Artikelilmiahs

Menampilkan 2.261-2.280 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
226112005D1E011067PENGGUNAAN FERMEHERBAFIT DALAM RANSUM AYAM BROILER TERHADAP BOBOT DAN PERSENTASE KARKAS SERTA NON KARKAS (EDIBLE)Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan fermeherbafit terhadap bobot dan persentase karkas serta non karkas (edible) ayam broiler dan mengevaluasi pengaruh penggunaan fermeherbafit terhadap peningkatan bobot dan persentase karkas serta non karkas (edible) ayam broiler. Materi penelitian yang digunakan adalah 80 ekor ayam broiler betina umur sehari (DOC), fermeherbafit yang merupakan beberapa bahan herbal yakni daun kelor, mengkudu, kunyit, bawang putih dan temulawak yang difermentasi dengan bakteri asam laktat (BAL). Metode penelitian adalah eksperimental secara in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, dan setiap perlakuan diulang 5 kali, terdapat 4 ekor ayam broiler pada setiap unit percobaan. Perlakuan terdiri dari : R0 : Pakan dengan penambahan fermeherbafit sebanyak 0%; R1 : Pakan dengan penambahan fermeherbafit sebanyak 2%; R2 : Pakan dengan penambahan fermeherbafit sebanyak 4%; dan R3 : Pakan dengan penambahan fermeherbafit sebanyak 6%. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap bobot karkas dan non karkas (edible) (P<0,05), sedangkan persentase karkas dan non karkas berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan uji beda nyata jujur (BNJ) bobot karkas terdapat perbedaan antara perlakuan R2 dengan R1 dan R3, namun R1 dan R3 tidak berbeda (R1 1378,92 ± 75,41% = R3 1383,20 ± 77,44%). Bobot non karkas (edible) terdapat perbedaan antara kontrol dan perlakuan R1, namun R2 dan R3 tidak berbeda (R2 218,92 ± 21,56% = R3 248,45 ± 7,05%). Kesimpulan dari penelitian menyatakan bahwa formula R3 merupakan penggunaan fermeherbafit terbaik dengan bobot karkas dan persentase karkas tertinggi. Formula R1 merupakan penggunaan fermeherbafit dengan bobot non karkas (edible) terbaik dibandingkan formula fermeherbafit lainnya.
This research aimed to assess the effect of the fermeherbafit use on weight and carcass and non carcass percentage (edible) of broiler and evaluate the effect of the fermeherbafit use increased weight and carcass and non carcass percentage (edible) of broiler. The research materials used were broiler chickens age of 80 days old female (DOC), fermeherbafit consisted of moringa leaf, noni, turmeric, garlic and ginger which were fermented with lactic acid bacteria (LAB). The research method was experimental in vivo using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments, and each treatment was repeated 5 times, there were four broiler chickens on every experimental unit. The treatment consisted of: R0: Feed with the addition fermeherbafit of 0%; R1: Feed fermeherbafit with the addition of 2%; R2: Feed with fermeherbafit addition of 4%; and R3: Feed with fermeherbafit addition of 6%. Data were analyzed using analysis of variance and continued with different test honestly (HSD). The results showed that the treatment significantly affected on carcass and non carcass weight (edible) (P <0.05), while the percentage was not significant (P> 0.05). Based honestly significant different test (HSD) carcass weight there was a difference between the treatment R2 to R1 and R3, but not different R1 and R3 (R1 1378.92 ± 75.41% = R3 1383.20 ± 77.44%). Non carcass weights (edible) there was a difference between the control and treatment of R1, but R2 and R3 did not different (R2 218.92 ± 21.56% = R3 248.45 ± 7.05%). The conclusion of the study states that the formula R3 is best to use fermeherbafit carcass weight and carcass highest percentage. Formula R1 is fermeherbafit use with non carcass weight (edible) fermeherbafit best compared to other formulas.
226211997A0A012040MANAJEMEN AGRIBISNIS SELADA (Lactuca sativa L.) PADA PT. KEPURUN PAWANA INDONESIA KLATEN JAWA TENGAHPertanian tidak lagi dipandang dalam ruang lingkup yang sempit dan penanaman saja, namun seluruh aspek yang menunjang pertanian, seperti pemanfaatan pengolahan dan pemasaran. Selada organik merupakan sayuran yang dibutuhkan masyarakat sebagai makanan pokok untuk memenuhi kebutuhan gizi. Produk selada dapat memberikan keuntungan maksimal jika manajemen agribisnis diterapkan dengan baik, mengingat semakin meningkatnya permintaan selada dan prospek ekonominya yang cukup cerah. Fungsi manajemen agribisnis sangat diperlukan untuk perencanaan, pengawasan dan pengendalian mutu produk, karena sifat selada yang mudah rusak, maka peningkatan kualitas produksi selada merupakan hal penting. Tujuan Praktik Kerja Lapangan adalah untuk mempelajari dan ikut aktif dalam kegiatan manajemen agribisnis sarana produksi, usahatani, pemasaran, analisis usahatani, analisis kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman dalam memproduksi selada.
Praktik kerja lapangan diselenggarakan di PT. Kepurun Pawana Indonesia yang beralamat di Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pelaksanaan Praktik Kerja Lapang mulai tanggal 5 Maret sampai dengan 5 Mei 2015. Metode yang digunakan adalah peninjauan langsung ke perusahaan dan partisipasi aktif melibatkan diri secara langsung dalam kegiatan manajemen agribisnis selada.
PT. Kepurun Pawana Indonesia bergerak menjalankan usaha dibidang agribusiness dan agroindusties, dalam operasi usahanya mengacu pada sistem manajemen agribisnis. Budidaya tanaman selada organik yang dilakukan menerapkan sistem pertanian organik dengan menggunakan pupuk kandang yang dibuat dari kotoran sapi dan kambing serta pupuk tambahan yang terbuat dari air kencing sapi. Hasil analisis budidaya sayuran selada organik seluas 600 m² diperoleh produksi sebayak 480 kg dengan penerimaan penerimaan sebesar Rp 4.800.000,00. Nilai R/C Ratio yang diperoleh sebesar 1,71. Efisiensi penggunaan modal diperoleh 27 persen. Letak perusahaan strategis, ditunjang modal yang memadai, dan tersedia tenaga ahli yang berkompeten.
Agriculture is no longer viewed in a narrow scope and planting it, but all aspects of agricultural support, such as the utilization of processing and marketing. Organic lettuce is a vegetable that is needed by the community as a staple food to meet nutritional needs. Lettuce products can provide maximum benefit if properly applied agribusiness management, given the increasing demand for lettuce and economic prospects are quite bright. Agribusiness management function is indispensable for planning, monitoring and quality control of products, due to the perishable nature of the lettuce, then the lettuce production quality improvement is essential. Field Work Practice goal is to learn and participate actively in the management of agri-inputs, farming, marketing, farming analysis, analysis of strengths, weaknesses, opportunities, and threats in producing lettuce.
The practice of field work conducted in PT. Kepurun Pawana Indonesia which is located in the village of Kepurun, District Manisrenggo, Klaten regency, Central Java. Implementation of Practice Field Work began on 5 March to May 5, 2015. The method used was direct observation and active participation of the company directly involved in agribusiness management activities lettuce.
PT. Kepurun Pawana Indonesia moves to run a business in agribusiness and agroindusties, in their business operations refers to agribusiness management system. Cultivation of organic lettuce plants do implement organic farming systems using manure made from cow dung and goat as well as additional fertilizer made from cow urine. Results of analysis of organic lettuce vegetable cultivation area of ​​600 m² sebayak production of 480 kg was obtained by filing Rp 4,800,000.00. The value of R / C Ratio obtained by 1.71. Efficient use of capital obtained 27 percent. The strategic location of the company, supported by adequate capital and competent experts available.
226311808H1A011014IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK METANOL BIJI MANGGA (Mangifera indica L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN
Meningkatnya minat masyarakat untuk mendapatkan antioksidan dari bahan alam saat ini, mendorong dilakukan penelitian aktivitas antioksidan ekstrak biji mangga harum manis (Mangifera indica L.) dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekundernya yang terkandung dalam ekstrak biji mangga. Serbuk biji mangga diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol yang diperoleh difraksinasi berturut-turut dengan pelarut n-heksana, diklorometana dan etil asetat. Ekstrak metanol (EM), fraksi n-heksana ekstrak metanol (FH), fraksi diklorometana ekstrak metanol (FDCM), fraksi etil asetat ekstrak metanol (FE), dan fraksi residu ekstrak metanol (FR) diuji kandungan senyawa metabolit sekundernya menggunakan uji warna. Fraksi etil asetat ekstrak metanol (FE) diuji aktivitas antioksidan dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Fraksi etil asetat ekstrak metanol (FE) difraksinasi lebih lanjut menggunakan kromatografi kolom. Identifikasi senyawa metabolit sekunder pada fraksi kolom menggunakan uji warna dan dianalis menggunakan spektrofotometer UV-Visible. Senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak metanol (EM) mengandung flavonoid, terpenoid dan tanin; fraksi n-heksana ekstrak metanol (FH) mengandung terpenoid; fraksi diklorometana ekstrak metanol (FDCM) mengandung flavonoid; dan fraksi etil asetat ekstrak metanol (FE) mengandung flavonoid dan fenol. Hasil uji menunjukkan bahwa fraksi etil asetat ekstrak metanol biji mangga (FE) mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 5,158 ppm. Hasil fraksi 6 kolom pertama (F 6 K1) dan fraksi 6.1 kolom kedua (F 6.1 K2) masing-masing mengandung alkaloid, terpenoid, flavonoid, dan fenol. Berdasarkan analisis spektrofotometri UV-Visible terdapat serapan panjang gelombang yang berbeda-beda tiap fraksi yang menunjukkan fraksinansi yang dilakukan tepat.The increasing of people interest to get antioxidants from natural resourcess this time, encourage research antioxidant activity extracted in methanol of mango identify the metabolite compounds of mango seed extract. Seed of mango powder was extracted by maceration using methanol solvent. The extract was fractioned successively by using n-hexane, dichloromethane, and ethyl acetate solvents. Methanol extract (EM), fraction of n-hexane methanol extract (FH), fraction of dichloromethane methanol extract (FDCM), fraction of ethyl acetate methanol extract (FE), and fraction of residue methanol extract (FR) were assayed their secondary metabolite compounds content using color reactant. Fraction of ethyl acetate methanol extract (FE) was their antioxidant activity with 1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl (DPPH) method. Fraction of ethyl acetate methanol extract (FE) was carried out more continued fractioned of coumpounds by column chromatography. Metabolite compounds identification at fraction column chromatography was done by coloured reagent on TLC plate and analyzed with UV-Visible spectrophotometer. Identification of secondary metabolite of the methanol extract (EM) showed a positive result for flavonoid, terpenoid, and tannin; fraction of n-hexane methanol extract (FH) showed a positive result for terpenoid; fraction of dichloromethane methanol extract (FDCM) showed a positive result for flavonoid and phenol; and fraction of ethyl acetate methanol extract (FE) showed a positive result for flavonoid and phenol. The test result showed that mango seed extract have antioxidant activity with value of IC50 5.158 ppm. Result first column fraction 6 ( F 6 K1) and second column fraction 6.1 (F 6.1 K2) each contains alkaloid, terpenoid, flavonoid, and fenol. Based on UV-Vis spectra, every fraction shad different wavelength, this showed a good fractionation process.
226412001G1A011090HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN TINGKAT STRESS PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2014 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOLatar belakang: Stress adalah suatu fenomena yang tidak dapat dihindari oleh mahasiswa pendidikan dokter. Kecerdasan, jenis kelamin dan kepribadian merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stress. Kecerdasan emosional merupakan suatu kemampuan untuk mempersepsikan apakah suatu masalah merupakan sesuatu yang menantang dan berpotensi menjadi stressor. Kecerdasan emosional terdiri dari kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati, dan keterampilan sosial.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara kecerdasan emosional dan tingkat stress pada mahasiswa pendidikan dokter angkatan 2014 Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Metode: Sampel penelitian terdiri dari 119 mahasiswa dimana 57 responden lulus test L-MMPI. Responden terdiri dari 15 mahasiswa laki-laki dan 42 mahasiswa perempuan. Kecerdasan emosional diukur menggunakan kuesioner kecerdasan emosional berdasarkan teori Goleman dan tingkat stress menggunakan kuesioner DASS. Uji hipotesis Spearman digunakan untuk mengukur kecerdasan emosional dengan tingkat stress.
Hasil: Tingkat stress pada mahasiswa pendidikan dokter terdiri dari tingkat stress normal sebesar 5,3%, tingkat stress ringan sebesar 21%, tingkat stress sedang sebesar 28,1%, dan tingkat stress berat sebesar 45,6%. Kecerdasan emosional yang tinggi (skor ≥ 23) ditemukan sebesar 86% dan kecerdasan emosional yang rendah (skor ≤ 22) sebesar 14%. Terdapat hasil signifikan (p<0,05) dengan arah negatif dan bersifat lemah (-0,223) antara kecerdasan emosional dengan tingkat stress.
Simpulan: Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan tingkat stress pada mahasiswa pendidikan dokter angkatan 2014 Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Background: Stress was an unavoidable phenomenon which was often seen in medical student lives. Intelligence, gender and personality were the main factors of stress. Emotional intelligence is the ability to perceive something that was challenging and could be a stressor. It consisted of self-awareness, self-regulation, motivation, empathy, and social skill.
Purpose: The aim of this study was to investigate the correlation between emotional intelligence and stress levels on medical student year 2014 in Jenderal Soedirman University Purwokerto.
Method: The research sample was comprised of 119 students which 57 students passed the preliminary screening test (L-MMPI). They were fifteen males and forty two female students. Emotional intelligence was measured using Goleman’s Emotional Intelligence Scale and the stress levels were measured using DASS. Statistical analysis was using Spearman’s rank correlation coefficient rho for each criterion variable.
Results: Level of stress was found with normal level in 5,3%, mild level in 21%, moderate level in 28,1%, and severe level in 45,6%. High emotional intelligence was found in 86% (score ≥ 23) and low emotional intelligence was found in 14% (score ≤ 22). There were low negative (-0,223) and significant (p<0,05) correlation between emotional intelligence and levels of stress.
Conclusions: The results showed that there was a correlation between emotional intelligence and stress levels on medical student year 2014 in Jenderal Soedirman University Purwokerto.

226512003D1E011095TOTAL BAKTERI DAN pH DAGING AYAM BROILER YANG DIRENDAM EKSTRAK DAUN KECOMBRANG (Nicolaia speciosa Horan) DENGAN KONSENTRASI BERBEDATujuan penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh konsentrasi perendaman ekstrak daun kecombrang terhadap total bakteri dan pH daging ayam broiler. Materi yang digunakan adalah daging ayam broiler bagian dada (±180 g) sebanyak 20 potong dan daun kecombrang sebanyak 150 g. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan uji lanjut menggunakan orthogonal polynomial. Perlakuan yang diterapkan adalah R0 = tanpa perendaman, R1 = perendaman ekstrak daun kecombrang konsentrasi 5%, R2 = perendaman ekstrak daun kecombrang konsentrasi 10%, R3 = perendaman ekstrak daun kecombrang konsentrasi 15%, dan R4 = perendaman ekstrak daun kecombrang konsentrasi 20% dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ekstrak daun kecombrang dengan konsentrasi berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total bakteri dan pH daging ayam broiler. Total bakteri daging ayam broiler tanpa perendaman (R0) = 6.22 x 105 cfu/g, perendaman 5% (R1) = 6.04 x 105 cfu/g, 10% (R2) = 5.92 x 105 cfu/g, 15%, (R3) = 5.51 x 105 cfu/g, dan 20% (R4) = 5.31 x 105 cfu/g dengan uji lanjut membentuk persamaan regresi Y = 6.305 – 0.04945 X (r = -0.87). Nilai pH daging ayam broiler menunjukkan perlakuan tanpa perendaman (R0)= 6.25, perendaman 5% (R1) = 5.85, 10% (R2) = 5.80, 15%, (R3) = 5.73, dan 20% (R4) = 5.73 dengan uji lanjut membentuk persamaan regresi Y = 6.09 – 0.0225 X (r = -0.72). Perendaman ekstrak daun kecombrang sampai dengan konsentrasi 20% dapat menurunkan nilai total bakteri dan pH daging ayam broiler. The purpose of this study was to assess the effect of the concentration in immersion of kecombrang leaf extract of total bacteria and pH of broiler meat. The materials used were broiler chest meat (± 180 g) as many as 20 pieces and kecombrang leaf, 150 g. The study design used was completely randomized design (CRD) with a further test using orthogonal polynomials. The treatments applied were R0 = Without soaking, R1 = immersion of kecombrang leaf extract in concentration 5%, R2 = Immersion of kecombrang leaf extract in concentration of 10%, R3 = Immersion of kecombrang leaf extract in concentration 15%, and R4 = Immersion of kecombrang leaf extract in concentration 20% with 4 replications. The results showed that soaking in kecombrang leaf extract with different concentration was highly significant by ( P < 0.01 ) to total bacteria and pH of broiler meat. Total bacteria of broiler meat without soaking (R0) was = 6.22 x 105 cfu/g, immersion 5% (R1) = 6.04 x 105 cfu/g, 10% (R2) = 5.92 x 105 cfu/g, 15% , (R3) = 5.51 x 105 cfu/g, and 20% (R4) = 5.31 x 105 cfu/g with a further test form regression equation Y = 6305 - 0.04945 X (r = 0.87). pH value of broiler meat without soaking (R0) = 6.25, immersion in 5% (R1) = 5.85, 10% (R2) = 5.80, 15%, (R3) = 5.73, and in 20% (R4) = 5.73 with a further test form regression equation Y = 6.09 - 0.0225 X (r = 0.72). Soaking in kecombrang leaf extract up to a concentration of 20% can reduce the total bacteria and pH of broiler meat.
226612004D1E011089PENGARUH FLUSHING BERBASIS PAKAN LOKAL TERHADAP UKURAN LINIER TUBUH DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN (PBBH) PADA DOMBA BETINA DEWASATujuan penelitian adalah mengetahui ukuran linier tubuh (lingkar dada, panjang badan dan tinggi badan) pada domba betina dewasa dan mengkaji pengaruh flushing berbasis pakan lokal terhadap pertambahan bobot badan harian. Materi penelitian yang digunakan adalah domba ekor tipis sebanyak 15 ekor yang ditempatkan secara acak dengan tiga perlakuan yaitu non-flushing (0,65 MkalME), flushing (1,59 MkalME dan 1,66 MkalME). Penelitian ini menggunakan metode analisis Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian pada kelompok flushing berpengaruh nyata (P<0,05) untuk pertambahan bobot badan harian, lingkar dada, dan bobot badan sedangkan flushing tidak berpengaruh terhadap panjang badan dan tinggi badan pada pertumbuhan domba. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu pemberian energi yang sesuai dengan kebutuhan ternak dapat meningkatkan pertambahan bobot badan harian dan bobot badan domba, peningkatan energi tidak berpengaruh terhadap tinggi badan dan panjang badan karena ternak yang digunakan sudah dewasa atau sudah pernah melahirkan satu kali. The research objective was to determine the size of the linear body (girth, body length and height) in ewes and to study the effect of flushing based on the local feed into te average daily gain. The research material used was 15 heads of thin tail sheep. They were randomly assigned into three treatment e.g: non-flushing (0,65 MkalME ), flushing (1,59 and 1,66 MkalME). Completely randomized design analysis method was used in this research. The result of this experiment showed that flushing (1,59 MkalME and 1,66 MkalME) was a significantly different (P<0,05) into the average daily gain and body weight. However, flushing (1,59 and 1,66 MkalME) were not a significantly different (P≥0,05) into the body length and height of ewes. The conclusion of this resarch showed that energy provision in accordance with the needs of ewes could improve average daily gain. The increase of energy ratio did not affect into the heigth of the body. It was due the sheep used in this research already adult called ewes and or had been lambing at least once time.
226712009H1L011032APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENDETEKSI HAMA PADA TANAMAN CABAI DAN PENGENDALIANNYA SECARA RAMAH LINGKUNGAN DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEBCabai merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan di Indonesia baik oleh petani cabai maupun masyarakat umum. Salah satu kendala utama dalam sistem produksi cabai di Indonesia adalah adanya serangan hama. Hama yang menyerang dapat menyebabkan gagal panen dan merugikan petani cabai. Selama ini, baik orang awam, petani cabai, maupun orang-orang yang tertarik dengan bidang tanaman cabai kesulitan dalam mendeteksi secara cepat dan menentukan cara pengendalian yang paling tepat dalam mendeteksi serangan hama dikarenakan gejala serangan hama yang tidak tampak jelas dan minimnya pengetahuan yang dimiliki. Untuk membantu permasalahan tersebut maka dibuatlah sistem pakar deteksi hama pada tanaman cabai dengan metode forward chaining. Aplikasi sistem pakar ini dapat mendeteksi hama yang menyerang tanaman cabai dan memberikan solusi pengendalian hama secara ramah lingkungan dengan menggunakan tabel keputusan serta kaidah aturan dalam mendefinisakan basis pengetahuan serta menggunakan perunutan maju (forward chaining) dalam proses pencarian jenis hama. Dengan adanya aplikasi sistem pakar ini diharapkan dapat memberikan informasi dan alternatif solusi bagi para petani cabai, pakar pertanian, dan masyarakat umum dalam mendeteksi hama secara dini dan menentukan cara pengendaliannya secara ramah lingkungan sehingga dapat mengurangi kerugian secara ekonomis yang ditimbulkan oleh hama. Sistem ini bertujuan untuk memudahkan dalam pencarian jenis hama yang menyerang tanaman cabai berdasarkan gejala serangan yang dimasukkan oleh pengguna. Selain jenis hama, hasil yang didapatkan dari sistem ini yaitu info seputar hama terkait beserta cara pengendalian hama tersebut secara ramah lingkungan dengan mengusung konsep pengendalian hama terpadu (PHT), yaitu secara kultur teknis, secara biologis, secara mekanis/fisik dan secara kimiawi dengan penggunaan pestisida nabati.Capsicum sp is one of the many vegetable crops cultivated in Indonesia either by chili farmers and the general public because it can be grown in the highlands as well as the lowlands also, and has several health benefits and has a high selling price. One of the main constraints in chili production system in Indonesia is the presence of pests. Pests attack can cause crop failure and adverse chili farmers. During this time, both laymen, chili farmers, as well as people who are interested in the field of pepper plants difficulty in detecting the type of pests that attack the pepper plant them early and determining the most appropriate control measures because symptoms of pest attack is not apparent.
To help farmers chili and community in precise and fast decision-making, the need for technology that is easy to use and easy to understand. One of the developed technologies at this time for these problems is to utilize an expert system application. Expert systems in Capsicum sp pest detection and control of an environmentally friendly manner with forward chaining method is the application of expert system to detect pests attack and provide solutions environmentally friendly pest control using decision tables and rule defining the rules in the knowledge base and use the advanced tracing (forward chaining) in the search process kinds of pests. With the application of expert system is expected to provide information and alternative solutions for farmers chili, agricultural experts, and the general public in the early detection of pest control and determine how environmentally friendly manner so as to reduce the economic losses caused by pests.
This system aims to facilitate the search for types of pests that attack the pepper plants based on symptoms that are inputted by the user. In addition to the type of pest, the results obtained from these systems are related info about pests and how to control these pests in an environmentally friendly with the concept of Pengendalian Hama Terpadu (PHT), which is technically culturally, biologically, mechanically / physically and chemically with the use of botanical pesticides.
226812027F1C011070Konsep Diri Pemakai Produk Distro Dalam Membentuk Citra Anak Gaul Pada Kalangan Remaja Purwokerto Penelitian ini fokus pada konsep diri remaja pemakai produk distro yang dikenal memiliki citra sebagai anak gaul. Seperti diketahui bahwa industri kreatif lokal di Indonesia semakin berkembang dengan kemunculan unit usaha distro yang berada di Kota Bandung. Perkembangan industri kreatif ini tidak hanya berhenti sampai di Kota Bandung saja tetapi juga mulai menyebar di berbagai Kota di Indonesia dan menjadikan distro sebagai salah satu pilihan gaya hidup bagi para kawula muda dalam berbusana. Memiliki design yang unik, bahan yang berkualitas, dan sifat produknya yang eksklusif menyebabkan produk-produk ini memiliki harga jual yang tinggi. Apalagi jika melihat bahwa peminat jenis produk ini datang dari para remaja dengan kategori usia SMP dan SMA, maka melalui pemakaiannya seorang remaja cendrung memiliki pencitraan diri yang berbeda dibandingkan dengan remaja pada umumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep diri pemakai produk distro dalam membentuk citra anak gaul pada kalangan remaja Purwokerto.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori psikologi komunikasi dalam perspektif humanisme. Subjek difokuskan pada remaja SMP atau SMA di Purwokerto yang memiliki kecintaan dan kegemaran pada produk distro. Pengambilan informan tersebut ditentukan dengan menggunakan teknik snowball sampling, sementara pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan setelah dilakukan analisis data dapat diketahui bahwa para remaja pemakai produk distro pada dimensi konsep diri pengetahuan secara signifikan memiliki karakter yang berbeda ketika bersama dengan keluarga dan di dalam lingkungan pergaulan dan mereka cenderung memiliki kebebasan dalam lingkungan pergaulan serta dapat menemukan ketertarikan mereka pada minat tertentu. Pada dimensi konsep diri harapan para remaja memiliki harapan untuk dapat berprestasi, menjadi trend setter, dan juga mendapatkan penerimaan dari lingkungan sekitar. Sementara, pada dimensi konsep diri penilaian mereka mereka cenderung menjadikan fashion distro sebagai kebutuhan ataupun trend dalam kehidupan mereka dengan atau tanpa memunculkan pencitraan diri mereka sebagai anak gaul.


This study focuses on the adolescents’ self concept who wear distro’s product which represent them as jocks. As it is known that the local creative industry in Indonesia is growing with the emergence of distribution business unit. Emerging business unit distributions in various cities in Indonesia makes distro’s product as a choice for the lifestyle dressed of young people or teenager. It has a unique design, materials quality, and the exclusive characteristic of the product that causes this type of product enthusiasts comes from teenagers to middle and high school age category. The purpose of this study is to determine self concept who wear distro’s product which represent the image of jocks in teenagers Purwokerto.

This study is a qualitative research with descriptive method. The theory used in this research is the psychological theory of communication in the perspective of humanism. The subjects of this research is adolescents in junior high school or high school in Purwokerto who love and interest on the distro’s product. The informant determined using snowball sampling technique, while the data collection is done through interviews, observation, and documentation. Based on the results of the study and after the data analysis showed that the adolescent users of the distro’s product in the dimensions of the concept of self-knowledge had significantly different character when with the family and in the friendship environment. At dimensional concept of self-expectations teens have hopes to be able to perform, a trend setters, and also getting acceptance from the surrounding environment. While, on the dimensions of the concept of self-assessment they tend to make distributions as a necessity or fashion trends in their life with or without raises their self-image as jocks.



226912006F1A011007Analisis Data Putusan Cerai Gugat Pengadilan Agama Kabupaten Kebumen Tahun 2013Perkawinan merupakan awal hidup bersama dalam suatu ikatan dan tujuan perkawinan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka terjadi interaksi dan komunikasi untuk memainkan peran, kewajiban dan hak dalam keluarga, namun pada kenyataannya hal tersebut tidak mudah. Meskipun perkawinan merupakan perjanjian yang sangat kuat namun ikatan tersebut dapat “putus” jika suami dan istri memutuskannya. Perceraian bukan sebuah harapan, namun pada kenyataannya ada beberapa pasangan yang melakukan perceraian. Perceraian terkadang dianggap sebagai jalan keluar yang terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pelaku cerai gugat yaitu: semakin muda usia saat menikah maka kesempatan untuk terjadi perceraian juga tinggi. Tingkat pendidikan pelaku cerai gugat adalah tingkat sekolah dasar, sehingga jenis pekerjaan yang diperoleh paling banyak pada bidang informal dengan jenis pekerjaan sebagai buruh. Usia perkawinan yang paling banyak melakukan cerai gugat yaitu pada usia perkawinan 1-5 tahun, semakin lama usia perkawinan maka keputusan untuk bercerai semakin mengecil. Melalaikan kewajiban menjadi penyebab tertinggi kasus cerai gugat pada tahun 2013 di Kabupaten Kebumen.Marriage is the beginning of living together in a marriage bond and its purpose is ruled by legislation. To achieve these purpose, the interaction and communication must be happened to play the role, duties and rights within the family, but in reality it is not easy. Although marriage is a very strong agreement, but that bond can "be broken" if the husband and wife have agree to do it. Divorce is not an expectation, but in fact there are some couples who was divorced. In addition divorce is sometimes regarded as the best solution. The results showed that the characteristics of the actors on sued divorce, namely: the younger the age at marriage, the opportunity for divorce is also high. Educational level of actors on sued divorce was the elementary school level, so that the most of work that earned was in the field of informal with the most of work as a laborer. The age of marriage is the highest number of contested divorce is at the age of 1-5 years of marriage, the longer the age of marriage, the decision to divorce has narrowed. The highest malpractice cause contested divorce cases in 2013 in Kebumen.
227012007D1E011188PENGARUH LAMA PENGUKUSAN BERTEKANAN TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KEEMPUKAN KARKAS AYAM NIAGA PETELUR AFKIR Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh lama pengukusan bertekanan terhadap keempukan dan sifat organoleptik ayam niaga petelur. Materi penelitian menggunakan 15 karkas ayam niaga petelur afkir. Metode Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan penelitian untuk keempukan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan dan uji organoleptik Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan panelis sebagai penguji (25 panelis agak terlatih). Perlakuan terdiri atas P1: lama pengukusan 30 menit, P2: lama pengukusan 60 menit, P3: lama pengukusan 90 menit, P4: lama pengukusan 120 menit, dan P5: lama pengukusan 150 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap keempukan dengan pengukusan 120 sampai 150 menit lebih empuk dibandingkan 30 sampai 90 menit, nilai antara 0,094 sampai 0,1 mm/g/dt dan sifat organoleptik (tekstur) dengan pengukusan 120 sampai 150 menit lebih lembut dibandingkan 30 sampai 90 menit nilai skor 2,08 sampai 1,08 dengan skala tekstur sedikit lembut sampai sangat lembut. Disimpulkan bahwa pengukusan bertekanan (pressure cooker) 120 sampai 150 menit dapat menghasilkan karkas ayam yang lebih empuk dan tekstur lebih lembut baik secara uji organoleptik maupun menggunakan alat ukur.The research aimed to assess the effect the Influence of long steaming pressure tenderness and organoleptic tests commercial chicken carcass laying rejected. Materials research using 15 commercial chicken carcass laying rejects. The Research using experimental methods to study design to the tenderness completely randomized design with 5 treatment and 5 replications and organoleptic tests randomized block design (RBD) with panelists as testers (25 panelists rather trained). The treatment consisted of P1: 30 minute long steaming, P2: 60 minute longer steaming, P3: 90 minute hours longer steaming, P4: long steaming 120 minute, and P5: 150 minute long steaming. The results showed that treatment of very significant effect on the tenderness with steaming 120 to 150 minute more tender than 30 to 90 minute, values between 0.094 to 0.1 mm /g/dt and organoleptic properties (texture) with 120 to 150 minute steaming softer compared 30 to 90 minute a score of 2.08 to 1.08 to the scale of the texture slightly soft to very soft. It was concluded that the steaming pressure (pressure cooker) 120 to 150 minute can produce more tender chicken carcass and softer texture both organoleptic and using a measuring instrument.
227112075B1J011075VARIASI MARKA RAPD PADA BENIH GURAMI SOANG ( Osphronemus goramy) BERBEDA UKURAN YANG BERASAL DARI SATU PEMIJAHANIkan Gurami (Osphronemus goramy) merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan stabil dibandingkan dengan ikan-ikan konsumsi lain. Ikan ini memiliki beberapa strain, salah satunya adalah Gurami Soang. Gurami Soang dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan ikan gurami strain lainnya. Namun, ikan ini memiliki ukuran yang bervariasi pada anakan yang dihasilkan dari satu pemijahan. Variasi ukuran tubuh diduga terkait dengan variasi pada level molekuler. Hal tersebut dapat dievaluasi menggunakan marka DNA salah satunya yaitu RAPD atau Random Amplified Polymorphic DNA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi pola pita marka RAPD pada Gurami Soang yang berbeda ukuran dan berasal dari satu kali pemijahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey eksplorasi. Data pola pita dianalisis secara deskriptif berdasarkan pola pita yang muncul pada gel elektroforesis. Sementara itu, keanekaragaman genetik dianalisis secara statistik menggunakan AMOVA dengan bantuan software Arlequin. Gurami Soang hasil satu kali pemimjahan tersebut tidak menunjukkan adanya pita spesifik untuk setiap kelompok ukuran. Analisis polimorfisme menunjukkan semua alel teramplifikasi bersifat polimorfik dengan frekuensi antara 2,33% dan 53,49% sehingga rerata polimorfismenya 100%. Analisis dengan menggunakan software Arlequin menunjukkan bahwa Gurami Soang tersebut memiliki nilai keragaman lokus sebesar 0.177698 +/- 0.092500 atau 17% dan nilai keragaman gen sebesar 0.9956 +/- 0.0066. Hasil tersebut menunjukkan nilai keragaman lokus dan nilai keragaman genetik yang tinggi antar individunya, meskipun berasal dari satu pemijahan. Gouramy (Osphronemus goramy ) is freshwater fish with higher economic value and stable price than other consumed fish. This fish can be divided into
several strains, one of which is Soang strain. Soang Gouramy has a faster growth rate than the other st rains. However its juvenile which is resulted from one
spawning process has variable size. Size variation is suggested due to allele variation on their molecular level. This can be evaluated using DNA marker, one of
which is Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). The objective of this research was to know RPAD’s band pattern on Soang Gouramy that had different
size resulted from one spawning process . The method of this research was survey. RAPD’s band pattern was analyzed descriptively based on the ir appe arance on
electrophoresis gel. Genetic diversity was analyzed statistically using AMOVA with help Arlequin software. The result showed that there was no specific band
observed for each size group of Soang Gouramy. All allele were polymorphic with polymorphism value range from 2,33% to 53,49%, and average of
polymorphism was of 100%. Soang Gouramy had high locus diversity with the value of 0.177698 +/- 0.092500 or 17% and the gene diversity was of 0.9956 +/ -
0.0066. Therefore, it can be concluded that Soang Gouramy from one spawning proces had high genetic diversity.
227212008D1E011026PENGARUH PENGGUNAAN DEDAK PROBIOTIK DALAM RANSUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PERTUMBUHAN AYAM BROILERPenelitian berjudul Pengaruh Penggunaan Dedak Probiotik dalam Ransum terhadap Konsumsi Pakan dan Pertumbuhan Ayam Broiler. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 28 Februari 2015 sampai dengan tanggal 10 April 2015 di Selo Arum Farm Sokaraja, Banyumas. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan dedak probiotik dalam ransum terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan ayam broiler. Materi yang digunakan pada penelitian adalah 80 ekor ayam broiler betina. Kandang yang digunakan berjumlah 20 kandang, masing-masing kandang berisi 4 ekor yang dilengkapi dengan tempat pakan dan tempat minum. Pakan berupa pakan basal yang terdiri atas bungkil kedelai, tepung ikan, lysine, methionine (dari PT. Cheil Jedang) jagung, dedak, minyak, premix, kapur dan dedak probiotik. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas R0: pakan basal sebagai kontrol (tanpa penggunaan dedak probiotik), R1: penggunaan dedak probiotik 5%, R2: penggunaan dedak probiotik 10%, dan R3: penggunaan dedak probiotik 15%. Peubah yang diukur adalah konsumsi pakan dan pertumbuhan ayam broiler. Data dianalisis dengan analisis variansi dan dilanjutkan dengan Uji Ortogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level penggunaan dedak probiotik dalam ransum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan ayam broiler. Rataan konsumsi pakan ayam broiler R0, R1, R2, R3 masing-masing adalah 66,22±2,83 g/e/hr; 69,06±4,71 g/e/hr; 76,26±7,12 g/e/hr; dan 76,25±3,93 g/e/hr. Hasil uji lanjut ortogonal polinomial perlakuan menunjukan respon linear dengan persamaan garis Y= 66,3512 + 0,74584X. Rataan pertumbuhan ayam broiler R0, R1, R2, dan R3 masing-masing adalah 28,19±3,00 g/e/hr; 32,86±0,86 g/e/hr; 36,05±1,03 g/e/hr; dan 40,11±3,02 g/e/hr. Hasil uji lanjut ortogonal polinomial perlakuan menunjukan respon linear dengan persamaan garis Y= 28,4636 + 0,77872X. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan dedak probiotik dalam ransum mampu menngoptimalkan konsumsi pakan dan pertumbuhan ayam broiler.The study entitled Effect of Use Probiotics Bran in Rations on Feed Consumption and Growth of Broiler Chicken. The study was conducted from February 28, 2015 until April 11, 2015. in Selo Arum Farm Sokaraja, Banyumas. The purpose of this study was to know the effect of the use probiotics bran in rations feed consumption and growth of broiler chicken. Materials used in the study were 80 female broiler chickens. Cage used is a group of 20, each cage containing 4 head equipped with a feed. Basal feed in the form of feed consisting of soybean meal, fish meal, lysine, methionine (from PT. Cheil Jedang) oil, premix, lime, corn, bran and probiotic bran. Research using experimental methods with Completely Randomized Design (CRD). Treatment consists of R0: basal feed as a control (without the use of probiotic bran), R1: using probiotic bran 5%, R2: using probiotic bran 10%, R3: using probiotic bran 15%. The parameters measured are feed consumption and weight gain of broiler chicken. Data were analyzed by analysis of variance continued with orthogonal polynomial. The result showed that the treatment highly significant effect (P<0,01) feed consumption and growth of chicken broiler . The means feed consumption of broiler chicken R0, R1, R2, and R3 respectively were 66,22±2,83 gram/head/day; 69,06±4,71; g/h/d; 76,26±7,12 g/h/d; and 76,25±3,93 g/h/d. The result of advanced test with orthogonal polynomial treatment show respons linear with equation Y= 66,3512 + 0,74584X. The means weight gaint R0, R1, R2, dan R3 respectively were 28,19±3,00 g/h/d; 32,86±0,86 g/h/d; 36,05±1,03 g/h/d; and 40,11±3,02 g/h/d. The result of advanced test with orthogonal polynomial treatment show respons linear with equation Y= 28,4636 + 0,77872X. The conclusion from this research showed that the use of probiotic bran in ration can optimaze feed consumption and weight gain of broiler chicken.
227312010D1F013009PENGARUH PENAMBAHAN BIJI KEFIR TERHADAP JUMLAH YEAST,
ASAM LAKTAT DAN TINGKAT KESUKAAN KEFIR SUSU KAMBING DAN SUSU SAPI
Pengaruh Penambahan Biji Kefir Terhadap Jumlah Yeast, Asam Laktat dan Tingkat Kesukaan Kefir Susu Kambing dan Susu Sapi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Maret sampai dengan 7 April 2015 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan biji kefir terhadap jumlah yeast, asam laktat dan tingkat kesukaan kefir susu kambing dan susu sapi. Materi penelitian yang digunakan adalah 12 liter susu kambing, 12 liter susu sapi, biji kefir 265,2 g dan aquades 8 liter. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial (2 x 3) dengan 6 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan. Sebagai factor pertama adalah biji kefir 1% , 8,5%, 16% dan faktor kedua adalah susu kambing dan susu sapi. Dalam penelitian menunjukkan bahwa penambahan biji kefir dengan level yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap asam laktat dan tingkat kesukaan dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah yeast. Rataan asam laktat kefir susu kambing pada setiap perlakuan yaitu 1%= 2,1%, 8,5%= 2,62% , 16%= 3,35% dan pada susu sapi 1%= 1,4% , 8,5%= 1,96% , 16%= 2,51%. Rataan tingkat kesukaan kefir susu kambing pada setiap perlakuan yaitu 1%= 2,2 , 8,5%= 3,05 , 16%= 3,05 dan pada susu sapi 1%= 1,3 , 8,5%= 2,75 , 16%= 2,7 . Simpulan penelitian ini adalah penambahan biji kefir dapat meningkatkan kadar asam laktat, tetapi menghasilkan yeast dan tingkat kesukaan yang sama pada kefir susu kambing dan susu sapi.The Effect of Kefir Seed Addition to Total Yeast, Lactic Acid and passions Level Goat Milk Kefir and Milk Cow. The research was conducted on March 9 to April 7, 2015 in Livestock Product Technology Laboratory, Faculty of Animal Science, University General Soedirman Purwokerto.The study aims to determine the effect of kefir grains to the amount of yeast, lactic acid and the preference level of goat milk kefir and milk cows. The research material which used is 12 liters of goat milk, 12 liters of cow's milk, kefir grains and 265.2 g of distilled water to 8 liters. The method used is an experimental method using a completely randomized design with factorial (2 x 3) with six combination treatments and 4 replications. As the first factor is kefir grains 1%, 8.5%, 16% and the second factor is goat's milk and cow's milk. The research showed that the addition of kefir grains with different levels significantly (P <0.05) against lactic acid and the level of preference and does not affect significantly (P> 0.05) against the amount of yeast. The average of lactic acid in goat milk kefir each addition is 1% = 2.1%, 8.5% = 2.62%, 16% = 3.35% and in cows milk 1% = 1.4%, 8.5 % = 1.96%, 16% = 2.51%. The average level of a goat milk kefir on any additions that 1% = 2.2, 8.5% = 3.05, 16% = 3.05 and cow's milk 1% = 1.3, 8.5% = 2, 75, 16% = 2.7. The conclusions of this study is the addition of kefir grains can increase lactic acid levels, but produce yeast and the same level of preference on goat milk kefir and milk cows.
227412012G1A007064Gambaran pola luka pada kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo PurwokertoLatar Belakang : Kecelakaan lalu lintas merupakan kontributor utama penyebab kematian global di dunia. Kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa dijalan yang tidak disangka - sangka dan tidak disengaja sehingga menyebabkan kematian, cedera dan luka. Pola luka merupakan gambaran akibat dari suatu kecelakaan lalu lintas
Tujuan Penelitian : Menggambarkan pola luka pada kejadian kematian akibat kecelakaan lalu lintas di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Data penelitian menggunakan data sekunder berupa rekam medik
Hasil : Hasil penelitian pola luka pada kejadian kematian akibat kecelakaan lalu lintas di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo menunjukkan bahwa gambaran pola luka sebagai penyebab kematian pada kasus 1, kasus 2, dan kasus 3 adalah Perdarahan intraserebral, fraktur impresi, dan Contusio cerebri. Pada kasus 4 adalah aspirasi yang dipengaruhi trauma maksilofacial sedangkan pada kasus 5 adalah akut abdomen yang dipengaruhi oleh kecelakaan lalu - lintas
Kesimpulan: Pola luka pada korban kecelakaan lalu lintas di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo menunjukan gambaran kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada bulan maret s.d agustus tahun 2014 dengan penyebab utama adalah faktor trauma dan perdarahan
Background: Traffic accidents are the main contributor that causes global death in the world. Traffic accident is an unexpected and unintentional incident that is causing death and injury. Injury patterns are an illustration of the result of traffic accidents.
Research Purposes: To illustrate the injury patterns on the death incidents from the traffic incidents in Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital
Method of Research: This study used qualitative method with descriptive case study in Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital. Research data was using secondary data in the form of medical record.
Result:. The research results of the illustration of injury patterns on the death incidents from the traffic accidents in Prof. dr. Margono Soekarjo Hospital showed that the illustration of injury patterns as the cause of death in first, second, and third case were intraserebral bleeding and fraktur impression and also contusio serebri. The fourth case was the aspiration that is caused by maksilofacial trauma. While in the fifth case is acute abdomen that is affected by traffic accidents.
Conclusion:. The illustration of injury patterns on the victims of traffic accidents in Prof. dr. Margono Soekarjo Hospital showed the illustration of the number of death cases that occurred in March until August 2014 with the main cause is traumatic factor and bleeding.
227512026H1D011029PEMODELAN ESTIMASI BIAYA KONSEPTUAL JEMBATAN
BETON PRATEGANG (PRESTRESS) DENGAN FONDASI SUMURAN
(Studi Kasus Provinsi Jawa Tengah dan D.I.Y)
Estimasi biaya konseptual merupakan salah satu hal penting yang diperhitungkan pada tahap awal perencanaan sebuah proyek konstruksi. Estimasi ini merupakan gambaran besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk suatu proyek konstruksi. Ekspetasi nilai eror yang dihasilkan dari estimasi ini adalah ±15-20%. Perhitungan kebutuhan ítem pekerjaan yang belum pasti, perubahan harga material dan peralatan tiap tahun, serta ketersediaan durasi pembuatan yang terbatas menjadikan hasil estimasi biaya kurang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model estimasi biaya konseptual jembatan dengan menggunakan metode indeks biaya bangunan. Indeks biaya bangunan jembatan merupakan angka yang menunjukan perbandingan biaya per m2 jembatan pada kurun waktu tertentu. Indeks biaya ini didapatkan dari hasi analisis harga satuan suatu pekerjaan jembatan sejenis dengan mempertimbangkan komponen pekerjaan dominan dan waktu pelaksanaan proyek. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen kontrak dan gambar rencana jembatan prategang dengan fondasi sumuran yang dibangun pada tahun 2012 – 2015 di Provinsi Jateng dan D.I.Y. Data penelitian ini berasal dari Bina Marga D.I.Y., Bina Marga Jawa Tengah, dan P2JN Jawa Tengah. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa model estimasi biaya konseptual harga per m2 jembatan beton prategang dengan fondasi sumuran adalah HJi = 539,440.74T2 - 638,775.30T + 10,337,962.05 , dengan T = (Ti-2011). Nilai eror hasil pengujian validasi model ini adalah 15,21%.Estimation of conceptual cost is one important thing that is counted in the early stages of planning a construction project. This estimation is shown by the costs to be incurred for a construction project. Eror value expetation that is resulted by this estimation is ±15-20%. Calculation of work items needed that’s uncertain, the changes of materials and equipments cost for every years, and also the availability of a limited making duration, it makes cost estimation result is not accurate. The reaserch purpose is for make bridge cost estimation model with bridge cost index methode. Bridge cost index is a number that shows the comparison of cost per m2 of bridge at a certain time. this cost index is gotten by result of unit price analysis of the same bridge project by consider the dominant work component and the project implementation time. Database that is used in this reaserch is contract document and shop drawing prestress bridge with caisson foundation that build at 2012th – 2015th year. This research database is gotten from D.I.Y Bina Marga., Central Jawa Bina Marga, and Central Java P2JN. The result of this research show that concertual cost estimation model of cost per m2 prestress concrete bridge with caisson foundation is HJi = 539,440.74T2 - 638,775.30T + 10,337,962.05, with T = (Ti-2011). Eror value that result from validity test of this model is 15,21%.
227612013D1E011061TOTAL SOLID DAN BERAT JENIS SUSU SAPI FH LOKAL DAN IMPOR DI SATKER PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA SAPI PERAH PAGERKUKUH WONOSOBOPenelitian dengan judul” Total Solid Dan Berat Jenis Susu Sapi FH Lokal Dan Impor Di Satker Pembibitan Dan Budidaya Sapi Perah Pagerkukuh Wonosobo” dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2015 – 27 April 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan kadar total solid dan nilai berat jenis susu sapi FH lokal dan impor serta membandingkan kadar total solid dan nilai berat jenis susu sapi FH lokal dan impor di Satker Pembibitan dan Budidaya Sapi Perah Pagerkukuh Wonosobo. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu sapi FH lokal dan impor dari Satker Pembibitan dan Budidaya Sapi Perah Pagerkukuh Wonosobo dengan pengambilan sampel 8 ekor sapi FH impor dan 15 ekor sapi FH lokal. Sampel susu sapi FH lokal dan impor diambil masing – masing sebanyak 650 ml kemudian dilakukan pengujian menggunakan lactoscan Milk Analizer MCC50 Serial Number 0403. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei. Hasil analisis data dengan menggunakan uji “t”, menunjukan rataan kadar total solid susu sapi FH lokal dan sapi FH impor tidak memiliki perbedaan yang nyata (P>0,05). Rataan dari kadar total solid susu sapi FH lokal adalah 13,75±0,99, sedangkan kadar total solid susu sapi FH impor adalah 13,73±0,54. Hasil analisis data dengan menggunakan uji “t”, menunjukan rataan kadar total solid susu sapi FH lokal dan sapi FH impor tidak memiliki perbedaan yang nyata (P>0,05). Rataan dari kadar total solid susu sapi FH lokal adalah 13,75±0,99, sedangkan kadar total solid susu sapi FH impor adalah 13,73±0,54. Hasil analisis data dengan menggunakan uji “t”, menunjukan rataan nilai berat jenis susu sapi FH lokal dan sapi FH impor tidak memiliki perbedaan yang nyata (P>0,05). Rataan dari nilai berat jenis susu sapi FH lokal adalah 1,0283±0,0008, sedangkan nilai berat jenis susu sapi FH impor adalah 1,0285±0,0005. Hubungan antara berat jenis susu dengan total solid susu diformulasikan sebagai Y = (-1051,76) + 1036 X. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa total solid dan berat jenis susu antara sapi FH lokal dengan impor tidak berbeda.Research entitled "Total Solid And Density Of Local FH And Imported FH Milk In Dairy Cattle Breeding And Pagerkukuh Dairy Cattle Farm Wonosobo" held on January 1st - April 27th 2015. The purpose of this study was to determine the relationship and comparison of total solid and mass density of local FH and imported FH milk in Dairy Cattle Breeding and Pagerkukuh Dairy Cattle Farm Wonosobo. The materials used in this research ware local and imported FH milk from Dairy Cattle Breeding and Pagerkukuh Dairy Cattle Farm Wonosobo with 8 imported FH and 15 local FH as samples. The samples taken from each cattle was 650 ml then it was tested using Milk analyzer MCC50 Serial Number 0403 lactoscan. The research was conducted using survey method. The results of data analysis using "t" test showed, the average of total solid content of local and imported FH milk did not have any significant differences (P> 0.05). The average of milk total solid content of local FH was 13.75 ± 0.99, while that of the imported FH was 13.73 ± FH 0:54. The results of data analysis using “t” test showed, the average value of milk density of the local and imported FH did not have any significant differences (P> 0.05). The average value of the local FH density was 1.0283 ± 0.0008, while that of imported FH was 1.0285 ± 0.0005. The relationship between mass density and total solid was formulated as Y = (-1051.76) + 1036 X. This study concludes that the total solid and density between the local FH and imported FH are not efferent.
227712014D1E011014PENGARUH FLUSHING BERBASIS PAKAN LOKAL TERHADAP KOSENTRASI ESTROGEN DAN PROGESTERON SETELAH KAWIN PADA DOMBA INDUK EKOR TIPISPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsentrasi Estrogen dan Progesteron pada domba induk ekor tipis. Materi yang digunakan yaitu lima belas domba induk ekor tipis. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Experimental dengan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap. Seluruh ternak ditempatkan secara acak kedalam tiga perlakuan pakan, yaitu: perlakuan pakan non-flushing (F0) dan Flushing (F1 dan, F2) dengan ulangan sebanyak 5 kali. peubah yang diamati adalah konsentrasi estrogen dan progesteron Data yang di peroleh dianalisis dengan beda nyata terkecil. Hasil penelitian menunjukan pemberian pakan konsentrat yang diberikan secara flushing tidak berpengaruh nyata (P≥0,05) terhadap konsentrasi estrogen, dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsentrasi progesteron domba ekor tipis setelah kawin pada hari ke 14. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan konsentrat secara flushing dapat meningkatkan konsentrasi progesteron domba ekor tipis pada hari ke 14 setelah kawinThis research aimed to determine the concentration of Estrogen and Progesterone on stem thin tail sheep. The material that was used were fifteen heads of thin tail sheep. This research was conducted with experimental method with the basic design of completely randomized design. All of animals were placed randomly assigned into three treatments of feed, there were: the treatment of non-flushing feed (F0) and flushing (F1, and F2) with 5 times replication. The observed variables are the concentration estrogen and progesterone. The obtained data were analyzed by the least significant difference. The results of this research showed that feeding concentrates which is given with flushing was not significantly effect (P≥0,05) to the estrogen concentration, and of thouse was a significantly effect (P<0.05) to the progesterone concentrations on thin tail sheep after mating in the 14th day. Based on the results of research it can be concluded that giving feed of concentrate feed in flushing could increase the progesterone concentration of thin tail sheep on the 14th day after mating.
227812015B1J011013Intensitas Trichodina sp. pada Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy L.) di Kolam Budidaya Desa Luwung Kecamatan Rakit BanjarnegaraTrichodina sp. merupakan salah satu parasit yang menginfeks ibenih ikan gurami (Osphronemus gouramy L.) di kolam budidaya Desa Luwung Kecamatan Rakit Banjarnegara. Tingginya infeksi Trichodina sp. mengakibatkan mortalitas benih ikan meningkat. Ikan yang terserang Trichodina sp. umumnya akan memproduksi lendir secara berlebihan dengan tingkat patogenisitas mencapai 80 %. Rumusan masalah yang diajukan pada penelitian adalah berapa tinggi intensitas Trichodina sp. yang menginfeksi benih ikan gurami dan ada berapa jenisnya pada kolam budidaya Desa Luwung Kecamatan Rakit Banjarnegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas dari Trichodina sp. mengetahu ijenis dari Trichodina sp. pada benih ikan gurami di kolam budidaya Desa Luwung Kecamatan Rakit Banjarnegara. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara acak. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak empat kali ulangan dengan masing-masing ulangan diambil 25 ekor benih ikan gurami dan interval waktu selama dua hari. Pengambilan sampel benih ikan gurami berlokasi di kolam pendederan 1dengan umur 28-34 hari. Sampel benih ikan gurami dilakukan pengamatan terhadap karakter morfometriknya. Trichodina sp. yang diamati karakter morfometriknya sebanyak 158 individu yang berasal dari 100 ekor benih ikan gurami. Karakter morfometrik yang diamati meliputi diameter tubuh, diameter dentikel, diameter cincin dentikel, jumlah dentikel, lebar membran, lebar cakram pengkait, dan bentuk ujung dentikelnya. Pengukuran karakter morfometrik digunakan untuk menentukan jenis Trichodina sp. yang menginfeksi benih ikan gurami. Selain itu, dilakukan pengamatan terhadap jumlah Trichodina sp. yang menginfeksi pada tiap ukuran benih ikan gurami. Jumlah Trichodina sp. yang menginfeksi benih ikan gurami digunakan untuk menghitung intensitasnya. Hasil penelitian juga menunjukkan sebanyak 100 benih ikan gurami yang diperiksa, seluruhnya terinfeksi Trichodina sp. Berdasarkan ukuran karakter morfometrik dan bentuk ujung dentikelnya, maka dapat disimpulkan terdapat dua jenis Trichodina yaitu T. nobilis dan T. reticulata. Jumlah Trichodina sp. yang ditemukan sebanyak 9.185 individu dari ikan yang terinfeksi. Intensitas Trichodina sp. yang menginfeksi benih ikan gurami di kolam budidaya Desa Luwung Kecamatan Rakit Banjarnegara tergolong tinggi dan paling banyak ditemukan pada benih ikan gurami ukuran 1,0-2,3 cm.Trichodina sp. is one of the parasites that infect the carp fish (Osphronemus gouramy L.) cultivation in ponds Luwung Village District of Raft Banjarnegara. The high infection Trichodina sp. resulting in increased mortality of fish seed. Attacked fish Trichodina sp. generally will produce excessive mucus with pathogenicity levels reached 80%. The formulation of the problem posed in the study was how high the intensity of Trichodina sp. which infects carp fish seed and how many species in aquaculture pond Luwung Rural District of Raft Banjarnegara. The purpose of this study was to determine the intensity of Trichodina sp. determines varians of Trichodina sp. on seed cultivation of carp in the pond Luwung Village District of Raft Banjarnegara. The method used in this research is survey method with random sampling techniques. Sampling was carried out four times replicates with each replicate taken 25 carp fry and the time interval for two days. Sampling seed carp pond located in 1with age of 28-34 days. Seed samples of carp carried out observations of morphometric character. Trichodina sp. The observed character morfometriknya as 158 individuals from 100 fry carp. Morphometric characters observed body diameter, the diameter denticle, the diameter ring of denticle, number of denticle, membrane width, the width of the disc, and denticle tip shape. Measurement of morphometric characters are used to determine the type of Trichodina sp. which infects carp seed. In addition, the observation of the number of Trichodina sp. which infect each seed size carp. Total Trichodina sp. which infects carp fish seed is used to calculate the intensity. The results also showed as many as 100 seeds carp were examined, all infected Trichodina sp. Based on the size and shape of morphometric characters dentikelnya end, it can be concluded that there are two types of T. nobilis and T. reticulata. Total Trichodina sp. found as many as 9185 individuals from infected fish. The intensity of Trichodina sp. which infects seeds carp in pond aquaculture Luwung Village District of Raft Banjarnegara is high and most commonly found in the seeds of carp the size of 1.0 to 2.3 cm.
227912016F1A009008Peran P.T Indonesia Power DalamPemberdayaan Masyarakat Di Banjarnegara Melalui Program Corporate Social Responsibility(CSR)Indonesia Power bergerak dalam bisnis energi yang memiliki risiko tinggi terhadap perubahan lingkungan alam dan sosial, karenanya perusahaan berkomitmen untuk senantiasa mempertimbangkan, mencegah, mengurangi, dan mengelola dampak operasi dan bisnisnya melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Selain kegiatan pembangunan prasarana yang berkaitan dengan energi, dalam Program CSR yang dilakukan Indonesia Power juga menyelenggarakan berbagai program pendidikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR), mengetahui kendala yang dihadai, mengetahui dampak dari pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bidang pendidikan. Data penelitian diperoleh dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik milik Milles dan Huberman (1984), Lokasi penelitian dilakukan di Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Pencapaian pelaksanaan CSR oleh P.T Indonesia Power UBP Mrica adanya sekolah lapangan tentang penyuluhan cara penanaman kopi disekitar daerah waduk UBP Mrica menjadi nilai tambah dari Indonesia Power yang telah berkerja sama dengan dinas terkait yang dapat mendukung program CSR dapat berjalan dengan baik. Beasiswa konvensional dan tematik yang mulai dijalankan oleh Indonesia Power untuk peningkatan taraf hidup masyarakat. Lebih baik lagi apabila adanya kelanjutan dari program-program tersebut, khusunya pendidikan sehingga program yang ada seperti sekolah lapangan, beasiswa konvensional, dan beasiswa tematik berjalan lebih baik secara berkelanjutan yang dibantu dengan perangkat desa agar komunikasi yang ada lebih baik bersama P.T Indonesia Power dengan masyarakat sekitar, anggaran dana yang ada dapat dimaksimalkan supaya tertuju ke pihak yang membutuhkan, rancangan induk perlu diperbaiki agar lebih baik lagi dalam segala perencanaan program-program yang ada sehingga program yang berjalan dapat menjadi program yang diunggulkan.Indonesia Power is engaged in the energy business that has a high risk of changes in the natural and social environment, therefore the company is committed to continuously consider, prevent, mitigate, and manage the impacts of operations and business through corporate social responsibility (Corporate Social Responsibility / CSR). In addition to infrastructure development activities related to energy, the CSR program undertaken by Indonesia Power also organizes various educational programs. The research objective was to determine the implementation of Corporate Social Responsibility (CSR), knowing dihadai constraints, determine the impact of the implementation of its Corporate Social Responsibility (CSR) in the field of education. The data was obtained by the method of collecting data through in-depth interviews, observation, and documentation. Data were analyzed using techniques belonging Milles and Huberman (1984), location of research conducted in the village of Blambangan, District Onion, Banjarnegara. Achievement of CSR implementation by PT Indonesia Power UBP Mrica the field of school counseling coffee planting area around the reservoir UBP Mrica be the added value of Indonesia Power has been working with relevant agencies to support CSR programs can be run properly. Conventional scholarship and thematic starts by Indonesia Power for improving standards of living. Better yet, if the continuation of these programs, especially education so that existing programs such as school field, conventional scholarship, and scholarship thematic runs better on an ongoing basis, assisted by the village so that there is better communication with PT Indonesia Power to the people around, the existing budget can be maximized so drawn to the needy, master plan needs to be improved in order to be better in all the planning of existing programs so that program can be a superior program that runs.
228012018D1E011015ANALISIS FUNGSI PRODUKSI TERNAK SAPI PERAH LAKTASI PADA BALAI PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA TERNAK RUMINANSIA SATUAN KERJA PAGERKUKUH WONOSOBOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor produksi dengan produksi susu sapi perah laktasi. Variabel dependen yang diukur adalah produksi susu dan variabel independen yang diukur yaitu faktor-faktor produksi meliputi konsumsi hijauan, konsentrat, dan obat vaksin kimia (OVK). Pengambilan sampel dilakukan secara survei terhadap semua sapi perah laktasi. Konsumsi pakan hijauan dan konsentrat diukur dengan menimbang pakan yang diberikan dikurangi dengan pakan yang tersisa. Pengukuran OVK dilakukan dengan melihat data laporan pengeluaran OVK di Satker Pagerkukuh. Hasil penelitian menujukkan bahwa secara bersama-sama faktor produksi mempengaruhi produksi susu (P<0,01). Koefisien determinasi menunjukkan bahwa 30,46% produksi susu dipengaruhi oleh ketiga faktor produksi. Secara parsial, konsumsi pakan hijauan (X1) tidak berpengaruh nyata terhadap produksi susu (P>0,05). Sedangkan konsentrat (X2) memiliki pengaruh negatif yang sangat nyata (P<0,01) dan OVK (X3) memiliki pengaruh negatif yang nyata terhadap produksi susu (P<0,05). Setiap pemberian 1% konsentrat akan menurunkan produksi susu sebesar 0,1867% dan setiap pemberian 1% OVK juga akan menurunkan produksi susu sebesar 0,1020%. Sebaiknya pakan konsentrat ditingkatkan kualitasnya dan diturunkan kuantitas pemberiannya. Disamping itu, kebersihan lingkungan juga ditingkatkan untuk menjaga kesehatan sapi perah laktasi sehingga tidak menimbulkan penyakit yang dapat meningkatkan penggunaan OVK dan menurunkan produksi susu. This research aims to know the relation between production factor and milk production of lactating dairy cattle. Measured dependent variable was milk production and measured independent variables were production factors include roughage, concentrate, and medicine-vaccine-chemist (MVC). The sampling method was survey method to all lactating dairy cattle. Consumption of roughage and concentrate were measured by deliberating given feed to remained feed. MVC was determined by viewing secondary data at Pagerkukuh Wonosobo Working Unit. The result showed that all production factors affected milk production (P<0,01). Partially, roughage consumption (X1) was not significant (P>0,05) while the concentrate consumption is negative highly-significant (P<0,01) and MVC is negative significant (P<0,05) to milk production. Every addition of 1% concentrate will decrease 0,1867% of milk production and every addition of 1% MVC will also decrease 0,1020% of milk production. It would be better to increase the concentrate quality and decrease its quantity. Besides, clean environment have to be improved also to keep lactating dairy cattle healthy thus avoiding the disease increasing the use of MVC, and reducing milk production.