Artikelilmiahs
Menampilkan 24.061-24.080 dari 50.307 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 24061 | 27155 | F1K014013 | PESAN MORAL DALAM NOVEL SATRIA NOVEMBER KARYA MIA ARSJAD (PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA) | Penelitian ini berjudul “Pesan Moral dalam Novel Satria November Karya Mia Arsjad (Pendekatan Sosiologi Sastra)” yang bertujuan untuk mendeskripsikan konflik sosial yang terjadi dan wujud pesan moral yang ada pada novel Satria November Karya Mia Arsjad. Untuk mendeskripsikan kedua hal tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra yaitu teori konflik sosial Lewis A. Coser dan teori wujud pesan moral Kenny dalam Nurgiyantoro. Bentuk penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, dengan data berupa uraian atau kata-kata yang berasal dari kutipan tulisan pada novel Satria November karya Mia Arsjad. Pada teknik pengumpulan data, penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode simak dan catat dengan cara menyimak secara cermat data-data yang akan diambil dan mencatat data-data yang diperlukan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 24 data merupakan konflik sosial yang terjadi di dalam novel Satria November karya Mia Arsjad. Sesuai dengan teori konflik sosial Lewis A. Coser yang digunakan pada penelitian ini, ditemukan 24 data tersebut tergolong ke dalam konflik sosial realistis. Selain tergolong ke dalam konflik sosial realistis, data-data tersebut juga memiliki pesan moral di dalamnya. Berdasarkan teori pesan moral Kenny dalam Nurgiyantoro, terdapat 25 data yang tergolong ke dalam dua wujud pesan moral yaitu hubungan manusia dengan dirinya sendiri sebanyak 2 data dan hubungan manusia dengan manusia lain sebanyak 23 data. Adanya konflik sosial dan pesan moral yang ditemukan menunjukan apabila novel Satria November karya Mia Arsjad ini memiliki konflik sosial realistis yang pada setiap konfliknya mengandung wujud pesan moral yang mendidik. Implementasi hasil penelitian ini yaitu novel Satria November karya Mia Arsjad dapat dijadikan sebagai bahan ajar ataupun media pembelajaran khususnya pada siswa SMA kelas XII. Hal ini bertujuan agar siswa dapat mengetahui konflik dalam novel dan memahami wujud pesan moral yang terkandung di dalamnya. Kata kunci: konflik sosial Lewis A. Coser, Pesan Moral Kenny dalam Nurgiyantoro, Satria November, Mia Arsjad. | The research entitled “Pesan Moral dalam Novel Satria November Karya Mia Arsjad (Pendekatan Sosiologi Sastra)” aims to describe the social conflict that occured and the kind of moral value in Satria November novels by Mia Arsjad. To describe those two things, this research uses sociology of literature approach which Lewis A. Coser’s conflict social theory and Kenny’s kind of moral value theory in Nurgiyantoro. Besides, this research used descriptive qualitative method, wherein the data is the description or words from Satria November novels by Mia Arsjad. Thus, on the data collection techniques, this research uses two methods which are observation and note methods by observed carefully the data that will be used and write every data that needed to be used. The result of this research shows that there are 24 social conflicts data found in Satria November Novel by Mia Arsjad. Based on Lewis A. Coser theories about social conflict, those 24 data are classified as realistic social conflict. In addition, the data also have moral value in each conflict. According to moral value theories by Kenny in Nurgiyantoro, in this research there are 25 data included into two kinds of moral value which are human relationship with himself as much as 2 data and human relationship with other humans as much as 23 data. The social conflict and moral values that found in this research shows Satria November Novel by Mia Arsjad has realistic social conflicts which in each conflict contains moral value. The implementation of the research results are Satria November Novel by Mia Arsjad can be used as teaching materials or learning media especially for high school students grade 12. It aims to make the students aware of the conflicts in the novel and understand the moral value inside each conflict. Keyword: Lewis A. Coser’s social conflict theory, Kenny’s moral value theory in Nurgiyantoro, Satria November, Mia Arsjad. | |
| 24062 | 27156 | C1C015043 | PENGARUH RELIGIUSITAS, PENGETAHUAN ZAKAT DAN AKUNTABILITAS BAZNAS TERHADAP MINAT PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS MEMBAYAR ZAKAT PROFESI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiusitas, pengetahuan zakat, akuntabilitas BAZNAS terhadap minat pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Banyumas membayar zakat profesi. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai ASN Pemkab Banyumas, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, sehingga didapat sampel yang berjumlah 116 pegawai ASN Pemkab Banyumas. Data yang didapat dianalisis dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Religiusitas berpengaruh positif terhadap minat pegawai ASN membayar zakat profesi; (2) Pengetahuan zakat berpengaruh positif terhadap minat pegawai ASN membayar zakat profesi; (3) Akuntabilitas BAZNAS berpengaruh positif terhadap minat pegawai ASN membayar zakat profesi. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu minat pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Banyumas membayar zakat profesi dapat ditingkatkan dengan memperhatikan beberapa faktor yang memengaruhinya seperti aspek religiusitas, pengetahuan zakat dan akuntabilitas BAZNAS, dengan meningkatkan beberapa aspek baik dari pegawai maupun pertanggungjawaban yang perlu ditingkatkan dari pengelola zakat. | This study aims to determine the effect of religiosity, zakat knowledge, BAZNAS accountability on the interest of employees of the Civil Service (ASN) Banyumas Regency Government to pay income zakat. The population in this study is the staff of the Banyumas Regency Government ASN, with a sampling technique that is purposive sampling, so that a sample of 116 Banyumas Regency Government employees is obtained. The data obtained were analyzed by using multiple linear regression analysis techniques. The results of this study indicate that: (1) Religiosity has a positive effect on the interest of ASN employees paying professional zakat; (2) Knowledge of zakat has a positive effect on the interest of ASN employees paying professional zakat; (3) Accountability of BAZNAS positively influences the interest of ASN employees in paying professional zakat. The implication of the above conclusion is that the interest of employees of the Civil Service (ASN) Banyumas Regency Government to pay professional zakat can be increased by taking into account several factors that influence it such as the aspects of religiosity, zakat knowledge and BAZNAS accountability, by increasing several aspects both of employees and accountability that need to be improved from zakat manager. | |
| 24063 | 27157 | A1A115027 | FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN IBU RUMAH TANGGA DALAM PEMBELIAN SAYURAN DI PASAR MODERN BSD CITY KOTA TANGERANG SELATAN, BANTEN | Sayuran merupakan salah satu produk yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi di sektor agribinis, serta memiliki banyak manfaat bagi konsumen, dan banyaknya kandungan gizi yang terdapat dalam sayuran menjadikan konsumsi sayuran di Indonesia meningkat. Sayuran dapat dibeli di semua pasar di sekitar para konsumen, tetapi dikarenakan perkembangan zaman, banyak pasar tradisional dilakukan revitalisasi atau dimodernkan, salah satunya adalah Pasar Modern BSD City. Banyaknya Pasar Modern di daerah Tangerang Selatan membuat banyak persaingan antar pasar untuk memikat konsumen dengan beberapa jenis pertimbangan, salah satunya adalah Ibu rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui karakteristik ibu rumah tangga yang melakukan pembelian sayuran di Pasar Modern BSD City, 2) mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi keputusan ibu rumah tangga dalam pembelian sayuran di Pasar Modern BSD City, 3) mengetahui faktor apa yang paling dominan mempengaruhi keputusan ibu rumah tangga dalam pembelian sayuran di Pasar Modern BSD City. Penelitian ini dilakukan di Pasar Modern BSD City Tangerang Selatan, Banten. Penelitian ini dilaksanan dari bulan Mei 2019 sampai dengan bulan Juni 2019. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 responden, yaitu ibu rumah tangga yang membeli sayuran di Pasar Modern BSD City, dengan menggunakan metode accidental sample, dan metode yang digunakan selanjutnya adalah Uji Validitas dan Realibilitas, selanjutnya uji Method of successive interval (MSI), dan Uji analisis regresi linier berganda. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktor individu, sosial, gaya hidup, harga, produk, lokasi dan pelayanan. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa ibu rumah tangga yang datang membeli sayuran di Pasar Modern BSD City rata-rata berusia kisaran 30 sampai 50 tahun, dengan tingkat pendidikan akhir Sarjana, dan pendapatan keluarga rata-rata Rp 3.850.000 sampai Rp 6.000.000. Hasil uji analisis regresi linier berganda menunjukan faktor – faktor yang mempengaruhi ibu rumah tangga dalam membeli sayuran di Pasar Modern BSD City adalah faktor sosial, produk, dan lokasi, sedangkan faktor yang paling dominan yang mempengaruhi adalah faktor lokasi. | Vegetables is one of the products which has high economic value in agribusiness sector, and also has many benefits to their customers, the large amount of the nutrition content in vegetable made an enhancement in public consumption vegetables in Indonesia. Vegetables can be purchased in all markets around the costumers, but because the developments of the times, traditional markets become modern or got a revitalization, one of the examples is the “Pasar Modern BSD City”. The large number of modern markets in the region South Tangerang make a lot of competition between the markets to lure consumers with some kind of consideration, one of them who is housewife. This research aimed to 1) determine characteristic of housewives whose bought vegetables from the market, 2) to know what factors that considered by housewife in the resolution of the vegetables purchasing in the “Pasar Modern BSD City”, 3) to know what is the most considered dominant factor. The research was conducted in the “Pasar Modern BSD City” South Tangerang. This research was done from Mei 2019 until June 2019. The sample that used in this research were selected from as many as 100 respondents, whom house wife that bought vegetables from the market, with accidental sample method, and the next method was Method of successive interval (MSI), and linear regression multiple based. The variable that used in this research was individual, social, lifestyle, price, product, location, and service. From the results of the analysis showed that housewives who came to bought vegetables in the market was in average age at range around 30 to 50 years, with the level of education was Bachelor Degree, and the average household income around 3.850.000 rupiah to 6.000.000 rupiah. The results from the linear regression multiple based showed that the factors which affect housewives in buying vegetables in “Pasar Modern BSD City” were social, products, and location, and the most consideration dominant factor was location. | |
| 24064 | 27158 | A1A015054 | ANALISIS SISTEM LOGISTIK PRODUK SAYURAN DI SUB TERMINAL AGRIBISNIS KUTABAWA KECAMATAN KARANGREJA, KABUPATEN PURBALINGGA | Logistik merupakan kegiatan menyampaikan produk yang tepat kepada konsumen, pada lokasi yang tepat, waktu yang tepat dan biaya yang minimum. Tujuan penelitian adalah: 1) Mengetahui fasilitas dan sistem logistik produk sayuran di pusat produksi sayuran Karangreja, Kabupaten Purbalingga, 2) Menganalisis jaringan logistik sayuran dari pusat produksi di STA Kutabawa ke beberapa pusat pasar di Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI Jakarta, 3) Menganalisis biaya logistik dari STA Kutabawa ke Pasar Purwokerto, Cirebon dan Jakarta, 4) Menganalisis efisiensi sistem logistik di STA Kutabawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2019. Penelitian menggunakan analisis penerimaan, pendapatan, ketepatan waktu pengiriman, kualitas produk, efisiensi teknis dan ekonomis serta deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) STA Kutabawa memiliki fasilitas logistik terdiri dari pasar seluas 8.600m2 terbagi menjadi 60 los, gudang seluas 224m2. Alat transportasi (pick up, truk engkel dan truk besar), kemasan (gulungan, karung plastik, peti kayu), 2) Sistem logistik di STA Kutabawa dikategorikan menjadi sistem fleksibel. Sistem logistik terdiri dari 3 komponen yaitu penanganan pasca panen, transportasi dan komunikasi pasar, 3) Kualitas produk berdasarkan kerusakan yang diterima konsumen Purwokerto sebesar (1,4%). Cirebon sebesar (3,2%) dan Jakarta sebesar (5,5%), 4) Ketepatan waktu, dalam 10 kali pengiriman ke Purwokerto sebesar (60%), Cirebon sebesar (52%), Jakarta sebesar (70%), 5) Biaya logistik perkilogram ke Purwokerto dengan kemasan gulungan, karung plastik dan peti kayu masing-masing Rp290,00, Rp322,00, dan Rp488,00. Biaya logistik perkilogram ke Cirebon dengan kemasan gulungan, karung plastik dan peti kayu masing-masing Rp599,00, Rp631,00 dan Rp797,00. Biaya logistik perkilogram ke Jakarta dengan kemasan gulungan, karung plastik dan peti kayu masing-masing Rp436,00, Rp463,00 dan Rp604,00, 6) Tingkat efisiensi teknis, Jakarta merupakan yang paling efisien. Efisiensi ekonomis, Purwokerto merupakan yang paling efisien. | Logistics is an activity of delivering the right product to customers, in the right location, the right time and the minimum cost. The research objectives are: 1) Knowing the facilities and logistics systems of vegetable products in the Karangreja vegetable production center, Purbalingga Regency, 2) Analyzing the vegetable logistics network from the production center at STA Kutabawa to several market centers in Central Java, West Java and DKI Jakarta, 3) Analyzing logistics costs from STA Kutabawa to Purwokerto Market, Cirebon and Jakarta, 4) Analyzing the efficiency of the logistics system at STA Kutabawa. The study was started in June to July 2019. The study used analysis of acceptance, profitability, level of punctuality of delivery, product quality, technical and economic efficiency and descriptive. The results showed that 1) STA Kutabawa has a logistics facility consists of market covering an area of 8600m2 devided into 60 los, warehouse covering an area 224m2. The transportation (pick up, engkel trucks and large trucks). Packaging (rolls, plastic sacks, wooden crates), 2) The logistics system at STA Kutabawa is categorized as a flexible system. The logistics system consists of 3 components such as post-harvest handling, transportation and market communication, 3) The quality of product based on damage received by Purwokerto consumers by (1,4%), Cirebon (3,2%) and Jakarta (5,5%), 4) The level of on time, in 10 times delivery to Purwokerto (60%), Cirebon (52%) and Jakarta (70%), 5) Logistics costs per kilogram to Purwokerto with rolls, plastic sacks and wooden crates are Rp290,00, Rp322,00, and Rp488,00. Logistics costs per kilogram to Cirebon with rolls, plastic sacks and wooden crates are Rp599,00, Rp631,00 and Rp797,00. Logistics costs per kilogram to Jakarta with rolls, plastic sacks and wooden crates are Rp436,00, Rp463,00 and Rp604,00, 6) The level of technical efficiency, Jakarta is the most efficient. Economic efficiency, Purwokerto is the most efficient. | |
| 24065 | 27159 | C2A017008 | ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI SEKTORAL, IPM DAN INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH PERIODE 2010-2017 | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “Analsis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Sektoral, IPM dan Inflasi Terhadap Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah Periode 2010-2017” penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi, IPM, inflasi, serta pertumbuhan ekonomi sektoral terhadap kemiskinan di provinsi jawa tengah periode 2010-2017. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari masing-masing variabel tersebut adalah dengan metode data panel serta analisis uji t. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel Pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif namun tidak signifikan, variabel IPM berpengaruh negatif dan signifikaan dan variabel inflasi berpengaruh negatif dan signifikan. Sedangkan variabel bebas dari pertumbuhan ekonomi Sektor Primer berpengaruh positif dan signifikan dan variabel Sektor Sekunder berpengaruh negatif signifikan, varibel Sektor Tersier berpengaruh negatif signifikan. Implikasi dari kesimpulan diatas adalah pertumbuhan ekonomi dapat menurunkan tingkat kemiskinan di Jawa Tengah, namun panda sektor primer pertumbuhan ekonomi ini malah menjadikan tingkan kemiskinan meningkat dikarenakan alih fungsi lahan pertanian menjadi industri hal ini perlunya campur tangan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan dalam hal perijinan. Pada sektor sekunder dan tersier penyerapan tenaga kerja cukup baik dan meningkat disetiap tahunnya hal ini berarti perlunya peningkatan IPM saing masyarakat dalam peningkata sumber daya manusia untuk dapat menambah skill sehingga dapat bersaing dalam penyerapan tenaga kerja. Untuk tingkat inflasi pada penetiain ini memberikan dampak negatif terhadap kemiskinan, hal ini menunjukan bahwa inflasi tidak selalu berdampak buruk pada setiap keadaan. Karena pada saat permintaan barang dan jasa naik maka akan dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Kata kunci : Pertumbuhan ekonomi, IPM, Inflasi, Sektor Primer, Sektor Sekunder, Sektor Tersier, Jawa Tengah. | SUMMARY This study entitled "Analysis of the Influence of Sectoral Economic Growth, HDI and Inflation Against Poverty in Central Java Province 2010-2017" This study aims to analyze how the influence of economic growth, HDI, inflation, and sectoral economic growth on poverty in the province of Central Java in the period of 2010 -2017. The research method used to determine how the effect of each of these variables is the panel data method and t test analysis. The results of this study indicate that the variable economic growth has a negative but not significant effect, the HDI variable has a negative and significant effect and the inflation variable has a negative and significant effect. While the independent variable of economic growth in the Primary Sector has a positive and significant effect and the Secondary Sector variable has a significant negative effect, the Tertiary Sector variable has a significant negative effect. The implication of the above conclusion is that economic growth can reduce poverty levels in Central Java, but the primary sector panda of this economic growth actually makes poverty levels increase due to the conversion of agricultural land into industry, this requires the intervention of the government in issuing policies in licensing. In the secondary and tertiary sectors labor absorption is quite good and increasing every year, this means that there is a need to increase the community competitiveness HDI in improving human resources to be able to increase skills so that they can compete in employment. For the inflation rate in this design has a negative impact on poverty, this shows that inflation does not always have a bad impact on every situation. Because when the demand for goods and services rises it will be able to absorb more labor so that it can increase people's income. Keywords: Economic growth, HDI, Inflation, Primary Sector, Secondary Sector, Tertiary Sector, Central Java. | |
| 24066 | 27160 | K1C015005 | EKSPLORASI SUMBER AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI DESA KASEGERAN KEC. CILONGOK KAB. BANYUMAS | Penelitian telah dilakukan dengan metode geolistrik resistivitas Konfigurasi Schlumberger yang bertujuan untuk menentukan struktur batuan bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas batuan serta potensi sumber air tanah di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Akuisisi data dilakukan sebanyak 5 lintasan dengan panjang 200 meter. Hasil interpretasi data menunjukan terdapat 3 lapisan batuan, yaitu tanah penutup pada lapisan pertama dengan nilai resistivitas 27,07 – 33,46 Ωm yang diduga sebagai batuan aluvium. Lapisan kedua diduga sebagai batu pasir lempungan dengan nilai resistivitas sebesar 36,19 – 95,48 Ωm, dan lapisan ketiga batu pasir dengan nilai resistivitas batuan 1,87 – 2,97 Ωm. Akuifer pada wilayah penelitian adalah akuifer bebas dan akuifer dalam. Akuifer bebas dengan batuannya adalah batu pasir lempungan pada kedalaman 8 – 47 m dan akuifer berada pada kedalaman 47 - >80 m. | Research has been carried done with the Schlumberger Configuration geoelectrical resistivity method which aims to determine subsurface rock structures based on rock resistivity values and potential groundwater sources in Kasegeran Village, Cilongok District, Banyumas Regency. Data acquisition was carried out for 5 lines with a length of 200 meters. The results of data interpretation show that there are 3 layers of rock, namely soil cover in the first layer with resistivity values of 27.07 - 33.46 Ωm which is suspected as alluvium rocks. The second layer is thought to be sandstone clay with a resistivity value of 36.19 - 95.48 Ωm, and the third layer of sandstone with a rock resistivity value of 1.87 - 2.97 Ωm. Aquifers in the study area are free aquifers and aquifers. Free aquifer with rock is sandstone clay at a depth of 8 - 47 m and the deep aquifer is at a depth of 47 -> 80 m. | |
| 24067 | 27161 | K1C015015 | PENGARUH VARIASI TEGANGAN DAN PENGGUNAAN PHANTOM AIR TERHADAP LUAS LAPANGAN PENYINARAN PESAWAT SINAR-X DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Uji kolimator adalah uji untuk memastikan bahwa pesawat sinar-X memenuhi persyaratan keselamatan radiasi dan memberikan informasi diagnosis atau pelaksanaan radiologi yang tepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan memperoleh hasil luasan uji kolimator menggunakan phantom air dengan variasi tegangan tabung sinar-X di kamar periksa 1 Instalasi Radiologi Diagnostik. Penentuan fluks radiasi primer dan sekunder (hambur), karakteristik spektrum energi sinar-X dengan target material tungsten ditentukan secara simulasi menggunakan software MCNPX. Metode yang digunakan adalah secara eksperimen dan simulasi menggunakan MCNPX. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan Pada tegangan 50 kVp terjadi penyimpangan luas lapangan penyinaran terbesar yaitu ˃ 2 cm, tegangan 55 kVp, 55 kVp, 60 kVp, 65 kVp, 70 kVp, 75 kVp dan 80 kVp penyimpangan luas lapangan penyinaran bernilai ˂ 2 cm. Semakin tinggi tegangan maka jumlah fluks radiasinya juga bertambah, ketika tanpa phantom nilai fluks radiasi primer lebih tinggi dibandingkan nilai fluks radiasi sekunder dan berbanding terbalik ketika dengan phantom. Spektrum energi sinar-X karakteristik tampak lebih jelas setelah melewat phantom air karena energi rendah pada sinar-X bremshtrahlung teserap oleh phantom. Intensitas berbanding lurus terhadap tegangan dengan atau tanpa phantom. Sinar X karakteristik muncul pada semua tegangan ketika tanpa phantom di energi 0,003 MeV pada kulit M, 0,012 MeV pada kulit L, pada tegangan 75 kV dan 80 kV terdapat sinar-X karakteristik di energi 0,069 MeV pada kulit K. | The collimator test is a test to ensure that the X-ray unit meets the radiation safety requirements and provides precise and accurate information on the diagnosis or implementation of radiology. This research aims to obtain the results of the spread of the test using phantom water with a variation of X-ray tube voltage In room Check 1 Radiology Diagnostics Installation. Determination of primary and secondary radiation flux (scattering) X-ray energy spectrum characteristics with tungsten material targets are determined in a simulated use of MCNPX software. The methods used are experimentally and simulated using MCNPX. Based on the results obtained at a voltage of 50 kVp There is widespread deviation in the largest illumination field of ˃ 2 cm, voltage 55 kVp, 55 kVp, 60 kVp, 65 kVp, 70 kVp, 75 kVp and 80 kVp the area deviation field is worth ˂ 2 cm. The higher Voltage then the amount of flux radiations are also increased, when without the Phantom the primary radiation flux value is higher than that of the secondary radiation flux value and inversely proportional to the phantom. The energy spectrum of X-rays characteristic appears clearer after passing phantom water due to the low energy on the X-rays Bremshtrahlung is teserap by Phantom. Intensity is directly proportional to voltage with or without phantom. X-ray characteristic appears on all voltages without phantom in energy 0.003 MeV on M skin, 0.012 MeV on L leather, at voltage 75 kV and 80 kV There is a characteristic X-ray in energy 0.069 MeV at K shell. | |
| 24068 | 27167 | H1B015023 | Pemetaan Spasial Banjir di Jawa Timur | Banjir adalah bencana yang menyebabkan kerugian besar di Indonesia yang disebabkan oleh beberapa faktor alam dan non alam. Lokasi penelitian berada di Jawa Timur yang merupakan wilayah yang memiliki wilayah yang luas dan peserta yang tinggi, sehingga analisis resiko banjir di Jawa Timur dengan membuat peta resiko bencana banjir perlu dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skoring dan pembobotan menggunakan tiga kategori, yaitu kelas rendah, menengah dan tinggi. Selanjutnya kompilasi data dilakukan, analisis data berupa scoring parameter tingkat bahaya dan tingkat kerentanan di daerah tinjauan berdasarkan peraturan (BNPB) Indonesia No 02 Tahun 2012. Data yang dibutuhkan adalah data curah hujan, sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan di tingkat desa. Data ini kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat resiko banjir di Provinsi Jawa Timur sehingga dapat mengurangi resiko banjir melalui peta dan meningkatkan ketahanan dan kewaspadaan terhadap bencana banjir. Dari hasil analisis didapatkan klasifikasi tingkat resiko banjir rendah 28379 km2 (3621 desa) 58,39% kemudian klasifikasi sedang seluas 16400 km2 (2751 desa) 33,75% dan klasifikasi tinggi seluas 3820 km2 (1212 desa) 7,86%. Kabupaten dengan tingkat risiko banjir tinggi adalah Kabupaten Bojonegoro seluas 39 km2 (16 desa) dan Desa Ngemplakrejo Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan adalah desa yang memiliki tingkat risiko banjir tertinggi di Jawa Timur. | –Flood is the disaster that brings significant loss in Indonesia caused by natural factors and non-natural factors. The research was conducted in East Java which is a region that has wide area and high participant so that the risk analysis of flood in East Java by making risk mapping of flood disaster needs to be done. The method used in this research is scoring and weighting by using three categories namely low, medium, and high class. Then, the data compilation was done, data analysis was in form of parameter scoring of hazard level and vulnerability level in the observed area based on the regulation of National Disaster Management Authority of Indonesia Number 02 of 2012. The data needed were the data of rainfall, social, economy, physical, and environment in village level. These data were then analyzed by using ArcGIS software. The present research aimed to measure the risk level of flood in East Java Province so that it can minimize the risk of flood through map and it can enhance endurance and alertness towards flood disaster. From the analysis result, it can classify the low flood risk of 28379 km2 (3621 villages) was 58,39%, the medium flood risk of 16400 km2 (2751 villages) was 33,75%, and the high flood risk of 3820 km2 (1212 villages) was of 7,86%. The regency with the highest flood risk is Bojonegoro Regency of 39 km2 (16 villages) and Ngemplakrejo Village, Purworejo District, Pasuruan is the village with the highest flood risk level in East Java. | |
| 24069 | 27178 | H1B015034 | Deteksi Kekeringan di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) | Kekeringan merupakan kurangnya pasokan air dalam kurun waktu tertentu yang disebabkan oleh faktor alam dan non- alam yang dapat menimbulkan kerugian pada berbagai macam sektor bidang kegiatan. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui sebaran spasial dari tingkat ancaman, kerentanan hingga tingkat resiko bencana kekeringan di wilayah Jawa bagian tengah yaitu Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode Standardized Precipitation index (SPI) untuk menentukan ancaman bencana kekeringan dan metode skoring serta pembobotan untuk menentukan tingkat kerentanan wilayah studi yang dikategorikan menjadi 3 kelas, yaitu rendah, sedang, dan tinggi yang mengacu peraturan BNPB No.2 Tahun 2012. Dalam penelitian ini data yang digunakan merupakan data sekunder yang meliputi data curah hujan yang diperoleh dari satelit TRMM dan data statistik penyusun masing- masing tingkat kerentanan yaitu kerentanan sosial, ekonomi dan lingkungan yang diperoleh dari instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Dalam Negeri (KEMENDAGRI) dan Badan Informasi Geospasial (BIG). Hasil dari penelitian ini adalah untuk ingkat resiko bencana kekeringan jumlah desa secara keseluruhan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kategori tingkat resiko rendah, sedang dan tinggi, yaitu 645 desa, 7459 desa, serta 23 desa dan luas wilayah masing masing 6036,45 km2, 31112,24 km2, serta 64,19 km2 dari total luas wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dan daerah tingkat resiko bencana kekeringan dengan kategori tinggi salah satunya terdapat di Kabupaten Jepara dengan jumlah desa sebanyak 5 desa yaitu desa Lebuawu, Dare, Ngetuk, Suwawal Timur, dan Tulakan. | Drought is the lack of water supply in particular time period caused by natural factors and non-natural factors that can bring losses to several activities. This research has an objective to know the spatial distribution of threat, vulnerability, and risk levels of drought in the central part of Java Island namely Central Java Province and Special Region of Yogyakarta. In this research, the method used is Standardized Precipitation Index (SPI) to determine the threat of dryness and scoring as well as weighting method to determine the vulnerability level of studied region which are categorized into three classes namely low, medium, and high by referring to National Disaster Management Authority Number 2 of 2012. In this research, the data used are secondary data covering rainfall obtained from TRMM satellite and statistical data of each vulnerability namely social, economy, and environmental vulnerability obtained from relevant institutions such as Central Bureau of Statistics, Ministry of Home Affairs, and Geospatial Information Board. The results of this research are: for drought disaster risk level for all villages in Central Java and Special Region of Yogyakarta with low, medium, and high level category are respectively 645 villages, 7459 villages, and 23 villages; in addition, the width of each region consists of 6036,45 km2, 31112,24 km2, and 64,19 km2 from the total width of Central Java and Special Region of Yogyakarta and the region that has the highest dryness disaster risk level is in Jepara Regency with five villages namely Lebuawu, Dare, Ngetuk, Suwawal Timur, and Tulakan villages. | |
| 24070 | 28664 | C1C015095 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI UNTUK BERKARIR SEBAGAI AKUNTAN PUBLIK (CPA) (STUDI KASUS PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI DI PERGURUAN TINGGI KABUPATEN BANYUMAS) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor dari penghasilan, pertimbangan pasar kerja, lingkungan kerja dan motivasi diri berpengaruh terhadap minat mahasiswa program studi S1 Akuntansi yang ada di Kabupaten Banyumas dalam berkarier sebagai akuntan publik CPA (Certified Public Accounting). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang menempuh program studi S1 Akuntansi yang telah terakreditasi “A” di Kabupaten Banyumas yaitu mahasiswa Ekonomi dan Bisnis jurusan akuntansi Universitas Jendral Soedirman dan mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dengan tekhnik pengambilan sampel yaitu non-probability sampling dan sampel yang diambil adalah berjumlah keseluruhan 96 mahasiswa program studi S1 akuntansi. Data yang didapat dianalisis dengan tekhnik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Penghasilan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa program studi S1 Akuntansi dalam berkarier sebagai akuntan publik CPA (Certified Public Accounting). (2) Pertibangan pasar kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa program studi S1 Akuntansi dalam berkarier sebagai akuntan publik CPA (Certified Public Accounting). (3) Lingkungan Kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat mahasiswa program studi S1 Akuntansi dalam berkarier sebagai akuntan publik CPA (Certified Public Accounting). (4) Motivasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa program studi S1 Akuntansi dalam berkarier sebagai akuntan publik CPA (Certified Public Accounting). Implikasi dari penelitian ini yaitu minat mahasiswa untuk berkarier sebagai akuntan publik yang bersertifikat CPA dapat ditingkatkan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti Penghasilan, Pertimbangan pasar kerja, lingkungan kerja dan Motivasi Diri. | This study aims to determine whether factors of income, job market considerations, work environment and self motivation affect the interest of students of S1 Accounting study programs in Banyumas Regency in a career as CPA (Certified Public Accounting) public accountants. The population in this study are students who take the S1 Accounting study program that has been accredited "A" in Banyumas Regency, namely Economics and Business students majoring in accounting at General Soedirman University and Accounting students at Muhammadiyah University in Purwokerto, with a sampling technique that is non-probability sampling and sampling. taken is a total of 96 undergraduate accounting students. The data obtained were analyzed by using multiple linear regression analysis techniques. The results of this study indicate that: (1) Income has a positive and significant effect on the interests of S1 Accounting study program students in a career as CPA (Certified Public Accounting) public accountants. (2) Work market considerations have a positive and significant effect on the interest of S1 Accounting study program students in a career as CPA (Certified Public Accounting) public accountants. (3) The Work Environment has a negative and not significant effect on the interest of S1 Accounting study program students in a career as CPA (Certified Public Accounting) public accountants. (4) Self motivation has a positive and significant effect on the interest of S1 Accounting study program students in a career as CPA (Certified Public Accounting) public accountants. The implication of this research is that students' interest in a career as CPA-certified public accountants can be increased by taking into account and considering several factors that influence it such as income, job market considerations, work environment and self motivation. | |
| 24071 | 27128 | F1B115027 | PENGARUH DISIPLIN KERJA, BUDAYA ORGANISASI, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP EFEKTIVITAS PROGRAM PERCEPATAN PELAYANAN “MALL PELAYANAN PUBLIK” DI KABUPATEN BANYUMAS | Kabupaten Banyumas memiliki program pelayanan yakni Mall Pelayanan Publik. Akan tetapi, sebagai program yang tergolong baru, terdengar bahwa terdapat permasalahan terkait efektivitas program Mall Pelayanan Publik yang belum maksimal. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh antara disiplin kerja, budaya organisasi, dan lingkungan kerja terhadap efektivitas program “Mall Pelayanan Publik” di Banyumas.Metode penelitian yang digunakan yakni kuantitatif. Sampel penelitian yakni aparatur negara yang bertugas di Mall Pelayanan Publik Banyumas sejumlah 66 orang. Metode Analisis data menggunakan uji validitas dan reliabilitas kuesioner, analisis statistik deskriptif, Korelasi Kendall’s 𝝉c, Koefisien Konkordansi Kendall (W), dan Regresi Ordinal. Hasil penelitian menunjukkan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas program MPP. Kedua, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas program MPP. Ketiga, lingkungan kerja berpengaruh yang positif dan signifikan terhadap efektivitas program MPP. Terakhir, disiplin kerja, budaya organisasi, lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas program MPP Banyumas, | Banyumas Regency has a service program that is the Public Service Mall. However, as a relatively new program, it was heard that there were problems related to the effectiveness of the Public Service Mall. Therefore, the purpose of this study is to determine the effect of work discipline, organizational culture, and work environment on the effectiveness of the "Public Service Mall" in Banyumas. The research method used is quantitative. The research sample is the state apparatus who served in MPP Banyumas as 66 people. Methods of data analysis using test validity and reliability questionnaire, descriptive statistical analysis, Kendall's Correlation 𝝉c, Kendall Concordance Coefficient (W), and Ordinal Regression. The results showed that work discipline had a significant effect on the effectiveness. Second, organizational culture has a significant effect on the effectiveness. Third, the work environment has a significant effect on the effectiveness of the MPP program. Finally, work discipline, organizational culture, work environment has a significant effect on the effectiveness of the Banyumas MPP program, | |
| 24072 | 27163 | C1G015021 | ANALYSIS FACTORS AFFECTING OF WARTEG FOOD DEMAND IN BEKASI CITY | Aksesbilitas warteg sangat berkembang pesat dan menjadi salah satu usaha dengan tingkat permintaan yang tinggi di Kota Bekasi. Warteg merupakan salah satu bagian UMKM sektor industri makanan dan rumah makan cepat saji yang ditandai dengan pelayanan secara cepat dengan harga yang terjangkau. Penelitian ini perlu dilakukan karena melihat perilaku konsumen Kota Bekasi dengan daya beli yang tinggi pada tingkat konsumsi makanan warteg setiap harinya. Tujuan penelitian ini yaitu menguji meneliti tentang harga barang, pendapatan, harga barang lain, jarak dan permintaan konsumen pada makanan warteg dan mengetahui deskripsi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Selanjutnya tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan makanan warteg di kota bekasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil dari 100 responden yang kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Dalam penelitian ini, didapat variabel pendapatan dan harga barang lain, berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan konsumen. Sedangkan variabel harga barang dan jarak tidak memiliki dampak terhadap permintaan konsumen. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu guna memaksimalkan kegiatan transaksi pada permintaan makanan warteg yang menurun. Untuk memaksimalkan kegiatan transaksi yang menyeluruh terhadap semua lapisan masyarakat, perlu memerhatikan persaingan pasar yang ada dan membaca strategi perilaku konsumen untuk peningkatan konsumsi makanan warteg. Penjual juga harus memerhatikan tingkatan harga agar dapat sesuai dengan manfaat yang didapat, meningkatkan loyalitas konsumen dan kepuasan konsumen keunggulan kompetitif agar dapat bersaing dalam memenuhi permintaan konsumen. Bagi konsumen agar lebih selektif memilih penjual dengan harga yang murah dan membandingkan harga makanan warteg dengan harga pada makanan lain diharapkan dapat meningkatkan kontrol diri dengan tujuan untuk lebih mempertimbangkan segi lain seperti kehigienisan dan tingkat kesehatan karena pangan merupakan kebutuhan utama. Dan bagi pemerintah untuk mengatur setiap pelaku usaha agar terus menggenjot para pelaku umkm warteg untuk selalu bersaing dan tetap memerhatikan persaingan yang terjadi pada arus globalisasi perdagangan modern. | Warteg accessibility is highly developed and is one of the businesses with high demand in Bekasi City. Warteg is one part of the MSME sector of the food industry and fast food restaurants that are characterized by fast service at affordable prices. This research needs to be done because it looks at the behavior of consumers in Bekasi City with high purchasing power at the level of food consumption of warteg food every visit. The purpose of this study is to discuss the price of goods, income, prices of other goods, distance and consumer demand for food warteg and look for information about the independent variable on the dependent variable. Furthermore, the purpose of this study is to analyze the factors that influence the demand for food warteg in Bekasi. The data used in this study are primary data taken from 100 respondents who are then analyzed using multiple regression analysis. In this study, obtained the variable income and prices of other goods, asking positively and significantly to consumer demand. While the variable price of goods and distance do not have an interest in consumer demand. The implication of the above conclusion is to add transaction activities to the increasing demand for food warteg. To maximize transaction activities aimed at all levels of society, it is necessary to pay attention to existing market competition and read consumer improvement strategies to increase the consumption of warteg food. The seller must also pay attention to the price level in accordance with the benefits obtained, increase customer loyalty and customer satisfaction competitive advantage can compete in meeting buyers. For consumers to prefer buyers with low prices and compare prices of warteg food with prices on other foods is expected to improve self-control with the aim to add other aspects such as hygiene and health level because food needs are in line with primary needs. In order to continue to push the lawyers of Umkm Warteg to always compete and keep watching the competition that occurs in the current globalization of modern trade. | |
| 24073 | 27153 | L1A015047 | Akumulasi Logam Berat Kromium (Cr) pada Media Air Sedimen dan Ikan Belanak (Mugil sp.) di Sungai Donan Segara Anakan Cilacap | Penelitian ini berjudul “Akumulasi Logam Berat Kromium (Cr) pada Media Air Sedimen dan Ikan Belanak (Mugil sp.) di Sungai Donan Segara Anakan Cilacap”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam Cr pada media air, sedimen dan ikan belanak, hubungan antara kandungan logam Cr pada air dengan sedimen dan ikan belanak, status pencemaran di Sungai Donan Segara Anakan Cilacap. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik Purposive Random Sampling pada empat stasiun dengan empat kali ulangan. Data analisis secara deskriptif komparatif, uji F, regresi dan korelasi, Contaminant Factor (CF), Indeks Geoakumulation (Igeo) dan Bioaccumulation Indeks (BAF). Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam Cr pada air berkisar 0,0112 - 0,0271 mg/L, sedimen berkisar 0,4430 - 0,82267 mg/kg, ikan belanak berkisar 0,1283 - 0,3320 mg/kg. Kandungan logam Cr pada air dengan sedimen dan ikan belanak memiliki hubungan korelasi yang positif, berkaitan kuat (R=784) dan sedang (R=634). Status pencemaran berdasarkan indeks CF (seluruh stasiun) termasuk kategori kontaminasi rendah (CF<1), Igeo (seluruh stasiun) termasuk kategori tercemar ringan dan BAF termasuk kategori organisme yang memiliki kemampuan mengakumulasi logam dalam tubuh di seluruh stasiun. | This research entitled "Accumulation of Chromium (Cr) Heavy Metal in Water Sediment and Mullet Fish (Mugil sp.) In the Donan River Segara Anakan Cilacap". This study aims to determine the content of Cr heavy metals in water media, sediment and mullet fish, the relationship between Cr heavy metal content in water with sediment and mullet fish, pollution status in the Donan River Segara Anakan Cilacap. Survey method used in this research with Purposive Random Sampling technique on four stations with four replications. Data were analyzed using comparative descriptive, F test, regression and correlation, Contaminant Factor (CF), Geoaccumulation Index (Igeo) and Bioaccumulation Index (BAF). The results showed the Cr metal content in water was 0.0112-0.0271 mg/L, the sediment was 0.4430-0.82267 mg/kg, the mullet fish was 0.1283-0.3320 mg/kg. The correlation of Cr metal in the water with sediments and mullets also showed positive result, strongly related (R = 784) and moderate (R = 634). Pollution status based on CF index (all stations) is categorized as low contamination (CF <1), Igeo (all stations) categorized as lightly polluted and BAF is categorized of organisms that have the ability to accumulate metals in the body from all station. | |
| 24074 | 28816 | J1E015030 | The Use of Keyword Method in Teaching English Vocabulary in Reading (An Explorative Study on The Implementation of Keyword Method in Teaching English Vocabulary in Reading to Tenth Grade Students of SMA Negeri 1 Sokaraja Academic Year 2019/2020) | Penelitian ini berjudul Penggunaan Metode Kata Kunci dalam Pengajaran Kosakata Bahasa Inggris dalam Keterampilan Membaca (Sebuah Studi Eksploratif tentang Implementasi Metode Kata Kunci dalam Pengajaran Kosakata Bahasa Inggris dalam Keterampilan Membaca kepada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sokaraja Tahun Akademik 2019/2020). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimana metode kata kunci diterapkan untuk mengajar kosakata bahasa Inggris dalam keterampilan membaca di X MIPA 2 SMA Negeri 1 Sokaraja, (2) Masalah apa yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan metode kata kunci untuk mengajar Kosakata bahasa Inggris dalam keterampilan membaca di X MIPA 2 SMA Negeri 1 Sokaraja, dan (3) Seberapa baik penguasaan siswa terhadap kosakata yang diajarkan menggunakan metode kata kunci. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif eksploratif. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes, observasi, wawancara dan kuesioner. Dalam menganalisis data, peneliti memilih dan menyalin data yang terkait dengan tujuan penelitian. Data disajikan melalui penjelasan deskriptif. Hasil penelitian ini adalah bahwa (1) metode kata kunci berhasil diterapkan di X MIPA 2 SMA Negeri 1 Sokaraja, (2) masalah yang dihadapi oleh guru terkait dengan kata kunci, gambar, dan kalimat, (3) siswa dapat menguasai kosakata yang diajarkan dengan menggunakan metode kata kunci hingga level 3 dalam teori processability milik Pienemann. Kesimpulannya, metode kata kunci dapat diterapkan untuk mengajarkan kosakata bahasa Inggris dalam keterampilan membaca. Untuk penelitian lebih lanjut, peneliti lain dapat menambahkan peningkatan apa pun untuk perbaikan metode ini. | The research is entitled The Use of Keyword Method in Teaching English Vocabulary in Reading (An Explorative Study on The Implementation of Keyword Method in Teaching English Vocabulary in Reading to The Tenth Grade Students of SMA Negeri 1 Sokaraja Academic Year 2019/2020). The purposes of this research were to find out: (1) How is the keyword method implemented to teach English vocabulary in reading in X MIPA 2 SMA Negeri 1 Sokaraja, (2) What problems are encountered by teacher in applying the keyword method to teach English vocabulary in reading in X MIPA 2 SMA Negeri 1 Sokaraja, and (3) How good is the students’ mastery toward the vocabulary taught using keyword method. This research is an explorative qualitative research. The data were collected by using test, observation, interview and questionnaire. In analyzing the data, the researcher selected and transcribed the data related to the research objectives. The data were presented through descriptive explanation. The results of this research were that (1) the keyword method was successfully implemented in X MIPA 2 SMA Negeri 1 Sokaraja, (2) the problems faced by the teacher were related to the keyword, the imagery and the sentence, (3) the students can master the vocabulary taught using keyword method up to level 3 in Pienemann’s processability theory. In conclusion, the keyword method can be applied to teach English vocabulary in reading. For further research, other researcher can add any improvement for the betterment of the method. | |
| 24075 | 27165 | H1B015043 | PERILAKU KUAT LENTUR PANEL PAPAN KOMPOSIT KAYU BAJA RINGAN PROFIL HAT UNTUK LANTAI | Pada masa sekarang semakin dibutuhkan material bangunan yang murah, ringan, cepat dan mudah dalam pengerjaannya. Penggunaan baja ringan merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan material tersebut. Untuk itu dilakukan eksperimen mengenai penggunaan baja ringan sebagai pelat lantai dalam bentuk panel papan komposit. Panel papan komposit baja ringan dikombinasikan dengan kayu plywood untuk memperkuat lemah tekuk baja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku lentur yang terjadi yaitu nilai MOE dan MORnya. Papan komposit dibuat dari baja ringan profil hat dan kayu plywood dengan ketebalan 18 mm. Sambungan yang dipakai adalah sambungan sekrup dengan panjang 3 cm sebanyak 42 buah. Panel papan komposit ini dibuat 3 variasi, yaitu variasi TH30, variasi TH35 dan variasi TH40. Sampel dibuat dengan ukuran 30cm x 90cm dengan dua kali pengulangan untuk setiap variasinya. Dari hasil penelitian diperoleh kuat lentur papan komposit TH30 = 338,60 MPa; TH35 = 469,80 MPa; dan TH40 = 423,62 MPa. Untuk modulus elastisitas diperoleh TH30 = 80482,60 MPa; TH35 = 1272623,34 MPa; dan TH40 = 93143,61 MPa. Maka diambil kesimpulan bahwa semakin besar ukuran baja ringan yang dipakai, maka kapasitasnya juga semakin besar. | Nowadays, cheap, mild, fast, and easy-to-use building material is needed. The use of mild steel is one of the efforts to obtain the material. Therefore, experiment regarding the use of mild steel as the floor plate in form of composite board panel is conducted. Mild steel composite board panel is combined with plywood to strengthen the steel buckling. The objective of this research is to know the flexibility occurring namely MOE and MOR of it. The composite board is made from the hat profile mild steel and plywood with 18 mm thickness. The connector used is screw connector with length of 3 cm with 42 screws. This composite board panel is made for three variations namely TH30, TH35 and TH40 variations. In addition, the sample made with size of 30cm x 90cm with two repetitions for each variation. From the research result, it is obtained that the strong flexible composite board of TH30 = 338,60 MPa; TH35 = 469,80 MPa; and TH40 = 423,62 MPa. For modulus of elasticity, it is obtained that TH30 = 80482,60 MPa; TH35 = 1272623,34 MPa; and TH40 = 93143,61 MPa. Therefore, it is concluded that the bigger the mild steel size used, the bigger the capacity of it. | |
| 24076 | 27166 | H1B015003 | Pengaruh Rasio Air-Semen pada Kandungan Semen 500 Kg terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton yang Menggunakan Agregat Sampah Plastik Polypropylene (PP) | Dewasa ini penggunaan plastik mengalami peningkatan dan akibat dari peningkatan tersebut adalah bertambah pula sampah plastik. Salah satu usaha untuk mengurangi sampah plastik yaitu dengan digunakan sebagai bahan alternatif campuran beton ringan agar menghasilkan berat yang ringan pula. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar optimum nilai FAS pada campuran beton yang beragregat pastik jenis PP dan menentukan kuat tekan dan modulus elastisitas beton ringan maksimal berdasarkan variasi FAS pada kandungan semen 500 kg. Untuk mencapai tujuan ini dilakukan penelitian tentang beton ringan dengan campuran agregat ringan dengan agregat normal. Agregat yang digunakan sebagai agregat ringan di sini yaitu agregat halus hasil coating campuran plastik PP dan pasir merapi lolos no.30 dengan komposisi 1 pasir : 1,25 plastik. Menggunakan agregat kasar alami yaitu kerikil type 10-20 mm dengan semen PCC merek tiga roda dengan Fas 0,26; 0,3; 0,45; 0,49. Hasil pengujian karakteristik agregat ringan yang dibuat menunjukkan bahwa agregat ringan yang dihasilkan memenuhi spesifikasi yang disyaratkan SNI 03-2461-2002. Kuat tekan rata-rata pada umur 28 hari dari beton silinder 10/20 dan 15/30 yaitu pada FAS 0,49 sebesar 21,68 MPa, FAS 0,45 sebesar 22,15 MPa, FAS 0,3 sebesar 25,56 Mpa, FAS 0,26 sebesar 28,73 MPa. Modulus elastisitas rata-rata pada umur 28 hari dari beton silinder 15/30 yaitu pada FAS 0,49 sebesar 10727,38 MPa, FAS 0,45 sebesar 11032,18 MPa, FAS 0,3 sebesar 14812,9 Mpa, FAS 0,26 sebesar 24486,09 MPa. Dari hasil tersebut menunjukkan semakin tinggi nilai FAS pada campuran beton maka nilai kuat tekan dan modulus elastisitas akan semakin rendah. Hubungan antara kuat tekan dengan modulus elastisitas beton ringan yaitu semakin tinggi nilai kuat tekannya, maka semakin tinggi pula nilai modulus elastisitasnya. | Nowadays using of plastic has been increased and because of this, the number of plastic waste also increased. One of the effort to reduce plastic waste is to use it as the alternative material for the lightweight concrete mix so it stays light in weight. This study aims to determine the optimum levels of FAS values in concrete mixtures with PP pastoral aggregate and determine the compressive strength and modulus of elasticity of lightweight lightweight concrete maximum based on the variation of FAS on 500 kg cement content. This study discusses lightweight concrete with a mixture of lightweight aggregates and normal aggregates. The aggregate used as a lightweight aggregate here is the fine aggregate resulting from the coating of a mixture of PP plastic and Merapi sand which passes no.30 with a composition of 1 sand: 1.25 plastic. Using natural coarse aggregate, gravel type 10-20 mm with three-wheel brand PCC cement with Fas 0.26; 0.3; 0.45; 0.49. The results of testing the characteristics of the lightweight aggregate made indicate that the lightweight aggregate produced meets the specifications required by SNI 03-2461-2002. The average compressive strength at 28 days of concrete 10/20 and 15/30 is at FAS 0.49 at 21,68 MPa, FAS 0.45 at 22,15 MPa, FAS 0.3 at 25,56 Mpa, FAS 0.26 of 28,73 MPa. Average modulus of elasticity at 28 days of concrete cylinders 15/30 is at FAS 0.49 at 10727.38 MPa, FAS 0.45 at 11032.18 MPa, FAS 0.3 at 14812.9 MPa, FAS 0, 26 of 24486.09 MPa. The results show that the higher the FAS value in the concrete mixture, the compressive strength and modulus of elasticity will be lower. The relationship between compressive strength and modulus of elasticity of lightweight concrete is the higher the compressive strength, the higher the modulus of elasticity. | |
| 24077 | 27168 | H1B015005 | Pengaruh Rasio Air Semen pada Kandungan Semen 400 Kg Terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton yang Menggunakan Agregat Sampah Plastik Polypropylene (PP) | Seiring berkembangnya teknologi dan populasi penduduk, kebutuhan plastik terus meningkat. Bahkan Indonesia masuk dalam peringkat kedua sebagai penghasil plastik ke laut. Selain kebutuhan plastik yang meningkat, penggunaan beton ringan pada konstruksi juga meningkat karena bobotnya yang ringan sehingga dapat mengurangi kegagalan akibat gempa. Melihat dua kondisi ini, maka dilakukanlah penelitian pemanfaatan limbah plastik menjadi agregat pada beton ringan. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan nilai FAS optimum yang memenuhi syarat beton ringan struktural, mengetahui kuat tekan dan modulus elastisitas maksimum. Dalam pembuatan agregat ringan digunakan limbah plastik PP yang dicampur dengan pasir merapi. Pada penelitian ini digunakan variasi FAS sebesar 0.26, 0.30, 0.45, dan 0.49, untuk semen digunakan jenis PCC dengan berat 400 kg/m3. Benda uji yang dibuat menggunakan dua ukuran yaitu silinder 10/20 dan silinder 15/30 dan pengujian yang dilakukan adalah pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas. Hasil pengujian karakteristik agregat ringan yang dibuat menunjukkan bahwa secara umum agregat ringan memenuhi spesifikasi yang disyaratkan SNI 03-2461-2002. Berat isi dalam keadaan seimbang rata-rata pada variasi 0.26, 0.30, 0.45, 0.49 berturut-turut adalah 1838.41 kg/m3, 1824.83 kg/m3, 1820.94 kg/m3, dan 1803.70 kg/m3. Kuat tekan rata-rata pada variasi 0.26, 0.30, 0.45, 0.49 berturut-turut adalah 34.72 MPa, 28.15 MPa, 20.20 MPa, 19.80 MPa. Modulus elastisitas rata-rata pada variasi 0.26, 0.30, 0.45, 0.49 berturut-turut adalah 12774.80 MPa, 11044.70 MPa, 9479.02 MPa, 9243.71 MPa. Dari hasil tersebut nilai FAS yang memenuhi spesifikasi beton ringan struktural menurut SNI 2461-2014 adalah FAS 0.26 dan FAS 0.30. | With the development of technology and population, the need continues to rise plastic. Even Indonesia was ranked second as a producer of plastic into the sea. In addition to plastic increased needs, the use of lightweight concrete in construction also increased because of its lightweight to reduce the failure caused by the earthquake. Seeing these two conditions, we conducted this research on the use of plastic waste into lightweight aggregate concrete. The purpose of this research to determine the optimum value of FAS qualified structural lightweight concrete, determine the compressive strength and modulus of elasticity of the maximum. Lightweight aggregate used in the manufacture of plastic waste PP mixed with sand trim. In this experiment, the FAS variation of 0:26, 0:30, 0:45, and 0:49, to cement used types of PCC with a weight of 400 kg / m3. Specimens were made using two sizes of cylinders 10/20 and 15/30 cylinder, and tests were conducted testing of compressive strength and modulus of elasticity. The test results are made lightweight aggregate characteristics showed that generally, lightweight aggregate meets the specifications required by SNI 03-2461-2002. Weight content in a balanced state average on the variation of 0.26, 0.30, 0.45, 0.49 respectively is 1838.41 kg / m3, 1824.83 kg / m3, 1820.94 kg / m3, and 1803.70 kg / m3. Average compressive strength on the variation of 0.26, 0.30, 0.45, 0.49 respectively is 34.72 MPa, 28.15 MPa, MPa 20.20, 19.80 MPa. The average modulus of elasticity of the variation of 0:26, 0:30, 0:45, 0:49 respectively MPa 12774.80, 11044.70 MPa, MPa 9479.02, 9243.71 MPa. From those data that have been achieved, we gather a conclusion that FAS value that meets the specifications of lightweight aggregate required by SNI 03-2461-2002 are FAS 0.26 and FAS 0.30. | |
| 24078 | 27170 | E1A015244 | PERANAN PEMERINTAH DESA DALAM PENYALURAN DANA BANTUAN SOSIAL BERUPA BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) BAGI MASYARAKAT MISKIN (Studi di Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas) | PERANAN PEMERINTAH DESA DALAM PENYALURAN DANA BANTUAN SOSIAL BERUPA BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) BAGI MASYARAKAT MISKIN (Studi di Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas) Oleh: Rosita Sendi Primaseli E1A015244 Peran pemerintah dalam melaksanakan pembangunan merupakan bagian dari tugas dalam menjalankan pemerintahan, baik pemerintah pusat, daerah, kecamatan bahkan pedesaan. Pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan sebagaimana diatur di dalam Pasal 78 ayat (1) Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Permasalahan skripsi ini tentang bagaimana peranan Pemerintah Desa Tunjung dalam penyaluran dana bantuan sosial berupa bantuan pangan non tunai (BPNT) dan bagaimana kendala yang dihadapi pada saat pelaksanaan penyaluran dana bantuan pangan non tunai. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan dari Pemerintah Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas serta kendala yang dihadapi saat penyaluran dana bantuan pangan non tunai tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan analisis (analytical approach). Spesifikasi yang digunakan adalah deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Metode analisis menggunakan normatif kualitatif. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa peranan dari Pemerintah Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas dalam penyaluran dana bantuan pangan non tunai dapat dikatakan berjalan sesuai dengan peranan pemerintah desa dalam penyaluran dana bantuan sosial secara non tunai yang diatur di dalam Pasal 17 Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran dana Bantuan Sosial Secara Non Tunai dimana di dalamnya menjelaskan peran atau tugas pemerintah desa pada saat penyaluran bantuan pangan non tunai guna menanggulangi masyarakat miskin di wilayah pedesaan dengan kendala yang di alami Pemerintah Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas adalah Pemerintah Desa tidak dapat merubah jumlah penerima bantuan karena data yang diperoleh oleh Kementerian Sosial adalah data hasil Survey Penduduk tahun 2015 dan belum dilakukan verifikasi data ulang. | THE ROLE OF VILLAGE GOVERNMENT IN THE DISTRIBUTION OF DONATION IN THE FORM OF NON-CASH FOOD AID (BPNT) TO THE POOR CITIZENS (A study in Tunjung, Jatilawang, Banyumas) By: Rosita Sendi Primaseli E1A015244 The role of the government in carrying out development is part of the job in running the government, both the central government, local, district, even village. The village development aims to increase citizens’ welfare and the quality of life as well as poverty alleviation by fulfilling basic needs, developing infrastructure of the village, developing the potential of local economy, and utilizing natural resources sustainably as regulated in article 78 paragraph (1) law number 6 of 2014 on Village. The problem of this study is about how the role of village government of Tunjung village in the distribution of social donation in the form of non-cash food aid (BPNT) and what is the obstacles during the distribution.The aim of this study is to know the role of the village government of Tunjung village, Jatilawang, Banyumas and the obstacles during the distribution. This study used juridical-normative method with statute approach and analytical approach. The specification used was descriptive. The data sources used are primary data and secondary data which consisted of primary legal materials and secondary legal materials. The analysis method used normative-qualitative. The result shows that the role of the village government in the distribution of non-cash food aid is already correct according to the role of the village government which is regulated in article 17 presidential decree number 63 of 2017 on the distribution of non-cash social donation which explains about the role and duty of the village government during the donation of non-cash food aid to overcome the poor citizens in rural area. The obstacle that the village government of Tunjung village, Jatilawang, Banyumas must face is the village government is unable to change the numbers of the recipient of donation because the data from social ministry are the survey data from 2015 and there is no re-verification yet. | |
| 24079 | 27169 | D1A015219 | nilai pH dan warna nugget ayam dengan penambahan daun kelor (Moringa oleifera) | Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh penambahan daun kelor dalam bentuk bubuk, kering, dan segar terhadap nilai pH dan warna nugget ayam. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu daging ayam fillet bagian dada yang sudah digiling, daun kelor (dalam bentuk bubuk, kering, dan segar), tepung terigu, tepung panir, telur ayam, bawang putih, garam, merica, minyak. Variabel yang diukur yaitu nilai pH nugget ayam dan warna nugget ayam. Metode penelitian ini yaitu eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), 4 perlakuan, 6 kali ulangan, sehingga terdapat 24 unit. Perlakuan terdiri dari A0: nugget ayam + 0% daun kelor, A1: nugget ayam + 2% daun kelor dalam bentuk bubuk, A2: nugget ayam + 2% daun kelor dalam bentuk kering, A3: nugget ayam + 02% daun kelor dalam bentuk segar. Hasil rataan nilai pH nugget ayam sebelum digoreng dengan penambahan daun kelor dalam bentuk bubuk = 6, 76 ; kering = 6, 79 ; segar = 6,75 , dan nilai pH nugget ayam setelah digoreng dengan penambahan daun kelor dalam bentuk bubuk = 6, 90 ; kering = 6, 82 ; segar = 6, 78. Hasil rataan warna nugget ayam L ( Lightness ) dalam bentuk bubuk = 4,78 , kering = 4,97 , segar = 5,06. a* ( Redness ) dalam bentuk bubuk = 11,88, kering = 10,84, segar = 9.66. b* ( Yellowness ) dalam bentuk bubuk = 18,18 , kering = 16,97, segar = 18,85. Hasil penelitian ini menunjukkan penambahan daun kelor ( dalam bubuk, kering, segar ) tidak berpengaruh terhadap nilai pH dan warna nugget ayam, sehingga memiliki nilai pH dan warna yang sama dengan nugget ayam pada umumnya. Kesimpulan penelitian ini yaitu penambahan daun kelor dalam bentuk bubuk, kering, dan segar menghasilkan nilai pH dan warna yang sama. Kata kunci : nugget ayam, daun kelor, nilai pH, warna | The purpose of this study was to determine the effect of adding Moringa leaves in powder, dry and fresh form to the pH value and color of chicken nuggets. Ingredients used in this research are grinded fillet chicken meat, moringa leaves (in powder, dry and fresh form), flour, flour, panir, chicken eggs, garlic, salt, pepper, oil. The measured variables are the pH value of chicken nuggets and the color of chicken nuggets. This research method is an experiment with a completely randomized design (CRD), 4 treatments, 6 replications, so there are 24 units. The treatments consisted of A0: chicken nuggets + 0% moringa leaves, A1: chicken nuggets + 2% Moringa leaves in powder form, A2: chicken nuggets + 2% Moringa leaves in dry form, A3: chicken nuggets + 02% Moringa leaves in the form fresh. The results of the average pH value of chicken nuggets before frying with the addition of Moringa leaves in powder form = 6, 76; dry = 6, 79; fresh = 6.75, and the pH value of chicken nuggets after frying with the addition of Moringa leaves in powder form = 6, 90; dry = 6, 82; fresh = 6, 78. The results of the average color of chicken nuggets L (Lightness) in powder form = 4.78, dry = 4.97, fresh = 5.06. a * (Redness) in powder form = 11.88, dry = 10.84, fresh = 9.66. b * (Yellowness) in powder form = 18.18, dry = 16.97, fresh = 18.85. The results of this study indicate the addition of Moringa leaves (in powder, dry, fresh) does not affect the pH value and color of chicken nuggets, so it has the same pH and color values as chicken nuggets in general. The conclusion of this research is the addition of Moringa leaves in the form of powder, dry, and fresh produce the same pH and color values. Keywords: chicken nuggets, moringa leaves, pH value, color | |
| 24080 | 27189 | E1A015082 | KEBERADAAN KOALISI MILITER ARAB SAUDI DALAM KONFLIK BERSENJATA DI YAMAN MENURUT HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL | Yaman kini terjebak dalam konflik yang rumit. Konflik tersebut adalah dampak dari gelombang Arab Spring. Keadaan Yaman semakin memanas dengan memuncaknya konflik bersenjata antara sektarian Syiah yang diwakili kelompok pemberontak Houthi dengan kaum Sunni yang berada di pihak pemerintah Yaman. Presiden Yaman meminta bantuan militer pada negara-negara Teluk yang tergabung dalam Liga Arab untuk memulihkan kekuasaannya di sana. Pemberian bantuan militer ini menimbulkan perdebatan karena berhadapan dengan prinsip kedaulatan negara dan non-intervensi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaturan konflik bersenjata menurut Hukum Humaniter Internasional serta keberadaan koalisi militer Arab Saudi dalam konflik bersenjata di Yaman. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis. Penelitian ini menggunakan sumber data berupa data primer dan sekunder. Analisis data berdasarkan normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diketahui bahwa pengaturan konflik bersenjata menurut Hukum Internasional diatur dalam Hukum Humaniter Internasional yang materinya terbagi menjadi ius ad bellum dan ius in bello. Di samping itu, pemberian bantuan militer oleh koalisi militer Arab Saudi dalam konflik bersenjata di Yaman telah memenuhi ketentuan intervensi yang diperbolehkan yaitu atas dasar self-defense yang tercantum dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. | Yemen was trapped in a complicated conflict now. This conflict was the impact of the Arab Spring wave. The situation in Yemen was even heavier with the mounting conflict between the Shiites represented by the Houthi rebels and the Sunnis who are on the side of the Yemeni government. The president of Yemen asked for help from the Gulf states that are incorporated in the Arab League to restore power there. The provision of military assistance caused debate because it was dealing with the principle of state sovereignty and the principle of non-intervention. The aims of this research are to get to know about conflicts carried out by International Humanitarian Law and to get to know about the existence of the Saudi Arabian military coalition in armed conflicts in Yemen. The approach methods are statute and case approaches, the research specification is descriptive analytical. This study used data sources consisting of primary and secondary data. Data analysis based on qualitative normatives methods. Based on the results of research and discussion, legislation relating to international law regulated in international humanitarian law, the material is divided into ius ad bellum and ius di bello. In addition, providing military assistance by the Saudi Arabian military coalition in armed conflict in Yemen has agreed to the intervention requirements specified in Article 51 of the Charter of the United Nations. |