Artikel Ilmiah : C1A015025 a.n. ENENG MIA SAPTARINI
| NIM | C1A015025 |
|---|---|
| Namamhs | ENENG MIA SAPTARINI |
| Judul Artikel | ANALISIS EFISIENSI SALURAN PEMASARAN JAMUR TIRAM DI KABUPATEN PURBALINGGA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga saluran pemasaran jamur tiram di Kabupaten Purbalingga yakni saluran I (petani-konsumen), saluran II (petani-pengepul desa-pedagang pengecer-konsumen), dan saluran III (petani-pengepul desa-pedagang besar-produsen pengolahan-konsumen). Pendapatan rata-rata yang diperoleh petani adalah sebesar Rp6.905.008,00 perbulan dengan rata-rata jumlah baglog yang dimiliki sebanyak 6.489 baglog. Margin pemasaran pada saluran pemasaran jamur tiram di Kabupaten Purbalingga masing-masng berbeda. Saluran I dengan margin pemasaran sebesar Rp6.081,00 perkilogram, saluran II dengan margin pemasaran sebesar Rp2.563,64 perkilogram, dan saluran III sebesar Rp35.700,00 perkilogram. Selain margin pemasaran, farmer’s share, biaya dan keuntungan pemasaran yang ada petani pada masing-masing saluranpun berbeda-beda yakni pada saluran I besar farmer’s share adalah 223,64 persen dengan biaya 3,62 persen dan keuntungan sebesar 96,38 persen, farmer’s share saluran II 78,39 persen dengan biaya sebesar 24,13 persen dan keuntungan sebesar 75,87 persen, saluran III farmer’s share sebesar 20,66 persen dengan biaya dan keuntungan sebesar 3,55 dan 96,45 persen. Efisiensi pemasaran jamur tiram di Kabupaten Purbalingga secara indeks efisiensi teknis saluran yang efisien adalah saluran II dengan indeks 8,02 sedangkan berdasarkan indeks efisiensi ekonomis adalah saluran III dengan indeks 27,13. Implikasi dari penelitian ini yaitu dalam penelitian ditemukan bahwa semakin pendek saluran pemasaran maka farmer’s share semakin besar. Oleh karena itu sebaiknya petani berupaya untuk memperpendek saluran pemasaran dengan memasukan aspek teknologi informasi dalam pemasarannya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The results of this study indicate that there are three marketing channels for oyster mushrooms in Purbalingga, namely channel I (farmers-consumers), channel II (farmers-village collectors-retailers-consumers), and channel III (village-collectors-wholesalers-processors-consumers). The average income earned by farmers is Rp6,905,008.00 per month with an average scale of 6,489 baglogs. Channel I performs a marketing margin of Rp6,081.00 per kilogram, channel II Rp2,563.64 per kilogram, and channel III Rp35,700.00 per kilogram. In addition to marketing margin, farmer's share, marketing costs and profit of farmers in each channel vary. In channel I, the share received by farmers is 223.64 percent at cost of 3.62 percent and a profit of 96.38 percent. At channel II, farmer's share is 78.39 percent at costs of 24.13 percent and profit of 75.87 percent. Channel III farmer's share is 20.66 percent with costs and profit of 3.55 and 96.45 percent, respectively. The marketing of oyster mushrooms in Purbalingga Regency based on technical efficiency, channel II is the most efficient with index 8,02, while based on the economic efficiency, channel III is the most efficient with an index of 27.13. The study found that the shorter the marketing channel, the greater the farmer’s share. Therefore the farmers and local government should take efforts to shorten the marketing channel. |
| Kata kunci | Pendapatan, saluran pemsaaran,margin pemasaran, farmer’s share, biaya pemasaran, keuntungan pemasaran, efisiensi pemasaran |
| Pembimbing 1 | Dr. Lilis Siti Badriah, S.E, M.Si |
| Pembimbing 2 | Istiqomah, S.E, M.Sc, Ph.D |
| Pembimbing 3 | Drs. H. Herman Sambodo, M.P |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 110 |
| Tgl. Entri | 2019-05-06 15:10:26.549162 |