Artikelilmiahs

Menampilkan 23.421-23.440 dari 51.900 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2342126616B1A015051PENGARUH Colletotrichum coccodes TERHADAP KANDUNGAN ASAM ASKORBAT PADA MEKANISME PATOGENISITAS ANTRAKNOSA TANAMAN CABAI: KAJIAN
SECARA IN VITRO DAN IN PLANTA
Patogen Colletotrichum coccodes merupakan salah satu patogen yang dapat menginfeksi tanaman cabai dan menyebabkan penyakit antraknosa terutama pada bagian buah dan daun. Tanaman dengan kandungan asam askorbat tinggi memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap serangan patogen. Tanaman cabai yang tahan memiliki kandungan asam askorbat yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman cabai toleran maupun rentan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan tumbuh patogen C. coccodes pada medium yang diberi asam askorbat dan mengetahui pengaruh inokulasi patogen C. coccodes terhadap kandungan asam askorbat pada daun cabai.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi, Laboratorium Lingkungan, & Greenhouse Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan dua uji yaitu uji in vitro dan uji in planta dengan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL), Uji in vitro menggunakan A) Medium PDA diberi asam askorbat; B) Medium PDB diberi asam askorbat dengan perlakuan penambahan asam askorbat sebanyak 0 mg.L-1 (kontrol); 0,25 mg.L-1; 0,50 mg.L-1; 0,75 mg.L-1; dan 1 mg.L-1, diulang sebanyak lima kali. Variabel bebas yang digunakan yaitu berbagai dosis asam askorbat, variabel terikatnya adalah pertumbuhan patogen C. coccodes. Parameter utama yaitu diameter koloni dan bobot kering miselium. Uji in planta menggunakan tiga varietas cabai (V1: Cabai merah hot chili; V2 Cabai merah keriting; V3: Cabai merah besar), uji A) Uji intensitas penyakit pada tanaman dan B) Uji kandungan asam askorbat. Masing-masing kelompok uji diulang sebanyak lima kali. Variabel bebas yang digunakan adalah varietas cabai merah, variabel terikatnya adalah nilai kerusakan tanaman berdasarkan kategori yang diamati pada waktu pengamatan yang ditentukan. Parameter utama yaitu intensitas penyakit, dan parameter pendukung yaitu periode masa inkubasi, kandungan asam askorbat pada daun cabai, temperatur, kelembaban dan pH tanah. Data uji in vitro dan uji in planta yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, dan perlakuan yang memberikan perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian pada uji in vitro menujukkan bahwa patogen C. coccodes memiliki kemampuan tumbuh yang baik pada medium PDA dan medium PDB dengan penambahan asam askorbat. Hasil penelitian pada uji in planta, inokulasi patogen C. coccodes pada daun cabai merah dapat meningkatkan kandungan asam askorbat pada tanaman cabai merah
Pathogen Colletotrichum coccodes is one of the pathogens that can infect chili plants and cause anthracnose disease, especially in the fruit and leaves. Plants with high ascorbic acid content have a higher resistance to pathogen attack. Resistant chili plants have higher ascorbic acid content compared to tolerant and vulnerable chili plants. The purpose of this study was to determine the ability to grow pathogens of C. coccodes on ascorbic acid medium and to determine the effect of inoculation of C. coccodes pathogens on ascorbic acid content in chili leaves. The study was conducted at the Mycology and Phytopathology Laboratory, Environmental Laboratory & Greenhouse, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study uses two tests, namely the in vitro test and the in planta test with the experimental method completely randomized design (CRD), in vitro test using A) Medium PDA given ascorbic acid; B) PDB medium was given ascorbic acid with the treatment of adding ascorbic acid as much as 0 mg. L-1 (control); 0,25 mg. L-1; 0.50 mg. L-1; 0,75 mg. L-1; and 1 mg L-1, repeated five times. The independent variable used was various doses of ascorbic acid, the dependent variable was the growth of the pathogen C. coccodes. The main parameters are colony diameter and mycelium dry weight. In planta test uses three varieties of chili (V1: hot chili red chili; V2 curly red chili; V3: big red chili), test A) Test for plant disease intensity and B) Test for ascorbic acid content. Each test group was repeated five times. The independent variable used is the red chili variety, the dependent variable is the value of crop damage based on the category observed at the specified observation time. The main parameters are the intensity of the disease, and supporting parameters are the incubation period, ascorbic acid content in chili leaves, temperature, humidity and soil pH. In vitro and in planta test data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) with a confidence level of 95%, and the treatment that gave a real difference continued with the Honestly Significant Difference Test (BNJ) at a 95% confidence level.
The results of in vitro tests show that the pathogen of C. coccodes has good growth ability on PDA and PDB medium with the addition of ascorbic acid. In the in planta test, inoculation of the pathogen of C. coccodes on the red chili leaves causes symptoms of leaf spot disease and increases the content of ascorbic acid in the red chili plants.
2342226534G1A015106PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN MENGENAI SKABIES MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-FALAH TINGGARJAYA JATILAWANG BANYUMASPENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN MENGENAI SKABIES MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-FALAH TINGGARJAYA JATILAWANG BANYUMAS

Sinta Triagustina, Lieza Dwianasari, Miko Ferine
Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
E-mail: sintatsoetomo@gmail.com.

ABSTRAK

Latar Belakang: Skabies merupakan salah satu infeksi parasit yang menjadi isu penting terutama di daerah padat penduduk, seperti pada pondok pesantren. Tingkat pengetahuan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi skabies. Oleh karena itu, diperlukan suatu penyuluhan kesehatan agar pencegahan skabies dapat lebih efektif. Penyuluhan kesehatan melalui media video memiliki kelebihan dalam hal memberikan visualisasi yang baik sehingga memudahkan proses penyerapan pengetahuan.
Tujuan: Mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan mengenai skabies menggunakan media video terhadap tingkat pengetahuan santri di Pondok Pesantren Al-Falah Tinggarjaya Jatilawang Banyumas.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Pre-experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Subyek penelitian sebanyak 23 orang diambil dengan metode total sampling. Data pengetahuan santri diambil menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil: Hasil uji Wilcoxon diperoleh p = 0,000 (p<0,05) secara statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan santri sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan.
Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan mengenai skabies menggunakan media video dapat meningkatkan tingkat pengetahuan santri.

Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan, Pengetahuan, Pondok Pesantren, Skabies, Video
THE INFLUENCE OF HEALTH PROMOTION ABOUT SCABIES USING VIDEO MEDIA TO THE LEVEL OF KNOWLEDGE OF STUDENTS AT AL-FALAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL TINGGARJAYA BANYUMAS

Sinta Triagustina, Lieza Dwianasari, Miko Ferine
Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University Purwokerto
E-mail: sintatsoetomo@gmail.com.

ABSTRACT

Background: Scabies is one of the parasitic infections which become an important issue especially in populated areas, such as islamic boarding school. The level of knowledge is one of the contributing factors to the increasing prevalence of scabies. Therefore, a health promotion is required in order to prevent the disease from scabies can be more effective. Health promotion through video has some advantages such as in providing good visualizations that increase the process of acquiring knowledge.
Objective: To analysed the influence of health promotion about scabies using video to the level of knowledge of students in Al-Falah Islamic Boarding School Tinggarjaya Jatilawang Banyumas.
Method: This research was a Pre-Experiment study with one group pretest-posttest design approach. Twenty three of subjects included in this study by total sampling method. Data on students' knowledge was taken using pre-test and post-test questionnaires. Data analysis used Wilcoxon test.
Results: Wilcoxon test results obtained p = 0.000 (P < 0.05) statistically indicates meaningful difference between the level of knowledge of students before and after the health promotion.
Conclusion: Health promotion about scabies using video can increase the level of knowledge of students.

Keywords: Health Promotion, Knowledge, Islamic Boarding School, Scabies, Video
2342326642L1B015063ISOLASI DAN DETEKSI Aeromonas hydrophila PADA BUDIDAYA BANDENG (Chanos chanos) DI DESA KARANGTALUN KABUPATEN CILACAPIkan bandeng (Chanos chanos) merupakan ikan air payau yang menjadi salah satu komoditi unggulan sehingga perlu adanya pencegahan terhadap penyakit yang menimbulkan kerugian pada budidaya bandeng. Aeromonas hyrdrophila merupakan patogen oportunistik yang dapat hidup pada semua air dan dapat menimbulkan penyakit apabila ikan dalam kondisi kurang baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keberadaan Aeromonas hydrophila, menghitung kelimpahan dan proporsi Gram bakteri pada budidaya bandeng. Metode yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode observasi. Analisis kelimpahan bakteri dilakukan dengan metode TPC (Total Plate Count) dan pengujian Gram KOH dianalisis menggunakan larutan KOH 3%. Bakteri yang menunjukkan hasil Gram negatif selanjutnya dideteksi dengan menggunakan teknik PCR untuk mendeteksi Aeromonas hydrophila. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kelimpahan bakteri tertinggi sebesar 101.5 x 105 CFU/gr dan nilai terendah sebesar 0,034 x 105 CFU/ml, hasil kelimpahan bakteri yang didapat masih di dalam batas normal (104 -105 CFU/gr). Hasil dari uji Gram KOH menunjukkan bakteri Gram negatif lebih mendominasi dibandingkan bakteri Gram positif dengan nilai persentase jumlah bakteri Gram negatif > 85% daripada bakteri Gram positif. Dari hasil elektroforesis produk PCR, Aeromonas hydrophila ditemukan pada seluruh sampel dengan nilai proporsi tertinggi 40 % dan nilai proporsi terendah 10% dari isolat Gram negatif.
Milkfish (Chanos chanos) is one of the leading fisheries commodities therefore prevention of fish diseases in milkfish cultivation should be done. Aeromonas hyrdrophila is an opportunistic pathogen that can live in all water and cause disease if the fish in poor condition. The purpose of this study was to determine the presence of Aeromonas hydrophila, calculate the abundance and proportion of Gram bacteria in milkfish cultivation. The method in this study was observation method. Bacterial abundance analysis was performed with the TPC (Total Plate Count) and Gram KOH test was analyzed with 3% KOH solution. Bacteria that considered Gram negative, was evaluated with PCR techniques for Aeromonas hydrophila detection. The results of this study showed the highest bacterial abundance was 101.5x105 CFU/gr and the lowest value was 0.034x105 CFU/ml, the abundance obtained was still within normal range (104-105 CFU/gr). The results of the Gram KOH test showed that bacteria Gram negative were more dominant than Gram positive with a percentage value of Gram negative was >85%. From the electrophoresis results of PCR products, Aeromonas hydrophila was found in all samples with the highest proportion value of 40% and the lowest proportion value of 10%.
2342426644F1I014015ANALISIS GERAKAN #KamiTidakTakut PASCA BOM SARINAH SEBAGAI GERAKAN SOSIAL BARU MELALUI TWITTER TAHUN 2016Penelitian ini membahas tentang gerakan melalui media sosial twitter lewat tagar #KamiTidakTakut sebagai respon masyarakat indonesia maupun warga asing pada teror yang terjadi di Simpang Sarinah, MH Thamrin, Jakarta pada kamis 14 Januari 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis #KamiTidakTakut sebagai sebuah gerakan sosial baru yang memanfaatkan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode studi pustaka dengan pengumpulan data yang bersumber pada dokumen, buku, artikel, internet, report, informasi resmi dari website pemerintah, serta dari sumber lain yang di anggap relevan.
Hasil dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa #KamiTidakTakut bukanlah sebuah gerakan sosial baru, dan cenderung hanya sebagai aksi solidaritas yang membawa pesan dan simbol bahwa mereka tidak takut terhadap aksi teror dan ajakan untuk semua kalangan mengecam bentuk – bentuk kekerasan serta ajakan untuk selalu waspada di lingkungannya ketika ada tindakan -tindakan yang cenderung ke arah terorisme.
This research discusses abaout the movement on social media Twitter through the hashtag #KamiTidakTakut as a response of Indonesian people and foreigners to the terror at Simpang Sarinah, MH Thamrin, Jakarta on Thursday, January 14, 2016. The purpose of this study is to analyze #KamiTidakTakut as a new social movement that utilizes social media. In this study the authors used the library research method by collecting data sourced from documents, books, articles, internet, reports, official information from government websites, as well as from other sources deemed relevant.
The results of the research carried out are known that #KamiTidakTakut is not a new social movement, and tends only as an act of solidarity that carries a message and symbol that they are not afraid of terrorism and calls for all people to fight againts violence and to always be vigilant in their environment when there are actions - actions that tend towards terrorism.
2342528793F1C016031Manajemen Komunikasi Privasi Mahasiswa Gay dalam Lingkungan Kampus di PurwokertoPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena sosial LGBT dalam lingkungan masyarakat. Adanya berbagai penolakan terhadap kaum gay membuat mereka sering mendapatkan perilaku buruk seperti dihindari, dibicarakan serta dikucilkan oleh orang-orang sekitarnya. Lingkungan akademik salah satunya kampus dalam pendidikan tinggi menjadi salah satu lembaga yang dikenal memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Namun, pada kenyataannya masih terdapat perilaku yang membuat gay merasa tidak nyaman berasa di lingkungan kampus. Mahasiswa gay kemudian melakukan manajemen komunikasi privasi untuk mengelola informasi pribadi yang mereka miliki. Gay akan menyembunyikan identitas yang dimilikinya agar diterima oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu fenomenologi untuk mengungkap fakta yang tersembunyi. Peneliti mendeskripsikan fenomena berdasarkan teori manajemen komunikasi privasi dan teori queer. Berdasarkan penelitian melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kontruksi identitas gay terjadi diusia remaja sekitar 11-12 tahun karena berbagai latar belakang sosial. Gay membuat Privat Boundaries untuk memilih siapa saja yang bisa mengakses informasi pribadinya. Mereka membuat suatu rules yang mengatur orang-orang di dalamnya. Background of this study is social phenomena of LGBT in the community environment. There is rejection of gay that makes they get bad threat like avoided, talked about and ostracized by those around. Campus as academic environments has known as institutions that have a tolerance. However, in a reality there's a behaviors that make gay feel uncomfortable at campus. Gay makes privacy communications to manage their personal information. Gay hide their identities to be accepted by people their around. Method of the research is phenomenology to describe the hidden facts. This research will describe a phenomena based of communication privacy management theory (CPM) and queer theory. Based on research by interviews, observations and documentation, the results are the construction of gay identity happen at age 11-12 years with various social backgrounds. Gay makes a private boundaries to choose the people they trust to access their personal information. Then, they make the rules to regulate the people in it.
2342626618A1A015017ANALISIS PROFITABILITAS PENYULINGAN MINYAK DAUN CENGKEH DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMASMinyak atsiri Indonesia yang sangat berpotensi salah satunya adalah minyak daun cengkeh dengan bahan baku utama yang digunakan adalah daun cengkeh kering yang sudah gugur. Usaha minyak daun cengkeh bersifat musiman karena sangat tergantung pada ketersediaan bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pendapatan yang diterima oleh perajin penyulingan minyak daun cengkeh di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas; (2) Mengetahui tingkat profitabilitas yang diperoleh dari usaha penyulingan minyak daun cengkeh di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas; dan (3) Mengetahui kelayakan usaha penyulingan minyak daun cengkeh di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan pengambilan data menggunakan teknik survei. Penelitian dilaksanakan di tiga tempat usaha penyulingan minyak daun cengkeh di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode sensus dan diperoleh sebanyak tiga responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya produksi, laporan rugi-laba, profitabilitas, dan kelayakan usaha (break even point, margin of safety, shut down point, dan payback period). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penerimaan usaha penyulingan minyak daun cengkeh di Desa Windujaya pada April sebesar Rp11.340.000 dan pada Mei sebesar Rp42.868.000. Sedangkan rata-rata pendapatan usaha penyulingan minyak daun cengkeh pada April sebesar –Rp1.556.503 dan pada Mei sebesar Rp8.671.812. Nilai negatif pada pendapatan menyebabkan kerugian yang disebabkan karena kualitas bahan baku yang digunakan kurang baik sehingga hasil minyak yang dihasilkan tidak terlalu banyak serta harga jual yang cukup rendah pada bulan tersebut. Salah satu dari tiga perajin, yaitu perajin I memiliki nilai profitabilitas paling tinggi pada bulan Mei sebesar 0,32 persen. Berdasarkan hasil analisis break even point, margin of safety, shut down point dan payback period, usaha penyulingan minyak daun cengkeh perjain I dan II layak untuk dilanjutkan. One of Indonesia's potential essential oils is clove leaf oil with the main raw material used is dried clove leaves that have fallen. Clove leaf oil business is seasonal because it really depends on the availability of raw materials. This study aims to: (1) Determine the income received by clove leaf oil refiners in Kedungbanteng District, Banyumas Regency; (2) Knowing the level of profitability obtained from the clove leaf oil refining business in the District of Kedungbanteng, Banyumas Regency; and (3) Knowing the feasibility of the clove leaf oil refining business in Kedungbanteng District, Banyumas Regency. The research design used is quantitative research and data collection using survey techniques. The research was conducted at three business places for clove leaf oil refining in Windujaya Village, Kedungbanteng District. Determination of respondents was carried out using the census method and obtained as many as three respondents. Data analysis methods used are the analysis of production costs, income statements, profitability, and business feasibility (break even point, margin of safety, shut down point, and payback period). The results showed the average revenue of clove leaf oil refining business in Windujaya Village in April was IDR 11,340,000 and in May it was IDR 42,868,000. While the average income of the clove leaf oil refining business in April was Rp. 1,556,503 and in May it was Rp8,671,812. The negative value on revenue causes losses due to the quality of raw materials used is not good so that the oil produced is not too much and the selling price is quite low during the month. One of the three crafters, namely craftsman I, had the highest profitability value in May of 0.32 percent. Based on the results of the break-even point analysis, the margin of safety, the shut down point and the payback period, the business of clove leaf oil refining in Perjain I and II is feasible to proceed.
2342726620H1G014041Inventarisasi Alat Tangkap Perikanan Berdasarkan Komposisi Jenis Dan Jumlah Tangkapan Ikan Di Sungai Donan, CilacapPenelitian ini berjudul “Inventarisasi Alat Tangkap Perikanan Berdasarkan Komposisi Jenis Dan Jumlah Tangkapan Ikan Di Sungai Donan, Cilacap”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui alat tangkap yang digunakan dan dan jumlah tangkapan ikan di Sungai Donan. Penelitian ini dilakukan di Sungai Donan, Cilacap pada bulan Agustus – September 2018. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dan wawancara serta dianalisis dengan Analisis seskripstif. Jumlah populasi nelayan sebesar 391 orang dan jumlah sampel nelayan berjumlah 58 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 6 jenis alat tangkap berupa cadug, pintur, jaring apong, jaring ciker, jaring kepiting dan wadong, dengan rincian alat tangkap cadug paling banyak menangkap ikan belanak (Mugil sp), pintur paling banyak menangkap rajungan (Portunidae), jaring apong paling banyak menangkap ikan kuniran (Upeneus moluccensis), jaring ciker paling banyak menangkap ikan kerapu(Epinephelus fuscoguttatus), jaring kepiting paling banyak menangkap rajungan (Portunidae), wadong paling banyak menangkap udang jerbung (Fenneropenaeus merguiensis). The research entitled “Inventarisasi Alat Tangkap Perikanan Sekitar Area Konservasi Mangrove Berdasarkan Komposisi Jenis dan Jumlah Tangkapan Ikan Di Sungai Donan, Cilacap”. This research was conducted to determine the fishing gear used and the amount of fish caught in Donan River. This research was conducted in Donan River, Cilacap in August - September 2018. This research was conducted by survey and interview methods and analyzed by descriptive analysis. The total population of fishermen is 391 people and the sample of fishermen is 58 people. The results of this research indicate that there are 6 types of fishing gear such as cadug, pintur, apong nets, ciker nets, crab nets and wadong, with details of cadug fishing gear that most catches belanak fish (Mugil sp), pintur catches the most crabs (Portunidae), apong nets catch the most kuniran fish (Upeneus moluccensis), ciker nets catch the most kerapu (Epinephelus fuscoguttatus), crab nets catch the most crabs (Portunidae), wadong catch the most shrimp (Fenneropenaeus merguiensis).
2342826621F1A014001Kejahatan Atas Nama Kehormatan (Representasi Budaya Patriarki dalam Novel Burned Alive)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kejahatan atas nama kehormatan yang merepresentasikan budaya patriarki dalam novel Burned Alive yang terdiri dari bentuk-bentuk ketidakadilan gender terhadap perempuan dalam novel, perjalanan Souad bertahan melawan kejahatan atas nama kehormatan dalam novel dan mendeskripsikan perbedaan sosio-kultural antara Palestina dan Swiss yan menjadi latar tempat novel Burned Alive. Metode analisis data yang digunakan adalah hermeneutik Heidegger. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat berbagai macam bentuk ketidakadilan gender dalam novel Burned Alive subordinasi, marginalisasi, stereotype, kekerasan dan double burden yang juga mengantarkan pada banyak dilakukan praktik pembunuhan terhadap perempuan yang melakukan penyimpangan mengatasnamakan kehormatan.

This article aims to describe crimes in the name of honor that represened patriarchy in Burned Alive novel which consists of gender injustice against women, Souad's journey to survive against crime in the name of honor and describe the socio-cultural differences between Palestine and Switzerland as the setting scene for the Burned Alive novel. The method of data analysis used Heidegger's hermeneutics. The results of this study indicate that there are various forms of gender injustice in the Burned Alive novel such as subordination, marginalization, stereotype, violence and double burden which also leads to the practice of killing many women who commit irregularities in the name of honor.

2342926622H1H013002Pengaruh Penambahan Ekstrak Rumput Laut Sargassum sp. Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)Ikan nila merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang banyak diminati oleh masyarakat terutama dalam usaha peningkatan gizi masyarakat di Indonesia. Pertumbuhan ikan akan optimum jika pakan yang diberikan memiliki nutrisi yang cukup. Ditambahkannya Sargassum sp. dalam pakan dapat meningkatkan kandungan gizi pakan, sehingga dapat meningkatkan laju pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak Sargassum sp. terhadap laju pertumbuhan dan sintasan ikan nila. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Dosis yang diberikan yaitu A (kontrol), B (penambahan Sargassum sp. 5 ml/kg pakan), C (penambahan Sargassum sp. 10 ml/kg pakan), D (penambahan Sargassum sp. 15 ml/kg pakan) yang diberikan selama 30 hari dengan setiap 10 hari dilakukan sampling. Hasil penelitian menunjukan penambahan ekstrak Sargassum sp. dalam pakan dengan dosis berbeda tidak berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan panjang harian, tetapi berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan mutlak, relatif dan laju pertumbuhan spesifik. Nilai laju pertumbuhan berat dan panjang mutlak yaitu berkisar 11,08-22,75 gr dan 0,32-1,34 cm. Nilai laju pertumbuhan berat dan panjang harian yaitu berkisar 0,37-0,76 gr/hari dan 0,01-0,04 cm/hari. Nilai laju pertumbuhan berat dan panjang relatif berkisar 15,17-35,07 % dan 1,90-8,65 %. Nilai laju pertumbuhan spesifik berkisar 0,47-1,00 % dan 0,06-0,28 %. Nilai sintasan yaitu berkisar 86,67-93,33 %. Kualitas air selama penelitian untuk suhu sebesar 25-310C, pH 7, DO 6,76 mg/L.Tilapia is a one of freshwater fish comodity that chosen by most people in Indonesia as the one of effort to increasing society nourishment. Extract of Sargassum sp that was supplemented in feed could incrreasing the nutrient content in the feed. The aims of this research were to knowing the effect of Sargassum extract for growth rate and survival rate of tilapia. The method that used was experimental with 4 treatments and 3 replicates. The treatments were A (kontrol), B ( supplemented 5 ml Sargassum extract/kg feed), C (supplemented 10 ml Sargassum extract/ kg feed), D (supplemented 15 ml Sargassum extract/ kg feed) that given throughout 30 days and the sampling conducted every 10 days. The result exhibited the increment of Sargassum extract in the feed did not showed signficantly different for daily lenght rate but existed significantly different in absolute growth, relative growth rate and specific growth rate. The amount of absolute growth and absolute lenght were 11,08-22,75 gr and 0,32-1,34 cm. The amount of relative growth and relative length were 15-17-35,07% and 1,90-8,65%. The amount of specific growth and specific length were 0,47-1,00% and 0,06-0,28%. The survival rate were exhibited about 86,67-93,33 %. Water quality parameters were exhibited temperature about 25-31ºC, pH 7 and DO 6,76 ppm.
2343025916K1A015025PEMBUATAN SALEP EKSTRAK DAUN MANGGA ARUMANIS (Mangifera indica L.) DENGAN MATRIKS KITOSAN TRIPOLIFOSFAT SEBAGAI ANTIBAKTERI Telah dilakukan sintesis ekstrak daun mangga arumanis (Mangifera indica L.) dengan matriks kitosan tripolifosfat yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan salep ekstrak daun mangga dengan matriks kitosan tripolifosfat, mengetahui karakteristik yang meliputi morfologi partikel serta untuk mengetahui formulasi dan karakterisasi sediaan salep antibakteri. Berdasarkan penelitian didapatkan morfologi ekstrak dengan kitosan tripolifosfat berbentuk agregat dengan tepi yang tidak rata. Uji antibakteri dilakukan terhadap bakteri P. acnes dan E. coli. Selanjutnya, formula yang memberikan aktivitas antibakteri paling besar dibuat sediaan salep dan dilakukan karakterisasi selama 16 hari. Formula C memberikan zona hambat paling besar yaitu pada P. acnes dan E. coli berturut-turut 7,94 mm dan 10,02 mm. Sediaan salep tersebut memiliki aktivitas terhadap bakteri P. acnes dan E. coli dengan terbentuknya zona hambat. Aktivitas sediaan salep pada hari ke 1 terhadap P. acnes yaitu sebesar 14,03 mm dan E. coli sebesar 14,24 mm, sedangkan aktivitas pada hari ke 16 pada P. acnes sebesar 9,33 mm dan E. coli sebesar 9,98 mm.The synthesis of arumanis mango leaf extract (Mangifera indica L.) has been carried out with chitosan tripolyphosphate matrix which has antibacterial activity. The aim of this study was to obtain mango leaf extract ointment with chitosan tripolyphosphate matrix, to find out the characteristics that included particle morphology and to determine the formulation and characterization of antibacterial ointment preparations. Based on the research, the morphology of the extract was obtained with aggregate chitosan tripolyphosphate with uneven edges. Antibacterial tests were carried out on P. acnes and E. coli bacteria. Furthermore, the formula that provides the greatest antibacterial activity was made of ointment and carried out characterization for 16 days. Formula C provides the largest inhibitory zone, namely P. acnes and E. coli, respectively 7.94 mm and 10.02 mm. The ointment has activity on the bacteria P. acnes and E. coli with the formation of inhibitory zones. Ointment activity on day 1 on P. acnes was 14.03 mm and E. coli was 14.24 mm, while activity on day 16 on P. acnes was 9.33 mm and E. coli was 9.98 mm
2343126626A1C114026Efisiensi Pemasaran Jahe Merah di Desa Penakir Kecamatan Pulosari Kabupaten PemalangTanaman obat yang ada di Indonesia sulit dihitung jumlahnya. Banyak tanaman obat yang ada di dunia, sebagian besar termasuk famili Zingiberaceae. Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) di Desa Penakir adalah komoditas unggulan, kegiatan pemasarannya melibatkan banyak lembaga pemasaran dan sebagian besar petani cenderung memasarkan hasil produksi ke pengepul sehingga menyebabkan panjangnya saluran pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghitung marjin pemasaran pada setiap saluran pemasaran, 2) menghitung besarnya bagian harga yang diterima petani (farmer’s share), 3) mengihitung indeks efisiensi teknis dan indeks ekonomis saluran pemasaran jahe merah di Desa Penakir.
Penelitian dilaksanakan di Desa Penakir Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang pada Bulan Desember 2018 sampai April 2019. Metode yang digunakan untuk mengambil responden petani adalah simple random sampling diperoleh sebanyak 41 orang responden dan untuk lembaga pemasaran ditentukan dengan metode snowball sampling yang terdiri dari 9 lembaga pemasaran.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) terdapat empat saluran pemasaran yang terbentuk, 2) marjin pemasaran terkecil yaitu saluran pemasaran III sebesar Rp1.000/Kg, 3) farmer’s share terbesar yaitu saluran pemasaran III sebesar 86,3%, 4) biaya pemasaran terkecil yaitu saluran pemasaran III sebesar Rp695/Kg dan persentase keuntungan terbesar yaitu saluran pemasaran II sebesar 84%, 5) saluran pemasaran III yang paling efisien berdasarkan indeks efisiensi teknis sebesar 2,8 dan saluran pemasaran II merupakan yang paling efisien berdasarkan indeks efisiensi ekonomis sebesar 5,2.
Kata Kunci : Jahe Merah, Saluran Pemasaran, Efisiensi Pemasaran.
Medicinal plants in Indonesia are difficult to count in number. Many medicinal plants, most of them included in the Zingiberaceae family. Red ginger (Zingiber officinale Roscoe) in Penakir Village is a superior commodity, its marketing activities involve many marketing institutions and most farmers tend to market their products to collectors, caused the lenght of the marketing channel. This study aims to 1) calculate the marketing margin at each marketing channel, 2) calculate the share of the price received by farmers (farmer’s share), 3) analyze the technical and economic efficiency of the red ginger marketing channel in Penakir Village.
The study was conducted in the Penakir Village, Pulosari Subdistrict, Pemalang Regency in December 2018 to April 2019. The method used to retrieve farmer respondents was simple random sampling obtained by 41 respondents and for marketing institutions determined by the snowball sampling method consisting of 9 marketing institutions.
The results of this study indicate that there are 1) four marketing channels formed, 2) the smallest marketing margin, namely the marketing channel III of Rp1,000 / Kg, 3) the largest farmer's share, marketing channel III of 86.3%, 4) the smallest marketing costs i.e. marketing channel III of 70% and the biggest profit percentage is marketing channel II of 84%, 5) marketing channel III is the most efficient marketing channel based on technical efficiency index at 2.8 and marketing channel II is the most efficient channel based on efficiency index economical at 5.2.
Keywords: Red Ginger, Marketing Channels, marketing Efficieny.
2343226623C1B013097PENGARUH HARGA, PRODUCT QUALITY, DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE SAMSUNG DENGAN BRAND IMAGE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA MAHASISWA S1 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh harga, product quality, dan promosi terhadap keputusan pembelian dengan brand image sebagai variabel mediasi. Penelitian ini dilaksanakan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Populasi yang digunakan pada penelitian ini merupakan mahasiswa jurusan Manajemen, IESP, dan Akuntansi yang menggunakan atau pernah menggunakan smartphone merek Samsung. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 105 orang dengan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini mengunakan metode observasi dan metode kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan uji sobel dengan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa harga, product quality, promosi, dan brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Selain itu, penelitian ini juga membuktikan bahwa brand image mampu memediasi pengaruh antara harga, product quality, dan promosi terhadap keputusan pembelian secara positif dan signifikan. Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh tidak langsung antara variabel brand image dengan variabel harga, product quality, dan promosi terhadap keputusan pembelian smartphone merek Samsung.This research aims to find out of the influence of price, product quality, and promotion against the purchase decision through the brand image as mediation variable. This study held on The Faculty of Economic and Business Jenderal Soedirman University. The population used in this study is the students who majors management, economic development study, and accountancy which using or ever use the Samsung smartphone. Samples used in this study number 105 people with purposive sampling method. The data collection on this research using the observation and questionnaires methods. The data analysis using multiple linear regression and the Sobel test with SPSS program. The result of this research shows that price, product quality, promotion and brand image influential positive and significant against the purchase decision. In addition, this research also proves that brand image was able to mediate influence between price, product quality, and promotion against the purchase decision with positive and significantly. The conclusions of this study is there are indirect influence between brand image variable with price, product quality, and promotion variables against the purchase decision of Samsung smartphone.
2343326624E2B017050PENERAPAN DAN AKIBAT HUKUM PENGATURAN BENTUK SURAT KUASA MEMBEBANKAN HAK TANGGUNGAN (SKMHT)
YANG DIBUAT DIHADAPAN NOTARIS
DI KABUPATEN BANYUMAS
Bentuk Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) yang dibuat dengan akta notaris diatur dalam Pasal 96 ayat (1) Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 8 tahun 2012 dan Pasal 38 Undang-Undang Jabatan Notaris Nomor 2 tahun 2014.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai pengaturan bentuk SKMHT yang dibuat di hadapan notaris dan untuk menganalisis penerapan serta akibat hukum pengaturan bentuk SKMHT yang dibuat di hadapan notaris di Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian secara yuridis normatif dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach).
Hasil Penelitian yang diperoleh adalah bahwa bentuk SKMHT dengan akta notaris yang tepat adalah sebagaimana diatur dalam Pasal 38 UUJN nomor 2 tahun 2014. Pelanggaran ketentuan tersebut menyebabkan akta notaris terdegradasi sebagai akta di bawah tangan (Pasal 41 UUJN Nomor 2 tahun 2014) dan berakibat hukum tidak terpenuhinya asas publisitas, Hak Tanggungan pun tidak akan lahir sehingga kreditur tidak mempunyai kedudukan yang diutamakan atau didahulukan kepada pemegangnya (droit de preference).
The form of a Power of Attorney Imposing Mortgage Rights (SKMHT) made with a notarial deed is regulated in Article 96 paragraph (1) of the Regulation of the Head of the National Land Agency Number 8 of 2012 and Article 38 of Notary Position Law Number 2 of 2014.
This study aims to analyze the arrangement of SKMHT forms made before a notary public and to analyze the application and legal consequences of regulating the SKMHT form made before a notary in Banyumas Regency.
This study uses a normative juridical research method with a statutory approach and a conceptual approach.
Research results obtained are that the form of SKMHT with an appropriate notary deed is as regulated in Article 38 UUJN number 2 of 2014. Violations of these provisions cause the notary deed to be degraded as a deed under the hand (Article 41 UUJN Number 2 of 2014) and the result is the law does not fulfillment of the principle of publicity, the Mortgage will not be born so that the creditor does not have a position that takes precedence or precedence to the holder (droit de preference).
2343426625H1B012020PENYELESAIAN NUMERIK MODEL VON BERTALANFFY
PADA PERTUMBUHAN UDANG GALAH
Pertumbuhan makhluk hidup dapat direpresentasikan dengan model pertumbuhan, salah satunya model Von Bertalanffy. Model pertumbuhan Von Bertalanffy merupakan persamaan diferensial orde satu yang dapat diselesaikan secara eksak dan numerik. Dalam penelitian ini, model Von Bertalanffy akan diselesaikan secara numerik dengan menggunakan Metode Transformasi Diferensial (MTD), Metode Euler, dan Metode Runge-Kutta. Aplikasi model pada Metode Transformasi Diferensial menunjukkan bahwa nilai error relatif yang diperoleh bergantung pada besarnya nilai pemotongan yang diambil. Semakin kecil nilai pemotongan yang diambil, maka akan semakin baik rata-rata error relatif yang diperoleh. Berdasarkan hasil solusi yang diperoleh pada penelitian ini, MTD memiliki hasil solusi yang lebih baik jika dibandingkan dengan metode Euler dan metode Runge-Kutta.Growth of organism can be represented by growth models, one of them is Von Bertalanffy's model. Von Bertalanffy's growth model is a first order differential equation that can be solved not only exactly but also can be solved numerically. In this study, the Von Bertalanffy model will be solved numerically using the Differential Transformation (MTD) Method, Euler Method, and Runge-Kutta Method. The application model shows that the relative error values are obtained depend on the truncation term. The smaller truncation term is taken, the better average of relative error truncation term is obtained. Based on the result from this case, MTD is better than Euler methods, and Runge-Kutta methods.
2343526948H1L013055Rancang Bangun Aplikasi Back Order Berbasis Web Studi Kasus UD. Seifuku Eikoo UmaDalam sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Marketing dan penjualan, tentu setiap harinya dipenuhi dengan ratusan order dari berbagai Customer. Sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk berupaya memenuhi semua order Customer yang ada demi alasan kepuasan Customer. Namun sering kali, banyaknya jumlah order item bertolak belakang dengan kemampuan perusahaan dalam pengadaan barang. Sering pihak perusahaan kewalahan dalam memenuhi semua permintaan Customer yang masuk. Jadi misalnya dari 20 item yang di-order, dan hanya bisa memenuhi permintaan 15 item, kemudian sisanya masuk ke dalam sebuah daftar item pending yang disebut Back Order. Maka dari itu, pada penelitian ini dibuatlah sebuah aplikasi pencarian Back Order berbasis web untuk membantu perusahaan UD. Seifuku Eikoo Uma dalam menangani semua informasi Back Order yang ada. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian eksperimental, dimana teknik wawancara dan observasi secara langsung dilakukan. Penelitian inipun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan laravel untuk server side
scripting-nya, dan jQuery serta Ajax sebagai client side scripting-nya.
In a company engaged in marketing and sales, every day is filled with hundreds of orders from various customers. It is the company's obligation to try to fulfill all existing customer orders for reasons of customer satisfaction. But often, the number of order items contradicts the company's ability to procure goods. Often the company is overwhelmed in fulfilling all customer requests that enter. So for example, of the 20 items ordered, and can only fulfill the request for 15 items, then the rest goes into a pending item list called Back Order. Therefore, a web-based Back Order search application was created to help the company UD. Seifuku Eikoo Uma in handling all existing Back Order information. This research was conducted using experimental research methods, where interview techniques and direct observation were carried out. This research uses PHP and Laravel programming languages for server side scripting, and jQuery and Ajax as the client side scripting
2343629060C1H016007The Effect of Beauty Vlogger Credibility on Brand Trust Towards Purchase Intention (Study on Tasya Farasya’s Review of Focallure)Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kredibilitas vlogger kecantikan dengan kredibilitas sumber dan kemampuan persuasif yang dimiliki Tasya Farasya sebagai vlogger kecantikan di YouTube, yang membuat video ulasan produk Focallure yang memengaruhi kepercayaan merek terhadap niat pembelian. Berdasarkan masalah di atas, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis indikator kredibilitas sumber (keahlian, daya tarik, dan kepercayaan), kemampuan persuasif, kepercayaan merek, dan niat beli. Metode yang digunakan adalah metode survei lapangan dengan teknik purposive sampling untuk pemilihan sampel. Ukuran sampel dari penelitian ini adalah 116, dari mahasiswa perempuan di Unsoed yang mengetahui Tasya Farasya dan sudah menonton video ulasan Tasya Farasya tentang Focallure. Analisis regresi digunakan sebagai alat analisis untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian ini, dengan menggunakan nilai t-statistik analisis regresi dapat disimpulkan bahwa: 1) keahlian sumber tidak berpengaruh kepercayaan merek dengan nilai t-statistik 0,551, 2) daya tarik sumber berpengaruh terhadap merek kepercayaan dengan nilai t-statistik sebesar -0,005, 3) kepercayaan sumber sumber berpengaruh positif terhadap kepercayaan merek dengan nilai statistik t sebesar 2570, 4) kemampuan persuasif tidak berpengaruh pada merek trus dengan nilai statistik t -0,378, 5) merek kepercayaan berpengaruh positif terhadap niat beli dengan nilai t-statistik sebesar 4,180.This research is aimed to test the effect of beauty vlogger credibility with source credibility and persuasive capability of Tasya Farasya as beauty vlogger in YouTube, who creates a review video of Focallure products affecting on brand trust towards purchase intention. Based on the problem above, this research was conducted to analyze source credibility indicator (expertise, attractiveness, and trustworthiness), persuasive capability brand trust and purchase intention. The method employed is field survey method with purposive sampling technique for sample selection. The sample size of this research is 116, from female collage student in Unsoed who know Tasya Farasya and already watch Tasya Farasya video Review of Focallure beauty product. The regression analysis is used as analytical tools to analyze the data. Based on the result of this research, by using the value of t-statistic of regression analysis it can be concluded that: 1) source expertise has no effect brand trust with t-statistic value of 0.551, 2) source attractiveness has effect on brand trust with t-statistic value of -0.005, 3) source trustworthiness has positive effect on brand trust with t-statistic value of 2570, 4) persuasive capability has no effect on brand trus with t-statistic value of -0.378, 5) brand trust has positive effect on purchase intention with t-statistic value of 4.180.
2343726627A1C014043EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KARTU TANI UNTUK PEMBELIAN PUPUK BERSUBSIDI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS Kartu tani adalah alat yang digunakan secara khusus untuk membaca alokasi pupuk bersubsidi dan transaksi pembayaran pupuk bersubsidi dengan menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang ditempatkan di pengecer pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Pemilik dan Pengguna Kartu Tani, (2) Mengetahui Efektivitas Penggunaan Kartu Tani untuk Pembelian Pupuk Bersubsidi, dan (3) Mengetahui Pengaruh Harga Pupuk Bersubsidi yang dibeli dengan menggunakan Kartu Tani terhadap Pendapatan Petani di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 2019 sampai 24 April 2019 dengan sasaran penelitian adalah petani pemilik Kartu Tani. Pemilihan lokasi penelitian ditetapkan secara sengaja atau purposive. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Metode Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang petani penerima dan pengguna Kartu Tani. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode observasi langsung.
Analisis data yang digunakan adalah Analisis deskriptif, Asas enam tepat (tepat jumlah, harga, jenis, tempat, waktu dan mutu), Analisis Biaya dan Pendapatan, serta Paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan karakteristik sosial ekonomi petani, rata-rata berumur 59 tahun, pendidikan sekolah dasar paling banyak dengan persentase 46,875 persen, memiliki tanggungan keluarga petani responden yaitu kurang dari 3 orang dengan persentase 56,25 persen, dan pengalaman berusahatani antara 31 sampai 40 tahun dengan persentase 31,25 persen, serta luas lahan yang diusahakan yaitu kurang dari 0,66 hektar. Pada Indikator enam tepat menunjukkan sudah efektif khususnya untuk tepat harga, tepat waktu dan tepat mutu/kualitas, sedangkan indikator untuk tepat jumlah, tepat jenis dan tepat tempat belum dapat dikategorikan efektif dan untuk Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,410 lebih besar dari nilai probabilitas 0,05 artinya tidak ada perbedaan pendapatan antara penggunaan pupuk nonsubsidi dengan penggunaan pupuk bersubsidi.
Farmer cards are a tool used specifically to read subsidized fertilizer allocations and subsidized fertilizer payment transactions using an Electronic Data Capture (EDC) machine placed at a fertilizer retailer. This study aims to: (1) Know the Socio-Economic Characteristics of Farmers Owning and Using Farmers 'Cards, (2) Knowing the Effectiveness of Using Farmers' Cards to Purchase Subsidized Fertilizers, and (3) Knowing the Effect of Prices of Subsidized Fertilizers purchased using Farmers 'Cards to Farmers' Income in Karanglewas District, Banyumas Regency. The study was conducted on 27 February 2019 to 24 April 2019 with the aim of the research being the farmers who owned the Kartu Tani. The selection of research sites is determined intentionally or purposive. The sampling method used is the Stratified Random Sampling Method with a total sample of 32 recipient farmers and Tani Card users. The research method used is the direct observation method.
Analysis of the data used is descriptive analysis, six principles (exact amount, price, type, place, time and quality), Cost and Revenue Analysis, and Paired sample t-test. The results showed based on the socio-economic characteristics of farmers, average age 59 years, primary school education at the most with a percentage of 46.875 percent, having dependents of the respondent farmer's family that is less than 3 people with a percentage of 56.25 percent, and experience of doing business between 31 to 40 year with a percentage of 31.25 percent, and the area of land cultivated is less than 0.66 hectares. The six indicators show that the right is effective, especially for the right price, right time and right quality / quality, while the indicators for the right amount, right type and right place can not be categorized as effective and for the analysis results show that the significance value of 0.410 is greater than the probability value 0.05 means that there is no income difference between the use of non-subsidized fertilizer and the use of subsidized fertilizer.
2343826628A1C014030KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI TUMPANGSARI HUTAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PESANGGEM
(Studi Kasus RPH Kubangkangkung, BKPH Kawunganten, KPH Banyumas Barat)
Masyarakat desa hutan merupakan masyarakat yang tinggal disekitar hutan. Permasalahan yang dihadapi masyarakat desa hutan adalah rendahnya pendapatan masyarakat. Oleh karena itu pemerintah bersama Perum Perhutani membuat suatu kebijakan dalam peningkatan pendapatan masyarakat yaitu melalui Program Pengelolan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Program tersebut melibatkan masyarakat untuk mengelola dan menggarap lahan hutan dengan model pola tumpangsari dengan tanaman pokok jati yang ditanam pada tahun tahun 2003. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) Profil pesanggem, 2) pola tanam tumpangsari hutan, 3) besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pesanggem, dan 4) besarnya kontribusi kegiatan tumpangsari hutan terhadap pendapatan rumah tangga pesanggem.
Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) yaitu petak 85g di RPH Kubangkangkung, BKPH Kawunganten, KPH Banyumas Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 sampai dengan Februari 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode pengambilan sampel yaitu sensus sebanyak 35 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan kuantitatif yang berupa analisis biaya dan pendapatan serta analisis kontribusi pendapatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pesanggem merupakan petani yang menggarap lahan hutan milik Perum Perhutani. Usia pesanggem berkisar antara 32-72 tahun dengan rata-rata tingkat pendidikan setara SD. Rata-rata jumlah tanggungan keluarga 2 orang dengan rata-rata luas lahan 0,1 sampai dengan 0,5 ha. Rata ratapesanggem berusahatani selama 10 tahun dan bergantung pada pekerjaan on farm, off farm dan non farm untuk memenuhi kebutuhan hidup. 2) Pola tanam tumpangsari hutan yang diterapkan terdiri dari 5 pola tanam yaitu pola tanam I: jagung-kacang tanah-pisang, pola tanam II: padi-jagung-pisang, pola tanam III: jagung-kacang tanah-ubi kayu-serai, pola tanam IV: padi-jagung-pisang-jahe, pola tanam V: jagung-padi-jahe-ubi kayu-pisang, 3) Rata-rata pendapatan per luasan lahan pada periode tanam Oktober 2017 sampai dengan Oktober 2018 untuk masing-masing pola tanam sebesar Rp 5.717.487; Rp 12.389.217; Rp 11.194.417; Rp 27.153.077; Rp 29.514.378, dan 4) Kontribusi tumpangsari hutan terhadap pendapatan rumah tangga pada masing-masing pola tanam sebesar 11,82 persen; 45,23 persen; 33,73 persen; 51,87 persen; 100 persen.
orest village community is a community that lives around the forest. The problem faced by forest village communities is the low income of the community. Therefore the government together with Perum Perhutani make a policy in increasing community income through the Joint Community Forest Management Program (PHBM). The program involved the community to manage and work on forest land with a model of intercropping pattern with teak staple plants that were planted in 2003. This study aims to find out: 1) Peasant profile, 2) forest intercropping cropping pattern, 3) the amount of costs, revenues and peasant.
The research location was chosen purposively, namely the 85g plot in the Kubangkangkung RPH, BKPH Kawunganten, KPH West Banyumas. This research was conducted in December 2018 until February 2019. The research method used was a survey. The sampling method is a census of 35 people. Analysis of the data used is descriptive and quantitative analysis in the form of cost and revenue analysis and revenue contribution analysis.
The results showed that 1) Peasant is a farmer working on forest land owned by Perum Perhutani. The age of peasant ranges from 32-72 years with an average level of education equivalent to elementary school. The average number of dependents is 2 families with an average land area of 0 to 0.5 ha. Average rate of business for 10 years and depend on work on farm, off farm and non farm to meet the needs of life. 2) Forest intercropping cropping pattern applied consists of 5 cropping patterns, namely cropping pattern I: corn-peanut-banana, cropping pattern II: rice-corn-banana, cropping pattern III: corn-peanut-cassava-lemongrass, pattern planting IV: rice-corn-banana-ginger, cropping pattern V: corn-rice-ginger-cassava-banana, 3) Average income per land area in the planting period October 2017 to October 2018 for each cropping pattern in the amount of Rp. 5,717,487; Rp. 12,389,217; Rp. 11,194,417; Rp.27,153,077; Rp. 29,514,378, and 4) Contribution of forest intercropping to household income in each cropping pattern was 11.82 percent; 45.23 percent; 33.73 percent; 51.87 percent; 100 percent.
2343926629C1B012117PENGARUH SOFT SKILL DAN HARD SKILL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN PELATIHAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
(Studi pada Karyawan BPR BKK Purwokerto)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh soft skill maupun hard skill terhadap pelatihan kerja, untuk mengetahui pengaruh soft skill, hard skill maupun pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan, serta untuk mengetahui pengaruh pelatihan kerja dalam memediasi hubungan antara soft skill maupun hard skill dengan kinerja karyawan. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan metode survei pada karyawan BPR BKK Purwokerto. Berdasarkan rumus Slovin, maka ukuran sampel ditentukan sebanyak 42 responden dengan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Selanjutnya, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi variabel mediasi dengan metode product of coefficient. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hard skill mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pelatihan kerja, sedangkan soft skill tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pelatihan kerja, soft skill, hard skill maupun pelatihan kerja mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan pelatihan kerja memediasi pengaruh hard skill terhadap kinerja karyawan, namun pelatihan kerja tidak memediasi pengaruh soft skill terhadap kinerja karyawan. Mengacu pada kesimpulan tersebut, maka dapat diimplikasikan bahwa sebagai upaya untuk terus meningkatkan keberhasilan program pelatihan kerja bagi karyawan, pihak manajemen BPR BKK Purwokerto perlu memprioritaskan kebijakan yang terkait dengan peningkatan hard skill dari para karyawan. Selanjutnya, sebagai upaya untuk terus meningkatkan kinerja para karyawan, pihak manajemen BPR BKK Purwokerto perlu memperhatikan berbagai kebijakan yang terkait dengan soft skill, hard skill dan program pelatihan kerja bagi karyawan. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan mendorong para karyawan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, membiasakan diri karyawan untuk selalu berpikir positif dan meningkatkan kemampuan karyawan dalam mengendalikan emosi diri, meningkatkan kemampuan teknis kerja dari para karyawan, menempatkan karyawan pada bidang tugas yang sesuai dengan skill yang dimiliki, serta terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil kerja para karyawan yang didukung dengan tingkat pendidikan formal yang memadai dan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi


This research was entitled “THE EFFECT OF SOFT SKILL AND HARD SKILL ON EMPLOYEES’ PERFORMANCE WITH JOB TRAINING AS MEDIATOR VARIABLE (Study on Employees of BPR BKK Purwokerto)”. The aims of this research were to find out the effect of soft skill as well as hard skill on job training, to find out the effect of soft skill, hard skill as well as job training on employees’ job performance, and so to find out the mediating role of job training on the causal relationship between soft skill as well as hard skill and employees’ job performance. Type of this research was case study by using survey method toward employees of BPR BKK Purwokerto. Based on the result of Slovin formula, sample size was determined of 42 respondents with sampling method uses purposive sampling. Furthermore, technique of data analysis within study uses regression of mediating variable with product of coefficient method.
Based on the result of regression analysis, it can be concluded that hard skill has a positive and significant effect on job training, while soft skill has no significant effect on job training, soft skill, hard skill as well as job training has a positive and significant effect on employees’ job performance, and job training mediates the causal relationship between hard skill and employees’ job performance, but job training no mediates the causal relationship between soft skill and employees’ job performance. Referred to these conclusions, it can be implied that as an effort to continuously improve the success of job training programs for employees, management of BPR BKK Purwokerto needs to prioritize the various policies related to increase the hard skills of employees. Furthermore, as an effort to continuously improve the employees’ job performance, management of BPR BKK Purwokerto needs to pay attention the various policies about soft skills, hard skills and job training programs for employees. The ways could be done by encouraging employees to improve their ability to think creatively, familiarize themselves employees to always think positively, and improve employees’ ability to control their emotions, improve the employees’ technical ability of the work, place employees in the field of tasks in accordance with their skills and continue to strive to improve the work quality and quantity of employees which is supported by an adequate level of formal education and training programs in accordance with the organizational needs.
2344026630I1A015117Efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah Berdasarkan Parameter COD, BOD, dan TSS di Rumah Sakit Budi Lestari BekasiLatar Belakang : Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara biologis sesuai untuk pengelolaan air limbah rumah sakit dengan proses biofilter anaerob-aerob dapat menurunkan konsentrasi COD, BOD, serta TSS dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dalam menurunkan kandungan COD, BOD, TSS pada limbah Rumah Sakit Budi Lestari Bekasi
Metode : Desain penelitian ini adalah observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 17 sampel pada bak inlet dan 17 sampel pada bak outlet. Pengambilan sampel limbah cair dilakukan dengan teknik time series. Analisis data yang dilakukan adalah analisis dengan uji Kolmogrov-Smirnov, uji Dependent T-Test . Jika data tidak berdistribusi normal, uji Wilcoxon Sign Test, serta uji One Sample T-Test untuk membandingkan dengan standar baku mutu
Hasil : Tidak ada perbedaan rata-rata kandungan TSS sebelum dan sesudah penggunaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kandungan BOD dan TSS sesudah penggunaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai dengan baku mutu berdasarkan Permen LH No. 5 Tahun 2014.
Simpulan : Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tidak efektif dalam menurunkan kandungan COD dengan persentase 11%, BOD dengan persentase 12%, dan TSS sebesar 32,55%.
Saran : Pihak Rumah Sakit melakukan penanganan yang lebih baik lagi pada proses sedimentasi, filtrasi dan klorinasi.
Background: Waste Water Treatment Plant (WWTP) is biologically appropriate for the management of hospital wastewater with anaerobic-aerobic biofilter process can reduce the concentration of COD, BOD, and TSS well. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of Waste Water Treatment Plant (WWTP) in reducing the content of COD, BOD, TSS in waste Budi Lestari Hospital Bekasi.
Methods: The design of this study was quantitative observational analytic with cross sectional approach. The research sample consisted of 17 samples in the inlet tub and 17 samples in the outlet tub. Sampling of wastewater is done by time series technique. Data analysis carried out was an analysis using the Kolmogrov-Smirnov test, the Dependent T-Test. If the data is not normally distributed, the Wilcoxon Sign Test, and the One Sample T-Test to compare with the quality standard
Results: There was no difference in the average TSS content before and after the use of Waste Water Treatment Plant (WWTP). The content of BOD and TSS after using IPAL is in accordance with the quality standard based on Permen LH No. 5 of 2014.
Conclusion: Waste Water Treatment Plant (WWTP) is not effective in reducing the COD content by 11%, BOD at 12%, and TSS by 32.55%.
Suggestion: The hospital takes better care of the sedimentation, filtration and chlorinization processes.