Artikelilmiahs

Menampilkan 22.321-22.340 dari 50.194 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2232124963I1A015112ANALISIS COST OF ILLNESS PASIEN BPJS KANKER PAYUDARA DENGAN TINDAKAN MASTEKTOMI DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJOLatar Belakang: Mastektomi paling sering dilakukan sebagai terapi kanker payudara. Mastektomi memiliki taraf kesembuhan yang besar tetapi juga mastektomi menyebabkan beban ekonomi dari prespektif pasien dan rumah sakit yang besar. Penelitian ini menghitung cost of illness pasien BPJS kanker payudara dengan tindakan mastektomi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif, sampel dalam penelitian ini adalah 30 pasien. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang di peroleh dari wawancara dengan kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari bagian rekam medik dan keuangan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Analisis data yang dilakukan yaitu univariat perhitungan biaya.

Hasil Penelitian: Total cost of illness adalah Rp 311.133.434,00 dengan rata-rata Rp 10.371.114,00. Cost of illness responden yang terendah adalah sebesar Rp 5.023.500,00 sedangkan cost of illness responden yang tertinggi sebesar Rp 18.772.800,00. Cost of illness diperoleh dari biaya langsung dan biaya tidak langsung. Rata-rata biaya langsung adalah Rp 9.774.270,00 dan rata-rata biaya tidak langsung adalah Rp 596.884.078,00.

Simpulan: Rata-rata cost of illness pasien BPJS kanker payudara dengan tindakan mastektomi adalah Rp 10.371.114,00 sehingga dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi pasien dan rumah sakit.
Background: Mastectomy is most often done as a therapy for breast cancer. It has a large cure rate but it also mastectomy cause a large economic burden to patient and hospital. This study aims to calculate the cost of illness of breast cancer of BPJS patients with a mastectomy in Prof. RSUD. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto.

Method: This quantitative research used descriptive design, sample study with as 30 patients. The data sources used were primary data obtained from interviews with questionaires and secondary data obtained from the medical and financial records section at the RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Data analysis was done by univariate cost of illness calculation.

Results: The total cost of illness Rp 311.133.434,00 with an average of Rp Rp 10.371.114,00. The lowest cost of illness of respondents is Rp 5.023.500,00 while the highest cost of illness of respondents is Rp 18.772.800,00. Cost of illness is obtained from direct costs and indirect costs. The average direct cost is Rp 9,774,270.00 and the average indirect cost is Rp 596.884.078,00.

Conclusion: The average cost of illness of breast cancer BPJS patients with a mastectomy is Rp 10.299.181,00 so it can cause economic losses for both patient and hospital.
2232224964C1B015058PENGARUH LONG TERM RELATIONSHIP, PROCESS INTEGRATION, COOPERATION TERHADAP KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT SERTA PENGARUHNYA TERHADAP COMPETITIVE ADVANTAGE (Studi pada Industri Kecil dan Menengah Gula Kelapa Gumelem) Penelitian ini merupakan penelitian survei pada Industri Kecil dan Menengah Gula Kelapa Gumelem yang berada di Gumelem Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Long Term Relationship, Process Integration, Cooperation terhadap Kinerja Supply Chain Management serta Pengaruhnya terhadap Competitive Advantage (Studi Pada IKM Gula Kelapa Gumelem)”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh long term relationship, process integration, cooperation terhadap kinerja supply chain management serta pengaruhnya terhadap competitive advantage.
Populasi pada penelitian ini adalah semua pelaku industri kecil dan menengah gula kelapa gumelem yang berada di Gumelem Kulon. Jumlah responden yang diambil pada penelitian ini adalah 71 responden. Sample Randon Sampling digunakan dalam penentuan responden ini.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Analisis Regresi Berganda dan Analisis Regresi Sederhana menunjukan bahwa: (1) Long term relationship berpengaruh positif terhadap kinerja supply chain management, (2) Process integration berpengaruh positif terhadap kinerja supply chain management, (3) Cooperation berpengaruh positif terhadap kinerja supply chain management, (4) Kinerja supply chain management berpengaruh positif terhadap competitive advantage.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu dalam upaya meningkatkan kepuasan konsumen, pihak produsen sebaiknya memperhatikan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan long term relationship, process integration, cooperation. Upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kinerja supply chain management secara lengkap sesuai dengan kebutuhan, kebijakan, kepercayaan, kerjasama yang berkaitan dengan kepuasan konsumen gula kelapa gumelem. Dan juga agar dapat mempertahankan persaingan yang ketat didunia industri perusahaan harus meningkatkan kinerja supply chain management.
This research is a survey research on Small and Medium Industries of Gumelem Coconut Sugar located in Gumelem, Susukan Subdistrict, Banjarnegara Regency. This study takes the title: "The Influence of Long Term Relationship, Process Integration, Cooperation on Supply Chain Management Performance and Its Impact on Competitive Advantage (Study on GumMem Coconut Sugar IKM)".
The purpose of this study was to determine the effect of long term relationships, process integration, cooperation on supply chain management performance and its effect on competitive advantage.
The population in this study were all small and medium-sized industries of coconut sugar gumelem in Gumelem Kulon. The number of respondents taken in this study were 71 respondents. Sample Randon Sampling is used in determining this respondent.
Based on the results of research and analysis of data using Multiple Regression Analysis and Simple Regression Analysis shows that: (1) Long term relationships have a positive effect on supply chain management performance, (2) Process integration has a positive effect on supply chain management performance, (3) Cooperation has an effect positive for supply chain management performance, (4) Supply chain management performance has a positive effect on competitive advantage.
The implications of the above conclusions are in an effort to increase customer satisfaction, the producers should pay attention to various policies relating to long term relationships, process integration, cooperation. The efforts made are to improve the supply chain management performance in full in accordance with the needs, policies, trust, cooperation related to customer satisfaction of coconut sugar gumelem. And also in order to maintain tight competition in the industrial world, companies must improve supply chain management performance.
2232324965A1F015021Pengaruh Suhu Inkubasi dan Konsentrasi Bakteri Asam Laktat terhadap Sifat Fisikokimia, Mikrobiologi dan Sensori Yoghurt dengan Penambahan Ekstrak RoselaYoghurt dengan penambahan ekstrak rosela merupakan inovasi produk pangan yang bertujuan untuk meningkatkan khasiat bagi kesehatan, sesuai dengan standar yoghurt dan dapat diterima oleh konsumen. Bunga rosela memiliki kandungan vitamin C, B1, B2, D, kalsium, fosfor, pottasium, zat besi, serta sebagai antioksidan yang berkhasiat untuk tubuh. Penerimaan konsumen terhadap yoghurt memiliki korelasi yang kuat dengan karakteristik sensori. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh suhu inkubasi, konsentrasi BAL, dan interaksi antara suhu inkubasi dengan konsentrasi BAL terhadap sifat fisikokimia, mikrobiologi dan sensori yoghurt dengan penambahan ekstrak rosela. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti meliputi suhu inkubasi (S) yang terdiri dari 30°C (S1), 35°C (S2), 40°C (S3) dan konsentrasi BAL (B) yang terdiri dari 3% (B1), 5% (B2), 7% (B3). Penelitian ini memiliki 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu inkubasi berpengaruh sangat nyata terhadap pH, viskositas dan total asam tertitrasi. Sedangkan konsentrasi BAL dan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel. Analisis sifat fisikokimia, mikrobiologi dan sensori dari produk perlakuan terbaik yaitu yoghurt dengan suhu inkubasi 40°C dan konsentrasi BAL 7% (S3B3) memiliki nilai: pH = 3,43; viskositas = 467,63 mpa.s; TAT = 1,965%; ALT = 304 x 107cfu/mL; rasa = asam; aroma = khas; tekstur = halus; kekentalan = agak kental; kesukaan = suka.Yogurt with the addition of rosella extract is a food product innovation that aims to improve the health benefits, in accordance with the standard of yogurt and can be accepted by consumers. Rosella flowers contain vitamin C, B1, B2, D, calcium, phosphorus, potassium, iron and as antioxidants that are efficacious for the body. Consumer acceptance of yogurt has a strong correlation with sensory characteristics. This study aimed to study the effect of incubation temperature, LAB concentration and interaction between incubation temperature and LAB concentration on physicochemical properties, microbiology and sensory yogurt with the addition of rosella extract. This experiment was conducted experimentally. Randomized Block Design (RBD). The factors studied were : Incubation temperature (S) consisting of three levels, 30°C (S1), 35°C (S2), 40°C (S3) and concentration of lactic acid bacteria (B) consisting of three levels, 3% (B1), 5% (B2), 7% (B3). Method was used which was arranged factorially with 9 treatment combinations and repeated 3 times, which produced 27 experimental units. The results showed that the incubation temperature had a very significant effect on pH, viscosity and titrated total acid. While the concentration of LAB and their interactions did not significantly affect all variables. The physicochemical, microbiological and sensory properties of the best treatment products, namely yogurt with an incubation temperature of 40 ° C and a concentration of BAL 7% (S3B3) had a value: pH = 3.43; viscosity = 467.63 mpa.s; TAT = 1.965%; ALT = 304 x 107cfu / mL; taste = acid; aroma = typical; texture = smooth; thickness = rather thick; likes = likes.
2232426151A1F015048OPTIMASI FORMULA DAN UJI DESKRIPSTIF KUANTITATIF SERBUK MINUMAN INSTAN BUAH CARICABuah carica merupakan buah khas dataran tinggi yang menjadi komoditi unggulan daerah Dieng, Wonosobo. Carica hanya dapat dikonsumsi setelah diolah karena memiiliki getah dengan kandungan kristal oksalat Serbuk minuman instan buah carica adalah salah satu produk olahan yang sedang dikembangkan karena lebih praktis dalam penyajian dan tahan lama. Optimasi formula diperlukan agar serbuk minuman instan buah carica dapat bersaing dengan produk sejenis di pasaran. Penelitian menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM), dan rancangan percobaan Central Composite Design (CCD) dengan aplikasi Design Expert V7. Faktor yang digunakan dalam penelitian adalah proporsi sukrosa:air dan daging buah:filtrat jernih dengan dua kali ulangan sehingga didapatkan 14 formula optimasi. Respon optimasi yang diukur adalah daya serap air, total endapan, rasa manis, flavor carica, dan kesukaan. Penelitian terdiri dari penelitian pendahuluan, perekrutan panelis terlatih, dan tahap optimasi formula. Pendeskripsian produk optimum menggunakan metode QDA dilakukan oleh 12 orang panelis terlatih. Deksripsi atribut selanjutnya di Uji T independen untuk mengetahui pengaruh perlakuan pada produk optimum dibanding kontrol (produk awal). Hasil penelitian menunjukan formula optimum serbuk minuman instan buah carica adalah formulasi sukrosa:air 28.37: 71.63% dan daging buah:filtrat jernih 22.93:77.07%. Nilai respon daya serap air sebesar 0,14 g gel/100 g, endapan sebesar 42,52%, rasa manis; manis, flavor carica; kuat, dan tingkat kesukaan; suka. Nilai desirability produk optimum memenuhi kriteria yakni 0.600. Produk optimum memiliki kenampakan (warna, kejernihan), aroma (asam, manis, fruity), rasa (asam, manis, fruity), aftertaste (getah, karamel). Karakteristik fisik dan sensori produk optimum dibanding kontrol yang diukur menggunakan skala 15 cm yakni warna lebih kuning (9.95), kejernihan kurang (6.86), aroma lebih asam (9.13), aroma lebih fruity (9.83), rasa lebih asam (9.85), rasa frutiy lebih baik (10.51), serta aftertaste getah lebih sedikit (5.54) dibanding kontrol dengan nilai 7.5 pada semua atribut.Carica is a typical highland fruit which is a leading commodity in Dieng, Wonosobo. It can only be consumed after being processed because carica sap has an oxalate crystal. Carica instant drink powder is one of the products being developed because more practical in serving and durable. Formula optimization is needed to compete carica instant drink powder with similar products on the market. The study used the Response Surface Methodology (RSM) method, and Central Composite Design (CCD) as an experimental design with the Design-Expert V7 application. The factor used in this research is the proportion of sucrose: water and carica flesh: clear filtrate with two replications and get 14 optimization formulas. Optimization response measured is water absorption, total sediment, sweet taste, carica flavor, and likeness. The study consists of preliminary research, recruitment of trained panelists, and the formula optimization stage. The description of the optimum product using the QDA method by 12 trained panelists. The attribute of the optimum formula will be described with the independent T-test to determine the effect of treatment on the optimum product compared to the control (initial product). The results show that the optimum formula of carica instant drink powder is a formulation of sucrose: water 28.37: 71.63% and carica flesh: clear filtrate 22.93: 77.07%. The value of water absorption is 0.14 g gel / 100 g, sediment by 42.52%, sweet taste; sweet, carica flavor; strong, and level of liking; like it. The optimum product desirability value meets the criteria of 0.600. Description of optimum product sensory attributes is appearance (color, clarity), flavor (sour, sweet, fruity), taste (sour, sweet, fruity), aftertaste (sap, caramel). Physical and sensory characteristics of optimum product compared to control measured using a scale of 15 cm, are yellower (9.95), less clarity (6.86), more acidic (9.13), more fruity (9.83), more acidic (9.85), better fruity (10.51), and less aftertaste of sap (5.54) compared to controls with a value of 7.5 for all attributes.
2232524967E1A114047PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) TERHADAP PEKERJA/BURUH PEREMPUAN YANG SEDANG HAMIL DI KOPERASI KARYAWAN BINA INSANI BAHARI JAMBI (Studi Pada Putusan Nomor 03/G/2013/PHI.JBI)Penelitian ini bersumber pada putusan Pengadilan Hubungan Industrial Nomor 03/G/2013/PHI.JBI mengenai perkara pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Koperasi Karyawan Bina Insani Bahari Jambi.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif. Pendekatan undang-undang dan analisis. Spesifikasi penelitian deskriptif, sumber bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder dengan metode penyajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini diketahui bahwa pertimbangan hukum hakim telah menyatakan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh Koperasi Karyawan Bina Insani Bahari Jambi terhadap pekerjanya merupakan Pemutusan Hubungan Kerja sepihak tanpa adanya kesalahan, dan tergugat melanggar ketentuan Pasal 151, 152, 153 ayat (1) huruf e Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menyebutkan bahwa Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan pekerja hamil, melahirkan, gugur kandungan atau menyusui bayinya. Hakim juga telah memperhitungkan kompensasi, dimana Penggugat berhak atas uang cuti melahirkan yang belum dibayar, uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, sehingga telah sesuai dan telah menerapkan Pasal 156 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
This research based on the decision of the Industrial Relations Court Number: 03/G/2013/PHI.JBI regarding the case of termination of employment (FLE) at Koperasi Karyawan Bina Insani Bahari Jambi.
This research uses normative juridical research method, law approach and analysis. Descriptive research specification, sources of primary legal materials and secondary legal materials with the method of studying data in the form of narrative texts and arranged systematically.
Based on the results of research and discussion in this study, it is known that judicial legal considerations that terminations of employment by Koperasi Karyawan Bina Insani Bahari Jambi against workers is a unilateral termination of employment without mistake, and defendant violates the provisions of Article 151, 152, 153 paragraph (1) letter e of Law Number 13 of 2003 concering Manpower. The Judge has also calculated compensation, the Plaintiff has the right to unpaid maternity leave, severance pay, rewards of employment, compensation for rights, so that it has been in accordance with and has implement Article 156 of Law Number 13 of 2003 concering Manpower.
2232625164E1A115011KEBIJAKAN PENGELOLAAN ASET DESA DALAM MENUNJANG PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA DI DESA KEBUMEN KECAMATAN BATURRADENOtonomi desa terkandung dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang mengatur mengenai penyelenggaraan pemerintahan desa dan aset desa secara umum. Permasalahan skripsi ini tentang kebijakan pengelolaan aset desa dan apakah kebijakan pengelolaan aset dapat menunjang penyelenggaraan pemerintahan desa di Desa Kebumen Kecamatan Baturraden. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, dan situs-situs internet.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan kebijakan pengelolaan aset desa di Desa Kebumen terdapat didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) yang dibuat berdasarkan Visi dan Misi dari Kepala Desa dan diimplementasikan dalam strategi pembangunan desa. Strategi pembangunan desa yang terkait dengan aset desa adalah menggali potensi sumber daya alam dan kemakmuran rakyat yang dilakukan dengan cara peningkatan dan pengoptimalan sawah kas desa secara maksimal. Pengelolaan aset secara maksimal dapat menunjang penyelenggaraan pemerintahan desa. Penyelenggaraan pemerintahan desa meliputi bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. Hasil aset masuk dalam Pendapatan Asli Desa (PADes) yang penggunaannya menjadi kewenangan desa secara penuh. Ketika penyelenggaraan pemerintahan desa dapat berjalan dengan baik dan kebutuhan semua bidang dalam penyelenggaraan pemerintahan terpenuhi, desa akan lebih maju menjadi desa yang mandiri serta dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakatnya.
Village autonomy is contained in Law Number 6 of 2014 about Villages that regulates village administration and village assets in general. This essay discusses village asset management policy in supporting the execution of village governance in Kebumen Village, Baturraden District. The purpose of this research is to analyze the village asset management policies, to find out and analyze wether the management of village assets could support the implementation of village governance in the Kebumen Village, Baturraden District. The type this research is normative juridical research with statute and analytic approach methods. The data used are secondary data in the form of laws, literatures, and internet sites.
Based on the results and discussion of this research, it could be concluded that village assets management policies in Kebumen Village are included in the Village Medium Term Development Plan (RPJMDes) that made based on the Vision and Mission of the Village Head and implemented in the village development strategy. The village development strategy related to village assets using the potential of natural resources and people's prosperity is carried out by maximizing and optimizing village cash fields to the maximum. Maximum asset management can support the implementation of village governance. Organizing village government, organizing village governance, organizing village governance, community development and community empowerment. The Village Original Revenue (PADes) which its use is fully the authority of the village. When the administration of village government can run well and the needs of all fields in the administration of the government are fulfilled, the village will be more advanced to become an independent village and can improve the welfare and prosperity of its people.
2232725176A1D115045Pengembangan Konstruk CRISPR/Cas9 pada Kalus Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Menggunakan Agrobacterium tumefaciensTeknik rekayasa genome-editing dilakukan berbasis transformasi dengan menyisipkan konstruk plasmid CRISPR/Cas9 EgEMLP pada kalus tanaman kelapa sawit menggunakan Agrobacterium tumefaciens. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengembangan teknik delivery CRISPR/Cas9 gen EgEMLP; 2) mengetahui pengaruh konsentrasi marka seleksi higromisin terhadap pertumbuhan kalus kelapa sawit (E. guinensis); 3) mengetahui konsentrasi optimum marka seleksi higromisin pada kalus kelapa sawit transforman; 4) mengetahui perubahan basa nukleotida pada kalus kelapa sawit transforman dengan sistem CRISPR/Cas9 gen EgEMLP. Penelitian ini dilaksanakan di Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, Bogor pada bulan Oktober 2018 sampai April 2019. Kegiatan penelitian dibagi menjadi 4 bagian utama yaitu, tranformasi plasmid CRISPR/Cas9 ke sel kompeten bakteri E. coli dan kalus kelapa sawit menggunakan A. tumefaciens, seleksi di media pertumbuhan, isolasi DNA genom dan sekuensing DNA. Variabel yang diamati terdiri atas kalus kelapa sawit yang hidup pada media seleksi, pita DNA hasil PCR dan susunan basa nukleotida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CRISPR/Cas9 gen EgEMLP telah terintergrasi ke dalam kalus kelapa sawit dilihat dari hasil validasi PCR, kemudian melalui analisis bioinformatika menggunakan software Geneious dapat terlihat ada perubahan susunan basa nitrogen pada sekuens DNA kalus transfroman. The CRISPR/Cas9 was transformed into the oil palm calli using Agrobacterium tumefaciens. This research was aimed to: 1) observe the development of the CRISPR/Cas9 EgEMLP delivery system; 2) determine the effect of the concentration of hygromycin as selection markers on the growth of oil palm callus (E. guinensis); 3) determine the optimum concentration of hygromycin of transformed calli; 4) determine genome-editing in nucleotide bases arrangement in CRISPR/Cas9 EgEMLP transformed plant using bioinformatics. This research was conducted at the Indonesian Research Institute of Biotechnology and Bioindustry, Bogor in October 2018 to April 2019. The research activities were divided into 4 main parts, i.e. transformation of plasmid CRISPR/Cas9 into E. coli competent cell bacteria and oil palm calli using A. tumefaciens, selection in growth media, isolation of genomic DNA and DNA sequencing. The variables measured were consisted of oil palm calli growth on selection medium, the DNA band from PCR validation and the nucleotide base arrangement from contigs. The results showed that the CRISPR/Cas9 EgEMLP was successfully integrated into the oil palm calli by observing the results of PCR validation. DNA sequence analysis indicated the presence of insertion of some bases in the target area. It was proven that the nucleotide base arrangement has edited in the transformed calli.
2232825205D1A015177TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN KADAR ASAM LAKTAT KEFIR SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN SARI KEDELAI (Glycine max (L.) Merril. ) PADA LAMA PENYIMPANAN REFRIGERATORTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan dan lama penyimpanan optimal kefir susu kambing dengan penambahan sari kedelai terhadap total bakteri asam laktat dan kadar asam laktat. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 liter susu kambing yang berasal dari Nani Farm,150 gram kefir grains dan sebanyak 500 gram kedelai. Metode penelitian menggunakan metode experimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yaitu 75% susu kambing dan 25% sari kedelai yang disimpan pada P0 dalam penyimpanan refrigerator 0 hari (sebagai kontrol), P1 dalam penyimpanan refrigerator 2 hari, P2 dalam penyimpanan refrigerator 4 hari, P3 dalam penyimpanan refrigerator 6 hari, P4 dalam penyimpanan refrigerator 8 hari. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah total bakteri asam laktat dan kadar asam laktat. Hasil penelitian menunjukkan lama penyimpanan selama delapan hari terhadap total bakteri asam laktat sebesar 4,83±0,58 log cfu/ml sampai dengan 7,21±0,67 log cfu/ml. Rataan hasil pengujian kadar asam laktat 1,50±0,08% sampai dengan 2,50±0,25%. Analisis variansi menunjukkan bahwa lama penyimpanan sampai hari ke delapan pada kefir susu kambing dengan penambahan sari kedelai berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total bakteri asam laktat dengan persamaan y=0,297x + 4,956 dan R² = 95,7% dan kadar asam laktat dengan persamaan y = 0,126x + 1,4276 danR² = 99,5%. Simpulan bahwa lama penyimpanan dalam refrigerator sampai hari ke delapan dapat meningkatkan total bakteri asam laktat dan kadar asam laktat kefir susu kambing dengan penambahan sari kedelai. The aim of the study was to determine the increase and optimal storage time of goat milk kefir by adding soybean juice to the total lactic acid bacteria and lactic acid levels. The material used in this study was 5 liters of goat's milk from Nani Farm, 150 grams of kefir grains and as much as 500 grams of soybeans. The research method used experimental methods with Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. Treatment is 75% goat's milk and 25% soybean juice stored at P0 in refrigerator storage for 0 days (as control), P1 in refrigerator storage for 2 days, P2 in refrigerator storage for 4 days, P3 in refrigerator storage for 6 days, P4 in refrigerator storage 8 days. The variables measured in this study were total lactic acid bacteria and lactic acid levels. The test results of testing the storage time of eight days of soy juice to the total lactic acid bacteria amounted to 4.83 ± 0.58 log cfu / ml up to 7.21 ± 0.67 log cfu / ml. The average test results lactic acid levels were 1.50 ± 0.08% to 2.50 ± 0.25%. Variance analysis showed that the storage time until the eighth day of goat's milk kefir with the addition of soybean juice had a very significant effect (P <0.01) on the total lactic acid bacteria with y = 0.297x + 4.956 and R² = 95,7% and to the level lactic acid with y = 0.126x + 1.4276 and R² = 99,5%. The conclusion that the length of storage in the refrigerator until the eighth day can increase the total lactic acid bacteria and the lactic acid level of goat milk kefir with the addition of soy juice.
2232924987D1A015117PENGARUH SUHU PENETASAN DAN BOBOT TELUR TERHADAP KEMATIAN EMBRIO DAN DAYA TETAS ITIK TEGAL (EFFECT OF TEMPERATURE INCUBATION AND EGG WEIGHT ON EMBRYO MORTALITY AND HATCHABILITY OF TEGAL DUCK'S)Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh suhu penetasan dan bobot telur terhadap kematian embrio dan daya tetas itik tegal. Materi penelitian terdiri atas 600 butir telur itik Tegal yang berasal dari induk umur 51 minggu dengan perbandingan sex ratio antara jantan dan betina 1:10 yang diperoleh dari Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Satker Itik Banyubiru, Kabupaten Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan pola tersarang (Nested Design) dengan 2 faktor perlakuan dan 5 kali ulangan. Suhu penetasan (T) yang terdiri atas T1=38-39 oC (100,4-102,2 oF) dan T2=39,1-40 oC (102,38-104 oF) sebagai grup, sebagai subgrup adalah bobot telur (B) yang terdiri atas B1=57,72 g dan B2=72,5-87,5 g. Masing-masing unit percobaan berisi 30 butir telur. Mesin tetas yang digunakan sebanyak 8 unit. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan suhu penetasan dan bobot telur berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kematian embrio dan daya tetas itik Tegal. Persentase kematian embrio cenderung tinggi pada hari ke 7, hari ke 25, dan hari ke 28. Rataan kematian embrio berturut-turut 12,50±14,46%, 27,40±18,40%, dan 61,50±21,90%. Rataan total kematian embrio sebesar 79,66±16,69%, sedangkan persentase daya tetas itik Tegal cenderung rendah sebesar 22,99±15,57%. Kesimpulan penelitian adalah Suhu Penetasan 38-39 oC dan 39,1-40 oC dan bobot telur 57-72 g dan 72,5-87,5 g menghasilkan kematian embrio dan daya tetas itik Tegal yang relatif sama.The aim of the research was to determine the effect of temperature incubation and egg weight on embryo mortality and hatchability of tegal ducks. The research material consisted of 600 Tegal duck eggs from 51 weeks of female duck with a comparison sex ratio between of male and female 1:10. Eggs produced by Breeding Ducks Livestock and Breeding Ducks Cultivation Center of Banyubiru Semarang Regency. The research method an experiment was used a nested design with 2 factor treatments and 5 replications. Temperature incubation (T) consisting of T1= 38-39 oC (100.4-102.2 oF) and T2= 39.1-40 oC (102.38-104 oF) as a group, as a subgroup egg weight was used B1= 57.72 g and B2= 72.5-87.5 g. Each experimental unit contains 30 eggs. The hatching machine used 8 units. The results showed that the treatment of temperature incubation and egg weight had no significant effect (P> 0.05) on embryos mortality and hatchability of Tegal ducks. The percentage of embryos mortality tends to be high on day 7, day 25, and day 28. The average embryos mortality was 12.50 ± 14.46%, 27.40±18.40%, and 61.50 ± 21.90%, while the percentage of hatchability of Tegal ducks tended to be low at 22.99±15.57%. The conclusion of the research was the temperature incubation of 38-39 oC and 39.1-40 oC and egg weight of 57-72 g and 72.5-87.5 g resulting in relatively similar embryos mortality and hatchability of Tegal ducks.
2233025225H1A015061ANALISA PENGARUH PEMASANGAN DISTRIBUTED GENERATION TERHADAP RUGI - RUGI DAYA PADA SISTEM DISTRIBUSI GARDU INDUK MRICARugi rugi daya merupakan masalah yang belum dapat dipecahkan secara menyeluruh. Berbagai upaya untuk mengurangi rugi-rugi daya telah dilakukan. Namun, belum maksimal sehingga diperlukan solusi lain untuk perbaikan rugi-rugi daya di jaringan distribusi. Salah satu cara untuk mengurangi rugi-rugi daya pada jaringan distribusi tenaga listrik yaitu dengan memasang Distributed Generation (DG) pada sistem tenaga listrik. Analisis pengaruh DG terhadap rugi rugi daya dilakukan untuk mengetahui apakah DG berpengaruh secara optimal untuk mengurangi rugi rugi daya pada sistem distribusi 20kV di Penyulang MRA05 Mrica. Analisis ini dilakukan dengan dua kondisi yaitu saat DG tidak terpasang, dan DG terpasang, dengan menganalisis nilai rugi daya (Losses) dari kedua kondisi tersebut. Penelitian dilakukan dengan menganalisis single line diagram yang akan dibuat dan dianalisis dengan menggunakan software ETAP (Electrical Transient Analyzer Program) versi 12.6. Dari hasil simulasi penyulang MRA05 dengan adanya pemasangan DG, dapat menurunkan nilai drop voltage yang cukup signifikan terhadap bus yang letaknya paling dekat dengan DG, seperti pada bus 3 yang mengalami penurunan dari
0,14 kV menjadi 0,007 kV, M5 Bus 4 menurun dari 0,14 kV menjadi 0 kV , M5 Bus 5 menurun dari 0,14 kV menjadi 0 kV, M5 Bus 6 menurun dari 0,14 kV menjadi -0,002 kV, dan M5 bus 7 menurun dari 0,174 kV menjadi 0,04 kV. Kemudian dari hasil total rugi-rugi menunjukkan adanya penurunan rugi-rugi daya setelah adanya pemasangan DG, dengan penurunan yang terbesar diperoleh saat DG diinjeksikan sebesar 50%. Dimana rugi rugi daya menurun dari 19,18 kW menjadi 18,805 kW.
Power loss is a problem that cannot be solved thoroughly. Various efforts to reduce power losses have been made. However, it has not been maximized so that other solutions are needed to improve power losses in the distribution network. One way to reduce power losses in the electric power distribution network is by installing Distributed Generation (DG) on electric power systems. Distributed Generation (DG) technology is the development
of small-scale electric power system technology that prioritizes the use of Renewable Energy that is environmentally friendly, sustainable and economical. Analysis of the influence of DG on power losses is carried out to determine whether DG influences optimally to reduce power loss on a 20kV distribution system at Mrica MRA05 Feeder. This
analysis was carried out with two conditions, namely when DG was not installed, and DG was installed, by analyzing the value of power losses (Losses) of the two conditions. The study was conducted by analyzing a single line diagram that would be made and analyzed using the ETAP (Electrical Transient Analyzer Program) software version 12.6. From the MRA05 feeder simulation results, the installation of DG decreases the drop value significantly enough for the bus closest to DG, as in bus 3 which has decreased from 0.14 kV to 0.007 kV, M5 Bus 4 decreases from 0.14 kV becomes 0 kV, M5 Bus 5 decreases from 0.14 kV to 0 kV, M5 Bus 6 decreases from 0.14 kV to -0.002 kV, and M5 bus 7 decreases from 0.174 kV to 0.04 kV. Then from the total loss results indicate a decrease in power losses after the installation of DG, with the largest decrease obtained when DG injected by 50%. Where the power loss loses from 19.18 kW to 18.805 kW.
2233124968C1C014075Analisis Fraud pada OPD dan UPT di Kota Banjar dengan Pendekatan Fraud PentagonPenelitian ini merupakan penelitian survey pada pegawai OPD dan UPT di Kota Banjar terkait dengan fraud. Penelitian ini mengambil judul “Analisis Fraud pada Opd dan Upt di Kota Banjar dengan Pendekatan Fraud Pentagon”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh keefektifan pengendalian internal, penegakan hukum, gaya kepemimpinan, locus of control, dan pergantian pimpinan terhadap fraud yang ada di OPD dan UPT Kota Banjar. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh 29 OPD dan 34 UPT yang ada di Kota Banjar. Dari total 64 OPD dan UPT tersebut, responden yang dapat mengisi kuesioner tersebut sebanyak 56 responden atau 88,9%.
Hasil pengolahan SPSS menunjukan bahwa Keefektifan pengendalian internal, penegakan hukum, dan gaya kepemimpinan memiliki pengaruh negatif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Pergantian pimpinan memiliki pengaruh positif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Sedangkan locus of control tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh Pemerintah Kota Banjar sebagai salah satu acuan dalam menentukan kebijakan yang dapat meminimalisir terjadinya fraud yang dapat merugikan semua pihak.
This research is a survey conducted on OPD and UPT in Banjar, West Java. This research entitled “fraud analysis on OPD and UPT in Banjar City with fraud pentagon approach”.
The purpose of this research is to understand the influence of internal control effectiveness, law enforcement, leadership style, locus of control, and change of director to fraud in OPD and UPT in banjar city. The population in this research is 29 OPD dan 34 UPT in Banjar, West Java. From the total of 64 OPDs and UPTs, respondents that able to fill out the questionnaire were 56 respondents or 88.9%.
The result of this research using SPSS shown that internal control effectiveness, law enforcement, and leadership style has negative effect on fraud, change in director has positive effect on fraud, and locus of control has no effect on fraud. This reseach is expected to be used by governmet for one of reference for making a policy that can minimize the fraud.
2233225906C1C015098PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, PROFESIONALISME, ETIKA, DAN FEE TERHADAP KUALITAS AUDIT
(STUDI EMPIRIS PADA KAP DI KOTA YOGYAKARTA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi, independensi, profesionalisme, etika, dan fee terhadap kualitas audit oleh Kantor Akuntan Publik yang berada di D.I Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Sampel penelitian yang diperoleh berjumlah 93 responden. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan analisis data berupa Analisis Regresi Berganda pada aplikasi SPSS 10,0 for windows, serta dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit, profesionalisme berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit, etika audit berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit, dan fee audit berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit. Variabel independensi tidak memiliki pengaruh terhadap kualitas audit pada KAP di Kota Yogyakarta
This study aims to determine the effect of competence, independence, professionalism, ethics, and fees on audit quality by the Public Accounting Firm located in D.I Yogyakarta. The sampling technique used is saturated samples. The research sample obtained amounted to 93 respondents. Data collection method is done through a questionnaire using data analysis in the form of Multiple Regression Analysis on the SPSS 10.0 for windows application, as well as documentation.
The results of this study indicate that competence has a significant effect on audit quality, professionalism has a significant effect on audit quality, audit ethics has a significant effect on audit quality, and audit fees have a significant effect on audit quality. The independence variable does not have an influence on audit quality on KAP in Yogyakarta City
2233326033A1A015014Integrasi Pasar Bawang Merah di Kabupaten MajalengkaBawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang penting bagi masyarakat Indonesia karena fungsinya sebagai pelengkap masakan banyak dibutuhkan oleh sektor rumah tangga. Harga bawang merah berfluktuasi karena adanya perubahan permintaan dan penawaran. Pada waktu yang bersamaan perbedaan harga bawang merah dapat terjadi di tiap pasar. Penelitian ini bertujuan untuk 1)menganalisis dan mengetahui integrasi pasar bawang merah di Kabupaten Majalengka, 2)menganalisis dan mengetahui besarnya kontribusi presentase varians harga bawang merah di suatu pasar akibat perubahan harga di pasar lain, 3)mengetahui faktor yang menyebabkan integrasi pasar. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Majalengka yaitu di Pasar Kadipaten, Pasar Maja, Pasar Prapatan dan Pasar Talaga. Penentuan tempat penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive). Metode yang digunakan adalah metode survei. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Vector Error Correction Model (VECM), Varians Decomposition, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Pasar yang terintegrasi atau memiliki hubungan keseimbangan dalam jangka panjang diantaranya Pasar Talaga dengan Pasar Maja dan Pasar Prapatan dengan Pasar Kadipaten, 2) analisis variance decomposition pasar yang berpengaruh besar terhadap perubahan harga yaitu masing-masing pasar, 3) penyebab terjadinya integrasi pasar disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pasokan bawang merah, lokasi pasar, permintaan dan penawaran produk di tiap pasar.Shallot is one of the most important vegetable commodities for Indonesian people because it functions as the complement cooking seasoning so that the necessary by household sector. Shallot’s price fluctuated because there are conversion of supply and demand. At the same time a very striking price difference can occur in each market. This research aims to 1) analyze and know the integration of the shallot market in Majalengka District, 2) analyze and know the contribution of the price variance percentage of shallot in a market due to price changes in other markets, 3) Know the factors that cause market integration to occur. Research was conducted in Majalengka, especially in the Kadipaten market, Maja Market, Prapatan Market, and Talaga market. Determination of the place of study was deliberately (purposive). The method used is a survey method. Data used to analyze market integration in retail is the primary data and secondary data . The methods of analysis used are Vector Error Correction Model (VECM) analysis, Variance Decomposition, and descriptive analysis. The results showed that 1) the market that is integrated or has a long-term balance relationship such as Talaga market with Maja market and Prapatan Market with Kadipaten market 2) analysis of the market variance decomposition Influential many percentage contributions in the other price namely is Kadipaten Market, 3) The cause of market integration is suspected by several factors namely the supply of shallot, market location, demand and product offering in each market.
2233426119E1A013294PENGAJUAN PERMOHONAN PENGUJIAN UNDANG -UNDANG NOMOR 7TAHUN 2017 TENTANG PEMILIHAN UMUM KE MAHKAMAH KONSTITUSI TERHADAP UNDANG -UNDANG DASAR 1945 (STUDI PUTUSAN NOMOR 75/PUU-XV/2017)ABSTRAK
PENGAJUAN PERMOHONAN PENGUJIAN UNDANG-UNDANG
NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG PEMILIHAN UMUM KE MAHKAMAH KONSTITUSI TERHADAP UNDANG –UNDANG DASAR TAHUN 1945
(Studi Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi No.75/PUU- XV/ 2017)
Oleh :
RIANDHI FAIZAL
E1A013294
Judicial review di Indonesia dilakukan oleh dua lembaga sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman, yaitu Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. Pelaksanaan kewenangan judicial review oleh kedua lembaga negara tersebut tidak lepas dari diamandemennya UUD 1945 sebagai hasil dari kesepakatan seluruh fraksi dalam PAH I BP MPR.
Salah satu judicial review atau pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar adalah pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Permohonan para pemohon adalah pengujian konstitusionalitas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum in casu Pasal 9 ayat (1), Pasal 89 ayat (3), Pasal 557 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 562 dan Pasal 571 huruf d Undang-Undang Pemilu terhadap UUD 1945.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim konstitusi dalam memeriksa dan memutus permohonan judicial review Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terhadap UUD 1945 pada Putusan MK No. 75/PUU-XV/2017.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Pokok Permohonan pada Pasal 557 dan Pasal 571 huruf d UU Pemilu kehilangan objek, karena telah diputus dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 61/PUU-XV/2017 dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 66/PUU-XV/2017.
Pokok Permohonan sepanjang berkenaan dengan Pasal 9 ayat (1), Pasal 89 ayat (3), dan Pasal 562 UU Pemilu adalah kabur, karena terdapat pertentangan antara posita dengan petitum sehingga tidak jelas apa yang sesungguhnya dikehendaki oleh para Pemohon.
Permohonan para Pemohon Tidak Dapat Diterima (niet ontvantkelijk Verklaard), dimana Permohonan Pemohon tidak memenuhi syarat (niet ontvantkelijk verklaard). Dalam hal ini Mahkamah Konstitusi berpendapat bahwa Pemohon tidak dirugikan hak atau kewenangan konstitusionalnya dengan berlakunya UU Pemilu in casu Pasal 9 ayat (1), Pasal 89 ayat (3), Pasal 562, Pasal 557 dan Pasal 571 huruf d.
ABSTRAK
PENGAJUAN PERMOHONAN PENGUJIAN UNDANG-UNDANG
NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG PEMILIHAN UMUM KE MAHKAMAH KONSTITUSI TERHADAP UNDANG –UNDANG DASAR TAHUN 1945
(Studi Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi No.75/PUU- XV/ 2017)
Oleh :
RIANDHI FAIZAL
E1A013294
Judicial review di Indonesia dilakukan oleh dua lembaga sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman, yaitu Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. Pelaksanaan kewenangan judicial review oleh kedua lembaga negara tersebut tidak lepas dari diamandemennya UUD 1945 sebagai hasil dari kesepakatan seluruh fraksi dalam PAH I BP MPR.
Salah satu judicial review atau pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar adalah pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Permohonan para pemohon adalah pengujian konstitusionalitas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum in casu Pasal 9 ayat (1), Pasal 89 ayat (3), Pasal 557 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 562 dan Pasal 571 huruf d Undang-Undang Pemilu terhadap UUD 1945.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim konstitusi dalam memeriksa dan memutus permohonan judicial review Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terhadap UUD 1945 pada Putusan MK No. 75/PUU-XV/2017.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Pokok Permohonan pada Pasal 557 dan Pasal 571 huruf d UU Pemilu kehilangan objek, karena telah diputus dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 61/PUU-XV/2017 dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 66/PUU-XV/2017.
Pokok Permohonan sepanjang berkenaan dengan Pasal 9 ayat (1), Pasal 89 ayat (3), dan Pasal 562 UU Pemilu adalah kabur, karena terdapat pertentangan antara posita dengan petitum sehingga tidak jelas apa yang sesungguhnya dikehendaki oleh para Pemohon.
Permohonan para Pemohon Tidak Dapat Diterima (niet ontvantkelijk Verklaard), dimana Permohonan Pemohon tidak memenuhi syarat (niet ontvantkelijk verklaard). Dalam hal ini Mahkamah Konstitusi berpendapat bahwa Pemohon tidak dirugikan hak atau kewenangan konstitusionalnya dengan berlakunya UU Pemilu in casu Pasal 9 ayat (1), Pasal 89 ayat (3), Pasal 562, Pasal 557 dan Pasal 571 huruf d.
2233526249D1B017038 PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK CENGKEH (Syzygium aromaticum) DENGAN PERSENTASE YANG BERBEDA TERHADAP RASA DAN TEKSTUR YOGURTPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak cengkeh (syzygium aromaticum) dengan persentase yang berbeda terhadap rasa dan tekstur yogurt. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 2018 - 15 April 2019 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak cengkeh dengan persentase yang berbeda terhadap rasa dan rasa yogurt secara sensori. Materi yang digunakan susu sapi 10 liter, starter komersial (Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus) sebanyak 10 gr, , susu skim 300 gr dan 150 gr cengkeh. Peralatan yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah, panci, saringan, pengaduk. Metode penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan, ekstrak cengkeh sebagai perlakuan. P0 = yogurt tanpa penambahan ekstrak cengkeh, P1 = yogurt diberi penambahan ekstrak cengkeh 5%, P2 = yogurt diberi penambahan ekstrak cengkeh 10%, dan P3 = yogurt diberi penambahan ekstrak cengkeh 15%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak cengkeh berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap rasa yaitu P0 rangking 3, P1 rangking 4, P2 rangking 2, dan rangking 1 adalah P3. Rataan tekstur yogurt dengan penambahan ektrak cengkeh berpengaruh sangat nyata (P<0,01) yaitu P0 rangking 3, P1 rangking 1, P2 rangking 4, dan P3 rangking 2. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah Penambahan ekstrak cengkeh 15% pada yogurt mempengaruhi rasa dan tekstur yogurt. Semakin tinggi pemberian ekstrak cengkeh 15% rasa asam segar yogurt menjadi sangat terasa dan tektur menjadi sangat kental.Effect of Clove (Syzygium aromaticum) Extract Addition with Different Persentage to Taste and Texture of Yoghurt. The research was conducted at 26 Desember 2018-15 April 2019 in Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Purposes of this research were to discover effect of clove (Syzygium aromaticum) extract addition with different persentage to taste and texture of yoghurt sensoryly. Material used were 10 liter cow milk, 10 gram commersial starter (Streptococcus thermophillus and Lactobacillus bulgaricus), 300 gr skim milk and 150 gr cloves. Tools used in this research were pan, filter, and stirrer. Experimental research method using Randomized Block Design (RBD) with 4 clove extract treatments. P0 = yoghurt without clove extract addition, P1 = yoghurt with 5% clove extract addition, P2 = yoghurt got 10% clove extract addition, dan P3 = yoghurt got 15% clove extract addition. The results showed that clove extract addition gives very real effect (P<0,01) to the taste, which is P0 as 3th rank, P1 as 4th rank, P2 as 2nd rank, and 1st rank is P3. Average yoghurt texture with clove extract addition gives very real effect (P<0,01), which is P0 3th rank, P1 1st rank, P2 4th rank, dan P3 2nd rank. Conclusion of this research are 15% clove extract addition in yoghurt affect both taste and texture of yoghurt. Higher clove extract concentration gives yoghurt stronger fresh sour taste and more viscous texture.
2233626034E1A015145HAK IMUNITAS ADVOKAT TERHADAP OBSTRUCTION OF JUSTICE DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 9/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Jkt.Pst)Hak Imunitas advokat adalah suatu hak kekebalan hukum yang melekat dalam diri seorang advokat. Hak Imunitas advokat berupa tidak bisa dituntutnya advokat baik secara perdata dan pidana. Meskipun advokat memiliki hak imunitas advokat dalam dirinya, bukan berarti hak imunitas advokat tidak memiliki batasan. Pelaksanaan hak imunitas advokat harus dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 dan Putusan MK Nomor 26/PUU/XI/2013.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka. Spesifikasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah preskriptif. Selanjutnya penyajian data dalam penelitian ini menggunakan naratif sistematif.
Berdasarkan hasil penelitian penulis terhadap putusan nomor 9/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Jkt.Pst, dapat diketahui bahwa hak imunitas advokat memiliki pembatasan. Terdakwa sendiri tidak memenuhi syarat berlakunya hak imunitas advokat dalam tindak pidana obstruction of justice pasal 21 Undang-Undang 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Oleh karena itu, hakim memutuskan terdakwa bersalah dalam tindak pidana obstruction of justice.
Advocate Immunity is a immunity on an advocate. Base on rule of advocate Immunity, advocates cannot be prosecuted by civil law and defense. Even though advocates have an advocate's immunity within, it does not mean that havo no limitation. The implementation of advocacy immunity must be carried out in accordance with Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 and Constitutional Court Decision Number 26/PUU/XI/2013.
The method used in this research is normative juridical. This research use secondary data obtained through literature study. The research’s specification is prescriptive. Furthermore, the presentation of this research is systematic narrative.
Based on the results of research on decision number 9/ Pid.Sus-TPK/2018 /PN.Jkt.Pst, can be known that the advocate’s immunity has limitation. The defendant did not fulfill the requisite of the advocate's immunity for obstruction of undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 concerning Eradication of Corruption. Therefore, the judges ruled the defendant in the criminal court was obstructing justice.
2233726120E1A015068EKSISTENSI DWANG SEBAGAI ALASAN PEMBATALAN KTUN (Studi Putusan Nomor: 150/G/2017/PTUN-BDG)
Penelitian ini bersumber pada Putusan PTUN Bandung Nomor 150/G/2017/PTUN-BDG yang membahas sengketa yang timbul dari Surat Keputusan Pembekuan IMB Masjid yang dikeluarkan oleh Walikota Bogor sebagai Pejabat Tata Usaha Negara yang menimbulkan dampak kerugian bagi Yayasan Pendidikan Islam Imam Ahmad bin Hanbal dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam menilai keabsahan keputusan objek sengketa.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder berupa Peraturan Perundang-Undangan yang relevan dan buku-buku literatur.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini yaitu dalam penerbitan suatu KTUN suatu Pejabat Tata Usaha Negara tidak boleh diintervensi oleh pihak lain karena KTUN merupakan pernyataan kehendak atau tindakan hukum sepihak dari Pejabat Tata Usaha Negara sehingga tidak boleh mengandung kekurangan yuridis salah satu contohnya adalah paksaan (dwang) karena akan mengakibatkan KTUN yang diterbitkan tersebut tidak sah. Penelitian dari sengketa a-quo KTUN yang menjadi objek sengketa ini telah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, khususnya pada aspek prosedural dan aspek substansi serta bertentangan juga dengan Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) yaitu Asas Kepastian Hukum, Asas Keadilan, Asas Keterbukaan dan Asas Perlindungan Hukum. Hal tersebut didasarkan pada fakta bahwa Walikota Bogor dalam menerbitkan Surat Keputusan Pembekuan IMB Masjid Imam Ahmad bin Hanbal kurang memperhatikan prosedur-prosedur sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan juga telah bertentangan dengan AUPB, karena tindakan Walikota Bogor dalam menerbitkan Surat Keputusan Pembekuan IMB Masjid tersebut hanya diawali karena adanya paksaan (dwang) dari masyarakat. Berdasarkan hal tersebut maka KTUN yang menjadi objek sengketa menjadi batal.
This study comes on the Decision of the Administrative Court of Bandung No. 150 / G / 2017 / PTUN-BDG that discuss disputes arising from Decree Freezing of IMB mosque issued by the Mayor of Bogor as Acting Administrative impacting loss for the Islamic Education Foundation Imam Ahmad bin Hanbal and analyzing the legal considerations in assessing the validity of the decisions of judges object of dispute.
The method used in this research is normative juridical research method with the approach of legislation, case-based approach and analytical approach. The data used is secondary data consisting of primary legal materials and secondary legal materials in the form of Regulation Legislation relevant and literature books.
The conclusion that can be drawn from this research that the issuance of a KTUN an official of State Administration should not be interfered with by other parties because KTUN an expression of the will or legal action unilaterally from the Acting Administrative thus should not contain deficiencies juridical one example is compulsion (dwang) because it will result in KTUN issued is invalid. Research of the KTUN a-quo dispute which became the object of dispute is contrary to the legislation, in particular on the procedural aspects and aspects of substance and contrary also to the General Principles of Good Governance (AUPB) that principle Rule of Law, Principles of Justice, principle The principle of openness and Legal Protection. It is based on the fact that the Mayor of Bogor issued a decree freezing of IMB Imam Ahmad bin Hanbal mosque less attention to the procedures set out in the legislation also has been at odds with AUPB, because of the actions the Mayor of Bogor in issuing Decree Freezing IMB mosque only starting because of coercion (dwang) of society. Based on this it is the object of the dispute KTUN be canceled.
2233826150E1A013304PENERAPAN TINDAK PIDANA PENADAHAN (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI PURWOKERTO NOMOR: 77/PID.B/2015/PN.PWTTerdakwa telah melakukan pembelian sepeda motor yang ternyata hasil pencurian dan tanpa dilengkapi dengan surat-surat kendaraan yang sah yaitu STNK dan BPKB, namun Terdakwa tetap membeli sepeda motor tersebut, dengan demikian, menunjukkan bahwa pada dasarnya Terdakwa telah mengetahui atau sepatutnya harus sudah dapat menduga bahwa sepeda motor tersebut diperoleh dari suatu kejahatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur - unsur tindak pidana penadahan dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam putusan Nomor : 77/Pid B/2015/PN Pwt.Menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian deskriptif analisis, Sumber data sekunder, Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 77/Pid B/2015/PN Pwt.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan unsur - unsur tindak pidana penadahan dalam putusan Pengadilan Negeri Purwokerto perkara Nomor : 77/Pid B/2015/PN Pwt, pertimbangan Hakim telah sesuai dengan Pasal 480 ke-1 KUHP, yang didakwakan Penuntut Umum. Perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur-unsur berikut: Barang siapa; Membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima hadiah, atau untuk menarik keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, menyimpan atau menyembunyikan sesuatu barang, yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa barang tersebut diperoleh dari suatu kejahatan.
Dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam putusan Nomor : 77/Pid B/2015/PN Pwt, telah mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: Pertama, pertimbangan yuridis, Pasal 480 ke-1 KUHP, yang unsur-unsurnya telah terpenuhi, kelengkapan alat bukti: keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa. Kedua, pertimbangan sosiologis, hal yang meringankan dan yang memberatkan serta fakta yang terungkap dalam persidangan. Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana penadahan. Dipidana penjara selama 3 (tiga) bulan dan 15 (lima belas) hari. Terdakwa tetap berada dalam tahanan.
Defendant have conducted purchasing of motorbike which actually is result of theft and without provided with valid vehicle letter that is STNK and BPKB, but Defendant remain to buy the motorbike, thereby, indicating that basically Defendant have known or deservedly should have earned to anticipate that the motorbike obtained from an badness.
This research aim to to know applying of element embezzlement. doing an injustice element and to know consideration base punish Judge of district court Purwokerto let fall to defendant in Number decision : 77 / Pid B/2015/Pn Pwt. Applying method approach of normative juridical. Specification of descriptive research of analysis, Source of secondary data, Decision District Court Purwokerto Number 77 / Pid B/2015/Pn Pwt.
Pursuant to result of research known that applying of element embezzlement. (buying of stolen goods) doing an injustice element in District Court Purwokerto Number case decision : 77 / Pid B/2015/Pn Pwt, Judge consideration have as according to Section 480 first KUHP, asserted by Public Prosecutor. Deed of Defendant have proven validly and assure to fulfill elements following: Whose goods; Buying, renting, converting, accepting pawn, accepting present, or to make hay, to selling, renting, commuting for, mortgaging, transporting, storage or hide something goods, knew or deservedly have to be anticipated that the goods obtained from an badness.
Consideration base punish Judge of district court Purwokerto drop crime to defendant in Number decision : 77 / Pid B/2015/Pn Pwt, have considered the followings is: First, yuridical consideration, Section 480 first KUHP, which is its elements have fufilled, equipment of evidence appliance: eyewitness boldness, boldness. Both, sociologis consideration, matter lightening and weighing against and also fact which is expressed in conference. Guilty defendant conduct doing an injustice embezzlement. Punished by prison during 3 (three) months and 15 (fifteen day). Defendant remain to stay in prisoner
2233926173E1A014094PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN TOYOTA ASTRA DALAM PENJUALAN BARANG SECARA KREDIT YANG MERUGIKAN KONSUMEN BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMER 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 1041 K/PDT.SUS-BPSK/2017Penelitian ini mengkaji tentang perlindungan hukum terhadap konsumen yang melakukan transaksi jual beli barang secara kredit yang merugikan konsumen antara Martha Sitorus dengan PT. Toyota Astra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelindungan hukum terhadap konsumen menurut Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1041 K/Pdt.Sus-BPSK/2017 untuk mengetahui ada atau tidaknya perlindungan konsumen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang disajikan dengan uraian secara sistematis dan logis, kemudian dianalisa secara normatif-kualitatif.
Hasil penelitian pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 1041 K/Pdt.Sus-BPSK/2017 ini menunjukan bahwa PT. Toyota Astra Medan sebagai pelaku usaha telah melanggar ketentuan Pasal 4 huruf c, d, dan g dan Pasal 7 huruf a, b, dan c, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta perlindungan hukum yang hakim berikan kepada Martha Sitorus selaku konsumen masih masih kurang tepat dan belum maksimal karena Martha Sitorus dihukum untuk membayar seluruh biaya perkara di tiap tingkat peradilan.
This study examines the legal protection of consumers who transact buy and sell goods on credit that harm consumers between Martha Sitorus and PT. Toyota Astra. This study aims to determine how the legal protection of the consumer by the Supreme Court Decision No. 1041 K / Pdt.Sus-BPSK / 2017 to determine whether or not consumer protection by the legislation in force.
The method of approach used in this research is the normative juridical method of approach and the research specification is descriptive using secondary data presented with a systematic and logical description, then analyzed normatively qualitative.
The results of the research on Supreme Court ruling No. 1041 K/Pdt. Sus-BPSK/2017 This indicates that PT. Toyota Astra Medan as a business entrepreneur has violated the provisions of article 4 letter C, D, and G and article 7 letter A, B, and C, and law number 8 year 1999 About consumer protection and the protection of the law that the judge gave to Martha Sitorus as a consumer still is still less precise and not maximally because Martha Sitorus was convicted to pay the entire cost of the lawsuit at each judicial level.

Keywords: Legal Protection, Consumer Protection, Consumers.
2234026211E1A115087PENEGAKAN HUKUM ATAS PELANGGARAN WILAYAH UDARA OLEH PESAWAT UDARA SIPIL KOMERSIAL ASING TIDAK TERJADWAL
(Studi tentang Kasus Intrusi ke Wilayah Udara Indonesia oleh Pesawat Udara Sipil Komersial Asing Tidak Terjadwal Ethiopian Airlines Tahun 2019)
Konvensi Chicago 1944, Pasal 1 menyatakan bahwa negara-negara peserta konvensi mengakui bahwa setiap negara di dunia memiliki kedaulatan yang penuh dan eksklusif (complete and exclusive sovereignty) atas ruang udara di atas wilayah kekuasaannya. Pasal tersebut memberikan pandangan perwujudan dari kedaulatan yang penuh dan utuh atas ruang udara di atas wilayah teritorial. Kaitannya dengan pelanggaran kedaulatan wilayah udara Indonesia, pada tahun 2019 terjadi intrusi ke wilayah udara Indonesia oleh pesawat udara sipil komersial asing tidak terjadwal Ethiopian Airlines. TNI AU berhasil memaksa mendarat pesawat kargo Ethiopian Airlines tersebut di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaturan kedaulatan wilayah udara negara berdasarkan hukum internasional dan untuk menjelaskan penegakan hukum atas pelanggaran wilayah udara Indonesia dalam kasus intrusi ke wilayah udara oleh pesawat udara sipil komersial asing tidak terjadwal Ethiopian Airlines Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data dalam penelitian ini berasal dari data primer dan sekunder yang disusun secara sistematis dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, disimpulkan bahwa kedaulatan atas wilayah udara meliputi wilayah vertikal dan horizontal yang dimiliki suatu negara untuk melaksanakan kewenangannya sebatas dalam wilayah-wilayah yang telah menjadi bagian dari kekuasaannya sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Konvensi Chicago 1944. Pelanggaran yang dilakukan oleh pesawat udara Ethiopian Airlines diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor. 4 Tahun 2018 tentang Pengamanan Wilayah Udara Pasal 11 ayat 1 yang memberikan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah). Pelanggaran wilayah udara oleh pesawat Ethiopian Airlines merupakan pelanggaran perizinan masuk kedaulatan udara Indonesia.The Chicago Convention 1944, article 1 states that the contracting States recognize that every State has complete and exclusive sovereignty over the airspace above its territory. The article gives the view the realization of complete and exclusive sovereignty over the airspace above the territory. One of the intrusion case to the indonesian airspace was happened in 2019. Ethiopian Airlines, an unscheduled flight of foreign commercial aircraft, violated the sovereignty of indonesian airspace. Indonesian Air Force succeeded in making force down of Ethiopian Airlines cargo aircraft at Hang Nadim International Airport, Batam, Riau Islands.
The State’s purposes of the study are to explain the sovereignty arrangements of airspace state’s by international law and to explain the law enforcement of violations of Indonesia's airspace in case of intrusion into the Indonesian airspace by an unscheduled flight of foreign commercial civil aircraft, Ethiopian Airlines in 2019. The study used normative juridical approaches to legislation in the form of an inventory of laws and case approaches. Data in this study come from primary and secondary data which were arranged systematically and analyzed by qualitative normative methods.
The results of the study are sovereignty over the airspace covering vertical and horizontal regions is the authority of a State to implement his authority above its territory as set forth in article 1 Chicago Convention 1944. The violations made by Ethiopian Airlines aircraft violations are set forth in the Government Regulation Number 4 Year 2018 on Securing the Airspace Article 11 paragraph 1 which provides administrative sanctions of a fine of Rp 5.000.000.000, 00 (five billion rupiahs). The violation to airpace by a Ethiopian aircraft interpreted as a violation of the licensing entry of Indonesian sovereignty.