Home
Login.
Artikelilmiahs
26661
Update
DWI AYU PUTRI SARASWATY
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN RHODAMIN B PADA JAJANAN PASAR DI WILAYAH PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Rhodamin B merupakan zat tambahan warna yang dilarang penggunaannya dalam produk pangan karena akan menimbulkan banyak penyakit. Hasil data BPOM pada jajanan pasar sebanyak 204 dari 2.873 sampel mengandung Rhodamin B. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan Rhodamin B pada jajanan pasar berupa kue ku, cenil, pacar cina, rainbow cake, kue mangkok di wilayah Purwokerto. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan uji hipotesis tunggal yang berjumlah 45 pedagang. Hasil: Terdapat 23 sampel (51,1%) mengandung Rhodamin B. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan (p=0,011) dan sikap (p=0,025) dengan penggunaan Rhodamin B pada jajanan pasar di Wilayah Purwokerto. Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan penggunaan Rhodamin B pada jajanan pasar serta tidak ada hubungan antara aksesibilitas, harga, peran sesama pedagang, peran pemerintah dan pengaplikasian dengan penggunaan Rhodamin B pada jajanan pasar. Kesimpulan: Masih ditemukannya jajanan pasar mengandung Rhodamin B. 40 pedagang (88.9%) berpendidikan dasar dan 38 pedagang (84.4%) berjenis kelamin perempuan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Rhodamine B is an additive color that is prohibited from being used in food because it caused so many diseases. BPOM reported that 204 from 2.873 sample of Indonesian food snacks contained Rhodamine B. This study aims to determine factors that related to the use of Rhodamine B on Indonesian food snacks such as kue ku, cenil, pacar cina, rainbow cake, kue mangkok in Purwokerto area. Methodolgy: Quantitative research using observational analysis methode and cross sectional approach. The samples of this study was 45 merchants which taken with the purposive sampling method. Results: There was 23 sample (51,1%) still contained Rhodamine B. The results of bivariate analysis showed that there was significant relationship between knowledge (p=0,011) and attitude (p=0,025) with use of Rhodamine B on Indonesian food snacks in Purwokerto area. There was significant relationship between knowledge and attitude with use of Rhodamine B and there was no significant relationship between accessibility, price, role of merchants, role of government, and practice with use of Rhodamine B on Indonesian food snacks. Conclusion: Indonesian food snacks still contained Rhodamin B. 40 merchants (88.9%) are primary school graduates and 38 of them are female. Keywords: Rhodamine B, Indonesian food snacks
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save