Artikelilmiahs

Menampilkan 22.341-22.360 dari 50.194 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2234128557C1G015026THE EFFECT OF GENDER INEQUALITY INDICATORS ON ECONOMIC GROWTH IN INDONESIASalah satu dari delapan tujuan pembangunan milenium (MDGs) yang dinyatakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2000 adalah untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Hal ini sesuai dengan tujuan pembangunan manusia Indonesia, yaitu mencapai kesetaraan gender untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tanpa membedakan antara pria dan wanita. Penelitian ini meneliti tentang pengaruh ketimpangan gender angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, tingkat pasrtisipasi angkatan kerja terhadap pertumbuhsn ekonomi di Indonesia. Selanjutnya tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh indikator ketimpangan gender terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu variabel pertumbuhan IPM, rasio angka harapan hidup perempuan terhadap laki-laki, rasio rata-rata lama sekolah perempuan terhadap laki-laki, dan rasio tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan terhadap laki-laki dan menganalisis variabel yang memiliki pengaruh tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan menggunakan data panel yang merupakan gabungan data dari 34 provinsi di Indonesia dari tahun 2011-2017 yang diambil dari Badan pusat Statistik dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan dianalisis menggunakan analisis regresi berganda.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel pertumbuhan IPM, rasio angka harapan hidup perempuan terhadap laki-laki, rasio rata-rata lama sekolah perempuan terhadap laki-laki, memiliki dampak positif dan signifikan dalam terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sedangkan rasio tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan terhadap laki-laki berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Variabel yang memiliki pengaruh tertinggi adalah pertumbuhan IPM
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu Pemerintah Indonesia perlu lebih meningkatkan anggaran untuk melaksanakan program-program kesetaraan gender dan meningkatkan pengawasan penggunaan anggaran tersebut sehingga bisa dimanfaatkan sesuai dengan tujuan kesetaraan gender. Penggunaan anggaran tersebut lebih difokuskan di bidang kesehatan dan pendidikan karena dengan meningkatkan bidang kesehatan dan pendidikan perempuan maka kesempatan dalam bidang ketenagakerjaan bagi perempuan lebih terbuka lebar. Kesehatan dan pendidikan yang baik bagi perempuan akan menciptakan kualitas tenaga kerja perempuan yang baik pula.
One of the eight Millennium Development Goals (MDGs) declared by the United Nations (UN) in 2000 was to promote gender equality and empower women. This is in line with Indonesia's human development goals, namely achieving gender equality to improve the quality of human resources without differentiating between men and women. This study examines the effect of gender inequality in life expectancy, average years of schooling, the level of labor force participation on economic growth in Indonesia. Furthermore, the purpose of this study is to analyze the effect of gender inequality indicators on economic growth, namely the HDI growth variable, the ratio of life expectancy of women to men, the ratio of average years of schooling of women to men, and the ratio of the level of female labor force participation to men and analyze what variables have the highest influence on economic growth in Indonesia. The data used in this study are secondary data using panel data which is a combination of data from 34 provinces in Indonesia from 2011-2017 taken from Badan Pusat Statistik and the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection and analyzed using multiple regression analysis.
Based on the results of the study note that the HDI growth variables, the ratio of life expectancy of women to men, the ratio of the average years of schooling of women to men, has a positive and significant impact on economic growth in Indonesia. While the ratio of the level of participation of the female workforce to men negatively impacts economic growth in Indonesia. The variable that has the highest influence is the growth of HDI.
The implication of the above conclusion is that the Government of Indonesia needs to further increase the budget to implement gender equality programs and increase supervision of the use of the budget so that it can be utilized in accordance with the objectives of gender equality. The use of the budget is more focused in the health and education sectors because by improving the field of women's health and education the opportunities in the field of employment for women are more wide open. Good health and education for women will create a good quality of female labor force.
2234224970I1A015007PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PAC DAN FeCl3 TERHADAP PENURUNAN KADAR TOTAL SUSPENDED SOLID LIMBAH LAUNDRYLatar Belakang : Limbah laundry yang mengandung kadar TSS tinggi dapat menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Koagulan PAC dan FeCl3 dapat digunakan untuk menurunkan kadar TSS dengan metode koagulasi, flokulasi, serta sedimentasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui perbandingan efektivitas PAC dan FeCl3 dalam menurunkan kadar TSS limbah laundry.

Metodologi : Penelitian true experimental ini menggunakan pre and post test with control group design dengan rancangan acak lengkap. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh limbah laundry yang ada di Kelurahan Grendeng. Jenis perlakuan yang diberikan dengan metode koagulasi, flokulasi serta sedimentasi menggunakan koagulan PAC dan FeCl3 dengan variasi dosis 0,1 gr/L, 0,15 gr/L, 0,2 gr/L, 0,25 gr/L pengulangan sebanyak 3 kali. Uji kadar TSS menggunakan metode gravimetri, dan uji statistik menggunakan Kruskal Wallis dilanjutkan Mann Whitney.

Hasil Penelitian : Perbedaan efektivitas penurunan kadar TSS pada masing-masing kelompok perlakuan yaitu : PAC 0,1 gr/L 41,32%, PAC 0,15 gr/L 35,84%, PAC 0,2 gr/L 70,13%, PAC 0,25 gr/L 29,03%, FeCl3 0,1 gr/L 50,31%, FeCl3 0,15 gr/L 35,33%, FeCl3 0,2 gr/L 65,36%, FeCl3 0,25 gr/L 81,46%.

Kesimpulan : Koagulan FeCl3 0,25 gr/L paling efektif dalam menurunkan kadar TSS limbah laundry dengan efektivitas 81,46%.
Background : Laundry waste that containing high TSS levels can cause negative impacts for the environment and public health. PAC and FeCl3 can be used to reduce TSS levels by coagulation, flocculation and sedimentation methods. The aims of this study is to know the comparison of effectiveness between PAC and FeCl3 in reduce TSS levels of laundry waste.

Methods : This true experimental study uses pre and post test with control group design with a completely randomized design. The population in this study were all laundry wastes in Grendeng Village. The type of treatment given by the method of coagulation, flocculation and sedimentation using coagulant PAC and FeCl3 with variations in dosage 0.1 gr / L, 0.15 gr / L, 0.2 gr / L, 0.25 gr / L repetition 3 times . TSS level tests using the gravimetric method, and statistical tests using Kruskal Wallis followed by Mann Whitney.

Result : The difference coagulant’s effectiveness to decreasing TSS levels in each treatment groups are : PAC 0,1 gr/L 41,32%, PAC 0,15 gr/L 35,84%, PAC 0,2 gr/L 70,13%, PAC 0,25 gr/L 29,03%, FeCl3 0,1 gr/L 50,31%, FeCl3 0,15 gr/L 35,33%, FeCl3 0,2 gr/L 65,36%, FeCl3 0,25 gr/L 81,46%.

Conclusion : Coagulant FeCl3 0.25 gr / L was the most effective in reducing TSS levels of laundry waste with the effectiveness of 81.46%.
2234324971E1A015142Perlindungan Hukum Pekerja Perempuan Di PT Bio Takara PurwokertoPenelitian ini berjudul “Perlindungan Hukum Pekerja Perempuan Di PT Bio Takara Purwokerto”. Perlindungan hukum pekerja perempuan di suatu perusahaan perlu diterapkan agar kedudukan, hak, dan kewajiban antara pekerja laki-laki dan pekerja perempuan menjadi setara, dan untuk menjamin hak-hak khusus pekerja perempuan. Sebagai salah satu Perusahaan yang bergerak di bidang Industri Pengolahan Rambut Palsu di Purwokerto, PT. Bio Takara Purwokerto lebih banyak membutuhkan pekerja/buruh perempuan dibandingkan laki-laki. Oleh karena itu, PT. Bio Takara Purwokerto mempekerjakan sebagian besar adalah pekerja perempuan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum pekerja perempuan di PT Bio Takara Purwokerto dan untuk mengetahui hambatan-hambatan dalam pemberian perlindungan hukum bagi para pekerja perempuan pada PT Bio Takara Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis.
Hasil penelitian dan pembahasan tentang “Perlindungan Hukum Pekerja Perempuan di PT Bio Takara Purwokerto” menunjukkan bahwa secara umum hak-hak yang diberikan oleh PT Bio Takara Purwokerto sudah dilaksanakan, namun perlindungan khusus bagi pekerja perempuan di PT Bio Takara Purwokerto belum optimal, karena masih terdapat hak khusus pekerja perempuan yang belum diberikan yaitu terkait hak cuti haid. Hambatan-hambatan dalam memberikan perlindungan hukum bagi pekerja perempuan antara lain yaitu karena kurangnya sosialisasi dari Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Banyumas, kurangnya pengetahuan dari pekerja/buruh terkait aturan tersebut, dan karena tidak adanya serikat pekerja.
This research, entitled “Legal Protection Of Female Workers at PT Bio Takara Purwokerto”. Legal protection of female workers in a company needs to be implemented in order to equalize position, rights, and obligations of male and female workers, and to guarantee the special rights of female workers. As one of the companies concerned in the Fake Hair Processing Industry in Purwokerto, PT. Bio Takara Purwokerto requires more women workers than men. Therefore, PT. Bio Takara Purwokerto employs the majority of women workers. The purpose of this research was to find out the policy of legal protection of female workers at PT Bio Takara Purwokerto and to find out the obstacles in providing legal protection for female workers at PT Bio Takara Purwokerto. This research using a normative juridical method with the statute approach and the analytical approach.
As the results and discussions about "Legal Protection of Female Workers at PT Bio Takara Purwokerto" shown that in general the rights granted by PT Bio Takara Purwokerto have been carried out, but legal protection for female workers at PT Bio Takara Purwokerto has not optimum, because there is still special right for female workers that has not been given, it is menstruation furlough. Obstacles in providing legal protection for female workers includes lack of socialization from Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Banyumas Regency, lack of knowledge of workers regarding these rules, and the absence of trade unions.
2234424972A1M014038Tingkat Penerimaan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu dan Preferensi Konsumen di IKM Kue Kamir Ibu Chamidah PemalangIKM kue kamir Ibu Chamidah merupakan salah satu IKM yang memproduksi produk pangan berupa kue kamir, namun belum menerapkan sistem penjaminan mutu. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui pengaruh kaji tindak terhadap tingkat persetujuan, kepentingan, pelaksanaan, dan kemudahan dokumen pedoman mutu, 2) Mengetahui pengaruh kaji tindak terhadap tingkat persetujuan, kepentingan, pelaksanaan, dan kemudahan dokumen prosedur mutu, 3) Mengetahui pengaruh kaji tindak terhadap tingkat persetujuan, kepentingan, pelaksanaan, dan kemudahan dokumen instruksi kerja, 4) Mengetahui pengaruh kaji tindak terhadap tingkat persetujuan, kepentingan, pelaksanaan, dan kemudahan dokumen formulir mutu, 5) Mengetahui tingkat kepuasan dan kepentingan konsumen terhadap produk kue kamir ibu Chamidah. Penelitian ini dilaksanakan di Industri Kecil Menengah Kue Kamir Ibu Chamidah, Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode kaji tindak pada penerimaan dokumen sistem penjaminan mutu dengan responden sebanyak 15 orang dan metode survey berupa kuisioner pada preferensi konsumen dengan responden sebanyak 100 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square dan uji f. Hasil menunjukkan bahwa Kaji tindak mampu meningkatan persepsi responden terhadap dokumen pedoman mutu dan menunjukkan perbedaan yang nyata antara sebelum dan sesudah kaji tindak. Kaji tindak tindak mampu meningkatan persepsi responden terhadap dokumen prosedur mutu dan menunjukkan perbedaan yang nyata antara sebelum dan sesudah kaji tindak. Kaji tindak mampu meningkatan persepsi responden terhadap dokumen instruksi kerja dan menunjukkan perbedaan yang nyata antara sebelum dan sesudah kaji tindak. Kaji tindak mampu meningkatan persepsi responden terhadap dokumen formulir mutu dan menunjukkan perbedaan yang nyata antara sebelum dan sesudah kaji tindak. Tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan produk kue kamir Ibu Chamidah memberikan kepuasan terhadap kepentingan para responden. Small medium industry of kue kamir ibu Chamidah is one of the small and medium industries that produce food products in the form of kamir cakes, but has not implemented implemented a quality assurance system yet. The purposes of this research are 1) Knowing the effect of the action towards the level of approval, importance, implementation, and ease of quality guideline documents, 2) Knowing the effect of the action towards on the level of approval, interests, implementation, and ease of quality procedure documents, 3) Knowing the effect of the action towards on the level of approval, importance, implementation, and ease of work instruction documents, 4) Knowing the effect of the action towards on the level of approval, importance, implementation, and ease of quality form documents, 5) Knowing the level of satisfaction and interest of consumers towards kamir Ibu Chamidah’s cake products. This research was carried out in kue Kamir Ibu Chamidah’s (Small and Industries), Mulyoharjo Village, Pemalang Regency. This research uses the action review method on the receipt of quality assurance system documents involving as many as 15 respondents and the survey method in the form of a questionnaire on consumer preferences with respondents as many as 100 people. The data was analyzed using chi square test and f test. The results showed that the action is able to increase the respondents' perceptions of the quality guideline document and show significant differences between before and after the action review. Action review is able to increase respondents' perceptions of quality procedure documents and show significant differences between before and after the action review. Action review is able to increase respondents' perceptions of work instruction documents and show significant differences between before and after the action review. Action review is able to increase respondents' perceptions of the quality form document and show significant differences between before and after the action review. The satisfaction and interest level of Ibu Chamidah’s kamir product gives satisfaction to respondents’ interest.
2234526035E1A115068PROYEKSI RESTITUSI SEBAGAI JENIS PIDANA BARU DALAM RUU KUHP Restitusi merupakan bentuk perlindungan hukum kepada korban tindak pidana yang diberikan untuk menghindarkan dari kerugian yang terjadi akibat tindak pidana dan proses penyelesaiannya. Meskipun restitusi sudah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia akan tetapi masih belum bisa menyelesaikan permasalahan yang dialami korban tindak pidana. Dibentuknya RUU KUHP menawarkan model restitusi baru yang disebut sebagai pidana pembayaran ganti kerugian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proyeksi implementasi konsep menjadikan restitusi sebagai jenis pidana dalam sistem hukum Indonesia. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis sosiologis dan dianalisis secara normative kualitatif berdasarkan norma dan teori/doktrin ilmu hukum. Spesifikasipenelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan studi kepustakaan (library research).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proyeksi restitusi sebagai jenis pidana sesuai untuk diimplementasikan dalam sistem hukum Indonesia. Namun dalam konsep yang ditawarkan dalam RUU KUHP masih ada hambatan-hambatan dalam komponen struktur, komponen substansi, komponen kultur. Sehingga diperlukan upaya dari pemerintah untuk menyempurnakan rumusan pidana pembayaran ganti kerugian salah satunya dengan mengimplementasikan elemen-elemen dari konsep restitusi dari negara lain.
Restitution is a legal protection given to protect victims of criminal acts from losses incurred as a result of criminal acts and during handling cases. Although restitution has been regulated in various laws in Indonesia, it still cannot fully resolve the problems experienced by victims of criminal acts. The establishment of the Criminal Code Bill offers a new model of restitution called sanctions to pay for restitution.
This study aims to determine the projected implementation of the concept of making restitution as a form of sanction in the Indonesian legal system. The approach method used is juridical sociology and normative qualitative analysis based on norms and theories / doctrines of law. The research specification used is descriptive analytical. The method of data collection in this study uses interviews and library research.
The results of this study indicate that the projection of restitution as a form of sanctions is suitable to be implemented in the Indonesian legal system. But in the concept offered in the Criminal Code Bill there are still obstacles in the components of structural, substance, culture. So that government need to improve the formulation of sanctions to pay for restitution, one of which is by implementing elements of the concept of restitution from other countries.
2234624973E1A014310KEBIJAKAN PENGENAAN PAJAK ATAS TRANSAKSI E-COMMERCE DALAM BISNIS E-COMMERCE Peningkatan jumlah pengguna internet berdampak pada meningkatnya omset perdagangan elektronik ini nyatanya menimbulkan beberapa masalah dalam perpajakan. Perlu adanya regulasi pajak yang tepat atas transaksi e-commerce, untuk mencegah kehilangan potensi penerimaan pajak pemerintah. Penelitian ini mengambil rumusan masalah mengenai pengenaan pajak atas transaksi e-commerce menurut Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak Nomor SE-62/PJ/2013 tentang Penegasan Ketentuan Perpajakan Atas Transaksi E-Commerce dan Implikasi hukum apakah yang timbul terhadap penegakan hukum akibat diterapkannya Surat Edaran No. SE-62/PJ/2013 tentang Penegasan Ketentuan Perpajakan Atas Transaksi E-Commerce.
Metode yang digunakan yuridis normatif dengan pendekatan pendekatan perundang-undangan dan analisis, jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dari hasil wawancara dan disajikan dalam bentuk naratif.
Pada prinsipnya perdagangan melalui internet sama seperti perdagangan konvensional, yang membedakan yaitu cara dan alat yang digunakan, jadi tidak ada perbedaan perlakuan pajak. Pelaksanaan Surat Edaran Nomor SE-62/PJ/2013 tetap berpedoman pada perundang-undangan yang terkait pengenaan pajak atas transaksi e-commerce yaitu Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Menjadi Undang-Undang, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, dan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Jasa dan Penjualan Atas Barang Mewah. Terhadap pelaku bisnis e-commerce yang melanggar ketentuan perpajakan akan dikenakan sanksi administrasi dan sanksi pidana sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Menjadi Undang-Undang. Hal ini menunjukan bahwa dalam penegakan hukum Surat Edaran Nomor SE-62/PJ/2013 berimplikasi terhadap Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Undang-Undang.
Increasing internet user for trading e-commerce need to accomedate control of taxation. It necessary to adopt appropriate tax regulation to prevent e-commerce state tax revenue. This research takes the formulation of the problem regarding the implementation of establishment of e-commerce tax according to Circular No. SE-62/PJ/2013 about Implementation of Explanation The Tax Rules For E-Commerce Transaction and what is the rules implication which arise towards law enforcement due to the implementation of Circular No. SE-62/PJ/2013 about Implementation of Explanation The Tax Rules For E-Commerce.
The method that used for this minithesis is normative juridical with the approach to legislation and analysis, the type of data used is primary data and secondary data obtained from interviews and presented in narrative form.
Bassically, internet trading is same as conventional trading, there is any different between internet trading and conventional trading, the different is the procedure and stuff for use, so there is no different taxation imposition. Implementation of Circulartion No. SE-62/PJ/2013 is guided by regulation about taxation for e-commerce transaction, the regulation is Law No. 16 of 2009 About Determination Government Regulation Substitute Law No. 5 of 2008 About The Fourth Amandement from Law No. 6 of 1983 about General Provisions And Tax Procedure Became Law, Law No. 36 of 2008 about Income Tax, and Law No. 42 of 2009 about Value Added Tax Goods and Services and Sales of Luxury Goods. E-commerce seller who is break the law would be get sanction, there is two kind of sanction are administration sanctions and sentence sanction due Law No. 16 of 2009 about Determination Government Regulation Substitute Law No. 5 of 2008 about The Fourth Amandement from Law No. 6 of 1983 about General Provisions and Tax Procedure Became Law. This point show that enforcement of Circular No. SE-62/PJ/2013 has implications towards Law No. No. 16 of 2009 about Determination Government Regulation Substitute Law No. 5 of 2008 about The Fourth Amandement from Law No. 6 of 1983 about General Provisions and Tax Procedure Became Law.
2234724969E1A015002KEKUATAN PEMBUKTIAN JUSTICE COLLABORATOR DALAM MENGUNGKAP PELAKU UTAMA KASUS SUAP HAKIM PTUN MEDAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor: 151/Pid.Sus/TPK /2015/PN.Jkt.Pst)Pembuktian merupakan titik sentral dalam hukum acara pidana. Hal tersebut didasari bahwa hasil dari pembuktian yang menggunakan alat-alat bukti sesuai ketentuan undang-undang, jika pada akhirnya tidak cukup membuktikan kesalahan yang didakwakan kepada terdakwa, maka terdakwa dibebaskan dari hukuman. Termasuk dalam membuktikan suatu tindak pidana yang terorganisir yaitu korupsi yang marak dilakukan. Salah satunya suap/penyuapan kepada pejabat Negara (dalam penelitian ini hakim PTUN Medan).
Maraknya tindak pidana korupsi/suap tersebut menimbulkan saksi pelaku yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum (Justice Collaborator) dalam mengungkap pelaku utama. Untuk membuktikan kesalahan terdakwa maka didasari parameter pembuktian yang terdiri dari bewijstheorie, bewijsmiddelen, bewijsvoering, bewijslaat/ burden of proof, bewijskracht dan bewijs minimum.
Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis parameter pembuktian yang digunakan untuk membuktikan kesalahan terdakwa G dan menganalisis kekuatan pembuktian terdakwa G sebagai Justice Collaborator dalam Putusan Nomor 151/Pid.Sus/TPK/PN.Jkt.Pst. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis Normatif yaitu dengan cara menelaah bahan pustaka (data sekunder) yang ada. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif yaitu dengan mengolah dan menafsirkan berdasarkan pada Putusan maupun Perundang-undangan yang berkaitan dengan Penelitian.
Penelitian yang dilakukan dari Putusan Nomor 151/ Pid.Sus/ Tpk/ 2015/ PN.Jkt.Pst diperoleh hasil sebagai berikut : G dikatakan sebagai seorang justice collaborator karena memenuhi pedoman justice collaborator yaitu seorang yang bersangkutan merupakan salah satu pelaku tindak pidana kejahatan yang dilakukannya, bukan pelaku utama dalam kejahatan tersebut serta memberikan keterangan sebagai saksi dalam proses peradilan diatur dalam Pasal 9 Huruf a SEMA Nomor 4 Tahun 2011. Dalam Putusan Nomor 151/ Pid.Sus/ Tpk/ 2015/ PN.Jkt.Pst kekuatan pembuktian justice collaborator sebagai alat bukti saksi yang diatur di Pasal 184 KUHAP berdasar peraturan bersama Peraturan Bersama LPSK, KPK, Kejaksaan Agung, Kepolisian, dan Kementerian Hukum dan HAM bahwa justice collaborator dikatakan sebagai keterangan saksi yang dihadirkan di dalam pengadilan.
Kata Kunci : Pembuktian, Justice Collaborator, Suap
The evidence is the central point in criminal procedural law. This is based on the results of the evidence using evidence in accordance with the provisions of the law, if in the end it is not enough to prove the guilt that was indicted against the defendant, the defendant was acquitted. Included in proving an organized crime is corruption that is rampant. One of them is bribery / bribery to State officials (in this study a judge PTUN Medan). The proliferation of criminal acts of corruption / bribery has caused witnesses to cooperate with law enforcement officials (Justice Collaborators) in uncovering the main perpetrators. To prove the defendant's fault, it was based on evidentiary parameters consisting of bewijstheorie, bewijsmiddelen, bewijsvoering, bewijslaat / burden of proof, bewijskracht and minimum bewijs.
This study intends to analyze the evidentiary parameters used to prove the Defendant G fault and analyze the strength of the evidence of Defendant G as Justice Collaborator in Decision Number 151 / Pid.Sus / TPK / PN.Jkt.Pst. This study uses the Normative Juridical approach method by analyzing library materials (secondary data) that exist. The analytical method used in this study is normative qualitative, namely by processing and interpreting based on decisions and legislation relating to research.
The research carried out from Decision Number 151 / Pid.Sus / Tpk / 2015 / PN.Jkt.Pst obtained the following results: G is said to be a justice collaborator because it fulfills the justice collaborator guidelines, namely a person concerned is one of the perpetrators of a crime he committed, not the main actor in the crime and provide information as a witness in the judicial process regulated in Article 9 Letter a SEMA Number 4 of 2011. In Decision Number 151 / Pid.Sus / Tpk / 2015 / PN.Jkt.Pst the power of proof of justice collaborator as Witness evidence regulated in Article 184 KUHAP based on the joint regulations of the LPSK, KPK, Attorney General's Office, Police, and the Ministry of Law and Human Rights that justice collaborators are said to be witness statements presented at the court.
Keywords: Evidence, Justice Collaborator, Bribery
2234824974C1B015117PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, LIKUIDITIAS, AKTIVITAS, DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP FINANCIAL DISTRESS (Studi kasus pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017)Penelitian ini merupakan studi kasus pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Likuiditas, Aktivitas dan Corporate Governance terhadap Financial Distress (Studi pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2013 – 2017)”. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui serta menemukan bukti empiris pengaruh rasio profitabilitas, leverage, likuiditas, aktivitas dan corporate governance terhadap financial distress. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 18 perusahaan. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi logistik menunjukkan bahwa: (1) Profitabilitas (OPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. (2) Leverage (DAR) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap financial distress. (3) Likuiditas (CR) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap financial distress. (4) Aktivitas (TATO) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap financial distress. (5) Kepemilikan manajerial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap financial distress. (6) Kepemilikan institusional berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap financial distress. Implikasi dari kesimpulan di atas, manajemen perusahaan perlu memprioritaskan kebijakan-kebijakan yang terkait dengan upaya untuk terus meningkatkan rasio profitabilitas. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan melakukan tindakan evaluasi secara periodik terhadap rasio profitabilitas (operating profit margin) agar dapat diketahui trend atau pola peningkatan maupun penurunan laba perusahaan dari penjualan bersih. This research is a case study of mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2013-2017. This study takes the title: “The Effect of Profitability, Leverage, Liquidity, Activities and Corporate Governance on Financial Distress (Study of mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2013-2017)”. The purpose of this study is to find out and find empirical evidence of the effect of profitability, leverage, liquidity, activity and corporate governance on financial distress. The population in this study were mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2013-2017. The sample in this study were 18 companies. Determination of the sample using purposive sampling method. Based on the results of research and data analysis using logistic regression analysis shows that: (1) Profitability (OPM) has a negative and significant effect on financial distress. (2) Leverage (DAR) has a positive and not significant effect on financial distress. (3) Liquidity (CR) has a positive and not significant effect on financial distress. (4) Activity (TATO) has a negative and not significant effect on financial distress. (5) Managerial ownership has a positive and not significant effect on financial distress. (6) Institusional ownership has a positive and not significant effect on financial distress. The implication of the conclusion above, company management needs to prioritize policies related to efforts to continue to increase profitability ratios. The ways that can be done include conducting periodic evaluation of the profitability ratio (OPM) in order to find out trends or patterns of increase or decrease in corporae profits from net sales.
2234926174A1F015059ANALISIS KUALITAS SIMPLISIA KERING BATANG KECOMBRANG (Etlingera elatior) BERDASARKAN SUHU DAN WAKTU PENGERINGANBatang kecombrang (Etlingera elatior) mengandung senyawa aktif berupa fenol dan flavonoid. Kedua zat aktif tersebut dapat rusak karena penanganan pasca panen berupa pengeringan. Namun proses pengeringan dapat memperpanjang umur simpan batang kecombrang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses pengeringan terhadap variabel kualitatif yang meliputi fenol, flavonoid, alkaloid, tanin, glikosida, saponin, dan triterpenoid; serta mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan tehadap kualitas simplisia kering batang kecombrang ditinjau dari total fenol dan flavonoid; dan memperoleh perlakuan pengeringan terbaik melalui metode pengeringan cabinet dryer untuk menghasilkan simplisia kering batang kecombrang yang terbaik. Simpisia kering batang kecombrang memiliki kadar air maksimal 10%. Suhu pengeringan yang digunakan yaitu 50oC, 60oC, dan 70oC serta waktu pengeringan yang digunakan yaitu 6 jam, 7 jam, dan 8 jam menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia kering batang kecombrang positif mengandung fenol, flavonoid, alkaloid, dan sebagian mengandung triterpenoid; serta negatif mengandung tanin, glikosida, saponin, dan sebagian triterpenoid. Suhu pengeringan menyebabkan total fenol dan total flavonoid dalam simplisia kering batang kecombrang mengalami peningkatan, kemudian menurun kembali. Kemudian, waktu pengeringan menyebabkan total fenol menurun dan total flavonoid meningkat pada simplisia kering batang kecombrang. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini yaitu suhu 60oC selama 6 jam yang menghasilkan total fenol, total flavonoid, dan kadar air berturut-turut sebesar 6029,6 mg TAE/ 100 mg sampel, 160,26 mg QE/ 100 mg sampel, dan 7,873%.Kecombrang steam (Etlingera elatior) contains active compounds like phenol and flavonoid. Both of them can be damaged because of drying process. However, drying process can extend the shelf life of kecombrang steam. This research aims to determine the effect of drying process on qualitative variables including phenol, flavonoid, alkaloid, tannin, glycoside, saponin, and triterpenoid; knowing the effect of temperature and drying time on the quality of dried simplicia of kecombrang steam in terms of phenol total and flavonoid total; and determine the best drying treatment through cabinet drying method to produce the best quality of dried simplicia. Dried simplicia of kecombrang steam has maxium 10% of water content. Drying temperature is 50oC, 60oC, and 70oC; and drying time is 6 hour, 7 hour, and 8 hour. The research method used the experimental method with Completely Randomized Design. The result showed that qualitative variables, positive treatment contain phenol, flavonoid, alkaloid, and some treatment contain of triterpenoid; and negatively contain tannin, glycoside, saponin, and some triterpenoid. Drying temperature causes phenol total and flavonoid total in dried simplicia of kecombrang steam to increase then decrease again. And then, drying time causes phenol total decreased and flavonoid total increased in dried simplicia of kecombrang steam. In additional, The best treatment in this research is drying process with temperature 60oC for 6 hour which produced phenol total, flavonoid total, and water content in row of 6029,6 mg TAE/ 100 mg samples, 160,26 mg QE/ 100 mg samples, and 7,873%.
2235024976C1A015117FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PREFERENSI MAHASISWA UNTUK BERINVESTASI DI PASAR MODAL (Studi Kasus pada Mahasiswa FEB UMP)Abstrak
Penelitian ini meneliti pengaruh variabel pendapatan, ekspektasi return, dan risiko terhadap preferensi mahasiswa berinvestasi di pasar modal dengan studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pendapatan mahasiswa, ekspektasi return, dan risiko terhadap preferensi mahasiswa berinvestasi di pasar modal serta variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap preferensi mahasiswa berinvestasi di pasar modal.
Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 96 responden. Metode penentuan sampel menggunakan Proportionate Random Sampling. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda untuk menganalisis pengaruh dan rumus elastisitas untuk menentukan variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap preferensi mahasiswa berinvestasi di pasar modal.
Dari penelitian diketahui bahwa variabel pendapatan, ekspektasi return, dan risiko secara bersama-sama berpengaruh terhadap preferensi mahasiswa berinvestasi di pasar modal. Adapun secara parsial variabel ekspektasi return berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi mahasiswa berinvestasi di pasar modal. Variabel pendapatan dan risiko tidak berpengaruh secara signifikan terhadap preferensi mahasiswa berinvestasi di pasar modal. Berdasarkan hasil regresi, variabel independen yang memiliki pengaruh paling besar adalah variabel ekspektasi return.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu pertama, FEB UMP sebaiknya mulai meningkatkan kegiatan yang lebih memfokuskan mahasiswa untuk memahami jenis investasi yang sesuai karena pengaruh variabel ekspektasi return yang terbukti berpengaruh dan signifikan terhadap preferensi mahasiswa berinvestasi di pasar modal. Kedua, menambah variasi produk investasi seperti reksadana pada galeri investasi FEB UMP.
Abstract
This study examines the effect of income variables, return expectations, and risks on student preferences to invest in the capital market with a case study on students of the Faculty of Economics and Business (FEB) Muhammadiyah University of Purwokerto (UMP). The purpose of this study was to analyze the effect of student income, return expectations, and risks on student preferences to invest in the capital market as well as variables that had the greatest influence on student preferences to invest in the capital market.
This study used a sample of 96 respondents. The sampling method uses Proportionate Random Sampling. The analytical tool used is multiple linear regression to analyze the influence and formula of elasticity to determine the variables that have the greatest influence on the preferences of students investing in the capital market.
From the research it is known that the income variables, return expectations, and risks jointly influence the preferences of students investing in the capital market. The variable return expectation partially has a positive and significant effect on the preferences of students investing in the capital market. The income and risk variables do not significantly influence the preferences of students investing in the capital market. Based on the regression results, the independent variable that has the most influence is the return expectation variable.
The implications of the conclusions above are first, FEB UMP should start to increase activities that focus more on students to understand the type of investment that is appropriate because of the influence of return expectation variable which is proven to influence and significantly affect the preferences of students investing in the capital market. Second, adding variety of investment products such as mutual funds to the FEB UMP investment gallery.
2235125182A1C012056KAJIAN KELAYAKAN USAHATANI MINA PADI DI DESA ARJASARI KECAMATAN LEUWISARI KABUPATEN TASIKMALAYA
Mina padi merupakan metode pemeliharaan ikan dan padi dalam satu hamparan sawah. Penerapan sistem mina padi dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah karena selain padi, petani juga akan mendapatkan ikan. Budidaya ikan sistem mina padi di Kabupaten Tasikmalaya umumnya dilakukan 2 sistem, yaitu penyelang dan tumpang sari bersama padi. Dengan demikian, dalam sekali siklus budidaya sistem mina padi dapat dilakukan 2 kali pemanenan ikan dan 1 kali pemanenan padi. Tujuan usahatani mina padi untuk meningkatkan pendapatan petani dan efisiensi lahan karena satu lahan menjadi sarana untuk budidaya dua komoditas yakni pertanian dan perikanan. Pada penelitian ini, komoditas padi yang dibudidayakan yaitu jenis padi Ciherang, sedangkan komoditas ikan yang dibudidayakan yaitu ikan mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan serta kelayakan usahatani mina padi.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 7 Maret sampai 15 April 2017 di Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya dengan jumah responden 36 orang. Metode analisis yang digunakan adalah : analisis biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C.
Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan pada usahatani minapadi sebesar Rp24.675.277,78 per 0,8 hektar atau Rp30.844.097,22 per hektar, biaya usahatani sebesar Rp13.862.945,37 per 0,8 hektar atau Rp17.328.681,71 per hektar. R/C rata-rata 1,78 lebih besar dari 1, maka usahatani minapadi yang dilakukan di Desa Arjasari kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya layak untuk diusahakan.
Mina padi is a method of fish and paddy farming in one site of paddy field. The use of mina padi system might increase land productivity of paddy field because farmers can harvest paddy as well as fish. Fish farming through mina padi system in Tasikmalaya Regency is generally done in two system, which is during transition and intercropping with paddy. Thus, in one farming-cycle, mina padi system can give two times of fish harvests and one times of paddy harvest. In this study, the cultivated rice commodity is the type of Ciherang rice, while the cultivated fish commodity is carp. This study aims to determine the amount of costs, revenues and income and the feasibility of farming Mina padi.
The research method used in this study is the survey method. Data collection was carried out on March 7 to April 15, 2017 in Arjasari Village, Leuwisari District, Tasikmalaya Regency with 36 respondents. The analytical methods used are: cost analysis, revenue, income and R / C.
The results of the analysis show that the average income on mina padi farming is Rp24,675,277.78 per 0,8 hectares or Rp30,844,097.22 per hectares. Farming costs are Rp13,862,945.37 per 0.8 hectares or Rp.17,328,681.71 per hectares. The amount of R/C on average is 1.78 greater than 1, so that the farming done by the farmers at Arjasari village Leuwisari District Tasikmalaya is feasible.
2235228558C1L016029PENGARUH PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN SCHOOLOGY DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 PURWOKERTOPenelitian ini merupakan penelitian ekperimen dengan menggunakan eksperimen semu (quasi eksperimental research). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran schoology dan motivasi belajar terhadap hasil belajar peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Purwokerto sebanyak 287 peserta didik. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dimana pengambilan sampel dipilih secara khusus berdasarkan pertimbangan tertentu. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yaitu kelas X MIPA 1 dengan jumlah peserta didik sebanyak 35 peserta didik dan X MIPA 3 dengan jumlah peserta didik sebanyak 36 peserta didik, sehingga sampel keseluruhan dalam penelitian ini sebanyak 71 peserta didik.
Berdasarkan penelitian dan analisis data menunjukan bahwa: 1) Terdapat perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang menggunakan media pembelajaran schooology dengan peserta didik yang menggunakan media pembelajaran konvensional. 2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan media pembelajaran schoology terhadap hasil belajar. 3) Terdapat pengaruh positif dan sgnifikan motivasi belakar terhadap hasil belajar.
This research is an experimental research using quasi-experimental research (quasi experimental research). This study aims to determine the effect of mind mapping learning methods on creativity and economic learning outcomes of SMA Negeri 4 Purwokerto students.
The population in this study were all students of class X IPS SMA Negeri 4 Purwokerto totaling 142 students. The sampling technique is purposive sampling where sampling is specifically chosen based on certain considerations. The number of samples taken in this study were 2 classes, namely class X IPS 2 and X IPS 4, each class amounting to 36 students, so the overall sample in this study was 72 students.
Based on research and data analysis shows that: 1) There are differences in creativity between students who use mind mapping learning methods with conventional methods. 2) There are differences in learning outcomes between students who use mind mapping learning methods and conventional methods. 3) There is a positive effect of applying the mind mapping method to student learning outcomes. 4) There is a positive influence on applying mind mapping methods to students' creativity. 5) There is an influence of student creativity on student learning outcomes. 6) Student creativity mediates the effect of mind mapping learning methods on student learning outcomes.
2235324978A1L114049PENGARUH NILAI EC DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) PADA HIDROPONIK SISTEM RAKIT APUNG.Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh nilai EC (Electrical Conductivity) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada, (2) mengetahui pengaruh kombinasi antara nilai EC dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada, dan (3) mengetahui varietas selada terbaik yang ditanam pada hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan di screen house Pondok Pesantren Darul Qur’an Al-Karim pada bulan November 2018 sampai dengan Januari 2019. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (split plot) dengan petak utama terdiri dari nilai EC (P), yaitu: P1 = EC 2,5 mS cm-1, P2 = EC 3,5 mS cm-1, dan P3 = EC 4,5 mS cm-1, dan anak petak terdiri dari varietas selada (V), yaitu: varietas Chris Green, varietas Grand Rapids, dan varietas Kriebo dengan ulangan sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tajuk segar, bobot akar segar, panjang akar terpanjang, volume akar, dan kandungan klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh nilai EC terbaik terdapat pada taraf nila EC 4,5 mS cm-1. Varietas terbaik terdapat pada varietas Chris Green. Kombinasi perlakuan nilai EC dan varietas terbaik pada jumlah daun dan panjang akar terpanjang adalah perlakauan P3V1 yaitu P3 dengan nilai EC 4,5 mS cm-1 dan V1 adalah varietas Chris Green dengan hasil 24,22 helai dan 28 cm.

Kata Kunci : Budidaya Selada, Electrical Conductivity (EC), Hidroponik Rakit Apung.
This research aims to (1) find out the effect of EC (Electrical Conductivity) on the growth and yield of lettuce plants, (2) find out the effect of the combination of EC and varieties on lettuce growth and yield, and (3) find out the best lettuce varieties planted in hydroponic floating rafts. The research was conducted at the screen house of Darul Qur'an Al-Karim Islamic Boarding School in November 2018 until January 2019. The experimental design used was a split plot with the main plot consisting of EC (P) values, namely: P1 = EC 2.5 mS cm-1, P2 = EC 3.5 mS cm-1, and P3 = EC 4.5 mS cm-1, and subplots consist of lettuce varieties (V), namely: varieties of Chris Green, varieties Grand Rapids, and Kriebo varieties with replications 3 times. Observation variables included plant height, leaf number, leaf area, fresh plant weight, fresh canopy weight, fresh root weight, longest root length, root volume, and chlorophyll content. The results showed that the effect of the best EC value was found at the EC value of 4.5 mS cm-1. The best varieties are found in the varieties of Chris Green. The combination of the treatment of EC values and the best varieties on the number of leaves and the longest length of roots is the use of P3V1, namely P3 with an EC value of 4.5 mS cm-1 and V1 is the Chris Green variety with 24.22 strands and 28 cm.

Keyword : Lettuce, Electrical Conductivity (EC), Floating Hydroponic.
2235424979G1G012050HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN AKTIVITAS DENTAL ERGONOMI DENGAN KEJADIAN
LOW BACK PAIN PADA DOKTER GIGI DI KABUPATEN BANYUMAS
Dokter gigi merupakan salah satu profesi yang memiliki risiko tinggi mengalami kelainan muskuloskeletal, seperti low back pain (LBP). Pekerjaan dokter gigi akan menghabiskan waktu lama dengan posisi statis yaitu posisi tangan dan bahu yang tetap stabil dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan cedera pada leher, bahu, atau tulang punggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas dental ergonomi dengan kejadian low back pain pada dokter gigi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Data tingkat pengetahuan diperoleh dari pengisian kuesioner, aktivitas dental ergonomi diperoleh dari penilaian rapid entire body assessment (REBA), dan kejadian low back pain diperoleh dari kuesioner low back pain. Hasil penelitian dinalisis dengan uji Chi-square dan dilanjutkan dengan uji koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kolerasi antara tingkat pengetahuan dengan aktivitas dental ergonomi (p<0,05, CC=-0,344), kolerasi antara tingkat pengetahuan dengan LBP (p<0,05, CC=-0,379), dan kolerasi antara aktivitas dental ergonomi dengan LBP (p<0,05, CC=0,386). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dental ergonomi dengan aktivitas dental ergonomi dan terdapat hubungan antara pengetahuan dental ergonomi dan aktivitas dental ergonomi dengan kejadian low back pain pada dokter gigi di Kabupaten Banyumas. Dokter gigi disarankan untuk lebih meningkatkan kembali mengenai pengetahuan dan aktivitas dental ergonomi.Dentist profession is in high risk to go through musculosceletal disorders for example low back pain (LBP). Dentist’s spend a long time working in a static position with the hand and shoulder position remain stable for a long time. That position can cause injury to the neck, shoulders, or spine. The purpose of this research was to investigate about relation between the level of knowledge and activity of dental ergonomy with the incidence of low back pain in dentists in Banyumas Regency, Central Java Province. The type of this research was observational analytic with study cross sectional research design. The data were obtained from questionnaire about knowledge, LBP incidence, and activity of dental ergonomy using Rapid Entire Body Assessment (REBA). The results were analysed statically using Chi-square followed by coefficient congtingency test. The results showed a between level of knowledge with activity of dental ergonomy (p<0.05, CC=-0.344), correlation between level of knowledge with LBP (p<0.05, CC=-0.379), and correlation between activity of dental ergonomic with LBP (p<0.05, CC=0.386). The conclusion of this research was there is a relationship between level of knowledge with activity of dental ergonomy and between the level of knowledge and activity of dental ergonomy with incidence of low back pain in dentists in Banyumas Regency. Therefore dentists are advised to improve their knowledge and activity of dental ergonomy.
2235524980G1G012053PENGARUH PENAMBAHAN NANOSELULOSA SERAT KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) PADA RESIN MODIFIED GLASS IONOMER CEMENT BONDING ORTODONTI TERHADAP KEKUATAN GESER
PERLEKATAN BREKET LOGAM (KAJIAN IN VITRO)
Resin modified glass ionomer cement (RMGIC) merupakan salah satu material bonding ortodonti yang mampu melepaskan fluor namun material ini dapat mempengaruhi kekuatan perlekatan breket ortodonti karena semakin tinggi fluor dalam RMGIC maka kekuatan lekatnya semakin rendah sehingga rentan mengalami debonding. Material alternatif diperlukan untuk meningkatkan sifat mekaniknya, salah satunya adalah penambahan nanoselulosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan nanoselulosa terhadap kekuatan geser perlekatan breket logam dan morfologi nanoselulosa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni laboratoris yang menggunakan rancangan penelitian posttest-only control group design yang terdiri dari 48 sampel gigi premolar yang terbagi dalam 6 kelompok perlakuan. Breket logam dilekatkan menggunakan RMGIC yang ditambahkan nanoselulosa dengan beberapa konsentrasi. Kelompok 1 RMGIC + nanoselulosa 0,2%, kelompok 2 RMGIC+nanoselulosa 0,4%, kelompok 3 RMGIC+ nanoselulosa 0,6%, kelompok 4 RMGIC + nanoselulosa 0,8%, kelompok 5 RMGIC + nanoselulosa 1%, dan kelompok 6 RMGIC tanpa penambahan nanoselulosa. Nanoselulosa sebelumnya dilakukan uji Transmission Electron Microscopy (TEM), sampel penelitian dilakukan uji kekuatan geser perlekatan dengan Universal Testing Machine kemudian basis breket diamati untuk mengetahui skor Adhesive Remnant Index (ARI). Hasil uji statistik kekuatan geser perlekatan breket logam menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok. Hasil uji skor ARI menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara kelompok. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan nanoselulosa serat kulit psang dapat meningkatkan kekuatan mekanis RMGIC sehingga kekuatan geser perlekatan breket logam meningkat. Resin modified glass ionomer cement (RMGIC) is one of the orthodontic bonding materials that is capable to release fluoride, however the fluoride can affect the strength of orthodontic bracket attachment. The higher fluoride that is contained in the material, the orthodontic bonding cement more susceptible is the orthodontic bracket to debonding. The addition of nanocellulose as an alternative material is needed to improve its mechanical properties. The aim of this study were to observe nanocellulose morphology and determine the effect of nanocellulose addition on the shear bond strength of metal bracket. This study was an experimental laboratory study. This study consisted of 6 groups, each group contained 8 samples of premolar teeth that are attached using RMGIC added with nanocellulose in various concentration. Group 1 RMGIC + 0.2% nanocellulose, group 2 RMGIC + nanocellulose 0.4%, group 3 RMGIC + nanocellulose 0.6%, group 4 RMGIC + nanocellulose 0.8%, group 5 RMGIC + nanocellulose 1%, and group 6 RMGIC without nanocellulose. Nanocellulose were subjected to transmission electron microscopy (TEM). Samples were subjected to shear bond strength test, then the bracket bases were observed to determine the Adhesive Remnant Index (ARI) score. The statistical analysis of shear bond strength of metal bracket showed a significant difference among groups. Analysis of ARI score showed that there were no significant differences among groups. It was concluded that the addition of nanocellulose of banana peel fibers were effective to improve the mechanical bonding strength of RMGIC and increase shear bond strength of metal bracket.
2235624981H1D015021IMPLEMENTASI AJAX DAN LOCATION BASED SERVICE
PADA APLIKASI HELPDESK SISTEM PENJUALAN CV GLOBAL BERBASIS WEB
Kepuasan konsumen di tengah pertumbuhan toko online berbanding terbalik dengan meningkatnya preferensi belanja online. Hal tersebut mengakibatkan penjual online harus melakukan inovasi, terutama yang menunjang kepuasan konsumen. Begitu pula dengan CV Global Purwokerto, harus memiliki inovasi untuk menunjang kepuasan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membangun sebuah sistem informasi helpdesk (layanan bantuan) di CV Global Purwokerto dengan mengimplementasikan ajax danlocation based service. Sistem informasi ini dapat meningkatkan pelayanan CV Global terhadap pelanggan, dimana pelayanan dikemas dalam fitur pencarian solusi, pengajuan tiket pengaduan dan penukaran produk. Sistem informasi ini dibangun dengan bahasa pemrograman PHP, HTML, Javascript dan CSS. Metode pengembangan yang digunakan dalam membangun sistem informasi ini adalah metode waterfall.Consumer satisfaction in the growth of online stores is inversely proportional to the increased online shopping preferences. This results in online sellers having to innovate, especially those that support consumer satisfaction. Likewise with CV Global Purwokerto, it must have innovation to support customer satisfaction. The purpose of this research is to design and build a helpdesk information system (assistance service) at CV Global Purwokerto by implementing ajax and location based service. This information system can improve CV Global services to customers, where services are packaged in a solution search feature, submission of complaint tickets and product exchange. This information system was built with the programming languages PHP, HTML, Javascript and CSS. The development method that be used in building this information system is the waterfall method.
2235724982G1G013051PENGARUH PEMBERIAN GEL EKSTRAK KULIT JENGKOL TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA PASCA PENCABUTAN GIGI TIKUS SPRAGUE DAWLEY
(Pengamatan Histopatologi terhadap Ketebalan Epitel dan Jumlah Fibroblas)
Pencabutan gigi merupakan tindakan yang dapat menimbulkan luka pada jaringan lunak maupun jaringan keras. Kulit jengkol mengandung senyawa kimia seperti tanin, flavonoid, saponin, dan triterpenoid yang dapat merangsang mediator penyembuhan luka seperti EGF (Epidermal Growth Factor), bFGF (basic Fibroblast Growth Factor), dan TGF-β (Transforming Growth Factor- β). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi gel ekstrak kulit jegkol terhadap ketebalan epitel dan jumlah fibroblas dalam proses penyembuhan luka pascapencabutan gigi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan post test only control group design menggunakan 48 ekor tikus jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 12 kelompok yaitu kelompok K1 (kontrol negatif), K2 (kontrol positif), P1 (perlakuan gel ekstrak kulit jengkol 10%), P2 (perlakuan gel ekstrak kulit jengkol 20%) dan dibedakan lama pemberian aplikasi gel selama 3, 5 dan 7 hari. Area perlukaan pasca pencabutan gigi diberi aplikasi gel selama 3, 5 dan 7 hari, setelah itu jaringan soket gingiva gigi dibuat preparat histologi. Pengukuran ketebalan epitel dan penghitungan jumlah fibroblas dilakukan dengan bantuan software Image Raster. Perhitungan jumlah fibroblas dilakukan pada 5 lapang pandang yang mewakili bagian servikal, bagian tengah, dan bagian apical. Jaringan epitel pada penelitian ini tidak dapat ditemukan karena ketidak hati-hatian operator. Uji Anova menunjukkan terdapat perbedaan jumlah fibroblas antar kelompok yang bermakna (p>0,05). Uji post hoc LSD pada penelitian ini menunjukkan ekstrak kulit jengkol konsentrasi 10% dan 20% efektif untuk meningkatkan jumlah fibroblas. Penelitian ini membuktikan gel ekstrak kulit jengkol konsentrasi 10% dan 20% efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka pascapencabutan gigi.Tooth extraction is dental procedure that can cause injury to soft or hard tissue. Jengkol skin contains chemical compounds such as tannins, flavonoids, saponins, and triterpenoids which can stimulate wound healing mediators such as Epidermal Growth Factor (EGF), basic Fibroblast Growth Factor (bFGF), dan Transforming Growth Factor-β (TGF-β). The purpose of this study was to determine the effect of the application of jegkol skin extract gel on epithelial thickness and the number of fibroblasts in the process of wound healing after tooth extraction. This study was an experimental laboratory with posttest-only control group design using 48 Sprague Dawley strain male rats which were divided into 12 groups namely K1 group (negative control), K2 (positive control), P1 (10% jengkol skin extract gel treatment), P2 (20% jengkol skin extract gel treatment) for 3 days different of treatments 3, 5, and 7 days on the gingival socket. After that, the tooth gingival socket tissue was taken for histological examination. The measurement of epithelial thickness and number of fibroblast were carried out with the help of Image Raster software. Calculation of the number of fibroblasts was carried out in 5 visual fields representing the cervical, middle, and apical parts. The epithelial tissue examination in this study could not be performed due to operator mistake. One way Anova test showed that there were significant differences in the number of fibroblasts between groups (p> 0.05). The post hoc LSD test in this study showed that jengkol skin extract concentrations of 10% and 20% were equally effective for increasing the number of fibroblasts. This study proves that jengkol skin extract gel with 10% and 20% concentration effective to improve the wound healing process after tooth extraction.
2235825909A1D015115PENGARUH KONSENTRASI AB MIX DAN BIO P60 TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL, SERTA KEBERADAAN HAMA DAN PENYAKIT SELADA MERAH PADA HIDROPONIK SUMBUPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi AB Mix terhadap pertumbuhan, hasil, serta keberadaan hama dan penyakit selada merah pada hidroponik sistem sumbu; 2) mengetahui pengaruh pemberian Pseudomonas fluorescens P60 terhadap pertumbuhan, hasil, serta keberadaan hama dan penyakit selada merah pada hidroponik sistem sumbu; 3) mengetahui interaksi antara konsentasi AB Mix dan dan Pseudomonas fluorescens P60 terhadap pertumbuhan, hasil, serta keberadaan hama dan penyakit tanaman selada merah pada hidroponik sistem sumbu. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse yang terletak di Desa Pasir Kidul, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian UNSOED, Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan pada akhir Desember 2018 sampai awal Maret 2019. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan perlakuan 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi AB Mix yaitu 1.000 ppm, 1.200 ppm, dan 1.400 ppm. Faktor kedua yaitu konsentrasi Bio P60 yaitu 0%, 5%, dan 10%. Variabel pengamatana meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), kandungan klorofil (unit/cm2), volume akar (ml), panjang akar (cm), bobot akar segar (g), bobot tajuk segar (g), bobot tanaman segar (g), jenis hama dan penyakit, intensitas hama dan penyakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) konsentrasi AB Mix tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil, serta keberadaan hama dan penyakit selada merah pada hidroponik sumbu; 2) konsentrasi Bio P60 tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil, serta keberadaan hama dan penyakit selada merah pada hidroponik sumbu; 3) kombinasi perlakuan konsentrasi AB Mix dan Bio P60 yang terbaik yaitu konsentrasi AB Mix 1.400 ppm dan Bio P60 0% pada bobot tajuk segar 90,08 g sebesar 92%.This research aimed to: 1) to know the effect of giving various concentrations of AB Mix towards the growth, yield and presence of pest and disease in red leaf lettuce on wick hydroponic system; 2) to know the effect of giving various concentrations of Pseudomonas fluorescens P60 towards the growth, yield and presence of pest and disease in red leaf lettuce on wick hydroponic system; 3) to know the interaction the concentration of AB Mix and Pseudomonas fluorescens P60 towards the growth, yield and presence of pest and disease in red leaf lettuce on wick hydroponic system. The research was conducted in screen house located at Pasir Kidul Village, Karanglewas Sub-district, Banyumas Regency and the Laboratory Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research was held on late December 2018 until early March 2019. The experimental design used was Completely Randomized Block Design with treatments of 2 factors and 4 replications. The first factor was the concentration of AB Mix, namely 1.000 ppm, 1.200 ppm, and 1.400 ppm. The second factor was the concentration of Bio P60, namely 0%, 5% and 10%. Observational variables included plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area (cm2), chlorophyll composition (unit/cm2), root volume (ml), root length (cm), fresh root weight (g), fresh crown weight (g), fresh plant weight (g), pest and disease type, pest and disease intensity. The result of this research showed that: 1) the concentration of AB Mix had no significant effect to increase the growth, yield, and the presence of pest and disease in red leaf lettuce on wick hydroponics system; 2) the concentration of Bio P60 had no significant effect to increase the growth, yield, and the presence of pest and disease in red leaf lettuce on wick system hydroponic; 3) the best combination of the concentration AB Mix and Bio P60 on the 1.400 ppm concentration of AB Mix and 0% of Bio P60 with the fresh crown weight by 90,08 g by 92%.
2235924983H1G014006MANAJEMEN SUNGAI BANJARAN KABUPATEN BANYUMAS UNTUK KELESTARIAN SPESIES IKAN ASLIPeneitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi sebagai sarana pengelolaan Sungai Banjaran untuk melestarikan spesies ikan asli. Aspek yang diteliti antara lain kondisi lingkungan meliputi kondisi fisika kimia air dan riparian vegetation, kegiatan antropogenik yang meliputi pemanfaatan oleh penduduk dan pollutan resource, law enforcement (Perda), serta keanekaragaman ikan meliputi ikan asli dan ikan introduksi. Metode yang digunakan yaitu: metode jelajah (cruising) dan wawancara. Penelitian di Sungai Banjaran dilaksanakan bulan September 2018. Kondisi Lingkungan di Sungai Banjaran bahwa kualitas air dalam kondisi optimum untuk pertumbuhan ikan dan jenis vegetasi riparian di bagian hulu, tengah dan hilir secara umum tidak berbeda hanya saja dibagian hulu masih mendominasi tumbuhan pohon di tepian sungai dibandingkan di bagian tengah dan hilir Sungai Banjaran. Kegiatan antropogenik di Sungai Banjaran terdiri dari kegiatan MCK, perikanan meliputi: (memancing, menjala dan budidaya ikan), penambangan batu, wisata curug dan PLTA Ketengger. Sedangkan poluttan resource berasal dari limbah domestik dan sampah. Permasalahan yang terjadi saat ini, belum ada hukum dan perundangan yang mengatur tentang Sungai Banjaran. Keanekaragaman ikan spesies asli yang terdapat diSungai Banjaran yaitu Ikan Paray, Ikan Jeler, Ikan Benteur, Ikan Brek, Ikan Nilem, Ikan Tawes, Ikan Kekel, Ikan Palung, Ikan Pelus dan Ikan Gabus. Sedangkan ikan introduksinya adalah dari Ikan Nila, Ikan Mas, Ikan Sapu-sapu dan Ikan Mujair.This research aims to find out information that means of managing the Banjaran River to native fish species. The aspects studied include environmental conditions including physical chemical conditions, anthropogenic activities which include utilization by residents and pollutant resources, law enforcement (Perda), and diversity of fish including native and introduced fish. The methods used are cruising and interview. The Banjaran River was carried out in September 2018. Environmental Conditions in the Banjaran River that the quality of water in optimum conditions for fish growth and types of riparian vegetation in the upstream, middle and downstream areas were generally not different except that the upstream still dominated the trees in the river compared the middle and downstream of the Banjaran River. Anthropogenic activities in the River consist of MCK activities, fisheries, rock mining, waterfall tourism and the Hydroelectric Power Plant. While the Pollutant resource comes from domestic waste and garbage. The current problems, there are no regulations over the river. Fish diversity of native species found in the River namely Paray Fish, Jeler Fish, Benteur Fish, Brek Fish, Nilem Fish, Tawes Fish, Kelel Fish, Trench Fish, Pelus Fish and Cork Fish. Whereas the fish introduced were Tilapia, Goldfish, Brooms and Mujair Fish.
2236024984C1A014019EFISIENSI PEMASARAN DAN NILAI TAMBAH PENGOLAHAN KAYU JENIS SENGON RAKYAT
(Studi Kasus di Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat)
Penelitian ini dilakukan pada petani kayu sengon dan lembaga pemasaran yang terlibat dalam saluran pemasaran kayu sengon rakyat di Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 72 orang, terdiri dari 45 orang petani diambil secara purposive sampling, 15 orang pedagang perantara, dan 12 industri penggergajian kayu yang diambil secara snowball sampling. Data dianalisis secara deskrtptif kuantitatif. Penelitian ini menganalisis pola saluran pemasaran, menganalisis tingkat efisiensi pemasaran kayu sengon tanaman rakyat dengan menggunakan model analisis Structure, Conduct, dan Performance (SCP) dan menganalisis besar perbandingan nilai tambah yang diperoleh industri penggergajian kayu dengan pengolahan output produksi untuk kebutuhan industri besar dan output produksi untuk kebutuhan material bahan bangunan.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat empat saluran pemasaran kayu sengon yang terbentuk. Analisis structure pasar petani, dari hasil perhitungan pangsa pasar petani diketahui 9,89% sehingga petani cenderung berposisi sebagai price taker. Nilai konsentrasi pasar sebesar 26,70% yang berarti jenis pasar mengarah pada pasar oligopoli. Hambatan masuk pasar diperoleh nilai MES sebesar 6,67% yang berarti tidak terdapat hambatan. Analisis conduct, jual beli petani dan lembaga pemasaran berdasarkan atas kesepakatan bersama dan tidak terdapat kolusi harga antar pelembaga pemasaran. Pada analisis performance, saluran pemasaran 4 menjadi saluran pemsaran paling effisien, dengan hasil perhitungan biaya margin pemasaran paling kecil sebesar 45,42%, dengan besar nominal total biaya pemasaran Rp. 293.675 per m3, total keuntungan Rp. 501.198 per m3, dan total margin pemasaran Rp. 794.873 per m3 dari harga beli kayu petani Rp. 955.127 per m3 dengan harga jual akhir Rp. 1.750.000 per m3, begitu juga dengan hasil nilai farmer share paling tinggi sebesar 54,59%.
Bedasarkan analisis nilai tambah hayami pada industri pengolahan, nilai tambah terbesar terdapat pada industri penggergajian saluran pemasaran 4 sebesar Rp 374.086 per m3 bahan baku, dengan rasio nilai tambah sebesar 25,15 % yang berarti pada setiap Rp. 100 dari nilai output terdapat nilai tambah sebesar Rp. 25,15. Besarnya nilai tambah yang diterima industri penggergajian dipengaruhi oleh perbedaan nilai produk, harga input, bahan baku, dan perbedaan nilai sumbangan input lainnya.
This research was carried out on sengon wood farmers and marketing institutions involved in the marketing channels of people's sengon wood in Cisaga District, Ciamis Regency, West Java. The population in this study amounted to 72 people, consisting of 45 farmers taken by purposive sampling, 15 intermediary traders, and 12 sawmill industries taken by snowball sampling. Data is analyzed descriptively quantitative. This study analyzes the marketing channel pattern, analyzes the level of efficiency of marketing of sengon timber by using crop structure, Conduct, and Performance (SCP) models and analyzes the comparison of value added obtained by the sawmill industry by processing production output for large industrial needs and production output for building material needs.
Based on the results of the study, there are four marketing channels for sengon wood formed. The structure analysis of farmers 'markets, from the calculation of farmers' market share, is known to be 9.89% so farmers tend to be positioned as price takers. The value of market concentration is 26.70%, which means the type of market leads to the oligopoly market. Market entry barriers obtained MES value of 6.67% which means there are no obstacles. Conduct analysis, farmers' buying and selling and marketing institutions based on mutual agreement and no collusion of prices between marketing institutions. In performance analysis, marketing channel 4 is the most efficient marketing channel, with the calculation of marketing margin costs at least 45.42%, with a nominal total marketing cost of Rp. 293,675 per m3, a total profit of Rp. 501,198 per m3, and the total marketing margin is Rp. 794,873 per m3 from the farmers' purchase price of Rp. 955,127 per m3 with the final selling price of Rp. 1,750,000 per m3, as well as the highest farmer share value of 54.59%.
Based on the analysis of hayami value added in the processing industry, the biggest added value is found in the marketing channel sawmill 4 of Rp. 374,086 per m3 of raw material, with a value added ratio of 25.15%, which means at Rp. 100 of the output value there is an added value of Rp. 25.15. The amount of added value received by the sawmill industry is influenced by differences in product values, input prices, raw materials, and other input value differences.