Artikelilmiahs

Menampilkan 22.381-22.400 dari 50.190 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2238125006C1C015117PENGARUH FAKTOR INDIVIDUAL DAN FAKTOR SITUASIONAL TERHADAP INTENSI WHISTLEBLOWING DENGAN JALUR PELAPORAN ANONIM SEBAGAI VARIABEL PEMODERASIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh personal cost, tingkat keseriusan pelanggaran, serta perlindungan hukum terhadap intensi whistleblowing Auditor BPK RI dengan jalur pelaporan anonim sebagai variabel pemoderasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling. Sampel penelitian yang diperoleh berjumlah 81 responden. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan analisis data berupa Analisis Regresi Berganda dan Moderrated Regression Analysis (MRA) pada aplikasi SPSS v 23 for windows, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keseriusan pelanggaran dan perlindungan hukum berpengaruh positif terhadap intensi whistleblowing Auditor BPK RI, namun personal cost tidak berpengaruh negatif terhadap intensi whistleblowing Auditor BPK RI. Selain itu, jalur pelaporan anonim tidak memoderasi pengaruh personal cost, tingkat keseriusan pelanggaran, serta perlindungan hukum terhadap intensi whistleblowing Auditor BPK RI.This study aims to determine the effect of personal cost, the level of seriousness of fraud, and legal protection to whistleblowing intentions on BPK RI auditors with anonymous reporting channel as a moderating variable. The sampling technique used was cluster sampling. The research samples obtained were 81 respondents. The method of data collection are done through questionnaires with data analysis in the form of Multiple Regression Analysis and Moderrated Regression Analysis (MRA) in SPSS v 23 for windows, and documentations. The results of this study indicate that personal cost, the level of seriousness of fraud has a positive effect to whistleblowing intentions on BPK RI auditors, but personal cost does not negatively affect whistleblowing intentions on BPK RI auditors. In addition, anonymous reporting channel did not moderate the effect of personal cost, the level of seriousness of fraud, and legal protection to whistleblowing intentions on BPK RI.
2238225007E1A014059PERLINDUNGAN HUKUM OKUPASI TERAPIS DALAM PEMBERIAN PELAYANAN KESEHATAN ( Studi Tentang Pengaturan Hak-Hak Okupasi Terapis Dalam Struktur Peraturan Perundang – Undangan Indonesia )
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan perlindungan hukum dan bentuk perlindungan hukum okupasi terapis dalam menjalankan praktik terapi okupasi dalam struktur peraturan perundang-undangan Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statue Approach), pendekatan analitis (Analytical Approach), pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi hukum dan sinkronisasi hukum. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari kepustakaan dan dokumenter.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengaturan mengenai perlindungan hukum okupasi terapis dalam praktik terapi okupasi dalam struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia telah menunjukkan taraf sinkronisasi. Artinya, bahwa peraturan yang lebih rendah derajatnya telah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi derajatnya dan peraturan yang lebih tinggi derajatnya menjadi dasar pembentukan peraturan yang lebih rendah. Bentuk perlindungan hukum okupasi terapis dalam menjalankan praktik terapi okupasi pada struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia adalah meliputi jaminan pengaturan perlindungan hukum, jaminan pengaturan tentang informasi yang lengkap dan benar dari penerima pelayanan kesehatan atau keluarganya, jaminan pengaturan melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi dan kewenangan, jaminan pengaturan imbalan jasa, jaminan pengaturan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, jaminan pengaturan tentang perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia, moral, kesusilaan, serta nilai-nilai agama, jaminan pengaturan pengembangan profesi, jaminan pengaturan untuk menolak keinginan penerima pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan kompetensi, kewenangan, standar profesi, kode etik, standar pelayanan, standar prosedur operasional.
This study aims to determine the synchronization of legal protection arrangements and forms of occupational legal protection of therapists in carrying out occupational therapy practices in the structure of Indonesian legislation.
The research method used in this study is a normative method with the method of legislation approach (Statue Approach), analytical approach (Analytical Approach), conceptual approach (Conceptual Approach). The research specifications used are legal inventory and legal synchronization. The type of data used is secondary data obtained from literature and documentaries.
Based on the results of the study, it can be concluded that the regulation regarding the legal protection of occupational therapists in the practice of occupational therapy in the structure of legislation in Indonesia has shown the level of synchronization. That is, that lower-level regulations are in accordance with higher-level regulations and higher-level regulations are the basis for the formation of lower regulations. Forms of occupational legal protection for therapists in carrying out occupational therapy practices in the structure of legislation in Indonesia include guaranteeing legal protection arrangements, guaranteeing arrangements for complete and correct information from recipients of health services or their families, guaranteeing arrangements to carry out tasks in accordance with competence and authority. guarantee of service compensation arrangements, guarantee protection arrangements for occupational safety and health, guarantee arrangements regarding treatment in accordance with human dignity, morality, decency, and religious values, guarantee of professional development arrangements, guarantee arrangements to reject the wishes of recipients of health services that contrary to competence, authority, professional standards, code of ethics, service standards, standard operating procedures.

2238325911H1E015017PERBANDINGAN ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA PSIKOLOGIS PADA PERAWAT MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX, RSME, DAN SWAT
(Studi Kasus di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga)

COMPARATIVE MEASUREMENT ANALYSIS OF NURSES PSYCHOLOGICAL WORKLOAD USING NASA-TLX, RSME, AND SWAT METHOD
(Case Study at dr. R. Goeteng Taroenadibrata Public Hospital Purbalingga)
Rumah sakit adalah lembaga yang memiliki tanggung jawab langsung untuk layanan kesehatan yang komprehensif, kuratif dan preventif kepada masyarakat. Pelayanan keperawatan menjadi salah satu garda utama dalam menjamin kesehatan pasien di rumah sakit. Terdapat potensi bahaya dari sisi ergonomi dan psikososial yang dirasakan oleh perawat, hal ini disebabkan karena pekerjaan yang dilakukan oleh perawat cenderung manual dan berulang, menuntut konsentrasi tinggi, aktivitas fisik, kebutuhan waktu, dan kontak dengan pasien yang menuntut kondisi prima. Melalui penelitian ini, dilakukan pengukuran beban kerja mental terhadap 73 perawat pelaksana yang melakukan aktivitas di 8 unit kerja RSUD. dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Kuesioner NASA-TLX dan RSME digunakan sebagai instrumen pengukuran yang bersifat subjektif. Data dihimpun dan kemudian dianalisis sehingga diperoleh hasil nilai beban kerja mental menggunakan metode NASA-TLX dan RSME di 8 unit kerja secara berturut-turut adalah 82,48 dan 107 (Cempaka), 81,87 dan 148 (Dahlia), 81,25 dan 106 (Kenanga), 81,20 dan 102 (Anggrek), 70,15 dan 85 (Flamboyan), 68,50 dan 80 (Edelweis), 64,94 dan 116 (Lavender), serta 63,89 dan 95 (Menur). Penerapan kedua metode dapat dinyatakan sebanding, karena terdapat korelasi antara nilai beban kerja hasil pengukuran menggunakan metode NASA-TLX dan metode RSME dengan nilai p = 0,006 serta nilai r = 0,339.Hospital is an institution that has direct responsibility for comprehensive, curative and preventive health services to the community. Nursing services are one of the important elements to ensure the health of patients. There are potential hazards in terms of ergonomics and psychosocial perceived by nurses, this is due to the responsibilities of nurses that have manual and repetitive tasks, demand a high concentration, physical activity, tight time needs, and contact with patients by superfine conditions. Through this research, mental workload measurements were implemented to 73 nurses who perform their activities in 8 work units at dr. R. Goeteng Taroenadibrata public hospital Purbalingga. The NASA-TLX and RSME questionnaires were used as a subjective measurement instrument. Data were collected and analyzed using SPSS to find out the statistic descriptive, Pearson correlation, Rank-Spearman correlation, reliability test, validity test, comparative test, and t-test. Results showed the value of mental workload using the NASA-TLX and RSME methods in 8 work units respectively are 82.48 and 107 (Cempaka), 81.87 and148 (Dahlia), 81.25 and 106 (Kenanga), 81.20 and 102 (Anggrek), 70.15 and 85 (Flamboyan), 68.50 and 80 (Edelweis), 64.94 and 116 (Lavender), the last is 63.89 and 95 (Menur). The application of the two methods was comparable because there was a correlation between the measured workload value using NASA-TLX and RSME method with a value of p = 0.006 and the value of r = 0.339.
2238425009F1C015046Promosi Wisata Kesenian Thek-Thek Oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana promosi yang dilakukan oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata dalam promosi kesenian thek-thek. Pada penelitian ini, menggunakan model promotion mix untuk menganalisis temuan hasil penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis data Miles dan Huberman.
Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga menggunakan promotion mix yang terdiri atas Iklan, Promosi Penjualan , Acara dan pengalaman, Hubungan masyarakat dan publisitas, Pemasaran langsung, Pemasaran interaktif, Pemasaran dari mulut ke mulut, dan Penjualan personal.Dari kedelapn aspek tersebut, yang menurut informan efektif untuk dilakukan adalah Event and experience, Pemasaran Interaktif dan juga pemasaran dari mulut ke mulut. Hubungan masyarakat dan publisitas dilakukan oleh dengan cara melakukan berbagai festival dan kegiatan lomba yang dilakukan secara rutin dengan bekerjasama dengan pihak pemerintah. Pemasaran Interaktif dilakukan dengan cara mengunakan instagram dan website sebagai sarana penyampaian infromasi terkait dengan kegiatan promosi yang dilakukan oleh dinas. Pemasaran dari mulut kemulut dilakukan dengan cara menggabungkan efek dari event dan publisitas yang dirasa akan menyampaikan pesan promosi yang dilakukan oleh masyarakat yang tela melihat event tersebut. Selanjutnya Hambatan yang dialami oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga terletak pada minimnya anggaran APBD terkait promosi wisata, Kurangnya pemahaman terkait pentingnya promosi wisata dan kurangnya SDM kelompok kesenian thek-thek.

This study aims to find out how the promotion carried out by the Department of Youth, Sports and Tourism of Purbalingga Regency in the promotion of art thek-thek. In this study, using the promotion mix model to analyze the findings of the research. This study uses descriptive qualitative methods. The informants of the study were determined by purposive sampling. Data collection is done by conducting in-depth interviews, observation and documentation. Data analysis was performed using data analysis of Miles and Huberman.
From the results of the study, it was found that the Purbalingga Regency Youth, Sports and Tourism Office used a promotion mix consisting of advertising, sales promotion, events and experience, public relations and publicity, direct marketing, interactive marketing, word of mouth marketing, and personal sales. From the depth of these aspects, which according to effective informants to do is Event and experience, Interactive Marketing and marketing from mouth to mouth. Public relations and publicity are carried out by conducting various festivals and competition activities that are carried out routinely in collaboration with the government. Interactive marketing is done by using Instagram and website as a means of delivering information related to promotional activities carried out by the agency. Marketing from the mouth is carried out by combining the effects of the event and the publicity that is felt to be conveying promotional messages made by the people who have seen the event. Furthermore, the barriers experienced by the Department of Youth, Sports and Tourism of Purbalingga Regency lie in the lack of APBD budgets related to tourism promotion, lack of understanding regarding the importance of tourism promotion and the lack of human resources in the art groups.

2238525010E1A013109PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN RACUN RUMPUT NON
IDENTIK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN PENGADILAN
NEGERI KAYUAGUNG NOMOR: 463/PID.SUS/2014/PN.KAG
Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana perlindungan hukum terhadap
konsumen racun rumput non identik berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999
tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
perlindungan hukum bagi konsumen racun rumput non identik dalam Putusan
Pengadilan Negeri Kayuagung Nomor 463/Pid.Sus/2014/PN.Kag terhadap produsen
yang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang yang tidak sesuai mutu.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan
menggunakan metode yuridis normatif atau pendekatan Perundang-Undangan.
Spesifikasi penelitian ini adalah spesifikasi deskriptif dengan menguraikan secara jelas
kemudian dikaitkan dengan teori-teori hukum dan praktek pelaksanaan hukum positif
yang dihubungkan dengan penelitian yang dilakukan. Metode analisis data yang
digunakan adalah normatif kualitatif yaitu dengan menjabarkan data yang diperoleh
berdasarkan norma-norma hukum atau kaidah yang relevan dengan pokok permasalahan.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data maka dapat diambil suatu simpulan
bahwa konsumen sudah mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan Undang-
Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dapat dilihat bahwa
hakim dalam memutus putusannya, menyatakan Rusdianto telah melanggar Pasal 8 ayat
(1) huruf e Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
untuk menjatuhkan pidana kepada Rusdianto sesuai dengan Pasal 62 ayat (1) Undang-
Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
This study explores how the legal protection of the non-identical grass poison consumer
based on Law Number 8 Year 1999 Concerning Consumer Protection. This study aims to
determine the legal protection for non-identical grass poison consumers in the Court Decision of
Kayuagung Number 463/Pid.Sus/2014 /PN.Kag against manufacturers who produce and/or trade
in goods that do not match the quality. 
The method used in this study is the normative juridical method or Legislation approach.
Specification of this study is descriptive specification by elaborating it clearly then associate it
with the theories of law and the practice of positive law enforcement related to the study
undertaken. The data analysis method used is qualitative normative which is to describe the data
obtained build upon legal norms or rules that are relevant to the issue. 
Based on the results of research and data analysis, it can be concluded that consumers
already receive legal protection based on Law Number 8 Year 1999 Concerning Consumer
Protection, it can be seen that the judge in deciding the verdict, stated that Rusdianto violated
letter e in paragraph (1) of Article 8 of Law Number 8 Year 1999 Concerning Consumer
Protection to impose a sentence on Rusdianto in accordance with paragraph (1) of Article 62 of
Law Number 8 Year 1999 Concerning Consumer Protection.
2238625013A1D015045KEERATAN HUBUNGAN ANTARA VARIABEL KOMPONEN HASIL DAN HASIL ENAM VARIETAS CABAI RAWIT PADA DUA JENIS MEDIA TANAMKonsumsi cabai rawit terus meningkat namun produktivitasnya masih rendah, sehingga diperlukan program pemuliaan yang mengarah pada perbaikan daya hasil. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui variabel komponen hasil yang memiliki hubungan erat dengan hasil, 2) mengetahui media tanam terbaik untuk meningkatkan produksi cabai rawit, 3) mengetahui kombinasi terbaik antara varietas dengan media tanam untuk meningkatkan produksi cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalicupak Lor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas mulai bulan Oktober 2018 sampai Maret 2019. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu varietas (6 varietas) dan media tanam (2 media tanam) yang diulang sebanyak 3 ulangan. Keeratan hubungan antara 2 variabel dianalisis menggunakan korelasi genotipe. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, bobot basah akar, bobot kering akar, umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) variabel yang dapat dijadikan sebagai kriteria seleksi untuk hasil yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, bobot basah akar, bobot kering akar, umur panen, dan jumlah buah per tanaman, 2) media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang merupakan media terbaik untuk meningkatan produksi cabai rawit, 3) varietas Bangkok, Pelita, Manteb dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang merupakan kombinasi varietas dan media tanam terbaik untuk meningkatkan produksi cabai rawit.The consumption of cayenne pepper increases but the productivity is still low, so a breeding program is needed to increased the yield. This research was aimed to 1) knowing the yield component has the closest relation with the yield, 2) knowing the best plant media to increase the yield, 3) knowing the best combination between variety with plant media to increased the yield. This research was conducted at Kalicupak Lor, Kalibagor, Banyumas from October 2018 to March 2019. This research used a Randomized Block Design (RBD) with 2 factors, variety (6 variety) and plant media (2 plant media) with 3 replication. To know the close relationship between 2 variable used genotype correlation. The observed variable is plant height, number of leaves, plant wet weight, plant dry weight, root wet weight, root dry weight, flowering age, harvest age, number of fruit by the plant and fruit weight by the plant. The result showed that 1) the best variable that could be used as selection criteria for the yield are plant height, number of leaves, plant wet weight, plant dry weight, root wet weight, root dry weight, harvest age, and number of fruit by the plant, 2) soil and manure are the best plant media to increased the yield, 3) Bangkok variety, Pelita variety, Manteb variety with soil and manure are the best combination between variety with plant media to increased the yield.
2238725014L1A015033POTENSI Gracilaria spp. YANG DIDAPATKAN DARI PANTAI SAYANG HEULANG, GARUT DAN PANTAI NUSAKAMBANGAN, CILACAP SEBAGAI PENGHASIL AGARGracilaria spp. merupakan rumput laut yang banyak digunakan dalam produksi agar. Kualitas produk agar Gracilaria spp. yang didapatkan dari Pantai Sayang Heulang dan Pantai Nusakambangan belum banyak diketahui oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui besarnya rendemen dan kualitas rendemen agar meliputi kadar air, kadar abu, dan viskositas dari rumput laut Gracilaria spp. yang didapatkan dari Pantai Sayang Heulang dan Pantai Nusakambangan. Metoda penelitian yaitu metoda Kusuma et al. (2013) yang telah dimodifikasi. Data hasil penelitian di analisis menggunakan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen agar dan kadar air yang dihasilkan sudah sesuai standar FAO (2011) yaitu 17,89±0,67% - 28,20±3,21% (>10%) dan 15,67±0,58% - 19,00±2,65% (15-21%) tetapi kadar abu dan viskositas yang dihasilkan belum sesuai standar FAO (2011) yaitu 14,14±0,90% - 26,47±0,31% (maksimal 4%) dan 5,00±3,60 cP – 42,00±4,36 cP (2-10 cP).Gracilaria spp. is a seaweed that is widely used in agar production. The quality of the product agar Gracilaria spp. obtained from Sayang Heulang Beach and Nusakambangan Beach has not been widely known by the public. The purpose of this study was to determine the amount of agar yield and quality of the agar yields including the water content, ash content, and viscosity of Gracilaria spp. seaweed obtained from Sayang Heulang Beach and Nusakambangan Beach. The research method is the modified of Kusuma et al. (2013) method. The results of the research data were analyzed using the F test. The results showed that agar yield and water content produced are in accordance with FAO (2011) standards are 17,89±0,67% - 28,20±3,21% (>10%) and 15,67±0,58% - 19,00±2,65% (15-21%) but the ash content and viscosity produced are not in accordance with FAO (2011) standards are 14,14±0,90% - 26,47±0,31% (maximum 4%) and 5,00±3,60 cP – 42,00±4,36 cP (2-10 cP).
2238825016K1A015035ANALISIS HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR DAN SIFAT SURFAKTAN ANIONIK GOLONGAN SULFAT BERDASARKAN DATA KONSENTRASI MISEL KRITIK DENGAN METODE AB INITIOSurfaktan anionik sulfat merupakan jenis surfaktan yang banyak digunakan sebagai agen pembersih. Penemuan dan pengembangan molekul surfaktan anionik sulfat perlu dilakukan karena memiliki dampak yang sangat besar, baik dibidang sains maupun ekonomi. Analisis Hubungan Kuantitatif Struktur-Sifat Fisik (HKSS) nilai Konsentrasi Misel Kritik (KMK) terhadap surfaktan anionik golongan sulfat telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan model persamaan matematika terbaik untuk menghitung konsentrasi misel kritik teoritis surfaktan anionik golongan sulfat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model tiga dimensi dari senyawa surfaktan anionik golongan sulfat dan perhitungan dilakukan menggunakan metode ab initio 6-31G**. Senyawa C16SO4Na memiliki nilai tertinggi di beberapa deskriptor seperti log P sebesar 7,4; indeks refraksivitas sebesar 86,72 Å3; berat molekul sebesar 344,5 sma; polarisabilitas sebesar 1124,6 Å3; luas permukaan Van der Waals sebesar 701,64 Å2 dan volume Van der Waals sebesar 1124,6 Å3. Deskriptor momen dwi kutub tertinggi dimiliki oleh sebyawa C10SO4Na sebesar 11,218 debye. Deskriptor muatan bersih atom C polar tertinggi sebesar 0,20925 dimiliki oleh senyawa C12C(C2)SO4Na, sedangkan muatan bersih atom C non polar tertinggi dimiliki oleh C6C(C6)SO4Na sebesar -0,33193. Hasil perhitungan statistik diperoleh persamaan regresi linier dengan parameter statistik sebagai berikut : n = 12; r = 0,984; r2= 0,968; SE = 0,1788; Fhitung/ Ftabel= 8,389609 dan PRESS = 0,293388944.

Sulfate anionic surfactant is one the type of surfactant that is widely used as a cleaning agent. The discovery and development of sulfate anionic surfactant molecules need to be studied because it has a very large impact, both in the field of science an economics. It has been studied about The Quantitative Structure-Property Relationships (QSPR) of the Concentration Micelle Critic theoretical sulfate anionic surfactant. The research was to obtain the best equation model and to calculate the Concentration Micelle Critic theoretical sulfate anionic surfactant. The research was done by using molecullar modelling of 12 sulfate anionic surfactants in three dimensional compound and the calculation was performed by ab initio 6-31G** method. The geometrical results of sulfate anionic surfactant produce descriptor data. The C16SO4Na compound has the highest value in some descriptors such as log P value of 7.4; refraction index value of 86.72 Å3; molecular weight value of 344.5 amu; polarization value of 1124,6 Å3; the Van der Waals surface area value of 701.64 Å2 and the Van der Waals volume value of 1124.6 Å3. The highest dipole moment descriptor is owned by C10SO4Na compound of 11.218 debye. The highest net charge descriptor of polar C atoms is 0.20925 owned by C12C(C2)SO4Na compound, while the highest net charge of non-polar C atoms is C6C(C6)SO4Na compound of -0.33193. The results of statistical calculation was obtain by linear regression equations with the following statistical parameters: n = 12; r = 0.984; r2= 0.968; SE = 0.1788; Fcount/ Ftable= 8.389609 and PRESS = 0.293388944.
2238925033A1M012065Karakterisasi Sifat Sensori Cookies dari Mocaf Menggunakan Metode Quantitative Descriptive Analyis (QDA)RINGKASAN
Mocaf adalah tepung singkong yang dimodifikasi dengan perlakuan perendaman pada bahan singkong dalam waktu tertentu, Sehingga menghasilkan tepung singkong dengan karakteristik mirip terigu. Sebagai produk yang baru perlu dideskripsikan karakter aroma dan rasa cookies mocaf. Untuk pengujian tersebut dilakukan analisis QDA. Tujuan dari penelitian adalah menetapkan deskriptif atribut sensori cookies dengan variasi substitusi tepung mocaf, gula Kristal,dan mengkaji tingkat kesukaan panelis dan kandungan kimia terhadap cookies dengan substitusi dari proporsi substitusi tepung mocaf dan gula kristal.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, menggunakan metode Quantitative Descriptive Analysis (QDA). Panelis yang digunakan pada metode QDA yaitu panelis terlatih. Panelis terlatih pada penelitian ini akan mendeskripsikan sampel cookies dengan bahan tepung mocaf dan gula Kristal. Mocaf dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu dengan pembuatan cookies. Variable yang diamati meliputi variable sensori rasa, variable sensori aroma, dan uji hedonik.
Hasil uji QDA menunjukkan cookies dari mocaf dan gula kristal terasa manis dengan rata-rata 9,23 untuk rasa asin rata-rata 8,73 dan rasa kue kering dengan rata-rata 9,60. Saran dari penelitian ini adalah pemilihan jenis gula kristal untuk pemanis dalam pembuatan cookies perlu diperhatikan, karena tidak semua gula kristal memiliki rasa yang manis yang sama, sehingga akan mempengaruhi cita rasa dari cookies itu sendiri. Warna gula kristal juga perlu diperhatikan, karena penggunaan gula kristal dengan warna dan aroma yang baik akan menghasilkan warna yang aroma yang baik pada hasil produk

SUMMARY
Mocaf is cassava meal are modified to acceptable soaking on the material cassava in a given time , so as to produce cassava meal similar to those of the wheat. As a new product, it is necessary to describe the character of the aroma and taste of mocaf cookies. For this test, QDA analysis was carried out. The purpose of the study was to establish a descriptive attribute of sensori cookies with variations in substitution of mocaf flour, Crystal sugar, and to assess the panelist preference and chemical content of cookies by substituting the proportion of substitution of mocaf flour and crystal sugar.
This research was conducted at the General Soedirman University Agricultural Technology Laboratory, using the Quantitative Descriptive Analysis (QDA) method. Panelists used in the QDA method are trained panelists. Trained panelists in this study will describe samples of cookies with mocaf flour and Crystal sugar. Mocaf can be used as a substitute for wheat flour by making cookies. Variables observed included sensory variables, sensory aroma variables, and hedonic tests.
The QDA test results showed cookies from mocaf and crystal sugar were sweet with an average of 9.23 for an average salty taste of 8.73 and the taste of pastries with an average of 9.60. Suggestions from this study are the selection of the type of crystal sugar for sweeteners in the manufacture of cookies need to be considered, because not all crystal sugars have the same sweet taste, so it will affect the taste of the cookies themselves. The color of crystal sugar also needs to be considered, because the use of crystal sugar with good color and aroma will produce a color that has a good aroma on the product.


2239024051C1B015009EVALUASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM PROSES PRODUKSITujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perencanaan persediaan bahan baku pada CV. Berkah Maju Bersama sudah efisien atau belum. Bahan baku utama yang digunakan CV. Berkah Maju Bersama adalah kain katun.
Masalah yang dihadapi oleh perusahaan dalam kaitannya dengan persediaan bahan baku diantaranya adalah pembelian bahan baku yang optimal, persediaan pengaman, serta total biaya persediaan bahan baku. Untuk menjawab permasalahan yang ada, penulis menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity). Analisis ini terdiri dari pembelian bahan baku yang optimal, safety stock, dan Total Inventory Cost. Perhitungan pembelian bahan baku yang optimal dengan menggunakan EOQ (Economic Order Quantity), perhitungan Safety Stock dicari dengan menggunakan standard deviation sedangkan Total Inventory Cost dicari dengan menggunakan Microsoft Excel. Data yang digunakan adalah data pembelian dan pemakaian bahan baku kain katun selama periode Januari 2013 sampai Desember 2017.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bahan baku yang ekonomis untuk setiap kali pembelian pada tahun 2013 sejumlah 10.709 lembar, tahun 2014 sejumlah 12.396 lembar, tahun 2015 sejumlah 11.751 lembar, tahun 2016 sejumlah 11.114 lembar, dan tahun 2017 sejumlah 10.407 lembar.
Besarnya Safety stock yang dibutuhkan pada tahun 2013 sejumlah 5.395 lembar, tahun 2014 sejumlah 2.796 lembar, tahun 2015 sejumlah 1.364 lembar, tahun 2016 sejumlah 1.806 lembar, dan tahun 2017 sejumlah 1.732 lembar.
Besarnya Total Inventory Cost menurut perhitungan EOQ pada tahun 2013 sebesar Rp. 14.559.145,17, tahun 2014 sebesar Rp. 17.305.554,18, tahun 2015 sebesar Rp. 17.785.298,42, tahun 2016 sebesar Rp. 17.877.956,704, dan tahun 2017 sebesar Rp. Rp. 18.068.522,591.
Dari hasil diatas, persediaan bahan baku menurut metode EOQ dan total biaya persediaan bahan baku menurut metode EOQ sudah efisien. Sehingga perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menggunakan metode EOQ dalam pengelolaan persediaan bahan bakunya.
The objectibe of the research was to identify the efficiency of raw material inventory management at CV. Berkah Maju Bersama. The main material which used by CV. Berkah Maju Bersama was catoon.
The problems faced by the company in the relationship with its raw material inventory were the optimum raw material bought, safety stock, and total inventory cost. In order to answer the existed problems, the writer used EOQ (Economic Order Quantity) method. The analysis consists of the optimum raw material buying, safety stock, and total inventory cost at CV. Berkah Maju Bersama, Banjarnegara. The calculation of the optimum raw material bought was done by using EOQ (Economic Order Quantity), the calculation of safety stock was done by using standard deviation, while the total inventory cost was calculated by using Microsoft Excel. The data used in the research was the buying quantity and use of catoon skin during January 2013 – December 2017.
The result indicated that the amount of economical raw material for each buying quantity on 2013 was 10.709 sheets, on 2014 was 12.396 sheets, on 2015 was 11.751 sheets, on 2016 was 11.114 sheets, and on 2017 was 10.407 sheets.
The amount of safety stock needed on 2013 was 5.395 sheets, on 2014 was 2.796 sheets, on 2015 was 1.364 sheets, on 2016 was 1.806 sheets, and on 2017 was 1.732 sheets.
While the amount of Total Inventory Cost, based on EOQ calculation, on 2013 was Rp. 14.559.145,17, on 2014 was Rp. 17.305.554,18, on 2015 was Rp. 17.785.298,42, on 2016 was Rp. 17.877.956,704, and on 2017 was Rp. Rp. 18.068.522,591.
Form the result above, the raw material inventory management and the raw material inventory total cost, based on EOQ method, was efficient. The EOQ method can be applied at the company to manage its material inventory.
2239125008H1L014007RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENJUALAN KELINCI DI KABUPATEN CILACAP BERBASIS WEBKelinci merupakan hewan yang mudah dikembangbiakkan dan mudah untuk dipelihara. Kelinci dapat dijadikan sebagai salah satu usaha sambilan atau usaha pokok yang cukup menguntungkan. Di kabupaten Cilacap, banyak peternak kelinci yang menjadikan usaha ternak kelinci sebagai usaha sambilan yang cukup menguntungkan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membangun sistem informasi dengan menggunakan metode pengembangan waterfall, bahasa pemrograman PHP, dan database MYSQL. Sistem ini mengelola data kelinci, produk, stok kelinci, dan data pemasok kelinci. Proses sistem ini meliputi penjualan, pembayaran, dan pengiriman. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem informasi berbasis web yang digunakan untuk menyimpan informasi tentang penjualan kelinci, produk kelinci, stok kelinci dan mencatat riwayat transaksi.Rabbit is easy to developed and easy to adaption animal. Rabbits can be used as one side business or a basic business that is adequate to benefit. In cilacap district, many rabbit breeders made rabbit livestock business as a side business that was quite profitable. The purpose of this study is to design and build an information system with uses the waterfall development method, PHP programming language, and MYSQL database. This system manage data rabbit, product, rabbit stock, and data rabbit suppliers. This process system includes sales, payment, and shipping. The result of this research is a web based information system that is used to store information about the sale of rabbits, rabbit product, rabbit stock, and record the transaction history.
2239225017E1A115091PENERAPAN TINDAK PIDANA ZINA SECARA BERLANJUT (STUDI TERHADAP PUTUSAN PERKARA PENGADILAN NEGERI SLEMAN NOMOR 505/PID.B/2017/PN.SMN)Perzinahan (overspel) merupakan hubungan seksual sukarela oleh seorang yang terikat perkawinan dengan orang yang bukan suami/istrinya. Tindak pidana zina dirumuskan dalam Pasal 284 ayat (1) KUHP. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 284 ayat (1) angka 1 huruf a KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP serta pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana dalam Putusan Perkara Nomor 505/PID.B/2017/PN.SMN. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan analitis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data sekunder yang telah terkumpul diolah, disajikan dalam bentuk teks naratif atau deskriptif, dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Terdakwa melakukan tindak pidana yang telah memenuhi unsur di dalam Pasal 284 ayat (1) angka 1 huruf a KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP tentang perbuatan berlanjut. Dasar pertimbangan hukum hakim yaitu dasar mengadili diatur dalam Pasal 84 KUHAP serta dasar memutus dengan terlebih dahulu mempertimbangkan unsur-unsur yang terbukti dalam Pasal 284 ayat (1) angka 1 huruf a KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Pembuktian dilakukan dengan melihat alat bukti yang sah sesuai dengan Pasal 184 Ayat (1) KUHAP yang diperkuat dengan alat bukti yang diajukan dalam persidangan serta keyakinan dari Hakim dan adanya hal yang memberatkan dan hal yang meringankan, diatur dalam Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP, serta mempertimbangkan masa penangkapan dan penahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, yang diatur dalam Pasal 22 ayat (4) KUHAP.Adultery (overspel) is voluntary sexual intercourse by a merried person with one who is not is or her spouse. Crime of adultery is defined in Article 284 paragraph (1) Criminal Code. This study was conducted with the aim of knowing the application of Article 284 paragraph (1) alphabet a Criminal Code juncto Article 65 paragraph (1) Criminal Code as well as to find out the basic legal considerations of judges in criminal convictions.
The research method used is normative juridical with the method of legislative and analytical approaches. The type of data used is secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. The collected secondary data is processed, presented in the form of narrative or descriptive text, and analyzed by qualitative method.

Based on the results of research and discussion it can be concluded that the Defendant's actions are criminal acts that have fulfilled the elements in Article 284 paragraph (1) alphabet a Criminal Code juncto Article 64 paragraph (1) Criminal Code about continuous act. The basis of the judge's legal considerations in imposing criminal sanction in Decision Case Number 505/ Pid.B / 2017 / PN.SMN is regulated in Article 50 of Act no. 48 of 2009 concerning Judicial Power. The basis of judges' legal considerations is that the basis for judging is regulated in Article 84 of the Criminal Procedure Code and the basis for deciding by first considering the elements proven in Article 284 paragraph (1) alphabet a Criminal Code juncto Article 65 paragraph (1) Criminal Code of the Criminal Code. Verification is done by looking at the valid evidence in accordance with Article 184 Paragraph (1) of the Criminal Procedure Code which is strengthened by the evidence presented at the trial and the conviction of the Judge and the aggravating and mitigating matters, regulated in Article 197 paragraph (1) letter f of KUHAP , and to consider the period of arrest and detention are deducted entirely from the imposed penalty provided for in Article 22 paragraph (4) of KUHAP.
2239325912I1C015026Optimasi Formula Sampo Gel Minyak Serai Wangi (Citronella oil)
Dengan Basis CMC(Carboxy Methyl Celullose) Sebagai Antifungi
Terhadap Pityrosporum Ovale
Ketombe dapat diatasi menggunakan sampo Ketoconazole namun, dalam
penggunaanya yang berlebihan dapat menyebabkan ruam dan dermatitis.
Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan sampo gel minyak serai wangi
sebagai alternatif pengobatan. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat sampo
gel yaitu CMC, sodium lauril sulfat (SLS), dan cocamide DEA. Untuk
menghasilkan sampo gel yang memenuhi syarat dan dapat diterima oleh
masyarakat, perlu dilakukan optimasi formula. Optimasi dilakukan dengan
metode simplex lattice design (SLD) dengan 3 komponen yaitu, CMC (A), SLS
(B), dan cocamide DEA (C). Parameter optimasi yang digunakan yaitu
viskositas, kemampuan dan stabilitas busa, persentase zat padat, dan pH.
Berdasar persamaan SLD, dibuat contour plot dan superimpossed contour plot
untuk menentukan formula optimum. Formula optimum kemudian diuji aktivitas
antifungi terhadap P.ovale dan dianalisis menggunakan One way Anova. :
Berdasarkan superimpossed contour plot diperoleh formula optimum dengan
proporsi CMC (4%), SLS (14%), dan cocamide DEA (2%) yang menghasilkan
viskositas 1142,66 cP; pH 6,16; kemampuan dan stabilitas busa 41 mL;
persentase zat padat 21,49%. Sampo gel minyak serai wangi memiliki aktivitas
antifungi terhadap P.ovale dengan kategori kuat yaitu 18,16 mm.
Dandruff can be solved using Ketoconazole shampoo. However, in its excessive
use can cause rash and dermatitis. These problems can be solved with citronella
essential oil gel shampoo as an alternative treatment. The ingredients needed to
make a gel shampoo are CMC, sodium lauryl sulfate (SLS), and Cocamide DEA.
In order to produce shampoo that is qualified and acceptable to the community, it
needs to be done formula optimization. The research was done by simplex lattice
design (SLD) method with 3 components, i.e CMC (A), SLS (B), and Cocamide
DEA (C). The optimization parameters of gel shampoo were viscosity, ability and
stability of foam, percentage of solid content, and pH. Based on the SLD model,
contour plot and superimposed contour plot was created to determine the
optimum formula. Optimum formula, then tested the antifungal activity against P.
ovale and analyzed using One Way Anova. Based on superimposed contour plot
was obtained with the proportion of CMC (4%), SLS (14%), and Cocamide DEA
(2%). The result of viscosity was 1142.66 CP; pH 6.16; ability and stability of
foam 41 ml; Percentage of solid content 21.49%. Gel Shampoo has antifungal
acted against P. Ovale with a strong category of 18.16 mm.
2239425015C1A015025ANALISIS EFISIENSI SALURAN PEMASARAN JAMUR TIRAM DI KABUPATEN PURBALINGGA Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga saluran pemasaran jamur tiram di Kabupaten Purbalingga yakni saluran I (petani-konsumen), saluran II (petani-pengepul desa-pedagang pengecer-konsumen), dan saluran III (petani-pengepul desa-pedagang besar-produsen pengolahan-konsumen). Pendapatan rata-rata yang diperoleh petani adalah sebesar Rp6.905.008,00 perbulan dengan rata-rata jumlah baglog yang dimiliki sebanyak 6.489 baglog. Margin pemasaran pada saluran pemasaran jamur tiram di Kabupaten Purbalingga masing-masng berbeda. Saluran I dengan margin pemasaran sebesar Rp6.081,00 perkilogram, saluran II dengan margin pemasaran sebesar Rp2.563,64 perkilogram, dan saluran III sebesar Rp35.700,00 perkilogram. Selain margin pemasaran, farmer’s share, biaya dan keuntungan pemasaran yang ada petani pada masing-masing saluranpun berbeda-beda yakni pada saluran I besar farmer’s share adalah 223,64 persen dengan biaya 3,62 persen dan keuntungan sebesar 96,38 persen, farmer’s share saluran II 78,39 persen dengan biaya sebesar 24,13 persen dan keuntungan sebesar 75,87 persen, saluran III farmer’s share sebesar 20,66 persen dengan biaya dan keuntungan sebesar 3,55 dan 96,45 persen. Efisiensi pemasaran jamur tiram di Kabupaten Purbalingga secara indeks efisiensi teknis saluran yang efisien adalah saluran II dengan indeks 8,02 sedangkan berdasarkan indeks efisiensi ekonomis adalah saluran III dengan indeks 27,13.
Implikasi dari penelitian ini yaitu dalam penelitian ditemukan bahwa semakin pendek saluran pemasaran maka farmer’s share semakin besar. Oleh karena itu sebaiknya petani berupaya untuk memperpendek saluran pemasaran dengan memasukan aspek teknologi informasi dalam pemasarannya.
The results of this study indicate that there are three marketing channels for oyster mushrooms in Purbalingga, namely channel I (farmers-consumers), channel II (farmers-village collectors-retailers-consumers), and channel III (village-collectors-wholesalers-processors-consumers). The average income earned by farmers is Rp6,905,008.00 per month with an average scale of 6,489 baglogs. Channel I performs a marketing margin of Rp6,081.00 per kilogram, channel II Rp2,563.64 per kilogram, and channel III Rp35,700.00 per kilogram. In addition to marketing margin, farmer's share, marketing costs and profit of farmers in each channel vary. In channel I, the share received by farmers is 223.64 percent at cost of 3.62 percent and a profit of 96.38 percent. At channel II, farmer's share is 78.39 percent at costs of 24.13 percent and profit of 75.87 percent. Channel III farmer's share is 20.66 percent with costs and profit of 3.55 and 96.45 percent, respectively. The marketing of oyster mushrooms in Purbalingga Regency based on technical efficiency, channel II is the most efficient with index 8,02, while based on the economic efficiency, channel III is the most efficient with an index of 27.13.
The study found that the shorter the marketing channel, the greater the farmer’s share. Therefore the farmers and local government should take efforts to shorten the marketing channel.
2239528768H1L014036RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI KERJA PRAKTIK
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA BERBASIS WEB

Abstract :Teknik Informatika Universitas Jenderal Soedirman adalah salah satu jurusan di Fakultas Teknik. Didalam perkuliahan terdapat syarat mahasiswa untuk melakukan kerja praktik. Dalam perkembangannya dibutuhkan sistem yang komplek agar dalam pelaksanaannya dan pendataannya dapat terorganisir. Pada saat akan seminar diharuskan memberikan berita acara. Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan dan membangun sistem kerja praktik pada jurusan teknik informatika sehingga dapat digunakan untuk mmpermudah pelaksanaan kerja praktik mahasiswa, mempermudah dosen untuk mendapatkan data mahasiswa kerja praktik dan memberikan nilai mahasiswa. Rancang bangun sistem informasi ini dibuat dengan menggunakan metode waterfall, bahasa pemograman PHP, HTML,CSS dan pengolahan data menggunakan software MYSQL.

Informatics engineering universitas jenderal soedirman is one of the majors in the faculty of engineering. In lectures there are reqirements for students to do practical work. In development, it needs a complex system so that its implementation and data collection can be organized. At the seminar will be required to provide minutes. The purpose of this study is to plan and build a practical work system in the departement of informatics engineering so that it can be used to facilitate the implementation of student practical work, make it easier for lecturers to obtain data on practical work students and provide student grades. The design of this information system was made using the method waterfall, PHP, HTML,CSS and data processing using software MYSQL.

2239625913D1A015079HUBUNGAN JUMLAH TERNAK DAN LAMA BETERNAK DENGAN PERSEPSI PETERNAK TENTANG PENGOLAHAN LIMBAH SAPI PERAH DI KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMASBeternak sapi perah selain menghasilkan susu juga menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan sehingga perlu diolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan jumlah ternak, lama beternak dengan persepsi peternak sapi perah tentang pengolahan limbah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Metode penetapan sampel wilayah ditentukan secara purposive sampling (sengaja) yaitu mengambil wilayah yang memiliki peternak sapi perah cukup banyak di Kabupaten Banyumas dan mendapatkan binaan dari Koperasi Pesat, terpilih Kecamatan Pekuncen. Pengambilan sampel kelompok secara random sampling yaitu sebanyak 50% dari jumlah kelompok. Pengambilan sampel responden dilakukan secara sensus pada semua kelompok terpilih. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 72,4 % peternak sapi perah di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas memiliki jumlah kepemilikan sapi perah sebanyak 6 ekor, lama beternak sapi perah sebanyak 53,4% kurang dari 14 tahun dan persepsi peternak tentang pengolahan limbah sebanyak 81% memiliki nilai yang cukup baik. Nilai korelasi persepsi peternak dengan lama beternak sebesar 0,137 dan persepsi peternak dengan jumlah ternak sebesar 0,023. Besides raising dairy cattle, that it also produce waste which can pollute the environment so it needs to be processed. The purpose of the research to determine the correlation between the number of livestock, the length of livestock raising and the farmers perception about waste treatment. The research method used is the survey method. The method of determining the sample area was determined by purposive sampling (intentional), namely taking areas that had quite a lot of dairy farmers in Banyumas Regency and getting trained from the Cooperative Pesat, selected by Pekuncen Sub-District. Sampling of groups by random sampling is as much as 50% of the total group. Sampling of respondents was conducted in census on all selected groups. The results showed that 72.4% of dairy farmers in Pekuncen Subdistrict, Banyumas Regency had a total of 6 dairy cows, 53.4% of dairy farms were less than 14 years old and 81% of the farmers were aware of waste management good value. The correlation value of farmer perceptions with breeding duration is 0.137 and perceptions with the number of livestock are 0.023.
2239725020A1C014049PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHATANI KACANG TANAH DI KECAMATAN PURING KABUPATEN KEBUMENKecamatan Puring merupakan salah satu daerah penghasil kacang tanah di Kabupaten Kebumen. Penggunaan faktor produksi dalam usahatani sangat mempengaruhi hasil produksi dan pendapatan yang diperoleh petani. Penggunaan faktor produksi yang belum efisien mengakibatkan keuntungan petani rendah sedangkan indikator keberhasilan suatu usahatani dapat dilihat dari keuntungan atau pendapatan bersih yang diterima oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani kacang tanah di Kecamatan Puring, (2) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi kacang tanah di Kecamatan Puring, dan (3) menganalisis tingkat efisiensi teknis dan efisiensi harga/alokatif pada usahatani kacang tanah di Kecamatan Puring. Metode penelitian yang digunakan adalah survai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2018 di Desa Waluyorejo dan Desa Tambakmulyo Kecamatan Puring. Penentuan responden dilakukan dengan metode Simple Random Sampling dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 39 petani. Metode analisis yang digunakan adalah: (1) analisis biaya dan pendapatan, (2) analisis regresi linear berganda dengan pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas, dan (3) analisis efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh petani tetap positif apabila biaya diperhitungkan dimasukkan sebagai komponen biaya produksi. Pendapatan petani akan lebih besar apabila hasil sampingan berupa rendeng/hijauan dimasukkan sebagai tambahan pendapatan bagi petani. Faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produksi kacang tanah adalah luas lahan, benih, pupuk organik dan pestisida. Secara teknis, usahatani kacang tanah di Kecamatan Puring sudah efisien. Secara harga/alokatif, penggunaan luas lahan, benih dan pupuk organik belum efisien, sedangkan penggunaan pestisida tidak efisien.Puring Sub-district is one of the peanut production areas in Kebumen Regency. The use of production factors on farming affects the amount of production and income that obtained by farmers. The use of production factors that have not been efficient affects to low profit while the indicator of the success of farming can be seen from the profit or net income received by farmers. The aims of the research are to: (1) find out the cost, the revenue, and the income of peanut’s farming in Puring Sub-district, (2) analyze the factors that influence the peanut production in Puring Sub-district, and (3) analyze the level of technical and allocative efficiencies of peanut’s farming in Puring. The research method used is survey. The research was conducted at August to September 2018 in Waluyorejo and Tambakmulyo Villages, Puring Sub-district. Sample determination used is simple random sampling method with the sum of respondent are 39. Data analysis methods used are: (1) cost and income analysis, (2) multiple linier regression with Cobb-Douglas production function approach, and (3) efficiencies analysis. The result shows that the income gained by farmers remains positive if the implisit cost are included as a component of production costs. Farmer income will be greater if the by-product in the form of forage is included as income. Production factors that have a significant effect to peanut production are land area, seeds, organic fertilizer and pesticides. Technically, peanut’s farming in Puring is efficient. The use of land area, seeds, and organic fertilizer has not achieved allocative efficiency. Meanwhile, the use of pesticides has not efficient.
2239826037J1A015024Analysis of Transitive Phrasal Verb in Lifestyle and Entertainment of The Jakarta PostAbstrak: Kata kerja merupakan bagian dari kelas kata yang tidak dapat dihilangkan dalam membentuk sebuah kalimat. Sebuah kalimat akan menjadi tidak lengkap jika tidak ada sebuah kata didalamnya. Penting juga untuk memilih kata kerja yang tepat dalam menyampaikan suatu pesan, seperti contohnya dalam menulis artikel di koran. Pemilihan kata kerja yang tepat juga sangat penting untuk menarik minat pembaca untuk terus membaca artikel tersebut. Salah satu contohnya yaitu keputusan untuk menerapkan frasa kata kerja dalam penulisan artikel hiburan. Frasa kata kerja sendiri bukan sebuah hal yang baru dalam Bahasa Inggris, tetapi jarang digunakan dalam sebuah penulisan dibandingkan dengan kata kerja yang biasa. Khususnya bagi penutur asing berbahasa Inggris, dikarenakan kesulitan dan arti yang membingungkan dari frasa kata kerja itu sendiri. Frasa kata kerja transitif memiliki lebih banyak kemungkinan hal yang bisa diteliti, karena bisa diteliti dari segi susunannya. Sebaliknya, frasa kata kerja non-transitif tidak memungkinkan untuk menganalisa susunanya karena selalu berbentuk susunan yang tidak dapat dipisah (Kata Kerja – Partikel). Penutur asing menemukan kesulitan untuk memahami frasa kata kerja dikarenakan tidak adanya aturan baku untuk menentukan arti dari setiap frasa kata kerja. Terlebih lagi frasa kata kerja sering disalah artikan oleh pembaca dikarenakan susunannya yang seperti kata kerja tunggal dengan kata depan atau kata keterangan dari bagian pelengkap. Artikel ini mengungkap arti dari berbagai frasa kata kerja transitif yang ditemukan di Lifestyle dan Entertainment The Jakarta Post. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk menemukan keberagaman frasa kata kerja pada. Partikel digunakan untuk menemukan keberagaman frasa kata kerja pada data yang dipilih, sementara kategori sintaksis digunakan untuk menentukan arti dari masing-masing frasa kata kerja. Berdasarkan hasil analisa, frasa kata kerja paling banyak ditemukan dalam arti harfiah, semetara arti aspectual merupakan yang paling jarang ditemukan dari data yang dipilih.Abstract: Verb is part of speech that cannot be written out in forming a sentence. The sentence will be incomplete if there is no any verb in it. It is also important to choose the right verb in delivering the message of something, such as in writing an article in newspaper. The well-chosen verb is also essential in attracting the readers to read and keep on reading. One of the example is the decision to apply phrasal verb in writing an entertainment article. Phrasal verb itself is not a new thing in English, but it is not often be applied in writing rather than the common verbs. Especially for non-native English users due to the difficulty and confusing meaning created by phrasal verb. Transitive phrasal verb has greater possibilities to be analysed, since it can be analysed through the construction. In the other hands, intransitive phrasal verb does not possible to analyse the construction because they always presented in non-separated construction (Verb – Particle). Non-native English users find it is difficult to understand it since there is no a rigid rule to determine the meaning of each phrasal verb. In addition to this, the construction of phrasal verb that makes the phrasal verbs look like a single verb with other prepositions or adverb of the complement. This construction is often be misinterpreted by the readers. This article reveals the meaning of various transitive phrasal verb found in Lifestyle and Entertainment of The Jakarta Post. It employs qualitative research method to find the particle and syntactic categories of the phrasal verbs. Particle is used to discover the variation of phrasal verb in the selected data, while syntactic categories are used to determine the meaning of each phrasal verb. Based on the analysis, phrasal verbs are mostly found in literal meaning, while the aspectual meaning becomes the rarest type found in the selected data.
2239928560C1A016011Analisi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Penduduk Lansia untuk Bekerja di Sentra Industri Tahu Kalisari KEcamatan Cilongok Kabupaten BanyumasPenduduk lansia dianggap sebagai peduduk yang tidak produktif. Namun, di desa Kalisari yang merupakan sentra industri tahu banyak penduduk lansia yang tetap bekerja. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti faktor - faktor yang mempengaruhi keputusan penduduk lansia untuk bekerja desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh usia, tingkat pendidikan, beban tanggungan keluarga dan pendapatan lain terhadap keputusan lansia untuk bekerja serta untuk mengidentifikasi variabel mana yang paling besar pengaruhnya terhadap keputusan lansia untuk bekerja di sentra industri tahu Kalisari.
Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk lansia yang tinggal di desa Kalisari yang bekerja di industri tahu Kalisari maupun yang tidak bekerja. Jumlah responden yang diambil yaitu sebanyak 60 penduduk lansia dengan rincian 30 penduduk lansia yang bekerja di industri tahu dan 30 penduduk lansia yang tidak bekerja yang dipilih dengan teknik random sampling dan pelaksanaanya menggunakan teknik wawancara berdasarkan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi binary logistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel usia, tingkat pendidikan, beban tanggungan keluarga dan pendapatan lain berpengaruh terhadap keputusan lansia untuk bekerja di sentra industri tahu Kalisari. Secara parsial menunjukkan bahwa variabel usia dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap keputusan penduduk lansia untuk bekerja di sentra industri tahu Kalisari. Sedangkan variabel pendapatan lain memiliki pengaruh negatif signifikandan beban tanggungan keluarga memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan lansia untuk bekrja di sentra industri tahu Kalisari. Variabel yang paling berpengaruh terhadap keputusan lansia untuk bekerja di sentra industry tahu Kalisari adalah pedapatan lain.
Implikasi dari penelitian ini adalah pendapatan lain yaitu pendapatan yang diperoleh selain dari upah bekerja seperti pendapatan dari pekerjaan kedua lansia, bantuan dari pemerintah maupun bantuan dari keluarga atau saudara diharapkan mampu menjamin kesehatan dan keamanan serta kesehatan lansia. Diharapkan bagi anggota keluarga maupun penduduk sekitar yang memiliki lansia untuk dapat lebih memperhatikan lansia agar terpenuhi kebutuhan hidupnya.
The elderly population is considered as unproductive population. In fact, in the village of Kalisari which is Kalisari tofu industry center many elderly people continue to work. Therefore, the athor is interested to study thefactors that influence the decision of the elderly population to work in the tofu industry center at the Village of Kalisari, Cilongok District, Banyumas Regency.
This research aims to analize the effect of age, level of education, number of dependents and other income on the decision of the elderly to work and to identify the most influential on the decision of the elderly to work in the Kalisari tofu industry center.
The population in this study consists of the elderly who live in the Kalisari village who work in the Kalisari tofu industry and who do not work. The respondents consist of 30 elderly people who work in the tofu industry and 30 elderly people who do not work were selected using the random sampling method with survey based on the questionnaire as data collection technique. The data were then analyzed using binary logistic regression.
The results show that simultaneously age, education level, number of dependents, and other income affect the decision of the elderly to work in the Kalisari tofu industry center. Partially age and education level do not affect the decision of the elderly population to work in the Kalisari tofu industry center,while other incomehas significant negative effect and number of dependents has significant positive effect on the elderly's decision to work at the Kalisari tofu industry center.
The results imply that other incomes such as the income from their side jobs, government aids, and family aids hopefully can guarantee the health, security, and the elderly’s health. It is expected that family members and households who have elderly should pay more attention to the elderly in order to meet their needs.
2240026152A1D015030Kajian Metabolit Sekunder Empat Isolat Jamur Entomopatogen terhadap Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) pada Cabai BesarPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari metabolit sekunder empat jamur entomopatogen terhadap mortalitas kutu kebul, intensitas penyakit akibat virus, serta korelasi kedua variabel. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 sampai Mei 2019 di laboratorium Perlindungan Tanaman dan screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan in- vitro adalah Rancangan Acak Kelompok dan percobaan in- planta adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin. Pada uji mortalitas in-vitro hama B. tabaci terdiri atas 5 perlakuan (metabolit sekunder Beauveria bassiana Papua, B. bassiana Jember, Metarhizium anisopliae, Lecanicillium lecanii; dan kontrol) dan diulang 5 kali. Uji indeks kitinolitik terdiri atas 4 perlakuan diulang 4 kali. Uji in planta terdiri atas 5 perlakuan diulang sebanyak 5 kali, setiap unit percobaan terdiri atas 3 tanaman. Variabel yang diamati adalah mortalitas imago, indeks kitinolisis, masa inkubasi, intensitas penyakit, tinggi tanaman dan jumlah daun. Hasil menunjukkan semua perlakuan metabolit sekunder jamur entomopatogen menyebabkan mortalitas pada imago B. tabaci masing- masing sebesar 77,8% (B. bassiana Papua); 71,5% (B. bassiana Jember); 66,7% (M. anisopliae); dan 59,5% (L. lecanii). Semua metabolit sekunder jamur entomopatogen menurunkan intensitas penyakit akibat virus masing- masing sebesar 79,98% (B. bassiana Papua); 74,00% (B. bassiana Jember); 72,23% (L. lecanii); dan 55,41% (M. anisopliae). Korelasi antara mortalitas hama B. tabaci akibat perlakuan metabolit sekunder jamur entomopatogen dengan intensitas penyakit akibat virus sangat erat dan berkebalikan. Setiap peningkatan 1% mortalitas hama menyebabkan penurunan intensitas penyakit akibat virus sebesar 1,346%.The aim of this research was to study the secondary metabolites of four entomopathogenic fungi against whitefly mortality, viral disease intensity and correlation between the two variables. The research was conducted from Oktober 2018 to May 2019 in the Plant Protection Laboratory and the screen house of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The in-vitro test used randomize completely design consisted of five treatments (secondary metabolites of Beauveria bassiana Papua and Jember isolates, Metarhizium anisopliae, Lecanicillium lecanii and control) and repeated five times. The in-planta experiment used latin square design consisted of five treatments and repeated five times. Variables observed were mortality of whitefly imago, chittinolytic index, incubation period, viral disease intensity, plant height and total leaf per plant. The results showed that all treatment of secondary metabolites of entomopathogenic fungi caused mortality in the B. tabaci imago by 77.8% (B. bassiana Papua); 71.5% (B. bassiana Jember); 66.7% (M. anisopliae); and 59.5% (L. lecanii). All secondary metabolites of entomopathogenic fungi reduce the intensity of viral diseases by 79.98% (B. bassiana Papua); 74.00% (B. bassiana Jember); 72.23% (L. lecanii); and 55.41% (M. anisopliae). The correlation between B. tabaci pest mortality due to the treatment of secondary metabolites of entomopathogenic fungi with the intensity of disease due to viruses is very close and opposite. Every 1% increase in pest mortalitycausing decrease in the intensity of viral diseases by 1,346%.