Artikelilmiahs

Menampilkan 23.061-23.080 dari 50.222 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2306126312L1A015038ANALISIS FILOGENETIK RUMPUT LAUT Kappaphycus spp. DAN Eucheuma sp. DARI PERAIRAN TAKALAR DAN BULELENG DENGAN MENGGUNAKAN GEN COX1 Identifikasi rumput laut secara morfologi sulit dibedakan karena mudah terpengaruh oleh kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara molekuler dan melihat filogenetik antara Kappaphycus spp. dan Eucheuma sp. dari perairan Takalar dan Buleleng dengan menggunakan gen COX1. Isolasi DNA dilakukan dengan metode CTAB yang telah dimodifikasi dan dianalisis BLAST serta jarak genetik. Berdasarkan hasil BLAST, dari enam sampel teridentifikasi menjadi tiga spesies yaitu Kappaphycus alvarezii, Kappaphycus striatum dan Eucheuma denticulatum. Jarak genetik antara K. alvarezii Buleleng dan Takalar, K. striatum Buleleng dan Takalar serta E. denticulatum Buleleng dan Takalar memiliki jarak genetik 0,000 artinya masing-masing sampel merupakan spesies yang sama berdasarkan gen COX1. Sedangkan perbandingan sampel dari Buleleng dan Takalar yaitu K. alvarezii dengan K. striatum memiliki jarak 0,0427. Perbandingan K. alvarezii, K. striatum dengan E. denticulatum menghasilkan jarak 0,1495-0,1655 artinya hubungan kekerabatan semakin jauh berdasarkan gen COX1. Morphological identification of seaweed is difficult to distinguish because it is easily influenced by environmental condition. This study aims to identify molecular and see phylogenetic between Kappaphycus spp. and Eucheuma sp. from Takalar and Buleleng waters using the COX1 gene. DNA isolation was carried out by the modified CTAB method and analyzed by BLAST and genetic distance. From six samples identified to three species, namely Kappaphycus alvarezii, Kappaphycus striatum and Eucheuma denticulatum based on BLAST result. The genetic distance between Kappaphycus alvarezii Buleleng and Takalar, Kappaphycus striatum Buleleng and Takalar and Eucheuma denticulatum Buleleng and Takalar have a genetic distance of 0,000 meaning that each sample is the same species based on COX1 gene. While the sample comparison from Buleleng and Takalar that is Kappaphycus alvarezii with Kappahycus striatum has a distance of 0,0427. Comparison of Kappaphycus alvarezii, Kappaphycus striatum with Eucheuma denticulatum result in a distance of 0,1495-0,1655, meaning that the kinship relationship is increasingly distant based on COX1 gene.
2306226315E1A113063PRAKTIK PEKERJA SEKS KOMERSIAL DIBAWAH UMUR DI PURWOKERTO DALAM PERSPEKTIF KRIMINOLOGIABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik pekerja seks komersial (PSK) di bawah umur yang ada di Kota Purwokerto berlangsung., dan mengetahui latar belakang yang menyebabkan praktik pekerja seks komersial (PSK) di bawah umur terjadi serta mengetahui motivasi yang menyebabkan praktik pekerja seks komersial (PSK) di bawah umur terjadi. Dengan metode pendekatan kualitatif, Spesifikasi penelitian deskriptif analitis, sumber data primer secara wawancara, data sekunder studi kepustakaan. Disajikan dalam bentuk narasi, data dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa, praktik Pekerja Seks Komersial di bawah umur yang ada di Kota Purwokerto, cara melakukan atau menjalankan pekerjaan sebagai pekerja seks komersial, adalah berpesta dan berdugem di tempat hiburan malam di Purwokerto seperti Cheers Cafe dan Kings Café, terutama di akhir pekan. Sambil mencari pelanggan yang bersedia menggunakan jasa pelayanan seks, bersenang - senang, merokok dan minum-minuman keras, melayani nafsu seksual para pelanggan hingga larut malam. Pekerjaan ini terus mereka ulangi setiap hari. Remaja lebih memilih hidup enak, mewah, dan serba kecukupan tanpa harus bekerja keras. Perilaku hidup mementingkan kenikmatan, kesenangan dan kepuasaan batin yang bersifat materi, maka jalan pintaslah yang akan diambil. Profesi sebagai pekerja seks komersial dianggap sebagai pekerjaan yang enak dan mudah menghasilkan uang.
Latar belakang yang menyebabkan praktik Pekerja Seks Komersial di bawah umur terjadi, yaitu adanya kondisi pergaulan bebas, dan keadaan yang tidak nyaman di dalam keluarga, orang tua yang acuh dan tidak peduli. Hal ini dapat membawa dampak pada renggangnya hubungan antara orang tua dan anak, tindakan anak melawan dan tidak patuh pada norma keluarga, nilai agama, atau bahkan nilai masyarakat yang berlaku.
Motivasi yang menyebabkan praktik Pekerja Seks Komersial di bawah umur, adalah faktor ekonomi merupakan salah satu motivasi utama bagi para pekerja seks komersial di bawah umur untuk memenuhi kebutuhannya. Bertindak bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan agama yang dianut oleh masyarakat demi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Faktor lain yang mendorong seseorang menjadi pekerja seks komersial adalah faktor pertemanan.

Kata kunci: Praktik, Pekerja Seks Komersial, Di Bawah Umur


ABSTRACT

Target of this research is to know underage commercial seks worker (PSK) practice exist in Town Purwokerto take place, and know background causing happened underage commercial seks worker (PSK) practice. and also know motivation causing happened underage commercial seks worker (PSK) practice. With approach method qualitative, Specification of analytical descriptive research, source of primary data interviewed, bibliography study secondary data. Presented in the form of description, data analysed with normative method qualitative.
Pursuant to result of research known that, underage Commercial Worker Sexual practice exist in Town Purwokerto, way of conducting or running work as commercial seks worker, is to celebrate and dugem in place night entertainment amusement in Purwokerto like Cheers Cafe and Kings Café, especially in weekend. At the same time look for cutomer readying to use sexual service, liking - like, smoke and hard beverage , serving sexual passion all cutomer till lateness. This work continue them repeat every day. more opting adolescent of delicious life, luxuriant, and completely sufficiency without having to strive. Behavior that is making account of enjoyment, mind fasting and easiness having the character of items, hence road; street overtake to be taken. Profession as considered to be commercial sexual worker of easy and delicious work yield money.
Background causing underage Commercial Worker Seks practice happened, that is existence of the condition of free assocciation, and situation which is not balmy in family, offish old fellow and do not care. This matter can bring impact at is estranged of relation between old fellow and child, child action fight against and do not bow to family norm, religion value, or even assess society going into effect.
Motivation causing underage Commercial Worker Sexual practice, is economic factor represent one of the especial motivation to all underage commercial sexual worker to fulfill its requirement. act to to oppose against cultural values and religion embraced by society for the shake of to fulfill requirement of its life. Other factor which push someone become commercial sexual worker is friendship factor.

Keyword: Practice, Commercial Worker Seks, Underage.
2306326316I1D015029EFEKTIVITAS INTERVENSI BERBASIS MEDIA SOSIAL TERHADAP PENGETAHUAN GIZI, ASUPAN ENERGI, DAN PROTEIN REMAJALatar Belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah kondisi remaja putri mengalami kekurangan asupan energi dan protein dalam waktu lama. Remaja KEK hamil, berpotensi melahirkan bayi BBLR. Media sosial adalah media populer di kalangan remaja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas media sosial dalam peningkatan pengetahuan gizi, asupan energi, dan protein remaja KEK di wilayah perdesaan dan perkotaan.
Metode: Penelitian quasi experimental dengan one group pretest posttest. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 56 remaja putri KEK dari SMAN 1 Baturraden (perdesaan) dan 54 remaja putri KEK dari SMAN 5 Purwokerto (perkotaan). Pengetahuan Gizi diambil menggunakan kuesioner pengetahuan, data asupan energi protein menggunakan recall 2x24 jam. Analisis statistik menggunakan dependen T-test, Wilcoxon, independent T-test, Mann-Whitney.
Hasil: Rata-rata perubahan skor pegetahuan gizi di perdesaan (2,71) dan perkotaan (2,48). Rata-rata perubahan asupan energi di perdesaan (510,66 Kkal) dan perkotaan (592,43 Kkal). Rata-rata asupan protein di perdesaan (24,78 gram) dan perkotaan (20,78 gram). Ada perbedaan sebelum dan sesudah pendidikan gizi pada pengetahuan gizi, asupan energi, asupan protein di perdesaan (p=0.000) dan perkotaan (p=0.000). Tidak ada perbedaan perubahan pengetahuan gizi (p=0,899), asupan energi (p=0,426), asupan protein (p=0,663) di perdesaan dan perkotaan.
Kesimpulan: Ada perbedaan pengetahuan gizi, asupan energi, dan protein sebelum dan sesudah intervensi media sosial di perdesaan maupun perkotaan. Tidak ada perbedaan perubahan pengetahuan gizi, asupan energi, dan protein di perdesaan dan perkotaan.

Kata kunci: Asupan Energi, Asupan Protein, Kekurangan Energi Kronis, Media Sosial, Remaja Putri.
Background: Chronic Energy Deficiency (CED) is a condition of female adolescent experiencing a lack of energy and protein intake for long time. CED adolescent are pregnant, potentially giving birth to LBW babies. Social media is a popular media among adolescent. The study aims to determine the effectiveness of social media in improving nutrition knowledge, intake of energy and protein to adolescent in rural and urban area.
Methode: A quasi experimental with one group pretest posttest. Sampling using purposive sampling technique. A total of 56 CED girls from SMAN 1 Baturraden represented rural group and 54 CED girls from SMAN 5 Purwokerto represented urban group. Knowledge data was taken using a knowledge questionnaire, energy protein intake data using 2x24 hour recall. Statistical analysis using dependent T-test, Wilcoxon, Independent T-test, Mann-Whitney.
Result: Mean transformation score in rural (2,71) and urban (2,48). Mean transformation energy intake in rural (510,66 Kkal) and urban (592,43 Kkal). Mean transformation protein intake in rural (24,78 gram) and urban (20,78 gram).There was a difference improvement in nutrition knowledge, energy intake, protein intake in rural areas (p = 0.000) and urban areas (p = 0,000). There were no differences in changes in nutrition knowledge (p = 0.899), energy intake (p = 0.426), protein intake (p = 0.663) in rural and urban areas.
Conclusion: There is a difference in nutrition knowledge, energy intake, and protein intake before and after social media intervention both in rural and urban area. There is no different exchange in nutrition knowledge, energy intake, and protein intake in rural and urban area.
Keyword: Chronic Energy Deficiency, Energy Intake, Female Adolescent, Protein Intake, Social Media.
2306429011C1A014053PENGARUH VARIABEL MAKRO EKONOMI TERHADAP PROFITABILITAS BANK STUDI KASUS : BANK UMUM KONVENSIONAL BERBENTUK PERSERO DI INDONESIA TAHUN 2004-2017Pada penelitian ini judul yang diambil adalah : “PENGARUH VARIABEL MAKRO EKONOMI TERHADAP PROFITABILITAS BANK (studi kasus : bank umum konvensional berbentuk Persero di Indonesia tahun 2004-2017)”. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisis pengaruh variabel makro ekonomi (PDB, inflasi, dan tingkat suku bunga) terhadap Return On Asset (ROA) secara bersama-sama, dan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap ROA Bank Umum Konvensional berbentuk Persero. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan sumber data sekunder dengan jenis data time series. Populasi dalam penelitian ini adalah 4 bank umum konvensional berbentuk persero yang ada di Indonesia, yakni : Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Negara (BTN). Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif dengan alat analisis menggunakan Eviews. Periode waktu penelitian ini dari tahun 2004 hingga 2017. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan menggunakan Eviews menunjukkan bahwa : variabel PDB memiliki pengaruh postif dan signifikan terhadap ROA BNI, negatif signifikan terhadap ROA BRI dan BTN, serta tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Mandiri. Variabel inflasi pada sebagian besar bank persero tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ROA, namun pada Bank Mandiri inflasi berpengaruh negatif dan sginifikan. Pada sebagian besar bank persero, tingkat suku bunga memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap ROA, hanya saja tingkat suku bunga tidak berpengaruh secara signifikan pada ROA BNI. Implikasi dari penelitian ini adalah bank persero harus dapat mengontrol tingkat suku bunga yang akan diberlakukan pada nasabah, karena akan mempengaruhi tingkat profitabilitas bank yang bersangkutan. Bank juga diharapkan memberi perhatian pada tingkat inflasi yang sedang terjadi pada kurun waktu tertentu, guna menjaga sirkulasi perputaran uang dan bisa memanfaatkan peluang yang kerap kali muncul dari adanya perubahan perekonomian secara makro.In this study the title taken is: "THE EFFECT OF MACRO ECONOMIC VARIABLES ON BANK PROFITABILITY (case study: conventional commercial banks in the form of Persero in Indonesia from 2004-2017)". The purpose of the research conducted is to analyze the effect of macroeconomic variables (GDP, inflation, and interest rates) on Return On Assets (ROA) simultaneously, and to find out the variables that most influence the ROA of Conventional Commercial Banks. In this study, the author uses secondary data sources with time series data types. The population in this study were 4 conventional commercial banks in Indonesia, namely: Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), and Bank Tabungan Negara (BTN). This research is a quantitative research with analysis tools using Eviews. The time period of this study is from 2004 to 2017. Based on the results of research and data analysis that has been done using Eviews shows that: GDP variable has a positive and significant effect on BNI ROA, a significant negative effect on BRI and BTN ROA, and no significant effect on Bank Mandiri ROA. Inflation variable in most state-owned banks does not significantly influence ROA, but in Bank Mandiri inflation has a negative and significant effect. In most state-owned banks, interest rates have a significant negative effect on ROA, it's just that interest rates do not significantly influence BNI ROA. The implication can be given is that state banks must be able to control the interest rates that will be applied to customers, because it will affect the level of profitability of the bank concerned. Banks are also expected to pay attention to the inflation rate that is happening at a certain period of time, in order to maintain the circulation of money and be able to take advantage of opportunities that often arise from changes in the macro economy.
2306526317D1A015066HUBUNGAN KOHESIVITAS KELOMPOK DENGAN PRODUKTIVITAS PETERNAK SAPI PERAH DI KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMASKohesivitas kelompok merupakan gambaran saling ketertarikan antar anggota serta setiap anggota termotivasi untuk tetap bersatu dalam kelompok. kohesivitas ditunjukkan dengan kerjasama, keeratan hubungan dan toleransi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kohesivitas kelompok, produktivitas peternak sapi perah dan menganalisis hubungan kohesivitas kelompok dengan produktivitas peteranak sapi perah di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Metode penetapan sampel wilayah secara purposive sampling yaitu mengambil wilayah yang memiliki kelompok dengan jumlah anggota peternak sapi perah cukup banyak di Kabupaten Banyumas dan terpilih Kecamatan Pekuncen. Pemilihan responden secara sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kohesivitas kelompok peternak sapi perah di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas tergolong sedang dapat dilihat dari kerjasama (96,56%), keeratan hubungan (93,10%0, dan toleransi (81,03%). Produktivitas peternak sapi perah termasuk dalam kategori sedang (63%), penerimaan yang diperoleh peternak sebanding dengan curahan waktu kerja yang dikeluarkan. Hubungan antara kerjasama dengan produktivitas peternak memiliki korelasi sedang (rs=0,484). Keeratan hubungan dengan produktivitas peternak memiliki korelasi sedang (rs= 0,488). Toleransi dengan produktivitas peternak memiliki korelasi sedang (rs=0,424). Group cohesiveness is a level depicting members mutually attracted to one another and motivated to stay united in groups, it is hoped that cohesive groups show effective performance. The purpose of this study was to determine group cohesiveness, productivity of dairy farmers and analyze the relationship of group cohesiveness with productivity of dairy farmers in Pekuncen District, Banyumas Regency. The research method used was a survey method. The method of determining the sample of the area by purposive sampling is to take an area that has a group with a large number of members of dairy farmers in Banyumas Regency and Pekuncen District is elected. Selection of respondents by census The results showed that the level of cohesiveness of dairy farmers in Pekuncen District, Banyumas Regency was classified as being able to be seen from cooperation (96.56%), close relationship (93.10% 0, tolerance (81.03%). The productivity of dairy farmers is included in the moderate category (63%), the income received by farmers is proportional to the time spent spent working.Relationship between cooperation with farmer productivity (rs = 0.484) has a moderate correlation. Tolerance with breeder productivity (rs = 0.424) has a moderate correlation.
2306626318A1C014083STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA JAMUR TIRAM PUTIH PADA AGRO JAMUR PABUARAN PURWOKERTOABSTRAK

Agro Jamur Pabuaran merupakan perusahaan yang bergerak pada usaha budidaya jamur tiram putih. Nilai ekspor jamur di Indonesia berada pada urutan kedua tahun 2017, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan oleh pengusaha jamur. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal yang dihadapi oleh Agro Jamur Pabuaran, 2) merumuskan alternatif strategi pengembangan yang tepat pada Agro Jamur Pabuaran, dan 3) menentukan prioritas strategi yang dapat ditetapkan pada Agro Jamur Pabuaran.
Pengambilan data dilaksanakan pada bulan 2 Februari sampai 16 Maret 2019 dengan metode penelitian studi kasus. Metode pengambilan sampel menggunakan non probability sampling, sedangkan pemilihan responden menggunkan metode expert sampling untuk responden internal perusahaan yaitu pemilik Agro Jamur Pabuaran, bagian produksi, bagian humas, dan bagian pemasaran, dan responden eksternal perusahaan yaitu pesaing berjumlah 1 (satu), pengecer 1 (satu), umum 1 (satu), dan pelanggan aktif Agro Jamur Pabuaran yang berjumlah 30 orang. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah matriks IFE, matrik EFE, matriks IE, matrik SWOT dan matriks QSP.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) a. Lingkungan internal perusahaan berada pada posisi kuat dengan kekuatan utama yaitu kualitas produk, sedangkan kelemahan utama yaitu kegiatan promosi masih sederhana. b. Lingkungan eksternal perusahaan berada pada posisi rata-rata atau sedang. Peluang utama yaitu perkembangan teknologi mendukung sektor pertanian, sedangkan ancaman utama yaitu serangan hama dan penyakit. (2) Agro Jamur Pabuaran berada pada grow and build strategy, sehingga strategi yang dilakukan adalah strategi intensif dan strategi integrasi. (3) Prioritas utama strategi yang dihasilkan adalah meningkatkan kapasitas produksi dan melakukan pengembangan produk usaha.
ABSTRACT

Agro Jamur Pabuaran is a company engaged in the cultivation of white oyster mushrooms. The value of mushroom exports in Indonesia ranks second in 2017, so it has the potential to be utilized by mushroom entrepreneurs. This study aims to: 1) identify the internal and external environmental conditions faced by Agro Jamur Pabuaran, 2) formulate appropriate development strategy alternatives in Agro Jamur Pabuaran, and 3) determine the priority strategies that can be set at Agro Jamur Pabuaran.
Data collection was carried out from two February to sixteen March 2019 with a case study research method. The sampling method uses non probability sampling, while the selection of respondents uses the expert sampling method for internal company respondents, namely the owner of Agro Jamur Pabuaran, the production section, the public relations department, and the marketing department, and responden of an external company that is a competitor amounting to 1 (one),retailer 1 (one), common 1 (one), and namely active customers of Agro Jamur Pabuaran 30 people. The analytical tool used in this study is the IFE matrix, EFE matrix, IE matrix, SWOT matrix and QSP matrix.
The results of the study show that: (1) a. The internal environment of the company is in a strong position with the main strength of product quality, while the main disadvantage is that promotional activities are still simple. b. The external environment of the company is in the average or moderate position. The main opportunities are technological developments supporting the agricultural sector, while the main threats are pest and disease attacks. (2) Agro Jamur Pabuaran is at a grow and build strategy, so that the strategy taken is intensive strategy and integration strategy. (3) The main priority of the strategy produced is to increase production capacity and carry out business product development.
2306726320F1F015044UPAYA ASOD DALAM MENANGGULANGI PEREDARAN NARKOBA DI THAILAND PADA TAHUN 2015-2018Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa upaya ASOD dalam menanggulangi peredaran narkoba di Thailand pada tahun 2015-2018. Untuk menganalisa penelitian ini penulis menggunakan teori institusional dan konsep transnational crime. Thailand merupakan negara yang termasuk dalam kawasan segitiga emas. Sehingga, jumlah kasus peredaran narkoba di Thailand ini tinggi jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara. Maka dari itu, di perlukannya upaya dari institusi regional untuk menanggulanginya. Lalu, ASEAN membentuk ASOD sebagai institusi regional yang mengatasi permasalahan narkoba. ASOD pun setiap tahunya melakukan agenda rapat tahunan dan working group. Untuk upaya ASOD di Thailand tahun 2015-2018 dinilai belum efektif. Hal ini dikarenakan ASOD tidak mengkhususkan permasalahan peredaran narkoba di Thailand.
Kata kunci: ASOD, Thailand, Peredaran Narkoba, Teori Institusional, Transnational Crime
This research aims to analyze ASOD's efforts in tackling drug trafficking in Thailand in 2015-2018. To analyze this research, the writer uses institutional theory and the concept of transnational crime. Thailand is a country included in the golden triangle region. Thus, the number of drug trafficking cases in Thailand is high when compared to other countries in Southeast Asia. Therefore, the need for efforts from regional institutions to overcome them. Then, ASEAN formed ASOD as a regional institution that deals with drug problems. ASOD conducts annual meetings and working groups every year. The ASOD effort in Thailand in 2015-2018 has not been considered effective. This is because ASOD does not specialize in drug trafficking problems in Thailand.
Keywords: ASOD, Thailand, Drug Traficking, Institutional Theory, Transnational Crime
2306826102H1C014072STUDI KASUS PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TERHADAP ARUS NETRAL DAN LOSSES PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH PENYULANG KALIBAKAL 11 GARDU INDUK KALIBAKAL PT. PLN (PERSERO) UP PURWOKERTOFungsi pokok dari sistem distribusi adalah menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik dari gardu induk menuju kelompok beban dan pelanggan dengan mutu memadai. Pembagian beban yang awalnya merata tetapi karena ketidakserempakan waktu penyalaan beban tersebut maka menimbulkan ketidakseimbangan beban yang berdampak pada penyediaan tenaga listrik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh; cara menekan serta membandingkan nilai ketidakseimbangan beban, arus netral dan losses setelah pemerataan beban dilakukan pada jaringan tegangan menengah penyulang Kalibakal 11 Gardu Induk Kalibakal. Pada metode penlitian dilakukan dengan mencari referensi dan sumber bacaan untuk mengindentifikasi masalah yang terjadi. Kemudian menentukan objek, lokasi dan data penelitian. Sebagai proses merepresentasikan objek penelitian kedalam bentuk persamaan, grafis maupun bagan agar lebih mudah dipahami maka perlu dilakukan pemodelan. Sistem pemodelan rangkaian dan simulasi dilakukan pada software ETAP 12.6.0. Pendekatan yang dilakukan adalah pemerataan beban pada jaringan. Jika simulasi pemerataan beban berhasil maka proses selanjutnya adalah menganalisis hasil yang diperoleh tersebut. Penulisan laporan diperlukan sebagai bagian untuk menjelaskan semua proses dari awal hingga akhir penelitian kedalam bentuk tulisan ilmiah. Pada kondisi awal pembebanan, nilai persentase ketidakseimbangan beban sebesar 27%. Dengan pendekatan pemerataan beban yang dilakukan, ketidakseimbangan beban menjadi 0,6%. Nilai arus netral juga terjadi perbaikan dari 61,56% menjadi 0,27%. Nilai losses akibat arus netral juga mengalami perbaikan dari 41.506,6896 W menjadi 0,79 W. Secara umum dapat diambil kesimpulan bahwa pendekatan pemerataan beban berpengaruh signifikan terhadap penurunan arus netral dan nilai losses akibat arus netral.The main function of the distribution system is to channel and distribute electric power from the substation to a load groups and customers with adequate quality. Load allocation is initially prevalent but due to the uneven timing of the load, unbalanced load has an impact on the supply of electricity. This study was conducted to analyze the effects, how to cut down and compare the unbalanced load value, neutral currents and losses after equalization load on medium voltage network of Kalibakal 11 Feeder Kalibakal Substation. The research method is done by looking for references and reading sources to identify problems that occur. Then determine the object, location and research data. As the process of representing research objects in the form of equations, graphics and charts to make it’s easier to understand then necessary to do modeling. Modeling system and simulation is done on ETAP 12.6.0 software. The approach taken is to balacing the load on the network. If the load balancing simulation is successfull, the next process is to analyze the results obtained. Writing the report is needed as a part to explain all the process from the beginning to the end of the research into scientific writing. In the initial loading condition, the percentage of unbalanced load is 27%. With the balancing approach taken, the unbalaced load percentage becomes 0,6%. The value of neutral current also improved from 61,56% to 0,27%. The value of losses due to neutral currents also improved from 41.506,6896 W to 0,79 W. In general it can be concluded that the load balancing approach has a significant effect on decreasing neutral currents and the value of losses due to neutral currents.
2306928578C1I015031THE EFFECT OF WORK EXPERIENCE, AUDIT QUALITY, ACCOUNTABILITY, AND AUDITOR’S INDEPENDENCE ON DECISION OF AUDIT OPINIONPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman kerja, kualitas audit, akuntabilitas dan independensi auditor terhadap pengambilan keputusan opini audit. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jakarta. Data penelitian diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner dengan teknik purposive sampling dan menggunakan analisis data berupa Analisis Regresi Berganda pada aplikasi SPSS. Sampel penelitian yang diperoleh berjumlah 86 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan opini audit, (2) kualitas audit berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan opini audit, (3) akuntabilitas berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan opini audit, dan (4) independensi berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan opini audit.This study aims to analyze the effect of work experience, audit quality, accountability, and auditor’s independency on the decision of audit opinion. The population in this study was all Auditor in Audit Board of Republic Indonesia (BPK) Representative of the Province of DKI Jakarta. The research data was obtained directly from respondents through a questionnaire with a purposive sampling technique and using data analysis in the form of Multiple Regression Analysis on the SPSS. The research sample obtained amounted to 86 respondents. The results of this study indicate that: (1) work experience has a positive effect on the decision of audit opinion, (2) audit quality has a positive effect on the decision of audit opinion, (3) accountability has a positive effect on the decision of audit opinion, and (4) independency has a positive effect on the decision of audit opinion.
2307028565C1B015086PENGARUH KUALITAS LAYANAN, KUALITAS PRODUK DAN DESAIN PRODUK TERHADAP MINAT BELI ULANG DENGAN KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
(Studi Pada Konsumen Custom Furniture di Nenta’s Furniture)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan, kualitas produk, dan desain produk terhadap minat beli ulang dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi pada konsumen custom furniture di Nenta’s Furniture. Penelitian ini dilakukan secara offline dan online dengan populasi yang digunakan adalah konsumen yang pernah membeli atau memiliki produk custom furniture karya Nenta’s Furniture di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 78 responden. Berdasarkan hasil data yang telah diolah menggunakan analisis regresi berganda dengan software SPSS dan analisis variabel mediasi dengan sobel menunjukkan hasil pernyataan bahwa, pertama variabel kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, kedua kualitas produk berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan, ketiga desain produk berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan, keempat kepuasan pelanggan berpengaruh positif terhadap minat beli ulang, kelima kepuasan pelanggan tidak memediasi pengaruh kualitas layanan terhadap minat beli ulang, keenam kepuasan pelanggan memediasi pengaruh kualitas produk terhadap minat beli ulang, dan ketujuh kepuasan pelanggan memediasi pengaruh desain produk terhadap minat beli ulang. Nenta’s Furniture perlu meningkatkan kualitas produk dan desain produk agar pelanggan semakin merasa puas dan tertarik untuk melakukan pembelian ulang.The purpose of this study was to analyze the effect of service quality, product quality, and product design on repurchase interest with customer satisfaction as a mediating variable on custom furniture consumers at Nenta’s Furniture. This research was conducted offline and online with the population used were consumers who had bought or owned custom furniture products by Nenta’s Furniture in Purwokerto City, Banyumas Regency, Central Java Province. The number of samples used in this study were 78 respondents. Based on the results of data that has been processed using multiple regression analysis with SPSS software and analysis of mediating variables with sobel shows the results of the statement that, first the service quality variable does not affect customer satisfaction, second the product quality has a positive effect on customer satisfaction, the third product design has a positive effect on satisfaction customers, the fourth customer satisfaction has a positive effect on repurchase interest, the fifth customer satisfaction does not mediate the effect of service quality on repurchase interest, the sixth customer satisfaction mediates the effect of product quality on repurchase intention, and the seventh customer satisfaction mediates the effect of product design on repurchase interest. Nenta’s Furniture needs to improve product quality and product design so that customers feel more satisfied and interested in making repeat purchases.
2307126322E1A014052IMPLEMENTASI PENGAWASAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK OLEH DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pengawasan terhadap pelayanan kefarmasian di apotek oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi pengawasan terhadap pelayanan kefarmasian di apotek oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas.
Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan Loka POM Kabupaten Banyumas. Jenis dan sumber data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder dengan metode wawancara dan triangulasi. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data kemudian disajikan dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dengan content analysis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan terhadap pelayanan kefarmasian di apotek oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas terimplementasi dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari parameter sebagai berikut : terselenggaranya pengawasan pelayanan kefarmasian di apotek sesuai dasar hukum dan kewenangan dinas kesehatan dalam melakukan pengawasan terhadap pelayanan kefarmasian di apotek; adanya mekanisme pengawasan terhadap pelayanan kefarmasian di apotek; terselenggaranya standar pengawasan terhadap pelayanan kefarmasian di apotek; dan terselenggaranya penegakan hukum terhadap pengawasan pelayanan kefarmasian di apotek. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi pengawasan terhadap pelayanan kefarmasian di apotek meliputi faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas, faktor masyarakat dan faktor budaya.

Kata Kunci : Apotek, Dinas Kesehatan, Pengawasan, Pelayanan Kefarmasian, faktor budaya
This research aims to determine the implementation of supervision on the pharmacy services in pharmacies by the district health Office of Banyumas and analyze factors that affect the implementation of supervision on the service Pharmacy by the District health Department of Banyumas.
To achieve these objectives, the study used qualitative research methods with sociological juridical approaches and descriptive research specifications. This research took location in the district health office of Banyumas and LPOM of Banyumas district. The types and sources of data used include primary data and secondary data with interview and triangulation methods. Data processing method with data reduction, data display then presented in the form of qualitative matrix and narrative text. Data analysis method with content analysis.
The results showed that supervision of pharmaceutical services in pharmacies by the health office of Banyumas District was well implemented. This can be seen from the following parameters: the implementation of the supervision of pharmaceutical services in pharmacies in accordance with the legal basis and the authority of the health service in conducting supervision over the pharmacy services in pharmacies; Monitoring of pharmaceutical services in pharmacies; The implementation of the supervisory standards for the pharmaceutical services in pharmacies; and the implementation of law enforcement against the supervision of pharmaceutical services in pharmacies. The factors that affect the implementation of supervision on the pharmacy services in pharmacies include legal factors, law enforcement factors, factors of facilities and amenities, community factors and cultural factors.
Keywords: Pharmacies, Health Services, Supervision, Pharmaceutical Services, Cultural Factors
2307228776E1A014118TINDAK PIDANA PENGGELAPAN (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 212/Pid.B/2018 /PN. Pwt)Perbuatan dengan sengaja menguasai secara melawan hukum sesuatu benda yang seluruhnya atau sebagai merupakan kepunyaan orang lain yang berada padanya bukan karena kejahatan, bersalah melakukan penggelapan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur - unsur Pasal 372 KUHP tindak pidana penggelapan, dan dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa pada Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Perkara Nomor : 212/Pid.B/2018/PN. Pwt Metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi Penelitian deskriptif analisis, Sumber Data sekunder Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 212/Pid.B/2018/PN. Pwt. Pengumpulan data dengan studi kepustakaan, data disajikan dalam bentuk uraian, data dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Mejelis Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalamn Perkara Nomor: 212/Pid.B/2018/PN. Pwt, telah mempertimbangkan Pasal 372 KUHP, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur : Barangsiapa; Dengan sengaja; Memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain; Barang itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan
Terdapat 3 (tiga) hal penting yang dijadikan dasar pertimbangan hukum Hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa, yaitu:
a. Pertimbangan terhadap fakta hukum yang memenuhi unsur-unsur pasal yang telah didakwakan, terdakwa didakwa dengan dakwaan tunggal yaitu : perbuatan Terdakwa melanggar Pasal 372 KUHP
b. Pembuktian berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP sebagai berikut : Keterangan Saksi-saksi, Keterangan Ahli, Surat, Keterangan Terdakwa.
c. Pertimbangan berdasarkan ketentuan Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP, yaitu hal-hal yang meringankan dan memberatkan terdakwa.
Majelis Hakim menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa, dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan.

Kata kunci: Tindak pidana, Dengan sengaja, Penggelapan
The act of intentionally mastering against the law something that is wholly or as belonging to another person who is not due to a crime, is guilty of embezzlement, this study aims to determine the application of the elements of Article 372 of the Criminal Code of embezzlement, and the legal basis for judges in convicted the defendant in the Purwokerto District Court Decision Number: 212 / Pid.B / 2018 / PN. PWT Normative juridical approach method. Specifications Descriptive analysis research, Secondary Data Sources Purwokerto District Court Decision Number 212 / Pid.B / 2018 / PN. Pwt. Data collection by library research, data is presented in the form of description, data analyzed by qualitative normative methods.
Judge of the Purwokerto District Court in Case Number: 212 / Pid.B / 2018 / PN. Acting, having considered Article 372 of the Criminal Code, the defendant's actions have been legally and convincingly proven to fulfill the following elements: Whoever; Purposely; Owning against the right to something which in whole or in part belongs to someone else; The item was in his hand not because of crime
There are 3 (three) important things that are used as the basis for legal considerations Judges impose a criminal on the defendant, namely:
a. In consideration of the legal facts that fulfill the elements of the article that have been charged, the defendant is charged with a single charge namely: the defendant's actions violated Article 372 of the Criminal Code
b. Proof based on evidence as regulated in Article 184 of the Criminal Procedure Code as follows: Witness statements, Expert statements, Letters, Defendant statements.
c. Consideration is based on the provisions of Article 197 paragraph (1) letter f of the Criminal Procedure Code, which is things that lighten and incriminate the defendant.
The Panel of Judges convicted the Defendant, with imprisonment for 3 (three) months.

Keywords: Crime, deliberate, embezzlement
2307326393K1A015005FORMULASI HANDSANITIZER EKSTRAK METANOL
DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP BAKTERI Escherichia coli
Escherichia coli adalah salah satu bakteri patogen yang dapat menyebabkan infeksi pencernaan dan diare. Salah satu senyawa aktif dari tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri adalah ekstrak daun ciplukan (Physalis angulata L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun ciplukan terhadap E. coli, konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM), memformulasikan ekstrak metanol daun ciplukan sebagai handsanitizer dan karakterisasi sediaan tersebut. Penentuan KHTM dilakukan dengan metode difusi sumuran. Karakterisasi sediaan gel handsanitizer meliputi pH, daya sebar, konsistensi, homogenitas, organoleptik, dan aktivitas. KHTM ekstrak metanol daun ciplukan terhadap E. coli yaitu pada konsentrasi 0,5 ppm dengan zona hambat sebesar 1,37 mm. Uji pH diperoleh pH dengan rentang 5,4-6,5 yang memenuhi ketentuan SNI. Karakterisasi uji daya sebar secara umum memperoleh rentang penyebaran 48,61-58,91 mm. Sediaan memiliki konsistensi dalam bentuk gel yang homogen. Gel handsanitizer ekstrak metanol daun ciplukan diuji aktivitasnya pada hari ke 1 dan 16 penyimpanan dengan zona hambat yang diperoleh sebesar 1,73 dan 4,08 mm (0,5 ppm), 3,72 dan 6,55 mm (1 ppm), 5,66 dan 12,36 mm (5 ppm). Respon panelis terbaik diberikan pada parameter warna sediaan gel.Escherichia coli is one of the patogenic bacterial cause digestion infection and diarrhea. Ciplukan leaf extract (Physalis angulata L.) is potential extract as antibacterial agent. This research want to know the activity of ciplukan leaf extract to E. coli, the minimum inhibitory concentration, formulate ciplukan leaf extract to handsanitizer, and characterize that handsanitizer. Minimum inhibitory concentration determined by well diffusion method. Gel handsanitizer characterized includes pH, spreadability, consistency, homogenity, organoleptic and activity. Minimum inhibitory concentration ciplukan leaf extract to E. coli is known 0.5 ppm with 1.37 mm inhibition zone. The pH test obtained pH with range 5.4-6.5 accordant to indonesian national standard requirement. Generally characterization of spreadability has been in accordance with Indonesian National Standard requirement and get dispersion range 51.02-58.91 mm, expect at 0 ppm concentration of ciplukan leaf ectract in day 6 not accordant Indonesian National Standard requirement. Handsanitizer has a consistency in the form of a homogeneous gel. Ciplukan leaf extract gel was tested for activity on day 1 and 16 storage obtaint inhibit zone at 1.73 dan 4.08 mm (0.5 ppm), 3.72 dan 6.55 mm (1 ppm), 5.66 dan 12.36 mm (5 ppm). The best panelist response by panelist is given to gel preparation color parameters.
2307426323I1I017007PENGARUH PELATIHAN ANTROPOMETRI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GANTAR
KABUPATEN INDRAMAYU
PENGARUH PELATIHAN ANTROPOMETRI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER POSYANDU
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GANTAR
KABUPATEN INDRAMAYU
Is Noor Priyati, Endo Dardjito, Widya Ayu Kurnia Putri


Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi yang pada hakekatnya adalah masalah kesehatan masyarakat. Data pemantauan pertumbuhan pada balita yang kurang tepat mengakibatkan interpretasi status gizi yang salah sehingga dapat menyebabkan terjadinya kesalahan perencanaan program selanjutnya. Kader sebagai pelaksana pemantau pertumbuhan balita di Posyandu dituntut untuk dapat melakukan pengukuran antropometri secara benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan antropometri terhadap pengetahuan dan keterampilan kader di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Gantar Kabupaten Indramayu.
Metode : Jenis penelitian pre-eksperimental dengan one group pretest and postest design. Sampel sebanyak 18 orang yang merupakan kader Posyandu di Desa Mekarjaya Wilayah kerja Puskesmas Gantar Kabupaten Indramayu dan pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan daftar tilik pengukuran antropometri. Analisis menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil Penelitian : Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat peningkatan sebanyak 12,78% dari rerata nilai pengetahuan kader sebelum pelatihan 85,55% menjadi 98,33% dan peningkatan rerata nilai keterampilan kader sebanyak 56% dari 34,62% menjadi 90,62%. Ada perbedaan pengetahuan dan keterampilan kader sebelum dan sesudah pemberian pelatihan pengukuran antropometri.
Kesimpulan : Pemberian pelatihan pengukuran antropometri pada kader dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu.
Kata Kunci : Pelatihan, antropometri, kader, pengetahuan, keterampilan
The Effect of Anthropometric Training on Cadre Knowledge and Skills at the Posyandu in the Working Area of Gantar Health Centre
of Indramayu District
Is Noor Priyati, Endo Dardjito, Widya Ayu Kurnia Putri


Background : Stunting is a nutritional and health problem in population. Growth monitoring data for under five years old children which is incorrect may result in incorrect nutritional status interpretation, so it can cause mistakes in planning the next program. The cadres as of growth monitor implementers for under five years old children at Posyandu are required to be able correct anthropometric measurements.
Method : This study was pre experimental research with one group pretest and postest design. The samples were 18 cadres Posyandu in Mekarjaya Village, the working area of Gantar Health Centre of Indramayu District, were collected using purposive sampling technique. The data was obtained by questionnaire and checklist of anthropometric measurements. Data analysis was done by wilcoxon test.
Research Result : Statistical analysis showed that there is an increase by 12, 78% from the average value of cadres knowledge prior to training, from 85,55% to 98,33% and an increase in the average value of cadres skills by 56% from 34,62% to 90,62%. There was differences in cadres knowledge and skills before and after anthropometric measurement training
Conclusion : Anthropometric measurement training to cadres can increase knowledge and skills of Posyandu Cadres
Key Words : Training, anthropometric, cadre, knowledge, skills.

2307526482F1F012005THE BULLYING CIRCLE DEPICTED IN RAINBOW ROWELL'S ELEANOR & PARKPenelitian yang berjudul “The Bullying Circle Depicted in Rainbow Rowell’s Eleanor & Park” ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih tentang lingkaran penindasan yang digambarkan dalam Eleanor & Park. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan kesadaran tentang isu penindasan, terutama tentang lingkaran penindasan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Data utama dari penelitian ini diambil dari novel Rainbow Rowell yang berjudul Eleanor & Park. Dalam menganalisis data, peniliti menggunakan psikologi dalam sastra sebagai pendekata bersama dengan teori lingkaran penindasan oleh Dan Olweus. Terdapat empat langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah. Langkah pertama yaitu mengumpulkan data-data dari novel dan suber-sumber pendukung lainnya, diikuti dengan mengklasifikasikan data berdasarkan rumusan masalah, dan mengalisa data, dan langkah terakhir adalah menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel Eleanor & Park, ada lima peran dalam lingkaran penindasan; penindas, pendukung aktif, penonton yang tidak terlibat, saksi potensial, dan pembela korban. Karakter-karakter yang terlibat di dalam lingkaran penindasan adalah Tina dan Steve sebagai penindas, siswa-siswa di dalam bus sebagai pendukung aktif, murid tingkat pertama sebagai penonton yang tidak terlibat, DeNice dan Beebi sebagai saksi potensial, dan Park sebagai pembela korban. Penelitian ini juga menunjukkan terdapat dua jenis penindasan; penindasan verbal dan penindasan fisik. Namun, penindasan verbal lebih dominan dibanding dengan penindasan fisikThis research entitled “The Bullying Circle Depicted in Rainbow Rowell’s Eleanor & Park” is aimed at giving deeper understanding about bullying circle depicted in Rainbow Rowell’s Eleanor & Park. The result of this research is expected to give more knowledge and awareness about bullying issue, especially about bullying circle. This research is conducted by employing qualitative method. The main data of this research are taken from Rainbow Rowell’s novel entitled Eleanor & Park. In analyzing the data, the researcher uses psychology in literature as approach together with bullying circle theory by Dan Olweus. There are four steps taken to answer the research question. First is collecting data from the novel and other supporting sources, followed by classifying the data based on research question, and analyzing the data, and last step is concluding the findings. The result of the research shows that in Eleanor & Park novel, there are five roles of bullying circle; bully, active supporters, disengage onlookers, potential witnesses, and defender of victim. The characters that involve in the bullying circle are Tina and Steve as bully, students on the school bus as active supporters, freshman as disengage onlookers, DeNice and Beebi as potential witnesses, and Park as defender of the victim. This research also shows there are two types of bullying; verbal bullying and physical bullying. However, verbal bullying is more dominant than physical bullying.
2307626344F1B015020Inovasi Pemerintah Daerah Dalam Penanggulangan Kemiskinan (Studi Kasus Pada Kantor Layanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Ciamis)Kabupaten Ciamis merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki permasalahan tentang kemiskinan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis membuat suatu inovasi dalam penanggulangan kemiskinan berupa Layanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan Daerah (LTPKD) dengan tiga program inovatif didalamnya, yaitu Program Ciamis Waluya, Program Ciamis Calakan dan Program Ciamis Walagri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mengetahui lebih dalam inovasi pemerintah daerah melalui program penanggulangan kemiskinan pada kantor LTPKD Kabupaten Ciamis. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ide inovasi pemerintah daerah Kabupaten Ciamis berasal dari komitmen Bupati Ciamis yang ingin meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat miskin, dalam pengimplementasian inovasi ini telah berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan dapat dikatakan berhasil. Keberhasilan inovasi pemerintah Kabupaten Ciamis dapat dilihat dari penghargaan Inagara Award dan JKN Award. Kepentingan politik dan terbatasnya bantuan kemiskinan menjadi salah satu hambatan pendistribusian bantuan kemiskinan. Manajemen inovasi berupa alur pelayanan dari setiap program berbeda-beda sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Salah satu pemberdayaan untuk inovasi ini adalah dengan membuat sebuah kantor LTPKD. Inovasi ini berdampak terhadap terhadap dinas terkait dalam memudahkan pengimplementasian program, meningkatkan kesejahteraan penerima program serta LTPKD berdampak terhadap penurunan angka kemiskinan. Sektor diluar inovasi yang berpengaruh sebagai pendorong inovasi pemerintah daerah Kabupaten Ciamis adalah otonomi daerah, kepemimpinan dan koordinasi.Ciamis Regency is one of the areas in West Java that has problems regarding poverty. To answer these problems, the Ciamis District Government made an innovation in poverty reduction in the form of Integrated Services for Regional Poverty Reduction (ISRPR) with three innovative programs. The purpose of this study was to explain and know more about the innovations of the local government through poverty alleviation programs at the Ciamis Regency ISRPR office. The method in this study uses descriptive qualitative research methods. The results showed that the idea of Ciamis District government innovation came from the commitment of the Regent of Ciamis who wanted to improve the level of welfare of the poor, in implementing this innovation had gone according to the goals set and could be said to be successful. The success of the Ciamis Regency government innovation can be seen from the Inagara Award and JKN Award. Political interests and limited poverty assistance are one of the obstacles to the distribution of poverty assistance. Innovation management in the form of service flow of each program varies according to established procedures. One of the empowerments for this innovation is to create an LTPKD office. This innovation has an impact on related agencies in facilitating program implementation, improving the welfare of program recipients and LTPKD has an impact on reducing poverty. Sectors outside of innovation that are influential as drivers of innovation in Ciamis Regency are regional autonomy, leadership and coordination.
2307726325A1D015151Kajian Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada Hijau (Lactuca sativa L.) Pada Pemberian Jenis Lampu dan Pupuk Kandang yang Berbeda. Selada hijau (Lactuca sativa L.) merupakan jenis sayuran yang digemari masyarakat Indonesia. Teknologi pertanian yang dapat digunakan untuk budidaya selada hijau (Lactuca sativa L.), salah satunya adalah penanaman dalam ruang (growth chamber). Penelitian bertujuan untuk: mengetahui pengaruh jenis lampu, jenis pupuk kandang, dan kombinasi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada hijau (Lactuca sativa L.). Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Kradenan, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas pada bulan Maret sampai Mei 2019. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Petak utamanya (Main Plot) yaitu lampu yang terdiri dari 3 jenis yaitu lampu LED biru 36 watt, lampu LED merah 36 watt, dan Neon 42 watt. Anak petak (sub plot) yaitu pupuk kandang terdiri dari 3 jenis yaitu pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, dan pupuk kandang ayam. Hasil penelitian menunjukkan jenis lampu yang paling baik adalah lampu LED biru 36 watt. Pupuk kandang kambing berpengaruh meningkatkan tinggi tanaman, bobot akar kering tanaman, sedangkan pupuk kandang ayam hanya berpengaruh terhadap jumlah daun. Kombinasi terbaik antara perlakuan jenis lampu LED biru 36 watt dan pupuk kandang kambing mampu meningkatkan tinggi tanaman, luas daun, dan panjang akar pada tanaman selada (Lactuca sativa L.).Lettuce is a kind of green vegetables preferred the public Indonesia. Agricultural technology that can be used for cultivation of green lettuce (Lactuca sativa L.), one of which is planting chamber (growth chamber). This study aims to get the effect of the type of lamp, manure, combination on the growth and production of green lettuce (Lactuca sativa L.). This research was conducted in Kradenan Village, Sumpiuh Subdistrict, Banyumas Regency from March to May 2019. The research design used was Split Plot Design with 2 factors and 3 replications. Main plot is the lamp which consists of 3 types, namely 36 watt blue LED light, 36 watt red LED light, and 42 watt Neon. Sub plot is manure consisting of 3 types, namely cow manure, goat manure, and chicken manure. The results showed the best type of lamp was a 36 watt blue LED lamp. Goat manure has an effect on increasing plant height, plant dry root weight, while chicken manure only affects the number of leaves. The best combination between the treatment of 36 watt blue LED lights and goat manure was able to increase plant height, leaf area, and root length in lettuce (Lactuca sativa L.).
2307828575C1I015021The Effect of Corporate Social Responsibility, Earnings Management, and Audit Quality toward Tax AggressivenessPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tanggung jawab sosial perusahaan, manajemen laba, dan kualitas audit terhadap agresivitas pajak. Populasi yang dijadikan obyek pengamatan adalah 165 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2016-2018. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh sampel dari 46 perusahaan manufaktur dan masa studi 3 tahun sehingga diperoleh sampel sebanyak 138 unit data yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 2016-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Manajemen laba memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap agresivitas pajak, dan kualitas audit memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap agresivitas pajak.This study aims to examine the effect of corporate social responsibility, earnings management, and audit quality toward tax agressiveness. The population taken as objects of observation was 165 manufacturing companies listed on the Indonesian Stock Exchange (IDX) in 2016-2018. Determination sample was made using the purposive sampling method and obtained a sample of 46 manufacturing companies and a study period of 3 years so as to obtain a sample of 138 data units listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2018. The results showed that corporate social responsibility has no effect toward tax aggressiveness. Earnings management has a positive and significant effect toward tax aggressiveness, and audit quality has a negative and significant effect toward tax aggressiveness.
2307926327H1C012043ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN WI-FI & SELULER UNTUK FITUR
VIDEO CALL APLIKASI “WHATSAPP” MENGGUNAKAN PARAMETER
QoS
WhatsApp adalah sebuah aplikasi pengirim pesan gratis yang dapat digunakan pada berbagai platform seperti telepon cerdas, tablet, dan komputer. WhatsApp difungsikan dengan menggunakan jaringan internet sehingga pengguna WhatsApp dapat melakukan aktivitas seperti mengirim pesan teks, mengirim gambar, video, pesan suara, dan lain lain. WhatsApp diklaim sebagai aplikasi pengirim pesan instan terlaris di 42 negara. Kesuksesan WhatsApp sebagai aplikasi pengirim pesan instan terlihat dari pengguna yang mencapai 101 juta di 230 negara di dunia. Salah satu fitur pada aplikasi WhatsApp yang sering digunakan yaitu panggilan video. Untuk menghasikan kualitas gambar dan suara yang diinginkan, maka harus didukung oleh keberadaan kualitas jaringan yang baik. Dengan kualitas jaringan yang baik, kenyamanan pada saat melakukan panggilan video dapat dinikmati tanpa adanya suatu masalah atau gangguan apapun. Untuk mengetahui kualitas jaringan pada layanan panggilan maka penulis melakukan penelitian dengan menganalisis performansi pada layanan tersebut. Parameter yang digunakan berupa Quality of Service (QoS) yaitu dengan menganalisis throughput, delay, jitter, packet loss dan frame rate. Pengujian menggunakan perangkat lunak wireshark. Dilakukan dengan menggunakan 3 provider yang berbeda dari sisi penerima panggilan video.WhatsApp is a free messaging application that can be used on a variety of platforms such as smartphones, tablets and computers. WhatsApp is enabled by using the internet network so that WhatsApp users can carry out activities such as sending text messages, sending pictures, videos, voice messages, and so on. WhatsApp claimed to be the best selling instant messaging application in 42 countries. WhatsApp's success as an instant messaging application is seen from users reaching 101 million in 230 countries in the world. One feature in the WhatsApp application that is often used is a video call. To produce the desired picture and sound quality, it must be supported by the existence of good network quality. With good network quality, comfort when making video calls can be enjoyed without any problems or interference. To find out the quality of the network in the call service, the writer conducts research by analyzing the performance of the service. The parameters used are Quality of Service (QoS), namely by analyzing throughput, delay, jitter, packet loss and frame rate. Testing using Wireshark software. Performed using 4
different providers from the receiving side of the video call.
2308026328F1C014032Strategi Komunikasi Pembangunan Pemerintah Desa Pagergunung Kabupaten Banjarnegara Dalam Menerapkan Peraturan Desa Tentang UnggasStrategi komunikasi pembangunan pemerintah desa sangat penting bagi keberhasilan pembangunan desa dalam hal perubahan perilaku dan kebiasaan buruk masyarakat yang memelihara unggas seperti melepaskan unggas ke lingkungan desa yang dapat merugikan masyarakat lainnya, sehingga pemerintah desa membuat peraturan desa tentang unggas untuk mengatur pemeliharaan unggas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pembangunan pemerintah desa dalam menerapkan peraturan desa tentang unggas. Sasaran pada penelitian ini adalah masyarakat yang memelihara unggas di Desa Pagergunung Kabupaten Banjarnegara. Metode yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT. Adapun teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini mengacu pada metode analisis Miles dan Huberman yang berisi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dalam penelitian ini yaitu Strategi komunikasi pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah Desa Pagergunung menggunakan strategi komunikasi pembangunan partisipatori, strategi ini melibatkan para ketua organisasi masyarakat di Desa Pagergunung, BPD, Tim Kesehatan Masyarakat Desa, Pemerintah Desa Pagergunung. Pemerintah Desa Pagergunung menggunakan media komunikasi sosial, dimana media yang digunakan dengan mensosialisasikan peraturan desa tentang unggas di setiap pertemuan rutin, pengajian, yasinan, membagikan selebaran surat resmi dari pemerintah Desa Pagergunung. Hambatan yang terjadi diantaranya, kurangnya pemahaman masyarakat tentang peraturan yang ada dan pemahaman masayarakat bahwa unggas tidak boleh dipelihara.
The village government development communication strategy is very important for the success of village development in terms of behavioral changes and bad habits of people who maintain poultry such as releasing poultry into the village environment which can harm other villagers, so the village government makes some village regulations about poultry to regulate poultry maintenance. This study aims to find out how the village government development communication strategy in implementing village regulations regarding poultry. The target of this study is the people who raise poultry in Pagergunung Village, Wanayasa Subdistrict, Banjarnegara Regency. The method used in this study is a qualitative descriptive method. This study uses a SWOT analysis. The informant selection technique uses purposive sampling technique. While the data collection techniques uses the method of in-depth interviews, observation, and documentation. The data analysis technique in this study refers to the method of analysis of Miles and Huberman which contains data reduction, data presentation, and conclusion drawing.
The results of this study are the development communication strategies that have been carried out by the Pagergunung village government in implementing village regulations on poultry using participatory development communication strategies, this strategy involves the heads of community organizations in Pagergunung Village, BPD, Village Community Health Team, and Pagergunung Village Government. The Pagergunung Village Government uses social communication media, where the media used to socialize village regulations on poultry at every routine meeting, recitation, yasinan and at various village events in Pagergunung, distributes official letter leaflets from the Pagergunung Village government. Barriers that occur are the villagers lack of understanding the existing regulations but they understand that poultry must not be maintained and community’s understanding about prohibition of raising poultry.