Artikelilmiahs

Menampilkan 23.441-23.460 dari 50.260 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2344126948H1L013055Rancang Bangun Aplikasi Back Order Berbasis Web Studi Kasus UD. Seifuku Eikoo UmaDalam sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Marketing dan penjualan, tentu setiap harinya dipenuhi dengan ratusan order dari berbagai Customer. Sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk berupaya memenuhi semua order Customer yang ada demi alasan kepuasan Customer. Namun sering kali, banyaknya jumlah order item bertolak belakang dengan kemampuan perusahaan dalam pengadaan barang. Sering pihak perusahaan kewalahan dalam memenuhi semua permintaan Customer yang masuk. Jadi misalnya dari 20 item yang di-order, dan hanya bisa memenuhi permintaan 15 item, kemudian sisanya masuk ke dalam sebuah daftar item pending yang disebut Back Order. Maka dari itu, pada penelitian ini dibuatlah sebuah aplikasi pencarian Back Order berbasis web untuk membantu perusahaan UD. Seifuku Eikoo Uma dalam menangani semua informasi Back Order yang ada. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian eksperimental, dimana teknik wawancara dan observasi secara langsung dilakukan. Penelitian inipun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan laravel untuk server side
scripting-nya, dan jQuery serta Ajax sebagai client side scripting-nya.
In a company engaged in marketing and sales, every day is filled with hundreds of orders from various customers. It is the company's obligation to try to fulfill all existing customer orders for reasons of customer satisfaction. But often, the number of order items contradicts the company's ability to procure goods. Often the company is overwhelmed in fulfilling all customer requests that enter. So for example, of the 20 items ordered, and can only fulfill the request for 15 items, then the rest goes into a pending item list called Back Order. Therefore, a web-based Back Order search application was created to help the company UD. Seifuku Eikoo Uma in handling all existing Back Order information. This research was conducted using experimental research methods, where interview techniques and direct observation were carried out. This research uses PHP and Laravel programming languages for server side scripting, and jQuery and Ajax as the client side scripting
2344229060C1H016007The Effect of Beauty Vlogger Credibility on Brand Trust Towards Purchase Intention (Study on Tasya Farasya’s Review of Focallure)Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kredibilitas vlogger kecantikan dengan kredibilitas sumber dan kemampuan persuasif yang dimiliki Tasya Farasya sebagai vlogger kecantikan di YouTube, yang membuat video ulasan produk Focallure yang memengaruhi kepercayaan merek terhadap niat pembelian. Berdasarkan masalah di atas, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis indikator kredibilitas sumber (keahlian, daya tarik, dan kepercayaan), kemampuan persuasif, kepercayaan merek, dan niat beli. Metode yang digunakan adalah metode survei lapangan dengan teknik purposive sampling untuk pemilihan sampel. Ukuran sampel dari penelitian ini adalah 116, dari mahasiswa perempuan di Unsoed yang mengetahui Tasya Farasya dan sudah menonton video ulasan Tasya Farasya tentang Focallure. Analisis regresi digunakan sebagai alat analisis untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian ini, dengan menggunakan nilai t-statistik analisis regresi dapat disimpulkan bahwa: 1) keahlian sumber tidak berpengaruh kepercayaan merek dengan nilai t-statistik 0,551, 2) daya tarik sumber berpengaruh terhadap merek kepercayaan dengan nilai t-statistik sebesar -0,005, 3) kepercayaan sumber sumber berpengaruh positif terhadap kepercayaan merek dengan nilai statistik t sebesar 2570, 4) kemampuan persuasif tidak berpengaruh pada merek trus dengan nilai statistik t -0,378, 5) merek kepercayaan berpengaruh positif terhadap niat beli dengan nilai t-statistik sebesar 4,180.This research is aimed to test the effect of beauty vlogger credibility with source credibility and persuasive capability of Tasya Farasya as beauty vlogger in YouTube, who creates a review video of Focallure products affecting on brand trust towards purchase intention. Based on the problem above, this research was conducted to analyze source credibility indicator (expertise, attractiveness, and trustworthiness), persuasive capability brand trust and purchase intention. The method employed is field survey method with purposive sampling technique for sample selection. The sample size of this research is 116, from female collage student in Unsoed who know Tasya Farasya and already watch Tasya Farasya video Review of Focallure beauty product. The regression analysis is used as analytical tools to analyze the data. Based on the result of this research, by using the value of t-statistic of regression analysis it can be concluded that: 1) source expertise has no effect brand trust with t-statistic value of 0.551, 2) source attractiveness has effect on brand trust with t-statistic value of -0.005, 3) source trustworthiness has positive effect on brand trust with t-statistic value of 2570, 4) persuasive capability has no effect on brand trus with t-statistic value of -0.378, 5) brand trust has positive effect on purchase intention with t-statistic value of 4.180.
2344326627A1C014043EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KARTU TANI UNTUK PEMBELIAN PUPUK BERSUBSIDI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS Kartu tani adalah alat yang digunakan secara khusus untuk membaca alokasi pupuk bersubsidi dan transaksi pembayaran pupuk bersubsidi dengan menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang ditempatkan di pengecer pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Pemilik dan Pengguna Kartu Tani, (2) Mengetahui Efektivitas Penggunaan Kartu Tani untuk Pembelian Pupuk Bersubsidi, dan (3) Mengetahui Pengaruh Harga Pupuk Bersubsidi yang dibeli dengan menggunakan Kartu Tani terhadap Pendapatan Petani di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 2019 sampai 24 April 2019 dengan sasaran penelitian adalah petani pemilik Kartu Tani. Pemilihan lokasi penelitian ditetapkan secara sengaja atau purposive. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Metode Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang petani penerima dan pengguna Kartu Tani. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode observasi langsung.
Analisis data yang digunakan adalah Analisis deskriptif, Asas enam tepat (tepat jumlah, harga, jenis, tempat, waktu dan mutu), Analisis Biaya dan Pendapatan, serta Paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan karakteristik sosial ekonomi petani, rata-rata berumur 59 tahun, pendidikan sekolah dasar paling banyak dengan persentase 46,875 persen, memiliki tanggungan keluarga petani responden yaitu kurang dari 3 orang dengan persentase 56,25 persen, dan pengalaman berusahatani antara 31 sampai 40 tahun dengan persentase 31,25 persen, serta luas lahan yang diusahakan yaitu kurang dari 0,66 hektar. Pada Indikator enam tepat menunjukkan sudah efektif khususnya untuk tepat harga, tepat waktu dan tepat mutu/kualitas, sedangkan indikator untuk tepat jumlah, tepat jenis dan tepat tempat belum dapat dikategorikan efektif dan untuk Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,410 lebih besar dari nilai probabilitas 0,05 artinya tidak ada perbedaan pendapatan antara penggunaan pupuk nonsubsidi dengan penggunaan pupuk bersubsidi.
Farmer cards are a tool used specifically to read subsidized fertilizer allocations and subsidized fertilizer payment transactions using an Electronic Data Capture (EDC) machine placed at a fertilizer retailer. This study aims to: (1) Know the Socio-Economic Characteristics of Farmers Owning and Using Farmers 'Cards, (2) Knowing the Effectiveness of Using Farmers' Cards to Purchase Subsidized Fertilizers, and (3) Knowing the Effect of Prices of Subsidized Fertilizers purchased using Farmers 'Cards to Farmers' Income in Karanglewas District, Banyumas Regency. The study was conducted on 27 February 2019 to 24 April 2019 with the aim of the research being the farmers who owned the Kartu Tani. The selection of research sites is determined intentionally or purposive. The sampling method used is the Stratified Random Sampling Method with a total sample of 32 recipient farmers and Tani Card users. The research method used is the direct observation method.
Analysis of the data used is descriptive analysis, six principles (exact amount, price, type, place, time and quality), Cost and Revenue Analysis, and Paired sample t-test. The results showed based on the socio-economic characteristics of farmers, average age 59 years, primary school education at the most with a percentage of 46.875 percent, having dependents of the respondent farmer's family that is less than 3 people with a percentage of 56.25 percent, and experience of doing business between 31 to 40 year with a percentage of 31.25 percent, and the area of land cultivated is less than 0.66 hectares. The six indicators show that the right is effective, especially for the right price, right time and right quality / quality, while the indicators for the right amount, right type and right place can not be categorized as effective and for the analysis results show that the significance value of 0.410 is greater than the probability value 0.05 means that there is no income difference between the use of non-subsidized fertilizer and the use of subsidized fertilizer.
2344426628A1C014030KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI TUMPANGSARI HUTAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PESANGGEM
(Studi Kasus RPH Kubangkangkung, BKPH Kawunganten, KPH Banyumas Barat)
Masyarakat desa hutan merupakan masyarakat yang tinggal disekitar hutan. Permasalahan yang dihadapi masyarakat desa hutan adalah rendahnya pendapatan masyarakat. Oleh karena itu pemerintah bersama Perum Perhutani membuat suatu kebijakan dalam peningkatan pendapatan masyarakat yaitu melalui Program Pengelolan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Program tersebut melibatkan masyarakat untuk mengelola dan menggarap lahan hutan dengan model pola tumpangsari dengan tanaman pokok jati yang ditanam pada tahun tahun 2003. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) Profil pesanggem, 2) pola tanam tumpangsari hutan, 3) besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pesanggem, dan 4) besarnya kontribusi kegiatan tumpangsari hutan terhadap pendapatan rumah tangga pesanggem.
Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) yaitu petak 85g di RPH Kubangkangkung, BKPH Kawunganten, KPH Banyumas Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 sampai dengan Februari 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode pengambilan sampel yaitu sensus sebanyak 35 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan kuantitatif yang berupa analisis biaya dan pendapatan serta analisis kontribusi pendapatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pesanggem merupakan petani yang menggarap lahan hutan milik Perum Perhutani. Usia pesanggem berkisar antara 32-72 tahun dengan rata-rata tingkat pendidikan setara SD. Rata-rata jumlah tanggungan keluarga 2 orang dengan rata-rata luas lahan 0,1 sampai dengan 0,5 ha. Rata ratapesanggem berusahatani selama 10 tahun dan bergantung pada pekerjaan on farm, off farm dan non farm untuk memenuhi kebutuhan hidup. 2) Pola tanam tumpangsari hutan yang diterapkan terdiri dari 5 pola tanam yaitu pola tanam I: jagung-kacang tanah-pisang, pola tanam II: padi-jagung-pisang, pola tanam III: jagung-kacang tanah-ubi kayu-serai, pola tanam IV: padi-jagung-pisang-jahe, pola tanam V: jagung-padi-jahe-ubi kayu-pisang, 3) Rata-rata pendapatan per luasan lahan pada periode tanam Oktober 2017 sampai dengan Oktober 2018 untuk masing-masing pola tanam sebesar Rp 5.717.487; Rp 12.389.217; Rp 11.194.417; Rp 27.153.077; Rp 29.514.378, dan 4) Kontribusi tumpangsari hutan terhadap pendapatan rumah tangga pada masing-masing pola tanam sebesar 11,82 persen; 45,23 persen; 33,73 persen; 51,87 persen; 100 persen.
orest village community is a community that lives around the forest. The problem faced by forest village communities is the low income of the community. Therefore the government together with Perum Perhutani make a policy in increasing community income through the Joint Community Forest Management Program (PHBM). The program involved the community to manage and work on forest land with a model of intercropping pattern with teak staple plants that were planted in 2003. This study aims to find out: 1) Peasant profile, 2) forest intercropping cropping pattern, 3) the amount of costs, revenues and peasant.
The research location was chosen purposively, namely the 85g plot in the Kubangkangkung RPH, BKPH Kawunganten, KPH West Banyumas. This research was conducted in December 2018 until February 2019. The research method used was a survey. The sampling method is a census of 35 people. Analysis of the data used is descriptive and quantitative analysis in the form of cost and revenue analysis and revenue contribution analysis.
The results showed that 1) Peasant is a farmer working on forest land owned by Perum Perhutani. The age of peasant ranges from 32-72 years with an average level of education equivalent to elementary school. The average number of dependents is 2 families with an average land area of 0 to 0.5 ha. Average rate of business for 10 years and depend on work on farm, off farm and non farm to meet the needs of life. 2) Forest intercropping cropping pattern applied consists of 5 cropping patterns, namely cropping pattern I: corn-peanut-banana, cropping pattern II: rice-corn-banana, cropping pattern III: corn-peanut-cassava-lemongrass, pattern planting IV: rice-corn-banana-ginger, cropping pattern V: corn-rice-ginger-cassava-banana, 3) Average income per land area in the planting period October 2017 to October 2018 for each cropping pattern in the amount of Rp. 5,717,487; Rp. 12,389,217; Rp. 11,194,417; Rp.27,153,077; Rp. 29,514,378, and 4) Contribution of forest intercropping to household income in each cropping pattern was 11.82 percent; 45.23 percent; 33.73 percent; 51.87 percent; 100 percent.
2344526629C1B012117PENGARUH SOFT SKILL DAN HARD SKILL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN PELATIHAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
(Studi pada Karyawan BPR BKK Purwokerto)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh soft skill maupun hard skill terhadap pelatihan kerja, untuk mengetahui pengaruh soft skill, hard skill maupun pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan, serta untuk mengetahui pengaruh pelatihan kerja dalam memediasi hubungan antara soft skill maupun hard skill dengan kinerja karyawan. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan metode survei pada karyawan BPR BKK Purwokerto. Berdasarkan rumus Slovin, maka ukuran sampel ditentukan sebanyak 42 responden dengan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Selanjutnya, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi variabel mediasi dengan metode product of coefficient. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hard skill mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pelatihan kerja, sedangkan soft skill tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pelatihan kerja, soft skill, hard skill maupun pelatihan kerja mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan pelatihan kerja memediasi pengaruh hard skill terhadap kinerja karyawan, namun pelatihan kerja tidak memediasi pengaruh soft skill terhadap kinerja karyawan. Mengacu pada kesimpulan tersebut, maka dapat diimplikasikan bahwa sebagai upaya untuk terus meningkatkan keberhasilan program pelatihan kerja bagi karyawan, pihak manajemen BPR BKK Purwokerto perlu memprioritaskan kebijakan yang terkait dengan peningkatan hard skill dari para karyawan. Selanjutnya, sebagai upaya untuk terus meningkatkan kinerja para karyawan, pihak manajemen BPR BKK Purwokerto perlu memperhatikan berbagai kebijakan yang terkait dengan soft skill, hard skill dan program pelatihan kerja bagi karyawan. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan mendorong para karyawan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, membiasakan diri karyawan untuk selalu berpikir positif dan meningkatkan kemampuan karyawan dalam mengendalikan emosi diri, meningkatkan kemampuan teknis kerja dari para karyawan, menempatkan karyawan pada bidang tugas yang sesuai dengan skill yang dimiliki, serta terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil kerja para karyawan yang didukung dengan tingkat pendidikan formal yang memadai dan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi


This research was entitled “THE EFFECT OF SOFT SKILL AND HARD SKILL ON EMPLOYEES’ PERFORMANCE WITH JOB TRAINING AS MEDIATOR VARIABLE (Study on Employees of BPR BKK Purwokerto)”. The aims of this research were to find out the effect of soft skill as well as hard skill on job training, to find out the effect of soft skill, hard skill as well as job training on employees’ job performance, and so to find out the mediating role of job training on the causal relationship between soft skill as well as hard skill and employees’ job performance. Type of this research was case study by using survey method toward employees of BPR BKK Purwokerto. Based on the result of Slovin formula, sample size was determined of 42 respondents with sampling method uses purposive sampling. Furthermore, technique of data analysis within study uses regression of mediating variable with product of coefficient method.
Based on the result of regression analysis, it can be concluded that hard skill has a positive and significant effect on job training, while soft skill has no significant effect on job training, soft skill, hard skill as well as job training has a positive and significant effect on employees’ job performance, and job training mediates the causal relationship between hard skill and employees’ job performance, but job training no mediates the causal relationship between soft skill and employees’ job performance. Referred to these conclusions, it can be implied that as an effort to continuously improve the success of job training programs for employees, management of BPR BKK Purwokerto needs to prioritize the various policies related to increase the hard skills of employees. Furthermore, as an effort to continuously improve the employees’ job performance, management of BPR BKK Purwokerto needs to pay attention the various policies about soft skills, hard skills and job training programs for employees. The ways could be done by encouraging employees to improve their ability to think creatively, familiarize themselves employees to always think positively, and improve employees’ ability to control their emotions, improve the employees’ technical ability of the work, place employees in the field of tasks in accordance with their skills and continue to strive to improve the work quality and quantity of employees which is supported by an adequate level of formal education and training programs in accordance with the organizational needs.
2344626630I1A015117Efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah Berdasarkan Parameter COD, BOD, dan TSS di Rumah Sakit Budi Lestari BekasiLatar Belakang : Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara biologis sesuai untuk pengelolaan air limbah rumah sakit dengan proses biofilter anaerob-aerob dapat menurunkan konsentrasi COD, BOD, serta TSS dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dalam menurunkan kandungan COD, BOD, TSS pada limbah Rumah Sakit Budi Lestari Bekasi
Metode : Desain penelitian ini adalah observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 17 sampel pada bak inlet dan 17 sampel pada bak outlet. Pengambilan sampel limbah cair dilakukan dengan teknik time series. Analisis data yang dilakukan adalah analisis dengan uji Kolmogrov-Smirnov, uji Dependent T-Test . Jika data tidak berdistribusi normal, uji Wilcoxon Sign Test, serta uji One Sample T-Test untuk membandingkan dengan standar baku mutu
Hasil : Tidak ada perbedaan rata-rata kandungan TSS sebelum dan sesudah penggunaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kandungan BOD dan TSS sesudah penggunaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai dengan baku mutu berdasarkan Permen LH No. 5 Tahun 2014.
Simpulan : Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tidak efektif dalam menurunkan kandungan COD dengan persentase 11%, BOD dengan persentase 12%, dan TSS sebesar 32,55%.
Saran : Pihak Rumah Sakit melakukan penanganan yang lebih baik lagi pada proses sedimentasi, filtrasi dan klorinasi.
Background: Waste Water Treatment Plant (WWTP) is biologically appropriate for the management of hospital wastewater with anaerobic-aerobic biofilter process can reduce the concentration of COD, BOD, and TSS well. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of Waste Water Treatment Plant (WWTP) in reducing the content of COD, BOD, TSS in waste Budi Lestari Hospital Bekasi.
Methods: The design of this study was quantitative observational analytic with cross sectional approach. The research sample consisted of 17 samples in the inlet tub and 17 samples in the outlet tub. Sampling of wastewater is done by time series technique. Data analysis carried out was an analysis using the Kolmogrov-Smirnov test, the Dependent T-Test. If the data is not normally distributed, the Wilcoxon Sign Test, and the One Sample T-Test to compare with the quality standard
Results: There was no difference in the average TSS content before and after the use of Waste Water Treatment Plant (WWTP). The content of BOD and TSS after using IPAL is in accordance with the quality standard based on Permen LH No. 5 of 2014.
Conclusion: Waste Water Treatment Plant (WWTP) is not effective in reducing the COD content by 11%, BOD at 12%, and TSS by 32.55%.
Suggestion: The hospital takes better care of the sedimentation, filtration and chlorinization processes.
2344726632I1D015051HUBUNGAN STATUS GIZI DAN TINGKAT KONSUMSI ZAT GIZI MAKRO DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR SISWA KELAS 1 SDN 1 PURWOKERTO LORABSTRAK
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN TINGKAT KONSUMSI ZAT GIZI MAKRO DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR SISWA KELAS 1 SDN 1 PURWOKERTO LOR
Naufal Hibatullah1, Dyah Umiyarni Purnamasari2, Kusnandar3
Latar Belakang: Malnutrisi pada anak baru masuk sekolah menjadi permasalahan serius karena dapat berdampak pada gangguan fungsi tubuh. Gangguan perkembangan motorik kasar meningkat seiring dengan meningkatnya kejadian malnutrisi pada anak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan tingkat konsumsi zat gizi makro dengan kemampuan motorik kasar.
Metodologi: Penelitian Observasional Kuantitatif menggunakan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian menggunakan teknik total sampling. Status gizi dihitung menggunakan Z-Score berdasarkan IMT/U. Tingkat konsumsi zat gizi makro dihitung menggunakan metode Food Recall 2x24 jam. Kemampuan motorik kasar siswa diukur menggunakan metode Carpenter Motor Ability Test. Analisis statistik menggunakan Uji Chi Square.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan status gizi dengan kemampuan motorik kasar (ρ value = 1,00). Penelitian juga menunjukkan tidak terdapat hubungan tingkat konsumsi energi, protein, lemak, serta karbohidrat dengan kemampuan motorik kasar (ρ value secara berturut-turut sebesar 0,671; 0,449; 1,00; dan 1,00).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara status gizi dan tingkat konsumsi zat gizi makro dengan kemampuan motorik kasar siswa.
Kata Kunci: Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar, Status Gizi, Tingkat Konsumsi, Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat, Kemampuan Motorik Kasar.
ABSTRACT
RELATIONSHIP OF NUTRITIONAL STATUS AND LEVELS OF MACRO NUTRITIONAL CONSUMPTION WITH THE GROSS MOTOR ABILITY OF FIRST GRADE STUDENTS SDN 1 PURWOKERTO LOR
Naufal Hibatullah1, Dyah Umiyarni Purnamasari2, Kusnandar3
Background: Malnutrition in new children entering school becomes a serious problem because it can affect bodily functions. Impaired gross motor development increases with increasing incidence of malnutrition in children. The study aims to determine the relationship of nutritional status and the level of consumption of macro nutrients with gross motor skills.
Methods: Quantitative Observational Research uses a Cross Sectional Study approach. Research using Total Sampling techniques. Nutritional status is calculated using Z-Score based on BMI/A. The level of consumption of macro nutrients is calculated using the 2x24 hour Food Recall method. The gross motor skills of students are measured using the Carpenter Motor Ability Test method. Statistical analysis using the Chi Square Test.
Result: The results showed no relationship between nutritional status and gross motor ability (ρ value = 1.00). The study also showed that there was no correlation between the level of energy, protein, fat, and carbohydrate consumption with gross motor ability (ρ values respectively of 0.671, 0.449; 1.00; and 1.00).
Conclusion: There is no relationship between nutritional status and the level of consumption of macro nutrients with the gross motor skills of students.
Keywords: First Grade of Elementary School Students, Nutritional Status, Consumption Levels, Energy, Protein, Fat, Carbohydrates, Gross Motor Ability.
2344825921I1I017009Hubungan antara Karakteristik Keluarga, Riwayat ASI Eksklusif, dan Kesehatan Lingkungan dengan kejadian Stunting pada balita Usia 24-59 Bulan (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Pasahari B Kabupaten Maluku Tengah)ABSTRAK
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK KELUARGA, RIWAYAT ASI EKSKLUSIF DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24–59 BULAN (STUDI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PASAHARI B KABUPATEN MALUKU TENGAH)
Hanifa, Dyah Umiyarni Purnamasari, Izka Sofiyya Wahyurin

Latar Belakang: Stunting adalah kekurangan asupan zat-zat gizi dalam jangka waktu yang lama. Indonesia sekitar 30,8% anak mengalami stunting dan di Maluku Tengah sebanyak 32%. Anak stunting berisiko menjadi orang yang kurang berpendidikan, miskin, rentan terhadap penyakit tidak menular dan akan kehilangan pendapatan sekitar 20%. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi stunting adalah karakteristik keluarga, riwayat ASI eksklusif, dan kesehatan lingkungan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik keluarga, riwayat ASI eksklusif, dan kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Pasahari B Kabupaten Maluku Tengah.
Metodologi: Desain penelitian cross sectional dengan teknik cluster random sampling. Jumlah sampel sebesar 69 orang diperoleh dari tiga desa. Data dianalisis menggunakan chi-square.
Hasil Prnelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga dengan pendapatan rendah memiliki balita stunting sebesar 36,8% dengan nilai p=0,918. Keluarga dengan pendidikan ibu yang rendah memiliki anak stunting sejumlah 38,3% dengan nilai p=0,532. Balita yang diberi ASI eksklusif memiliki anak tidak stunting sejumlah 66,7% dengan nilai p=0,991. Keluarga dengan kesehatan lingkungan kurang baik memiliki anak stunting sejumlah 35,8% dengan nilai p=0,969.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara karakteristik keluarga, riwayat ASI eksklusif dan kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting.

Kata kunci: Stunting, Karakteristik keluarga, ASI eksklusif, Kesehatan lingkungan.




ABSTRACT
THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY CHARACTERISTICS, HISTORY OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING AND ENVIRONMENTAL HEALTH ON STUNTING AMONG CHILDREN AGED 24-59 MONTHS (STUDY AT THE WORKING AREA OF PASAHARI B HEALTH CENTER OF CENTRAL MALUKU DISTRICT)
Hanifa, Dyah Umiyarni Purnarmasari, Izka Sofiyya Wahyurin

Background: Stunting is a problem of malnutrition for a long time. Indonesia there is 30.8% of children experiences stunting and as 32% in Central Maluku. Stunting children are at risk of being less educated, poor, vulnerable to non-communicable diseases and will lose around 20% of income. The factors can affect stunting are family characteristics, history of exclusive breastfeeding, and environmental health.
Objective: The study aimed to determine the relationship between family characteristics, history of exclusive breastfeeding, and environmental health on stunting among children aged 24-59 months at Pasahari B Health Center of Central Maluku District.
Methods: This study used a cross sectional study design with cluster random sampling technique. The number of samples is 69 people was obtained from three villages. The data was analyzed chi-square.
Results: The results of the study showed that families with low income have stunting children of 36.8% with p = 0.918. Families with low maternal education have stunting children of 38.3% with p = 0.532. chidren who were given exclusive breastfeeding have 66.7% of non stunting children with p value = 0.991. Families with poor environmental health had stunting children of 35.8% with p = 0.969.
Conclusion: There was no relationship between family characteristics, history of exclusive breastfeeding and environmental health on stunting.

Keywords: Stunting, Family characteristics, History of exclusive breastfeeding, Environmental health.



2344926633C1A012011FAKTOR- FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENAWARAN DAGING SAPI DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini meneliti tentang penawaran daging di Kabupaten Banyumas, dimana penawaran daging dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, harga daging sapi, populasi sapi, dan jumlah penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh harga daging sapi, populasi sapi, dan jumlah penduduk terhadap penawaran daging sapi di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian ini adalah asosiatif, penlitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh atau hubungan antara satu variabel dengan variabel lainya. Penelitian dilakukan di Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah time series dari tahun 2003-2017. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS).
Hasil analisis menunjukkan bahwa harga daging sapi, dan populasi sapi, mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran daging sapi, sedangkan jumlah penduduk tidak pengaruh signifikan terhadap penawaran daging sapi di Kabupaten Banyumas. Variabel yang paling berpengaruh terhadap penawaran daging sapi di Kabupaten Banyumas adalah populasi sapi.
This study examines meat supply in Banyumas Regency, where meat supply is influenced by several factors, namely, beef prices, beef population, and population. This writing aims to analyze the effect of beef prices, beef population, and population on beef supply in Banyumas Regency, and identify the variables that most influence on beef supply in Banyumas Regency. This writing method is quantitative associative and its implementation uses e-views analysis tool 9. The writing is done in Banyumas Regency. The data used in this paper are time series from 2003-2017. Data analysis techniques used multiple linear regression with the Ordinary Least Square (OLS) method.
The analysis shows that the price of beef, and beef population, has a positive and significant influence on beef supply, while the population has no significant effect on beef supply in Banyumas Regency. The most influential variable on beef supply in Banyumas Regency is the cattle population.
2345026635A1L012143PENGARUH APLIKASI ZEOLIT ALAM TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH PADA BERBAGAI KADAR C-ORGANIK DAN KETINGGIAN GENANGAN AIR DI TANAH SAWAHPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi zeolit, kadar C-organik dan ketinggian genangan air, serta kombinasinya, terhadap berbagai variabel sifat kimia tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House dan Laboratorium Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 3 faktor. Faktor pertama adalah aplikasi zeolite alam yang terdiri dari 2 taraf, yaitu zeolit tanpa aktivasi (Z) dan zeolit yang telah diaktivasi (ZM). Faktor kedua adalah kadar C-organik tanah yang terdiri dari 6 taraf, yaitu kadar 1% (C0), 2% (C1), 3% (C2), 4% (C3), 5% (C4) dan 6% (C5). Faktor ketiga adalah ketinggian genangan air yang terdiri dari 2 taraf, yaitu 0,3 cm (K0) dan 3 cm (K1). Variabel sifat kimia tanah yang diamati adalah pH H2O, pH KCl, DHL tanah, potensial redoks (Eh) tanah, N-tersedia dan N-total. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan aplikasi zeolit dan ketinggian genangan air tidak berpengaruh terhadap semua variabel sifat kimia tanah yang diamati, sedangkan perlakuan kadar C-organik berpengaruh terhadap variabel pH H2O, DHL dan N-total tanah. Kombinasi antara semua perlakuan memberikan pengaruh terhadap variabel pH KCl.

The purposes of this research is to determine the effect of zeolite application, levels of C-organic and the levels of water logging, on some variables of soil chemical properties. This research was conducted at Screen House and the Land Resources Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The experimental design of this research was Randomized Complete Block Design (RCBD) with three factors. The first factor is the application of N-zeolite, it consists of 2 levels; unactivated zeolite (Z) and activated zeolite (ZM). The second factor is the level of C-organic soil, it consists of 6 levels, i.e. 1% (C0), 2% (C1), 3% (C2), 4% (C3), 5% (C4) and 6% (C5). The third factor is the levels of water logging, it consists of 2 levels; 0.3 cm (K0) and 3 cm (K1). The variables of soil chemical properties observed were pH H2O, pH KCl, Electrical Conductivity (EC), soil potential redox (Eh), available N of soil and total N of soil. The results of this research showed that the application of zeolite and the levels of water logging does not affect all observed soil chemical properties, while the treatment of various levels of C-organic affects the variables pH H2O, EC and total N of soil. The combinations between all treatments had an effect on the variable pH KCl.
2345126637A1D015168PENGARUH JENIS PENYINARAN DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.)Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh pemberian jenis penyinaran terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy; 2) Mengetahui pengaruh pemberian jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy; 3) Mengetahui interaksi antara jenis penyinaran dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kradenan RT 06/02, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian UNSOED, Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret 2019 sampai Mei 2019. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan perlakuan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama sebagai petak utama adalah jenis penyinaran yaitu sinar matahari, lampu LED merah, lampu LED biru dan lampu Neon. Faktor kedua sebagai anak petak adalah jenis pupuk kandang yaitu pupuk kandang sapi, kambing dan ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemberian jenis penyinaran sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy, pertumbuhan terbaik pada penyinaran matahari; 2) Pemberian jenis pupuk kandang tidak berpengaruh terhadap semua variabel pertumbuhan dan hasil; 3) Tidak terjadi interaksi antara jenis penyinaran and pupuk kandang pada semua variabel pertumbuhan dan hasil.The purpose of this research is: 1) to know the effect of giving various irradiating towards the growth and yield of pakcoy; 2) to know the effect of giving various manure towards the growth and yield of pakcoy; 3) to know the interaction the irradiating and manure towards the growth and yield of pakcoy. The research was conducted at Kradenan RT 06/02, Sumpiuh, Banyumas Regency and the Laboratory Agronomy and Horticulture Faculty of Agriculture, UNSOED, Purwokerto. This research was held on March 2019 until May 2019. The experimental design used was Split Plot Design with treatments of 2 factors and 3 replications. The first factor as main plot was the various irradiating, namely sunlight as a control, LED light red, LED light blue and fluorecent. The second factor as sub plot was the various manure, namely cow’s manure, goats and chickens.. The result of this research showed that: 1) The various of irradiating had have impact on growth and yield of pakcoy, the best growth in sunlight; 2 ) The various of manure not had have impact on all the variables of growth and yield; 3 ) There is no interaction between the irradiating and manure on all the variables of growth and yield
2345228615E1A115073TINDAK PIDANA TANPA HAK MENAWARKAN
BERMAIN JUDI(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto
Nomor 81/Pid.B/2016/PN Pwt)
Perjudian sudah ada sejak adanya peradaban manusia. Perjudian mempunyai dampak yang negatif merugikan moral dan mental masyarakat terutama generasi muda. Di satu pihak judi adalah merupakan masalah sosial yang sulit di tanggulangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana tanpa hak menawarkan bermain judi dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim Pengadilan Negeri Purwokerto menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam putusan perkara Nomor: 81/Pid.B/2016/PN Pwt.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi Penelitian deskriptif analisis, Sumber Data sekunder meliputi peraturan perundang-undangan yang berlaku, literatur, hasil penelitian yang berhubungan dengan pokok permasalahan serta Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 81/Pid.B/2016/PN Pwt. Pengumpulan data dengan studi kepustakaan, data disajikan dalam bentuk uraian, data dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui tentang penerapan unsur-unsur tindak pidana tanpa hak menawarkan bermain judi. Majelis Hakim sudah tepat dalam menerapkan Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur-unsur: a) Barangsiapa; b) Dengan sengaja dan tanpa hak mengadakan atau memberi kesempatan untuk main judi kepada umum, atau turut serta dalam perusahaan untuk itu, biarpun ada atau tidak ada perjanjiannya ataupun caranya apapun juga untuk memakai kesempatan itu. Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana ”Tanpa hak dengan sengaja menawarkan kepada khalayak umum untuk bermain judi”.
Dasar pertimbangan hukum hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam penjatuhan pidana terhadap terdakwa dalam putusan perkara Nomor: 81/Pid.B/2016/PN Pwt, Terdapat 3 (tiga) hal penting yang dijadikan dasar pertimbangan hukum Hakim, yaitu: a) Pertimbangan terhadap fakta hukum yang memenuhi unsur-unsur Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP yang didakwakan terhadap terdakwa; b) Pertimbangan terhadap pembuktian berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yaitu keterangan saksi, keterangan terdakwa; c) Pertimbangan terhadap hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa, berdasarkan ketentuan Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP. Majelis Hakim menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan. Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan.
Gambling there are since existence of civilization of human being. Gambling have negative impact harm moral and bounce society especially the rising generation. In one gambling side is to represent the problem of difficult social in overcoming. This research aim to to know applying of doing an injustice elements without rights offer to gamble and to know consideration base punish Purwokerto judge of district court drop crime to defendant in Number verdict: 81/Pid.B/2016/PN Pwt.
This research use method approach of normative yuridical. Specification of descriptive Research of analysis, Source of secondary data cover law and regulation going into effect, literature, result of research related to problems fundamental and also Decision District Court Purwokerto Number 81/Pid.B/2016/PN Pwt. Data collecting with bibliography study, data presented in the form of description, data analysed with normative method qualitative.
Pursuant to result of research known about by applying of doing an injustice elements without rights offer to gamble. Committee Judge have applied Section 303 sentence (1) second KUHP, deed of defendant have proven validly and assure to fulfill elements: a) Whomever; b) Designedly and without rights perform a or give in fun opportunity of gambling to the public, or have a share in company for that, although there is or there no its agreement and or whatever its way to wear that opportunity. Guilty defendant conduct doing an injustice "Without rights designedly offer to public to gamble".
Consideration base punish Purwokerto judge of district court in crime fallout to defendant in Number verdict: 81/Pid.B/2016/PN Pwt, There are 3 (three) important matter taken as consideration base punish Judge, that is: a) Consideration to law fact fulfilling Section section elements 303 sentence (1) second asserted KUHP to defendant; b) Consideration to verification pursuant to evidence appliance as arranged in Section 184 Code Procedure of criminal ( KUHAP), that is eyewitness boldness, defendant boldness; c) Consideration to things weighing against and lightening defendant, pursuant to rule of Section 197 sentence (1) KUHAP f letter. Committee Judge drop crime to Defendant with crime serve a sentence during 6 (six) months. Specifying Defendant remain to stay in prisoner.
2345326638B1A015024KELIMPAHAN PLANKTON PADA WILAYAH LAGUNA DI SEGARA ANAKAN CILACAP
Segara Anakan merupakan kawasan laguna dengan hutan mangrove yang terletak di Kabupaten Cilacap. Hutan mangrove berperan sebagai wilayah pemijahan, pengasuhan dan pencarian makan bagi banyak biota. Kawasan khas hutan mangrove juga menjadikan wilayah ini kaya akan organisme planktonik seperti fitoplankton dan zooplankton yang keberadaannya dipengaruhi oleh kualitas perairan. Fitoplankton juga memiliki sifat yang khas yaitu sensitif terhadap perubahan lingkungan sehingga dijadikan sebagai bioindikator. Segara Anakan mengalami sedimentasi besar-besaran yang berasal dari berbagai aktivitas antropogenik dan dialirkan melalui beberapa sungai besar seperti Citanduy dan Cibeureum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan plankton di Laguna Segara Anakan Cilacap, mengetahui kualitas air di Laguna Segara Anakan Cilacap dan untuk menganalisis hubungan antara kelimpahan plankton dan kualitas air di Laguna Segara Anakan Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan plankton pada wilayah laguna di Segara Anakan Cilacap tertinggi berada di Stasiun I dan didominasi oleh spesies Chlorella vulgaris. Kualitas air pada wilayah laguna di Segara Anakan Cilacap relatif berada pada kondisi baik di seluruh stasiun penelitian kecuali kadar O2 terlarut. Kadar O2 terlarut yang memenuhi standar baku mutu hanya terdapat di Stasiun I. Hubungan antara kelimpahan plankton dengan kualitas air pada wilayah laguna di Segara Anakan Cilacap yang utama berupa korelasi antara kelimpahan total zooplankton dan salinitas (p<0,05; r = -0,774).

Segara Anakan is a lagoon area with mangrove forest located in Cilacap Regency. The area typical of mangrove forests also makes this region rich in planktonic organisms such plankton whose existence is influenced by water quality. Segara Anakan experienced massive sedimentation originating from various anthropogenic activities and flowed through several major rivers such as Citanduy and Cibeureum. This study aims to determine the abundance of plankton in the Segara Anakan Lagoon, find out the water quality in the Segara Anakan lagoon and to analyze the relationship between plankton abundance and water quality in Segara Anakan Lagoon. The results showed that the abundance of plankton in the lagoon region in Segara Anakan Cilacap was highest at Station I and was dominated by Chlorella vulgaris species. Water quality in the lagoon area in Segara Anakan, Cilacap, is relatively good in all research stations except dissolved O2 levels. Dissolved O2 levels that meet quality standards are only found in Station I. The relationship between plankton abundance and water quality in the lagoon region in Segara Anakan Cilacap is in the form of a correlation between the abundance total zooplankton and salinity (p<0,05; r = -0,774).
2345426636I1C015008Optimasi Jumlah NaOH dan Waktu Sintesis 4,4’-Dimetoksikalkon dari 4’-Metoksiastetofenon dan 4-MetoksibenzaldehidPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum sintesis senyawa 4,4’-dimetoksikalkon berupa jumlah NaOH optimum dan waktu sintesis optimum untuk memperoleh hasil rendemen yang optimum. Penelitian ini dimulai dengan pembuatan rancangan percobaan menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan matriks Cetral Composite Design (CCD) pada Software Design Expert Version 11. Sintesis senyawa 4,4’-dimetoksikalkon berdasarkan 13 prediksi percobaan rancangan percobaan. Optimasi hasil sintesis menggunakan Software. Sintesis pada prediksi kondisi optimum yang disarankan Software. Identifikasi dan uji kemurnian senyawa 4,4’-dimetoksikalkon dengan KLT, uji titik leleh dan Spktrofotometer UV-Vis. Prediksi jumlah NaOH optimum yang dihasilkan yaitu 10 mmol dan waktu sintesis optimum senyawa 4,4’-dimetoksikalkon selama 60 menit. Pada kondisi optimum tersebut didapatkan prediksi nilai rendemen yang akan diperoleh sebesar 98,1867%. Hasil rendemen sebenarnya yang diperoleh berdasarkan hasil sintesis pada kondisi optimum dengan replikasi tiga kali yaitu sebesar 97,7556%.This study aims to determine the optimum conditions for the synthesis of 4,4’-dimethoxycalone compounds in the form of the optimum amount of NaOH and the optimum synthesis time to obtain the optimum yield. This research began with the making of an experimental design using the Response Surface Methodology (RSM) method with the Cetral Composite Design (CCD) matrix in Software Design Expert Version 11. Synthesis of 4,4-dimethoxycalcon compounds based on 13 experimental predictions of the experimental design. Optimization of synthesis results using Software. Synthesis of optimum conditions predicted Software suggested. Identification and purity of 4,4-dimethoxycalcone compound with TLC, melting point test and UV-Vis spectrophotometer. The optimal prediction of NaOH amount of 10 mmol was obtained and the optimum synthesis time of the compound was 4,4'-dimethoxycalcon for 60 minutes. At the optimum conditions, the prediction value of the yield that will be obtained is 98.1867%. The actual yield obtained based on the results of the synthesis at the optimum conditions with replication three times that is equal to 97.7556%.
2345526639I1A015017PERILAKU IBU RUMAH TANGGA TERKAIT AKTIVITAS MEMBUANG SAMPAH DI SEKITAR RUMAH DI DESA PEGAGAN KECAMATAN PALIMANAN KABUPATEN CIREBONABSTRAK
PERILAKU IBU RUMAH TANGGA TERKAIT AKTIVITAS MEMBUANG SAMPAH DI SEKITAR RUMAH DI DESA PEGAGAN KECAMATAN PALIMANAN KABUPATEN CIREBON
Hesty Tikapriasih, Agnes Fitria, Heryanto

Latar belakang : Masalah sampah dari hari kehari selalu ada dan sulit diatasi dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat akan pengelolaan sampah dan kurangnya sosialisasi. 80% ibu rumah tangga membuang sampah dikebun sekitar rumah dan membakar sampah disekitar rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku ibu rumah tangga terkait aktivitas membuang sampah disekitar rumah.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologi. Subyek penelitian adalah ibu rumah tangga yang membuang sampah disekitar rumah, sementara informan penelitian adalah petugas sanitarian puskesmas dan petugas desa yang bertanggung jawab pada masalah sampah. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian : Pengetahuan subyek penelitian yang masih rendah terkait sampah dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang rendah dan kurangnya informasi yang dimiliki. Subyek penelitian memberikan sikap bahwa bersedia membayar iuran setiap bulan untuk petugas kebersihan agar tidak terjadinya perilaku membuang sampah disekitar rumah. Seluruh subyek penelitian membuang sampah disekitar rumah karena tidak tersedianya TPS. Diperlukannya kontribusi lebih yang diberikan oleh sanitarian puskesmas dan pihak desa untuk memberikan penyuluhan terkait masalah pengolahan sampah dan mensosialisasikan program desa untuk mengatasi masalah sampah kepada masyarakat.
Kesimpulan : Pemberian informasi melalui penyuluhan tentang pengolahan sampah diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan penyediaan TPS sebagai sarana pendukung sehingga terjadinya perubahan perilaku membuang sampah disekitar rumah.
ABSTRACT
HOUSEWIFE BEHAVIOUR RELATED TO THE ACTIVITY OF THROWING GARBAGE AROUND THE HOUSE IN THE VILLAGE OF PALIMANAN SUB DISTRICT IN CIREBON REGENCY
Hesty Tikapriasih, Agnes Fitria, Heryanto

Background: Garbage problems from day to day are always available and difficult to handle because lack of public knowledge of waste management and lack of socialization. 80% of housewives throw garbage in the garden around the house and burn the garbage near their house. This research aim to find out how housewives ' behaviour related to throwing waste around the house.
Methods: This research using a qualitative research, phenomenological approach. The subjects of the study were housewives who threw garbage around the house, while the research informant was the Sanitarian officers of the clinics and the village officer who responsible for the garbage problem. Data analysis using with data reduction, data presentation and withdrawal of conclusions.
Research results: Knowledge subject research that still Sell related garbage is influenced by the level of education that Sell and lack of owned. Subjects of the study gave the attitude that willing to pay a month Lot dues to cleaning officers so as not to throw the behavior of garbage around the house. All research subjects threw garbage around the house due to the unavailability of TPS. The more contributions given by the Sanitarian Puskesmas and the trust of the village to provide counseling related to the literary processing of garbage and socialize the village program to the causes of garbage literature to the community.
Conclusion: The provision of information through counseling about waste processing is necessary to improve the knowledge and provision of TPS as supporting means so that the behavior changes throw waste around the house.

2345634969F1J014011Pengaruh Manga Terhadap Perkembangan Komik IndonesiaPenelitian ini berjudul “Pengaruh Manga Terhadap Perkembangan Komik Indonesia”. Tujuanya adalah untuk mendeskripsikan pengaruh atau dampak yang terdapat pada komik lokal buatan Indonesia dengan adanya akibat dari ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap manga. Teori yang digunakan yaitu kajian budaya populer, cultural studies dan kajian budaya pop oleh John Storey. Data penelitian berupa video dokumenter yang meceritakan tentang komik lokal dan juga para pengarangnya serta komik Indonesia yang dicetak mulai tahun 2000 hingga sekarang, dan juga hasil atau jawaban dari angket yang telah disebar digunakan sebagai sumber data. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui menyebar angket secara online kemudian dijabarkan. Berdasarkan hasil analisis terhadap angket dan video ditemukan bahwa manga masihlah menarik minat banyak pembaca komik di Indonesia. Sehingga membuat komikus dan penerbit di Indonesia mengikuti gaya dari manga yang menggunakan mata besar dalam menggambarkan karakter, tema yang beragam namun masih dapat diterima oleh banyak kalangan, hingga sistem penerbitan yang mirip dengan penerbitan manga di Jepang.The title for this research is “The Influence of Manga on Indonesian Comics”. The purpose of this research is to explain the effect of Indonesian people’s interest in manga on the local comics made in Indonesia. The theories that are being used for this research are popular culture research, cultural studies, and pop culture research by John Storey. The data of this research are divided into two subjects. First, it contains a documentary video that told a story about local comics and their creators. Additionally, the video also consists of a brief history of Indonesian comics that have been printed from the year 2000 until the present. Second, the data also contains the result of several questionnaires that have been distributed to a certain general public that acts as a data statistic or data source. The analysis method for this research is the descriptive-analytic method. The data gathering method is by distributing the questionnaires through online media. Then, the researcher creates a verdict based on the results of those questionnaires. It is known that manga still attracts the interest of many comic readers in Indonesia. Thus, making comic artists and publishers in Indonesia follow the style of manga that uses big eyes in describing characters, themes that are diverse but still acceptable to many people, to a publishing system that is similar to manga publishing in Japan.
2345726640B1A015014OPTIMASI KONSENTRASI FRUKTO OLIGOSAKARIDA (FOS) TERHADAP PERTUMBUHAN Lactobacillus plantarum AKK-30 DAN AKTIVITAS EKSTRAK METABOLIT ANTIMIKROBA DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI PATOGENLactobacillus plantarum AKK-30 merupakan Bakteri Asam Laktat (BAL) milik BPTBA LIPI Yogyakarta yang diisolasi dari kolon ayam kampung L. plantarum AKK-30 memiliki kemampuan mereduksi kolesterol pada ayam dan diindikasikan mampu menghasilkan senyawa antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Frukto Oligosakarida (FOS) merupakan jenis gula kompleks sebagai media tumbuh Bakteri Asam Laktat (BAL). FOS diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan L. plantarum AKK-30, sehingga menyebabkan korelasi terhadap peningkatan aktivitas antimikroba yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah mencari konsentrasi FOS dan waktu inkubasi terbaik untuk pertumbuhan L. plantarum AKK-30, serta mengetahui kemampuan ekstrak metabolit antimikroba L. plantarum AKK-30 terhadap bakteri patogen yang diujicobakan. L. plantarum AKK-30 pada medium MRSB menggunakan Frukto oligosakarida (FOS) yaitu konsentrasi 0%, 0,5%, 1%, dan 1,5%, di inkubasi pada waktu 6, 12, 18, dan 24 jam. Aktivitas ekstrak metabolit antimikroba L. plantarum AKK-30 diujicobakan pada 4 bakteri patogen yaitu Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus dan Salmonella pullorum. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi FOS 1 % dan inkubasi 24 jam paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan L. plantarum AKK-30 yaitu sebesar 2,11x108 CFU’s/ml pada nilai Total Plate Count (TPC). Ekstrak metabolit antimikroba L. plantarum AKK-30 mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Salmonella pullorum. Penghambatan bakteri yang tertinggi pada Staphylococcus aureus yaitu 10,8 mm, diikuti Escherichia coli sebesar 9,9 mm, Salmonella pullorum yaitu 9,083 mm, dan Pseudomonas aeruginosa 8.783 mm.Lactobacillus plantarum AKK-30 is a Lactic Acid Bacteria (BAL) belong to BPTBA LIPI Yogyakarta which was isolated from the colon of native chicken. L. plantarum AKK-30 has the ability to reduce cholesterol in chickens and is indicated to be able to produce antimicrobial compounds that can inhibit the growth of pathogenic bacteria. Fructo Oligosaccharide (FOS) is a complex type of sugar used as a growth medium for Lactic Acid Bacteria (LAB). FOS is expected to increase the growth of L. plantarum AKK-30, thereby causing a correlation to the increase in antimicrobial activity produced. The purpose of this study was to find the concentration of FOS and the best incubation time for the growth of L. plantarum AKK-30, and to determine the ability to extract L. plantarum AKK-30 antimicrobial metabolites against pathogenic bacteria tested. L. plantarum AKK-30 in the MRSB medium used Fructo oligosaccharides (FOS), namely concentrations of 0%, 0.5%, 1%, and 1.5%, incubated at 6, 12, 18, and 24 hours. Activity extracts of antimicrobial metabolites L. plantarum AKK-30 were tested on 4 of pathogenic bacteria are Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, and Salmonella pullorum. The results showed that the concentration of 1% FOS and 24-hour incubation were most effective in increasing L. plantarum AKK-30 growth which was 2,11x108 CFU’s/ml in the Total Plate Count (TPC) value. Antimicrobial extract of L. plantarum AKK-30 was able to inhibit the growth of Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, and Salmonella pullorum. The highest inhibition of bacteria was Staphylococcus aureus which was 10.8 mm, followed by Escherichia coli at 9.9 mm, Salmonella pullorum at 9,083 mm, and Pseudomonas aeruginosa 8,783 mm.
2345826643I1A015065HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN PELANGGAN DENGAN PEMANFAATAN ULANG PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS LURAH KABUPATEN CIREBON TAHUN 2019ABSTRAK
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN PELANGGAN DENGAN PEMANFAATAN ULANG PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS LURAH KABUPATEN CIREBON TAHUN 2019

Diana Afaaf Akmala1, Arih Diyaning Intiasari2, Setyowati Rahardjo3

Latar Belakang: Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan yang diharapkannya. Data kunjungan pasien di Puskesmas Lurah menunjukan dari tahun 2017 dan 2018 mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kepuasan Pelanggan dengan Pemanfaatan Ulang Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Lurah Kabupaten Cirebon tahun 2019.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling dengan jumlah 124 orang.

Hasil: Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara tangibles (p=0,000), reliability (p=0,000), emphaty (p=0,000), responsiveness (p=0,000), assurance (p=0,000) dan tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan (p=0,000) dengan pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan di Puskesmas Lurah Kabupaten Cirebon.

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tangible, reliability, emphaty, responsiveness, assurance dan tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan.

Kata kunci: tangible, reliability, emphaty, responsiveness, assurance.
ABSTRACT
THE RELATION BETWEEN CUSTOMER SATISFACTION WITH THE REUSE OF HEALTH SERVICES IN PUSKESMAS LURAH KABUPATEN CIREBON IN 2019
Diana Afaaf Akmala1, Arih Diyaning Intiasari2, Setyowati Rahardjo3

Background: Patient satisfaction is a level of patient’s feelings that arises as a result of the performance of health services after the patient compares it to what they have expected. Data on patient visitation in Lurah Health Center show that from 2017 and 2018 it has decreased. This study aims to determine factors that related to customer satisfaction with the reuse oh health services in Lurah Health Center Cirebon Regency on 2019.

Method: This study used an observational analytic method with a cross sectional approach. Sampling techniquesnhas done by accidental sampling method with 124 respondents.

Result: The result of bivariate test showed a relationship between tangibles (p=0,000), reliability (p=0,000), emphaty (p=0,000), responsiveness (p=0,000), assurance (p=0,000) and customer satisfaction based on the reuse of health services with the reuse of health services in Puskesmas Lurah Kabupaten Cirebon.

Conclusion: There was a relation between between tangibles, reliability, emphaty, responsiveness, assurance, and customer satisfaction based on the reuse of health services.

Keywords: tangible, reliability, emphaty, responsiveness, assurance.
2345926645G1A015050Hubungan Personal Hygiene dengan infeksi cacing parasit usus pada anak Sekolah Dasar di Desa Kawungcarang Kecamatan Sumbang Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Infeksi kecacingan merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia, terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu dengan sanitasi buruk. Prevalensinya bervariasi yaitu antara 2,5%-62%. Faktor personal hygiene merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap transmisi penyakit ini.
Tujuan: Mengetahui hubungan personal hygiene dengan infeksi cacing parasit usus pada anak Sekolah Dasar di Desa Kawungcarang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas
Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Total sampling. Jumlah sampel adalah semua populasi anak kelas 2-4 yang sesuai kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 100 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan pemeriksaan feses di laboratorium parasit. Analisis bivariat menggunakan uji statistik berupa fisher exact.
Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian diperoleh proporsi kecacingan 4% dengan jenis cacing yang menginfeksi adalah Ascaris lumbricoides 2% dan Trichuris trichiura 2%. Secara keseluruhan hubungan personal hygiene dengan infeksi cacing parasit usus didapatkan nilai p=0.054 (p > 0.05; Fisher Exact). Infeksi cacing dengan kebiasaan mencuci tangan p=0.000, infeksi cacing dengan kebersihan kuku p=0.026, infeksi cacing dengan kebiasaan jajan p=0,015 dan infeksi cacing dengan kebiasaan bermain di tanah p=0.619.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan personal hygiene dengan infeksi cacing, ada hubungan antara mencuci tangan dengan infeksi cacing, ada hubungan antara kebersihan kuku dengan infeksi cacing, ada hubungan antara kebiasaan jajan dengan infeksi cacing dan tidak ada hubungan antara kebiasaan bermain di tanah dengan infeksi cacing parasit usus pada anak sekolah dasar di Desa Kawungcarang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas.

Background: Worm infection is one of the Infections disease prevalence that high in Indonesia, especially on the underprivileged residents with poor sanitation. Prevalence varies between 2.5%-62%. Personal hygiene is one of the factors that affect the transmission of this disease.
Objective: To know the relationship between personal hygiene with intestinal parasites infection on elementary school children in the village of Kawungcarang sub-district Sumbang District of Banyumas.
Methods: This research was an observational analytic with cross sectional study design. Sampling techniques used Total sampling. The population were all population from 2-4 classes in elementary school that fits the criteria of inclusion and ekslusion as many as 100 people. The data was collected using questionnaire and examination of feces parasites in laboratory. Statistical Analysis using fisher exact test.
Results: The results showed the proportion of worm infection was (4.0%) wich ascariasis incidence 2% and trichuriasis 2%. Overall relationship between personal hygiene with intestinal parasites infection obtained p value p=0.054 (p 0.05 >; Fisher Exact). Relationship between worm infection with the habit of washing hands p = 0000, relationship between worm infection with nail hygiene p = 0.026, relationship between worm infection with spending habits p = 0.015 and relationship between worm infection with the habit of playing in the land p = 0.619.
Conclusion: Based on the research results it can be concluded that there is no relationship between personal hygiene with the worm infection, there is a relationship between hand washing with worm infection, there is a relationship between hygiene nails with an worms infection, there is relationship between spending habits with worm infections and there is no relationship between the habit of playing on land with worm infection in elementary school student in the village of Kawungcarang sub-district Sumbang district of Banyumas
2346028794F1A015036Komunitas Islam Aboge (Studi tentang Interaksi Komunitas Islam Aboge di Desa Tambaknegara Kabupaten Banyumas dengan Masyarakat Sekitar)Masyarakat Indonesia memiliki bermacam-macam agama yang dianut sebagai pedomana hidup dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat yang menganut bermacam-macam agama bisa rentan terhadap suatu konflik karena perbedaan mengenai ritual kagamaan. Namun, hal mengenai perbadaan agama yang ada di Desa Tambaknegara seperti agama Islam (Nadhlatul Ulama, Muhammadiyah dan komunitas Islam Aboge) dan Katolik yang dianut oleh masyarakat di desa tersebut. Masyarakat yang memiliki agama yang berbeda-beda tidak menghalangi mereka untuk melakukan interaksi dengan yang lain walaupun terdapat perbedaan mengenai ritual keagamaan yang dianut oleh masyarakat di Desa Tambaknegara. Penelitian dilakukan di Desa Tambaknegara Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Jumlah sampel yang dijadikan informan sebanyak 11 orang yang dipilih secara purposivee sampling. Metode Pengumpulan data yaitu obeservasi dan wawancara dengan informan yang sudah dipilih.
Masyarakat di Desa Tambaknegara yang memiliki kepercayaan yang berbeda dapat hidup berdampingan dalam kehidupan sehari-hari. Masing-masing masyarakat di Desa Tambaknegara telah menjalin kontak sosial dan komunikasi yang baik walaupun berbeda mengenai agama atau kepercayaan di desa tersebut. Kontak sosial dan komunikasi yang berjalan baik di antara mereka menghasilkan interaksi yang harmonis serta adanya sikap saling menghargai dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Sikap saling menghargai dan toleransi yang mereka lakukan dapat diamati melalui berbagai macam kegiatan yang diadakan oleh komunitas Islam Aboge maupun di luar Islam Aboge yang saling mengundang pada kegiatan keagamaan tertentu. Sikap saling toleransi dan saling menghargai antara komunitas Islam Aboge dengan masyarakat sekitar tidak mungkin terjadi kalau interaksi tidak harmonis dan baik yang di masyarakat desa tersebut.
Indonesia society has a variety of religious which are embraced as a living guide in daily life, people who embrace various religious can be vulnerable to a a conflict because differences regarding religious rituals. However, things about condition in Tambaknegara Village such as Islam (Nadhlatul Ulama, Muhammadiyah, and Islamic Aboge community) and Catholicism are held by the people in the village. People who have different religious do not prevent them from interacting with other even though there are differences regarding religious ritual addopted by the community in Tambaknegara Village, Rawalo District, Banyumas Regency. The number of sample used informants was 11 people chosen by purposive sampling. Data collection methods are obsevationand interview selected informants.
People in Tambaknegara Village who have different beliefs can live side by side in everyday life. Each community in Tambaknegara Village has established good social and communication contacts, although it is different about religion or belief in the village. Social contact and good communication between them produce harmonious interaction and mutual respect and tolerance in daily life. Their mutual respect and tolerance can be observed through a variety of activities carried out by Aboge Islam and outside Aboge Islamic community which invite each other to certain religious activities. The attitude of mutual tolerance and mutual respect between Aboge Islamic community and the surrounding community is impossible if the interaction is not harmonious and good in the village community.