Artikelilmiahs
Menampilkan 22.301-22.320 dari 50.190 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 22301 | 24951 | F1B113026 | KINERJA PELAYANAN PUBLIK PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN KEBUMEN | Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja pelayanan publik pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan aspek-aspek kinerja menurut Mahsun yang terdiri dari empat aspek yaitu kelompok masukan, kelompok proses, kelompok keluaran, dan kelompok hasil. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif studi kasus. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling dan incidental sampling. Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan metode analisa interaktif. Hasil penelitian mengenai kinerja pelayanan publik pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kebumen belum optimal. Hal tersebut dilihat dari aspek kelompok masukan mengenai sumber daya manusia, anggaran dan sarana prasarana masih kurang mencukupi. Aspek kelompok proses, kinerja DPMPTSP Kebumen sudah sesuai dengan peraturan yang ada dan dalam pelaksanaan pelayanan publik terdapat hambatan pada koordinasi dengan dinas terkait serta pemahaman dan kesadaran masyarakat yang kurang dalam proses melakukan perizinan secara online. Aspek kelompok keluaran jumlah pelayanan Tahun 2017 DPMPTSP Kabupaten Kebumen telah mencapai target yang direncanakan dan kualitas dokumen perizinan yang dilayani DPMPTSP Kabupaten Kebumen masih ada yang belum sesuai dengan standar waktu yang telah ditentukan. Aspek kelompok hasil kepuasan masyarakat masih adanya aduan menjadi tanda bahwa masih kurangnya kualitas pelayanan di dinas ini. Jumlah produk pelayanan yang dilakukan DPMPTSP tidak mengalami peningkatan malah menurun dari tahun sebelumnya. Pengguna layanan belum sepenuhnya mengetahui dengan baik tentang sistem pelayanan yang dilakukan di DPMPTSP Kabupaten Kebumen. | The purpose of the research was to know performance of the public service in Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kebumen Regency. The research used performance aspect according to Mahsun consisting of four aspects, namely input, process, output, and outcom. The method of this research is qualitative case study. The technique used informant election purposive sampling and incidental sampling. Method of data collection conducted researchers are interviewing, observation, and documentation. Data analysis method used interactive analysis. Research resulted from performance of the public service in Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kebumen Regency is not yet optimal. It was saw from of input regarding human resources, budget and infrastucture is still lacking. Aspect process, the performance DPMPTSP Kebumen is in compliance with the existing regulations and the provision of public service there are obstacles in coordination with related Department as well as understanding and public awareness is lacking in the process of conducing licensing online. Aspect ouput, number of service years 2017 DPMPTSP Kabupaten Kebumen has reached the planned target and quality licensing documents served DPMPTSP Kabupaten Kebumen. Aspect outcome, increased community satisfaction along with the development of the process of licensing services, namely online system and Pelayanan Terpadu Satu Pintu, but the existence of a complaint be a sign that there is still a lack of quality of service in this Office. Total product that do not DPMPTSP service experience increased even decline from the previous year. Users service had not fully knowing well about the service system done in DPMPTSP Kabupaten Kebumen. | |
| 22302 | 24952 | C1K014037 | THE INFLUENCE OF BRAND IMAGE, BRAND PREFERENCES AND BRAND TRUST ON PURCHASE DECISIONS ON HONDA BRIO (Case Study on Honda Brio Consumers in Purwokerto) | Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh citra merek, preferensi merek dan kepercayaan merek terhadap keputusan pembelian Honda Brio. Sampel pada penelitian ini ada 120 responden yang merupakan pelanggan Honda Brio di Purwokerto. Metode convenience sampling digunakan dalam penentuan sampel penelitian ini. Data analisis menggunakan multiple Linear regression dengan perangkat lunak statistik SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, (1) Citra merek memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian Honda Brio di Purwokerto. (2) Preferensi merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian Honda Brio di Purwokerto. (3) Kepercayaan merek memiliki pengaruh positif pada keputusan pembelian Honda Brio di Purwokerto. | The purpose of this study was to find out and analyze the influence of brand image, brand preference and brand trust on Honda Brio purchasing decisions. The sample in this study were 120 respondents who were Honda Brio customers in Purwokerto. Convenience sampling method was used in determining the sample of this study. Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS version 25 stattistical software. The results of this study indicate that, (1) Brand image has a positive influence on purchasing decisions of Honda Brio in Purwokerto. (2) Brand preferences has a positive effect on purchasing decisions of Honda Brio in Purwokerto. (3) Brand trust has a positive effect on purchasing decisions of Honda Brio in Purwokerto. | |
| 22303 | 24956 | F1B015045 | MANAJEMEN KEGIATAN SIMPAN PINJAM DALAM PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) DI KELURAHAN MERSI KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMAS | Kegiatan Simpan Pinjam merupakan salah satu aspek kegiatan dari pelaksanaan kebijakan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang bertujuan untuk memberikan kemudahan pendanaan usaha skala mikro. Berdasarkan hasil temuan audit BPKP Nomor: LAI-170/PW11/2/2018, Kelurahan Mersi merupakan pengelola Program KOTAKU ranking dua di Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen kegiatan simpan pinjam Program KOTAKU di Kelurahan Mersi serta faktor penghambat dan pendukung kegiatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa berkaitan dengan perencanaan sudah dilakukan secara matang, tepat sasaran dan melibatkan masyarakat namun rencana strategi belum dilakukan dengan cukup baik. Berkaitan dengan pengorganisasian sudah menggunakan struktur yang ramping atau sederhana namun masih terdapat kekosongan jabatan dalam struktur UPK. Dalam hal pengarahan masyarakat sudah diberikan perintah dan arahan dengan baik namun pemberian bimbingan belum dilakukan secara optimal. Berkaitan dengan pengkoordinasian sudah baik begitu pula dalam hal pengawasan. | Savings and Loans activities are one aspect of activities from the implementation of “Kota Tanpa Kumuh” (KOTAKU) program. The aim of the program is to provide easy business funding on a micro scale. Mersi is one of ten villages that received the KOTAKU Program fund allocation and is the KOTAKU Program manager with ranking number two based on BPKP audit findings Number: LAI-170 / PW11 / 2/2018. This study aims to determine the management of the KOTAKU Program savings and loan activities in Mersi and to identify the inhibiting and supporting factors. This research uses descriptive qualitative method. Data analysis method used is an interactive analysis model. The results of the research show that the planning has been done carefully, right on target and involving the community but the strategy plan is not good enough. In terms of organizing, it has used a lean or simple structure but there is still a vacancy in the UPK structure. In terms of commanding, the community given orders and directives well, but guidance has not been done optimally. In terms of coordination is good as well as controling. | |
| 22304 | 26118 | A1C015050 | RANCANG BANGUN SUMBER ENERGI LISTRIK SURYA-ANGIN UNTUK PENGAIRAN BUDIDAYA HORTIKULTURA DI WILAYAH PESISIR PANTAI BANJARSARI, CILACAP | Sehubungan dengan kendala keterbatasan air di lahan kering pesisir pantai, maka diperlukan irigasi dengan memanfaatkan segala sumber daya air yang ada, saat ini penggunaan pompa air mesin diesel menjadi tidak efisien dan berbiaya tinggi dalam operasional budidaya hortikultura dikerenakan semakin tinggi harga bahan bakarnya . Maka salah satu solusi untuk mengatasi penggunaan beban energi yang relatif mahal berupa minyak bahan bakar untuk mengairi lahan pertanian di pesisir pantai yaitu dengan menggunakan sumber energi alternatif, yakni menggunakan sumber energi listrik yang bersumber dari tenaga surya dan tenaga angin. Energi yang ditangkap dan dikonversi menjadi energi listrik untuk mengari lahan pertanian di pesisir pantai yaitu dengan menggunakan alat Photovoltaic dan Turbin Angin. Tujuan Penelitian ini adalah: (1) Merancang Bangun Sumber Energi Listrik Tenaga Hybrid Surya dan Angin. (2) Mengetahui Performansi dan Efisiensi Sumber Energi Listrik Surya-Angin untuk Irigasi Budidaya Hortikultura di Pesisir Pantai. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Metode Deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil yang diperoleh dari eksperimen Sumber Energi Listrik Surya-Angin pada Photovoltaic 200WP dan 100WP menghasilkan Daya Listrik Rerata selama empat hari ada 30,69 W dan 18,08 W. Pada Turbin Angin mengasilkan Daya Listrik Rerata selama 4 hari sebesar 1,26 W. Efisiensi rata-rata yang dihasilkan selama 4 hari pada Photovoltaic 200 WP sebesar 9,313%, pada Photovoltaic 100 WP sebesar 10,461 %, dan pada Turbin Angin sebesar 4,525 %. | Refers to the limitation of water in coastal dryland agrigulture, irrigation is needed by utilizing all existing water resources around, the using of diesel engine water pumps becomes inefficient and high-cost in the operation of horticulture irigation due to the high of fuel price.. Therefore, the solution to overcome it by using alternate energy, with electrical energy sourced from solar and wind power. The power of solar and wind are collected and converted into electrical energy to irrigate the land by using Photovoltaic and Wind Turbine devices. The Objectives of this Study are : (1) Designing Energy Sources of Hybrid Energy Sources of Solar and Wind Power. (2) Knowing the Performance and Efficiency of Solar Wind Energy Sources for Horticulture Irrigation in Coastal Areas.The analytic techniques in this study is using Descriptive Analytic, which describes the results of the experiment in the form of tables and graphs. The result obtained from experiments on Solar-Wind Electric Energy Source for 200 WP and 100 WP Photovoltaics produce Average Electricity in four days are 30,69 W and 18,08 W. The Wind Turbine Produce Average Electricity Power in 4 days are 1,26 W. The average efficience produced in 4 days for Photovoltaic 200 WP is 9,313 %, for Photovoltaic 100 WP is 10,461 %, and for the Wind Turbine is 4,525 %. | |
| 22305 | 28545 | E1A016204 | PENJATUHAN PIDANA PENJARA DIBAWAH ANCAMAN MINIMUM KHUSUS TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Putusan Nomor: 220/Pid.Sus/2017/PN Pwt) | Salah satu produk aturan pidana diluar kodifikasi yang menganut sistem minimum khusus adalah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 Tentang Narkotikan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomer 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Adanya ketentuan ancaman pidana minimum khusus, hakim tidak boleh menjatuhkan pidana penjara dibawah ancaman minimum khusus. Permasalahnnya dalam perkara tindak pidana narkotika yang diputus oleh Pengadilan Negeri Purwokerto yakni pada perkara Putusan Nomor: 220/Pid.Sus/2017/PN Pwt, majelis hakim justru menjatuhkan pidana kepada terdakwa dibawah ketentuan ancaman minimum khusus yang telah ditentukan undang-undang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penjatuhan pidana dibawah minimum khusus dalam Putusan Nomor: 220/Pid.Sus/2017/PN Pwt ditinjau dari teori pembuktian, teori pemidanaan, tujuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, asas legalitas (Nulla Poena Sina Lege), tujuan dibentuknya undang-undang dan untuk mengetahui pertimbangan hukum dalam Putusan Nomor: 220/Pid.Sus/2017/PN Pwt. Dalam penelitian hukum ini menggunakan pendekatan Undang – Undang, dan pendekatan kasus, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Dalam penelitian ini bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum yang telah dianalisis disajikan dalam bentuk uraian yang sistematis, logis, dan rasional. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penjatuhan pidana penjara dibawah minimum khusus dalam Putusan Nomor: 220/Pid.Sus/2017/PN Pwt bertentangan dengan tujuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, asas legalitas (Nulla Poena Sina Lege),dan tujuan dibentuknya undang-undang serta majelis hakim dalam menjatuhkan pidana penjara dibawah minimum khusus tidak memberikan pertimbangan yang cukup, sehingga pertimbangan hukum dalam Putusan Nomor: 220/Pid.Sus/2017/PN Pwt dapat dikategorikan sebagai putusan yang kurang cukup pertimbangan hukum (Onvoldoende Gemotiveerd). | One of the criminal code products outside the codification that adheres to a special jurisdiction is constitution number 22 of 1997 concerning narcotics as amanded by contitution number 35 of 2009 concerning narcotics. The provision of special minimum criminal threats the judge may not impose imprisonment under the special minimum threat. In this criminal problem which is decided by the Purwokerto District Court on decision number: 220/Pid.Sus/2017/PN Pwt, the panel of judges has convicted the defendant under the provisions of the special minimum threat that has been determined by law. The aim of this research is determine the criminal prosecution below the special minimum in Decision Number: 220 / Pid.Sus / 2017 / PN Pwt in terms of proof theory, idling theory, the purpose of Law Number 35 Year 2009, the principle of legality (Nulla Poena Sina Lege) , the purpose of legislation and to find out legal considerations in the Decision Number: 220 / Pid.Sus / 2017 / PN Pwt. In this legal research using the Law approach, and the case approach, with prescriptive research specifications. In this study the legal materials used consisted of primary legal materials and secondary legal materials. The analyzed legal material is presented in the form of a systematic, logical and rational description. Of the research on the results of the study, it can be concluded that the imprisonment below the specific minimum in Decision Number: 220 / Pid.Sus / 2017 / PN Pwt is contrary to the objectives of Law Number 35 Year 2009, the principle of legality (Nulla Poena Sina Lege), the purpose of legislation, and the panel of judges in imposing imprisonment below the specific minimum does not provide enough consideration so that legal considerations in Decision Number: 220 / Pid.Sus / 2017 / PN Pwt can be categorized as decisions that lack sufficient legal considerations (Onvoldoende Gemotiveerd ). | |
| 22306 | 24954 | C1B015018 | PENGARUH KONFLIK KERJA - KELUARGA, PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI, DAN KETERIKATAN KERJA TERHADAP KOMITMEN PROFESIONAL (Studi pada guru Sekolah Lembaga Pendidikan Istiqomah Sambas Purbalingga) | penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh konflik kerja-keluarga, persepsi dukungan organisasi, keterikatan kerja terhadap komitmen profesional guru lembaga pendidikan istiqomah sambas purbalingga. Penelitian ini mengambil responden berupa guru sekolah yang berada dibawah naungan lembaga pendidikan istomah sambas, yaitu berupa guru MI, SMP dan MA. Sampel yang didapatkan pada penelitian ini berjumlah 88 orang dengan menggunakan metode probability sampling dengan teknik pengambilan sampel berupa Proportional Random Sampling. Penelitian ini menggunakan alat analisis data berupa analisis regresi berganda. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh negatif antara konflik kerja-keluarga dengan komitmen profesional tetapi tidak signifikan. Kemudian pada hipotesis kedua terdapat pengaruh positif antara persepsi dukungan organisasi dengan komitmen profesional. Hipotesis ketiga juga mengindikasikan adanya pengaruh positif keterikatan kerja dengan komitmen profesional guru lembaga pendidikan istiqomah sambas Purbalingga. | This study deals with discussions about work-family conflict, perceptions of organizational support, work attached to the professional commitment of istiqomaheducational institutions sambas purbalingga. This study took respondents consisting of school teachers who are under the auspices of Sambas traditional educational institutions, namely MI, SMP and MA teachers. The sample obtained in this study was collected by 88 people using probability sampling method with sampling techniques using Proportional Random Sampling. This study uses data analysis using multiple regression analysis. From the results obtained can be concluded from the negative results between work-family conflict with professional commitment but not significantly. Next to the hypothesis The hypothesis of the hypothesis have also shown the existence of positive work attachments with the professional commitment of istiqomah Sambas Purbalingga educational institutions. | |
| 22307 | 24947 | I1B015037 | PENGARUH PEER GROUP SUPPORT TERHADAP SELF-CARE MANAGEMENT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI KECAMATAN KEMBARAN | Diabetes mellitus atau biasa disebut dengan DM merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang kejadiannya cukup tinggi. Penyakit DM akan menimbulkan komplikasi apabila penderita DM memiliki self-care management yang buruk. Komplikasi dapat dicegah dengan perawatan diri yang baik seumur hidup. Peningkatan perawatan diri DM ini dapat dibantu dengan metode peer group support. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peer group support terhadap self-care management pada penderita DM di Kecamatan Kembaran. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non randomized pretest-posttest with control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Responden penelitian ini adalah penderita DM di Puskesmas I Kembaran dan Puskesmas II Kembaran sebesar 27 responden (13 responden pada kelompok intervensi, 14 responden pada kelompok kontrol). Instrumen penelitian menggunakan Diabetes Self-Management Questionnaire. Terdapat perbedaan yang bermakna skor self-care management DM pre dan post peer group support dengan p 0,001 pada kelompok intervensi. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna skor self-care management DM pre dan post pada kelompok kontrol. Terdapat perbedaan yang bermakna skor self-care management DM sesudah peer group support antara kelompok intervensi dan kontrol dengan p 0,001. | Diabetes mellitus or commonly referred as DM is a non-communicable disease (PTM) which is have high prevalence. DM could cause complications if the patients have poor self-care management. Complications can be prevented with good personal care for life. Improvement of self-care management DM can be helped by the method of peer group support. Purpose the research to determine the effect of peer group support on self-care management in DM patients in Kembaran District. This study used a quasi experiment with a non randomized pretest-posttest with control group design. The sampling technique used purposive sampling. Respondents of this study were DM patients in Kembaran Health Center I and Kembaran II Health Center with 27 respondents (13 respondents in intervention group, 14 respondents in control group). The research instrument used Diabetes Self-Management Questionnaire. There was a significant differences in DM self-care management scores pre and post peer group support with p 0.001 in the intervention group. There was not significant differences in DM self-care management scores pre and post in the control group. There was a significant difference in mean DM self-care management after peer group support between the intervention and control groups with p 0.001. | |
| 22308 | 24955 | I1F017004 | ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN JATUH PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN POLI PENYAKIT DALAM RSUD WATES | ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN JATUH PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN POLI PENYAKIT DALAM RSUD WATES Nok Imroatul Azizah1, Rahmi Setiyani2, Agis Taufik3 ABSTRAK Latar Belakang : Komplikasi akut dan kronis pada lansia DM dapat menyebabkan kejadiam jatuh. Hal ini dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis dan meningkatnya beban biaya perawatan. Salah satu upaya perawat dalam pencegahan jatuh pada lansia DM adalah dengan mengkaji faktor risiko. Tujuan: Menganalisis faktor risiko yang paling mempengaruhi kejadian jatuh. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Responden berjumlah 60 orang dengan teknik consecutive sampling. Instrumennya adalah Short Portable Mental Status Questionaire (SPMSQ), Time Up and Go Test dan studi dokumentasi rekam medis. Analisa data bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil : Terdapat hubungan yang bermakna antara usia (p=0,001), fungsi kognitif (p=0,000), fungsi neuromuskuloskeletal (p=0,000), fungsi penglihatan (p=0,001) dan status gula darah (p=0,004) dengan kejadian jatuh. Faktor risiko yang paling mempengaruhi kejadian jatuh adalah fungsi kognitif dengan nilai OR = 132,416. Kesimpulan : Lansia DM dengan gangguan fungsi kognitif berisiko 132 kali lebih besar mengalami jatuh dibandingkan dengan yang tidak memiliki gangguan fungsi kognitif. Kata kunci : Lansia DM, faktor risiko, jatuh | RISK ANALYSIS ON THE FALLING INCIDENCE EXPERIENCED BY THE ELDERLY PATIENTS SUFFERING FROM DIABETES MELLITUS AT THE OUT PATIENT CARE POLI CLINIC INSTALLATION FOR INTERNAL DESEASES OF WATES REGIONAL PUBLIC HOSPITAL Nok Imroatul Azizah1, Rahmi Setiyani2, Agis Taufik3 ABSTRACT Background : Acute and chronic complication experienced by the elderly patients suffering from Diabetes Mellitus may cause the falling incidence resulting in physical and psychologial impacts, as well as the increasing nursing cost. One nursing effort to prevent the falling incidence by the elderly patients suffering Diabetes Mellitus is by analyzing the risk factors. Objective : Analyzing the risk factors mostly influence the falling incidence. Methodology : This research had employed a cross sectional method. 60 respondents were obtained using a consecutive sampling technique. The research instrument include Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ), Time Up and Go Test, and Medical Record Documentation study. The bivariate and multivariate data were respectively analyzed using chi-square test and logistic regression test. Result : There is significant relationship of age (p=0,001), cognitive function (p=0.000), neuromosculoskeleton function (p=0,000), vision function (p=0,001), and blood glucose status (p=0,004) with the falling incidence. The risk factor mostly influencing the falling incidence is cognitive function with the OR value = 132,416. Conclusion : The elderly patients suffering from Diabetes Mellitus with the cognitive function distrubance has 132 times greater to experience falling incidence than those with no cognitive function. Keywords : Elderly patients suffering from Diabetes Mellitus, risk factor, falling incidence. | |
| 22309 | 29024 | H1A016008 | ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS JARINGAN 4G LTE (LONG TERM EVOLUTION) MENGGUNAKAN METODE DRIVETEST BERDASARKAN BUSY HOUR DI PURBALINGGA | Komunikasi 5G sekarang sudah mulai dikembangkan di seluruh dunia namun karena belum di resmikan secara resmi. Teknologi 5G diprediksi di Indonesia baru bisa dirasakan sekitar 3-4 tahun mendatang 4G masih memegang peranan penting dalam komunikasi yang ada di Indonesia. Di Indonesia penggunaan akses internet menduduki peringkat 6 di seluruh dunia dalam hal penggunaan internet. Sebanyak 171,17 juta penduduk Indonesia telah terhubung dengan jaringan internet dari total populasi penduduk yang mencapai 264,14 juta orang.Dalam arsitektur LTE mengenal istilah the evolved UMTS terrestrial radio access network (E-UTRAN) yang merupakan nama lain dari base transceiver station pada GSM. eNodeB (evolved Node B) adalah antar muka jaringan LTE dengan pengguna. Perbedaan eNodeB dengan BTS maupun NodeB adalah kemampuannya untuk melakukan fungsi control sambungan dan handover. Karena banyaknya yang menggunakan internet secara bersamaan dalam satu waktu mengakibatkan penurunan kualitas jaringan 4G LTE. Istilah yang sering dalam penumpukan banyak user dalam satu waktu ialah busy hour. Untuk melihat kualitas jaringan tersebut digunakan suatu metode yaitu metode drivetest untuk melihat kualitas jaringan LTE suatu coverage area | communication has now begun to be developed throughout the world but because it has not been officially formalized. It is predicted that 5G technology in Indonesia will only be felt in the next 3-4 years 4G still plays an important role in communication in Indonesia.In Indonesia the use of internet access is ranked 6th worldwide in terms of internet usage. A total of 171.17 million people in Indonesia have been connected to the internet network of a total population of 264.14 million people. In LTE architecture we know the term evolved UMTS terrestrial radio access network (E-UTRAN) which is another name for the base transceiver station in GSM. eNodeB (evolved Node B) is an LTE network interface with users. The difference between eNodeB and BTS and NodeB is its ability to perform connection and handover control functions. Because many who use the internet simultaneously at one time result in a decrease in the quality of the 4G LTE network. A term that often builds up many users at one time is busy hour. To see the quality of the network, a drivetest method is used to see the quality of the LTE network of a covarege area. | |
| 22310 | 25905 | E1A014307 | PEMBERIAN BANTUAN HUKUM PARALEGAL BAGI KORBAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN (STUDI DI PPT-PKBGA KABUPATEN BANYUMAS) | Di Kabupaten Banyumas maraknya kejahatan yang terjadi pada perempuan memang dapat dikatakan cukup mengkhawatirkan bahkan menurut data dari Pusat Pelayanan Terpadu Penanganan Dan Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender Dan Anak Kabupaten Banyumas (selanjutnya disingkat dengan PPT - PKBGA), kejahatan terhadap perempuan pada setiap tahun masih tinggi sehingga dapat dikatakan bahwa Kabupaten Banyumas darurat kejahatan pada perempuan. Sehingga membuat PPT – PKBGA Kabupaten Banyumas bekerja lebih keras untuk dapat memberi perlindungan untuk perempuan yang tersangkut kasus - kasus pidana, salah satunya dengan cara memberi bantuan hukum pada korban perempuan tersebut melalui peranan paralegal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah Paralegal PPT – PKBGA. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti merupakan instrumen utama dalam melakukan penelitian yang dibantu oleh pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Triangulasi yang dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendampingan yang dilakukan Paralegal PPT – PKBGA berupa pendampingan litigasi dan non litigasi seperti pendampingan medis, psikologis dan yuridis. Faktor penghambat pelaksanaan pendampingan terbagi menjadi 2 hambatan yaitu hambatan internal seperti faktor sarana atau fasilitas yang terdiri dari keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan waktu, keterbatasan pendanaan dan belum adanya rumah aman (Shelter), dan hambatan eksternal seperti faktor hukum, penegak hukum, masyarakat, dan korban itu sendiri. | The rise of crime that occurs in women in Banyumas District is quite alarming, even according to data from the Integrated Service Center for Handling and Protection of Violence Victims Based on Gender and Children, Banyumas District (abbreviated as PPT - PKBGA), crime against women every year is still high so that Banyumas District is said to be an emergency crime against women. This causes PPT - PKBGA of Banyumas District to work hard to provide protection for women involved in criminal cases, one of them is by awarding law assistance to women victims through the role of paralegals. This research is a descriptive study using a qualitative approach. The subject of this research is PPT - PKBGA Paralegal. Data collection was carried out using observation, interview, and documentation techniques. Researcher is the main instrument in conducting research assisted by observation guidelines, interview guidelines, and documentation guidelines. Techniques used in data analysis are data reduction, data presentation, and conclusion making. Triangulation is carried out to explain the validity of the data using source and method triangulation. The research results showed that the Mentoring provided by the PPT - PKBGA Paralegals was litigation and non-litigation mentoring such as medical, psychological and juridical mentoring. There are 2 obstacles that inhibit the implementation of mentoring, namely internal constraints in the form of limited facilities, consisting of limited human resources, limited time, limited funding and the absence of safe houses (Shelter), as well as external constraints such as legal factors, law enforcement, the community, and the victims. | |
| 22311 | 24957 | H1B014025 | PEMODELAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2017 MENGGUNAKAN ANALISIS REGRESI SPASIAL | Penelitian ini membahas mengenai pemodelan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017 dengan menggunakan analisis regresi spasial. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu menganalisis variabel-variabel yang berpengaruh berdasarkan p-value hasil dari uji t pada model regresi linier berganda, membuat matriks pembobotan spasial dengan metode queen continguity, mengestimasi tiga model regresi spasial yaitu spatial autoregressive (SAR), Spatial Error Models (SEM), dan Spatial Autorregresive Moving Average (SARMA) serta terakhir yaitu menentukan model terbaik yang didasarkan pada nilai AIC yang minimum. Hasil analisis menunjukkan bahwa model regresi spasial terbaik adalah model SAR dengan variabel-variabel yang signifikan berpengaruh adalah angka partisipasi kasar sekolah menengah atas, tenaga kesehatan, dan upah minimum kabupaten. Semua variabel yang signifikan berpengaruh memiliki pengaruh yang positif terhadap IPM. Variabel yang memiliki pengaruh terbesar terhadap IPM adalah variabel tenaga kesehatan. | This research discussed about model of Human Development Index (HDI) in Central Java with spatial regression analysis. and identify variables that give significant influence. First, analyze the influence factors based on result of p-value from t test in multiple linear regression models. Then, made spatial weight matrix with queen continguity method. After that, estimate spatial regression models, namely spatial autoregressive (SAR), Spatial error models (SEM), and spatial autoregive moving average (SARMA) and choose the best model based on minimum AIC value. The results showed that SAR was the best spatial regression model and the significant variables was the gross enrollment rates at senior high schools, the health workers, and the district minimum wages. All of them that give positive influences. The variable that give biggest influence for HDI was the health workers. | |
| 22312 | 20827 | L1C016040 | POTENSI MANGROVE SEBAGAI PERANGKAP KARBON DI KAWASAN SEGARA ANAKAN, CILACAP MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL – 2A | Penelitian ini berjudul Potensi Mangrove sebagai Perangkap Karbon di Kawasan Segara Anakan, Cilacap Menggunakan Citra Satelit Sentinel – 2A. Segara Anakan, Cilacap merupakan kawasan yang memiliki hutan mangrove terluas di Pulau Jawa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui luasan dan kerapatan mangrove di Segara Anakan, Cilacap berdasarkan data citra Sentinel - 2A serta mengetahui potensi hutan mangrove di kawasan Segara Anakan sebagai perangkap karbon berdasarkan data citra Sentinel - 2A. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu metode pengolahan data citra satelit dan metode survei lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2019 Segara Anakan, Cilacap memiliki hutan mangrove seluas 5481,64 ha dengan kerapatan jarang sebesar 706,92 ha, kerapatan sedang sebesar 2526,80 ha, kerapatan lebat sebesar 2848,60 ha. Pemetaan kerapatan mangrove menggunakan Indeks NDVI dengan menghasilkan akurasi sebesar 86,92%. Hutan mangrove di Segara Anakan, Cilacap memiliki potensi untuk menyerap karbon sebesar 9,44 ton/ha. | This study is entitled Potential of Mangroves as Carbon Traps in Segara Anakan, Cilacap Using Sentinel - 2A Satellite Imagery. Segara Anakan, Cilacap is the largest mangrove forest in Java. The purpose of this study were to determined the area and density of mangroves in Segara Anakan, Cilacap based on Sentinel - 2A image data and to know the potential of mangrove forests in the Segara Anakan as carbon traps based on Sentinel - 2A image data. The method used in this study were divided into two methods, satellite image data processing methods and survey methods. The results showed that extent area of mangrove forest in 2019 is 5481,64 ha, with density of 706,92 ha in infrequent density, 2526,80 ha at medium density and 2848,60 ha at tight density. Mangrove density mapping using NDVI Index have an accuracy of 86,92%. Mangrove forests in Segara Anakan, Cilacap have potential carbon traps of 9,44 tons / ha. | |
| 22313 | 26117 | L1B015061 | PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura) MELALUI PAKAN TERHADAP JUMLAH TOTAL BAKTERI SALURAN PENCERNAAN IKAN NILA NIRWANA (Oreochromis niloticus) | Ekstrak daun kersen dapat digunakan sebagai bahan antibakteri yang ramah lingkungan. Zat aktif yang berperan sebagi antibakteri dalam daun kersen yaitu flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun kersen melalui pakan terhadap jumlah total bakteri saluran pencernaan ikan nila nirwana (Oreochromis niloticus) dan persentase bakteri menguntungkan seperti Bacillus dan Lactobacillus. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan individu. Perlakuan yang digunakan adalah pakan yang mengandung ekstrak dari simplisia 0 g/kg pakan, 7,5 g/kg pakan, dan 15 g/kg pakan. Ikan nila dipelihara selama 30 hari. Pengambilan sampel dilakukan pada hari ke 25 dan 30. Sampel yang diambil adalah usus bagian anterior, middle, dan posterior. Perhitungan bakteri dilakukan dengan metode Total Plate Count (TPC). Bakteri Gram positif yang didapat, diinokulasikan pada media selektif MRSA Bacillus dan Lactobacillus. Kemudian bakteri yang tumbuh dihitung proporsi dan komposisinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun kersen pada pakan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah total bakteri saluran pencernaan ikan nila (P>0,05). Tetapi, penambahan ekstrak daun kersen dari simplisia 15 g dapat meningkatkan persentase bakteri Bacillus spp 20,8% dan Lactobacillus spp 9%. | Kersen leaves extract can be used as an environmentally friendly antibacterial subtances. The active substance as an antibacterial in the kersen leaves are flavonoids. The purpose of this study was to determine the effect of addition of kersen leaves extract through feed on the total number of bacteria in the digestive tract of Nirwana tilapia (Oreochromis niloticus) and the percentage of beneficial bacteria such as Bacillus and Lactobacillus. Experimental method was used based Completely Randomized Design (CRD), 3 treatments and 5 individual replications. The treatment used was feed containing extracts from simplicia 0 g, 7.5 g, and 15 g / kg of feed. Tilapia was maintained for 30 days. Sampling was done on the 25th and 30th days. Samples anterior, middle, and posterior of intestines were taken. Calculation of bacteria was carried out using the Total Plate Count (TPC) method. Gram positive bacteria obtained were inoculated in selective media MRSA Bacillus and Lactobacillus. Then, bacteria that grows were calculated in proportion and composition. The results of this study indicate that the addition of kersen leaves extract to the feed did not significantly affect of the total number of bacteria in the digestive tract of tilapia (P> 0.05). However, the addition of kersen leaves extract from 15 g simplicia can increase the percentage of Bacillus spp 20,8% and Lactobacillus spp 9%. | |
| 22314 | 26149 | C1A015030 | ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN INDUSTRI KERUPUK DI KECAMATAN CIKONENG KABUPATEN CIAMIS | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada pemilik industri kerupuk yang berada di Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Industri Kerupuk Di Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel modal, tenaga kerja dan lama usaha terdahap pendapatan industri kerupuk di Kecamatan Cikoneng serta untuk mengetahui variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap pendapatan industri kerupuk di Kecamatan Cikoneng. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemilik industri kerupuk di Kecamatan Cikoneng. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu sebanyak 54 responden dengan penentuan sampel menggunakan sampel jenuh atau sensus. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi linear berganda (OLS) menunjukkan bahwa: (1) Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan, (2) Tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan, (3) Lama usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan, (4) Tenaga kerja merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap pendapatan. Implikasi dari simpulan diatas yaitu untuk meningkatkan pendapatan industri kerupuk diperlukannya adanya pendampingan tata cara pengelolaan modal serta bantuan mengenai permodalan dari pemerintah agar pengusaha kerupuk dapat mengembangkan usahanya. Untuk menambah hasil produksi perlu adanya penambahan tenaga kerja sehingga hasil produksi yang diperoleh akan bertambah dan berdampak pada pendapatan. Serta dengan lamanya menekuni usaha kerupuk diharapkan mampu memperluas pangsa pasar. | This research is a survey research on owners cracker industry in Cikoneng District Ciamis Regency. "Analysis Of Factors Affecting The Income Of The Crackers Industry In Cikoneng District, Ciamis District". The purpose of research to determine the effect of the variables of capital, labor and length of business on the income of the cracker industry in Cikoneng District and to find out the most dominant variables affecting the income of the cracker industry in Cikoneng District. The research population all owners creackers industry in Cikoneng distric. The sample in this research were 54 respondents taken by using censuses. Based on result of research and data analysis using multiple linear regression analysis (OLS) it has got conclusion: (1) Capital has a positive and significant effect on income, (2) Labor has a positive and significant effect on income, (3) Duration of business has a positive and significant effect on income, (4) Labor is the most dominant variable affecting income. The implication of the above conclusion is to increase the income of the cracker industry, it requires the assistance of capital management procedures and assistance regarding capital from the government so that cracker entrepreneurs can develop their business. To add to the production results there needs to be an increase in labor force so that the production results obtained will increase and have an impact on income. As well as the length of time to pursue cracker business is expected to expand market share. | |
| 22315 | 24958 | C1B015061 | ANALISIS PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO, GIRO WAJIB MINIMUM, LOAN TO DEPOSIT RATIO, NPL, DAN BOPO TERHADAP KINERJA BANK UMUM YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (2013-2017) | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Giro Wajib Minimum, Loan to Deposit Ratio, NPL, dan BOPO terhadap Kinerja Bank Umum yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (2013-2017)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel capital adequacy ratio, giro wajib minimum, loan to deposit ratio, non performing loan, dan biaya operasional pendapatan operasional berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank yang diproksikan dengan return on assets. Penelitian ini dilakukan selama periode 2013-2017. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan bentuk asosiatif untuk mengetahui pengaruh atau hubungan dari dua variabel atau lebih. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian ini. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 23 bank. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel dengan model Fixed Effect, untuk menganalisis data menggunakan software Eviews 10. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan koefisien determinasi yang disesuaikan, uji F statistik dan uji t statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capital adequacy ratio tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Kedua, giro wajib minimum tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Ketiga, loan to deposit ratio tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Keempat, non performing loan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Kelima, biaya operasional pendapatan operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Implikasi dari penelitian ini agar manajemen bank lebih memperhatikan besarnya nilai Non Performing Loan dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional. Selain itu, Bank Indonesia sebagai pembuat regulasi dapat terus melakukan perubahan secara berkala mengenai besaran kebijakan giro wajib minimum agar perbankan tidak merasa terbebani. | This research entitled "The Analysis of The Effect of Capital Adequacy Ratio, Reserve Requirements, Loan to Deposit Ratio, NPL, and OEOI on the Performance of Commercial Banks Listed in Indonesia Stock Exchange (2013-2017)". This study aims to determine whether the variable capital adequacy ratio, reserve requirements, loan to deposit ratio, non-performing loans, operating expenses operating income significant effect on bank profitability proxied by return on assets. This study was conducted during the period 2013-2017. This type of research is a quantitative research to determine the effect of associative form or relationship of two or more variables. The population in this study are all commercial banks listed on the Indonesia Stock Exchange during the period of this study. Methods of data collection in this study using purposive sampling method, in order to obtain 23 banks. This study uses panel data regression analysis with a model Fixed Effect, to analyze the data using software Eviews 10. Hypothesis testing is done by using the adjusted coefficient of determination, F test statistic and t test statistics. The results showed that the capital adequacy ratio does not affect the profitability. Second, the reserve requirements does not affect the bank's profitability. Third, the loan to deposit ratio does not affect the profitability. Fourth, non-performing loans have a significant negative effect on profitability. Fifth, operating expenses operating income have a significant negative effect on profitability. The implications of this study that the bank's management should pay more attention to the value of non-performing loans and operating expenses operating income. In addition, Bank Indonesia as the regulator can continue to make changes on a regular basis regarding the amount of reserve requirements policy, so banks should not feel burdened. | |
| 22316 | 24923 | C1A013047 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN INDUSTRI RUMAH TANGGA LOGAM DI DESA PESAREAN KECAMATAN ADIWERNA KABUPATEN TEGAL | Penelitian ini berjudul Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan industri rumah tangga logam di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal, jumlah tenaga kerja, lama usaha, dan e-commerce terhadap pendapatan industri rumah tangga logam di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, serta mengidentifikasi variabel yang paing berpengaruh. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitis dan pelaksanaannya menggunakan teknik survei. Populasi penelitian ini adalah pengrajin logam di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal dan dalam pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga didapatkan 75 responden. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa modal, jumlah tenaga kerja, dan lama usaha mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pengrajin logam sedangkan e-commerce mempunyai pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pendapatan pengrajin logam di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. Variabel yang paling berpengaruh terhadap pendapatan pengrajin logam di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal adalah modal. Implikasi dari kesimpulan di atas, sebagai upaya untuk terus meningkatkan pendapatannya, para pengrajin logam di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal perlu memprioritaskan berbagai kebijakan yang terkait dengan modal, jumlah tenaga kerja dan lama usaha. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan terus meningkatkan modal kerja secara tepat dan proporsional sesuai dengan skala usaha, pangsa pasar dan omset penjualan yang dicapai. Selain itu, para pengrajin logam di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal juga perlu menambah jumlah tenaga kerja yang memiliki keterampilan atau keahlian dalam bidang kerajinan logam agar dapat meningkatkan produktivitas. Selanjutnya, para pengrajin logam di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal juga harus mampu untuk terus menambah pengalaman usahanya, dan terus meningkatkan kemampuan dalam mengelola usahanya agar pendapatan dari usaha kerajinan logam yang dijalankan terus mengalami peningkatan. | This research entitled Factors that influence the income of metal household industry in Pesarean Village, Adiwerna District, Tegal Regency. This study aims to analyze the influence of capital, the number of workers, length of business, and e-commerce on the income of the metal household industry in Pesarean Village, Adiwerna District, Tegal Regency, and identify the most influential variables. The method of this research is analytical descriptive and its implementation uses survey techniques. The population of this study is metal craftsmen in Pesarean Village, Adiwerna District, Tegal Regency and in the sampling using the Slovin formula so that 75 respondents were obtained. The data analysis technique uses multiple linear regression with the Ordinary Least Square (OLS) method. The results of the analysis show that capital, the number of workers, and length of business have a positive and significant effect on the income of metal craftsmen while e-commerce has a positive but not significant effect on the income of metal craftsmen in Pesarean Village, Adiwerna District, Tegal Regency. The variable that most influences the income of metal craftsmen in Pesarean Village, Adiwerna District, Tegal Regency is capital. The implications of the conclusions above, as an effort to continue to increase their income, metal craftsmen in Pesarean Village, Adiwerna District, Tegal Regency need to prioritize various policies related to capital, the number of workers and the length of business. The ways that can be done include continuing to increase working capital appropriately and proportionally according to business scale, market share and sales turnover achieved. In addition, metal craftsmen in Pesarean Village, Adiwerna District, Tegal Regency also need to increase the number of workers who have skills or expertise in the field of metal crafts in order to increase productivity. Furthermore, metal craftsmen in Pesarean Village, Adiwerna Subdistrict, Tegal Regency must also be able to continue to add to their business experience, and continue to improve their ability to manage their businesses so that the income from the metal handicraft business will continue to increase. | |
| 22317 | 24959 | I1A015100 | Hubungan Faktor Internal dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah (NPB) pada Pekerja Pembuat Genting di Desa Jetis Kabupaten Purbalingga | Latar Belakang: Nyeri punggung bawah (NPB) adalah nyeri yang dirasakan pada daerah punggung bawah. Faktor internal yang mempengaruhi antara lain usia, masa kerja, kebiasaan olahraga, dan lain-lain. Pekerja pembuat genting berisiko mengalami NPB karena sikap kerja yang tidak ergonomis dan berulang-ulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor internal dengan keluhan NPB pada pekerja pembuat genting di Desa Jetis Kabupaten Purbalingga. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah pekerja pembuat genting di Desa Jetis. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden 64 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi Square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Variabel yang berhubungan adalah usia (0,032) dan masa kerja (0,000). Variabel yang tidak berhubungan adalah IMT (0,351), kebiasaan olahraga (1), kebiasaan merokok (1), lama kerja (0,503), beban kerja (0,482) dan sikap kerja (0,735). Simpulan: Variabel yang berhubungan adalah usia dan masa kerja. Untuk mengurangi keluhan NPB pekerja harus memperhatikan sikap kerja yang ergonomis | Background: Low Back Pain (LBP) is pain that felt at lower area of the back. Internal factor that often affect the LBP are age, work time, exercise habit, and many more. The roof-making laborers have a risk of suffering from LBP because of their work posture that is not ergonomically correct posture and exposed indefinitely. The purpose of this research is to determine the factor that correlate the internal factor with LBP complaints on roof-making laborers at Jetis Village Purbalingga District. Methods: This research was an observational analytic using cross sectional approach. The population is an roof-making laborers at Jetis Village. Sample taken with using simple random sampling with total of respondent is 64 people. Data collection was done using questionnaire. Data was analyzed using chi square test with 95% significancy. Results: Variables which correlates with LBP are age (0,032) and work period (0,000). Variables which not correlates with LBP are BMI (0,351), exercise habit (1), smoking habit (1), work time (0,503), work load (0,482) and work posture (0,735). Conclusion: Variables which correlates with LBP complaints are age and work period. To reduce NPB complaints laborers should pay attention to ergonomic work posture. | |
| 22318 | 24960 | F1C015061 | Strategi Pengemasan Pesan Kesehatan Persuasif Antara Tenaga Medis dengan Pasien TNI di Poliklinik Gigi Satkes Denma Mabes TNI Cilangkap, Jakarta | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengemasan pesan kesehatan yang digunakan kepada pasien TNI serta mendeskripsikan bentuk persuasif kesehatan yang dilakukan oleh tenaga medis di Poliklinik Gigi Satkes Denma Mabes TNI Cilangkap, Jakarta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori naratif yang dikemukakan oleh Walter Fisher, Barbara Sharf dan Lynn Harter dengan konsep Health Contexts yang dilakukan untuk mempersuasi sesorang dengan menggunakan cerita mengenai kesehatan yang dapat mendorong pada tindakan berperilaku hidup sehat yang baik, yang mana dalam konteks kajian ini merupakan kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah dalam menangani pasiennya, tenaga medis membangun kepercayaan dan kenyamanan melihat dari sisi dan sudut pandang pasien. Komunikasi yang digunakan oleh tenaga medis dalam menangani pasien TNI di Poliklinik Gigi Satkes Denma Mabes TNI menggunakan komunikasi dua arah dengan cara verbal dan non-verbal. Tenaga medis menggunakan cerita yang berhubungan dengan cerita nyata mengenai kesehatan kepada pasien dalam meyakinkan pasien dan mengubah perilaku hidup sehatnya ke arah yang lebih baik. | This research is aimed to analyze health message packaging strategies for military (TNI) patients and to describe the form of persuasive on health that carried out by medical personnel at Dental Polyclinic Satkes Denma Mabes TNI Cilangkap, Jakarta . This research is using narrative theory by Walter Fisher, Barbara Sharf and Lynn Harter with the concept of Health Contexts which is conducted to persuade someone by using stories about health that can encourage to have good health behavior that focus on dental and oral health. This study uses qualitative research methods with a case study model. The result of this research show that when dealing with patients, medical personnel build trust and comfort from the side and point of view of patients. Communication used by medical personnel in handling military (TNI) patients at Dental Polyclinic Satkes Denma Mabes TNI uses two-way communication that contains verbal and non-verbal communication. Medical personnel use stories that relate to real stories about health to patients in convincing them and changing their health behavior towards a better direction. | |
| 22319 | 38676 | K1C018014 | SINTESIS DAN KARAKTERISASI HIDROKSIAPATIT BERBASIS CANGKANG KERANG DARAH (Anadara Granosa) DENGAN VARIASI WAKTU PENGENDAPAN MENGGUNAKAN METODE PRESIPITASI | Hidroksiapatit merupakan salah satu biomaterial yang digunakan untuk implant tulang dan pengganti jaringan tubuh. Mineral kalsium fosfat yang dimiliki oleh hidroksiapatit digunakan dalam pengikatan jaringan tulang manusia. Sintesis hidroksiapatit dalam penelitian ini berbahan cangkang kerang darah (Anadara Granosa) menggunakan metode presipitasi dengan variasi waktu 0 jam dan 48 jam dengan prekursor Ca(OH)2 dan H3PO4. Karakterisasi untuk menentukan struktur dan ukuran kristal dilakukan uji X-Ray Diffraction (XRD) dan menentukan gugus fungsi dilakukan uji Fourier-Transform Infrared Spectrometer (FTIR). Serbuk hidroksiapatit memiliki struktur heksagonal dan ukuran kristalin variasi waktu pengendapan 0 jam dan 48 jam berturut-turut ialah 22,34 dan 28,11 nm. Pengujian FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi yang terbentuk pada hidroksiapatit. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa serbuk hidroksiapatit dengan metode presipitasi baik untuk mengikat jaringan tulang manusia sehingga cocok dijadikan sebagai kandidat biomaterial atau pengganti tulang manusia. | Hydroxyapatite is one of the biomaterials used for bone implants and body tissue replacement. The mineral calcium phosphate which is owned by hydroxyapatite is used in the binding of human bone tissue. The synthesis of hydroxyapatite in this study was made from blood clam shells (Anadara Granosa) using the precipitation method with variations of 0 hours and 48 hours with precursors Ca(OH)2 and H3PO4. Characterization to determine crystal structure and size was carried out by X-ray Diffraction (XRD) test and to determine functional groups by Fourier-Transform Infrared Spectrometer (FTIR) test. Hydroxyapatite powder has a hexagonal structure and crystalline size with variations in deposition time of 0 hours and 48 hours, respectively 22.34 and 28.11 nm with a degree of crystallinity of 4.71% and 15.65%. Lattice strain of hydroxyapatite powder with 0.0188% and 0.0034% deposition time of 0 hours and 0.0034% for 48 hours. FTIR testing showed that the functional groups formed were PO43-, OH-, and CO32- at wave number 563.21; 3448.72 and 717.52 cm-1 both variations of deposition time. This group identifies the presence of hydroxyapatite. The functional groups of PO43- and CO32- of both variations experienced a shift, so that the force constant values of PO43- for variations of 0 hours and 48 hours were 457.15 and 442.14 N/m-1. Meanwhile, the functional group force constant values of CO32- for the variation of 0 hours and 48 hours were 831.63 and 820.30 N/m-1. From the results of the study it can be concluded that hydroxyapatite powder using the precipitation method is good for binding to human bone tissue so that it is suitable as a biomaterial candidate or a substitute for human bone. | |
| 22320 | 24961 | E1A115074 | PENGKUALIFIKASIAN REKOMENDASI KOMISI APARATUR SIPIL NEGARA SEBAGAI KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA DI PERADILAN TATA USAHA NEGARA (Studi Putusan Nomor : 1/G/2016/PTUN-BL) | ABSTRAK Objek penelitian utama dalam penelitian ini adalah Putusan PTUN Bandar Lampung Nomor : 1/G/2016/PTUN-BL, pada penelitian ini akan diuraikan pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifikasikan surat keputusan yang dijadikan objek sengketa di PTUN dalam putusan tersebut, serta pertimbangan hukum hakim dalam menentukan keabsahan surat keputusan objek sengketa. Penggugat dalam perkara a quo adalah ialah 5 (lima) orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diwakili oleh M. Ridho, S.H., M.H., Frans Handrajadi, S.H. dan Yormel, S.H., sedangkan Tergugat adalah Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan objek gugatannya adalah Surat Keputusan Ketua KASN perihal laporan hasil pengawasan atas pengaduan masyarakat atas pelanggaran dalam pengangkatan dan pemberhentian PNS dalam dan dari Jabatan Struktural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendeketan analisis. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini, yaitu pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifikasikan surat keputusan berupa rekomendasi yang dijadikan objek gugatan Penggugat sebagai objek gugatan di PTUN adalah tidak tepat atau keliru, karena surat keputusan objek sengketa tidak bersifat final karenanya belum menimbulkan hukum apapun bagi Para Penggugat sehingga Para Penggugat tidak memiliki legal standing. Pertimbangan hukum hakim dalam menguji keabsahan surat keputusan objek sengketa yang didasarkan pada ketentuan Pasal 32 Undang-Undang ASN yang menyatakan Tergugat telah melampaui kewenangan adalah keliru, sebab berdasarkan Pasal 30 dan 120 ayat (4) Undang-Undang a quo dikeluarkannya surat keputusan objek sengketa merupakan kewenangan Tergugat. Kata kunci : rekomendasi, pengkualifikasian KTUN, legal standing, keabsahan KTUN. | ABSTRACT The main object of this research is Verdict Number 1/G/2016/PTUN-BL Bandar Lampung, this research will describe the consideration of the judges in qualify decision letter as object of dispute in civil service arbitration tribunal and the consideration of judges to examine validity of decision letter that becoming object of the lawsuit on this research. Plaintiff in this case is five member of civil state aparatus that represented by M. Ridho, S.H., M.H., Frans Handrajadi, S.H. and Yormel, S.H., while the defendant is chief of civil state aparatus commission and object of dispute is chief of civil state aparatus commission about report of supervision result based on public complaints of abuse in promotion and dismissal of civil state aparatus in and from strutural position. The research method used in this writing is normative legal research, with statue approach and analytical approach. The conclusion of this research is the judge has mistaken in qualify decision letter that content of recommendation as the object of dispute in civil service arbitration tribunal, because the decision letter is not final yet. Therefore, its not cause legal consequences for all the plaintiff and it makes the plaintiff didn’t have legal standing to claim. The consideration of judge in examine the validity of decision letter has mistaken too, because the judge used article 32 civil state aparatus act and assumed that defendant has did abuse of power, in the other hand based on article 30 and 120 civil state aparatus act explained that the decision letter which has been issued by the chief of civil state aparatus commission is one of their authority. Keywords : recommendation, qualify, legal standing, validity of decision letter |