Artikelilmiahs
Menampilkan 24.001-24.020 dari 50.303 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 24001 | 27100 | K1A015045 | VALIDASI METODE ANALISIS SENYAWA SODIUM DIKLOFENAK DARI SAMPEL URINE MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI | Sodium diklofenak termasuk salah satu senyawa obat golongan non steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) yang dapat mengobati radang, rasa sakit, demam, encok, migrain dan lain-lain. Pada penelitian ini dilakukan validasi metode analisis untuk senyawa sodium diklofenak menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Sistem KCKT dioptimasi menggunakan kolom CYCLOBOND; komposisi fasa gerak acetonitril:air (60:40); laju alir 0,3 mL/menit; volume injeksi 5 µl dan dideteksi UV pada 282 nm. Kurva kalibrasi linear dalam rentang 5 – 40 ppm dengan nilai koefisien korelasi 0,9995. Batas deteksi dan batas kuantifikasi yang diperoleh masing-masing adalah 4,7 dan 15,7 ppm. Kombinasi SPE LC-18 dan metode KCKT digunakan dalam penentuan sodium diklofenak dalam sampel urine. Rata-rata % perolehan kembali (recovery) diperoleh sebesar 90,55% (RSD 1,17 % dan HORRAT 0,1). | Sodium diclofenac is a non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) that can treat inflammation, pain, fever, gout, migraine and others. In this study, validation of the method for the sodium diclofenac analysis was performed using high performance liquid chromatography (HPLC). The HPLC system is optimized using the CYCLOBOND column; composition of mobile phase acetonitrile: water (60:40); flow rate of 0.3 mL / min; injection volume of 5 μl and detected by UV at 282 nm. Linear calibration curves obtained in the range of 5 - 40 ppm with a coefficient correlation (r) 0.9995. Limit of detection (LOD) and limit of quantitation (LOQ) were obtained 4.7 and 15.7 ppm respectively. Combination of SPE using LC-18 and optimized HPLC method applied for determination of sodium diclofenac in a urine sample. Averange recovery is obtained of 90.55% (RSD 1.17% and HORRAT 0.1). | |
| 24002 | 27101 | E1A114072 | IZIN POLIGAMI KARENA KAWIN SIRRI (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Tangerang Nomor 0103/Pdt.G/2018/PA.TNG) | IZIN POLIGAMI KARENA KAWIN SIRRI (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Tangerang Nomor 0103/Pdt.G/2018/PA.TNG) Oleh: Nadia Ayu Pratiwi NIM: E1A114072 ABSTRAK Poligami adalah perkawinan yang salah satu pihak (suami) mengawini beberapa (lebih dari satu orang isteri) dalam waktu bersamaan. Kebalikan dari poligami adalah monogami, yaitu ikatan perkawinan yang hanya membolehkan suami mempunyai satu isteri. Poligami memang merupakan ranah perbincangan dalam keluarga yag tiada habisnya, Istilah poligami ini tidak asing lagi untuk diperbincangankan, namun dalam salah satu hal yang penting yaitu penerapan konsep keadilan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan izin poligami karena kawin sirri pada Putusan Pengadilan Agama Tangerang Nomor: 0103/Pdt.G/2018/PA.TNG. metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dengan inventarisasi data, metode analisis menggunakan normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan terhadap Putusan Peangadilan Agama Tangerang Nomor 0103/Pdt.G/2018/PN.TNG Pertimbangan Hakim mendasarkan pada Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Pasal 41 huruf (b), (c), (d) Peratuan Pemerintah No. 9 Tahun 1975, Pasal 58 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam Tahun 1991. Menurut peneliti kurang lengkap, karena Hakim hanya melihat dari ketentuan dalam Pasal 5 saja tanpa melihat syarat alternatif yang terdapat di dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 41 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Kata Kunci: Izin Poligami, Kawin Sirri. | PERMITS POLYGAMY BECAUSE UNOFFICIAL MARRIAGE (Juridical Review of Tangerang’s Religious Court Number: 0103/Pdt.G/2018/PA.TNG) By: Nadia Ayu Pratiwi NIM: E1A114072 ABSTRACT Polygamy is a marriage that one of the parties (husband) marries several (more than one wife) at the sometime. The opposite of polygamy is monogamy, a marriage bond that only allows a husband to have one wife. Polygamy is indeed a realm of conversation in an endless family; the term polygamy is no stranger to discussion but in one of the important things, namely the application of the justice’s concept. Problems in research how judges legal considerations in granting polygamy permit for unofficial marriage on Decision of Tangerang’s Religious Court Number: 0103/Pdt.G/2018/PA.TNG method approach of juridical normative, specification research prescriptive analytical, methods of collection data using study literature with inventory of data, methods of analysis using normative qualitative. The results of the research and discussion of the Decision of Tangerang’s Religious Court Number: 0103/Pdt.G/2018/PA.TNG. Judge’s consideration are based on Article 5 paragraph (1) of Act number 1 year 1974, Article 41 letters (b), (c), (d) Government Regulation Number 9 year 1975, Article 58 paragraph (1) Compilation of Islamic Act in 1991. According to researchers less complete, because the judge only viewed from the provisions in Article 5 alone without seeing the terms alternative that contained in the Article 4 of Act number 1 year 1974 About Marriage in conjunction with Article 41 Government Regulation Number 9 year 1975 Concerning the Implementation of Act Number 1 year 1974 concerning Marriage. Keywords : Permits Polygamy , Unofficial marriage. | |
| 24003 | 27103 | E1A113092 | IZIN POLIGAMI KARENA ISTERI TIDAK BISA MELAKUKAN KEWAJIBANNYA (Tinjauan Yuridis Putusan Putusan Pengadilan Nomor: 2575/Pdt.G/2017/PA.Medan) | IZIN POLIGAMI KARENA ISTRI TIDAK BISA MELAKUKAN KEWAJIBANNYA (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 2575/Pdt.G/2017/PA.Medan) Pada asasnya dalam suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri, Seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami. Namun Pasal 3 ayat (2) memberikan peluang bagi seorang suami yang ingin memiliki isteri lebih dari satu (Poligami) yaitu harus mendapatkan ijin dari pengadilan dan harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.Ketentuan yang mengatur mengenai poligami adalah Pasal 3 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yang menyebutkan bahwa, “Pengadilan, dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang apabila dikendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Perumusan masalah yaitu Bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan Permohonan Ijin Poligami terhadap Putusan Pengadilan Agama Medan Nomor. 2575/Pdt.G/2017/PA.Medan.Metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi data, analisis data normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa putusan hakim dalam mengabulkan Izin Poligami mendasarkan pada Pasal 4 dan 5 Undang- Undang Nomor 1 tahun 1974 Jo pasal 41 huruf b, Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 jo Pasal 55 s/d Pasal 58 Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti dalam putusan Nomor. 2575/Pdt.G/2017/PA.Medan, hakim kurang teliti dalam menggunakan dasar hukum dalam pertimbanagannya harusnya lebih mengutamaan landasan hukum dalam Pasal 5Undang- Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. | POLYGAMI LICENSE BECAUSE THEWIFE CANNOT DO LIABILITY ( Judicial Review of Judgment Number : 2575/Pdt.G/2017/PA. Medan ) in principle in a marriage a man may only have a wife, a woman can only have a husband, but article 3 paragraph 2 provides an opportunity for a husband who wants to have more than one wife (polygamy), that is, he must get permission from the court and must fulfill conditions that have been determined. The provisions governing polygamy are Article 3 paragraph 2 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage which states that, "The Court, can grant a husband permission to have more than one wife if desired by the parties concerned. The formulation of the problem is how the judges' legal considerations in granting the request for a polygamy permit against the decision of the Medan Religious Court Number.2575 / Pdt. G / 2017 / PA. Field. The method of normative juridical approach, prescriptive analytical research specifications, collection of literature study data with data inventory, qualitative normative data analysis. Based on the results of research and discussion shows that the decision of the judge in granting permission for polygamy is based on articles 4 and 5 of Law Number 1 of 1974 Jo article 41 letter b, Government Regulation Number 9 of 1975 jo article 55 to article 58 compilation of Islamic Law. According to researchers in the decision Number. 2575 / Pdt. G / 2017 / PA. Medan, the judge is not careful in using the legal basis in his consideration should prioritize the legal basis in article 5 of Law Number 1 of 1974 concerning marriage. | |
| 24004 | 28660 | E1A016154 | PENERAPAN UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2016 JUNCTO UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK TERHADAP PENYEBARAN KONTEN BERMUATAN ASUSILA (STUDI KASUS BAIQ NURIL) | Penerapan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 juncto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik khususnya terhadap penyebaran konten bermuatan asusila perlu dilakukan evaluasi dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Hal ini sebagaimana terjadi dalam Kasus Baiq Nuril. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah menganalisis penerapan unsur tindak pidana penyebaran konten bermuatan asusila dan pertimbangan hakim dalam penjatuhan pidana pada Baiq Nuril dalam Putusan Pengadilan Negeri Nomor 265/Pid.Sus/2017/PN.Mtr, Putusan Kasasi Nomor 574 K/Pid.Sus/2018 dan Putusan Peninjauan Kembali Nomor 83 PK/Pid.Sus/2019 di mana perbuatan tersebut terjadi di wilayah hukum Pengadilan Negeri Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yang bersifat kualitatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan perbandingan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengolahan data yang digunakan adalah metode reduksi data, kategori data, display data dan sintesis data. Data sekunder yang telah terkumpul disajikan secara deskriptif, serta dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Terdakwa tidak terbukti melakukan perbuatan penyebaran konten bermuatan asusila. Merujuk hal tersebut, maka perbuatan Terdakwa tidak memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 27 Ayat (1) juncto Pasal 45 Ayat (1) UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Oleh karenanya, Hakim Pengadilan Negeri Mataram dalam memutus pada perkara Nomor 265/Pid.Sus/2017/PN.Mtr telah mempertimbangkan landasan yuridis, filosofis dan sosiologis. Namun sebalinya Mahkamah Agung Tingkat Kasasi dan Mahkamah Agung Tingkat Peninjauan Kembali mengesampingkan aspek yuridis, filosofi dan sosiologis. Kata kunci: Informasi dan Transaksi Elektronik, konten, kejahatan asusila. | The implementation of act number 19 in 2016 juncto act 11 in 2008 on information and electronic transactions in particular on the distribution of content-contained content should be conducted evaluation in Indonesia's criminal justice system. This is just as true in the case of baiq nuril. The problem examined in this study is analyzing the application of criminal elements disseminating assylacious content and judge's consideration in criminal baiq nuril in state court ruling no. 265/Pid.Sus/2017/PN.MTR, the verdict is 574 K/Pid.Sus/2018 and review decision number 83 PK/Pid.Sus/2019 where the deed takes place in the legal district of mataram. The research method used was qualitative normative-qualitative juridical and comparative approach. The type of data used is secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal material. The data processing method used is the method of data reduction, data category, data display and data synthesis. The accumulated secondary data is served in descriptive, and it is analyzed using qualitative analysis. The results of this study show that the defendant is not to be found guilty of sexually propagating content. If this is the case, then the defendant's actions do not meet elements in section 27 of the verse (1) juncto chapter 45 (1) 2008 law no. 11 of 2008 on information and electronic transactions. Therefore, state court judge mataram in disconnect on case number 265/Pid.Sus/2017/PN.MTR has considered a base of juridical, philosophical and sociological. The level of the Supreme Court and the level of Supreme Court of review completely ruled out aspects of juridical, philosophical and sociological. Keywords: information and electronic transactions, content, sacrilegious crime. | |
| 24005 | 27106 | I1A015020 | Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian Hipertensi Tidak Terkendali pada Penderita yang Melakukan Pemeriksaan Rutin di Puskesmas I Sumbang | Latar Belakang: Sekitar 40% kematian pada penderita hipertensi diakibatkan karena hipertensi tidak terkendali. Puskesmas I Sumbang menempati posisi tiga besar kasus hipertensi tertinggi di Kabupaten Banyumas selama tiga tahun terakhir bertutur-turut, dengan prevalensi tertinggi Tahun 2018 sebesar 8,67% dan proporsi penderita hipertensi tidak terkendali Tahun 2018 sebesar 41,11%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hipertensi tidak terkendali di Puskesmas I Sumbang. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain Case Control. Sampel kelompok kasus 59 orang, diambil melalui Fixed Disease Sampling. Sampel kelompok kontrol 59 orang, diambil melalui Purposive Sampling. Kasus adalah akan penderita hipertensi yang terkendali, sedangkan kontrol adalah penderita hipertensi yang terkendali. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berdasarkan kuesioner. Variabel penelitian terdiri dari umur, riwayat keluarga hipertensi, konsumsi natrium, kebiasaan aktivitas fisik, kebiasaan minum kopi, konsumsi alkohol, perilaku merokok, obesitas, kepatuhan minum obat antihipertensi (OAH). Analisis data yang dilakukan adalah univariat, bivariat dengan uji Chi Square, dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi yang rendah (OR= 10,0; 95% CI= 3,918-25,920), memiliki riwayat keluarga hipertensi (OR= 4,4; 95% CI= 1,610-12,520), konsumsi natrium > 2400 mg (OR= 2,6; 95% CI= 1,022-6,736), dan memiliki obesitas (IMT > 25 Kg/m2) (OR= 1,9; 95% CI= 0,761-5,235) berpengaruh terhadap kejadian hipertensi tidak terkendali. Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian hipertensi tidak terkendali yaitu variabel kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi. Keluarga penderita hipertensi perlu memberikan dukungan kepada anggota keluarga yang menderita hipertensi tidak terkendali untuk meningkatkan kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi. | Background: About 40% of deaths in patients hypertension are caused by uncontrolled hypertension. Community Health Center Sumbang I occupies the top three cases of the highest hypertension in Banyumas Regency for the last three years in a row, with the highest prevalence in 2018 that 8,67% and proportion of uncontrolled hypertension patients in 2018 that 41,11%. The purpose of this study was to determine the risk factors of uncontrolled hypertension in Community Health Sumbang I. Methods: This research is a observational study with Case Control design. Cases group of 59 people, taken by Fixed Disease Sampling. Control group of 59 people, taken by Purposive Sampling. Cases were patiens with uncontrolled hypertension, while controls were patient with controlled hypertension. Data collection by interviewed based questionnaire. Variables consisted of age, family history of hypertension, sodium consumption, physical activity habit, coffee consumption habit, alcohol consumtion, smoking behaviour, obesity, and adherence to taking antyhypertensive drugs. Data analysis was performed using univariate, bivariate by Chi Square, and multivariate with logistic regression using SPSS. Results: The result from this research showed that adherence to taking antyhypertensive drugs (OR= 10,0; 95% CI= 3,918-25,920), family history of hypertension (OR= 4,4; 95% CI= 1,610-12,520), sodium consumption (OR= 2,6; 95% CI= 1,022-6,736), obesity (OR= 1,9; 95% CI= 0,761-5,235) are affects uncontrolled hypertension. Conclusion: The most influential factor uncontrolled hypertension was adherence to taking antihypertensive drugs. Families with hypertension need to provide support to family members who have uncontrolled hypertension to improve adherence to taking antyhypertensive drugs. | |
| 24006 | 27107 | C1B015024 | ANALISIS PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi pada Industri Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh corporate social responsibility (CSRDI) dan kebijakan dividen (DPR) terhadap nilai perusahaan (PBV) yang dimoderasi dengan profitabilitas (ROA) pada industri perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013 – 2017. Populasi dalam sampel ini adalah sebanyak 43 perbankan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 12 perbankan. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan regresi data panel dan regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa corporate social responsibility (CSRDI) tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan (PBV), kebijakan dividen (DPR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV), profitabilitas (ROA) tidak mampu memoderasi pengaruh corporate social responsibility (CSRDI) terhadap nilai perusahaan (PBV) dan profitabilitas (ROA) mampu memoderasi pengaruh kebijakan dividen (DPR) terhadap nilai perusahaan (PBV). | This study aims to analyze the influence of corporate social responsibility (CSRDI) and dividend policy (DPR) on firm value (PBV) which is moderated with profitability (ROA) in the banking industry listed on the Indonesia Stock Exchange for the period of 2013 – 2017. The population in this study was 43 banks. The sample used in this study were 12 banks. Sample were taken by purposive sampling method. Data in this study were analyzed with panel data regression and moderation regression. The result showed that corporate social responsibility (CSRDI) has no effect on firm value (PBV), dividend policy (DPR) has positive and significant on the firm value (PBV), profitability (ROA) was unable to moderate the effect of corporate social responsibility (CSRDI) on firm value and profitability (ROA) are able to moderate the effect of dividend policy (DPR) on firm value (PBV). | |
| 24007 | 27108 | I1A015037 | STUDI KOMPARATIF PERILAKU PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA TINGKAT SMA/SMK DENGAN PROGRAM KAPA DAN TANPA PROGRAM KAPA DI WILAYAH PURWOKERTO TIMUR | ABSTRAK STUDI KOMPARATIF PERILAKU PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA TINGKAT SMA/SMK DENGAN PROGRAM KAPA DAN TANPA PROGRAM KAPA DI WILAYAH PURWOKERTO TIMUR Matin Ayun Dini, Eri Wahyuningsih, Bambang Hariyadi Latar Belakang : Peredaran gelap narkotika telah merebak dikalangan remaja. BNNK Banyumas merehabilitasi 75% pengguna narkoba dengan status pelajar. Wilayah Kecamatan Purwokerto Timur merupakan wilayah dengan kasus tindak pidana tertinggi. Upaya pencegahan dilakukan dengan implementasi Program KAPA Narkoba di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan perilaku pencegahan penyalahgunaan narkoba pada remaja tingkat SMA/SMK dengan program KAPA dan tanpa program KAPA di Wilayah Purwokerto Timur. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik quota sampling dengan jumlah sampel 75 responden setiap sekolah. Analisis dengan Mann Whitney. Hasil Penelitian : Analisis bivariat menunjukkan variabel yang ada perbedaan : pengetahuan (p=0,029), sikap (p=0,001), akses informasi (p=0,021) dan perilaku pencegahan penyalahgunaan narkoba (p=0,006) sedangkan yang tidak ada perbedaan : teman sebaya (p=0,520) dan peran orang tua (p=0,750). Simpulan : Ada perbedaan perilaku pencegahan penyalahgunaan narkoba antara remaja tingkat SMA/SMK dengan program KAPA dengan remaja tingkat SMA/SMK tanpa program KAPA di Wilayah Purwokerto Timur. Kata kunci : Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, Remaja, Program KAPA | ABSTRACT Comparative Study Of Behavior Prevention Drug Abuse In Adolescents Of High / Vocational Schools With Kapa Program And Without Kapa Program In The East Purwokerto Region Matin Ayun Dini, Eri Wahyuningsih, Bambang Hariyadi Background: Drug trade has spread among teenagers. BNNK Banyumas rehabilitated 75% of drug addicts with student status. East Purwokerto Sub-district is the area with the highest crime case. Prevention efforts are carried out with the implementation of the KAPA Narcotics Program in schools. The purpose of this study was to determine differences in behavior of prevention of drug abuse among high school / vocational high school adolescents with KAPA program and without KAPA program in the East Purwokerto Region. Method: The methods applied in this study were cross sectional and quantitative method. Quota sampling technique with a sample size of 75 respondents per school, total 150 respondents. Analysis with Mann Whitney. Results: The bivariate analysis showed that there were differences in variables: knowledge (p=0.029), attitudes (p=0.001), information access (p=0.021) and behavior of drug abuse prevention (p=0.006) while those with no difference: peers (p=0.520) and the role of parents (p=0.750). Conclusion: There is a difference in the behavior of preventing drug abuse between high school / vocational school with KAPA programs and without KAPA program in East Purwokerto. Keywords: Prevention of Drug Abuse, Adolescents, KAPA Program | |
| 24008 | 27110 | F1I014049 | PERAN EUROPEAN CENTRAL BANK (ECB) DALAM MENANGANI KRISIS EKONOMI DI IRLANDIA TAHUN 2008-2013 | ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang bagaimana upaya European Cental Bank (ECB) sebagai bank sentral milik Uni Eropa berusaha untuk menyelesaikan krisis ekonomi yang terjadi di salah satu negara anggota kawasan Uni Eropa yaitu Irlandia. Krisis ekonomi yang menimpa Irlandia terjadi akibat adanya dampak dari krisis keuangan global tahun 2008 karena kredit macet properti di Amerika Serikat yang menyebabkan Irlandia mengalami kemerosotan ekonomi. Peneliti berfokus pada bagaimana European Central Bank berperan aktif dalam menangani krisis ekonomi yang terjadi di Irlandia. European Central Bank dalam upayanya menyelesaikan krisis ekonomi di Irlandia turut melibatkan lembaga keuangan lain yaitu, IMF, EFSM/EFSF. ECB mendorong Irlandia agar mengajukan permohonan bantuan kepada lembaga-lembaga tersebut untuk terlibat dalam penyelesaian krisis dengan memberikan dana talangan berupa bailout sebesar 85 miliar Euro. Bantuan tersebut berperan secara efektif bagi Irlandia karena dapat mengembalikan sektor perbankan Irlandia dan memulihkan kembali akses pasar. Kata Kunci : European Central Bank, Uni Eropa,Krisis Ekonomi, Irlandia | ABSTRACT This study discusses how the efforts of the European Cental Bank (ECB) as a central bank owned by the European Union are trying to resolve the economic crisis that occurred in one of the European Union member countries namely Ireland. The economic crisis that struck Ireland occurred due to the impact of the 2008 global financial crisis due to property credit defaults in the United States which caused Ireland to experience an economic downturn. Researchers focus on how the European Central Bank plays an active role in tackling the economic crisis that occurred in Ireland. European Central Bank in its efforts to resolve the economic crisis in Ireland also involved other financial institutions, namely, the IMF, EFSM / EFSF. The ECB encourages Ireland to submit requests for assistance to these institutions to get involved in resolving the crisis by providing bailouts in the form of 85 billion euros. The assistance has played an effective role for Ireland because it can restore Ireland's burden sector and restore market access. Key Word : European Central Bank, European Union, Economic Crisis, Ireland | |
| 24009 | 27280 | D1A015135 | PENGARUH LEVEL PENGOLESAN CAIRAN ASAM CUKA PADA TELUR ITIK TERHADAP KEREMAHAN KERABANG DAN UMUR TETAS PADA MASA KRITIS PENETASAN | Tujuan penelitian ini adalah mengkaji level optimal pengolesan cairan asam cuka pada telur itik terhadap keremahan kerabang dan umur tetas pada masa kritis penetasan. Materi penelitian yang digunakan yaitu telur tetas itik umur 1-7 hari sebanyak 180 butir telur dengan bobot 65-75 gram, diambil dari induk berumur 16-18 minggu. Metode penelitian yang digunakan ekperimen, dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan, setiap ulangan terdiri atas 10 telur itik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) dilanjutkan dengan menggunakan kontras ortogonal. Perlakuan yang diuji yaitu pengolesan cairan asam cuka dengan level P0 (0%) Vs P1 (10%) dan P2 (20%), serta P1 (10%) Vs P2 (20%). Peubah yang diukur adalah keremahan kerabang dan umur tetas. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa pengolesan cairan asam cuka berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap keremahan kerabang dan umur tetas. Hasil uji kontras orthogonal menunjukan keremahan kerabang P0 (0,2332 ± 0,0228 MPa), P1 (0,1252 ± 0,0133 Mpa), P2 (0,1440 ± 0,0318 Mpa) dan umur tetas P0 (650,438 ± 9,7135 jam), P1 (622,438 ± 5,5189 jam), P2 (635,503 ± 2,1824 jam). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan pengolesan asam cuka 10% pada telur itik mampu meremahkan kerabang dan mempercepat umur tetas. | The purpose of this study is to assess the optimal level of application of acetic acid liquid on to shellfish weakness duck eggs and hatching age at a critical time of hatching. The research material used is of hatching eggs of ducks aged 1-7 days as many as 180 eggs weighing 65-75 grams, were taken from the parent aged 16-18 weeks. The method used experiment with a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 6 replications, each replication consisted of 10 duck eggs. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by orthogonal contrast. The treatments tested were applying vinegar to the level of P0 (0%) Vs P1 (10%) and P2 (20%), and P1 (10%) Vs P2 (20%). The parameters measured were shellfish weakness and hatching age. Results of analysis of variance showed that the application of acetic acid liquid highly significant (P <0.01) of the shellfish weakness and age hatching. The test results showed orthogonal contrasts shellfish weakness P0 (.2332 ± 0.0228 MPa) P1 (.1252 ± 0.0133 MPa) P2 (.1440 ± 0.0318 MPa) and age hatching P0 (650.438 ± 9.7135 hours) P1 (622.438 ± 5.5189 hours) P2 (635.503 ± 2.1824 hours). The conclusion of this study is smearing treatment 10% acetic acid in crumb shell duck eggs capable of hatching and accelerate age. | |
| 24010 | 27789 | J1B015021 | ANALISIS SATUAN ISI CERITA PADA NOVEL O KARYA EKA KURNIAWAN | Penelitian ini berjudul “Analisis Satuan Isi Cerita dalam Novel O karya Eka Kurniawan”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana analisis satuan isi cerita yang ditunjukkan pada sekuen. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analisis, dengan mendeskripsikan fakta-fakta cerita di dalam novel yang kemudian disusul dengan analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme naratologi Greimas yang berfokus pada satuan isi cerita (sekuen) yang menghasilkan hubungan logis dan kronologis. Hubungan kronologis yaitu sekuen yang dibentuk berdasarkan urutan peristiwa. Sedangkan hubungan logis yaitu sekuen dibentuk berdasarkan urutan logis (hubungan sebab-akibat). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam novel O karya Eka Kurniawan terdapat hubungan kronologis yang terdiri dari dari 238 sekuen yang berada saat penceritaan, 255 sekuen yang berada pada sorot balik tahap pertama, 62 sekuen yang berada pada sorot balik tahap kedua dan 3 sekuen yang berada pada sorot balik tahap ketiga. Jadi, seluruhnya ada 558 sekuen. Adapun hubungan logis atas novel O karya Eka Kurniawan mempunyai 232 fungsi utama. Fungsi utama tersebut membentuk kerangka cerita yang di dalamnya memiliki 22 komponen warna yang berbeda berdasarkan sudut pandang setiap tokoh yang diceritakan. Tiap-tiap fungsi dan komponen warna tersebut berkaitan satu sama lain. Hubungan logis ditampilkan dengan menggunakan tanda anak panah yang menghasilkan hubungan sebab akibat antar fungsi utama. Hubungan itulah yang menjadikan kerangka tersebut membentuk alur yang digambarkan melalui diagram pohon pada novel O karya Eka Kurniawan. | This research is entitled “Analisis Satuan Isi Cerita dalam Novel O karya Eka Kurniawan”. The purpose of this research is to describe how the analysis the story content shown in the sequence. The method that used is descriptive analysis, by describe about the facts of story in the novel, then followed the analysis. This research used Greimas’s naratology structuralism theory with focuses on the unit stories (sequence) which produce a logical and chronological relation. The chronological relations are sequences arranged according to the sequence of stories. While the logical relations are a sequences based on logical thread (cause and effect relation). The results of this research is showing in the novel O by Eka Kurniawan there is a chronological relation consists of 238 sequences located at the moments of narrative, 255 sequences found on the countrerexample first phase highlight, 62 sequences found on the counter example second phase highlight, and 3 sequences found on the counter example third phase highlight. So, overall there 558 sequences. The main function forms a story frame which has 22 different color components. Each color function and component are related to each other. Logical relations are displayed using arrows that produce causal relationships between the main functions. Based on that relationship that makes that the frame work is the plot found im the novel O by Eka Kurniawan. | |
| 24011 | 27111 | C1G015024 | COMPARISON OF THE BUSINESS EFFICIENCY OF BATIK USING NATURAL DYES AND SYNTHETIC DYES IN JARUM VILLAGE BAYAT SUBDISTRICT KLATEN REGENCY | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan efisiensi usaha batik yang menggunakan pewarna alami dan pewarna sintetis di Desa Jarum Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten. Penelitian ini adalah analisis deskripsi dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah pengusaha batik di Desa Jarum adalah 33 orang. Hasil perhitungan data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa nilai R/C ratio batik yang menggunakan pewarna alami lebih efisien dibandingkan dengan usaha batik yang menggunakan pewarna sintetis. 1,54 adalah hasil nilai R/C ratio usaha batik yang menggunakan pewarna alami, sedangkan 1,44 adalah hasil nilai R/C ratio usaha batik yang menggunakan pewarna sintetis. Berdasarkan menggunakan Wilcoxon test diperoleh nilai p-value 0,225 > α = (0.05). Hasil menunjukkan p-value dari Wstatistik > Wtabel, sehingga H0 diterima dan H1 ditolak, yang artinya tidak ada perbedaan pendapatan yang signifiakan antara usaha batik yang menggunakan pewrana alami dan pewarna sintetis. Kata kunci: Produksi, Efisiensi, Usaha Batik, Bahan Baku, Pewarna Alami, Pewarna Sintetis | The purpose of this study was to analyze the comparison of the business efficiency of batik in Jarum Village Bayat Subdistrict Klaten Regency. This study is descriptive analysis with quantitative approach, The number of batik entrepreneurs in Jarum Village are 33 people. The results of calculations the data in this study indicate R/C ratio of batik using natural dyes is more efficient than batik business using synthetic dyes. 1.54 the R/C ratio results of batik business using natural dyes and 1.44 the R/C ratio results of the batik business using synthetic dyes. Based on using the Wilcoxon test obtained p-value of 0.255 > α = (0.05). The results indicate p-value of Wstatistic > Wtable, so H0 accepted and H1 rejected, which means there is no difference significant in profits between batik business using natural dyes and synthetic dyes. Keywords: Production, Efficiency, Batik Business, Raw Material, Natural Dyes, Synthetic Dyes | |
| 24012 | 27112 | H1D015009 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MONITORING KULIAH KERJA NYATA (KKN) MAHASISWA STUDI KASUS LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNSOED | Abstrak : Sistem Informasi Monitoring Kuliah Kerja Nyata merupakan suatu sistem atau alat yang membantu memantau atau monitoring proses Kuliah Kerja Nyata yang sedang dilaksanakan. Sistem ini membantu dosen melakukan pengawasan mengenai tugas-tugas dan program kerja yang akan dilaksanakan oleh peserta Kuliah Kerja Nyata. Dan sebaliknya membantu mahasiswa memberikan laporan program kerja dan tugas-tugasnya sehingga berkas-berkas tersebut terasipkan secara online. Selain itu membantu penilaian beserta evaluasi Kuliah Kerja Nyata yang berjalan tiap tahunnya. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi dan wawancara terhadap pihak yang bersangkutan serta studi literatur yang diangkat. Kemudian untuk metode pengembangan sistemnya menggunakan waterfall, Bahasa pemrograman yang digunakan PHP untuk fungsionalitas dan MySQL untuk pengolahan databasenya. | Abstract : Information System Monitoring Community Service Program is a system or tool that helps monitor or monitor the Real Work Lecture process that is being carried out. This system helps lecturers supervise tasks and work programs that will be carried out by participants in the Real Work Lecture and vice versa helps students provide work program reports and assignments so that the files are posted online. Besides that, it helps to assess along with evaluating the Real Work Lecture that runs every year. The method of data collection in this study is observation and interviews with the parties concerned and the study of literature raised. Then for the system development method using waterfall, the programming language used by PHP for functionality and MySQL for processing the database. | |
| 24013 | 27113 | E1A015017 | PEMBARUAN HUKUM PIDANA PADA TINDAK PIDANA PENODAAN AGAMA | Rumusan Pasal 156a yang mengatur mengenai tindak pidana penodaan agama ini menuai kritik karena perbuatan menodai agama tidak dirumuskan secara limitatif dalam rumusan pasal. Oleh karena itu, diperlukan adanya pembaruan terhadap ketentuan yang mengatur mengenai tindak pidana penodaan agama dalam aturan pidana di masa yang akan datang. Salah satu kasus tindak pidana penodaan agama terjadi di wilayah hukum Pengadilan Negeri Bangko. Terdakwa menulis di sandal miliknya tulisan Allah dan Muhammad. Berdasarkan pembuktian di persidangan, terdakwa dinyatakan secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana penodaan agama dan dijatuhi hukuman 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan penjara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembaruan hukum pidana pada tindak pidana penodaan agama dalam RUU KUHP, serta mengetahui bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara tindak pidana penodaan agama. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, serta spesifikasi penelitian yaitu preskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari studi kepustakaan. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk uraian-uraian yang tersusun secara sistematis. Ketentuan yang mengatur mengenai tindak pidana penodaan agama dirumuskan dalam Pasal 304. Tindak pidana ini diperluas dengan diaturnya tindak pidana menyebarkan tindak pidana penodaan agama sebagaimana diatur dalam Pasal 305. Selanjutnya, penelitian terhadap putusan nomor 26/Pid.B/2018/PN.Bko menunjukkan bahwa hakim telah menjatuhkan putusan pemidanaan kepada terdakwa berdasarkan prinsip pembuktian di persidangan dengan memeriksa alat bukti berupa keterangan saksi, keterangan ahli dan keterangan terdakwa. Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penodaan agama sebagaimana yang dirumuskan dalam Pasal 156a KUHP. | The formulation of Article 156a draws criticism because the act of tarnishing religion is not formulated in the limitative formulation of the article. Therefore there is a need for an update to the formulation of this article in future criminal rules. One of the cases of blasphemy as happened in the Bangko District Court jurisdiction. The accused named Pidos wrote on his sandals the writings of Allah and Muhammad who were the God and Prophet of the Muslims. Based on the evidence at the trial, the defendant was legally and convincingly declared to have committed a crime of blasphemy and was sentenced to 1 (one) year 6 (six) months in prison. The purpose of this study is to find out about the renewal of criminal law on religious blasphemy, and how judges' legal considerations in deciding cases of religious blasphemy in decision number 26 / Pid.B / 2018 / PN.Bko. The approaching method used in this study is a juridical normative approaching method to the law and conceptual approach, as well as a descriptive research specification. The type of data used is secondary data consisting of primary and secondary legal materials. Secondary data that has been collected is presented in the form of a systematically compiled description. The results showed that there was an update to the formulation of the article concerning the offense of religious defamation in the Criminal Code Bill as a result of the discussion on June 28, 2018. In Article 304 the provisions on the offense of religious defamation were formulated. This criminal act was expanded by the regulation of the crime of spreading criminal acts of contempt as stipulated in Article 305. Furthermore, research on decision number 26 / Pid.B / 2018 / PN.Bko showed that the judge had handed down the conviction decision on the defendant based on the principle of proof at trial. Based on the examination at the trial, the defendant was proven legally and convincingly guilty of committing a crime of blasphemy as formulated in Article 156a of the Criminal Code. | |
| 24014 | 27114 | I1A015006 | ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA PRODUKTIF (25-45 TAHUN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 1 SUMBANG BANYUMAS | Latar Belakang: Hipertensi tidak hanya diderita oleh usia lanjut saja, tetapi juga diderita oleh usia produktif. Hal itu dimungkinkan oleh gaya hidup tidak sehat yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi hipertensi pada usia produktif (25-45 tahun) di wilayah kerja Puskesmas 1 Sumbang Banyumas. Metode: Jenis penelitian analitik dengan desain case control. Jumlah sampel 50 kasus diambil dengan teknik consecutive sampling dan 50 kontrol diambil dengan teknik accidental sampling. Analisis data, yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi-square, serta analisis multivatiat dengan uji Regresi Logistik. Hasil: Faktor yang berpengaruh adalah faktor genetik, konsumsi garam, kualitas tidur, stress, jumlah anggota keluarga yang merokok, jumlah konsumsi rokok perokok aktif per hari, dan lama keterpaparan asap rokok. Simpulan dan saran: Faktor risiko yang paling berpengaruh adalah lama keterpaparan asap rokok. Pencegahan hipertensi dengan menghindari paparan asap rokok menggunakan masker atau tidak merokok. Kata Kunci: Hipertensi, Usia Produktif, Gaya Hidup | Background: Hypertension is not only affected the erderly people, but also affected productive age. This could be because of unhealthy lifestyles. The purpose of this study was to determine the risk factors that affect hypertension in productive age (25-45 years old) in the working area of Community Health Centre I Sumbang Banyumas. Methods: This is analytic study with case control design. The number of samples are 50 case with sampling method consecutive technique and 50 control with accidental technique. Data analysis is univariate analysis, bivariate analysis with chi-square, and multivariate analysis with Logistic Regression test. Result: Result of this study showed that genetic, salt consumption, sleeping quality, stress, the number of family members who smoke, the number of cigarette consumption by active smokers a day, and duration of cigarette smoke exposure affected the hypertion in productive age. Conclusion and Suggestion: The most influential factor of hypertesion in productive age was duration of cigarette smoke exposure. Prevention of hypertension can be carried out with avoiding the cigarette smoke exposure by using a mask or no smoking. Keywords: Hypertension, Productive Age, Lifestyles | |
| 24015 | 27115 | F1A015064 | Pegulat Perempuan: Antara Budaya Patriarki Dan Olahraga (Kajian Atas Film Dangal) | Penelitian ini mengkaji Film Bollywood berjudul Dangal (2016) yang disutradarai Nitesh Tiwari merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisis wacana kritis model Sara Mills yang memfokuskan pada posisi subjek-objek dan posisi sutradara-penonton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlawanan perempuan terhadap budaya patriarki dan bagaimana hal tersebut berimplikasi pada penerimaan masyarakat terhadap pegulat perempuan melalui teks termasuk didalamnya adegan, dialog, dan unsur konstektual lainnya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat bentuk perlawanan perempuan terhadap patriarki yaitu memukul laki-laki, mencoba kesempatan, mendaftarkan diri, mengukur kemampuan dengan laki-laki, melawan stigma, dan merubah penampilan. Sedangkan bentuk penerimaan masyarakat adalah mendapat izin mengikuti perlombaan, perubahan stigma, dibanggakan, dan penyambutan. teks dalam film ini, penulis menemukan tiga posisi subjek yaitu Mahavir, Omkar, dan masyarakat sedangkan Geeta dan Babita diposisikan sebagai objek penceritaan. Penonton Film Dangal disugestikan untuk memposisikan diri sebagai Geeta dan Babita. Kajian mengenai dunia olahraga menjadi contoh konkrit minimnya partisipasi perempuan dalam sektor publik, sehingga dapat dijadikan bahan rujukan dalam memahami perlawanan perempuan terhadap ketidakadilan gender. | This research is about Bollywood film titled Dangal (2016) directed by Nitesh Tiwari a descriptive qualitative study using Sara Mills's critical discourse analysis technique that focuses on the subject-object position and the director-audience position. This study aims to find out how women's resistance to patriarchal culture and how it has implications for community acceptance of women wrestlers through texts including scenes, dialogues and other contextual elements. Based on the results of the study note that there is a form of women's resistance to patriarchy that is hitting men, trying opportunities, registering themselves, measuring abilities with men, fighting stigma, and changing appearance. While the form of community acceptance is to get permission to take part in the competition, change the stigma, be proud of, and welcome. Through the text in this film, the author found three subject positions namely Mahavir, Omkar, and the community while Geeta and Babita were positioned as objects of storytelling. Dangal movie audience is suggested to position themselves as Geeta and Babita.The study of sports is a concrete example of the lack of women's participation in the public sector, so that it can be used as a reference in understanding women's resistance to gender injustice. | |
| 24016 | 27116 | F1B115002 | IMPLEMENTASI STRATEGI DALAM PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI DESA PANCASAN, KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Implementasi Strategi dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Pancasan dengan menggunakan aspek capaian sasaran, kebijakan organisasi, alokasi sumberdaya, kesesuaian struktur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data digunakan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil Penelitian ini menunjukan Bahwa proses implementasi strategi dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa di Desa Pancasan sudah dijalankan dengan cukup optimal, hal tersebut dibuktikan dengan sudah tercapainya sasaran tahunan ditinjau dari segi penghasilan yang diperoleh dari tiga unit usaha BUMDes, BUMDes pancasan mampu memperoleh penghasilan bersih sebesar Rp.300.451.226 pada 2017, sedangkan pada 2018 menghasilkan Rp,481.235.336 yang mampu disumbangkan pada PAD. Strategi BUMDes Pancasan dituangkan pada program-program pengembangan unit-unit usaha untuk meningkatkan kepuasan pelanggan seperti pembangunan fasilitas taman bermain anak, gazebo untuk kenyamanan unit usaha wisata serta pembangunan infrastruktur di PAMDesa yang berhasil meningkatkan kuantitas penerima jasa sebesar 200 penerima jasa air, serta pada alat transportasi pengangkut sampah pada unit usaha pengelolaan sampah. Sumberdaya anggaran guna pembangunan BUMDes digelontorkan guna investasi yang berasal dari PAD,dana desa, serta hasil usaha dikelola dengan baik dan sumberdaya manusia yang bekerja cukup optimal dan juga SOP yang jelas dan dilaksanakan menjadi unsur yang sangat pentingdalam keberhasilan Implementasi strategi BUMDes Pancasan Makmur. | ABSTRACT This study aims to determine how the implementation of the strategy in the management of the Pancasan Village-Owned Enterprises using aspects of the achievement of targets, organizational policies, resource allocation, structure suitability. The research method used in this study is a qualitative method. The selection of informants uses purposive sampling technique. Data collection is used by in-depth interviews, observation and documentation. Data analysis method used is an interactive analysis method. The results of this study indicate that the process of implementing the strategy in the management of Village Owned Enterprises in Pancasan Village has been run quite optimally, this is evidenced by the achievement of annual targets in terms of income obtained from the three BUMDes business units, Pancasan BUMDes are able to obtain a net income of Rp. 300,451,226 in 2017, while in 2018 generated Rp. 481,235,336 which could be donated to the PAD. The Pancasan BUMDes Strategy is outlined in business unit development programs to increase customer satisfaction such as the construction of children's playground facilities, gazebos for the convenience of the tourism business unit and infrastructure development in PAMDesa that has succeeded in increasing the quantity of service recipients by 200 recipients of water services, as well as on equipment waste transport transportation in the waste management business unit. Budget resources for BUMDes development are poured out for investments originating from PAD, village funds, and business results are well managed and human resources are working quite optimally and also a clear SOP and implemented becomes a very important element in the successful implementation of the Pancasan Makmur BUMDes strategy. | |
| 24017 | 27117 | H1E015005 | ANALISIS KELUHAN OTOT DAN QUICK EXPOSURE CHECK PADA STASIUN KERJA LAMA DAN STASIUN KERJA BARU (STUDI KASUS: IKM SAPU GWHC PURBALINGGA) | IKM Sapu GWHC memproduksi sapu sorgum di Purbalingga. Berdasarkan pengamatan awal, para pekerja melakukan aktivitasnya secara manual menggunakan stasiun kerja lama dengan postur kerja yang berulang. Para pekerja merasakan gangguan MSDs atau rasa nyeri pada punggung, pinggang, leher, dan tangan. Stasiun kerja baru sudah dibuat dengan penyesuaian pada tinggi stasiun kerja, kemiringan sandaran kursi, perpindahan jarak tempat duduk (maju atau mundur) dan menambahkan alat untuk menggulung benang, namun belum dilakukan pengukuran postur kerja dan pengukuran tingkat keluhan MSDs. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan keluhan MSDs dan postur kerja pada stasiun kerja lama dan stasiun kerja baru. Berdasarkan hasil penelitian, setelah menggunakan stasiun kerja lama dan baru, terdapat penurunan MSDs paling tinggi pada bagian punggung dari sebelumnya 55,56% menjadi 33,33% sedangkan kenaikan paling tinggi pada bagian pergelangan kaki kanan dari sebelumnya 5,56% menjadi 33,33%, dan terdapat penurunan rata-rata nilai exposure level QEC dari sebelumnya 66% menjadi 61%. Berdasarkan hasil uji wilcoxon, ada perbedaan keluhan MSDs yang signifikan (Asymp. Sig 0,036) dan ada perbedaan exposure level QEC yang signifikan (Asymp. Sig 0,014). | SME Brooms GWHC produces sorghum brooms in Purbalingga. Based on preliminary observations, workers carry out their activities manually using current work stations with repetitive work postures. Workers feel MSDs disturbances or pain in the back, waist, neck and hands. A new work station has been made with adjustments to the height of the work station, the slope of the back of the chair, the displacement of the seat (forward or backward) and adding a tool to roll the yarn, but no work posture and MSDs complaint levels have been measured. The study aims to determine differences in MSDs complaints and work posture at the current work station and the new work station. Based on the results of the study, after using the current and new work stations, there was the highest decrease in MSDs in the back from 55.56% to 33.33% while the highest increase in the right ankle from 5.56% to 33.33 %, and there was a decrease in the average QEC exposure level value from 66% to 61%. Based on the Wilcoxon test results, there are significant differences in MSDs complaints (Asymp. Sig 0.036) and there are significant QEC exposure level differences (Asymp. Sig 0.014). | |
| 24018 | 27118 | C1A013030 | ANALISIS FAKTOR PENENTU KONSUMSI BERAS MASYARAKAT KELURAHAN PENGGILINGAN KECAMATAN CAKUNG KOTA JAKARTA TIMUR | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel pendapatan, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, lokasi perumahan dan status pekerjaan terhadap konsumsi beras masyarakat. Populasi penelitian ini adalah ibu rumah tangga di Kelurahan Penggilingan. Pengambilan sampel menggunakan rumus Yamane sehingga sampel yang diambil sebanyak 150 ibu rumah tangga di Kelurahan Penggilingan. Teknik analisis data menggunakan regresi berganda model double log dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendapatan berpengaruh tidak signifikan, variabel pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan variabel jumlah tanggungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi beras masyarakat di Kelurahan Penggilingan. Terdapat perbedaan signifikan konsumsi beras pada masyarakat komplek perumahan dan non komplek perumahan dengan kecenderungan konsumsi beras adalah pada masyarakat non komplek perumahan di Kelurahan Penggilingan. Selain itu, juga terdapat perbedaan signifikan konsumsi beras pada ibu bekerja dan tidak bekerja dengan kecenderungan konsumsi beras adalah pada ibu yang tidak bekerja di Kelurahan Penggilingan. | This research aims to analyzed the effect of variabel income, education level, number of family dependants, location of residence and employment status against rice consumption. Population in this research was a housewife in the village of Penggilingan. Sampling used the formula Yamane, so samples taken as many as 150 housewife in the village of Penggilingan. Technique of data analysis used multiple regression models double log with Ordinary Least Square (OLS) method. The results of this study showed that the variable income does not have significant influence, variable education level has a negative and significant effect, while variable the number of family dependants has positive and significant effect againts the consumption of rice in the village of Penggilingan. There are significant differences in rice consumption in the housing complex and non-housing complex with the tendency of rice consumption is non-housing complex community in the Penggilingan Village. In addition, there are also significant differences in rice consumption in working and non-working mothers with the tendency of rice consumption is mothers who do not work in the Penggilingan Village. | |
| 24019 | 27119 | H1A015001 | Deteksi Kromatin pada Sel Blast Menggunakan Metode Transformasi Hough | Dari sederet kasus kanker yang diidap oleh anak-anak, hampir setengah dari mereka menderita kangker darah atau yang dikenal dengan leukemia. Jenis kanker darah yang paling banyak diderita adalah leukemia limfoblastik akut (LLA). Leukemia akut merupakan penyakit kanker yang berkembang dengan cepat. Leukemia dipicu oleh satu sel yang tidak normal pada sumsum tulang, di mana gen penting yang mengendalikan bagaimana sel harus berkembang biak, bertumbuh, dan mati telah berubah. Sehingga untuk mengetahui seseorang mengalami leukemia maka dilakukan uji sampel darah. Darah merupakan salah satu komponen tubuh manusia yang rentan terhadap masalah penyakit dan beberapa bentuk penyakit dapat dibawa oleh peredaran darah, karena hal tersebut maka deteksi dini terhadap kelainan atau gejala penyakit dapat dilakukan dengan meneliti bagian pada darah itu sendiri. Salah satu komponen yang dapat diteliti dalam darah untuk melakukan diagnosa penyakit leukemia adalah benang kromatin. kromatin juga dapat membawa genetik untuk berbagai penyakit yang diantaranya adalah penyakit Acute Myeloid Leukemia (AML) dan Acute Lymphoid Leukemia (ALL) merupakan tipe kanker sel darah putih yang menyerang sel blast pada sumsum tulang (bone marrow) yang dapat diindikasikan dengan mengamati benang kromatin yang ada pada sel yang belum matang atau dapat disebut sel blast. Kromatin dapat diamati dan dianalisan dengan menggunakan teknik segimentasi pada pengolahan citra. Pada penelitian ini melakukan segimentasi terhadap sel myeloblast dan lymphoblast pada darah. Metode segimentasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan Transformasi Hough. Metode Transformasi Hough merupakan algoritma pada Computer Vision yang digunakan untuk mencari bentuk geometrik seperti garis dan lingkaran. Keuntungan utama dari Transformasi Hough adalah dapat mendeteksi sebuah tepian dengan celah pada batas fitur dan secara relatif tidak dipengaruhi oleh derau atau noise. Setelah melakukan segmentasi, proses dilanjutkan untuk mendapatkan jumlah, diameter, dan luas kromatin. Kemudian hasil dari segmentasi metode Transformasi Hough akan dibandingkan dengan metode Active Contour yang sudah dikerjakan pada penelitian sebelumnya. Sehingga, akan diperoleh metode mana yang lebih efektif dan akurat. | As a row of cancer cases that children have suffered, almost half of them suffer from blood kangker or known as leukemia. The most widely suffered blood cancer is the acute lymphoblastic leukemia (LLA). Acute Leukemia is a rapidly developing cancer disease. Leukemia is triggered by one abnormal cell in the bone marrow, where an important gene that controls how cells should multiply, grow, and die has changed. So to know a person experiencing leukemia then conducted a blood sample test. Blood is one component of human body that susceptible to disease problem and some form of disease can be carried by blood circulation, because it is early detection of disease disorder or symptoms can be done by researching The blood itself. One of the components that can be examined in the blood to conduct a diagnosis of leukemia disease is the chromatin yarn. Chromatin can also bring genetic to various diseases including the disease Acute Myeloid Leukemia (AML) and Acute Lymphoid Leukemia (ALL) is a type of cancer of the white blood cells that attack the blast cells in the bone marrow (bone marrow) that can be indicated by observing the existing chromatin yarn in immature cells or can be called blast cells. Chromatin can be observed and analytic by using the technique of imaging in the image processing. In this study, it is the argument of myeloblast and lymphoblast cells in the blood. The method of segimentation used in this study was using the Hough transformation. The Hough transformation method is an algorithm in Computer Vision that is used to look for geometric shapes such as lines and circles. The main advantage of the Hough transformation is that it detects a rim with a gap at the feature limit and is relatively unaffected by noise or noise. After segmenting, the process continues to obtain the amount, diameter, and area of chromatin. Then the result of segmentation Hough transformation method will be compared with Active Contour method that has been done in previous research. Therefore, it will be obtained which method is more effective and accurate | |
| 24020 | 27125 | E1A015161 | KEPATUHAN HUKUM PERAWAT TERHADAP STANDAR PEMASANGAN DAN PELEPASAN INFUS PADA PASIEN DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN ( STUDI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GOETENG TARUNADIBRATA PURBALINGGA ) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan hukum perawat terhadap standar pemasangan dan pelepasan infus pada pasien dalam pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Goeteng Tarunadibrata Purbalingga dan faktor yang cenderung berpengaruh terhadap kepatuhan hukum perawat pada standar pemasangan dan pelepasan infus kepada pasien dalam pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Goeteng Tarunadibrata Purbalingga. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Rumah Sakit Umum Daerah Goeteng Tarunadibrata Purbalingga dengan responden sebanyak 55 (lima puluh lima) orang perawat. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi serta di analisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan hukum perawat terhadap standar pemasangan dan pelepasan infus pada pasien dalam pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Goeteng Tarunadibrata Purbalingga adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 2 (dua) indikator meliputi tingginya persiapan alat pemasangan dan pelepasan infus serta tingginya pelaksanaan pemasangan dan pelepasan infus. Faktor-faktor yang cenderung memengaruhi kepatuhan hukum perawat terhadap standar pemasangan dan pelepasan infus pada pasien dalam pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Goeteng Tarunadibrata Purbalingga meliputi faktor semangat kerja, kerja sama dan masa kerja. Kata Kunci : Kepatuhan Hukum; Standar Pemasangan dan Pelepasan Infus Pasien, Pelayanan Keperawatan | The research aims to learn the nurse’s obedience of law to the standard of insert and release of patient intravenous in nursing service in the General Hospital Area of Goeteng Tarunadibrata Purbalingga and some factors that tend to affect the nurse’s obedience of law to the standard of insert and release of patient intravenous in nursing service in the General Hospital Area of Goeteng Tarunadibrata Purbalingga. This research is using quantitative research methods with sociological approaches and descriptive research specifications. The research take at the General Hospital Area of Goeteng Tarunadibrata Purbalingga for 55 (fifty five) nurses. The research samples were taken by using simple random sampling. Type of data sources include primary and secondary data acquired using questionnaire, documentaries, and literature. The data collected is processed using coding, editing, and tabulation techniques and analysis with distribution of frequency analysis, cross-table analysis, content analysis, and comparison analysis. The result of the research indicate that the nurse’s level of obedience of law to the standard of insert and release of patient intravenous in nursing service in the General Hospital Area of Goeteng Tarunadibrata Purbalingga is high. This is proved by the research results of 2 (two) indicators involving high preparation insert and release of patient intravenous and high implementation of insert and release of patient intravenous. Some factors that tend to influence the nurse’s obedience of law to the standard of insert and release of patient intravenous in nursing service in the General Hospital Area of Goeteng Tarunadibrata Purbalingga include factors in the spirit of work, cooperation, and worktime. Keywords: Obedience of law, Standard of insert and release of patient intravenous, Nursing service |