Artikelilmiahs

Menampilkan 21.441-21.460 dari 50.172 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2144124251H1A015053RANCANG BANGUN DAN ANALISIS KINEMATIKA LENGAN ROBOT 3 DOF DENGAN KENDALI BLUETOOTH BERBASIS ARDUINO UNOTeknologi robot telah banyak diaplikasikan di dunia industri untuk membantu peran manusia. Namun demikian, dalam penerapannya masih banyak permasalahan misalnya proses pengendalian. Terlebih untuk industri yang mengandung benda benda berbahaya yang cara memindahkannya membutuhkan teknologi pemindah jarak jauh dari ruang kontrol. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan perancangan prototipe lengan robot yang dapat dikendalikan secara wireless menggunakan koneksi bluetooth. Untuk mendapatkan sistem yang optimal, dalam penelitian ini dilakukan analisis forward dan invers kinematik pada gerak sistem robot. Penelitian ini berisi sebuah desain lengan robot 3 DoF. Desain penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan gerakan sebenarnya dari robot industri. Lengan robot ini dirancang dengan aspek kinematik menggunakan forward kinematik dan inverse kinematik dengan menunjukkan gerakan dari setiap DoF. Berdasarkan penelitian dihasilkan nilai persentase error terendah berdasarkan hasil perhitungan kinematik terhadap pergerakan faktual lengan robot yang diambil dari keseluruhan percobaan yakni pada θ1=0.107% pada saat pengujian workspace minimum proyeksi planar, θ2=0.232% pada saat pengujian workspace minimum skalar dan θ3=0.094% pada saat pengujian workspace minimum skalar pada penerapan inverse kinematik ke dalam lengan robot serta penerapan forward kinematik pada robot lengan untuk mengetahui nilai koordinat Kartesian dari sudut yang dituju pada setiap sendi diperoleh hasil persentase error terendah berdasarkan hasil perhitungan kinematik terhadap pergerakan faktual lengan robot yang diambil dari keseluruhan percobaan yakni pada sumbu X = 0% pada saat pengujian workspace minimum proyeksi planar, pada sumbu Y = 0.067% pada saat pengujian data workspace maximum proyeksi skalar dan pada sumbu Z = 0.334% pada saat pengujian minimum proyeksi planar. Oleh karena itu dapat disimpulkan prototipe lengan robot hasil perancangan memiiki hasil kinerja yang cukup optimal. Robot technology has been widely applied in the industrial world to help the role of humans. However, in its implementation there are still many problems such as the control process. Especially for industries that contain dangerous objects that move them require remote transfer technology from the control room. Therefore in this study a prototype robot arm was designed that can be controlled wirelessly using a Bluetooth connection. To get the optimal system, in this study forward analysis and kinematic inverses on the motion of the robot system. This study contains a design of a DoF 3 robot arm. The design of this study aims to simulate the actual movement of industrial robots. This robot arm is designed with kinematic aspects using kinematic and inverse kinematic forward by showing the movement of each DoF. Based on the research, the lowest percentage error value is based on the results of kinematic calculations on the factual movements of robotic arms taken from the whole experiment at θ1 = 0.107% when minimum planar projection workspace testing, θ2 = 0.232% when scalar minimum workspace testing and θ3 = 0.094% when the scalar minimum workspace test on the application of kinematic inverse into the robotic arm and the application of kinematic forward on the arm robot to find out the Cartesian coordinate value from the intended angle in each joint, the lowest percentage error result is based on the factual movement of the robotic arm taken from the whole the experiment is on the X axis = 0% when the planar minimum projection workspace test, on the Y axis = 0.067% when testing the maximum scalar projection workspace data and on the Z axis = 0.334% when testing the minimum planar projection. Therefore, it can be concluded that the prototype of the robot arm is designed to have optimal performance results.
2144224252D1A015161PENGGUNAAN FERMEHERBAFIT ENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP KOLESTEROL DAN LEMAK HATI PADA AYAM SENTUL ABU JANTANTujuan penelitian adalah mengkaji penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan terhadap kolesterol dan lemak hati ayam sentul abu jantan. Materi penelitian terdiri dari 60 ekor ayam sentul abu jantan. Bahan pakan yang digunakan adalah bungkil kedele, tepung ikan, metionin, lysin, jagung, dedak padi, minyak, premix, kapur. Ransum disusun berdasarkan isoprotein dan isokalori dengan kandungan Protein 16% dan Energi Metabolik 2900 kkal/kg. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam sentul abu jantan. Perlakuan tersebut terdiri dari R0 : pakan basal/kontrol; R1 : pakan yang mengandung 2% fermeherbafit non enkapsulasi; R2 : pakan yang mengandung 2% fermeherbafit enkapsulasi; R3 : pakan yang mengandung 4% fermeherbafit enkapsulasi; R4 : pakan yang mengandung 6% fermeherbafit enkapsulasi. Data yang diperoleh menggunakan analisis variansi. Hasil rataan kolesterol hati dari perlakuan R0, R1, R2, R3, R4 berturut-turut adalah 168,30±25,49; 155,23±45,01; 157,73±19,81; 152,36±14,81; 147,64±14,83 dan rataan lemak hati dari perlakuan R0, R1, R2, R3, R4 berturut-turut adalah 10,04±0,95; 9,12±0,52; 9,38±0,50; 10,15±1,29; 9,99±0,91. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan pakan fermeherbafit enkapsulasi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kolesterol dan lemak hati ayam sentul abu jantan. Kesimpulan penelitian adalah penggunaan fermeherbafit enkapsulasi sampai dengan 6% dalam pakan menghasilkan kolesterol dan lemak hati ayam sentul abu jantan yang relatif sama.The aim of this study was to review the use of fermeherbafit encapsulation in feed on cholesterol and fatty liver in male sentul chickens. The research material consisted of 60 male sentul chickens. The feed ingredients used were soybean meal, fish meal, methionine, lysine, corn, rice bran, oil, premix, lime. The diet was based on isoprotein and isocalori with a protein content of 16% and metabolic energy of 2900 kcal/ kg. The study was carried out experimentally with maintenance using a completely randomized design (CRD), with 4 treatments and 5 replications, each replication consisted of 5 male sentul chickens. These treatments were R0 : controlled feed; R1 : feed with non encapsulated fermeherbafit of 2%; R2 : feed with encapsulation fermeherbafit of 2%; R3 : feed with encapsulation fermeherbafit of 4%; R4 : feed with encapsulation fermeherbafit of 6%. The data obtained was processed by variance analysis. The average results of cholesterol liver R0, R1, R2, R3, R4 were 168,30±25,49; 155,23±45,01; 157,73±19,81; 152,36±14,81; 147,64±14,83 and the average results of fatty liver R0, R1, R2, R3, R4 were 10,04±0,95; 9,12±0,52; 9,38±0,50; 10,15±1,29; 9,99±0,91. The results showed that the use of fermeherbafit encapsulation in feed had no significant effect (P> 0.05) on cholesterol and fatty liver of male sentul chicken. The conclusion of the study was that the use of encapsulation up to 6% in feed produced relatively similar effect on cholesterol and fatty liver of male sentul chicken.
2144325838A1D015210AGIHAN STATUS UNSUR HARA N TANAH DAN SERAPAN N OLEH TANAMAN PADI SAWAH DI KECAMATAN PATIKRAJA,
KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) mengetahui agihan unsur hara N di dalam tanah dan serapan N oleh tanaman padi sawah di Kecamatan Patikraja, (2) menentukan hubungan antar N total tanah dengan serapan N oleh tanaman dan hasil tanaman padi sawah di Kecamatan Patikraja, (3 )menentukan takaran pupuk N yang optimal untuk meningkatkan hasil tanaman padi sawah di Kecamatan Patikraja. Penelitian ini dilakukan di laboratorium tanah fakultas pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 sampai Maret 2019. Penelitian ini menggunakan metode survei. Analisis satuan lahan dilakukan dengan pendekatan analitik fisiografis yang mengelompokkan wilayah survei dalam satuan lahan berdasarkan persamaan wilayah administrasi, kelerengan, jenis tanah dan penggunaan lahannya. Deliniasi batas wilayahnya dilakukan dengan overlay (tumpang susun) peta kelerengan, peta jenis tanah, dan peta penggunaan lahan. Hasil analisis satuan lahan homogen. Variabel yang diamati yaitu 1) pH H2O, 2) pH KCL 3) DHL 4) Potensial redoks 5) C organik 6) N total tanah 7) C/N 8) N serapan dan 9) Hasil tanaman. Rekomendasi pupuk yang dapat diberikan yaitu pada SLH 1 yang memiliki harkat N sedang dapat diberi pupuk sebesar 111 kg N/ha atau setara dengan 108 kg Urea/ha dan di SLH 3 pada harkat sedang dapat diberi pupuk sebesar 47 kg N/ha atau setara dengan 102 kg Urea/haResearch aims to know (1) know the distribution of N nutrients in the soil and removals N by rice paddy crops in Kecamatan Patikraja, (2) determine the relationship between N total land with the absorption of N by plant and crop crops in the rice field Patikraja Subdistrict (3) determines the optimal dose of fertilizer N to increase the yield of rice paddy crops in the district of Patikraja.This research was conducted in the Laboratory of Agriculture faculty, University of General Sudirman. The study was conducted in December 2018 to March 2019. This research uses the survey method.Land unit analysis was conducted with a physiographic analytical approach that classify survey areas in land units based on the equation of administrative area, slope, soil type and the use of land.Deliniasi borders are carried out by overlay (overlapping) of the map, soil type map, and land use map.Results of homogeneous land unit analysis. The observed variable is 1) pH H2O, 2) pH KCL 3) DHL 4) Potential redox 5) C Organic 6) N total land 7) C/N 8) N uptake and 9) crop results.Recommendation of fertilizer that can be given that is in SLH 1 that has a harp can be given a fertilizer of 108 kg Urea/ha and in SLH 3 in the medium can be given fertilizer of 102 kg Urea/ha
2144424254A1L014041KETAHANAN PRODUKSI TIGA VARIETAS KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) YANG MENGALAMI CEKAMAN KEKERINGANPenelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tiga varietas kacang hijau pada tingkat cekaman kekeringan yang berbeda dan mengetahui pengaruh cekaman kekeringan terhadap produksi tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Oktober 2018 di Screen House dan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial. Faktor pertama adalah tiga varietas kacang hijau, yaitu varietas Kutilang, varietas Vima 2, dan varietas Vima 3. Faktor kedua adalah tingkat cekaman kekeringan, yaitu 100% kapasitas lapang, 75% air tersedia kapasitas lapang, dan 50% air tersedia kapasitas lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penurunan kadar air sampai dengan 75% kapasitas lapang belum berpengaruh terhadap pertumbuhan, tetapi penurunan kadar air sampai dengan 50% kapasitas lapang sudah menurunkan pertumbuhan. Penurunan kadar air sampai dengan 50% kapasitas lapang mampu menurunkan jumlah polong tanaman-1 sebesar 41,12%, bobot biji tanaman-1 sebesar 36,83%, dan bobot 100 biji sebesar 44,74%. Varietas Vima 3 mempunyai respon yang paling toleran terhadap kondisi cekaman kekeringan dibandingkan varietas Kutilang dan Vima 2. The research were aimed to study growth of three varieties of mungbean in different soil water content and to observe the effect of drought stress to yield of mungbean. This research was conducted in screen house and Agronomy and Horticultural Laboratory of Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University from March until October 2018. The research was arranged by Randomized Completely Block Design with 3 replications. The first factor consisted of three mungbean varieties, i.e. Kutilang, Vima 2, and Vima 3. The second factor consisted of soil water content, i.e 100% of field capacity, 75% of field capacity and 50% of field capacity. The results showed that decrease in water content up to 75% of field capacity had not effect to growth, but decrease in water content up to 50% of field capacity was able to increase growth and yield. The decrease in water content up to 50% of field capacity was able to reduce the number of pods was 41.12%, weight of bean was 36.83%, and weight of 100 bean was 44.74%. Vima 3 variety had the most tolerant response to drought stress conditions compared with Kutilang and Vima 2 varieties.
2144525839I1C015002Hubungan Karakteristik Pasien Dan Tingkat Pengetahuan Terhadap Manajemen Diri Pasien Prolanis Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas I Purwokerto Timur Abstrak
Manajemen diri merupakan kemampuan individu dalam mengelola kehidupan sehari hari yang bermanfaat untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi terutama pada penyakit yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan dan karakteristik terhadap manajemen diri pada pasien diabetes mellitus tipe 2 yang diukur menggunakan diabetes knowledge questionnaire (DKQ-24) dan diabetes self-management questionnaire (DSMQ) dan di analisis menggunakan uji pearson product momen. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahun dan pendidikan memiliki hubungan yang signifikan terhadap manajemen diri dengan nilai p≤0,005, sedangkan usia, jenis kelamin dan lama menderita tidak signifikan terhadap manajmen diri dengan nilai p≥0,005.
Abstract
Self management is an individual ability to manage daily life that is beneficial to reduce the risk of complications, especially in diseases requiring long-term treatment. This research aims to determine if there is a relationship between knowledge and characteristics of self management in patients with diabetes mellitus type 2 that is measured using diabetes knowledge Questionnaire (DKQ-24) and diabetes Self-management Questionnaire (DSMQ) and in analytics use a Pearson product test moment. The results showed that knowledge and education have a significant relation to self management with the value of p ≤ 0,005, while age, sex and old suffered insignificant to the management of self with the value of p ≥ 0,005.
2144624257G1A015003DETEKSI MUTASI GEN KRAS KODON 12 DAN 13 PADA PASIEN KARSINOMA KOLOREKTAL DI KABUPATEN BANYUMASMutasi pada gen KRAS memiliki peran yang cukup signifikan pada karsinogenesis karsinoma kolorektal, terutama pada kodon 12 dan 13. Metode skrining awal deteksi mutasi gen KRAS pada penegakkan diagnosis karsinoma kolorektal belum banyak dikembangkan di Indonesia, khususnya Kabupaten Banyumas. Oleh karena itu diperlukan kajian mengenai deteksi mutasi gen KRAS kodon 12 dan 13 untuk mengetahui faktor – faktor penyebab serta penanda karsinoma kolorektal pada tingkat molekuler. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran mutasi gen KRAS pada pasien karsinoma kolorektal di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan sampel yang diambil dari jaringan fiksatif formalin (FFPE) dengan metode total sampling sebanyak 43 pasien. Jaringan fiksatif formalin tersebut kemudian dilakukan proses pemurnian atau isolasi DNA lalu dilanjutkan proses amplifikasi menggunakan PCR dengan suhu denaturasi awal 95○C selama 4 menit, diikuti 30 siklus dari 95○C selama 30 detik, annealing 60○C selama 30 detik dan amplifikasi 72○C selama 30 detik, kemudian proses ekstensi final pada suhu 72○C dan suhu akhir penyimpanan 4○C. Setelah proses amplifikasi selesai, dilanjutkan dengan visualisasi produk PCR untuk melihat pita DNA menggunakan elektroforesis dengan gel agarose 2%. Hasil pengukuran konsentrasi DNA menggunakan fluorometer diperoleh rerata konsentrasi DNA stock senilai 264,95 μg/mL. Hasil visualisasi produk PCR tidak didapatkan pita DNA yang terbentuk. Penelitian profil mutasi gen KRAS tidak dapat disimpulkan karena sampel DNA memiliki kualitas yang buruk akibat adanya proses fragmentasi selama proses fiksasi formalin.KRAS gene mutations has a significant role in colorectal cancer carcinogenesis, especially in codons 12 and 13. Early screening method for detection of KRAS gene mutations in the diagnosis of colorectal carcinoma has not been widely developed in Indonesia, moreover in Banyumas. Therefore we need a study of it to determine the causative factors and markers of colorectal carcinoma at the molecular level. This study was conducted to describe the KRAS gene mutations of colorectal carcinoma patients in Banyumas Regency. It is a descriptive study with 43 patients’ samples taken from formalin-fixed paraffin-embedded (FFPE) tissues by using total sampling method. The FFPE was firstly carried out by purification or DNA isolation and then continued by amplification using PCR reaction conditions were as follows: initial denaturation at 95○C for 4 minutes, 30 cycles of 95○C for 30 seconds, annealing at 60○C for 30 seconds, amplification at 72○C for 30 seconds, then followed by final extension at 72○C and the final storage temperature is 4○C. After the amplification process is complete, the process then continued by visualizing PCR products to see the DNA bands using 2% agarose gel electrophoresis. DNA concentration was measured by fluorometer and obtain DNA stock concentration’s mean is 264,95 μg/mL. The results of PCR products visualizations does not show any bands of DNA was formed. Research on the profile of the KRAS gene mutations cannot be concluded because DNA samples have poor quality due to the fragmentation process during the formalin fixation method.
2144724259A1L112029APLIKASI METABOLIT SEKUNDER DUA ISOLAT Trichoderma harzianum TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA
MANGGA LEPAS PANEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan dan pengaruh metabolit sekunder dua isolat Trichoderma harzianum yaitu isolat jahe dan bawang merah secara tunggal maupun gabunganya, dalam menekan penyakit antraknosa pada mangga lepas panen. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mulai Desember 2017 sampai Maret 2018. Penelitian menggunakan uji in vitro dan uji in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap masing-masing enam ulangan dan empat perlakuan, terdiri atas kontrol, metabolit sekunder T. harzianum isolat bawang merah, jahe serta gabungan isolat jahe dan bawang merah. Variabel pengamatan meliputi masa inkubasi, luas serangan, intensitas penyakit, warna, rasa, tekstur, aroma, tingkat kekerasan, dan kadar gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe, bawang merah, dan gabungannya tmampu menekan pertumbuhan patogen in vitro masing-masing sebesar 21,48;20,68, dan 20,77% , menekan luas serangan in vivo masing-masing sebesar 85,56; 85,67 dan 89,56%, serta menekan intensitas penyakit masing-masing sebesar 36,11; 34,72 dan 26,38%. Perlakuan metabolit sekunder T. harzianum berpengaruh terhadap aroma dan rasa, tetapi tidak berpengaruh terhadap kesegaran. Metabolit sekunder T. harzianum isolat bawang merah lebih baik dibandingkan isolat jahe dan isolat gabungan.
This research aimed to study the effectiveness and influence of the secondary metabolites derived from two Trichoderma harzianum isolates, i.e., ginger and shallot isolates either alone or in combination, in suppressing antracnose in harvested mango. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from December 2017 to March 2018. Completely Randomized Design was used in in vitro test and Randomized Block Design was used in in vivo one with each six replicates and four treatments consisted of control, secondary metabolites of T. harzianum onion isolate, ginger isolate, and their combination. Variables observed included incubation period, attack area, disease intensity, color, taste, texture, aroma, level of hardness, and sugar content. Result of the research showed that secondary metabolites of T. harzianum ginger isolate, shallot isolate, and their combination could suppress growth of the pathogen in vitro by 21,48; 20,68; and 20,77%, respectively, attack area by 85,56; 85,67; and 89,56, respectively, and the disease intensity by 36,11; 34,72; and 26,38%, respectively. The secondary metabolites of T. harzianum affected the mango fruit taste and smell, but it did not affect the freshness. Nevertheless, T. harzianum secondary metabolites of shallot isolates was better than ginger and combined isolates.
2144824260G1G014014PENGARUH GEL EKSTRAK DAUN TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L) TERHADAP KADAR BASIC FIBROBLAST GROWTH FACTOR (bFGF) PADA PENYEMBUHAN LUKA PASCAINSISI GINGIVA TIKUS WISTAR JANTAN Tindakan insisi merupakan salah satu tindakan bedah yang sering dilakukan oleh dokter gigi. Insisi mengakibatkan luka pada jaringan yang kemudian memicu tubuh untuk melakukan penyembuhan luka. Proses penyembuhan luka melibatkan beberapa mediator inflamasi, salah satunya yaitu basic Fibroblast Growth Factors (bFGF). BFGF merupakan protein pemicu terbentuknya fibroblas dan meningkatkan proses angiogenesis dengan cara meningkatkan suplai darah untuk menutrisi faktor pembentukan jaringan baru. Daun tapak liman memiliki senyawa aktif antioksidan, antiinflamasi, dan antiulseratif yang dapat menstimulasi proses angiogenesis sehingga akan mempercepat pembentukan kolagen pada jaringan yang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak daun tapak liman dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10% terhadap kadar bFGF pada proses penyembuhan luka pascainsisi gingiva tikus wistar. Jenis penelitian ini adalah laboratoris eksperimental dengan rancangan posttest-only control group design dan menggunakan 40 ekor tikus Rattus norvegicus galur wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok besar, yaitu kelompok kontrol sehat (K0), kontrol negatif (K1), perlakuan gel ekstrak daun tapak liman konsentrasi 2,5% (P1), 5% (P2), dan 10% (P3). Setiap kelompok diambil gingiva pada hari ke-5 dan hari ke-8 dan dilakukan pemeriksaan kadar bFGF menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p<0,05). Terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan 2 dan 3 dengan kelompok kontrol negatif (p<0,05), namun tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan 1 dengan kelompok kontrol negatif (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak daun tapak liman konsentrasi 5% dan 10% dapat mempengaruhi kadar bFGF pada penyembuhan luka pasca insisi gingiva tikus wistar.The incision is surgery procedure commonly applied by dentist. Incision caused injury to blood vessel in tissue and induced the body to do wound healing process. Wound healing involved inflamation mediators, one of them is basic Fibrobalst Growth Factors (bFGF). bFGF is a protein molecule to induce formation of fibroblast and stimulates angiogenesis process therefore increase total of blood vessels to distribute nutrients new tissues. Tapak Liman leaves have antioxidant, antiinflamation, and antiulserative compounds that stimulates angiogenesis process therefore accelerate formation of colagen in damages cells. Purposes of this study was to determine the effect of extract gel of Tapak Liman leaves in various concentration 2.5%, 5%, and 10% on bFGF levels in wound healing process in post-gingival wound incision of rats wistar. The study was experimental laboratory with posttest-only control group design, using 40 male rats Rattus norvegicus wistar strain that separated into 5 groups, healthy control group (K0), negative control group ((K1), treatment groups of 2,5% gel extract concentration (P1), 5% (P2), and 10% (P3). In each group, supernatant gingiva fluid samples were taken in the day fifth and eighth to examine the bFGF levels using ELISA method. The results showed that there was significant differences amongst treatment groups (p<0.05). The results also showed that there was significant differences amongs group 2 and 3 with negative control group (p<0.05). However, there was no significant differences between treatment group 1 and negative control group (p>0.05). Following this study was concluded that extract gel of Tapak Liman leaves on concentration 5% and 10% were affected on bFGF levels increase in wound healing post-gingiva incision of rats wistar.
2144924261C1C013107PENGARUH KEBUTUHAN INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP MINAT USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH UNTUK MENERAPKAN SAK EMKM (Studi pada UMKM di Kota Purwokerto)SAK EMKM ditujukan bagi para pelaku usaha ataupun entitas agar lebih memfasilitasi usahanya dengan laporan keuangan sebagai sumber informasi keuangan. Dengan upayanya sebagai penyedia laporan keuangan bagi UMKM yang masih berkembang yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi keuangan untuk mendukung perkembangan ekonomi daerah hingga Negara. Diterbitkan per 1 Januari 2018, SAK EMKM diharapkan memiliki pengaruh yang baik pada pelaku usaha terkait dengan pencatatan hingga pelaporan keuangan yang terdiri atas Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Kemudahan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha atas kompetensi terkait usahanya terhadap laporan keuangan. Maka dari itu, peneliti ingin meneliti pengaruh kebutuhan informasi akuntansi terhadap minat UMKM untuk menerapkan SAK EMKM.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kebutuhan informasi akuntansi terhadap minat UMKM untuk menerapkan SAK EMKM. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM yang terdaftar pada Katalog Produk Unggulan Kab. Banyumas di Kota Purwokerto. Sampel terdiri dari 45 pelaku usaha yang telah dipilih dengan menggunakan teknik sensus. Penelitian ini menggunakan software SPSS dan Microsoft Excel. Alat analisis yang digunakan adalah uji Goodness of Fit dan Analisis Regresi Linier Sederhana.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap minat UMKM untuk menerapkan SAK EMKM. Dengan faktor pembantunya yaitu, usia, jenis kelamin, jenis usaha, tingkat pendidikan, jumlah karyawan, dan posisi dalam usaha yang dijelaskan secara deskriptif sebagai informasi tambahan dalam penelitian ini.
SAK EMKM are intended for business purpose or entities to facilitate their business with financial statements as a source of financial information. With its efforts as a provider of financial reports for MSMEs that are still developing in accordance with the principles of financial accounting to support the economic development of the region to the State. Published as of January 1, 2018, SAK EMKM is expected to have a good influence on business actors related to recording to financial reporting consisting of Financial Position Reports, Profit and Loss Statements and Notes to Financial Statements. The convenience is expected to be able to help business actors with competencies related to their business to financial statements. Therefore, the researcher wants to examine the effect of accounting information needs on the interest of MSMEs to implement SAK EMKM.
The purpose of this study was to analyze the effect of accounting information needs on the interest of MSMEs to implement SAK EMKM. The population in this study were MSMEs registered in the Kab. Banyumas in Purwokerto City. The sample consisted of 45 business actors who had been selected using census techniques. This study uses SPSS and Microsoft Excel software. The analytical tool used is the Goodness of Fit test and Simple Linear Regression Analysis.
The results of this study indicate that the need for accounting information has a positive effect on the interest of MSMEs to implement SAK EMKM. With the help factor, namely, age, gender, type of business, level of education, number of employees, and position in the business described descriptively as additional information in this study.
2145024262E1A014093ANALISA PENERAPAN HUKUMAN MATI DI INDONESIA ATAS PENGEDAR NARKOBA MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (STUDI TENTANG KASUS DUO BALI NINE)Pasal 3 Deklarasi Universal HAM 1948 (Universal Declaration of Human Rights/UDHR) menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kehidupan, kemerdekaan, dan keamanan pribadi. Pada kasus ini, terdapat dua warga negara Australia bernama Andrew Chan dan Myuran Sukumaran (duo Bali Nine) yang pada 29 April 2015 telah dieksekusi mati di Indonesia dan menyebabkan masyarakat Australia menentang tindakan tersebut karena dianggap telah melanggar Pasal 3 UDHR. Sejak 2015, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sudah menyatakan perang terhadap narkoba, beliau menggunakan hukuman mati untuk perang melawan narkoba.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan peraturan perundangan dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dengan inventarisasi data sekunder. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan hukuman mati ditinjau dari hukum internasional dan hukum nasional Indonesia serta untuk mengetahui penerapan hukuman mati untuk tindak pidana narkoba di Indonesia dalam kasus duo Bali Nine menurut hukum internasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 2-3/PUU-V/2007 memutuskan bahwa hukuman mati pada UU No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika tidak bertentangan dengan hak hidup yang dijamin UUD 1945 dan Pasal 3 UDHR 1948. MK menegaskan Pasal 6 ayat 2 Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik 1966 (ICCPR) menyediakan ruang bagi penjatuhan hukuman mati khusus terhadap kejahatan yang paling serius, dan Indonesia mengkategorikan kejahatan narkoba sebagai kejahatan yang paling serius. Pada konteks ini, Indonesia memiliki kewajiban untuk mematuhi Konvensi Tunggal Narkotika 1961 dan Konvensi Internasional tentang Pemberantasan Peredaran Ilegal Narkotika dan Psikotropika 1988 yang telah diratifikasi oleh Indonesia dalam bentuk UU Narkotika. Dengan demikian, penerapan hukuman mati terhadap kasus duo Bali Nine tidak bertentangan dengan hukum internasional dan hukum nasional.
Article 3 Universal Declaration of Human Rights 1948 (UDHR) states that everyone has the right to life, independence and personal security. In this case, there were two Australian citizens named Andrew Chan and Myuran Sukumaran (duo Bali Nine) who were executed in Indonesia on 29 April 2015 and caused Australians to oppose the action because they were considered to have violated Article 3 of the UDHR. Since 2015, the President of the Republic of Indonesia Joko Widodo has declared war on drugs, he uses the death penalty for the war on drugs.
This study uses the regulatory approach method and case approach. The research specifications used are analytical descriptive. The method of data collection uses library research with a secondary data inventory. The aim to be achieved in this study is to find out the regulation of the death penalty in terms of international law and Indonesian national law and to find out the application of the death penalty for drug offenses in Indonesia in the case of the duo Bali Nine according to international law.
The results showed that based on the Decision of the Constitutional Court (MK) No. 2-3 / PUU-V / 2007 decided that the death penalty in Law No. 22 of 1997 concerning Narcotics does not conflict with the life rights guaranteed by the 1945 Constitution and Article 3 UDHR 1948. The Constitutional Court affirms Article 6 paragraph 2 of the International Covenant on Civil and Political Rights 1966 (ICCPR) providing space for the specific death penalty serious, and Indonesia categorizes drug crime as the most serious crime. In this context, Indonesia has an obligation to comply with the Single Convention on Narcotic Drugs 1961 and United Convention Against Illict Traffic in Narcotic Drugs and Psychotropic Subtances 1988 which have been ratified by Indonesia in the form of Narcotics Law. Thus, the application of the death penalty to the duo Bali Nine case does not conflict with international law and national law.
2145124263G1A015011HUBUNGAN ANTARA GDP DAN GD2PP DENGAN MIKROALBUMINURIA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2Latar belakang : Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemik. DM tipe 2 disebabkan karena berkurangnya sekresi insulin atau penurunan fungsi kerja insulin maupun keduanya. Pengendalian kadar glukosa darah harian berupa pengontrolan GDP dan GD2PP berkaitan dengan komplikasi mikrovaskuler akibat DM. Pemeriksaan kadar mikroalbuminuria sebagai petanda awal dari komplikasi nefropati diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara GDP dan GD2PP dengan mikroalbuminuria pada pasien DM tipe 2.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden sebanyak 40 pasien DM tipe 2 yang memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel darah vena 3cc sebanyak 2 kali untuk pemeriksaan GDP dan GD2PP metode enzimatik serta mengumpulkan sampel urin tampung 24 jam untuk pemeriksaan mikroalbuminuria metode fluorescence immunoassay. Hubungan antar variabel dianalisis dengan uji korelasi Spearman.
Hasil : Hasil penelitian dengan uji korelasi Spearman didapatkan hubungan antara kadar GDP dan GD2PP dengan mikroalbuminuria (p=0,037; 0,029) dengan kekuatan korelasi yang lemah (r=0,332; 0,346). Rerata kadar GDP, GD2PP, dan mikroalbuminuria adalah sebesar 202,52 mg/dl, 326,45 mg/dl, dan 42,69 mg/24jam.
Kesimpulan : Terdapat hubungan bermakna antara GDP dan GD2PP dengan mikroalbuminuria pada pasien DM tipe 2.
Background : Diabetes Mellitus (DM) is a group of metabolic diseases with hyperglycemic characteristics. Type 2 DM is caused by reduced insulin secretion or a decrease in insulin function or both. Daily blood glucose level control in the form of controlling FBG and 2HPPG is related to microvascular complications due to DM. Examination of microalbuminuria is the initial marker of complications of diabetic nephropathy. The aim of this study was to determine the correlation between FBG and 2HPPG with microalbuminuria in type 2 DM patients.
Method : This study used an observational analytic method with cross-sectional approach. Respondents were 40 patients with type 2 diabetes mellitus who examined themselves to First Level Health Facilities in Banyumas. 3cc venous blood sampling taken twice to examined their FBG and 2HPPG with enzymatic methods and collected 24-hour urine samples to examined their microalbuminuria with fluorescence immunoassay method. The correlation between variables was analyzed by the Spearman correlation test.
Results : The results of the study with the Spearman correlation test showed a correlation between FBG and 2HPPG with microalbuminuria (p=0.037; 0.029) with weak correlation strength (r=0.332; 0.346). The mean levels of FBG, 2HPPG, and microalbuminuria are 202.52 mg/dl, 326.45 mg/dl, and 42.69 mg/24 hours.
Conclusion : There is a significant correlation between FBG and 2HPPG with microalbuminuria in type 2 DM patients.
2145224264G1H013029HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU HIGIENE PENJAMAH MAKANAN DI INSTALASI GIZI
RSUD DR. SOESELO SLAWI
Penyelenggaraan makanan di rumah sakit yang higiene dan sehat menjadi prinsip dasar di Instalasi Gizi dan menunjang proses kesembuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan penjamah makanan dengan perilaku penjamah makanan dalam mengolah makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soeselo Slawi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah seluruh penjamah makanan di Instalasi Gizi RSUD dr. Soeselo Slawi berjumlah 23 orang. Analisis bivariat yang digunakan pada penelitian adalah uji Rank Spearman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan penjamah makanan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soeselo Slawi termasuk dalam kategori baik 60,9% dan perilaku higiene kategori baik 39,1%. Karakteristik umur penjamah makanan sebagian besar berumur 40-49 tahun sebanyak 11 orang, berjenis kelamin perempuan 19 orang, tingkat pendidikan mayoritas SMA atau SMK 14 orang, dan lama bekerja > 10 tahun 16 orang. Hasil uji Rank Spearman, diperoleh p value 0,510. Oleh karena nilai p value >0,05; maka H0 diterima, artinya tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku higiene penjamah makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soeselo Slawi.Food management in hospital where hygiene and sanitarian become basic principles in nutrition installation and support patients healing process. The research aims to determine the correlation between knowledge of food handlers and the behavior of food handlers in nutrition installation of RSUD dr. Soeselo Slawi. This quantitative research uses a cross sectional approach. The research subjects were food handlers in the Nutrition Installation of RSUD dr. Soeselo Slawi with total 23 people. The bivariate analysis used in the study was the Rank Spearman test. The results of the study indicate that knowledge of food handlers in RSUD dr. Soeselo Slawi appertain to good 60,9% and good hygiene behavior 39,1%. The age characteristics of food handlers are mostly 40-49 years old with total 11 people, female 19 people, majority education level of high school or SMK 14 people, and length of work >10 years 16 people. the results of the Spearman rank test, p value 0,510 was obtained. because p value >0,05;  then H0 accepted, meaning there are no correlation between knowledge with hygiene behavior of food handler in nutrition installation at RSUD dr. Soeselo slawi.
2145324256D1E014001PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN NPK TERHADAP TINGGI TANAMAN DAN JUMLAH DAUN RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) DEFOLIASI KE-3Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian kombinasi level pupuk kandang dan NPK yang optimum ditinjau dari tinggi tanaman dan jumlah daun rumput odot. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah tanaman rumput odot defoliasi ke-3 yang awalnya ditanam pada total lahan seluas 278 m2 dengan luas setiap petak atau unit adalah 5 m2 serta jarak tanam 0,75 m x 0,35 m sehingga dibutuhkan 720 batang stek rumput odot, 270 kg pupuk kandang, 2,5 kg pupuk NPK. Metode yang digunakan adalah eksperimen pola faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah pupuk kandang yang terdiri dari K0 : pupuk kandang 0 kg/5m2, K 1: pupuk kandang 7,5 kg/5m2, K2: pupuk kandang 15 kg/5m2 dan faktor kedua adalah pupuk NPK (M) yang terdiri dari M0 : pupuk NPK 0 g/5m2, M1 : pupuk NPK 37,5 g/5m2, M2 : pupuk NPK 75 g/5m2 dan M3 : pupuk NPK 112,5 g/5m2. Peubah yang diukur adalah tinggi tanaman dan jumlah daun rumput odot defoliasi ke-3. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa interaksi antara kombinasi pupuk kandang dan NPK berpengaruh tidak nyata (P>0,05), sedangkan pemberian pupuk kandang berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun rumput odot, pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun rumput odot. Pengaruh tunggal pupuk kandang dan NPK dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun secara signifikan. Perlakuan interaksi pupuk kandang dan NPK tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun rumput odot.The purpose of the study was determined the optimum level of manure and NPK combination in terms of height plant and number of leaves of dwarf grass. The material used in the study was the third defoliation dwarf grass plant which was initially planted in a total area of 278 m2 with an area of each plot or unit of 5 m2 and a spacing of 0.75 mx 0.35 m so that 720 stems of dwarf grass cuttings were needed, 270 kg of manure, 2.5 kg of NPK fertilizer. The method used was factorial pattern experiment with a randomized blok design. The first factor was manure consisting of K0: manure 0 kg/5m2, K1: manure 7,5 kg/5m2, K2: manure 15 kg/5m2 and the second factor was NPK (M) fertilizer which consists of M0 : NPK fertilizer 0 g/5m2, M1: NPK fertilizer 37,5 g/5m2, M2: NPK fertilizer 75 g/5m2 and M3: NPK fertilizer 112,5 g/5m2. The variables measured were height plant and number of leaves of third defoliation. The results of the analysis of variance showed that the interaction between the combination of manure and NPK was not significant effect (P>0.05), while the manure application was highly significant effect (P<0.01) on height plant and number of leaves, NPK fertilizer was significant effect (P<0.05) of height plant and number of leaves of dwarf grass. The single effect of manure and NPK can significantly increased height plant and number of leaves. Interaction between manure and NPK was not significant effect on height plant and number of leaves dwarf grass.
2145425841D1A015058BOBOT DAN TEBAL KERABANG TELUR ITIK YANG DIBERI PROBIOTIK
RABAL DAN RABAL PLUS
Penelitian berjudul “Bobot dan Tebal Kerabang Telur Itik yang diberi Probiotik Rabal dan Raba Plus” dilaksanakan mulai tanggal 17 Desember 2018 sampai dengan 5 Januari 2019, bertempat di KTTI Berkah Abadi, Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan probiotik rabal dan rabal plus terhadap bobot dan tebal kerabang telur itik. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 600 ekor itik Tegal yang dibagi menjadi 24 petak kandang yang masing-masing diisi 25 ekor, telur itik, pakan, probiotik rabal dan rabal plus. Bahan pembuatan probiotik terdiri dari ragi, air kelapa, gula, bakteri asam laktat (Lactobacillus casei, Lactobacillus bulgaricus, Streptococus thermopillus). Peralatan yang digunakan yaitu tempat minum dan tempat pakan, mikrometer digital dan timbangan analitik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan dasar yaitu Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Peubah yang diamati yaitu bobot kerabang dan tebal kerabang telur itik Tegal. Berdasarkan hasil penelitian, rataan bobot kerabang telur itik Tegal berkisra antara 8,73 g – 10,20 g. Rataan tebal kerabang telur itik Tegal yaitu berkisar antara 0,50 mm – 0,60 mm. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan probiotik rabal dan rabal plus pada ransum itik Tegal tidak memberikan pengaruh yang nyata (P > 0,05). The study entitled "The Weight and Thickness of Duck Egg Shells with dietary supplementation of Rabal and Rabal Plus Probiotics" was conducted from December 17, 2018 to January 5, 2019, at KTTI Berkah Abadi, Pesurungan Lor Village, Margadana District, Tegal, Central Java. This study aims to examine the effect of the addition of rabal and rabal plus probiotics on the weight and thickness of duck egg shells. The material used in the study was 600 Tegal ducks which were divided into 24 cage plots, each filled with 25, duck eggs, feed, rabal and rabal plus Probiotics. The ingredients used for probiotics consisted of yeast, coconut water, sugar, lactic acid bacteria (Lactobacillus casei, Lactobacillus bulgaricus, Streptococus thermopillus). The equipment, used were drinkers and feeders, digital micrometers and analytical scales. This research was conducted using an experimental method with a basic design, namely Completely Randomized Design with 6 treatments and 4 replications. The variables observed were eggshell weight and thickness of Tegal duck eggshell. Based on the results of the study, the average weight of Tegal duck eggshells were between 8.73 g - 10.20 g. The thickness of Tegal duck eggshell was between 0.50 mm - 0.60 mm. The results of the analysis of variance showed that the addition of rabal and rabal plus probiotics to Tegal duck rations had no signifikant effect (P > 0.05).
2145524265C1A014066ANALISIS USAHATANI DAN STRATEGI PEMASARAN
PEMBIBITAN LADA DI DESA DAWUHAN WETAN
KECAMATAN KEDUNG BANTENG KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini berjudul “Analisis Usahatani dan Strategi Pemasaran Pembibitan Lada di Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Banyumas”. Latar belakang penelitian ini yaitu lada sebagai salah satu komoditas subsektor perkebunan yang memiliki banyak manfaat dan prospektif di pasar internasional karena menyumbang devisa yang cukup besar. Selain itu permintaan akan bibit unggul untuk tujuan produksi dalam negeri dan memenuhi permintaan produksi lada unggul mendorong petani untuk membudidayakan pembibitan lada. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis keuntungan, karakteristik pasar, struktur pasar, saluran pemasaran dan formulasi strategi dari usahatani pembibitan lada di Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Responden yang diambil dalam penelitian ini adalah petani pembibitan lada yang berjumlah 51 responden dan pedagang sejumlah 7 responden. Metode untuk menentukan jumlah sampel yaitu simple random sampling untuk responden petani dan snowball sampling untuk responden pedagang.
Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan pendapatan dan keuntungan serta R/C Ratio menunjukkan bahwa usahatani pembibitan lada menguntungkan dan efisien untuk dijalankan dengan keuntungan rata-rata petani setiap bulannya yaitu sebesar Rp1.666.736,00 dan nilai R/C Ratio yang diperoleh sebesar 1,94. Untuk analisis menggunakan metode Structure, Conduct, Performance (SCP), dapat diketahui bahwa dalam perhitungan CR4 diperoleh nilai konsentrasi sebesar 30,52% yang mana menunjukkan bahwa struktur pasar usahatani pembibitan lada adalah pasar oligopoli longgar. Sementara dalam perilaku pasar, belum ada regulasi mengenai harga atau kesepakatan harga antar petani/pedagang sehingga yang terjadi adalah tingginya persaingan harga antara petani. Dalam kinerja pasar, terdapat 4 saluran pemasaran dalam usahatani pembibitan lada ini. Selain itu dalam perhitungan marjin pemasaran dan farmer’s share, petani mendapatkan keuntungan maksimum dan memperoleh bagian terbesar pada saluran pemasaran IV serta nilai elastisitas transmisi harga yang diperoleh sebesar 0,76 persen. Posisi pemasaran usahatani pembibitan lada dalam matriks internal eksternal (IE Matrix) adalah pada kondisi grow dan build.
Implikasi dari kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah petani harus meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan usahatani. Selain itu petani hendaknya membentuk atau mengaktifkan kembali organisasi/kelompok tani agar usahatani berjalan secara kolektif dan mengurangi persaingan antar petani. Berdasarkan posisi pemasaran usahatani pembibitan lada pada matriks IE, formulasi strategi yang dapat diambil yaitu strategi integrasi vertikal dan/atau strategi intensif.
This reseacrh entitled "Farming Analysis and Marketing Strategy for Pepper Nursery in Dawuhan Wetan Village, Kedung Banteng District, Banyumas Regency". The background of this reseacrh is pepper as one of the commodities of the plantation subsector that has many benefits and is prospective in the international market because it contributes considerable foreign exchange. In addition, the demand for superior seeds for domestic production purposes and meeting the demand for superior pepper production encourages farmers to cultivate pepper nurseries. The purpose of this research is to analyze profits, market characteristics, market structure, marketing channels and strategy formulations from pepper nursery farming in Dawuhan Wetan Village, Kedung Banteng District, Banyumas Regency. This research using qualitative and quantitative methods. Respondents in this study were pepper nursery farmers, totaling 51 respondents and traders as many as 7 respondents.
Based on the results of this research, the calculation of income and profits and the R/C Ratio shows that pepper nursery farming is profitable and efficient to run with the average profit of the farmers each month which is equal to Rp1,666,736.00 and the R/C ratio obtained is 1, 94. For analysis using the Structure, Conduct, Performance (SCP) method, it can be seen that in the calculation of CR4 a concentration value of 30.52% is obtained which indicates that the market structure of pepper nursery farming is a loose oligopoly market. While in market conduct, there are no regulations regarding prices or price agreements between farmers/traders, so there is high price competition between farmers. In market performance, there are 4 marketing channels in this pepper nursery. In addition, in calculating marketing margins and farmer's share, farmers get the maximum profit and obtain the largest portion in the marketing channel IV and the value of the transmission elasticity of prices obtained is 0.76 percent. The marketing position of pepper nursery farming in the internal external matrix (IE Matrix) is at grow and build conditions.
The implication from the conclusions obtained from this research is that farmers must improve their skills, knowledge, and ability to increase productivity and farming profits. In addition, farmers should form or reactivate farmer organizations/groups so that farming runs collectively and reduces competition among farmers. Based on the marketing position of pepper nursery farming in the IE matrix, the formulation of strategies that can be taken is vertical integration strategies and/or intensive strategies.
2145624267A1L014176EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK BEBERAPA TANAMAN BUAH
DI KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk beberapa tanaman buah di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga, (2) mengetahui faktor-faktor pembatas yang berpengaruh terhadap kesesuaian lahan untuk beberapa tanaman buah di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan pertanian di Kecamatan Karangreja. Analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan Laboratorium Tanah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. Waktu pelaksanaan pada bulan Juni sampai September 2018. Metode dalam penelitian ini adalah survei. Analisis satuan lahan dilakukan dengan pendekatan analitik fisiografis yang menghasilkan 13 satuan lahan. Pada setiap satuan lahan diambil 3 titik sampel. Pada setiap titik pengamatan sampel tanah terganggu diambil pada kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm kemudian dikompositkan. Variabel yang diamati adalah karakteristik lahan atau kualitas lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian wilayah Kecamatan Karangreja terdapat lahan seluas 2.001,5 Ha (26,87 %) yang cukup sesuai (S2) untuk budidaya tanaman apel dan alpukat. Lahan seluas 2.889,7 Ha (38,79 %) sesuai marginal (S3) untuk budidaya tanaman nanas, durian dan alpukat dengan faktor pembatas temperatur, curah hujan, kelerengan dan N total. Terdapat lahan seluas 987,5 Ha (13,26 %) yang tidak sesuai untuk budidaya tanaman apel, nanas dan strawberi dengan faktor pembatas kelerengan.This research aimed: (1) determine the land suitability for some fruit plants in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency, (2) find out the limiting factors that affect the land suitability for some fruit plants in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency. This research was carried out in agricultural land in Karangreja Subdistrict. Soil analysis was carried out at the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University Purwokerto and Laboratory of Soil Science Yogyakarta Agricultural Technology Assessment Center. The research was conducted from June to September 2018. The method in this research was survey. Land unit analysis was carried out using physiographic analytic approach which resulting 13 land units. In each land units were taken three sample points. Each sample consisted of disturbed soil sample which was collected from a depth of 0-20 cm and 20-40 cm than mixed to get composite soil sample. The variables observed were land quality and characteristic. The results showed that there were 2.001,5 Ha (26,87 %) land area which adequately suitable for cultivation of apple and avocado. 2.889,7 Ha (38,79 %) which marginally suitable for cultivation of pineapple, durian and avocado with limiting factors temperature, rainfall, slope and total N. There was also 987,5 Ha (13,26 %) land area which not suitable for cultivation of apple, pineapple and strawberry with limiting factors slope.
2145725984C1B015060ANALISIS SISTEM ANRIAN PADA PELAYANAN POLI UMUM PUSKESMAS KARANGLEWASPuskesmas merupakan sarana pelayanan kesehatan yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan, salah satunya di wilayah Kecamatan Karanglewas. Pada Puskesmas karanglewas terdapat suatu permasalah dimana para pasien yang datang harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan suatu pelayanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui tingkat optimalisasi jumlah fasilitas pelayanan pada poli umum, 2) mengetahui perbedaan biaya antara total biaya pada fasilitas sesungguhnya dengan total biaya pada fasilitas yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada Puskesmas Karanglewas pada tanggal 24 April – 08 Mei 2019. Struktur antrian pada penelitian ini ada Single Chanel Multi Phase dimana terdapat lebih dari satu pelayanan yang dilakukan secara berurutan dalam beberapa tahap. Metode analisis data yang digunakan adalah menghitung waktu rata-rata, menghitung jumlah fasilitas pelayanan yang optimal, dan menghitung biaya total. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan 1 loket pendaftaran dan 1 poli umum dirasa belum optimal, jumlah fasilitas yang optimal yaitu sebanyak 3, yang dibuktikan dengan perhitungan 0,045 ≤ 0,808 ≤ 0,887. Puskesmas perlu menambah 2 fasilitas pelayanan lagi agar dapat mengurangi adanya waktu tunggu. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara total biaya pada fasilitas sesungguhnya (Rp 24.773) dengan total biaya pada jumlah fasilitas yang optimal (Rp 24.682).Puskesmas is a health service facility that is responsible for carrying out health development, one of which is in the Karanglewas District. At Karanglewas Health Center there is a problem where patients who come have to wait long enough to get a service. The purpose of this study is to 1) determine the level of optimization of the number of service facilities in general poly, 2) to know the difference in costs between the total cost of the actual facility and the total cost at the optimal facility. This research was conducted at the Karanglewas Health Center on April 24 - May 8, 2019. The structure of the queue in this study was Single Multi Channel Multi Phase where there were more than one service performed sequentially in several stages. The data analysis method used is calculating the average time, calculating the optimal number of service facilities, and calculating the total cost. The results of this study indicate that with 1 registration counter and 1 general poly it is considered not optimal, the optimal number of facilities is as much as 3, as evidenced by the calculation of 0.045 ≤ 0.808 ≤ 0.887. Puskesmas need to add 2 more service facilities in order to reduce the waiting time. The results of this study also show that there is a difference between the total cost of the actual facility (Rp. 24,773) and the total cost of the optimal number of facilities (Rp. 24,682).
2145824268F1I014008PERAN AL JAZEERA SEBAGAI ALAT DIPLOMASI PUBLIK QATAR DI KAWASAN GULF COOPERATION COUNCIL (GCC)Penelitian ini membahas tentang bagaimana upaya Qatar menggunakan media kepemilikannya yaitu Al Jazeera sebagai alat diplomasi publik dalam mencapai kepentingan nasional Qatar di kawasan Gulf Cooperation Council (GCC) yang terdiri dari enam negara termasuk Qatar di teluk Arab yaitu Yaman, Uni Emirate Arab, Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain.
Dalam penelitian ini peneliti berfokus pada bagaimana Al Jazeera melalui program-programnya dan pemberitaanya terhadap suatu isu di Timur Tengah merefleksikan sikap politik Qatar, Al Jazeera menjadi alat bagi Qatar untuk merepresentasikan citra baru Qatar pasca kudeta di tahun 1995 sebagai negara Arab yang tidak konservatif dan reformis, hal ini juga berkaitan dengan visi dan misi Emir Qatar Sheikh Hamad.
Pada peristiwa Arab Spring. Pada saat revolusi berlangsung di Mesir, Tunisia, Libya, dan Yaman dukungan akan pro revolusi datang dari Qatar, hal ini dibarengi oleh pemberitaan Al Jazeera yang mendukug revolusi di negara-negara tersebut. Hal berbeda terjadi ketika Bahrain juga mengalami gejolak namun Qatar mengambil sikap politik yang kontra terhadap revolusi yang terjadi di Bahrain, dan secara bersamaan Al Jazeera abai dengan peristiwa yang terjadi di Bahrain.
This research examines about Qatar’s endeavor in using its semi private media Al Jazeera as a instrument of public diplomacy in achieving its national interest in Arabian Peninsula or also known as Gulf Cooperation Council (GCC). Within the research is focused on how Al Jazeera through its programs and its coverage towards an issue in Middle East reflecting Qatar’s political stance, Despite the government of Qatar always came with a claim that Al Jazeera is an independent media but when Arab Spring occurred in middle east, Qatar declared its support to the uprising of democracy. Al Jazeera simultaneously became the media who aggressively covering the story of revolution around middle east, but when it comes to Bahrain which is Qatar’s stance toward Bahrain is an exception, Al Jazeera tend to silence on it.
2145924270E1A014171TRANSAKSI E-PURCHASING ANTARA OFFICESTORE.CO.ID DENGAN LEMBAGA PEMERINTAH (SUATU KAJIAN TERHADAP LAHIRNYA PERJANJIAN, KEWAJIBAN, DAN HAK PARA PIHAK)ABSTRAK
Judul:

TRANSAKSI E-PURCHASING ANTARA OFFICESTORE.CO.ID DENGAN LEMBAGA PEMERINTAH (SUATU KAJIAN TERHADAP LAHIRNYA PERJANJIAN, KEWAJIBAN, DAN HAK PARA PIHAK)

Oleh :
Galang Lazuardi
E1A014171

Penelitian ini bertujuan menganalisis kapan lahirnya perjanjian dalam transaksi E-Purchasing yang terjadi antara Officestore.co.id dengan Lembaga Pemerintah.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah kapan saat lahirnya perjanjian dalam transaksi E-Purchasing dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan menggunakan data sekunder dengan menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Data disajikan secara sistematis, dan analisis data dilakukan secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, perjanjian transaksi E-Purchasing dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah lahir pada saat kedua belah pihak menyutujui harga akhir dari sebuah negosiasi yang dilakukan didalam sistem digital.

Kata kunci: Perjanjian, Transaksi E-Purchasing, Pemerintah.
ABSTRACT
Title:

E-PURCHASING TRANSACTIONS BETWEEN OFFICESTORE.CO.ID WITH GOVERNMENT INSTITUTIONS (A STUDY ON THE BIRTH OF THE AGREEMENT, OBLIGATIONS, AND RIGHTS OF PARTIES)

By:
Galang Lazuardi
E1A014171


This study aims to analyze when the agreement was born in the E-Purchasing transaction that occurred between Officestore.co.id and Government Institutions.
The problem in this study is when the birth of the agreement in the E-Purchasing transaction in the procurement of goods and services of the government. This study uses a normative juridical approach and uses secondary data using primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. Data is presented systematically, and data analysis is done qualitatively normatively.
Based on the results of research and discussion, the E-Purchasing transaction agreement in the procurement of government goods and services was born when both parties agreed to the final price of a negotiation carried out in a digital system.

Keywords: Agreement, E-Purchasing Transaction, Government.
2146024233C1A014045Analisis Pendapatan dan Tingkat Kesejahteraan Keluarga Pedagang Kaki Lima Makanan dan Minuman di Obyek Wisata Pantai Suwuk Kabupaten Kebumen.Penelitian ini berjudul “Analisis Pendapatan dan Tingkat Kesejahteraan Keluarga Pedagang Kaki Lima Makanan Dan Minuman Di Obyek Wisata Pantai Suwuk Kabupaten Kebumen”. Pada tahun 2016 sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa negara nomor empat setelah minyak dan gas bumi. Banyak daerah di Indonesia yang membuka tempat-tempat wisata baru, termasuk Kabupaten Kebumen. Pantai Suwuk di Kabupaten Kebumen menjadi salah satu obyek wisata yang paling ramai dikunjungi oleh wisatawan. Hal tersebut membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar yaitu dengan cara berdagang di area obyek wisata Pantai Suwuk. Namun pendapatan yang diperoleh pedagang jumlahnya tidak menentu karena pengunjung yang datang biasanya hanya ramai di waktu-waktu tertentu saja, misalnya saat hari libur. Berdasarkan fenomena tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis hubungan antara modal usaha, tingkat pendidikan, lama usaha, dan jumlah tenaga kerja dengan pendapatan pedagang kaki lima makanan dan minuman di obyek wisata Pantai Suwuk Kabupaten Kabumen. 2) Menganalisis tingkat kesejahteraan keluarga pedagang kaki lima makanan dan minuman berdasarkan standar garis kemiskinan Kabupaten Kebumen.
Penelitian ini menggunakan metode penggabungan data sekunder dan data primer dalam pengumpulan data. Data primer diperoleh melalui penyebara kuesioner terhadap 53 responden. Alat analisis yang digunakan yaitu Tabulasi Silang (Crosstab), Uji Chi Kuadrat, dan perbandingan pendapatan perkapita perbulan dengan standar Garis Kemiskinan.
Berdasarkan hasil analisis menggunakan Uji Chi Kuadrat diperoleh hasil bahwa variabel modal usaha dan tingkat pendidikan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel pendapatan. Sedangkan variabel lama usaha dan jumlah tenaga kerja mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel pendapatan pedagang. Semua keluarga pedagang kaki lima sudah bisa dikatakan sejahtera atau tergolong dalam keluarga tidak miskin karena pendapatan perkapita perbulan sudah berada diatas standar Garis Kemiskinan Kabupaten Kebumen.
Implikasi dari kesimpulan tersebut yaitu seorang pedagang makanan dan minuman di Pantai Suwuk harus lebih meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya terhadap selera konsumen serta melakukan inovasi terhadap dagangan mereka. Pedagang kaki lima makanan dan minuman di Pantai Suwuk juga diharapkan untuk semakin giat bekerja untuk memperoleh penghasilan yang semakin besar. Karena apabila penghasilan semakin besar makan tingkat kesejahteraan keluarganya akan meningkat. Dinporawisata diharapkan segera melakukan pembenahan dan perbaikan terhadap kios-kios pedagang yang rusak setelah terjadi gelombang pasang air laut.
This research took the title "Analysis of Income and Welfare level of Family Street Vendors Food and Beverage in Suwuk Beach Tourism Area, Kebumen Regency". In 2016 the tourism sector became the country's fourth foreign exchange contributor. Many regions in Indonesia are opening new tourism destinasion, including Kebumen Regency. Suwuk Beach in Kebumen Regency is one of the most visited tourists. This has a positive impact on the economy of the community by trading in the tourist area of Suwuk Beach. However, income obtained by vendors is uncertain because tourists who come are usually only crowded at certain times, for example during holidays. The purpose of this research is 1) Determine correlation of business capital, education level, enterprise term, and workers with income from street vendors food and beverage in the Suwuk Beach tourism area, Kabumen Regency. 2) Determine the family welfare level street vendors food and beverage based on standard poverty line in the Kebumen Regency.
This research uses a method of combining secondary data and primary data in data collection. Primary data was obtained through the distribution of questionnaires to 53 respondents. Analysis tools that used is Cross-Tabulation (Crosstab) analysis and Chi Square Test, and comparison of monthly per capita income with the standard Poverty Line.
Based on the results of the analysis using the Chi Square Test, the results show that the business capital variable and education level have not a significant correlation with the income variable. While enterprise term and number of workers have a significant correlation with the street vendors income. All families of street vendors can be said to be prosperous or classified as non-poor because monthly per capita income is above the standards Poverty Line in the Kebumen Regency.
The implication of this research there are is that street vendors of food and beverage at Suwuk Beach must further improve their skills and knowledge of consumer tastes and innovate their products. Street vendors of food and beverage at Suwuk Beach are also expected to be more active in working to get greater income. Because if your income gets bigger, your family's welfare level will increase. Dinporawisata Kebumen Regency is expected to immediately make improvements and repairs to vendors stalls which are damaged after a wave occurs.