Artikel Ilmiah : A1L011019 a.n. ADINDA NULFA

Kembali Update Delete

NIMA1L011019
NamamhsADINDA NULFA
Judul ArtikelKAJIAN PRODUKTIVITAS DAN PROSPEK PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT
PADA PEMANFAATAN LAHAN MARGINAL
DI KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengkaji sistem budidaya tanaman obat di Kecamatan Kalibagor, (2) Mengkaji potensi tanaman obat di Kecamatan Kalibagor, dan (3) Mengkaji prospek pengembangan komoditas tanaman obat di Kecamatan Kalibagor. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai Maret 2015 di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah metode survai expost facto. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan clustered purposive random sampling berdasarkan atas teknik budidaya serta luas lahan pekarangan yang ditanami tanaman obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Kalibagor memiliki potensi untuk pengembangan tanaman obat dikarenakan syarat tumbuh yang cukup sesuai dan pada umumnya dibudidayakan pada lahan pekarangan dengan teknik budidaya yang masih sederhana. Hasil produktivitas tanaman obat dalam budidaya intensif yaitu jahe 2,1 ton/ha, lengkuas 1,02 ton/ha, kunyit 1,5 ton/ha, budidaya cukup intensif diantaranya kencur 1,6 ton/ha, jahe 2,23 ton/ha, kunyit 0,9 ton/ha, lengkuas 1,9 ton/ha dan budidaya tidak intensif diantaranya jahe 2,25 ton/ha, kunyit 3,33 ton/ha, kencur 5,35 ton/ha, lengkuas 1,08 ton/ha. Prospek pengembangan tanaman obat di Kecamatan Kalibagor dalam sistem pertanian berkelanjutan dapat dilakukan melalui perbaikan teknik budidaya tanaman obat. Pola tanam yang dilakukan dengan menggunakan sistem tanam tumpangsari yang memiliki nilai NKL 0,43-1,92.
Abtrak (Bhs. Inggris)This aims of this research were to 1) Assess the medicinal plant cultivation system in the Kalibagor District, (2) Assess the potential of medicinal plants in the Kalibagor District, and (3) Assess the prospects for development of medicinal plants in the Kalibagor District. The research was conducted from February to March 2015 in Sub District of Kalibagor Banyumas. The method use the ex post facto survey method. The sampling technique was conducted with a clustered purposive random sampling based on cultivation techniques and area planted with medicinal plants. The results showed that the Kalibagor District had the potential for the development of medicinal plants growing because condition were quite appropriate and generally cultivated on land yard with cultivation techniques were still modest. Results productivity of medicinal plants intensive cultivation such as ginger 2.1 tonnes / ha, galangal 1.02 tonnes / ha, turmeric 1.5 tons / ha, pretty intensive cultivation galingale including 1.6 tonnes / ha, ginger 2,23 ton / ha, turmeric 0.9 tonnes / ha, galangal 1.9 ton / ha and intensive cultivation of ginger including 2.25 tons / ha, turmeric 3.33 tonnes / ha, galingale 5,35 tonnes / ha, galangal 1.08 tons / ha. Prospects of development of medicinal plants in the District Kalibagor in sustainable agricultural systems can be done through improved cultivation techniques of medicinal plants. The cropping pattern is done by using the intercropping system which has a value of 0.43 to 1.92 NKL.
Kata kunciTanaman obat, Produktivitas, Lahan marjinal
Pembimbing 1Ir. Eny Rokhminarsi, M.P.
Pembimbing 2Dr. Ir. Saparso, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2015-08-13 12:42:06.309501
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.