Artikelilmiahs

Menampilkan 23.081-23.100 dari 50.222 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2308126329K1B015009METODE KONSENSUS DAN PENGGUNAANNYA DALAM PENYEDERHANAAN FUNGSI BOOLE BENTUK SUM OF PRODUCTMetode konsensus merupakan metode yang dapat digunakan untuk menyederhanakan fungsi Boole bentuk sum of product (SOP) dengan produk fundamental lengkap maupun tak lengkap.Fungsi Boole yang dibahas adalah fungsi Boole bentuk SOP dengan contoh untuk 3-5 variabel.Penelitian ini membahas metode konsensus dan penggunaannya dalam penyederhanaan fungsi Boole bentuk SOP yang dilakukan dengan tiga tahapan terurut. Tahap pertama adalah penggunaan proses include dan konsensus untuk memperoleh semua implikan prima yang mungkin. Tahap selanjutnya, penggunaan tabel implikan prima untuk mencari implikan prima yang superfluous.Tahap terakhir, penggunaan metode Petrick untuk memperoleh semua kemungkinan fungsi Boole sederhana yang dibentuk dari setiap implikan prima.The consensus method is a method that can be used to simplify the Boolean function in sum of product (SOP) form with a complete or incomplete fundamental product. The Boolean function discussed is a Boolean function in SOP form with examples for 3-5 variables. This research discusses the consensus method and its application in simplification the Boolean function did by three sequential steps. The first stage is application of include and consensus process to get all of possible prime implicants. The next step is application of prime implicant table to look for superfluous of prime implicants. The last step, application of Petrick method to obtain all of possible simple Boolean function from each prime implicants.
2308226343A1A015029ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK GULA KRISTAL DI KELOMPOK TANI SEKAR MANCUNG DESA KEMAWI KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMASKecamatan Somagede merupakan salah satu sentra industri gula kelapa kristal di Kabupaten Banyumas. Perkembangan usaha gula kristal dipengaruhi oleh pola distribusinya, melalui integrasi dan koordinasi antar setiap anggota rantai pasok sampai produk ke tangan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk:(1) mengukur kinerja rantai pasok gula kristal; dan (2) menganalisis efisiensi kinerja rantai pasokan gula kristal. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) di Industri Kecil Menengah Kelompok Tani Sekar Mancung Desa Kemawi Kabupaten Banyumas.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel pengrajin menggunakan metode simple random sampling sebanyak 20 responden dan metode sensus untuk populasi pengepul sebanyak 6 responden. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis SCOR dan Data Envelopment Analysis (DEA) dengan bantuan software LINDO 6.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi rantai pasok sudah dilaksanakan dengan baik dilihat dari sisi kondisi aliran produk, aliran uang, dan aliran informasi yang melibatkan anggota rantai pasok yaitu pengrajin, pengepul, Kelompok Tani Sekar Mancung, dan buyer.Kinerja rantai pasok gula kristal Kelompok Tani Sekar Mancung berdasarkan analisis SCOR sudah memiliki kriteria yang baik, namun dari sekian atribut kinerja, atribut biaya dan atribut reliabilitas merupakan atribut kinerja yang masih perlu ditingkatkan. Analisis efisiensi kinerja rantai pasok gula kristal dengan menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) diperoleh bahwa pada Kelompok Tani Sekar Mancung telah beroperasi secara efisien.Somagede District is one of the centers of crystal coconut sugar industry in Banyumas Regency. The development of crystal sugar business is influenced by the pattern of distribution, through the integration and coordination between each member of the supply chain to the product in to consumers. This study aims to: (1) measure the supply chainperformance of the crystal sugar; and (2) analyze the supply chainperformance efficiency of the crystal sugar. Determination of the location of the study was carried out intentionally (purposive) in the Small and Medium Industries of the Sekar Mancung Farmer Group, Kemawi Village, Banyumas Regency. The research method used is the survey method. Sampling of farmers using simple random sampling method as many as 20 respondents and the number of collectors as many as 6 respondents. Data analysis method uses descriptive analysis, SCOR analysis and Data Envelopment Analysis (DEA) with LINDO 6.1 software. The results showed that supply chain conditions were already carried out quite well seen from the conditions of product flow, cash flow, and information flow involving supply chain members, namely craftsmen, collectors, Sekar Mancung Farmers Group, and buyers. Crystal sugar supply chain performance of the Sekar Mancung Farmer Group based on SCOR analysis already has good criteria, but of the many performance attributes, cost attributes and reliability attributes are performance attributes that still need to be improved. Efficiency analysis of crystal sugar supply chain performance using Data Envelopment Analysis (DEA) was obtained that at the Sekar Mancung Farmer Group operated efficiently.
2308328777I1B016052PERSEPSI MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN TENTANG KUIS ONLINELatar Belakang: Jurusan Keperawatan Unsoed menerapkan kuis online sebagai metode evaluasi pembelajaran bagi mahasiswa. Proses adopsi metode baru tersebut berkaitan dengan hasil studi pendahuluan persepsi mahasiswa yang cenderung negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik responden, mengetahui perangkat yang digunakan, dan menggambarkan persepsi mahasiswa tentang kuis online.
Metodologi: Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data persepsi mahasiswa dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner melalui google formulir. Jumlah responden penelitian ini adalah 217 orang. Uji validitas dilakukan dengan rumus korelasi pearson product moment dan uji reliabilitas dengan cronbach alpha. Analisis data menggunakan analisis univariat yang disajikan dalam distribusi frekuensi dan persentase, dengan menggunakan ¬central tendency yang meliputi mean, median, dan modus.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 114 orang (52,5%) memiliki persepsi yang positif, dan 103 orang (47,5%) memiliki persepsi negatif tentang kuis online. Adapun aspek-aspek yang didominasi persepsi positif, antara lain: aspek waktu dengan jumlah 117 orang (53,9%), konten 121 orang (55,8%), feedback 135 orang (62,2%), dan tingkat kesulitan sebanyak 117 orang (53,9%). Aspek dengan dominasi persepsi negatif, yaitu aspek dukungan sebanyak 106 orang (48,8%) dan aksesibilitas 119 orang (54,8%).
Kesimpulan: Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa mahasiswa Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman memiliki persepsi yang cenderung positif tentang kuis online.
Background: Nursing Department of Jenderal Soedirman University applies an online quiz as a learning evaluation method for student. The process of adoption of the new method relates to the preliminary study results of student perception that tends to be negative. The study aims to illustrate the characteristics of respondents, know which devices to use, and portray student perceptions about online quizzes.
Method: The design of this research is descriptive research. Student perception Data is collected by using questionnaires through Google forms. The number of respondents of this study was 217 people. The validity test is carried out with the Pearson product moment correlation formula and the reliability test with Cronbach Alpha. Analysis of data using the Univariate analysis presented in frequency and percentage distributions, using a central tendency ¬ covering mean, median, and mode.
Results: The results showed that as many as 114 people (52.5%) have a positive perception, and 103 people (47.5%) have a negative perception about online quizzes. The aspects are dominated by positive perception, among others: the time aspect with the amount of 117 people (53.9%), content 121 people (55.8%), feedback 135 people (62.2%), and the level of difficulty as much as 117 people (53.9%). Aspect with the dominance of negative perception, namely the support aspect as much as 106 people (48.8%) and accessibility of 119 people (54.8%).
Conclusion: Overall it can be said that the Nursing student of Jenderal Soedirman University has a perception that tends to be positive about online quizzes.
2308426038F1A015031KASUS ANAK BERKONFLIK DENGAN HUKUM (ABH) DI INDONESIA
(Analisis Isi Anak Berkonflik dengan Hukum dalam Berita Kompas Online 2016-2018)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1) Karakteristik kasus Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) yaitu jenis kelamin, usia, domisili, tingkat pendidikan, keterlibatan pelaku, status hubungan pelaku dengan korban, TKP (Tempat Kejadian Perkara); 2) Jenis tindak kriminalitas dan motif anak melakukan tindak kriminalitas pada pemberitaan Kompas Online Tahun 2016-2018. Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif berjenis Analisis Isi, dengan total sampling, dari populasi sebanyak 106 kasus. Unit analisis dan obyek penelitian adalah keseluruhan berita terkait Anak Berkonflik dengan Hukum pada Kompas Online periode Tahun 2016-2018. Tahap analisisnya yaitu mengumpulkan berita, pengkodingan data, pengolahan data dengan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) yang disajikan dengan tabel ditribusi frekuensi, diagram, poligon, dan pie chart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku didominasi anak Laki-laki dengan rentang usia 15-18 tahun, dan mayoritas berdomisili di wilayah Jawa Barat. Tingkat pendidikan pelaku didominasi pelajar SMA (Sekolah Menengah Atas) atau sederajat serta dalam melakukan aksinya mayoritas dilakukan secara berkelompok. Dilihat dari status hubungan pelaku dengan korban didominasi oleh teman. Tempat Kejadian Perkara (TKP) mayoritas terjadi di jalan raya, gang sepi, rumah kosong, tempat parkiran, pasar, dan lain-lain. Adapun jenis tindak kriminalitas yang sering dilakukan adalah pembunuhan. Motif sebagian besar adalah ikut-ikutan dan coba-coba.Research objectives to describe : 1) The characteristics cases of Children in Conflict with the Law are gender, age, domicile, level of education, involvement of the perpetrator, relationship status of the perpetrator with the victim, the scene of the case; 2) The type of crime and the motive of the child committing a crime in the 2016-2018 Kompas Online coverage. This research used descriptive quantitative manifold Content Analisys, with total sampling, from a population of 106 cases. The analysis unit and object of research is the news content about Children in Conflict with the Law on Kompas Online for the 2016-2018 Period. The analysis phase is using news, data coding, data processing with SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) which is presented with frequency distribution tables, diagrams, polygons, and pie charts. The result showed that the perpetrators were dominated by boys with a range of age 15-18 years, and the majority were domiciled in the West Jawa region. The education level of the perpetrator is dominated by High School Students and in doing the action the majority of the actions carried out in groups. Judging from the status of the relationship between the perpetrator and the victim is dominated by friends. Majority crime scene occur on highways, quiet alleys, vacant houses, parking lots, markets, etc. The type of crime that often done is murder. The motive is mostly to join in with friends and try.
2308526326F1C014073Kekerasan Simbolik Dibalik Ideologi Agama
(Analisis Semiotika Barthes Pada Unggahan Instagram Rabbani Mengenai Keputusan Rina Nose Lepas Jilbab)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang terkandung dibalik unggahan instagram Rabbani mengenai keputusan Rina Nose lepas jilbabnya serta bentuk kekerasan simbolik yang terjadi di dalamnya. Pendekatan kualitatif dengan metode Semiotika Roland Barthes digunakan untuk menganalisis makna visual dan tekstual secara keseluruhan. Teori dan konsep kekerasan simbolik Pierre Bourdieu digunakan untuk mengungkap berbagai bentuk kekerasan simbolik yang telah dilakukan oleh pihak Rabbani terhadap Rina Nose. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus Rina Nose melepas jilbabnya dijadikan sebagai komoditas belaka oleh pihak Rabbani untuk mempromosikan produknya. Pengemasan konten bernuansa Islami seolah menggambarkan adanya praktik kuasa yang dilakukan pihak Rabbani dalam menanamkan ideologi keagamaan. Lalu, hal ini juga sebagai landasan Rabbani untuk memaksakan identitasnya pada kelompok lain dengan menjadikan jilbab sebagai modal untuk melakukan penghakiman atas apa yang tampak dari luar.This study aims to analyze the meaning contained in Rabbani‘s instagram post about Rina Nose’s decision to take off her hijab including the form of symbolic violence in it. A qualitative approach with the Roland Barthes Semiotics Method will be used to analyze the overall purpose of the photo and text. Pierre Bourdieu theories and concept of symbolic violence will be used to reveal any forms of the symbolic violence done by Rabbani to Rina Nose. The result showed that Rina Nose’s case of taking off her hijab was used by Rabbani as a commodity to promote their product. The result showed that Rina Nose’s case of taking off her hijab was used by Rabbani as a commodity to promote their product. The content packed in an Islamic way illustrates the existence of power practices done by Rabbani to embed religious ideology to Rina Nose, also as a base to enforce their identity to other parties with hijab as their capital to judge other people based on what is seen from the outside.
2308626330F1F015052PERAN COMMITTEE ON CLIMATE CHANGE (CCC) DALAM KEBIJAKAN IKLIM INGGRIS TAHUN 2008-2018 DITINJAU DARI GREEN POLITICAL THEORYPenelitian ini berjudul “PERAN COMMITTEE ON CLIMATE CHANGE (CCC) DALAM KEBIJAKAN IKLIM INGGRIS TAHUN 2008-2018 DITINJAU DARI GREEN POLITICAL THEORY” yang dianalisis menggunakan perspektif Green Political Theory. Secara garis besar, penelitian ini menganalisis bagaimana peran Committee on Climate Change (CCC) dalam Kebijakan Iklim Inggris Tahun 2008-2018 ditinjau dari empat prinsip utama dalam Green Political Theory diantaranya grassroots democracy, ecological responsibility, social justice, dan non-violence. Berdasarkan data-data yang didapatkan oleh penulis, CCC sebagai Non-Departmental Public Body telah berperan sesuai dengan beberapa prinsip dasar (ecological responsibility, social justice, dan non-violence) dalam Green Political Theory dalam penetapan kebijakan iklim di Inggris. Namun tidak memenuhi secara keseluruhan, sebab terdapat satu prinsip (grassroots democracy) yang tidak mewakili peran CCC dalam pembuatan kebijakan iklim di Inggris.This study entitled “THE ROLE OF COMMITTEE ON CLIMATE CHANGE (CCC) IN UNITED KINGDOM CLIMATE CHANGE POLICY 2008-2018 IN TERMS OF GREEN POLITICAL THEORY” was analyzed based on Green Political Theory. The main focus of this study is to analyze how the role of the Committee on Climate Change (CCC) in UK Climate Change Policy 2008-2018 in terms of four main principles of Green Political Theory including grassroots democracy, ecological responsibility, social justice, and non-violence. Based on the data, CCC as Non-Departmental Public Body has played a role with some basic principles of Green Political Theory in UK climate change policy such as ecological responsibility, social justice, and non-violence. However, it does not fulfill the whole principles in Green Political Theory, because there is one principle (grassroots democracy) that does not represent the role of the CCC in UK climate change policy.
2308726332I1I017005Hubungan Rasa, Aroma dan Suhu Makanan Dengan Sisa Makanan Pada Pasien Rawat Inap Kelas III di RSUD dr. Soekardjo Kota TasikmalayaAbstrak

HUBUNGAN RASA, AROMA DAN SUHU MAKANAN DENGAN SISA MAKANAN PADA PASIEN RAWAT INAP KELAS III DI RSUD dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA
Sundara, Indah Nuraeni, Gumintang Ratna Ramadhan

Latar Belakang : Makanan yang disajikan di rumah sakit berfungsi untuk mempertahankan daya tahan tubuh dan membantu proses penyembuhan sehingga tingginya sisa makanan dapat berpengaruh terhadap kesehatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasa, aroma dan suhu makanan dengan sisa makanan pasien rawat inap kelas III di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Metode : Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Jumlah sampel 110 pasien dengan metode consecutive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah rasa, aroma, suhu dan sisa makanan. Data dianalis dengan mengggunakan uji chi-square dan fisher’s exact test.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan rasa makanan pokok (p=0,001), lauk hewani (p=0,006), lauk nabati (p=0,005) dan sayur (p=0,001) dengan sisa makanan. Terdapat hubungan aroma makanan pokok (p=0,001) dan sayur (p=0,020) dengan sisa makanan, tidak terdapat hubungan aroma lauk hewani (p=0,053) dan lauk nabati (p=0,491) dengan sisa makanan. Tidak terdapat hubungan suhu makanan pokok (p=0,052), lauk hewani (p=0,328), lauk nabati (p= 0,490) dan sayur (p=1,000) dengan sisa makanan.

Kesimpulan : Rata-rata sisa makanan paling banyak menurut jenis makanan adalah lauk nabati (24,9%), menurut waktu makan adalah waktu makan pagi (27,4%), menurut siklus menu terdapat pada siklus ke 5 (28,8%) dan total rata-rata sisa makanan adalah 21,1%.

Kata Kunci : Rasa, aroma, suhu, sisa makanan, RSUD dr. Soekardjo.
Abstract

THE CORRELATION OF FLAVOR, AROMA, AND FOOD’S TEMPERATURE WITH FOOD WASTE IN-PATIENT OF dr. SOEKARDJO HOSPITAL, TASIKMALAYA
Sundara, Indah Nuraeni, Gumintang Ratna Ramadhan

Background: Food that is served in hospital has a function to maintain the body’s immune and to help the healing process so that the more food wasted will give impact to patient’s health. This research was aimed to know the correlation between flavor, aroma, and food’s temperature with food waste in-patient of dr. Soekardjo Hospital, Tasikmalaya.

Method: It was used cross-sectional design with 110 samples of patients with sampling consecutive method. The variables in this research are flavor, aroma, temperature and food waste. Data were analyzed by chi-square examination and fisher’s exact test.

Result: The result showed that there was a correlation between flavor of staple food (p=0,001), animal side dish (p=0,006), vegetal side dish (p=0,005), and vegetable (p=0,001) with food waste. The correlation also found on stable food’s aroma (p=0,001) with food waste but was not found on animal side dish’s aroma (p=0,053) and vegetal side dish (p=0,052) with food waste. There was no correlation between stable food’s temperature (p=0,052), animal side dish (p=0,328), vegetal side dish (p=0,490), and vegetable (p=1,000) with food waste.

Conclusion: The average food waste at most according to the type of food is vegetal side dish (24,9%), according to meal time is breakfast time (27,4%), according to the menu cycle there are in the 5th cycle (28,8%) and total the average food waste is 21,1%.

Keywords: flavor, aroma, temperature, food waste, dr. Soekardjo Hospital.

2308826345E1A012314TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK SECARA BERLANJUT (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 113/Pid.Sus/2019/PN.Trg)Perbuatan berlanjut dalam tindak pidana persetubuhan terhadap anak merupakan kejahatan kesusilaan yang terus menerus kembali terjadi. Hal ini sebagaimana terjadi dalam perkara pidana Nomor: 133/Pid.Sus/2019/PN.Trg. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah menganalisis penerapan unsur-unsur perbuatan berlanjut dalam tindak pidana persetubuhan terhadap anak dan dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana dalam perkara Nomor:113/Pid.Sus/2019/PN.Trg di Pengadilan Negeri Tenggarong.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan analisis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Data sekunder yang telah terkumpul disajikan dalam bentuk teks naratif, serta dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dengan interpretasi gramatikal, sistematis dan teologis.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Terdakwa terbukti telah melakukan persetubuhan terhadap anak. Merujuk hal tersebut, maka perbuatan Terdakwa telah memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 81 ayat (2) UU No 35 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak. Hakim dalam menjatuhkan pidana pada putusan Nomor: 133/Pid.Sus/2019/PN.Tgr telah sesuai dengan dasar mengadili dan memutus. Namun demikian, putusan hakim kurang berorientasi pada kepentingan korban dan tidak mengkonstruksikan perbuatan terdakwa sebagai perbuatan berlanjut
Actions in criminal acts the crime of sexual intercourse against a child are perpetual crimes of decency happened again. This is as happens in criminal cases number: 113/Pid.Sus/2019/PN.Trg. The problem examined in this study was to analyze the application of element of action to continue in actions in criminal acts the crime of sexual intercourse against a child and the basis of judges consideration in dropping criminal cases Number 113/Pid.Sus/2019/PN.Trg.
The research method used is normative juridical method of legislation approach, history and analysis. The type of data used is secondary data tahat has been collected is presented in the form of narrative text, and analyzed using qualitative analysis consisting of grammatical, systematic and theological interpretations.
The results of this study indicate that the defendant was proven to have committed sexual intercourse with a minor. Referring to this, the defendant's actions have fulfilled the elements in Article 81 paragraph (2) of Law No. 35 of 2014 concerning amendments to Law number 23 of 2002 concerning child protection. The judge in imposing a criminal judgment number: 113 / Pid.Sus / 2019 / PN.Trg has been in accordance with the basis of hearing and deciding. However the judge's ruling lacked justice to the victim's justice.
2308926411L1B015052PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIBERI PAKAN MIKROKAPSUL BERBAHAN DASAR MAGGOTPenelitian berjudul pengaruh pertumbuhan benih ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang diberi pakan mikrokapsul berbahan dasar maggot. Tahapan penting dalam budidaya ikan Nila (Oreochromis niloticus) adalah pembenihan dimana benih membutuhkan pakan yang memiliki ukuran yang sesuai dengan bukaan mulut ikan. Mikroenkapsulasi adalah teknologi yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan ini dengan menghasilkan pakan berukuran mikro. Maggot merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan mikrokapsul karena memiliki protein 43,42%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan mikrokapsul berbahan dasar maggot terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan Nila. Metode penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (0%, 19%, 29%, dan 39% inklusi maggot) dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan maggot sebagai bahan dasar mikrokapsul berpengaruh nyata (P<0,5) terhadap pertumbuhanbenih ikan Nila dilihat dari pertumbuhan berat dengan nilai 0,27-0.55 g, pertumbuhan panjang 1,04-1,5 cm, laju pertumbuhan harian 0,0046-0,0091 g/hari dan laju pertumbuhan spesifik 1,3-2,3 %. Sedangkan pada sintasan tidak berpengaruh nyata (P>0,5) karena nilainya 100% pada semua perlakuan. Kualitas air pemeliharaan meliputi suhu 22-27, pH 6-7, dan DO 5-8.
Kata Kunci: Ikan Nila; Mikrokapsul; Maggot; pertumbuhan; sintasan
This study entitled The Effect of Growth of Tilapia (Oreochromis niloticus) Seeds fed with maggot-based microcapsules. An important stage in the cultivation of tilapia (Oreochromis niloticus) is nursery, in which the seeds need suitable size of feed according to its mouth opening. Microencapsulation is the technology developed to overcome this problrm by producing micro-sized feed. Maggot is one of the ingredients that can be used as a basic ingredient in making microcapsules because it contain 43,42% amount of protein. This study aims to determine the effect of maggot-based microcapsules feeding on the growth and survival of tilapia seeds. The research method was Completely Randomized Design with 4 treatments (0%, 19%, 29%, and 39% inclusion of maggot) and 3 replications. The results showed that the use of maggot as the basic material for microcapsules had a significant effect (P <0.5) on the growth of tilapia seeds which can be seen from the growth of weight 0,27-0,55 g, growth of length 1,04-1,5 cm, daily growth rate 0,0046-0,0091 g/day and specific growth rate 1,3-2,3%. Whereas the survival rate did not affect significantly (P> 0.5), but the maintenance media showed conditions with temperature 22-27, pH 6-7 and DO 5-8 for the maintenance of tilapia seeds.
Keywords: Nile Tilapia; Microcapsules; Maggot; Growth; Survival Rate
2309026483L1B015047PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI MADU DALAM MEDIA KOMBINASI SUSU DAN KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SPERMA IKAN NILEM (Osteochillus hasselti.) HASIL PENYIMPANANABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Madu Dalam Media Kombinasi Susu Dan Kuning Telur Terhadap Kualitas Sperma Ikan Nilem (Osteochillus hasselti) Hasil Penyimpanan”. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyimpanan sperma pada media kombinasi susu, kuning telur dan madu dengan dosis madu berbeda terhadap motilitas, viabilitas sperma dan fertilitas serta daya tetas telur ikan Nilem. Objek yang digunakan pada penelitian ini yaitu sperma dari induk ikan nilem jantan yang berukuran ± 100-500 gram. Indukan Nilem tersebut diperoleh dari Balai Benih Ikan Pandak, Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa konsentrasi madu yang berbeda dalam ekstender susu dan kuning telur. Perlakuan yang diberikan adalah P1 (penambahan madu 11%), P2 (penambahan madu 13%), P3 (penambahan madu 15%), P4 (penambahan madu 0%). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik pada tingkat kepercayaan 95% menggunakan analisa sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan penambahan madu 11%, 13%, 15% dan 0% memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap motilitas, viabilitas, fertilitas dan daya tetas (hatching rate).
Kata kunci : penyimpanan, sperma, nilem, madu
ABSTRACT
The title of this research is "The Effect of Difference Honey Concentration in Combination Media of Milk and Egg Yolk on the Quality of Storaged Nilem Fish (Osteochillus hasselti) Sperm". The purpose of this research is to know the motility, viability, fertility and hatchability that can be obtained in nilem sperm are stored using media of milk, egg yolk and honey with different concentration. The object that used in this research are sperm from Nilem with bodyweight around 1,5-3 kg. The Nilem fish were cultured by farmer in Banjarnegara. This study used a completely randomized design method (RAL) using 4 treatments and 4 replications. The treatment that given is different honey concentration in the milk extender and egg yolk. The treatment given was P1 (addition of 11% honey), P2 (addition of 13% honey), P3 (addition of 15% honey), P4 (addition of 0% honey). The data obtained were analyzed statistically at a 95% confidence level using variance analysis (ANOVA). The results showed that the treatment of honey addition 11%, 13%, 15% and 0% gave no significant effect on motility, viability, fertility and hatching rate.
Keywords: storage, sperm, nilem fish, honey
2309128579C1A015040Analisis Perbandingan Keuntungan dan Efisiensi Ekonomi Peternak Sapi Perah dan Sapi Potong (Studi Kasus di Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio laba dan efisiensi usaha antara peternak sapi potong dan sapi perah di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang sebenarnya, karakteristik populasi tertentu, dimana dalam memperoleh data dari responden menggunakan penelitian instrumens. Teknik analisis data yang digunakan untuk membandingkan perbedaan keuntungan rata-rata antara peternak sapi potong dan sapi perah adalah dengan menggunakan uji statistik uji-t independen. Sementara itu, untuk mengetahui efisiensi bisnis menggunakan analisis rasio R / C. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa manfaat peternak sapi perah lebih tinggi dibandingkan peternak sapi potong dengan tingkat signifikansi 0,004 (0,004 <α, 0,05) dan selisih laba sebesar Rp3.315.639 / ekor. Sementara secara ekonomi, bisnis peternakan sapi perah lebih efisien dengan rasio R / C 2,28 dibandingkan dengan bisnis peternak sapi dengan rasio R / C 2,17. Secara efisien, peternak sapi perah memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan peternak sapi potong.
The purpose of this study was to determine the ratio of profit and business efficiency between beef cattle breeders and dairy cattle in Limpakuwus Village, Sumbang District, Banyumas Regency. This type of research is quantitative research. Quantitative descriptive method is a study used to describe conditions in fact, the characteristics of certain populations, where in obtaining data from respondents using instrumens research. Analysis technique of the data used to compare the differences in average profits between beef cattle farmers and dairy cattle is to use an independent t-test statistical test. Meanwhile, to find out business efficiency using R / C ratio analysis. Based on the results of the study, it was found that the benefits of dairy farmers were higher than those of beef cattle farmers with a significance level of 0.004 (0.004 <α, 0.05) and a difference in profit of Rp3,315,639/head. while economically, the dairy farm business is more efficient with an R/C ratio of 2.28 compared to the business of beef cattle breeders with an R/C ratio of 2.17. Efficiently, dairy farmers have a higher efficiency level compared to beef cattle breeders.
2309226334I1A015091HUBUNGAN KOMITMEN ORGANISASI, KEPUASAN KERJA
DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN TURNOVER
INTENTION KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI
DI PT. TIGAPUTRA ABADI PERKASA PURBALINGGA
Latar Belakang : Turnover intention adalah keinginan seseorang untuk keluar dari organisasi tempat dia bekerja. Tingkat turnover di PT. Tigaputra Abadi perkasa tinggi jauh diatas standar turnover yang diperbolehkan yaitu lebih dari 10%. Tingginya tingkat turnover berdampak negatif bagi perusahaan seperti pengeluaran biaya rekrutmen karyawan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komitmen organisasi, kepuasan kerja dan lingkungan kerja dengan turnover intention karyawan bagian produksi di PT. Tigaputra Abadi Perkasa Purbalingga.

Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 60 orang yang diambil menggunakan teknik random sampling. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman.

Hasil : Variabel yang berhubungan dengan turnover intention karyawan bagian produksi di PT. Tigaputra Abadi Perkasa Purbalingga adalah komitmen organisasi (p=0,000) dan kepuasan kerja (p=0,000). Variabel yang tidak berhubungan yaitu lingkungan kerja yaitu pencahayaan (p=0,975), kebisingan (p=0,505) dan suhu (p=0,947).

Kesimpulan : Komitmen organisasi dan kepuasan kerja berhubungan dengan turnover intention karyawan bagian produksi di PT. Tigaputra Abadi Perkasa Purbalingga. Perusahaan perlu memperhatikan mengenai pemberian penghargaan atau bonus kepada karyawan yang memiliki kinerja baik sebagai apresiasi kerja dan prestasi guna meningkatkan komitmen organisasi dan kepuasan kerja.

Kata Kunci : Turnover intention¸ PT. Tigaputra Abadi Perkasa Purbalingga, Komitmen organisasi, Kepuasan Kerja
Background : Turnover intention is the intention of the employee to quit working
from his job. Turnover rate at pt. Tigaputra abadi was high above the allowed
turnover standard of more than 10%. High employee turnover rate has negative
impacts for the company such as new employees recruitment expenses. This
studied aims to determine the relationship between organizational commitment, job
satisfaction and work environment with turnover intention of production
department employees at pt. Tigaputra abadi perkasa purbalingga
Methode : This studied was an observational analytic studied with a cross sectional
approached. The sample in this studied was 60 people who were taken using a
random sampling technique. Analysis of data using univariate and bivariate
analysis with rank spearman test
Result : Variables related to turnover intention of production department
employees at PT. Tigaputra Abadi Perkasa Purbalingga is organizational
commitment (p = 0,000) and job satisfaction (p = 0,000). Unrelated variables are
work environment, lighting (p = 0.975), noise (p = 0.505) and temperature (p =
0.947).
Conclusion : Organizational commitment and job satisfaction were related to the
turnover intention of production department employees at pt. Tigaputra abadi
perkasa purbalingga. The company need to pay attention to giving awards or
bonuses to employees who had good performance as an appreciation of work and
achievement in ordered to increase organizational commitment and job satisfaction
Keyword : Turnover Intention, PT Tigaputra Abadi Perkasa Purbalingga,
organizational commitment, job satisfaction.
2309324849J1E015005Enriching vocab in English Extracurricular Class at SMP Negeri 4 PurwokertoSaat ini, Bahasa Inggris telah menjadi Bahasa Internasional. Indonesia sebagai Negara yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing harus membuat kebijakan yang dapat membuat Indonesia bersaing dengan Negara lain yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Pertama atau Kedua. Jadi Indonesia membuat kebijakan yang berkaitan dengan Bahasa Inggris seperti mendirikan Rintisan Sekolah Berstandar International (RSBI) dan Bahasa Inggris telah diajarkan pada kelas 1 Sekolah Dasar tidak seperti Si Peneliti yang mana Bahasa Inggris diajarkan pada kelas 4 Sekolah DasarNowaday, English has become an International Languages. Indonesia as a Country that use English as a Foreign Language must create policies that make Indonesia can compete with other country whiches use English as A First or Second Language. So Indonesia make policies on education that related to English Languages likes Indonesia government create "The Pioneer of International School" or "Rintisan Sekolah Berstandar International (RSBI)" and English has been taught at First Grade of Elementary School, not like The Researcher that English has been taught at Fourth Grade of Elementary School
2309426335G1B015040PENGARUH EKSTRAK ETANOL KULIT KENTANG (Solanum tuberosum L.)
TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) GINGIVA TIKUS
Sprague dawley JANTAN MODEL PERIODONTITIS
Periodontitis merupakan penyakit inflamasi destruktif pada jaringan
periodontal yang disebabkan oleh bakteri gram negatif anaerob yang memicu
produksi Reactive Oxygen Species (ROS). Reaksi antara ROS dengan asam lemak
tak jenuh ganda (PUFA) menghasilkan senyawa aldehid, seperti malondialdehid
(MDA), melalui proses peroksidasi lipid. Kulit kentang (Solanum tuberosum L. )
mengandung senyawa flavonoid dan asam fenolat yang dapat mencegah radikal
bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol kulit
kentang terhadap kadar MDA gingiva tikus Sprague dawley model periodontitis.
Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan desain posttest-only
with control group. Penelitian ini menggunakan tikus Sprague dawley jantan yang
terdiri dari 6 kelompok, yaitu kelompok KP1, KP2, dan KP3 (tikus periodontitis
yang diberi ekstrak etanol kulit kentang dosis 5 g/kgBB, 7,5 g/kgBB, dan 10
g/kgBB), KP (kontrol positif menggunakan vitamin E), KN (kontrol negatif), serta
KS (tikus sehat). Kadar MDA diukur menggunakan metode spektrofotometri.
Hasil uji menunjukkan rerata kadar MDA kelompok KP3 lebih rendah
dibandingkan dengan kelompok KP1, KP2, KP, KN, dan KS. Hasil uji statistik
One-way ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan (p≤0,01) antar
kelompok. Hasil uji Post Hoc Bonferroni menunjukkan terdapat perbedaan yang
signifikan (p≤0,01) antar kelompok KP2, KP3, KP, KS, dengan kelompok KN,
namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,01) pada kelompok KP3
dengan KP dan KS. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh ekstrak
etanol kulit kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap kadar MDA pada gingiva
tikus Sprague dawley model periodontitis dengan ekstrak etanol kulit kentang
dosis 10 g/kgBB menunjukkan angka MDA yang paling mendekati kontrol positif
dan kontrol sehat.
Periodontitis is a destruction inflamatory of periodontal tissue caused by
anaerobic gram negative bacteria which can trigger production Reactive Oxygen
Species (ROS). Reaction between ROS and poly unsaturated fatty acid (PUFA)
produce aldehyde compounds, as malondialdehyde (MDA), through the process of
lipid peroxidation. Potato peel (Solanum tuberosum L.) contain flavonoid and
phenolic acid which can prevent free radicals. The research aim to understand
the effects of potato peel (Solanum tuberosum L.) ethanolic extract on MDA level
of gingival in Sprague dawley rats periodontitis model. The study was an
experimental laboratoris posttest-only with control group design. This study used
male Sprague dawley rats devided into 6 groups, i.e. KP1, KP2, and KP3
(periodontitis treated with potato peel ethanolic extract dose of 5 g/kgBB, 7,5
g/kgBB, dan 10 g/kgBB), KP (positive control treated with vitamin E), KN
(negative control), and KS (healthy control). MDA levels were measured by
spectrophotometry method. The results showed that the average level of MDA in
KP3 lower than KP1, KP2, KP, KN, and KS groups. One-Way ANOVA test
showed a significant differrence (p≤0,01) between each groups. Post Hoc test
showed a significant differrence (p≤0,01) between KP2, K3, KP, and KS groups
with KN groups, but no significant differrence (p>0,01) between KP3 with KP
and KS. The conclusion is an effect of potato peel (Solanum tuberosum L.)
ethanolic extract on MDA level of gingival in Sprague dawley rats periodontitis
model and dose of 10 g/kgBB is the lowest MDA levels to reach positive and
healthy control.v
2309528892D1A016116PENGARUH TIPE PERSILANGAN ITIK TEGAL DAN MAGELANG
TERHADAP INDEKS TELUR DAN BOBOT TETAS
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh tipe persilangan terhadap indeks telur dan bobot tetas hasil persilangan itik Tegal dan Magelang. Materi yang digunakan adalah itik Tegal dan Magelang sebanyak 80 ekor yang terbagi dalam 4 tipe persilangan (P1, P2, P3, P4). Jumlah itik pada setiap persilangan terdiri dari 5 ekor pejantan dan 15 ekor betina. Metode yang digunakan yaitu eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Tipe persilangan sebagai perlakuan yaitu persilangan itik pejantan Magelang (M) dengan betina Magelang (M) (P1), pejantan Magelang (M) dengan betina Tegal (T) (P2), pejantan Tegal (T) dengan betina Magelang (M) (P3), dan pejantan Tegal (T) dengan betina Tegal (T) (P4) dengan ulangan 5 kali. Variabel yang diukur yaitu indeks telur dan bobot tetas. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rataan dan simpang baku indeks telur dan bobot tetas P1 (83,91±1,22% dan 37,80±3,09 g), P2 (81,99±1,00% dan 43,07±2,10 g), P3 (81,64±1,20% dan 40,10±3,03 g), dan P4 (81,70±0,98% dan 40,40±2,16 g). Hasil korelasi antara indeks telur dengan bobot tetas sebesar -0,272. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tipe persilangan berpengaruh nyata terhadap indeks telur.The study aims to determine the average and standard intersections as well as the effect of the type of crossing on the egg index and the weight of hatches resulting from the crossing of Tegal and Magelang ducks. The material used was 80 Tegal and Magelang ducks which were divided into 4 types of crossing (P1, P2, P3, P4). The number of ducks at each cross consisted of 5 males and 15 females. The method used is an experiment with a completely randomized design (CRD). The types of crossing as a treatment are crossing of Magelang male (M) with Magelang female (M) (P1), Magelang male (M) with female Tegal (T) (P2), Tegal male (T) with Magelang female (M) (P3), and Tegal (T) males with Tegal (T) (P4) females with 5 replications. The measured variables are egg index and hatch weight. The data obtained were analyzed by ANOVA. Based on the results of the study obtained the average and standard deviations of the egg index and the weight of hatches P1 (83.91±1.22% and 37.80±3.09 g), P2 (81.99±1.00% and 43.07±2.10 g), P3 (81.64±1.20% and 40.10±3.03 g) and P4 (81.70±0.98% and 40.40±2.16 g). The results of the correlation between the egg index with hatching weights of -0.272. Based on the results of this study concluded that the type of crossing significantly affected the egg index.
2309626337C1G015028THE IMPACT OF SOCIAL MEDIA ON HOME INDUSTRY COFFEE IN PULOSARI SUB-DISTRICT PEMALANG REGENCY PROFITSPengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah langkah strategis dalam meningkatkan dan memperkuat kehidupan ekonomi dasar mayoritas rakyat Indonesia, terutama melalui penyediaan lapangan kerja dan mengurangi ketidaksetaraan dan tingkat kemiskinan. Perkembangan besar peran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ditunjukkan oleh jumlah unit bisnis dan pengusaha, serta kontribusi mereka terhadap pendapatan nasional, dan penyediaan lapangan kerja. Globalisasi adalah tantangan bagi Usaha Kecil dan Menengah. (UKM) untuk terus bertahan. Namun di era yang canggih dan implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN China (ACFTA) dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tentunya dapat mempengaruhi perkembangan UMKM lokal di Indonesia. Teknologi pemasaran internet, terutama media sosial menawarkan manfaat bagi UKM untuk meningkatkan pemasaran mereka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak penggunaan media sosial dan manfaatnya terhadap keuntungan rumah industri pengolahan kopi di Kabupaten Pulosari, Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan studi kasus di industri pengolahan kopi di Kabupaten Pulosari sebagai subjek penelitian dan menggunakan metode sensus dalam memilih sampel. Hasilnya menunjukkan bahwa media sosial yang paling banyak digunakan adalah WhatsApp karena mudah digunakan. Penggunaan media sosial dapat meningkatkan laba sebesar 15% jika informasi dilakukan secara konsisten dan diperbarui setiap hari. Kesimpulan dari penelitian ini, media sosial memiliki potensi untuk meningkatkan pangsa pasar dan pendapatan, sehingga perlu digunakan secara optimal dan konsisten.The development of micro, small and medium enterprises (MSMEs) is a strategic step in improving and strengthening the basis of economic life of the majority of the Indonesian people, especially through providing employment and reducing inequality and poverty levels. The large development of the role of micro, small and medium enterprises (MSMEs) is indicated by the number of business units and entrepreneurs, as well as their contribution to national income, and the provision of employment Globalization is a challenge for Small and Medium Enterprises (SMEs) to continue to survive. But in an era of all sophistication and the implementation of the ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA) and the Asean Economy Community (MEA) can certainly influence the development of local MSMEs in Indonesia. Internet marketing technology, especially social media offers benefits for SMEs to improve their marketing. This research was conducted to find out the impact of using social media and its benefits on the profit home of the coffee processing industry in Pulosari District, Pemalang Regency. The type of this research is quantitative by using a case study on the coffee processing home industry in Pulosari Sub-District as the subject of research and using the census method in selecting samples. The results show that the most widely used social media is Whatsapp because it is easy to use. The use of social media can increase profits by 15% if done consistently and updated information every day. The conclusion of this study, social media has the potential to increase market share and income, so that it needs to be used optimally and consistently.
2309726336C1C015054ANALISIS KEMAMPUAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM MEMEDIASI PENGARUH VARIABEL KINERJA KEUANGAN, KINERJA LINGKUNGAN, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN LINGKUNGANPenelitian ini merupakan jenis penelitian studi pustaka dengan menganalisis laporan tahunan perusahaan peserta PROPER yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016-2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Good Corporate Governance dalam memediasi pengaruh kinerja keuangan, kinerja lingkungan, dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan lingkungan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan peserta PROPER yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia selama tahun 2016-2017. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sejumlah 32 perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Good Corporate Governance mampu memediasi pengaruh kinerja keuangan, kinerja lingkungan, dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan lingkungan; (2) Good Corporate Governance tidak mampu memediasi pengaruh kinerja keuangan terhadap pengungkapan lingkungan; (3) Good Corporate Governance tidak mampu memediasi pengaruh kinerja lingkungan terhadap pengungkapan lingkungan; (4) Good Corporate Governance mampu memediasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap pengungkapan lingkungan; (5) Kinerja keuangan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pengungkapan lingkungan; (6) Kinerja lingkungan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pengungkapan lingkungan; (7) Ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan lingkungan.This research is a literature study by analyzing the annual reports of PROPER participating companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2017. This study aims to determine the ability of Good Corporate Governance to mediate the effects of financial performance, environmental performance, and company size on environmental disclosure.. The population in this study are all of PROPER participating companies that are listed on the Indonesia Stock Exchange during 2016-2017. Determination of samples using purposive sampling technique, so the number of samples is 32 companies. The results of this research show that: (1) Good Corporate Governance is able to mediate the effects of financial performance, environmental performance, and company size on environmental disclosure; (2) Good Corporate Governance is not able to mediate the effect of financial performance on environmental disclosure; (3) Good Corporate Governance is not able to mediate the effect of environmental performance on environmental disclosure; (4) Good Corporate Governance is able to mediate the effect of company size on environmental disclosure; (5) Financial performance has a positive but not significant effect on environmental disclosure; (6) Environmental performance has a positive but not significant effect on environmental disclosure; (7) Firm size has a positive and significant effect on environmental disclosure.
2309826338B1A015008KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BAWAH DI CAGAR ALAM BANTARBOLANG BLOK 19 - 21 PEMALANG JAWA TENGAH
Cagar alam Bantarbolang adalah salah satu cagar alam yang dilindungi yang memiliki banyak keanekaragaman jenisnya.Vegetasi tumbuhan bawah sangat bermanfaat bagi lantai hutan yaitu sebagai pelindung tanah dari butiran hujan dan aliran permukaan, juga berperan meningkatkan bahan organik dalam tanah. Adanya pertemuan dua kondisi lingkungan yang berbeda tersebut terhadap tumbuhan dan hewan dapat disebut efek tepi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan bawah di Cagar Alam Bantarbolang, untuk mengetahui kemerataan jenis tumbuhan bawah di Cagar Alam Bantarbolang serta untuk mengetahui pengaruh efek tepi terhadap keanekaragaman tumbuhan bawah di Cagar Alam Bantarbolang.
Penelitian dilakukan menggunakan metode survai dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik garis berpetak (quadrat line transect). Penelitian dilakukan di Cagar Alam Bantarbolang Pemalang. Data tumbuhan bawah yang diperoleh dilakukan perhitungan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Keanekaragaman Jenis (H’), Indeks Kemerataan dan Indeks kesamaan (IS). Hasil perhitungan yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian didapatkan keanekaragaman tumbuhan bawah di Cagar Alam Bantarbolang Blok 19 - 21 tergolong sedang terdapat 60 jenis dari 41 famili tumbuhan bawah, dengan perawakan atau habitus semak, herba dan perdu, kemerataan jenis tumbuhan bawah di Cagar Alam Bantarbolang Blok 19 - 21 tergolong rendah hal ini menunjukan adanya jenis tumbuhan yang dominan. Piper caducibrachteum C.DC. merupakan jenis tumbuhan bawah yang dominan dari jarak 0 meter sampai dengan 200 meter. Hasil penelitian dari keanekaragaman tumbuhan bawah di Cagar Alam Bantarbolang Blok 19 - 21 dapat dikatakan bahwa tumbuhan bawah di cagar alam bantarbolang dipengaruhi oleh efek tepi, karena semakin masuk kedalam hutan jenis tumbuhan bawah semakin menurun, sedangkan semakin dekat dengan tepi hutan jumlah jenis tumbuhan bawah semakin tinggi.
Bantarbolang nature reserve was one of protected area that had a lot of the diversity. Understorey was very beneficial on the forest floor the and had role in protection the soil from raindrops and water flow, and improving organic materials in the soil. The effect of two different enviromental condition to plants and animals is called the edge effect. The purpose of this research were to know the understorey diversity, the understorey evenness and the influence effect the edge the understorey in Bantarbolang natural reserve.
The research used survey method and quadrat line transect sampling technique. The research was conducted in Bantarbolang natural reserve. Data of understoney was calculated using important value index (IVI), diversity of species index (H’), index of evenness (e) and index of similarity (IS). The result then analyzed in descriptive.
The result of this study showed that the understorey diversity in block 19 – 21 Bantarbolang natural reserve was medium, 60 species of 41 families, that consisted of h bushes, herbs and shrubs habitus. The evenness of understorey in the block 19 – 21, Bantarbolang natural was low, that indicated plant spesies dominancy. Piper caducibrachteum C.DC was a dominant understorey plannt in 0 – 200 m distance. This is results indicated that the understorey of block 19 – 21 in the Bantarbolang natural reserve was affected by effects edge. Inside diversity of the diversity of understorey was lower the closer inside the forest,while the diversity was high the closer to the forest edge.
2309926340G1G012005PERBEDAAN TINGKAT KEBOCORAN MIKRO ANTARA GLASS IONOMER CEMENT MODIFIKASI MINERAL TRIOXIDE
AGGREGATE 20% DAN CASEIN PHOSPHOPEPTIDE-
AMORPHOUS CALCIUM PHOSPHATE 3%
PADA KAVITAS KELAS V
Karies merupakan penyakit jaringan keras gigi yang dapat menyerang email, dentin, dan sementum. Salah satu jenis karies yang cukup sering dijumpai pada orang dewasa adalah karies kelas V. Bahan restorasi yang dapat digunakan oleh dokter gigi ialah glass ionomer cement (GIC). Kekurangan yang dimiliki oleh GIC salah satunya adalah kebocoran mikro. Berdasarkan kekurangan yang dimiliki oleh GIC maka dikembangkan modifikasi terhadap GIC yaitu dengan penambahan Mineral Trioxide Aggregate (MTA) dan Casein Phosphopetide-Amorphous Calcium Phosphate (CPP-ACP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kebocoran mikro antara GIC modifikasi MTA 20% dan CPP-ACP 3% pada kavitas kelas V. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni laboratoris dengan rancangan penelitian posttest - only control group design. Penelitian ini menggunakan 24 sampel yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol yang diaplikasikan GIC konvensional dan 2 kelompok perlakuan yang masing-masing diaplikasikan GIC modifikasi MTA 20% dan CPP-ACP 3%. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu gigi premolar pertama rahang atas. Sampel ditanam pada resin akrilik, dipreparasi kavitas kelas V, dan pasta GIC modifikasi MTA 20% dan CPP-ACP 3% diaplikasikan ke dalam kavitas. Sampel direndam dalam methylene blue 2% selama 24 jam dan diuji kebocoran mikro menggunakan mikroskop 3D stereo dengan perbesaran 30x. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kebocoran mikro yang bermakna antar kelompok (p<0,05). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok GIC modifikasi CPP-ACP 3% dengan GIC konvensional (p=0,010). Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan tingkat kebocoran mikro antara GIC modifikasi MTA 20% dan CPP-ACP 3% pada kavitas kelas V.Caries is one of hard tissues disease which affects enamel, dentine, and cementum. In addition, one of class of the caries which found in adult is class V. Glass ionomer cement is used as a restoration material in dentistry world. However, there is a disadvantage of GIC such as microleakage. Therefore the GIC is modified by adding Mineral Trioxide Aggregate (MTA) or Casein Phosphopetide-Amorphous Calcium Phosphate (CPP-ACP). The purpose of this study was to compare of the microleakage between GIC modified with 20% MTA and 3% CPP-ACP on class V cavity. This research was a pure experimental laboratory with posttest – only control group design. The samples were divided into 3 groups; 1 control group which applied with conventional GIC and 2 groups which modified with 20% of MTA and 3% of CPP-ACP. The samples were maxillary premolar teeth. The samples were placed in acrylic resin which prepared in class V cavity and modified restored 20% with MTA or 3% CPP-ACP. In addition, the samples were immersed in 2% of methylene blue for 24 hours, and tested the microleakage using 3D stereo microscopy with 30x magnification. Then the data was analyzed statistically using Kruskal-Wallis followed with Mann-Whitney. The result showed significance difference of the microleakage between the groups (p<0.05). The Mann-Whitney test showed the significance difference between the GIC modified with 3% of CPP-ACP with conventional GIC (p=0.010). To conclude, this experiment showed differences of microleakage between GIC which modifies with 20% of MTA and 3% of CPP-ACP on class V cavity.
2310026341C1A015116MARJIN PEMASARAN IKAN LAYANG DI KABUPATEN PATISektor perikanan di Kabupaten Pati merupakan salah satu sektor unggulan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat di Kabupaten Pati yang bekerja di sektor ini seperti nelayan, pedagang ikan, dan industri pengolahan ikan. Sektor perikanan di Kabupaten Pati disumbang dari 4 kecamatan yang terletak di wilayah pesisir, salah satunya adalah Kecamatan Juwana yang sebagian besar nelayannya merupakan nelayan skala besar. Ikan yang memiliki produksi tertinggi di Kabupaten Pati adalah ikan layang. Ikan layang ini oleh masyarakat di Kabupaten Pati diolah menjadi ikan pindang layang dan dipasarkan ke pasar – pasar sekitar Kabupten Pati dan daerah – daerah lain. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari saluran pemasaran ikan layang di Kabupaten Pati, menganalisis besarnya marjin pemasaran serta mengetahui tingkat efisiensi pemasaran ikan layang. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara berdasarkan kuesioner. Dalam penentuan sampel pedagang menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 saluran pemasaran ikan layang dengan 2 jenis produk yang dipasarkan yaitu ikan layang beku dan ikan pindang layang. Saluran pemasaran terpendek adalah saluran pemasaran 1 dan saluran pemasaran terpanjang adalah saluran pemasaran 4. Marjin pemasaran untuk ikan pindang beku tertinggi terdapat pada saluran 3 yaitu sebesar Rp16.500,00 dan marjin pemasaran terendah terdapat pada saluran pemasaran 1 dengan marjin pemasaran sebesar Rp500,00. Pemasaran ikan layang beku, saluran pemasaran 1 lebih efisien dibandingkan saluran 2. Sedangkan untuk pemasaran ikan pindang layang, saluran pemasaran 3 lebh efisien dibandingkan saluran pemasaran 4. Bagi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati dan TPI Bajomulyo Unit 2 Juwana memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada nelayan dan pedagang ikan khususnya ikan layang mengenai harga, kualitas, pemasaran, pelelangan dan kondisi pasar guna meningkatkan kualitas dan efisiensi pemasaran ikan layang. Diharapkan nelayan dan pedagang ikan untuk lebih mampu memanfaatkan pasar dengan lebih memperhatikan permintaan pasar terhadap pemasaran produk ikan layang.The fisheries sector in Pati Regency is one of the leading sectors, this is evidenced by the large number of people in Pati Regency who work in this sector such as fishermen, fish traders, and the fish processing industry. The fisheries sector in Pati Regency is contributed from 4 subdistricts located in coastal areas, one of which is Juwana Subdistrict, most of the fishermen are large scale fishermen. The fish that has the highest production in Pati Regency is the flying fish. This fly fish by the people in Pati Regency is processed into pindang fly fish which is marketed to markets around Pati Regency and other regions. This research was conducted to study the marketing of fly fish in Pati Regency, analyze the magnitude of marketing margins and determine the level of marketing efficiency of flying fish. This study uses interview techniques based on questionnaires. In determining the sample the trader uses snowball sampling. The results showed that there were 4 marketing channels for flying fish with 2 types of products marketed namely frozen floating fish and floating fish. The shortest marketing channel is the marketing channel 1 and the longest marketing channel is the marketing channel 4. The highest marketing margin for frozen boiled fish is in channel 3 which is IDR 16,500.00 and the lowest marketing margin is in marketing channel 1 with a marketing margin of IDR 500,00. Marketing of frozen fly fish, marketing channel 1 is more efficient than channel 2. While for marketing floating fish, marketing channel 3 is more efficient than marketing channel 4. For the Maritime Affairs and Fisheries Office of Pati Regency and TPI Bajomulyo Unit 2 Juwana provides counseling and guidance to fishermen and fish traders, especially flying fish regarding price, quality, marketing, auctions and market conditions in order to improve the quality and efficiency of marketing of flying fish. It is expected that fishermen and fish traders will be better able to utilize the market by paying more attention to market demand for the marketing of flying fish products.