Artikelilmiahs

Menampilkan 22.401-22.420 dari 51.891 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2240125021C1A014048EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR - FAKTOR PRODUKSI INDUSTRI RUMAH TANGGA KACANG SANGRAI DI KELURAHAN KERANGGAN KECAMATAN SETU KOTA TANGERANG SELATAN
Kelurahan Keranggan merupakan kampung wisata industri makanan ringan dan sentra industri kacang sangrai Kota Tangerang Selatan. Namun, keterbatasan bahan baku yang menjadi salah satu penyebab rendahnya produksi kacang sangrai sehingga besarnya produksi per periode tergantung kepada besarnya permintaan atau pesanan dan dapat berpengaruh pada kapasitas yang diproduksi oleh pengrajin. Berdasarkan permasalahan tersebut melakukan penelitian yang berjudul “Efisiensi Penggunaan Faktor - Faktor Produksi Industri Rumah Tangga Kacang Sangrai di Kelurahan Keranggan Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan”.
Tujuan dalam penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh faktor produksi kacang tanah, pasir, kayu bakar, dan tenaga kerja terhadap produksi kacang sangrai di Kelurahan Keranggan Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan. Kedua untuk mengetahui efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi kacang sangrai di Kelurahan Keranggan Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi yang dilakukan secara sensus dengan jumlah responden diperoleh 51 pengrajin kacang sangrai. Alat analisis yang digunakan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas dan efisiensi penggunaan faktor produksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara bersama-sama faktor produksi kacang tanah, pasir, kayu bakar, dan tenaga kerja berpengaruh terhadap produksi kacang sangrai. Faktor produksi yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap produksi kacang sangrai adalah kacang tanah, pasir, dan kayu bakar. Faktor produksi tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap produksi kacang sangrai. (2) Industri rumah tangga kacang sangrai di Kelurahan Keranggan Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan belum mencapai efisiensi dalam penggunaan faktor-faktor produksinya.
Implikasi penelitian ini adalah: (1) Kacang tanah memiliki pengaruh positif terhadap hasil produksi kacang sangrai, artinya kacang tanah merupakan faktor penting. Guna meningkatkan ketersedian kacang tanah, pengrajin perlu membangun gudang penyimpanan persediaan kacang tanah yang di akomodasi oleh Koperasi Cipta Boga. (2) Pengrajin harus mengurangi penggunaan faktor produksi kayu bakar dan tenaga kerja untuk mencapai efisien. Disisi lain, diperlukan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan kepada pengrajin maupun tenaga kerja kacang sangrai oleh pemerintahan daerah mengenai pelatihan kepada pengrajin dan tenaga kerja agar pengolahan faktor produksi dilakukan secara efisien.
Keranggan village is a tourism industrial snacks and roasted peanut industry hub city of South Tangerang. However, the limitations of the raw materials to be one of the causes of the low production of roasted peanut so that the magnitude of production per period depends on the magnitude of the request or order and may affect capacity produced by craftsmen. Based on these problems doing research titled "The Efficiency of Use Factors Production Roasted Peanut Household Industry in Kelurahan of Keranggan sub-district of Setu South Tangerang city".
The goal in research is to analyze the influence of factors of production of peanuts, sand, firewood, and labor toward production of roasted peanut in Kelurahan of Keranggan sub-district of Setu South Tangerang City . The second to know the efficiency of use production factors in roasted peanut household industry in Kelurahan of Keranggan sub-district of Setu South Tangerang City. This research using a sample in the census by the number of respondents obtained 51 roasted peanut craftsmen. Analysis tools are used to use the function of the Cobb-Douglas production and efficiency of use factos production.
The results of the study show that: (1) factors of production jointly the nut, sand, firewood, and labor influence on production of roasted peanut. Influential factors of production significantly and positively towards the production of roasted peanut are peanuts, sand, and firewood. Factors of production labor has no effect against the production of roasted peanut. (2) roasted peanuts household industry in Kelurahan of Keranggan sub-district of Setu South Tangerang City have yet to reach the efficiency in the use of factors of production.
The implications of this study are: (1) peanuts have a positive affect toward the results of the production of roasted nuts, meaning peanut is an important factor. In order to increase the availability of peanuts, craftsmen need to build storage shed supplies a peanut in accommodation by Cooperative Copyright Boga. (2) Craftsman should reduce the use of fuel wood production factors and labor to achieve efficient. On the other hand, needed coaching and mentoring on an ongoing basis to craftsmen as well as roasted peanuts by the Labor Government on training to craftsmen and labor so that processing factors of production is carried out efficiently.
2240225025A1C015047Pembuatan Bioetanol dari Salak Afkir dengan Hidrolisis Enzim Selulase Cairan Rumen Sapi dan Fermentasi Menggunakan Zymomonas MobilisBioetanol adalah etanol yang dihasilkan dari proses fermentasi menggunakan bahan baku yang mengandung selulosa, glukosa maupun pati yang sifatnya dapat diperbaharui (renewable). Bioetanol pada penelitian ini menggunakan bahan baku salak afkir, enzim selulosa cairan rumen sapi, dan bakteri Zymomonas mobillis. Salak afkir dan cairan rumen sapi merupakan limbah yang tidak termanfaatkan. Oleh karena itu pemanfaatan salak afkir dan cairan rumen sapi sebagai enzim selulase dapat digunakan untuk pembuatan bioetanol dengan proses hidrolisis enzimatik. Proses pembuatan bioetanol terdiri dari proses pretreatment, hidrolisis, fermentasi, dan destilasi. Fermentasi bioetanol dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu substrat, jenis mikroba, waktu fermentasi, suhu, pH dan oksigen. Tujuan dari penelitian ini, yaitu (1) mengetahui aktivitas enzim selulase dari rumen sapi dan kadar air yang terdapat pada buah salak afkir, (2) mengetahui kadar gula tertinggi dari tahap hidrolIsis dan waktu hidrolisis menggunakan cairan enzim selulase rumen sapi, dan (3) mengetahui kadar etanol tertinggi dari tahap fermentasi dan waktu fermentasi menggunakan bakteri Zymomonas Mobilis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor hidrolisis dan dua faktor fermentasi dengan 12 kombinasi perlakuan hidrolisis dan 9 kombinasi perlakuan fermentasi yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan hidrolisis dan 27 unit percobaan fermentasi. Faktor-faktor yang diuji adalah konsentrasi Enzim selulase cairan rumen sapi yaitu 10 %, 15 %, dan 20 % dengan lama hidrolisis 3, 6, 9, dan 12 jam. Sedangkan konsentrasi Zymomonas Mobillis yaitu 5 %, 7,5 %, dan 10 % dengan lama fermentasi 2, 4, dan 6 hari. Variabel yang diamati yaitu kadar air, aktivitas enzim, kadar glukosa sebelum dan sesudah hidrolisis dan fermentasi, serta kandungan etanol hasil fermentasi yang diukur menggunakan metode spektrofotometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salak afkir memiliki kadar air 81,46 % dan kadar gula 10,367 %, perlakuan konsentrasi enzim 15 % (v/v) dengan waktu hidrolisis 3 jam merupakan kadar gula reduksi paling tinggi yaitu 15,186 % (m/v) dan aktivitas enzim yang terukur 0,208 U/ml, konsentrasi mikroba Zymomonas mobilis tidak berpengaruh nyata terhadap penguraian gula reduksi, sedangkan waktu fermentasi dan interaksinya dengan konsentrasi mikroba Zymomonas Mobilis berpengaruh nyata terhadap penguraian gula reduksi, serta perlakuan fermentasi dalam penelitian ini belum mampu menghasilkan etanol.Bioethanol is ethanol produced from the fermentation process using raw materials containing cellulose, glucose and starch which are renewable. Bioethanol in this study used raw materials for salted aphids, cellulose enzymes of cattle rumen fluid, and Zymomonas mobillis bacteria. Snakefruit waste and cow's rumen liquid is waste that is not utilized. Therefore, the use of snakefruit waste and cow's rumen fluid as cellulase enzymes can be used to manufacture bioethanol by enzymatic hydrolysis process. The process of making bioethanol consists of pretreatment, hydrolysis, fermentation, and distillation processes. Bioethanol fermentation is influenced by several things, namely substrate, microbial type, fermentation time, temperature, pH and oxygen. The purpose of this study, namely (1) to determine the activity of cellulase enzymes from cows rumen and water content found in snakefruit waste, (2) to know the highest sugar content of the hydrolysis stage and hydrolysis time using cows rumen cellulase enzyme fluid, and (3) knowing the highest ethanol levels from the fermentation stage and the time of fermentation using Zymomonas Mobillis bacteria. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of two hydrolysis factors and two fermentation factors with 12 combinations of hydrolysis treatment and 9 combinations of fermentation treatments which were repeated 3 times so that there were 36 units of hydrolysis experiments and 27 units of fermentation experiments. The factors tested were the concentration of cellulase enzymes of cows rumen fluid namely 10%, 15%, and 20% with hydrolysis time of 3, 6, 9, and 12 hours. While the concentration of Zymomonas Mobillis is 5%, 7.5%, and 10% with fermentation duration 2, 4, and 6 days. The variables observed were water content, enzyme activity, glucose levels before and after hydrolysis and fermentation, and the ethanol content of fermented products measured using the spectrophotometric method. The results showed that snakefruit waste had a moisture content of 81.46% and sugar content of 10.367%, the treatment of enzyme concentration was 15% (v / v) with hydrolysis time of 3 hours which was the highest reducing sugar content of 15.186% (m / v) and activity enzyme measured 0.208 U / ml the concentration of Zymomonas mobilis microbes did not significantly affect the reduction of reducing sugars, while the fermentation time and its interaction with the concentration of Zymomonas Mobilis microbes significantly affected the reduction of sugar, and the fermentation treatment in this study was not able to produce ethanol.
2240325026C1C015062PENGARUH SOSIALISASI, PENGETAHUAN, SANKSI PERPAJAKAN, DAN KUALITAS PELAYANAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK PBB-P2 DI EKS KOTIP PURWOKERTOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, sanksi perpajakan, dan kualitas pelayanan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) PBB-P2 yang berada di Eks Kotip Purwokerto. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dan sampel berjumlah 100 responden. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan survey kuesioner. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan software IBM SPSS Statistik versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sosialisasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, sanksi perpajakan, dan kualitas pelayanan pajak berpengaruh secara simultan terhadap kepatuhan wajib pajak. Secara parsial, sosialisasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, dan kualitas pelayanan pajak berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, sedangkan sanksi perpajakan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. This study aims to determine the effect of taxation socialization, taxation knowledge, taxation sanctions, and tax service quality on taxpayer compliance in paying taxes on land and buildings rural and urban (PBB-P2). Population in this study is all taxpayers of private taxes on land and buildings rural and urban (WPOP) residing in Eks Kotip Purwokerto. The sampling technique used is proportionate stratified random sampling and sample is 100 respondents. Data collection in this study using questionnaire survey. The data collected were processed by using multiple regression analysis with IBM SPSS Statistic version 25 software. The results of this study indicate that taxation socialization, taxation knowledge, taxation sanctions, and tax service quality have an effect simultaneously on tax compliance. Partially, taxation socialization, taxation, taxation knowledge, and tax service quality have a positive significant effect on tax compliance, while taxation sanctions has a positive no significant on tax compliance.
2240425027I1A015101FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PEKERJAPEMBUAT GENTING DI DESA JETIS KABUPATEN PURBALINGGAFAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PEKERJA PEMBUAT GENTENG DI DESA JETIS PURBALINGGA

Dimas Arya Pamungkas1, Siti Harwanti2, Nur Ulfah2

1Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman

Jl. Dr.Soeparno Karangwangkal Purwokerto 53123 Gedung B Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Telp.081578512533 Email: aryadimas230@gmail.com

ABSTRAK

Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome adalah timbulnya rasa nyeri, kesemutan, dan mati rasa pada daerah pergelangan tangan. Faktor yang mempengaruhi timbulnya CTS meliputi usia, IMT, gerakan berulang, sikap kerja,masa kerja,dan lama kerja. Pembuat genteng berisiko mengalami CTS karena banyak melakukan gerakan berulang dalam waktu yang lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kejadian CTS pada pembuat genteng di desa Jetis Purbalingga.

Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pembuat genteng di desa Jetis Purbalingga, jumlah sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 64 orang dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan kuesioner. Data dianalisis dengan uji regresi logistik dengan derajat kepercayaan 95%.

Hasil Penelitian: Variabel yang berpengaruh adalah usia (0,002) dan gerakan berulang (0,000). Variabel yang tidak berpengaruh adalah IMT (0,632), sikap kerja (0,771), masa kerja (0,634), dan lama kerja (0,523).

Simpulan: Variabel yang berpengaruh adalah usia dan gerakan berulang.

Saran: Pemilik Gudang Pembuatan Genteng melakukan rotasi kerja, pekerja melakukan perenggangan sebelum bekerja, penyediaan alat pelindung diri.

Kata Kunci: Carpal Tunnel Syndrome, Pembuat Genteng, Gerakan Berulang
FACTORS THAT INFLUENCE CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) IN TILEMAKERS AT JETIS VILLAGE PURBALINGGA DISTRICT



Dimas Arya Pamungkas1, Siti Harwanti2, Nur Ulfah2

1Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman

Jl. Dr.Soeparno Karangwangkal Purwokerto 53123 Gedung B Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Telp.081578512533 Email: aryadimas230@gmail.com

ABSTRACT

Background: Carpal Tunnel Syndrome is emerging of pain, tingling, and numbness in wrist area. Factors that influence CTS including age, BMI, repetitive motions, work attitudes, work period, and work duration. Tile makers are at risk of experiencing CTS because lot of repetitive motions in long time. Purpose of this research is to determine what factors that influence CTS on tile-making workers in Jetis village, Purbalingga District.

Methods: This research was observational analytic using cross sectional approach.Populationsare tile makers in Jetisvillage Purbalingga District, with 64 people for samples, with purposive sampling technique.Research instrument was interview with questionnaire. Data were analyzed by binary logistic regression test with 95% signifancy.

Results: Variables that affect are age (0.002) and repetitive motions (0.000).Variables that notaffect are BMI (0.632), work attitude (0.771), work period (0.634), and work duration(0.523).

Conclusion: Variables that affect to CTS on tile makers in Jetis Village Purbalingga District are age and repetitive motions.

Keywords: Carpal Tunnel Syndrome, Tile Maker, Repetitive Motion
2240524950C1B015010ANALISIS PENGARUH FOKUS PADA PELANGGAN, OBSESI PADA KUALITAS, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN, KERJASAMA TIM, DAN PERBAIKAN BERKESINAMBUNGAN TERHADAP KUALITAS PRODUK Penelitian ini merupakan penelitian survei yang dilakukan pada pelaku industri kecil dan menengah mie soun Klaten. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Pengaruh Fokus pada Pelanggan, Obsesi pada Kualitas, Pendidikan dan Pelatihan, Kerjasama Tim, dan Perbaikan Berkesinambungan terhadap Kualitas Produk”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara Fokus pada Pelanggan, Obsesi pada Kualitas, Pendidikan dan Pelatihan, Kerjasama Tim, dan Perbaikan Berkesinambungan terhadap Kualitas Produk.This research is a survey research conducted on small and medium industries, soun Klaten. This study took the title: "Analysis of the Effect of Customer Focus, Quality Education, Education and Training, Teamwork, and Continuous Improvement of Product Quality". The purpose of this study is to study the direct and indirect interactions between Customer Focus, Education and Training, Team Cooperation, and Continuous Improvement of Product Quality.
2240626122A1D115039RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN ANGGREK (Dendrobium sp.) DENGAN FREKUENSI DAN WAKTU PEMUPUKAN YANG BERBEDAPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mendapatkan frekuensi pemupukan terbaik untuk pertumbuhan vegetatif anggrek Dendrobium, 2) mendapatkan waktu pemupukan terbaik untuk pertumbuhan vegetatif anggrek Dendrobium, dan 3) mendapatkan kombinasi frekuensi dan waktu pemupukan terbaik untuk pertumbuhan vegetatif anggrek Dendrobium. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2018 di screen house Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas (7°21'54.2"LS, 109°15'03.2"BT) dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu 4 taraf frekuensi pemupukan (setiap 3; 5; 7; 9 hari sekali) dan 3 taraf waktu pemupukan (pagi, siang, sore). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan 2 pot untuk setiap unit percobaan, sehingga secara keseluruhan diperoleh 12 kombinasi perlakuan dan 72 tanaman yang dievaluasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F dan uji lanjut dengan DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi pemupukan terbaik setiap 5 hari sekali. Waktu pemupukan terbaik sore hari. Kombinasi frekuensi dan waktu pemupukan terbaik pada kombinasi perlakuan pemupukan setiap 9 hari sekali dan pagi hari. The aim of this experiment was to: 1) get the optimum frequency of fertilizer application for vegetative growth of Dendrobium orchid 2) get the optimum application time of fertilizer for vegetative growth of Dendrobium orchid , and 3) get the best combination of frequency and application time of fertilizer for vegetative growth of Dendrobium orchid. The research was conducted in September to December 2018 using screen house, which is located in Banjarsari Kulon Village, Sumbang Sub district, Banyumas Regency (7°21'54.2"SL, 109°15'03.2"EL) and the Laboratory of Agronomi and Horticulture Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Randomized Complete Block Design (RCBD) was used, which consisted of two factors, i.e. 4 levels of fertilizer application frequency (every 3; 5; 7; and 9 days) and 3 different application times of fertilizer (morning, aftternoon, evening). Each treatment combination had 3 replicates with 2 pots for each experimental unit, so that there were overall 12 treatment combinations and 72 plants evaluated. The data were analyzed by using F-test and post hoc DMRT-test with 5% significant error. The result showed that the best fertilizer application is every 5 days. Meanwhile, the best application time of fertilizer is the evening. The best combination of frequency and application time of fertilizer is every 9 days in the morning.
2240725028E1A115002UPAYA HUKUM BANDING ATAS DASAR PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DIKABULKAN DALAM PERKARA LINGKUNGAN HIDUP
(Studi Terhadap Putusan Nomor 51/PDT/2016/PT.PLG juncto Putusan Nomor 24/PDT.G/2015/PN.PLG)
ABSTRAK

NAMA : Heribertus Pandu Seta
NIM : E1A115002
JUDUL : UPAYA HUKUM BANDING ATAS DASAR PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DIKABULKAN DALAM PERKARA LINGKUNGAN HIDUP (STUDI TERHADAP PUTUSAN NOMOR 51/PDT/2016/PT.PLG JUNCTO PUTUSAN NOMOR 24/PDT.G/2015/PN.PLG)

Penelitian dengan judul UPAYA HUKUM BANDING ATAS DASAR PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DIKABULKAN DALAM PERKARA LINGKUNGAN HIDUP (Studi Terhadap Putusan Nomor 51/PDT/2016/PT.PLG juncto Putusan Nomor 24/PDT.G/2015/PN.PLG) bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Tinggi Palembang serta akibat hukum yang mengabulkan upaya hukum banding atas dasar Perbuatan Melawan Hukum dalam perkara lingkungan hidup pada perkara nomor 51/PDT/2016/PT.PLG juncto 24/PDT.G/2015/PN.PLG. Metode Pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data bersumber dari data sekunder yaitu bahan hukum primer dan sekunder. Data tersebut dianalisis berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perbuatan Tergugat/Terbanding telah memenuhi unsur-unsur Perbuatan Melawan Hukum dalam Peraturan Perundang-undangan, antara lain Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009, Undang-Undang No. 41 Tahun 1999, Peraturan Pemerintah No. 150 Tahun 2000, Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 2001, Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 2004, dan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 12 Tahun 2009. Syarat formil permohonan banding yang diajukan Penggugat/Pembanding telah sesuai Pasal 10 ayat (1) Undang-Undang No. 20 Tahun 1947 dan Pasal 202 ayat (1) Rechtsreglement Buitengewesten. Akibat hukum dari upaya banding yang dikabulkan ialah selama tidak di lakukan upaya hukum lagi, putusan Pengadilan Tinggi Palembang berkekuatan hukum tetap dan mengikat bagi para pihak. Putusan Pengadilan Negeri Palembang yang dibatalkan, mengakibatkan hukuman kepada Tergugat/Terbanding untuk membayar ganti kerugian atas kerugian yang diterima oleh Penggugat/Pembanding yaitu sebesar Rp. 78.502.500.000,- dibayar ke kas Negara yang mengikat dan harus dilaksanakan Tergugat/Terbanding sebagai pihak yang kalah.

Kata Kunci: Upaya Hukum Banding, Perbuatan Melawan Hukum, Perkara Lingkungan Hidup.
ABSTRACT

NAME : Heribertus Pandu Seta
NIM : E1A115002
TITLE :LEGAL COMPETITION EFFORTS ON THE BASIS OF DEVOTION AGAINST LAW PROVIDED IN THE ENVIRONMENT (STUDY OF DECISION NUMBER 51 / PDT / 2016 / PT. PLG JUNCTO PUTUSAN NUMBER 24 / PDT.G / 2015 / PN.PLG)

The study entitled UPAYA HUKUM BANDING ATAS DASAR PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DIKABULKAN DALAM PERKARA LINGKUNGAN HIDUP (Study on Putusan No. 51/PDT/2016/PT.PLG juncto Putusan No. 24/PDT.G/2015/PN.PLG) aims at finding out legal consideration of the Palembang High Court Judge as well as the legal consequences that grant an appeal law on the basis of act against the law in environmental cases in case number 51/PDT/2016/PT. PLG juncto 24/PDT.G/2015/PN.PLG. It uses normative juridical approach method. Data was taken from primary and secondary legal materials. The data was analyzed based on legal norms relating to the object of research.
The results of the study show that the defendant's/comparative's actions have fulfilled the elements of the act against the law in the Legislation, such as Law of the Republic of Indonesia No. 32 of 2009 year, Law No. 41 of 1999 year, Government Regulation No. 150 of 2000 year, Government Regulation No. 4 of 2001year, Government Regulation No. 45 of 2004 year, and Minister of Forestry Regulation Number 12 of 2009 year. The Plaintiff/Comparator is in accordance with article 10 paragraph (1) of Law No. 20 of 1947 year and article 202 paragraph (1) of Rechtsreglement Buestengen. The legal consequence of the appeal attempt was that as long as no further legal action was taken, the decision of the Palembang High Court was legally binding and binding for the parties. The decision of the Palembang District Court which was canceled, resulted in a sentence to the Defendant/Comparative to pay compensation for the losses received by the Plaintiff/Comparator which amount to Rp. 78,502,500,000, - paid to the binding State Treasury and must be carried out by the Defendant/Comparable as the losing party.

Keywords: Legal Appeal Efforts, Actions Against the Law, Environmental Cases.
2240828561G1G014008PERBEDAAN KEKUATAN FLEKSURAL PLAT ORTODONTI RESIN AKRILIK SELF-CURE MENGGUNAKAN METODE SPRAY-ON DENGAN MOTIF BULAT DAN PERSEGI Latar Belakang: Plat ortodonti merupakan komponen penting pada peranti ortodonti lepasan yang biasa terbuat dari resin akrilik self-cure menggunakan metode spray-on. Umumnya plat ortodonti tidak memiliki motif atau bersifat polos namun plat ini memiliki nilai estetik yang kurang menarik khususnya bagi pasien anak-anak dan remaja. Plat ortodonti yang dimodifikasi dengan pemberian motif tertentu saat ini dikembangkan dengan tujuan untuk memotivasi pasien agar lebih kooperatif dalam menggunakan peranti tersebut sehingga dapat meningkatkan keberhasilan perawatan. Motif yang umum diaplikasikan adalah bulat dan persegi. Tujuan: Menganalisis perbedaan kekuatan fleksural pada plat ortodonti resin akrilik self-cure menggunakan metode spray-on yang dimodifikasi dengan atau tanpa pemberian motif berbentuk bulat dan persegi. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris murni dengan rancangan penelitian berupa posttest only control group design. Sampel penelitian terdiri dari 3 kelompok dengan jumlah sampel sembilan pada tiap kelompok. Kelompok I merupakan plat ortodonti bermotif bulat, kelompok II merupakan plat ortodonti bermotif persegi, dan kelompok III merupakan plat ortodonti tanpa motif. Uji kekuatan fleksural dilakukan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil dan kesimpulan: Rerata hasil uji kekuatan fleksural tertinggi terdapat pada kelompok III sebesar 77,11 MPa, diikuti dengan kelompok I sebesar 46,06 MPa, dan rerata terendah terdapat pada kelompok II sebesar 35,59 MPa. Hasil uji stastistik One-Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar kelompok dengan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05) dan hasil uji Post-Hoc LSD menunjukkan adanya perbedaan sangat bermakna antara kelompok kontrol (kelompok III) dengan kelompok perlakukan p=0,000 (p<0,05) serta perbedaan bermakna antara kelompok I dan kelompok II dengan p=0,045 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah modifikasi dengan pemberian motif berbentuk bulat maupun persegi dapat menurunkan nilai kekuatan fleksural pada plat ortodonti resin akrilik self-cure namun plat bermotif bulat memilki kekuatan yang lebih unggul dari plat bermotif persegi.Background: Baseplate is an essential component of removable orthodontic made of self-cure acrylic resin with spray-on method. Generally, orthodontic baseplate didn’t have any motive or plain. However esthetically, this baseplate is less attractive especially for children and teenagers. Orthodontic baseplate that modified by certain motive are currently being developed. This modification to motivate patient to be more cooperative to use orthodontic baseplate, thereby it can increase the success of the treatment. General motive that applied were round and square. Purpose: To analyze the flexural strength difference of self-cure acrylic resin orthodontic baseplate with spray-on method with or without modified by round and square motive. Methods: This study used in vitro experimental laboratory with posttest-only control group design to investigate 3 groups of orthodontic baseplate. Each group consist of 9 samples. Group I was an orthodontic baseplate modified by round motive, group II was an orthodontic baseplate modified by square motive, and group III was an intact orthodontic baseplate without giving any motive. The test of flexural strength was carried out using Universal Testing Machine. Result and conclusions: The highest flexural strength average were in group III of 77,11 MPa, followed by group I of 46,06 MPa, and the lowest average were in group II of 35,59 MPa. The One-Way ANOVA statistical test results showed significant difference between groups with a p-value of 0,000 (p<0,005) and the results of Post-Hoc LSD test showed a very significant difference between the control group and the treatment group with p-value=0,000 (p<0,05) and significant difference between group I and group II with p-value=0,045 (p<0,05). The conclusion of this research is modification by giving round and square motive can decrease the flexural strength of self-cure acrylic resin orthodontic baseplate. Orthodontic baseplate modified by round motive was far superior than square motive.
2240925030H1G014049PRODUKSI UDANG HASIL TANGKAPAN TRAMMEL NET YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAPPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan nilai produksi udang yang tertangkap, jenis-jenis udang yang tertangkap, dan panjang berat udang yang didaratakan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC). Udang merupakan salah satu komoditas perikanan dengan nilai produksi terbesar di PPSC. Hal ini menunjukan bahwa sektor perikanan tangkap udang di PPSC memiliki potensi yang besar. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dan wawancara serta dianalisis secara deskriptif. Jumlah kapal yang mendaratkan hasil tangkapannya di PPSC pada bulan November berjumlah 48 kapal. Persentase hasil tangkapan udang yang didapat yaitu udang jerbung 85%, udang dogol 12%, dan udang krosok 3%. Nilai produksi udang jerbung sebesar Rp21.349.275,00, udang dogol Rp294.424,00, dan udang krosok Rp732.021,00. Rata-rata udang jerbung yang didapat berukuran 19,77 cm dengan berat 37,95 gr, udang dogol 16,47 cm dengan berat 25,87 gr, dan udang krosok 11,51 cm dengan berat 15,25 gr.This study aims to determine the production and value of shrimp production, the species of shrimp, the length and weight of shrimp that caught at the Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC). Shrimp is one of the fisheries commodities with the largest production value in PPSC. This shows that the shrimp fisheries sector in PPSC has great potential. This research was conducted by survey and interview methods and analyzed descriptively. The number of ships that landed their catch at PPSC in November amounted to 48 ships. The percentage of shrimp catches obtained is 85% jerbung shrimp, 12% dogol shrimp, and 3% shrimp. The production value of jerbung shrimp is Rp21,349,275,00, dogol shrimp is Rp294,424,00, and krosok shrimp is Rp732,021,00. The average jerbung shrimp obtained was 19.77 cm with a weight of 37.95 gr, dogol shrimp 16.47 cm with a weight of 25.87 gr, and crooked shrimp 11.51 cm with a weight of 15.25 gr.
2241025031C1C015101PENGARUH PEMAHAMAN WAJIB PAJAK ATAS PERPAJAKAN, SOSIALISASI PERPAJAKAN, MODERNISASI SISTEM ADMINISTRASI PERPAJAKAN DAN PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK UMKM
(STUDI EMPIRIS PADA WAJIB PAJAK UMKM DI BANYUMAS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pemahaman Wajib pajak UMKM, Sosialisasi Perpajakan, Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan, Pemeriksaan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM di Kabupaten Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah Wajib Pajak UMKM sesuai sesuai PP No. 46 Tahun 2013 dan /atau PP No. 23 Tahun 2018 yang terdaftar di KPP Pratama Purwokerto, dengan teknik pengambilan sampel yaitu convenience sampling, sampel yang diambil berjumlah 101 Wajib Pajak UMKM. Data yang didapat dianalisis dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pemahaman Wajib pajak atas perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan Wajib Pajak UMKM di Kabupaten Banyumas; (2) Sosialisasi Perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan Wajib Pajak UMKM di Kabupaten Banyumas; (3) Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan Wajib Pajak UMKM di Kabupaten Banyumas; (4) Pemeriksaan Pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan Wajib Pajak UMKM di Kabupaten Banyumas. Implikasi dari penelitian ini yaitu hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pertimbangan bagi kantor pelayanan pajak tentang pemahaman peaturan perpajakan dan efektifitas dari modernisasi sistem perpajakan bagi kantor pelayanan pajak. Upaya pelatihan atau sosialisasi perpajakan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman diri Wajib Pajak terhadap peraturan perpajakan dan mendukung efektifitasnya modernisasi sistem administrasi perpajakan sehingga dapat membantu meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak dalam membayar pajak.The aim of the study is to determine the effect of MSME taxpayer understanding, tax socialization, modernization of tax administration system, tax audit on compliance with MSME taxpayers in Banyumas Regency. The population in this study is the MSME Taxpayer according to PP No. 46 of 2013 and / or PP No. 23 of 2018 registered at KPP Pratama Purwokerto, with a sampling technique that is convenience sampling, samples taken amounted to 101 MSME Taxpayers. The data obtained were analyzed by multiple linear regression analysis techniques. The results of this study indicate that: (1) Taxpayer's understanding of taxation has a positive effect on MSME Taxpayer compliance in Banyumas Regency; (2) Tax Socialization has a positive effect on MSME Taxpayer compliance in Banyumas Regency; (3) Modernization of the Tax Administration System has a positive effect on the compliance of MSME Taxpayers in Banyumas Regency; (4) Tax Examination has a positive effect on MSME Taxpayer compliance in Banyumas Regency. The implication of this research is that the results of this study can be used as a consideration for the tax service office about understanding taxation regulations and the effectiveness of the taxation system modernization for the tax service office. Tax training or socialization efforts can increase taxpayer's knowledge and self-understanding of tax regulations and support the effectiveness of modernizing the tax administration system so that it can help increase taxpayer compliance in paying taxes.
2241125032C1A014086Strategi Pengembangan Obyek Wisata Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon di Kabupaten MagelangPenelitian ini berjudul “Strategi Pengembangan Obyek Wisata Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon di Kabupaten Magelang”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran kondisi lingkungan internal dan eksternal Obyek Wisata Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon di Kabupaten Magelang dan untuk mendapatkan alternatif-alternatif strategi yang dapat diterapkan guna pengembangan Obyek Wisata Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon di Kabupaten Megelang. Jenis penelitian in adalah deskriptif kualitatif. Penentuan alternatif-alternatif strategi ini dilakukan dengan dua tahap yaitu, tahap input dan tahap penggabungan. Setiap tahap memiliki metode analisis yang berbeda. Tahap pertama terdiri atas matriks IFE dan matriks EFE, tahap kedua terdiri dari analisis matriks IE dan matriks SWOT.
Dari hasil analisis menggunakan matriks IFE dan matriks EFE dihasilkan nilai total matriks IFE sebesar 3,548 dan nilai total matriks EFE sebesar 3,753. Kemudian nilai total matriks tersebut dianalisis menggunakan matriks IE dan matriks SWOT. Pada matriks IE hasilnya didapatkan Obyek Wisata Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon berada pada sel-I, yang berarti bahwa OBye Wisata Candi Borobudur, Mendut, dan Pawondapat melaksanakan strategi pertumbuhan dan pembangunanberupa strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau strategi integratif (integrasi ke depan, integrasi ke belakang, dan integrasi horizontal). Dari hasil analisis menggunakan matriks SWOT didapatkan empat strategi SO, tiga strategi WO, dua strategi ST, dan dua strategi WT.
Berdasarkan hasil tersebut dapat diimplikasikan bahwa pengelola Obyek Wisata Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon diharapkan mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya yang dimiliki, sehingga mampu menarik lebih banyak pengunjung baik dalam negeri maupun luar negeri. Obyek Wisata Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon diharapkan mampu menjaga dan mengembangkan sarana dan prasarana yang tersedia guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Pengelola Obyek Wisata Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon diharapkan meningkatkan kerjasama baik dengan pihak swasta maupun dengan instansi pemerintah dalam hal pengembangan obyek wisata, pemasaran obyek wisata, dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian obyek wisata.
This research is entitled "Strategy for Developing Tourism Objects for Borobudur, Mendut, and Pawon Temples in Magelang Regency". The purpose of this study was to obtain an overview of the internal and external environmental conditions of Borobudur, Mendut, and Pawon Temple Tourism Objects in Magelang Regency and to obtain alternative strategies that could be applied to develop Borobudur, Mendut, and Pawon Temple Tourism Objects in Megelang District. This type of research is qualitative descriptive. Determination of alternative strategies is carried out in two stages, namely, the input stage and the merging stage. Each stage has a different analysis method. The first stage consists of the IFE matrix and the EFE matrix, the second stage consists of the analysis of the IE matrix and the SWOT matrix.
From the results of the analysis using the IFE matrix and EFE matrix, the total IFE matrix value is 3.548 and the EFE total matrix value is 3.753. Then the total value of the matrix is analyzed using the IE matrix and the SWOT matrix. In the IE matrix the results are found in the Tourism Object of Borobudur, Mendut, and Pawon Temples in cell I, which means that OBye Tourism Borobudur, Mendut, and Paw Temple can implement growth and development strategies in the form of intensive strategies (market penetration, market development, and product development) or integrative strategies (forward integration, backward integration, and horizontal integration). From the results of the analysis using the SWOT matrix obtained four SO strategies, three WO strategies, two ST strategies, and two WT strategies.
Based on these results it can be implied that the manager of Borobudur, Mendut, and Pawon Temple Tourism Objects is expected to be able to utilize and develop the resources owned, so as to be able to attract more visitors both domestically and abroad. Borobudur, Mendut, and Pawon Temple Tourism Objects are expected to be able to maintain and develop available facilities and infrastructure to provide comfort for visitors. Managers of Borobudur, Mendut and Pawon Temple Tourism Objects are expected to increase cooperation with both the private sector and government agencies in developing tourism objects, marketing tourism objects, and educating the public about the importance of preserving tourism objects.
2241225035H1C015031KORELASI FASIES DAN ANALISIS ZONA HIDROKARBON BERDASARKAN DATA WELL LOG PADA FORMASI TABUL LAPANGAN “HT” CEKUNGAN TARAKAN, KALIMANTAN UTARACekungan Tarakan merupakan cekungan Tersier utama di bagian timur continental margin pulau Kalimantan. Cekungan Tarakan merupakan cekungan potensial hidrokarbon dengan adanya kegiatan pengeboran yang dilakukan dalam rangka eksplorasi hidrokarbon yang masih aktif dalam dunia bisnis perminyakan. Keterdapatan daerah potensial menjadikan Cekungan Tarakan menarik untuk dilakukan penelitian. Penelitian dilakukan di lapangan “HT” yang masih termasuk ke dalam daerah produktif “S”, pada interval kedalaman Formasi Tabul yang diidentifikasi sebagai salah satu formasi reservoir yang potensial berdasarkan literatur yang ada. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi lokal daerah penelitian, mengidentifikasi korelasi fasies pada daerah penelitian, dan menentukan zona hidrokarbon yang potensial untuk dilakukan well testing. Penelitian yang dilakukan meliputi analisis kualitatif dengan analisis data log menggunakan kaidah elektrofasies dan sekuen stratigrafi serta analisis kuantitatif dengan analisis petrofisika. Penelitian ini dimulai dengan memberi batas atau marker sekuen stratigrafi dengan meilihat pola log gamma ray secara elektrofasies untuk mengetahui fasies dari zona reservoir yang diinterpretasikan melalui marker tersebut, lalu analisis petrofisika untuk mendapatkan nilai vshale, porositas, saturasi air, dan permeabilitas sebagai karakteristik reservoir. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa lokasi penelitian berada di interval kedalaman Formasi Tabul yang terdiri dari litologi perselingan batulanau-batulempung, batupasir, sisipan babatubara, sisipan dolomit, dan serpih. Berdasarkan data biostratigrafi, Formasi Tabul terendapkan di lingkungan pengendapan transitional, estuarine, coastal plain pada kala Miosen Tengah. Kondisi fasies stratigrafi berdasarkan korelasi fasies secara sekuen stratigrafi di lokasi penelitian menunjukkan terdapatnya perulangan 3 fase TST dan 2 fase HST. Analisis petrofisika dilakukan pada 7 zona hidrokarbon yaitu H1, H2, H3, H4, H5, H6A, dan H6B dari keenam sumur pada fase TST 3. Dari ketujuh zona tersebut, diambil 3 zona potensial hidrokarbon relatif, yaitu H1, H6A, dan H6B. Berdasarkan nilai cut off parameter petrofisika dari data Well Test sumur produksi sebelumnya, didapatkan zona hidrokarbon produktif sebagai reservoir, yaitu H6A, dengan nilai vshale 14,9%; porositas 25,5%; saturasi air 47,8%; dan permeabilitas 4,03 mD, yang direkomendasikan sebagai zona hidrokarbon untuk dilakukan well testing. The Tarakan Basin is one of three major Tertiary basin located around the continental margin of Kalimantan in eastern Borneo. The Tarakan Basin is hydrocarbon potential basin which intensively undergoes drilling activities as a form of active hydrocarbon exploration in the petroleum business. Identification of potential area in the Tarakan Basin becomes an interesting topic to study. The study area located in “HT” field, which is still belong to “S” productive area. Tabul Formation becomes the focus of this study, as it has been identified as one of potential reservoir formations based on specific literature of Tarakan Basin. The study is meant to perceive geological condition locally in study area, identify facies correlation in study area, and determine a potentially hydrocarbon zone to propose for a well testing. The study includes both qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis includes analysis of log data using electrofacies defining, while quantitative analysis includes petrophysics analysis. The study begins by assigning a stratigraphic sequence or marker boundary by looking at gamma ray log patterns in electrofacies concept to determine facies of reservoir zone which is interpretated by the marker boundaries, then conducting petrophysics analysis to get values of vshale, porosity, waater saturation, and permeability as reservoir characterization. The results of this study conclude that the study area is focused at depth interval of Tabul Formation consisted of siltstone-claystone intercalations, sandstones, coal interbeddings, dolomite intereddings, and shales. Based on biostratigraphy data, Tabul Formation is deposited in transitional, estuarine, coastal plain depositional environment in Middle Miocene. Based on facies correlation by stratigraphic sequence, the study area indicates the cycle presence of 3 phases TST and 2 phases HST. Petrophysics analysis is conducted in 7 hydrocarbon zone, such as H1, H2, H3, H4, H5, H6A, and H6B preserved in TST 3 phase based on 6 wells. 3 potentially relative hydrocarbon zone, such as H1, H6A, and H6B, were taken of 7 hyrocarbon zone. Based on cut off value of petrophysics parameter from Well Test data of previous production well, productive hydrocarbon zone as reservoir was obtained in H6A, which shows value of 14.9% vshale; 25.5% porosity; 47.8 water saturation; and 4.03 mD permeability, which is recommended as a hydrocarbon zone proposed to well testing.
2241324975A1C114022ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAYA SAING EKSPOR CRUDE PALM OIL (CPO) INDONESIA DI PASAR INTERNASIONALIndonesia merupakan salah satu negara yang memproduksi crude palm oil (CPO) untuk memasok kebutuhan minyak nabati dunia. Subsektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu komoditas penyumbang devisa terbesar dari sektor nonmigas bagi pendapatan negara. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui besarnya tingkat daya saing ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia di pasar Internasional, dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat daya saing ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia di pasar Internasional.
Data yang digunakan adalah data sekunder time series dari tahun 2006 sampai 2017 yang diperoleh dari lembaga atau instansi yang berkaitan dengan pembahasan penelitian seperti BPS, BI, UN Comtrade, UN Data dan World Bank. Objek penelitian yang digunakan adalah komoditas miyak kelapa sawit yang berupa CPO dengan kode HS 1511100000. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif, Revealed Comparative Advantage (RCA) dan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil dan pengekspor CPO dengan tingkat daya saing dengan nilai rata-rata RCA tertinggi pada tahun 2017 sebesar 60,20, jika dibandingkan dengan Malaysia sebesar 21,55 dan Thailand sebesar 2,29. Harga CPO dunia dan nilai tukar dapat menyebabkan peningkatan tingkat daya saing ekspor CPO, tetapi total produksi CPO dan inflasi dapat menyebabkan penurunan tingkat daya saing ekspor CPO.
Indonesia is one of the countries that produces crude palm oil (CPO) to supply the needs of the world's vegetable oils. The oil palm plantation subsectors is one of the largest foreign exchange contributor commodities from the non-oil and gas sector for state revenues. This study aims to (1) determine the level of competitiveness of Indonesia's crude palm oil (CPO) exports in the international market, and (2) analyze the factors that affect the level of competitiveness of Indonesia's crude palm oil (CPO) exports in the international market.
The data used are secondary time series data from 2006 to 2017 obtained from institutions or agencies related to discussion of research such as BPS, BI, UN Comtrade, UN Data and World Bank. The object of the research used is oil palm oil commodity in the form of CPO with HS code 1511100000. Data were analyzed by qualitative descriptive method, Revealed Comparative Advantage (RCA) and multiple linear regression analysis.
The results of the study show that Indonesia is a producer and exporter of CPO with a competitiveness level with the highest RCA average in 2017 of 60.20, compared to Malaysia at 21.55 and Thailand at 2.29. World CPO prices and exchange rates can cause an increase in the level of competitiveness of CPO exports, meanwhile total CPO production and inflation can cause a decline in the level of CPO export competitiveness.
2241426039K1A015026SINTESIS DAN KARAKTERISASI SIFAT FISIK DAN MEKANIK BIOPLASTIK DARI PATI SUKUN DENGAN PLASTICIZER GLISEROLPenggunaan plastik menyebabkan pencemaran lingkungan karena sifatnya yang non biodegradabel. Penelitian plastik degradabel telah dilakukan dengan metode blending. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta sifat fisik dan mekanik plastik biodegradable dari pati sukun dengan penambahan gliserol. Variasi gliserol yang digunakan yaitu 0; 30; dan 45%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pati dan gliserol berpengaruh pada sifat fisik meliputi densitas (0,1; 0,14; 0,17 g/cm3), higroskopisitas (1,6; 19,73; 37,4%), kelarutan dalam air (9,65; 37,4; 87,35%), WVTR (1,4; 1,52; 1,53 g/cm2.jam) dan sifat mekanik meliputi kuat tarik (22,6118; 2,3130; 1,1718 MPa) dan elongasi (2,313; 14,4086; 9,3243%) serta biodegradasi pada bioplastik.The use of plastic causes environmental pollution because it is non-biodegradable. Research on degradable plastics has been carried out using the blending method. This study aims to determine the characteristics and physical and mechanical properties of biodegradable plastic from breadfruit starch with the addition of glycerol. The variation of glycerol used was 0; 30: and 45%. The results showed that the interaction of starch and glycerol had an effect on physical properties including density (0.13; 0.14; 0.17 g/cm3), hygroscopicity (1.6; 19.73; 37,4%), solubility in water (9.65; 37.4; 87.35%), WVTR (1.4; 1.52; 1.53 g / cm2.hours) and mechanical properties include tensile strength (22.6118; 2.3130; 1.1718 MPa) and elongation (2.313; 14.4086; 9.3243%) and biodegradation in bioplastics.
2241525037F1B015008Dampak Program Indonesa Pintar pada Tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten BanyumasDampak merupakan akibat lebih jauh yang terjadi di masyarakat sebagai konsekuensi dari adanya suatu kebijakan. Untuk mengetahui bagaimana suatu program membawa dampak baik positif maupun negatif kepada kelompok sasaran maka diperlukan studi evaluasi kebijakan. Program Indonesia Pintar adalah pemberian bantuan tunai dari pemerintah kepada anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu. Tujuan dari Program Indonesia Pintar adalah meningkatkan akses bagi anak usia 6 sampai dengan 21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan, Mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah dan menarik siswa putus sekolah atau tidak melanjutkan agar kembali mendapatkan layanan pendidikan. Penelitian ini terfokus pada dampak program indonesia pintar pada tingkat sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada tingkat sekolah dasar di Kabupaten Banyumas. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Program Indonesia Pintar pada tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Banyumas memberikan dampak positif terhadap dampak individu, dampak organisasi, dampak pada masyarakat serta dapak pada lembaga sosial dan sistem sosial. Para penerima bantuan Program Indonesia Pintar ini sangat terbantu khususnya dalam memenuhi kebutuhan sekolahnya. Mereka menggunakan dana tersebut untuk membeli kebutuhan sekolah seperti baju seragam, buku, pulpen, tas, sepatu dan keperluan sekolah lainnya yang dapat menunjang motivasi dan prestasi belajarnya. Impact is a further result that occurs in the community as a consequence of the existence of a policy. To find out how a program impacts both positive and negative effects on the target group, a policy evaluation study is needed. The Indonesia Pintar Program is the provision of cash assistance from the government to school-aged children from poor families. The aim of the Indonesia Pintar Program is to increase access for children aged 6 to 21 years to get education services, prevent students from the possibility of dropping out of school and attract students to drop out of school or not continue to get education services again. This study focuses on the impact of smart Indonesian programs at the elementary school level. The research method used in this study is a qualitative method. This research was conducted at the elementary school level in Banyumas Regency. The data analysis method used is an interactive analysis method. The results of the study show that smart industrial programs at the primary school level in Banyumas District have a positive impact on individual impacts, organizational impacts, impacts on the community as well as the social institutions and social systems. The recipients of the Indonesia Pintar Program assistance are very helpful especially in meeting their school needs. They use the funds to buy school needs such as uniforms, books, pens, bags, shoes and other school needs that can support their motivation and learning achievement.
2241625034F1J014036Analisis Ketertarikan Masyarakat Purwokerto Terhadap Makanan Jepang : WashokuPenelitian ini berjudul Analisis Ketertarikan Masyarakat Purwokerto terhadap makanan Jepang : Washoku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tertariknya masyarakat terhadap makanan Jepang. Penelitian ini merupakan penelitian dengan analisis data kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara dan catat. Data dalam penelitian ini merupakan jawaban interviewee yang berdasarkan dari 10 pertanyaan. Penelitian ini menggunakan teori konsumerisme milik Jean Baudrillard dan teori kebutuhan milik Maslow. Interviewee merupakan enam orang yang mana terbagi menjadi siswa sekolah menengah atas, mahasiswa dan karyawan. Hasil penelitian ini menunjukan interviewee memiliki tingkat konsumerisme terhadap makanan Jepang pada masyarakat Purwokerto tidak terlalu tinggi dan tertarik pada makanan Jepang.The title of this research is Analysis of Purwokerto’s People Interest in Japanese Food : Washoku. The purpose of this research is to find out how interested the public is in Japanese food. This research is a study with qualitative data analysis using interview techniques and notes. The data in this study are interviewee answers based on 10 questions. This research uses Jean Baudrillard's theory of consumerism and Maslow's theory of needs. Interviewee is six people which are divided into high school students, students and employees. The results of this study show that interviewees have a level of consumerism towards Japanese food in the community of Purwokerto that is not too high and is interested in Japanese food.
2241725038F1B012067IMPLEMENTASI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KELURAHAN PURWOKERTO KIDUL KABUPATEN BANYUMAS Pajak bumi dan bangunan merupakan orang atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi dan memperoleh manfaat atas bumi, dan atau memiliki menguasai dan memperoleh manfaat atas bangunan. Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya, sedangkan bangunan merupakan konstruksi teknik yang ditanam atau diletakan secara tetap pada tanah atas perairan.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan meneliti bagaimana implementasi pajak bumi dan bangunan di Kelurahan Purwokerto Kidul Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode deskrptif kuantitatif dengan menggunakan penelitian survey. Data diperoleh dengan cara mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan penyebaran kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.
Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi sangat berpengaruh dalam implementasi pajak bumi dan bangunan di Kelurahan Purwokerto Kidul Kabupaten Banyumas hal ini dibuktikan dari uji Kendal tau dengan nilai p sebesar 0,004 (p<0,05). Begitu pula dengan struktur birokrasi juga berpengaruh terhadap implementasi pajak bumi dan bangunan, hal ini dibuktikan dari uji Kendal tau dengan nilai p sebesar 0,031 (p<0,05).
Land and building tax is a person or entity that actually has a right to the earth and benefits from the earth, and or has control and benefits of the building. The earth is the surface of the earth and the body of the earth beneath it, while the building is a technical construction that is planted or placed permanently on the land over the waters.
This research was conducted with the aim to find out and examine how the implementation of land and building tax in Purwokerto Kidul Village, Banyumas Regency.
This study uses descriptive quantitative method using survey research. Data is obtained by taking samples from a population and using questionnaires as a basic data collection tool.
The results showed that communication was very influential in the implementation of land and building tax in Purwokerto Kidul Village, Banyumas Regency, as evidenced by the Kendal tau test with a p value of 0.004 (p <0.05). Similarly, the bureaucratic structure also affects the implementation of land and building tax, this is evidenced from the Kendal tau test with a p value of 0.031 (p <0.05).
2241825039A1D015011RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CAISIM (Brassica juncea L.) TERHADAP PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BERBASIS AZOLLA (Azolla microphylla) DAN LIMBAH TEHPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh konsentrasi POC Azolla terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim, (2) mengetahui pengaruh dosis limbah teh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim, dan (3) mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi POC Azolla dan dosis limbah teh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan November 2018 sampai bulan Januari 2019. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan November 2018 sampai bulan Januari 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organik cair (POC) Azolla yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 50 ml/L (P1), 100 ml/L (P2), dan 150 ml/L (P3). Faktor kedua adalah dosis limbah teh yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 30 g/polibag (T1), 60 g/polibag (T2), dan 90 g/polibag(T3). Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), bobot segar tanaman (g), bobot kering tanaman (g), bobot segar akar (g), dan bobot kering akar (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa POC Azolla dengan konsentrasi 150 ml/L dapat meningkatkan luas daun sebesar 257,19 cm2 dan bobot segar tanaman caisim sebesar 238,60 g. Dosis limbah teh belum dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman caisim serta tidak terdapat interaksi antara konsentrasi POC Azolla dan dosis limbah teh.This research aims to (1) determine the effect of Azolla liquid organic fertilizer concentration on the growth and yield of caisim, (2) determine the effect of tea waste dosage on the growth and yield of caisim, 3) determine the effect of interaction between Azolla liquid organic fertilizer concentration and tea waste dosage on the growth and yield of caisim. The research was conducted at screen house of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from November 2018 until January 2019. The experiment design used was Completely Randomized Block Design with treatmens of 2 factors and 3 replications. The first factor was the of Azolla liquid organic fertilizer concentration which consists of 3 levels, are 50 ml/L (P1), 100 ml/L (P2), dan 150 ml/L (P3). The second factor was the tea waste dosage 3 levels, are 30 g/polybag (T1), 60 g/polybag (T2), dan 90 g/polybag(T3). Variables observed included the plant height (cm), the number of leaves (sheet), the width of leaves (cm2), the fresh weight of plant (g), the dry weight of plant (g), the fresh weight of root (g), and the dry weight of root (g). The result showed that Azolla liquid organic fertilizer with a concentration of 150 ml/L increased the width of leaves are 257,19 cm2 and the fresh weight of plant are 238,60 g. Tea waste dosage has not been able to increase the growth and yield of caisim and there was no interaction effect between Azolla liquid organic fertilizer concentration and tea waste.
2241925040A1F015060KARAKTERISTIK BIODEGRADABLE FILM BERBAHAN DASAR PATI TAPIOKA, PATI SUKUN, DAN PATI KENTANG DENGAN PLASTICIZER GLISEROL DAN SORBITOLPlastik merupakan salah satu jenis kemasan yang sangat populer di masyarakat. Plastik memiliki keunggulan dibanding dengan bahan pengemas lain seperti sifatnya yang ringan, transparan, kuat, termoplatis dan selektif dalam permeabilitasnya terhadap uap air, O2 dan CO2. Namun dibalik semua itu plastik juga memiliki berbagai dampak negatif baik bagi kesehatan maupun lingkungan. Oleh karena itu diperlukan suatu alternatif bahan pengemas yang lebih aman untuk menggantikan kemasan plastik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik biodegradable film berbahan dasar pati tapioka, pati sukun dan pati kentang dengan 2 jenis plasticizer (gliserol dan sorbitol) pada tingkat konsentrasi yang berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang diteliti adalah jenis pati yakni pati tapioka, pati sukun dan pati kentang; jenis plasticizer yakni gliserol dan sorbitol; konsentrasi plasticizer yakni 4%, 6%, dan 8%. Variabel yang diamati berupa variabel kimia yakni kadar air dan kadar abu; variabel fisik yakni ketebalan dan kelarutan; serta variabel organoleptik berupa warna, transparansi, aroma dan tekstur permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) film berbahan dasar pati sukun memiliki kadar abu dan ketebalan yang lebih tinggi dari film berbahan dasar pati tapioka dan pati kentang; 2) gliserol menghasilkan film dengan kadar air lebih tinggi dibandingkan film dengan plasticizer sorbitol. Sorbitol menghasilkan film dengan kadar abu dan kelarutan lebih tinggi dibandingkan film dengan plasticizer gliserol; 3) konsentrasi plasticizer 8% menghasilkan film dengan kelarutan yang lebih tinggi dibandingkan film dengan konsentrasi plasticizer 4% dan 6%; 4) interaksi jenis pati, jenis plasticizer dan konsentrasi plasticizer meningkatkan kelarutan film yang dihasilkan. Berdasarkan hasil analisis terhadap karakteristik sensoris, kadar air dan kelarutan diperoleh perlakuan terpilih yaitu film pati tapioka dengan plasticizer sorbitol 8% (A1B2C3).

Kata kunci : Biodegradable film, pati tapioka, pati sukun, pati kentang, plasticizer.
Plastic is the one of popular packaging types in the world. It has better characterictic than other packaging such as light, transparent, solid, termoplastic and selective againts water vapor, oxygen and carbon dioxide. However in the other hand plastic has negative impact on health and the environment. So packaging alternatives that more secure are needed.The purpose of this study was to determine the characteristics of biodegradable films made from tapioca starch, breadfruit starch and potato starch with 2 types of plasticizers (glycerol and sorbitol) at different concentration levels. This research used a completely randomized design (CDR). Factors examined were types of starch such as casava starch, bread fruit starch and potato starch; types of plasticizer such as glicerol and sorbitol; plasticizer concentration such as 4%, 6%, and 8% 2 replication to each other. Chemical variables observed are water content and mineral content. Physical variables observed are thickness and water solubility. Sensory variables observed are color, transparency, odor, and surface texture. Chemical and physical variabeles data were analyzed using the F test, if the result of analysis are signifiacnt continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT) test at a level of 5%. The results showed that 1) breadfruit starch based films have higher mineral content and thickness than tapioca starch based films and potato starch; 2) glycerol produces films with higher water content than films with sorbitol plasticizers. Sorbitol produces films with higher mineral content and solubility than films with glycerol plasticizer; 3) 8% plasticizer concentration produces films with higher solubility than films with a plasticizer concentration of 4% and 6%; 4) interaction of starch types, types of plasticizer and concentration of plasticizer increases the solubility of the film. Based on the results of the analysis of sensory characteristics, water content and solubility, the selected treatment was obtained, namely tapioca starch with 8% sorbitol plasticizer (A1B2C3).

Keywords: Biodegradable film, tapioca starch, breadfruit starch, potato starch, plasticizer.
2242025915D1A015063PENENTUAN GRADE INDUK DAN PEJANTAN DOMBA GARUT BERDASARKAN UMUR DAN VITAL STATISTIK UKURAN TUBUH DI PERBIBITAN MARGAWATI KABUPATEN GARUTTujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui vital statistik ukuran tubuh domba Garut, mempelajari pengaruh umur terhadap vital statistik ukuran tubuh domba Garut, dan menentuka grade induk dan pejantan domba Garut berdasarkan umur dan vital statistik ukuran tubuhnya. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 30% dari total populasi. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu umur dan vital statistik ukuran tubuh yang terdiri dari bobot badan (BB), panjang badan (PB), tinggi badan (TB), dan lingkar dada (LD). Grade domba Garut dibuat menjadi tiga kelompok yaitu grade low, medium, dan high. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa umur berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap BB dan LD pejantan domba Garut. Umur juga berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap TB pejantan domba Garut. Namun, umur tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap PB pejantan domba Garut. Rataan BB, PB, TB, dan LD pejantan domba Garut masing-masing 61,6 + 8,2 kg; 78,0 + 4,6 cm; 77,0 + 5,3 cm; dan 92,4 + 5,9 cm. Umur induk domba Garut pada penelitian ini menunjukkan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap BB, PB, TB, dan LD. Rataan BB, PB, TB, dan LD induk domba Garut secara berturut-turut 34,0 + 2,9 kg; 55,8 + 2,4 cm; 66,9 + 1,8 cm; dan 75,9 + 2,6 cm. Berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa umur dapat mempengaruhi vital statistik domba Garut serta grade sudah sesuai dengan standar. Vital statistik tersebut lebih tinggi dari standar yang ditentukan SNI.This research aims to know the body size vital statistics of garut sheep, to study the age effect on garut sheep’s body size , and to determine the grade of Garut ewes and bucks based on their age and body size. The method used in this research was a survey and sampling method used in this research was purposive sampling technique. Variable observed in this research were age and body size that consisted of body weight (BB), body length (PB), body height (TB), and chest size (LD). Grade of Garut sheep was made into three groups, that is grade low, medium, and high. The result from this research showed that the age had a very significant effect (P<0,01) on BB and LD of Garut bucks. The age also had a significant effect (P<0,05) on TB of Garut bucks. But age didn’t have significant effect (P>0,05) on PB of Garut bucks. The average BB, PB, TB, and LD of Garut bucks respectively 61,6 + 8,2 kg; 78,0 + 4,6 cm; 77,0 + 5,3 cm; and 92,4 + 5,9 cm. The age of Garut ewes in this research showed very significant effect (P<0,01) on body size. The average BB, PB, TB, and LD of Garut ewes respectively in a row 34,0 + 2,9 kg; 55,8 + 2,4 cm; 66,9 + 1,8 cm; and 75,9 + 2,6 cm. Based on that data, it was concluded that age can affect the vital statistic of Garut sheep and grade which is accordance with the standard. Vital statistic was higher than the standard which is determined by SNI.