Artikelilmiahs
Menampilkan 23.041-23.060 dari 51.896 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 23041 | 26298 | E1A014239 | Penerapan Pasal 15 Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam Putusan KPPU Nomor: 22/KPPU- L/2016 Kasus AQUA vs Le Minerale | Penelitian dengan judul Penerapan Pasal 15 Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam Putusan KPPU Nomor: 22/KPPU- L/2016 Kasus AQUA vs Le Minerale bertujuan untuk mengetahui bagaimana Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha melakukan penerapan Pasal 15 Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang memutus PT Tirta Investama dan PT Balina Agung Perkasa telah terbukti melakukan perjanjian tertutup. Metode Pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data bersumber dari data sekunder yaitu bahan hukum primer dan sekunder. Data tersebut dianalisis berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbuatan Terlapor I dalam hal ini PT Tirta Investama sebagai produsen air minum dalam kemasan merek Aqua,dan PT Balina Agung Perkasa sebagai distributor dari air minum dalam kemasan merek Aqua telah memenuhi unsur-unsur pada Pasal 15 Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dan unsur unsur perjanjian tertutup pada Peraturan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pasal 15 (Perjanjian Tertutup) Undang Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat | The study entitled Application of Article 15 of Law Number 5 Year 1999 Concerning Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Businesses Competition in KPPU Decision’s Number: 22/ KPPU -L/ 2016 AQUA vs Le Minerale to find out how did the Business Competition Supervisory Commission Council implement Article 15 of Law Number 5 Year 1999 concerning Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Businesses Competition which decided that PT Tirta Investama and PT Balina Agung Perkasa had been proven to carry out closed agreement. It uses normative juridical approach method. The Data is taken from primary and secondary legal materials. The data is analyzed based on legal norms relating to the object of researches. The results of the research show that the reported PT Tirta Investama as a mineral water producer known as Aqua and PT Balina Agung Perkasa as a distributor of Aqua fulfill the elements on Article 15 Law Number 5 Year 1999 about The Prohibittion of Monopolistic Practices and Unfair Businesses Competition and the elements of closed agreements on KPPU Regulation Number 5 Year 2011 about the guidance Article 15 (Closed Agreements) Law Number 5 Year 1999 About Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Businesses Competition. | |
| 23042 | 26300 | F1F015012 | ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN GASTRODIPLOMASI INDONESIA DI ERA KEPEMIMPINAN JOKO WIDODO | Penelitian yang berjudul “Analisis Strategi Pengembangan Gastrodiplomasi Indonesia di Era Kepemimpinan Joko Widodo” berdasarkan teori Gastrodiplomasi dan menggunakan tiga determinan Komunikasi Strategis. Fokus penelitian ini adalah menganalisis keberhasilan upaya gastrodiplomasi yang dilakukan Indonesia di era kepemimpinan Joko Widodo dari tahun 2014-2019 yang menunjukan perbedaan strategi yang lebih baik dan efektif dibandingkan upaya gastrodiplomasi di era-era sebelumnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perubahan dan peningkatan keberhasilan dalam gastrodiplomasi bagi Indonesia. | The research entitled “The Analysis of Indonesian Gastrodiplomation Development Strategy in the Era of Joko Widodo’s Leadership” is based on gastrodiplomation theory and uses three Strategic Communication determinants. The focus of this research is to analyze the success of the gastrodiplomation efforts undertaken by Indonesia in the Joko Widodo leadership era from 2014-2019 which showed a better and more effective strategy difference than the gastrodiplomation efforts in previous eras. The conclusion of this research, Indonesia succeeded in changes and increased success in gastrodiplomation for Indonesia. | |
| 23043 | 26301 | G1A014021 | PERBEDAAN TINGKAT DEPRESI BERDASARKAN USIA, STATUS PERKAWINAN, EKONOMI DAN KEPRIBADIAN PADA PASIEN REHABILITASI NAPZA DI RSUD BANYUMAS | Latar Belakang: Depresi merupakan gangguan jiwa yang ditandai dengan perasaan sedih yang berlebihan, tidak bersemangat, murung, perasaan tidak berharga, putus harapan, tidak berminat pada kehidupan sehari-hari dan ada keinginan untuk melakukan bunuh diri. Depresi dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain faktor biologis, faktor psikososial dan faktor demografi. World Health Organization tahun 2010 mengatakan bahwa terdapat sekitar 1,7% penduduk dunia yang mengalami depresi karena penggunaan narkoba. Prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada tahun 2015 sekitar 2,20% atau 4.098.029 juta jiwa dari total populasi penduduk Indonesia dengan rentang usia 10-59 tahun. Provinsi Jawa Tengah menempati urutan kelima sedangkan untuk tingkat kabupaten Banyumas menempati posisi ketiga. Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat depresi berdasarkan usia, status perkawinan, ekonomi dan kepribadian pada pasien rehabilitasi napza di RSUD Banyumas. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik total sampling karena keterbatasan jumlah dari responden di RSUD Banyumas. Uji yang digunakan pada penelitian ini adalah chi-square, tetapi dilakukan rekategori sehingga menggunakan fisher 2x2. Hasil: Hasil uji fisher exact bernilai p = 0,119 untuk usia, p=0,396 untuk status perkawinan, p=0,465 untuk ekonomi dan p= 0,189 untuk kepribadian. Menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p>0,05) Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan signifikan antara tingkat depresi berdasarkan usia, status perkawinan, ekonomi dan kepribadian pada pasien rehabilitasi napza di RSUD Banyumas. | Background: Depression is a mental disorder characterized by excessive feelings of sadness, no spirit, moody, useless feeling, hopeless, not interested in everyday life, and wanting to suicide. Depression can be made by several factors, among others biologist factor, psychosocial factor, and demography factor. In 2010 World Health Organization said that 1,7% worldwide citizen have depression because of drugs. In 2005 the prevalence of drugs abuse in Indonesia is about 2,20% or 4.098.029 million people from the total of Indonesia's population citizens with the range of age between 10-59 years old. Central Java's Province occupies in fifth, while Banyumas is occupied in the third rank. Objective: Knowing the differences level of depression based on age, marital status, economic status, and personality in rehabilitation's drugs patient in regional hospital Banyumas. Methods: This study is using analytical observational with a cross-sectional approach. This study is using total sampling technique because the least of the number the patient in regional hospital Banyumas. It's using the chi-square test, but at the end, this study is using fisher 2x2 table with recategorized. Result: The result of Fisher test exact p=0,119 for age, p=0,396 for marital status, p=0,465 for economic and p=0,189 for personality. It shows there are no significance different (p>0,05). Conclusion: There is no significant difference between the level of depression based on age, marital status, economic and personality in rehabilitation's patient drugs in regional hospital Banyumas. | |
| 23044 | 26302 | C1B013111 | PENGARUH HARGA MINYAK DUNIA, HARGA EMAS DUNIA, NILAI TUKAR RUPIAH (KURS), TINGKAT SUKU BUNGA SBI (BI RATE) DAN INFLASI TERHADAP IHSG DI BURSA EFEK INDONESIA | Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan data per bulan periode amatan Januari 2009 – Desember 2018. Penelitian ini merupakan studi asosiatif untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel atau lebih. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data bulanan dari harga minyak dunia, harga emas dunia, kurs rupiah terhadap dolar, tingkat BI rate, dan tingkat inflasi dalam periode amatan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda, uji t-statistik dan uji f-statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harga Minyak dunia berpengaruh positif signifikan terhadap IHSG, Harga Emas Dunia berpengaruh positif signifikan terhadap IHSG, Kurs (Rupiah terhadap US Dollar) berpengaruh positif signifikan terhadap IHSG, BI Rate berpengaruh positif signifikan terhadap IHSG, dan tingkat Inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Implikasi dari penelitian ini yaitu investor yang sedang maupun akan berinvestasi dalam pasar modal diharapkan untuk memperhatikan faktor yang mempengaruhi nilai saham dan IHSG, diantaranya faktor Harga Minyak dan Emas Dunia yang mempunyai pengaruh positif terhadap IHSG dikarenakan naiknya harga minyak merupakan tanda berjalannya roda industri dengan baik, dan naiknya harga emas akan meningkatkan profitabilitas harga saham sektor pertambangan. Kurs berpengaruh postif terhadap IHSG dikarenakan dapat meningkatkan laba perusahaan yang mempunyai orientasi ekspor. Sedangkan BI Rate berpengaruh negatif dikarenakan tingkat suku bunga yang rendah akan menyebabkan perusahaan bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga rendah. | This research is a study that aims to analyze the factors that influence the value of the Composite Stock Price Index (CSPI) with data per month observation period January 2009 - December 2018. This research is an associative study to determine the effect of two or more variables. The population in this study is all monthly data from world oil prices, world gold prices, the rupiah exchange rate against the dollar, the BI rate, and the inflation rate in the study period. Data collection techniques using saturated sample techniques. This study uses multiple linear regression analysis, t-statistic test and f-statistic test. The results showed that the world oil price had a significant positive effect on the CSPI, the World Gold Price had a significant positive effect on the CSPI, the exchange rate (Rupiah to the US Dollar) had a significant positive effect on the CSPI, the BI Rate had a significant positive effect on the CSPI, and the level of inflation had no significant effect on CSPI. The implication of this research is that investors who are currently or will invest in the capital market are expected to pay attention to factors that influence the value of shares and CSPI, including the factor of World Oil and Gold Prices which have a positive influence on CSPI due to rising oil prices is a sign of the wheels of the industry going well, and rising gold prices will increase the profitability of mining sector stock prices. The exchange rate has a positive effect on the CSPI because it can increase the profits of companies that have an export orientation. While the BI Rate has a negative effect because low interest rates will cause companies to get loans with low interest rates. | |
| 23045 | 26303 | E1A014056 | PURIFIKASI JUDICIAL REVIEW DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA | ABSTRAK Berdasarkan Pasal 24 A ayat (1) juncto Pasal 24 C ayat (1) UUD NRI 1945, maka baik MA maupun MK sama-sama memiliki kewenangan pengujian peraturan perundang-undangan atau judicial review. Pengujian peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang merupakan kewenangan MA, sedangkan pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar adalah kewenangan MK. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa judicial review di Indonesia saat ini menganut sistem dua atap, yaitu di bawah atap MA dan atap MK. Meski begitu, terdapat beberapa permasalahan dalam judicial review bersistem dua atap, baik secara teoritik maupun praktik, yaitu seperti kontradiksi antara putusan MA dan MK, termasuk tumpang tindih atau konflik kewenangan, maupun ketidakefisienan dalam penyelenggaraan pengujian peraturan perundang-undangan yang bersistem dua atap. Penelitian ini merupakan penelitian bertipe yuridis normatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan konsep purifikasi judicial review serta implikasi konsep purifikasi judicial review dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dasar argumentasi (legal reasoning) perlunya purifikasi judicial review antara lain: inherensial dengan supremasi konstitusi yang dianut dalam UUD NRI 1945; koheren dengan penegakan paham pemisahan kekuasaan yang dianut dalam UUD NRI 1945; dan bentuk sinkronisasi terhadap sistem norma hukum Indonesia. Melalui rumusan konsep purifikasi judicial review yang dituangkan dalam usulan perubahan Pasal 24 A ayat (1) juncto Pasal 24 C ayat (1) UUD NRI 1945, maka pengujian peraturan perundang-undangan menjadi murni kewenangan MK dalam sistem satu atap. Sementara implikasi yuridisnya adalah peraturan perundang-undangan di bawah UUD NRI 1945 (in casu UU Nomor 24 Tahun 2003, UU Nomor 5 Tahun 2004, UU Nomor 3 Tahun 2009, UU Nomor 48 Tahun 2009, UU Nomor 8 Tahun 2011, UU Nomor 12 Tahun 2011, Peraturan MK Nomor 6 Tahun 2005 dan Peraturan MA Nomor 1 Tahun 2011) perlu disinkronisasi terhadap penerapan konsep purifikasi judicial review, baik melalui pembertidakberlakuan ataupun perubahan (revisi) terhadap ketentuan-ketentuan (in casu pasal-pasal) terkait. | Based on Article 24 A paragraph (1) in juncto Article 24 C paragraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, both the Supreme Court and the Constitutional Court have the authority to review the laws or judicial review. Reviewing regulations under the law against the law is the authority of the Supreme Court, while reviewing the law against the Contitutions of 1945 is the authority of the Constitutional Court. Therefore, it can be said that judicial review in Indonesia currently adopts a two-roof system, namely under the roof of the Supreme Court and the roof of the Constitutional Court. Even so, there are several problems in judicial review with a two-roof system, both in theoretical and in practice, such as the contradiction between the Supreme Court's decision and the Constitutional Court's decision, including overlapping or conflicting authority, as well as inefficiencies in judicial review with a two-roof system. This research method is normative juridical. This research aims to analyze and formulate the judicial review purification concept and implications of the judicial review purification concept in Indonesian constitutional system. Based on the results of the research, it can be concluded that the legal reasoning of the the judicial review purification urgency include: inherent with the supremacy of the constitution that is adhered to in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia; coherent with the enforcement idea of separation of powers that is adhered to in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia; and synchronization forms with the Indonesian legal norm system. Through the formulation of the judicial review purification concept as outlined in the proposed amendment to Article 24 A paragraph (1) juncto Article 24 C paragraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, the reviewing of legislation purely becomes the authority of the Constitutional Court in the single-roof system. Meanwhile, the legal implications are legislation under the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia (in casu Law Number 24 Year 2003, Law Number 5 Year 2004, Law Number 3 Year 2009, Law Number 48 Year 2009, Law Number 8 Year 2011, Law Number 12 Year 2011, Constitutional Court Regulation Number 6 Year 2005 and Supreme Court Regulation Number 1 Year 2011) need to be synchronized with the application of the concept of purification of judicial review, either through enactment or amendment (revision) of the related provisions (in casu articles). | |
| 23046 | 26304 | F1F015008 | ANALISIS KEBIJAKAN INDUSTRI PARIWISATA INDONESIA BERDASARKAN KERANGKA ASEAN TOURISM STRATEGIC PLAN (ATSP) 2016-2025 | Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kebijakan industri pariwisata Indonesia yang berdasarkan pada kerangka ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016-2025 dan penerapan kerangka arahan startegis ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016-2025 di Indonesia. Teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Regionalisme, Liberalisme Institusional, dan konsep pariwisata. Penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif. Teknik analisis yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016-2025 menjadi strategi yang dilakukan oleh negara-negara dikawasan Asia Tenggara khususnya Indonesia untuk mengembangkan pariwisatanya sehingga berdampak pada pengembangan ekonomi nasionalnya. Indonesia sendiri sudah menerapkan semua arahan strategis dari ASEAN Tourism Strategic Plan (2016-2025) yang mana Indonesia terus memperbaiki, membenahi, serta meningkatkan kualitas pariwisatanya. Dalam infrastruktur, Indonesia terus membenahi pelabuhan, bandara internasional, serta jalan tol. Indonesia juga gencar mempromosikan pariwisatanya melalui Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia di dalam negeri maupun di ranah Internasional, sehingga setiap tahunnya Indonesia dalam industri pariwisatanya terus mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan baik itu wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. | This paper aims to determine the form of Indonesian tourism industry policy based on the ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016-2025 and the application of the command framework of the ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016-2025 in Indonesian. The theories and concepts used in this study are the regionalism theory, institutional liberalism, and the concept of tourism. The analytical techniques used are secondary data and primary data. The results of this study showed that the ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016-2025 was a strategy undertaken by countries in southeast Asia region especially Indonesia to develop its tourism so it has an impact on national economy development. Indonesia has implemented all the strategic directives of the ASEAN Tourism Strategic Plan (2016-2025) which one Indonesia continues to improve, repair, and improve its tourism quality. In the infrastructure, Indonesia continues to fix ports, international airports, and toll roads. Indonesia also promotes its tourism through Wonderful Indonesia and Pesona Indonesia in Indonesia itself and International, So that every year Indonesia in the tourism industry has an increase in the number of tourist visit, both domestic and foreign tourists. | |
| 23047 | 26307 | E1A115084 | PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PT ASURANSI JASA INDONESIA (PERSERO) JAKARTA | PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PT ASURANSI JASA INDONESIA (PERSERO) Oleh: ZAHARA RAMADINI E1A115084 ABSTRAK Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempunyai peranan yang sangat penting dalam penyelenggaraan perekonomian nasional karena bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. Prinsip Good Corporate Governance (GCG) diterapkan sebagai landasan operasional dalam menyehatkan pengelolaan BUMN dan mengatasi berbagai masalah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip GCG pada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan analisis secara normatif kualitatif. Spesifikasi penelitian menggunakan penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder melalui studi kepustakaan dan data primer melalui wawancara di PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Jakarta, dengan metode penyajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Jakarta telah menerapkan kelima prinsip GCG yang terdiri dari prinsip Transparansi, Akuntabilitas, Pertanggungjawaban, Kemandirian, dan Kewajaran dengan baik sesuai dengan Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor: PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik pada BUMN sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor: PER-09/MBU/2012 dan ketentuan perundang-undangan lain yang menjadi dasar acuan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dalam menerapkan prinsip GCG. | THE IMPLEMENTATION OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE PRINCIPLES AT PT ASURANSI JASA INDONESIA (PERSERO) JAKARTA By: ZAHARA RAMADINI E1A115084 Abstract State-Owned Enterprises (SOE) has a very important role of the national economy because it aims to realize the welfare of all Indonesian people. The Principles of Good Corporate Governance (GCG) is implemented as an operational foundation to improve the management of SOE and overcome various problems. This research conducted to find out how the implementation of GCG principles at PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Jakarta. The method in this research is normative juridical with qualitative normative analysis. Research specifications using descriptive research. Data collection methods are carried out with using secondary data through literature study and primary data through interview at PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Jakarta, with data assessment methods in the form of narrative texts and systematically arranged. The results of this research indicate that PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Jakarta has implemented the fifth principles of Good Corporate Governance which consist of Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, and Fairness Principle under the Decree of the Minister of State-Owned Enterprises Number: PER-01 / MBU / 2011 concerning Implementation of Good Corporate Governance in SOEs as already amended by the Decree of the Minister of State-Owned Enterprises Number: PER-09 / MBU / 2012 and other statutory provisions which form the basis of reference for PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) in implementing GCG principles. Keywords: State-Owned Enterprises (SOEs), Corporate Governance Good Corporate Governance (GCG), PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) (Jasindo Insurance). | |
| 23048 | 26308 | K1A015023 | SINTESIS MATERIAL DEFECT SILVER ORTO FOSFAT TERDOPAN PLATINA (defect-Ag3PO4/Pt) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI | Fotokatalis Ag3PO4 adalah fotokatalis yang aktif pada cahaya tampak karena memiliki energi celah pita yang sempit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh cacat kristal (defect) dan dopan platina pada Ag3PO4 terhadap aktivitas antibakterinya. Defect-Ag3PO4/Pt berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi menggunakan AgNO3, Na2HPO4.12H2O, dan H2PtCl6.6H2O. Hasil X-Ray Diffraction menunjukkan kristal Ag3PO4 yang terbentuk memiliki struktur kubus berpusat badan, Diffuse Refletance Spectroscopy menunjukkan terjadi peningkatan energi celah pita pada defect-Ag3PO4/Pt, Scanning Electron Microscopy menunjukkan bahwa defect-Ag3PO4/Pt memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan Ag3PO4 murni, dan X-Ray Photoelectron Spectroscopy menunjukkan terjadi penurunan rasio atom Ag/P pada defect-Ag3PO4 dan menunjukkan Pt yang tersubsitusi pada kristal Ag3PO4 merupakan ion kompleks [PtCl6]2-. Aktivitas antibakteri defect-Ag3PO4/Pt diuji menggunakan metode difusi sumur. Defect-Ag3PO4/Pt memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik dibandingkan Ag3PO4 murni dan defect-Ag3PO4 pada semua konsentrasi yang digunakan yaitu 500 dan 1000 ppm. Peningkatan aktivitas antibakteri defect-Ag3PO4/Pt diakibatkan oleh efek sinergis antara cacat kristal (defect) dan dopan Pt. | Photocatalyst Ag3PO4 is a photocatalyst active in visible light because it has a narrow bandgap energy. This study aims to look at the effect of crystal defects and platinum dopants on Ag3PO4 on their antibacterial activity. Defect-Ag3PO4/Pt was successfully synthesized by coprecipitation method using AgNO3, Na2HPO4.12H2O, and H2PtCl6.6H2O. The results of X-Ray Diffraction showed that Ag3PO4 crystals formed had a body-centered cubic structure, Diffuse Reflectance Spectroscopy showed an increase in band gap energy on the defect-Ag3PO4/Pt, Scanning Electron Microscopy showed that the defect-Ag3PO4/Pt was smaller than the pure Ag3PO4 and X-Ray Photoelectron Spectroscopy showed a decrease in the ratio of Ag/P atoms in the defect-Ag3PO4 and showed Pt substituted in Ag3PO4 crystals was a complex ion [PtCl6]2-. The antibacterial activity of defect-Ag3PO4/Pt was tested using the well diffusion method. Defect-Ag3PO4/Pt has better antibacterial activity compared to pure Ag3PO4 and defect-Ag3PO4 at all concentrations used (500 and 1000 ppm). The increase in antibacterial activity of defect-Ag3PO4/Pt was caused by a synergistic effect between defect and dopant Pt | |
| 23049 | 26309 | H1K014025 | HUBUNGAN KONSENTRASI KLOROFIL TERHADAP KONSENTRASI OKSIGEN TERLARUT DI PERAIRAN PANTAI CILACAP | Klorofil dalam fitoplankton diketahui berperan penting sebagai penghasil oksigen, sehingga konsentrasi oksigen terlarut di perairan Cilacap di pengaruhi oleh konsentrasi klorofil. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis konsentrasi klorofil dengan konsentrasi oksigen terlarut dan hubungan keduanya. Metode survei ini mengukur konsentrasi klorofil dengan metode spektrofotometri dan pengukuran konsentrasi oksigen terlarut secara langsung menggunakan DO meter. Di perairan Cilacap konsentrasi klorofil, dengan tertinggi 30,94 μg/l dan terendah 0,018 μg/l. Di perairan Cilacap konsentrasi oksigen terlarut tertinggi 5,71 mg/l, dan yang terendah 3,92 mg/l. Hubungan konsentrasi klorofil terhadap oksigen terlarut berdasarkan lokasi adalah lemah untuk perairan Cilacap bagian barat dan hubungan yang kuat untuk perairan Cilacap bagian tengah dan timur. Hubungan konsentrasi klorofil terhadap konsentrasi oksigen terlarut berdasarkan jarak diperoleh hubungan yang lemah pada jarak 2 mil dari pantai dan cukup kuat pada jarak 1 dan 3 mil dari pantai. Kesuburan perairan berdasarkan lokasi diperoleh kesuburan rendah pada bagian barat dan tinggi pada bagian tengah dan timur. | Chlorophyll within phytoplankton is known to be important as an oxygen producer. Based of those, dissolved oxygen concentration is influenced by chlorophyll concentration. The purpose of this study is to analyse the relation of chlorophyll concentration to dissolved oxygen concentration in Cilacap waters. This survey method were calculate chlorophyll concentration by spectrophotometric method and measurement of dissolved oxygen concentration is carried out directly using DO meter. Chlorophyll concentration in Cilacap waters was obtained very of value. The highest chlorophyll concentration was found 30.94 μg / l and the lowest 0.018 μg / l. The highest dissolved oxygen concentration was obtained 5.71 mg / l, and the lowest 3.92 mg / l. The relation of chlorophyll concentration to dissolved oxygen was weak for the Western of Cilacap waters and a strong for the middle and East. The relation of chlorophyll concentration to dissolved oxygen concentration at 2 miles of distance from the coast was obtained weak, strong at 1 and 3 miles of distances from the coast. Waters fertility based on the location was found low fertility in the West and high in the middle and East of Cilacap waters. | |
| 23050 | 26310 | H1B014007 | MODEL SIQR PADA PENYEBARAN PENYAKIT DIFTERI DENGAN LAJU INSIDENSI JENUH | Difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphteriae. Dinamika penyebaran penyakit difteri digambarkan menggunakan model matematika Susceptible Infected Quarantined Recovered dengan laju insidensi jenuh. Dinamika model dianalisa dengan menggunakan analisis kestabilan titik kesetimbangan dan angka reproduksi dasar. Parameter yang dapat dipergunakan untuk mengontrol penyakit adalah faktor kejenuhan dan faktor karantina. Analisis menunjukkan bahwa untuk pemberian faktor karantina sebesar 0,05 faktor kejenuhan minimum agar dapat mengeliminasi penyakit adalah sebesar 0,11. Pemberian Faktor kejenuhan sebesar 0,09 faktor karantina minimum agar dapat mengeliminasi penyakit adalah sebesar 0,07. | Diphtheria is an infectious disease caused by corynebacterium diphteriae bacteria. The dynamics of the spread of diphtheria is described by using the Susceptible Infected Quarantined Recovered model with saturated incidence rate. The dynamics of the model is analyzed by using the stability analysis of equilibrium points and basic reproduction numbers. The parameters that can be used for controlling the disease are the saturation and the quarantine factors. Analysis show that for a given quarantine factor of 0,05 the minimum of saturation factor to eliminate disease is 0,11. A given saturation factor of 0,09 the minimum of quarantine factor to eliminate disease is 0,07. | |
| 23051 | 28890 | D1A016134 | Penggunaan Inulin dalam Imbuhan Pakan Ayam Broiler Berbasis Probiotik Terhadap Konsumsi Pakan, Pertambahan Bobot Badan dan Konversi Pakan | Penggunaan inulin dalam imbuhan pakan ayam broiler merupakan salah satu alternatif zat aditif pakan yang dapat mengoptimalkan performa ayam broiler. Performa tersebut meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan (FCR). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan dan efektifitas inulin dalam probiotik terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Penelitian ini menggunakan 250 ekor DOC strain Lohman MB 202 yang dipelihara selama 28 hari. Ternak dibagi secara random menjadi 5 perlakuan (R01 : 50% L. plantarum AKK-30 108 CFU/g, 50% S. cerevisiae B-18 107 CFU/g + tanpa inulin (kontrol negatif), R02 : sinbiotik komersil (kontrol positif), R1 : 50% L. plantarum AKK-30 108 CFU/g, 50% S. cerevisiae B-18 107 CFU/g + inulin 0,5% w/v, R2 : 50% L. plantarum AKK-30 108 CFU/g, 50% S. cerevisiae B-18 107 CFU/g + inulin 1% w/v, R3 : 50% L. plantarum AKK-30 108 CFU/g, 50% S. cerevisiae B-18 107 CFU/g + inulin 1,5% w/v), dengan 5 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 10 ekor ayam. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pakan R1 (1712,02 g), R2 (1705,60 g), R3 (1625,38 g) tidak berbeda nyata terhadap R01 (1724,00 g) dan R02 (1728,30 g), sedangkan pertambahan bobot badan R02 (1095,38 g), R1 (1112,53 g), R2 (1102,06 g) berbeda nyata (P<0,05) terhadap R01 (1055,23 g), tetapi tidak berbeda nyata terhadap R3 (1049,79 g) dan FCR R02 (1,58), R1 (1,54), R2 (1,55), R3 (1,55) berbeda nyata (p<0,05) terhadap R01 (1,63). | The use of inulin in added broiler chicken feed is an alternative feed additive that can optimize the performance of broiler chickens. Broiler performance includes feed consumption, bodyweight gain and FCR. The aim of this study was to determine of effect used and effectiveness of inulin in probiotic for feed consumption, bodyweight gain, and FCR. The experiment used 250 Day Old Chick of Lohman strain (MB 202), for 28 days feeding trial. The birds randomly divided into five dietary treatments (R01: 50% Lactobacillus plantarum AKK-30 108 CFU/g, 50% Saccharomyces cerevisiae B-18 107 CFU/g without inulin addition (negative control), R02: commercial synbiotic (positive control), R1 : 50% L. plantarum AKK-30 108 CFU/g, 50% S. cerevisiae B-18 107 CFU/g + inulin 0,5% w/v, R2: 50% L. plantarum AKK-30 108 CFU/g, 50% S. cerevisiae B-18 107 CFU/g + inulin 1% w/v, R3: 50% L. plantarum AKK-30 108 CFU/g 50% S. cerevisiae B-18 107 CFU/g + inulin 1,5% w/v), with five replicatioins, wich consisted ten chickens each. The experimental used Completely Randomized Designed (CRD) of one way ANOVA then continued with Duncan test. The result showed that feed consumption of R1 (1712,02 g), R2 (1705,60 g), R3 (1625,38 g) were not significantly different from R01 (1724,00 g), R02 (1728,30 g), while bodyweight gain of R02 (1095,38 g), R1 (1112,53 g), R2 (1102,06 g) were significantly different (p<0,05) from R01 (1055,23 g), but not significantly different from R3 (1049,79 g) and FCR of R02 (1,58), R1 (1,54), R2 (1,55), R3 (1,55) were significantly different (p<0,05) from R01 (1,63). | |
| 23052 | 26321 | A1F015025 | PRODUK ENKAPSULASI ASAP CAIR SEKAM PADI DAN APLIKASINYA UNTUK MENGAWETKAN TAHU PUTIH | Tahu putih merupakan produk pangan yang mudah rusak. Penambahan pengawet dapat meningkatkan ketahanan mutu tahu putih. Salah satu pengawet alami yang dapat digunakan adalah asap cair sekam padi. Penggunaan dalam bentuk cairan dianggap kurang praktis terutama dalam proses distribusi dan transportasi karena memerlukan wadah dan tempat khusus, sehingga bentuk serbuk menjadi salah satu solusi dengan proses enkapsulasi. Tujuan penelitian ini yaitu: 1)Mengetahui aktivitas antibakteri pada asap cair sekam padi dan produk enkapsulasi asap cair sekam padi; 2)Mengetahui pengaruh konsentrasi produk enkapsulasi asap cair terhadap mutu tahu putih selama penyimpanan; 3)Mengetahui konsentrasi optimal produk enkapsulasi asap cair yang mampu mempertahankan mutu tahu putih selama penyimpanan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Split Plot. Faktor yang diteliti yaitu lama penyimpanan (0 hari, 2 hari, 4 hari dan 6 hari) dan konsentrasi produk enkapsulasi (0%; 0,5%; 1%; 1,5% dan 2%). Penelitian dibagi menjadi 2 tahap yaitu penelitian pendahuluan dengan analisis asap cair dan produk enkapsulasi asap cair sekam padi. Penelitian utama yaitu aplikasi produk enkapsulasi asap cair sekam padi pada tahu putih. Hasil menunjukan bahwa asap cair sekam padi memiliki total fenol sebesar 1.624,62 mg/l GAE dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli serta Staphylococcus aureus. Produk enkapsulasi asap cair sekam padi memiliki total fenol sebesar 3.125 mg/l GAE dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli serta Staphylococcus aureus. Konsentrasi produk enkapsulasi mempengaruhi nilai kadar air, kadar protein dan Total Plate Count (TPC) tahu putih selama penyimpanan dan konsentrasi produk enkapsulasi 2% menghasilkan perubahan yang paling rendah. Konsentrasi produk enkapsulasi 1% menghasilkan mutu tahu putih yang masih layak secara organoleptik sampai penyimpanan hari ke-2. | White tofu is a food product that is easily damaged. Adding preservatives can improve the quality resistance of white tofu. One of the natural preservatives that can be used is liquid smoked rice husk. Use in the form of liquids is considered less practical especially in the process of distribution and transportation because it requires a special container and place so that the form of powder becomes one solution with the encapsulation process. The purpose of this research is: 1) to know the antibacterial activity on the liquid smoke rice husk and the product encapsulation of liquid smoked rice husk; 2) Knowing the concentration influence of liquid smoke encapsulation products against the quality of white tofu during storage; 3) know the optimal concentration of liquid smoke encapsulation products that are capable of maintaining the white tofu quality during storage. The experimental design used was Split Plot. The factors studied were the length of storage (0 days, 2 days, 4 days and 6 days) and the concentration of encapsulation products (0%; 0.5%; 1%; 1.5% and 2%). Research is divided into 2 stages namely preliminary research with the analysis of liquid smoke and the product encapsulation of liquid smoked rice husk. The main research is the application of product encapsulation of liquid smoked rice husk on white tofu. Results showed that the liquid smoked rice husk had a total phenol of 1,624.62 mg/l GAE and had antibacterial activity against the bacteria Escherichia coli as well as Staphylococcus aureus. Products encapsulation of rice husk liquid fume has a total phenol of 3,125 mg/l GAE and has antibacterial activity against the bacteria Escherichia coli as well as Staphylococcus aureus. The concentration of encapsulation products affects the value of water content, protein levels and Total Plate Count (TPC) know white during storage and the concentration of encapsulation products 2% produces the lowest changes. Concentrations of encapsulation products 1% produce a quality of white tofu that is still feasible organoleptic until the storage of day 2. | |
| 23053 | 26311 | H1B014053 | IMPLEMENTASI FUZZY INFERENCE SYSTEM MAMDANI UNTUK MENGUKUR TINGKAT STRES AKADEMIK MAHASISWA | Pada penelitian ini membahas tentang implementasi Fuzzy Inference System Mamdani untuk mengukur tingkat stres akademik mahasiswa. Variabel input yang digunakan adalah variabel faktor interpersonal, faktor intrapersonal, faktor akademik, dan faktor lingkungan; sedangkan variabel output adalah variabel tingkat stres akademik. Tahapan yang harus dilakukan untuk memperoleh output meliputi pembentukan himpunan fuzzy, pembentukan aturan (rule), penghitungan alpha-predikat, mencari komposisi aturan untuk tiap aturan, dan defuzzyfikasi. Diperoleh hasil sebanyak 44 output (73,33% output) penghitungan menggunakan program sesuai dengan penghitungan manual. Ini menunjukkan bahwa program yang dibuat sudah cukup bagus dan dapat diimplementasikan untuk mengukur tingkat stres akademik mahasiswa. | This research discusses the implementation of Mamdani's Fuzzy Inference System to measure students' academic stress levels. The input variables are interpersonal factors, intrapersonal factors, academic factors, and environmental factors; meanwhile the output variable is a variable level of academic stress. The steps to obtain the output consist of the formation of fuzzy sets, the formation of rules, calculation of alpha-predicate for each rule, finding composition of rules, and defuzzyfication. The result shows that 44 outputs (73.33% outputs) of the programs calculation fit the results of the manual calculations. This implies that the program is good enough and possible to be implemented in measuring the student academic stress levels. | |
| 23054 | 28891 | D1A016207 | PENGARUH TIPE PERSILANGAN ITIK TEGAL DAN MAGELANG TERHADAP BOBOT TELUR DAN PERTUMBUHAN | Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh tipe persilangan terhadap bobot telur dan pertumbuhan itik hasil persilangan itik Tegal dan Magelang. Materi yang digunakan yaitu itik Tegal dan itik Magelang umur 6 bulan sebanyak 80 ekor, serta telur sebanyak 100 butir. Penelitian menggunakan metode eksperimen. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan, setiap 1 unit ulangan terdiri dari 3 ekor betina dan 1 ekor pejantan. Perlakuan terdiri dari P1: Persilangan pejantan Magelang dengan betina Magelang (MM), P2 : Persilangan pejantan Magelang dengan betina Tegal (MT), P3 : Persilangan pejantan Tegal dengan betina Magelang (TM), dan P4 : Persilangan pejantan Tegal dengan betina Tegal (TT). Data dianalisis menggunakan ANAVA. Rataan dan simpang baku bobot telur hasil persilangan itik Tegal dan Magelang yaitu P1 : 73,67±2,44 g, P2 : 68,40±2,77 g, P3 : 69,07±4,80 g, dan P4 : 74,33±2,45 g. Rataan dan simpang baku dari bobot badan itik umur 4 minggu yaitu P1 : 543,50±11,93 g, P2: 482,80±39,95 g, P3 : 475,75±30,25 g, dan P4 : 581,75±10,78 g, serta rataan dan simpang baku bobot badan itik umur 8 minggu yaitu P1: 1073,25±19,48 g, P2 : 1027,40±52,56 g, P3 : 978,40±21,31 g dan P4 : 1098,50±4,04 g. Rataan dan simpang baku laju pertumbuhan absolut yaitu P1: 1023±27,29 g, P2: 967,2±51,41 g, P3: 912,8±32,34 g, dan dan P4 : 1010±21,97dan relatif yaitu P1: 26,02±0,67 g, P2: 25,40±0,17 g, P3: 25,05±0,80 g, dan P4: 24,65±1,21 g. Tipe persilangan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot telur dansangat nyata (P<0,01) terhadap bobot badan itik umur 4, bobot badan itik umur 8 minggu, dan laju pertumbuhan absolut, serta berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap laju pertumbuhan relatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tipe persilangan itik Tegal dan Magelang berpengaruh terhadap bobot telur dan pertumbuhan. Tipe persilangan itik Tegal-Tegal memiliki karakteristik produksi lebih baik dibandingkan dengan itik Magelang-Magelang, itik Magelang-Tegal, dan itik Tegal-Magelang. | The purpose of this study was to determine the effect of crossing type on egg weight and growth of ducks from Tegal and Magelang ducks. The materials used were Tegal and Magelang ducks, 6 months old with 80 heads, and 100 eggs. Research using experimental methods. The design used is a complete randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications, each 1 unit of repetition consists of 3 females and 1 male. The treatments consisted of P1: crosses of Magelang males with Magelang females (MM), P2: Magelang males with Tegal (MT) females, P3: Tegal male crosses with Magelang females (TM), and P4: Tegal male crosses with Tegal females (TT). Data were analyzed using ANAVA.The average and standard weight of egg weights from Tegal and Magelang duck crossings are P1: 73.67±2.44 g, P2: 68.40±2.77 g, P3: 69.07±4.80 g, and P4: 74.33±2.45 g. The mean and standard deviations of 4 week old duck body weights are P1: 543.50±11.93 g, P2: 482.80±39.95 g, P3: 475.75±30.25 g, and P4: 581.75±10.78 g, and the average and standard deviation of 8 weeks old duck body weight are P1: 1073.25±19.48 g, P2: 1027.40±52.56 g, P3: 978.40±21.31 g and P4: 1098.50±4.04 g. The average and standard deviation of absolute growth rates are P1: 1023±27.29 g, P2: 967.2±51.41 g, P3: 912.8±32.34 g, and P4: 1010±21.97 and relative namely P1: 26.02±0.67 g, P2: 25.40±0.17 g, P3: 25.05±0.80 g, and P4: 24.65±1.21 g. The type of crossing significantly affected (P <0.05) on egg weight and was high significant (P <0.01) on body weight of duck age 4, duck body weight at 8 weeks, and absolute growth rate, and no significant effect (P> 0.05) of the relative growth rate. Based on the results of this study concluded that the type of Tegal and Magelang duck crossing affected egg weight and growth. Tegal-Tegal crossing types have better production characteristics compared to Magelang-Magelang, Magelang-Tegal, and Tegal-Magelang. | |
| 23055 | 26314 | A1D015046 | Evaluasi Status Unsur Hara Fosfor pada Budidaya Tanaman Padi (Oryza sativa L.) di Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) persebaran status unsur hara fosfor 2) hubungan sifat kimia tanah, serapan P oleh tanaman dengan hasil padi sawah, dan 3) takaran pupuk fosfor yang direkomendasikan untuk padi sawah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 - Maret 2019 di Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan skala 1:50.000. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH) , yang dibuat dengan cara menggabungkan (overlay) peta penggunaan lahan, jenis tanah dan peta kelas kelerengan. Penentuan titik sampel memperhatikan penyebarannya secara proposional, mengikuti metode grid yang dimodifikasi. Variabel yang diamati meliputi pH H2O, pH KCl, DHL, potensial redoks, C-organik, P-tersedia tanah, dan serapan P oleh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status unsur hara fosfor di Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas termasuk sedang (7-22 ppm P2O5). Kandungan C-organik, P-tersedia tanah dan serapan P oleh tanaman memiliki nilai koefisien korelasi terbaik dengan hasil tanaman padi. Rekomendasi pemupukan pada SLH 1 berada pada kisaran 4-17 kg P2O5/ha dengan rerata sebesar 11 kg P2O5/ha atau setara dengan 9-37 kg TSP/ha dengan rerata 23 kg TSP/ha, SLH 2 berada pada kisaran 4-38 kg P2O5/ha dengan rerata sebesar 20 kg P2O5 atau setara dengan 9-84 kg TSP/ha dengan rerata 44 kg TSP/ha dan pada SLH 3 berada pada kisaran 9-34 kg P2O5/ha dengan rerata sebesar 22 kg P2O5/ha atau setara dengan 19-74 kg TSP/ha dengan rerata 49 kg TSP/ha. | This research aims to know: 1) spread of phosphorus nutrient status 2) Relation of soil chemical properties, absorption of P by plants with the yield of rice paddy field, and 3) dose of phosphorus fertilizer recommended for rice paddy field. The research was conducted in December 2018-March 2019 in the district of Patikraja, Banyumas Regency and Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Sudirman. The study was conducted by a survey method with a scale of 1:50,000. Sampling point determination is based on the Homogeneous Land Unit (HLU) map, which is created by combining (overlay) the land use map, soil type and the map of the class of slope. The sampling point determination takes care of the deployment proportional, following the modified grid method. The observed variables include the pH of H2O, pH KCl, DHL, redox potential, C-organic, P-available soils, and absorption P by plants. The results showed that the nutrient status of phosphorus in Patikraja District, Banyumas Regency was moderate (7-22 ppm P2O5). The C-organic, P-available of soil and P uptake by plants have the best correlation coefficient value with yields of rice crops. Fertilization recommendations in LU 1 are in the range of 4-17 kg P2O5/ha with an average of 11 kg P2O5/ha or equivalent to 9-37 kg TSP/ha with an average of 23 kg TSP/ha, LU 2 in the range of 4-38 kg P2O5/ha with an average of 20 kg P2O5/ha or equivalent to 9-84 kg TSP/ha with an average of 44 kg TSP/ha and in LU 3 in the range 9-34 kg P2O5/ha with an average of 22 kg P2O5/ha or equivalent with 19-74 kg TSP/ha with an average of 49 kg TSP/ha. | |
| 23056 | 26313 | D1A015092 | KONSUMSI PAKAN DAN PERTUMBUHAN ITIK LOKAL JANTAN (Anas plathyrynchos) YANG DISUPLEMENTASI AMPAS TEH FERMENTASI MENGGUNAKAN EM4 DAN TRICODERMA VIRIDE | Penelitian dilakukan untuk mengetahui konsumsi pakan dan pertumbuhan itik lokal jantan (Anas plathyrynchos) yang disuplementasi ampas teh fermentasi dengan pemberian inokulum yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 01 Maret sampai 12 April 2019, di kandang percobaan ternak, Ketapang farm, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Macam perlakuan yang digunakan yaitu A0 (0% suplementasi ampas teh), A1 (suplementasi 2,5% ampas teh fermentasi EM4), A2 (suplementasi 55 ampas teh fermentasi EM4), A3 (suplementasi 2,55 ampas teh fermentasi Tricoderma viride) dan A4 (suplementasi 5% ampas teh fermentasi Tricoderma viride). Setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan, setiap unit diisi 5 ekor itik. Materi yang digunakan adalah 100 ekor itik lokal jantan umur satu bulan, ampas teh, EM4, Tricoderma viride molasses, aquades, urea, ember, gelas ukur, kandang, tempat pakan, tempat minum, timbangan analitik, slang air, plastik, alat tulis, dan termometer. Konsumsi pakan itik masing-masing perlakuan A0, A1, A2, A3 dan A4 yaitu 98,25; 86,63; 73,72; 90,02 dan 80,43 g/ekor/hari (P < 0,01). Hasil kontras ortogonal menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P < 0,01) pada perlakuan A0 X A1, A2, A3; A1, A2 X A3, A4; A1 X A2; A3 X A4. Pertumbuhan itik masing-masing perlakuan A0, A1, A2, A3 dan A4 yaitu 21,70; 11,33; 7,62; 14,68 dan 7,72 g/ekor/hari (P < 0,01). Hasil kontras ortogonal menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P < 0,01) pada perlakuan A0 X A1, A2, A3, A4; A1 X; A3 X A4. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi ampas teh fermentasi menggunakan Tricoderma viride dengan level pemberian 2,5% berpengaruh paling baik terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan itik lokal jantan. | The study was conducted to determine the consumption of feed and growth of male local ducks (Anas plathyrynchos) supplemented with fermented tea pulp by different inoculums. The study was conducted from March 1 to April 12, 2019, in the cattle experiment enclosure, Ketapang Farm, Sokaraja District, Banyumas Regency and the Laboratory of Animal Nutrition and Food Sciences, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The design used is a Completely Randomized Design (CRD). The types of treatments used are AO (0% tea dregs supplementation), A1 (2.5% supplementation EM4 fermented tea dregs), A2 (5% supplementation EM4 fermented tea dregs), A3 (2.5% suplementation Tricoderma viride fermented tea dregs) and A4 (5% supplementation Tricoderma viride fermented tea dregs). Each treatment was repeated 4 times so that there were 20 experimental units, each unit included 5 ducks. The material used was 100 male local ducks, one month old, tea pulp, EM4, Tricoderma viride molasses, aquades, urea, buckets, measuring cups, cages, feed containers, drinking containers, analytical scales, water hoses, plastics, stationery, and thermometer. Consumption of duck feed for each Ao treatment. A1, A2, A3 and A5 are 98.25; 86.63; 73.72; 90.02 and 80.43 g / head / day (P < 0.01). The orthogonal contrast results showed very significant differences (P < 0.01). in the Ao X A1, A2, A3, A4; A1, A2 X A3, A4; A1 X A2; A3 X A4. Growth of ducks for each treatment Ao, A1, A2, A3 and A4 are 21.70; 11.33; 7.62; 14.68 and 7.72 g / head / day (P < 0.01). The orthogonal contrast results showed very significant differences (P < 0.01) in the Ao X A1, A2, A3, A4; A1 X A2; A3 X A4. The conclusion of this study is the supplementation of fermented tea dregs using Tricoderma viride with 2.5 % level of giving the best effect on feed consumption and growth of male local ducks. | |
| 23057 | 26312 | L1A015038 | ANALISIS FILOGENETIK RUMPUT LAUT Kappaphycus spp. DAN Eucheuma sp. DARI PERAIRAN TAKALAR DAN BULELENG DENGAN MENGGUNAKAN GEN COX1 | Identifikasi rumput laut secara morfologi sulit dibedakan karena mudah terpengaruh oleh kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara molekuler dan melihat filogenetik antara Kappaphycus spp. dan Eucheuma sp. dari perairan Takalar dan Buleleng dengan menggunakan gen COX1. Isolasi DNA dilakukan dengan metode CTAB yang telah dimodifikasi dan dianalisis BLAST serta jarak genetik. Berdasarkan hasil BLAST, dari enam sampel teridentifikasi menjadi tiga spesies yaitu Kappaphycus alvarezii, Kappaphycus striatum dan Eucheuma denticulatum. Jarak genetik antara K. alvarezii Buleleng dan Takalar, K. striatum Buleleng dan Takalar serta E. denticulatum Buleleng dan Takalar memiliki jarak genetik 0,000 artinya masing-masing sampel merupakan spesies yang sama berdasarkan gen COX1. Sedangkan perbandingan sampel dari Buleleng dan Takalar yaitu K. alvarezii dengan K. striatum memiliki jarak 0,0427. Perbandingan K. alvarezii, K. striatum dengan E. denticulatum menghasilkan jarak 0,1495-0,1655 artinya hubungan kekerabatan semakin jauh berdasarkan gen COX1. | Morphological identification of seaweed is difficult to distinguish because it is easily influenced by environmental condition. This study aims to identify molecular and see phylogenetic between Kappaphycus spp. and Eucheuma sp. from Takalar and Buleleng waters using the COX1 gene. DNA isolation was carried out by the modified CTAB method and analyzed by BLAST and genetic distance. From six samples identified to three species, namely Kappaphycus alvarezii, Kappaphycus striatum and Eucheuma denticulatum based on BLAST result. The genetic distance between Kappaphycus alvarezii Buleleng and Takalar, Kappaphycus striatum Buleleng and Takalar and Eucheuma denticulatum Buleleng and Takalar have a genetic distance of 0,000 meaning that each sample is the same species based on COX1 gene. While the sample comparison from Buleleng and Takalar that is Kappaphycus alvarezii with Kappahycus striatum has a distance of 0,0427. Comparison of Kappaphycus alvarezii, Kappaphycus striatum with Eucheuma denticulatum result in a distance of 0,1495-0,1655, meaning that the kinship relationship is increasingly distant based on COX1 gene. | |
| 23058 | 26315 | E1A113063 | PRAKTIK PEKERJA SEKS KOMERSIAL DIBAWAH UMUR DI PURWOKERTO DALAM PERSPEKTIF KRIMINOLOGI | ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik pekerja seks komersial (PSK) di bawah umur yang ada di Kota Purwokerto berlangsung., dan mengetahui latar belakang yang menyebabkan praktik pekerja seks komersial (PSK) di bawah umur terjadi serta mengetahui motivasi yang menyebabkan praktik pekerja seks komersial (PSK) di bawah umur terjadi. Dengan metode pendekatan kualitatif, Spesifikasi penelitian deskriptif analitis, sumber data primer secara wawancara, data sekunder studi kepustakaan. Disajikan dalam bentuk narasi, data dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa, praktik Pekerja Seks Komersial di bawah umur yang ada di Kota Purwokerto, cara melakukan atau menjalankan pekerjaan sebagai pekerja seks komersial, adalah berpesta dan berdugem di tempat hiburan malam di Purwokerto seperti Cheers Cafe dan Kings Café, terutama di akhir pekan. Sambil mencari pelanggan yang bersedia menggunakan jasa pelayanan seks, bersenang - senang, merokok dan minum-minuman keras, melayani nafsu seksual para pelanggan hingga larut malam. Pekerjaan ini terus mereka ulangi setiap hari. Remaja lebih memilih hidup enak, mewah, dan serba kecukupan tanpa harus bekerja keras. Perilaku hidup mementingkan kenikmatan, kesenangan dan kepuasaan batin yang bersifat materi, maka jalan pintaslah yang akan diambil. Profesi sebagai pekerja seks komersial dianggap sebagai pekerjaan yang enak dan mudah menghasilkan uang. Latar belakang yang menyebabkan praktik Pekerja Seks Komersial di bawah umur terjadi, yaitu adanya kondisi pergaulan bebas, dan keadaan yang tidak nyaman di dalam keluarga, orang tua yang acuh dan tidak peduli. Hal ini dapat membawa dampak pada renggangnya hubungan antara orang tua dan anak, tindakan anak melawan dan tidak patuh pada norma keluarga, nilai agama, atau bahkan nilai masyarakat yang berlaku. Motivasi yang menyebabkan praktik Pekerja Seks Komersial di bawah umur, adalah faktor ekonomi merupakan salah satu motivasi utama bagi para pekerja seks komersial di bawah umur untuk memenuhi kebutuhannya. Bertindak bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan agama yang dianut oleh masyarakat demi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Faktor lain yang mendorong seseorang menjadi pekerja seks komersial adalah faktor pertemanan. Kata kunci: Praktik, Pekerja Seks Komersial, Di Bawah Umur | ABSTRACT Target of this research is to know underage commercial seks worker (PSK) practice exist in Town Purwokerto take place, and know background causing happened underage commercial seks worker (PSK) practice. and also know motivation causing happened underage commercial seks worker (PSK) practice. With approach method qualitative, Specification of analytical descriptive research, source of primary data interviewed, bibliography study secondary data. Presented in the form of description, data analysed with normative method qualitative. Pursuant to result of research known that, underage Commercial Worker Sexual practice exist in Town Purwokerto, way of conducting or running work as commercial seks worker, is to celebrate and dugem in place night entertainment amusement in Purwokerto like Cheers Cafe and Kings Café, especially in weekend. At the same time look for cutomer readying to use sexual service, liking - like, smoke and hard beverage , serving sexual passion all cutomer till lateness. This work continue them repeat every day. more opting adolescent of delicious life, luxuriant, and completely sufficiency without having to strive. Behavior that is making account of enjoyment, mind fasting and easiness having the character of items, hence road; street overtake to be taken. Profession as considered to be commercial sexual worker of easy and delicious work yield money. Background causing underage Commercial Worker Seks practice happened, that is existence of the condition of free assocciation, and situation which is not balmy in family, offish old fellow and do not care. This matter can bring impact at is estranged of relation between old fellow and child, child action fight against and do not bow to family norm, religion value, or even assess society going into effect. Motivation causing underage Commercial Worker Sexual practice, is economic factor represent one of the especial motivation to all underage commercial sexual worker to fulfill its requirement. act to to oppose against cultural values and religion embraced by society for the shake of to fulfill requirement of its life. Other factor which push someone become commercial sexual worker is friendship factor. Keyword: Practice, Commercial Worker Seks, Underage. | |
| 23059 | 26316 | I1D015029 | EFEKTIVITAS INTERVENSI BERBASIS MEDIA SOSIAL TERHADAP PENGETAHUAN GIZI, ASUPAN ENERGI, DAN PROTEIN REMAJA | Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah kondisi remaja putri mengalami kekurangan asupan energi dan protein dalam waktu lama. Remaja KEK hamil, berpotensi melahirkan bayi BBLR. Media sosial adalah media populer di kalangan remaja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas media sosial dalam peningkatan pengetahuan gizi, asupan energi, dan protein remaja KEK di wilayah perdesaan dan perkotaan. Metode: Penelitian quasi experimental dengan one group pretest posttest. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 56 remaja putri KEK dari SMAN 1 Baturraden (perdesaan) dan 54 remaja putri KEK dari SMAN 5 Purwokerto (perkotaan). Pengetahuan Gizi diambil menggunakan kuesioner pengetahuan, data asupan energi protein menggunakan recall 2x24 jam. Analisis statistik menggunakan dependen T-test, Wilcoxon, independent T-test, Mann-Whitney. Hasil: Rata-rata perubahan skor pegetahuan gizi di perdesaan (2,71) dan perkotaan (2,48). Rata-rata perubahan asupan energi di perdesaan (510,66 Kkal) dan perkotaan (592,43 Kkal). Rata-rata asupan protein di perdesaan (24,78 gram) dan perkotaan (20,78 gram). Ada perbedaan sebelum dan sesudah pendidikan gizi pada pengetahuan gizi, asupan energi, asupan protein di perdesaan (p=0.000) dan perkotaan (p=0.000). Tidak ada perbedaan perubahan pengetahuan gizi (p=0,899), asupan energi (p=0,426), asupan protein (p=0,663) di perdesaan dan perkotaan. Kesimpulan: Ada perbedaan pengetahuan gizi, asupan energi, dan protein sebelum dan sesudah intervensi media sosial di perdesaan maupun perkotaan. Tidak ada perbedaan perubahan pengetahuan gizi, asupan energi, dan protein di perdesaan dan perkotaan. Kata kunci: Asupan Energi, Asupan Protein, Kekurangan Energi Kronis, Media Sosial, Remaja Putri. | Background: Chronic Energy Deficiency (CED) is a condition of female adolescent experiencing a lack of energy and protein intake for long time. CED adolescent are pregnant, potentially giving birth to LBW babies. Social media is a popular media among adolescent. The study aims to determine the effectiveness of social media in improving nutrition knowledge, intake of energy and protein to adolescent in rural and urban area. Methode: A quasi experimental with one group pretest posttest. Sampling using purposive sampling technique. A total of 56 CED girls from SMAN 1 Baturraden represented rural group and 54 CED girls from SMAN 5 Purwokerto represented urban group. Knowledge data was taken using a knowledge questionnaire, energy protein intake data using 2x24 hour recall. Statistical analysis using dependent T-test, Wilcoxon, Independent T-test, Mann-Whitney. Result: Mean transformation score in rural (2,71) and urban (2,48). Mean transformation energy intake in rural (510,66 Kkal) and urban (592,43 Kkal). Mean transformation protein intake in rural (24,78 gram) and urban (20,78 gram).There was a difference improvement in nutrition knowledge, energy intake, protein intake in rural areas (p = 0.000) and urban areas (p = 0,000). There were no differences in changes in nutrition knowledge (p = 0.899), energy intake (p = 0.426), protein intake (p = 0.663) in rural and urban areas. Conclusion: There is a difference in nutrition knowledge, energy intake, and protein intake before and after social media intervention both in rural and urban area. There is no different exchange in nutrition knowledge, energy intake, and protein intake in rural and urban area. Keyword: Chronic Energy Deficiency, Energy Intake, Female Adolescent, Protein Intake, Social Media. | |
| 23060 | 29011 | C1A014053 | PENGARUH VARIABEL MAKRO EKONOMI TERHADAP PROFITABILITAS BANK STUDI KASUS : BANK UMUM KONVENSIONAL BERBENTUK PERSERO DI INDONESIA TAHUN 2004-2017 | Pada penelitian ini judul yang diambil adalah : “PENGARUH VARIABEL MAKRO EKONOMI TERHADAP PROFITABILITAS BANK (studi kasus : bank umum konvensional berbentuk Persero di Indonesia tahun 2004-2017)”. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisis pengaruh variabel makro ekonomi (PDB, inflasi, dan tingkat suku bunga) terhadap Return On Asset (ROA) secara bersama-sama, dan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap ROA Bank Umum Konvensional berbentuk Persero. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan sumber data sekunder dengan jenis data time series. Populasi dalam penelitian ini adalah 4 bank umum konvensional berbentuk persero yang ada di Indonesia, yakni : Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Negara (BTN). Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif dengan alat analisis menggunakan Eviews. Periode waktu penelitian ini dari tahun 2004 hingga 2017. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan menggunakan Eviews menunjukkan bahwa : variabel PDB memiliki pengaruh postif dan signifikan terhadap ROA BNI, negatif signifikan terhadap ROA BRI dan BTN, serta tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Mandiri. Variabel inflasi pada sebagian besar bank persero tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ROA, namun pada Bank Mandiri inflasi berpengaruh negatif dan sginifikan. Pada sebagian besar bank persero, tingkat suku bunga memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap ROA, hanya saja tingkat suku bunga tidak berpengaruh secara signifikan pada ROA BNI. Implikasi dari penelitian ini adalah bank persero harus dapat mengontrol tingkat suku bunga yang akan diberlakukan pada nasabah, karena akan mempengaruhi tingkat profitabilitas bank yang bersangkutan. Bank juga diharapkan memberi perhatian pada tingkat inflasi yang sedang terjadi pada kurun waktu tertentu, guna menjaga sirkulasi perputaran uang dan bisa memanfaatkan peluang yang kerap kali muncul dari adanya perubahan perekonomian secara makro. | In this study the title taken is: "THE EFFECT OF MACRO ECONOMIC VARIABLES ON BANK PROFITABILITY (case study: conventional commercial banks in the form of Persero in Indonesia from 2004-2017)". The purpose of the research conducted is to analyze the effect of macroeconomic variables (GDP, inflation, and interest rates) on Return On Assets (ROA) simultaneously, and to find out the variables that most influence the ROA of Conventional Commercial Banks. In this study, the author uses secondary data sources with time series data types. The population in this study were 4 conventional commercial banks in Indonesia, namely: Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), and Bank Tabungan Negara (BTN). This research is a quantitative research with analysis tools using Eviews. The time period of this study is from 2004 to 2017. Based on the results of research and data analysis that has been done using Eviews shows that: GDP variable has a positive and significant effect on BNI ROA, a significant negative effect on BRI and BTN ROA, and no significant effect on Bank Mandiri ROA. Inflation variable in most state-owned banks does not significantly influence ROA, but in Bank Mandiri inflation has a negative and significant effect. In most state-owned banks, interest rates have a significant negative effect on ROA, it's just that interest rates do not significantly influence BNI ROA. The implication can be given is that state banks must be able to control the interest rates that will be applied to customers, because it will affect the level of profitability of the bank concerned. Banks are also expected to pay attention to the inflation rate that is happening at a certain period of time, in order to maintain the circulation of money and be able to take advantage of opportunities that often arise from changes in the macro economy. |