Artikelilmiahs
Menampilkan 22.981-23.000 dari 51.902 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 22981 | 26237 | C1C015046 | Pengaruh Komitmen Pimpinan, Pemahaman Peraturan Pemerintah Tentang Pengelolaan Dana Desa dan Peran Aparatur Desa Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Studi Empiris pada Desa di Kabupaten Brebes) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komitmen pimpinan, pemahaman peraturan pemerintah tentang pengelolaan dana desa dan peran aparatur desa terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa pada desa-desa dari 12 kecamatan di Kabupaten Brebes. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner kepada responden yaitu kepala desa, sekretaris desa dan bendahara desa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 56 desa. Di dalam penentuan ressponden menggunakan metode Purposive Sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel komitmen pimpinan dan pemahaman peraturan pemerintah tentang pengelolaan dana desa tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Sedangkan peran aparatur desa berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. | Abstract This research aims to determine the effect of leadership commitment, understanding government regulations on village fund management and the role of village officials on the accountability of village fund management, the research was carried out in villages in 12 Sub-district in Brebes districts. Data were collected through questionnaires sent to respondents who served as village heads / village secretaries / treasurers. As for the sample used in this study amounted to 56 villages. Purposive Sampling Method used in determining the respondent. The analytical method used was multiple regression analysis. The results of this study show that the variable understanding of government regulations regarding the management of village funds and leadership commitment variable does not affect the accountability of village fund management. Meanwhile, the variable role of the village apparatus influence the accountability of village fund management. | |
| 22982 | 26241 | K1A015054 | FOTODEGRADASI ZAT WARNA REMAZOL YELLOW MENGGUNAKAN REAGEN FENTON-ZnO | Pertumbuhan industri di Indonesia semakin meningkat seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satunya industri tekstil. Industri tekstil ini menghasilkan limbah cair zat warna sebagai hasil samping dari aktivitas industri yang sering menimbulkan permasalahan bagi lingkungan. Zat warna sintetik dalam limbah cair yang dapat menimbulkan permasalahan bagi lingkungan adalah zat warna remazol yellow. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah cair zat warna tekstil adalah dengan metode AOPs (Advanced Oxidation Processes) dengan menggunakan reagen fenton yang merupakan campuran dari hidrogen peroksida dan ion ferro didasarkan pada pembentukan radikal hidroksil (•OH). Radikal hidroksil dapat dimaksimalkan pembentukannya dengan menambahkan sinar UV pada sistem H2O2/Fe2+ serta penambahan fotokatalis ZnO dan juga kondisi pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinar UV pada sistem fenton dapat meningkatkan degradasi remazol yellow. Degradasi remazol yellow menggunakan sistem fenton/UV dengan fotokatalis ZnO sebesar 91.81% dengan penambahan H2O2 40 ppm, FeSO4.7H2O 0.5 gram, ZnO 0.6 gram dan lama waktu penyinaran selama 6 jam. Kondisi pH optimum yang diperoleh untuk sistem fenton/UV/ZnO adalah pH 4. Laju kinetika reaksi menunjukkan orde satu. | Industrial growth in Indonesia is increasing along with the development of science and technology, for example is the textile industry. This textile industry produces dye wastewater as a byproduct of industrial activities that often cause problems for the environment. Synthetic dyes in liquid waste which can cause problems for the environment are remazol yellow dyes. A method that can be used to treat textile wastewater is AOPs (Advanced Oxidation Processes) using fenton reagents which are a mixture of hydrogen peroxide and ferro ions based on the formation of hydroxyl radicals (•OH). Hydroxyl radicals can be maximized by adding UV light to the H2O /Fe2+ system and adding ZnO photocatalysts and also pH conditions. The results showed that UV light on the fenton system could increase remazol yellow degradation. Remazol yellow degradation using the Fenton/UV system with ZnO photocatalyst was 91.81% with the addition of 40 ppm of H2O2, 0,5 gram of FeSO4.7H2O, 0.6 gram of ZnO and 6 hours of irradiation time. The optimum pH condition obtained for the fenton/UV/ZnO system is pH 4. The reaction kinetic rate is first order. | |
| 22983 | 26246 | K1B015047 | Penyelesaian Model Logistik dengan Waktu Tunda dan Pemanenan Proporsional Menggunakan Metode Asimtotik | Salah satu model pertumbuhan populasi adalah model logistik. Pada model logistik, laju pertumbuhan populasi hanya bergantung pada jumlah populasi saat itu. Hal tersebut tidak sesuai dengan realita, karena makhluk hidup memerlukan waktu pemulihan dalam penambahan jumlah populasi yang mengakibatkan terjadinya kesenjangan waktu atau dapat disebut juga sebagai waktu tunda. Pada penelitian ini, model logistik dikembangkan menjadi model logistik dengan waktu tunda dan dipengaruhi pemanenan proporsional. Model ini diselesaikan dengan menggunakan metode asimtotik. Penyelesaian asimtotik dilakukan hingga orde ke-2 berdasarkan masing-masing titik kesetimbangan. Model logistik dengan waktu tunda dan pemanenan proporsional memiliki dua titik kesetimbangan. Satu titik kesetimbangan bersifat tidak stabil, sedangkan sifat kestabilan titik kesetimbangan yang lainnya bergantung pada parameter waktu tunda yang nilainya dapat menyebabkan terjadinya bifurkasi. Waktu tunda yang semakin besar mengakibatkan terbentuknya osilasi atau kenaikan dan penurunan jumlah populasi yang besar pula. | One of population growth model is logistic model. In logistic model, the population growth rate depends only on the population at that time. This is not relevant to reality, because organism need recovery time in population which caused a time gap or can be called a time delay. In this research, the logistic model was developed into logistic model with time delay and influenced by proportional harvesting. This model was solved by using asymptotic methods. Asymptotic solution was done up to second order based on each equilibrium point. Logistic model with time delay and proportional harvesting has two equilibrium points. An equilibrium point is unstable, while the stability of the other equilibrium point depends on the time delay parameter which can caused a bifurcation. The greater time delay caused the greater oscillation or increase and decrease of population. | |
| 22984 | 26247 | L1B015031 | PROFIL DARAH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN PENAMBAHAN VITAMIN C PADA PAKAN | Penelitian ini berjudul Profil Darah Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dengan Penambahan Vitamin C Pada Pakan. Ikan Nila merupakan salah satu komoditas penting perikanan budidaya air tawar di Indonesia. Status kesehatan ikan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam kegiatan budidaya. Parameter yang dapat diamati untuk melihat status kesehatan ikan antara lain jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, kadar hematokrit dan kadar glukosa darah. Salah satu vitamin yang dapat ditambahkan dalam pakan untuk memelihara kesehatan ikan yaitu vitamin C. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan yang ditambahkan vitamin C terhadap profil darah ikan Nila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan (0 mg/kg pakan, 150 mg/kg pakan dan 300 mg/kg pakan) dan 6 ulangan menggunakan ulangan individu. Hasil penelitian menunjukan penambahan vitamin C dengan dosis yang berbeda pada pakan memberikan pengaruh yang relatif sama terhadap jumlah total eritrosit, kadar hemoglobin, kadar hematokrit dan kadar glukosa darah ikan Nila. Hasil kualitas air mendapatkan kisaran suhu 230C -290C; pH 6-7; dan DO 5-6 pada tiap perlakuan dan masih berada pada batas optimal pemeliharaan ikan Nila. Kata kunci : Ikan Nila, Vitamin C, profil darah | This research is entitled the Blood Profile of Tilapia (Oreochromis niloticus) with the Addition of Vitamin C to Feed. Tilapia is one of the important commodities of freshwater aquaculture in Indonesia. Fish health status is one of the important things that must be considered in aquaculture activities. Parameters that can be observed to see the health status of fish include the number of erythrocytes, hemoglobin levels, hematocrit levels and blood glucose levels. One of the vitamins that can be added to the feed to maintain fish health is vitamin C. The purpose of this study was to determine the effect of feeding which added vitamin C to the blood profile of tilapia. The method used in this study was Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments (0 mg/kg feed, 150 mg/kg feed and 300 mg/kg feed) and 6 replications using individual replications. The results showed that the addition of vitamin C with different doses on feed gave a relatively similar effect on the total number of erythrocytes, hemoglobin levels, hematocrit levels and blood glucose levels of tilapia. Water quality results get a temperature range of 230C -290C; pH 6-7; and DO 5-6 for each treatment and still at the optimal limit of tilapia maintenance. Keywords: Tilapia, Vitamin C, blood profile | |
| 22985 | 26248 | E1A012342 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP HAFTUNG DALAM PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN HAK TANGGUNGAN DALAM PUTUSAN NOMOR 3126K/Pdt/2016 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP HAFTUNG DALAM PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN HAK TANGGUNGAN DALAM PUTUSAN NOMOR 3126K/Pdt/2016 Oleh : YURINTA ADI PRATAMA E1A012342 Penelitian ini dilakukan terhadap perkara dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 3126K/Pdt/2016, yaitu mengenai gugatan pembatalan perjanjian kredit setelah pelaksanaan eksekusi objek hak tangungan. Tujuan penelitian adalah : Untuk menganalisis dasar gugatan debitur dalam perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan dalam Putusan Nomor 3126/Pdt/2016 menurut aturan hukum yang berlaku dan Untuk menganalisis tanggung jawab debitur (haftung) dalam perjanjain kredit dengan jamninan hak tanggungan dalam Putusan Nomor 3126K/Pdt/2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian diskriptif analitis dan metode analisis secara normatif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil bahwa: pertama, Dasar gugatan debitur dalam perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan dalam Putusan Nomor 3126K/Pdt/2016, tidak mempunyai landasan hukum dan sebaliknya bertentangan dengan kewajiban debitur selaku pemberi Hak Tanggungan. Dan kedua, Tanggung jawab debitur (haftung) dalam perjanjian kredit dengan jamninan hak tanggungan dalam Putusan Nomor 3126K/Pdt/2016, adalah menyediakan tanah objek hak tanggungan untuk dilakukan eksekusi/penjualan, dan tidak boleh menghalang-halangi pelaksanaan eksekusinya. Kata Kunci: Perjanjian Kredit, Hak Tanggungan, Parate Eksekusi. | ABSTRACT This research was conducted on the case and Decision of the Supreme Court Number 3126K / Pdt / 2016, namely regarding the claim of canceling the credit agreement after the execution of the object of tangungan rights. The research objectives are: To analyze the basis of the debtor's lawsuit in the credit agreement with guaranteed mortgage rights in Decision Number 3126 / Pdt / 2016 according to the applicable legal rules and To analyze the debtor's liability (haftung) in credit agreement with the guarantee of mortgage rights in Decision Number 3126K / Pdt / 2016. The research method used is a normative juridical method, with descriptive analytical research specifications and normative analysis methods. Based on the results of the analysis it was found that: first, the basis of the claim of the debtor in the loan agreement with guaranteed mortgage rights in Decree Number 3126K / Pdt / 2016, has no legal basis and is contrary to the debtor's obligations as the giver of Mortgage. And secondly, the debtor's responsibility (haftung) in the credit agreement with guaranteed mortgage rights in Decree Number 3126K / Pdt / 2016, is to provide the land object of the mortgage right for execution / sale, and must not obstruct the execution of its execution. Keywords: Credit Agreement, Mortgage Rights, Execution Parate. | |
| 22986 | 28573 | D1A016198 | PENGARUH LAMA PENYIMPANAN BERBEDA PADA SUHU DINGIN (4-8C) TERHADAP NILAI PH, VISKOSITAS DAN WARNA KEFIR SUSU-KOLOSTRUM SAPI | Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan berbeda pada suhu dingin (4-8C) terhadap nilai pH, viskositas dan warna kefir susu-kolostrum sapi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6-19 Januari 2020 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian kefir susu-kolostrum sapi dilakukan dengan menggunakan 3 liter susu sapi, 3 liter kolostrum sapi dan 300 gram biji kefir. Penelitian dilakukan dengan membuat kefir presentase 50% susu sapi, 50% kolostrum sapi dan 5% biji kefir dengan lama inkubasi 24 jam pada suhu ruang. Kefir yang telah diinkubasi selama 24 jam kemudian disaring untuk memisahkan biji kefir dan kefir, selanjutnya kefir dipisahkan menjadi 5 perlakuan yaitu P0 (hari ke 0), P1 (hari ke 3), P2 (hari ke 6), P3 (hari ke 9) dan P4 (hari ke 12). Sampel yang digunakan pada setiap perlakuan yaitu 300 ml dan disimpan ditoples yang berbeda pada refrigerator dengan suhu 4-8C. Semua perlakuan dilakukan pengukuran nilai pH, viskositas dan warna kefir. Metode yang dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dilakukan 4 kali ulangan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilakukan uji lanjut orthogonal polinomial. Hasil analisis menunjukan bahwa lama penyimpanan berbeda pada suhu dingin (4-8C) berpengaruh sangat nyata terhadap nilai pH kefir (P<0,01) dengan rataan nilai pH 5,44 dan persamaan garis Y=4,75+0,702X+(-0,11)X2+0,004X3, berpengaruh nyata terhadap viskositas kefir (P<0,05) dengan rataan 253,02 CP dan persamaan garis Y=175,53+59,33X+(-10,34)X2+0,52X3, dan tidak berpengaruh nyata terhadap warna kefir (lightness, redness, dan yellowness) (P>0,05). Hasil dari percobaan lama penyimpanan berbeda pada suhu dingin (4-8C) terhadap kefir didapatkan dengan pengukuran nilai pH dengan rataan P0 4,74±0,03, P1 6,05±0,41, P2 5,86±0,19, P3 5,49±0,08, dan P4 5,04±0,09. Rataan hasil pengukuran variabel lain yaitu viskositas dengan nilai P0 172,85±36,84 CP, P1 285,175±34,25 CP, P2 255,15±53,34 CP, P3 260,50±59,72 CP, dan P4 291,43±43,64 CP. Rataan hasil pengukuran variabel warna dibedakan menjadi 3 yaitu lightness dengan nilai rataan P0 69,78±5,25, P1 64,33±1,66, P2 67,43±4,01, P3 67,00±0,70, P4 65,98±2,07. Redness dengan rataan P0 -3,1±0,46, P1 -2,40±0,07, P2 -3,05±0,15, P3 -2,88±0,60, P4 -2,60±0,32 dan yellowness P0 13,23±2,61, P1 11,78±1,55, P2 11,95±1,63, P3 11,43±0,98, P4 10,85±1,48. Kesimpulan dari penelitian ini lama penyimpanan berbeda kefir susu-kolostrum sapi yang disimpan dalam suhu refrigerator (4-8C) dapat menyebabkan perubahan nilai pH dan viskositas, namun menghasilkan warna yang relatif sama. | This study was conducted to determine effect of different storage times on cold temperature (4-8C) on pH, viscosity and color of milk-colostrum kefir of cows. The study was conducted on January 6-19, 2020 at the Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The materials of study used 3 liter of cow's milk, 3 liter of cow’s colostrum and 300 gram of kefir grain. The study used mixing of kefir by 50% of cow's milk, 50% of cow's colostrum and 5% of kefir grain with 24-hour incubation time at room temperature. Kefir products that have been incubated for 24 hours were filtered to separate kefir and kefir grains, then kefir was separated into 5 treatments P0 (day 0), P1 (day 3), P2 (day 6), P2 (day 6), P3 (day 9) and P4 (day 12). Sample that was used in each treatment was 300 ml and was stored in different jars in a refrigerator at 4-8C. All treatment was measured for pH, viscosity and color of kefir. The method of study used an experimental method with Completely Randomized Design (CRD) which was carried out 4 replications. The data obtained were further analyzed by analysis of variance, then orthogonal polynomial for further test. The results of the analysis showed that the different storage times at cold temperatures (4-8C) had very significant effect (P<0,01) at the pH of kefir value with an average of 5,44 and the line equation of Y=4,75+0,702X+(-0,11)X2+0,004X3, then had significant effect (P<0,05) at the viscosity of kefir with an average of 253,02 CP and the line equation of Y=175,53+59,33X+(-10,34)X2+0,52X3, and had no significant effect (P>0,05) at colors of kefir (lightness, redness, and yellowness). The results obtained of the pH average value were P0 4,74±0,03, P1 6,05±0,41, P2 5,86±0,19, P3 5,49±0,08, and P4 5,04±0,09. The average results of viscosity were P0 172,85±36,84 CP, P1 285,175±34,25 CP, P2 255,15±53,34 CP, P3 260,50±59,72 CP, and P4 291,43±43,64 CP. Then the average of colors results were devided into 3 names (lightness, redness, and yellowness). Lightness had average value of P0 69,78±5,25, P1 64,33±1,66, P2 67,43±4,01, P3 67,00±0,70, P4 65,98±2,07. Redness had average value of P0 -3,1±0,46, P1 -2,40±0,07, P2 -3,05±0,15, P3 -2,88±0,60, P4 -2,60±0,32 and then yellowness had average value of P0 13,23±2,61, P1 11,78±1,55, P2 11,95±1,63, P3 11,43±0,98, P4 10,85±1,48. The conclusion from this study was the different storage times of milk-colostrum kefir of cows stored in refrigerator temperatures (4-8C) could cause changes in pH and viscosity values, but produce relatively similar in colors. | |
| 22987 | 28887 | I1C016016 | SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK METANOL DAN FRAKSI N-HEKSAN Calophyllum soulattri DAN AKTIVITAS SITOTOKSIK TERHADAP MCF-7 | Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa ekstrak metanol dan fraksi n-heksan kulit batang C. soulattri serta aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7. Identifikasi kandungan kimia dilakukan menggunakan uji tabung. Uji sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7 dilakukan dengan menggunakan metode MTT Assay dengan konsentrasi ekstrak metanol dan fraksi n-heksan adalah 1000; 500; 250; 125; 62,5; 31,25; 15,63 dan 7,81 µg/ml. selanjutnya dihitung nilai IC50. Pada uji tabung menunjukkan bahwa ekstrak metanol mengandung flavonoid, triterpenoid, fenol, saponin dan kuinon sedangkan pada fraksi nheksan mengandung triterpenoid dan fenol. Berdasarkan morfologi sel MCF-7 menunjukkan bahwa seiring dengan meningkatnya konsentrasi kerusakan sel akan semakin terlihat. Hasil uji MTT pada sel MCF-7 menghasilkan nilai IC50 dari ekstrak metanol dan fraksi n-heksan masing-masing sebesar 93,63 µg/ml dan 35,97 µg/ml. fraksi n-heksan memiliki aktivitas sitotoksik yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak metanol. | This research aims to determine the content of methanol extract and n-hexane fraction of C. soulattri stem bark and the cytotoxic activity of MCF-7 cells. Chemical content identification is done using test tube. Cytotoxic test on MCF-7 breast cancer cells was carried out using MTT Assay method with concentration of methanol extract and n-hexane fraction was 1000; 500; 250; 125; 62,5; 31,25; 15,63 dan 7,81 µg/ml. then IC50 value is calculated. The test tube showed that the methanol extract contained flavonoids, triterpenoids, phenols, saponins, and quinones while n-hexane fraction contained triterpenoids and phenols. Based on MCF-7 cell morphology shows that with increasing concentration, cell damage will be increasingly visible. MTT test result on MCF-7 cells produced IC50 values from methanol extract and n-hexane fraction respectively 93,63 µg/ml and 35,97 µg/ml. n-hexane fraction has better cytotoxic activity compared to methanol extract. | |
| 22988 | 26253 | I1D015025 | PERBEDAAN TINGKAT KEMAMPUAN MOTORIK DAN STATUS GIZI ANAK KELAS 1 SEKOLAH DASAR DI PERKOTAAN DAN PERDESAAN | Latar belakang : Fungsi motorik dan status gizi yang baik pada anak kelas 1 SD memiliki peranan penting agar anak mampu melakukan semua aktivitas fisik, baik yang tidak membutuhkan kemampuan khusus maupun yang membutuhkan kemampuan khusus. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah terdapat perbedaan fungsi motorik dan status gizi anak baru masuk sekolah di perkotaan dan pedesaan. Tujuan : Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan status gizi dan fungsi motorik pada siswa kelas 1 SD di perdesaan dan perkotaan. Metodologi : Penelitian komparatif menggunakan rancangan penelitian cross sectional dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Subjek penelitian berjumlah 57 siswa yang merupakan siswa kelas 1 di SDN 1 Sokanegara, Purwokerto Timur dan SDN 1 Kedungbanteng, Kedungbanteng. Variabel yang diteliti adalah status gizi dengan indikator IMT/U, dan fungsi motorik siswa yang diukur dengan Carpenter Motor Ability Test. Uji yang dipakai untuk mengetahui perbedaan faktor tersebut adalah uji Mann-Whitney U Test. Hasil Penelitian : Hasil menunjukkan ada perbedaan status gizi ( p < 0.05 ) pada siswa kelas 1 SD di perkotaan dan pedesaan, sedangkan variabel fungsi motorik tidak ditemukan perbedaan (p > 0.05) pada siswa kelas 1 SD di perkotaan dan perdesaan. Kesimpulan : Status gizi siswa kelas 1 SD di perkotaan berbeda dengan perdesaan, sedangkan fungsi motoriknya cenderung sama. | Motoric function and good nutritional status on early school student have an important role so that children are able to do all the physical activities, both those are require a special abilities or not. This experiment aims to determine whether there is a difference in motoric function ability and nutritional status in early school student urban and rural area. This comparative study was using cross sectional design and total sampling technique. This research subject was 57 students who are the first grade students in Sokanegara 1 Public Elementary School in East Purwokerto and Kedungbanteng 1 Public Elementary School in Kedungbanteng. The variable studied was Nutritional Status with BMI/Age indicator and students Motor Functional as measured by Carpenter Motor Ability Test. This study used Mann-Whitney U Test to determine the difference in nutritional status and motor function in urban and rural area. The result of this study there were a difference in nutritional status ( p < 0.05 ) in first grade students in urban area and rural area with the average nutritional status was 0.38 SD in urban area while motor functional variables were not found ( P > 0.05) between first grade students in urban and rural area. There were a difference in nutritional status between first grade students in urban and rural area, while the motoric function tend to be the same. | |
| 22989 | 26250 | A1A015013 | ANALISIS OPTIMALISASI AGROINDUSTRI TAHU DI KELURAHAN MERTASINGA KECAMATAN CILACAP UTARA KABUPATEN CILACAP | Tahu berasal dari penggumpalan protein kedelai dan menjadi salah satu makanan alternatif untuk pemenuhan gizi masyarakat. Kelurahan Mertasinga merupakan daerah penghasil tahu dengan jumlah produksi tahu terbesar di Kabupaten Cilacap. Agroindustri tahu pada Kelurahan Mertasinga sering dihadapkan pada permasalahan untuk meningkatkan keuntungan dengan keterbatasan sumber daya yang terdiri atas kendala bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, jam kerja tenaga kerja langsung, jam kerja mesin, dan target produksi. Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui kombinasi produksi tahu yang optimal untuk memperoleh keuntungan yang maksimal, 2) mengetahui kendala yang perlu diperhatikan dalam optimalisasi agroindustri tahu, 3) menganalisis perubahan keuntungan yang terjadi setelah dilakukan optimalisasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2019. Penentuan responden dilakukan dengan sensus dan pemilihan lokasi dilakukan secara Purposive. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan analisis yang digunakan yaitu analisis biaya dan keuntungan, analisis Linear Programming, analisis primal, analisis dual, dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Agroindustri tahu di Kelurahan Mertasinga memperoleh keuntungan maksimal dengan memproduksi tahu putih kecil 1.086 potong, tahu goreng kecil 4.117 potong, tahu putih besar 645 potong, dan tahu goreng besar 4.585 potong. (2) Beberapa kendala yang perlu diperhatikan dalam memaksimalkan keuntungan adalah sumber daya yang berlebih meliputi bahan baku air dan asam tahu, bahan penolong minyak goreng dan garam, bahan bakar kayu dan solar, jam tenaga kerja pembuatan dan penggorengan tahu, dan jam kerja mesin giling kedelai. Kedelai dan tenaga kerja perebusan tahu merupakan sumber daya pembatas, karena penggunaannya sudah optimal dalam proses produksi tahu. (3) Kombinasi produksi optimal tahu kecil memperoleh keuntungan Rp 277.410,9, nilai tersebut lebih besar Rp 52.444,66, dibandingkan rata-rata keuntungan aktual Rp 224.996,24. Kombinasi produksi optimal tahu besar memperoleh keuntungan sebesar Rp 765.897,1, nilai tersebut lebih besar Rp 139.738,7, dibandingkan rata-rata keuntungan aktual Rp 626.158,39. | Tofu comes from the clumping of soy protein and becomes one of the alternative foods for fulfilling people's nutrition. Mertasinga Village is a tofuproducing region with the largest amount of tofu production in Cilacap Regency. Tofu Agroindustry in Mertasinga Village is often faced with problems to increase profits with limited resources consisting of constraints of raw materials, auxiliary materials, fuel, working hours of direct labor, machine working hours, and production target. This study aims: 1) to know the optimal combination of tofu production to obtain maximum profits, 2) to find out the constraints that need to be considered in tofu agro-industry optimization, 3) to analyze changes in profits that occur after optimization. The study was conducted from January to March 2019. Determination of respondents was done by census and site selection was conducted purposively. The research method used is the survey method and analysis used, namely cost and profit analysis, Linear Programming analysis, primal analysis, dual analysis, and sensitivity analysis. The results showed that: (1) tofu agroindustry in Mertasinga Village obtained maximum profit by producing small white tofu of 1.086 pieces, small fried tofu of 4.117 pieces, large white tofu of 645 pieces, and large fried tofu of 4.585 pieces. (2) Some constraints that need to be considered in maximizing profits are excessive resources which include raw materials of water and tofu, cooking oil auxiliaries and salt, wood fuel and diesel fuel, hours of making laborers and tofu frying pans, and working hours of milling machines soy. Soybeans and boiling tofu workers are limiting resources, because their use is optimal in the tofu production process. (3) The combination of optimal production of small tofu has a profit of Rp. 277.410,9, this value is greater than Rp 52.444,66, compared to the average actual profit of Rp 224.996,24. The optimal combination of production knows large to get a profit of Rp. 765.897,1, this value is greater than Rp. 139.738,7, compared to the average actual profit of Rp. 626.158,39. | |
| 22990 | 26012 | F1F015054 | UPAYA INDONESIA MELESTARIKAN ELANG JAWA MELALUI RATIFIKASI CONVENTION ON INTERNATIONAL TRADE IN ENDANGERED SPECIES OF WILD FAUNA AND FLORA (CITES) TAHUN 2007-2017 | Penelitian yang berjudul “Upaya Indonesia Melestarikan Elang Jawa Melalui Ratifikasi Convention On International Trade In Endangered Species Of Wild Fauna And Flora (CITES) Tahun 2007-2017” ini dianalisis berdasarkan teori efektivitas rezim internasional. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis upaya Indonesia meratifikasi CITES terhadap pelestarian elang jawa di Indonesia tahun 2007-2017. Berdasarkan data-data yang diperoleh, terdapat peningkatan kebijakan Indonesia dalam upaya pelestarian satwa dan tumbuhan di negaranya, khususnya elang jawa melalui ratifikasi CITES. Peningkatan aturan dan kebijakan terkait perlindungan satwa dan tumbuhan, seperti menerbitkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya. | The study entitled "Indonesia's Efforts to Preserve Javanese Eagle through Ratification of Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) for 2007-2017" was analyzed based on the theory of the effectiveness of the international regime. The focus of this study is to analyze Indonesia's efforts to ratify CITES on the preservation of Javanese eagles in Indonesia in 2007-2017. Based on the data obtained, there is an increase in Indonesian policy in the efforts to preserve animals and plants in their country, especially the Javan eagle through CITES ratification. Increased rules and policies related to the protection of animals and plants, such as issuing Law No. 5 of 1990 concerning Conservation of Biodiversity and its Ecosystem. | |
| 22991 | 25817 | I1A015075 | HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KEBISINGAN DAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG TELINGA DENGAN KELUHAN TINNITUS PADA PEKERJA DI CV. DAYA CIPTA PURWOKERTO | Latar Belakang : Kebisingan di tempat kerja dapat memberikan dampak kepada pekerja, seperti keluhan tinnitus. Tinnitus adalah telinga berdenging yang banyak dikeluhkan oleh pekerja yang terpapar bising. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas kebisingan dan penggunaan alat pelindung telinga dengan keluhan tinnitus pada pekerja di CV. Daya Cipta Purwokerto. Metode : Desain penelitian ini adalah observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 37 orang diambil dengan teknik total sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji korelasi Rank Spearman, dan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik. Hasil : Hasil analisis bivariat yang berhubungan adalah intensitas kebisingan (p = 0,000) dan penggunaan alat pelindung telinga (p = 0,001). Hasil multivariat intensitas kebisingan merupakan variabel yang paling berhubungan dengan keluhan tinnitus dan memiliki nilai OR sebesar 108,866. Simpulan : Ada hubungan antara intensitas kebisingan dan penggunaan alat pelindung telinga dengan keluhan tinnitus. Saran : Melakukan pengukuran kebisingan secara rutin, memberikan peredam suara pada mesin, membiasakan diri menggunakan APT. | Background : Noise at work can man an impact such as Tinnitus complaint. Tinnitus can be defined as ringing ears. Workers who are exposed to noise are likely to complain about tinnitus. The aim of research is to know the correlation between noise intensity and use of ear protectors with tinnitus complaint on CV. Daya Cipta Purwokerto Workers. Method : The design of research is observational analitic quantitative with cross sectional design. The sample is 37 and take with total sampling technique. Data analysis that used on research are univariate analysis, bivariate with Rank Spearman Correlation test, and multivariate with Logistic Regression test. Result : The result of bivariate analysis are noise intensity (p = 0,000) and use of ear protectors (p = 0,001). The result of multivariate is Noise Intensity is the most associated with tinnitus complaints and has an OR value of 108,866. Conclusion : There is correlation between noise intensity and use of ear protectors with tinnitus complaint. Suggestion : Do noise measurements regularly, provide sound absorbers on the engine, get used to using ear protectors. | |
| 22992 | 26255 | D1A015238 | TOTAL ASAM TERTITRASI DAN NILAI pH YOGURT RENDAH LEMAK YANG DITAMBAHKAN SUSU SKIM BUBUK, KARAGINAN DAN WHEY PROTEIN CONCENTRATE | Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan susu skim bubuk, karaginan dan WPC terhadap nilai pH dan total asam tertitrasi yogurt rendah lemak. Materi penelitian terdiri atas susu rendah lemak, susu skim bubuk, karaginan, whey protein concentrate, starter yogurt, indikator PP, NaOH 0,1 N, aquades, susu skim rekonstitusi. Metode penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan terdiri atas T0: yogurt tanpa bahan pengental, T1: yogurt dengan penambahan susu skim bubuk 10%, T2: yogurt dengan penambahan karaginan 2% dan T3: yogurt dengan penambahan whey protein concentrate 10%. Data dianalis dengan analisis variansi, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil menunjukkan bahwa dengan penambahan bahan pengental berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap nilai pH yogurt. Penambahan WPC menghasilkan yogurt dengan pH tertinggi 4,51 namun tekstur tidak kental sedangkan penambahan susu skim bubuk menghasilkan yogurt dengan pH 4,26 dan tekstur yang kental. Bahan pengental berupa susu skim bubuk dan WPC menghasilkan yogurt dengan total asam tertitrasi yang relatif sama yaitu 0,69%. Dapat disimpulkan bahwa penambahan susu skim bubuk dan whey protein concentrate mampu meningkatkan nilai pH dan total asam tertitrasi yogurt sedangkan karaginan menurunkan nilai pH dan nilai total asam tertitrasi yogurt. | The purpose of this research was to determine the effects of the addition of powdered skim milk, carrageenan and WPC on pH values and titratable acidity of low-fat yogurt. Research material consisted of low-fat UHT milk, skimmed milk powder, carrageenan, whey protein concentrate, yogurt starter, PP indicator, 0.1N NaOH, aquades, and reconstituted skim milk. This experimental research used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 6 replications. Treatments composed of T0: yogurt without added thickener, T1: yogurt added with 10% powdered skim milk, T2: yogurt added with 2% carrageenan, and T3: yogurt added with whey protein concentrate 10%. Data were analyzed using analysis of variance, continued by Honestly Significant Difference Test (HSD). The results showed that pH value of low-fat yogurt was significantly (P<0.01) affected by the addition of thickeners. WPC produced yogurt with highest value of 4.51. The addition of powdered skim milk and WPC resulted in a relatively similar titratable acidity, which was 0.69. In conclusion, the addition of skimmed milk and whey protein concentrate increase the pH value and titratable acidity, whereas the addition of carrageenan decreases the pH value and the titratable acidity of low fat yogurt. | |
| 22993 | 26259 | F1I014004 | IMPLIKASI PRAKTIK INVESTASI E-COMMERCE PERUSAHAAN ALIBABA DI INDONESIA TAHUN 2016-2018 | ABSTRAK Kemajuan teknologi membuat sebagian pengusaha mulai tertarik untuk memanfaatkan teknologi dalam menjual produk usahanya ke masyarakat dengan menggunakan konsep e-commerce. Perkembangan yang terjadi tidak terlepas dari peran negara dalam memberikan kemudahan dalam berinvestasi untuk para pelaku usaha. Banyak Startup baru atau lama yang semakin berkembang di dunia termasuk Indonesia dan memberikan dampak bagi negara penerima investasi maupun pemberi investasi. Penelitian ini akan menelaah secara lebih mendalam tentang bagaimana implikasi yang terjadi dengan adanya investasi e-commerce di Indonesia. Fokus penelitian dengan judul “Implikasi Praktik Investasi E-commerce Perusahaan Alibaba Di Indonesia Tahun 2016-2018” adalah bagaimana dampak dari adanya investasi e-commerce perusahaan Alibaba di Indonesia dari segi ekonomi dan pengambilan kebijakan. Kata Kunci : Investasi, E-commerce, Implikasi, Alibaba, Indonesia | ABSTRACT Technological advances have made some entrepreneurs become interested in utilizing technology in selling their business products to the public by using the concept of e-commerce. Developments that occur are inseparable from the role of the state in providing convenience in investing for business actors. Many new or old startups are growing in the world, including Indonesia and have an impact on recipient countries and investment providers. This research will explore in more depth how the implications that occur with e-commerce investment in Indonesia. The focus of the study with the title "Implications of Alibaba's E-commerce Company Investment Practices in Indonesia in 2016-2018" is how the impact of Alibaba's e-commerce investment in Indonesia in terms of economy and policy making. Keywords: Investment, E-commerce, Implications, Alibaba, Indonesia. | |
| 22994 | 26262 | E1A115030 | Tindak Pidana Memperniagakan Satwa Yang Dilindungi Dalam Keadaan Hidup Beserta Bagian Tubuhnya (Tinjauan Yuridis Putusan No.71/Pid.B/Lh/2018/Pn.Plw) | Perdagangan satwa lindung menjadi salah satu masalah besar di Indonesia yang mengakibatkan semakin berkurang jumlahnya di alam liar. Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, satwa yang dilindungi tidak boleh diperjualbelikan dan dipelihara tanpa ijin dari pihak yang berwenang. Trenggiling merupakan salah satu endemic yang paling sering diincar untuk dijualbelikan. Namun telah terjadi tindak pidana memperniagakan satwa langka dalam keadaan hidup serta bagian tubuhnya yang terdapat dalam putusan Nomor 71/Pid.B/LH/2018/PN.Plw. Tujuan dari penelitian ini. Rumsuan masalah yang dapat ditarik adalah apakah unsur-unsur tindak pidananya telah terpenuhi atau belum. Lalu bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan Nomor 71/Pid.B/LH/2018/PN.Plw. Tujuannya agar mengetahui apakah unsur-unsur tindak pidana telah terpenuhi atau belum serta mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara dalam putusan Nomor 71/Pid.B/LH/2018/PN.Plw. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang merupakan data sekunder atau disebut juga penelitian hukum kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbuatan terdakwa secara sah dan meyakinkan telah “memperniagakan dan mengangkut satwa yang dilindungi”. Sebagaimana terpenuhi dan terbuktinya semua unsur-unsur tindak pidana dalam Pasal 21 ayat (2) huruf a dan d UU RI No.5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya sedang yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan menerapkan teori absolut, karena hakim hanya menjatuhkan pidana penjara dan denda tanpa adanya hukuman lain yang bersifat preventif guna mencegah kejahatan terulang kembali. | Protection of wildlife trade is one of the major problems in Indonesia, which has reduced the number in the wild. Based on RI Law No. 5 of 1990 concerning Conservation of Biological Natural Resources and their Ecosystems, protected animals may not be traded and maintained without permission from the authorities. Pangolin is one of the endemic most often targeted for sale and purchase. However, there has been a criminal offense in trading endangered species and their body parts contained in the decision Number 71 / Pid.B / LH / 2018 / PN.Plw. The purpose of this study. The formulation of the problem that can be drawn is whether the criminal elements have been met or not. Then how is the basis for the judge's judgment in ruling verdict Number 71 / Pid.B / LH / 2018 / PN.Plw. The aim is to find out whether the elements of a criminal offense have been fulfilled or not and also know the basis of the judge's judgment in deciding a case in the decision No. 71 / Pid.B / LH / 2018 / PN.Plw. The approach method used in this research is a normative juridical method which is carried out by examining library materials which are secondary data or also called library law research. The results showed that the defendant's actions legally and convincingly had "demonstrated and transported protected animals". As fulfilled and proven all elements of criminal acts in Article 21 paragraph (2) letters a and d of RI Law No.5 of 1990 concerning Conservation of Biological Natural Resources and their Ecosystems which are the basis for judges' judgment in dropping the decision to apply absolute theory, because the judge only sentenced him to imprisonment and fines without any other preventive punishment to prevent the crime from recurring. | |
| 22995 | 26263 | K1A015066 | Ekstraksi dan Karakterisasi Enzim Urease dai Biji Alpukat (Persea americana Mill) | Enzim urease merupakan enzim yang berperan dalam mengkatalisis reaksi hidrolisis urea menjadi amonia dan karbondioksida. Urease telah banyak diaplikasikan pada bidang industri dan kesehatan. Urease pada penelitian ini diekstraksi dari biji alpukat. Tujuan penelitian ini adalah melakukan ekstraksi enzim urease dari biji alpukat dan menentukan karakteristiknya. Karakterisasi ekstrak kasar urease meliputi penentuan pengaruh pH, suhu, konsentrasi substrat, waktu inkubasi, EDTA dan logam, serta pengaruh lama penyimpanan terhadap aktivitas enzim. Uji aktivitas enzim urease dilakukan menggunakan metode Nessler. Hasil karakterisasi enzim menunjukkan bahwa ekstrak kasar enzim urease memiliki aktivitas optimum pada bufer fosfat pH 7, suhu 35 °C, konsentrasi substrat 1500 ppm, dan waktu inkubasi selama 15 menit dengan aktivitas sebesar 97,83 unit/mL. Penambahan EDTA, ion logam berat Cu2+, Ba2+, dan Na+ pada konsentrasi 10-3 sampai 10-8 M menyebabkan penurunan aktivitas ekstrak kasar enzim urease. Semakin tinggi konsentrasi EDTA dan ion logam, semakin rendah aktivitas ekstrak kasar urease. Penyimpanan enzim dari hari ke 0 hingga hari ke 10 pada suhu ruang dan suhu 0,5 °C menyebabkan penurunan aktivitas enzim. | The urease enzyme is one of the metalloenzymes that play a role in catalyzing the hydrolysis reaction of urea to ammonia and carbon dioxide. The urease enzyme in this study was extracted from avocado seeds. The purpose of this study is to extract urease enzymes from avocado seeds and determine their characteristics. Characterization of urease crude extract includes determination of optimum pH, optimum temperature, optimum substrate concentration, incubation time, effect of EDTA and metals ion in enzymes, and effect of enzyme storage time. The activity test and enzyme characterization were carried out using the Nessler method. The avocado seed crude extract showed urease activity of 97, 825 units / mL. The results of enzyme characterization showed that the crude extract of the urease enzyme had optimum activity in phosphate bufer pH 7, temperatur 35 ° C, substrate concentration 1500 ppm, and incubation time for 15 minutes. The addition of EDTA, Cu2+, Ba2+, and Na+ metal ions at concentrations of 10-8 to 10-3 M caused a decrease in the crude extract activity of the urease enzyme. The higher the concentration of EDTA and metal ions, the lower the crude urease extract activity. Storage of enzymes from day 0 to day 10 at room and 0,5 °C causes a decrease in enzymes activity. | |
| 22996 | 26254 | D1B017002 | PENDUGAAN BOBOT BADAN SAPI BALI BERDASARKAN MODIFIKASI RUMUS DENMARK | Pendugaan Bobot Badan Sapi Bali berdasarkan Modifikasi Rumus Denmark. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 1 sampai dengan 7 Juli 2019 bertempat di Dawuhan Multi Farm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot badan sapi Bali dengan alat timbang, mempelajari perbedaan pendugaan bobot badan sapi Bali berdasarkan rumus Denmark dengan bobot badan sapi Bali dengan alat timbang, mengevaluasi modifikasi rumus Denmark untuk menduga bobot badan sapi Bali. Materi yang digunakan adalah sapi Bali jantan umur 2 tahun sebanyak 22 ekor, timbangan digital, pita ukur dan tali rafia. Penelitian menggunakan uji regresi. Modifikasi rumus Denmark diubah pada bagian pembilang dengan cara coba-coba (trial and error) untuk mendapatkan nilai R tertinggi yang mendekati angka 1. Pendekatan trial and error untuk pendugaan bobot badan sapi Bali menggunakan rumus Denmark dibandingkan dengan bobot hasil timbangan terdapat selisih sebesar 26%. Modifikasi rumus Denmark yaitu dengan cara merubah pembilang 18 menjadi -2 menghasilkan selisih antara bobot rumus dengan bobot hasil timbangan sebesar 0,09%. Hasil rata-rata bobot badan dengan modifikasi rumus Denmark menggunakan pembilang -2 paling mendekati dengan rata-rata bobot badan menggunakan alat timbang dengan nilai R 0,922. | Estimating the Weight of the Bali Cattle based on Modification on Denmark Formula. Research was conducted from June 1 to July 7th, 2019 held at Dawuhan Multi Farm. Research was aimed at determining weight of Bali cattle using cattle scales, studying the differences of body weight based on a formula of Denmark and using cattle scales and evaluating modified Denmark formula to estimate the weight of Bali cattle. The material used was 22 male Bali cattles, digital scales, metline measuring tape and raffia ropes. The research used a regression test. The modification of the Denmark formula was changed in the numerator using the trial and error method to get the highest R value approaching to 1. The trial and error approach used to estimate the body weight of Bali cattle using the Denmark formula versus weight scales represents a difference of 26%. The modification of the Denmark formula by modifying the numerator 18 with -2, results in a difference of 0.09% between the weight of the formula and the weight of the scales. The results of average body weight with the change in the Denmark formula using the numerator -2 was the closest to the mean body weight using a weighing scale with an R value of 0,922. | |
| 22997 | 26392 | H1A015064 | PERANCANGAN DOCKER PADA INFRASTRUKTUR DEVOPS UNTUK PROSES DEPLOYMENT APLIKASI BERBASIS WEB | Secara umum terdapat 2 metode deployment aplikasi web ke server, menginstal aplikasi web langsung ke server tunggal dan memanfaatkan teknologi virtualisasi tradisional (berbasis hypervisor). Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Dependensi dan penggunaan resource adalah masalah utama dari 2 metode tersebut. Virtualisasi berbasis container adalah salah satu jenis metode virtualisasi untuk menciptakan sistem yang terisolasi pada level sistem operasi/OS yang dijalankan pada satu kernel. Berbeda dengan Virtual Machine, container tidak memiliki hypervisor dan saling berbagi kernel host OS, sehingga lebih ringan untuk dijalankan. Docker adalah salah satu teknologi virtualisasi berbasis container yang banyak digunakan saat ini sebagai salah satu tools yang mendukung metode DevOps. DevOps adalah sebuah metode baru pada pengembangan aplikasi yang menekankan pada praktik berkelanjutan (continuous integration, delivery, deployment). Konsep DevOps berkaitan dengan application development, operations dan services, di mana kolaborasi antara pengembang aplikasi dan operator sangat ditekankan. Docker adalah salah satu tools yang dimanfaatkan untuk proses deployment aplikasi pada arsitektur DevOps. Tujuan penggunaan Docker pada arsitektur DevOps adalah menciptakan teknologi komputasi yang ringan, untuk membantu pengembang dalam menempatkan aplikasi dan environment ke dalam resource/kontainer yang berbeda, sehingga kontainer/resource yang dibuat dan dijalankan di bagian pengembang (Dev), terlihat sama dengan bagian operator (Ops), dan dapat dijalankan di atas beberapa sistem operasi yang berbeda. | Generally, there are two methods to deploy a web-based application to the server, first install directly on the single server, second utilize the traditional virtualization technology (hypervisor-based). Each of these methods has an advantage and disadvantage. Dependencies and resource utilization it the main issue. Container-based virtualization is one of the virtualization methods to build an isolated system on the operating system level which running on the single kernel. Differ with the virtual machine, the container has no hypervisor and sharing host OS kernel instead, hence the system is more lightweight for running. Docker is one of the most popular container-based virtualization technology as a tool that supports DevOps term. DevOps defined as a new software development methodology that emphasizes the continuous practices (continuous integration, delivery, deployment). The DevOps concept relates to the application development, operation, and services, where the collaboration between apps developer and IT operation are really intended. Docker is a tool that supports DevOps architecture for deploying the application. The main goal of docker utilization on the DevOps architecture is to build a lightweight computing technology so the developers will be able to put the application and its environment into a different resource/container, so that the container which runs on the Dev stage will be equal on the Ops stage, and be able to run across multi-operating system simultaneously. | |
| 22998 | 28772 | E1A014251 | KEKUATAN PEMBUKTIAN VISUM ET REPERTUM DALAM PEMBUKTIAN KASUS ASUSILA TERHADAP ANAK (Studi di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kebumen) | Pencabulan adalah segala perbuatan yang melanggar susila atau perbuatan keji yang berhubungan dengan nafsu kelaminnya. Salah satu kasus perbuatan cabul terhadap anak terjadi di Kabupaten Kebumen. Tindak pidana pencabulan dialami korban LL (10 tahun), yang dilakukan oleh Terdakwa DAW bin S (15 tahun). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa Visum et Repertum termasuk dalam alat bukti surat yang memiliki tujuan untuk menunjukkan bukti kebenaran yang terjadi kepada hakim. Kekuatan hukum Visum et Repertum adalah kuat atau sempurna dalam kasus pencabulan. Meskipun demikian, Visum et Repertum harus disertai dengan alat bukti lain dan harus berkaitan dengan keterangan saksi. Dalam kasus yang diteliti terdapat kesesuaian antara keterangan saksi-saksi, keterangan anak pelaku DAW dengan hasil Visum et Repertum, maka menurut Hakim telah terbukti adanya percabulan antara anak DAW dengan saksi korban LL bin P. Kendala yang dihadapi terutama pada saat penyidikan, yaitu kendala internal kepolisian, terkait dengan kurangnya personil dalam Unit PPA yang menangani masalah tindak pidana pencabulan dan banyaknya kasus yang masuk sehingga penyidik sendiri sering kerepotan menangani. Sedangkan kendala eksternalnya biasanya terjadi karena belum siapnya korban untuk divisum dan diintrogasi, mengingat korban masih mengalami trauma yang mendalam akibat pencabulan yang dialaminya. Namun tidak demikian halnya dengan kasus yang diteliti, karena Jemasih selaku orang tua korban tidak terima atas perbuatan pelaku, maka yang bersangkutan langsung melaporkan kejadian pencabulan tersebut ke Polres Kebumen dan melakukan Visum et Repertum. Kata kunci: kekuatan pembuktian, asusila, anak | ABSTRACT THE POWER OF VISUM ET REPERTUM IN THE EVIDENCE OF CHILDREN’S IMMORAL CASE (Studied at Kebumen District Court) By: FRISKA SANTIKA DEWI E1A014251 Rape is all of debauch or vile actions related to sexual desire. One case of children’s rape happened in Kebumen. This sexual abuse experienced by the victim LL (10 y.o), committed by Defendant DAW bin S (15 y.o). Based on the results of research and discussion, it can be concluded that Visum et Repertum is included in the documentary evidence which has purpose of showing evidence of truth that occurred to the judge. The legal power of the Visum et Repertum is very absolute or perfect in the rape cases. Nevertheless, Visum et Repertum should be accompanied by other evidences and it should be related to the witness’ statements. In this case study, there was a suitability between the statements of witnesses, the perpetrators statements (DAW), and the results of the Visum et Repertum. According to the Judge, it was proven that the rape committed by the perpetrators (DAW) toward the witnesses of victims (LL). The internal obstacles faced during the investigation was coming from the police, which is lacked of personnel in the PPA Unit who handle the crime of sexual abuse, and the number of cases that happened make the investigators is having the trouble handling. While the external obstacles usually occurred because the victim is not ready yet to be visited and interrogated, given the victim is still having a deep trauma due to the abuse she experienced. However, is this case, Jemasih as the victim's parents did not accept the perpetrator’s action, they immediately concerned to report the incident of the sexual abuse to the Kebumen Police Station and conducted a Visum et Repertum. Keywords: evidence power, immoral, children | |
| 22999 | 29010 | C1B016007 | PENGARUH PROFITABILITAS, DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN, DAN LEVERAGE TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN | Kebijakan dividen berperan penting dalam peningkatan kualitas perusahaan, sehingga semakin besar pembagian laba yang dibagikan perusahaan akan menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki prospek yang bagus untuk kedepannya.Penelitian ini berjudul “Pengaruh Profitabilitas, Dewan Komisaris Independen, dan Leverageterhadap Kebijakan Dividen (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2014 –2018)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, dewan komisaris independen, dan leverage terhadap kebijakan dividen. Untuk analisis data menggunakan uji asumsi klasik, uji deskriptif, uji regresi data panel, uji determinasi, dan uji t. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposivesampling.Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen, Dewan Komisaris Independen berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kebijakan Dividen, dan Leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014 –2018.Implikasi dari penelitian ini adalah dari ketiga variabel yang telah diuji hanya variabel dewan komisaris independen yang tidak mempunyai hubungan dengan kebijakan dividensehingga investor bisa melihat variabel lain seperti variabel profitabilitas dan leverageyang bisa menjadi indikator untuk menilai perusahaan sebelum melakukan investasi. | Dividend policy plays an important role in improving the quality of the company, where the greater the distribution of profits distributed by the company will show that the company has good prospects for the future.This research entitled “The Effect of Profitability, Independent Board Of Commissioners, and Leverage on Dividend Policy (Empirical Study of Manufacturing Companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2014 -2018)”. The purpose of this study is to determine the effect of profitability, independent board of commissioners, and leverage on dividend policy.Data analysis used in this research are classic assumption test, descriptive test, panel data regression test, coefficient of determination test, and t test. The sampling technique used is purposive sampling.From the results of this study note that Profitability has a positive and significant effect on Dividend Policy, the Independent Board of Commissioners has a negative and not significant effect on Dividend Policy, and Leverage has a negative and significant effect on Dividend Policy on manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2014 –2018.The implication of this research is that of the three variables that have been tested, only independent commissioner variables that have no relationship with dividend policy so that investors can see other variables such as profitability and leverage variables which can be indicators to assess the company before investing. | |
| 23000 | 26269 | E1A113105 | TEKNIK PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN PADA SUPORTER BOLA JAK MANIA HARINGGA SIRLA (Studi di Polrestabes Bandung) | ABSTRAK TEKNIK PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN PADA SUPORTER BOLA JAK MANIA HARINGGA SIRLA (Studi di Polrestabes Bandung) Oleh: INTAN BUDI UTAMI E1A113105 Maraknya tindakan penganiayaan yang kita lihat dari berbagai sumber menjadi pertanda bahwa hal tersebut tidak lepas dari perilaku masyarakat yang kurang terkontrol baik itu yang dikarenakan rendahnya tingkat pendidikan dan pengaruh lingkungan pergaulan yang kurang baik. Perselisihan baik secara personal ataupun kelompok dapat menjadi suatu faktor yang dapat mengundang terjadinya tindak kekerasan yang berujung pada penganiayaan.Penelitian ini bertujuan mengetahui teknik penyidik Polrestabes Bandung dalam mengungkap tindak pidana penganiayaan pada suporter bola Jak Mania Haringga Sirla dan kendala penyidik dalam penegakan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya laporan dari masyarakat terkait adanya tindak pidana penganiayaan yang terjadi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan diperoleh barang bukti berupa pakaian korban, bercak darah, kayu, puce line, besi, batu serta kursi. Dalam pemeriksaan terhadap saksi, diperoleh alat bukti surat yaitu Visum Et Reperetum yang dilakukan oleh seorang ahli dalam bidangnya yaitu dokter forensik dengan menganalisis kecocokan bercak darah pada pakaian korban dan hasilnya benar adanya. Dalam penegakan hukum, penyidik terkendala oleh faktor hukumnya, faktor masyarakat dan faktor budaya. | ABSTRACT PERSECUTION CRIMINAL ACTS DISCLOSURE TECHNIQUES TOWARDS JAK MANIA SUPPORTERS HARINGGA SIRLA (Study at Bandung Polrestabes) By: INTAN BUDI UTAMI E1A113105 The rampants acts of persecution from various sources are a sign that its inseparable from the behavior of people who are less controlled, both because of the low level of education and the influence of a bad social environment. Personal or group disputes could be a factor that lead to violence that results in persecution. This research aims to know the techniques of Bandung Polrestabes investigators in uncovering criminal acts of presecution on Jak Mania Supporters Haringga Sirla and investigators’ obstacles in law enforcement. The Sociological Juridical with Descriptive Research Specifications was used in this research. The data used in this research were primary and secondary data. The primary data were obtained through interviews with informants, while secondary data were obtained from literature study. The data processed and analyzed by qualitative methods and presented in the form of a systematic description. The results showed that there were report from the public related to the criminal acts of persecution occured at Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). The investigators went to the crime scene and analyzed reports from the public and obtained evidence at the crime scene. Victim’s clothes, blood spots, wood, puce line, iron, stone and chairs were obtained as the evidences at the crime scene. The investigator conducted an examination of the witness to obtain the statement. The examination results obtained from the victim were in the form of a letter of evidence (Visum Et Reperetum) conducted by an expert (a forensic doctor) by analyzing the suitability of blood spots on the victim's clothes and the results were correct. In law enforcement, investigators were constrained by legal factors, community factors and cultural factors. |