Artikelilmiahs

Menampilkan 23.401-23.420 dari 51.900 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2340126606F1B015051Kinerja Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyumas dalam Penanganan Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT).Keberadaan PGOT dianggap sebagai perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, ajaran agama, adat-istiadat, dan mengganggu keindahan serta ketertiban umum. Masalah tersebut tidak dapat dibiarkan begitu saja oleh Pemerintah Daerah khususnya dalam hal ini Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyumas. Menurut Peraturan Bupati Kabupaten Banyumas Nomor 67 Tahun 2018 tentang kedudukan susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja dinas sosial pemberdayaan masyarakat dan desa bahwa Dinas Sosial merupakan salah satu pihak yang ikut serta dalam penanganan PGOT. Dan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana Kinerja Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyumas dalam penanganan pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT). Peneitian ini merujuk pada teori pengukuran kinerja menurut Agus Dwiyanto. Hasil penelitian menunjukkan Kinerja Dinsospermades dalam penanganan PGOT di Kabupaten Banyumas termasuk baik dilihat dari 5 (lima) indikator yaitu; 1) Produktivitas Dinsospermades Kabupaten Banyumas sudah mampu memberikan penanganan kepada PGOT, 2) Kualitas Pelayanan dapat dilihat dari adanya rumah singgah, pendampingan pengantaran pulang, kerjasama antara instansi lain, pengecekan kesehatan dan mengadakan pelatihan keterampilan, 3) Responsivitas Dinsospermades dengan adanya lapak aduan untuk menampung keluhan, 4) Responsibilitas dalam penanganan PGOT yaitu dengan adanya pedoman berupa Perda Kabupaten Banyumas No. 16 Tahun 2015 tentang Penyakit Masyarakat, 5) Akuntabilitas dibuktikan dengan adanya pembuatan laporan pada setiap kegiatan dan setiap akhir tahun. Namun masih terdapat kendala dalam penanganan PGOT yaitu sulitnya mengubah pola pikir/mindset PGOT untuk tidak menjadikan mengemis sebagai pekejaan.
The existence of PGOT is considered as an act that is contrary to laws and regulations, religious teachings, customs, and disturbs the beauty and public order. The problem cannot be left alone by the Regional Government, especially in this case the Social Service, Community Empowerment and Village District of Banyumas. According to the Banyumas Regency Regulations Number 67 Year 2018 regarding the position of the organizational structure, duties and functions as well as the work procedures of the social service community and village empowerment that the Social Service is one of the parties participating in the handling of PGOT. And what was studied in this study was how the Social Service Office of the Community Empowerment and the Village of Banyumas Regency in handling beggars, homeless people and displaced people (PGOT). This research refers to the theory of performance measurement according to Agus Dwiyanto. The results showed that the performance of Dinsospermades in handling PGOT in Banyumas Regency was considered good in terms of 5 (five) indicators namely; 1) Productivity of Dinsospermades of Banyumas Regency has been able to provide treatment to PGOT, 2) Service Quality can be seen from the presence of halfway houses, escort assistance, cooperation between other agencies, health checks and conducting skills training, 3) Responsibility of Dinsospermades with presence of complaints booths to accommodate complaints, 4) Responsibility in the handling of PGOT is the existence of guidelines in the form of Banyumas Regency Regulation No. 16 of 2015 concerning Community Diseases, 5) Accountability is proven by making reports on each activity and at the end of each year. But there are still obstacles in handling PGOT that is the difficulty of changing the mindset / mindset of PGOT not to make begging as a job.
2340226597F1I012050UPAYA TIONGKOK MENJADI SUPER POWER BARU MELALUI BELT AND ROAD INITIATIVE (BRI)Penelitian yang berjudul “Upaya Tiongkok Menjadi Super Power Baru Melalui Belt and Road Initiative (BRI)” akan membahas dan menganalisis bagaimana upaya Tiongkok dalam menjadi negara super power baru di Asia. Dalam penelitian ini akan dijelaskan mengenai latar belakang berdirinya BRI sebagai sebuah gagasan baru dari Tiongkok untuk menghubungkan negara-negara yang berada di Asia, Eropa dan Afrika. Tiongkok menjadi penggagas adanya BRI dimulai pada tahun 2013 pada saat itu dikenal dengan One Belt One Road (OBOR) yang kemudian berganti nama menjadi Belt and Road Initiative (BRI). Di dalam BRI dikenal dua istilah utama yang merujuk pada proyek infrastruktur yang dibangun oleh Tiongkok melalui jalur darat dan juga laut yang kemudian dikenal dengan Maritime Silk Road Initiative (MSRI) dan Silk Road Economic Belt (SREB).This research entitled “China’s Efforts to Become a New Super Power through the Belt and Road Initiative (BRI)” will discuss and analyse how China’s efforts to become a new super power country in Asia. This research will explain the background of the establishment of BRI as a new idea from China to connect countries in Asia, Europe and Africa. China became the initiator of the existence of BRI starting in 2013 at that time known as One Belt One Road (OBOR) which later changed its name to Belt and Road Initiative (BRI). In BRI there are two main terms that refer to infrastructure projects developed by China by land and sea, which became known as the Maritime Silk Road Initiative (MSRI) and the Silk Road Economic Belt (SREB).
2340326598F1C012084Konsep Diri Karyawan Yang Bertato Di Distro Dreamfields, Struggle, Hop Di PurwokertoABSTRAK

Universitas Negeri Jenderal Soedirman
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jurusan Ilmu Komunikasi
A i s
F1C012084
Konsep Diri Karyawan yang Bertato di Distro Dreamfields, Struggle, Hop di Purwokerto

Penelitian ini adalah penelitian mengenai bagaimana terbentuknya konsep diri karyawan distro yang bertato di Distro Dreamfields, Struggle, dan Hop di Purwokerto. Budaya tato saat ini sudah menjadi tren bagi para anak muda. Tato dianggap sebagai gaya hidup. Tato bisa dibilang sebagai sebuah keharusan bagi kalangan anak muda urban saat ini. Eksistensi dan pengakuan oleh orang di sekitar mereka adalah beberapa alasan mengapa mereka melakukan hal yang jauh dari kata wajar dalam pandangan masyarakat Indonesia yang menganut paham ketimuran. Termasuk dalam hal tato. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep diri karyawan di distro Dreamfields, Struggle, Hop di Purwokerto dalam memakai tato. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Penelitian deskriptif memberikan gambaran secermat mungkin mengenai individu, keadaan, gejala ataupun kelompok tertentu.
Hasil dari penelitian ini adalah ketiga informan yang penulis jadikan narasumber pada penelitian ini, yaitu informan Abi yang bekerja di Distro Dreamfields, informan Ega yang bekerja di Distro Struggle, dan informan Sandi yang bekerja di Distro Hop memiliki konsep diri yang positif. Perlakuan lingkungan pada awal kemunculan ketiga informan ketika terjun dalam dunia seni tato memang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Keputusan untuk membuat tato yang dilakukan secara sepihak sempat membuat ketiga informan penulis ini memiliki konflik terutama dengan lingkungan keluarga mereka. Namun dengan seiring berjalannya waktu juga, dengan cara ketiga informan dalam mengambil sikap membuat hal tersebut lambat laun hanya menjadi angin lalu belaka. Mereka mengganggap hal tersebut sebagai proses pencarian jati diri yang tidak selamanya berjalan seperti yang mereka harapkan.

Kata Kunci: Tato, Distro, Konsep Diri
ABSTRACT

Universitas Negeri Jenderal Soedirman
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jurusan Ilmu Komunikasi
A i s
F1C012084

Self-Concept of Tattooed Employee in Distribution Store Dreamfields, Struggle, Hop in Purwokerto

The purpose of this research is to understand how self-concept created in tattooed employee in Dreamfields, Struggle, and Hop distribution store in Purwokerto. Tattoo culture is becoming a trend in fellow youngster recently. Tattoo has become a culture and it becomes a must in today’s urban society. Existential recognition from people around them becomes the reason why they did things stray from major Indonesian stereotype about morality, including tattoo. This research using qualitative method. Qualitative method is descriptive research method and tend to use analysis. Descriptive research give an detailed overview on individual, situation, indication or certain group.
The results of this research is that three informants, Abi from Dreamfields Distro, Ega from Struggle Distro, and Sandi from Hop Distro have positive self-concept. In the beginning of their career, they didn’t get what they expected. Their decision to tattooed theirself is by their consent but they must struggling with their family and neighborhood. However, as time goes by, with their attitude and treatment they become accapted in society. They figured out their identity and it was not as they expected.

Keyword: Tattoo, Distro, Self-Concept
2340426599F1C012076Strategi Komunikasi Pemasaran Melalui Instagram Guna Meningkatkan Jumlah Konsumen
(Kasus Online Shop Super Sneakers)
Seiring dengan berkembangnya teknologi, masyarakat yang tadinya berjualan secara konvensional, kini mulai merambah social media, terutama Instagram. Hal ini memicu para kaula muda untuk menerapkan strategi komunikasi pemasaran mereka melalui Instagram. Salah satunya adalah onlineshop SuperSneakers. Berkaitan dengan hal ini, penelitian berjudul “Stratetgi Komunikasi Pemasaran Melalui Instagram Guna Meningkatkan Jumlah Konsumen (Kasus Onlineshop SuperSnekaers)” bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang mereka terapkan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Fokus kajian pada penelitian ini adalah strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh SuperSneakers guna meningkatkan jumlah konsumen. Informan dipilih dengan menggunakan Teknik purposive sampling, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan, dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan terdiri dari 4 (empat) langkah, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SuperSneakers sebagai salah satu onlineshop yang menggunakan Instagram sebagai salah satu media promosi guna meningkatkan jumlah konsumen, menggunakan elemen 7P sebagai strategi komunikasi pemasaran yang terdiri dari Product (produk), Price (harga), Promotions (promosi), Place (tempat), People (orang), Physical evidence, Process. Seluruh strategi komunikasi pemasaran diterapkan dengan baik sehingga jumlah konsumen mereka meningkat.
Nowadays technology massivly improves, people who has been selling in conventional way, began to penetrate using social media, such as Instagram. This triggers small unit businesses (mostly young entrepeneur) maximise their marketing strategy through Instagram. One of them is SuperSneakers onlineshop. Related to this phenomenon, this research entitled "Marketing Communications Strategy Through Instagram To Increase Number of Consumers (Case study SuperSnekaers) "aims to find out the effectiveness of their marketing communication strategies.
This research uses a qualitative method with a descriptive study approach. It focusing into marketing communication strategy carried out by SuperSneakers to increase the number of consumers. Respondants are chosen using purposive sampling technique, data was collected by using depth interview, observation, and, documentation. The data analyze by using four steps method, namely data collection, data reduction, data presentation and withdrawal
conclusion.
The results showed that SuperSneakers as one of onlineshop that using Instagram as one of the promotional media to increase the number consumers, using the 7P element as a marketing communication strategy consisting of
Product, Price, Promotions, Place, People, Physical evidence, Process. All marketing communication strategies are well implemented in sneakers and improve the number of their customers.
2340526600I1D015046HUBUNGAN POLA KONSUMSI MAKANAN KEMASAN, AKTIVITAS FISIK, LINGKAR PERUT DAN STRES DENGAN TEKANAN DARAH
(Studi pada Polisi Laki-laki di Polres Banyumas)
Latar Belakang: Tekanan darah tinggi dapat berkembang menjadi penyakit degeneratif yang menyebabkan kematian. Penyebab naiknya tekanan darah diantaranya pola makan tinggi natrium, aktivitas fisik kurang, obesitas sentral dan stres. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola konsumsi makanan kemasan tinggi natrium, aktivitas fisik, lingkar perut dan tingkat stres dengan tekanan darah.
Metodologi: Penelitian cross-sectional melibatkan 51 anggota polisi laki-laki di Polres Banyumas. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer, pola makan menggunakan FFQ, aktivitas fisik menggunakan IPAQ, lingkar perut menggunakan metlin, tingkat stres menggunakan Tes DASS21. Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman.
Hasil Penelitian: Sebanyak 21,6% responden memiliki tekanan darah sistolik tinggi dan 41,5% responden memiliki tekanan darah diastolik tinggi. Responden sering mengonsumsi makanan kemasan tinggi natrium (45,1%), aktivitas fisik sedang (56,9%), obesitas sentral (52,9%) dan tingkat stres normal (74,5%). Terdapat hubungan lingkar perut (p=0,009) dengan tekanan darah diastolik dengan nilai r=0,360. Tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi makanan kemasan tinggi natrium (p=0,165), aktivitas fisik (p=0,933), lingkar perut (p=0,056) dan tingkat stres (p=0,194) dengan tekanan darah sistolik. Tidak terdapat hubungan pola konsumsi makanan kemasan tinggi natrium (p=0,422), aktivitas fisik (p=0,463) dan tingkat stres (p=0,151) dengan tekanan darah diastolik.
Kesimpulan: Lingkar perut berhubungan dengan tekanan darah diastolik, namun tidak berhubungan dengan tekanan darah sistolik. Pola konsumsi makanan kemasan tinggi natrium, aktivitas fisik dan tingkat stress tidak berhubungan dengan tekanan darah.
Background: High blood pressure can be developed into degenerative diseases that cause death. Causes of rising blood pressure include a high sodium diet, lack of physical activity, central obesity and stress. The purpose of this study was to determine the association of dietary patterns high sodium processed foods, physical activity, abdominal circumference and stress levels with blood pressure.
Methodology: This was cross-sectional study with 51 policeman in Banyumas Regional Police as respondents. Blood pressure measured with sphygmomanometer, dietary pattern using FFQ, physical activity using IPAQ, abdominal circumference using metline, stress level using DASS21 Test. Bivariate analysis using the Spearman Rank test.
Results: A total of 21.6% of respondents had a high systolic blood pressure and 41.5% of respondents had a high diastolic blood pressure. Respondents often consume high-sodium processed foods (45.1%), moderate physical activity (56.9%), central obesity (52.9%) and normal stress levels (74.5%). There was an association of abdominal circumference (p = 0.009) with diastolic blood pressure with a value of r = 0.360. There was no association of dietary pattern high sodium processed food (p = 0.165), physical activity (p = 0.933), abdominal circumference (p = 0.056) and stress level (p = 0.194) with systolic blood pressure. There was no association of dietary pattern high sodium processed food (p = 0.422), physical activity (p = 0.463) and stress level (p = 0.151) with diastolic blood pressure.
Conclusion: Abdominal circumference was associated with diastolic blood pressure, but not associated with systolic blood pressure. Dietary patterns of high-sodium processed foods, physical activity and stress levels are not associated with blood pressure.
2340628614C1A016033Analisis Pengaruh Belanja Bantuan Sosial, Belanja Subsidi, dan Dana Alokasi Khusus Terhadap Kemiskinan di Indonesia Periode 2012 - 2018 Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang menjadi fokus utama pemerintah untuk diatasi. Saat ini pemerintah selalu mengupayakan berbagai kebijakan untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program-program yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi kemiskinan tentu memerlukan anggaran dalam pelaksanaannya, anggaran tersebut berasal dari pengeluaran belanja bantuan sosial, belanja subsidi, dan dana alokasi khusus. Anggaran-anggaran tersebut terus meningkat setiap tahunnya untuk penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Belanja Bantuan Sosial, Belanja Subsidi, dan Dana Alokasi Khusus terhadap Kemiskinan di Indonesia periode 2012-2018. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel dengan objek penelitian 20 provinsi di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian sekunder dan datanya diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode regresi data panel model fixed effect menunjukkan bahwa : (1) Belanja bantuan sosial tidak berpengaruh terhadap kemiskinan di Indonesia. (2) Belanja subsidi tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Indonesia. (3) Dana Alokasi Khusus berpengaruh signifikan negatif terhadap kemiskinan di Indonesia. Poverty is one of Government’s priporitise issues. Government as a policy maker has conducted several programs to reduce poverty and improve society welfare. The program implementation requires budget expenditure such as social assistance expenditure, subsidy expenditure and special allocation funds. These budgets continuously increase each year in order to reduce poverty. This research aims to analyze the effect of Social Expenditures, Subsidy Expenditure and Special Allocation Funds on Poverty in Indonesia 2012-2018. This research used panel data analysis and the objects are 20 provinces in Indonesia. The data of this research obtained from DJPK Ministry of Finance of Republic Indonesia and Central Statistic Agency (BPS). According to this result using a panel data analysis with Fixed Effect approach : (1) Social Assistance not significant to the poverty in Indonesia. (2) Subsidy Expenditure not significant to the poverty in Indonesia. (3) Special Allocation Funds has significant negative effect to the poverty in Indonesia.
2340726602A1D115055PENGARUH KADAR AIR DAN LAMA PENYIMPANAN GABAH TERHADAP KUALITAS FISIK BERAS PROTEIN TINGGI GALUR P-CH//MR-GN95Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui kualitas fisik beras protein tinggi galur P-CH//MR-GN95 pada variasi kadar air. (2) Mengetahui kualitas fisik beras protein tinggi galur P-CH//MR-GN95 pada variasi lama penyimpanan. (3) Mengetahui interaksi kadar air dan lama penyimpanan gabah pada kualitas fisik beras protein tinggi galur P-CH//MR-GN95. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dimulai bulan Maret 2019 sampai bulan Juni 2019. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan dua kali ulangan. Faktor pertama yaitu kadar air terdiri atas 3 kadar air: kadar air 12%, kadar air 13%, dan kadar air 14%. Faktor kedua yaitu lama penyimpanan terdiri atas 3 lama penyimpanan: lama penyimpanan 1 minggu, 2 minggu, dan 3 minggu. Variabel yang diamati yaitu densitas gabah, bobot 1000 butir, rendemen, beras patah, dan beras menir. Data dianalisis dengan uji F dan Uji lanjut berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan kadar air 12-14% sesuai untuk kualitas fisik beras protein tinggi. Lama penyimpanan terbaik pada lama penyimpanan gabah yaitu dua minggu untuk kualitas fisik beras protein tinggi. Tidak terdapat interaksi antara kadar air dan lama penyimpanan terhadap kualitas fisik beras protein tinggi.
The research aimed to 1) Determine the physical quality of high-protein rice P-CH//MR-GN95 strain at variations in water content. (2) Determine the physical quality of high-protein rice P-CH//MR-GN95 strain in the variation of storage duration. (3) Determine the interaction of water content and grain storage duration on the physical quality of high protein rice P-CH//MR-GN95 strain.The research was conducted at the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from March 2019-June 2019. The experimental design used was Randomized Completely Block Design with two factors and two replicaties. The first factor was used the moisture content which consist of three water content, namely water content level of 12%, water content of 13%, and water content of 14%. The second factor was storage duration which consist of three storage time, namely storage duration 1 week, 2 weeks, and 3 weeks. The variables observed were grain density, 1000 grain weight, milled yield, broken rice, and menir rice. The data obtained were analyzed by F test and Duncan's Multiple Range Test. The results of the research showed that the water content 12-14% appropriate to the physical quality of high protein rice. The best storage duration is two weeks for the physical quality of high protein rice. There is no interaction between water content and storage duration on the physical quality of high protein rice.
2340826603L1B015055FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK SUARA IKAN GUPPY (Poecilia retikulata)Penelitian ini berjudul frekuensi pemberian pakan yang berbeda terhadap karakteristik suara ikan guppy (Poecilia reticulata). Frekuensi pemberian pakan berbeda berkaitan dengan kekerapan waktu pemberian dalam sehari. Ikan memberikan tanda-tanda dan menunjukkan tingkah lakunya pada saat makan.Oleh karena itu, tingkah laku ikan berdasarkan karakteristik suara menjadi penting untuk dipelajari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik suara ikan guppy (Poecilia retikulata) terhadap frekuensi pemberian pakan yang berbeda dan mengetahui tingkah laku sebagai representasi terhadap karakteristik suara ikan guppy. Penelitian ini menggunakan metode observasi terdiri dari 3 Perlakuan yaitu: PI = Pemberian pakan 1 kali (pukul 13.00) P2 = Pemberian pakan 2 kali (pukul 08.00, dan 16.00) P3 = Pemberian pakan 3 kali (pukul 08.00, 13.00, dan 16.00). Ikan guppy memiliki 2 jenis suara yaitu click dan frog. Karakteristik suara click yang tertinggi didapatkan pada perlakuan 2 dengan rata–rata ± SD (Frekuensi, Intensitas, Durasi) yaitu P2 6263.97±1053.65 Hz, 68.38±4.95 dB, 157.05±113.54 ms. Karakteristik suara frog yang tertinggididapatkan pada P2 dengan rata – rata ± SD (Frekuensi, Intensitas, Durasi) yaitu P2 741.46±453.14 Hz, 68.42±3.76 dB, durasi 182.37±102.75 ms.A study entitled different feeding frequencies for the sound characteristics of guppy fish (Poecilia reticulata). The frequency of feeding differed with regard to the frequency of feeding times a day. Fish give signs and show behavior when eating. Therefore, the behavior of fish based on sound characteristics is important to study. The purpose of this study was to determine the sound characteristics of guppy fish (Poecilia retikulata) against different feeding frequencies and determine the behavior as a representation of the sound characteristics of guppy fish. This study uses an observation method consisting of 3 treatments, namely:PI = Feeding once (13.00) P2 = Feeding twice (08.00 and 16.00) P3 = Feeding 3 times (08.00, 13.00 and 16.00). Guppies have 2 types of sounds, click and frog. The highest click sound characteristics were obtained in treatment 2 with an average ± SD (Frequency, Intensity, Duration) namely P2 6263.97 ± 1053.65 Hz, 68.38 ± 4.95 dB, 157.05 ± 113.54 ms. The highest frog sound characteristics were obtained at P2 with an average ± SD (Frequency, Intensity, Duration) namely P2 741.46 ± 453.14 Hz, 68.42 ± 3.76 dB, duration 182.37 ± 102.75 ms.
2340926604B1A015084PENGARUH PENGUNJUNG TERHADAP AKTIVITAS HARIAN GAJAH SUMATRA (Elephas maximus sumatranus) DI TAMAN MARGASATWA RAGUNAN JAKARTA SELATANTaman Margasatwa Ragunan adalah kebun binatang pertama yang didirikan di Indonesia pada tahun 1864 dengan nama Planten En Dierentuin di atas tanah hibah seluas 2 Ha dari pelukis kenamaan Indonesia, Raden Saleh, di Cikini. Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan sangat memungkinkan melihat langsung keberadaan Gajah Sumatra. Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya respon atau pengaruh terhadap kehadiran pengunjung.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengunjung terhadap aktivitas harian Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di Taman Margasatwa Ragunan. Penelitian aktivitas harian dilakukan selama satu bulan. Metode yang digunakan adalah survei. Pengambilan data dilakukan dengan Teknik Ad libitium sampling dan Focal animal sampling. Parameter yang akan diamati meliputi pengaruh pengunjung terhadap aktivitas harian, yaitu gerak berpindah, makan, istirahat, dan sosial seperti agonistic, grooming, kopulasi, bersuara, bermain (playing), duduk berdekatan (huddle) dan kasih sayang (affection). Pengamatan aktivitas harian Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) dilakukan dengan interval waktu 15 menit, dimulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB di Taman Margasatwa Ragunan. Data aktivitas harian dianalisis dalam bentuk persentase dan data pengaruh pengunjung dianalisis dengan Uji Mann-Whitney.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi aktivitas harian gajah Sumatera tertinggi adalah makan yang dilakukan oleh dewasa betina, dan dewasa jantan. Aktivitas lain yang dilakukan oleh dewasa jantan, dewasa betina, remaja betina dan remaja jantan selain makan yaitu pergerakan, sementara anakan jantan dan betina menghabiskan waktu bermain bersama induknya. Aktivitas harian gajah Sumatera tidak terdapat perbedaan dan pengunjung Taman Margasatwa Ragunan tidak berpengaruh terhadap aktivitas harian gajah Sumatera.
Ragunan Wildlife Park was the first zoo that was established in Indonesia in 1864 under the name Planten En Dierentuin on a 2 Ha grant land from a well-known Indonesian painter, Raden Saleh, in Cikini. Visitors Ragunan Wildlife Park is very possible to see first hand the existence of the Sumatran Elephant. Previous studies have shown a response or influence on visitor attendance.
The purpose of this study was to determine the effect of visitors on the daily activities of Sumatran Elephants (Elephas maximus sumatranus) in Ragunan Wildlife Park. Research on daily activities carried out for one month. The method used is survey. Data retrieval was done by Ad libitium sampling and Focal animal sampling techniques. The parameters that will be observed include the influence of visitors on daily activities, namely movement, eating, resting, and social activities such as agonistic, grooming, copulation, voicing, playing (huddle) and affection (affection). Observation of daily activities of Sumatran Elephants (Elephas maximus sumatranus) was carried out at 15-minute intervals, starting at 08.00 until 16.00 WIB in Ragunan Wildlife Park. Daily activity data were analyzed in the form of percentages and data on the influence of visitors were analyzed by the Mann-Whitney Test.
The results showed that the highest frequency of daily activities of Sumatran elephants was feeding carried out by female adults and male adults. Other activities carried out by male adults, female adults, female adolescents and male adolescents besides eating are movements, while male and female puppies spend time playing with their mothers. There is no difference in the daily activities of Sumatran elephants and visitors to the Ragunan Wildlife Park have no effect on the daily activities of Sumatran elephants.
2341026611I1A015044Pengaruh Faktor Keluarga Terhadap Usia Awal Penyalahgunaan Narkoba pada Residen di Tempat Rehabilitasi Kabupaten BanyumasAbstrak


PENGARUH FAKTOR KELUARGA TERHADAP USIA AWAL PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI TEMPAT REHABILITASI KABUPATEN BANYUMAS

Lady Novia Endryan, Colti Sistiarani, Bambang Hariyadi


Latar Belakang: Keluarga berpengaruh terhadap usia awal penyalahgunaan narkoba, risiko penyalahgunaan narkoba pada usia dini salah satunya disebabkan oleh keluarga tidak harmonis, keluarga kurang komunikatif, dan pengasuhan otoriter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor keluarga terhadap usia awal penyalahgunaan narkoba pada residen di tempat rehabilitasi Kabupaten Banyumas

Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh residen di tempat rehabilitasi Kabupaten Banyumas. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling sejumlah 31 responden. Pengumpulan data menggunakan angket, kemudian data dianalisis dengan uji chi square dan regresi logistik

Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 31 responden terdapat usia awal penyalahgunaan narkoba termuda yaitu usia 12 tahun, selanjutkan berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukan variabel yang berhubungan adalah keharmonisan keluarga (0.013) dan komunikasi keluarga (0.021), sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan usia awal peyalahgunaan narkoba adalah tipe pola asuh (0.452). Faktor yang paling mempengaruhi adalah keharmonisan keluarga.

Simpulan & Saran: Keluarga yang tidak harmonis mempunyai kemungkinan 17.48 kali lebih besar mempengaruhi usia awal penyalahgunaan narkoba. Salah satu upaya untuk mencegah penyalahgunaan narkoba adalah dengan membangun keluarga yang harmonis.

Kata Kunci: usia awal penyalahgunaan narkoba, faktor keluarga
Abstract


THE INFLUENCE OF FAMILY FACTORS ON EARLY AGE OF DRUG USE IN THE REHABILITATION PLACE OF BANYUMAS REGENCY

Lady Novia Endryan, Colti Sistiarani, Bambang Hariyadi


Background: The family influences the early age of drug abuse, one of the risks of drug abuse at an early age is coused by a family that is not harmonious, less communicative family and authoritarian care. This study aims to determine the influence of family factors on early age of drug use in the rehabilitation place of Banyumas Regency.

Methods: This study was correlational with cross-sectional and quantitative metodh. The population is all of resident Banyumas Regency rehabilitation center. Sample were taken using purposive sampling technique with 31 respondent. Data collection using the questionnaire. Data analysis were Chi Square and Logistic Regression.

Results: The result of this study indicate that of the 31 respondents there is an early age of the youngest drug abuse that is 12 years old. Then, the result of bivariate analysis showed that there were significant correlations between harmony in family (0.013) and family communication (0.021) with early age of drug abuse but not significant correlation between parenting with early age of drug abuse (0.452). The most influential factor is family harmony.

Conclusion & Suggestion: The less harmonious families have 17.48 possibility influence early age of drug abuse. One effort to prevent drug abuse is to build a harmonious family.

Keyword: onset of drug abuse, family factors
2341126607A1C012045Kajian Finansial Usahatani Jamur Tiram Pada Petani Mitra Agro Jamur Pabuwaran Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten BanyumasJamur tiram merupakan salah satu jamur konsumsi yang cukup dikenal dan digemari oleh masyarakat. Agro Jamur Pabuwaran merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis khususnya komoditas jamur tiram dan melakukan kerjasama dengan petani mitra dalam usahatani jamur tiram dalam bagian produksi dan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani jamur tiram pada petani mitra Agro Jamur Pabuwaran, menganalisis kelayakan finansial dan pengaruh perubahan harga input terhadap keuntungan yang diperoleh petani mitra. Sasaran penelitian ini adalah petani mitra Agro Jamur Pabuwaran yang sedang melakukan usahatani pada musim tanam April sampai Juni 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dan metode penentuan responden adalah sensus dengan jumlah responden 10 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C), Break Even Point (BEP) dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua jenis petani mitra, yaitu petani yang membeli baglog dan membuat baglog sehingga dilakukan dua perhitungan.
Total biaya usahatani jamur tiram sebesar Rp3.806.110 dan Rp3.559.408 per 1.500 baglog, penerimaan yang diperoleh sebesar Rp4.210.351 dan Rp4.418.040 per 1.500 baglog, pendapatan yang diterima petani sebesar Rp404.241 dan Rp858.631 per 1.500 baglog. Revenue Cost Ratio (R/C) yang diperoleh sebesar 1,11 dan 1,24. Nilai BEP tercapai pada saat jumlah produksi jamur tiram sebesar 230,44Kg dan 172,07Kg, penerimaan sebesar Rp2.073.955 dan 1.548.641, harga sebesar Rp8.135 dan Rp7.250. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan petani mitra yang membeli baglog mendapat nilai R/C= 1 pada asumsi produksi jamur turun 10%, harga jual turun 10%, harga baglog naik 15%. Pada petani mitra yang membuat baglog mendapatkan nilai R/C= 1 pada asumsi produksi jamur turun 20,5%, harga jual turun 20,5%, harga baglog naik 36%
Oyster mushroom is one of consumption mushrooms that is well known and favored by the public. Agro Jamur Pabuwaran is a company engaged in the field of agribusiness specifically the oyster mushroom commodity. Agro Jamur Pabuwaran cooperates with partner farmers in oyster mushroom farming in the production and marketing department. This study discusses to understand the costs, revenues and expenditures of oyster mushroom farming in Agro Jamur Pabuwaran partner farmers, as well as analyzing financial feasibility and consideration of changes in input prices seeking benefits partner farmers. The target of this research is the farmers of Agro Jamur Pabuwaran partner who are doing farming in the planting season from April to June 2019.
The research method used is a survey and the method of taking respondents using a census with 10 respondents. The analytical method used is the analysis of costs, revenues, expenses, Revenue Cost Ratio (R / C), Break Even Point (BEP) and sensitivity analysis. The results showed two types of partner farmers, namely farmers who bought baglogs and made baglogs carried out two calculations.
The total cost of oyster mushroom farming are Rp3,806,110 and Rp3,559,408 per 1,500 baglogs, the revenue obtained are Rp4,210,351 and Rp4,418,040 per 1,500 baglogs, so the income received by partner farmers are Rp404,241 and Rp858.631 per 1,500 baglogs. Revenue Cost Ratio (R / C) obtained for 1.11 and 1.24,. The BEP value was approved when the oyster mushroom production amounted to 230.44 kg and 172.07 kg, revenues amounting to Rp2,073,955 and 1,548,641, prices were Rp8,135 and Rp7,250. The results of the sensitivity analysis showed that partner farmers who buy baglog got an R/C=1 on the assumption that mushroom production decreased by 10%, selling prices decreased by 10%, , baglog prices increased by 15%. The partner farmers who make baglog an R/C=1 on the assumption of mushroom production decreased by 20.5%, selling price increased by 20.5%, and baglog price increased by 36%.
2341226608L1B015025PROPORSI Bacillus sp. PADA TIAP BAGIAN SALURAN PENCERNAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIBUDIDAYAKAN DI BBI SIDABOWAPenelitian ini berjudul proporsi Bacillus sp. pada tiap bagian saluran pencernaan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dibudidayakan di BBI Sidabowa.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi Bacillus sp. pada anterior, middle dan posterior saluran pencernaan ikan nila.Metode penelitian yang digunakan adalah eksplorasi observatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling.Penelitian proporsi Bacillus sp. dilakukan di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman.Sampel diambil dari BBI Sidabowa. Hasil penelitian diperoleh nilai proporsi Bacillus sp. pada bagian anterior14,4 ± 32,2%, middle7,2 ± 6,6% dan posterior 3,2 ± 5,2%. This study entitled proportion Bacillus sp. in each part digestive tract of parrot fish (Oreochromis niloticus) cultivated at BBI Sidabowa. The purpose of this study was to determine the proportion Bacillus sp. in anterior, middle and posteriorof parrot fishdigestive tract. The research method used was observational exploration with a purposive sampling technique. Research of proportion Bacillus sp. conducted at Laboratory of Fisheries and Marine Sciences Faculty, Jenderal Soedirman University.Samples were taken from BBI Sidabowa. The research results obtained the proportion value of Bacillus sp. in the anterior 14.4 ± 32.2%, middle 7.2 ± 6.6% and posterior 3.2 ± 5.2%.
2341326609H1K013018NILAI BACKSCATTERING STRENGTH BERDASARKAN TIPE SEDIMEN MENGGUNAKAN SUB BOTTOM PROFILER DI ALUR PELAYARAN CILACAPAlur pelayaran sungai Donan Cilacap adalah bagian dari kawasan Segara Anakan dan diketahui sedimentasi tinggi. Hidro akustik dapat di aplikasikan untuk mendeteksi dan menganalisis sedimen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai backscattering strength permukaan dasar perairan berdasarkan tipe sedimen menggunakan Sub Bottom Profiler. Sedimen dikoleksi dengan ekman grab dan selanjutnya fraksi sedimen dianalisis berdasarkan segitiga Sephard. Setiap stasiun penelitian dilakukan pengambilan data nilai amplitudo yang berasal dari echogram Sub Bottom Profiler. Semakin jauh jarak dari muara alur pelayaran sungai Donan Cilacap tipe sedimen adalah lumpur pasiran yaitu pada stasiun 1,2,3,4,5 dan 6. Sedangkan tipe sedimen di alur pelayaran dekat muara sungai Donan pada stasiun 7,8, dan 9 adalah pasir. Nilai backscattering strength menggunakan sub bottom profiler pada stasiun 1 sampai 9 diperoleh dengan kisaran antara -46 dB sampai -43 dB. Nilai backscattering strength sedimen lumpur pasiran dan sedimen pasir diperoleh antara -44 dB sampai -43 dB dan -46 dB sampai -45 dB.Ship channels of Donan River is a part of the Segara Anakan area and known high sedimentation. Hydro acoustic can applied to detect and analyze sediments. This study aim is determine the value of backscattering strength of the seabed surface sediment based on the type of sediment using Sub Bottom Profiler. The sediments were collected by ekman grab and the sediment fraction was analyzed based on the Shephard triangle. Amplitude value was collected at every station as the result of echogram of Sub Bottom Profiler. The further distance in ward the ship channel in Donan River of Cilacap, the sediment type was sandy mud, namelly station 1,2,3,4,5 and 6. Meanwhile the sediment type near mouth of ship channel of Donan River, namelly station 7,8, and 9 was found sand. The average value of backscattering strength based on Sub Bottom Profiler was found -46 dB to -43 dB. Range value of backscattering strength of sandy mud and sand, subsequenly were found -44 dB to -43 dB and -46 dB to -45 dB.
2341426634B1A015100AKTIVITAS ENZIMATIK ISOLAT JAMUR Auricularia sp., Trametes sp., DAN Pholiota sp. PADA PEWARNA REMAZOL BRILLIANT BLUE R DENGAN VARIASI pHLimbah industri tekstil berupa zat warna sintetik seperti Remazol Brilliant Blue R (RBBR) dapat menimbulkan pencemaran lingkungan akibat sifat zat warna RBBR yang toksik dan sulit terurai. Isolat Auricularia sp.,Trametes sp., dan Pholiota sp. memiliki enzim yang mampu mendekolorisasi komponen pewarna RBBR. aktivitas enzim lignolitik seperti lakase oleh jamur yang mampu mengoksidasi pewarna tekstil. Aktivitas enzim lakase dipengaruhi oleh jenis jamur yang digunakan, pH, suhu, dan waktu inkubasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas enzim lakase dari isolat jamur Auricularia sp., Trametes sp., dan Pholiota sp. dalam pewarna RBBR pada nilai pH berbeda, serta mengetahui isolat pada pH optimum yang memiliki aktivitas enzim lakase dalam pewarna RBBR. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas yang diamati adalah jenis isolat dan kondisi pH (4, 8, dan 12), sedangkan variabel tergantungnya adalah kemampuan isolat dalam menghasilkan enzim. Parameter utama yang diamati adalah aktivitas enzim Lakase. Parameter pendukung terdiri atas nilai bobot kering miselium. Hasil menunjukan ketiga isolat memiliki aktivitas enzim lakase dalam RBBR dengan pH berbeda. Aktivitas tertinggi terdapat pada Trametes sp. dalam RBBR dengan pH 4 yaitu sebesar 101,9 U/mL. Aktivitas terendah terdapat pada Aricularia sp. dalam RBBR dengan pH 4 sebesar 48,6 U/mL. Waste from the textile industry like synthetic dyes such as Remazol Brilliant Blue R (RBBR) can cause environmental pollution due to the toxic and difficult to decompose . Isolate Auricularia sp., Trametes sp., and Pholiota sp. has an enzyme that is able to decolorize the RBBR compound. Lignolytic enzyme activity such as laccase produced by fungi that can oxidize textile dyes. Laccase enzyme activity is influenced by the type of fungus , pH, temperature, and incubation time. This research has a purpose to determine the activity of laccase enzymes from fungi Auricularia sp., Trametes sp., and Pholiota sp. in RBBR at different pH values, and to know isolates at optimum pH which have laccase enzyme activity in RBBR. The research method used a Completely Randomized Design (CRD). The independent variables observed were isolate type and pH conditions (4, 8, and 12), while the dependent variable was the ability of isolates to produce enzymes. The main parameter observed was laccase enzyme activity. Supporting parameters consist of the mycelium dry weight value. The results showed that the three isolates had laccase enzyme activity in RBBR with different pH. The highest activity was found in Trametes sp. in RBBR with pH 4 which is 101.9 U / mL. The lowest activity was found in Aricularia sp. in RBBR with pH 4 of 48.6 U / mL.

2341526938D1B016005PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS FILLER (BAHAN PENGISI) TERHADAP KEEMPUKAN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK NUGGET DAGING
ENTOK (Cairina moschata)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis filler (bahan pengisi) terhadap keempukan dan sifat organoleptik nugget daging entok (Cairina moschata). Metode penelitian secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk keempukan dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk organoleptik. Peubah yang diuji adalah tingkat keempukan dan sifat organoleptik nugget daging entok dengan penggunaan filler yang berbeda yaitu T0 : Daging entok + tepung terigu 10 % ,T1 : Daging entok + tepung ganyong 10 %, T2 : Daging entok + tepung mocaf 10 % dan T3: Daging entok + tepung ubi jalar ungu 10 %. Perlakuan diulang 5 kali untuk keempukan dan sifat organoleptik menggunakan 25 orang panelis semi terlatih. Data dianalisis dengan analisis variansi dan uji dunnet’s. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan berbagai jenis filler berpengaruh sangat nyata terhadap keempukan, aroma, rasa (P<0,01) dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada tekstur nugget. Nilai rataan keempukan adalah T0:0,10197 mm/g/detik, T1:0,09269 mm/g/detik, T2:0,10011 mm/g/detik, T3:0,09116 mm/g/detik. Hasil uji organoleptik menunjukkan tekstur nugget yang lembut, beraroma daging dan rasa yang tidak enak sampai lebih enak. Kesimpulan penggunaan filler terbaik pada nugget daging entok adalah dengan menggunakan tepung mocaf dari segi keempukan dan sifat organoleptik yang berupa rasa, aroma dan tekstur.This studi aimed to determine theinfluence of use different types of filler against tenderness and organoleptic properties of muscovyduck nugget (Cairina moschata). The research method is experiment method by using Completely Randomized Design (RAL) for the effects of Randomness and Randomized Block Design (RAK) for organoleptic variables. The treatments tested were the level of tenderness and organoleptic properties of meat nuggets entok with the use of different filler that is T0: Meat Muscovy Duck + wheat flour 10%, T1: Meat Muscovy Duck + 10% flour ganyong, T2: Meat Muscovy Duck + 10% mocaf flour and T3: Meat Muscovy Duck + purple sweet potato flour 10%. Each treatment was repeated five times for tenderness and organoleptic properties using 25 semi-trained panelists. The data obtained will be analyzed by variance analysis and followed by dunnet's test. The results showed the use of various types of filler has a very significant effect on tenderness, aroma, taste (p<0.01) and no significant effect (p>0.05) on nugget texture. The mean value of each tenderness is T0: 0, 10197 mm/g/sec, T1: 0,09269 mm/g/sec, T2: 0,10011 mm/g/sec, T3: 0,09116 mm/g/sec. The result of organoleptic test is a soft nugget texture, the aroma of nugget that smells of meat and has a no delicious taste until more delicious. The conclusion of the best filler use on meat muscovy duck nugget is mocaf flour in terms of tenderness and organoleptic properties in the form of flavor, aroma and texture.
2341626612H1H014016PERTUMBUHAN, KONVERSI PAKAN, DAN SINTASAN IKAN GURAME (Osphronemus goramy Lac.) DENGAN PADAT PENEBARAN BERBEDA DALAM SISTEM POLIKULTUR DENGAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan padat tebar ikan gurame dan padat tebar terbaik dalam sistem polikultur dengan udang galah terhadap laju pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan (FCR) dan sintasan ikan gurame. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, yaitu P1 (10 ekor ikan gurame dan 30 ekor udang galah), P2 (20 ekor ikan gurame dan 20 ekor udang galah), P3 (30 ekor ikan gurame dan 10 ekor udang galah), dan P4 (40 ekor ikan gurame dan 0 ekor udang galah). Pemeliharaan ikan gurame dilakukan selama 60 hari dalam wadah akuarium. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa perbedaan padat penebaran ikan gurame dalam sistem polikultur dengan udang galah berpengaruh terhadap laju pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan berat mutlak ikan gurame berkisar 2,75-6,63 g; laju pertumbuhan panjang mutlak ikan gurame berkisar 1,86-3,45 cm; laju pertumbuhan spesifik berkisar 1,81-2,80 %/hari; Rasio konversi pakan (FCR) berkisar 1,54-2,40; dan Sintasan berkisar 66,25-77,50 %. Pengukuran kualitas air diperoleh hasil suhu berkisar antara 24-28ºC, pH berkisar antara 6,5-7 dan oksigen terlarut berkisar antara 3,12-8.09 mg/L.The study aims to know the effect of different in density of gouramy and the best stocking densities in polyculture systems with giant freshwater prawn on absolute weight growth rates, absolute length growth rates, specific growth rates, Feed Conversion Ratio (FCR) and survival of gouramy. This study used a Completely Randomized Design (CRD) method with 4 treatments and 4 replications, namely P1 (10 gouramy and 30 giant freshwater prawn), P2 (20 gouramy and 20 giant freshwater prawn), P3 (30 gouramy and 10 giant freshwater prawn), and P4 (40 gouramy and 0 giant freshwater prawn). Maintenance of gouramy is 60 days in an aquarium. The results showed that the density difference of stocking gouramy in the polyculture system with giant freshwater prawn affected the absolute weight growth rate, absolute length growth rate, specific growth rate, feed conversion and survival rate. The results showed that the absolute growth rate of gouramy was around 2.75-6.63 g; the absolute growth rate of gouramy is ranging from 1.86 to 3.45 cm; Specific growth rates range from 1.81 to 2.80%/day; The feed conversion ratio (FCR) ranges from 1.54-2.40; and synthesis ranges from 66.25 to 77.50%. The measurement of water quality obtained from the temperature ranged from 24-28ºC, pH ranged from 6.5-7 and dissolved oxygen ranged from 3.12-8.09 mg/L.
2341726613L1B015038PENGARUH SUPLEMENTASI Spirulina platensis PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN INDEKS MORFOANATOMI IKAN NILA (Oreochromis niloticus)Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Pertumbuhan ikan nila yang tidak optimal dapat menurunkan hasil produksi. Pakan merupakan salah satu faktor terpenting dalam menunjang pertumbuhan ikan. Spirulina platensis merupakan alga hijau biru yang kaya protein, vitamin, mineral dan nutrien lainnya. Kandungan protein yang tinggi dalam Spirulina platensis dinilai dapat digunakan sebagai suplemen pada pakan. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui pengaruh suplementasi tepung Spirulina platensis dengan dosis yang berbeda dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan indeks morfoanatomi ikan nila. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2019 – Juni 2019, bertempat di BBI Pandak, Baturaden, Kab. Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan (ikan), dengan perlakuan adalah P1 (tanpa suplementasi Spirulina platensis dalam pakan, sebagai Kontrol), P2 (suplementasi Spirulina platensis 2 g/kg pakan), P3 (suplementasi Spirulina platensis 4 g/kg pakan), P4 (suplementasi Spirulina platensis 6 g/kg pakan). Parameter yang diteliti dalam penelitian ini meliputi pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan harian (LPH), laju pertumbuhan spesifik (LPS), indeks hepatosomatik (IHS), indeks viscerasomatik (IVS), kelangsungan hidup, Rasio Konveri pakan (RKP), hasil panen dan kualitas air (suhu, pH dan DO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung Spirulina platensis kedalam pakan ikan berpengaruh tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan indeks morfoanatomi (P>0,05). Hasil terbaik terhadap pertumbuhan didapatkan pada perlakuan P4 dengan rataan pertumbuhan berat mutlak 43,54 g, LPH 1,09 g/hari, LPS 1,94 %/hari, kelangsungan hdup 94 %, RKP 1,5 dan yield/panen 1,54 kg/m3 sedangkan untuk nilai rataan IHS 0,31 sampai 0,41 (%), IVS 9,47 sampai 11,08 (%). Kualitas air selama penelitian yaitu, suhu 26 – 27°C, pH 6, DO 3,27 mg/L.
Tilapia (Oreochromis niloticus) is a fishery commodity that has high economic value. Optimal growth of tilapia can reduce production. Feed is one of the most important factors in supporting fish growth. Spirulina platensis is a blue green algae that is rich in protein, vitamins, minerals and other nutrients. The high protein content in Spirulina platensis is considered to be used as a supplement in feed. This study aims to determine the effect of Spirulina platensis flour supplementation with different doses in artificial feed on the growth and morphoanatomy index of tilapia. The study was conducted in May 2019 - June 2019, located at BBI Pandak, Baturaden, Kab. Banyumas. This study used a Completely Randomized Design (RAL) method, with 4 treatments and 5 replications (fish), with treatment being P1 (without supplementation of Spirulina platensis in feed, as Control), P2 (supplementation of Spirulina platensis 2 g / kg of feed), P3 (Spirulina platensis supplementation 4 g / kg of feed), P4 (Spirulina platensis supplementation 6 g / kg of feed). The parameters examined in this study include growth in absolute weight, daily growth rate (LPH), specific growth rate (LPS), hepatosomatic index (IHS), viscerasomatic index (IVS), survival, feed conversion ratio (RKP), yield and water quality (temperature, pH and DO). The results showed that supplementation of Spirulina platensis flour into fish feed had no significant effect on growth and morphoanatomy index (P> 0.05). The best results on growth were obtained in the treatment of P4 with an average growth of absolute weight of 43.54 g, LPH 1.09 g / day, LPS 1.94% / day, survival rate 94%, RKP 1.5 and yield / harvest 1.54 kg / m3 while for the average value of IHS 0.31 to 0.41 (%), IVS 9.47 to 11.08 (%). Water quality during the study is temperature 26-27 ° C, pH 6, DO 3.27 mg / L.
2341826614I1A015056FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PD. MUJUR JAYA KROYA CILACAPLatar Belakang : Kelelahan kerja menyumbang lebih dari 60% penyebab terjadinya kecelakaan di tempat kerja. Tempat kerja yang dapat menyebabkan kelelahan kerja yaitu pekerjaan di bidang industri makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara umur, jenis kelamin, masa kerja, beban kerja, asupan energi dan sikap kerja terhadap kelelahan pekerja pada pekerja bagian produksi di PD. Mujur Jaya Kroya Cilacap.
Metode : Desain penelitian ini adalah observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 82 orang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi square, dan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik Ganda.
Hasil : Hasil analisis bivariat yang berhubungan adalah beban kerja (p = 0,000) dan sikap kerja (p = 0,000). Hasil multivariat menunjukkan beban kerja merupakan variabel yang paling berpengaruh dengan kelelahan kerja dan memiliki nilai OR sebesar 45,94.
Simpulan : Ada pengaruh antara beban kerja dan sikap kerja terhadap kelelahan kerja.
Saran : Mengurangi beban kerja dengan menerapkan rotasi kerja, bekerja dengan sikap yang ergonomi.
Background : Work fatigue contributes for more than 60% of the causes of workplace accidents. A workplace that can cause work fatigue is a job in the field of food industry. The purpose of this research is to determine the influence between age, gender, employment, workload, energy intake and work attitude towards work fatigue on the production workers in PD. Mujur Jaya Kroya Cilacap.
Method : The design of research is observational analitic quantitative with cross sectional design. The sample is 82 take with purposive sampling technique. Data analysis that used on research are univariate analysis, bivariate analysis with chi square test, and multivariate analysis with Multiple Logistic Regression test.
Result : The result of bivariate analysis that correlated are workload (p = 0.000) and work attitude (p = 0.000). The result of multivariate show that the work load variable is the most influential variable with work fatigue an has an OR of 45,94.
Conclusion : There is an influence between workload and working attitude towards work fatigue.
Suggestion : Reducing the workload of workers by appliying work rotation, working with an ergonomic attitude.
2341926493I1B015056PENGARUH KOMBINASI HIPNOTERAPI DENGAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PRA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI PRIMER DI PROLANIS
PUSKESMAS SUMBANG I
ABSTRAK
PENGARUH KOMBINASI HIPNOTERAPI DENGAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PRALANSIA PENDERITA HIPERTENSI PRIMER DI PROLANIS
PUSKESMAS SUMBANG I TAHUN 2019

Yogi Aditya1, Iwan Purnawan2, Ridlwan Kamaluddin2

Latar Belakang: Penyakit hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti gaya hidup yang kurang sehat, stres/cemas, obesitas, kurang olahraga, keturunan. Salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi yaitu dengan menggunakan kombinasi hipnoterapi dan aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi hipnoterapi dan aromaterapi lavender terhadap tekanan darah pada pralansia penderita hipertensi primer di Prolanis Puskesmas Sumbang I tahun 2019.
Metode Penelitian: Desain penelitian menggunakan pre experimental one group pretest-posttest design. Besar sampel 15 responden. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan Paired Sample T Test..
Hasil: Terdapat pengaruh kombinasi hipnoterapi dan aromaterapi lavender terhadap tekanan darah pada pralansia penderita hipertensi primer di Prolanis Puskesmas Sumbang I tahun 2019 dengan nilai ρ-value sebesar 0,0001 < α (0,05).
Kesimpulan: pemberian hipnoterapi dan aromaterapi lavender dapat dijadikan terapi alternatif dan komplementer dalam menurunkan tekanan darah.

Kata Kunci: Aromaterapi Lavender, Hipertensi, Hipnoterapi, Kombinasi, Tekanan Darah.
Abstract
EFFECT OF A COMBINATION OF HYPNOTHERAPY AND LAVENDER AROMATHERAPY ON BLOOD PRESSURE IN PRE ELDERLY PATIENTS WITH PRIMARY HYPERTENSION IN PROLANIS
PUSKESMAS SUMBANG I IN 2019
Yogi Aditya1, Iwan Purnawan2, Ridlwan Kamaluddin2
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Jurusan Keperawatan
yogiaditya.unsoed@gmail.com

Background: Hypertension caused by various factors, such as an unhealthy lifestyle, smoking, stress, lack of exercise, being bound. One way to lower blood pressure in people with hypertension is to use a combination of hypnotherapy and lavender aromatherapy. This study purpose to determine the effect of a combination of hypnotherapy and lavender aromatherapy on blood pressure in pre elderly patients with primary hypertension in Prolanis Puskesmas Sumbang I in 2019
Research Methods: The study design used a pre experimental one group pretest-posttest design. The sample size is 15 respondents. The sampling technique uses simple random sampling. Data analysis uses Paired Sample T Test.
Results: There were differences in the combination of hypnotherapy and lavender aromatherapy for blood pressure in pre elderly patients with primary hypertension at Prolanis Puskesmas Sumbang I in 2019 with a ρ-value of 0,0001 <α (0.05).
Conclusion: Providing hypnotherapy and aromatherapy lavender can be used alternative and complementary therapies in reducing blood pressure.

Keywords: Aromatherapy, Combination, Hypertension , Hypnotherapy , Lavender Blood Pressure
2342026641A1H014025EVALUASI PENGELOLAAN JARINGAN IRIGASI DI DAERAH IRIGASI DANAYUDA, BANYUMAS, JAWA TENGAHPengelolaan irigasi merupakan usaha yang dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi jaringan irigasi sehingga dicapai produksi pertanian yang optimum. Keoptimuman pengelolaan irigasi ditentukan oleh parameter-parameter yang terdiri dari ketersediaan air, indeks pertanaman, operasi dan jaringan, kelembagaan, sumber daya manusia, serta biaya. Setiap parameter berbeda-beda di setiap Daerah Irigasi, tergantung kondisi di Daerah Irigasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui kinerja pengelolaan jaringan irigasi yang diterapkan di Daerah Irigasi Danayuda dan 2) Mengetahui cara meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi di Daerah Irigasi Danayuda. Penelitian dilaksanakan di Daerah Irigasi Danayuda dan Laboratorium Teknologi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada November 2018 sampai Desember 2018. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan program komputer Statistical Package for Social Science (SPSS) untuk uji validitas dan reliabilitas kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan metode Balanced Scorecard. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi pengelolaan jaringan irigasi di DI Danayuda dalam kondisi sedang dengan skor 2.35. Bidang Kinerja Kritis Biaya menunjukkan kondisi sangat baik dengan skor 4. Bidang Kinerja Kritis Ketersediaan Air serta Operasi dan Jaringan dalam kondisi sedang dengan skor 2.50. Kelembagaan dalam kondisi sedang dengan skor 2.20. Indeks Pertanaman dan Sumber Daya Manusia dalam kondisi sedang dengan skor 2. Bidang Kinerja Kritis dengan skor dibawah 3 harus mendapat perhatian lebih agar bisa meningkatkan kinerja pengelolaan irigasi agar lebih baik lagi.Irrigation management is an activities to optimize the function of irrigation system so that optimum agricultural production is achieved. The optimum irrigation management is determined by parameters consisting of; water availability, cropping index, irrigation operations and networks, institution, human resources, and costs. Each parameter varies depending on the conditions in the Irrigation Area. The purpose of this research is to: 1) Know the performance of irrigation system management implemented in the Danayuda’s Irrigation Area and 2) Know how to improve the performance of irrigation system management in the Danayuda’s Irrigation Area. The research is was conducted in Danayuda’s Irrigation Area and Agricultural Technology Laboratory at November 2018 to December 2018. The data was processed by Statistical Package for Social Science (SPSS) to test validity and reliability, then data was processed using the Balanced Scorecard method. The results shows evaluation of irrigation system management in Danayuda’s Irrigation Area is moderate conditions with a score of 2.35. Critical Performance Area of Costs shows very good conditions with a score of 4. Critical Performance Area of Water Availability and Operations-Networks shows moderate conditions with a score of 2.50. Critical Performance Area of Institution shows moderate conditions with a score of 2.20. Cropping Index and Human Resources is moderate conditions with a score of 2. The Critical Performance Area with a score below 3 must get more attention, so that it can improve the performance of irrigation management to be even better.