Artikelilmiahs

Menampilkan 22.981-23.000 dari 50.220 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2298134916J1B017067Pembacaan Semiotik Atas Kumpulan Puisi Perjamuan Khong Guan Karya Joko Pinurbo
Penelitian berjudul Pembacaan Semiotik Atas Kumpulan Puisi Perjamuan Khong Guan Karya Joko Pinurbo penting untuk dilakukan karena puisinya mengandung banyak pesan di dalamnya, dari mulai perihal sosial-politik, hingga keTuhanan, yang isi kritiknya masih sesuai dengan keadaan Indonesia saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Riffaterre, metode yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan teknik pembacaan heuristik dan hermeneutik.
Hasil penelitian terhadap kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo, teranalis makna fundamental berupa perlawanan Jokpin terhadap keserakahan manusia. Kemudian lebih dalam ditemukannya makna kompleks yang tersirat di dalam puisinya berupa kritik Jokpin ke berbagai aspek, seperti sosial, politik, pemerintah, dan keTuhanan.
Kata kunci : Semiotika Riffaterre, makna heuristik, makna hermeneutik, makna
Puisi.


The research entitled Pembacaan Semiotik Atas Kumpulan Puisi Perjamuan Khong Guan Karya Joko Pinurbo is important to do because the poems contain many messages in it, ranging from socio-political issues to divinity. This research uses Riffaterre's semiotic approach, the method used in this research is descriptive qualitative by utilizing heuristic and hermeneutic reading techniques.
The results of the research on the collection of Perjamuan Khong Guan poems by Joko Pinurbo, analyzed the fundamental meaning of Jokpin's resistance to human greed. Then he found the complex meaning implied in his poetry in the form of Jokpin's critique of various aspects, such as social, government, politics, democracy, development, and divinity.
Keywords: Riffaterre semiotics, heuristic meaning, hermeneutic meaning,
meaning poetry.


2298226234L1C015015ANALISIS SUHU PERMUKAAN LAUT BERDASARKAN NILAI DIGITAL NUMBER (DN) MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT AQUA MODIS DAN NOAA AVHRRPenelitian ini berjudul Analisis Suhu Permukaan Laut Berdasarkan Nilai Digital Number Menggunakan Data Citra Satelit Aqua MODIS dan NOAA AVHRR. Suhu Permukaan Laut (SPL) merupakan salah satu faktor yang mendapat banyak perhatian dalam penelitian kelautan. Berkembangnya teknologi, untuk mengetahui nilai SPL di suatu perairan semakin mudah dengan menggunakan penginderaan jauh berdasarkan nilai Digital Number (DN). Digital number merupakan angka numerik dari piksel citra satelit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan nilai digital number dari citra satelit Aqua MODIS dan NOAA AVHRR dengan data SPL in-situ serta mengetahui perbandingan nilai SPL dari citra satelit Aqua MODIS dan NOAA AVHRR dengan data SPLin-situ. Metode penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan menggunakan data citra satelit Aqua MODIS dan NOAA AVHRR serta data SPL in-situ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai digital number citra satelit Aqua MODIS dan NOAA AVHRR dengan nilai SPL in-situ memiliki hubungan signifikan pada kanal - kanal yang digunakan dengan nilai R2 lebih besar dari 0.5. Sementara itu, perbandingan nilai SPL dari citra satelit Aqua MODIS dan NOAA AVHRR dengan data SPL in-situ dengan nilai koefisien sig(2-tailed) lebih besar dari 0.05.Hal tersebut menunjukkan bahwa SPL citra satelit dengan SPL in-situ memiliki perbandingan yang tidak berbeda nyata.This research is titled Sea level Temperature analysis based on Digital Number value using Aqua MODIS satellite imagery Data and NOAA AVHRR. Sea Surface Temperature (SST) is one of the factors that received a lot of attention in marine research. Technological development, to know the SPL value in a water is easier by using a remote sensing based on the value of Digital Number. The Digital number is a numerical number of a satellite image pixel. The purpose of this research is to know the relationship of digital number value from Aqua MODIS satellite imagery and NOAA AVHRR with in-situ SPL data and know the comparison of SPL values of Aqua MODIS satellite imagery and NOAA AVHRR with SPLin-situ data. This method of research is the purposive sampling method using the data of the Aqua MODIS satellite imagery and NOAA AVHRR as well as the SPL in-situ data. The results showed that the digital value of Aqua MODIS satellite image number and NOAA AVHRR with the in-situ SPL value had a significant connection to the canals used with the value of R2 greater than 0.5. Meanwhile, a comparison of the SPL values of Aqua MODIS satellite imagery and NOAA AVHRR with in-situ SPL data with the value of sig(2-tailed) is greater than 0.05. It shows that the SPL of satellite imagery with in-situ SPL has a comparison of does not differ real.
2298326236D1E012184PENGARUH KOMBINASI SUSU KAMBING DAN SUSU SAPI PADA KEFIR TERHADAP VISKOSITAS DAN TOTAL PADATANPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi susu kambing dan susu sapi pada kefir terhadap viskositas dan total padatan. Bahan penelitian yang digunakan terdiri dari susu kambing 9 liter, susu sapi 9 liter, dan biji kefir 300 gram. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari P1 (1000 ml susu kambing), P2 (800 ml susu kambing + 200 ml susu sapi), P3 (600 ml susu kambing + 400 ml susu sapi), P4 (400 ml susu kambing + 600 ml susu sapi), P5 (200 ml susu kambing + 800 ml susu sapi), dan P6 (1000 ml susu sapi), setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Peubah yang diukur adalah viskositas dan total padatan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi susu kambing dan susu sapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap viskositas dengan rataan 81,98 CP dan total padatan dengan rataan 13,621 %. Kesimpulan bahwa kombinasi susu kambing dan susu sapi pada kefir dapat meningkatkan viskositas dan total padatan.The study aims to determine the effect of combination goat’s milk and cow’s milk on kefir to viscosity and total solid. The research materials used consisted of 9 liters of goat milk, 9 liters of cow milk and 300 grams of kefir seed. The research method used is experimental method using Completely Randomized Design (CRD). The treatment in this study consisted of P1 (1000 ml goat milk), P2 (800 ml goat milk + 200 ml cow milk), P3 (600 ml goat milk + 400 ml cow milk), P4 (400 ml goat milk + 600 ml cow milk), P5 (200 ml goat milk + 800 ml cow milk), and P6 (1000 ml cow milk), each treatment was repeated 3 times. The parametes measured were viscosity and total solid. Data were analyzed using analysis of variance and continued by Tukey’s Honestly Significant Difference. The results showed that difference of combination goat’s milk and cow’s milk significantly (P<0,05) to viscosity with average 81,98 CP, and total solid with average 13,621 %. The conclusion of this study the effect of combination goat’s milk and cow’s milk on kefir can increase viscosity and total solid.

2298428771I1A015041FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KESIAPSIAGAAN KEBAKARAN PADA PEDAGANG DI PASAR KANOMAN CIREBON TAHUN 2020Latar Belakang: Kerugian akibat kebakaran tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan melainkan kerugian secara moral dan jiwa manusia, 6 dari 10 pedagang memiliki perilaku buruk terhadap kesiapsiagaan kebakaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kesiapsiagaan kebakaran pada pedagang di Pasar Kanoman.
Metodologi: Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah 82 pedagang.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang di Pasar Kanoman berperilaku baik sebanyak 34 pedagang (41,5%) dan berprilaku buruk sebanyak 48 pedagang (58,5%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,001), akses informasi (p=0,003) dengan perilaku kesiapsiagaan kebakaran pada pedagang di Pasar Kanoman Cirebon. Analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh adalah pengetahuan.
Simpulan: Terdapat hubungan pengetahuan, sikap, dan akses informasi dengan perilaku kesiapsiagaan kebakaran serta tidak ada hubungan antara peran pertugas dengan perilaku kesiapsiagaan kebakaran. Pengetahuan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku kesiapsiagaan kebakaran.
Saran : Membuat standar operasional prosedur pencegahan dan penanggulangan kebakaran, pembentukan tim tanggap darurat kebakaran disetiap blok pasar.
Kata Kunci: Perilaku kesiapsiagaan, Pasar Kanoman, Pedagang.
Background: Losses due to fire not only cause damage to buildings due to morale and human life, 6 out of 10 traders have a bad problem with fire preparedness. This research studies factors related to safety issues in traders in Kanoman Market.
Methodology: The type of research is quantitative with a cross-sectional approach. Sampling was done by purposive sampling method with a total of 82 traders.
Research Results: The results of the study showed traders in Kanoman Market that have good behaviors are 34 traders (41.5%) and bad behaviors are 48 traders (58.5%). The bivariate analysis showed the relationship between knowledge (p = 0,000), attitude (p = 0.001), access to information (p = 0.003) with knowledge of fire preparedness for traders in Kanoman Market Cirebon. The multivariate analysis showed that the most influential variable is knowledge.
Conclusion: There is a relationship between knowledge, attitude, and access to information with fire preparedness behavior. Knowledge is the most influential factor in fire preparedness behavior.
Suggestion : Creat the standard operating procedure on prevention and treatment of fire, The formation of fire emergency response teams in each market block.
Keywords: preparedness behavior, Kanoman Market, Traders.
2298528958C1A016063Pendapatan, Konsumsi dan Tingkat Kesejahteraan Pengrajin Batik Wanita KUB Pringmas di Desa Papringan BanyumasTujuan penelitian ini untuk menganalisis kontribusi pendapatan pengrajin batik wanita terhadap pendapatan rumah tangga, pengaruh pendapatan pengrajin batik wanita KUB Pringmas terhadap pengeluaran konsumsi dan tingkat kesejahteraan pengrajin batik wanita KUB Pringmas. Populasi sebanyak 38 orang responden. Teknik pengambilan data melalui observasi disertai dengan wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian menggunakan teknik analisis tabulasi silang dan regresi linear sederhana menunjukkan bahwa : (1) Sebanyak 94,74% atau 36 orang pengrajin batik wanita berkontribusi rendah, rata-rata pendapatan pengrajin batik wanita kurang dari Rp 1.116.667 setiap bulannya. (2) Pendapatan pengrajin batik wanita berpengaruh positif signifikan terhadap konsumsi rumah tangga dengan hasil persamaan regresi C = 61.713,48 + 0,77 Y. (3) Pengrajin batik wanita KUB Pringmas termasuk pada kategori belum sejahtera, namun kesejahteraan rumah tangga menggunakan indikator BKKBN sudah terpenuhi dan rata-rata berada pada kondisi Keluarga Sejahtera III Plus (KS III Plus). Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu upaya pengrajin wanita meningkatkan kontribusi pendapatannya terhadap rumah tangga dengan menjadikan pekerjaan utama dan menambah jam kerja. Pengeluaran konsumsi makanan lebih diutamakan dibandingkan non-makanan. Upaya meningkatkan kesejahteraan dengan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pengrajin batik wanita.The purpose of this study was to analyze the contribution of women's batik craftsmen income to household income, the influence of KUB Pringmas women's batik craftsman income on consumption expenditure and the welfare level of KUB Pringmas women's batik craftsmen. The population were 38 respondents. Data collection techniques through observation accompanied by interviews and questionnaires. The results of research using analytical techniques in the form of cross tabulation and simple linear regression showed that: (1) As many as 94.74% or 36 women batik craftmen contributed low, the average income of female batik artisans was less than Rp 1,116,667 per month. (2) The income of female batik craftmen has a significant positive effect on household consumption with the results of the regression equation C = 61,713.48 + 0.77 Y. (3) The batik craftsmen of KUB Pringmas are included in the category of not yet prosperous, but household welfare using the BKKBN indicator has been met and the average is in the condition Prosperous Family III Plus (KS III Plus). The implication of the above conclusion is that the efforts of women artisans to increase their income contribution to the household by making the main work and increasing working hours. Food consumption expenditure takes precedence over non-food consumption. Efforts to improve welfare by holding training to improve the skills of women batik craftmen.
2298626242L1B015062Identifikasi Ektoparasit pada Benih Nila (Oreochromis niloticus) Strain BEST dan Larasati di UPT BPBAT Dinas Perikanan dan peternakan BanyumasBeberapa strain nila yang dibudidayakan di daerah Banyumas, khususnya UPT BPBAT Pandak diantaranya adalah strain Best dan Larasati. Kedua strain tersebut, memiliki ketahanan yang berbeda-beda terhadap serangan penyakit, khususnya pada serangan penyakit yang disebabkan oleh parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui nilai intensitas, prevalensi dan dominansi ektoparasit pada strain BEST dan Larasati yang dibudidayakan di UPT BPBAT Pandak Banyumas. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu ekplorasi observatif dengan menggunakan 30 ekor ikan pada masing-masing strain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektoparasit yang ditemukan pada kedua strain yaitu Trichodina sp., Gyrodactylus sp., Dactylogyrus sp., dan Chilodonella sp., sedangkan Cichlydogyrus sp. hanya ditemukan pada strain BEST dan Vorticella sp. hanya ditemukan pada strain Larasati. Nilai intensitas, prevalensi dan dominansi ektoparasit pada strain BEST dan Larasati relatif sama. Nilai intensitas dan dominansi tertinggi ditemukan pada strain BEST dengan jenis ektoparasit Trichodina sp sebesar 5,84 individu/ekor dan 86,72 % di permukaan tubuh. Sedangkan nilai prevalensi tertinggi ditemukan pada strain Larasati dengan jenis ekoparasit Trichodina sp sebesar 90% di permukaan tubuh. Some of the tilapia strains that are cultivated in the Banyumas, especially UPT BPBAT Pandak are among the BEST and Larasati strains. Both strains have different resistance to disease attacks, especially in diseases caused by parasites. This study aimed to identify and determine the value of intensity, prevalence and dominance of ectoparasites in the BEST and Larasati strains that were cultivated at UPT BPBAT Pandak Banyumas. The method used in this study was observational exploration using 30 fish in each strain. The results showed that ectoparasites were found in both strains are Trichodina sp., Gyrodactylus sp., Dactylogyrus sp., and Chilodonella sp., While Cichlydogyrus sp. only found in the BEST strain and Vorticella sp. only found in the Larasati strain. The value of intensity, prevalence and dominance of the BEST and Larasati strains relatively the same. The highest intensity and dominance values were found in the BEST strains with Trichodina sp. ectoparasites as much as 5.84 individuals / fish on the body surface and 86,72 %. While the highest prevalence value was found in Larasati strains with Trichodina sp. ecoparasites of 90% on the surface of the body.
2298726237C1C015046Pengaruh Komitmen Pimpinan, Pemahaman Peraturan Pemerintah Tentang Pengelolaan Dana Desa dan Peran Aparatur Desa Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Studi Empiris pada Desa di Kabupaten Brebes)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komitmen pimpinan, pemahaman peraturan pemerintah tentang pengelolaan dana desa dan peran aparatur desa terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa pada desa-desa dari 12 kecamatan di Kabupaten Brebes. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner kepada responden yaitu kepala desa, sekretaris desa dan bendahara desa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 56 desa. Di dalam penentuan ressponden menggunakan metode Purposive Sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel komitmen pimpinan dan pemahaman peraturan pemerintah tentang pengelolaan dana desa tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Sedangkan peran aparatur desa berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Abstract
This research aims to determine the effect of leadership commitment, understanding government regulations on village fund management and the role of village officials on the accountability of village fund management, the research was carried out in villages in 12 Sub-district in Brebes districts. Data were collected through questionnaires sent to respondents who served as village heads / village secretaries / treasurers. As for the sample used in this study amounted to 56 villages. Purposive Sampling Method used in determining the respondent. The analytical method used was multiple regression analysis. The results of this study show that the variable understanding of government regulations regarding the management of village funds and leadership commitment variable does not affect the accountability of village fund management. Meanwhile, the variable role of the village apparatus influence the accountability of village fund management.
2298826241K1A015054FOTODEGRADASI ZAT WARNA REMAZOL YELLOW MENGGUNAKAN REAGEN FENTON-ZnOPertumbuhan industri di Indonesia semakin meningkat seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satunya industri tekstil. Industri tekstil ini menghasilkan limbah cair zat warna sebagai hasil samping dari aktivitas industri yang sering menimbulkan permasalahan bagi lingkungan. Zat warna sintetik dalam limbah cair yang dapat menimbulkan permasalahan bagi lingkungan adalah zat warna remazol yellow. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah cair zat warna tekstil adalah dengan metode AOPs (Advanced Oxidation Processes) dengan menggunakan reagen fenton yang merupakan campuran dari hidrogen peroksida dan ion ferro didasarkan pada pembentukan radikal hidroksil (•OH). Radikal hidroksil dapat dimaksimalkan pembentukannya dengan menambahkan sinar UV pada sistem H2O2/Fe2+ serta penambahan fotokatalis ZnO dan juga kondisi pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinar UV pada sistem fenton dapat meningkatkan degradasi remazol yellow. Degradasi remazol yellow menggunakan sistem fenton/UV dengan fotokatalis ZnO sebesar 91.81% dengan penambahan H2O2 40 ppm, FeSO4.7H2O 0.5 gram, ZnO 0.6 gram dan lama waktu penyinaran selama 6 jam. Kondisi pH optimum yang diperoleh untuk sistem fenton/UV/ZnO adalah pH 4. Laju kinetika reaksi menunjukkan orde satu.
Industrial growth in Indonesia is increasing along with the development of science and technology, for example is the textile industry. This textile industry produces dye wastewater as a byproduct of industrial activities that often cause problems for the environment. Synthetic dyes in liquid waste which can cause problems for the environment are remazol yellow dyes. A method that can be used to treat textile wastewater is AOPs (Advanced Oxidation Processes) using fenton reagents which are a mixture of hydrogen peroxide and ferro ions based on the formation of hydroxyl radicals (•OH). Hydroxyl radicals can be maximized by adding UV light to the H2O /Fe2+ system and adding ZnO photocatalysts and also pH conditions. The results showed that UV light on the fenton system could increase remazol yellow degradation. Remazol yellow degradation using the Fenton/UV system with ZnO photocatalyst was 91.81% with the addition of 40 ppm of H2O2, 0,5 gram of FeSO4.7H2O, 0.6 gram of ZnO and 6 hours of irradiation time. The optimum pH condition obtained for the fenton/UV/ZnO system is pH 4. The reaction kinetic rate is first order.
2298926246K1B015047Penyelesaian Model Logistik dengan Waktu Tunda dan Pemanenan Proporsional Menggunakan Metode AsimtotikSalah satu model pertumbuhan populasi adalah model logistik. Pada model logistik, laju pertumbuhan populasi hanya bergantung pada jumlah populasi saat itu. Hal tersebut tidak sesuai dengan realita, karena makhluk hidup memerlukan waktu pemulihan dalam penambahan jumlah populasi yang mengakibatkan terjadinya kesenjangan waktu atau dapat disebut juga sebagai waktu tunda. Pada penelitian ini, model logistik dikembangkan menjadi model logistik dengan waktu tunda dan dipengaruhi pemanenan proporsional. Model ini diselesaikan dengan menggunakan metode asimtotik. Penyelesaian asimtotik dilakukan hingga orde ke-2 berdasarkan masing-masing titik kesetimbangan. Model logistik dengan waktu tunda dan pemanenan proporsional memiliki dua titik kesetimbangan. Satu titik kesetimbangan bersifat tidak stabil, sedangkan sifat kestabilan titik kesetimbangan yang lainnya bergantung pada parameter waktu tunda yang nilainya dapat menyebabkan terjadinya bifurkasi. Waktu tunda yang semakin besar mengakibatkan terbentuknya osilasi atau kenaikan dan penurunan jumlah populasi yang besar pula.One of population growth model is logistic model. In logistic model, the population growth rate depends only on the population at that time. This is not relevant to reality, because organism need recovery time in population which caused a time gap or can be called a time delay. In this research, the logistic model was developed into logistic model with time delay and influenced by proportional harvesting. This model was solved by using asymptotic methods. Asymptotic solution was done up to second order based on each equilibrium point. Logistic model with time delay and proportional harvesting has two equilibrium points. An equilibrium point is unstable, while the stability of the other equilibrium point depends on the time delay parameter which can caused a bifurcation. The greater time delay caused the greater oscillation or increase and decrease of population.
2299026247L1B015031PROFIL DARAH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN PENAMBAHAN VITAMIN C PADA PAKANPenelitian ini berjudul Profil Darah Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dengan Penambahan Vitamin C Pada Pakan. Ikan Nila merupakan salah satu komoditas penting perikanan budidaya air tawar di Indonesia. Status kesehatan ikan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam kegiatan budidaya. Parameter yang dapat diamati untuk melihat status kesehatan ikan antara lain jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, kadar hematokrit dan kadar glukosa darah. Salah satu vitamin yang dapat ditambahkan dalam pakan untuk memelihara kesehatan ikan yaitu vitamin C. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan yang ditambahkan vitamin C terhadap profil darah ikan Nila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan (0 mg/kg pakan, 150 mg/kg pakan dan 300 mg/kg pakan) dan 6 ulangan menggunakan ulangan individu. Hasil penelitian menunjukan penambahan vitamin C dengan dosis yang berbeda pada pakan memberikan pengaruh yang relatif sama terhadap jumlah total eritrosit, kadar hemoglobin, kadar hematokrit dan kadar glukosa darah ikan Nila. Hasil kualitas air mendapatkan kisaran suhu 230C -290C; pH 6-7; dan DO 5-6 pada tiap perlakuan dan masih berada pada batas optimal pemeliharaan ikan Nila.

Kata kunci : Ikan Nila, Vitamin C, profil darah
This research is entitled the Blood Profile of Tilapia (Oreochromis niloticus) with the Addition of Vitamin C to Feed. Tilapia is one of the important commodities of freshwater aquaculture in Indonesia. Fish health status is one of the important things that must be considered in aquaculture activities. Parameters that can be observed to see the health status of fish include the number of erythrocytes, hemoglobin levels, hematocrit levels and blood glucose levels. One of the vitamins that can be added to the feed to maintain fish health is vitamin C. The purpose of this study was to determine the effect of feeding which added vitamin C to the blood profile of tilapia. The method used in this study was Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments (0 mg/kg feed, 150 mg/kg feed and 300 mg/kg feed) and 6 replications using individual replications. The results showed that the addition of vitamin C with different doses on feed gave a relatively similar effect on the total number of erythrocytes, hemoglobin levels, hematocrit levels and blood glucose levels of tilapia. Water quality results get a temperature range of 230C -290C; pH 6-7; and DO 5-6 for each treatment and still at the optimal limit of tilapia maintenance.

Keywords: Tilapia, Vitamin C, blood profile
2299126248E1A012342TINJAUAN YURIDIS TERHADAP HAFTUNG DALAM PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN HAK TANGGUNGAN DALAM PUTUSAN NOMOR 3126K/Pdt/2016TINJAUAN YURIDIS TERHADAP HAFTUNG DALAM PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN HAK TANGGUNGAN DALAM PUTUSAN NOMOR 3126K/Pdt/2016

Oleh :
YURINTA ADI PRATAMA
E1A012342

Penelitian ini dilakukan terhadap perkara dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 3126K/Pdt/2016, yaitu mengenai gugatan pembatalan perjanjian kredit setelah pelaksanaan eksekusi objek hak tangungan. Tujuan penelitian adalah : Untuk menganalisis dasar gugatan debitur dalam perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan dalam Putusan Nomor 3126/Pdt/2016 menurut aturan hukum yang berlaku dan Untuk menganalisis tanggung jawab debitur (haftung) dalam perjanjain kredit dengan jamninan hak tanggungan dalam Putusan Nomor 3126K/Pdt/2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian diskriptif analitis dan metode analisis secara normatif.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil bahwa: pertama, Dasar gugatan debitur dalam perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan dalam Putusan Nomor 3126K/Pdt/2016, tidak mempunyai landasan hukum dan sebaliknya bertentangan dengan kewajiban debitur selaku pemberi Hak Tanggungan. Dan kedua, Tanggung jawab debitur (haftung) dalam perjanjian kredit dengan jamninan hak tanggungan dalam Putusan Nomor 3126K/Pdt/2016, adalah menyediakan tanah objek hak tanggungan untuk dilakukan eksekusi/penjualan, dan tidak boleh menghalang-halangi pelaksanaan eksekusinya.

Kata Kunci: Perjanjian Kredit, Hak Tanggungan, Parate Eksekusi.
ABSTRACT

This research was conducted on the case and Decision of the Supreme Court Number 3126K / Pdt / 2016, namely regarding the claim of canceling the credit agreement after the execution of the object of tangungan rights. The research objectives are: To analyze the basis of the debtor's lawsuit in the credit agreement with guaranteed mortgage rights in Decision Number 3126 / Pdt / 2016 according to the applicable legal rules and To analyze the debtor's liability (haftung) in credit agreement with the guarantee of mortgage rights in Decision Number 3126K / Pdt / 2016. The research method used is a normative juridical method, with descriptive analytical research specifications and normative analysis methods.
Based on the results of the analysis it was found that: first, the basis of the claim of the debtor in the loan agreement with guaranteed mortgage rights in Decree Number 3126K / Pdt / 2016, has no legal basis and is contrary to the debtor's obligations as the giver of Mortgage. And secondly, the debtor's responsibility (haftung) in the credit agreement with guaranteed mortgage rights in Decree Number 3126K / Pdt / 2016, is to provide the land object of the mortgage right for execution / sale, and must not obstruct the execution of its execution.

Keywords: Credit Agreement, Mortgage Rights, Execution Parate.
2299228573D1A016198PENGARUH LAMA PENYIMPANAN BERBEDA PADA SUHU DINGIN (4-8C) TERHADAP NILAI PH, VISKOSITAS DAN WARNA KEFIR SUSU-KOLOSTRUM SAPIPenelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan berbeda pada suhu dingin (4-8C) terhadap nilai pH, viskositas dan warna kefir susu-kolostrum sapi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6-19 Januari 2020 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian kefir susu-kolostrum sapi dilakukan dengan menggunakan 3 liter susu sapi, 3 liter kolostrum sapi dan 300 gram biji kefir. Penelitian dilakukan dengan membuat kefir presentase 50% susu sapi, 50% kolostrum sapi dan 5% biji kefir dengan lama inkubasi 24 jam pada suhu ruang. Kefir yang telah diinkubasi selama 24 jam kemudian disaring untuk memisahkan biji kefir dan kefir, selanjutnya kefir dipisahkan menjadi 5 perlakuan yaitu P0 (hari ke 0), P1 (hari ke 3), P2 (hari ke 6), P3 (hari ke 9) dan P4 (hari ke 12). Sampel yang digunakan pada setiap perlakuan yaitu 300 ml dan disimpan ditoples yang berbeda pada refrigerator dengan suhu 4-8C. Semua perlakuan dilakukan pengukuran nilai pH, viskositas dan warna kefir. Metode yang dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dilakukan 4 kali ulangan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilakukan uji lanjut orthogonal polinomial. Hasil analisis menunjukan bahwa lama penyimpanan berbeda pada suhu dingin (4-8C) berpengaruh sangat nyata terhadap nilai pH kefir (P<0,01) dengan rataan nilai pH 5,44 dan persamaan garis Y=4,75+0,702X+(-0,11)X2+0,004X3, berpengaruh nyata terhadap viskositas kefir (P<0,05) dengan rataan 253,02 CP dan persamaan garis Y=175,53+59,33X+(-10,34)X2+0,52X3, dan tidak berpengaruh nyata terhadap warna kefir (lightness, redness, dan yellowness) (P>0,05). Hasil dari percobaan lama penyimpanan berbeda pada suhu dingin (4-8C) terhadap kefir didapatkan dengan pengukuran nilai pH dengan rataan P0 4,74±0,03, P1 6,05±0,41, P2 5,86±0,19, P3 5,49±0,08, dan P4 5,04±0,09. Rataan hasil pengukuran variabel lain yaitu viskositas dengan nilai P0 172,85±36,84 CP, P1 285,175±34,25 CP, P2 255,15±53,34 CP, P3 260,50±59,72 CP, dan P4 291,43±43,64 CP. Rataan hasil pengukuran variabel warna dibedakan menjadi 3 yaitu lightness dengan nilai rataan P0 69,78±5,25, P1 64,33±1,66, P2 67,43±4,01, P3 67,00±0,70, P4 65,98±2,07. Redness dengan rataan P0 -3,1±0,46, P1 -2,40±0,07, P2 -3,05±0,15, P3 -2,88±0,60, P4 -2,60±0,32 dan yellowness P0 13,23±2,61, P1 11,78±1,55, P2 11,95±1,63, P3 11,43±0,98, P4 10,85±1,48. Kesimpulan dari penelitian ini lama penyimpanan berbeda kefir susu-kolostrum sapi yang disimpan dalam suhu refrigerator (4-8C) dapat menyebabkan perubahan nilai pH dan viskositas, namun menghasilkan warna yang relatif sama. This study was conducted to determine effect of different storage times on cold temperature (4-8C) on pH, viscosity and color of milk-colostrum kefir of cows. The study was conducted on January 6-19, 2020 at the Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The materials of study used 3 liter of cow's milk, 3 liter of cow’s colostrum and 300 gram of kefir grain. The study used mixing of kefir by 50% of cow's milk, 50% of cow's colostrum and 5% of kefir grain with 24-hour incubation time at room temperature. Kefir products that have been incubated for 24 hours were filtered to separate kefir and kefir grains, then kefir was separated into 5 treatments P0 (day 0), P1 (day 3), P2 (day 6), P2 (day 6), P3 (day 9) and P4 (day 12). Sample that was used in each treatment was 300 ml and was stored in different jars in a refrigerator at 4-8C. All treatment was measured for pH, viscosity and color of kefir. The method of study used an experimental method with Completely Randomized Design (CRD) which was carried out 4 replications. The data obtained were further analyzed by analysis of variance, then orthogonal polynomial for further test. The results of the analysis showed that the different storage times at cold temperatures (4-8C) had very significant effect (P<0,01) at the pH of kefir value with an average of 5,44 and the line equation of Y=4,75+0,702X+(-0,11)X2+0,004X3, then had significant effect (P<0,05) at the viscosity of kefir with an average of 253,02 CP and the line equation of Y=175,53+59,33X+(-10,34)X2+0,52X3, and had no significant effect (P>0,05) at colors of kefir (lightness, redness, and yellowness). The results obtained of the pH average value were P0 4,74±0,03, P1 6,05±0,41, P2 5,86±0,19, P3 5,49±0,08, and P4 5,04±0,09. The average results of viscosity were P0 172,85±36,84 CP, P1 285,175±34,25 CP, P2 255,15±53,34 CP, P3 260,50±59,72 CP, and P4 291,43±43,64 CP. Then the average of colors results were devided into 3 names (lightness, redness, and yellowness). Lightness had average value of P0 69,78±5,25, P1 64,33±1,66, P2 67,43±4,01, P3 67,00±0,70, P4 65,98±2,07. Redness had average value of P0 -3,1±0,46, P1 -2,40±0,07, P2 -3,05±0,15, P3 -2,88±0,60, P4 -2,60±0,32 and then yellowness had average value of P0 13,23±2,61, P1 11,78±1,55, P2 11,95±1,63, P3 11,43±0,98, P4 10,85±1,48. The conclusion from this study was the different storage times of milk-colostrum kefir of cows stored in refrigerator temperatures (4-8C) could cause changes in pH and viscosity values, but produce relatively similar in colors.
2299328887I1C016016SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK METANOL DAN FRAKSI N-HEKSAN Calophyllum soulattri DAN AKTIVITAS SITOTOKSIK TERHADAP MCF-7Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa ekstrak metanol dan fraksi n-heksan kulit batang C. soulattri serta aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7. Identifikasi kandungan kimia dilakukan menggunakan uji tabung. Uji sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7 dilakukan dengan menggunakan metode MTT Assay dengan konsentrasi ekstrak metanol dan fraksi n-heksan adalah 1000; 500; 250; 125; 62,5; 31,25; 15,63 dan 7,81 µg/ml. selanjutnya dihitung nilai IC50. Pada uji tabung menunjukkan bahwa ekstrak metanol mengandung flavonoid, triterpenoid, fenol, saponin dan kuinon sedangkan pada fraksi nheksan mengandung triterpenoid dan fenol. Berdasarkan morfologi sel MCF-7 menunjukkan bahwa seiring dengan meningkatnya konsentrasi kerusakan sel akan semakin terlihat. Hasil uji MTT pada sel MCF-7 menghasilkan nilai IC50 dari ekstrak metanol dan fraksi n-heksan masing-masing sebesar 93,63 µg/ml dan 35,97 µg/ml. fraksi n-heksan memiliki aktivitas sitotoksik yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak metanol.This research aims to determine the content of methanol extract and n-hexane fraction of C. soulattri stem bark and the cytotoxic activity of MCF-7 cells. Chemical content identification is done using test tube. Cytotoxic test on MCF-7 breast cancer cells was carried out using MTT Assay method with concentration of methanol extract and n-hexane fraction was 1000; 500; 250; 125; 62,5; 31,25; 15,63 dan 7,81 µg/ml. then IC50 value is calculated. The test tube showed that the methanol extract contained flavonoids, triterpenoids, phenols, saponins, and quinones while n-hexane fraction contained triterpenoids and phenols. Based on MCF-7 cell morphology shows that with increasing concentration, cell damage will be increasingly visible. MTT test result on MCF-7 cells produced IC50 values from methanol extract and n-hexane fraction respectively 93,63 µg/ml and 35,97 µg/ml. n-hexane fraction has better cytotoxic activity compared to methanol extract.
2299426253I1D015025PERBEDAAN TINGKAT KEMAMPUAN MOTORIK DAN STATUS GIZI ANAK KELAS 1 SEKOLAH DASAR DI PERKOTAAN DAN PERDESAAN Latar belakang : Fungsi motorik dan status gizi yang baik pada anak kelas 1 SD memiliki peranan penting agar anak mampu melakukan semua aktivitas fisik, baik yang tidak membutuhkan kemampuan khusus maupun yang membutuhkan kemampuan khusus. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah terdapat perbedaan fungsi motorik dan status gizi anak baru masuk sekolah di perkotaan dan pedesaan.
Tujuan : Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan status gizi dan fungsi motorik pada siswa kelas 1 SD di perdesaan dan perkotaan.
Metodologi : Penelitian komparatif menggunakan rancangan penelitian cross sectional dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Subjek penelitian berjumlah 57 siswa yang merupakan siswa kelas 1 di SDN 1 Sokanegara, Purwokerto Timur dan SDN 1 Kedungbanteng, Kedungbanteng. Variabel yang diteliti adalah status gizi dengan indikator IMT/U, dan fungsi motorik siswa yang diukur dengan Carpenter Motor Ability Test. Uji yang dipakai untuk mengetahui perbedaan faktor tersebut adalah uji Mann-Whitney U Test.
Hasil Penelitian : Hasil menunjukkan ada perbedaan status gizi ( p < 0.05 ) pada siswa kelas 1 SD di perkotaan dan pedesaan, sedangkan variabel fungsi motorik tidak ditemukan perbedaan (p > 0.05) pada siswa kelas 1 SD di perkotaan dan perdesaan.
Kesimpulan : Status gizi siswa kelas 1 SD di perkotaan berbeda dengan perdesaan, sedangkan fungsi motoriknya cenderung sama.
Motoric function and good nutritional status on early school student have an important role so that children are able to do all the physical activities, both those are require a special abilities or not. This experiment aims to determine whether there is a difference in motoric function ability and nutritional status in early school student urban and rural area. This comparative study was using cross sectional design and total sampling technique. This research subject was 57 students who are the first grade students in Sokanegara 1 Public Elementary School in East Purwokerto and Kedungbanteng 1 Public Elementary School in Kedungbanteng. The variable studied was Nutritional Status with BMI/Age indicator and students Motor Functional as measured by Carpenter Motor Ability Test. This study used Mann-Whitney U Test to determine the difference in nutritional status and motor function in urban and rural area. The result of this study there were a difference in nutritional status ( p < 0.05 ) in first grade students in urban area and rural area with the average nutritional status was 0.38 SD in urban area while motor functional variables were not found ( P > 0.05) between first grade students in urban and rural area. There were a difference in nutritional status between first grade students in urban and rural area, while the motoric function tend to be the same.
2299526250A1A015013ANALISIS OPTIMALISASI AGROINDUSTRI TAHU DI KELURAHAN MERTASINGA KECAMATAN CILACAP UTARA KABUPATEN CILACAP Tahu berasal dari penggumpalan protein kedelai dan menjadi salah satu makanan alternatif untuk pemenuhan gizi masyarakat. Kelurahan Mertasinga merupakan daerah penghasil tahu dengan jumlah produksi tahu terbesar di Kabupaten Cilacap. Agroindustri tahu pada Kelurahan Mertasinga sering dihadapkan pada permasalahan untuk meningkatkan keuntungan dengan keterbatasan sumber daya yang terdiri atas kendala bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, jam kerja tenaga kerja langsung, jam kerja mesin, dan target produksi. Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui kombinasi produksi tahu yang optimal untuk memperoleh keuntungan yang maksimal, 2) mengetahui kendala yang perlu diperhatikan dalam optimalisasi agroindustri tahu, 3) menganalisis perubahan keuntungan yang terjadi setelah dilakukan optimalisasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2019. Penentuan responden dilakukan dengan sensus dan pemilihan lokasi dilakukan secara Purposive. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan analisis yang digunakan yaitu analisis biaya dan keuntungan, analisis Linear Programming, analisis primal, analisis dual, dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Agroindustri tahu di Kelurahan Mertasinga memperoleh keuntungan maksimal dengan memproduksi tahu putih kecil 1.086 potong, tahu goreng kecil 4.117 potong, tahu putih besar 645 potong, dan tahu goreng besar 4.585 potong. (2) Beberapa kendala yang perlu diperhatikan dalam memaksimalkan keuntungan adalah sumber daya yang berlebih meliputi bahan baku air dan asam tahu, bahan penolong minyak goreng dan garam, bahan bakar kayu dan solar, jam tenaga kerja pembuatan dan penggorengan tahu, dan jam kerja mesin giling kedelai. Kedelai dan tenaga kerja perebusan tahu merupakan sumber daya pembatas, karena penggunaannya sudah optimal dalam proses produksi tahu. (3) Kombinasi produksi optimal tahu kecil memperoleh keuntungan Rp 277.410,9, nilai tersebut lebih besar Rp 52.444,66, dibandingkan rata-rata keuntungan aktual Rp 224.996,24. Kombinasi produksi optimal tahu besar memperoleh keuntungan sebesar Rp 765.897,1, nilai tersebut lebih besar Rp 139.738,7, dibandingkan rata-rata keuntungan aktual Rp 626.158,39. Tofu comes from the clumping of soy protein and becomes one of the alternative foods for fulfilling people's nutrition. Mertasinga Village is a tofuproducing region with the largest amount of tofu production in Cilacap Regency. Tofu Agroindustry in Mertasinga Village is often faced with problems to increase profits with limited resources consisting of constraints of raw materials, auxiliary materials, fuel, working hours of direct labor, machine working hours, and production target. This study aims: 1) to know the optimal combination of tofu production to obtain maximum profits, 2) to find out the constraints that need to be considered in tofu agro-industry optimization, 3) to analyze changes in profits that occur after optimization. The study was conducted from January to March 2019. Determination of respondents was done by census and site selection was conducted purposively. The research method used is the survey method and analysis used, namely cost and profit analysis, Linear Programming analysis, primal analysis, dual analysis, and sensitivity analysis. The results showed that: (1) tofu agroindustry in Mertasinga Village obtained maximum profit by producing small white tofu of 1.086 pieces, small fried tofu of 4.117 pieces, large white tofu of 645 pieces, and large fried tofu of 4.585 pieces. (2) Some constraints that need to be considered in maximizing profits are excessive resources which include raw materials of water and tofu, cooking oil auxiliaries and salt, wood fuel and diesel fuel, hours of making laborers and tofu frying pans, and working hours of milling machines soy. Soybeans and boiling tofu workers are limiting resources, because their use is optimal in the tofu production process. (3) The combination of optimal production of small tofu has a profit of Rp. 277.410,9, this value is greater than Rp 52.444,66, compared to the average actual profit of Rp 224.996,24. The optimal combination of production knows large to get a profit of Rp. 765.897,1, this value is greater than Rp. 139.738,7, compared to the average actual profit of Rp. 626.158,39.
2299626012F1F015054UPAYA INDONESIA MELESTARIKAN ELANG JAWA MELALUI RATIFIKASI CONVENTION ON INTERNATIONAL TRADE IN ENDANGERED SPECIES OF WILD FAUNA AND FLORA (CITES) TAHUN 2007-2017Penelitian yang berjudul “Upaya Indonesia Melestarikan Elang Jawa Melalui Ratifikasi Convention On International Trade In Endangered Species Of Wild Fauna And Flora (CITES) Tahun 2007-2017” ini dianalisis berdasarkan teori efektivitas rezim internasional. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis upaya Indonesia meratifikasi CITES terhadap pelestarian elang jawa di Indonesia tahun 2007-2017. Berdasarkan data-data yang diperoleh, terdapat peningkatan kebijakan Indonesia dalam upaya pelestarian satwa dan tumbuhan di negaranya, khususnya elang jawa melalui ratifikasi CITES. Peningkatan aturan dan kebijakan terkait perlindungan satwa dan tumbuhan, seperti menerbitkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya.The study entitled "Indonesia's Efforts to Preserve Javanese Eagle through Ratification of Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) for 2007-2017" was analyzed based on the theory of the effectiveness of the international regime. The focus of this study is to analyze Indonesia's efforts to ratify CITES on the preservation of Javanese eagles in Indonesia in 2007-2017. Based on the data obtained, there is an increase in Indonesian policy in the efforts to preserve animals and plants in their country, especially the Javan eagle through CITES ratification. Increased rules and policies related to the protection of animals and plants, such as issuing Law No. 5 of 1990 concerning Conservation of Biodiversity and its Ecosystem.
2299725817I1A015075HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KEBISINGAN DAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG TELINGA DENGAN KELUHAN TINNITUS PADA PEKERJA DI CV. DAYA CIPTA PURWOKERTOLatar Belakang : Kebisingan di tempat kerja dapat memberikan dampak kepada pekerja, seperti keluhan tinnitus. Tinnitus adalah telinga berdenging yang banyak dikeluhkan oleh pekerja yang terpapar bising. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas kebisingan dan penggunaan alat pelindung telinga dengan keluhan tinnitus pada pekerja di CV. Daya Cipta Purwokerto.
Metode : Desain penelitian ini adalah observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 37 orang diambil dengan teknik total sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji korelasi Rank Spearman, dan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik.
Hasil : Hasil analisis bivariat yang berhubungan adalah intensitas kebisingan (p = 0,000) dan penggunaan alat pelindung telinga (p = 0,001). Hasil multivariat intensitas kebisingan merupakan variabel yang paling berhubungan dengan keluhan tinnitus dan memiliki nilai OR sebesar 108,866.
Simpulan : Ada hubungan antara intensitas kebisingan dan penggunaan alat pelindung telinga dengan keluhan tinnitus.
Saran : Melakukan pengukuran kebisingan secara rutin, memberikan peredam suara pada mesin, membiasakan diri menggunakan APT.
Background : Noise at work can man an impact such as Tinnitus complaint. Tinnitus can be defined as ringing ears. Workers who are exposed to noise are likely to complain about tinnitus. The aim of research is to know the correlation between noise intensity and use of ear protectors with tinnitus complaint on CV. Daya Cipta Purwokerto Workers.
Method : The design of research is observational analitic quantitative with cross sectional design. The sample is 37 and take with total sampling technique. Data analysis that used on research are univariate analysis, bivariate with Rank Spearman Correlation test, and multivariate with Logistic Regression test.
Result : The result of bivariate analysis are noise intensity (p = 0,000) and use of ear protectors (p = 0,001). The result of multivariate is Noise Intensity is the most associated with tinnitus complaints and has an OR value of 108,866.
Conclusion : There is correlation between noise intensity and use of ear protectors with tinnitus complaint.
Suggestion : Do noise measurements regularly, provide sound absorbers on the engine, get used to using ear protectors.
2299826255D1A015238TOTAL ASAM TERTITRASI DAN NILAI pH YOGURT RENDAH LEMAK YANG DITAMBAHKAN SUSU SKIM BUBUK, KARAGINAN DAN WHEY PROTEIN CONCENTRATEPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan susu skim bubuk,
karaginan dan WPC terhadap nilai pH dan total asam tertitrasi yogurt rendah lemak. Materi penelitian terdiri atas susu rendah lemak, susu skim bubuk, karaginan, whey protein concentrate, starter yogurt, indikator PP, NaOH 0,1 N, aquades, susu skim rekonstitusi. Metode penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan terdiri atas T0: yogurt tanpa bahan pengental, T1: yogurt dengan penambahan susu skim bubuk 10%, T2: yogurt dengan penambahan karaginan 2% dan T3: yogurt dengan penambahan whey protein concentrate 10%. Data dianalis dengan analisis variansi, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil menunjukkan bahwa dengan penambahan bahan pengental berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap nilai pH yogurt. Penambahan WPC menghasilkan yogurt dengan pH tertinggi 4,51 namun tekstur tidak kental sedangkan penambahan susu skim bubuk menghasilkan yogurt dengan pH 4,26 dan tekstur yang kental. Bahan pengental berupa susu skim bubuk dan WPC menghasilkan yogurt dengan total asam tertitrasi yang relatif sama yaitu 0,69%. Dapat disimpulkan bahwa penambahan susu skim bubuk dan whey protein concentrate mampu meningkatkan nilai pH dan total asam tertitrasi yogurt sedangkan karaginan menurunkan nilai pH dan nilai total asam tertitrasi yogurt.
The purpose of this research was to determine the effects of the addition of powdered skim milk, carrageenan and WPC on pH values and titratable acidity of low-fat yogurt. Research material consisted of low-fat UHT milk, skimmed milk powder, carrageenan, whey protein concentrate, yogurt starter, PP indicator, 0.1N NaOH, aquades, and reconstituted skim milk. This experimental research used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 6 replications. Treatments composed of T0: yogurt without added thickener, T1: yogurt added with 10% powdered skim milk, T2: yogurt added with 2% carrageenan, and T3: yogurt added with whey protein concentrate 10%. Data were analyzed using analysis of variance, continued by Honestly Significant Difference Test (HSD). The results showed that pH value of low-fat yogurt was significantly (P<0.01)
affected by the addition of thickeners. WPC produced yogurt with highest value of 4.51. The addition of powdered skim milk and WPC resulted in a relatively similar titratable acidity, which was 0.69. In conclusion, the addition of skimmed milk and whey protein concentrate increase the pH value and titratable acidity, whereas the addition of carrageenan decreases the pH value and the titratable acidity of low fat yogurt.
2299926259F1I014004IMPLIKASI PRAKTIK INVESTASI E-COMMERCE PERUSAHAAN ALIBABA DI INDONESIA TAHUN 2016-2018ABSTRAK

Kemajuan teknologi membuat sebagian pengusaha mulai tertarik untuk memanfaatkan teknologi dalam menjual produk usahanya ke masyarakat dengan menggunakan konsep e-commerce. Perkembangan yang terjadi tidak terlepas dari peran negara dalam memberikan kemudahan dalam berinvestasi untuk para pelaku usaha. Banyak Startup baru atau lama yang semakin berkembang di dunia termasuk Indonesia dan memberikan dampak bagi negara penerima investasi maupun pemberi investasi.
Penelitian ini akan menelaah secara lebih mendalam tentang bagaimana implikasi yang terjadi dengan adanya investasi e-commerce di Indonesia. Fokus penelitian dengan judul “Implikasi Praktik Investasi E-commerce Perusahaan Alibaba Di Indonesia Tahun 2016-2018” adalah bagaimana dampak dari adanya investasi e-commerce perusahaan Alibaba di Indonesia dari segi ekonomi dan pengambilan kebijakan.

Kata Kunci : Investasi, E-commerce, Implikasi, Alibaba, Indonesia
ABSTRACT

Technological advances have made some entrepreneurs become interested in utilizing technology in selling their business products to the public by using the concept of e-commerce. Developments that occur are inseparable from the role of the state in providing convenience in investing for business actors. Many new or old startups are growing in the world, including Indonesia and have an impact on recipient countries and investment providers.
This research will explore in more depth how the implications that occur with e-commerce investment in Indonesia. The focus of the study with the title "Implications of Alibaba's E-commerce Company Investment Practices in Indonesia in 2016-2018" is how the impact of Alibaba's e-commerce investment in Indonesia in terms of economy and policy making.

Keywords: Investment, E-commerce, Implications, Alibaba, Indonesia.
2300026262E1A115030Tindak Pidana Memperniagakan Satwa Yang Dilindungi Dalam Keadaan Hidup Beserta Bagian Tubuhnya
(Tinjauan Yuridis Putusan No.71/Pid.B/Lh/2018/Pn.Plw)
Perdagangan satwa lindung menjadi salah satu masalah besar di Indonesia yang mengakibatkan semakin berkurang jumlahnya di alam liar. Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, satwa yang dilindungi tidak boleh diperjualbelikan dan dipelihara tanpa ijin dari pihak yang berwenang. Trenggiling merupakan salah satu endemic yang paling sering diincar untuk dijualbelikan. Namun telah terjadi tindak pidana memperniagakan satwa langka dalam keadaan hidup serta bagian tubuhnya yang terdapat dalam putusan Nomor 71/Pid.B/LH/2018/PN.Plw. Tujuan dari penelitian ini. Rumsuan masalah yang dapat ditarik adalah apakah unsur-unsur tindak pidananya telah terpenuhi atau belum. Lalu bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan Nomor 71/Pid.B/LH/2018/PN.Plw. Tujuannya agar mengetahui apakah unsur-unsur tindak pidana telah terpenuhi atau belum serta mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara dalam putusan Nomor 71/Pid.B/LH/2018/PN.Plw. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang merupakan data sekunder atau disebut juga penelitian hukum kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbuatan terdakwa secara sah dan meyakinkan telah “memperniagakan dan mengangkut satwa yang dilindungi”. Sebagaimana terpenuhi dan terbuktinya semua unsur-unsur tindak pidana dalam Pasal 21 ayat (2) huruf a dan d UU RI No.5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya sedang yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan menerapkan teori absolut, karena hakim hanya menjatuhkan pidana penjara dan denda tanpa adanya hukuman lain yang bersifat preventif guna mencegah kejahatan terulang kembali.Protection of wildlife trade is one of the major problems in Indonesia, which has reduced the number in the wild. Based on RI Law No. 5 of 1990 concerning Conservation of Biological Natural Resources and their Ecosystems, protected animals may not be traded and maintained without permission from the authorities. Pangolin is one of the endemic most often targeted for sale and purchase. However, there has been a criminal offense in trading endangered species and their body parts contained in the decision Number 71 / Pid.B / LH / 2018 / PN.Plw. The purpose of this study. The formulation of the problem that can be drawn is whether the criminal elements have been met or not. Then how is the basis for the judge's judgment in ruling verdict Number 71 / Pid.B / LH / 2018 / PN.Plw. The aim is to find out whether the elements of a criminal offense have been fulfilled or not and also know the basis of the judge's judgment in deciding a case in the decision No. 71 / Pid.B / LH / 2018 / PN.Plw. The approach method used in this research is a normative juridical method which is carried out by examining library materials which are secondary data or also called library law research. The results showed that the defendant's actions legally and convincingly had "demonstrated and transported protected animals". As fulfilled and proven all elements of criminal acts in Article 21 paragraph (2) letters a and d of RI Law No.5 of 1990 concerning Conservation of Biological Natural Resources and their Ecosystems which are the basis for judges' judgment in dropping the decision to apply absolute theory, because the judge only sentenced him to imprisonment and fines without any other preventive punishment to prevent the crime from recurring.