Artikelilmiahs

Menampilkan 2.281-2.300 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
228112011H1H011012Pengaruh Pemuasaan Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Ikan Botia (Chromobotia macracanthus)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemuasaan yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan botia. Ikan botia merupakan salah satu komoditas favorit ikan hias air tawar karena memiliki bentuk yang unik, cantik, dan menarik. Dalam kegiatan budidaya ikan botia terdapat beberapa kendala, salah satunya adalah pertumbuhan yang relatif lambat. Ikan uji yang digunakan adalah ikan botia dengan panjang rata-rata 1,3±0,02 cm dan berat rata-rata 0,031±0,004 g sebanyak 288 ekor atau 24 ekor per perlakuan yang dipelihara di dalam akuarium berukuran 30x20x20 cm3. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu tanpa pemuasaan/kontrol (A), pemuasaan 1 hari/minggu (B), pemuasaan 2 hari/minggu (C), dan pemuasaan 3 hari/minggu (D) yang terdiri dari 3 ulangan. Variabel yang dikaji meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan mutlak, dan sintasan (SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SGR dan pertumbuhan mutlak ikan yang dipuasakan tidak berbeda nyata (P>0,05), sedangkan pemuasaan memiliki pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap sintasan ikan botia dengan nilai tertinggi yaitu 66,12% pada pemuasaan 1 hari/minggu. Ikan yang dipuasakan mampu mencapai pertumbuhan yang sama dengan ikan yang diberi pakan setiap hari. Dapat disimpulkan bahwa pemuasaan 1 hari/minggu dapat diterapkan pada budidaya ikan botia.This study aimed to assess the effect of different fasting against Botia fish growth. Botia fish is one of commodity favorite freshwater because it has a unique shape, beautiful, and attractive. In activity aquaculture botia fish there are some obstacles, one of them is relatively slow growth. Test fish used is Botia fish with an average length of 1,3±0,02 cm and an average weight of 0,031±0,004 g as much as 288 tails or 24 fish/aquarium measuring 30x20x20 cm3. This study uses a completely randomized design of 4 treatments ie feed everyday/control (A), 1 day fasted/week (B), 2 day fasted/week (C), and 3 day fasted/week (D) which consists of 3 replications. Variables that were examined include the specific growth rate (SGR), the absolute growth and survival rate (SR). The results showed that the absolute value of SGR and growth of fish that were fasted were not significantly different (P>0.05), while fasted have real influence (P<0.05) on the survival of Botia fish a high of 66,12% in the 1 day fasted/day. Fish were fasted able to achieve the same growth with fish feed everyday. It can be concluded that 1 day fasted/week can be applied on aquaculture Botia fish.
228212020A1L010008PENGARUH PENGGUNAAN VARIETAS PADI DAN GULMA BERBUNGA TERHADAP POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA WALANG SANGIT (Leptocorisa acuta Thunberg)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi hama walang sangit, intensitas serangan hama walang sangit, dan hasil panen padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas selama 4 bulan pada bulan Maret sampai dengan Juli 2014. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 2 faktor, yaitu varietas padi dan jenis gulma berbunga. Varietas padi terdiri atas IR 64, Situ Bagendit, dan Cilamaya, dengan empat kali ulangan. Gulma berbunga yang digunakan yaitu Cyperus rotundus, Ageratum conyzoides, dan Echinochloa crussgali. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah malai, jumlah anakan, populasi walang sangit, intensitas serangan hama walang sangit dan hasil panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah populasi imago walang sangit terbanyak pada varietas Cilamaya yang diikuti oleh varietas Situ Bagendit, dan IR 64 sebesar 5,14; 3,38; dan 3,72%. Varietas Cilamaya memiliki intensitas serangan tertinggi, yang kemudian diikuti oleh Situ Bagendit dan IR 64 yaitu sebesar 13,35; 10,54; dan 8,22%. Hasil produksi tertinggi ditunjukkan oleh varietas IR 64 sebesar 843,75 g/20 rumpun.This research aimed to determine the total population of rice bug, infestation intensity of rice bug, and rice production. The research was conducted in the Kalisalak Village, Subdistrict Kebasen, Banyumas Regency for 4 months from March to July 2014. Methods The experiment was completely randomized design (CRD), which consists of two factors, namely rice variety and types of flowering weeds. Rice varieties consist of IR 64, Bagendit, and Cilamaya. Flowering weeds used were Cyperus rotundus, Ageratum conyzoides, and E. crussgali. The variables measured were plant height, number of leaves, number of panicle, number of tillers, walang rice pest populations, the intensity of pest attack walang rice pest and production. The results showed that the number of adult population in most variety of rice pest walang cilamaya followed by varieties Bagendit, and IR 64 by 5.14; 3.38; and 3.72%. Cilamaya variety have the highest attack intensity, which is then followed by Bagendit and IR 64 that is equal to 13.35; 10.54; and 8.22%. The highest production results shown by the variety IR 64 by 843,75 g/20 clumps.
228311970P2PA11005KAJIAN KESUBURAN TANAH, POTENSI TUMBUHAN, DAN PERSEPSI MASYARAKAT PADA
PENAMBANGAN PASIR DI BLOK PESANTREN KABUPATEN KUNINGAN
Blok Pesantren terletak di Desa Datar Kecamatan Cidahu dan merupakan salah satu wilayah lokasi penambangan bahan galian C di Kabupaten Kuningan. Lahan penambangan berada pada tegalan seluas tiga ha dengan kedalaman bahan galian C antara 20-30 m. Penambangan pasir di Desa Datar tidak saja menimbulkan dampak positif tetapi juga menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar lokasi penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesuburan tanah sebelum dan setelah terjadi penambangan pasir di Blok Pesantren Desa Datar Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan; mengetahui potensi tumbuhan sebelum dan setelah penambangan pasir di Blok Pesantren Desa Datar Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan; mengetahui persepsi masyarakat tentang penambangan pasir pada Blok Pesantren Desa Datar serta desa sekitarnya seperti Desa Kertawinangun dan Cidahu yang terkena dampak di Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan; dan menganalisis hubungan antara kesuburan tanah, potensi tumbuhan, dan persepsi masyarakat tentang penambangan pasir pada Blok Pesantren Desa Datar serta desa sekitarnya seperti Desa Kertawinangun dan Cidahu yang terkena dampak di Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan.. Penelitian menggunakan metode survei. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada lima blok yang berbeda pada kedalaman 0-20 cm untuk tanah atas (sebelum digali) dan tanah bawah (setelah digali). Pengambilan sampel vegetasi menggunakan metode petak ganda dengan bentuk petak sampel bujur sangkar. Pengambilan sampel responden dengan wawancara menggunakan kuisioner secara purposive sampling. Responden yang diambil adalah masyarakat pekerja tambang di Desa Datar dan masyarakat yang terkena dampak langsung di Desa Kertawinangun dan Cidahu. Jumlah sampel responden adalah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesuburan tanah sebelum dijadikan lahan penambangan pasir (10,28%) lebih baik dari setelah dijadikan lahan penambangan pasir (7,91%) di Blok Pesantren Desa Datar Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan. Potensi tumbuhan sebelum dijadikan lahan penambangan pasir lebih baik (INP 195,05%) dari potensi tumbuhan setelah dijadikan lahan penambangan pasir (INP 0%) di Blok Pesantren Desa Datar Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan. Persepsi masyarakat tentang keberadaan penambangan pasir sebelum dijadikan lahan penambangan pasir lebih baik (100%) dari setelah dijadikan lahan penambangan pasir (0%) di Blok Pesantren Desa Datar Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan. Secara umum, persepsi masyarakat tentang keberadaan penambangan pasir sebelum dijadikan lahan penambangan pasir dan kesuburan tanahnya lebih baik, sehingga potensi tumbuhannya juga lebih baik dari setelahnya di Blok Pesantren Desa Datar Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan.Pesantren Blocks, which are located in Datar Village, Cidahu District, Kuningan Regency, are one mining areas of extractive materials C in Kuningan Regency. They are located is in dry field with a total area of three hectares and 20-30 m depth of extractive materials C. Having positive impacts, sand miners in Datar Village also give negative impacts to people who are living around these mining areas. The purposes of this study are to examine soil fertility; plant potentials; public perceptions on sand mining before and after those activities took place in Pesantren Blocks, Datar Village, Cidahu District, Kuningan Regency and the affected surrounding villages such as Kertawinangun and Cidahu Villages of Cidahu District, Kuningan Regency; and to analyse the relationship between soil fertility, plant potentials, and public perceptions on sand mining existence in Pesantren Blocks of Datar Village as well as the affected surrounding villages, such as Kertawinangun and Cidahu Villages of Cidahu District, Kuningan Regency. The research used survey method. Soil sampling was conducted in five diffrent blocks in depth of 0-20 cm for top soil (before excavated) and bottom soil (after excavated). Vegetation sampling was gathered by double plot method with squares plot form. Respondent perceptions were collected through questionnaire with purposive sampling. The collected respondents were the mining worker in Datar Village and the directly affected people in Kertawinangun and Cidahu Villages. The sample number of respondents was 30 people. The results of this research showed that soil fertility before the turning into sand mining areas was better (10,28%) than that after turning into sand mining area (7,91%) in Pesantren Blocks, Datar Village, Cidahu District, Kuningan Regency. Plant potentials before turning into sand mining areas were better (IVI=195,05%) than those after turning into sand mining areas (IVI=0%) in Pesantren Blocks, Datar Village, Cidahu District, Kuningan Regency. Public perceptions on the existence of sand mining before turning into sand mining areas were better (100%) than after turning into sand mining areas (0%) in Pesantren Blocks, Datar Village, Cidahu District, Kuningan Regency. In General, public perceptions to the existence of sand mining and soil fertility before turning into sand mining areas were better that the plant potentials were also better than those after turning into sand mining areas in Pesantren Blocks, Datar Village, Cidahu District, Kuningan Regency.
228412024B1J011032KERAPATAN DAN DISTRIBUSI Nypa fruticans SERTA FAKTOR
LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHINYA DI DESA
PLANGKAPAN, KECAMATAN TAMBAK, BANYUMAS
Desa Plangkapan terletak di wilayah Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas dengan ketinggian 14 m dpl. Salah satu tumbuhan yang dominan di Desa tersebut adalah Nypa fruticans yang merupakan salah satu vegetasi mangrove. Nypa fruticans tumbuh dengan baik di muara tenang sampai sungai dengan air payau. Nypa fruticans memiliki banyak potensi yang dapat digunakan oleh masyarakat, diantaranya yaitu sebagai peredam banjir, produksi nira, serta dapat digunakan untuk arang kayu dan atap dari daun N. fruticans. Adanya vegetasi N. fruticans di Desa Plangkapan yang berjarak lebih dari 10 km dari pantai selatan belum diketahui kerapatan, distribusi, dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. . Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui kerapatan dan distribusi Nypa fruticans di Desa Plangkapan, 2) Mengetahui faktor lingkungan yang mempengaruhi kerapatan dan distribusi Nypa fruticans di Desa Plangkapan, dan 3) Mengetahui korelasi antara faktor lingkungan dengan kerapatan dan distribusi Nypa fruticans di Desa Plangkapan. Penelitian ini menggunakan metode survey, penentuan stasiun dilakukan secara purposive dengan metode pengambilan sampel plot kuadrat. Stasiun diambil sebanyak 4 stasiun, masing-masing stasiun dilakukan sampling vegetasi dengan dibuat 3 plot berukuran 10 m x 10 m, masing-masing plot diukur faktor lingkungannya. Kerapatan dianalisis menggunakan MS excel, Pola distribusi dianalisis dengan analisis variance S2 menggunakan software Surfer 10.0, dan korelasi faktor lingkungan dengan kerapatan dan distribusi dianalisis dengan korelasi Spearman menggunakan software SPSS 17.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa N. fruticans di Desa Plangkapan memiliki kerapatan antara 1.260 ind.ha-1 sampai 3.700 ind.ha-1 dengan pola distribusi mengelompok (aggregate). Kondisi lingkungan di Desa Plangkapan masih baik untuk pertumbuhan Nypa fruticans. Salinitas dan pH memiliki pengaruh negatif terhadap kerapatan N. fruticans, artinya semakin tinggi tingkat salinitas dan pH maka kerapatan N. fruticans semakin rendah. Suhu air, suhu tanah, kelembaban, kandungan air, dan kandungan organik memiliki pengaruh positif terhadap tingkat kerapatan dan distribusi N. fruticans, dengan faktor yang paling berpengaruh ialah suhu tanah.Plangkapan village is located in the district Tambak, Banyumas with 14 m of height above sea level ground. One of the dominant vegetation in the village is Nypa fruticans which is one of mangrove vegetation. Nypa fruticans grows well in estuaries to the river with brackish water. This tree has a lot of potential uses by the people, among as a flood reducer, production of palm sugar, and charcoal and also for house’s roof from palm leaves. The presence of N. fruticans in the village that are more than 10 km from the coast is unknown about density, distribution, and environmental factors those influenced it. The aim of this study was 1) to know the density and distribution of mangrove N. fruticans in Plangkapan village, 2) to know the environmental factors that affect the density and distribution of N. fruticans in the Plangkapan village, and 3) to know the correlation between environmental factors, N. fruticans’s density and distribution in Plangkapan village. This study using survey method with determination technique of stasiun is purposive sampling with line transect. Four stations were taken, each sampling station vegetation made three plots measuring 10 m x 10 m, each plot was measured environmental factors. Density were analyzed using MS Excel, distribution patterns were analyzed by analysis of variance S2 using Surfer 10.0 software, and the correlation of environmental factors with the density and distribution were analyzed by Spearman correlation using SPSS 17.0 software. The results showed that the density of N. fruticans in the village Plangkapan about 1.260 ind.ha-1 to 3.700 ind.ha-1 with aggregate distribution pattern. Environmental conditions in the village Plangkapan still good for Nypa fruticans’s growth. Salinity and pH negatively affect the density of N. fruticans, meaning that if the level of salinity and pH increased, the density of N. fruticans will decreased. Water temperature, soil temperature, humidity, water content, and the organic content gave a positive effect on the density and distribution of N. fruticans, with the most influential factor is the soil temperature.
228512028E1A010108PENERAPAN PASAL 18 UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN PADA TIKET PENUMPANG TRAVEL DI KANTOR ELANG TRAVELLO BUMIAYU

Penelitian Ini Berjudul “ Penerapan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Pada Tiket Penumpang Travel Elang Travello Di Bumiayu ” Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui tentang Penerapan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Pada Tiket Penumpang Travel Elang Travello Bumiayu.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Penelitian ini dilakukan di kantor CV Elang Travello Bumiayu dan Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan studi pustaka terhadap data sekunder dan primer. Data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis, logis dan rasional. Metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif.
CV Elang Travello telah membuat dan menerapkan klausula baku pada tiket penumpang yang berbunyi “ barang hilang / rusak / tertukar resio sendiri ”. Pencantuman klausula baku tersebut bahwa CV Elang Travello telah melakukan pengalihan tanggung jawabnya. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa CV Elang Travello yang berstatus sebagai pelaku usaha dan pengangkut, dalam menyelenggarakan pelayanan dibidang jasa pengangkutan barang dan orang belum belum memberikan ganti kerugian kepada penumpang sebagai konsumen atas barang bawaan penumpang yang hilang, rusak dan tertukar selama menggunakan kendaraan. Klausula baku adalah aturan yang dibuat secara sepihak oleh pelaku usaha yang dituangkan dalam dokumen atau perjanjian yang mengikat dan wajib dipenuhi oleh konsumen.
Penerapan klausula baku dibidang transpotrasi hendaknya menggunakan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, agar hak-hak konsumen dapat dilindungi.
This research Titled "Application of Article 18 of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection On Eagle Travel Passenger Ticket Travello In Brits" This study aims to to know about the Application of Article 18 of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection On Passenger Ticket Travel Travello eagle Brits.
The method used is normative. This research was conducted at the office of PT ElangTravello Brits and the Center for Scientific Information Faculty of Law, University of General Sudirman. Data collection methods used by the literature on secondary and primary data. The data obtained and presented in the form of systematic description, logical and rational. The analytical method used is qualitative normative.
CV ElangTravello has mmembuat and apply the standard clause on passenger tickets that read "items missing / corrupted / mixed up resio own". Inclusion of standard clauses is that the CV Eagles Travellohave transferred responsibilities. Based on the results of research and discussion shows that the CV Eagles Travello status as business people and transporters, service delivery in the service of transporting goods and people has not yet provide compensation to passengers as consumers on passenger luggage is lost, damaged and confused during vehicle use. Is a standard clause rules made unilaterally by businesses as outlined in the document or agreement binding and must be met by consumers. CV ElangTravello in applying the standard clause not apply Article 18 paragraph (1) letter (a) on the prohibition of the transfer of responsibility for the businesses of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection.
The application of standard clauses in the field of transpotrasi should use the Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection and Law No. 22 of 2009 on Road Traffic and Road Transport, so that consumer rights can be protected.

228612046E1A111094ANALISIS YURIDIS TERHADAP PRAKTIK PELANGGARAN PELAKU USAHA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANJARMASIN NOMOR : 281 PID.SUS/2013/PNBJM)Penelitian ini berjudul “Analisis Yuridis terhadap Praktik Pelanggaran Pelaku Usaha Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi Putusan Pengadilan Negeri Banjarmasin Nomor : 281 Pid.Sus/2013/PNBjm)”. Latar belakang masalah penelitian ini adalah masih terjadinya praktik pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam dunia usaha atau kegiatan perdagangan dengan tindakan pelaku usaha yang tidak melaksanakan apa yang telah diwajibkan dalam peraturan perundang-undangan juga sebaliknya melakukan suatu perbuatan yang dilarang sehingga merugikan konsumen.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif atau penelitian hukum yang hanya meneliti bahan pustaka. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku literatur, peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, dan situs-situs internet dengan cara studi pustaka, yaitu dengan menginventarisasi data-data tersebut yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data-data yang diperoleh dianalisis dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian.
Tulisan ini mengkaji praktik pelanggaran pelaku usaha yang terjadi pada kasus dalam Putusan Pengadilan Negeri Banjarmasin Nomor : 281 Pid.Sus/2013/PN.Bjm yang didasarkan pada ketentuan peraturan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindngan Konsumen khususnya pada Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan i berkaitan dengan perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha serta sanksi pidana yang dikenakan atas perbuatan praktik pelanggaran pelaku usaha yang dilakukan tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa kasus ini terjadi dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Banjarmasin dimana Terdakwa HANDOYO TIRTAJAYA Als YOYO Bin TIONO sebagai pelaku usaha telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana “telah memperdagangkan barang yang tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan dan tidak mengikuti label serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/dibuat” melanggar Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan i Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindngan Konsumen.
The research is Juridical Analysis of Businessman infraction based on Law Number 8 Year 1999 about Customer Protection (Case Verdict Banjarmasin Court Number : 281 Pid.Sus/201/PNBjm). Background of the research is there some infraction done by businessman in the business sector or any trading with businessman that is not inline with their obligation in Law and vice versa, done the prohibited act which cause loss for consument.
The method in the research is juridical normative approach or law research which only research the literature. Data being used is secondary data such as literature books, laws, official documents and internet sites as study case, which is be inventory data and presented in systematic order. Data obtained is being analyzed and described based on law norm which is related to research object.
The research is observing infraction case of businessman which happened in Verdict Banjarmasin Courts Number : 281 Pid.Sus/2013/PN.Bjm based on Law Number 8 Year 1999 about Consumer Protection especially in Article 62 Paragraph 1 Jo Article 8 Paragraph 1 section a and i related with prohibited acts for businessman and criminal sanctions given.
Based on research result, the case happened in Banjarmasin Court whom the convicted is HANDOYO TIRTAJAYA a.k.a YOYO from Tiono as businessman is proven valid and convincing guilty comitted infriction “selling product which is not qualified in minimum standard demanded by the rule and not following the labels and descriptions to be used as what should be attached/made” which is violate Article 62 Paragraph 1 Jo Article 8 Paragraph 1 section a and i Law Number 8 Year 1999 about consument protection.
228712030D1E010141KONSUMSI PAKAN DAN PERTUMBUHAN BERBAGAI AYAM SENTUL PERIODE AWALPenelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh berbagai ayam Sentul terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam Sentul. Alat yang digunakan terdiri atas sprayer, gelas ukur, timbangan (digital dan analitik), kandang, dan peralatannya serta pakan ayam broiler periode awal yang diproduksi dari PT Cargil. Metode yang digunakan adalah eksperimen secara in vivo dengan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas, Sa = Ayam Sentul Abu, Sb = Ayam Sentul Batu, Sd = Ayam Sentul Debu, Se = Ayam Sentul Emas, Sg = Ayam Sentul Geni dengan ulangan 5 kali. Peubah yang diukur adalah konsumsi pakan dan pertumbuhan ayam. Rataan konsumsi pakan berbagai ayam Sentul untuk ayam Sentul Abu, Sentul Batu, Sentul Debu, Sentul Emas dan Sentul Geni berturut-turut adalah 1.710,14 ± 63,74 g, 1.812,83 ± 61,09 g, 1.741,80 ± 72,50 g, 1.729,60 ± 49,08 g dan 1.771,67 ± 26,64 g.. Rataan pertumbuhan berbagai ayam Sentul untuk ayam Sentul Abu, Sentul Batu, Sentul Debu, Sentul Emas dan Sentul Geni berturut-turut adalah 657,84 ± 37,60 g, 669,97 ± 51,28 g, 652,63 ± 29,09 g, 642,41 ± 59,64 g dan 668,44 ± 55,93 g. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa berbagai ayam Sentul berpengaruh tidak nyata (P > 0,5) terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan berbagai ayam sentul periode awal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsumsi pakan dan pertumbuhan berbagai ayam Sentul relatif sama.


The purpose of this research was to study the effect of various chicken Sentul on feed consumption and growth. The material used in the research is Sentul Chicken. The equipment consisted of sprayer, measuring cups, scales ( digital and analytic ), cage with cage equipment and broiler chicken feed produced an initial period of PT Cargill. The method that was used is an experiment in vivo with the research design completely randomized design (CRD). The treatments consisted of Sa = Sentul Abu Chicken, Sb = Sentul Batu Chicken, Sd =Sentul Debu Chicken, Se = Sentul Emas Chicken, Sg = Sentul Geni Chicken with replications 5 times. The parameters measured were feed intake and growth of chickens. the average consumption of a variety of chicken feed for chickens Sentul Abu, Sentul Batu, Sentul Debu, Sentul Emas and Sentul Geni row was 1710.14 ± 63.74 g, 61.09 g ± 1812.83, 1741.80 ± 72 , 50 g, 1729.60 and 1771.67 ± 49.08 g ± 26.64 g. The results of the average growth of a variety of chicken for chicken Sentul Abu, Sentul Batu, Sentul Debu, Sentul Emas and Sentul Geni row was 657.84 ± 37.60 g, 669.97 ± 51.28 g, 652.63 ± 29, 09 g, 642.41 ± 59.64 g and 668.44 ± 55.93 g. Results of variance analysis showed that the various chicken Sentul not significant ( P>0.5 ) on feed intake and growth of various chicken sentul initial period. The conclusions of this research is feed intake and growth of various chicken Sentul relatively.


228812031H1F010054GEOLOGI DAN MANIFESTASI GEOKIMIA FLUIDA PANAS BUMI DAERAH WANAYASA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN WANAYASA, KABUPATEN BANJARNEGARA
PROVINSI JAWA TENGAH

Lapangan panas bumi daerah penelitian secara geografis berada pada koordinat UTM antara 9196500 mN – 9201500 mN dan 358500 mE – 362500 mE dengan luas 20 km2 di kabupaten Banjarnegara. Secara geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan, yaitu Satuan Perbukitan Lereng Gunung Api Bagian Tengah (V5), Satuan Perbukitan Lereng Gunung Api Bagian Bawah (V6), Satuan Perbukitan Aliran Lava (V9), dan Satuan Dataran Endapan Danau (F5). Vulkanostratigrafi daerah penelitian secara diagenesa terbentuk oleh Aliran lava, alira piroklastik, dan jatuhan piroklastik pada Gumuk G. Rogojembangan. Secara Litostratigrafi tersusun atas Satuan batuan Breksi Piroklastik,Satuan Aliran Lava, dan Satuan Breksi Piroklastik yang terbentuk pada kala plistosen. Adanya sesar normal berarah barat-timur di utara pada daerah penelitian menghasilkan suatu depressi struktural yang membentuk Satuan endapan Danau akibat terkumpulnya drainase. Manifestai panas bumi muncul di permukaan. Sebagai mata air panas Kaliputih dan mata air panas Tempuran serta batuan terubah. Mata air panas Kaliputih bertipe Bikarbonat sedangkan mata air panas Tempuran bertipe sulfat-klorida dalam reservoir pada satuan batuan dibawahnya. Mata air panas Kaliputih dan Tempuran disuga merupakan outflow dari sistem panas bumi Wanayasa. Temperature reservoir daerah panas bumi Wanayasa berkisar 140-170oC berdasarkan geotermometer Na-K-Mg (Giggenbach, 1988) dengan kedalaman reservoir diperkirakan antara 400 – 600 meter dibawah permukaan laut. Sistem pnas bumi daerah Wanayasa tergolong sistem panas bumi bertermperatur sedang (125-225oC) yang berasosiasi dengan aktivitas volkanomagmatik.
Research area was held on Banjarnegara area at UTM Coordinates at 9196500 mN – 9201500 mNand 358500 mE – 362500 mE about 20 km2belong to Banjarnegara regency. Based on field observation, the geomorphology research area was divided into four units,namely Middle Volcano Slopes Hill Unit (V5), Lower Volcano Slopes Unit (V6), Lava Flow Hill Unit (V9), and Former Lake Bottom Unit (F5). Diagenesis of Volcanostratigraphy in research area are Lava Flow, Pyroclast Flow, and Pyroclast at Gumuk Rogojembangan area. Based on Lithostratigraphy, research area was divided into four units, thera are Epiclast Breccia Unit, Andesit Lava Flow Unit, and Pyroclast Breccia Unit on Plistosen. The structural geology is Right Normal Sli Fault (W-E) at research area then make structural depression to by Former lake Bottom cause drainage. Geothermal manifestations appear on the surface as Kaliputih and Tempuran Hot springs and altered rocks surrounding. Kaliputih hot spring has bicarbonate type and Tempuran hot spring has sulphate-chloride type and incorporated in reservoir of below rock units. The hotsprings thought Kaliputih and Tempura are outflow of Wanayasa geothermal systems. Temperature of gerothermal reservoir Wanayasa area has about 140oC-170oC by Na-K-Mg geotermometer (Giggenbach, 1988) with the depth of the reservoir is estimated between 400 – 600 meters below sea level. Wanayasa geothermal systems area classified as moderate-temperature geothermal systems (125-225°C) associated with volcanomagmatic activity.
228912032A1C010004ANALISIS RISIKO USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASCabai merah merupakan salah satu jenis sayuran penting yang dibudidayakan secara komersial di Indonesia. Cabai merah memiliki peran strategis sebagai barang konsumsi rumah tangga dan bahan baku bagi industri pengolahan. Fluktuasi harga jual dan produktivitas cabai merah dapat mempengaruhi penerimaan dan pendapatan usahatani cabai merah. Keadaan yang fluktuatif ini mengindikasikan adanya risiko pada usahatani cabai merah. Petani cabai merah di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas juga menghadapi risiko usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan yang mampu dicapai usahatani cabai merah dan besarnya risiko usahatani cabai merah di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas.
Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 Januari sampai 28 Februari tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Pengambilan sampel petani menggunakan metode proportional random sampling, didapatkan sampel petani sejumlah 38 orang dan 4 orang petani sebagai sampel pada simulasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, biaya, penerimaan, pendapatan, Break Even Point (BEP), koefisien varian, dan Monte Carlo Simulation.
Hasil analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani per hektar pada tahun 2014 menunjukkan bahwa rata-rata biaya adalah sebesar Rp45.561.977, penerimaan sebesar Rp89.542.132, dan pendapatan sebesar Rp43.980.155. BEP (unit) sebesar 1.471,68 kilogram dan BEP (penerimaan) sebesar Rp.20.603.514. Koefisien varian pendapatan usahatani per hektar pada tahun 2014 adalah sebesar 1,07. Proyeksi pendapatan rata-rata dengan metode simulasi pada skala usahatani satu (luas lahan 0,26 ha) adalah sebesar Rp7.165.194, skala usahatani dua (luas lahan 0,43 ha) adalah sebesar Rp17.392.195, dan skala usahatani tiga (luas lahan 0,53 ha) adalah sebesar Rp13.237.915. Proyeksi besarnya risiko usahatani cabai merah mengalami kerugian dengan metode simulasi pada skala usahatani satu (luas lahan 0,26 ha) adalah sebesar 31 persen, skala usahatani dua (luas lahan 0,43 ha) adalah sebesar 41 persen, dan skala usahatani tiga (luas lahan 0,53 ha) adalah sebesar 42 persen.

Red chili was one of the type of vegetable important commercially cultivated in Indonesia. Red chili has strategic role as the household consumption and raw material for processing industry. The fluctuations of selling price and productivity of red chili can affect revenue and return of red chili farming. This fluctuating conditions indicate a risk in red chili farming. The red chili farmer in Sumbang District Banyumas Regency also facing farming risk. The purpose of this study are to determine the amount of return can be achieved by red chili farming and the amount of the risk of red chili farming in Sumbang Dristrict Banyumas Regency.
The research done on January 24th untui February 28th 2015. The method used in this study is survey. The sample taking of farmer uses proportional random sampling method that obtain 38 people of farmers and 4 people of farmers as sample of simulation. Analysis method that used are descriptive analysis, cost, revenue, return, Break Even Point (BEP), variant coefficient, and Monte Carlo Simulation.
The result of cost, revenue, and return analysis of farming per hectare in 2014 showed that the average of cost is Rp45.561.977, revenue is Rp89.542.132, and return is Rp43.980.155. BEP (unit) is 1.471,68 kilogram and BEP (revenue) is Rp20.603.514. Variant coefficient of farming return per hectare in 2014 is 1,07. Projection of the average return with simulation method on farming scale one (land area (0,26 ha) is Rp7.165.194, farming scale two (land area 0,43 ha) is Rp17.392.195, and farming scale three (land area 0,53 ha) is Rp13.237.915. Projcetion amount of farming risk in red chili with simulation method in farming scale one (land area 0,26 ha) is 31 percent, farming scale two (land area 0,43 ha) is 41 percent, and farming scale three (land area 0,53 ha) is 42 percent.
229012043A1C011083PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DAN PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK KERIPIK NANGKA PADA UD. KUDI FRUITY MAS KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMASUD. Kudi Fruity Mas merupakan salah satu industri rumah tangga pengolahan keripik nangka yang masih berkembang, maka perlu melakukan perhitungan harga pokok produksi yang tepat dan perencanaan laba jangka pendek. Disamping itu, analisis hubungan antara biaya, volume dan laba juga diperlukan perusahaan untuk membantu manajemen dalam mengelola usaha secara efisien dan dapat menetapkan keputusan manajemen yang menguntungkan. Tujuan penelitian adalah: menghitung harga pokok produksi keripik nangka dengan metode full costing; mengetahui perbedaan harga pokok produksi antara UD. Kudi Fruity Mas dengan metode full costing; menentukan besarnya nilai Break Even Point, nilai Margin of Safety, dan nilai Shut Down Point. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Kasus. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 1 Januari sampai 1 Maret 2015. Metode analisis yang digunakan adalah penentuan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan full costing, perencanaan laba jangka pendek yang meliputi: Break Even Point, Margin of Safety dan Shut Down Point. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk periode 2 Januari sampai 1 Februari 2015, harga pokok produksi keripik nangka dengan menggunakan metode full costing adalah Rp13.550.020,00 dengan harga pokok produksi per kilogram sebesar Rp59.723,00 lebih tinggi dari harga pokok produksi keripik nangka yang ditetapkan perusahaan sebesar Rp12.878.124,00. Jumlah penjualan keripik nangka untuk kemasan 100 gram sebanyak 869 kemasan setara dengan Rp11.731.500,00, telah melebihi jumlah penjualan pada titik impas yaitu 268 kemasan atau Rp3.620.571,00; kemasan 140 gram sebanyak 621 kemasan setara dengan Rp9.936.000,00, telah melebihi jumlah penjualan pada titik impas yaitu 261 kemasan atau Rp4.173.331,00; dan kemasan 200 gram sebanyak 435 kemasan setara dengan Rp11.745.000,00, telah melebihi jumlah penjualan pada titik impas yaitu 132 kemasan atau Rp3.550.841,00, artinya perusahaan telah mendapatkan keuntungan pada periode tersebut. Nilai Margin of Safety (MOS) usaha keripik nangka sebesar 66 persen, artinya jumlah maksimum penurunan target penerimaan yang tidak menyebabkan kerugian sebesar 66 persen setara dengan Rp22.067.757,00. Nilai penjualan keripik nangka kemasan 100 gram sebesar Rp11.731.500,00 lebih besar dari nilai Shut Down Point sebesar Rp3.430.203,00, nilai penjualan keripik nangka kemasan 140 gram sebesar Rp9.936.000,00 lebih besar dari nilai Shut Down Point sebesar Rp3.953.900,00, nilai penjualan keripik nangka kemasan 200 gram sebesar Rp11.745.000,00 lebih besar dari nilai Shut Down Point sebesar Rp3.364.140,00, artinya produksi masing-masing kemasan tidak harus dihentikan karena nilai penjualannya lebih besar dari nilai Shut Down Point.UD. Kudi Fruity Mas is one of the developed home industry in the making of jackfruit chips, so it needs to be the precise in the average total cost calculation and short-term profit planning. On the other hand, the relationship analysis between volume cost and profit are also needed to help the managements to run the business efficiently and deciding profitable management decision. The purpose of this research are: to calculate the cost of production of jackfruit chips using full costing method; to find out the difference of average total cost between UD. Kudi Fruity Mas by using full costing method; to determine the value of Break Even Point, Margin of Safety, and Shut Down Point. This research uses case study method. The data collected on January 1st to March 1st 2015. The analyzing method used in this research are determining cost of production and full costing cost of sales, short-term profit planning such as: Break Even Point, Margin of Safety, and Shut Down Point. The result shows that for January 2nd to February 1st 2015 period, the cost of production using full costing method is Rp13,550,020.00 with Rp59,723.00 cost of production per kilogram which higher than set made by company that is Rp12,878,124.00. 869 packs of jackfruit chips were sold that each of them contain 100 grams of jackfruit chips equal with Rp11,731,500.00, higher than Break Even Point that is 268 packs or Rp3,620,571.00; 621 packs were sold containing 140 grams per pack equal with Rp9,936,000.00, exceeding Break Even Point which are 261 packs or Rp4,173,331.00; 435 packs were sold containing 200 grams per pack equal with Rp11,745,000.00, exceeding Break Even Point which are 132 packs or Rp3,550,841.00, it means that the company has earned profits in the period. Margin of Safety (MOS) value of jackfruit chips business is 66 percent, and it means that the maximum decreasing revenue target that cause no loss to the company is 66 percent or Rp22,067,757,00. The revenue value of jackfruit chips for 100 grams per pack is Rp11,731,500.00, greater than Shut Down Point value at Rp3,430,203.00, the revenue value of jackfruit chips for 140 grams per pack is Rp9,936,000.00 greater than Shut Down Point at Rp3,953,900.00, the revenue value of jackfruit chips for 200 grams is at Rp11,745,000.00 higher than Shut Down Point at Rp3,364,140.00, it means that the production of each pack don’t need to be stopped only because the total revenue value is greater than Shut Down Point value.
229112048H1F010047GEOLOGI DAN GEOKIMIA FLUIDA PANAS BUMI DAERAH SENANGHATI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN MALINGPING, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTENLapangan panas bumi daerah penelitian secara geografis berada pada 6°43'20" - 6°39'1" LS dan 105°54'53" - 105°59'14" BT dengan luas ± 64 km2 di kabupaten Lebak. Secara geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi dua satuan, yakni Satuan Perbukitan Zona Sesar Cilangkap dan Satuan Bukit Intrusi Cikaleho. Secara stratigrafi tersusun oleh Satuan Tuf berumur Miosen Awal, Satuan Batupasir berumur Miosen Tengah-Miosen Akhir (N14-N16), Satuan Intrusi Andesit berumur Pliosen Awal dan Satuan Batupasir-Tuff berumur Pliosen Akhir. Adanya proses tektonik kompresi menghasilkan struktur geologi berupa Sesar Mendatar Kanan Sukalaksana, Sesar Mendatar Kiri Citando dan Antiklin Panacaran serta sepasang lipatan Antiklin Kolelet dan Sinklin Kolelet. Struktur geologi terbentuk pada kala Miosen Akhir dalam satu fase deformasi. Manifestasi panas bumi muncul di permukaan sebagai mata air panas Citando dan batuan ubahan / alterasi. Semua mata air panas dari keluaran tiga mata air bertipe sulfat-klorida dan tergabung dalam satu reservoir yang sama dari jenis batuan piroklastik. Mata air panas Citando diduga merupakan upflow dari sistem panas bumi Malingping. Temperatur reservoir daerah panas bumi Malingping berkisar 108-115°C berdasarkan geotermometer Na-K-Ca (Giggenbach, 1988) dengan kedalaman reservoir diperkirakan antara 490-560 meter di bawah permukaan laut. Sistem panas bumi daerah Malingping tergolong sistem panas bumi bertemperatur rendah (<125°C) yang berasosiasi dengan aktivitas volkanomagmatik. Hilang panas alamiah pada daerah penelitian sekitar 1371 kW ≈ 1.37 MW.Geothermal field research areas are geographically located at latitude 6° 43' 20"S- 6° 39' 1" and longitude 105 ° 54 '53 "- 105 ° 59' 14"E about ± 64 km2 belong to Lebak regency. The geomorphic unit of research area was divided into two units, there are Structural Zone of Cilangkap Hills Unit and Intrusion of Cikaleho Hill Unit. Stratigraphically consists of 3 lithologies, there are Tuff Unit on Early Miocene, Sandstone Unit on Middle Miocene-Late Miocene (N14-N16), Andesite Intrusion Unit on Early Pliocene and Sandstone-Tuff Unit on Late Pliocene. The existence of tectonic compression process produces geological structure in the form of Citando Right Strikeslip Fault, Kadukoneng Right Strikeslip Fault and Panacaran Antiklin also a pair of folds anticline and syncline in Kolelet. Geological structures formed in Late Miocene epoch in one phase of deformation. The geothermal manifestations on the surface such as Citando hot springs and altered rocks surrounding it. All of the three hot springs has sulfate-chloride type and incorporated in the same reservoir of pyroclastic rock types. The hot springs thought Citando are upflow of Malingping geothermal systems. Temperature of geothermal reservoir Malingping area has about 108-115°C by Na-K-Ca geotermometer (Giggenbach, 1988) with the depth of the reservoir is estimated between 490-560 meters below sea level. Malingping geothermal systems area classified as low-temperature geothermal systems (<125°C) associated with volcanomagmatic activity. The natural heat loss in the research area about 1371 kW ≈ 1.37 MW.
229212033A1L111004PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS CABAI MERAH (Capsicum annuum L)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil dua varietas cabai merah terhadap zat pengatur tumbuh Giberelin. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor. Pertama dua varietas cabai merah Hot Beauty dan Hot Chilli. Kedua beberapa macam konsentrasi zat pengatur tumbuh, 0, 20, 40 dan 60 ppm giberelin. Pengamatan dilakukan terhadap variabel tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah bunga, jumlah bunga gugur, umur panen, bobot buah dan jumlah buah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan giberelin memacu pertumbuhan tanaman cabai pada variabel tinggi tanaman, mempercepat umur berbunga, meningkatkan jumlah bunga gugur, tetapi menurunkan jumlah bunga, dan memperlambat umur panen. Perlakuan giberelin juga menurunkan bobot buah dan jumlah cabai merah. Varietas Hot Chilli tumbuh lebih tinggi dan menggugurkan bunga lebih banyak dibandingkan Hot Beauty. Hot Beauty menghasilkan lebih banyak bunga, buah dan bobot buah dibandingkan Hot Chili, tetapi memiliki umur berbunga dan umur panen yang tidak berbeda.
This research aims to study the growth and production response of two red pepper varieties to gibberellin. The research used factorial randomized block design with two factors. The first, two varieties of red pepper: Hot Beauty and Hot Chilli. Second, several concentratios of growth regulator 0, 20, 40, and 60 ppm giberelin. Observations were made on variables of plant height, flowering age, number of flowers, number of flowers fall, harvesting age, fruit weight and the number of fruits.
The results showed that the treatment of giberelin stimulated the growth of pepper plants in the variable of plant height, flowering age, increased the number of flowers fall, but decreased the number of flowers and longthened harvesting age. Gibberellin treatment also decreased fruit weight and the number of fruits. Hot chilli variety grew higher and dropped more flowers than hot beauty. Hot beauty variety produced more flowers, fruits and fruit weight than hot chili, but had no differences in age of flowering and harvesting.
229312034G1A011040KORELASI STATUS SOSIAL EKONOMI PASIEN DENGAN STADIUM TERDIAGNOSIS KARSINOMA NASOFARING DI RSUD PROF.DR.MARGONO SOEKARJO Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan keganasan yang berasal dari sel epitel mukosa yang melapisi permukaan nasofaring. KNF merupakan keganasan kepala leher yang terbanyak di Indonesia. Etiologi KNF antara lain infeksi EBV, lingkungan, dan kerentanan genetik. Status sosial ekonomi berpengaruh terhadap status kesehatan individu. Status sosial ekonomi individu umumnya ditentukan berdasarkan tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo yang merupakan rumah sakit pusat rujukan untuk daerah Jawa Tengah bagian selatan dan barat. Jumlah kunjungan pasien KNF di RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo tahun 2009 meningkat yakni 3,3 kali lebih banyak dibandingkan tahun 2008. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara status sosial ekonomi pasien dengan stadium terdiagnosis KNF di RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien KNF di RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo periode Januari-Desember 2014. Sampel penelitian ini berjumlah 57 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data status sosial ekonomi diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh responden. Stadium diagnosis diperoleh dari rekam medik pasien. Uji korelasi Spearman digunakan untuk mengetahui korelasi status sosial ekonomi dengan stadium terdiagnosis KNF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan (p<0,05) antara status sosial ekonomi dengan stadium terdiagnosis KNF di RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo. Status sosial ekonomi mencakup tingkat pendidikan (r=-0,304), status pekerjaan(r=-0,356), dan tingkat pendapatan (r=-0,272). Status sosial ekonomi memiliki korelasi dengan stadium terdiagnosis KNF di RSUD Prof.Dr.Margono SoekarjoNasopharyngeal carcinoma (NPC) is a malignancy derived from epithelial cells that line the mucosal surfaces of the nasopharynx. NPC is the most frequent head and neck cancer malignancy in Indonesia. Etiology of NPC are EBV infection, environmental, and genetic susceptibility. Socioeconomic status influence health status of individual. Socioeconomic status of individual is generally determined based on status of education, employment, and income. Prof.Dr.Margono Soekarjo hospital is a referral center for southern and western parts of Central Java. The number of patient’s in Prof.Dr.Margono KNF Soekarjo hospital in 2009 increased to 3.3 times more than in 2008.The purpose of this study is to determine correlation between patients socioeconomic status with stage at diagnosis of NPC in Prof.Dr.Margono Soekarjo hospital. This is a cross sectional study. This study population is NPC patients in January-December 2014 at Prof.Dr.Margono Soekarjo hospital. Respondents of this study were 57 NPC patients who have fullfil the inclusion and exclusion criterias. Respondents fill questionnaires of socioeconomic status. Stage at diagnosis was obtained from patient’s medical records. Spearman correlation test was used to determine correlation of socioeconomic status and NPC stage at diagnosis.There is a significant correlation (p <0.05) between socioeconomic and NPC stage at diagnosis in Prof.Dr.Margono Soekarjo hospital. Socioeconomic status includes education (r=-0,304), employement (r=-0,356), and income (r=-0,272). Socioeconomic status has correlation with NPC stage at diagnosis in Prof.Dr.Margono Soekarjo hospital.
229412035D1E011116PENGARUH LAMA WAKTU POST MORTEM TERHADAP ABNORMALITAS, VIABILITAS, DAN AGLUTINASI SPERMATOZOA PADA CAPUT DAN CAUDA EPIDIDYMIS SAPI SIMMENTALTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan lama penyimpanan semen sapi Simmental post mortem terhadap abnormalitas, viabilitas, dan aglutinasi spermatozoa. Materi penelitian adalah semen dari 7 buah epididymis sapi Simmental post mortem yang diperoleh dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Mersi, Purwokerto. Metode Penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Perlakuan yang diujicobakan yaitu lama penyimpanan (P1 = 2 jam, P2 = 3 jam, dan P3 = 4 jam) semen sapi Simmental post mortem. Peubah yang diamati adalah abnormalitas, viabilitas dan aglutinasi. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa lama penyimpanan semen pada caput dan cauda epididymis sapi Simmental post mortem berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap abnormalitas, viabilitas, dan aglutinasi spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan terbaik dengan waktu 2 jam post mortem yaitu abnormalitas pada bagian caput (14,7%) dan cauda (14,9%) ; viabilitas pada bagian caput (82,9%) dan cauda (84,1%) ; serta aglutinasi pada bagian caput dan cauda (1,3).The purpose of this research was to determine the effect of different storage time of semen of post mortem Simmental bull on the abnormality, viability, and agglutination of spermatozoa. The research material was the semen of 7 pieces epididymis of post mortem simmental bull obtained from abattoirs (RPH) Mersi, Purwokerto. The research methods used was experimental laboratory using completely randomized design (CRD) and continued with Honestly Significant Difference Test (HSD). The tested treatments were : the storage time (P1 = 2 hours, P2 = 3 hours, and P3 = 4 hours) semen of post mortem Simmental bull. Variables measured was abnormality, viability and agglutination. Statistical analysis showed that the storage time of semen on the caput and cauda epididymis of post mortem Simmental bull was significantly different (P <0.05) abnormality, viability, and agglutination of spermatozoa. The results showed that 2 hours post mortem gave the best storage time whith abnormality of the caput (14,7%) and cauda (14,9%); viability of the caput (82,9%) and cauda (84,1%); as well as agglutination of the caput and cauda (1,3).
229512036H1H011030KARAKTERISASI HASIL PERSILANGAN TIGA STRAIN IKAN GURAMI
(Oshpronemus gouramy Lac.) BERDASARKAN METODE TRUSS
MORFOMETRIK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter fenotip dan kekerabatan
ikan gurami hasil persilangan antara gurami jenis Jambi, Kalimantan Selatan dan
Tasikmalaya. Penelitian dilaksanakan di Hatchery ikan gurami Balai Penelitian
Pemuliaan Ikan, Sukamandi, Jawa Barat selama 14 hari. Analisis keragaman morfologi
antar varietas dilakukan melalui pengukuran secara morfometrik yang telah ditentukan
berdasarkan titik patokan sebanyak 16 karakter truss. Data pengukuran tiap karakter
yang telah direlatifkan dengan panjang standar dianalisis menggunakan analisis
diskriminan dan analisis klaster hirarki. Hasil analisis data menunjukkan keragaman
ikan gurami uji rendah dengan nilai koefisien keragaman berkisar antara 4-13%.
Koefisien keragaman(CV) tertinggi pada tiap karakter yaitu pada karakter C3(Ujung
sirip anal – pangkal bawah sirip ekor) berkisar antara 18-33% dan yang terendah pada
karakter B5(Pangkal sirip perut – ujung sirip punggung) berkisar antara 2-4%. analisis
diskriminan yang disajikan pada tabel Lambda Wilks’ dan grafik kanonikal diskriminan
ikan gurami jantan lebih banyak memiliki perbedaan karakter dibandingkan ikan gurami
betina. Berdasarkan dendogram, hubungan kekerabatan yang paling dekat adalah
Tasikmalaya X Jambi (TJ) dengan ikan gurami hasil persilangan Kalimantan Selatan X
Tasikmalaya (KT) yang memiliki nilai kesamaan (similarity) sebesar 89,41%,
sedangkan hubungan kekerabatan yang paling jauh adalah strain galur murni
Tasikmalaya X Tasikmalaya (TT) dan Jambi X Jambi (JJ) dengan keempat strain
lainnya dengan nilai kesamaan (similarity) sebesar 53,93%.
The aim of this study was to determine phenotypic characters and genetic
relationship giant gouramy from crosses between strain of Jambi, South Kalimantan
and Tasikmalaya. This research was conducted at the giant gouramy Hatchery,
Research Institute for fish breeding, Sukamandi, West Java for 14 days. Analysis of
morphological diversity between strain carried through morphometric measurements
that have been determined based on a point benchmark as much as 16 characters truss.
Measurement data of each character that has been relativized with a standard length in
the analysis using analysis discriminant and hierarchical cluster. The result showed low diversity of giant gouramy test with coefficient variance(CV) ranged from 4-13 % . The
highest coeffitient variance (CV) on each character is C3(extremity of anal fin-pole of
caudal fin) with range between 18-33% and the lowest is B5(pole of ventral finextremity
of dorsal fin) with ranges between 2-4% . Based on discriminant analysis
presented in Lambda Wilks' Table and canonical discriminant graph male have more
different characteristics than the female. Based on dendogram, the closest kinship is
Tasikmalaya X Jambi (TJ) with giant gouramy from crosses South Kalimantan X
Tasikmalaya (KT) with similarity value is 89,41%, otherwise the most distance kinship
of the other strains is Tasikmalaya X Tasikmalaya (TT) and Jambi X Jambi (JJ) with
similarity value as big as 53,93%.
229612044H1F010067GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK GEOKIMIA LAVA BASALT, DAERAH PONJEN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KARANGANYAR, KABUPATEN PURBALINGGA, PROVINSI JAWA TENGAH
Pulau jawa merupakan pulau yang dihasilkan dari aktivitas tektonik lempeng berupa tumbukan lempeng Hindia-Australia yang bergerak relatif ke utara dengan lempeng Eurasia (lempeng mikro sunda) yang relatif diam. Keberadaan jalur penunjaman memiliki karakteristik magmatisme dan vulkanisme yang yang berbeda dengan magmatisme di daerah samudera ataupun kontinen. Karakteristik yang khas tersebut akan tercermin pada geometri (morfologi) gunung api, karakteristik letusan, asosiasi batuan, dan karakteristik kimia batuan beku yang khas. Lokasi penelitian yang berada di sekitar bukit plana dipilih atas dasar studi dari peta geologi regional lembar Purwokerto-Tegal yang menjelaskan bahwa Formasi Kumbang yang berumur Miosen Atas-Pliosen Awal tersusun atas breksi, lava andesit, dan tuf, dibeberapa tempat dijumpai breksi batuapung, dan tuf pasiran (Djuri, dkk, 1996). Keberadaan asosiasi batuan yang terdapat pada Formasi Kumbang mengindikasikan adanya sistem vulkanik (G. Api) berumur Miosen Atas- Pliosen Awal. Berdasarkan survey lapangan penulis membatasi penelitian ini menjadi karakteristik geokimia lava basalt yang ada didaerah penelitian. Metode yang dipilih untuk mengkaji karakteristik geokimia adalah dengan menggunakan XRF untuk mengetahui kandungan unsur mayor dan unsur jejak pada batuan. Diagram yang digunakan diantaranya diagram bivariate, trivariate, dan multielement. Berdasarkan kajian geokimia didapatkan hasil berupa afinitas magma pembentukan lava basalt didaerah penelitian berada pada tingkatan toleit mendekati kalkalkali pada tatanan tektonik cekungan belakang busur (BAB). Berdasarakan karaterirtik geokimia dan studi petrologi dari lava basalt Formasi Kumbang penulis menyimpulkan bahwa lava basalt yang ada didaerah penelitian merupakan fase awal pembentukan gunung api yang ada diutara, dan merupakan fase transisi perpindahan jalur busur gunung api pegunungan selatan menuju ke utara (jalur gunung api sekarang).Java Island is island arc that is formed by convergency between Hindian-Australian Plate that relatifly move to the North and Eurasian plate which motion less. Subduction zone has magmatism and volcanism characteristics which are different in oceanic or continental. The characteristics will be reflected to the geometry of volcanoes, type of eruption, rocks association, and characteristics geochemistry of igneous rocks. The location of research located in Plana hill to be selected because regional study of geological map of Purwokerto-Tegal that be define Kumbang Formation in Late Miocene- Early Pliocene is made up by breccia, andesit lava,and tuff, and in some location has been found of tuff breccia and tuffaceous sandstones (Djuri, dkk, 1996). Rocks association of Kumbang Formation such as andesit lava, breccia, and tuff give indication of volcanic system in Late Miocene- Early Pliocene. Based of field survey, the focus research will be study of basalt lava. The method of study characteristic of geochemistry used XRF to be know of major element and trace element content. The diagrams will be use of study is bivariate diagram, trivariate diagram, and multi elements diagram. Based on study geochemical characteristics, the magma affinity of lava basalt formation in study area it’s tholeitic to calcalkali (border tholeitic-calcalkali) in setting tectonic of back arc basin (BAB). Based of study geochemistry and petrology the writers conclused that basalt lava of Kumbang Formation in study area is early phase of volcanoes building in northen area and transitional phase of volcanic arc movement from volcanic arc in south to the north (recent volcanic arc).
229712037A1L011128Perencanaan Pertanian Konservasi pada Budidaya Tanaman Kentang di Kecamatan Paguyangan Kabupaten BrebesPenelitian ini bertujuan 1) Memprediksi dan mengetahui tingkat bahaya erosi yang terjadi di wilayah Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. 2) Merencanakan tindakan konservasi untuk budidaya tanaman kentang pada lahan yang sesuai di wilayah Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode survei dengan pengambilan sampel tanah berdasarkan satuan lahan homogen. Variabel yang diamati meliputi faktor erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), kemiringan dan panjang lereng (LS), pengelolaan tanaman dan tanah (CP) dan nilai toleransi (T). Hasil penelitian menunjukkan seluruh wilayah penelitian memiliki prediksi erosi melebihi nilai toleransi. Nilai erosi aktual berkisar antara 95,37 sampai 4217,29 ton/ha/tahun. Nilai tingkat bahaya erosi berkisar antara 13,79 sampai 310,55 ton/ha/tahun. Perencanaan pertanian konservasi pada budidaya tanaman kentang diarahkan dengan pembuatan teras bangku konstruksi sedang, pembuatan teras bangku konstruksi baik dan pembuatan teras bangku konstruksi baik menggunakan mulsa. This research aimed 1) to predict and to know the erosion that occurred in the subdistrict of Paguyangan Brebes regency. 2) to determine the conservation measures for the cultivation of potatoes on suitable land in the subdistrict Paguyangan Brebes regency. The research used method of survey with soil sampling was carried out based on a homogeneous land units. The variables were the rainfall erosivity factors (R), erodibility (K), the length and steepness slope factor (LS), the cover management and support practice factor (CP), and the tolerance value of erosion (T). The result showed the whole area of research had predicted erosion exceeded the tolerance value. An actual erosion was 95,37 to 4217,29 ton/ha/year. The levels of erosion potential was occured is 13,79 to 310,55 ton/ha/year. Planned of conservation agriculture in the cultivation of the potato crop was by terracing with middle construction, terracing with good construction and terracing with good construction accompanied with mulch.
229812038D1E011224KETENGIKAN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK (RASA) ABON DAGING AYAM DENGAN METODE DEEP FAT FRYING DAN SHALLOW FRYING SELAMA MASA PENYIMPANANPenelitian bertujuan untuk mengkaji perbedaan metode penggorengan deep fat frying dan shallow frying terhadap ketengikan dan sifat organoleptik (rasa) pada abon daging ayam selama masa penyimpanan. Materi yang digunakan adalah daging ayam broiler bagian dada 5,6 Kg. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, untuk ketengikan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan perlakuan 2x4 dan 4 ulangan, sedangkan untuk sifat organoleptik (rasa) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan perlakuan 2x4 dan 30 panelis. Perlakuan yang digunakan yaitu A1T1 = deep fat frying+penyimpanan 7 hari, A1T2 = deep fat frying+penyimpanan 14 hari, A1T3 = deep fat frying+penyimpanan 21 hari, A1T4 = deep fat frying+penyimpanan 28 hari, A2T1 = shallow frying+penyimpanan 7 hari, A2T2 = shallow frying+penyimpanan 14 hari, A2T3 = shallow frying+penyimpanan 21 hari, dan A2T4 = shallow frying+penyimpanan 28 hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan rataan angka peroksida yang diperoleh dengan metode penggorengan dan lama penyimpanan berbeda antara 2,62 sampai 5,47 mEq/kg, rataan tingkat kesukaan diperoleh skor 3,43 - 5,57 dengan sifat mutu agak tidak suka – sangat suka. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa metode penggorengan maupun lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap angka peroksida, dan interaksinya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap sifat organoleptik (rasa). Kesimpulan penelitian bahwa metode penggorengan terbaik adalah deep fat frying dengan angka peroksida 3,25 mEq/kg, abon yang disimpan selama 28 hari masih memiliki kualitas yang baik dengan angka peroksida 2,68 mEq/kg, lama penyimpanan 7 hari dengan metode deep fat frying memiliki sifat organoleptik terbaik dengan skor 5,57 dan sifat mutu suka – sangat suka.Rancidity and Organoleptic (Flavor) on Chicken shredded with Deep Fat Frying and Shallow Frying Method During Storage. This Research aimed to study about the difference between deep fat frying and shallow frying method on Rancidity and Organoleptic (flavor) of Chicken shredded during storage. The Material of this research was broiler chicken breast with 5,6 Kg weight. This research used experimental method, for rancidity variable used completely randomized design factorial pattern with 2x4 treatments and 4 repetition, whereas for organoleptic variable (flavor) used Randomized complete block design factorial pattern with 2x4 treatments and 30 panelists. The treatments of this research were A1T1 = deep fat frying+7 days storage, A1T2 = deep fat frying+14 days storage, A1T3 = deep fat frying+21 days storage, A1T4 = deep fat frying+7 days storage, A2T1 = shallow frying+7 days storage, A2T2 = shallow frying+14 days storage, A2T3 = shallow frying+21 days storage, dan A2T4 = shallow frying+28 days storage. Data were obtained and analyzed with analysis of variance (ANOVA) and continued with Honestly Significant Difference (HSD). The result showed the average peroxide value obtained between 2,26 mEq/kg to 5,47 mEq/kg, the average score obtained preference level form 3,43 to 5,57 with quality rather not like – really like. The result of analysis of variance showed that the frying method although storage time gave the highly significant effect (P<0,01) on peroxide value, the interaction gave the highly significant effect (P<0,01) on organoleptic (flavor). The conclusion of this research that the best frying method is deep fat frying with peroxide value 3,25 mEq/kg, chicken shredded were stored for 28 days still have a good quality with peroxide value 2,68 mEq/kg, the storage time 7 days with deep fat frying method has the best organoleptic with score 5,57 and has quality rather like – really like.
229912039F1I011021Upaya Amerika Serikat Dalam Mempertahankan Posisi Ekonomi Politik di Asia Tenggara Pasca Krisis Ekonomi Tahun 2008Penelitian ini membahas krisis ekonomi Amerika Serikat yang terjadi pada tahun 2008. Krisis ini disebabkan oleh macetnya kredit kepemilikan rumah skala kecil (Subprime Mortgage). Krisis Subprime Mortgage ini telah menghancurkan perekonomian Amerika Serika, yang pada akhirnya krisis ekonomi ini memberikan dampak yang mengglobal terhadap perekonomian negara-negara lain di dunia. Salah satu kawasan yang terkena dampak dari krisis ini adalah Asia Tenggara. Beberapa negara-negara di kawasan Asia Tenggara mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif. Dampak yang dialami oleh Asia Tenggara menjadi ancaman terhadap hegemoni Amerika Serikat di Asia Tenggara, karena Amerika Serikat memiliki kepentingan di Asia Tenggara. Dengan itu, Amerika Serikat harus membangun Strategi untuk mempertahankan hegemoninya di Asia Tenggara.
This research analyzes the United States attempts to maintain a position of political economy in Southeast Asia after the 2008 economic crisis. In line with the increasing integration of economies in the middle globalization era, the financial crisis that occurred in a country can easily spread to other countries and become a global financial disaster in a short period. Currently, the global crisis has cause some major countries experiencing major crises it also has no exception to the superpower United States today. And it is increasingly demonstrating the existence of the United States began replaced as a superpower or the ruler of the world. In addition, the emergence of China as a new force and the impact of the economic crisis the United States in 2008 that has been felt by Southeast Asia has affected the economic position of the decline in US politics in Southeast Asia. There are several reasons why the United States should strive to maintain the position of political economy in Southeast Asia, including the reasons related to economic interests and political interests. Finally the research also explains how the efforts of the United States in maintaining the position of political economy in Southeast Asia after the 2008 economic crisis.
230012042A1C011042ANALISIS TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI LAHAN KERING UNTUK BERUSAHATANI LADA PERDU
(Studi Kasus Di Desa Penakir Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang)
Lahan kering merupakan jenis lahan yang banyak dijumpai di Provinsi Jawa Tengah. Salah satu daerah yang memiliki areal lahan kering cukup luas adalah Desa Penakir Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. Sayangnya, keberadaan lahan kering tersebut belum dimanfaatkan dengan optimal oleh petani. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan lahan kering yaitu dengan usahatani lada perdu. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis tingkat keberdayaan petani lahan kering untuk berusahatani lada perdu dalam aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek teknis berusahatani, 2) menganalisis komponen pembentuk keberdayaan petani lahan kering untuk untuk berusahatani lada perdu, 3) mengetahui pengaruh aspek internal petani lahan kering terhadap tingkat keberdayaannya untuk berusahatani lada perdu. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan penentuan kelompok tani dilakukan secara purposive yaitu kelompok tani Loh Jinawi dan kelompok tani Trubus. Dari 2 kelompok tani tersebut didapat 44 responden dengan metode pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung, kuesioner, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan analisis Likert Summated Ratings, analisis deskriptif, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat keberdayaan petani untuk berusahatani lada perdu dalam kategori sedang, 2) komponen pembentuk keberdayaan petani antara lain keberdayaan aspek ekonomi dalam kategori sedang, keberdayaan aspek sosial dalam kategori sedang, dan keberdayaan aspek teknis berusahatani dalam kategori sedang, 3) secara keseluruhan aspek internal petani (usia, pendidikan, luas lahan, dan pendapatan) memiliki pengaruh terhadap tingkat keberdayaan petani; secara parsial aspek pendidikan, luas lahan, dan pendapatan berpengaruh terhadap tingkat keberdayaan petani, sedangkan aspek usia tidak berpengaruh terhadap tingkat keberdayaan petani.
Kata kunci: keberdayaan, aspek internal petani, lahan kering, lada perdu.
Dry land is a kind of land that are often found in the Central Java province. One area that has a large area of dry land is Penakir Village Pulosari District Pemalang Regency. Unfortunately, the presence of dry land has not been utilized optimally by farmers. Efforts should be made to optimize the dry land with farming of bush pepper. This research aims to: 1) analyze the level of dryland farmers empowerment to farm pepper in the aspects of economic, aspects of social, and aspects of techic, 2) analyze the components forming of dry land farmers empowerment to farm the bush pepper, 3) analyze the effect of dryland farmers internal aspects with the empowerment level to farm the bush pepper. The research method used survey method with the determination of the farmer groups conducted by purposive are Loh Jinawi farmer groups and Trubus farmer groups. From the 2 farmer groups are obtained 44 respondents with the sampling method is simple random sampling. Data collection was performed by direct observation, questionnaires, and interviews. Data were analyzed using Likert Summated Ratings analysis, descriptive analysis, and multiple linear regression analysis. The results showed that: 1) the level of farmers empowerment to farm bush Peppers, there in medium category, 2) forming component of the farmers empowerment are the economic aspects empowerment there in the medium category, the empowerment of the social aspect there in the medium category, and empowerment of the technical aspects Three in the medium category, 3 ) Overall farmers internal aspects (age, education, land, and income) have an influence on the level of empowerment of farmers. Partially aspects of education, land, and income affect the level of empowerment of farmers, while the aspect of age did not affect the level of empowerment of farmers.
Keywords: empowerment, farmers internal aspects, dry land, bush pepper.