Artikelilmiahs
Menampilkan 23.921-23.940 dari 50.303 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 23921 | 27033 | A1D015227 | Kajian Formula Nutrisi dan Media Tanam Terhadap Hasil dan Kualitas Tanaman Selada (Lactuca sativa L) Secara Hidroponik Rakit Apung | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formula nutrisi, media tanam dan interaksi antara formula nutrisi dan media tanam terhadap kualitas hasil tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian dan Laboratorium Teknologi Pangan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu formula nutrisi terdiri dari lima taraf yaitu 7,5%N, (AB mix), formula modifikasi 6 %N, 7,5%N, 9%N, dan 10,5 %N. Faktor kedua yaitu media tanam yang terdiri dari dua macam, cocopeat dan cocopeat + zeolit. Variabel pengamatan meliputi bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot akar segar, bobot akar kering, jumlah daun, luas daun, uji organoleptik (rasa, kerenyahan, warna daun), kandungan vitamin C dan kandungan serat. Data dianalisis dengan uji F (ANOVA) dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan formula nutrisi terbaik yaitu formula nutrisi dengan 9%N memberikan hasil yang sama dengan AB mix terhadap bobot tajuk segar 44,40 g tanaman-1, bobot akar segar 4,09 g tanaman-1, dan warna daun yang hijau. Media tanam cocopeat + zeolit menghasilkan bobot tajuk segar 44,67 g tanaman-1, bobot tajuk kering 2,18 g tanaman-1, bobot akar segar 4,29 g tanaman-1, bobot akar kering 0,26 g tanaman-1, jumlah daun 11,9 helai tanaman-1 dan warna daun yang hijau. Pengaruh interaksi formula nutrisi dan media tanam dijumpai pada hasil bobot tajuk segar, bobot tajuk kering dan bobot akar segar. Kombinasi terbaik ditunjukkan pada formula nutrisi dengan 9% N dengan media cocopeat + zeolit dengan hasil 61,29 g tanaman-1. | The research aimed to find out the effect of nutrient formula, planting media and interaction between nutrient formula and planting media on the yield and quality of lettuce in floating hydroponics system. Research has been carried out at Screen House and Food Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, from March until May 2019. This research used a Randomized Completely Block Design (RCBD) with two factors, namely nutrient formula 7.5 % N (AB mix), formula modificated 6% N, 7.5% N, 9% N, and 10.5% N. The second factor was planting media cocopeat and cocopeat + zeolite. Observation variables included: fresh shoot weight, dry shoot weight, fresh root weight, dry root weight, number of leaves, leaf area, organoleptic test (leaf color, flavor, crispness), vitamin C content and fiber content. Data were analyzed by F test (ANOVA) and further testing with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) with an error rate of 5%. The results showed of various types the best nutrient formula with 9% N show the same result with AB mix, produce a fresh shoot weight of 44.40 g plant-1, fresh root weight 4.09 g plant-1, and a green leaf color. The planting media cocopeat + zeolite produced a fresh shoot weight of 44.67 g plant-1, Dry shoot weight 2.18 g plant-1, fresh root weight 4.29 g plant-1, dry root weight 0.26 g plant-1, the number of leaves 11.9 leaf plant-1 and green leaf color. The application of nutrient formula and planting media found in fresh shoot weight, dry shoot weight and fresh root weight. Best combination treatment was shown by nutrient formula with 9% N with a planting media cocopeat + zeolite with result 61,29 g plant-1. | |
| 23922 | 27034 | L1C015042 | Karakteristik Suhu Permukaan Laut (SPL) pada Siklon Tropis Anggrek dan Kaitannya dengan Sebaran Klorofl-a di Perairan Samudera Hindia Barat Sumatera | Siklon tropis menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya pengadukan vertikal yang menyebabkan meningkatnya kesuburan perairan. Penelitian mengenai dampak siklon tropis terhadap konsentrasi klorofil-a di perairan Samudera Hindia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dan pengaruh siklon tropis Anggrek terhadap sebaran klorofil-a di perairan Samudera Hindia Barat Sumatera. Data yang digunakan berupa data bulanan September – Desember 2009, 2010 dan 2011, data mingguan serta data harian angin, suhu permukaan laut dan klorofil-a pada 30 Oktober – 5 November tahun 2009, 2010 dan 2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi data spasial dan temporal angin, suhu permukaan laut dan klorofil-a. Analisis data bulanan dan mingguan menunjukkan daerah yang dilalui siklon tropis Anggrek mengalami peningkatan suhu permukaan laut dan sebaran klorofil-a. Variasi suhu permukaan laut pada fase siklon tropis Anggrek meningkat dari fase normal dengan nilai rata-rata sebesar 28℃ . Sementara, nilai konsentrasi rata-rata sebaran klorofil-a mengalami peningkatan pada fase siklon tropis Anggrek menjadi 0.1 mg/m3 dari fase normalnya. | Tropical cyclone become one of the trigger factor of vertical stirring which causes increased water fertility. Research on the impact of tropical cyclone on the concentration of chlorophyll-a in the waters of the Indian Ocean is still limited. The study aims to determined the impact and influence of tropical cyclone Anggrek against chlorophyll-a distribution in the waters of the West Indian Ocean of Sumatra. Data used in the form of monthly data September – December 2009, 2010 and 2011, weekly data and daily data of wind, sea level temperature and chlorophyll-A on October 30 – November 5, 2009, 2010 and 2011. The method used in this study is observation of spatial and temporal data of winds, sea level temperature and chlorophyll-A. The monthly and weekly data analysis showed the areas that tropical cyclone Anggrek traveled has experienced an increase in sea level temperatures and distribution of chlorophyll-A. Tropical cyclone phases has increased sea level temperature and chlorophyll-A from the normal phases to an average value of 28℃. Meanwhile, the average concentration value of chlorophyll-A has increased in tropical cyclone Anggrek phase to 0.1 mg/m3 from its normal phase. | |
| 23923 | 27042 | E1A015187 | TEKNIK PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA SUAP DANA RENCANA ANGGARAN DAN PENDAPATAN BELANJA NEGARA PERUBAHAN (RAPBNP) TAHUN 2018 (Studi Kasus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi IX) | Kondisi bangsa Indonesia yang saat ini terpuruk disebabkan karena banyaknya permasalahan bangsa. Salah satu permasalahan utama yang menyebabkan kondisi Indonesia memburuk adalah tindak pidana korupsi. Penyebab seseorang melakukan suatu tindak pidana korupsi yaitu penyalahgunaan wewenang, kesempatan atau sarana yang ada pada pelaku karena suatu kedudukan yang dimiliki oleh orang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dalam mengungkap tindak pidana penyuapan Dana Rencana Anggaran Dan Pendapatan Belanja Perubahan (RAPBNP) Tahun 2018 dan kendala penyidik dalam mengungkap kasus tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dalam mengungkap tindak pidana penyuapan Dana Rencana Anggaran Dan Pendapatan Belanja Perubahan (RAPBNP) Tahun 2018 yaitu adanya laporan dari masyarakat terkait adanya tindak pidana penyuapan yang dilakukan oleh Amin Santono. Penyelidik langsung melakukan penyelidikan untuk menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup. Langkah selanjutnya penyelidik melakukan penyelidikan tertutup dalam mengungkap tindak pidana penyuapan yang bermuara pada operasi tangkap tangan di salah satu rumah makan di Bandara Halim Perdana Kusuma dengan bukti uang sejumlah Rp 400.000.000,00. | The recent disastrous condition of Indonesia experienced is caused by the nation’s issues. One of them is corruption. Someone can do it by abusing their authority, opportunities or any means available due to the position of said person. The research aims to find out the investigator’s technique of Corruption Eradication Commission in unveiling criminal act of bribery towards 2018 State Budget Draft (RAPBNP) and investigator’s obstacles in unveiling the case. Socio-legal approach is implemented within the specification of descriptive research. Primary and secondary data is applied in the research. The primary data is taken from interview through an informant and the secondary data is studied through references. The data is then organized and analyzed with a qualitative method and provided in systematical analysis. The result shows that the technique of the investigator of Corruption Eradication Commission in revealing the criminal act of bribery towards 2018 State Budget Draft is a report of citizens suggesting there is a criminal act of bribery done by Amin Santono. The investigators immediately conduct an investigation to find two pieces of evidences in early investigation. The next step is for the investigator to conduct a closed investigation in disclosing the case resulting in a sting operation of capturing the suspect in one of the restaurants at Halim Perdana Kusuma Airport with Rp 400.000.000,00 in cash as a piece of evidence. | |
| 23924 | 27035 | L1C015020 | KARAKTERISTIK BANJIR PASANG SURUT SEBAGAI DASAR PENENTUAN LEBAR JALUR HIJAU PESISIR CILACAP | Pesisir Kabupaten Cilacap berpotensi terkena dampak kenaikan muka air laut. Dampak utama yang diakibatkan oleh kenaikan muka air laut adalah terjadinya banjir pasang surut. Banjir pasang surut berpotensi mengakibatkan penggenangan air laut yang berdampak pada degradasi lahan, sehingga diperlukan suatu tindakan untuk menanggulangi maupun mengurangi dampak yang ditimbukan oleh hal tersebut dengan pembuatan jalur hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pasang surut, pola kenaikan muka air laut, potensi genangan banjir pasang surut serta lebar jalur hijau sebagai penyangga wilayah Pesisir Cilacap. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survei. Data utama yang dibutuhkan adalah data pasang surut, Digital Elevation Model (DEM) Cilacap tahun 2014, dan peta rupabumi Indonesia. Berdasarkan hasil dari penelitian ini diketahui bahwa kenaikan muka air laut di Pesisir Cilacap antara 1,770 m hingga 1,883 m. Luas genangan banjir pasang surut yang terjadi adalah 244,99 ha. Nilai HHWL tertinggi yang digunakan untuk membuat genangan banjir pasang surut dalam penelitian ini sebesar 2.996 m. Karakteristik pasang surut perairan Pesisir Cilacap adalah campuran condong harian ganda. Dengan nilai Formhzal sebesar 0,42 .Sedangkan luasan jalur hijau optimal Pesisir Cilacap sebesar 292,75 ha. | The coastal of Cilacap has been impacted potentially by sea level rise. The main impact of sea level rises is tidal floods. The impact of tidal floods is sea water flooding which give impacts land degradated which is reduced by developing of green belt. The study is to know the tidal characteristics, sea level rise, potential of tidal flood and green belt width as a buffer of coastal area of Cilacap. The method used the survey method. The main data required is tidal data (2018) , the Digital Elevation Model (DEM) Cilacap (2014), and RBI (2018). The results of this research, it is known that the sea level rise in Cilacap between 1,770 m until 1,883. The tidal flood area reached 244,99 ha. The highest of HHWL value to reached 2,996 m. The tidal characteristic of Cilacap is mixed tide prevailing semidiurnal. With The Formhzal reached 0.42. The optimalled of green belt of Cilacap is 292,75 ha. | |
| 23925 | 27036 | E1A015156 | PENYIDIKAN DALAM PENYUAPAN FASILITAS MEWAH DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN SUKAMISKIN (Studi Kasus Di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin) | Korupsi adalah masalah dalam perekonomian bagi setiap bangsa didunia, dimana di Indonesia sendiri, kejahatan tindak pidana korupsi sudah merupakan kejahatan yang luar biasa, sehingga penanganannya memerlukan upaya khusus, baik dari proses peradilannya maupun dari penegak hukumnya. Di Indonesia kewenangan penyidikan tindak pidana korupsi dimiliki oleh 3 instansi penegak hukum yaitu Kepolisian, Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Tahap penyidikan merupakan salah satu bagian penting dari tahap yang harus dilalui untuk menuju suatu pembuktian tindak pidana korupsi dan akan menghasilkan putusan yang mampu mendekati kebenaran materiil. Oleh sebab itu keberadaan tahap penyidikan tidak bisa dilepaskan dari adanya ketentuan perundangan yang mengatur tindak pidana korupsi yang penyidikannya dilakukan oleh KPK yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang sistematis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus korupsi terlebih lagi kasus operasi tangkap tangan merupakan kewenangan KPK untuk melaksanakan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan. Hambatan yang ditemui adalah ada pada faktor hukumnya yang tidak mengatur dengan jelas jangka waktu penyidikan yang dilakukan oleh KPK dan budaya hukum dimana masih banyak aparat penegak hukum yang dengan semena-mena menggunakan jabatannya untuk keuntungan pribadi. | Corruption is a problem in the economy of every nation in the world, where in Indonesia itself, crime of corruption have become extraordinary crimes, so handling them requires special efforts, both from the judicial process and from law enforcement. In Indonesia the authority to investigate criminal acts of corruption belongs to three law enforcement agencies namely the Police, Attorney General and Indonesia’s Corruption Eradication Commission. The investigation stage is one of the important parts of the stage that must be passed to get to a proof of corruption and will produce a decision that is able to approach the material truth. Therefore, the existence of the investigation stage cannot be separated from the existence of statutory provisions governing criminal acts of corruption whose investigation was carried out by Indonesia’s Corruption Eradication Commissionas stipulated in Law Number 30 of 2002 concerning the Corruption Eradication Commission. The research method used is sociological juridical with descriptive research specifications. The data used in this study are primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews with informants, while secondary data were obtained from literature studies. The data obtained is then processed and analyzed using qualitative methods and presented in the form of a systematic description. The results of the study indicate that the corruption cases, moreover cases of arrestoperations are the authority of Indonesia’s Corruption Eradication Commissionto carry out investigations, inquiries, and prosecutions. The obstacles encountered were legal factors that did not clearly regulate the duration of investigations conducted by Indonesia’s Corruption Eradication Commissionand thelegal culture in which there were still many law enforcement officers who arbitrarily used their positions for personal gain. | |
| 23926 | 27037 | C1C015053 | Determinan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Mnuara Enim | Penyebab utama tingginya kasus korupsi yang terjadi di sekolah di sebabkan oleh rendahnya tingkat akuntabilitas laporan keuangan sekolah. Laporan keuangan pengelolaan dana BOS sudah seharusnya di sajikan secara akuntabel. Permasalahan yang muncul terkait akuntabilitas laporan keuangan pengelolaan dana BOS disebabkan karena kurangnya transparansi laporan keuangan pihak sekolah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan akuntabilitas pengelolaan dana bantuan operasiona sekolah (BOS) di sekolah menengah pertama di kabupaten Muatra Enim. Penelitian ini merupakan penelitian kauntitatif dengan pendekatan deskriptif yang menggunakan metode sampling pada sekolah menengah pertama di kabupaten Muara Enim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetauhi pengaruh transparansi, partisipasi stakeholder , dan kualitas SDM terhadap laporan keuangan pengelolaan dana bantuan operasiona sekolah (BOS) di kabupaten Muara Enim. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh sekolah menengah pertama (SMP) yang terdaftar di dinas pendidikan di kabupaten Muara Enim sebanyak 136 sekolah. Jumlah Jumlah sampel penelitian adalah 60 sekolah, dimana penentuan sampel menggunakan teknik sampling purposive dan dipadukan dengan nonprobability sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1. Transparansi laporan keuangan berpengaruh positif terhadap akuntabilitas laporan keuangan dana BOS. 2. Partisipasi stakeholder berpengaruh positif terhadap akuntabilitas laporan keuangan dana BOS. 3. Kualitas SDM berpengaruh positif terhadap akuntabilitas laporan keuangan dana BOS. | The main cause of the high cases of corruption that occur in schools is caused by the low level of accountability of school financial reports. The BOS financial management financial report should be presented accountably. Problems that arise related to accountability of financial statements managing BOS funds are caused by the lack of transparency of the financial statements of the school. The main objective of this study was to determine the determinants of accountability for managing school operational assistance (BOS) funds in junior high schools in Muatra Enim district. This research is a quantitative study with a descriptive approach that uses a sampling method in junior high schools in Muara Enim district. The purpose of this study is to examine the effect of transparency, stakeholder participation, and quality of human resources on the financial statements of the management of school operational assistance (BOS) funds in Muara Enim district. The population in this study were all junior high schools (SMP) registered at the education office in Muara Enim district totaling 136 schools. Total The number of research samples is 60 schools, where the determination of the sample using purposive sampling techniques and combined with nonprobability sampling. The results of this study indicate that: 1. Transparency of financial statements has a positive effect on the accountability of BOS funds financial statements. 2. Stakeholder participation has a positive effect on the accountability of BOS financial statements. 3. HR quality has a positive effect on the accountability of BOS financial statements. | |
| 23927 | 27038 | C1A014102 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG TOKO PAKAIAN (STUDI KASUS PASAR BARU KOTA BEKASI) | Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh variabel tingkat pendidikan, lama usaha, modal, jam kerja dan lokasi usaha terhadap pendapatan pedagang toko pakaian di Pasar Baru kota Bekasi dan Untuk mengetahui variabel yang berpengaruh dominan terhadap pendapatan pedagang toko pakaian di Pasar Baru kota Bekasi. Analisis data yang diginakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen menggunakan regresi berganda,uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Jumlah variabel yang diguakan dalam penelitian ini adalah 5 variabel, yaitu pendidikan, lama usaha, modal, jam kerja dan lokasi usaha sebagai variabel dependen. Jenis data dalam Penelitian ini dilakukan menggunakan metode wawancara dan pengisian kuisioner yang dilakukan kepada pedagang pakaian di pasar Baru kota Bekasi Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan, lama usaha, modal, jam kerja dan lokasi secara simultan berpengaruh terhadap pendapatan pedagang pasar baru Bekasi. Dan hasil uji t diketahui bahwa variabel tingkat pendidikan, lama usaha dan lokasi berpengaruh negati terhadap pendapatan pedagang pasar baru Bekasi, sedangkan variabel modal dan jam kerja berpengaruh positif terhadap pendapatan pedagang pasar baru Bekasi. Penelitian ini memberikan beberapa implikasi yaitu para pedagang pakaian di pasar Baru bekasi perlu memperhatikan faktor modal dan jam kerja. Variabel modal dan jam kerja memiliki pengaruh positif terhadap pendapatan para pedagang toko pakaian di pasar Baru Bekasi. Maka dari itu apabila pedagang ingin meningkatkan pendapatannya, pedagang fokus kepada dua aspek tersebut. Para pedagang perlu menambah modal agar barang yang diperjual belikan semakin bertambah. Selain modal para pedagang yang memilki jam kerja sedikit harus menambahkan jam kerja agar pendapatan yang diperoleh semakin besar. Namun demikian jam kerja menjadi variabel paling dominan, maka dari itu apabila pedagang ingin meningkatkan pendapatanya maka terlebih dahulu memprioritaskan jam kerja dengan cara menambah lama waktu operasional toko. Responden bisa mensiasati dengan cara menutup toko lebih lama atau membuka lebih cepat dibandingakan dengan pesaingnya. Namun demikian apabila cara ini kurang efektif bisa menggunakan media lain seperti media online. | The purpose of this study was to determine the effect of the variable level of education, business length, capital, working hours and business location on the income of clothing store traders in Pasar Baru, Bekasi City and to find out the variables that had a dominant effect on clothing store merchant income in Pasar Baru, Bekasi. Data analysis is used to determine the effect of independent variables on the dependent variable using multiple regression, classic assumption tests and hypothesis testing. The number of variables used in this study are 5 variables, namely education, business duration, capital, working hours and business location as the dependent variable. The type of data in this study was conducted using the interview method and filling out the questionnaire conducted to the clothing traders in the Bekasi New Market Based on the results of the analysis show that the variables of education level, length of business, capital, working hours and location simultaneously affect the income of new Bekasi market traders. And the t-test results are known that the variable level of education, length of business and location have a negative effect on the income of new Bekasi market traders, while the variable capital and working hours have a positive effect on the income of new Bekasi market traders. This research has several implications, namely clothing traders in the New Bekasi market need to pay attention to the capital and working hours factor. Variable capital and working hours have a positive influence on the income of clothing store traders in the Bekasi New market. Therefore if a trader wants to increase his income, the trader focuses on these two aspects. The traders need to increase capital so that the goods traded are increasingly increasing. In addition to the capital of traders who have little working hours must add working hours so that the income earned is greater. However, working hours become the most dominant variable, therefore if a trader wants to increase his income, prioritizing working hours must be prioritized by increasing the length of time the store operates. Respondents can anticipate by closing the store longer or opening faster than their competitors. However, if this method is less effective, it can use other media such as online media. | |
| 23928 | 27052 | A1D015172 | PENGARUH PEMBERIAN BIOURIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG SEMI | Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh dosis biourin kelinci yang baik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi, (2) mengetahui varietas jagung yang baik untuk pertumbuhan dan hasil jagung semi, (3) mengetahui dan mendapatkan kombinasi varietas jagung dan dosis biourin kelinci yang baik untuk pertumbuhan dan hasil jagung semi.Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Mei 2019 di Experimental Farming Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian berupa percobaan lapang dengan rancangan perlakuan faktorial 3x3. Faktor pertama adalah dosis biourin kelinci yaitu 0, 3000 dan 6000 liter/ha. Faktor kedua adalah varietas jagung yaitu Bisi-2, Kumala-F1 dan Bonanza-F1. Kombinasi dialokasikan pada Rancangan Acak Kelompok Lengkap 3 ulangan. Variabel pengamatan terdiri dari varibel pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, biomassa tanaman, variabel kualitas hasil yaitu panjang, bobot tongkol berkelobot dan tanpa kelobot, variabel kualitas hasil yaitu diameter tongkol, kadar gula, tingkat kekerasan tongkol dan indeks sampah. Data hasil penelitian dianalis dengan analisis varian. Apabila hasil analisis menunjukkan keragaman maka dilakukan uji lanjut menggunakan Student Newman Keuls taraf kesalahan 5%. Hasil analisis ragam, menunjukkan bahwa biourin kelinci tidak berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan, hasil dan kualitas hasil jagung semi. Varietas memiliki pertumbuhan, hasil dan kulitas hasil jagung semi yang berbeda dilihat dari jumlah daun dan biomassa tanaman, panjang tongkol berkelobot dan kadar gula. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara biourin kelinci dan macam varietas terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas hasil jagung semi. | The research aims to (1) know the effect of rabbits biourin dosage on the growth, yield and quality of baby corn (2) find out the best varieties for growth, yield and quality of baby corn (3) to find out and obtain the best combination of corn varieties and rabbits biourin dosage rabbits .The research was conducted at Experimental Farming Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, on January - May , 2019. The researchs was in the form of a field experiment with a 3x3 factorial treatment design. The first factor was the dose of rabbits biourin that is 0, 3000 and 6000 liters / ha. The second factor is corn varieties that is Bisi-2, Kumala-F1 and Bonanza-F1. Combinations are allocated with a Complete Randomized Group Design with 3 reiteration. Observation variables consisted of growth variables including plant height, sum of leaves, plants biomass , yield variables are length, weight of cobs cornhusk and without cornhusk, yield quality variable the babycorn include diameter of cob, glucoses level, hardness cob and lees index. If the treatment differs significantly, it will require further testing by means of Student Newman Keuls at the level of 5%.The results of analysis variance showed that rabbits biourin had no significant effect on the variables of growth, yield and yield quality of baby corn. Varieties have different growth, yields and quality of yields as seen from the sum of leaves and plant biomass, the length of the cob and glucoses level. The analysis of variance showed that there was no interaction between rabbit biourin and varieties on the growth, yield and quality of babycorns yields. | |
| 23929 | 27039 | I1A015085 | POLA PENYEBARAN KASUS TUBERKULOSIS PARU PADA ANAK USIA 0-14 TAHUN BERDASARKAN FAKTOR DEMOGRAFI DAN FAKTOR LINGKUNGAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013-2017 | Latar Belakang: Gumelar merupakan wilayah dengan angka temuan kasus tuberkulosis paru pada anak sebanyak 36 kasus pada tahun2013-2017 Dibutuhkan pemetaan kasus penyakit guna menanggulangi penyakit berbasis wilayah. Tujuan: Mengetahui sebaran kasus tuberkulosis paru pada anak usia 0-14 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gumelar Kabupaten Banyumas Tahun 2013-2017. Metode: Jenis penelitian adalah epidemiologi deskriptif dengan studi ekologi. Sampel penelitian adalah seluruh kasus tuberkulosis paru pada anak usia 0-14 tahun 2013-2017 yang terdata di Puskesmas Gumelar Analisis: analisis univariat dan spasial (nearest neighbour index, overlay dan buffer) Hasil Penelitian: Pola sebaran kasus tuberkulosis paru pada anak usia 0-14 tahun adalah acak (random). Kasus ditemukan pada kelompok laki-laki dan perempuan, dan usia anak-anak, status gizi kurang 94,4%, tingkat pendapatan orang tua rendah 69,4%, riwayat kontak TB dewasa 100%, riwayat imunisasi BCG 97,2%, 9 PKD (81,8%), 1 Pustu (9,1%), 1 Puskesmas (9,1%). Kasus juga ditemukan pada radius 1-10 km dari Puskesmas. Serta kepadatan penduduk sedang sebanyak 6 desa (60%). Kesimpulan: Pola Penyebaran kasus tuberkulosis paru pada anak usia 0-14 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gumelar Kabupaten Banyumas Tahun 2013-2017 adalah acak,penderita berstatus gizi kurang, pernah mengalami kontak TB dewasa. | Background: Gumelar was sub-district with 36 cases pulmonary tuberculosis in children on 2013-2017. It is important to conduct spatial analysis of cases distribution based on environmental risk factors. Objective:This find out the patterndistribution of pulmonary tuberculosis cases in children aged 0-14 years in the work area of Gumelar Healthcare Center Banyumas Regency in 2013-2017. Method: This research was descriptive epidemiology with an ecological study design. The sample were cases of pulmonary tuberculosis in children aged 0-14 years 2013-2017 recorded in the Gumelar Healthcare Center. Analysis: Univariate and spatial analysis (nearest neighbour index, overlay and buffer) Results: The distribution pulmonary tuberculosis in children aged 0-14 years in the is random. Cases were found male and female, and the age of children. The results that poor nutritional (of 94.4%), low income level of parents (69.4%), adult contact TB (100%), BCG immunization 97.2%, 9 PKD (81.8%), 1 Pustu (9, 1%), 1 healthcare center (9.1%). Cases found in a radius of 1-10 km around health center, population density of 6 villages (60%). Conclusion: The distributionpattern pulmonary tuberculosis cases of children aged 0-14 years based on demographic factor and environmental factor in the working area of Gumelar healthcare center Banyumas regency in 2013-2017 is random, patient with malnutrition, has experienced adult TB contact. | |
| 23930 | 27040 | C1L015035 | PENGARUH BUDAYA SEKOLAH, FASILITAS BELAJAR, DAN KESIAPAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMP ISLAM WALISONGO KEMBARAN | Abstraks Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya sekolah, fasilitas belajar, dan kesiapan belajar terhadap prestasi belajar siswa SMP Islam Walisongo Kembaran. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII dan VIII SMP Islam Walisongo Kembaran sebanyak 111 siswa. Teknik pengambilan sampling yaitu proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 87 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, kuesioner, dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda, koefisien determinasi, uji F, uji t. Hasil penelitian yaitu: (1) terdapat pengaruh budaya sekolah terhadap prestasi belajar siswa SMP Islam Walisongo Kembaran, dibuktikan dengan nilai thitung 2,944 > nilai ttabel 1,663. (2) terdapat pengaruh fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa SMP Islam Walisongo Kembaran, dibuktikan dengan nilai thitung 5,149 > nilai ttabel 1,663. (3) terdapat pengaruh kesiapan belajar terhadap prestasi belajar siswa SMP Islam Walisongo Kembaran, dibuktikan dengan nilai thitung 8,322 > nilai ttabel 1,633. Nilai koefisien determinasi (R2) kontribusi variabel budaya sekolah, fasilitas belajar, dan kesiapan belajar sebesar 72,7%, sedangkan 27,3% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kata kunci: budaya sekolah, fasilitas belajar, kesiapan belajar, prestasi belajar | Abstract This reaseach is a type of quantitative study using survey method, which aims to determine the effect of school culture, learning facilities, and learning readiness toward student’s learning achievement of SMP Islam Walisongo Kembaran. The populations of the study were all students of class VII and VIII SMP Islam Walisongo Kembaran as many as 111 students. The sampling technique was proportionate stratified random sampling with a total sample of 87 respondent. data were collected by observations, interviews, questionnaires, and analyzed by multiple linear regression analysis, coefficient determination, F test and t-test. The results of the study showed that: 1) School Culture has a positive effect on social science learning achievement, it was proved by 2,944 > 1,663. 2) Learning facilities has a positive effect on social science learning achievement, it was proved by 5,149 > 1,663. 3) Learning readiness has a positive effect on social science learning achievement, it was proved by 8,322 > 1,663. Value of coefficient determination, contribution of variables school culture, learning facilities, and learning readiness was 72,7%, while the other 27,3% were influenced by other variables not examined. Keywords: school culture, learning facilities, learning readiness, learning achievement. | |
| 23931 | 28809 | D1A016223 | BIAYA PAKAN, BIAYA OBAT, DAN R/C RASIO AYAM BROILER DENGAN PAKAN NON ANTIBIOTIC GROWTH PROMOTERS PADA KANDANG TERBUKA DI WILAYAH YANG BERBEDA | Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis biaya pakan, biaya obat, dan R/C rasio ayam broiler yang diberi pakan NAGP karena pengaruh perbedaan wilayah (Kabupaten Banyumas, Purbalingga dan Cilacap) pada kandang terbuka. Rancangan penelitiannya menggunakan GLM (Generalize Linier Modelin), data yang diperoleh dianalisis menggunakan Univariate One Way Analysis of Variance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis deskriptif, terdapat perbedaan antara biaya pakan, biaya obat dan R/C rasio di wilayah Banyumas, Purbalingga dan Cilacap. Hasil analisis stastistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata antara biaya pakan dan biaya obat, tetapi terdapat perbedaan yang sangat nyata antara R/C rasio di wilayah Banyumas, Purbalingga dan Cilacap. Hasil analisis rataan biaya pakan per ekor dari yang terendah hingga tertinggi (Tabel 1) secara berturut-turut yaitu wilayah Purbalingga Rp. 31.216 ± 5.146, wilayah Banyumas Rp. 32.364 ± 5.573, dan wilayah Cilacap Rp. 34.105 ± 6.549. Rataan biaya obat per ekor dari yang terendah hingga tertinggi (Tabel 2) secara berturut-turut yaitu wilayah Cilacap Rp. 216 ± 100, wilayah Purbalingga Rp. 295 ± 144, dan wilayah Banyumas Rp. 326 ± 173. Rataan R/C rasio dari yang terendah hingga tertinggi (Tabel 3) secara berturut-turut yaitu wilayah Cilacap sebesar 0,55 ± 0,41, wilayah Purbalingga sebesar 1,01 ± 0,24, dan wilayah Banyumas sebesar 1,07 ± 0,11. | The purpose of this study was to analyze the cost of feed, drug costs, and R/C ratio of broiler chickens fed with NAGP due to the influence of regional differences (Banyumas, Purbalingga and Cilacap districts) in open cages. The research design uses GLM (Generalize Linear Modelin), the data obtained are analyzed using Univariate One Way Analysis of Variance. The results showed that based on descriptive analysis, there were differences between feed costs, drug costs and R/C ratios in the Banyumas, Purbalingga and Cilacap regions. Statistical analysis results show that there is no significant difference between the cost of feed and drug costs, but there is a very significant difference between the R/C ratio in the Banyumas, Purbalingga and Cilacap regions. The results of the analysis of the average cost of feed per head from the lowest to the highest (Table 1) in a row ie Purbalingga region Rp. 31,216 ± 5,146, Banyumas area Rp. 32,364 ± 5,573, and the Cilacap region Rp. 34,105 ± 6,549. The average cost of drugs per head from the lowest to the highest (Table 2) in a row that is the Cilacap region Rp. 216 ± 100, Purbalingga area Rp. 295 ± 144, and the Banyumas area Rp. 326 ± 173. The average R/C ratio from the lowest to the highest (Table 3) in a row is Cilacap area of 0,55 ± 0,41, Purbalingga area of 1,01 ± 0,24, and Banyumas area of 1,07 ± 0,11. | |
| 23932 | 28648 | K1C015059 | PENENTUAN PREKURSOR GEMPA BUMI BERDASARKAN ANALISIS ANOMALI MEDAN MAGNET BUMI AKIBAT EMISI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK SINYAL ULTRA LOW FREQUENCY DI STASIUN BMKG TONDANO | Gempa bumi merupakan peristiwa bergetarnya bumi yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan di kerak bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba. Berdasarkan USGS earthquake catalog, terdapat 41 kejadian gempa bumi sepanjang tahun 2018 pada radius ±400 km dari stasiun pengamatan BMKG Tondano. Akibat dari kejadian gempa bumi tersebut banyak masyarakat yang mengalami kerugian. Untuk meminimalisir terjadinya gempa bumi maka dilakukan pengamatan terhadap tanda-tanda awal (onset time) sebelum terjadinya gempa bumi atau disebut prekursor gempa bumi. Analisis tanda-tanda awal (onset time) sebelum terjadinya gempa bumi dapat dilakukan dengan mengamati perubahan amplitudo anomali medan magnet bumi komponen vertikal (Z) dan komponen horizontal (H) akibat emisi gelombang elektromagnetik pada spektrum frekuensi rendah (Ultra Low Frequency). Penelitian ini dianalisis menggunakan metode polarisasi power rasio (Z/H). Metode ini mampu menunjukkan kapan (onset time), dimana (arah azimuth) dan seberapa besar magnitudo gempa bumi yang akan datang. Pada tahap Fast Fourier Transform (FFT) data medan magnet harian bumi diubah dari domain waktu menjadi domain frekuensi. Selanjutnya dilakukan power spektrum dengan menginjeksikan frekuensi rentang 0,012-0,022 Hz terhadap data medan magnet bumi. Power spektrum ini bertujuan untuk menunjukkan amplitudo anomali medan magnet bumi yang dapat dianalisis sebagai onset time prekursor gempa bumi. Kemudian dilakukan validasi antara epicenter gempa bumi, indeks Dst dan arah azimuth terdeteksinya amplitudo anomali medan magnet bumi. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa dari 258 amplitudo anomali medan magnet bumi yang terdeteksi, hanya 35 amplitudo anomali yang tepat untuk dijadikan sebagai prekursor gempa bumi. Persentase respon amplitudo anomali yang tepat dengan kejadian gempa bumi rentang 30 hari menunjukkan nilai sebesar 14%. Dengan demikian, analisis anomali medan magnet bumi akibat emisi gelombang elektromagnetik ULF dapat dijadikan sebagai prekursor gempa bumi jangka pendek pada radius ± 400 km dari stasiun pengamatan BMKG Tondano. | An earthquake is an earth-shaking event marked by a broken rock layer in the earth's crust due to sudden release of energy. Based on the USGS earthquake catalog, there were 41 earthquake events throughout 2018 at a radius of ± 400 km from the BMKG Tondano observation station. As a result of the earthquake, the society got a lot of losses. To minimize earthquake displacement, changes are made to the early warning signs (onset time) before the earthquake happened or called as an earthquake precursor. Analysis of the early warning signs (onset time) before earthquake can be done by observing the amplitude of the earth's magnetic field vertical (Z) and horizontal components (H) that produce electromagnetic waves at low frequencies (Ultra Low Frequency). This research uses the power ratio polarization method (Z/H). This method can show when (onset time), where (the azimuth direction) and how big is the magnitude of the earthquake is coming. In the Fast Fourier Transform (FFT), magnetic field data changes from the time domain to the frequency domain. Next, do the power spectrum by injecting a frequency range of 0.012-0.022 Hz against the earth's magnetic field data. This power spectrum aims to show the anomaly amplitude of the earth's magnetic field that can be analyzed as an onset time for earthquake precursors. Then the validation between the earthquake epicenter, the index Dst and the direction of the azimuth are detected by the anomaly amplitude of the earth's magnetic field. The results of the analysis show that out of 258 amplitudes of anomalies in the earth's magnetic field, only 35 occurrences of anomalous amplitudes are suitable to be used as earthquake precursors. The percentage of anomalous amplitude response that is appropriate to the earthquake occurred in the range of 30 days shows a value of 14%. Thus, anomalous analysis of the earth's magnetic field due to ULF electromagnetic wave emissions can be used as a short-term earthquake precursor at a radius of ± 400 km from the Tondano BMKG observation station. | |
| 23933 | 29015 | F1B016046 | Implementasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Studi di Desa Sokaraja Kidul | Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) adalah program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan. Desa Sokaraja merupakan salah satu wilayah mengimplementasikan program KOTAKU. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses implementasi Program KOTAKU di Desa Sokaraja Kidul dengan menggunakan perspektif What’s Happening yang dikemukakan oleh Ripley dan Franklin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Desa Sokaraja Kidul berdasarkan dimensi-dimensi dalam perspektif What’s Happening yang dikemukakan oleh Ripley dan Franklin belum berjalan dengan optimal. Berikut merupakan hasil penelitian berdasarkan dimensi perspektif What’s Happening : 1) Aktor yang terlibat, ditemukan bahwa peran aktor di tingkat masyarakat seperti BKM dan KSM belum optimal. 2) Kejelasan tujuan, Tujuan dari Program KOTAKU sudah jelas dan aktor pelaksana telah memahami tujuan program. 3) Perkembangan dan kerumitan kebijakan, koordinasi dan komunikasi telah berjalan efektif, perubahan kebijakan yang terjadi tidak memiliki dampak signifikan terhadap program, pedoman pelaksanaan program telah ada namun aktor di tingkat masyarakat kurang mengetahui adanya pedoman, tahap keberlanjutan dalam prosedur implementasi belum berjalan. 4) Partisipasi mayarakat, masyarakat Desa Sokaraja Kidul mendukug dan ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan program. 5) Faktor yang mempengaruhi, dana yang dialokasikan belum dapat mengatasi semua permasalahan kumuh serta faktor kondisi sosial dan budaya menjadi faktor pendorong implementasi sedangkan kondisi ekonomi menjadi kendala implementasi. | Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) program is national program to increase infrastructure acces and basic service in urban slum area. Desa Sokaraja Kidul is one of the areas implementing KOTAKU program. The purpose of this research is to find out how the implementation of KOTAKU program at Desa Sokaraja Kidul using What’s Happening perspective by Ripley and Franklin. This research is using qualitative descriptive method. The results of this study indicate that the Implementation of Program KOTAKU (KOTAKU) in Desa Sokaraja Kidul based on dimensions in the perspective of What’s Happening by Ripley and Franklin hasn’t optimal. The following results of the research based on the perspective dimensions of What’s Happening: 1) The Profusion of actors, found that the role of actors at the community level such as BKM and KSM has not been optimal. 2) The Multiplicity and vagueness of goals, The purpose of the KOTAKU Program are understandable and implementing actors understand the program's purposes. 3) The Poliferatin and complexity of government programs, coordination and communication have been effective, policy changes that occur but didn’t have significant impact on the program implementation, Guidelines for program implementation have been made but actors at the community level are not aware of the guidance, the sustainability step in the implementation procedure has not optimally implemented. 4) Community Participation, the people of Desa Sokaraja Kidul support and participate in the implementation of the program. 5) Influencing factors, the funds allocated have not been able to solve all slum problems and social and cultural conditions are factors driving implementation while economic conditions are becoming obstacles to implementation. | |
| 23934 | 27043 | G2A017012 | Efek kombinasi ekstrak maggot Chrysomya megacephala dan Natrium Hipoklorit terhadap penghambatan biofilm dan penurunan viabilitas Enterococcus faecalis pada akar gigi secara In Vitro | Salah satu mikroorganisme yang sering menyebabkan kegagalan pada perawatan saluran akar gigi adalah Enterococcus faecalis. Biofilm yang dihasilkan oleh bakteri tersebut menyebabkan E. faecalis menjadi lebih sulit dihilangkan. Pembentukan biofilm E. faecalis dapat dihambat dengan pemberian bahan irigasi saluran akar. Bahan irigasi saluran akar yang paling umum digunakan saat ini adalah natrium hipoklorit. Bahan ini diketahui lebih efektif dalam mengeliminasi bakteri secara planktonik daripada biofilm yang dihasilkan bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek kombinasi ekstrak maggot Chrysomya megacephala dengan natrium hipoklorit terhadap reduksi biofilm E. faecalis. Ekstrak maggot C. megacephala yang diujikan yakni pada konsentrasi 25%, 50%, dan 100%, serta kombinasi masing-masing konsentrasi ekstrak dengan natrium hipoklorit dengan perbandingan 1:1; 1:2, 1:3, 2:1, dan 3:1 dengan ulangan sebanyak 3 kali dengan inkubasi selama 1 jam dan 3 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan pembentukan biofilm yang paling sedikit dihasilkan dengan pemberian kombinasi ekstrak maggot C. megacephala pada konsentrasi 25% dengan natrium hipoklorit dengan perbandingan 2:1 (inkubasi 1 jam) dan kombinasi ekstrak maggot 25% (1:1) pada inkubasi 3 jam. | One of the microorganisms that oftenly causes failure in the root canal treatment is Enterococcus faecalis. Biofilms produced by these bacteria cause they are more difficult to be eliminated. Biofilm formation of E. faecalis can be inhibited by apply the root canal irrigant. The most commonly used root canal irrigant is sodium hypochlorite. This agent is known to be more effective in eliminating bacteria as planktonic than the biofilms produced by bacteria. This study was conducted to determine the effectiveness of combination of Chrysomya megacephala maggot extract with sodium hypochlorite on the biofilm reduction of E. faecalis. The C. megacephala maggot extract was tested at concentrations 25%, 50% and 100%, and the combination of each extract concentration with sodium hypochlorite in a ratio of 1: 1; 1: 2, 1: 3, 2: 1, and 3: 1. All experiments were performed three times of replication with time of incubation for 1 hour and 3 hours.The results of this study indicate the least biofilm formation produced by the combination of C. megacephala maggot extract at a concentration of 25% with sodium hypochlorite in a ratio of 2: 1 (1 hour incubation) and combination of maggot extract 25% in a ratio 1:1 in 3 hours incubation. | |
| 23935 | 27010 | E1A115016 | TINJAUAN YURIDIS PENEGAKAN ATAS PELANGGARAN RASISME MENURUT UNION THE EUROPEAN FOOTBALL ASSOCIATION (UEFA) DISCIPLINARY REGULATION (Studi Tentang Kasus Kalidou Koulibaly yang Mendapat Perlakuan Rasis oleh Pendukung Inter Milan di Italia pada Tahun 2018) | Kasus rasisme banyak terjadi dan menimpa kaum minoritas dalam sepak bola Eropa, khususnya yang berasal dari benua Asia dan Afrika yang mencoreng nama baik Fédération Internationale de Football Association (FIFA) ataupun Union the European Football Association(UEFA). Sebagai badan tertinggi yang mengurus dan mengawasi sepak bola di Eropa, UEFA mempunyai sebuah peraturan yang dinamakan UEFA Disciplinary Regulation. Dalam peraturan tersebut, dimuat beberapa ketentuan yang salah satunya termasuk ketentuan larangan tindakan rasisme. Kasus rasisme masih sering terjadi, walaupun sudah ada ketentuan larangan tindakan rasisme. Misalnya pada tahun 2018, Kalidou Koulibaly mendapat perlakuan rasis di Italia oleh pendukung Inter Milan. Hal itu selain melanggar ketentuan UEFA Disciplinary Regulation, juga melanggar ketentuan-ketentuan internasional tentang hak asasi manusia lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data sekunder yang telah terkumpul disajikan dalam bentuk naratif serta dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa masyarakat internasional sudah memiliki ketentuan-ketentuan internasional yang membahas tentang hak asasi manusia, khususnya larangan diskriminasi dan rasisme. Di antaranya terdapat dalam International Covenant on Civil and Political Rights1966 (ICCPR) dan Universal Declaration of Human Rights1948 (UDHR). Selain itu, terdapat ketentuan regional mengenai hak asasi manusia di negara-negara Eropa, Afrika, Asia, Amerika, dan juga Timur Tengah. Dalam kasus Koulibaly, ketentuan yang dilanggar adalah Pasal 14 ayat (2) UEFA Disciplinary Regulation, sehingga sesuai dengan peraturan itu, Federacione Italiana Giuoco Calcio(FIGC) menjatuhkan sanksi kepada pendukung Inter Milan dengan tidak boleh datang ke Stadion Giuseppe Meazzaselama dua pertandingan dan ditambah pengosongan tribun utara Stadion (Curva Nord). | Many cases of racism occur and afflict minorities in European football, especially those from the continents of Asia and Africa who have tarnished the good name of the Fédération Internationale de Football Association (FIFA) or the Union of European Football Association (UEFA). As the highest body that manages and oversees football in Europe, UEFA has a regulation called the UEFA Disciplinary Regulation. In the regulation, several provisions are included, one of which includes a prohibition on racism. Although there are provisions to prohibit racism, racism still frequently occurs. For example in 2018, Kalidou Koulibaly received racist treatment in Italy by Inter Milan supporters. Besides violating the UEFA Disciplinary Regulations, it also violates other international human rights provisions. This study is a normative juridical research and theapproach method are a statute approach and case approach. The research specifications uses descriptive analytical. The type of data used by writer is secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. Secondary data that has been collected is presented in the form of narrative and analyzed by qualitative normative methods. The results of research indicate that the international community already has international provisions that discuss human rights, specifically the prohibition of discrimination and racism. These include the Universal Declaration of Human Rights 1948 (UDHR) and International Covenant on Civil and Political Rights 1966 (ICCPR). In addition, there are regional provisions regarding human rights in European, African, Asian, American and Middle Eastern countries. In the Koulibaly case, the provisions violated were Article 14 paragraph (2) of the UEFA Disciplinary Regulation, so that according to the regulations, Federacione Italiana Giuoco Calcio (FIGC) imposed sanctions on Inter Milan supporters by not being allowed to come to the Giuseppe Meazza Stadium for two matches and added emptying the stands north of the stadium (Curva Nord). | |
| 23936 | 27044 | L1C015025 | INDEKS KERENTANAN TSUNAMI DI PESISIR SANGGALANGIT, KECAMATAN GEROGAK, KABUPATEN BULELENG, BALI | Penelitian ini berjudul “Indeks Kerentanan Tsunami di Pesisir Sanggalangit, Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng, Bali”. Bali merupakan daerah yang rentan terhadap tsunami dikarenakan adanya subduksi lempeng di bagian selatan dan adanya Florest back arc thrust yang memanjang dari flores hingga bagian Utara Bali. Tsunami adalah gelombang besar yang diakibatkan oleh gempa dengan episenternya terletak di laut dan gelombang tsunami dapat menyapu seluruh yang ada disekitar pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi topografi, membangun tingkat kerentanan, dan tingkat kerawanan tsunami di wilayah pesisir Sanggalangit, Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng, Bali. Metode yang digunakan adalah Metode survei dengan melihat kondisi di lapangan dan Citra Sentinel 2B. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi topografi memiliki ketinggian dari 0 – m dpl – 1.13 m dpl, kemiringan 0 – 100 % dengan kondisi lahan berupa gisik dan beting gisik. Tingkat kerentanan tsunami dilihat dari indeks kerentanan berdasarkan rasio resiko kemiringan dan ketinggian, resiko bentuk lahan, resiko penutupan lahan dan resiko jarak tubuh air. Tingkat kerawanan tsunami menunjukan bahwa jika maghnitudo 6,9 – 8,9 memiliki potensi terdampak tsunami lebih tinggi sekitar 2062 Ha. | This study entitled "Tsunami Vulnerability Index in Sanggalangit Coast, Gerogak District, Buleleng Regency, Bali". Bali is a tsunami vulnerabolity area due to plate subduction in the southern part and the existence of the Florest back arc thrust are extends from Flores to the northern part of Bali. Tsunamis as large waves caused by an earthquake with the epicenter located in the sea and tsunami waves can sweep all that is around the coast. The study to determine topographical conditions, build up the level of vulnerability, and the level of tsunami vulnerability in the coastal area of Sanggalangit, Gerogak District, Buleleng Regency, Bali. The method used is a survey method by looking at conditions in the field and 2B Sentinel Image. The results showed that topographic conditions had heights from 0 - m asl - 1.13 m asl, slope of 0 - 100% with land conditions in the form of physical and physical shoals. The level of tsunami vulnerability could be seen from the vulnerability index based on the ratio of slope and height risk, landform risk, land cover risk and water body distance risk. The level of tsunami hazard indicates by the magnitude of 6.9 - 8.9 had a higher potential for tsunami impact around 2062 Ha. | |
| 23937 | 28649 | H1D014040 | PENGARUH PEMASANGAN CCTV ATCS TERHADAP PERSEPSI PENGGUNAAN HELM (Studi Kasus: Simpang 4 Jalan Masjid dan Simpang 4 Kaliputih Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Indonesia) | Penggunaan helm pada pengendara sepeda motor seringkali diabaikan terutama karena alasan jarak dan kepemilikan helm. Salah satu penambahan fasilitas lalu lintas yang sedang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas adalah pemasangan CCTV yang terintegrasi dalam Area Traffic Control System (ATCS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasangan CCTV ATCS terhadap penggunaan helm dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh pengguna sepeda motor di Kota Purwokerto. Pengambilan data kualitatif dilakukan dengan mengidentifikasi jumlah penggunaan helm di dua titik pengamatan yang berbeda kondisinya, sehingga bisa diketahui perbandingan jumlah pengguna helm di lokasi dengan CCTV dan tidak ada. Informasi mendalam tentang latar belakang penggunaan helm tersebut dilakukan dengan melakukan survei menggunakan kuesioner. Sampel yang diambil sejumlah 400 responden dengan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Penganalisisan data menggunakan uji Univariat dan Bivariat. Hasil yang didapat dari penelitian ini menyatakan bahwa ada pengaruh karakteristik responden terhadap penggunaan helm yaitu Usia (p-value = 0.037), Jenis Kelamin (p-value = 0.017), Pendidikan Terakhir (p-value = 0.002), Pekerjaan (p-value = 0.000), Kepemilikan SIM C (p-value = 0.004), persepsi terhadap penggunaan helm yaitu Pengetahuan (p-value = 0.000), Pengaruh Sosial (p-value = 0.002), Kondisi Lingkungan (p- value = 0.000) dan ATCS terhadap penggunaan helm (p-value = 0.000). Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa variabel yang diteliti berupa karakteristik pengguna, persepsi dan ATCS hasilnya semua berpengaruh terhadap penggunaan helm. | The use of helmet is oftenly neglected by motorcyclists for some reasons such as helmet ownership, and trip distance. One of the traffic facilities that has provided by Banyumas Regency Transportation Office was Area Traffic Control System (ATCS) that integrated or not integrated with camera in it. This research aims to examine the effect of CCTV ATCS on the use of helmet. This research uses both qualitative and quantitative method engaging cross sectional approach. The data taken in this reseach is motorcyclists in Purwokerto. In this regard, 400 respondents are taken to be the data. Samples are obtain considering simple random sampling method. In data processing, univariat and bivariat analysis are used. Resulting from this research, helmet use in Purwokerto is influnced by characteristics of respondents i.e. age (p-value = 0.037), gender (p-value = 0.017), education level (p-value = 0.002), occupation (p-value = 0.000), driving license type C ownership (p-value = 0.004), perception of helmet use. This helmet perception covers knowledge (p-value = 0.000), social influence (p-value = 0.002), environment condition (p- value = 0.000) and availibitlity of CCTV ATCS (p-value = 0.000). The research shows that all variables used in this research, i.e. characteristics, perceptions, and ATCS affect the use of helmet. | |
| 23938 | 27045 | A1D015192 | KERAGAMAN RESPON PEMBENTUKAN BINTIL AKAR ENAM GENOTIPE KEDELAI (Glycine max L. Merill) PADA INOKULASI BAKTERI Rhizobium japonicum | Kedelai mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium japonicum untuk memfiksasi nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui keragaman respon pembentukan bintil akar enam genotipe kedelai pada inokulasi bakteri Rhizobium japonicum, 2) mengetahui perbedaan respon pembentukan bintil akar kedelai genotipe lokal dengan genotipe introduksi pada inokulasi bakteri Rhizobium japonicum, dan 3) mengetahui genotipe kedelai yang memiliki respon terbaik pada inokulasi bakteri Rhizobium japonicum. Penelitian dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Februari sampai Juni 2019. Penelitian terdiri dari dua faktor dengan 5 ulangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah inokulasi rhizobium (tanpa diinokulasi dan diinokulasi) dan faktor kedua adalah genotipe kedelai (Anjasmoro, Grobogan, Malika, Indo253, A303, dan PB4-1). Variabel yang diamati yaitu jumlah bintil akar, bobot bintil akar, panjang akar, volume akar, tinggi tanaman, jumlah buku batang utama, jumlah buku total, jumlah cabang, kehijauan daun, jumlah polong total, jumlah polong isi, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, dan bobot 100 biji. Hasil penelitian menunjukan 1) enam genotipe kedelai menunjukan keragaman respon terhadap inokulasi bakteri Rhizobium japonicum pada jumlah bintil akar, bobot bintil akar, volume akar, jumlah buku batang utama, jumlah buku total, jumlah cabang, kehijauan daun, jumlah polong total, jumlah polong isi, jumlah biji per tanaman, dan bobot biji per tanaman, 2) kedelai genotipe lokal memiliki respon pembentukan bintil akar lebih baik daripada genotipe introduksi, dan 3) genotipe kedelai terbaik dalam pembentukan bintil akar adalah PB4-1. | Soybean can symbiosis with Rhizobium japonicum to fix nitrogen. This research aims to 1) determine the diversity of nodulation responses of six soybean genotypes on Rhizobium japonicum inoculation, 2) determine the different of nodulation responses in soybean local genotype with introduced genotype on Rhizobium japonicum inoculation, and 3) determine the soybean genotype has the best response on Rhizobium japonicum inoculation. The research was conducted at the Screen House Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University from February to June 2019. The research consisted of two factors with 5 replications used Randomized Block Design (RBD). The first factor is rhizobium inoculation (without inoculated and inoculated) and the second factor is soybean genotypes (Anjasmoro, Grobogan, Malika, Indo253, A303, and PB4-1). The observed variables were number of nodules, weight of nodule, root length, root volume, plant height, number of nodes on the main stem, number of total nodes, number of branches, the green of leaf, number of total pods, number of filled pods, number of seeds per plant, seed weight per plant, and 100 seeds weight. The results showed 1) six soybean genotypes showed the diversity of Rhizobium japonicum inoculation responses on number of nodules, weight of nodule, root volume, number of nodes on the main stem, number of total nodes, number of branches, the green of leaf, number of total pods, number of filled pods, number of seeds per plant, and seed weight per plant, 2) soybean local genotype has better nodulation responses than introduced genotype, and 3) the best soybean genotype on nodulation is PB4-1. | |
| 23939 | 27046 | I1A015059 | FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARDJO | Abstrak FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARDJO Riyan Istiqomah, Siti Masfiah, Eri Wahyuningsih Latar Belakang : BBLR masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan secara global karena efek jangka pendek maupun panjangnya terhadap kesehatan (WHO, 2014). BBLR di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo berjumlah 8.109 tahun 2014-2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kejadian BBLR di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo. Metodologi : Metode penelitian yaitu kuantitatif analitik desain cross sectional menggunakan data sekunder berupa data rekam medis pasien. Subjek penelitian adalah bayi BBLR yang tercatat di rekam medis RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo dalam kurun waktu Januari-Maret 2019 (127 pasien). Instrumen penelitian dengan lembar checklist. Analisis data menggunakan Chi Square dan Regresi Logistik. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan jumlah bayi BBLR 11 (8,7%) dan BBLSR 116 (91,3%). Variabel yang berhubungan dengan tingkat kejadian BBLR pada penelitian ini yaitu kehamilan kembar (p=0,022), variabel yang tidak berhubungan yaitu usia ibu, paritas, umur kehamilan, komplikasi kehamilan dan jenis kelamin bayi. Faktor yang paling berhubungan yaitu kehamilan kembar (ExpB=8,325). Kesimpulan : Faktor yang berhubungan dengan tingkat kejadian BBLR pada penelitian ini yaitu kehamilan kembar. Sebaiknya rumah sakit memberikan pelayanan tidak hanya pada bayi yang sudah mengalami kelainan saja, tetapi juga memberikan pelayanan pencegahan supaya dapat megurangi angka kejadian BBLR. Kata Kunci : BBLR, Kehamilan Kembar, Faktor Risiko | ABSTRACT Background: Low Birth Weight Babies (LBWB) is a still globally significant public health issue because of its short and long term effects on health (WHO, 2014). LBWB in Prof. Dr. Margono Soekardjo Hospital were amounted to 8,109 patients during 2014-2018. This study aimed to determine factors associated with the case of LBWB in Prof. Dr. Margono Soekardjo Hospital. Methodology: The method in this research was quantitative analytic with a cross-sectional design using secondary data in the form of patient medical record data. The research subjects were LBW babies who were recorded in the medical records of Prof. Dr. Margono Soekardjo Hospital in the period of January-March 2019 totaled to 127 patients. The research instrument was by checklist sheet. Data analysis used Chi Square and Logistic Regression. Results: The results showed that the number of LBW babies were 11 (8,7%) and VLBW babies were 116 (91,3%). The variables related to the case of LBWB in this study were twin pregnancies (p = 0,022), meanwhile unrelated variables were maternal age, parity, gestational age, pregnancy complications and the baby’s sex. The most related factor was the twin pregnancy (ExpB = 8,325). Conclusion: The factor associated to the case of LBWB in this study was the twin pregnancy. The hospital should provide services not only to the LBW babies but also provide preventive services in order to reduce the case of LBWB. Keywords: LBWB, Twin pregnancy, Risk factors | |
| 23940 | 27059 | E1A015111 | HAK ASUH ANAK AKIBAT PERCERAIAN (TINJAUAN YURIDIS Terhadap Putusan Pengadilan Agama Surabaya Nomor : 2173/Pdt.G/2018/PA.Sby) | Perceraian merupakan putusnya hubungan perkawinan secara hukum dan permanen. Tindakan hukum ini akan mempengaruhi hak asuh atas anak, seperti kasus yang terjadi dalam putusan Pengadilan Agama Surabaya Nomor 2173/Pdt.G/2018/PA.Sby antara Penggugat dan Tergugat yang dahulunya pasangan suami isteri yang sah, namun sudah bercerai, dan perkawinan tersebut dikaruniai 3 orang anak yang semuanya di bawah umur, namun hak pengasuhannya berada di tangan Tergugat dari saat bercerai sampai sekarang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum Hakim dalam menolak hak asuh anak terhadap putusan Pengadilan Agama Surabaya Nomor 2173/Pdt.G/2018/PA.Sby. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap Putusan Pengadilan Agama Surabaya Nomor : 2173/Pdt.G/2018/PA.Sby, dapat disimpulkan bahwa pertimbangan Hukum Hakim dan/atau Pengadilan menolak gugatan Penggugat, tidak melihat aturan yang mengatur hak asuh anak akibat perceraian yang tertuang dalam Pasal 41 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Pasal 14 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 jo Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, Pasal 105 huruf (a) dan, Pasal 156 huruf (e) Kompilasi Hukum Islam. | Divorce is a legal and permanent breakup of marriage relationship. This legal action will affect custody of children, like the case that occurred in the Decision of Surabaya Religious Court No. 2173/Pdt.G/2018/PA.Sby between the Plaintiff and the Defendant who used to be a legitimate married couple, but have been divorced, and the marriage was blessed with 3 children who were all underage, but their custody were in the hands of the Defendant from the time of divorce until now. The formulation of the problem in this research is how legal considerations of Judge in rejecting custody of children in the Decision of Surabaya Religious Court No. 2173/Pdt.G/2018/PA.Sby. The research method used is the normative juridical approach, the research specification is prescriptive analysis, the data collection method is the study of literature with an inventory, the data analysis is qualitative normative. Based on the results of research and the discussion of the Decision of Surabaya Religious Court No. : 2173/Pdt.G/2018/PA.Sby, it can be concluded that the legal considerations of the Judge and/or the Court reject the Plaintiff's claim, did not see the rules governing child custody due to divorce as stated in Article 41 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, Article 14 of Law Number 23 of 2002 jo Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection, Article 105 letter (a) and Article 156 letter (e) of Compilation of Islamic Law. |