Artikelilmiahs
Menampilkan 23.361-23.380 dari 50.253 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 23361 | 26558 | I1A015034 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU AMAN BERKENDARA (SAFETY DRIVING) PADA PEKERJA DRIVER TAXI KOPERASI KONDANG PRIMA KARYA PURWOKERTO | Latar Belakang: Berdasarkan data kecelakaan dari Kepolisian Resor Banyumas angka kejadian kecelakaan lalu lintas tahun 2017 di Kabupaten Banyumas sebanyak 829 kasus dengan 171 orang meninggal. Kecelakaan lalu lintas akibat human error menyebabkan kerugian bagi Taxi Koperasi Kondang Prima Karya di tahun 2018. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku aman berkendara pada driver Taxi Koperasi Kondang Prima Karya Purwokerto. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling dengan jumlah 69 orang. Hasil: Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan (p=0,011), sikap (p=0,002), dukungan keluarga (p=0,030) dengan perilaku aman berkendara pada driver Taxi Koperasi Kondang Prima Karya Purwokerto. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan perilaku aman berkendara pada driver Taxi Koperasi Kondang Prima Karya Purwokerto. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dengan perilaku aman berkendara serta tidak ada hubungan antara umur, persepsi, masa berkendra, pelatihan safety driving dengan perilaku aman bekendara. Sikap merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku aman berkendara. | Background: Based on data report from Banyumas police resort in 2017 there were 829 cases of traffic accident and 171 people died in Banyumas. Traffic accident due to human error caused losses for Kondang Prima Karya Cooperative Taxi in 2018 This study aims to determine factors that influence safety driving of taxi driver in Purwokerto Condang Prima Karya Cooperative. Methode: Quantitative research using observational analysis methode and cross sectional approach. The samples of this study was 69 taxi drivers which taken with the total sampling method. Results: The results of bivariate analysis showed that there was significant relationship between knowledge (p=0,11), attitude (p=0,002), family support (p=0,030) with safety driving behavior of taxi driver in Kondang Prima Karya Purwokerto Cooperative. Multivariate analysis showed that there was influence between knowledge, attitude and family support with safety driving behavior of taxi driver in Kondang Prima Karya Purwokerto Conclusion: There was significant relationship between knowledge, attitude, family support with safety driving and there was no significant relationship between age, perceived, driving duration, and training of safety driving with safety driving behavior. Attitude was the most influence factor of the safety driving behavior. | |
| 23362 | 26562 | F2A015001 | EFEKTIVITAS PROGRAM E-OFFICE DI PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS | Program e-Office yaitu penerapan sistem surat menyurat dan pengelolaan nota dinas secara elektronik dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi serta internet. Penerapan program e-Office merupakan langkah awal untuk mempercepat terwujudnya e-Government di Kabupaten Banyumas menuju pemerintahan berbasis teknologi informasi. Adanya teknologi informasi diharapkan sistem kerja organisasi akan semakin cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui adanya pengaruh kepemimpinan, komitmen organisasional dan pengembangan kemampuan SDM, baik secara parsial maupun secara bersama-sama terhadap efektivitas program e-Office pada OPD Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Penelitian ini dilakukan di jajaran OPD di Kabupaten Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh OPD Kabupaten Banyumas yang telah menjalankan program e-Office yang berjumlah 14 OPD. Selanjutnya, OPD yang ditetapkan menjadi sampel pilih secara purposive random sampling. Selanjutnya pada setiap OPD yang terpilih sebagai sampel ditentukan sampel penelitian adalah semua pegawai yang memanfaatkan naskah dinas yang terlibat langsung dalam pelaksanaan tata naskah dinas elektronik pada OPD yang telah menerapkan program e-Office. Sampel penelitian berjumlah 112 personil. Tekhnik analisis data yang digunakan meliputi; analisis statistik deskriptif dan analisis korelasi Kendall’s Tau-c, Koefisien Konkordansi Kendall W dan Regresi Ordinal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kepemimpinan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas penerapan e-Office di Kabupaten Banyumas, dengan pengaruh yang diberikan sebesar 49,6%. Komitmen Organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas penerapan e-Office di Kabupaten Banyumas, dengan pengaruh yang diberikan sebesar 35,4%. Kemampuan SDM memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas penerapan e-Office di Kabupaten Banyumas, dengan pengaruh yang diberikan sebesar 49,1%. | The e-office program is the application of electronic correspondence systems and official note management by utilizing Information and Communication Technology and the internet. The implementation of e-office program is the first step to accelerate the realization of e-Government in Banyumas Regency towards information technology-based governance. The existence of information technology is expected to make the organization's work system faster and more accurate. This study aims to examine and determine the influence of leadership, organizational commitment and human resource capacity development, both partially and jointly on the effectiveness of e-office programs in the Regional Organization of Banyumas Regency. This type of research is quantitative research with survey methods. This research was conducted in the ranks of local government organizations in Banyumas Regency. The population in this study are all Regional Organizations of Banyumas Regency that have run e-office programs totaling 14 OPD. Furthermore, OPD which is determined to be the sample is selected by purposive random sampling. Furthermore, in each OPD selected as a sample the research sample was determined, all employees who used the official manuscripts were directly involved in the implementation of the electronic service manuscripts at the OPD who had implemented the e-office program. The research sample of 112 personnel. Data analysis techniques used include; Descriptive statistical analysis and Kendall's Tau-c correlation analysis, Kendall W's Concordance Coefficient and Ordinal Regression. The results of this study indicate that: 1) Leadership has a significant influence on the effectiveness of the implementation of e-Office in Banyumas Regency, with a given effect of 49.6%. 2) Organizational Commitment has a significant influence on the effectiveness of the implementation of e-Office in Banyumas Regency, with a given influence of 35.4%. 3) The ability of HR has a significant influence on the effectiveness of the implementation of e-Office in Banyumas Regency, with a given effect of 49.1%. | |
| 23363 | 26559 | F1A015030 | KONTESTASI ORGANISASI MASYARAKAT (ORMAS) ISLAM KABUPATEN GARUT DALAM MENGHADAPI RADIKALISME | Masalah radikalisme relevan dengan kondisi Indonesia yang beragam, Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan yang tinggi dalam persoalan radikalisme agama adalah Kabupaten Garut. Sebagai daerah yang yang memiliki penduduk dengan kaum mayoritas adalah agama Islam, Garut memiliki 3 Organisasi Masyarakat Islam yang paling dominan dan berpengaruh dalam menghadapi permasalahan radikalisme yaitu Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Persatuan Islam. Penelitian ini menggunakan Teori Konflik dari Lewis Coser dan menggunakan metode kualitatif. Informan yang diperoleh dari penelitian ini terdiri dari 10 orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik pengambilan informan yaitu purposive sampling dan snowball. Informan dalam penelitian ini adalah anggota ormas Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama Garut dan pihak Kepolisian Kabupaten Garut. Data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dan teknik analisis yang digunakan adalah analisis data dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna radikalisme yang diungkap ketiga ormas ini memiliki perbedaan pandangan. Sehingga cara dalam menghadapi radikalisme tentu saja berbeda Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan cara “deradikalisasi”, Muhammadiyah menggunakan langkah “moderasi” dalam menghadapi radikalisme, Dan Persis menggunakan cara “penguatan internal organisasi” disertai memperkuat pula paham-paham yang diyakini, ajaran-ajaran yang dipercayai serta memperbanyak perekrutan anggota dengan cara menyebarkan dakwah. Dinamika hubungan antara ormas NU, Muhammadiyah dan Persis Kabupaten Garut pun tidak selalu harmonis, kadang sejalan, kadang pula terjadi konflik. Kata kunci: Kontestasi, Ormas Islam, Radikalisme | Radicalism is one of relevant issues that is caused by Indonesia's diverse conditions. Garut Regency is one of regions in Indonesia that has a high level of vulnerability in the issue of religious radicalism. As an area that has a majority population of Muslim, Garut has 3 of the most dominant and influential Islamic Community Organizations in confronting the problem of radicalism namely Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, and Persatuan Islam. This study uses Conflict Theory from Lewis Coser and qualitative methods. Informants obtained from this study consisted of 10 people who were determined using informant retrieval techniques, namely purposive sampling and snowball. The informants in this study were members of the Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, Majelis Ulama Indonesia, Garut Ministry of Religion and the Police in Garut Regency. The datas were obtained through interviews, observation and documentation. And the analysis technique used is data analysis from Miles and Huberman. The results of this study indicate the three organizations have different views of Radicalism. Hence have different ways to deal with radicalism in their own ways. Nahdlatul Ulama (NU) uses the method of "deradicalization", Muhammadiyah uses a "moderation" step in dealing with radicalism, and Persis uses a way of "strengthening internal organization" along with strengthen their beliefs, gospels, also increase member-recruiting by spreading dakwah. The dynamics of the relationship between NU, Muhammadiyah and Persis organizations in Garut Regency are not always harmonious, sometimes they’re in agreeness, sometimes conflicts occur. Keywords: Contestation, Islamic Organizations, Radicalism | |
| 23364 | 26563 | L1B015048 | PERFORMA PERTUMBUHAN SIDAT (Anguilla bicolor) YANG DIBERI PAKAN DENGAN TAMBAHAN VITAMIN C (COATED) | Pertumbuhan ikan sidat (Anguilla bicolor) dipengaruhi kandungan nutrisi yang ada di dalam pakan, salah satunya adalah Vitamin C. Vitamin C dapat menormalkan fungsi kekebalan, mengurangi stres dan mempercepat penyembuhan luka pada ikan sehingga pertumbuhan lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Vitamin C coated dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian, laju pertumbuhan spesifik, indeks hepatosomatik, indeks viscerasomatik, dan survival rate ikan sidat (Anguilla bicolor). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu perlakuan kontrol pakan tanpa penambahan vitamin C coated, P1 pakan dengan penambahan vitamin C coated 40 mg/kg pakan, P2 pakan dengan penambahan vitamin C coated 60 mg/kg pakan, P3 pakan dengan penambahan vitamin C coated 80 mg/kg pakan. Hasil pengukuran Pertumbuhan Mutlak berkisar antara 4,28 -10,10 g; Laju Pertumbuhan Harian 0,08-0,20 g/hari; Laju Pertumbuhan Spesifik 0,70-1,30 %/hari; SR 36,36-63,64%; IHS 1,60-2,17%; dan IVS 3,86-4,53%. Hasil uji F menyatakan bahwa penambahan vitamin C coated pada pakan memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan, indeks hepatosomatik, indeks viscerasomatik dan survival rate ikan sidat (Anguilla bicolor). Suhu penelitian berkisar pada 22-270C, pH 6-8, dan oksigen terlarut 5,2-7,7 mg/L. | Growth of the eels is affected by the nutritional content of feed, such as vitamin C. Vitamin C can normalize immune function, reduce stress and accelerate wound healing in fish so the growth become optimal. The aim of this research was to know the effect of additional vitamin C (coated) with different doses on absolute growth, daily growth rate, specific growth rate, hepatosomatik index, viscerasomatik index and survival rate of Anguilla bicolor. This research used an experimental design with 4 treatments and 3 replication : control (feed without vitamin C (coated) addition), P1 (feed with 40mg/kg addition of vitamin C coated), P2 (feed with 60 mg/kg addition of vitamin C coated), P3 (feed with 80 mg/kg addition of vitamin C coated). The result of absolute growth measurement was about 4,28-10,10 g; Daily Growth rate 0,08-0,20 g/day, Spesific Growth Rate 0,70-1,30 %/day; SR 36,36-63,64%; IHS 1,60-2,17%; and IVS 3,86-4,53%. The F test result showed that additonal vitamin C coated in feed for Anguilla bicolor not give significance result for the growth, hepatosomatic index, viscerasomatic index, and survival rate of Anguilla bicolor (P<0,05). The temperature in this research was around 22-270C, pH 6-8, and dissolve oxygen 5,2-7,7 mg/L | |
| 23365 | 26564 | A1D015212 | STUDI STATUS UNSUR HARA SULFUR DAN KADAR C-ORGANIK UNTUK BUDIDAYA TANAMAN PADI DI KECAMATAN PATIKRAJA, BANYUMAS. | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui distribusi unsur hara sulfur dan C-organik di lahan sawah di Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, (2) mengetahui korelasi antar variabel penelitian dan hubungan antara unsur hara sulfur dan C-organik dengan hasil padi sawah di Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas dan (3) menentukan takaran pupuk S dan pupuk organik yang termasuk baik di lahan sawah Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 sampai April 2019. Penelitian ini menggunakan metode survei. Analisis satuan lahan dilakukan dengan pendekatan analitik fisiografis yang mengelompokkan wilayah survei dalam satuan lahan berdasarkan persamaan wilayah administrasi, kelerengan, jenis tanah dan penggunaan lahannya Variabel yang diamati yaitu pH H2O, pH KCL, DHL (Daya Hantar Listrik), potensial redoks, C-organik tanah, S-tersedia tanah. Rekomendasi pemupukan untuk meningkatkan unsur hara sulfur pada SLH 1 sebesar 339,86 kg phonska/ha atau setara dengan 33,99 kg SO4/ha SLH 2 sebesar 202,64 kg phonska/ha atau setara dengan 20,26 kg SO4/ha dan SLH 3 berkisar 353,93 kg phonska/ha atau setara dengan 35,40 kg SO4/ha. Rekomendasi pemupukan untuk meningkatkan kandungan C-organik dengan pupuk kandang pada SLH 1 sebesar 19,88 kg/ha atau setara dengan 0,02 kg C-organik/ha, SLH 2 sebesar 18,17 kg/ha atau setara dengan 0,02 kg C-organik/ha dan SLH 3 sebesar 35,42 kg/ha atau setara dengan 0,03 kg C-organik/ha. | This research aims to (1) know the distribution of sulfur and C-organic nutrients in rice fields in the subdistrict of Patikraja, Kabupaten Banyumas, (2) Knowing the correlation between the research variables and the relationship between sulfur nutrients with C-organic and The result of paddy fields in the district of Patikraja, Banyumas District and (3) determine the dose of fertilizer S and organic fertilizer that is included in the field rice fields Patikraja, Kabupaten Banyumas.This research was conducted in laboratory of Agriculture faculty, University of General Sudirman.The study was conducted in December 2018 to April 2019. This research uses the survey method.The analysis of land units was conducted with a physiographic analytical approach that classify survey areas in land units based on the equation of administrative area, slope, soil type and the use of the area of observed variable ie pH H2O, pH KCL, DHL (electrical power send), potential redox, C-organic soils, S-available soils. Fertilizer recommendation to increase sulfur nutrients in SLH 1 is 339.86 kg Phonska/ha or equivalent to 33.99 kg SO4/ha SLH 2 amounting to 202.64 kg Phonska/ha or equivalent to 20.26 kg SO4/ha and SLH 3 ranges from 353.93 kg Phonska/ha or equivalent to 35.40 kg SO4/ha. Fertilizer recommendation to increase the content of C-organic with manure in SLH 1 of 19.88 kg/ha or equivalent to 0.02 kg C-organic/ha, SLH 2 of 18.17 kg/ha or equivalent to 0.02 kg C-organic/ha and SLH 3 amounting to 35.42 kg/ha or equivalent With 0.03 kg C-organic/ha. | |
| 23366 | 26565 | I1B015086 | Hubungan Antara Kepatuhan Ibu Mengikuti Kelas Ibu Hamil Dengan Pola Makan Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Karanglewas | Abstrak HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN IBU HAMIL MENGIKUTI KELAS IBU HAMIL DENGAN POLA MAKAN IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS KARANGLEWAS Syintia Widyane Pratami1, Mekar Dwi Anggraeni², Nina Setiawati² Latar Belakang: Kelas ibu hamil merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Nutrisi pada ibu hamil merupakan salah satu materi yang diberikan dalam kelas ibu hamil, seperti nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil serta pola makan yang baik selama kehamilan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan ibu mengikuti kelas ibu hamil dengan pola makan ibu hamil trimester III serta keterkaitan dengan karakteristik responden yang meliputi usia, pendidikan, dan sosial ekonomi. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel sebanyak 34 responden menggunakan total sampling. Tingkat pola makan ibu hamil didapatkan menggunakan kuisioner. Uji yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan mengikuti kelas ibu hamil dengan pola makan ibu hamil trimester III dengan p value 0,002, sehingga didapatkan bahwa rata-rata responden mengikuti kelas ibu hamil sebanyak 47,1%. Kesimpulan: Kepatuhan mengikuti kelas ibu hamil sejalan dengan pola makan ibu hamil, semakin patuh maka semakin baik pola makan ibu hamil. Kata kunci: Kepatuhan, kelas ibu hamil, pola makan, ibu hamil 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman ²Departemen Keperawatan Maternitas Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman | Abstract THE RELATIONSHIP BETWEEN ADHERENCE OF PREGNANT WOMEN AT THE THIRD SEMESTER IN JOINING PREGNANCY CLASS AND THEIR EATING PATTERNS AT KARANGLEWAS COMMUNITY HEALTH CENTER Syintia Widyane Pratami1, Mekar Dwi Anggraeni², Nina Setiawati² Background: Pregnancy class is one of the efforts of the Indonesian government in reducing mother’s mortality rate (MMR) in Indonesia. Nutrition in pregnant women is one of the materials provided in the class of pregnant women, such as nutrients needed by pregnant women and good eating patterns during pregnancy. Objective: This study aims to determine the relationship between maternal adherence to participate in classes of pregnant women with eating patterns pregnant women in third semester and the relathionship of respondent’s characteristics include age, education, and socio economic. Methodology: This study used a cross sectional design. A sample of 34 respondent used total sampling. Eating patterns research instrument used a questionnaire. Statistical tests using the Chi-square test. Result: The results of the test show that there is a significant relationship between adherence to the classes of pregnant women with pregnant women eating patterns in third semester with the p-value of 0.002, with the result that the average respondent follows the classes of pregnant women as much as 47.1%. Conclusion: Adherence to the classes of pregnant women in line with the eating pattern of pregnant women, the more compliant the better eating patterns of pregnant women. Keywords: Compliance, pregnancy class, eating patterns, pregnant women 1Student of Nursing Department, Faculty of Health Sciences University of Jenderal Soedirman ²Departemen Maternity Nursing Department of Nursing, Faculty of Health Sciences University of Jenderal Soedirman | |
| 23367 | 26566 | A1C112019 | MOTIVASI KEBUTUHAN PETANI DALAM BERUSAHATANI JAGUNG (Studi Kasus di Desa Karangcegak Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas) | Motivasi kebutuhan petani sebagai pengelola usahatani diartikan sebagai kebutuhan yang melatarbelakangi petani dalam pengelolaan usahatani jagung. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis motivasi kebutuhan petani dalam berusahatani jagung, dan (2) Menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap motivasi petani dalam berusahatani jagung di Desa Karangcegak Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) di Desa Karangcegak Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan pada tanggal 3 Mei sampai dengan 10 Juni 2019. Rancangan pengambilan sampel digunakan dalam penelitian ini adalah sampel acak sederhana (simple random sampling) dengan jumlah responden sebanyak 56 orang. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan bantuan metode Likert Summated Ratings untuk mengetahui tingkat partisipasi dan analisis Korelasi Rank Spearman untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap motivasi petani dalam berusahatani jagung. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat motivasi kebutuhan petani jagung di Desa Karangcegak Kecamatan Sumbang yang meliputi kebutuhan fisiologi, rasa aman, kasih sayang atau sosial, penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri berada dalam kategori sedang. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap motivasi kebutuhan petani jagung adalah usia, jumlah tanggungan keluarga, pengalaman usahatani, dan luas lahan. | Motivation of the needs of farmers as farm managers is defined as the needs that lay behind farmers in managing corn farming. This study aims to: (1) Analyze the motivation of farmers' needs in corn farming, and (2) Analyze the factors that influence the motivation of farmers in corn farming in Karangcegak Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The research location was chosen purposively in Karangcegak Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The study was conducted on May 3 until June 10, 2019. The sampling design used in this study was a simple random sampling with a total of 56 respondents. Data analysis using descriptive analysis with the help of Likert Summated Ratings method to determine the level of participation and Spearman Rank Correlation analysis to determine the factors that influence the motivation of farmers in corn farming. The results showed that the level of motivation of the needs of corn farmers in Karangcegak Village, Sumbang District which included physiological needs, a sense of security, affection or social, appreciation and self-actualization needs were in the medium category. Factors that influence the motivation of the needs of corn farmers are age, number of family dependents, farming experience, and land area. | |
| 23368 | 26570 | F2A015015 | PENGARUH KOMPETENSI, KOMITMEN ORGANISASI, MOTIVASI KERJA,DAN PENGAWASAN TERHADAP EFEKTIVITAS PRROGRAM ZONA INTEGRITAS DI POLRES BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “Pengaruh kompetensi, komitmen organisasi, motivasi kerja, dan pengawasan terhadap efektivitas program zona integritas”. Disusun berdasarkan latar belakang masalah berupa fenomena Polres Banyumas sebagai Polres percontohan yang mendapatkan predikat sebagai Pelopor Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi, komitmen organisasi, motivasi kerja, dan pengawasan terhadap efektivitas Program Zona Integritas di Polres Banyumas. Hipotesis dalam penelitian ini: 1. Kompetensi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas program Zona Integritas. 2 Komitmen Organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap program Zona Integritas. 3. Motivasi kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhdapefektivitas program Zona Integritas. 4. Pengawasan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas program Zona Integritas. 5. Kompetensi, Komitmen Organisasi, Motivasi Kerja, dan Pengawasan bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas program Zona Integritas di Polres Banyumas. Responden/ sampel adalah sebagian anggota Kepolisian Polres Banyumas dengan menggunakan cluster random sampling. Teknik statistik dengan menggunakan Korelasi Product Moment, Regresi Linier Sederhana, dan Regresi Linier Berganda. Temuan riset menyimpulkan bahwa variabel kompetensi mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai sig. Probabilitasnya dibawah 0,05 (0,00 < 0,05), variabel komitmen organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai sig. Probabilitasnya dibawah 0,05 (0,00 < 0,05), variabel motivasi kerja mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai sig. Probabilitasnya dibawah 0,05 (0,00 < 0,05), variabel pengawasan mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai sig. Probabilitasnya dibawah 0,05 (0,00 < 0,05), berarti hipotesa pertama, kedua,ketiga, dan keempat diterima. Variabel kompetensi, komitmen organisasi, motivasi kerja, dan pengawasan mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai Fhitung >Ftabel (4,574 > 2,332), dan nilai R Square sebesar 0,819 / 81,9%, berarti hipotesa kelima diterima. Implikasi hasil penelitian dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kompetensi, komitmen organisasi, motivasi kerja, dan pengawasan agar program Zona Integritas dapat terus dipertahankan. Serta hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi Polres atau instansi lain yang akan melaksanakan program pembangunan Zona Integritas. | This study is entitled "The effect of competence, organizational commitment, work motivation, and control on the effectiveness of the integrity zone program". It is studied based on case of Banyumas Regional Police Station as a pilot police station which designated as the Pioneer of the Development of Integrity Zone towards WBK and WBBM. This study aims to determine the effect of the competence, organizational commitment, work motivation, and control of the effectiveness of the Integrity Zone Program in Banyumas Regional Police Station. The hypotheses in this study are: 1. Competence has a significant effect on the effectiveness of the Integrity Zone program. 2 Organizational commitment has a significant effect on effectiveness of the Integrity Zone program. 3. Work motivation has a significant effect on the effectiveness of the Integrity Zone program. 4. Control has a significant effect on the effectiveness of the Integrity Zone program. 5. Competence, Organizational Commitment, Work Motivation, and Control altogether have a significant effect on the effectiveness of the Integrity Zone program at the Banyumas Regional Police Station. Respondents / samples are some members of the Banyumas Regional Police Station using cluster random sampling. The statistics approach using in this study are Product Moment Correlation, Simple Linear Regression, and Multiple Linear Regression. The study found a conclusion that the competence variable has a significant effect on the value of sig. The probability is below 0.05 (0.00 <0.05), the variable organizational commitment has a significant effect on the sig value. The probability is below 0.05 (0.00 <0.05), the variable of work motivation has a significant effect on the value of sig. The probability is below 0.05 (0.00 <0.05), the control variable has a significant effect on the sig value. The probability is below 0.05 (0.00 <0.05), meaning the first, second, third, and fourth hypotheses are accepted. The variables of competence, organizational commitment, work motivation, and control have a significant effect on the value of Fcount> Ftable (4.574> 2.332), and the value R Square of 0.819 / 81.9%, meaning the fifth hypothesis is accepted. The implication of the study’s results can maintain and improve the competence, organizational commitment, work motivation, and control so that the Integrity Zone program can be maintained. And the results of this study can be used as a reference for other police station or organization that will be implementing the Integrity Zone development program. | |
| 23369 | 26568 | G1G014030 | PENGARUH DERAJAT KEASAMAN TERHADAP PELEPASAN OBAT TABLET IBUPROFEN YANG DIENKAPSULASI KITOSAN DAN NATRIUM ALGINAT DENGAN IMOBILATOR NANOSELULOSA SERAT DAUN NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) | Perikoronitis merupakan infeksi pada jaringan lunak yang biasa terjadi pada impaksi sebagian di sekitar mahkota molar ketiga. Perawatan yang dapat dilakukan adalah operkulektomi, yaitu pemotongan jaringan lunak yang mengalami infeksi. Setelah dilakukan operkulektomi luka yang terbentuk harus dibalut menggunakan periodontal pack. Salah satu jenis periodontal pack adalah hydrogel. Hydrogel dapat diimersikan dengan obat antiinflamasi untuk mengurangi rasa sakit akibat operkulektomi. Teknik tersebut berupa enkapsulasi dengan mengimersikan obat antiinflamasi ibuprofen dengan bahan lain berupa kitosan, natrium alginat, dan imobilator nanoselulosa serat daun nanas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh derajat keasaman terhadap pelepasan obat ibuprofen yang dienkapsulasi kitosan dan natrium alginat dengan imobilator nanoselulosa serat daun nanas pada hydrogel. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimental laboratoris kuasi dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu perlakuan pH 5,5 dan pH 7,4 dengan setiap kelompok dibagi menjadi 7 kelompok waktu, yaitu 0, 15, 30, 45, 60, 75, dan 90 menit. Pengujian dilakukan dengan karakterisasi morfologi dari nanoselulosa dan nanokapsul menggunakan uji TEM, karakterisasi gugus fungsi menggunakan uji FTIR, dan uji pelepasan obat menggunakan uji UV-Vis. Hasil yang didapat lalu di uji statistik menggunakan uji Normalitas Saphiro-Wilk dan uji homogenitas Levene. Setelah itu dilakukan uji Two-Way ANOVA dengan hasil bermakna (p=0,019, p<0,05). Selanjutnya diolah menggunakan uji Post-Hoc dengan nilai p<0,05 yang menyatakan adanya perbedaan bermakna antar kelompok. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengaruh derajat keasaman terhadap pelepasan obat ibuprofen yang dienkapsulasi kitosan dan natrium alginat dengan imobilator nanoselulosa serat daun nanas pada hydrogel. | Pericoronitis is an infection of the soft tissue that usually occurs in partial tooth impaction around the crown of the third molar. The treatment that can be done is operulectomy, which is cut the the infected tissue. After operculectomy the wound must be wrapped using a periodontal pack. One type of periodontal pack is hydrogel. Hydrogel can be immersed with anti-inflammatory drugs to reduce pain due to operculectomy. The technique is an encapsulation, the anti-inflammatory drug Ibuprofen was immersed with other ingredients such a chitosan, sodium alginate, and nanocellulose of pineapple leaf fibers as imobilator. The purpose of this research was to identify the effect of acidity on the release of ibuprofen drugs encapsulated with chitosan and sodium alginate with nanocellulose pineapple leaf fibers as imobilator on hydrogels. This type of research was a quasi laboratory experimental type with a posttest only control group design. This research was divided into two groups, which is group with pH 5.5 and pH 7.4 with each group divided into 7 time groups, 0, 15, 30, 45, 60, 75, and 90 minutes. The test was carried out with morphological characterization of nanocellulose and nanocapsules using the TEM test, characterization of chemical properties using FTIR test, and drug release test using UV-Vis test. The results obtained were then tested statistically using the Saphiro-Wilk Normality test and the Levene homogeneity test. After that, a two-way ANOVA test was conducted with significant results (p = 0.019, p <0.05), followed with Post Hoc test with a value of p <0.05 which states that there are significant differences between groups. The conclusion of this study is that there is a difference in the effect of acidity on the release of ibuprofen drug encapsulated with chitosan and sodium. | |
| 23370 | 26569 | C1I015019 | THE EFFECT OF COMPANY SIZE, PROFITABILITY, SOLVABILITY, AND AUTIOR OPINION TOWARD AUDIT DELAY AND TIMELINESS (Empirical Study in Property and Real Estate Companies in Indonesia Stock Exchange) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh company size, profitability, solvability, dan auditor opinion terhadap audit delay dan timeliness. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan property dan real estate yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia selama 2015-2017 dan sampel yang diambil sebanyak 35 sampel yang terdiri dari 51 perusahaan properti dan real estate dalam 3 periode berturut-turut. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa company size berpengaruh positif terhadap audit delay, profitability dan solvability berpengaruh negatif terhadap audit delay, sedangkan auditor opinion tidak memiliki pengaruh terhadap audit delay. Audit delay model menggunakan analisis regresi berganda. Kemudian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitability berpengaruh positif terhadap timeliness, sedangkan company size, solvability, dan auditor opinion tidak memiliki pengaruh terhadap timeliness. Timeliness model menggunakan analisis regresi logistik. | This study aims to examine the effect of company size, profitability, solvability, and auditor opinion toward audit delay and timeliness. Population of this study is property and real estate companies that listed on Indonesia Stock Exchange during 2015-2017 and samples taken are as much as 35 samples that consist of 51 manufacturing companies within 3 periods in a row. The sampling technique was carried out using purposive sampling and data analysis was conducted using multiple regression analysis and logistic regression analysis. The results of this research indicate that company size has a positive effect toward audit delay, profitability and solvability have a negative effect toward audit delay, while auditor opinion has no effect toward audit delay. Audit delay model is using multiple regression analysis. Then, the results of this research indicate that profitability has a positive effect toward timeliness, while company size, solvability, and auditor opinion has no effect toward timeliness. Timeliness model is using logistic regression analysis. | |
| 23371 | 28610 | K1A015058 | PEMBUATAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT DARI NIRA KELAPA UNTUK MENURUNKAN NILAI COD DAN BOD PADA LIMBAH TAHU MENGGUNAKAN ADITIF PS-PEG | Permasalahan yang dihadapi oleh industri tahu adalah pencemaran perairan karena limbah tahu. Salah satu metode mengolah limbah cair industri tahu adalah membran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik membran selulosa asetat dari nira kelapa serta untuk mengetahui nilai fluks dan rejeksi dari membran tersebut. Metode pengolahan limbah tahu menggunakan metode filtrasi.Hasil penelitian menunjukkan nilai fluks air dan limbah cair tahu dari membran selulosa asetat berbahan dasar nira kelapa berturut-turut adalah 45,85 L/(m².jam) dan 6,2 L/(m².jam). Nilai rejeksi dari limbah cair tahu sebesar 60,2%.Presentase penurunan nilai COD dan BOD adalah 80% 70, 91%. | The problem faced by the tofu industry is water pollution because of the waste. One method for treating tofu industry waste water is technology membrane. This research was conducted to determine the characteristics of cellulose acetate membrane from coconut sap and to determine the value of flux and rejection of the membrane. The tofu waste treatment method uses the filtration method. The results showed that water and tofu liquid waste from the cellulose acetate membrane based on coconut sab are 45,85 L/(m².h) and 6,2 L/(m².h), respectively. The rejection value of liquid waste was 60.,2%. and percentage decrease in the value of COD and BOD was 80% 70,91%. | |
| 23372 | 26571 | I1E015019 | PENGARUH LATIHAN DRILL MASSED PRACTICE DAN LEMPAR SHUTTLECOCK TERHADAP HASIL OVERHEAD LOB BULUTANGKIS PADA SISWA EKSTRAKURIKULER SMPN 9 PURWOKERTO | Latar Belakang: Latihan drill massed practice adalah latihan dengan cara memberikan umpan lambung satu arah pada siswa dan dipukul dengan pukulan lob yang diarahkan jauh kebelakang, dilakukan secara terus menerus tanpa istirahat setiap set-nya. Latihan lempar shuttlecock adalah latihan dengan permainan melempar shuttlecock melewati net dengan gerakan seperti melakukan pukulan lob, jarak dan sasaran lempar telah ditentukan. Pukulan overhead lob adalah pukulan yang dilakukan pada saat bola berada diatas kepala dan dipukul atau diarahkan kebagian belakang lapangan lawan. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode “Pretest Posttest Control Grup Design”. Penelitian ini dilaksanakan di Gedung Bulutangkis Kantor Kelurahan Sumampir. Menggunakan sampel 22 siswa dengan teknik purposive sampling, Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji T. Hasil Penelitian: Nilai Sig. (2-tailed) dari kelompok eksperimen (drill massed practice) yaitu 0,000 atau < 0,05 , nilai Sig.(2-tailed) dari kelompok kontrol (lempar shuttlecock) yaitu 0,000 atau < 0,05 dan nilai Sig.(2-tailed) yaitu 0,017 atau < 0,05 Kesimpulan: (1) ada pengaruh positif latihan drill massed practice terhadap hasil overhead lob bulutangkis pada ekstrakurikuler SMP Negeri 9 Purwokerto, (2) ada pengaruh positif latihan lempar shuttlecock terhadap hasil overhead lob bulutangkis pada ekstrakurikuler SMP Negeri 9 Purwokerto (3) latihan drill massed practice lebih efektif memberikan pengaruh terhadap hasil overhead lob bulutangkis pada ekstrakurikuler SMP Negeri 9 Purwokerto, dibandingkan latihan lempar shuttlecock. | Background: Massed practice drill exercises are exercises by giving one-way gastric feedback to students and are hit with lob hits directed far back, done continuously without any breaks in each set of it. Shuttlecock throwing training is an exercise with the game throwing the shuttlecock over the net with movements such as lob, distance and target throwing has been determined. An overhead lob is a shot that is taken when the ball is above the head and is hit or directed towards the back of the opponent's field. Methodology: This study uses the "Pretest Posttest Control Group Design" method. This research was conducted in the Badminton Building of the Sumampir Village Office. Using a sample of 22 students with a purposive sampling technique, data analysis using the normality test, homogeneity test, and T test Results: Sig. (2-tailed) from the experimental group (drill massed practice) that is 0,000 or <0.05, Sig value (2-tailed) from the control group (shuttlecock throw) is 0,000 or <0.05 and Sig. (2- tailed), i.e. 0.017 or <0.05 Conclusions: (1) there is a positive effect of drill massed practice exercises on the results of badminton lob overhead in extracurricular SMP Negeri 9 Purwokerto, (2) there is a positive effect on shuttlecock throwing exercises on the results of badminton lob overhead on extracurricular SMP Negeri 9 Purwokerto (3) drill massed exercises practice is more effective to influence the results of badminton lob overhead in extracurricular at SMP Negeri 9 Purwokerto, compared to shuttlecock throwing exercises. | |
| 23373 | 26573 | A1D015219 | RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS KAILAN (Brassica oleraceae var. alboglabra) TERHADAP NILAI ELECTRICAL CONDUCTIVITY (EC) PADA SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNG | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui nilai electrical conduvtivity (EC) terbaik untuk pertumbuhan kailan dengan sistem hidroponik (2) mengetahui varietas kailan terbaik yang ditanam dengan sistem hidroponik (3) mengetahui respon tiga varietas kailan terhadap beberapa nilai electrical conduvtivity (EC) pada sistem hidroponik. Penelitian dilaksanakan di screen house Pondok Pesantren Darul Qur’an Al-Karim pada bulan Desember 2018 sampai dengan Februari 2019. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (split plot design) dalam petak utama berupa faktor nilai EC, yaitu: 2,5 mS cm-1, 3,5 mS cm-1, dan 4,5 mS cm-1, dalam anak petak berupa faktor varietas kailan, yaitu: Nova, Sakura F1, dan Yama F1 dengan ulangan sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kandungan klorofil, bobot tanaman segar, bobot tajuk segar, bobot akar segar, panjang akar terpanjang, volume akar, bobot tanaman kering, bobot tajuk kering, dan bobot akar kering. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F pada taraf kesalahan 5% dan 1% lalu dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai EC terbaik adalah EC 4,5 mS cm-1. Varietas Nova merupakan varietas terbaik pada variebel luas daun, bobot tanaman segar, bobot tajuk segar, dan bobot akar segar. Kombinasi terbaik terhadap hasil (bobot tanaman segar dan kering) adalah pada EC 4,5 mS cm-1 dan varietas Nova. | This research aimed to (1) find out the best of electrical conductivity (EC) for the growth of Kailan with hydroponic system (2) find out the best kale varieties planted with hydroponic systems, and (3) find out the response of three varieties on some electrical conductivity (EC) of the hydroponic system. The research was conducted at the screen house of Darul Qur'an Al-Karim Islamic Boarding School in Desember 2018 until February 2019. The experimental design used was a split plot with the main plot consisting of EC (E) values, namely: EC 2.5 mS cm-1, EC 3.5 mS cm-1, and EC 4.5 mS cm-1, and subplots consist of kale varieties, namelym Nova, Sakura F1, and Yama F1 with replications 3 times. Observation variables included plant height, leaf number, leaf area, chlorophyll content, fresh plant weight, fresh canopy weight, fresh root weight, longest root length, root volume, dry plant weight, dry canopy weight, and dry root weight. The data obtained were analyzed by the F test level 5% and the resukts were significantly different followed by the DMRT test level 5%. The results showed that the effect of the best EC value was found at the EC value of 4.5 mS cm-1. Nova gave the best response on leaf area, fresh plant weight, fresh canopy weight, and fresh root weight. EC 4.5 mS cm-1 and varieties Nova gave the best combination of results (the weight of fresh and dry plants). | |
| 23374 | 26572 | C1C015118 | PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, MANAJEMEN LABA, KOMPENSASI EKSEKUTIF DAN KOMPENSASI RUGI FISKAL TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK PADA PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016 -2018 | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Financial Distress, Manajemen Laba, Kompensasi Eksekutif, dan Kompensasi Rugi Fiskal terhadap Agresivitas Pajak. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek In donesia (BEI) periode 2016-2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, sampel yang memenuhi kriteria berjumlah 32 perusahaan property dan real estate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Financial Distress tidak berpengaruh positif terhadap Agresivitas Pajak; (2) Manajemen Laba tidak berpengaruh positif terhadap Agresivitas Pajak; (3) Kompensasi Eksekutif berpengaruh positif terhadap Agresivitas Pajak; (4) Kompensasi Rugi Fiskal berpengaruh positif terhadap Agresivitas Pajak; (5) Financial Distress, Manajemen Laba, Kompensasi Eksekutif, Kompensasi Rugi Fiskal berpengaruh secara simultan terhadap Agresivitas. Implikasi dari penelitian ini yaitu bagi pihak perusahaan agar lebih meningkatkan kehatia - hatian dalam melakukan agresivitas pajak agar tidak terjadi masalah pepajakan dikemudian hari. Bagi pihak investor untuk meningkatkan pengawasan kepada pihak manajemen agar memperhatikan tingkat kepatuhan dalam pembayaran pajak. Bagi pihak pemerintah untuk memahami pemasalahan penghindaran pajak sehingga peraturan yang dibuat dapat mengurangi tindakan agresivitas pajak | This study aims to determine the effect of Financial Distress, Earnings Management, Exsecutive Compensation, , Fiscal Loss Compensation to Tax Agressiveness.The population in this study are property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2016-2018. Sampling is done by purposive sampling technique, samples that meet the criteria are 32 property and real estate companies. The results of this study indicate that: (1) Financial Distress has no apositive effect on the Tax Agressiveness; (2) Earnings Management has no a positive effect on the Tax Agressiveness; (3) Exsecutive Compensation has a positive effect on the Tax Agressiveness; (4) Fiscal Loss Compensation has a positive effect on the Tax Agressiveness; (5) Financial distress, earnings management, executive compensation, and fiscal loss compensation simultaneously affect the tax aggressiveness. The implication of this study is for the company to further increase caution in carrying out tax aggressiveness so that there is no problem of taxation in the future. For investors to increase supervision to management to pay attention to the level of compliance in tax payments. For the government to understand the problem of tax avoidance so that the regulations made can reduce tax aggressiveness | |
| 23375 | 26574 | I1A015094 | Evaluasi Penyelenggaraan Makanan di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Purwokerto | Latar Belakang: Penyelenggaraan makanan di Lapas merupakan rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan menu sampai pendistribusian makanan kepada konsumen termasuk kegiatan pencatatan, pelaporan dan evaluasi. Berdasarkan data sepuluh penyakit tersbesar di Lapas Kelas IIA Purwokerto selama bulan April-Mei 2019 kasus gastritis menempati urutan kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyelenggaraan makanan di Lapas Kelas IIA Purwokerto Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus, dilakukan pada bulan Juli 2019 pada 6 informan yang terdiri dari 4 informan utama tamping dan 2 informan pendukung pantia penyelenggara makanan. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data berupa uraian singkat dan penyimpulan data menggunakan triangulasi kepada panitia penyelenggara makanan Hasil Penelitian: Penyelenggaraan makanan di Lapas Kelas IIA Purwokerto pada tahap proses dan output sudah sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Permasayarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI No. PAS-498. PK.01.07.02 Tahun 2015 tentang pedoman sistem penyelenggaraan makanan di Lapas dan Peraturan Menteri Kesehatan No.1096 tahun 2011, sedangkan pada tahap input aspek SDM dan sarana sanitasi masih belum sesuai dengan pedoman. Tamping tidak pernah mengikuti pelatihan higiene sanitasi makanan dan kurang menjaga kebersihan diri, sedangkan pada aspek sarana dan prasarana ditemukan bahwa jarak sumber pencemar (WC dan tempat sampah) kurang dari 10 meter. Kesimpulan: Penyelenggaraan makanan di Lapas Kelas IIA Purwokerto sudah diterapkan sesuai pedoman Keputusan Direktur Jenderal Permasayarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI No. PAS-498. PK.01.07.02 Tahun 2015. | Background: Food management in Prison is a part of activities ranging from menu planning to food distribution to consumers including recording, reporting and evaluation. Based on data from the ten of biggest diseases in Prison Class 2’sA Purwokerto during April-May 2019, gastritis cases was on second ranked. This study aims to evaluate the implementation food in Prison Class 2’sA Purwokerto. Methodology: This research is a qualitative case study, conducted in July 2019 with 6 informants consist of 4 main informants are assistants of who work in the kitchen and 2 supporting informants are supporting the provider of implementation food. Sampling is done by purposive sampling. Data analysis using data reduction, data presentation in the form of a brief description and inference data using triangulation to the food organizer committee. Research Result: The implementation food in Prison Class 2’sA on the step of process and ouput is in accordance with the decree of the Direktur Jenderal Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI No. PAS-498.PK.01.07.02 at 2015 and Peraturan Menteri Kesehatan RI No.1096 at 2011, while at the step of input, there was aspect of human resources and sanitasion facilities are still not in accordance with the guidelines. Fostered residents who work in the kitchen has never participated in food sanitation training and lack personal hygiene, while the facilities and infrastructure it was found tha the distance of pollutant sources (toilets and garbage bins) is less than 10 meters. Conclusion: The implementation of food in Prison Class 2’sA Purwokerto has been implemented accordance with the guidelines of the Direktur Jenderal Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI No.PAS-298.PK.01.07.02 and Peraturan Menteri Kesehatan RI No.1096. | |
| 23376 | 26575 | H1D012069 | ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK RUMAH TANGGA DI KAWASAN PERKOTAAN PURBALINGGA TERHADAP JUMLAH PERGERAKAN LALU LINTAS | Perumahan Griya Abdi Kencana yang berada di jalan Letkol Isdiman merupakan perumahan dengan populasi terbanyak dibandingkan dengan perumahan perkotaan yang lain. Dengan mengetahui karakteristik rumah tangga dan karakteristik pergerakan penduduk diharapkan mampu mengetahui atribut apa saja yang berpengaruh terhadap jumlah pergerakan. Untuk mengetahui karakteristik rumah tangga dan karakteristik pergerakan penduduk dilakukan wawancara yang berbentuk pertanyaan dalam format kuisioner yang terdistribusi secara proporsional terhadap rumah tangga berdasarkan tipe rumah. Besarnya sampel untuk jumlah responden kuisioner menggunakan tabel penentuan jumlah sampel berdasarkan jumlah populasi yang dikembangkan oleh Robert V. Krejchie dan Daryle W. Morgan. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan pendekatan analisis deskriptif, uji hipotesis dan analisis regresi. Berdasarkan analisis deskriptif, karakteristik rumah tangga di Perumahan Griya Abdi Kencana adalah sebagian besar jumlah anggota keluarga beranggotakan 4 (empat) orang, jumlah pendapatan diatas 3,5 juta rupiah, dan memiliki 2 – 3 kendaraan. Sedangkan karakteristik pergerakan penduduk di wilayah penelitian adalah pergerakan terbanyak dibangkitkan oleh pelaku perjalanan sekolah. Jarak yang ditempuh untuk masing-masing tujuan perjalanan sebagian besar ≤ 2 km, waktu yang ditempuh ≤ 15 menit, waktu keberangkatan saat jam sibuk, kendaraan yang digunakan sepeda motor, dan sebaran perjalanan termasuk interzona. Berdasarkan uji hipotesis, jumlah pergerakan dipenagruhi oleh atribut-atribut sosio ekonomi, temuan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah bahwa hanya atribut jumlah anggota keluarga yang berpengaruh terhadap jumlah pergerakan yang terjadi. Selanjutnya model persamaa analisis regresi polinomial yang didapatkan untuk hubungan jumlah anggota keluarga dengan jumlah pergerakan adalah y=47,417x^3-753,89x^2+3774,8x-5731,3 dengan indeks determinasi (R2) sebesar 0,8841. | Griya Abdi Kencana Residence located at Letkol Isdiman Street is a settlement with a high population in comparison with others. Knowing the household charahteristic and movement characteristic of population is expected to be able to indentify what attributs affect the traffic movement. To find out the household characteristic and movement characteristic of population, home interviews survey was conducted using questionnaire that was distributed proportionally to households based on the type of house. The size of sample for respondents using a table determining of samples based on population developed by Robert V. Krejchie and Daryle W. Morgan. The data that has been obtained is then anlysed with descriptive analysis, hypothesis testing, and regression analysis. Based on descriptive analysis, the household characteristics at Griya Abdi Kencana residence are the majority of family members with 4 members, total income above 3,5 million rupiah, and having 2 – 3 motorised vehicles. Whereas the movement characteristic of population at the study area is that the most trip generation is generated by the movement to school. The distance covered for each destination is mostly ≤ 2 kilometers, the time taken ≤ 15 minutes, the time of departure during peak hour, the vehicle used is a motorcycle, and the distribution of movements including interzona. Based on hypothesis testing, movements is influenced by socio-wconomi attributes of family members that affect that occur. Furthermore, the equation model based on the polynomial regression analysis obtained for the relationship of family members with the movement is y=47,417x^3-753,89x^2+3774,8x-5731,3; with index of determination is 0,8841. | |
| 23377 | 28790 | H1A016005 | ANALISIS TEKNO EKONOMI PERANCANGAN JARINGAN FIBER TO THE HOME DI PERUMAHAN SAPPHIRE MADINA DENGAN TEKNOLOGI GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK | Telekomunikasi adalah teknologi yang memungkinkan manusia untuk berkomunikasi jarak jauh. Seiring perkembangan zaman teknologi komunikasi berkembang sangat pesat. Saat ini teknologi komunikasi yang umum digunakan adalah teknologi serat optik, dimana teknologi serat optik memiliki beberapa keuntungan seperti bandwidth yang sangat besar dan lebih tahan terhadap gangguan. Untuk pembangunan akses jaringan baru diperlukan analisis mengenai Power Link Budget, Rise Time Budget, Power Transmit, Power Receiver dan jumlah trafik yang dibutuhkan agar jaringan dapat bekerja secara baik. Parameter tersebut akan dianalisis menggunakan software Optisystem. Selain analisis mengenai parameter tersebut akan dilakukan juga analisis mengenai tekno ekonomi untuk perancangan jaringan. Analaisis tekno ekonomi dilakukan agar dapat memberikan gambaran dan pilihan yang terbaik dari berbagai alternatif berdasarkan perhitungan ekonomi. Hasil dari analisis yang telah dilakukan didapatkan hasil untuk nilai daya yang diterima receiver pada downlink rata-rata berkisar -15 dB dan uplink rata-rata berkisar 1,8 dB, sedangkan untuk analisis Bit Error Rate didapatkan hasil yang baik karena nilai yang didapat dibawah batas maksimal standar serta hasil perhitungan Rise Time Budget didapatkan nilai tsis sebesar 0,260683 ns untuk downlink dan 0,437897 ns untuk uplink dimana nilai yang didapat sesuai dengan standar. Dan analisis ekonomi perancangan jaringan didapatkan hasil yang layak dengan perangkat yang digunakan merek ZTE untuk OLT dan Huawei untuk ONT. Nilai Net Presnet Value yang didapat yaitu sebesar Rp 854.504.660.52 dan Payback Period terjadi pada tahun ke 2 untuk asumsi jumlah pelanggan 100%, sedangkan dengan asumsi pelanggan sebanyak 50 % didapatkan hasil analisis yang layak dengan nilai Net Presnet Value terbesar yaitu Rp 254.391.002,70 dan Payback Periode pada tahun ke 3. Berdasarkan hasil seluruh analisis parameter dapat disimpulkan bahwa perancangan jaringan FTTH di Perumahan Sapphire Madina dapat dinyatakan layak untuk dibangun. | Telecommunication has a very important role in human life as for it can connect and carry out communication despite great distances. Hence this interest, we need a communication technology with good quality so that it does not experience any interferences and also can cover many users. The development of an internet access network in a certain housing requires large amounts of funds so a feasibility analysis is needed to avoid disruption and cost loss. One of them is the network development planning analysis in Sapphire Madina Housing with local fiber network access technology in order to cover the large bandwidth requirements. The parameters which used in the analysis were Power Link Budget, Rise Time Budget, Bit Error Rate, while for economic analysis were Payback Period and Net Percent Value. This research was carried out through several stages such as data collection, network design, network analysis and economic analysis. The Payback Period will give an idea of when the return on investment and Net Present Value will give an idea of the future value of the income and the feasibility of the project. The results of the analysis that has been done was the results for the value of the power which received by the receiver on the downlink was around -15 dB and the average uplink was around 1.8 dB, while the result for Bit Error Rate analysis was good because the value obtained was below standard maximum limit, and also the Rise Time Budget calculation results obtained was tsis value of 0.260683 ns for the downlink and 0.437897 ns for the uplink where the value obtained was in accordance with the standard. And economic analysis of network design was obtained decent results with the devices used the ZTE brand for OLT and Huawei for ONT. The Net Present Value obtained was IDR 854,504,660.52 and the Payback Period occurred in the second year to assume the number of 100% customers, while with the customer’s assumption of 50% obtained a decent analysis result with the largest Net Present Value value was IDR 254,391,002.70 and Payback Period in year 3. Based on the results of all parameter analysis it can be concluded that the design of the FTTH network in Sapphire Madina Housing can be declared feasible to be built. | |
| 23378 | 26576 | C1B015063 | ANALISIS PENERAPAN TEORI ANTRIAN PADA SISTEM PEMBAYARAN SUPERMARKET DI RITA PASARAYA WONOSOBO | Antrian adalah suatu situasi umum yang biasa terjadi dalam kehidupan kehidupan sehari-hari dimana pelanggan menunggu giliran di depan kasir untuk mendapatkan giliran dalam pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja sistem pelayanan dan sistem antrian pada kasir supermarket di Rita Pasaraya Wonosobo. Jenis penelitian ini merupakan analisis kuantitatif yaitu data yang berupa angka atau bilangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan rumus antrian model B : M/M/S. Hasil penelitian ini menunjukan bagaimana kinerja sistem pelayanan dan sistem antrian di bagian supermaket pada Rita Pasaraya Wonosobo. | Abstract Queuing is a common situation that is common in everyday life where customers wait their turn in front of the cashier to get a turn in service. This research aims to determine the performance of the service system and queuing system at the supermarket cashier at Rita Pasaraya Wonosobo. The type of research is a quantitative analysis of data in the form of numbers or numbers. Data collection techniques used were interviews, observation and literature study. The analysis of this research is using formula for the model B: M / M / S. The results of this research showing how the performance of the service system and queuing system in the supermaket on Rita Pasaraya Wonosobo. | |
| 23379 | 26577 | F1C014068 | EFEKTIVITAS PESAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM “VISIT BOGOR” DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI PARIWISATA MAHASISWA PAGUYUBAN UNSOED BOGOR | Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan media sosial instagram untuk dijadikan alat pencari sebuah informasi terutama informasi pariwisata. Mahasiswa paguyuban unsoed bogor sebagai objek dari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat tingkat kepuasan mahasiswa paguyuban unsoed bogor dalam memenuhi kebutuhan informasi pariwisata Kota Bogor dengan apa yang disajikan oleh akun VisitBogor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pada penelitian ini penulis menggunakan total sampling sebanyak 135 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Hasil dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa efek yang didapatkan oleh mahasiswa paguyuban unsoed bogor berupa adanya tingkat kepuasan informasi setelah menggunakan aplikasi instagram dan melihat akun @VisitBogor. Hal tersebut mengacu hasil data tabulasi silang antara indikator-indikator pada gratification sought dengan gratification obtained yang menunjukkan tingkat kepuasan yang didapatkan oleh mahasiswa paguyuban unsoed bogor berada di atas 70%. Sedangkan untuk hasil perhitungan statistik terhadap uji hipotesisnya diperoleh hasil bahwa nilai rata-rata GS lebih kecil dari nilai rata-rata GO, dengan nilai thitung 1,105. Hal tersebut berarti bahwa telah terjadi kesennjangan rata-rata GS dengan rata-rata GO. Jadi dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa 〖 H〗_a berbunyi “Terdapat perbedaan rata-rata antara kebutuhan yang di dicari oleh Mahasiswa Paguyuban Unsoed Bogor (Gratification Sought) dengan kepuasan yang diperoleh (Gratification Obtained) dalam pemenuhan kebuhan informasi pariwisata melalui akun Instagram @VisitBogor” diterima. | This study discusses the use of Instagram social media to be used as a search tool for information, especially tourism information. Unsoed bogor student association as the object of this study. The purpose of this study is to analyze the level of student satisfaction level of the unsoed bogor community in meeting the tourism information needs of bogor city with what is presented by the VisitBogor account. This research uses quantitative methods. In this study the authors used a total sampling of 135 people. Data collection techniques performed by distributing questionnaires. The results of the research conducted revealed that the effect obtained by the students of the unsoed bogor community was in the form of the level of information satisfaction after using the Instagram application and seeing the @VisitBogor account. This refers to the results of cross tabulation data between the indicators on gratification sought and gratification obtained which shows the level of satisfaction obtained by students of the unsoed bogor community is above 70%. As for the results of statistical calculations on the hypothesis test, the results show that the average GS value is smaller than the average GO value, with a tcount of 1.105. This means that there has been a gap between the GS average and the GO average. So the results show that it reads "There is an average difference between the needs sought by the Bogor Unsoed Students Association (Gratification Sought) and the satisfaction obtained (Gratification Obtained) in fulfilling the needs of tourism information through Instagram account @VisitBogor" received. | |
| 23380 | 26578 | H1B014014 | Model Predator-Prey dengan Faktor Pemanenan pada Predator | ABSTRAK. Penelitian ini membahas tentang model predator-prey dengan respon fungsional dan faktor pemanenan pada predator. Salah satu contohnya adalah model predator-prey antara Didinium sebagai predator dan Paramecium sebagai prey. Predator memerlukan waktu untuk mencari dan menangani prey sehingga digunakan respon fungsional tipe II. Model yang disajikan berupa sistem persamaan diferensial non linier yang diselesaikan secara kualitatif. Model tersebut mempunyai tiga titik kesetimbangan. Dua dari ketiga titik kesetimbangan tersebut bersifat stabil asimtotis bergantung pada nilai-nilai parameter yaitu, titik kesetimbangan kepunahan predator dan titik kesetimbangan predator-prey saat dalam keadaan coexistence (tumbuh secara beriringan). Simulasi model dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemanenan Didinium sebagai predator terhadap jumlah populasi Paramecium sebagai prey. Berdasarkan simulasi pada titik kesetimbangan Didinium dan Paramecium saat dalam keadaan coexistence, diperoleh hasil bahwa semakin besar tingkat pemanenan Didinium maka dalam jangka waktu yang lama jumlah populasi Paramecium menuju kapasitas daya tampungnya dan jumlah populasi Didinium mengalami peningkatan sampai batas tingkat pemanenan tertentu, kemudian mengalami penurunan hingga menuju kepunahan. | ABSTRACT. This research discusses predator-prey model with functional responses type II and predator harvesting. For the example, the predator-prey models between Didinium as predator and Paramecium as prey. Predators need time to search and handle preys, so a functional responses type II is used. The model is system of non-linear differential equation that solved by qualitative ways. The model has three equilibrium points. Two of the three equilibrium points are asymptotically stable depend on parameter values, that is the predator extinction equilibrium point and the predator-prey equilibrium point when in a coexistence state. Model simulation is conducted to determine the effect of Didinium harvesting rates on the population of Paramecium. Based on simulations on Didinium and Paramecium equilibrium points when in a coexistence state, the results show that the greater the Didinium harvesting rate, the longer the Paramecium population reaches its capacity and the Didinium population increases to a certain level of harvesting then decreased to extinction. |