Artikelilmiahs

Menampilkan 23.361-23.380 dari 51.905 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2336126568G1G014030PENGARUH DERAJAT KEASAMAN TERHADAP PELEPASAN OBAT TABLET IBUPROFEN YANG DIENKAPSULASI KITOSAN DAN NATRIUM ALGINAT DENGAN IMOBILATOR NANOSELULOSA SERAT DAUN NANAS (Ananas comosus (L.) Merr)Perikoronitis merupakan infeksi pada jaringan lunak yang biasa terjadi pada impaksi sebagian di sekitar mahkota molar ketiga. Perawatan yang dapat dilakukan adalah operkulektomi, yaitu pemotongan jaringan lunak yang mengalami infeksi. Setelah dilakukan operkulektomi luka yang terbentuk harus dibalut menggunakan periodontal pack. Salah satu jenis periodontal pack adalah hydrogel. Hydrogel dapat diimersikan dengan obat antiinflamasi untuk mengurangi rasa sakit akibat operkulektomi. Teknik tersebut berupa enkapsulasi dengan mengimersikan obat antiinflamasi ibuprofen dengan bahan lain berupa kitosan, natrium alginat, dan imobilator nanoselulosa serat daun nanas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh derajat keasaman terhadap pelepasan obat ibuprofen yang dienkapsulasi kitosan dan natrium alginat dengan imobilator nanoselulosa serat daun nanas pada hydrogel. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimental laboratoris kuasi dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu perlakuan pH 5,5 dan pH 7,4 dengan setiap kelompok dibagi menjadi 7 kelompok waktu, yaitu 0, 15, 30, 45, 60, 75, dan 90 menit. Pengujian dilakukan dengan karakterisasi morfologi dari nanoselulosa dan nanokapsul menggunakan uji TEM, karakterisasi gugus fungsi menggunakan uji FTIR, dan uji pelepasan obat menggunakan uji UV-Vis. Hasil yang didapat lalu di uji statistik menggunakan uji Normalitas Saphiro-Wilk dan uji homogenitas Levene. Setelah itu dilakukan uji Two-Way ANOVA dengan hasil bermakna (p=0,019, p<0,05). Selanjutnya diolah menggunakan uji Post-Hoc dengan nilai p<0,05 yang menyatakan adanya perbedaan bermakna antar kelompok. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengaruh derajat keasaman terhadap pelepasan obat ibuprofen yang dienkapsulasi kitosan dan natrium alginat dengan imobilator nanoselulosa serat daun nanas pada hydrogel.Pericoronitis is an infection of the soft tissue that usually occurs in partial tooth impaction around the crown of the third molar. The treatment that can be done is operulectomy, which is cut the the infected tissue. After operculectomy the wound must be wrapped using a periodontal pack. One type of periodontal pack is hydrogel. Hydrogel can be immersed with anti-inflammatory drugs to reduce pain due to operculectomy. The technique is an encapsulation, the anti-inflammatory drug Ibuprofen was immersed with other ingredients such a chitosan, sodium alginate, and nanocellulose of pineapple leaf fibers as imobilator. The purpose of this research was to identify the effect of acidity on the release of ibuprofen drugs encapsulated with chitosan and sodium alginate with nanocellulose pineapple leaf fibers as imobilator on hydrogels. This type of research was a quasi laboratory experimental type with a posttest only control group design. This research was divided into two groups, which is group with pH 5.5 and pH 7.4 with each group divided into 7 time groups, 0, 15, 30, 45, 60, 75, and 90 minutes. The test was carried out with morphological characterization of nanocellulose and nanocapsules using the TEM test, characterization of chemical properties using FTIR test, and drug release test using UV-Vis test. The results obtained were then tested statistically using the Saphiro-Wilk Normality test and the Levene homogeneity test. After that, a two-way ANOVA test was conducted with significant results (p = 0.019, p <0.05), followed with Post Hoc test with a value of p <0.05 which states that there are significant differences between groups. The conclusion of this study is that there is a difference in the effect of acidity on the release of ibuprofen drug encapsulated with chitosan and sodium.
2336226569C1I015019THE EFFECT OF COMPANY SIZE, PROFITABILITY, SOLVABILITY, AND AUTIOR OPINION TOWARD AUDIT DELAY AND TIMELINESS
(Empirical Study in Property and Real Estate Companies in Indonesia Stock Exchange)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh company size, profitability, solvability, dan auditor opinion terhadap audit delay dan timeliness.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan property dan real estate yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia selama 2015-2017 dan sampel yang diambil sebanyak 35 sampel yang terdiri dari 51 perusahaan properti dan real estate dalam 3 periode berturut-turut. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda dan analisis regresi logistik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa company size berpengaruh positif terhadap audit delay, profitability dan solvability berpengaruh negatif terhadap audit delay, sedangkan auditor opinion tidak memiliki pengaruh terhadap audit delay. Audit delay model menggunakan analisis regresi berganda. Kemudian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitability berpengaruh positif terhadap timeliness, sedangkan company size, solvability, dan auditor opinion tidak memiliki pengaruh terhadap timeliness. Timeliness model menggunakan analisis regresi logistik.
This study aims to examine the effect of company size, profitability, solvability, and auditor opinion toward audit delay and timeliness.
Population of this study is property and real estate companies that listed on Indonesia Stock Exchange during 2015-2017 and samples taken are as much as 35 samples that consist of 51 manufacturing companies within 3 periods in a row. The sampling technique was carried out using purposive sampling and data analysis was conducted using multiple regression analysis and logistic regression analysis.
The results of this research indicate that company size has a positive effect toward audit delay, profitability and solvability have a negative effect toward audit delay, while auditor opinion has no effect toward audit delay. Audit delay model is using multiple regression analysis. Then, the results of this research indicate that profitability has a positive effect toward timeliness, while company size, solvability, and auditor opinion has no effect toward timeliness. Timeliness model is using logistic regression analysis.
2336328610K1A015058PEMBUATAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT DARI NIRA KELAPA UNTUK MENURUNKAN NILAI COD DAN BOD PADA LIMBAH TAHU MENGGUNAKAN ADITIF PS-PEGPermasalahan yang dihadapi oleh industri tahu adalah pencemaran perairan
karena limbah tahu. Salah satu metode mengolah limbah cair industri tahu adalah
membran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik membran
selulosa asetat dari nira kelapa serta untuk mengetahui nilai fluks dan rejeksi dari
membran tersebut. Metode pengolahan limbah tahu menggunakan metode
filtrasi.Hasil penelitian menunjukkan nilai fluks air dan limbah cair tahu dari
membran selulosa asetat berbahan dasar nira kelapa berturut-turut adalah 45,85
L/(m².jam) dan 6,2 L/(m².jam). Nilai rejeksi dari limbah cair tahu sebesar
60,2%.Presentase penurunan nilai COD dan BOD adalah 80% 70, 91%.
The problem faced by the tofu industry is water pollution because of the
waste. One method for treating tofu industry waste water is technology membrane.
This research was conducted to determine the characteristics of cellulose acetate
membrane from coconut sap and to determine the value of flux and rejection of the
membrane. The tofu waste treatment method uses the filtration method. The results
showed that water and tofu liquid waste from the cellulose acetate membrane based
on coconut sab are 45,85 L/(m².h) and 6,2 L/(m².h), respectively. The rejection
value of liquid waste was 60.,2%. and percentage decrease in the value of COD
and BOD was 80% 70,91%.
2336426571I1E015019PENGARUH LATIHAN DRILL MASSED PRACTICE DAN LEMPAR SHUTTLECOCK TERHADAP HASIL OVERHEAD LOB BULUTANGKIS PADA SISWA EKSTRAKURIKULER SMPN 9 PURWOKERTOLatar Belakang: Latihan drill massed practice adalah latihan dengan cara memberikan umpan lambung satu arah pada siswa dan dipukul dengan pukulan lob yang diarahkan jauh kebelakang, dilakukan secara terus menerus tanpa istirahat setiap set-nya. Latihan lempar shuttlecock adalah latihan dengan permainan melempar shuttlecock melewati net dengan gerakan seperti melakukan pukulan lob, jarak dan sasaran lempar telah ditentukan. Pukulan overhead lob adalah pukulan yang dilakukan pada saat bola berada diatas kepala dan dipukul atau diarahkan kebagian belakang lapangan lawan.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode “Pretest Posttest Control Grup Design”. Penelitian ini dilaksanakan di Gedung Bulutangkis Kantor Kelurahan Sumampir. Menggunakan sampel 22 siswa dengan teknik purposive sampling, Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji T.

Hasil Penelitian: Nilai Sig. (2-tailed) dari kelompok eksperimen (drill massed practice) yaitu 0,000 atau < 0,05 , nilai Sig.(2-tailed) dari kelompok kontrol (lempar shuttlecock) yaitu 0,000 atau < 0,05 dan nilai Sig.(2-tailed) yaitu 0,017 atau < 0,05

Kesimpulan: (1) ada pengaruh positif latihan drill massed practice terhadap hasil overhead lob bulutangkis pada ekstrakurikuler SMP Negeri 9 Purwokerto, (2) ada pengaruh positif latihan lempar shuttlecock terhadap hasil overhead lob bulutangkis pada ekstrakurikuler SMP Negeri 9 Purwokerto (3) latihan drill massed practice lebih efektif memberikan pengaruh terhadap hasil overhead lob bulutangkis pada ekstrakurikuler SMP Negeri 9 Purwokerto, dibandingkan latihan lempar shuttlecock.
Background: Massed practice drill exercises are exercises by giving one-way gastric feedback to students and are hit with lob hits directed far back, done continuously without any breaks in each set of it. Shuttlecock throwing training is an exercise with the game throwing the shuttlecock over the net with movements such as lob, distance and target throwing has been determined. An overhead lob is a shot that is taken when the ball is above the head and is hit or directed towards the back of the opponent's field.

Methodology: This study uses the "Pretest Posttest Control Group Design" method. This research was conducted in the Badminton Building of the Sumampir Village Office. Using a sample of 22 students with a purposive sampling technique, data analysis using the normality test, homogeneity test, and T test

Results: Sig. (2-tailed) from the experimental group (drill massed practice) that is 0,000 or <0.05, Sig value (2-tailed) from the control group (shuttlecock throw) is 0,000 or <0.05 and Sig. (2- tailed), i.e. 0.017 or <0.05

Conclusions: (1) there is a positive effect of drill massed practice exercises on the results of badminton lob overhead in extracurricular SMP Negeri 9 Purwokerto, (2) there is a positive effect on shuttlecock throwing exercises on the results of badminton lob overhead on extracurricular SMP Negeri 9 Purwokerto (3) drill massed exercises practice is more effective to influence the results of badminton lob overhead in extracurricular at SMP Negeri 9 Purwokerto, compared to shuttlecock throwing exercises.
2336526573A1D015219RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS KAILAN (Brassica oleraceae var. alboglabra) TERHADAP NILAI ELECTRICAL CONDUCTIVITY (EC) PADA SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNGPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui nilai electrical conduvtivity (EC) terbaik untuk pertumbuhan kailan dengan sistem hidroponik (2) mengetahui varietas kailan terbaik yang ditanam dengan sistem hidroponik (3) mengetahui respon tiga varietas kailan terhadap beberapa nilai electrical conduvtivity (EC) pada sistem hidroponik. Penelitian dilaksanakan di screen house Pondok Pesantren Darul Qur’an Al-Karim pada bulan Desember 2018 sampai dengan Februari 2019. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (split plot design) dalam petak utama berupa faktor nilai EC, yaitu: 2,5 mS cm-1, 3,5 mS cm-1, dan 4,5 mS cm-1, dalam anak petak berupa faktor varietas kailan, yaitu: Nova, Sakura F1, dan Yama F1 dengan ulangan sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kandungan klorofil, bobot tanaman segar, bobot tajuk segar, bobot akar segar, panjang akar terpanjang, volume akar, bobot tanaman kering, bobot tajuk kering, dan bobot akar kering. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F pada taraf kesalahan 5% dan 1% lalu dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai EC terbaik adalah EC 4,5 mS cm-1. Varietas Nova merupakan varietas terbaik pada variebel luas daun, bobot tanaman segar, bobot tajuk segar, dan bobot akar segar. Kombinasi terbaik terhadap hasil (bobot tanaman segar dan kering) adalah pada EC 4,5 mS cm-1 dan varietas Nova.This research aimed to (1) find out the best of electrical conductivity (EC) for the growth of Kailan with hydroponic system (2) find out the best kale varieties planted with hydroponic systems, and (3) find out the response of three varieties on some electrical conductivity (EC) of the hydroponic system. The research was conducted at the screen house of Darul Qur'an Al-Karim Islamic Boarding School in Desember 2018 until February 2019. The experimental design used was a split plot with the main plot consisting of EC (E) values, namely: EC 2.5 mS cm-1, EC 3.5 mS cm-1, and EC 4.5 mS cm-1, and subplots consist of kale varieties, namelym Nova, Sakura F1, and Yama F1 with replications 3 times. Observation variables included plant height, leaf number, leaf area, chlorophyll content, fresh plant weight, fresh canopy weight, fresh root weight, longest root length, root volume, dry plant weight, dry canopy weight, and dry root weight. The data obtained were analyzed by the F test level 5% and the resukts were significantly different followed by the DMRT test level 5%. The results showed that the effect of the best EC value was found at the EC value of 4.5 mS cm-1. Nova gave the best response on leaf area, fresh plant weight, fresh canopy weight, and fresh root weight. EC 4.5 mS cm-1 and varieties Nova gave the best combination of results (the weight of fresh and dry plants).
2336626572C1C015118PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, MANAJEMEN LABA, KOMPENSASI EKSEKUTIF DAN KOMPENSASI RUGI FISKAL TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK PADA PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016 -2018Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Financial Distress, Manajemen Laba, Kompensasi Eksekutif, dan Kompensasi Rugi Fiskal terhadap Agresivitas Pajak. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek In donesia (BEI) periode 2016-2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, sampel yang memenuhi kriteria berjumlah 32 perusahaan property dan real estate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Financial Distress tidak berpengaruh positif terhadap Agresivitas Pajak; (2) Manajemen Laba tidak berpengaruh positif terhadap Agresivitas Pajak; (3) Kompensasi Eksekutif berpengaruh positif terhadap Agresivitas Pajak; (4) Kompensasi Rugi Fiskal berpengaruh positif terhadap Agresivitas Pajak; (5) Financial Distress, Manajemen Laba, Kompensasi Eksekutif, Kompensasi Rugi Fiskal berpengaruh secara simultan terhadap Agresivitas. Implikasi dari penelitian ini yaitu bagi pihak perusahaan agar lebih meningkatkan kehatia - hatian dalam melakukan agresivitas pajak agar tidak terjadi masalah pepajakan dikemudian hari. Bagi pihak investor untuk meningkatkan pengawasan kepada pihak manajemen agar memperhatikan tingkat kepatuhan dalam pembayaran pajak. Bagi pihak pemerintah untuk memahami pemasalahan penghindaran pajak sehingga peraturan yang dibuat dapat mengurangi tindakan agresivitas pajak
This study aims to determine the effect of Financial Distress, Earnings Management, Exsecutive Compensation, , Fiscal Loss Compensation to Tax Agressiveness.The population in this study are property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2016-2018. Sampling is done by purposive sampling technique, samples that meet the criteria are 32 property and real estate companies. The results of this study indicate that: (1) Financial Distress has no apositive effect on the Tax Agressiveness; (2) Earnings Management has no a positive effect on the Tax Agressiveness; (3) Exsecutive Compensation has a positive effect on the Tax Agressiveness; (4) Fiscal Loss Compensation has a positive effect on the Tax Agressiveness; (5) Financial distress, earnings management, executive compensation, and fiscal loss compensation simultaneously affect the tax aggressiveness. The implication of this study is for the company to further increase caution in carrying out tax aggressiveness so that there is no problem of taxation in the future. For investors to increase supervision to management to pay attention to the level of compliance in tax payments. For the government to understand the problem of tax avoidance so that the regulations made can reduce tax aggressiveness
2336726574I1A015094Evaluasi Penyelenggaraan Makanan di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA PurwokertoLatar Belakang: Penyelenggaraan makanan di Lapas merupakan rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan menu sampai pendistribusian makanan kepada konsumen termasuk kegiatan pencatatan, pelaporan dan evaluasi. Berdasarkan data sepuluh penyakit tersbesar di Lapas Kelas IIA Purwokerto selama bulan April-Mei 2019 kasus gastritis menempati urutan kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyelenggaraan makanan di Lapas Kelas IIA Purwokerto
Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus, dilakukan pada bulan Juli 2019 pada 6 informan yang terdiri dari 4 informan utama tamping dan 2 informan pendukung pantia penyelenggara makanan. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data berupa uraian singkat dan penyimpulan data menggunakan triangulasi kepada panitia penyelenggara makanan
Hasil Penelitian: Penyelenggaraan makanan di Lapas Kelas IIA Purwokerto pada tahap proses dan output sudah sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Permasayarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI No. PAS-498. PK.01.07.02 Tahun 2015 tentang pedoman sistem penyelenggaraan makanan di Lapas dan Peraturan Menteri Kesehatan No.1096 tahun 2011, sedangkan pada tahap input aspek SDM dan sarana sanitasi masih belum sesuai dengan pedoman. Tamping tidak pernah mengikuti pelatihan higiene sanitasi makanan dan kurang menjaga kebersihan diri, sedangkan pada aspek sarana dan prasarana ditemukan bahwa jarak sumber pencemar (WC dan tempat sampah) kurang dari 10 meter.
Kesimpulan: Penyelenggaraan makanan di Lapas Kelas IIA Purwokerto sudah diterapkan sesuai pedoman Keputusan Direktur Jenderal Permasayarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI No. PAS-498. PK.01.07.02 Tahun 2015.
Background: Food management in Prison is a part of activities ranging from menu planning to food distribution to consumers including recording, reporting and evaluation. Based on data from the ten of biggest diseases in Prison Class 2’sA Purwokerto during April-May 2019, gastritis cases was on second ranked. This study aims to evaluate the implementation food in Prison Class 2’sA Purwokerto.
Methodology: This research is a qualitative case study, conducted in July 2019 with 6 informants consist of 4 main informants are assistants of who work in the kitchen and 2 supporting informants are supporting the provider of implementation food. Sampling is done by purposive sampling. Data analysis using data reduction, data presentation in the form of a brief description and inference data using triangulation to the food organizer committee.
Research Result: The implementation food in Prison Class 2’sA on the step of process and ouput is in accordance with the decree of the Direktur Jenderal Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI No. PAS-498.PK.01.07.02 at 2015 and Peraturan Menteri Kesehatan RI No.1096 at 2011, while at the step of input, there was aspect of human resources and sanitasion facilities are still not in accordance with the guidelines. Fostered residents who work in the kitchen has never participated in food sanitation training and lack personal hygiene, while the facilities and infrastructure it was found tha the distance of pollutant sources (toilets and garbage bins) is less than 10 meters.
Conclusion: The implementation of food in Prison Class 2’sA Purwokerto has been implemented accordance with the guidelines of the Direktur Jenderal Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI No.PAS-298.PK.01.07.02 and Peraturan Menteri Kesehatan RI No.1096.
2336826575H1D012069ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK RUMAH TANGGA DI KAWASAN PERKOTAAN PURBALINGGA TERHADAP JUMLAH PERGERAKAN LALU LINTASPerumahan Griya Abdi Kencana yang berada di jalan Letkol Isdiman merupakan perumahan dengan populasi terbanyak dibandingkan dengan perumahan perkotaan yang lain. Dengan mengetahui karakteristik rumah tangga dan karakteristik pergerakan penduduk diharapkan mampu mengetahui atribut apa saja yang berpengaruh terhadap jumlah pergerakan.
Untuk mengetahui karakteristik rumah tangga dan karakteristik pergerakan penduduk dilakukan wawancara yang berbentuk pertanyaan dalam format kuisioner yang terdistribusi secara proporsional terhadap rumah tangga berdasarkan tipe rumah. Besarnya sampel untuk jumlah responden kuisioner menggunakan tabel penentuan jumlah sampel berdasarkan jumlah populasi yang dikembangkan oleh Robert V. Krejchie dan Daryle W. Morgan. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan pendekatan analisis deskriptif, uji hipotesis dan analisis regresi.
Berdasarkan analisis deskriptif, karakteristik rumah tangga di Perumahan Griya Abdi Kencana adalah sebagian besar jumlah anggota keluarga beranggotakan 4 (empat) orang, jumlah pendapatan diatas 3,5 juta rupiah, dan memiliki 2 – 3 kendaraan. Sedangkan karakteristik pergerakan penduduk di wilayah penelitian adalah pergerakan terbanyak dibangkitkan oleh pelaku perjalanan sekolah. Jarak yang ditempuh untuk masing-masing tujuan perjalanan sebagian besar ≤ 2 km, waktu yang ditempuh ≤ 15 menit, waktu keberangkatan saat jam sibuk, kendaraan yang digunakan sepeda motor, dan sebaran perjalanan termasuk interzona. Berdasarkan uji hipotesis, jumlah pergerakan dipenagruhi oleh atribut-atribut sosio ekonomi, temuan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah bahwa hanya atribut jumlah anggota keluarga yang berpengaruh terhadap jumlah pergerakan yang terjadi. Selanjutnya model persamaa analisis regresi polinomial yang didapatkan untuk hubungan jumlah anggota keluarga dengan jumlah pergerakan adalah y=47,417x^3-753,89x^2+3774,8x-5731,3 dengan indeks determinasi (R2) sebesar 0,8841.
Griya Abdi Kencana Residence located at Letkol Isdiman Street is a settlement with a high population in comparison with others. Knowing the household charahteristic and movement characteristic of population is expected to be able to indentify what attributs affect the traffic movement.
To find out the household characteristic and movement characteristic of population, home interviews survey was conducted using questionnaire that was distributed proportionally to households based on the type of house. The size of sample for respondents using a table determining of samples based on population developed by Robert V. Krejchie and Daryle W. Morgan. The data that has been obtained is then anlysed with descriptive analysis, hypothesis testing, and regression analysis.
Based on descriptive analysis, the household characteristics at Griya Abdi Kencana residence are the majority of family members with 4 members, total income above 3,5 million rupiah, and having 2 – 3 motorised vehicles. Whereas the movement characteristic of population at the study area is that the most trip generation is generated by the movement to school. The distance covered for each destination is mostly ≤ 2 kilometers, the time taken ≤ 15 minutes, the time of departure during peak hour, the vehicle used is a motorcycle, and the distribution of movements including interzona. Based on hypothesis testing, movements is influenced by socio-wconomi attributes of family members that affect that occur. Furthermore, the equation model based on the polynomial regression analysis obtained for the relationship of family members with the movement is y=47,417x^3-753,89x^2+3774,8x-5731,3; with index of determination is 0,8841.
2336928790H1A016005ANALISIS TEKNO EKONOMI PERANCANGAN JARINGAN FIBER TO THE HOME DI PERUMAHAN SAPPHIRE MADINA DENGAN TEKNOLOGI GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK Telekomunikasi adalah teknologi yang memungkinkan manusia untuk berkomunikasi jarak jauh. Seiring perkembangan zaman teknologi komunikasi berkembang sangat pesat. Saat ini teknologi komunikasi yang umum digunakan adalah teknologi serat optik, dimana teknologi serat optik memiliki beberapa keuntungan seperti bandwidth yang sangat besar dan lebih tahan terhadap gangguan. Untuk pembangunan akses jaringan baru diperlukan analisis mengenai Power Link Budget, Rise Time Budget, Power Transmit, Power Receiver dan jumlah trafik yang dibutuhkan agar jaringan dapat bekerja secara baik. Parameter tersebut akan dianalisis menggunakan software Optisystem. Selain analisis mengenai parameter tersebut akan dilakukan juga analisis mengenai tekno ekonomi untuk perancangan jaringan. Analaisis tekno ekonomi dilakukan agar dapat memberikan gambaran dan pilihan yang terbaik dari berbagai alternatif berdasarkan perhitungan ekonomi. Hasil dari analisis yang telah dilakukan didapatkan hasil untuk nilai daya yang diterima receiver pada downlink rata-rata berkisar -15 dB dan uplink rata-rata berkisar 1,8 dB, sedangkan untuk analisis Bit Error Rate didapatkan hasil yang baik karena nilai yang didapat dibawah batas maksimal standar serta hasil perhitungan Rise Time Budget didapatkan nilai tsis sebesar 0,260683 ns untuk downlink dan 0,437897 ns untuk uplink dimana nilai yang didapat sesuai dengan standar. Dan analisis ekonomi perancangan jaringan didapatkan hasil yang layak dengan perangkat yang digunakan merek ZTE untuk OLT dan Huawei untuk ONT. Nilai Net Presnet Value yang didapat yaitu sebesar Rp 854.504.660.52 dan Payback Period terjadi pada tahun ke 2 untuk asumsi jumlah pelanggan 100%, sedangkan dengan asumsi pelanggan sebanyak 50 % didapatkan hasil analisis yang layak dengan nilai Net Presnet Value terbesar yaitu Rp 254.391.002,70 dan Payback Periode pada tahun ke 3. Berdasarkan hasil seluruh analisis parameter dapat disimpulkan bahwa perancangan jaringan FTTH di Perumahan Sapphire Madina dapat dinyatakan layak untuk dibangun. Telecommunication has a very important role in human life as for it can connect and carry out communication despite great distances. Hence this interest, we need a communication technology with good quality so that it does not experience any interferences and also can cover many users. The development of an internet access network in a certain housing requires large amounts of funds so a feasibility analysis is needed to avoid disruption and cost loss. One of them is the network development planning analysis in Sapphire Madina Housing with local fiber network access technology in order to cover the large bandwidth requirements. The parameters which used in the analysis were Power Link Budget, Rise Time Budget, Bit Error Rate, while for economic analysis were Payback Period and Net Percent Value. This research was carried out through several stages such as data collection, network design, network analysis and economic analysis. The Payback Period will give an idea of when the return on investment and Net Present Value will give an idea of the future value of the income and the feasibility of the project. The results of the analysis that has been done was the results for the value of the power which received by the receiver on the downlink was around -15 dB and the average uplink was around 1.8 dB, while the result for Bit Error Rate analysis was good because the value obtained was below standard maximum limit, and also the Rise Time Budget calculation results obtained was tsis value of 0.260683 ns for the downlink and 0.437897 ns for the uplink where the value obtained was in accordance with the standard. And economic analysis of network design was obtained decent results with the devices used the ZTE brand for OLT and Huawei for ONT. The Net Present Value obtained was IDR 854,504,660.52 and the Payback Period occurred in the second year to assume the number of 100% customers, while with the customer’s assumption of 50% obtained a decent analysis result with the largest Net Present Value value was IDR 254,391,002.70 and Payback Period in year 3. Based on the results of all parameter analysis it can be concluded that the design of the FTTH network in Sapphire Madina Housing can be declared feasible to be built.
2337026576C1B015063ANALISIS PENERAPAN TEORI ANTRIAN PADA SISTEM PEMBAYARAN SUPERMARKET DI RITA PASARAYA WONOSOBOAntrian adalah suatu situasi umum yang biasa terjadi dalam kehidupan kehidupan sehari-hari dimana pelanggan menunggu giliran di depan kasir untuk mendapatkan giliran dalam pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja sistem pelayanan dan sistem antrian pada kasir supermarket di Rita Pasaraya Wonosobo. Jenis penelitian ini merupakan analisis kuantitatif yaitu data yang berupa angka atau bilangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan rumus antrian model B : M/M/S. Hasil penelitian ini menunjukan bagaimana kinerja sistem pelayanan dan sistem antrian di bagian supermaket pada Rita Pasaraya Wonosobo.


Abstract
Queuing is a common situation that is common in everyday life where customers wait their turn in front of the cashier to get a turn in service. This research aims to determine the performance of the service system and queuing system at the supermarket cashier at Rita Pasaraya Wonosobo. The type of research is a quantitative analysis of data in the form of numbers or numbers. Data collection techniques used were interviews, observation and literature study. The analysis of this research is using formula for the model B: M / M / S. The results of this research showing how the performance of the service system and queuing system in the supermaket on Rita Pasaraya Wonosobo.


2337126577F1C014068EFEKTIVITAS PESAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM “VISIT BOGOR” DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI PARIWISATA MAHASISWA PAGUYUBAN UNSOED BOGORPenelitian ini membahas tentang pemanfaatan media sosial instagram untuk dijadikan alat pencari sebuah informasi terutama informasi pariwisata. Mahasiswa paguyuban unsoed bogor sebagai objek dari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat tingkat kepuasan mahasiswa paguyuban unsoed bogor dalam memenuhi kebutuhan informasi pariwisata Kota Bogor dengan apa yang disajikan oleh akun VisitBogor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pada penelitian ini penulis menggunakan total sampling sebanyak 135 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan penyebaran kuesioner.

Hasil dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa efek yang didapatkan oleh mahasiswa paguyuban unsoed bogor berupa adanya tingkat kepuasan informasi setelah menggunakan aplikasi instagram dan melihat akun @VisitBogor. Hal tersebut mengacu hasil data tabulasi silang antara indikator-indikator pada gratification sought dengan gratification obtained yang menunjukkan tingkat kepuasan yang didapatkan oleh mahasiswa paguyuban unsoed bogor berada di atas 70%. Sedangkan untuk hasil perhitungan statistik terhadap uji hipotesisnya diperoleh hasil bahwa nilai rata-rata GS lebih kecil dari nilai rata-rata GO, dengan nilai thitung 1,105. Hal tersebut berarti bahwa telah terjadi kesennjangan rata-rata GS dengan rata-rata GO. Jadi dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa 〖 H〗_a berbunyi “Terdapat perbedaan rata-rata antara kebutuhan yang di dicari oleh Mahasiswa Paguyuban Unsoed Bogor (Gratification Sought) dengan kepuasan yang diperoleh (Gratification Obtained) dalam pemenuhan kebuhan informasi pariwisata melalui akun Instagram @VisitBogor” diterima.
This study discusses the use of Instagram social media to be used as a search tool for information, especially tourism information. Unsoed bogor student association as the object of this study. The purpose of this study is to analyze the level of student satisfaction level of the unsoed bogor community in meeting the tourism information needs of bogor city with what is presented by the VisitBogor account. This research uses quantitative methods. In this study the authors used a total sampling of 135 people. Data collection techniques performed by distributing questionnaires.

The results of the research conducted revealed that the effect obtained by the students of the unsoed bogor community was in the form of the level of information satisfaction after using the Instagram application and seeing the @VisitBogor account. This refers to the results of cross tabulation data between the indicators on gratification sought and gratification obtained which shows the level of satisfaction obtained by students of the unsoed bogor community is above 70%. As for the results of statistical calculations on the hypothesis test, the results show that the average GS value is smaller than the average GO value, with a tcount of 1.105. This means that there has been a gap between the GS average and the GO average. So the results show that it reads "There is an average difference between the needs sought by the Bogor Unsoed Students Association (Gratification Sought) and the satisfaction obtained (Gratification Obtained) in fulfilling the needs of tourism information through Instagram account @VisitBogor" received.
2337226578H1B014014Model Predator-Prey dengan Faktor Pemanenan pada PredatorABSTRAK. Penelitian ini membahas tentang model predator-prey dengan respon fungsional dan faktor pemanenan pada predator. Salah satu contohnya adalah model predator-prey antara Didinium sebagai predator dan Paramecium sebagai prey. Predator memerlukan waktu untuk mencari dan menangani prey sehingga digunakan respon fungsional tipe II. Model yang disajikan berupa sistem persamaan diferensial non linier yang diselesaikan secara kualitatif. Model tersebut mempunyai tiga titik kesetimbangan. Dua dari ketiga titik kesetimbangan tersebut bersifat stabil asimtotis bergantung pada nilai-nilai parameter yaitu, titik kesetimbangan kepunahan predator dan titik kesetimbangan predator-prey saat dalam keadaan coexistence (tumbuh secara beriringan). Simulasi model dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemanenan Didinium sebagai predator terhadap jumlah populasi Paramecium sebagai prey. Berdasarkan simulasi pada titik kesetimbangan Didinium dan Paramecium saat dalam keadaan coexistence, diperoleh hasil bahwa semakin besar tingkat pemanenan Didinium maka dalam jangka waktu yang lama jumlah populasi Paramecium menuju kapasitas daya tampungnya dan jumlah populasi Didinium mengalami peningkatan sampai batas tingkat pemanenan tertentu, kemudian mengalami penurunan hingga menuju kepunahan.ABSTRACT. This research discusses predator-prey model with functional responses type II and predator harvesting. For the example, the predator-prey models between Didinium as predator and Paramecium as prey. Predators need time to search and handle preys, so a functional responses type II is used. The model is system of non-linear differential equation that solved by qualitative ways. The model has three equilibrium points. Two of the three equilibrium points are asymptotically stable depend on parameter values, that is the predator extinction equilibrium point and the predator-prey equilibrium point when in a coexistence state. Model simulation is conducted to determine the effect of Didinium harvesting rates on the population of Paramecium. Based on simulations on Didinium and Paramecium equilibrium points when in a coexistence state, the results show that the greater the Didinium harvesting rate, the longer the Paramecium population reaches its capacity and the Didinium population increases to a certain level of harvesting then decreased to extinction.
2337326580F1F012029Reimagining Sexuality in 1970's Turkey in Orhan Pamuk's The Museum of InnocenceABSTRAK

Adhitya , Christian Jhosua 2019. Reimagining Sexuality In 1970’s Turkey in Orhan Pamuk’s The Museum of Innocence. Skripsi. Pembimbing 1: Muh. Taufiqurrohman, S.S., M.Hum., Pembimbing 2: Aidatul Chusna, S.S., M.A., Penguji: Rizki Februansyah, S.S., M.A. Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto.,


Penelitian ini berjudul “Reimagining Sexuality In 1970’s Turkey in Orhan Pamuk’s The Museum of Innocence”, mempunyai tujuan menganalisa seksualiltas yang terjadi di tahun 1970an di Turki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisa data. Data utama penelitian ini diambil dari novel The Museum of Innocence. Data dianalisa dengan mengguakan teori Sejarah Baru dan teori Sejarah Seksualitas dari Foucault. Ada beberapa tahap yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah. Tahap pertama adalah mengumpulkan data dari novel, buku, jurnal, artikel mengenai seksualitas serta sumber-sumber pendukung lainnya. Tahap kedua adalah mengklasifikasi data berdasarkan rumusan masalah dan menganalisanya. Tahap terakhir adalah menyimpulkan hasil. Dalam hasil, terdapat tiga poin yang didiskusikan, seksualitas tradisional, modernisasi dan westernisasi, dan wanita dan Turki. Dalam seksualitas tradisional, menunjukan bahwa konservatisme seksualitas ditujukan untuk wanita Turki dan itu mengikat mereka dalam system patriarki. Wanita secara seksual ditekan dan dipaksa untuk menanggung konsekuensi yang mematikan untuk kesalahan mereka. Sementara, pria menikmati kehidupan seksual mereka dengan bebas bahkan ketika mereka melakukan kesalahan itu tidak akan membuat mereka rugi. Modernisasi dan westernisasi dibawa oleh Kemal Ataturk melalui sekulerisme sebagai ideology untuk mereformasi Republik Turki. Kebijakan-kebijakan yang mendukung pemuda-pemudi Turki untuk merasakan gaya hidup pembaratan dan hubungan seksual. Wanita dan Turki difokuskan dalam peran, fungsi dan identitas mereka sebagai wanita yang hidup di Turki yang mana mereka terikat pada budaya dan tradisi Turki.
ABSTRACT

Adhitya , Christian Jhosua 2019. Reimagining Sexuality In 1970’s Turkey in Orhan Pamuk’s The Museum of Innocence. Thesis. Supervisor 1: Muh. Taufiqurrohman, S.S., M.Hum., Supervisor 2: Aidatul Chusna, S.S., M.A., Examiner: Rizki Februansyah, S.S., M.A. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Humanities Faculty, English Department, English Study Program, Purwokerto.,



This research entitled “Reimagining Sexuality In 1970’s Turkey in Orhan Pamuk’s The Museum of Innocence”, is aimed at analyzing sexuality that occurred in 1970’s Turkey. This research used qualitative method in analyzing the data. The main data of this research were taken from The Museum of Innocence novel. The data were analyzed using New Historicism theory and Foucault’s History of Sexuality theory. There were several steps needed to be done in order to answer the research question. The first step was collecting data from the novel, books, journal, article about sexuality, and other supporting sources. The second step was classifying the data based on research questions and analyzing them. The last step was concluding the findings. In the result, there are three points that are discussed, traditional sexuality, modernization and westernization and women and Turkey. In traditional sexuality, it showed that sexuality conservatism was meant for Turkish women and bound them under patriarchal system. Women were sexually oppressed and forced to face lethal consequence for their mistake. Meanwhile, men were enjoying their sexual life freely even if they did mistake it would not disadvantage them. Modernization and westernization were brought by Kemal Ataturk through secularism as the ideology to reform Republic of Turkey. The policies were supported Turkish youngsters to experienced westernization lifestyle and sexual intercourse. Women and Turkey were focused on the role, function and identity as women who live in Turkey as well bound to the culture and tradition.
2337426615G1D014049PERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA KOMBINASI TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) DAN MUSIK INSTRUMENTAL DENGAN MUSIK INSTRUMENTAL TERHADAP NYERI PASIEN POSTOPERASI BEDAH MAYORLatar Belakang: Nyeri merupakan keluhan utama yang dirasakan pasien post operasi bedah mayor. Penelitian terbaru menunjukan kombinasi terapi spiritual emotional freedom technique (SEFT) dan musik instrumental merupakan terapi nonfarmakologis yang dapat menurunkan nyeri postoperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara efektivitas kombinasi terapi SEFT dan musik instrumental dengan musik instrumental terhadap nyeri pada pasien postoperasi.
Metodologi Penelitian: Penelitian quasi experiment ini menggunakan rancangan pretest-posttest with control group design pada 30 responden. Responden penelitian dibagi menjadi kelompok eksperimen yang mendapat terapi kombinasi SEFT dan musik instrumental (n=15) dan kelompok kontrol diberikan musik instrumental (n=15). Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Penilaian skala nyeri menggunakan numeric rating scale (NRS). Data dianalisis dengan menggunakan uji Shapiro Wilk, uji Wilcoxon, dan uji Mann Whitney.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan skala nyeri postoperasi bedah mayor yang bermakna sebelum dan setelah diberikan terapi kombinasi SEFT dan musik instrumental pada kelompok intervensi (p: <0,001), pada kelompok kontrol (p: 0,001). Kedua kelompok terdapat perbedaan penurunan skala nyeri yang signifikan (p: 0,026).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan efektivitas antara kombinasi terapi SEFT dan musik instrumental dengan musik instrumental dalam mengurangi nyeri pada pasien postoperasi bedah mayor di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Kata Kunci: musik instrumental, nyeri, postoperasi bedah mayor, spiritual emotional freedom technique (SEFT)
Background: The major complaint on patient post surgery is pain. Recent studies show the combination of spiritual emotional freedom technique (SEFT) and instrumental music is a non-pharmacological therapy that can be used to reduce postoperative pain. This study aims to determine the difference in effectiveness between the combination of SEFT therapy and instrumental music with instrumental music on pain in postoperative patients.
Research Method: this research used quasi-experimental, pretest-posttest with control group design with 30 respondents. Respondent divided into experimental groups who received combination SEFT therapy with instrumental music (n = 15) and the control group was given instrumental music (n = 15). Sample taking used accidental sampling. Pain scale assessment uses a numeric rating scale (NRS). Data were analyzed using the Shapiro Wilk test, the Wilcoxon test, and the Mann Whitney test.
Result: The results showed that there are significant differences in the scale of postoperative pain before and after treatment with combination SEFT and instrumental music in the intervention group (p <0.001), and in the control group (p: 0.001). Both groups had a significant difference in the decrease in pain scale (p: 0.026).
Conclusion: there was difference in effectiveness between spiritual emotional freedom technique (SEFT) and instrumental music with the instrumental music in the capability of reducing pain in patients with post major surgery in Dr. R. Goeteng Taroenadibrata General Hospital Purbalingga.
Keyword: music instrumental, pain, post major surgery, spiritual emotional freedom technique
2337526581F2A015004PROSES MANAJEMEN PADA SEKOLAH MITRA USAID PRIORITAS
(Studi Kasus SD Negeri 2 Candiwulan dan SD Negeri 3 Kutabanjarnegara Kabupaten Banjarnegara)
Penelitian ini menganalisis proses manajemen sekolah pada sekolah mitra USAID PRIORITAS di SDN 2 Candiwulan dan SDN 3 Kutabanjarnegara. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif. Informan penelitian yaitu stakeholder dalam proses manajemen sekolah, meliputi: kepala sekolah, Tenaga Pendidik dan Kependidikan (PTK), komite sekolah dan masyarakat. Fokus penelitian yakni proses manajemen berbasis sekolah di sekolah mitra USAID PRIORITAS. Dari hasil penelitian diketahui adanya partisipasi masyarakat dalam proses manajemen yang meliputi POSDCORB di SDN 2 Candiwulan yang terwadahi dalam komite sekolah dan paguyuban, sedangkan SDN 3 Kutabanjarnegara terwadahi dalam PAKWASIS dan komite sekolah yang merupakan hasil dari kemitraan dengan USAID. SDN 3 Kutabanjarnegara memperoleh penghargaan sebagai GPS (Good Practice School) oleh USAID sedang SDN 2 Candiwulan belum memperoleh disebabkan dari perbedaan sumber daya manusia dalam menerima materi pelatihan.This study analyzes the school management process at USAID PRIORITAS partner schools in SDN 2 Candiwulan and SDN 3 Kutabanjarnegara. The research method used is qualitative research. Research informants namely stakeholders in the school management process, including: school principals, Educators and Education Personnel (PTK), school committees and the community. The focus of the research is the school-based management process at USAID PRIORITAS partner schools. From the research results it is known that there is community participation in the management process which includes POSDCORB in SDN 2 Candiwulan which is contained in the school committee and community, while SDN 3 Kutabanjarnegara is included in PAKWASIS and the school committee which is the result of a partnership with USAID. SDN 3 Kutabanjarnegara received an award as a GPS (Good Practice School) by USAID while SDN 2 Candiwulan has not received due to differences in human resources in receiving training materials.
2337626582A1C013026EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR FAKTOR PRODUKSI PADA USAHA GULA AREN DI DESA BALIK TERUS KECAMATAN SANGKAPURA KABUPATEN GRESIK Gula aren merupakan pemanis yang berasal dari tandan bunga jantan pohok Enau.. Di Indonesia gula aren sudah sering digunakan sebagai pelengkap bumbu dapur untuk memasak sehari-hari. Gula aren umumnya diproses secara sederhana.
Perkembangan usaha industri kecil Gula Aren di Desa Balik Terus masih tergolong lambat. Hal ini disebabkan karena kualitas hasil produksinya yang tidak menentu dan produktifitasnya masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk:1) Menganalisis pengaruh penggunaan faktor faktor produksi terhadap kerajinan gula aren di Desa Balik Terus, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik. 2) Menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi pada kerajinan gula aren di Desa Balik Terus, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik. 3) Menghitung besarnya biaya dan pendapatan kerajinan gula aren di Desa Balik Terus, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik. Penelitian dilakukan di Desa Balik Terus pada april 2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus menggunakan kuisioner dari keseluruhan pengrajin gula aren di Desa Balik Terus. Sampel penelitian adalah pengrajin gula aren di Desa Balik Terus yang diperoleh sebanyak 61 orang. metode analisis yang digunakan adalah Analisis regresi linier berganda, analisis efisiensi dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Faktor produksi bahan baku nira dan kayu bakar secara nyata memberikan pengaruh terhadap hasil produksi gula aren, sedangkan daun laro dan tenaga kerja memberikan pengaruh tidak nyata terhadap hasil produksi gula aren. 2) Usaha gula aren secara efisiensi teknik tercapai, tetapi secara efisiensi harga belum tercapai sehingga efisiensi ekonomi usaha gula aren pada pengrajin belum tercapai. 3) Usaha gula aren di Desa Balik Terus dalam satu bulan selama dilakukan penelitian mengalami kerugian sebesar Rp 1.966.874. menunjukkan usaha gula aren di daerah penelitian merugikan bagi pengrajin.
Palm sugar or red sugar is a sweetener that comes from the male bunch of Pohok Enau flowers. In Indonesia, palm sugar is often used as a complement to kitchen spices for daily cooking. Palm sugar is generally processed
The development of small-scale industrial palm sugar in Balik Balik village is still relatively slow. This is because the quality of the products is uncertain and productivity is still relatively low. This study aims to: 1) Analyze the effect of the use of production factors on the palm sugarcraft in Balik Terus Village, Sangkapura District, Gresik Regency. 2) Analyzing the efficiency of the use of production factors in the palm sugar handicrafts in Balik Terus Village, Sangkapura District, Gresik Regency. 3) Calculate the amount of palm sugar craft income in Balik Terus Village, Sangkapura District, Gresik Regency. The research was carried out in the village back and forth in April 2018. Sampling was carried out using the census method using questionnaires from all the palm sugar producers in the village back and forth. The study sample was 61 palm sugar producers in Balik Balik village. The analytical method used is multiple linear regression analysis, efficiency analysis, and income analysis. The results of the study show: 1) Factors of production of raw material for sap and firewood significantly influence the yield of palm sugar, while the leaves of laro and labor have no significant effect on yield of palm sugar. 2) The business efficiency of palm sugar is achieved but the price efficiency has not been achieved so that the economic efficiency of the business of palm sugar in craftsmen has not been achieved. 3) The business of palm sugar in Balik Kembali Village in one month during the research carried out a loss of Rp. 1,966,884. shows that the palm sugar business in the research area is detrimental to craftsmen.
2337726583F1A013092Dampak Perkembangan Pariwisata terhadap Perubahan Sosial Masyarakat
Desa Karangsalam Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas
Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dampak perkembangan pariwisata terhadap perubahan sosial masyarakat Desa Karangsalam. Perkembangan pariwisata di Desa Karangsalam berdampak pada perubahan sosial, budaya dan ekonominya. Perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat desa tidak banyak berubah. Masyarakat terlihat masih mengikuti norma dan nilai yang berlaku di lingkungannya, namun perubahan pola pikir pergaulan remaja dianggap sering melihat gaya hidup yang dibawa wisatawan. Perubahan budaya di Desa Karangsalam terlihat bahwa kesadaran akan pentingnya pelestarian kebudayaan dan tradisi leluhur masih terasa di lingkungan masyarakat Desa Karangsalam. Masuknya wisatawan ke Desa Karangsalam ini juga sedikit merubah gaya hidup tradisonal ke modern masyarakat terutama kaum remaja dan ibu muda. Perubahan ekonomi di Desa Karangsalam terlihat dari perubahan mata pencaharian beberapa masyarakat dari sektor pertanian ke sektor pariwisata, yang berpengaruh juga terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa.

This research uses descriptive qualitative which is intended to describe the development of social development of Karangsalam Village community. The development of tourism in Karangalam Village has an impact on social, cultural and economic changes. Social changes in rural communities still use the values that exist in social life, so that in their activities still follow the norms and values that apply in their environment. Cultural changes in Karangsalam village are seen because awareness of the importance of cultural preservation of cultural and traditions that are still felt in the village community. The entry of tourists to the village of Karangsalam also slightly changes the lifestyle of the community, especially teenagers and young mothers. The economic change in Karangsalam village can be seen from the changes in the livelihoods of some people from the agricultural sector to the tourism sector, which also support the improvement of the welfare of rural communities.


2337826601F1C012023KORELASI ANTARA PENGGUNAAN INSTAGRAM DATSUN PURWOKERTO SEBAGAI MEDIA PEMASARAN DIGITAL DENGAN BRAND AWARENESS KONSUMENSeiring dengan perkembangan industri otomotif tanah air, persaingan pemasaran antar merk pun semakin meningkat. Salah satu bentuk pemasaran yang banyak digunakan oleh sales executive adalah melalui media sosial seperti Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara penggunaan Instagram Datsun Purwokerto sebagai media pemasaran dengan brand awareness konsumen. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah Honeycomb model yang memberikan gambaran mengenai 8 aspek yang memengaruhi efektivitas penggunaan media sosial. Responden penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Taro Yamame. Terdapat 50 responden yang digunakan pada penelitian ini.
Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa terdapat korelasi yang signifikan kuat antara variable X (penggunaan Instagram Datsun sebagai media pemasaran) dengan variable Y (brand awareness konsumen). Hal ini dtunjukkan dengan nilai koefisien korelasi 0,752. Kemudian, setelah dilakukan uji hipotesis, karena probabilitasnya di bawah 0,05 (0,000 < 0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dari penelitian yang sudah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa penggunaan Instagram Datsun sebagai media pemasaran berpengaruh pada brand awareness konsumen.
Kata kunci: media pemasaran, brand awareness, Honeycomb Model
The Correlation between The Use of Datsun’s Instagram as Marketing Media and Consumer’s Brand Awareness
The automotive industry is growing rapidly than ever. As it grows, the competition between brands is getting harder. One of the best ways for marketing is by using the social media like Instagram. This study aims to understand whether there is a correlation between the use of Datsun’s Instagram and customers’ brand awareness. The theory used for this study is Honeycomb model, claiming 8 aspects for measuring social media effectivity. The respondents are chosen by using simple random technique using Taro Yamame formula. The result is 50 respondents for the study.
From the result of the study, it is found that there is a significant correlation between variable X (the use of Datsun’s Instagram as marketing media) and variable Y (customers’ brand awareness) with correlation coefficient value at 0.752. From the hypothesis test, due to its probability is under 0,05 (0,000<0,05) so H0 is declined and Ha is approved. From the study, it is concluded that the use of Datsun’s Instagram as marketing media gives impact to customer’s brand awareness.
Keyword: marketing media, brand awareness, Honeycomb model
2337926619A1A015003HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DENGAN PROSES ADOPSI USAHATANI PADI ORGANIK DI KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMASMasyarakat telah mengetahui dan memahami manfaat pertanian organik yang baik karena dapat membantu memperbaiki kualitas tanah dan meningkatan pendapatan. Hal tersebut yang membuat petani mulai mengadopsi sistem pertanian organik. Petani yang belum beralih pada budidaya padi organik diakibatkan karena kegiatan pertanian organik memiliki resiko yang lebih besar jika dibandingkan dengan petani konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui proses adopsi usahatani padi organik yang dicapai oleh petani padi organik di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas; dan (2) mengetahui hubungan karakteristik petani (umur, pendidikan formal, pengalaman berusahatani, dan luas lahan) dengan proses adopsi usahatani padi organik di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan pengambilan data menggunakan teknik survei. Sasaran penelitian adalah petani yang sudah melaksanakan usahatani padi organik di Desa Dawuhan dan Kalisube, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas minimal selama dua musim tanam dalam satu tahun dengan metode sensus dan diperoleh responden sebanyak 26 orang petani padi organik. Analisis data menggunakan Analisis Deskriptif dan Analisis Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa tahapan proses adopsi usahatani padi organik di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas berada pada tahap trial dan adoption. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik petani (umur, pendidikan formal, pengalaman usahatani, dan luas lahan) dengan proses adopsi usahatani padi organik di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas.The community knows and understands the benefits of good organic farming because it can help improve soil quality and increase income. This makes farmers begin to adopt organic farming systems. Farmers who have not switched to organic rice cultivation are caused because organic farming has a greater risk compared to conventional farmers. This study aims to (1) Know the process of adoption of organic rice farming achieved by organic rice farmers in Banyumas District, Banyumas Regency; and (2) knowing the relationship of farmer characteristics (age, farming experience education, and land area) to the process of adopting organic rice farming in Banyumas District, Banyumas Regency. The research design used is qualitative research and data collection using survey techniques. The research objectives were farmers who had carried out organic rice farming in Dawuhan and Kalisube Village, Banyumas District, Banyumas Regency for at least two planting seasons in one year using the census method and obtained as many as 26 organic rice farmers. Data analysis using Descriptive Analysis and Chi-Square Analysis. The results showed that the stages of adoption of organic rice farming in Banyumas District, Banyumas Regency were in the trial and adoption stage. There is no significant relationship between farmer characteristics (age, education, farming experience, and land area) with the adoption process of organic rice farming in Banyumas District, Banyumas Regency.
2338026585A1H014012PENGARUH SUHU PADA PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN REVERSE FLOW BIODIESEL REACTORBiodiesel merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat dijadikan pilihan. Minyak yang berasal dari tumbuhan dan lemak hewan serta turunannya mempunyai kemungkinan sebagai pengganti bahan bakar diesel. Biodiesel dibuat dengan mereaksikan minyak nabati dari metanol dan katalis dengan penggunaan suhu reaksi. Suhu reaksi yang semakin tinggi dapat meningkatkan jumlah rendemen biodiesel, sehingga reaksi dapat berjalan semakin cepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu reaksi 30⁰C, 45⁰C, dan 60⁰C dengan katalis 0,3% menggunakan reverse flow biodiesel reactor dan mendapatkan data kualitas biodiesel dengan variabel suhu yang baik. Percobaan pada setiap variasi suhu dilakukan sebanyak 3 kali ulangan. Variabel yang diukur dalam penelitian ini meliputi kualitas biodiesel yang dihasilkan yang terdiri dari: angka penyabunan, angka asam, gliserol total dan kadar metil ester. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif dan dibandingkan dengan penelitian yang telah ada untuk mengetahui pengaruh variasi suhu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan angka asam biodiesel pada masing-masing variasi suhu menunjukkan peningkatan. Angka penyabunan terendah terjadi pada suhu 30⁰C yaitu 170,53 mg/ml dan tertinggi pada suhu 60⁰C yaitu 172,11 mg/ml. Gliserol total dengan variasi suhu 60⁰C memenuhi syarat SNI-04-7182-2015. Kadar metil ester pada suhu 30⁰C , 45⁰C , dan 60⁰C memenuhi syarat SNI-04-7182-2015.


Biodiesel is one alternative energy source that can be chosen. Oils derived from plants and animal fats and their derivatives have the possibility of replacing diesel fuel. Biodiesel is made by reacting vegetable oil from methanol and catalyst using the reaction temperature. The higher reaction temperature can increase the amount of biodiesel yield, so the reaction can run faster. The purpose of this study was to determine the effect of the reaction temperatures of 30⁰C, 45⁰C and 60⁰C with a 0.3% catalyst using a reverse flow biodiesel reactor and obtain biodiesel quality data with the best temperature variables. Experiments on each temperature variation were carried out three times. The variables measured in this study included the quality of the biodiesel produced which consisted of: saponification rates, acid numbers, total glycerol and methyl ester levels. Data obtained were then analyzed by descriptive analysis and compared with existing research to determine the effect of different temperature variations. The results showed an acid biodiesel number at each temperature variation showed an increase. The lowest saponification rate occurs at a temperature of 30⁰C which is 170,53 mg/ml and the highest at a temperature of 60⁰C which is 172,11 mg/ml. Total glycerol with a temperature variation of 60⁰C meets the requirements of SNI-04-7182-2015. Methyl ester levels at temperatures of 30⁰C, 45⁰C, and 60⁰C meet the requirements of SNI-04-7182-2015.