Artikelilmiahs

Menampilkan 23.001-23.020 dari 51.896 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2300129010C1B016007PENGARUH PROFITABILITAS, DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN, DAN LEVERAGE TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDENKebijakan dividen berperan penting dalam peningkatan kualitas perusahaan, sehingga semakin besar pembagian laba yang dibagikan perusahaan akan menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki prospek yang bagus untuk kedepannya.Penelitian ini berjudul “Pengaruh Profitabilitas, Dewan Komisaris Independen, dan Leverageterhadap Kebijakan Dividen (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2014 –2018)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, dewan komisaris independen, dan leverage terhadap kebijakan dividen. Untuk analisis data menggunakan uji asumsi klasik, uji deskriptif, uji regresi data panel, uji determinasi, dan uji t. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposivesampling.Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen, Dewan Komisaris Independen berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kebijakan Dividen, dan Leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014 –2018.Implikasi dari penelitian ini adalah dari ketiga variabel yang telah diuji hanya variabel dewan komisaris independen yang tidak mempunyai hubungan dengan kebijakan dividensehingga investor bisa melihat variabel lain seperti variabel profitabilitas dan leverageyang bisa menjadi indikator untuk menilai perusahaan sebelum melakukan investasi. Dividend policy plays an important role in improving the quality of the company, where the greater the distribution of profits distributed by the company will show that the company has good prospects for the future.This research entitled “The Effect of Profitability, Independent Board Of Commissioners, and Leverage on Dividend Policy (Empirical Study of Manufacturing Companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2014 -2018)”. The purpose of this study is to determine the effect of profitability, independent board of commissioners, and leverage on dividend policy.Data analysis used in this research are classic assumption test, descriptive test, panel data regression test, coefficient of determination test, and t test. The sampling technique used is purposive sampling.From the results of this study note that Profitability has a positive and significant effect on Dividend Policy, the Independent Board of Commissioners has a negative and not significant effect on Dividend Policy, and Leverage has a negative and significant effect on Dividend Policy on manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2014 –2018.The implication of this research is that of the three variables that have been tested, only independent commissioner variables that have no relationship with dividend policy so that investors can see other variables such as profitability and leverage variables which can be indicators to assess the company before investing.
2300226269E1A113105TEKNIK PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN PADA SUPORTER BOLA JAK MANIA HARINGGA SIRLA (Studi di Polrestabes Bandung)
ABSTRAK
TEKNIK PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN PADA SUPORTER BOLA JAK MANIA HARINGGA SIRLA
(Studi di Polrestabes Bandung)

Oleh:

INTAN BUDI UTAMI

E1A113105

Maraknya tindakan penganiayaan yang kita lihat dari berbagai sumber menjadi pertanda bahwa hal tersebut tidak lepas dari perilaku masyarakat yang kurang terkontrol baik itu yang dikarenakan rendahnya tingkat pendidikan dan pengaruh lingkungan pergaulan yang kurang baik. Perselisihan baik secara personal ataupun kelompok dapat menjadi suatu faktor yang dapat mengundang terjadinya tindak kekerasan yang berujung pada penganiayaan.Penelitian ini bertujuan mengetahui teknik penyidik Polrestabes Bandung dalam mengungkap tindak pidana penganiayaan pada suporter bola Jak Mania Haringga Sirla dan kendala penyidik dalam penegakan hukum.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya laporan dari masyarakat terkait adanya tindak pidana penganiayaan yang terjadi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan diperoleh barang bukti berupa pakaian korban, bercak darah, kayu, puce line, besi, batu serta kursi. Dalam pemeriksaan terhadap saksi, diperoleh alat bukti surat yaitu Visum Et Reperetum yang dilakukan oleh seorang ahli dalam bidangnya yaitu dokter forensik dengan menganalisis kecocokan bercak darah pada pakaian korban dan hasilnya benar adanya. Dalam penegakan hukum, penyidik terkendala oleh faktor hukumnya, faktor masyarakat dan faktor budaya.
ABSTRACT
PERSECUTION CRIMINAL ACTS DISCLOSURE TECHNIQUES TOWARDS JAK MANIA SUPPORTERS HARINGGA SIRLA
(Study at Bandung Polrestabes)
By:
INTAN BUDI UTAMI
E1A113105

The rampants acts of persecution from various sources are a sign that its inseparable from the behavior of people who are less controlled, both because of the low level of education and the influence of a bad social environment. Personal or group disputes could be a factor that lead to violence that results in persecution. This research aims to know the techniques of Bandung Polrestabes investigators in uncovering criminal acts of presecution on Jak Mania Supporters Haringga Sirla and investigators’ obstacles in law enforcement.
The Sociological Juridical with Descriptive Research Specifications was used in this research. The data used in this research were primary and secondary data. The primary data were obtained through interviews with informants, while secondary data were obtained from literature study. The data processed and analyzed by qualitative methods and presented in the form of a systematic description.
The results showed that there were report from the public related to the criminal acts of persecution occured at Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). The investigators went to the crime scene and analyzed reports from the public and obtained evidence at the crime scene. Victim’s clothes, blood spots, wood, puce line, iron, stone and chairs were obtained as the evidences at the crime scene. The investigator conducted an examination of the witness to obtain the statement. The examination results obtained from the victim were in the form of a letter of evidence (Visum Et Reperetum) conducted by an expert (a forensic doctor) by analyzing the suitability of blood spots on the victim's clothes and the results were correct. In law enforcement, investigators were constrained by legal factors, community factors and cultural factors.
2300326270A1C015043KAJIAN PEMBUATAN SERBUK WEDANG UWUH INSTAN MENGGUNAKAN GULA BATU DAN GULA PASIR DENGAN JUMLAH GULA YANG BERBEDAWedang uwuh merupakan minuman yang berbahan dasar kayu secang, jahe, pala, daun pala, kayu manis, daun kayu manis, cengkeh, batang cengkeh, daun cengkeh, akar sereh dan daun sereh. Pemanfaatan wedang uwuh masih belum maksimal karena pengolahannya kurang praktis. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam bentuk penyajian yang lebih praktis dalam bentuk minuman serbuk instan. Penelitian ini mengkaji tentang sifat fisik, kimia dan sensoris minuman serbuk wedang uwuh instan pada berbagai jenis gula dan jumlah gula. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas serbuk wedang uwuh instan dengan menggunakan jumlah gula masing-masing produk untuk melihat tingkat kelarutan dan untuk mengetahui jenis dan jumlah gula agar menghasilkan serbuk wedang uwuh instan yang disukai konsumen ditinjau dari warna, rasa, dan aroma. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti meliputi jenis gula yang terdiri atas G1 (gula batu) dan G2 (gula pasir) dan jumlah gula yang berbeda yang terdiri atas K1 (jumlah gula 200 gram), K2 (jumlah gula 250 gram), dan K3 (jumlah gula 300 gram). Analisis data yang digunakan adalah Analysis of Varian (ANOVA). Apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) / Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesukaan panelis secara keseluruhan ditinjau dari warna, rasa, dan aroma yaitu minuman wedang uwuh instan dengan menggunakan gula pasir 200 gram yang mendapatkan nilai paling tinggi 4.33 (suka) dengan karakteristik sebagai berikut: tingkat kelarutan dalam air yaitu dengan jumlah 12 adukan; kadar gula 14.23 %; tingkat intensitas warna (L) sebesar 68.03. Karakteristik lainnya yaitu menggunakan uji organoleptik panelis semi terlatih yang mendapatkan hasil warna 2.64 (merah tua); rasa 3.20 (manis); aroma 2.87 (tajam aroma bahan).Wedang uwuh is a drink made from secang wood, ginger, nutmeg, nutmeg, cinnamon, cinnamon leaves, cloves, clove stems, clove leaves, lemongrass roots and lemongrass leaves. Utilization of wedang uwuh is still not optimal because the processing is not practical. Therefore, innovation is needed in the form of a more practical presentation in the form of instant powder drinks. This study examined the physical, chemical and sensory properties of instant wedang powder drinks in various types of sugars and amount of sugar. The purpose of this study was to determine the difference in quality of instant wedang powder by using the amount of sugar of each product to see the solubility level and to determine the type and amount of sugar to produce instant wedang uwuh powder that consumers liked in terms of color, taste and aroma. This study uses a Completely Randomized Design (CRD). The factors studied included the type of sugar consisting of G1 (rock sugar) and G2 (granulated sugar) and different amount of sugar consisting of J1 (200 gram amount of sugar), J2 (250 gram amount of sugar), and J3 (300 gram amount of sugar). The data analysis used is Analysis of Variant (ANOVA). If it is significantly different, then proceed with the Honest Real Difference (BNJ) / Tukey test. The results showed that the panelists overall level of preference in terms of color, taste, and aroma were instant wedang uwuh drinks using 200 grams of sugar which got the highest value of 4.33 (likes) with the following characteristics: water solubility level with 12 mixtures; sugar content of 14.23 %; the level of color intensity (L) is 68.03. Other characteristics are using semi-trained panelists organoleptic tests that get color 2.64 (dark red); taste 3.20 (sweet); aroma 2.87 (sharp aroma of ingredients).
2300426050C1C015005Kemampuan Implementasi Sistem Informasi Akuntansi dalam Memediasi Variabel Anteseden dan Konsekuensi (Studi Kasus di Perbankan Kabupaten Banyumas)Penelitian ini merupakan penelitian survei pada karyawan industri perbankan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengambil judul: “Kemampuan Implementasi Sistem Informasi Akuntansi dalam Memediasi Variabel Anteseden dan Variabel Konsekuensi (Studi Kasus di Perbankan Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dukungan manajemen puncak, kualitas informasi, kualitas sistem, dan kualitas pelayanan pada implementasi SIA terhadap kinerja karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan industri perbankan di Kabupaten Banyumas. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 125 responden. Penentuan sampel menggunakan teknik convenience sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modelling) menunjukkan bahwa: (1) Dukungan manajemen puncak berpengaruh terhadap implementasi SIA, (2) Kualitas informasi berpengaruh terhadap implementasi SIA, (3) Kualitas sistem berpengaruh terhadap implementasi SIA, (4) Kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap implementasi SIA, (5) Implementasi SIA berpengaruh terhadap kinerja karyawan, (6) Implementasi SIA memediasi faktor dukungan manajemen puncak, kualitas informasi, kualitas sistem, dan kualitas pelayanan terhadap kinerja karyawan.
Implikasi dari hasil penelitian sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh dukungan manajemen puncak, kualitas informasi, kualitas sistem, dan kualitas pelayanan yang mempengaruhi implementasi SIA perbankan. Faktor-faktor ini penting dalam meningkatkan penggunaan SIA serta kinerja dari karyawannya. Tujuan industri perbankan dalam mengukur kesuksesan sistem informasi terhadap kinerja individu sesuai dengan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Theory of The D&M Information Success Model (1992) dan Theory of Planned Behavior. Kedua teori ini sesuai untuk diterapkan pada manajemen industri perbankan Kabupaten Banyumas.
Penerapan Theory of The D&M Information Success Model dalam penelitian ini adalah bahwa perbankan berfokus pada kualitas informasi dan kualitas sistem. Penerapan Theory of Planned Behavior dalam penelitian ini merepresentasikan perceived behavioral control yang mengasumsikan bahwa manajemen puncak memiliki andil yang besar dalam pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan serta menjadi motivator bawahannya dalam menggunakan SIA sebagai tanggungjawabnya.
Kata Kunci : Dukungan Manajemen Puncak, Kualitas Informasi, Kualitas Sistem, Kualitas Pelayanan, Implementasi SIA, Kinerja Karyawan
This research is a survey research on employees in the banking industry in Banyumas Regency. The title of the research is: “The Ability of Implementation is Useless in Mediating Antecedent Variables and Consequence Variables(Case Study in Banyumas District Banking”. This research aims to find out the effect of top management support, information quality, system quality, and service quality in the implementation of AIS on employee performance. Population in this research takes the all employees in the banking industry in Banyumas Regency. There were 125 employees chosen as respondents of the research. The sampling technique used is convenience sampling.
Based on result of research and data analysis using Structural Equation Modelling (SEM) it has got conclusions: (1) Top management support influence on the AIS implementation, (2) Information quality influence on the AIS implementation, (3) System quality influence on the AIS implementation, (4) Service quality not influence on the AIS implementation, (5) Implementation of AIS influence on employee performance, (6) Implementation of AIS mediates the factors of top management support, information quality, system quality, and service quality on employee performance.
The implications of the results of the research are in accordance with the research objectives, namely to determine the effect of top management support, information quality, system quality, and service quality that affect the implementation of banking AIS. These factors are important in increasing the use of AIS and the performance of their employees. The purpose of the banking industry in measuring the success of information systems on individual performance is in accordance with the theory used in this research, namely Theory of The D&M Information Success Model (1992) and Theory of Planned Behavior. Both of these theories are suitable to be applied to the banking industry management in Banyumas Regency.
The application of Theory of The D&M Information Success Model in this research is that banking focuses on information quality and system quality. The application of the Theory of Planned Behavior in this research represents perceived behavioral control which assumes that top management has a big part in making decisions to achieve goals and becomes a motivator of their subordinates in using AIS as their responsibility.
Keywords : Top Management Support, Information Quality, System Quality, Service Quality, The AIS Implementation, Employee Performance
2300526272L1B015013PENGARUH PERENDAMAN DENGAN EKSTRAK DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides) TERHADAP KELIMPAHAN BAKTERI DI SALURAN PENCERNAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)Komposisi bakteri di saluran pencernaan ikan dipengaruhi oleh zat yang terlarut dalam media pemeliharaan. Perendaman dengan tanaman obat diduga akan mempengaruhi bakteri yang ada di media pemeliharaan dan selanjutnya akan mempengaruhi bakteri yang ada di saluran pencernaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman dengan ekstrak daun bandotan terhadap kelimpahan bakteri di saluran pencernaan ikan nila. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan individu (ikan). Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu P1 (dosis 0 ppm), P2 (dosis 50 ppm), dan P3 (dosis 100 ppm). Pengamatan kelimpahan bakteri di saluran pencernaan dilakukan pada hari ke 15 dan 18 setelah perendaman dengan menggunakan metode TPC (Total Plate Count). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa perendaman dengan ekstrak daun bandotan tidak berpengaruh terhadap kelimpahan bakteri di saluran pencernaan ikan nila (P>0,05). Semakin meningkatnya dosis ekstrak yang digunakan proporsi bakteri gram positif semakin menurun begitu juga dengan proporsi Bacillus sp. dan Lactobacillus sp.The composition of bacteria in the digestive tract of fish is influenced by substances dissolved in the media of maintenance. Immersion with medicinal plants is thought to affect the bacteria that are in the media of maintenance and subsequently will affect bacteria in the digestive tract. The purpose of this study was to determine the effect of immersion with bandotan leaf extract on the abundance of bacteria in the digestive tract of tilapia. The method used in this study is an experimental method based on Complete Random Design, with 3 treatments and 5 replications of individuals (fish). The treatment used in this study was P1 (dose 0 ppm), P2 (dose 50 ppm), and P3 (dose 100 ppm). Observation of bacterial abundance in the digestive tract was carried out on the 15th and 18th day after immersion using Total Plate Count method. Based on the results of the study, it was found that immersion with bandotan leaf extract did not affect the abundance of bacteria in the digestive tract of tilapia (P>0,05). The increasing dosage of extract used, the proportion of gram-positive bacteria decrease as well as the proportion of Bacillus sp. and Lactobacillus sp.
2300628576C1A015054ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN UANG ELEKTRONIK DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2009:Q1 - 2019:Q1Penelitian ini merupakan penelitian mengenai permintaan uang elektronik. Penelitian ini berjudul: “Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Uang Elektronik Di Indonesia Pada Periode Tahun 2009:Q1-2019:Q1”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi permintaan uang elektronik di Indonesia pada tahun 2009Q1-2019:Q1. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pendapatan per kapita, jumlah uang beredar, mesin (EDC), dan permintaan uang elektronik. Penelitian ini menggunakan data sekunder berdasarkan data pada tahun 2009 kuartal satu hingga 2019 kuartal satu. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda (Time Series).
Hasil penelitian menyatakan bahwa Variabel pendapatan per kapita berpengaruh positif terhadap permintaan uang elektronik di Indonesia pada periode tahun 2009:Q1-2019:Q1, variabel jumlah uang beredar berpengaruh negatif terhadap permintaan uang elektronik di Indonesia pada periode tahun 2009:Q1-2019:Q1, variabel mesin electronic data capture (EDC) berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan uang elektronik di Indonesia pada periode tahun 2009:Q1-2019:Q1, serta variabel mesin electronic data capture (EDC) merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap permintaan uang elektronik di Indonesia pada periode tahun 2009:Q1-2019:Q1.
Implikasi dari penelitian ini yaitu Pemerintah perlu meningkatkan pendapatan per kapita dalam rangka meningkatkan penggunaan uang elektronik. Meningkatkan pendapatan perkapita dapat dilakukan dengan meningkatkan potensi sumber daya manusia melalui pelatihan dari pemerintah sehingga memiliki keahlian yang dapat meningkatkan pendapatan, selain itu pemerintah juga dapat meningkatkan penggunaan teknologi terutama untuk industri kecil agar pendapatannya meningkat. Bank Indonesia dapat mengurangi jumlah uang beredar sehingga permintaan uang elektronik dapat meningkat, serta memperbanyak jumlah infrastruktur seperti Mesin EDC hingga ke UMKM agar permintaan uang elektronik meningkat.
Bank Indonesia harus melakukan edukasi dan sosialisasi serta menggandeng seluruh pihak terkait untuk mendukung peningkatan infrastruktur penerapan pembayaran non tunai. Otoritas yang memiliki kebijakan serta pihak penyelenggara harus meningkatkan kerja sama antara bank maupun outlet dalam penggunaan mesin EDC sehingga memudahkan masyarakat untuk menggunakan uang elektoniknya. Peningkatan yang dapat dilakukan pihak penyelenggara salah satunya adalah pemberian promosi menarik seperti diskon ataupun cashback untuk para pengguna uang elektronik.
This research is about the demand for electronic money. This research entitled: "Analysis of Factors Affecting the Demand for Electronic Money in Indonesia in the Period of 2009:Q1-2019:Q1".
The purpose of this research are to determine the factors that influence the demand for electronic money in Indonesia in 2009:Q1-2019:Q1. Observed variables in this research are capita income, money supply, electronic data capture (EDC) machines, and demand for electronic money. This study uses secondary data based from 2009 first quarter to 2019 first quarter .Tthis research uses multiple linear regression analysis method (Time Series).
Based on the results of research shows that capita income has a positive and significant effect on the demand for electronic money in Indonesia in the period 2009:Q1-2019:Q1, money supply has a negative effect on the demand for electronic money in Indonesia in the period 2009:Q1-2019:Q1, EDC machine has a positive and significant effect on the demand for electronic money in Indonesia in the period 2009:Q1-2019:Q1, and the EDC machine variable is the most influential variable on the demand for electronic money in Indonesia in the period 2009: Q1-2019:Q1.
As implication of the conclusive above, in order to increase demand of electronic money, the government need to increase capita income for increasing the use of electronic money, because it can increase the ability of the people and their desire to use banking products such as electronic money. Bank Indonesia can reduce the money supply (M1) ti increase the demand of electronic money. Bank Indonesia must educate, socialize, and make all relevant parties to support this non-cash application infrastructure, the public can get to know more about electronic money. Authorities who have policies must increase cooperation between banks and outlets in the use of EDC machines so as to make it easier for people to use their electronic money
2300728773E1A014200TINDAKAN MAIN HAKIM SENDIRI (EIGENRICHTING) YANG TERJADI DI WILAYAH HUKUM POLRES BANYUMAS DALAM PRESPEKTIF KRIMINOLOGI SERTA KEBIJAKAN POLRES BANYUMAS
UNTUK MENANGGULANGINYA
Fenomena tindakan main hakim sendiri ini marak terjadi tidak terkecuali di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, hingga Purwokerto. Penegakan hukum kasus main hakim sendiri ini perlu diupayakan secara serius dan penanganan yang sungguh-sungguh. Dalam penelitian ini, peneliti mengkaji lebih mendalam mengenai tindakan main hakim sendiri (eigenrichting) dalam prespektif kriminologi.
Penelitian fokus pada latar belakang dan motivasi yang turut menyebabkan Tindakan Main Hakim Sendiri (Eigenrichting) dapat terjad dan juga kkebijakan yang diterapkan Kepolisian Resort Banyumas dalam menanggulangi Tindakan Main Hakim Sendiri (Eigenrichting). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Dalam penelitian ini, data primer yang digunakan bersumber dari pernyataan informan yakni para pelaku tindakan main hakim sendiri (eigenrichting) dan pihak kepolisian Kepolisian Resort Kota Purwokerto.
Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya tindakan main hakim sendiri (Eigenrichting) oleh masyarakat di Kabupaten Banyumas adalah ketidakpercayaan masyarakat pada aparat penegakan hukum, faktor psikologi sosial, masyarakat Banyumas yang cenderung emosional kepada para pelaku pidana, rasa jiwa Korsa, solidaritas, dan kebersamaan yang salah diartikan, dan juga ketidakpahaman bahwa tindakan main hakim sendiri itu merupakan bentuk tindak pidana. Kedua, upaya kepolisian dalam mengantispasi terjadinya tindakan main hakim sendiri (eigenrichting) oleh masyarakat di Kabupaten Banyumas, antara lain dengan melakukan sosialisasi hukum mengajak masyarakat untuk taat hukum, dan menjalin kerjasama dengan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban, rutin patroli untuk mengawasi keamanan masyarakat, serta menangkap dan memidanakan pelaku tindakan main hakim sendiri khususnya pelaku yang diduga menjadi provokator sehingga masyarakat tidak terpancing untuk main hakim sendiri
The phenomenon of vigilantism is rampant, not least in big cities in Indonesia such as Jakarta, Semarang, and Purwokerto. The enforcement of the vigilante case must be taken seriously and taken seriously. In this study, researchers examined more deeply about vigilantism (eigenrichting) in the perspective of criminology.
The study focused on the background and motivation that contributed to the Eigenrichting Act and the policies applied by the Banyumas Resort Police in tackling the Eigenrichting Act. The method used in this research is qualitative with a sociological approach. In this study, the primary data used were sourced from informants' statements, namely the perpetrators of vigilante actions (eigenrichting) and the Purwokerto City Police Department.
From the results of the study concluded that the factors underlying the occurrence of vigilantism (Eigenrichting) by the community in Banyumas Regency are public distrust of law enforcement officers, social psychological factors, Banyumas people who tend to be emotional towards criminal offenders, sense of Korsa soul, solidarity , and togetherness that is misinterpreted, and also lack of understanding that vigilantism is a form of crime. Second, police efforts in anticipating the occurrence of vigilante actions (eigenrichting) by the community in Banyumas Regency, among others by conducting legal socialization invites the public to obey the law, and establish cooperation with the community to maintain security and order, patrols routinely to oversee public security, as well as arresting and convicting perpetrators of vigilante acts especially those suspected of being provocateurs so that the public is not provoked into vigilantism.
2300828888D1A016012Penggunaan Minyak Safflower (Carthamus tinctorius L) dan Inositol Terhadap Kadar Kolesterol dan Trigliserida Darah Ayam Sentul JantanPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan minyak safflower (Carthamus tinctorius L) dan inositol serta campuran minyak safflower dan inositol terhadap kadar kolesterol dan trigliserida darah ayam sentul jantan. Materi yang digunakan yaitu ayam sentul jantan jenis abu berumur 4 minggu berjumlah 81 ekor. Ayam sentul jantan dipelihara selama 12 minggu dan dipanen pada umur 16 minggu. Metode penelitian adalah eksperimen secara in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 ekor ayam. uji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur. Perlakuan terdiri dari R0 = Pakan Basal/ kontrol; R1 = Pakan Basal + Minyak safflower 0,5%; R2 = Pakan Basal + Minyak safflower 1,0%; R3= Pakan Basal + Inositol 0,5%; R4 = Pakan Basal + Inositol 1,0%; R5 = Pakan Basal + Minyak safflower 0.5% dan inositol 0,5%; R6 = Pakan Basal + Minyak safflower 0.5% dan inositol 1,0%; R7 = Pakan Basal + Minyak safflower 1,0% dan inositol 0,5%, dan R8 = Pakan Basal + Minyak safflower 1,0% dan inositol 1,0%. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa penggunaan minyak safflower (Carthamus tinctorius L) dan inositol berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kolesterol darah tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,01) terhadap trigliserida darah ayam sentul jantan. Rataan kolesterol darah yaitu antara 88,89 mg/dl sampai 148,15 mg/dl. Sedangkan rataan trigliserida darah 104,76 mg/dl sampai 209,52 mg/dl. Penggunaan minyak safflower (Carthamus tinctorius L), inositol dan Kombinasi antara minyak safflower dan inositol menghasilkan kadar trigliserida darah ayam sentul jantan yang reatif sama serta penggunaan minyak safflower dengan konsentrasi 0,5% dan 1% yang paling efektif dalam menurunkan kadar kolesterol darah.

Kata Kunci : Kolesterol darah, trigliserida darah, minyak safflower, inositol, dan ayam sentul jantan
Research aims to examine the role of safflower oil (Carthamus tinctorius L) and inositol as well as a mixture of safflower oil and inositol toward cholesterol level and blood triglyceride in sentul rooster. The materials used are 81 gray sentul roosters aged 4 weeks. Sentul rooster that are kept for 8 weeks and harvested at the age of 16 weeks. The research method is an in vivo experiment with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 9 treatments with 3 repetitions, each repetition consisted of 3 roosters. The treatments that give real effect will be followed by the Honestly Significant Difference test. The treatment consists of R0 = Basal Feed / control; R1 = Basal Feed + 0.5% safflower oil; R2 = Basal Feed + 1.0% safflower oil; R3 = Basal Feed + Inositol 0.5%; R4 = Basal Feed + Inositol 1.0%; R5 = Basal Feed + 0.5% safflower oil and 0.5% inositol; R6 = Basal Feed + 0.5% safflower oil and 1.0% inositol; R7 = Basal Feed + 1.0% safflower oil and 0.5% inositol, and R8 = Basal feed + 1.0% safflower oil and 1.0% inositol. The use of safflower oil (Carthamus Tinctorius L) , inositol dan combination of safflower oil and inositol produce relatively the same sentul rooster blood triglyceride level and the use of safflower oil with 0.5% and 1% concentrations which are most effective in lowering cholesterol levels.

Keywords : Blood Cholesterol, Blood Triglyceride, Safflower Oil, Inositol, and Sentul Rooster.
2300926261I1A015004FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PENCEGAHAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KECAMATAN WANGONLatar Belakang : Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit degenaratif yang apabila tidak dikontrol dapat menyebabkan komplikasi. Pencegahan komplikasi Diabetes Melitus tipe 2 dilakukan agar tidak menimbulkan penyakit lanjutan, menurunkan biaya kesehatan perawatan komplikasi dan menurunkan angka kematian. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan komplikasi Diabetes Melitus tipe 2.

Metodelogi : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah peserta Prolanis Puskesmas Wangon I 107 orang dan Wangon II 36 orang. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling diperoleh 105 responden, 26 orang komplikasi, dan 12 orang tidak bersedia diwawancarai. Variabel penelitian meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, sikap, ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan, dukungan keluarga, perilaku pencegahan komplikasi Diabetes Melitus tipe 2. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (chi square), multivariat (regresi logistik) menggunakan software SPSS 16.0.

Hasil Penelitian : Perilaku pencegahan komplikasi Diabetes Melitus sebagian besar responden baik (57,1%). Analisis multivariat menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan komplikasi Diabetes Melitus tipe 2 di Kecamatan Wangon 2019 yaitu pengetahuan dengan POR 2,659 (CI 1,317-5,396).

Simpulan : Faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan diabetes melitus tipe 2 yaitu pengetahuan. Peningkatan pengetahuan mengenai diabetes melitus tipe 2 diperlukan untuk menekan angka kejadian komplikasi.

Kata Kunci : Diabetes Melitus tipe 2, Komplikasi, Perilaku pencegahan komplikasi.
Background : Diabetes Mellitus type 2 is a degenerative disease, if it not controlled properly can cause complications. Prevention of complications diabetes mellitus type 2 is aim not to cause further disease, reduce health costs to treat complications and reduce mortality. The purpose of this study is to determine the factors that influence the preventive behavior of diabetes mellitus type 2 complications.

Methods : Type of research is quantitative cross sectional approach. The population are Prolanis participants in Wangon I and II Health cares (107 people and 36 people). Samples were taken total sampling techniques obtained by 105 respondents, 26 people complications, and 12 people were not willing to be interviewed. The variables included age, sex, education, occupation, income, knowledge, attitudes, availability and affordability of health services, family support and preventive behavior of complications diabetes mellitus type 2. Analysis was done univariately, bivariately (chi square test), multivariate (logistic regression) using SPSS 16.0 software.

Result : Behavior prevention of complications diabetes mellitus type 2 most of respondens is good (57,1%). Multivariate analysis showed the most influential variables on the behavior prevention of complications diabetes mellitus type 2 in Wangon district 2019, is knowledge with POR 2,659 (CI 1,317-5,396).

Conclusion : Factor that influence the behavior of prevention diabetes mellitus type 2 is knowledge. Increased knowledge about diabetes mellitus type 2 is needed to reduce the incidence of complications.

Keyword : Diabetes Mellitus type 2, Complications, Behavior Prevention of Complication.
2301026273D1E012197PENGARUH PEMBERIAN FERMENTASI ONGGOK-AMPAS TAHU MENGGUNAKAN JAMUR ONCOM MERAH DALAM PAKAN AYAM BROILER TERHADAP KONSUMSI, KONVERSI, DAN EFISIENSI PAKANPenelitian berjudul “Pengaruh Pemberian Fermentasi Onggok-Ampas Tahu Menggunakan Jamur Oncom Merah dalam Pakan Ayam Broiler terhadap Konsumsi, Konversi dan Efisiensi Pakan” telah dilaksanakan di Green House, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, pada tanggal 5 Desember 2018 sampai dengan tanggal 5 April 2019. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian fermentasi onggok-ampas tahu dengan oncom merah terhadap konsumsi, konversi, dan efisiensi pakan ayam broiler serta mengkaji level terbaik ditinjau dari peubah tersebut.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing unit percobaan terdiri dari 4 ekor. Pemberian ransum percobaan dengan 5 level sebagai berikut: R0 : 0% (kontrol), R1 : menggantikan dedak padi 5,5% dengan FOAT, R2 : menggantikan dedak padi 11% dengan FOAT, R3 : menggantikan dedak padi 16,5% dengan FOAT, dan R4 : menggantikan dedak padi 22% dengan FOAT. Peubah yang diukur adalah konsumsi, konversi, dan efisiensi pakan ayam broiler.
Rataan konsumsi pakan ayam broiler selama dipelihara 35 hari masing-masing sebagai berikut R0 87,22 ± 0,00; R1 86,73 ± 0,00; R2 86,43 ± 0,50; R3 86,79 ± 0,850 gram; dan R4 86,62 ± 0,15. Rataan konversi pakan ayam broiler pada penelitian ini masing masing sebesar R0 2,43 ± 0,075; R1 2,54 ± 0,15; R2 2,64 ± 0,28; R3 2,69 ± 0,28; dan R4 3,21 ± 0,20. Rataan konversi pakan ayam broiler pada penelitian ini masing masing sebesar R0 41,07 ± 1,24; R1 39,39 ± 2,29; R2 38,14 ± 3,81; R3 37,41 ± 3,82; dan R4 31,16 ± 1,91. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pengaruh pemberian fermentasi onggok-ampas tahu menggunakan jamur oncom merah dalam pakan berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konversi dan efisiensi pakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fermentasi onggok-ampas tahu menggunakan jamur oncom merah masih belum bisa menggantikan dedak padi ditinjau dari konsumsi, konversi dan efisiensi pakan karena cenderung menurunkan.
The study entitled of “The Effects of Fermentation Cassava Waste-Tofu Dregs of Using red oncom mushrooms in Broiler’s Chicken Feed Againts Consumption, Conversion and Feed Efficiency” has been perfomed in Green House, Animal Husbandry Faculty, Jenderal Soedirman University on December 5, 2018 until April 5, 2019. The purpose of this study was to know the effects of fermentation Cassava Waste-Tofu with red oncom againts consumption, conversion and feed efficiency in broiler’s chicken and to review the best levels from the changes.
Research The design used was a Completely Randomized Design with 5 treatments and 4 replications. Each unit of the experiment consists of 4 tails. Provision of experimental rations with 5 levels as follows: R0: 0% (control), R1: replaces 5.5% rice bran with FOAT, R2: replaces 11% rice bran with FOAT, R3: replaces rice bran 16.5% with FOAT , and R4: replace 22% rice bran with FOAT. The variables measured are consumption, conversion, and efficiency of broiler chicken feed.
The average consumption of broiler chicken feed for 35 days were R0 87.22 ± 0.00 gram, respectively; R1 86.73 ± 0.00; R2 86.43 ± 0.50; R3 86.79 ± 0.85 ; and R4 86.62 ± 0.15. The average conversion of broiler chicken feed in this study was respectively R0 2.43 ± 0.07; R1 2.54 ± 0.15; R2 2.64 ± 0.28; R3 2.69 ± 0.28; and R4 3.21 ± 0.20. The average conversion of broiler chicken feed in this study was R0 41.07 ± 1.24 respectively; R1 39.39 ± 2.29; R2 38.14 ± 3.81; R3 37.41 ± 3.82; and R4 31.16 ± 1.91. The results of the variance analysis showed that the effect of giving tofu dregs using red oncom mushrooms in feed significantly (P<0.05) on consumption, conversion and feed efficiency. The conclusion of this research is that Cassava Waste-Tofu using red oncom mushrooms still cannot replace rice bran in terms of consumption, conversion and feed efficiency because it tends to decrease.
2301126275F1A015095MENJADI PENGUNJUNG KEDAI KOPI
(STUDI TENTANG AKTIVITAS PENGUNJUNG KEDAI KOPI TULI DI CINERE, KOTA DEPOK, JAWA BARAT)
Kopi Tuli atau yang biasa disingkat ‘Koptul’ adalah sebuah kedai kopi yang didirikan oleh para penyandang tuli dengan tujuan yaitu menyejahterakan penyandang tuli dan memperkenalkan bahasa isyarat kepada masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengungkap pengalaman pengunjung kedai Kopi Tuli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik penentuan informan yaitu purposive sampling. Hasil penelitian diketahui bahwa kedai ‘Koptul’ memiliki konsep tersendiri yaitu konsep disabilitas (tuli) yang dapat menjadi identitas bagi kedai kopi ini. Pengunjung yang datang memiliki daya tarik tersendiri pada penggunaan bahasa isyarat yang digunakan oleh penyandang tuli untuk berkomunikasi. ‘Koptul’ memberikan fasilitas belajar bahasa isyarat kepada pengunjung untuk menciptakan pola interaksi antara karyawan dengan pengunjung. Tag line “Seruput Kopi Tanpa Kata” dibuat untuk menggambarkan suasana di kedai “Koptul’ yang dapat merepresentasikan kondisi pemilik, pengelola, dan karyawannya. Kopi Tuli or commonly abbreviated as 'Koptul' is a coffee shop created by people with deafness with the aim of welfare of deaf people and introducing sign language to the general public. This study aims to describe and reveal the experiences of visitors to the Kopi Tuli shop. This study uses qualitative research methods with the informant selection technique, namely purposive sampling. The results of the study known as the 'Koptul' shop have a special concept, namely the concept of disability (deaf) which can be the identity of this coffee shop. Visitors who come have a special attraction using sign language used by deaf people to communicate. 'Koptul' provides language learning facilities for visitors to create patterns of interaction between employees and visitors. The tag line "Seruput Kopi Tanpa Kata" was created to describe the atmosphere in the shop "Koptul" which can represent the owners, managers, and employees.
2301228774E1A115071PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TEKNISI KARDIOVASKULERPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi peraturan perlindungan hukum teknisi kardiovaskuler dalam pelayanan kesehatan dan bentuk perlindungan hukum terhadap teknisi kardiovaskuler dalam pelayanan kesehatan.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan analitis (Analytical Approach), dan pendekatan konseptual (Conceptual Approach), serta spesifikasi penelitian inventarisasi peraturan perundang-undangan (hukum positif), sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder melalui studi kepustakaan. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penelitian ini disajikan dalam bentuk teks naratif. Metode analisis data secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan perlindungan hukum teknisi kardiovaskuler dalam pelayanan kesehatan telah menunjukkan adanya sinkronisasi yang artinya bahwa antara peraturan yang derajatnya lebih rendah tidak bertentangan dengan peraturan yang derajatnya lebih tinggi dan peraturan yang lebih tinggi menjadi dasar atau pedoman dibentuknya peraturan yang lebih rendah, serta adanya keserasian antara peraturan yang sederajat. Bentuk perlindungan hukum teknisi kardiovaskuer dalam pelayanan kesehatan meliputi: jaminan pengaturan mendapatkan perlindungan dan pembelaan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan yang berlaku; jaminan pengaturan memperoleh informasi yang lengkap dan benar dari penerima pelayanan kesehatan atau keluarganya; jaminan pengaturan melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi dan kewenangannya; jaminan pengaturan memperoleh imbalan jasa; jaminan pengaturan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia, moral, kesusilaan, serta nilai-nilai agama; jaminan pengaturan pengembangan profesi; jaminan pengaturan untuk menolak keinginan penerima pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan standar pelayanan, standar profesi, standar prosedur operasional, kode etik, atau ketentuan perundang-undangan; dan jaminan pengaturan hak lainnya.
This study aims to determine synchronization of legal regulations for cardiovascular technicians in health services and forms of legal protection for cardiovascular technicians in health services.
This study uses a normative juridical method with a statutory approach, an analytical approach, and a conceptual approach, as well as a research specification of an inventory of legislation (positive law), legal synchronization and legal discovery in concreto. The type of data used is secondary data through literature study. Data processing methods with data reduction, data display and data categorization. This research is presented in the form of narrative texts. Qualitative data analysis methods.
The results showed that the regulation of legal protection for cardiovascular technicians in health services has shown a synchronization which means that the lower level of regulation does not contradict the higher level regulations and the higher level regulations form the basis or guidelines for the formation of lower regulations, and the existence of harmony between equal rules. Forms of legal protection for cardiovascular technicians in health services include: guaranteeing arrangements to obtain protection and legal defense as long as carrying out their duties in accordance with applicable regulations; regulatory guarantees to obtain complete and correct information from recipients of health services or their families; regulatory guarantees to carry out tasks in accordance with their competence and authority; regulatory guarantees in obtaining service fees; guaranteeing protection arrangements for occupational safety and health, treatment in accordance with human dignity and values, morals, decency, and religious values; guarantee for professional development arrangements; regulatory guarantees to reject the wishes of recipients of health services that conflict with service standards, professional standards, operational procedure standards, codes of conduct, or statutory provisions; and guarantees for other rights arrangements.
2301328889D1A016107MARINASI DALAM JUS BAWANG PUTIH(Allium sativum L.) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KEBUSUKAN DAGING AYAM BROILER SETELAH PENYIMPANAN SUHU RUANG
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh marinasi dalam jus bawang putih (Allium sativum L.) dengan konsentrasi berbeda terhadap sifat organoleptik (warna dan aroma) dan kebusukan daging ayam broiler setelah penyimpanan pada suhu ruang. Materi yang digunakan yaitu daging ayam broiler bagian dada dan bawang putih sin chung. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk uji organoleptik (warna dan aroma) dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk tingkat kebusukan. Perlakuan yang digunakan yaitu perbedaan konsentrasi : konsentrasi 0% (P0), konsentrasi 7% (P1), konsentrasi 14% (P2), dan konsentrasi 21% (P3). Daging ayam broiler yang telah dimarinasi dalam jus bawang putih selama 10 menit dilanjutkan penyimpanan pada suhu ruang (27ᵒ C - 29ᵒ C) selama 6 jam. Hasil analisis varian si menunjukkan bahwa perlakuanberpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna, aroma, dan tingkat kebusukan daging ayam broiler. Hasil uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) menunjukkan bahwa perlakuan berbeda nyata (P<0,05) terhadap warna dan aroma, sedangkan pada uji kebusukan pada P1,P2, danP3 tidak menunjukkan perbedaan tetapi terdapat perbedaan padaP0. Kesimpulan, perlakuan marinasi dalam jus bawang putih dengan konsentrasi 21% menghasilkan warna pucat mendekati sangat pucat, aroma menyengat mendekati sangat menyengat, tetapi pada konsentrasi jus bawang putih 7% sudah mampu menghambat kebusukan daging ayam broiler.
The purpose of the research was to determine the effect of marination in garlic juice (Allium sativum L.) with different concentration on organoleptic properties (color and smell) and the rottenness of broiler meat after storage at room temperature. The material was used breast of broiler meat and the garlic (sin chung). The method was used the experimental method using a randomized block design (RBD) for organoleptic test and completely randomized design (CRD) for rottenness test. The treatment was used different concentration : concentration 0% (P0), concentration 7% (P1), concentration 14% (P2), and concentration 21% (P3). After marination in garlic juice for 10 minute broiler meat saved at room temperature (27ᵒ C - 29ᵒ C) for 6 hour. The results of the variance analysis showed that different concentration had a very significant effect (P<0,01) on colour, smell, and the rottenness of broiler meat. The result on Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) showed the treatment was significantly different (P<0,01)on colour and smell, but on rottenness test showed the treatmentP1, P2, andP3 did not different, but different with P0. Conclution, the marination treatment on garlic juice 21% concentration had pale colour until very pale colour, strong smell until very strong smell of garlic, but at concentration of 7% garlic juice had been able to inhibit broiler rot.
2301426121F1C015041Strategi Komunikasi Penyuluh KB dalam Program Vasektomi di Kabupaten PurbalinggaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi penyuluh KB dalam Program Vasektomi di Kabupaten Purbalingga. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep Communication Based Assessment yang dikemukakan oleh Paolo Mefalopulos Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan teknik purposive sampling dalam memilih informannya.
Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi komunikasi penyuluh KB dalam penyuluhan KB Vasektomi ditentukan dengan menyusun kegiatan dan pesan yang efektif dalam strategi yang dibuat, yaitu : 1) Kegiatan yang dilakukan adalah dengan menganalisis kondisi masyarakat, menentukan pesan yang efektif dan melakukan penyuluhan yang terbagi dalam penyuluhan ditingkat kabupaten, kecamatan, dan desa serta melakukan pendekatan secara personal kepada sasaran; 2) Media yang digunakan penyuluh dalam kegiatan penyuluhan KB Vasektomi ini berupa media cetak yaitu leaflet, brosur dan poster, kemudian media elektronik berupa siaran di radio lokal, dan media online yaitu facebook, twitter, instagram, grup WhatsApp dan website. Media-media tersebut membantu penyuluh dalam menyebarkan informasi mengenai KB Vasektomi dan mempermudah sasaran dalam mencari informasi; 3) Kegiatan penyuluhan KB Vasektomi ini dibantu oleh beberapa stakeholder antara lain dari Dinas Kesehatan, Petugas Kesehatan Puskesmas masing-masing kecamatan, Radio Gema Soedirman Purbalingga, dan Kelompok KB Prio Utomo. Stakeholder tersebut memiliki peran turut membantu dalam menjelaskan dan meyakinkan sasaran penyuluhan ; 4) Hambatan yang dialami oleh penyuluh KB dalam melakukan penyuluhan yaitu adanya perbedaan penafsiran terhadap pesan yang disampaikan komunikator kepada sasaran. Perbedaan bahasa yang digunakan membuat sasaran tidak memahami terhadap pesan yang disampaikan.

This study aims to analyze the communication strategy of family planning counselors in the Vasectomy Program in Purbalingga Regency. The concept used in this research is the concept of Communication Based Assessment put forward by Paolo Mefalopulos. This study uses qualitative research methods and uses purposive sampling techniques in selecting its informants.
The results of this study can be concluded that the communication strategy of family planning counselors in the Vasectomy Family Planning counseling is determined by arranging effective activities and messages in the strategies made, namely: 1) Activities undertaken are by analyzing the condition of the community, determining effective messages and conducting counseling that is divided in counseling at the district, sub-district, and village levels and to take a personal approach to the target; 2) The media used by the instructor in this Vasectomy Family Planning counseling activity are printed media, namely leaflets, brochures and posters, then electronic media in the form of broadcasts on local radio, and online media, namely Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp groups and websites. These media help extension agents in disseminating information about vasectomy birth control and making it easier for targets to find information; 3) The vasectomy family planning counseling activity was assisted by several stakeholders including the Health Office, Health Officers health center in each sub-district, Radio Gema Soedirman Purbalingga, and the Family Planning Prio Utomo Group. The stakeholder has the role of helping in explaining and convincing the goals of education; 4) The obstacle experienced by family planning counselors in conducting counseling is the difference in interpretation of the message delivered by the communicator to the target. The difference in language used makes the target does not understand the message conveyed.
2301526278C1L012046THE EFFECT OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE, SALES GROWTH AND FIRM SIZE ON THE PERFORMANCE OF THE OIL AND GAS SUB-SECTOR MINING COMPANIES LISTED ON INDONESIA STOCK EXCHANGE PERIOD 2009-2017ABSTRAK

Good corporate governance merupakan suatu sistem yang mengatur hubungan peran dewan komisaris, peran direksi, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh good corporate governance (ukuran dewan komisaris, jumlah komisaris independen, ukuran dewan direksi, ukuran komite audit dan usia dewan komisaris), pengaruh pertumbuhan penjualan, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan (return on equity). Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan pertambangan sub sektor minyak dan gas bumi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009 - 2017. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda sebagai alat analisis. Sebelum melakukan uji regresi, diperiksa dengan menggunakan tes asumsi klasik. Hasil pada penelitian ini adalah ada pengaruh positif dan signifikan antara komisaris independen, dan usia dewan komisaris terhadap ROE. Berpengaruh positif dan tidak signifikan antara ukuran dewan komisaris, pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan terhadap ROE. Berpengaruh negatif dan tidak signifikan antara variabel komite audit dan dewan direksi terhadap ROE.
Good corporate governance is a system that regulates to relationship of the role of the board of commissioners, the role of directors, shareholders, and other stakeholders. The purpose of this study was to examine the effect of good corporate governance (size of the board of commissioners, number of independent commissioners, the size of the board of directors, audit committee size and age of the board of commissioners), sales growth, and firm size on company performance (return on equity). This study uses secondary data from the financial statements of the oil and gas sub-sector mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2009 - 2017. This study uses multiple linear regression as an analysis tool. Before conducting a regression test, it is examined using the classic assumption test. The results of this study are that there is a positive and significant influence between independent commissioners and the age of the board of commissioners on company performance (ROE). Positive and not significant effect between board size, sales growth and company size on ROE. Negative and not significant effect between the variable audit committee and the board of directors on ROE.
2301626280C1L015039PENGARUH GERAKAN LITERASI SEKOLAH, PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey. Tujuan dalam penelitian ini yaitu, untuk menganalisis pengaruh gerakan literasi sekolah, pemanfaatan perpustakaan sekolah dan motivasi belajar terhadap hasil belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 1 Baturraden sebanyak 352 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 187 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan regresi linier berganda, koefisien determinasi, uji t. Hasil penelitian ini yaitu, (1) gerakan literasi sekolah berpengaruh positif terhadap hasil belajar, yang dibuktikan dengan nilai thitung 6,605 > ttabel 0,1443, (2) pemanfaatan perpustakaan sekolah berpengaruh positif terhadap hasil belajar, yang dibuktikan dengan nilai thitung 3,028 > ttabel 0,1443, (3) motivasi belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar, yang dibuktikan dengan nilai thitung 10,062 > ttabel 0,1443. Nilai koefisien determinasi (R2) kontribusi variabel gerakan literasi sekolah, pemanfaatan perpustakaan sekolah, dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa sebesar 70,3%. Disimpulkan bahwa gerakan literasi sekolah, pemanfaatan perpustakaan sekolah, dan motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.This research is a quantitative research with survey method. The purpose of this study is to analyze the effect of the school literacy movement, the use of school libraries and learning motivation on learning outcomes. The population in this study were 352 students of SMA N 1 Baturraden. The sampling technique uses simple random sampling with a sample size of 187 respondents. Data analysis techniques used in this study are using multiple linear regression, coefficient of determination, t test. The results of this study are, (1) the school literacy movement has a positive effect on learning outcomes, as evidenced by the tcount of 6.605> ttable 0.1443, (2) the utilization of school libraries has a positive effect on learning outcomes, as evidenced by the tcount of 3.028> ttable 0 , 1443, (3) learning motivation has a positive effect on learning outcomes, as evidenced by the tcount of 10,062> ttable of 0.1443. The coefficient of determination (R2) the contribution of the variables of school literacy movements, the use of school libraries, and motivation to learn towards student learning outcomes of 70.3%. It was concluded that the movement of school literacy, use of school libraries, and motivation to learn affect student learning outcomes.
2301726478H1B012008Aplikasi Model Regresi Spline Linier Multivariabel Untuk Data Tingkat Kemiskinan Kabupaten BanyumasRegresi spline merupakan salah satu model regresi non parametrik yang digunakan untuk mengestimasi pola hubungan pasangan data variabel prediktor dengan variabel respon dengan tetap memperhatikan kemulusan kurva. Pada regresi spline, penentuan banyaknya titik knot dan lokasi titik knot dapat mempengaruhi nilai error dari model.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan model regresi spline linier multivariabel terbaik menggunakan kriteria generalized cross validation. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tingkat kemiskinan di Kabupaten Banyumas tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB perkapita di Kabupaten Banyumas (X_1) dan presentase pendidikan rendah di Kabupaten Banyumas (X_5) merupakan faktor yang berpengaruh terhadap presentase tingkat kemiskinan di Kabupaten Banyumas(Y).Dengan knot K1 = 7,223; K2= 8,274; K3 = 9,017; K4 = 11,093; K5 = 11,766 berada pada variabel X_1, sedangkan K6 = 52,07; K7 = 55,86; K8 = 58,01; K9 = 58,43 dan K10 = 70,00 beradapadavariabelX_5. Nilai GCV minimum 28,95036 serta nilai koefisien determinasi sebesar 89,84299%Spline regression is one of the non-parametric regression models that is used to estimate the correlationpattern between predictor variable with response variable while considering the smoothness of the curve. In spline regression, the selection of the number of knots andits location can affects the error value of the model. The aim of this research is to select the best multivariable linear spline regression model using generalized cross validation criteria. The data was about poverty levels in Banyumas2015. The results showed that the PDRB perkapitain Banyumas (X_1) and percentage of low education in Banyumas (X_5) is the most influential factors on the percentage of poverty levels in Banyumas(Y). With knot K1 = 7,223; K2= 8,274; K3 = 9,017; K4 = 11,093; K5 = 11,766 are at variable X_1, while knots K6 = 52,07; K7 = 55,86; K8 = 58,01; K9 = 58,43 dan K10 = 70,00 are at variableX_5. The value of minimum GCV is 28,95036 and the coefficient of determination is 89,84299%.
2301826590F1F012010Register Analysis on Make-Up Tutorial by Christen Dominique Channel on YouTubeBidang penelitian ini adalah sosiolinguistik yang merupakan kajian tentang bahasa dan masyarakat untuk menjadi pemahaman yang lebih baik tentang struktur bahasa dan bagaimana fungsi bahasa dalam komunikasi dan teori tentang register digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Untuk menjawab rumusan masalah, peneliti menggunakan teori dari Holmes’ tentang arti register,dan teori Halliday tentang fungsi register. Penelitian yang berjudul "Register Analysis On Make-Up Tutorial By Christen Dominique Channel On YouTube" ini bertujuan untuk (1) mencari arti dari register yang digunkan di saluran YouTube Christen Dominique, (2) menggambarkan fungsi register yang digunakan dalam saluran YouTube Christen Dominique. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis data pada penelitan ini, yaitu register yang di temukan pada saluran YouTube Christen Dominique. Data yang dikumpulkan dari ucapan yang dihasilkan oleh Christen Dominique di saluran YouTube Christen Dominique dan sampel diambil dalam bentuk ucapan dan menggunakan purposive sampling. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa ada 24 data register yang digunakan oleh penyuka make-up dalam saluran YouTube Christen Dominique. Terlebih lagi, hanya ada 4 dari 7 fungsi yag ditemukan dalam penelitian ini. Fungsi-fungsinya adalah fungsi regulasi (1), fungsi representasi (7), fungsi personal (9) dan fungsi instrumental (7). Fungsi personal adalah fungsi yang paling sering ditemukan pada saluran YouTube Christen Dominique. Fungsi personal mempunyai peran penting dalam mempengaruhi register yang di ucapkan oleh para penyuka make-up. The field of the research is sociolinguistic which is the study of language and society to be a better understanding of the structure of language and how language functions in communication and theory of register to answer the research questions. In order to answer the research questions, the researcher used Holmes’ theory of the meaning of register, and Halliday’s theory of the function of register. The research is entitled ". Register Analysis On Make-Up Tutorial By Christen Dominique Channel On YouTube " aims to: (1) find out the meaning of registers used in Christen Dominique YouTube channel. (2) describe the functions of the register used in Christen Dominique YouTube channel. This research employed a descriptive qualitative method in analyzing the data of the research which are the register that are found in Christen Dominique YouTube channel. Data were collected from utterances produced by Christen Dominique in Christen Dominique YouTube channel and the samples were taken from the utterance in form and using purposive sampling. The result of the research shows that there are 24 registers used by make-up enthusiast in Christen Dominique YouTube channel. Furthermore, there are only 4 of 7 functions that are found in this research. The functions are regulatory function (1), representational function (7), personal function (9), and instrumental function (7). Personal function is the most frequent function of register found in Christen Dominique YouTube channel. Personal function plays a big role in influencing the register to be uttered by the make-up enthusiast.
2301926674F1B012053COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENYELESAIAN MASALAH TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI
DI KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini fokus pada kajian collaborative governance dengan dua tujuan penelitian yakni mengetahui penerapan collaborative governance yang dilakukan stakeholder dalam upaya penyelesaian masalah TKI asal Banyumas dan mengetahui faktor-faktor menghambat pelaksanaan collaborative governance. Metode penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sasaran penelitian ini yakni perwakilan Dinas Tenaga Kerja, PPTKIS, LSM Seruni, dan keluarga TKI. Analisis data menggunakan analisis interaktif dan validitas data triangulasi data sumber. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 tahapan penyelesaian pemulangan TKI diawali dari inisiasi TKI sampai dengan penjemputan sampai di daerah asal. Kedua, Dinas Tenaga kerja, PPTKIS, LSM, dan keluarga TKI telah berupaya maksimal dalam tiap aspek proses kolaborasi baik itu face to face dialogue, trust building, commitment to processes, share understanding, dan intermediate outcome. Ketiga, tiap stakeholder memiliki hambatan dalam collaborative governance, seperti adanya proses birokrasi yang panjang, keterbatasan dalam sumber daya manusia, masalah legal standing yang lemah, dan sulitnya melakukan pengaduan secara intensif karena masih terikat dengan kontrak kerja dengan majikan.This research focuses on the study of collaborative governance with two research objectives namely knowing the implementation of collaborative governance by stakeholders in the effort to solve the problems of migrant workers from Banyumas and knowing the factors hampering the implementation of collaborative governance. The research method is qualitative with a descriptive approach. The targets of this study are representatives of the Department of Labor, PPTKIS, NGO Seruni, and the families of migrant workers. Data analysis uses interactive analysis and data triangulation validity of source data. The results showed that there were 11 stages of completion of returning migrant workers starting from the initiation of migrant workers to pick-up to the area of origin. Second, the Department of Manpower, PPTKIS, NGOs, and migrant workers' families have tried their best in every aspect of the collaboration process, be it face to face dialogue, trust building, commitment to processes, share understanding, and intermediate outcomes. Third, each stakeholder has obstacles in collaborative governance, such bureaucratic process, limitations in human resources, weak legal standing issues, and the difficulty of making complaints intensively because they are still bound by work contracts with employers.
2302026281F1F015033PROSES PERLUASAN KEANGGOTAAN UNI EROPA DALAM MEMERANGI PERDAGANGAN NARKOTIKA TRANSNASIONAL DI JALUR BALKAN (STUDI KASUS ALBANIA) 2014-2018
Uni Eropa telah beberapa kali mengalami perluasaan keanggotaan semenjak awal pembentukannya. Perluasan keanggotaan ini merupakan salah satu instrumen utama Uni Eropa dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan Benua Eropa. Ekspansi Uni Eropa merupakan suatu fenomena hubungan internasional yang kompleks dan multi-dimensional dengan berbagai persoalan saling berhubungan dan bertumpang tindih seperti demokrasi, politik domestik dan keamanan. Secara resmi diungkapkan pada Pertemuan Thessaloniki (Yunani) tahun 2003, kawasan Balkan Barat menjadi prioritas utama bagi ekspansi Uni Eropa. Selain karena kawasan ini secara geografis dan kultural merupakan bagian dari Benua Eropa, terdapat satu persoalan yang menjadikan dinamika perluasan keanggotaan Uni Eropa di kawasan ini menjadi menarik untuk dikaji yaitu prevalensi aktivitas kriminal berupa perdagangan narkotika dengan lingkup transnasional. Persoalan ini menjadi penting karena Uni Eropa memiliki kepentingan geopolitik dan keamanan untuk membentuk kawasan stabil dengan negara-negara demokratis yang stabil dan prevalensi ini menghambat proses pembentukan stabilitas tersebut. Uni Eropa menjadikan peningkatan dan performa pemberantasan tindak pidana yang terorganisasi ini sebagai prioritas pemenuhan persyaratan keanggotaan bagi negara-negara Balkan Barat. Dalam artikel ini, penulis menggunakan teori Intergovernmentalisme serta konsep leverage untuk menjelaskan bagaimana peran serta pengaruh proses pra-aksesi atau masuknya negara-negara Balkan Barat ke dalam Uni Eropa dalam usaha-usaha pemberantasan perdagangan narkotika transnasional di Kawasan Balkan. Penulis menggunakan negara Albania sebagai salah satu negara Balkan Barat yang tengah mengusahakan keanggotaan Uni Eropa semenjak masa transisi demokratisnya pada akhir 1990-an dan untuk mengerucutkan lingkup penelitian penulis juga menggunakan jangka waktu dari tahun 2014 sampai 2018.Since its foundation, the European Union (EU) has expanded multiple times through its existence. Enlargement is one of the main instruments of EU in creating security and stability throughout the region of Europe. The EU’s enlargement is a phenomenon in the study of International Relations which is complex and multidimensional with variation of issues interconnected and overlapping like democracy, domestic politics and security. At the Thessaloniki Summit of 2003 in Greece, the EU has set the region of Western Balkan as its priority for further enlargement. Aside from being geographically and culturally part of Europe, there is one problem that makes the dynamics of enlargement in Western Balkan interesting to discern is the problem of criminal activity prevalence, mainly the transnational drug trade. This problem became important because the EU’s geopolitical and security interest is fostering stable democracy in this region and this prevalence of organized crime activity hinders the achievement of EU’s interest. EU made the increase in capacity to fight organized crime as one of the main requirements for the nation-state of Western Balkan seeking membership. This article operates the theory of Intergovernmentalism and the concept of leverage to discern the impact and influence of the progress of pre-accession in the region fight against transnational drug trade. This article case of study is the nation-state of Albania which has seeks EU’s membership since its democratic transition in the late 1990’s and also to limit the scope of research this article set the year of 2014 to 2018 as the time period for research.