Artikelilmiahs
Menampilkan 23.461-23.480 dari 50.260 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 23461 | 26647 | L1A015046 | Identifikasi Gen Kisspeptin-2 pada Ikan Nilem (Osteochilus hasseltii) Betina dalam Upaya Konservasi | Penelitian ini berjudul ‘Identifikasi Gen Kiss-2 pada Ikan Nilem (Osteochilus hasseltii) Betina dalam Upaya Konservasi’ yang dilakukan Mei 2019 – Juli 2019. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui apakah terdapat gen Kiss-2 dan informasi mengenai struktur gen Kiss-2 pada ikan nilem betina. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Laboratorium Genetika Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode sekuensing lalu dianalisis menggunakan metode BLAST setelah itu dilakukan multi-alignment dan dibuat pohon filogenetik. Hasil penelitian menunjukkan gen Kiss-2 teramplifikasi pada ukuran 156 bp. Urutan basa nukleotida pada ikan nilem terdiri dari 156 nukleotida dan menyandikan 52 asam amino. Hasil analisis pohon filogenetik terbagi menjadi dua kelompok. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat gen Kiss-2 pada ikan nilem. | This research is entitled 'Identification of Kisspeptin-2 Gene in Female Nilem (Osteochilus hasseltii) in Conservation Efforts', which was held in May 2019 until July 2019. The purpose of this research was to find out whether there is Kiss-2 gene and information on the structure of Kiss-2 gene in conservation female nilem. This research was conducted at the Laboratory of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences and the Laboratory of Genetics of the Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University. The research method used sequencing method and then analyzed by BLAST method after which multi-alignment is done and a phylogenetic tree is made. The results showed the kiss-2 gene was amplified at a size of 156 bp. The kiss-2 gen consists of 156 nucleotides which is encodes 52 amino acids. The results of the phylogenetic tree analysis are divided into two groups. The conclusion of this research is that there is a Kiss-2 gene in nilem fish. | |
| 23462 | 26648 | C1L015050 | pengaruh aktivitas belajar dan media pembelajaran berbasis web dengan blog terhadap hasil belajar ekonomi kelas X di SMA N 2 Purwokerto | Penelitian yang berjudul “Pengaruh Aktivitas Belajar dan Media Pembelajaran Berbasis Web Dengan Blog Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X di SMA N 2 Purwokerto” bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas belajar dan penggunaan media pembelajaran berbasis web dengan blog terhadap hasil belajar. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk membedakan dan mengetahui pengaruh hasil belajar antara kelas yang menggunakan media pembelajaran berbasis web dengan blog dan media cetak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 67 siswa yang terbagi dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui hasil nilai pretest, posttest dan penyebaran kuesioner. Uji analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah anilisis regresi berganda dan uji t-Test. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) Aktivitas Belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar (2) Media pembelajaran berbasis web dengan blog berpengaruh positif terhadap hasil belajar. | The study entitled “The Effect of Learning Activities and Web-Based Learning Media With Blogs on Learning Outcomes of Class X Economic Subjects in SMA N 2 Purwokerto” aims to analyze the effect of learning activities and the use of web-based learning media with blogs and print media The research use quantitative with eksperimental design. The sample used ini this study were 67 students who were sparated into the eksperimental class and control class. Data collection were collected from the result of the pretest, posttest and questionaire collection. Data analysis in this study was used regression test and t-Test. The result showed : (1) Learning activities have possitive effect on learning outcomes, (2) Web-based learning media with blogs have a positive effect on learning outcomes. | |
| 23463 | 26646 | L1A015016 | IDENTIFIKASI GEN KISSPEPTIN-1 IKAN NILEM (Osteochilus hasselti) BETINA DALAM UPAYA KONSERVASI | Penelitian ini berjudul “Identifikasi Gen Kiss 1 Pada Ikan Nilem (Osteochilus hasseltii) Betina Dalam Upaya Konservasi”, yang telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya gen Kiss1 pada ikan nilem betina dan mengetahui strukturnya. Gen Kiss1 diketahui berperan sebagai regulator dalam menginisiasi tingkat kematangan reproduksi dengan melibatkan sekresi GnRH (Gonadothropin Releasing Hormone). Hasil identifikasi menggunakan metode sekuensing. Struktur Gen Kiss1 terdiri dari 189 nukleotida yang menyandikan 63 asam amino. Berdasarkan analisis Blast struktur gen Kiss1 memiliki kemiripan dengan beberapa spesies diantaranya Cyprinus carpio, Labeo rohita, Tor putitora, Catla catla, dan Clarias magur. Ikan nilem memiliki kekerabatan terdekat dengan Cyprinus carpio, sedangkan kekerabatn terjauh dengan spesies Catla catla, dan Clarias magur. Ditemukannya struktur gen Kiss1 pada ikan nilem diharapkan dapat memberikan informasi dalam bidang perikanan budidaya sebagai salah satu upaya konservasi. | This research entitled "Gen Kiss 1 Identification in Female Nilem (Osteochilus Hasseltii) in Conservation Efforts", which was held in May until July 2019. The purpose of this reaserch was to know the kiss 1 gene structure in female nilem. The kiss 1 gene better known as the regulator for initiating the reproductive overrip level that involved the secretion of GnRH (Gonadothropin Releasing Hormone). The identification results used the sequencing method. The Kiss1 gene consist of 189 nucleotides which is encode 63 amino acid. Based on BLAST analysis of gene kiss 1 structure has a similarity with several species, like Cyprinus carpio, Labeo rohita, Tor putitora, Catla catla, and Clarias magur. The nilem fish has the closest relation with Cyprinus carpio, while the farthest with the Catla catla, and Clarias magur species. The reaserher hopes by founding the kiss1 gene structure in nilem fish can give the information in aquaculthure field as one of conservation effort. | |
| 23464 | 26649 | C1C015015 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT MAHASISWA PROGRAM STUDI AKUNTANSI UNTUK BERKARIR DI BIDANG PERPAJAKAN | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik. Peneltian ini mengambil judul “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Mahasiswa Program Studi Akuntansi untuk Berkarir di Bidang Perpajakan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara pengetahuan, presepsi, motivasi sosial, penghargaan finansial, pengakuan profesional dan pertimbangan pasar kerja terhadap minat berkarir di bidang perpajakan pada mahasiswa program S1 Akuntansi di Kabupaten Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto tahun angkatan 2014, 2015 dan 2016. Sampel yang diperoleh sebanyak 120 responden. Penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan instrumen penelitian berupa kuesioner dan analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS menunjukan bahwa: (1) Pengetahuan perpajakan berpengaruh signifikan terhadap minat berkarir di bidang perpajakan, (2) Persepsi berpengaruh signifikan terhadap minat berkarir di bidang perpajakan, (3) Motivasi sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkarir di bidang perpajakan, (4) Penghargaan finansial berpengaruh signifikan terhadap minat berkarir di bidang perpajakan, (5) Pengakuan profesional tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkarir di bidang perpajakan, (6) Pertimbangan pasar kerja berpengaruh signifikan terhadap minat berkarir di bidang perpajakan. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu minat mahasiswa akuntansi di Kabupaten Banyumas untuk berkarir di bidang perpajakan dapat meningkat dengan memerhatikan faktor yang memengaruhinya. Minat dalam pemilihan karir di bidang perpajakan dapat didukung dengan mengikuti seminar atau mengikuti pelatihan perpajakan sehingga dapat menjadi nilai tambah dalam kompetensi serta dapat membuat seseorang semakin termotivasi dan yakin untuk berkarir di bidang perpajakan. Mata kuliah Perpajakan I dan Perpajakan II yang diajarkan dalam perguruan tinggi juga harus diintensifkan bukan hanya pada dasar-dasar pemahaman ilmu perpajakan akan tetapi juga praktikum pajak seperti perhitungan dan pencatatan pajak terutang sampai dengan bagaimana pengisian pelaporan pajak. | This research is a quantitative study with an analytical method. This research takes the title "Factors Affecting Accounting Students' Interests in a Career in Taxation". The aims of research is to find out the effect of knowledge of taxation, perception, social motivation, financial reward, professional recognition and labor market considerations on career interest in S1 Accounting students at Banyumas regency. The research population are all S1 Accounting students of Jenderal Soedirman University and Muhammadiyah Purwokerto University in the year of 2014, 2015, 2016. The samples obtained were 120 respondents. This research uses purposive sampling. The technique of collecting data is by distributing research instruments in the form of questionnaires and data analysis using multiple linear regression analysis. Based on result of research and data analysis using SPSS it has conclusions: (1) Knowledge of taxation has a significant effect on career interest in taxation, (2) Perception has a significant effect on career interest in taxation, (3) Social motivation does not significantly influence career interests in the field of taxation, (4) financial awards have a significant effect on career interest in taxation, (5) professional recognition does not significantly influence interest in a career in taxation, (6) labor market considerations have a significant effect on interest in a career in taxation. The implication of the above conclusion is that the interest of accounting students in Banyumas Regency for a career in the field of taxation can increase by taking into account the factors that influence it. Interest in choosing a career in the field of taxation can be supported by attending seminars or taking tax training so that it can be added value in competencies and can make someone more motivated and confident in a career in taxation. Taxation I and Taxation II courses taught in higher education really also need to be intensified not only on the basics of understanding taxation, but also on tax practices such as calculation and recording of tax payable up to how to fill in tax reporting. | |
| 23465 | 26651 | F1I014038 | PERAN NATO MELALUI OPERATION OCEAN SHIELD (OOS) DALAM MEMERANGI PEROMPAK SOMALIA TAHUN 2009-2016 | Penelitian ini membahas tentang bagaimana upaya NATO melalui Operation Ocean Shield berusaha memerangi perompak Somalia di wilayah perairan Somalia, Teluk Aden, Tanduk Afrika, dan sekitarnya. Operasi tersebut juga dibentuk terkait visi NATO yaitu mengutamakan keamanan dan keselamatan anggotanya, serta mendukung upaya masyarakat internasional dalam memerangi perompak yang sangat merugikan dan mengancam keselamatan kapal yang melintas. Peneliti berfokus pada bagaimana Operation Ocean Shield yang dibentuk NATO tersebut berperan aktif melalui operasi militer dalam menjalankan misinya untuk mencegah dan memerangi perompak Somalia. NATO melalui Operation Ocean Shield secara efektif berhasil memenuhi beberapa peran sebagai organisasi internasional dalam menangani isu perompakan yaitu Initiatives in Support of Piracy Operation and Enforcement melalui operasi militer yang berperan aktif berpatroli, kemudian Initiatives in Support of Information Dissemination melalui sharing informasi dengan program SHADE, dan Initiatives in Relation to Training dengan cara pelatihan militer dan seminar yang berguna untuk pembangunan kapasitas regional. Misi dari Operation Ocean Shield tersebut cukup berhasil karena mampu mengurangi angka pembajakan kapal yang terjadi di perairan Somalia, dan sekitarnya. | This research discusses NATO's efforts through Operation Ocean Shield are trying to fight Somali pirates in the waters of Somalia, the Gulf of Aden, the Horn of Africa, and surrounding areas. The operation was also formed in connection with NATO's vision of prioritizing the security and safety of its members, as well as supporting the efforts of the international community in combating pirates who are very detrimental and threatening the safety of passing ships. This research focuses on how Operation Ocean Shield formed by NATO plays an active role through military operations in carrying out its mission to prevent and fight Somali pirates. NATO through Operation Ocean Shield effectively fulfilled several roles as an international organization in dealing with piracy issues, namely Initiatives in Support of Piracy Operations and Enforcement through military operations that play an active role in patrolling, then Initiatives in Support of Information Dissemination through information sharing with the SHADE program, and Initiatives in Relation to Training by means of military training and seminars that are useful for regional capacity building. The mission of Operation Ocean Shield was quite successful because it was able to reduce the number of hijacked ships that occurred in Somali waters, and surrounding areas. | |
| 23466 | 26650 | F1F015019 | Dampak Konflik Suriah Terhadap Hubungan Bilateral Turki Dan Rusia | Skripsi yang berjudul "Dampak Konflik Suriah Terhadap Hubungan Bilateral Turki dan Rusia” menggunakan konsep hubungan bilateral, regional security complex dan proxy war dalam meneliti dampak sebuah konflik berdarah yang terjadi di Suriah antara pemerintah dan pemberontak terhadap hubungan bilateral Turki dan Rusia yang mendukung pihak yang berbeda pada konflik tersebut. Dalam skripsi ini, ditemukan bahwa konflik Suriah sangat berdampak terhadap hubungan kedua negara, walaupun pada awalnya tidak terlalu mempengaruhi, namun beberapa tahun setelah konflik terjadi, hubungan kedua negara menjadi memburuk, namun pada akhirnya hubungan kedua negara dapat kembali direvitalisasi dan menjadi lebih erat dari sebelum konflik terjadi. | The minithesis entitled "The Impact of the Syrian Conflict on Bilateral Relations between Turkey and Russia" uses the concept of bilateral relations, regional security complex and proxy war in examining the impact of a bloody conflict occuring in Syria between the government and rebels on bilateral relations between Turkey and Russia that support different parties. In this minithesis, it was discovered that the Syrian conflict greatly affected relations between the two countries, although initially it did not really affect, but a few years after the conflict occurred, relations between the two countries deteriorated, but in the end the relations between the two countries could be revitalized and become more closely than before the conflict. | |
| 23467 | 26652 | G1H012012 | Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Personal Hygiene Ibu dengan Status Gizi Batita di Wilayah Kerja Puskesmas Karanglewas Purwokerto | ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP PERSONAL HIGIENE IBU TERHADAP STATUS GIZI BATITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGLEWAS PURWOKERTO Fitri Annisha, Dyah Umiyarni P, Gumintang Ratna Ramadhan Latar Belakang: Asupan gizi tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas tetapi juga aspek kualitas yaitu seperti mutu makanan. Pengolahan makanan yang dilakukan oleh para ibu sangat berpengaruh dalam kualitas makanan para Batita serta berpengaruh pada penyerapan zat gizi pada Batita. Tujuan Penelitian : Menganalisa keterkaitan antara pengetahuan dan sikap personal hygiene ibu dengan status gizi pada Batita di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas Metode: Desain cross-sectional dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 55 Orang. Pengetahuan dan sikap tentang personal hygiene diukur menggunakan kuesioner. Status gizi Batita diperoleh dengan metode penimbangan. Analisis bivariat menggunakan Uji Spearman. Hasi Penelitian: Sebagian besar anak responden berstatus gizi baik sebesar 43 anak. Pengetahuan personal hygiene di dapatkan berpengetahuan baik sebesar 61,8%. Sikap personal hygiene diperoleh hasil yang memiliki sikap positif sebesar 56,4%. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan personal hygiene dengan status gizi Batita (P = 0,880) dan Tidak terdapat hubungan antara sikap personal hygiene dengan status gizi Batita (p =0,102). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan personal hygiene dengan status gizi Batita dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan personal hygiene dengan status gizi Batita di wilayah Puskesmas Karanglewas. Kata Kunci: Personal hygiene, status gizi, Batita | ABSTRACT CORRELATION BETWEEN KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF MOTHER'S PERSONAL HYGIENE WITH NUTRITIONAL STATUS IN TODDLER UNDER 3 YEARS IN THE WORKING AREA OF KARANGLEWAS HEALTH CENTER PURWOKERTO Fitri Annisha, Dyah Umiyarni P, Gumintang Ratna Ramadhan Background: Nutrient intake not only seen in terms of quantity as well as quality aspects, such as food quality. Food processing which carried out by mothers is very influential in the food quality of toddlers and influences the absorption of nutrients in toddlers. Research Objectives: To analyse correlation between knowledge and attitude of mother’s personal hygiene with nutritional status in toddlers under 3 years in the working area of Karanglewas Health Center Method: Cross-sectional design using purposive sampling technique with a sample of 55 people. Knowledge and attitudes about personal hygiene measured by using a questionnaire. Toddler nutritional status obtained by weighing method. Bivariate analysis using the Spearman Test. Research Results: Most of the respondent's children were in good nutrition as many as 43 children. Personal hygiene knowledge gained good knowledge of 61.8%. Personal hygiene attitude obtained results that have a positive attitude of 56.4%. There was no correlation between personal hygiene knowledge with toddler nutritional status (P = 0.880) and there was no correlation between personal hygiene attitudes and toddler nutritional status (p = 0.102). Conclusion: There is no correlation between personal hygiene knowledge with nutritional status in toodler under 3 years and there is no correlation between personal hygiene knowledge with nutritional status in toodler under 3 years in the Karanglewas Puskesmas area. Keywords: Personal hygiene, nutritional status, Toddle | |
| 23468 | 26653 | A1C012002 | KAJIAN FINANSIAL PENGOLAHAN SERAT SABUT KELAPA BERKARET (SEBUTRET) PKBM AN-NUR DI DESA TAMBAKSARI KECAMATAN WANAREJA KABUPATEN CILACAP | Agroindustri merupakan usaha untuk meningkatkan efisiensi sektor pertanian hingga menjadi kegiatan sangat produktif melalui proses modernisasi pertanian. Usaha Kecil Menengah PKBM An-nur merupakan suatu industri pengolahan serat sabut kelapa berkaret (sebutret). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usaha pengolahan sebutret. 2) kelayakan usaha pengolahan sebutret. 3) sensitivitas saat terjadi perubahan biaya bahan baku, harga produk, dan biaya tenaga kerja. Penelitian ini dilaksanakan di PKBM An-nur di Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap pada tanggal 26 Maret 2019 sampai 26 April 2019. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C, analisis Break Even Point (BEP), dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan usaha pengolahan sebutret di PKBM An-nur merupakan kegiatan usaha yang dilakukan sejak tahun 2007. Sebutret dijual langsung ke pedagang besar dan konsumen yang datang langsung ke tempat produksi. Produksi sebutret yang dihasilkan PKBM An-nur rata-rata 150 unit/lembar. Analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan per bulan menunjukkan bahwa rata-rata biaya sebesar Rp 18.092.891, penerimaan sebesar Rp 25.500.000 dan pendapatan sebesar Rp 7.407.109. Industri sebutret di PKBM An-nur layak dikembangkan karena nilai R/C sebesar 1,40. BEP produksi sebesar 80 unit dengan penerimaan sebesar Rp 13.485.518 dan BEP harga sebesar Rp 120.619. Analisis sensitivitas menunjukkan usaha pengolahan sabut kelapa berkaret mengalami kerugian pada asumsi bahan baku naik 117%, harga jual turun 30%, dan upah tenaga kerja naik 556%. Kata kunci : kelayakan finansial, serat sabut kelapa berkaret, agroindustri. | Agroindustry is an effort to improve the efficiency of the agricultural sector to become a very productive activity through the process of agricultural modernization. Small and medium enterprises in An-nur PKBM is a rubber coir fiber processing industry. This study aims to determine: 1) the magnitude of the cost of production, revenue, and income of the processing business. 2) financial feasibility of financial processing. 3) sensitivity when changes in raw material costs, product prices, production levels and labor costs occur. This reseacrh was conducted at An-nur PKBM in Tambaksari village, Wanareja sub-district, Cilacap district on March 26, 2019 to April 26, 2019 Analysis used descriptive analysis, cost and income analysis, R/C ratio analysis, Break Even Point analysis (BEP), and sensitivity analysis. The results showed that the processing of rubber coir fiber was a business carried out since 2007. Rubber coir fiber was sold directly to the production site. Produced by An-nur PKBM on average 150 units/production. Analysis of costs, revenues, and income every month from January tp December 2017 shows that the average cost is Rp. 18,092,891, revenue is Rp. 25,500,000, and income is Rp. 7,407,109. This industry is feasible to be developed because the R/C is 1.40. Break Even Point (BEP) production of 80 units with revenues of Rp. 13,485,518. Sensitivity analysis shows that rubber coir processing has suffered losses on the assumption that raw materials are down 117%, selling prices are 30%, and labor costs are 556%. Keyword : financial viability,rubber coir fiber, agroindustry, central java. | |
| 23469 | 26654 | A1H013061 | PENGARUH SUBSTITUSI KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis)DAN PENGGUNAAN KOAGULAN ASAM CUKA PADA PEMBUATAN TAHU | Koro pedang (Canavalia ensiformis) memiliki potensi yang sangat besar menjadi produk pangan apabila ditinjau dari segi gizi, kandungan protein yang tinggi kacang koro pedang berpotensi sebagai alternatif pengganti kedelai. Tahu merupakan olahan kedelai sebagai makanan sumber protein yang bermutu tinggi karena banyak terdapat asam amino esensial. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh substitusi kacang koro pedang dan asam cuka sebagai koagulan terhadap karakteristik tahu. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor perlakuan proporsi kacang koro pedang (S1= 35% kacang koro pedang, 65% kacang kedelai, S2= 25% kacang koro pedang, 75% kacang kedelai, S3= 15% kacang koro pedang, 85% kacang kedelai) dan koagulan proporsi asam cuka (K1=20ml/l, K2=30ml/l, K3=40ml/l). Variabel yang diamati meliputi yaitu kadar air, kadar protein, rendemen dan uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, tekstur dan rasa. Hasil pengukuran dari masing-masing variabel akan di analisis keragaman menggunakan sidik ragam ANOVA dilanjut dengan uji DMRT. Hasil nilai organoleptik dengan nilai tertinggi menurut penilaian panelis organoleptik warna pada perlakuan S2K2 yaitu 2,27, nilai aroma pada perlakuan S2K3 yaitu 2,59, nilai tekstur pada perlakuan S3K3 yaitu 3,31, nilai rasa pada perlakuan S2K1 yaitu 2,60. Hasil uji kadar protein tahu tertinggi adalah S1K1 sebesar 18,4%, kadar air S1K2 yaitu 85%, rendeman S2K1 dan S3K1 yaitu 1,02%. Berdasarkan analisis ANOVA asam cuka berpengaruh pada variabel rasa. Substitusi kacang koro pedang berpengaruh pada variabel aroma, tekstur dan kadar air. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah S2K1 menggunakan metode indeks efektivitas. | Jack bean (Canavalia ensiformis)have great potential to be a food product when it comes to nutrition, high protein of jack bean makes it potentially as an alternative of soybean. Tofu is a processed food as high quality protein source, because of lots essential amino acid contents. The aim of this study was to determine how the substitution of jack bean and vinegar acid a coagulant, influence characteristic of tofu. The design of the study is complete randomized design (RAL) which arranged in factorial with 3 repetitions. The proportion of treatment jack bean ( S1 = 35 % jack bean, 65 % soybeans , S2 = 25 % jack bean, 75 % soybeans, S3 = 15 % jack bean, 85 % soybeans ) and koagulan of the acid vinegar ( K1 = 20ml/l , K2 = 30m /l , K3 = 40ml/l ). The observed variables are water content, protein content, yield and organoleptic tests including color, aroma, taste, texture and taste. The data analysis technique used is ANOVA followed by the DMRT test. The result of organoleptic value with the highest value according to the organoleptic panelist color assessment in the S2K2 treatment was 2.27, the aroma value in the S2K3 treatment was 2.59, the texture value in the S3K3 treatment was 3.31, the taste value in the S2K1 treatment was 2.60. The highest tofu protein test results were S1K1 of 18.4%, water content of S1K2 was 85%, rendeman S2K1 and S3K1 were 1.02%. Based on ANOVA analysis vinegar acid effects the taste variable. Substitution of jack bean effects the variables of aroma, texture and water content. The best treatment in this study was S2K1 using the effectiveness index method. | |
| 23470 | 26655 | A1C014051 | KINERJA ANGGOTA GAPOKTAN DALAM PENGELOLAAN PROGRAM PUAP (PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN) DI DESA BUNTON, KECAMATAN ADIPALA, KABUPATEN CILACAP | Program PUAP merupakan program pemerintah dalam bentuk pemberian bantuan modal kepada petani melalui gapoktan. Desa Bunton merupakan salah satu penerima dana PUAP yang pengelolaannya merupakan salah satu yang paling baik di Kecamatan Adipala. Perkembangan dana PUAP Desa Bunton pada tahun 2018 mencapai Rp 140.283.000. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menegtahui pengelolaan PUAP oleh Gapoktan Desa Bunton, 2) mengetahui kinerja dari pengelolaan PUAP 3) mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja gapoktan dalam pengelolaan PUAP. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) di Desa Bunton karena merupakan pengelolaan PUAP terbaik di Kecamatan Adipala. Metode pemilihan responden yaitu sensus kepada anggota gapoktan penerimaan dana PUAP di Desa Bunton tahun 2018. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2019. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, Likert Summated Ratings untuk mengukur tingkat modal sosial dan kinerja gapoktan dalam pengelolaan PUAP serta analisis korelasi Rank Spearmans untuk mencari keeratan hubungan antara modal sosial dengan kinerja anggota Gapoktan dalam pengelolaan PUAP. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kinerja anggota gapoktan dalam pengelolaan PUAP, variabel modal sosial serta variabel pendapatan anggota penerima PUAP. Hasil analisis menujukan bahwa kinerja anggota gapoktan dalam pengelolaan PUAP cukup baik dimana perkembangan dana rata-rata mencapai 5% per tahun. Selain itu, kinerja anggota gapoktan dapat dari peningkatan kesejahteraan petani dengan adanya peningkatan pendapatan sebesar 12,3 % dan peningkatan luas lahan garapan petani sebesar 13%. Hal tersebut telah menunjukan bahwa sasaran dari program PUAP telah tercapai. Modal sosial anggota Gapoktan termasuk dalam kategori sangat baik dimana komponen yang rasa kepercayaan, timbal balik dan norma termasuk dalam kategori sangat baik dan jaringan sosial termasuk dalam kategori cukup baik. Aspek modal sosial mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja gapoktan dalam kategori sedang. Komponen modal sosial yang memiliki hubungan signifikan dengan kinerja gapoktan dalam pengelolaan PUAP yaitu kepercayaan. Aspek pendapatan usahatani tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja gapoktan dalam pengelolaan PUAP. | PUAP program was a government program in the form of providing capital assistance to farmers through farmer group union. Bunton Village was one of the PUAP fund recipients whoose was one of the best management in Adipala District. PUAP funds in Bunton Village reached Rp 140,283,000 on 2018. This study aims to find out: 1) knowing PUAP management by Gapoktan Bunton Village, 2) knowing the performance of PUAP management 3) Knowing the factors related to the performance of gapoktan in PUAP management. The research location was chosen purposively selection method which Bunton Village’s Gapoktan is the best manager of PUAP. The respondent was choosen by the census of members of the PUAP fund receiving group in Bunton Village in 2018. The research was conducted in February-March 2019. Data analysis method used by this research are descriptive analysis, Likert Summated Ratings to measure the level of social capital and Gapoktan performance in PUAP management and Rank Spearmans correlation analysis to find the level of relationship between social capital and the performance of Gapoktan members in PUAP management. The varriable used on this research are Gapoktan’s members performance in PUAP management, social capital of Gapoktan’s members and PUAP recipient income. The analysis result showed that the performance of Gapoktan members in PUAP management was quite good where the developed of funds reach 5% per year. In addition, the performance of Gapoktan members proven by increase of farmers' welfare with an increase on income about 12.3% and an increase of the arable land about 13%. This has shown that the objectives of the PUAP program have been achieved. Social capital of Gapoktan members' was a very good category where the components of a sense of trust, reciprocity and norm are included in the very good category and the social network was included in the quite good category. The aspect of social capital had a significant relationship with the performance of gapoktan in the medium category. The component of social capital that had a significant relationship with Gapoktan performance in PUAP management is trust. The aspect of farm income did not have a significant relationship with the performance of farmer group union in PUAP management. | |
| 23471 | 26657 | C1L013047 | THE INFLUENCE OF ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM AND INTERNAL CONTROL SYSTEM ON EMPLOYEE'S PERFORMANCE | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap kinerja karyawan di Lawson Kasuga-Cho (terdiri dari 2 toko). Waktu penelitian adalah periode waktu yang digunakan untuk penelitian mulai dari persiapan perencanaan proposal penelitian hingga penggandaan laporan penelitian. Waktu penelitian ini direncanakan pada Desember 2018. Daerah penelitian dilakukan dengan karyawan yang bekerja di Lawson Takamatsu-Shi, Kasuga-Cho, yang terdiri dari 2 toko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk skor pada jawaban yang diberikan oleh responden terhadap pertanyaan dalam kuesioner, dapat disimpulkan bahwa variabel sistem informasi akuntansi tidak mempengaruhi kinerja karyawan, variabel lingkungan kontrol mempengaruhi karyawan kinerja, variabel penilaian risiko tidak berpengaruh pada kinerja karyawan, variabel informasi dan komunikasi memengaruhi kinerja karyawan, variabel aktivitas kontrol memengaruhi kinerja karyawan, dan variabel pemantauan tidak memengaruhi kinerja karyawan. | The purpose of this research was to identify the influence of the accounting information system on performance of employees at Lawson Kasuga-Cho (consists of 2 shops). The research time is the time period used for research starting from the preparation of research proposal planning to doubl ing the research report. The time of this study is planned on December 2018. The research area was carried out with employees working at Lawson Takamatsu-Shi, Kasuga-Cho, consisting of 2 shops. The method used in this study uses a quantitative approach in the form of a score on the answers given by respondents to the questions in the questionnaire,it can be concluded that there accounting information system variable does not affect employee performance, Control environment variables affect employee performance, Risk assessment variables have no effect on employee performance, Information and communication variables affect employee performance, Control activity variables affect employee performance and Monitoring variables do not affect employee performance. | |
| 23472 | 26658 | C1L013017 | THE ROLE OF BUSINESS STRATEGY AND SOCIAL RESPONSIBILITIES LESSON ON NIPPON EXPRESS CORPORATION IN DEVELOPING BUSINESS IN OVERSEAS (ACCOUNTING PERSPECTIVE) | Nippon express adalah salah satu perusahaan logistik paling terkenal di Jepang, dan juga salah satu perusahaan logistik tertua di Jepang yang masih bertahan hingga hari tesis ini dibuat. Nippon Express memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada tahun 1937. Dari sejarah panjang ini saya mengambil sampel dari 2006 - 2017 dan membuat analisis sendiri untuk menentukan tingkat efektivitas strategi mereka. Untuk menentukan efektivitas, informasi dari pendapatan perusahaan, pendapatan operasional, dan laba bersih digunakan. Setelah mengambil informasi, perbandingan antara apa yang seharusnya direncanakan dan realisasinya kemudian dihitung. Sebagai hasilnya, Nippon Express Corporation berhasil mendapatkan skor 93,2% pada pendapatan, 73,8% pada pendapatan operasional, dan 69,4% pada laba bersih. Skor ini berarti bahwa Nippon Express dapat merealisasikan strategi bisnisnya pada pendapatan sebesar 93,2%, pendapatan operasional sebesar 73,8%, dan laba bersih sebesar 69,4%. Selain itu Nippon Express juga memiliki tingkat ROE dan ROA yang rendah. Berdasarkan rendahnya ROE-nya, Nippon Express Corporation dikategorikan sebagai tipe defensive korporasi. Selain itu tingkat ROE yang rendah Nippon Express juga memiliki tingkat ROA yang rendah, yang menunjukkan bahwa korporasi adalah bisnis yang padat aset. CSR yang diterapkan oleh Nippon Express juga telah memenuhi persyaratan yang disyaratkan oleh ISO 26000. Mereka bersedia menghabiskan miliaran dalam satu tahun untuk lingkungan yang lebih baik. Dan standar CSR ISO 26000 digunakan sebagai standar mereka saat ini. | Nippon express is one of Japan most famous logistic corporation, and also one of the oldest logistic corporation in Japan that still survive until now. Nippon Express has a long history since its founding in 1937. From this long history I take a sample from 2006 – 2017 and make my own analysis to determine the effectivity rate of their strategy. To determine the effectivity, information from the corporation’s revenue, operating income, and net income are used. After taking the information, a comparison between what is supposedly planned and the realization are then calculated. As a result Nippon Express Corporation manage to get a score of 93.2% on revenue, 73.8% on operating income, and 69.4% on net income. This score means that Nippon Express could realize its business strategy on revenue by 93.2%, operating income by 73.8%, and net income by 69.4%. Beside that Nippon Express also has a low rate of ROE and ROA. Based on Its low rate of ROE, Nippon Express Corporation is categorized as defensive type of corporation. Besides its low rate of ROE Nippon Express also has a low rate of ROA, which indicates that the corporation are an asset-intensive business. The CSR that were implemented by Nippon Express also has met the requirement required by ISO 26000. They are willing to spend billions in a single year for better environment. And ISO 26000 CSR standard is used as their standard nowadays. | |
| 23473 | 26659 | E2B017012 | PENYELESAIAN SENGKETA MALPRAKTIK YANG DILAKUKAN OLEH NOTARIS | Notaris merupakan pejabat umum yang diberikan kewenangan oleh negara dalam membuat akta autentik, kewenangan notaris tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) dan Kode Etik Jabatan Notaris. Notaris dalam pembuatan akta autentik, terkadang mengalami permasalahan yang mengarah ke tindakan malpraktik. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer sebagai pelengkap dari data sekunder. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian yang diperoleh menyimpulkan 3 (tiga) hal, yang pertama terdapat 3 (tiga) unsur komulatif notaris dapat dikatakan malpraktik, yaitu bentuk-bentuk pengingkaran atau penyimpangan atau kurangnya kemampuan dari tugas notaris, adanya kelalaian yang dapat dipertanggung jawabkan dan menimbulkan kerugian materiil dan/atau immateriil. Kedua, pertanggungjawaban notaris dalam hal terjadinya tindakan malpraktik dapat berupa tanggung jawab berdasarkan hukum maupun moral etika yang akan ditanggung oleh notaris bila mereka melakukan tindakan malpraktik. Ketiga, proses penyelesaian sengketa malpraktik yang diduga dilakukan oleh notaris dapat melalui Majelis Pengawas Notaris, namun tidak menutup kemungkinan notaris tersebut dapat diproses di Peradilan. | A notary is a public official who is authorized by the state to make an authentic deed, the authority of this notary has been regulated in the Act of Notary (UUJN) and the Code of Ethics for Notary. Notary in making authentic deeds, solving challenges that lead to malpractice. The data used are secondary data and primary data as a complement to secondary data. The method used in this study is a method that discusses normative juridical. The results of the study concluded that 3 (three) things, the first obtained 3 (three) not notary can be solved malpractice, namely the forms of denial or simplification of the ability of the notary's duty, the existence of negligence that can be accounted for and proven to cause material and / or immaterial. Second, notary responsibility in actions taken by malpractice that can be accounted for based on law and also moral will be borne by the notary when they carry out malpractice actions. Third, the process of resolving malpractice carried out by a notary can be done through the Notary Supervisory Board, but cannot close the approval that can be received in the Court. | |
| 23474 | 26656 | E2B017034 | RELEVANSI AKTA NOTARIS DENGAN AKTA RISALAH LELANG YANG DIBUAT OLEH NOTARIS SEBAGAI PEJABAT LELANG KELAS II. | NEZSA AGYU PERMATA, Program Magister Kenotariatan Fakultas Hukum, Universitas Jenderal Soedirman, Relevansi Akta Notaris dengan Akta Risalah Lelang yang dibuat oleh Notaris sebagai Pejabat Lelang Kelas II. Komisi Pembimbing, Ketua Dr. Kartono, S.H., M.H dan anggota Dr. Siti Kunarti, S.H.,M.Hum. Akta risalah lelang merupakan berita acara pelaksanaan lelang yang dibuat oleh pejabat lelang yang merupakan akta otentik dan mempunyai kekuatan hukum yang sempurna. Berdasarkan Pasal 15 ayat (2) huruf g Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris menjelaskan bahwa membuat akta risalah lelang merupakan salah satu kewenangan Notaris. Ini berarti dapat diartikan bahwa Notaris mempunyai kewenangan yang sama dengan pejabat lelang untuk membuat akta risalah lelang. Pada pelaksanaanya pelaksanaan lelang untuk membuat akta risalah lelang ada 2 (dua) aturan mengatur hal yang sama, yakni Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 27/PMK.06/2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang. Tujuan dilakukannya penelitian ini yakni untuk mengkaji, mengidentifikasi, menganalisis pelaksanaan kewenangan Notaris sebagai Pejabat Lelang Kelas II dan untuk mengkaji, menganalisis mengenai relevansi akta Notaris dengan akta risalah lelang yang dibuat oleh Notaris sebagai Pejabat Lelang Kelas II. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer sebagai data pendukungnya dan metode penyajian data menggunakan yuridis naratif, dan metode untuk menganalisa yang digunakan adalah normatif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh, yakni kewenangan Notaris dalam membuat akta risalah lelang dalam pelaksanaan lelang yakni kewenangan atribusi yang diperoleh melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris Pasal 15 ayat (2) huruf g. Pelaksanaan wewenang dalam lelang yakni disini Notaris yang dalam kapasitasnya sebagai Pejabat Lelang Kelas II, sehingga aturan mengenai tempat kedudukan Notaris sebagai Pejabat Lelang Kelas II mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 189/PMK.06/2017 tentang Pejabat Lelang Kelas II dan pembuatan akta risalah lelang harus disesuaikan dengan rumusan akta Notaris dan Pasal 1868 KUHPerdata. | NEZSA AGYU PERMATA, Notary Master’s Program at the Jenderal Soedirman Univeristy, Faculty of law. Relevance of The Notarial deed with the auction treatise deed made by the Notary Public as a class II auction official. Advisory commission Dr. Kartono, S.H., M.H and members Dr. Siti Kunarti, S.H.,M.Hum. The auction treatise deed is an official report on the implementation of the auction made by the auction official, which is an authentic deed and has perfect legal force. Based on Article 15 paragraph (2) letter g of Law Number 2 of 2014 concerning Position of Notaru, it is explained that making the minutes of aution treaty is one of the Notary’s authoroties. This means it can be interpreted that the Notary has the same authority as the auction official to make the minutes of the auction treaty. In the implementation of the auction to make the minutes of auction there are 2 (two) rules governing the same thing, namely Law Number 2 of 2014 concerning Notary Position and Regulation on the Minister of Finance Number 27/PMK.06/2016 concerning Bidding Implementation Guidelines. The purpose of thus research is to review, identify, analyze the implementation of the authority of the Notary Public as a Class II Auction Officer and to study, analize the relevance of the Notary Deed to the minutes of auction treaty prepared by the Notary Public as a Class II Auction Officer. The research method used is normative juridical, with statutory approach. Sources of used in this study are secondary and primary as supporting and the method of presenting using narrative juricial, and the method for analyzing used is qualitative normative. The result of the research obtained, namly the authority of the Notary in making the minutes of the auction in the implementation of the auction, namely the attribution authority obtained through Law Number 2 of 2014 concerning The Position of Notary Article 15 paragraph (2) letter g. the exercise of authority in autions here is a Notary in his capacity as a Class II Auction Officer, so that the rules regarding the place of notary as as Class II Auction Officer refer to the Minister of Finance Regulation Number 189/PMK.06/2017 concerning Class II Auction Officers and the making of the minutes of aution treatise must be adjusted to the formulation of the Notarial deed and Article 1868 of the Civil Code. | |
| 23475 | 26669 | G1A014058 | Hubungan Burnout Akademik Dengan Empati Pada Mahasiswa Preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto | Latar Belakang: Sebuah tantangan abadi bagi setiap profesi adalah membangun dan menerapkan standar profesional yang baik. Empati sebagai salah satu elemen spesifik profesionalisme dokter merupakan suatu komponen dasar dalam hubungan terapeutik dokter-pasien. Pendidikan kedokteran berperan penting dalam mencetak dokter-dokter yang berempati. Namun, dewasa ini, isu menurunnya empati pada mahasiswa kedokteran selama pendidikan berlangsung menjadi topik perdebatan. Salah satu faktor yang ditengarai berkontribusi terhadap erosi empati pada mahasiswa kedokteran adalah burnout. Studi ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara burnout akademik dan empati pada mahasiswa kedokteran preklinik. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian adalah mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Tahun Angkatan 2015-2018. Teknik pengumpulan sampel dilakukan dengan proportional stratified random sampling dengan total sampel 216 mahasiswa. Analisis statistik dilakukan dengan uji korelasi Pearson. Hasil: Terdapat korelasi negatif bermakna (r = -0,236; p<0,05) antara skor burnout akademik dengan skor empati pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Tahun Angkatan 2015-2018. Rerata skor empati mahasiswa sebesar 104,33±11,89, sedangkan rerata skor burnout mahasiswa sebesar 45,78±11,70. Kesimpulan: Terdapat hubungan burnout akademik dan empati pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. | Background: A perennial challenge for every profession is to collectively establish and enforce professional standards. Empathy as a specific element of physician professionalism is considered as main component in physician-patient relationship. Medical education serves a crucial role in order to create empathetic doctor. But, nowadays, issues concerning empathy decline of medical student during medical training are in dispute. One factor that may contribute to the phenomenon is burnout. This study is to examine the correlation between academic burnout and empathy of undergraduate medical students. Methods: Analytical observational study design with cross-sectional approach. The study subjects were the first to fourth year undergraduate medical students at Faculty of Medicine University of Jenderal Soedirman Purwokerto. Sample were gathered with proportional stratified random sampling, including 216 undergraduate medical students. Statistical analysis was done using Pearson correlation test. Result: There was a significant negative correlation (r = -0.236; p<0.05) between the score of academic burnout and empathy of the subjects. The means of the empathy score was 104.33±11.89, while the means of the burnout score was 45.78±11.70. Conclusion: There is a correlation between undergraduate medical students’ academic burnout and empathy at Faculty of Medicine, University of Jenderal Soedirman Purwokerto. | |
| 23476 | 26660 | F1C012055 | KOMUNIKASI SUAMI ISTRI BEDA BUDAYA (Studi Kualitatif Tentang Komunikasi Suami Istri Beda Budaya antara Suku Jawa dan Suku Sunda dalam Romantisme Rumah Tangga) | ABSTRAK Pernikahan beda budaya bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, tidak heran jika sekarang ada banyak pasangan yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi antar pribadi yang dilakukan oleh pasangan suami istri dengan latar belakang budaya yang berbeda. Teori Akomodasi digunakan sebagai acuan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Informan penelitian meupakan tiga pasang suami-istri yang berasal dari suku Jawa dan Sunda. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa komunikasi antar pribadi yang dilakukan antara suami istri beda budaya dilakukan secara langsung. Dalam hal ini, pasangan suami istri berkomunikasi langsung secara lisan serta melakukan komunikasi melalui ponsel. Hambatan yang dihadapi oleh para informan adalah perbedaan bahasa yang digunakan, namun mereka lebih banyak menggunakan Bahasa Indonesia. Jika dianalisis dengan menggunakan Teori Akomodasi, dapat dilihat bahwa pasangan suami istri tersebut mengurangi perbedaan di antara keduanya sehingga mereka mampu membangun lebih harmonis. Kata kunci: komunikasi keluarga, beda budaya, Teori Akomodasi | ABSTRACT Interpersonal Communication between Married Couple with Different Cultural Background (Qualitative Study about Married Couple Communication between Javanese and Sundanese Individuals and Marriage Romantism) The marriage between people with different culture background is not something new in Indonesia. Therefore, plenty of couples are the ones from different culture. This study aims to understand how they communicate between the individuals in married couple. The theory used in this study is study is Accommodation Theory. The informants are chosen using purposive sampling technique. The informants in this study is three married couples from Javanese and Sundanese culture. The data analysis in this study is from Miles and Huberman. From the study result, it is found that the interpersonal communications done by the married couples with different cultural background is the direct verbal and direct via cellphone. The obstacle is the difference of the language used by them. But, somehow they use Bahasa Indonesia for communicating. When analysed using Accommodation Theory, the couples reduce differences between them so they can build a happy marriage. Keyword: Family communication different cultural theories of accommodation | |
| 23477 | 26661 | I1A015060 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN RHODAMIN B PADA JAJANAN PASAR DI WILAYAH PURWOKERTO | Latar Belakang: Rhodamin B merupakan zat tambahan warna yang dilarang penggunaannya dalam produk pangan karena akan menimbulkan banyak penyakit. Hasil data BPOM pada jajanan pasar sebanyak 204 dari 2.873 sampel mengandung Rhodamin B. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan Rhodamin B pada jajanan pasar berupa kue ku, cenil, pacar cina, rainbow cake, kue mangkok di wilayah Purwokerto. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan uji hipotesis tunggal yang berjumlah 45 pedagang. Hasil: Terdapat 23 sampel (51,1%) mengandung Rhodamin B. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan (p=0,011) dan sikap (p=0,025) dengan penggunaan Rhodamin B pada jajanan pasar di Wilayah Purwokerto. Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan penggunaan Rhodamin B pada jajanan pasar serta tidak ada hubungan antara aksesibilitas, harga, peran sesama pedagang, peran pemerintah dan pengaplikasian dengan penggunaan Rhodamin B pada jajanan pasar. Kesimpulan: Masih ditemukannya jajanan pasar mengandung Rhodamin B. 40 pedagang (88.9%) berpendidikan dasar dan 38 pedagang (84.4%) berjenis kelamin perempuan. | Background: Rhodamine B is an additive color that is prohibited from being used in food because it caused so many diseases. BPOM reported that 204 from 2.873 sample of Indonesian food snacks contained Rhodamine B. This study aims to determine factors that related to the use of Rhodamine B on Indonesian food snacks such as kue ku, cenil, pacar cina, rainbow cake, kue mangkok in Purwokerto area. Methodolgy: Quantitative research using observational analysis methode and cross sectional approach. The samples of this study was 45 merchants which taken with the purposive sampling method. Results: There was 23 sample (51,1%) still contained Rhodamine B. The results of bivariate analysis showed that there was significant relationship between knowledge (p=0,011) and attitude (p=0,025) with use of Rhodamine B on Indonesian food snacks in Purwokerto area. There was significant relationship between knowledge and attitude with use of Rhodamine B and there was no significant relationship between accessibility, price, role of merchants, role of government, and practice with use of Rhodamine B on Indonesian food snacks. Conclusion: Indonesian food snacks still contained Rhodamin B. 40 merchants (88.9%) are primary school graduates and 38 of them are female. Keywords: Rhodamine B, Indonesian food snacks | |
| 23478 | 26662 | I1A015084 | Analisis Ketidaklengkapan Berkas Klaim Pasien Rawat Inap Peserta JKN di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo | ANALISIS KETIDAKLENGKAPAN BERKAS KLAIM PASIEN RAWAT INAP PESERTA JKN DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO Reka Biantika Pratiwi, Budi Aji, Arif Kurniawan Latar Belakang: RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo membentuk tim verifikator internal untuk memperlancar pembayaran klaim peserta JKN dari BPJS Kesehatan ke rumah sakit. Dalam pelaksanaan administrasi klaim masih terjadi pengembalian klaim karena berkas klaim belum lengkap. Tahun 2018 jumlah pengembalian terbanyak terjadi pada bulan Desember. Sebanyak 548 berkas klaim dikembalikan karena perlu konfirmasi diagnosa, entry kode INA-CBGs, serta pemeriksaan ulang tanggal dan cara pulang pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidaklengkapan berkas klaim pasien rawat inap peserta JKN di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan thematic network. Sumber data didapatkan dari wawancara mendalam, studi dokumen dan observasi. Analisis data menggunakan content analysis. Hasil Penelitian: Keterbatasan SDM dan upaya peningkatan sarana prasarana terhadap optimalisasi input, tahapan dalam administrasi klaim yang belum adekuat, pengaruh kinerja SDM terhadap kualitas klaim, dukungan kebijakan dan manajemen dalam administrasi klaim. Kesimpulan: Kinerja SDM dalam administrasi klaim pasien rawat inap peserta JKN terkendala kuantitas SDM dan sarana prasarana, proses manajemen yang belum adekuat, serta kurangnya dukungan berupa kebijakan. Kata kunci: administrasi klaim, rawat inap, JKN. | Abstract ANALYSIS OF INCOMPLETE JKN CLAIM FOR INPATIENT UNIT AT RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO Reka Biantika Pratiwi, Budi Aji, Arif Kurniawan Background: : RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo has internal verification team xpedite payment of JKN participant claims from BPJS Kesehatan to hospital. In the implementation of claim administration there are still many claims returned. In 2018, the highest number of claim return occurred in December. There are 548 claims returned to hospital due to confirm diagnose, entry of INA-CBGs, check patient’s discharge date and discharge method. This research aims to analyze of incomplete JKN claim for inpatient unit at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Methods: This research used qualitative descriptive with thematic network approach. Data sources were obtained through in-depth interview, documentation studies and observation. Data analysis use content analysis. Results: Limitedness human resources and facilities to optimize input, inadequate claim administration process, effect of human resources performance on claim quality, policy and management support related to claim administration. Conclusion: Effect of human resources in claim administration for inpatient unit constrained human resources quantity and facilities, inadequate claim process, policy and management support Keywords: claim administration, inpatient unit, JKN. | |
| 23479 | 26663 | F1B014004 | Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Studi Manajemen Kehutanan di Desa Watuagung Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas | Penelitian ini berjudul “Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Studi Manajemen Kehutanan di Desa Watuagung Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas” bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan proses manajemen dalam program PHBM di Desa Watuagung mulai dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan/pelaksanaan (actuating) dan pengawasan/evaluasi (controlling). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan validitas data diuji dengan triangulasi sumber. Ringkasan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, pelaksanaan PHBM sebagai model pengelolaan hutan banyak ditemui permasalahan, salah satunya pelaksanaan PHBM di Desa Watuagung. Proses manajemen PHBM mulai peencanaan hingga evaluasi belum dilaksanakan secara maksimal. Perencanaan yang menjadi dasar bagi pelaksanaan program hanya menjadi ajang penyampaian tujuan perhutani dalam mencapai target produksi getah, sedangkan LMDH hanya mampu merencanakan rencana kerja yang sama seperti pedoman PHBM dan tidak ada inisiatif pemberdayaan. Proses pengorganisasian, pembentukan LMDH dilakukan secara partisipatif antara Perhutani dengan masyarakat desa hutan, seluruh jabatan terisi dengan jobdesk masing-masing, namun penempatan orang-orang ke dalam jabatan organisasi tidak didasarkan pada kemampuan. Dan selama dua periode tidak terjadi pergantian pengurus LMDH atau rotasi pengurus. Proses pelaksanaan PHBM hanya dipahami LMDH sebagai upaya membantu Perhutani dalam mencapai target produksi, sehingga kegiatannya hanya berkutat pada produksi getah agar mendapat sharing bagi hasil dari Perhutani, orientasi LMDH telah serupa dengan perhutani sebagai perusahaan. Kemudian evaluasi PHBM hanya menjadi ajang formalitas semata agar terlihat telah dilakukan monitoring dan evaluasi, namun yang ditemui adalah dokumen hasil monev selalu beirisi laporan yang sama setiap tahunnya. Kata Kunci : PHBM, Manajemen, Perencanaan, Pengorganisasian, Pengaktualisasian, Pengawasan. | The title of this research is “Community Based Forest Management (PHBM) study of forestry management in Watuagung”, it aims to understand and describe management processes of PHBM’s program in Watuagung of Banyumas Regency" from planning, organizing, actuating, and controlling. The research was used descriptive qualitative method with case studies approach. Data collected trough observation, interview and documentation. The data were analyzed using analytical methods, Miles and Huberman interactive model. The validity of data was examined using the triangulation of sources. The research summarized, that the implementation of the PHBM as models of forestry management contains many problems in it. The process of PHBM begin with planning to the evaluation and it has not been implemented to its full potential. The planning process which is the basis for the implementation of the program, only became the event of deliverying the purpose of the Perhutani in achieving target production, while the LMDH only able to produced programs that similar with the PHBM plans guideline and there is no initiative empowerment on it. The process of organizing, succesfully forming the organisation of LMDH are done in participatory between Perhutani and the community of forest village, the whole positions was filled, however the placement is not based on“the right man on te right place” principal. The implementation process of the PHBM was interpreted that LMDH assist to help Perhutani in achieving target production, so that its activities just dwelling on the production in order to gets results of sharing from Perhutani. The LMDH’s orientation has been similar to the Perhutani as a company. In addition, the evaluation process of the PHBM was seen as formality suggesting that monitoring and evaluation has been done. Therefore the monitoring and evaluation always produced the same documents each year. Keywords : Community Based Forest Management (PHBM), Management, Planning, Organizing, Actuating and Controlling. | |
| 23480 | 27018 | D1A015002 | PENGARUH PERENDAMAN MENGGUNAKAN ASAM CUKA PADA PROSES PENGASINAN TELUR ITIK TERHADAP KADAR LEMAK DAN WARNA KUNING TELUR | Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh perendaman menggunakan asam cuka pada proses pengasinan telur itik terhadap kadar lemak warna kuning telur. Metode penelitian ini adalah Experimen. Rancangan percobaan dari penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis variansi (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Orthogonal Polimonial jika hasil penelitian berpengaruh nyata. Hasil penelitian kadar lemak menunjukkan perendaman telur itik menggunakan asam cuka dapat meningkatkan kadar lemak dengan rata-rata : (P0) 48.23, (P1) 48.73, (P2) 56.85, (P3) 57.25, (P4) 58.74 dan Uji Ortogonal Polinomial dengan persamaan Y= 47.286811+0.47691351X, koefisien determinasi (R2 = 82.25 %), sedangkan hasil pada warna kuning telur itik : (P0) 1,20 (P1) 3,60 (P2) 3,40 (P3) 2,80 (P4) 2,00 dan Uji lanjut Ortogonal Polinomial dengan persamaanY = 1.2586156+0.33587629X-0.012447772X2, koefisien determinasi (R2=80.86 %) dan titik belok (11.162976, 3.6094337), dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman menggunakan asam cuka pada proses pengasinan telur itik padakadar lemak dan warna kuning telur dapat meningkatkan kadar lemak dan warna kuning telur. | The purpose of this study was to determine the effect of using acetic acid in salting eggs process on fat level and color of yolk egg. This research method is Experiment. The experimental design of this study was a randomized block design (RBD) with 5 treatments and 5 replications. The data obtained were processed using analysis of variance (ANOVA) and continued with the Polymonial Orthogonal Test if the research have a significant effect. The results of the fat content study showed that soaking of duck eggs using acetid acidcan increase the fat by an average : (P0) 48.23, (P1) 48.73, (P2) 56.85, (P3) 57.25, (P4) 58.74 and the Polynomial Orthogonal Test by equation Y = 47.286811 + 0.47691351X, coefficient of determination (R2 = 82.25%), while the results on the yolk color : (P0) 1.20 (P1) 3.60 (P2) 3.40 (P3) 2.80 (P4 ) 2.00 and further Polynomial Orthogonal Tests are shown with the equation Y = 1.2586156 + 0.33587629X - 0.012447772X2, the coefficient of determination (R2 = 80.86%) and the turning point (11.162976, 3.6094337), from the results of the study it can be concluded that the immersion effect of uses acetid acidat the process of salting duck eggs on fat level and color of yolk can increase the level of fat and the color of yolk. |