distribution of diarrheal diseases based on environmental factors in Tegal from 2015 until 2017.
Methods : This research is a quantitative descriptive study with an ecological study design using spatial modeling. The subject of this research that all villages in Tegal as many as 27 villages. The prevalence of diarrhea cases and their independent variables data were obtained by secondary data from Dinkes and BPBD Kota Tegal. Spatial analysis performed with ArcGIS 10.2.
Results: The villages that always has a high prevalence of diarrhea in 2015-2017 amounted to 13. The pattern of high diarrhea distribution tends to be more in urban villages where the community has good access to healthy latrines and access to drinking water. The villages with low population density and low rainfall, non-ODF status, and flood-prone areas have high diarrhea distribution patterns.
Conclusion: Village with high diarrhea prevalence tends to be more in the region that included a watershed, an area with high access healthy latrines, access to drinking water is high, low population density, areas prone to flooding, low rainfall, and none ODF status.

Keywords: Diarrhea, Environment, Overlay, Spatial
2399627087I1A015115FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN JIWA PADA PASIEN RAWAT INAP GANGGUAN JIWA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) BANYUMAS

Latar Belakang : Tingginya kunjungan pasien di RSUD Banyumas yang mencakup 87,15% dari total kunjungan pada fasilitas kesehatan di Kabupaten Banyumas merupakan hal yang perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian gangguan jiwa pada pasien rawat inap gangguan jiwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah seluruh pasien gangguan jiwa yang pernah rawat inap di RSUD Banyumas pada rentang waktu Juni 2018 – Mei 2019 sedangkan populasi kontrol adalah seluruh tetangga dari kasus. Jumlah sampel sebanyak 100 responden yang terdiri dari 50 kasus dengan consecutive sampling dan 50 kontrol dengan accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur dan kuesioner Personal Style Inventory. Data dianalisis ke dalam univariat bivariat dan multivariat.
Hasil Penelitian : variabel yang berpengaruh adalah status pendidikan (p=0,032), status ekonomi (p=0,020), kehilangan (p=0,00) dan tipe kepribadian (p=0,00). Variabel yang paling berpengaruh adalah tipe kepribadian. Variabel yang tidak berpengaruh adalah status pekerjaan.
Kesimpulan : Variabel yang paling berpengaruh adalah tipe kepribadian dengan variabel yang berpengaruh lainnya status pendidikan, faktor ekonomi, dan kehilangan.
Background : The increasing of mental health problems in community need to have more attention in research. The purpose of this research was to analyse the factors that related to mental health disorders in RSUD Banyumas.
Methods : This research was an analitic research using case control approach. The case population in this research was mental disorders inpatients of RSUD Banyumas on June 2018 – May 2019 while control population was the neighbors of the cases. The samples were 100 respondent (50 cases using consecutive sampling and 50 controls using accidental sampling). The research instrument were structured quessionaire and Personal Style Inventory questionnaire. The data was analyzed by univariat, bivariat, and multivariat.
Result : The variables which related with mental health disorders were educational status (0,032), economic status (0,020), bereavement (0,00), and personality type (0,00). The most caused variable was personality type. The variables that did not related to mental health disorders work status.
Conclusion : The most influential was personality type and the others variables that caused mental disorder are educational status, economic status, and bereavement.


2399728659L1A015041USAHA PENANGKAPAN DENGAN ALAT TANGKAP GILL NET DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA MUARA ANGKE, JAKARTAUsaha penangkapan dengan alat tangkap gill net yang dilakukan nelayan sangat terkait dengan penggunaan biaya operasi penangkapan dan pendapatan yang dihasilkan. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan usaha penangkapan maka harus dikaji berdasarkan aspek ekonomi. Aspek ekonomi merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam pengembangan suatu usaha penangkapan, diantaranya besar modal, biaya, pendapatan dan keuntungan, dan aspek kelayakan usaha yaitu Payback Period (PP), Benefit Cost (B/C) ratio, Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis usaha penangkapan gill net di PPN Muara Angke Jakarta. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Desember 2019 di PPN Muara Angke Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat survey. Dari perhitungan yang dilakukan disimpulkan bahwa secara finansial usaha alat tangkap gill net yang dilakukan di PPN Muara Angke menguntungkan dan layak untuk diteruskan. Gill net fishing effort by fisherman is related to the use of fishing operation costs and the income generated. To find out the success rate of fishing effort, it must be studied based on economic aspect. The economic aspect is one of the factors considered in the development of a fishing effort s such as major capital, costs, revenues and profits, and business feasibility aspects of the Payback Period (PP), Benefit Cost (B/C) ratio, Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV) and Internal Rate of Return (IRR). This study aims to know the analysis of gill net fishing effort at PPN Muara Angke Jakarta. The study was conducted on September-December 2019 at PPN Muara Angke Jakarta. The method used in this study was descriptive survey method. Hence, gill net fishing effort in the PPN Muara Angke financially profitable and feasible to continue.
2399827096H1F014009GEOLOGI DAN PETROGENESIS LAVA BANTAL PADA SUNGAI SONG BERDASARKAN PETROLOGI DAN GEOKIMIA ICP-MS DAERAH KALISALAK, KECAMATAN KEBASEN,
JAWA TENGAH
Keberadaan jalur subduksi menyebabkan karakteristik magmatisme dan vulkanisme yang beragam. Karakteristik tersebut dapat mencerminkan morfologi gunungapi, karakteristik letusan, asosiasi batuan, dan karakteristik kimianya. Lokasi penelitian berada di daerah kalisalak dan sekitarnya, kecamatan kebasen, Jawa tengah. Menurut Asikin (1992), lokasi penelitian terdiri atas Anggota Breksi Formasi Halang yang berumur Miosen Tengah hingga Akhir, Formasi Halang yang berumur Miosen Tengah hingga Pliosen dan Aluvium yang berumur Holosen. Asosiasi batuan yang terdapat pada anggota breksi formasi halang berupa lava basalt, breksi vulkanik, dan batupasir mengindikasikan adanya sistem vulkanik. Berdasarkan survey lapangan, maka batasan masalah dari penelitian ini meliputi kondisi geologi daerah penelitian, petrogenesis lava bantal dan karakteristik geokimianya. Analisis yang dilakukan yaitu dengan analisis petrologi batuan secara megaskopis dan mikroskopis serta analisis geokimia batuan. Metode yang dipilih untuk mengkaji karakteristik geokimia adalah dengan menggunakan ICP-MS (Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry) untuk mengetahui kandungan unsur jejak (trace element) dan unsur tanah jarang (Rare Earth Element/REE). Penggunaan unsur jejak dan REE ialah untuk menentukan afinitas magma serta setting tektonik yang bekerja pada saat pembentukan lava bantal. Diagram yang digunakan dalam penentuan afinitas magma yaitu diagram La/Yb vs TREY (REE+Y) (Allegre, 1978). Penentuan setting tektonik yang bekerja pada lokasi penelitian menggunakan diagram Nb/Zr vs Th/Zr (after Sun, 2006 modified by Godang, 2016), diagram normalized multi-trace element (after Zhang Youxue, 2014 modified from Godang, 2016) dan diagram normalized REE (after Zhang Youxue, 2014 modified from Godang, 2016). Berdasarkan kajian geokimia didapatkan hasil berupa afinitas magma pembentukan lava bantal didaerah penelitian berada pada tholeitik hingga transisi dengan setting tektonik berada pada Active Continental Margin (ACM).The existence of subduction pathways leads to diverse characteristics of magmatism and volcanism. Such characteristics can reflect the volcanic morphology, eruption characteristics, rock associations, and their chemical characteristics. The research location is in the area of kalisalak and its surroundings, kebasen subdistrict, central Java. According to Asikin (1992), the research site consists of Middle to Late Miocene-aged Breccia Members of the Halang Formation, Middle Miocene to Pliocene and Holocene-aged Aluvium. The rock association contained in members of the halang formation breccia is in the form of basalt lava, volcanic breccia, and sandstones indicating the presence of a volcanic system. Based on field surveys, hence the problem limitations of the study include the geological conditions of the research area, the petrogenesis of pillow lava and its geochemical characteristics. Analysis undertaken that is by doing megascopic and microscopic analysis of rock petrology and geochemical analysis of rocks. The method chosen to examine geochemical characteristics is to use ICP-MS (Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry) to know the elemental content of traces (trace elements) and rare earth elements (Rare Earth Element/REE). The use of trace elements and REE is to determine the affinity of magma as well as the tectonic settings that work at the time of the formation of pillow lava. The diagram used in the determination of magma affinity that is La/Yb vs. TREY (REE+Y) diagram (Allegre, 1978). Tectonic setting determination which is working on the research sites is using Nb/Zr vs Th/Zr diagram (after Sun, 2006 modified by Godang, 2016), multi-trace element normalized diagram (after Zhang Youxue, 2014 modified from Godang, 2016) and REE normalized diagram (after Zhang Youxue, 2014 modified from Godang, 2016). Based on geochemical studies obtained results in the form of magma affinity of pillow lava formation in the research area being on tholeitic until transition with tectonic settings being on the Active Continental Margin (ACM).
2399927098I1A015073ANALISIS EFISIENSI TEKNIS PELAYANAN KESEHATAN
PERSEORANGAN PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT
(PUSKESMAS) DALAM ERA JAMINAN KESEHATAN
NASIONAL KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018
Latar Belakang: Peningkatan pemanfaatan JKN di Indonesia perlu diimbangi dengan ketersediaan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sebagai gatekeeper yang bermutu. Puskesmas sebagai FKTP yang bekerjasama dengan BPJS dalam era JKN dituntut untuk meningkatkan mutu yang diberikan dengan menggunakan kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan yang merupakan penilaian pencapaian indikator pelayanan kesehatan perseorangan. Adanya peningkatan pembayaran kapitasi puskesmas di Kabupaten Banyumas tidak diimbangi dengan peningkatan capaian komitmen pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat efisiensi teknis pelayanan kesehatan perseorangan puskesmas dalam era JKN Kabupaten Banyumas tahun 2018.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode analisis Data Envelopment Analysis (DEA) dengan asumsi VRS orientasi input untuk efisiensi teknis biaya dan orientasi output untuk efisiensi teknis sistem. Populasi penelitian meliputi seluruh puskesmas di Kabupaten Banyumas sebanyak 39 puskesmas.

Hasil: Hasil perhitungan analisis dengan metode DEA, dari 39 puskesmas di Kabupaten Banyumas hanya 4 puskesmas dengan persentase 10,26% yang efisien teknis biaya, 20 puskesmas dengan persentase 51,28 % yang efisien teknis sistem, dan hanya 1 puskesmas dengan persentase 2,58 % yang efisiensi teknis pelayanan kesehatan perseorangan secara keseluruhan.

Kesimpulan: Secara umum Puskesmas di Kabupaten Banyumas belum efisien secara teknis dalam pelayanan kesehatan perseorangan dalam era Jaminan Kesehatan Nasional. Perbaikan yang bisa dilakukan dengan mengoptimalkan tarif RJTP dan tenaga kesehatan untuk memaksimalkan output yakni komitmen pelayanan dengan menggunakan hasil perhitungan.
Background: Increasing the use of JKN in Indonesia needs to be balanced with the availability of first-level health facilities (FKTP) as a quality gatekeepers. Public health center as FKTP were demanded to improve the quality of services provided by using capitation based on fulfilling service commitments which is an assessment of the achievement of individual health service indicators. An enhancement in capitation payment for public health center in Banyumas Regency inversely propotional by increasing in achievement of service commitments. The study aims to see the level of technical efficiency of individual health service in public health center in the era of JKN in Banyumas Regency 2018.
Methodology: This research used Data Envelopment Analysis (DEA) with the assumption of VRS input orientation for technically cost efficient and output orientation for technically efficient systems. This study using secondary data of Banyumas Regency Health Office 2018.
Result: The results of the analysis calculation by the DEA method, from 39 public health center in Banyumas Regency only 4 public health center with a percentage of 10.26% which are technically cost efficient, 20 public health center with a percentage of 51.28% which are technically efficient systems, and 1 public health center with a percentage of 2.58% the overall technical efficiency of individual health services.
Conclusion: Public health center in Banyumas Regency have not been technically efficient in individual health services in the era of National Health Insurance. Improvements can be made by optimizing RJTP rates and health workers to maximize output, by service commitment on the calculation.
2400027408F1B015006Pengaruh Partisipasi Masyarakat Dan Kinerja Pengurus Terhadap Efektivitas Badan Usaha Milik Desa Mawar Merah (Studi Di Desa Lungbenda Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon)Tujuan penelitian ini ada tiga yang pertama ialah untuk mengetahui seberapa besarnya pengaruh partisipasi masyarakat terhadap efektivitas BUMDes Mawar Merah. Kedua untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kinerja pengurus terhadap efektivitas BUMDes Mawar Merah. Dan yang ketiga untuk mengetahui pengaruh partisipasi masyarakat dan kinerja pengurus terhadap efektivitas BUMDes Mawar Merah.
Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan survei, yaitu penelitian yang mengambil langsung dari jumlah populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang utama (Singarimbun dan Effendi, 1989: 3). Metode kuantitatif ini dianggap cocok dan akan memudahkan peneliti karena dapat menggambarkan kondisi yang ada di lapangan.
Dari hasil analisis dapat diketahui Koefisien Korelasi Kendall Tau-c antara Partisipasi Masyarakat (X1) dengan Efektivitas BUMDes (Y) adalah sebesar 0,582 dengan menunjukkan arah yang positif. Koefisien Korelasi Kendall Tau-c antara Kinerja Pengurus (X2) dengan Efektivitas BUMDes (Y) adalah sebesar 0,511 dengan menunjukkan arah yang positif. Untuk mengetahui Koefisien Korelasi Kendall Tau-c signifikan atau tidak, dapat dibuktikan dengan cara membandingkan nilai Approx Sig. dengan α (0,05), dimana jika nilai Approx Sig. < α (0,05) maka nilai koefisien tersebut signifikan dan sebaliknya.
The purpose of this study is that the first three are to find out how much influence the community participation has on the effectiveness of the Mawar Merah BUMDes. Secondly, to find out how much influence the management's performance has on the effectiveness of BUMDes Mawar Merah. And the third is to determine the effect of community participation and management performance on the effectiveness of the Mawar Merah BUMDes.

The research used is quantitative, using a survey approach, which is research that takes directly from the population and uses a questionnaire as a primary data collection tool (Singarimbun and Effendi, 1989: 3). This quantitative method is considered suitable and will facilitate researchers because it can describe the conditions that exist in the field.

From the analysis it can be seen that the Kendall Tau-c Correlation Coefficient between Community Participation (X1) and BUMDes Effectiveness (Y) is 0.582 by showing a positive direction. Kendall Tau-c Correlation Coefficient between Management Performance (X2) and BUMDes Effectiveness (Y) is 0.511 showing a positive direction. To find out the Kendall Tau-c Correlation Coefficient significant or not, it can be proven by comparing the Approx Sig. with α (0.05), where if the value of Approx Sig. <α (0.05), the coefficient value is significant and vice versa.