Artikelilmiahs

Menampilkan 24.081-24.100 dari 50.303 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2408128665F1A015108PERAN OEMAH SINAU BOCAH DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA LIMPAKUWUS KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Oemah Sinau Bocah dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. sasaran pada penelitian ini adalah pemilik Oemah Sinau Bocah dan fasilitator, serta sasaran pendukukng yaitu penerima manfaat, pemilik rumah, dan perangkat desa setempat. Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu upaya meningkatkan kemampuan masyarakat. Peran merupakan suatu status seseorang dalam melaksakan kewajiban yang sesuai dengan kedudukannya. Pendidikan non formal merupakan suatu upaya pemenuhan kebutuhan belajar. Hasil penelitian menunjukan peran pemberdayaan Oemah Sinau Bocah telah sesuai dengan tahapan pemberdayaan Kendala yang dialami oleh Oemah Sinau Bocah merupakan kendala yang berasal dari faktor internal Oemah Sinau Bocah sendiri seperti kurangnya SDM sebagai fasilitator , belum memiliki struktur kepengurusan, dan tidak begitu efektifnya metode kelas rangkap. Maka interaksi terhadap masyarakat sekitar dapat lebih ditingkankan, sehingga dapat membantu dan juga meminimalisir kendala yang dialami saat ini.This study aims to describe the role of Oemah Sinau Bocah in community empowerment in Limpakuwus Village, Sumbang District. Determination of informants using purposive sampling techniques. the targets in this study were the owner of Oemah Sinau Bocah and the facilitator, as well as the supporting targets of the beneficiaries, homeowners, and local village officials. Community empowerment is an effort to improve the ability of the community. The role is a person's status in carrying out obligations in accordance with their position. Non-formal education is an effort to meet learning needs. The results showed that the role of Oemah Sinau Bocah empowerment was in accordance with the empowerment stage. Obstacles experienced by Oemah Sinau Bocah were obstacles originating from Oemah Sinau Bocah's own internal factors such as lack of human resources as facilitators, lack of management structure, and ineffective multi-grade methods. Then the interaction with the surrounding community can be improved, so that it can help and also minimize the obstacles currently experienced.
2408227171E1A115023KAJIAN TENTANG ISTILAH RAKYAT TERLATIH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 56 TAHUN 1999 TENTANG RAKYAT TERLATIH DIKAITKAN DENGAN PRINSIP PEMBEDAAN MENURUT HUKUM HUMANITER INTERNASIONALPasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 56 Tahun 1999 Tentang Rakyat Terlatih menyebutkan bahwa Rakyat Terlatih adalah komponen dasar kekuatan pertahanan keamanan negara, yang mampu melaksanakan fungsi ketertiban umum, perlindungan rakyat, keamanan rakyat dan perlawanan rakyat dalam rangka penyelenggaraan pertahanan keamanan negara. Permasalahan skripsi ini Tentang istilah Rakyat Terlatih dari perspektif Hukum Humaniter Internasional dan bagaimana korelasi antara Rakyat Terlatih dengan Prinsip Pembedaan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yang mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat dalam peraturan perUndang-Undangan dan literatur-literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Data yang digunakan adalah data sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan Rakyat Terlatih merupakan istilah yang masuk ke dalam golongan kombatan (combatant), karena Rakyat Terlatih merupakan golongan penduduk yang secara aktif turut serta dalam permusuhan (hostilities). Rakyat Terlatih dalam korelasinya dengan Prinsip Pembedaan merupakan golongan kombatan (combatant), karena Rakyat Terlatih merupakan komponen kekuatan pertahanan keamanan negara dalam bela negara yang diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib dan mengabdi sebagai prajurit TNI (armed forces) yang merupakan kombatan (combatant) dan mendapatkan perlindungan sebagai kombatan (combatant).
Based on Indonesia National Constitution Number 56 of 1999 about The Trained People mentions that The trained people are the basic component of State security and defense power who able to do some functions such as public order, society protection, society secure, and society resistance in order to organize the State security and defense. The problems that would be showed up in this research are about the term of Trained People itself from The International Humanitarian Law perspective, and how the relation between those kind of people with The Distinction Principle.
This research is using normative juridical as its research method which reffering to the law norms that exists in constitutions and some literatures which has relation with the problems that has been showed up. This research is using secondary data as its data collecting methods.
Based on the result of this research and the study, it can be concluded that The Trained People itself are considered as a combatant because they are actually civilians who actively participate in such hostilities. The Trained People in accordance with The Distinction Principle are also considered as a combatant because they are the symbol of a strength component of the State security and defense in the perspective of defending State which organized by civic education, military basic training either it is obligated by the Government or dedicating theirselves as Indonesian armed forces officer which also considered as combatant and having protection as combatant.
2408327172D1A015099LAMA DAN FREKUENSI RUMINASI KAMBING YANG MENDAPAT PENAMBAHAN TEPUNG BAWANG PUTIH DAN MIKROMINERAL DALAM PAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh penambahan tepung bawang putih dan mikromineral Cr organik terhadap lama dan frekuensi ruminasi kambing PE (Peranakan Etawa). Penelitian dilaksanakan pada 20 Mei 2019 hingga 14 Juli 2019 di Gunung Tugel Farm, Gunung Tugel, Banyumas dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Materi penelitian menggunakan 18 ekor kambing PE jantan dengan umur 1–1,5 tahun dan kisaran bobot 18,62 - 32,69 kg. Pakan yang diberikan yaitu konsentrat sebanyak 60% dan hijauan berupa rumput lapang sebanyak 40%, air minum, tepung bawang putih (Allium sativum) 250 ppm, mineral chromium organik 1,5 ppm, 8 buah kamera CCTV, 1 unit monitor, timbangan analitik dengan ketelitian 0,05 kg, dan timbangan analitik dengan ketelitian 0,001 kg. Parameter yang diamati adalah lama waktu ruminasi dan frekuensi ruminasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen secara in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas R0 : kontrol (pakan basal) ; R1 : pakan basal + 250 ppm tepung bawang putih ; R2 : pakan basal + 250 ppm tepung bawang putih + 1,5 ppm Cr Organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bawang putih dan Cr mikromineral organik terhadap waktu ruminasi berbeda nyata (P<0,05) yaitu 404 ± 19,6; 382 ± 19,04 dan 351 ± 13,87 menit/hari dengan rata-rata 379 menit/hari dan frekuensi ruminasi tidak berbeda nyata dengan jumah ruminasi perlakuan R0, R1 dan R2 : 360 ± 24,03; 359 ± 30,13 dan 342 ± 21,10 kali/hari. Simpulan yang diperoleh adalah penambahan tepung bawang putih dan mikromineral Cr organik dalam ransum berpengaruh nyata terhadap lama ruminasi, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap frekuensi ruminasi kambing PE.The study aimed to determine the effect of adding the garlic flour and organic chromium to the length and frequency of goat rumination (Etawa crossbreed). The study was conducted on May 20 to July 14 2019 at Gunung Tugel Farm, Gunung Tugel, Banyumas and Laboratory of Animal Feedstuff Science, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java. Materials used on this study are 18 male etawa crossbreed goat with initial weight range of 18.62 – 32.69 kg and ± 1–1.5 years old. Feed consisted of 60% concentrate and 40% field grass, mineral water, 250 ppm garlic powder (Allium sativum), 1.5 ppm organic chromium, analytical scales with accuracy of 0.05 kg, analytical scales with accuracy of 0.001 kg, 8 units CCTV cameras, and 1 unit monitor. The parameters observed was the length and frequency of rumination. The study method used an in vivo experiment with a completely randomized design (CRD) using 3 treatments and 6 replicates. Treatment consisted of R0: control (basal feed); R1: basal feed + 250 ppm garlic powder; R2: basal feed + 250 ppm garlic powder + 1,5 ppm Organic Cr. The results showed that the addition of the garlic flour and organic Cr micromineral with every treatments has a significant effect to the length of rumination (P<0,05) R0, R1 and R2 were 404 ± 19,6; 382 ± 19,04 and 351 ± 13,87 min/day. The result of treatments to the frequency of rumination has no significant effect (P>0,05) R0, R1 and R2 were 360 ± 24,03; 359 ± 30,13 and 342 ± 21,10 rumination/day. The Conclusion obtained the addition of garlic powder and minerals organic Cr was significantly decrease the length of goat rumination and did not significantly decrease frequency of goat rumination.
2408427174F1A015051HEGEMONI BIBIR MERAH
(Analisis Semiotika Konstruksi Kecantikan Bibir Perempuan melalui Lipstik pada Vlog Kecantikan Beauty Vlogger di YouTube)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai konstruksi kecantikan bibir perempuan melalui lipstik pada vlog kecantikan beauty vlogger di YouTube. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data menggunakan semiotika Roland Barthes dengan memfokuskan pada makna denotasi, konotasi dan mitos yang terkandung dalam sebuah tanda. Sumber data penelitian berasal dari vlog yang diunduh dari YouTube berjumlah 9 vlog dari 3 beauty vlogger yaitu Alifah Ratu Saelynda, Abel Cantika dan Linda Kayhz. Analisis data yang dilakukan yaitu dengan menonton, mengamati dan mengintrepretasikan vlog dengan membaca tanda, simbol, bahasa dan suara pada vlog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecantikan bibir berlipstik ditampilkan melalui tanda-tanda yang terdapat pada vlog. Cantiknya bibir perempuan ditampilkan melalui lipstik yakni bibir yang selalu memakai lipstik, bibir berlipstik sesuai dengan warna make up, bibir berlipstik tanpa garis halus, bibir berlipstik setiap saat, bibir berlipstik sebagai simbol kecantikan, sensualitas, seksualitas dan kemewahan, bibir berlipstik tebal, bibir berlipstik cerah serta bibir berlipstik sesuai dengan warna kulit. Sementara bibir berlipstik pucat dan bibir tanpa lipstik adalah jelek. Dengan demikian vlog ternyata tidak melemahkan kekuasaan kapital namun justru semakin memperkuat hegemoni bibir merah. Sementara itu, fenomena vlog kecantikan juga banyak menampilkan tanda-tanda yang berasosiasi kuat dengan kapitalisme, industri dan hedonisme.

Kata kunci : vlog, beauty vlogger, perempuan, kecantikan bibir berlipstik.
This research was designed to describe the beauty construction of women's lips through lipstick on the beauty vlogger vlog on YouTube. This research is a descriptive qualitative study with data analysis techniques using semiotics from Roland Barthes with a focus on the meaning of denotation, connotation and myth contained in a sign. Sources of research data derived from vlogs downloaded from YouTube won nine vlogs from three beauty vloggers namely Alifah Ratu Saelynda, Abel Cantika and Linda Kayhz. The results of the research show that the beauty of lipstick was displayed through the signs contained in the vlog. The beauty of women's lips is shown through lipstick that is lip that always wears lipstick, lipstick that matches the color of makeup, lipstick without smooth lines, lipstick at all times, lipstick as a symbol of beauty, sensuality, sexuality and luxury, thick lipstick, lipstick bright and lipstick according to skin color. While pale lipstick and lips without lipstick are ugly. So, the vlog did not weaken the power of capital but instead further strengthened the hegemony of capitalistic red lips. Meanwhile, the phenomenon of beauty vlogs also displays signs that are strongly associated with capitalism, industry and hedonism.

Keywords : vlog, beauty vlogger, women, beauty of lipstick.
2408527173C1J014035ECONOMIC VALUATION OF JATIMALANG BEACH IN PURWOREJO REGENCY (TRAVEL COST AND WILLINGNESS TO PAY APPROACH)
Kabupaten Purworejo memiliki kawasan wisata yaitu Pantai Jatimalang yang mempunyai kegiatan ekowisata. Kegiatan tersebut sudah dimanfaatkan sebagai pendukung wisata dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada. Banyak juga keunggulan wisata yang terdapat di Pantai Jatimalang belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk itu perlu pengembangkan penelitian dengan pendekatan travel cost dan pendekatan willingness to pay. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) untuk menganalisis pengaruh biaya perjalanan ke objek wisata Pantai Jatimalang, umur, jarak perjalanan, pendapatan individu, dan persepsi terhadap sarana dan prasarana wisata terhadap jumlah kunjungan wisatawan. 2) untuk menganalisis WTP / Willingness To Pay pengunjung terhadap objek wisata Pantai Jatimalang.
Metode penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa: 1) biaya perjalanan (X1), umur (X2), jarak perjalanan (X3), pendapatan individu (X4), dan persepsi terhadap sarana dan prasarana wisata (X5) secara bersama-sama berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Biaya perjalanan ke objek wisata Pantai Jatimalang (X1) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Umur (X2), jarak perjalanan (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Dan Pendapatan individu (X4), Persepsi terhadap sarana dan prasarana wisata (X_5) berpengaruh positif signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. 2) Nilai rata-rata WTP sebesar Rp 13.000,00 per orang atau responden. Nilai total WTP pengembangan Pantai Jatimalang di Kabupaten Purworejo adalah Rp 1.885.390.000,00 per tahun.
Upaya yang dapat dilakukan pengelola wisata yaitu perlu memperhatikan berbagai faktor yang terkait dengan biaya perjalanan ke objek wisata, pendapatan individu dan persepsi wisatawan terhadap sarana dan prasarana wisata dengan menerapkan harga tiket masuk yang sesuai ke objek wisata Pantai Jatimalang. Diharapkan nilai WTP dapat memberikan nilai manfaat dari lingkungan kawasan wisata, agar lebih optimal penggunanya. Seperti terus berupaya untuk memelihara dan meningkatkan sarana dan prasarana obyek wisata Pantai Jatimalang, baik secara kualitas maupun kuantitas sesuai dengan kebutuhan, keinginan dan harapan para wisatawan. Selain itu, pihak pengelola juga perlu bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo untuk membangun akses jalan dan menyediakan sarana transportasi yang mampu memberikan kemudahan para wisatawan menuju obyek wisata Pantai Jatimalang.
Purworejo Regency has a tourist attraction that is Jatimalang Beach which has ecotourism activities. The activity has been used as a tourism support by utilizing the existing local potential. There are also many tourism advantages found in Jatimalang Beach that have not been utilized optimally. For this reason, it is necessary to develop research with a travel cost approach and a willingness to pay approach. The purpose of this study are: 1) to analyze the influence of travel costs to Jatimalang Beach attractions, age, travel distance, individual income, and perceptions of tourist facilities and infrastructure on the number of tourist visits. 2) to analyze the WTP / Willingness To Pay of visitors to the Jatimalang Beach attraction.
The method of research is by multiple regression. The results of this research indicate that: 1) travel costs (X1), age (X2), distance of travel (X3), individual income (X4), and perception of tourism facilities and infrastructure (X5), by together affect on the number of tourist visits. The travel cost to the Jatimalang Beach attraction (X1) has a negative and significant effect on the number of tourist visits. Age (X2), travel distance (X3) did not significantly influence the number of tourist visits. And individual income (X4), perception of tourism facilities and infrastructure (X5) has a positive and significant effect on the number of tourist visits. 2) The average value of WTP is Rp. 13,000.00 per person or respondent. The total value of the WTP for the development of Jatimalang Beach in Purworejo Regency is Rp 1,885,390,000.00 per year.
Efforts that can be made by tourism managers are that they need to attention to various factors related to the cost of travel to attractions, individual income and tourist perceptions of tourism facilities and infrastructure by applying appropriate admission prices to Jatimalang Beach attractions. It is expected that the value of WTP can provide value benefits from the environment of the tourist area, so that users are more optimal. As it continues to strive to maintain and improve the facilities and infrastructure of Jatimalang Beach tourism objects, both in quality and quantity in accordance with the needs, desires and expectations of tourists. In addition, the management also needs to work together with the Regional Government of Purworejo Regency to build access roads and provide transportation facilities that can provide facilities for tourists to travel to the Jatimalang Coast attractions.
2408627175C1L015040PENGARUH METODE PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA SMA NEGERI 4 PURWOKERTOAbstrak
Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen dengan menggunakan eksperimen semu (quasi eksperimental research). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran mind mapping terhadap kreativitas dan hasil belajar ekonomi siswa SMA Negeri 4 Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMA Negeri 4 Purwokerto sebanyak 142 siswa. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dimana pengambilan sampel dipilih secara khusus berdasarkan pertimbangan tertentu. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yaitu kelas X IPS 2 dan X IPS 4 yang masing-masing kelas berjumlah 36 siswa, sehingga sampel keseluruhan dalam penelitian ini sebanyak 72 siswa.
Berdasarkan penelitian dan analisis data menunjukan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kreativitas antara siswa yang menggunakan metode pembelajaran mind mapping dengan metode konvensional. 2) Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan metode pembelajaran mind mapping dengan metode konvensional. 3) Terdapat pengaruh positif penerapkan metode mind mapping terhadap hasil belajar siswa. 4) Terdapat pengaruh positif penerapkan metode mind mapping terhadap kreativitas siswa. 5) Terdapat pengaruh kreativitas siswa terhadap hasil belajar siswa. 6) Kreativitas siswa memediasi pengaruh metode pembelajaran mind mapping terhadap hasil belajar siswa.

Kata Kunci : Mind Mapping, Kreativitas Siswa dan Hasil Belajar Siswa
Abstract
This research is an experimental research using quasi-experimental research (quasi experimental research). This study aims to determine the effect of mind mapping learning methods on creativity and economic learning outcomes of SMA Negeri 4 Purwokerto students.
The population in this study were all students of class X IPS SMA Negeri 4 Purwokerto totaling 142 students. The sampling technique is purposive sampling where sampling is specifically chosen based on certain considerations. The number of samples taken in this study were 2 classes, namely class X IPS 2 and X IPS 4, each class amounting to 36 students, so the overall sample in this study was 72 students.
Based on research and data analysis shows that: 1) There are differences in creativity between students who use mind mapping learning methods with conventional methods. 2) There are differences in learning outcomes between students who use mind mapping learning methods and conventional methods. 3) There is a positive effect of applying the mind mapping method to student learning outcomes. 4) There is a positive influence on applying mind mapping methods to students' creativity. 5) There is an influence of student creativity on student learning outcomes. 6) Student creativity mediates the effect of mind mapping learning methods on student learning outcomes.

Keywords: Mind Mapping, Student Creativity and Student Learning Outcomes
2408727176D1E014087KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN DOMBA YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) SERTA DIPROTEKSI EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) DAN BIJI PINANG (Areca catechu. L)Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh pemberian suplementasi tepung daun kelor yang diproteksi ekstrak buah mahkota dewa dan ekstrak biji pinang terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pakan domba secara in vitro. Materi yang digunakan cairan rumen 2 ekor domba lokal. Pakan disusun dengan rasio 40% hijauan dan 60% konsentrat. Hijauan berupa rumput lapang, konsentrat terdiri dari dedak padi 42%, bungkil kelapa 17%, tepung jagung 21%, tepung ikan 18%, garam dapur 1%, mineral mix 0,5% dan kapur 0,5%. Penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yaitu P0 : pakan dasar ditambah 15% daun kelor tanpa proteksi, P1 : pakan dasar ditambah 15% daun kelor yang diproteksi ekstrak buah mahkota dewa 0,75% (BK konsentrat), dan P2 : pakan dasar ditambah 15% daun kelor yang diproteksi ekstrak biji pinang 0,75% (BK konsentrat). Setiap perlakuan diulang enam kali, sehingga terdapat 18 unit percobaan. Hasil penellitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak buah mahkota dewa dan biji pinang sebesar 0,75% (BK konsentrat) belum mampu memproteksi protein daun kelor ditinjau dari kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pakan domba.The aim of this study was to examine the effect supplementation of Moringa leaf flour feed protected by the Mahkota Dewa fruit extract and Pinang seed extract on the dry matter and organic matter digestibility sheep feed an in vitro. The material used is rumen fluid 2 local sheep. The feed arranged at a ratio of 40% forage and 60% concentrate. Forage consisted of field grass, the concentrate consists of 42% rice bran, 17% coconut oilmeal, 21% corn ground, 18% fish meal, 1% salt, o.5% mineral mix and 0.5% limestone. The study used an in vitro experimental method, using a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments, namely P0 : feed basal plus 15% of Moringa leaf without protection, P1 : feed basal plus 15% of Moringa leaf protected by extract Mahkota Dewa fruit 0.75% (DM concentrate), and P2 : feed basal plus 15% of Moringa leaf protected by extract Pinang seed 0.75% (DM concentrate). Each treatment was repeated six times, so that there were 18 experimental units. The results of the study showed the use of the extract Mahkota Dewa fruit and Pinang seed at 0.75% (DM concentrate) has not been able to protect the Moringa leaf protein in terms of the dry matter and organic matter digestibility feed of sheep.
2408827177A1D015130PENGARUH POPULASI IKAN LELE (Clarias gariepinus) TERHADAP KARAKTER AGRONOMIS DAN PRODUKSI BIOMASA TANAMAN AZOLLA (Azolla microphylla)
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh populasi ikan lele terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Azolla microphylla, 2) Mencari populasi dan umur lele terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman Azolla microphylla. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 sampai Januari 2019 di Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari satu faktor dan tiga ulangan. Faktor yang diteliti adalah populasi ikan lele pada kolam Azolla, yang terdiri dari 6 taraf kerapatan yaitu 0 ekor/m2, 15 ekor/m2, 30 ekor/m2, 45 ekor/m2, 60 ekor/m2 dan 75 ekor/m2. Data dianalisis menggunakan uji F, dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Variabel yang diamati yaitu kadar N, P, K dan nilai Electrical Conductivity (EC) air kolam, panjang akar, warna akar, persentase penutupan, doubling time, waktu recovery, kandungan klorofil, bobot segar panen 20%, 90%, 100% dan bobot kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi ikan lele berpengaruh sangat nyata terhadap kadar N, P, K air kolam, berpengaruh nyata terhadap panjang akar dan warna akar Azolla microphylla, nilai Electrical Conductivity (EC) air kolam pada umur tanaman 42 hst dan 49 hst serta persentase penutupan Azolla microphylla umur tanaman 57 hst dan 60 hst. Populasi ikan lele dengan kerapatan 75 ekor/m2 merupakan populasi terbaik untuk meningkatkan kadar N, P, K air kolam dibanding perlakuan kontrol. Populasi ikan lele sebanyak 60 ekor/m2 kolam merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan akar A. microphylla, sedangkan populasi ikan lele sebanyak 45 ekor/m2 merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan nilai variabel EC dan persentase penutupan.The objectives of this research were to: 1) Determine the effect of catfish population on the growth and yield of Azolla microphylla plant, 2) Find the best population and age of catfish for the growth and yield of Azolla microphylla plant. The study was conducted in October 2018 until January 2019 in Susukan Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The study used a Complete Randomized Block Design (CRBD) consisting of one factor and three replicates. The factor evaluated was catfish population in Azolla pond with 6 density levels, i.e. 0 individual/m2, 15 individuals/m2, 30 individuals/m2, 45 individuals/m2, 60 individuals/m2 and 75 individuals/m2 Data were analyzed using ANOVA test and continued with LSD 5% test if significantly different results found. The variables observed were N, P, K levels and Electrical Conductivity (EC) value of the pond water, root length, root color, coverage percentage, doubling time, recovery time, chlorophyll content, yield of 20%, 90%, 100% and dry weight. The results showed that the population of catfish gave a very significant effect on the level of N, P, K of pond water. It also significantly affected root length and colour of Azolla microphylla, Electrical Conductivity (EC) value of pond water at 42 and 49 days after planting, and coverage presentation of Azolla microphylla at 57 and 60 days after planting. It was found that the pond containing catfish with the density of 75 individuals/m2 was the best treatment to increase the levels of N, P, K of the pond water. Moreover, the population of 60 catfish/m2 was the best treatment to increase A. microphylla root growth, whereas 45 catfish/m2 was the best treatment to increase the EC value and closing percentage.
2408927198D1A015134POTENSI DAN DAYA TAMPUNG LIMBAH UBI KAYU (Manihot utilissima) SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA KECIL DI WILAYAH KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJOAbstrak:
Penelitian dilaksanakan untuk mengkaji potensi limbah ubi kayu empat varietas berbeda serta daya tampung terhadap ternak ruminansia kecil di wilayah Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo. Penelitian dilakukan secara eksperimental lapangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Materi penelitian berupa tanaman ubi kayu umur panen varietas Lokal, Adira 1, Adira 4, dan Malang 4 yang ditanam di lahan pemerintah khusus tanaman pangan di Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo. Hasil penelitian pada bobot segar menunjukan bahwa perbedaan varietas berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi segar limbah kulit ubi kayu dalam satuan meter persegi dengan rataan berturut turut pada varietas Lokal, Adira 1, Adira 4, dan Malang 4 adalah 583±20,724 gram/m2, 607,6±13,102 gram/m2, 618,296±22,718 gram/m2, dan 613,3±11,798 gram/m2. Uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) menunjukan bahwa produksi kulit per meter persegi pada varietas Adira 4 dan Malang 4 lebih tinggi dibanding produksi segar limbah kulit ubi kayu varietas Lokal dan Adira 1. Hasil penelitian pada persentase kadar bahan kering (BK) limbah ubi kayu menunjukan bahwa perbedaan varietas berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar bahan kering limbah kulit ubi kayu dengan rataan persentase kadar bahan kering pada varietas Lokal, Adira 1, Adira 4, dan Malang 4 berturut turut 32,32±1,52%, 28,46±2,26%, dan 27,52±1,16% dan 30,02±3,16%. Uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) menunjukan bahwa persentase kadar bahan kering limbah kulit ubi kayu varietas Lokal dan Malang 4 lebih tinggi dibanding varietas Adira 1 dan Adira 4. Produksi segar dan persentase bahan kering tidak berpengaruh nyata pada daun dan batang muda. Perhitungan daya dukung limbah ubi kayu di wilayah Kecamatan Bruno menunjukkan bahwa Kecamatan Bruno mampu memenuhi kebutuhan pakan ternak ruminansia sejumlah 62% dari keseluruhan jumlah domba dan kambing yang ada.
The aim of the research was to know potential of cassava byproduct based on 4 varieties and carrying capacity for small ruminants on feed in the district of Bruno, Purworejo Regency. Research conducted an field experiment using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replicates. The research material consisted of cassava in harvest age with Local varieties, Adira 1 varieties, Adira 4 varieties, and Malang 4 varieties where planting in gavornment land in particular food planting in the district of Bruno, Purworejo Regency. The results of the research on fresh weight showed that the difference in varieties significantly affected (P<0,05) on fresh peel byproduct production in square meters with the average successively on Local, Adira 1, Adira 4, and Malang 4 varieties were 583±20,724 gram/m2, 607,6±13,102 gram/m2, 618,296±22,718 gram/m2, and 613,3±11,798 gram/m2. Honestly Significant Difference (HSD) showed that the fresh production of cassava peel byproduct per square meter in Adira 4 and Malang 4 varieties was higher compared to fresh production of cassava peel byproduct of Local and Adira 1 varieties. Results research on the percentage of dry matter (DM) cassava byproduct showed that the difference in varieties significantly affected (P<0,05) on the level of dry matter cassava byproduct with average percentage of dry matter content in Local varieties, Adira 1, Adira 4, and Malang 4 were 32,32±1,52%, 28,46±2,26%, and 27,52±Z,16% and 30,02±3,16%, respectively. Honestly Significant Difference (HSD) showed that the percentage of dry matter content of cassava peel waste of Local and Malang 4 varieties was higher compared to fresh production of cassava peel waste of Adira 1 and Adira 4 varieties. Production of fresh weigt and percentation of dry matter are non significant on leaf and crown cassava byproduct. In calculated of carrying capacity cassava byproduct in the district of Bruno Purworejo Regency showed that Bruno District can completed 62% small ruminants on feed .
2409027179H1A015018KLASIFIKASI OBJEK ALZHEIMER CITRA MAGNETIC RESONANCE IMAGING (MRI) BERBASIS NILAI CLINICAL DEMENTIA RATING (CDR) DENGAN METODE ANN MULTI-LAYER PERCEPTRONAlzheimer Disease (AD) merupakan sebuah penyakit Neurodegeneratif
yang menyerang organ otak. AD disebabkan oleh adanya penggumpalan protein
beta-amyloid pada area hippocampus. Sehingga penderita penyakit Alzheimer
kehilangan fungsi kognitif dan memori. Maka diperlukan adanya pendeteksian
dini penyakit Alzheimer agar penggumpalan yang terjadi pada area hippocampus
diantisipasi supaya tidak berkembang lebih lanjut menjadi AD. Salah satu
pendeteksiannya ialah melalui deteksi laju perubahan area hippocampus pada citra
Magnetic Resonance Imaging (MRI) menggunakan nilai Clinical Dementia
Rating (CDR). Nilai CDR ini menjadi penentu klasifikasi tingkat AD.
Fokus penelitian ini ialah mengklasifikasikan keparahan penyakit yang
diderita oleh pasien AD dilihat dari perubahan luas area hippocampus pada citra
MRI. Klasifikasi sistem yang diusulkan pada penelitian ini menggunakan artificial
neural network (ANN) dengan arsitektur multilayer perceptron.
Hasil dari penelitian klasifikasi dengan metode ANN MLP yang
diterapkan pada citra uji yang disegmentasi menggunakan metode active contour
dan jenis cropping polygon didapatkan hasil akurasi 81,48%, 90,74% dan 42,59%
menggunakan data latih serta 64,29%, 78,57% dan 35,71% untuk klasifikasi
menggunakan data uji. Dari hasil ini terlihat klasifikasi ANN-MLP memiliki
akurasi yang rendah pada Data axial dan coronal yanang disebabkan oleh
inkonsistensi selama proses cropping citra.
Alzheimer Disease is a Neurodegenerative disease that mainly affect
Brain organ. AD is caused by beta-amyloid clots in hippocampus area. AD
patient will lose some of their congnitive and memory function. It is important for
early detection of Alzheimer's disease so that the clotting that occurs in the
hippocampus area is anticipated so as not to further develop into AD. One of the
coverage is through detection of rate changes in the hippocampus area of
Magnetic Resonance Imaging using Clinical Dementia Rating (CDR) value. CDR
values will be use as class classification determinant.
The Focus on this research is to classifies severity rate of the diseases
suffered by AD patient are seen from hippocampus area changes in MRI images.
The proposed system classification in this research is using artificial neural
network with multilayer perceptron architecture as its core.
The results from this research using ANN MLP as classification method
is applied over active contour segmentation test images by using polygon
cropping images as followed has an accuracy of 81,48%, 90,74% and 42,59%
from the data training and also 64,29%, 78,57% and 35,71% from data testing.
From these results, ANN MLP has low accuracy in both Axial classification and
Coronal. The low accuracy results is obtained from inconsistency during image
cropping process, resulting the value for classification is not accurate.
2409127180L1C015054Distribusi Spasial Logam Berat Cu pada Media Air, Sedimen dan Biota (Polymesoda erosa) di Estuari Donan Segara Anakan CilacapLogam berat Cu merupakan salah satu logam berat yang beracun. Logam berat Cu yang masuk ke perairan akan mengalami proses pengendapan dan terakumulasi ke dalam tubuh biota laut khusunya biota filter feeder seperti kerang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dan hubungan konsentrasi logam berat Cu pada air, sedimen dan Polymesoda erosa; untuk mengetahui status tingkat pencemaran Estuari Donan Segara Anakan Cilacap berdasarkan CF (Contamination Factor), Igeo (Geoaccumulation Index) dan BAF (Bioaccumulation Factor). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2019. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel Purposive Random Sampling. Konsentrasi logam berat diukur dengan metode Flame Atomic Absorption Spectrometry dengan seperangkat alat AAS (Atomic Absorption Spectrometry). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum konsentrasi logam berat Cu antar stasiun di Estuari Donan Cilacap pada air, sedimen dan Polymesoda erosa bervariasi ada yang berbeda nyata dan ada yang tidak. Konsentrasi Cu pada media air dengan sedimen, air dengan kerang totok dan sedimen dengan kerang totok memiliki hubungan yang berbanding lurus. Hasil perhitungan CF, Igeo dan BAF yaitu CF<1, Igeo berkisar antara 0-1 dan BAF>1.Cu is one of the toxic heavy metals. Cu that gets into the waters will undergo a sedimentation process and get accumulated into the body of marine biota especially filter feeder biota such as clams. The aims of this research are to know the differences and correlation Cu concentrations in the waters, sediments and Polymesoda erosa; to know the pollution level status of Estuary Donan Segara Anakan Cilacap based on CF (Contamination Factor), Igeo (Geoaccumulation Index) and BAF (Bioaccumulation Factor). This research was conducted in June 2019. The method used in this research was a survey method with a purposive random sampling technique. The concentrations of Cu was measured by the Atomic Absorption Spectrometry method using a set of AAS (Atomic Absorption Spectrometry) tools. The results showed that overall the concentration of Cu in inter-research station in the waters, sediments and Polymesoda erosa were vary some are significantly different and some are not. The concentration of Cu in the waters with sediments, waters with clams and sediment with clams has a linear correlation. The calculation results of CF, Igeo and BAF were CF <1, Igeo ranging between 0-1 and BAF> 1.
2409227181K1A015050Penurunan Nilai BOD dan COD Limbah Cair Industri Etanol Secara Elektrokimia Menggunakan Elektroda PbO2/CLimbah cair etanol (Vinasse) merupakan limbah yang dihasilkan dari proses penyulingan etanol. Limbah cair etanol berwarna merah kehitaman dan memiliki nilai BOD dan COD yang tinggi sehingga akan menyebabkan pencemaran lingkungan apabila tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu cara untuk menurunkan nilai BOD dan COD limbah cair etanol adalah dengan metode elektrokimia. Elektrokimia adalah suatu metode untuk pengolahan limbah cair yang mengandung senyawa organik. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan persen penurunan BOD dan COD maksimum pada variasi voltase, kuat arus listrik, dan waktu elektrolisis dengan menggunakan elektroda PbO2/C. Hasil yang didapatkan yaitu persentase penurunan BOD dan COD limbah cair etanol mencapai 100 % pada voltase 12 V, kuat arus listrik 10 A, dan waktu elektrolisis selama 6 jam untuk BOD serta 17 jam untuk COD.Ethanol wastewater (Vinasse) is a waste produced by the ethanol distillation process. Ethanol wastewater is blackish-red and has higher BOD and COD levels which will cause environmental pollution. No need to process it before being discharged into the environment. One way to reduce the level of BOD and COD from ethanol wastewater is by electrochemical methods. Electrochemistry is a method for treating waste contained by organic compounds. This research was conducted to determine the percentage of maximum BOD and COD reduction with voltage variations, electric current strength, and electrolysis time using PbO2 / C electrodes. The results are BOD and COD reduction of ethanol wastewater reached 100% at 12 V voltage, the electric current strength 10 A, and the electrolysis time is 6 hours for BOD and 17 hours for COD.
2409327182H1F014016GEOLOGI DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BERDASARKAN ANALISIS GRANULOMETRI PADA FORMASI KABUH DAERAH BUKURAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KALIJAMBE, KABUPATEN SRAGEN, PROPINSI JAWA TENGAHPenelitian ini dilakukan di bukuran dan sekitarnya. Lokasi penelitian dianggap memilki karakteristik litologi batupasir yang unik sehingga analisis granulometri sangat mendukung untuk menentukan lingkungan pengendapan daerah penelitian. Tujuan dari penelitian adalah mengindentifikasi kondisi lingkungan pengendapan secara vertikal untuk mendeksripsikan karakteristik lingkungan pengendapan daerah bukuran dan sekitarnya. Metode penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian geologi. Metode penelitian geologi memilki tujuan untuk mengambil sampel sedimen secara vertikal pada 25 titik pengambilan sampel. Sampel sedimen kemudian dilakukan analisis ukuran butir untuk identifikasi klas lingkungan pengendapan. Hasil penelitian menunjukkan daerah penelitian memilki proses pembentukan lingkungan pengendapan proses fluvial. Hasil pengendapan yang terbentuk secara vertikal membentuk pelapisan material sedimen. Analisis pengendapan secara vertikal digunakan untuk rekontruksi lingkungan pengendapan daerah penelitian dengan profil kedalaman 6 meter. Karakter lingkungan pengendapan fluvial memilki endapan dataran banjir dan material dasar sungai. This research was located in Bukuran and around area of it. The research location is considered to have unique sandstone lithology characteristics so that granulometric analysis is very supportive for determining the depositional environment in the study area. The purpose in this research is to identify the conditions of vertical depositional environment to describe the depositional characteristics of the bukuran and around it. The research method used in this research is geological research methods. The geological research method aims to take sediment samples vertically at 25 sampling points. Sediment samples are then analyzed for grain size to identify the class of depositional environment. The results of the study show that the research area has the process of forming a fluvial process deposition environment. The deposition results formed vertically to form a layer of sediment material. Vertical depositional analysis is used for the depositional environment reconstruction in the research area with a depth profile of 6 meters. The fluvial depositional environment character has floodplain deposits and riverbed material.
2409427183D1A015146PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN NPK TERHADAP PRODUKSI SEGAR DAN IMBANGAN DAUN BATANG RUMPUT GAJAH MINI (Pennisetum purpureum cv. Mott) DEFOLIASI KE 5TRI SETIYADI : Penelitian Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang dan Npk Terhadap Produksi Segar dan Imbangan Daun Batang Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) Defoliasi Kelima dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2019 sampai 21 Juni 2019 di Experimental Farm dan tanggal 21-29 Juni 2019 di laboratorium Agrostologi Fakultas Peternakan, Unuversitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini untuk mengkaji kombinasi pupuk kandang dan NPK terhadap produksi segar dan imbangan daun batang rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott). Materi penelitian yang digunakan adalah pupuk kandang, pupuk NPK, stek rumput gajah mini, neraca ohaus, alat tulis, cawan, label, timbangan digital, dan oven.Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan dilanjut uji orthogonal polynomial, dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. K0M0 = Pemberian pupuk kandang 0 kg/unit + NPK 0 g/unit, K0M1 = Pemberian pupuk kandang 0 kg/unit + NPK 37,5 g/unit, K0M2 = Pemberian pupuk kandang 0 kg/unit + NPK 75 g/unit, K0M3 = Pemberian pupuk kandang 0 kg/unit + NPK 112,5 g/unit, K1M0 = Pemberian pupuk kandang 7,5 kg/unit + NPK 0 g/unit, K1M1 = Pemberian pupuk kandang 7,5 kg/unit + NPK 37,5 g/unit, K1M2 = Pemberian pupuk kandang 7,5 kg/unit + NPK 75 g/unit, K1M3 = Pemberian pupuk kandang 7,5 kg/unit + NPK 112,5 g/unit, K2M0 = Pemberian pupuk kandang 15 kg/unit + NPK 0 g/unit, K2M1 = Pemberian pupuk kandang 15 kg/unit + NPK 37,5 g/unit, K2M2 = Pemberian pupuk kandang 15 kg/unit + NPK 75 g/unit, K2M3 = Pemberian pupuk kandang 15 kg/unit + NPK 112,5 g/unit. Peubah yang diukur adalah produksi segar dan imbangan daun batang rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott). Hasil rataan produksi segar rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) dari perlakuan K0 M0 (19,87 Kg ± 12,95) , K0 M1 (20,37 Kg ± 10, 45), K0 M2 (21,97 Kg ± 10, 01), K0 M3 (19,50 Kg ± 5,27), K1 M0 (17,00 Kg ± 6,42), K1 M1 (15,33 Kg ± 4,16), K1 M2 (16,80 Kg ± 8,27), K1 M3 (24,37 Kg ± 10, 46), K2 M0 (19,57 Kg ± 6,26), K2 M1 (22,43 Kg ± 9,11), K2 M2 (25,00 Kg ± 13,34) dan K0 M1 (28,17 Kg ± 9,55). Hasil rataan imbangan daun batang rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) dari perlakuanK0 M0 (7,540 ± 1,480), K0 M1 (6,310 ± 1,259), K0 M2 (6,490 ± 1,241), K0 M3 (7,193 ± 2,093), K1 M0 (9,420 ± 4,077), K1 M1 (6,157 ± 0,379), K1 M2 (6,770 ±1,868), K1 M3 (6,630 ± 1,810), K2 M0 (8,193 ± 2,106), K2 M1 (5,610 ± 1,402), K2 M2 (6,310 Kg ± 1,451), dan K0 M1 (5,753 ± 0,990). Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis kombinasi pupuk kandang dan NPK berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap produksi segar dan imbangan daun batang rumput gajah mini.Kesimpulan penelitian adalah pemberian kombinasi pupuk kandang dan NPK tidak berpengaruh nyata, dan pemberian pupuk NPK secara tunggal memeberikan pengaruh sangat nyata terhadap imbangan daun batang rumput gajah mini.TRI SETIYADI : The research entitled "The Effect of Manure and NPK Fertilizer Combinations on Fresh Production Plant and Ratio Leaf and Stem of Dwarf Elephant Grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) Fiveted Defoliation" was conducted from Mei 10th to June21th 2019 at Experimental Farm and June 21th to June 29th at Agrostology Laboratory, Animal ScienceFaculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study was conducted to examine the combination of manure and NPK on fresh production and ratio of leaf and stem of Dwarf Elephant Grass (Pennisetum purpureum cv. Mott). The research material used was manure, NPK fertilizer, mini elephant grass cuttings, measuring tape, bamboo stakes, hoes, sickles, spades, sacks, plastics, cutters, raffia ropes, ohaus balance, bamboo bars, stationery, cups, paper bowls , labels, digital scales, and ovens. The study was conducted experimentally using a randomized block design (RBD) and followed by a polynomial orthogonal test, with 12 treatments and 3 replications. K0M0 = Giving manure 0 kg / unit + NPK 0 g / unit, K0M1 = Giving manure 0 kg / unit + NPK 37.5 g / unit, K0M2 = Giving manure 0 kg / unit + NPK 75 g / unit, K0M3 = Giving manure 0 kg / unit + NPK 112.5 g / unit, K1M0 = Giving manure 7.5 kg / unit + NPK 0 g / unit, K1M1 = Giving manure 7.5 kg / unit + NPK 37 , 5 g / unit, K1M2 = Giving manure 7.5 kg / unit + NPK 75 g / unit, K1M3 = Giving manure 7.5 kg / unit + NPK 112.5 g / unit, K2M0 = Giving manure 15 kg / unit + NPK 0 g / unit, K2M1 = Provision of manure 15 kg / unit + NPK 37.5 g / unit, K2M2 = Provision of manure 15 kg / unit + NPK 75 g / unit, K2M3 = Provision of manure 15 kg / unit + NPK 112.5 g / unit. The variables measured were fresh production and ratio of leaf and stem of Dwarf Elephant Grass (Pennisetum purpureum cv. Mott). The average yield of fresh dwarf elephant grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) from the treatments of K0 M0 (19.87 kg ± 12.95), K0 M1 (20.37 kg ± 10, 45), K0 M2 (21.97 kg) 10, 01), K0 M3 (19.50 kg ± 5.27), K1 M0 (17.00 kg ± 6.42), K1 M1 (15.33 kg ± 4.16), K1 M2 (16.80) Kg ± 8.27), K1 M3 (24.37 Kg ± 10, 46), K2 M0 (19.57 Kg ± 6.26), K2 M1 (22.43 Kg ± 9.11), K2 M2 (25 , 00 kg ± 13.34) and K0 M1 (28.17 kg ± 9.55). The average yield of Dwarf Grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) leaves from the treatments of K0 M0 (7,540 ± 1,480), K0 M1 (6,310 ± 1,259), K0 M2 (6,490 ± 1,241), K0 M3 (7,193 ± 2,093), K1 M1 M0 (9,420 ± 4,077), K1 M1 (6,157 ± 0,379), K1 M2 (6,770 ± 1,868), K1 M3 (6,630 ± 1,810), K2 M0 (8,193 ± 2,106), K2 M1 (5,610 ± 1,402), K2 M2 (6,630 ± 1,810), K2 M0 (8,193 ± 2,106), K2 M1 (5,610 ± 1,402), K2 M2 (6,630 ± 1,810), K2 M0 (8,193 ± 2,106), K2 M1 (5,610 ± 1,402), K2 M2 (6,630 ± 1,810), K2 M1 (6,610 ± 1,402), K2 M2 6.310 kg ± 1.451), and K0 M1 (5.753 ± 0.990). The results showed that the dose of a combination of manure and NPK had no significant effect (P> 0.05) on fresh production and ratio of leaf and stem of Dwarf Grass. The conclusion of the study was that the combination of manure and NPK had no significant effect, and the administration of NPK fertilizer alone gave a very significant effect on the ratio of the leaf and stem of the Dwarf Elephant Grass.
2409527184L1A015024ASOSIASI MANGROVE SEGARA ANAKAN BAGIAN BARATAsosiasi dalam vegetasi merupakan hubungan dua jenis mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan jenis mangrove Segara Anakan Bagian Barat dan untuk menganalisis asosiasi vegetasi mangrove Segara Anakan Bagian Barat. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan penentuan lokasi 20 stasiun dan teknik pengambilan sampel menggunakan Puposive sampling. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli 2019 di Segara Anakan Bagian Barat. Data dianalisis menggunakan deskriptif komparatif serta analisis statistik menggunakan chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan jenis mangrove pada area vegetasi mangrove Segara Anakan Bagian Barat ditemukan 15 jenis (diameter >4 cm) berkisar antara 8 ind/ha – 565 ind/ha. Hasil chisquare test dari 105 pasangan vegetasi mangrove di Segara Anakan Bagian Barat terdapat 14 pasangan yang berasosiasi, yakni 11 pasang berasosiasi positif dan 3 pasang berasosiasi negatif.The vegetation association is the vegetation relationship between two types of mangroves. This study aimsed to determine the ideal density of mangrove species in the western part of Segara Anakan and to analysis the association of mangrove vegetation in the western part of Segara Anakan. The study used survey method with 20 stations and used Purposive sampling. The study was conducted on July 2019 in the western of Segara Anakan. The datas were analyzed by descriptive comparative and ststistical analysis using chi-square. The results showed the density of mangrove vegetation in western part of Segara Anakan found 15 species (diameter > 4 cm) ranging from 8 ind/ha – 565 ind/ha. The chi-square test from 105 pairs of mangrove vegetation in the western part of Segara Anakan had 14 associations divides into 11 positive associatons and 3 pairs had negative associations.
2409627185D1A015093PENGARUH PERENDAMAN MENGGUNAKAN LARUTAN JAHE (Zingiber officinale) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING DADA AYAM NIAGA PETELUR AFKIRPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman larutan jahe terhadap kualitas fisik daging.Peubah yang diamati adalah pH, daya ikat air, susut masak, dan keempukan. Materi yang digunakan yaitu 10 ayam niaga petelur afkir dan jahe 3,75 kg. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu R0: perendaman 0%, R1: perendaman 10%, R2: perendaman 20%, R3: perendaman 30% diulang sebanyak 5 kali. Rata-rata pH perlakuan R0, R1, R2, R3 masing-masing yaitu 6,36; 6,36; 6,29; dan 6,22. Rata-rata daya ikat air perlakuan R0, R1, R2, R3 masing-masing yaitu 50,82%, 49,79%, 53,85%, dan 54,17%. Rata-rata susut masak perlakuan R0, R1, R2, R3 masing-masing yaitu 20,50%, 19,47%, 16,80%, dan 15,63%. Rata-rata keempukan perlakuan R0, R1, R2, R3 masing-masing yaitu 0,0530 mm/g/dt, 0,0594 mm/g/dt, 0,0592 mm/g/dt, dan 0,0662 mm/g/dt. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa perendaman larutan jahe dengan konsentrasi berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap ph dan keempukan, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap susut masak dan dilanjut dengan uji orthogonal polynomial, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap daya ikat air. Kesimpulan hasil penelitian, semakin meningkat konsentrasi larutan jahe pada perendaman daging dada ayam niaga petelur afkir mampu menurunkan pH, susut masak, meningkatkan keempukan tetapi daya ikat airnya tetap.This study aimed to determine the effect of soaking the ginger solution on the physical quality of meat. The variables observed were pH, water holding capacity, cooking losses, and tenderness. The material used is 10 pieces of rejected commercial laying chicken and 3,75 kg ginger. The research methods of experimental design which used Complete Randomized Design (CRD) with 4 treatments show that R0: immersion 0%, R1: immersion 10%, R2: immersion 20%, R3: immersion 30% was repeated 5 times. The meanof pH treatments R0, R1, R2, R3 were 6,36; 6,36; 6,29; and 6,22. The mean of water holding capacity treatments R0, R1, R2, R3 were 50,82%, 49,79%, 53,85%, and 54,17%. The mean of cooking losses treatments R0, R1, R2, R3 were 20,50%, 19,47%, 16,80%, and 15,63%. The meanof tenderness treatments R0, R1, R2, R3 were 0,0530 mm/g/sec, 0,0594 mm/g/sec, 0,0592 mm/g/sec, and 0,0662 mm/g/sec. The results of the variances analysis showed that the immersion of ginger solution with different concentrations had a significant effect (P<0,05) on pH and tenderness, had a very significant effect (P<0,01) on cooking losses and continued with the polynomial orthogonal test, but did not have a significant effect (P>0,05) of the water holding capacity. Conclusion of the results, the increasing concentration of ginger solution in soaking rejected commercial laying breast meat was able to reduce pH, cooking losses, increase tenderness but the water holding capacity of remained.
2409727186H1B015057Kajian Perilaku Keruntuhan Jembatan Merah Sungai Serayu Dengan Metode Analisis Time History Berdasarkan Riwayat GempaJembatan Merah Sungai Serayu merupakan jembatan peninggalan Belanda yang difungsikan sebagai jembatan kereta api pada tahun 1896 sampai 1942. Melihat kondisi jembatan yang terbilang sudah cukup tua dan akibat adanya pengalihfungsian tersebut maka dirasa perlu untuk dilakukan analisis lebih lanjut terhadap keamanan jembatan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku Jembatan Merah Serayu ketika dikenai beban diantaranya besar displacement, performance level, dan ragam shape mode sehingga dapat diketahui tingkat keamanan Jembatan Merah Serayu dalam menahan beban yang bekerja terutama terhadap beban gempa yang sekarang ini sedang banyak terjadi di Indonesia. Analisis Jembatan Merah ini berpedoman pada SNI 1725:2016 tentang pembebanan untuk jembatan sedangkan analisis beban gempa menggunakan metode time history, dimana tata cara analisis Jembatan Merah Serayu dilakukan dengan memodelkan jembatan pada software SAP 2000 dan memasukan beban linear yang ada, kemudian dilakukan optimasi terhadap profil – profil yang digunakan pada jembatan sebesar 8-9,5 kali untuk mendapatkan kondisi aman sehingga analisis time history dapat dilakukan, dimana langkah analisis time history dilakukan dengan memasukan data ground motion dari keempat station gempa yaitu El-Centro #1, El-Centro #13, Pacoima Dam, dan Sakai. Dari hasil penelitian diperoleh nilai displacement maksimum yang terjadi sebesar 0,142 m dengan drift ratio 2,191% yang mengindikasikan performance level berada pada kondisi damage control atau belum mengalami kerusakan yang berat dan belum pada ambang batas keruntuhan. Selain itu, jika dilihat dari bentuk shape mode yang terjadi didapat pergerakan tertinggi yaitu pada arah Ux pada mode 13 dengan nilai 0,486 sehingga Ux merupakan sumbu dominan akibat adanya gempa dengan arah gempa sejajar panjang jembatan.
Kata kunci: jebatan, time history, ground motion, displacement, performance level, damage control, shape mode.
The Red Serayu Bridge is a Dutch heritage bridge that functioned as a railroad bridge in 1896 to 1942. Seeing the condition of the bridge, which is reasonably old, and due to the conversion, it is necessary to conduct further analysis on the safety of the bridge. The purpose of this study was conducted to determine the behavior of the Red Serayu Bridge when subjected to loads including displacement, performance level, and shape mode variations so that it shows the level of security of the Red Serayu Bridge is holding loads that work primarily against earthquake loads which are currently occurring in Indonesia. The Red Bridge analysis is guided by SNI 1725: 2016 on loading for bridges, while the earthquake load analysis uses the time history method. The Red Bridge Serayu analysis method is done by modeling the bridge in SAP 2000 software and entering the linear load, then optimizing the profile - the profile used on the bridge is 8-9.5 times to get safe conditions to continue the time history method. The time history analysis method is done by entering ground motion data from the four earthquake stations, namely El-Centro # 1, El-Centro # 13, Pacoima Dam, and Sakai. From the research results obtained, the maximum displacement value that occurs at 0.142 m with a drift ratio of 2.191%, which indicates the performance level is in the condition of damage control or has not experienced substantial damage and has not yet reached the threshold of collapse. When viewed from the shape mode that occurs, the highest movement is obtained in the direction of Ux in mode 13 with a value of 0.486 so that Ux is the dominant axis due to the earthquake with the earthquake direction parallel to the bridge length.
Keywords: bridge, time history, ground motion, displacement, performance level, damage control, shape mode.
2409827187E1A015067PERAN BIDAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DALAM PELAYANAN KEBIDANAN (Studi di Wilayah Kerja Ikatan Bidan Indonesia Ranting Singaparna Kabupaten Tasikmalaya)ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak dalam pelayanan kebidanan di wilayah kerja Ikatan Bidan Indonesia Ranting Singaparna Kabupaten Tasikmalaya dan faktor-faktor yang cenderung berpengaruh terhadap peran bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak dalam pelayanan kebidanan di wilayah kerja Ikatan Bidan Indonesia Ranting Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ini di wilayah kerja Ikatan Bidan Indonesia Ranting Singaparna Kabupaten Tasikmalaya dengan responden sebanyak 30 (tiga puluh) orang bidan. Pengambilan sample melalui metode simpel random sampling. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode kuisioner, dokumenter dan studi kepustakaan. Pengolahan data dilakukan secara coding, editing dan tabulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak dalam pelayanan kebidanan di wilayah kerja Ikatan Bidan Indonesia Ranting Singaparna Kabupaten Tasikmalaya adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 2 (dua) indikator meliputi tingginya peran bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dalam pelayanan kebidanan dan tingginya pelayanan kesehatan anak dalam kebidanan. Faktor-faktor yang cenderung berpengaruh terhadap peran bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak dalam pelayanan kebidanan di wilayah kerja Ikatan Bidan Indonesia Ranting Singaparna Kabupaten Tasikmalaya meliputi faktor semangat kerja, faktor motivasi kerja dan faktor fasilitas kerja.

Kata Kunci : Peran bidan; Pelayanan kesehatan ibu dan anak; Semangat kerja; Motivasi kerja; Fasilitas kerja;
ABSTRACT
This study aims to determine the role of midwives in maternal and child health services in midwifery services in the area of the Indonesian Midwives Association Singaparna Branch Tasikmalaya and factors that tend to influence the role of midwives in maternal and child health services in midwifery services in the Midwives Association work area Indonesia Singapore Branch of Tasikmalaya Regency.
This research uses quantitative research methods with a sociological juridical approach, and descriptive research specifications. The location of this research is in the working area of the Singaporean Midwife Association of Indonesian Midwives, Tasikmalaya District with 30 (thirty) respondents as midwives. Taking samples through a simple random sampling method. The data used include primary data and secondary data obtained by questionnaire, documentary and literature study methods. Data processing is done by coding, editing and tabulating.
The results showed that the role of midwives in maternal and child health services in midwifery services in the working area of the Indonesian Branch of the Singapore Twigs Association of Tasikmalaya was high. This is evidenced by the results of research on 2 (two) indicators including the high role of midwives in maternal health services in midwifery services and high child health services in midwifery. Factors that are likely to influence the role of midwives in maternal and child health services in midwifery services in the work area of the Indonesian Midwives Association Singapore Branch Tasikmalaya include work morale, work motivation and work facilities.

Keywords: Role of midwives; Maternal and child health services; Spirit at work; Work motivation; Work facilities;
2409927188L1A015029POTENSI EKONOMI HUTAN MANGROVE SEGARA ANAKAN BAGIAN BARATPerhitungan nilai ekonomi hutan mangrove yang merupakan suatu upaya untuk melihat manfaat dan biaya dari sumberdaya dalam bentuk monometer yang lebih mempertimbangkan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat hutan mangrove dan nilai dari manfaat hutan mangrove di Segara Anakan Bagian Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dan wawancara langsung dengan responden. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli 2019 di Segara Anakan Bagian Barat. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk manfaat hutan mangrove dan analisis kuantitatif untuk nilai manfaat hutan mangrove. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai manfaat langsung perikanan tangkap, perikanan budidaya dan pemanfaatan hasil hutan mangrove sebesar Rp. 96.232.281.513,00. Manfaat tidak langsung adalah manfaat hutan mangrove sebagai penyimpanan karbon dan penyedia nutrisi untuk keseimbangan ekosistem memiliki nilai sebesar Rp. 234.493.267,00. Manfaat pilihan sebesar Rp. 253.844.498,00 dan manfaat keberadaan sebesar Rp. 846.625.300,00. Total nilai dari hutan mangrove segara anakan bagian barat sebesar Rp. 97.567.244.579,00.Calculation of economic value of mangrove forest which is an effort to see the benefits and costs of resources in the from of monometer that better consider the environment. The research aimed to determine the benefits of mangrove forests and benefits value of mangrove forests in the Western Segara Anakan. The study used a survey method and direct interviews with respondents. The study was conducted on July 2019 in the western of Segara Anakan. The research analysis used descriptive analysis for the benefits and quantitative analysis for benefits of mangrove forests. The results showed that the direct use value of capture fisheries, aquaculture and utilization of mangrove forest reached IDR 96.232.281.513,00. Indirect use value mangrove benefit as deposit carbon and nutrition providers reached IDR 234.493.267,00. Option value was IDR 253.844.498,00; and existense value was IDR 846.625.300,00. The total value of the western part of the Segara Anakan mangrove forest was IDR 97.567.244.579,00.
2410027190H1D015011RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BANYUMAS BERBASIS WEB Aplikasi Program Sistem Informasi Kepegawaian (SIK) adalah suatu program yang dibuat untuk menjawab beberapa tantangan yang akan terjadi pada administrasi kepegawaian di Indonesia pada masa yang akan datang, tujuannya adalah untuk membantu dalam pengelolaan informasi data kepegawaian yang dapat menghasilkan data yang valid, terintegrasi dan mutakhir. Tujuan Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas menerapkan program tersebut untuk memberikan informasi kepegawaian yang valid, transparan dan profesional kepada Pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas. Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas juga menganggap program SIK sebagai suatu wadah bagi aparatur yang ingin mengetahui informasi-informasi kepegawaian dalam satu sistem. Ketika program SIK ini tidak diterapkan akan memunculkan dampak yang dapat mengganggu kestabilan informasi dan jika masih memakai cara manual akan meyebabkan arsip-arsip di Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas terancam hilang jika terjadi kebakaran dan faktor ancaman lain, serta menyebabkan kinerja pegawai Dinas Perhubungan menjadi tidak efektif dan efesien. Sistem ini dibuat dengan menggunakan metode pengembangan Waterfall, bahasa pemrograman PHP, dan pengelolaan data menggunakan MySQL.The application of staffing information system is a program that created to conquer the chalenges in the officer administration of Indonesia in the future. It is aimed to help the data management in order to get the valid, integrated and up to date information. The purpose of applying the program in Department of Transportation in Banyumas Regency is to give the valid, transparent, and professional information about officer to the officer of Department of Transportation in Banyumas Regency. They assume that the program can be a medium for the apparatus who want to know the officer informations in one system. When the program is not applied, there will be the impacts that will destabilize the information. If it still using manual system it may be caused the archives will be lost if only the flaming or the other risk factors happen. It is also will make the performance of the officer will be ineffective and inefficient. This system is created by using the waterfall development, PHP programming language, and data management use MySQL