Home
Login.
Artikelilmiahs
12150
Update
IVO ROSIANA
NIM
Judul Artikel
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penjualan Jagung ke Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) pada Gapoktan Ngudi Luhur Rahayu di Desa Karang Gintung Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tahun 2009 Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian mencanangkan kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM). Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh harga produksi yang lebih baik disaat panen raya, meningkatkan kemampuan petani memperoleh nilai tambah produksi pangan dan memperkuat kemampuan gapoktan dalam pengelolaan cadangan pangan sehingga mampu mendekatkan akses pangan anggotanya saat menghadapi paceklik. Namun pada pelaksanaannya masih banyak petani yang belum memanfaatkan LDPM dalam hal penjualan hasil panen jagung petani, karena masih banyak petani yang menjual jagung ke non LDPM. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan jagung ke LDPM, mengetahui perbedaan harga jual jagung ke LDPM dan non LDPM, serta pelaksanaan P-LDPM di Desa Karang Gintung. Penelitian dilaksanakan di Desa Karang Gintung Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas dengan metode penelitian yang digunakan adalah survai. Metode pengambilan sampel petani menggunakan stratified random sampling, dari total 101 petani anggota Gapoktan yang pernah menjual jagung ke LDPM, diperoleh 18 sampel petani, dengan rincian pada strata I diperoleh 11 petani, strata II diperoleh 5 petani, strata III diperoleh 1 petani dan strata IV diperoleh 1 petani. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda dan uji beda nyata (uji t). Hasil analisis menunjukkan pelaksanaan P-LDPM di Desa Karang Gintung Kecamatan Sumbang masih pada Tahap Pengembangan, dan unit usaha yang sampai sekarang masih berjalan hanya unit usaha distribusi dari tiga unit usaha yang ada. Faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan jagung ke LDPM pada taraf kepercayaan 95% adalah jarak rumah petani ke LDPM, intensitas petani mengikuti kegiatan di poktan maupun gapoktan dan pengetahuan petani tentang fungsi LDPM. Secara statistik tidak terdapat perbedaan harga jual jagung ke LDPM dan non LDPM.
Abtrak (Bhs. Inggris)
In 2009, the agency of food security agriculuture ministry launched Strengthening community food distribution institute (P-LDPM) to obtain better production price when the harvest, improve the ability of farmers to obtain value added food production and to strengthen capabilities in the management of food reserves gapoktan so as to bring food access members of gapoktan against crop failure. Howefer, in the practice there are many farmers who don’t take advantage in terms of sales crop farmers. The purpose of this study was to determine the factors affecting of corn sales to LDPM, knowing the difference corn prices offered LDPM and non LDPM, as well as the implementation of the P-LDPM in Karang Gintung Village. The research held in Karang Gintung Village, Sumbang Subdisctrict, Banyumas Regency by survey method. Sampling method used stratified random sampling, from the 101 farmers members of gapoktan ever sell corn to LDPM, obtain 18 samples of farmers. The analysis used descriptive analysis, multiple linier regression analysis and real difference test (t test). The analysis showed implementation of P-LDPM in Karang Gintung Village, Sumbang Subdistrict still at the development stage, and the business unit are still running just distribution business unit from three unit business. The factors affecting of corn sales to LDPM are the distance the farmer’s house to LDPM, intensity farmers take part in Poktan and Gapoktan and farmers knowledge about the function of LDPM. There is no significant price difference.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save