Artikelilmiahs
Menampilkan 24.101-24.120 dari 50.303 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 24101 | 27191 | E1A115037 | IMPLEMENTASI WEWENANG AKUPUNKTUR TERAPIS DALAM PELAYANAN KESEHATAN (STUDI DI PURWOKERTO) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi wewenang akupunktur terapis dalam pelayanan kesehatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 34 Tahun 2018 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Akupunktur Terapis di Kecamatan Purwokerto dan faktor-faktor yang cenderung memengaruhi implementasi wewenang akupunktur terapis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Lokasi penelitian pada praktik akupunktur di wilayah Purwokerto. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara sedangkan data sekunder dengan studi pustaka. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dilakukan secara analisis kualitatif dengan menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi wewenang akupunktur terapis berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 34 tahun 2018 di Kecamatan Purwokerto telah dilakukan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari parameter yang meliputi kegiatan pengkajian akupunktur yang sudah sesuai dengan pedoman akupuntur, kegiatan hasil kajian akupunktur yang sudah akurat, kegiatan rencana tindakan terapi akupunktur yang telah menerapkan wewenangnya secara tepat dan sesuai dengan prosedur akupunktur yang berlaku, kegiatan tindakan terapi akupunktur yang telah menerapkan wewenangnya secara tepat, kegiatan evaluasi dan dokumentasi yang terselengara dengan baik dan tidak bertentangan dengan pedoman akupunktur. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi wewenang akupunktur terapis adalah faktor personal, faktor sosial. Kata kunci : Akupunktur Terapis, Implementasi, Pelayanan Kesehatan, Wewenang. | This research aims to determine the implementation of therapist acupuncture authority in health services based on Minister of Health Regulation number 34 of 2018 concerning Licensing and Implementation of Therapeutic Acupuncture Practices in Purwokerto District and factors that tend to influence the implementation of therapist acupuncture authority. This research uses qualitative research methods with a sociological juridical approach and descriptive-analytical research specifications. Research location on acupuncture practice in Purwokerto. The type of data used is primary data and secondary data. Primary data collection methods by interview while secondary data by literature study. Data processing methods with data reduction, data display, and data categorization. Presentation of data in the form of qualitative matrices and narrative texts. The data analysis method was carried out in a qualitative analysis using content analysis. The results of the research show that the implementation of the therapist's acupuncture authority based on Minister of Health Regulation No. 34 of 2018 in Purwokerto District had been carried out well. This can be seen from the parameters that include acupuncture assessment activities that are in accordance with acupuncture guidelines, acupuncture study results that are accurate, acupuncture therapy action plan activities that have implemented their authority appropriately and in accordance with applicable acupuncture procedures, acupuncture therapy action activities has implemented its authority appropriately, evaluation and documentation activities are carried out properly and do not conflict with acupuncture guidelines. The factors that influence the implementation of the therapist's acupuncture authority are personal and social factors. Keyword : Acupuncture Therapist, Implementation, Health Service, Authority | |
| 24102 | 27193 | C1C015082 | Analisis sistem penganggaran dana desa terkait pengadaan barang dan jasa di kecamatan kalibagor | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Sistem Penganggaran Dana Desa Terkait Dengan Kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas dengan menggunakan model analisis SWOT untuk mengidentifikasi suatu permasalahan untuk mencapai solusi dengan mengklasifikasikan berdasarkan 4 (empat) elemen: Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weaknesses), Peluang (Opportunities),dan Ancaman (Threats).Penelitian dilakukan di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas dengan menggunakan 8 (delapan) desa yang ada di Kecamatan Kalibagor. Penentuan subyek penelitian berdasarkan tingkatan serapan dana dari yang tinggi, sedang dan rendah. Kemudian terpilih 8 (delapan) desa tersebut untuk dijadikan subyek penelitian. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif untuk mengeksplorasi dan memahami lebih mendalam mengenai Penganggaran Dana Desa terkait dengan Kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa, dengan mengidentifikasi setiap hambatan-hambatan dan memberikan solusi atas data yang diperoleh dari informan yang terpilih.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem penganggaran dana desa terkait dengan kegiatan pengadaan barang dan jasa di desa yang ada di Kecamatan Kalibagor, mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan sampai pertanggungjawaban masih belum dilakukan secara maksimal, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ditemukan beberapa faktor yang memengaruhi baik dari internal maupun dari eksternal yang dikasifikasikan menggunakan model analisis SWOT yang diperoleh hasil seperti koordinasi yang kurang baik dalam sistem pemerintah desa. Kemudian regulasi yang selalu berubah-ubah menyulitkan bagi pemerintah desa dalam melaksanakan kegiatan pengadaan barang dan jasa karena rendahnya pemahaman pemerintah desa terkait dengan regulasi tentang pengelolaan anggaran Dana Desa. Akan tetapi dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memperbaiki sistem koordinasi pada pemerintahan desa dapat memudahkan dalam melakukan kegiatan pengadaan barang dan jasa sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu dilaksanakan dengan swakelola, dengan bekerja sama dengan pihak ke 3 sebagai pendukung kegiatan swakelola. Serta pemanfaatan akses informasi dan komunikasi untuk mempermudah dalam pelaksanaan kegiatan baik pembangunan maupun pemberdayaan sehingga desa dapat melaksanakan tugas dengan baik, dari hasil kegiatan tersebut akan berdampak kepada tingkat penyerapan dana semaksimal mungkin untuk memperoleh anggaran dana yang dialokasikan pemerintah guna meningkatkan pembangunan dan perekonomian desa. Kata Kunci: Sistem Penganggaran Dana Desa, Pengadaan Barang dan Jasa, Analisis SWOT | SUMMARY This research aims to determine how the Village Fund Budgeting System Related to Goods and Services Procurement Activities in Kalibagor District, Banyumas Regency by using a SWOT analysis model to identify a problem to reach a solution by classifying based on 4 (four) elements: Strengths, Weaknesses Weaknesses, Opportunities, and Threats. The research was conducted in Kalibagor District, Banyumas Regency using 8 (eight) villages in Kalibagor District. Determination of research subjects based on the level of absorption of funds from high, medium and low. Then 8 (eight) villages were selected to be the subject of research. The method used in this study uses qualitative analysis methods to explore and understand more deeply about Village Fund Budgeting related to Goods and Services Procurement Activities, by identifying each obstacle and providing solutions to data obtained from selected informants.The results of this study indicate that the village budgeting system associated with the procurement of goods and services in the village in Kalibagor District, starting from the stages of planning, implementation, supervision to accountability has not been carried out to the fullest, based on the results of the research conducted found several factors that influence both internal and external were classified using the SWOT analysis model which results in poor coordination in the village government system. Then the ever-changing regulations make it difficult for the village government to carry out the procurement of goods and services due to the low understanding of the village government related to regulations on village fund management. However, by increasing the quality of Human Resources (HR) to improve the coordination system in the village government, it can facilitate the procurement of goods and services in accordance with applicable regulations, namely carried out by self-management, by working with third parties to support self-management activities. As well as the use of access to information and communication to facilitate the implementation of both development and empowerment activities so that villages can carry out their duties properly, the results of these activities will have an impact on the level of absorption of funds as much as possible to obtain the budget allocated by the government to improve village development and economy. Keywords: Village Fund Budgeting System, Procurement of Goods and Services, SWOT Analysis | |
| 24103 | 27194 | H1A015035 | Eksplorasi Informasi Objek Alzheimer Citra Otak Magnetic Resonance Image (MRI) dengan Fractional Edge Detection Berdasarkan Nilai Clinical Dementia Rating (CDR) | Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan berbicara serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan. Penentuan diagnosis terhadap penyakit Alzheimer dapat dilakukan melalui serangkaian wawancara dan pemerikasaan dengan MMSE (Mini Mental State Examination). Pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan antara lain pemeriksaan MRI untuk mendiagnosis penyakit secara lebih tepat dan teliti. MRI (Magnetic Resonance Image) atau pencitraan resonansi magnetik adalah pemeriksaan yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar stuktur dan organ dalam tubuh. Keluaran MRI berupa citra (image) yang selanjutnya dapat digunakan untuk observasi. Tingkat keparahan gejala demensia dapat diukur dengan skala numerik yang disebut Clinical Dementia Rating (CDR). Penentuan nilai CDR dapat juga ditentukan berdasarkan analisis citra MRI. Namun, harus melalui image preprocessing dan segmentasi citra terlebih dahulu untuk meningkatkan kualitas penampakan citra agar lebih mudah untuk diinterpertasi oleh sistem. Pada penelitian ini menggunakan metode segmentasi citra fractional edge detection dengan menentukan area objek Alzheimer yaitu objek hippocampus dan ventrikel lateral. Berdasarkan objek hasil segmentasi dapat mengeksplorasi informasi dengan melakukan identifikasi luas area piksel yang selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan nilai Clinical Dementia Rating (CDR)dengan metode K-Nearest Neighbor (K-NN) dengan tingkat keakurasian 94.11%. | Alzheimer's disease is a condition characterized by a decrease in memory, the ability to think and speak and changes in behavior in patients due to disorders in the brain that are progressive or slowly. Determination of the diagnosis of Alzheimer's disease can be done through a series of interviews and examination with MMSE (Mini Mental State Examination). Additional checks can be done include an MRI examination to diagnose the disease more precisely and accurately. MRI (Magnetic Resonance Image) is an examination utilized magnetic fields and radio wave energy to display structural images and organs in the body. MRI output is an image which can be used for observation. The symptoms severity of dementia can be measured by a numerical scale called Clinical Dementia Rating (CDR). Determination of CDR values can be determined based on MRI image analysis. However, it must go through image preprocessing and image segmentation to improve image quality so that it is easier to analysis by the system. In this research using fractional edge detection image segmentation method by determining the object area of Alzheimer's namely the hippocampus and lateral ventricles. Based on the results of segmentation objects, information can be explored by identifying pixel area widths which are then classified based on the Clinical Dementia Rating (CDR) value with the K-Nearest Neighbor (K-NN) method with an accuracy rate of 94.11% . | |
| 24104 | 27200 | F1B015035 | KINERJA BADAN PENDAPATAN DAERAH (BAPENDA) DALAM PENGELOLAAN PAJAK HOTEL DI KABUPATEN GARUT | Pajak daerah merupakan salah satu komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup potensial dalam memberikan sumbangan untuk membantu pembangunan daerah. tetapi dalam kenyataanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Garut mengalami kesulitan untuk mencapai target yang telah direncanakan. Seperti realisasi pajak hotel di Kabupaten Garut yang mengalami ketidakstabilan yang terjapada tahun 2017 serta pencapaian target paling rendah dengan realisasi 90,36%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) dalam pengelolaan pajak hotel di Kabupaten Garut. Jenis penelitian menggunakan Model Kualitatif dengan analisis deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil menunjukan kinerja Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Garut belum optimal. Hasil dari penelitian ini adalah ada kebijakan dan program yang dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) tetapi masih mengalami kendala tetapi untuk kualitas pelayanan yang diberikan sudah dapat dikatakan baik. untuk sarana dan prasarana dan SDM yang dimiliki masih kurang. Ada mekanisme pengaduan yaitu pihak BAPENDA menyiapkan kotak saran untuk para wajib pajak untuk menyalurkan keluhan yang diberikan dan dapat dikatakan langsung kepada pihak BAPENDA.Serta ada sanksi yang berlaku bagi para wajib pajak hotel yang terlambat dalam pembayaran pajak hotel. | Local tax is one component of Local Revenue (PAD) which is quite potential in contributing to regional development. But in reality, Garut Regency's PAD is increasingly difficult to achieve the agreed targets. As approved by the hotel tax in Garut regency which experienced instability that occurred in 2017. Where from 2013-2017 in 2017 is the lowest target of 90.36% realization. This study was designed to describe the performance of the Regional Revenue Agency (BAPENDA) in hotel tax management in Garut Regency. This type of research uses a Qualitative Model with descriptive analysis. The selection of informants uses purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection techniques using interviews, documentation and observation. While the data analysis technique uses an interactive analysis model. The results show the performance of the Regional Revenue Agency (BAPENDA) Garut Regency is not optimal. The results of this study are the programs and policies carried out by the Regional Revenue Agency (BAPENDA) but are still in the planning stage but for the quality of services provided must be well received. For facilities and infrastructure and human resources that are still lacking. BAPENDA prepares a suggestion box for taxpayers to distribute the coverage provided and can be resolved directly to BAPENDA. | |
| 24105 | 28666 | F1F016038 | IMPLIKASI KEBERPIHAKAN VANUATU PADA KELOMPOK UNITED LIBERATION MOVEMENT FOR WEST PAPUA (ULMWP) TERHADAP HUBUNGAN INDONESIA DENGAN VANUATU TAHUN 2016-2019 | Penelitian ini mengkaji tentang implikasi keberpihakan Vanuatu pada kelompok United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) terhadap hubungan antara Indonesia dengan Vanuatu tahun 2016-2019. Vanuatu merupakan negara yang paling vokal dalam mendukung upaya kemerdekaan Papua, dengan mengusung isu pelanggaran HAM dalam menggalang dukungan internasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode skunder menggunakan berbagai sumber literatur dan metode primer dengan melakukan wawancara langsung. Konsep hubungan bilateral dan politik luar negeri digunakan untuk menganalisis dan menjawab pertanyaan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan Vanuatu pada United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) tidak berimplikasi signifikan pada hubungan bilateral antara Indonesia dan Vanuatu. Lemahnya pengaruh dukungan Vanuatu pada ULMWP terhadap hubungan dengan Indonesia terbukti dengan kerja sama dan bantuan yang tetap dilakukan antar kedua negara di berbagai bidang. | This research aims the implication of Vanuatu’s alignments on the United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) towards the relationship between Indonesia and Vanuatu in 2016-2019. Vanuatu is the most vocal country whose support Papuan independence effort, by bringing up the issue of human rights in garnering international support. Data collection techniques is by the secondary method from various sources and primary method by conducting direct interviews. The concept of bilateral relations and foreign policy is used to analyze the research. The result of this research indicate that Vanuatu’s support towards the United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) doesn’t have significant implication for bilateral relation between Indonesia and Vanuatu. The weak influence of Vanuatu’s support for ULMWP on relations with Indonesia is proven by the fact that the cooperation and assistance between two countries in various fields are still continued. | |
| 24106 | 27196 | E1A013067 | PELAKSANAAN BPJS KETENAGAKERJAAN KEPADA PEKERJA WAKTU TERTENTU DI KOPEGTEL CITRA CIRAKA EMAS TASIKMALAYA | ABSTRAK Penelitian ini berjudul “pelaksanaan bpjs ketenagakerjaan kepada pekerja waktu tertentu di kopegtel citra ciraka emas tasikmalaya”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahu, mengkaji, dan menganalisis pelaksaan jaminan sosial kerja bagi pekerja waktu tertentu di Kopetgel Citra Ciraka Emas Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang “pelaksanaan bpjs ketenagakerjaan kepada pekerja waktu tertentu di kopegtel citra ciraka emas tasikmalaya” maka kesimpulan sebagai berikut: Pelaksanaan Jaminan Sosial di Kopetgel Citra Ciraka Emas Kota Tasikmalaya telah sesuai dengan Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 Pasal 15 Ayat (1) yaitu Pemberi kerja wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta kepada BPJS sesuai dengan program jaminan sosial yang diikuti. Hal ini disamping karena perusahaan telah mengikutsertakan seluruh pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan, juga karena Kopetgel Citra Ciraka Emas Tasikmalaya berkomitmen dalam menanggung seluruh biaya pengobatan pekerja yang mengalami kecelakaan kerja termasuk biaya pengangkutan dan biaya rehabilitasi. Selain itu, Kopetgel Citra Ciraka emas Tasikmalaya secara intern juga telah menyelenggarakan program jaminan kesehatan dan keselamatan kerja. Meskipun pelaksanaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kopetgel Citra Ciraka Emas sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011, namun Kopetgel Citra Ciraka Emas Tasikmalaya masih adanya beberapa kasus keterlambatan laporan terjadinya kecelakaan kerja dari pekerja sehingga mengakibatkan keterlambatan pelayanan dari BPJS terhadap pekerja terkait hak-hak kecelakaan kerja. Kata Kunci : jaminan sosial ,pekerja waktu tertentu, | ABSTRACT This study is entitled "The Implementation of Employee Social Security for Workers with a Certain Time Agreement Citra Ciraka Emas Tasikmalaya". The purpose of this study is to find out, study, and analyze the implementation of work social security for certain time workers in the Kopetgel Citra Ciraka Emas City of Tasikmalaya. This study uses a normative juridical method with a statutory approach and analysis approach. Based on the results of research and discussion on "Implementation of Employment Social Security for Workers With a Specific Time Agreement Image of Ciraka Emas Tasikmalaya", the conclusion is as follows: The implementation of Social Security in the Ciraka Emas Kopetgel Tasikmalaya City has been in accordance with Law No. 24 of 2011 Article 15 Paragraph (1), namely the employer is required to register himself and his workers as participants to BPJS in accordance with the social security program that is followed. This is in addition to the fact that the company has included all of its employees in the BPJS Employment program, also because Kopetgel Citra Ciraka Emas Tasikmalaya is committed to covering all medical costs of workers who have suffered work accidents including transportation costs and rehabilitation costs. In addition, Kopetgel Citra Ciraka gold Tasikmalaya internally has also carried out a work health and safety insurance program. Although the implementation of Employment Social Security in Kopetgel Citra Ciraka Emas is in accordance with Law Number 24 of 2011, but Kopetgel Citra Ciraka Emas Tasikmalaya there are still several cases of reports of workplace accidents from workers resulting in delays in service from BPJS to workers related to rights work accident. KEYWORD : SOCIAL SECURITY, CERTAIN TIME WORKERS | |
| 24107 | 27197 | D1A015084 | PENGARUH PERENDAMAN MENGGUNAKAN LARUTAN JAHE (Zingiber officinale) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING PAHA AYAM NIAGA PETELUR AFKIR | Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui perendaman larutan jahe dengan konsentrasi yang tepat terhadap pH, Daya Ikat Air, Susut Masak dan Keempukan daging paha ayam niaga petelur afkir. Metode penelitian ini adalah Experimen dengan rancangan percobaan nya yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis variansi (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Orthogonal Polimonial jika hasil penelitian berpengaruh nyata. Hasil penelitian pH dan keempukkan menunjukkan rataan (R0) 6,672, (R1) 6,746, (R2) 6,684, (R3) 6,230 dan (R0) 0,0416 mm/g/dt (R1) 0,0464 mm/g/dt (R2) 0,0454 mm/g/dt (R3) 0,0530 mm/g/dt dengan hasil analisis variansi menunjukkan berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Hasil penelitian susut masak (R0) 25.2%, (R1) 23.0%, (R2) 22.6%, (R3) 21.2% dengan hasil analisis variansi menunjukkan berpengaruh nyata (P<0,05). Hasil daya ikat air yaitu (R0) 54.994% (R1) 50.082% (R2) 54.979% (R3) 53.551% dengan hasil analisis variansi menunjukkan berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan, perendaman daging ayam niaga petelur afkir bagian paha menggunakan larutan jahe 10%,20% sampai dengan konsentrasi 30% mampu menurunkan nilai pH dan susut masak serta meningkatkan keempukkan namun nilai daya ikat air relatif sama. | The purpose of the study was to determine the immersion of ginger solution with the right concentration of pH, water holding capacity, cooking losses and tenderness chicken thigh meat of rejected comercial laying chicken. This research method was Experiment with the experimental design of this study was a using Complete Random Design with 4 treatments and 5 replications. The data obtained were processed using analysis of variance (ANOVA) and continued with the Polymonial Orthogonal Test if the research have a significant effect. The result of pH and tenderness showed the each average (R0) 6,672, (R1) 6,746, (R2) 6,684, (R3) 6,230 dan (R0) 0,0416 mm/g/dt (R1) 0,0464 mm/g/dt (R2) 0,0454 mm/g/dt (R3) 0,0530 mm/g/dt with use the result of variance analysis shows obviously influence (P<0,01). The research result of cooking losses showed each average of (R0) 25.2%, (R1) 23.0%, (R2) 22.6%, (R3) 21.2% with use the result of variance analysis shows obviously influence (P<0,05). The average of water holding capacity as the research result are (R0) 54.994% (R1) 50.082% (R2) 54.979% (R3) 53.551% with use the result of variance analysis shows not obviously influence (P>0,05). Conclusion, immersion of rejected comercial laying chicken the thigh concentration 10%, 20% ginger solution up to concentration 30% is able to reduce the pH value and cooking losses and increase tenderness but water holding capacity is relatively the same. | |
| 24108 | 27145 | K1C015025 | STUDI AWAL PERCEPATAN GETARAN TANAH GEMPA LOMBOK TAHUN 2018 BERDASARKAN MODEL ATENUASI DAN DATA AKSELEROGRAF | Percepatan getaran tanah merupakan salah satu parameter yang sangat berperan dalam menentukan tingkat kerusakan tanah dan bangunan yang terjadi di permukaan bumi akibat guncangan gempa bumi. Belum adanya persamaan empiris yang dikembangkan untuk wilayah Lombok serta kekhawatiran akan dampak gempa bumi besar dan merusak, mendorong penelitian untuk mengembangkan suatu persamaanan fungsi atenuasi percepatan getaran tanah maksimum. Pada penelitian ini, dilakukan penentuan model persamaan empiris PGA berdasarkan persamaanan empiris umum Mc Guire (1997) dengan menggunakan 544 data dari sensor akselerograf yang bersesuaian dengan event gempa bumi sekitar wilayah Lombok dengan periode tahun 20018. Berdasarkan analisis regresi, maka diperoleh koefisien geometrical spreading b2 = 0,712, koefisien magnitudo b3 = -0,395, serta konstanta model persamaan empiris b1 = -2,525. Penerapan (implementasi) nilai percepatan tanah model atenuasi dan rekaman akselerograf dalam bentuk pemetaan daerah terdampak akibat gempa bumi di wilayah Lombok. | Peak ground acceleration (PGA) is one of the parameters that were instrumental in determining the level of damage to the land and buildings that occur in the earth’s surface due to earthquake shocks. Absence of empirical formula developed to the Lombok as well as concerns about the impact of large and destructive earthquakes encourage researchers to develop a formulation of the attenuation function for peak ground acceleration. In this research, made the determination based on general model empirical formula from empirical formula Mc Guire (1997) using 522 data from akselerograph that corresponds to event of earthquakes around Lombok with the period 2018. Based on regression analysis, the obtained of geometrical spreading coefficients b2 =0,712, magnitudo coefficient b3 = -0,395 , and also constants models PGA empirical b1 = -2,525. The implementation of the attenuation equation of the model and akselerograph in the mapping of affected areas due to earthquake in the Lombok. | |
| 24109 | 27199 | H1D015027 | Rancang Bangun Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Berbasis Web Menggunakan SMS Gateway (Studi Kasus Dindukcapil Kabupaten Banyumas) | Pengajuan layanan data kependudukan seperti data kartu keluarga, data kartu tanda penduduk, data akte kelahiran, data akte kematian, data akte perkawinan, data akte perceraian, data surat pindah dan data surat datang di Dindukcapil Kab. Banyumas masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang tidak sedikit. Dalam hal ini tentu akan banyak waktu yang terbuang dan akan membuat para karyawan di Dindukcapil Banyumas harus kerja ekstra untuk melayani banyaknya pengajuan dari warga. Dari masalah tersebut aplikasi ini dibangun untuk membantu mempermudah warga untuk mengajukan data kependudukan dan meringankan karyawan Dindukcapil Banyumas untuk melayani pengajuan data kependudukan. Aplikasi ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework Codeigniter dan juga Mysql sebagai database. Kelebihan aplikasi ini adalah kemudahan dalam pengajuan data kependudukan dan pemberitahuan melalui sms menggunakan SMS Gateway ketika pengajuan sudah disetujui atau belum. | Submission of population data services such as family card data, identity card data, the data of birth certificate, death certificate of data, the data is a marriage certificate, divorce certificate the data, the data and the data moving letter mail coming in Dindukcapil district. Banyumas is still done manually so it takes quite a bit. In this course will be a lot of wasted time and will make the employees in Dindukcapil Banyumas had to work extra to serve the many submissions from citizens. The problem of this application was built to help facilitate the citizens to apply for and alleviate employee demographic data to serve the filing Dindukcapil Banyumas population data. This application is built using the programming language PHP with CodeIgniter framework and MySQL as the database. | |
| 24110 | 27201 | A1L014055 | PENGARUH LIMBAH AIR LELE PADA BEBERAPA TINGKATAN POPULASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Azolla Microphylla | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh perbedaan tingkatan populasi ikan lele terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Azolla microphylla serta kandungan NPK dalam air; (2) Menentukan tingkatan populasi ikan lele di dalam kolam yang memiliki kandungan NPK baik dan cocok untuk mencapai pertumbuhan optimal Azolla microphylla. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor, dengan 3 ulangan. Faktor yang diuji yaitu tingkatan populasi ikan lele (P) per 2 m2 kolam, yaitu P0 (kontrol), P1 (10 ekor), P2 (20 ekor), P3 (30 ekor), P4 (40 ekor), P5 (50 ekor). Hasil penelitian menunjukkan tingkatan populasi lele berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil Azolla Microphylla. Tingkatan populasi lele mempengaruhi EC, kandungan NPK dalam air, laju pertumbuhan, doubling time, dan lama waktu recovery. | This study aims to: (1) determine the effect of different levels of catfish populations on the growth and yield of Azolla microphylla plants and NPK content in water; (2) Determining the level of catfish populations in ponds that have good and suitable NPK content to achieve optimal Azolla microphylla growth. The experimental design used was a randomized block design (RBD) of 1 factor, with 3 replications. The factors tested were the level of catfish (P) per 2 m2 pond, namely P0 (control), P1 (10 animals), P2 (20 animals), P3 (30 animals), P4 (40 animals), P4 (40 animals), P5 (50 animals). The results showed that the level of catfish population affected the growth and yield of Azolla Microphylla. The level of catfish population affects EC, NPK content in water, growth rate, doubling time, and length of recovery time. | |
| 24111 | 27202 | C1J014002 | FACTOR AFFECTING CONSUMER EXPENDITURES IN TRADITIONAL MARKET AND MODERN MARKET (Case Study in Sokaraja sub-distric) | RINGKASAN Judul penelitian ini adalah factor-faktor yang mempengaruhi pengeluran konsumen di Pasar Tradisional dan Pasar Modern (Studi Kasus di Kecamatan Sokaraja). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beberapa faktor seperti pendapatan, tigkat pendidikan, usia, lokasi, dan jumlah anggota keluarga terhadap pengeluaran konsumen di Pasar Sokaraja dan Rita Pasaraya Sokaraja dan untuk menganalisis variable mana yang paling dominan di Pasar Sokaraja dan Rita Pasaraya Sokaraja. Untuk menganalisis pengaruh pendapatan, tingkat pendidikan, usia, lokasi, dan jumlah anggota keluarga terhadap pengeluaran konsumen digunakan Analisis Regresi Linear Berganda dan untuk menganalisis variable mana yang paling dominan di Pasar Sokaraja dan Rita Pasaraya Sokaraja menggunakan uji t. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil dari 94 responden dari Pasar Sokaraja dan 94 responden dari Rita Pasaraya Sokaraja. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa pendapatan dan jumlah anggota keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengeluaran konsumen sedangkan faktor-faktor lain seperti tingkat pendidikan, usia, dan lokasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumen di Pasar Sokaraja, sedangkan di Rita Pasaraya Sokaraja menunjukkan bahwa pendapatan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengeluaran konsumen sedangkan faktor-faktor lain seperti tingkat pendidikan, usia, lokasi, dan jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumen. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa variable yang paling dominan adalah pendapatan di Pasar Sokaraja dan Rita Pasaraya Sokaraja. | SUMMARY The title of this research is the factors affecting consumer expenditure in Traditional Market and Modern Market (Case Study in Sokaraja Sub-district). This study aims to analyze the influence of several factors such as income, education level, age, location, and number of family members on consumer expenditure in the Pasar Sokaraja and Rita Pasaraya Sokaraja and to analyze which variables are the most dominant. To analyze the effect of income, education level, age, location, and number of family members on consumer expenditure, Multiple Linear Regression Analysis is used and to analyze which variable is the most dominant in the Sokaraja Market and Rita Pasaraya Sokaraja using the Multiple Linear Regression. The data used in this study are primary data taken from 94 respondents from Sokaraja Market and 94 respondents from Rita Pasaraya Sokaraja. The results of multiple linear regression analysis show that income and number of family members have a significant influence on consumer spending while other factors such as education level, age, and location do not significantly influence consumer spending in the Sokaraja Market, while in Rita Pasaraya Sokaraja indicate that income has a significant effect on consumer spending while other factors such as education level, age, location, and number of family members do not significantly influence consumer spending. This study also shows that the most dominant variable is income in the Sokaraja Market and Rita Pasaraya Sokaraja. | |
| 24112 | 27054 | D1A015119 | HUBUNGAN JUMLAH CACING HATI (Fasciola gigantica) DENGAN JUMLAH EOSINOFIL PADA SAPI YANG DIPOTONG DI RPH BANTARWUNI KABUPATEN BANYUMAS | Parasit cacing Fasciola gigantica memiliki peranan dalam mempengaruhi perubahan jumlah eosinofil pada sapi potong. Penelitian “Hubungan Jumlah Infeksi Cacing Hati (Fasciola gigantica) Dengan Jumlah Eosinofil Pada Sapi Yang Dipotong Di RPH Bantarwuni Kabupaten Banyumas” dilaksanakan dari tanggal 25 juni 2019 – 20 juli 2019 di RPH Bantarwuni Kabupaten Banyumas, dan Laboratorium Kesehatan Hewan Tipe B Purwokerto, bertujuan untuk mengkaji hubungan jumlah cacing yang menginfeksi ternak sapi potong dengan jumlah eosinofil pada ternak sapi potong tersebut. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sapi potong di RPH Bantarwuni Kabupaten Banyumas sebanyak 74 ekor. Perhitungan jumlah eosinofil menggunakan uji hitung diferensial leukosit dengan teknik pewarnaan giemsa menggunakan sampel darah sapi potong. Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi cacing hati Fasciola gigantica sebesar 47,3%. Nilai rataan eosinofil absolut pada sapi potong yang tidak dan terinfeksi cacing hati Fasciola gigantica sebesar 426,47 sel/µ dan 729 sel/µ. Hasil analisis uji t menunjukan bahwa jumlah eosinofil yang terinfeksi Fasciola gigantica tidak berbeda nyata (t<t tabel) dengan jumlah eosinofil pada sapi yang tidak terinfeksi Fasciola gigantica namun cenderung meningkat. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa jumlah cacing yang menginfeksi sapi potong tidak berpengaruh nyata (p>0,05) dengan jumlah eosinofilnya. Selain itu hasil analisis regresi ditunjukan dengan persamaan regresi Y = 557,73 + 4,86X. | Fasciola gigantica flukes parasites have a role in the effect of changes in the number of eosinophils in cattle. The study "Relationship between the number of liver flukes infections (Fasciola gigantica) with the number of eosinophils in cattle in Bantarwuni abattoir, Banyumas Regency" was carried out from 25 June 2019 - 20 July 2019 at the Bantarwuni abattoir, Banyumas Regency, and Animal Health Laboratory Type B Purwokerto, aiming at to examine the relationship between the number of flukes that infect cattle with the number of eosinophils in cattle. The material used in this study were 74 cattle in Bantarwuni abattoir, Banyumas Regency. Calculation of the number of eosinophils uses a leukocyte differential test with the giemsa staining technique using cattle blood samples. The results showed that the prevalence of Fasciola gigantica liver flukes was 47.3%. The absolute eosinophil mean values in cattle that are not and infected with Fasciola gigantica liver flukes are 426.47 cells / µ and 729 cells / µ. The results of the t-test analysis showed that the number of eosinophils infected with Fasciola gigantica was not significantly different (t <t table) with the number of eosinophils in cattle that were not infected with Fasciola gigantica but tended to increase. The results of the analysis of variance showed that the number of flukes that infected cattle had no significant effect (p> 0.05) with the number of cattle eosinophils. Besides, the results of the regression analysis are shown by the regression equation Y = 557.73 + 4.86X. | |
| 24113 | 27203 | D1A015045 | KANDUNGAN UNSUR HARA NITROGEN (N) DAN PHOSPOR (P) DI DALAM KOMPOS BERBAHAN BAKU FESES SAPI POTONG YANG DIPERKAYA DENGAN Azolla microphylla | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan Azolla microphylla terhadap kandungan unsur hara Nitrogen (N) dan Phospor (P) pada kompos berbahan baku feses sapi potong. Penelitian dilaksanakan di CV. Amanah Farm, Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dan Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Bahan yang digunakan yaitu feses sapi potong; Azolla microphylla; serbuk gergaji; abu; aktivator; dan kapur dolomit. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan ancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan 3 (tiga) perlakuan (P0, P1, dan P2) yang masing-masing perlakuan akan dilakukan pengulangan sebanyak 6 kali. Perlakuan penambahan Azolla microphylla terdiri dari P0 (Feses tanpa penambahan Azolla microphylla), P1 (Feses dengan penambahan Azolla microphylla 10 %), dan P2 (Feses dengan penambahan Azolla microphylla 20 %). Variabel yang diukur adalah kandungan Nitrogen (N) dan Phospor (P). Data dianalisis menggunakan ANAVA dan uji lanjut BNJ. Hasil penelitian menunjukkan rataan kandungan Nitrogen (N) untuk P0, P1, dan P2 sebesar 1,12 ± 0,007 %; 1,27 ± 0,014 %; dan 1,63 ± 0,045 % dan kandungan Phospor (P) untuk P0, P1, dan P2 sebesar 0,84 ± 0,07 %; 0,82 ± 0,04 %; dan 0,87 ± 0,01 %. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian Azolla microphylla berpengaruh nyata (P< 0,05) terhadap kandungan Nitrogen (N) dan tidak berpengaruh nyata (P> 0,05) terhadap kandungan Phospor (P). Hasil uji lanjut BNJ terdapat perbedaan nyata pada kandungan Nitrogen (N) pada P2 (Feses dengan penambahan Azolla microphylla 20 %) sedangkan pada P0 (Feses tanpa penambahan Azolla microphylla) dan P1 (Feses dengan penambahan Azolla microphylla 10 %) tidak berbeda nyata. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan bahwa penambahan Azolla microphylla mampu meningkatkan kandungan Nitrogen (N) dan tidak meningkatkan kandungan Phospor (P) kompos. | The purpose of this study was to knowing the effect of Azolla microphylla addition on the nutrient content of Nitrogen (N) and Phosphor (P) in superior made from raw beef cattle feces. The research was carried out at UD. Sapi Amanah Farm (beef and sheep fattening), Datar Village, Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java. The material used were beef cattle feces; Azolla microphylla; sawdust; ash; activator; and dolomite lime. The method used was experimental with a completely randomized design (CRD). The treatments used are 3 (three) treatments (P0, P1, and P2), each treatment will be repeated 6 times. The treatment of Azolla microphylla additions included P0 (Feces without the addition of Azolla microphylla), P1 (Feces with the addition of Azolla microphylla 10 %), and P2 (Feces with the addition of Azolla microphylla 20 %). The variables measured content of Nitrogen (N) and Phosphor (P). Data were analyzed using ANAVA and continued testing of BNJ. The results showed average Nitrogen (N) to P0, P1, and P2 content of 1,12 ± 0,01 %; 1,27 ± 0,01 %; and 1,63 ± 0,05 % and Phosphor (P) to P0, P1, and P2 content of 0,84 ± 0,07 %; 0,82 ± 0,04 %; and 0,87 ± 0,01 %. The results of the analysis variance showed that administration of Azolla microphylla had a significant (P< 0,05) on content of Nitrogen (N) and had no significant effect (P> 0,05) on content of Phosphor. The results of the continued testing of BNJ had significant differences in content of Nitrogen (N) on P2 (Feces with the addition of Azolla microphylla 20 %) while on P0 (Feces without the addition of Azolla microphylla) and P1 (Feces with the addition of Azolla microphylla 10 %) had no significant effect. The conclusion of the research that addition of Azolla microphylla can increase the yield of nitrogen (N) and does not increase content of Phosphor (P) compost. | |
| 24114 | 27204 | H1B015063 | DETEKSI DAERAH RAWAN BANJIR MENGGUNAKAN METODE REGRESI LOGISTIK DI PROVINSI JAWA TIMUR | Meningkatnya kebutuhan lahan dan kebutuhan sarana dan prasarana kota berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan dan bencana alam. Salah satu permasalahan yang sering terjadi setiap tahunnya adalah masalah banjir. Hampir setiap tahun bencana banjir melanda beberapa wilayah di Indonesia yang tidak sedikit menimbulkan korban jiwa dan kerugian material. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Jawa Timur yang bertujuan untuk menentukan lokasi rawan banjir menggunakan pengindraan jauh yang datanya diperoleh dari satelit. Dimana data tersebut nantinya akan diolah menggunakan model Regresi Logistik dan diwujudkan dalam sebuah peta tematik yang menyajikan informasi mengenai kondisi fisik suatu daerah yang memiliki potensi terjadinya banjir. Dari hasil pemodelan regresi logistik didapatkan nilai fitting data sebesar 56,52174%, sedangkan nilai validasinya adalah 69,47040%. Daerah rawan banjir di Jawa Timur diperkirakan memiliki luas 46.655 grid dan wilayah tidak banjir diperkirakan memiliki luas 1354 grid. | The increasing need for land and the needs for infrastructure and municipalities have an impact on declining environmental quality and natural disasters. One problem that often occurs every year is the problem of flooding. Almost every year, floods hit several regions in Indonesia which caused quite a few fatalities and material losses. This research was conducted in East Java Province which aims to determine the location of flood-prone using remote sensing from which data is obtained from satellites. Where the data will later be processed using the Logistic Regression model and realized in a thematic map that presents information about the physical condition of an area that has the potential for flooding. From the results of logistic regression modeling the value of fitting data is 56.52174%, while the validation value is 69.47040%. The flood prone area in East Java is predicted to have an area of 46,655 grids and the non-flood area is predicted to have an area of 1354 grids. | |
| 24115 | 26978 | K1C015026 | SIMULASI LEBAR PENUMBRA DAN UMBRA DARI KOLIMATOR RADIOTERAPI Co-60 BERBAHAN TUNGSTEN, TIMBAL DAN BISMUTH MENGGUNAKAN MCNPX | Pelebaran medan radiasi gamma pada radioterapi yang disebabkan oleh faktor geometri sumber dinamakan efek penumbra dan pelebaran yang disebabkan oleh hamburan dinamakan umbra. Efek penumbra dan umbra dihasilkan dari interaksi radiasi gamma dengan material kolimator. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan fluks radiasi primer, fluks radiasi terhambur dan kontaminasi elektron serta menentukan lebar penumbra dan umbra pada SSD (Source Surface Distance) 80 cm dan ukuran medan radiasi 10 cm × 10 cm dengan material kolimator yang berbahan tungsten, timbal dan bismuth secara simulasi menggunakan MCNPX code. Fluks radiasi diperoleh dari hasil running MCNPX code menggunakan tally f5 dan kontaminasi elektron menggunakan tally f2. Lebar penumbra dan umbra dapat diperoleh dari kurva fluks radiasi yang berada pada nilai 20% sampai 80%. Berdasarkan hasil simulasi, kontaminasi elektron yang diperoleh pada material tungsten, timbal dan bismuth secara berurutan adalah 0,0174 %, 0,0179 % dan 0,0194 %. Radiasi hambur yang diperoleh adalah 49,22513 %, 50,22078 % dan 47,79101 %. Lebar penumbra yang dihasilkan dari ketiga material kolimator 2 cm dan lebar umbra 2 cm. Lebar penumbra sesuai standar jika jarak antara kolimator sekunder dengan fantom air menjadi 22,85715 cm. Bismuth lebih baik jika digunakan sebagai material kolimator radioterapi karena memiliki radiasi hambur lebih rendah dibandingkan bahan tungsten dan timbal. | The widening of the gamma radiation field on radiotherapy caused by the source geometry factor is called the penumbra effect and the widening caused by scattering is called the umbra. The effect of penumbra and umbra results from the interaction of gamma radiation with collimator material. This study aims to determine the primary radiation flux, scattered radiation flux and electron contamination and determine the width of the penumbra and umbra on the SSD (Source Surface Distance) 80 cm and the size of the radiation field 10 cm × 10 cm with collimator material made of tungsten, lead and bismuth in a manner simulation using MCNPX code. Radiation flux is obtained from running MCNPX code using tally f5 and electron contamination using tally f2. The width of the penumbra and umbra can be obtained from the radiation flux curve which is at a value of 20% to 80%. Based on the simulation results, electron contamination obtained in tungsten, lead and bismuth materials are respectively 0.0174 %, 0.0179 % and 0.0194 %. The scattering radiation obtained was 49.22513 %, 50.22078 % and 47.79101 %. The width of the penumbra produced from the three collimator materials is 2 cm and the width of the umbra is 2 cm. Penumbra width according to the standard if the distance between the secondary collimator and the water phantom becomes 22.8515 cm. Bismuth is better if used as a radiotherapy collimator material because it has lower scattering radiation than tungsten and lead materials. | |
| 24116 | 27206 | H1E015011 | PEMILIHAN PEMASOK DENGAN METODE PROMETHEE MEMPERTIMBANGKAN MODEL MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING SEBAGAI PENGENDALIAN PERSEDIAAN PADA PROYEK JASA KONSTRUKSI (Studi Kasus: PT. UES) | Kegiatan yang memiliki pengaruh besar pada proyek konstruksi salah satunya adalah pemilihan pemasok material. Dalam penelitian ini, perusahaan tidak memiliki kriteria dan model dalam pemilihan pemasok. Permasalahan lain yaitu adalah besarnya biaya persediaan. Oleh sebab itu, dibutuhkan metode Promethee dalam pemilihan pemasok yang mempertimbangkan perhitungan MRP dengan penggunaan lot sizing yang tepat dan sesuai agar dapat meminimasi biaya persediaan. Berdasarkan perhitungan dengan penggunaan lot sizing yang tepat akan dapat menghemat biaya persediaan sebesar 16 – 46% dibandingkan dengan metode yang dilakukan oleh perusahaan. Dalam penelitian ini didapatkan 9 kriteria yaitu adalah harga, biaya, kualitas, delivery, metode pembayaran, jaminan (claim), komunikasi yang mudah, pelayanan, dan etika. Hasil dari perhitungan didapatkan pemasok yang terbaik dari tiap material dan kriteria yang paling mempengaruhi adalah kriteria harga dan biaya karena nilai bobot dari masing-masing kriteria sebesar 20%. Hasil dari perhitungan MRP memiliki pengaruh yang signifikan dalam perhitungan metode Promethee karena dengan teknik lotting MRP yang sesuai dan tepat akan didapatkan total biaya minimum yang dapat dijadikan input dalam perhitungan metode Promethee. | One of the activities that has a major influence on construction projects is the selection of material suppliers. In this study, the company does not have criteria and models in selecting suppliers. Another problem is the amount of inventory costs. Therefore, Promethee method is needed in the selection of suppliers that consider the calculation of MRP with the use of lot sizing to minimize inventory costs. Based on calculations using the right lot sizing will be able to save inventory costs by 16-46% compared to the methods carried out by the company. In this study 9 criteria were obtained namely price, cost, quality, delivery, payment methods, guarantees (claims), easy communication, service, and ethics. The results of the calculation obtained the best suppliers of each material and the criteria that most affected were price and cost criteria because the weighting value of each criterion was 20%. The results of the MRP calculation have a significant effect in the calculation of the Promethee method because with the appropriate and precise MRP lotting technique a minimum total cost can be used as input in the calculation of the Promothee method. | |
| 24117 | 27209 | D1A015206 | PENGARUH LEVEL PENAMBAHAN POLLARD PADA SILASE RUMPUT GAJAH MINI (Pennisetum purpureum cv. Mott) TERHADAP KADAR BAHAN KERING DAN KADAR BAHAN ORGANIK | Penelitian tentang pengaruh level penambahan pollard pada silase rumput gajah mini (pennisetum purpureum cv. mott) terhadap kadar bahan kering dan kadar bahan organik bertujuan untuk mengetahui level terbaik penambahan pollard dalam silase rumput gajah mini terhadap kadar bahan kering dan kadar bahan organik, dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2019 sampai 15 Juli 2019 di Experimental Farm dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak (INMT) Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah silase rumput gajah mini yang ditambah molases dan berbagai level pollard. Metode yang digunakan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Perlakuan yang diterapkan dalam pembuatan silase adalah 5 level penambahan pollard yaitu 0%; 10%; 20% ; 30%; 40% dengan 4 kali ulangan Peubah yang diukur adalah kadar bahan organik (BK) dan kadar bahan organik (BO). Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Berdasarkan hasil analisi variansi, perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,1) terhadap kadar BK dan BO. Semakin tinggi level penambahan pollard maka kadar BK dan BO silase rumput gajah mini semakin meningkat. Level optimal penambahan pollard terhadap BK dan BO terjadi pada perlakuan P4 sebanyak 40% pollard. | Research about the effect of pollard addition levels on silage of dwarf napier grass (pennisetum purpureum cv. mott) to dry matter and organic matter to determine the best level of addition of pollard in silage of dwarf napier grass to dry matter and organic matter, carried out on May 27, 2019 to July 15, 2019 at the Experimental Farm and Laboratory of Nutrition and Animal Feed of the Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used is dwarf napier grass silage added with molasses and various pollard levels. The method used was an experiment with a Completely Randomized Design (CRD). The treatments applied in making silage are 5 levels of pollard addition, namely 0%; 10%; 20%; 30%; 40% with 4 replications). The measured variables are the dry matter (DM) and the organic matter (OM). Data were analyzed using analysis of variance and continued with the polynomial orthogonal test. Based on the analysis of variance, the treatment had a very significant effect (P <0.1) on the levels of DM and OM. The higher the level of addition of pollard, the level of DM and OM silage of drwarf napier grass is increasing. The optimal level of pollard addition to DM and OM occurs in P4 treatment by 40% pollard. | |
| 24118 | 27210 | A1D015194 | PENGARUH PEMBERIAN ASAM HUMAT DAN PUPUK N TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pemberian asam humat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bayam merah, (2) pengaruh pemberian pupuk N terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bayam merah, (3) kombinasi perlakuan terbaik antara pemberian asam humat dan pemberian pupuk N. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse Fakultas Pertanian dan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini berlangsung mulai bulan Mei sampai dengan Juli 2019. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Perlakuan yang dicoba terdiri dari dua faktor, dengan faktor pertama adalah penggunaan dosis pupuk ZA, yaitu P1 (0,2 g), P2 (0,6 g), dan P3 (1 g). Faktor kedua adalah penggunaan dosis asam humat, yaitu H1 (50 mg), H2 (150 mg), dan H3 (250 mg). Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang akar, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot akar segar, dan bobot akar kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam humat hanya berpengaruh terhadap variabel tinggi tanaman. Dosis asam humat sebesar 150 mg memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingan dosis yang lainnya. Pemberian pupuk Nitrogen berpengaruh terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Dosis pupuk Nitrogen sebesar 1 g memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingan dosis yang lainnya. Tidak terjadi kombinasi perlakuan antara pemberian asam humat dan pemberian pupuk Nitrogen. | This research aims to determine (1) the effect of humic acid application on the growth and production of red spinach plants, (2) the effect of N fertilizer application on the growth and production of red spinach plants, (3) the best combination of treatment between giving humic acid and N fertilizer. This research was conducted at the screenhouse of the Faculty of Agriculture and at the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research took time from May to July 2019. This research used an experimental method with an experimental design used was a Complete Randomized Block Design (RAKL). The treatment tried consisted of two factors, with the first factor being the use of ZA fertilizer doses, namely P1 (0.2 g), P2 (0.6 g), and P3 (1 g). The second factor is the use of humic acid doses, namely H1 (50 mg), H2 (150 mg), and H3 (250 mg). The observed variables consisted of plant height, number of leaves, stem diameter, leaf area, root length, fresh plant weight, dry plant weight, fresh root weight, and dry root weight. The results showed that humic acid only affected plant height variables. Humic acid dose of 150 mg gives a better effect than other doses. Nitrogen fertilizer affects variable plant height, number of leaves, stem diameter, weight of fresh plants, and weight of dry plants. Nitrogen fertilizer dose of 1 g gives a better effect than the other doses. There was no combination of treatment between administration of humic acid and Nitrogen fertilizer. | |
| 24119 | 27211 | D1A015003 | PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN PUPUK NPK TERHADAP DIAMETER BATANG DAN JUMLAH DAUN RUMPUT GAJAH MINI (Pennisetum purpureum cv. Mott) PADA DEFOLIASI KEENAM | Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji pengaruh kombinasi pupuk kandang dan pupuk NPK terhadap diameter batang dan jumlah daun rumput gajah mini pada defoliasi keenam dan mengkaji kombinasi dosis pemupukan pupuk kandang dan NPK yang paling optimum. Materi yang digunakan adalah pupuk kandang kotoran sapi perah 270 kg, pupuk NPK 2,5 kg, 720 rumpun rumput gajah mini (jarak tanam 0,75 m x 0,35 m) dan luas per petak atau unit 5 m², lahan seluas 278 m² yang dibagi menjadi 3 kelompok lahan. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 12 perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk kandang (O) dengan 3 level dan faktor kedua adalah NPK (A) dengan 4 level. Variabel yang diukur dan diamati adalah diameter batang (cm) dan jumlah daun (helai/batang) rumput gajah mini defoliasi keenam. Analisis data menggunakan analisis variansi dan uji lanjut orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan pupuk kandang berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada pertambahan jumlah daun dan NPK tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada pertumbuhan diameter batang. Kesimpulan adalah diperoleh dosis paling optimum yaitu pada pupuk kandang 15 kg/unit atau 30 ton/ha. Pemupukan NPK tidak meningkatkan diameter batang dan jumlah daun. Apabila dosis pupuk diberikan semakin banyak maka pertumbuhan tanaman akan semakin cepat. | This study was conducted to examine the effect of a combination of manure and NPK fertilizer on the stem diameter and number of leaves of dwarf elephant grass on the sixth defoliation and examine the most optimum combination of fertilizer dosage and NPK. The materials used are 270 kg dairy manure, 2.5 kg NPK fertilizer, 720 dwarf elephant grass clumps (0.75 mx 0.35 m spacing) and 5 m² per plot or unit, 278 m² land divided into 3 land groups. The study was conducted experimentally using a randomized block design (RBD), with 12 treatments. The first factor is manure (O) with 3 levels and the second factor is NPK (A) with 4 levels. The variables measured and observed were the stem diameter (cm) and the number of leaves (leaf blade/stems) of the sixth defoliation dwarf elephant grass. Data analysis using variance analysis and orthogonal polynomial further tests. The results showed that manure fertilization had a very significant effect (P <0.01) on increasing the number of leaves and NPK had no significant effect (P> 0.05) on stem diameter growth. The conclusion is that the most optimum dose is obtained in manure 15 kg / unit or 30 tons / ha. NPK fertilization does not increase the stem diameter and number of leaves. If more doses of fertilizer are given, the plant growth will be faster. | |
| 24120 | 27212 | A1F015020 | Screening Aktivitas Antimikroba Bagian Tanaman Kelapa | Gula kelapa cetak merupakan produk yang dihasilkan dari proses pemasakan nira. Nira mudah mengalami kerusakan akibat kontaminasi mikroba. Untuk mencegah kerusakan nira dapat dilakukan dengan penambahan pengawet alami. Bagian tanaman kelapa ini meliputi daun, pelepah, akar, tempurung, dan sabut. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh jenis bahan terhadap aktivitas antimikroba; 2) Mengetahui pengaruh konsentrasi bahan terhadap aktivitas antimikroba; 3) Mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan antara jenis bahan dan konsentrasi bahan yang menghasilkan kimia nira dan aktivitas antimikroba terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dilakukan 2 tahap yaitu tahap I screening bagian tanaman kelapa, tahap II pengujian bagian tanaman kelapa terhadap kimia nira. Variabel yang diamati pada penelitian ini mencakup variabel mikrobiologi dengan mengukur zona penghambatan, dan kimia nira meliputi pH nira dan obrix nira. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan (sabut dan tempurung kelapa) menunjukkan pengaruh lebih tinggi terhadap mikroba pada nira dan tergolong daya hambat sedang. Konsentrasi bahan 10% menunjukkan aktivitas antimikroba yang lebih tinggi dibandingkan konsentrasi 5%. Semua jenis bagian tanaman kelapa menghasilkan pH nira yang rendah berkisar 4,7-5,2 sedangkan menghasilkan obrix berkisar 13,2-15obrix. Kata kunci: Aktivitas antimikroba, jenis bahan, pH nira, obrix nira. | Printed coconut sugar is a product produced from the sapping process. The sapping is easily damaged by microbial contamination. To prevent damage to roomie can be done by adding natural preservatives. Parts of this coconut plant include leaves, midrib, roots, shell, and coir. This research aims to: 1) Determine the effect of the type of ingredients on antimicrobial activity; 2) Determine the effect of ingredients concentration on antimicrobial activity; 3) Determine the effect of a combination of treatments between the types of ingredients and the concentration of ingredients that produce the best sap chemistry and antimicrobial activity. This research used an experimental method, carried out in 2 stages namely stage I screening of coconut plant parts, phase II testing of coconut plant parts on the sap of chemistry. The variables observed in this study include microbiological variables by measuring the zone of inhibition, and chemistry of sap including pH of nira and obrix of nira. The results of the study showed that the type of material (coconut husk and coconut shell) showed a higher effect on microbes in the sap and was classified as medium inhibitory. A 10% ingredients concentration shows a higher antimicrobial activity than a 5% concentration. All types of coconut plant parts produce a low sap pH range from 4.7 to 5.2 while producing obrix ranges from 13.2-15obrix. Keywords: Antimicrobial activity, type of material, pH of nira, obrix of nira. |