Artikelilmiahs

Menampilkan 21.401-21.420 dari 50.172 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2140126092A1F015027PENGUJIAN BEBERAPA JENIS PENGAWET NIRA TERHADAP STABILITAS SIFAT FISIKOKIMIA GULA KELAPA CETAK DI DESA KARANGGADUNG, KECAMATAN PETANAHAN, KEBUMENNira kelapa merupakan bahan baku utama dalam pembuatan gula kelapa. Nira kelapa mudah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas mikroba. Kerusakan dapat dicegah dengan penambahan bahan pengawet pada saat proses penyadapan. Pengawet nira yang biasa digunakan di masyarakat dapat berupa pengawet alami dan sintetis. Penggunaan jenis pengawet yang berbeda memungkinkan menghasilkan gula kelapa cetak dengan sifat fisikokimia yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui pengaruh jenis pengawet nira terhadap sifat fisikokimia gula kelapa cetak; 2) mengetahui jenis pengawet nira yang dapat memberikan mutu terbaik terhadap sifat fisikokimia gula kelapa cetak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor yang dicoba yaitu jenis pengawet nira (J) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : natrium metabisulfit (J1); kapur + kayu nangka (J2); kapur + kulit buah manggis (J3); TANGKIS (J4). Variabel yang diamati pada penelitian ini mencakup variabel fisikokimia. Data variabel fisikokimia dianalisis dengan menggunakan Uji F pada taraf 5%, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test pada taraf 5 Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pengawet nira yang berbeda menghasilkan nilai intensitas browning, tekstur objektif, kadar air, kadar gula reduksi, dan kadar sukrosa gula kelapa cetak yang berbeda, namun nilai pada variabel total padatan tidak terlarut dan kadar abu gula kelapa cetak menunjukkan tidak adanya perbedaan yang nyata. Jenis pengawet TANGKIS menghasilkan gula kelapa cetak dengan mutu terbaik terhadap sifat fisikokimia.

Kata Kunci : gula kelapa cetak, jenis pengawet nira, nira, sifat fisikokimia.
Coconut Nira is the main raw material in making coconut sugar. Coconut Nira is easily damaged by microbial activity. Damage can be prevented by adding preservatives during the tapping process. Nira preservatives commonly used in the community can be both natural and synthetic preservatives. The use of different types of preservatives allows producing printed coconut sugar with different physicochemical properties. This research aims to: 1) to know the effect of nira preservatives on the quality of printed coconut sugar of physicochemical properties; 2) to know the types of nira preservatives that can provide the best quality of the physicochemical properties of printed coconut sugar. This research uses the group's random design. The test factor is the type of preservative Nira (J) consisting of 4 levels: Sodium metabisulfite (J1); Lime wood jackfruit (J2); Lime mangosteen bark (J3); TANGKIS (J4). The variables observed in this study include physicochemical variables. Physicochemical variable Data is analyzed using Test F at 5%, if significantly different, will be followed by the test of the Dunn's Multiple Range Test at level 5. The results showed that different types of preservatives produce browning intensity values, objective textures, moisture content, reduced sugar levels, and different levels of printed coconut sugar sucrose, but the value of the total solid variable was not dissolved and the ash content of printed coconut sugar showed no significant differences. This type of TANGKIS produces printed coconut sugar with the best quality of physicochemical properties.

Keywords: printed coconut sugar, Nira preservatives, nira, physicochemical properties
2140224224H1F014004Geologi dan SIstem Panas Bumi Daerah Cipari Dan Sekitarnya Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Jawa TengahKeberadaan manifestasi mata air panas dipermukaan mengindikasikan keberadaan potensi sistem panas bumi pada daerah penelitian . Daerah penelitian berada di desa Cipari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi dan manifestasi panasbumi yang ada pada daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya observasi lapangan, pemetaan geologi detail, analisis geokimia air panas bumi,dan penggunaan metode gaya berat pada daerah tersebut. Morfologi daerah penelitian termasuk kedalam perbuktian struktural antiklin dan vulkanik lava. Satuan batuan yang ada di daerah penelitian yaitu Satuan Batupasir-batulempung, dan Lava. Struktur yang berkembang di daerah penelitian yaitu lipatan antiklin, dan sesar mendatar kanan. Terdapat manifestasi panas bumi yang bersuhu sekitar 45 oC dan juga terdapat kemunculan mata air . Dari hasil analisis geokimia air panas bumi daerah penelitian didapatkan hasil jenis air yang termasuk pada air klorida. Air panas bumi yang berada di daerah penelitian berasal dari reservoir. Sistem panas bumi daerah penelitian diinterpretasikan merupakan sistem dominan air dengan sistem terputar dan sistem tersimpan pada sistem low relief. Sumber panas pada sistem panas bumi ini berasal dari tekanan struktur geologi yang ada di daerah penelitian serta pembebanan batuan sedimen. Mata air panas Cipari diduga merupakan zona upflow sistem panas bumi. Data medan gravity total yang diperoleh dikoreksi dan direduksi, sehingga diperoleh data anomali gravity regional dan residual . Selanjutnya data anomali gravity lokal dimodelkan menggunakan perangkat lunak Mag2DC for Window hingga diperoleh beberapa model benda anomali. Dari hasil metode gaya berat terdapat zona-zona yang diperkirakan merupakan keluarnya manifestasi air panas dan mata air yang dipengaruhi oleh adanya struktur.

Kata kunci: Geologi, Geokimia Air Panas Bumi, Metode Gaya Berat ,Sistem Panas Bumi
The research area is located in Cipari , Cipari subdistrict, Cilacap district, Central Java. This study was conducted to determine the geological conditions and manifestations of geothermal that exist in the area. The methods used in this research include field observation, detailed geological mapping, geochemical analysis of geothermal water, and the use of gravity methods in the area. The morphology of the research area includes into the structural antiklin and volcanic lava proofs. The units of rock in the research area are sandstone-claystone units and Lava. The structures that develop in the research area are folds of anticline and upward fault. There are geothermal manifestations of about 45 oC and there are also springs. From the geochemical analysis of geothermal water, the research area obtained the result of water type which is included in water chloride. . Geothermal water located in the research area comes from the reservoir. The geothermal system of the research area is interpreted as the dominant system of water with the rotated system and stored system in the low relief system. The heat source in this geothermal system comes from the pressure of geological structures in the study area and the loading of sedimentary rocks . Geothermal water is a zona upflow of geothermal system. The observed total gravity data is corrected and reducted to obtain the gravity regional and residual anomaly data. The local magnetic anomaly data is applied to model the subsurface bodies anomalies based on the Mag2DC for Windows software. From the gravity method there are zones which are estimated to be the exit of the manifestation of hot water and springs affected by the structure.


Keywords: Geology, Geochemistry of Geothermal Water, Gravity Methods, Geothermal Systems
2140325812D1E014246PENGUNAAN FERMEHERBAFIT ENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP KADAR AIR DAN KEEMPUKAN DAGING AYAM SENTUL JANTAN Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan terhadap kadar air dan keempukan daging ayam sentul.Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 60 ekor ayam sentul jantan yang dipelihara dari umur 4 bulan sampai umur 6 bulan. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), sebagai perlakuan yaitu ransum kontrol tanpa fermeherbafit 0% (R0), fermeherbafit tanpa enkapsulasi sebesar : 2% (R1), fermeherbafit enkapsulasi sebesar 2% (R2), 4% (R3), dan 6% (R4). Setiap perlakuan terdiri dari lima perlakuan dan empat kali ulangan dan masing-masing ulangan terdiri dari tiga ekor ayam. Variabel yang diamati adalah kadar air dan keempukan. Rata-rata kadar air (%) dan keempukan (mm/g/dt) untuk R0, R1, R2 , R3 dan R4 secara berturut-turut adalah 74,122% ± 1,19, 74,059% ± 0,86, 75,372% ± 0,33, 75,748% ± 1,32, 73,995% ± 1,42, dan 0,033 mm/g/dt ± 0,00, 0,031 mm/g/dt ± 0,00, 0,041 mm/g/dt ± 0,01, 0,063 mm/g/dt ± 0,01, 0,055 mm/g/dt ± 0,01. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian fermeherbafit enkapsulasi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap Kadar Air dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Keempukan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Level penggunaan fermeherbafit enkapsulasi 4% sebagai pakan tambahan mestabilkan kadar air sebesar 75,748% dan meningkatkan keempukan daging ayam sentul umur 4-6 bulan sebesar 54,54%.The aim of this research was to examine the use of fermeherbafit encapsulation in feed on water content and tenderness of sentul chicken meat. The material used in this study were 60 male sentul hens which were kept from 4 months to 6 months of age. The research method was conducted experimentally with Completely Randomized Design (CRD), as a treatment control without fermeherbafit encapsulation is 0% (R0),were fermeherbafit non-encapsulation 2% (R1), fermeherbafit encapsulation of 2% (R2), 4% (R3), and 6% (R4) with four replications and each replication consisted of three chickens. The variables observed were water content and tenderness. The average water content (%) and tenderness (mm/g/dt) for R0, R1, R2, R3 and R4 were 74,122% ± 1.19, 74,059% ± 0.86, 75,357% ± 0.33, 75,748% ± 1.32, 73.995% ± 1, 42 and 0.033 mm/g/dt ± 0.00, 0.031 mm/g/dt ± 0.00, 0.041 mm/g/dt ± 0.01, 0.063 mm/g/dt ± 0.01, 0,055 mm/g/dt ± 0.01 respectively. The results of the variance analysis showed that administration of fermeherbafit encapsulation was not significantly different (P> 0.05) on water content and very significantly different (P <0.01) on tenderness. The conclusion of this study was the level of use of 4% fermeherbafit encapsulation as additional feed can reduce water content and increase the tenderness of sentul chicken meat aged 4-6 months by 54,54% .

2140418447F1J013040Analisis Sejarah Dan Mitologi Candi Borobudur Bagi WIsatawan JepangPenelitian ini merupakan penelitian dalam fokus budaya mengenai Candi Borobudur bagi wisatawan Jepang. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan tentang spiritualisme serta nilai kehidupan Buddha bagi wisatawan Jepang. 2) mendeskripsikan alasan mengapa wisatawan memilih Indonesia sebagai destinasi wisata serta motivasi melakukan pradagsina. 3) mendeskripsikan antusiasme wisatawan Jepang serta kesan yang dicurahkan tentang Candi Borobudur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini observasi dengan kuesioner 21 informasi. Metode analisis menggunakan teknik campuran dengan mengkorelasikan data statistik berupa persentase dan pendapat dari wisatawan Jepang. Hasil penelitian membuktikan bahwa 100% wisatawan menemukan spiritualisme serta nilai kehidupan Buddha. Responden terdiri dari 27 pria dan 28 wanita, 33nya (58%) wisatawan adalah non-Buddha dan 22 (42%) adalah penganut Buddha. Ada sepuluh alasan memilih Candi Borobudur sebagai destinasi wisata termasuk utamanya untuk melakukan pradagsina yang variasinya ada 5 alasan. Antusiasme wisatawan ditunjukkan dengan data 71% ingin berkunjung kembali ke Candi Borobudur. Dengan demikian penelitian ini membuktikan keajaiban Candi Borobudur sebagai kuil Buddha sekaligus salah satu warisan dunia.
This study reports world tourism culture especially Japanese related to the great Borobudur Temple. The aim of this study were : 1) to describe the spirit and the way of life in Buddhism for japanese tourists. 2) to describe the reason of choosing The Great Borobudur Temple as a location for a trip and the reason why japanese also do pradagsina. 3) to describe Japanese tourists’s enthusiasm about the story of Borobudur and their impression of it. The observation methods used by questionary designing 21 informations needed tp get the aim of this study. Data was analyzed by Merging and Connecting methods to get data groupings. Data then further analyzed using descriptive-analyze for discussion and conclusion. Results showed 100% of tourists get the spirit and the way of life in Buddhism. Among them, there were 33 (58%) tourists were non Buddhism, whereas the rest 22 peoples (42%) were the Buddhism believer. There were 10 reasons why Japanese tourists visit Borobudur Temple. Enthusiasm data showed 71% willing to revisit The Great Borobudur Temple. This research proven that the miracle of The Great Borobudur Temple as a temple yet also as one of world heritage as tourism destination in the world.
2140524226A1L114011KARAKTER AGRONOMI ENAM GENOTIP KEDELAI (Glycine Max (L.) Merril) PADA TIGA VARIASI JARAK TANAMPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) keragaman karakter agronomik tanaman kedelai pada tiga variasi jarak tanam. 2) produktivitas genotip kedelai pada jarak tanam yang berbeda. 3) interaksi antara genotip dan jarak tanam. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Universitas Jenderal Soedirman dan Laboratorium Agohorti pada bulan Februari 2018 sampai bulan Juni 2018. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi ( Split plot ) yang terdiri dari petak utama ( main plot ) dan anak petak ( sub plot ) . Petak utama adalah 3 variasi jarak tanam yaitu 40 cm x 40 cm (J3), 40 cm x 20 cm (J1), dan 40 cm x 30 cm (J2). Sedangkan untuk anak petak yaitu menggunakan kedelai dengan 6 genotip berbeda, yaitu galur nomor 02, nomor 33, nomor 71, nomor 76, Slamet dan Gema. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, waktu berbunga, jumlah cabang, bobot kering tanaman, jumlah polong per tanaman, luas daun, bobot biji tanaman, indeks panen, bobot biji per petak efektif, produktivitas, dan bobot 100 biji. Hasil Penelitian menunjukan bahwa (1) Penggunaan enam genotip kedelai menunjukkan adanya keragaman terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. (2) Galur kedelai yang memiliki produksi terbaik yaitu galur nomor 33, nomor 76, nomor 71. (3)Perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap komponen hasil tanaman kedelai pada variabel bobot 100 biji. Tidak berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman, jumlah cabang, luas daun, umur panen, bobot kering tanaman, bobot biji pertanaman, indeks panen, jumlah polong per tanaman, dan bobot petak efektif.(4)Terjadi interaksi antara genotip dan jarak tanam pada variabel bobot kering tanaman, dimana genotip kedelai memberikan pengaruh interaksi berbeda terhadap variasi jarak tanam.This research aims to study 1) the diversity of agronomic characters of soybean plants in three variations of plant spacing. 2) productivity of soybean genotypes at different spacing. 3) study the interaction between genotypes and spacing. This research was conducted at Universitas Jenderal Soedirman and Agohorti Laboratory in February 2018 until June 2018. The research used Split plot design consisting of main plot and sub plot. The main plot is 3 variations in planting distance, namely 40 cm x 40 cm (J3), 40 cm x 20 cm (J1), and 40 cm x 30 cm (J2). Whereas for subplots using soybeans with 6 different genotypes, namely line number 02, number 33, number 71, number 76, Slamet and Gema. The variables observed were plant height, flowering time, number of branches, plant dry weight, number of pods per plant, leaf area, plant seed weight, harvest index, seed weight per effective plot, productivity, and weight of 100 seeds. The results of the study showed that (1) The use of six soybean genotypes indicates diversity in soybean growth and yield. (2) The soybean strain that has the best production is line number 33, number 76, number 71. (3) plant spacing has a significant effect on the components of soybean yield on a variable weight of 100 seeds. No significant effect on plant height, number of branches, leaf area, harvest age, plant dry weight, crop seed weight, harvest index, number of pods per plant, and effective plot weight. (4) There is an interaction between genotypes and spacing on plant dry weight variables, where soybean genotypes provide different interaction effects on variations in spacing.
2140624082C1A014028ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, TINGKAT PENDAPATAN, USIA, PENGALAMAN KERJA, DAN JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT LITERASI KEUANGAN
(STUDI KASUS IBU RUMAH TANGGA DI PURWOKERTO)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, usia, pengalaman kerja, dan jumlah tanggungan keluarga terhadap tingkat literasi keuangan. Selain itu juga untuk mengetahui variabel indpenden manakah yang memiliki pengaruh paling dominan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu rumah tangga di Purwokerto. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 orang. Menggunakan Purposive Sampling Method untuk menentukan jumlah sampelnya.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda menunjukan bahwa (1) Indeks literasi keuangan ibu rumah tangga di Purwokerto adalah sebesar 67,33 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional dan Provinsi Jawa Tengah masing-masing bernilai 29,7 persen dan 33,5 persen, (2) tingkat pendidikan berpengaruh positif terhadap literasi keuangan, (3) tingkat pendapatan berpengaruh positif terhadap literasi keuangan, (4) usia berpengaruh positif terhadap literasi keuangan, (5) pengalaman kerja berpengaruh negatif terhadap literasi keuangan, (6) jumlah tanggungan keluarga berpengaruh negatif terhadap literasi keuangan, dan (7) tingkat pendapatan merupakan variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap literasi keuangan.
Implikasi dari hasil penelitian di atas yaitu literasi keuangan dapat ditingkatkan melalui pendidikan keuangan yang dapat dilakukan secara sadar dan terencana oleh pemerintah dan lembaga terkait melalui kurikulum pendidikan ataupun kegiatan tertentu. Besarnya pendapatan yang diterima juga tidak menjamin bahwa dirinya akan mendapatkan kesejahteraan keuangan, perlu membuat perencanaan keuangan untuk memilih perioritas kebutuhan. Selain itu, pengetahuan keuangan harus diberikan kepada anak-anak usia dini agar anak-anak terbiasa mengelola keuangan dengan baik dan benar untuk masa sekarang dan juga kedepannya. Ibu rumah tangga juga harus lebih aktif dalam meningkatkan literasi keuangannya baik secara mandiri maupun dengan mengikuti program-program yang diselenggarakan pemerintah sehingga dapat menambah wawasan dan informasi yang cukup untuk mendukung pengambilan keputusan keuangan.

Kata Kunci: Tingkat Literasi Keuangan, Tingkat Pendidikan, Tingkat Pendapatan, Usia, Pengalaman Kerja, Jumlah Tanggungan Keluarga
The aims of the research is to find out the effect of education level, income level, age, work experience and number of family dependents on the level of financial literacy. Beside that, it is also to find out which independent variables have the most dominant influence. The research population are all housewifes in Purwokerto. There were 100 housewifes chosen as respondents of the research. Then Purposive Sampling Method was used to determine the samples.
Based on the results of research and data analysis using Multiple Linier Regression Analysis it has got the conclusions: (1) The financial literacy index of housewife in Purwokerto is 67,33 percent higher than the national average and Central Java Province is 29,7 percent and 33,5 percent, (2) education level has a positive effect on financial literacy, (3) income level has a positive effect on financial literacy, (4) age has a positive effect on financial literacy, (5) work experience has a negative effect on financial literacy, (6) the number of family dependets has a negative effect on financial literacy, and (7) the level of income is the most dominant variable affecting financial literacy.
As implications of the results of the research above, namely financial literacy can be improved trhough financial education that can be carried out consciously and planned by the government nad related institutions through educational curricula or certain activities. The amount of income received also does not guarantee that he will get financial welfare, need to make financial planning to choose the priority. In addition, financial knowledge must be given to early childhood so that children are accustomed to managing finances well and correctly for the present and future Housewifes must also be more active in increasing their financial literacy both independently and by participating in programs organized by the government so that they can add insight and sufficient information to support making financial decision.

Keyword: Financial Literacy, Education Level, Income Level, Age, Work Experience, Number of Family Dependent
2140724227C1A013015ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI KUBIS DI DESA KUTABAWA KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini berjudul “Analisis Efisiensi Produksi dan Pendapatan Usahatani Kubis di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat efisiensi usahatani kubis di Desa Kutabawa, menganalisis pendapatan usahatani kubis di Desa Kutabawa serta menganalisis Break Even Point (titik impas) usahatani kubis di Desa Kutabawa.

Metode pengambilan sample yang digunakan yaitu stratified random sampling. Dengan jumlah sampel 118 orang terbagi menjadi tiga strata dengan menggunakan rumus slovin. Secara kesuluruhan jumlah petani kubis di Desa Kutabawa mencapai 1180 orang. Pengujian hipotesis menggunakan 1) metode analisis R/C (return cost ratio) 2) metode analisis penerimaan dan pendapatan 3) metode analisis BEP (break even point).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, usahatani kubis di Desa Kutabawa sudah mencapai efisien dengan tingkat R/C untuk strata 1 yaitu sebesar 1,4 dan untuk strata 2 mencapai 2,0 kemudian strata 3 sejumlah 2,0. Nilai R.C tersebut lebih dari 1 sehingga kegiatan usahatani tersebut layak dikembangkan. Usahatani kubis di Desa Kutabawa menguntungkan yaitu dimana total revenue lebih besar dari total cost. Untuk strata 1 pendapatan sebesar Rp.4.615.385 strata 2 Rp. 13.273.810 strata 3 Rp. 47.500.000. Secara keseluruhan tingkat BEP ketiga strata usahatani kubis sudah berada diatas titik BEP sehingga dalam kegiatan usahatani kubis tidak mengalami kerugian.

Kata kunci : Usahatani Kubis, Efisiensi Produksi, Laba, Break Even Point
This research is entitled "Analysis Of Production Efficiency and Income of Cabbage Farming in Kutabawa Village, Karangreja Sub-Distict and Purbalingga District. The Purpose of this research is to analyze the efficiency level of cabbage farming in Kutabawa Villagr and the break even point of cabbage farming in Kutabawa Village.

Sampling method used is stratified random sampling. With a sample of 118 people divides into three strata using the slovin formula. The total number of cabbage farmers in Kutabawa village reached 1180 people. Hypothesis testing uses 1) R / C analysis method (return cost ratio) 2) revenue and revenue analysis method 3) BEP analysis method (break even point).

The results showed, cabbage farming in Kutabawa Village has reached the level of efficiency with the level of R / C for strata 1 of 1.4 and strata 2 to 2.0 then strata 3 2.0. The value of R.C is more than 1 so that the farming activities are feasible to be developed. Cabbage farming in Kutabawa Village is advantageous where total revenue is greater than total cost. For the stratum 1 income of Rp. 4,615,385 strata 2 Rp. 13,273,810 strata Rp. 3 47,500,000. Overall level of BEP third strata cabbage farming has been above the BEP point so that in cabbage farming activities do not experience losses.

Keywords: Cabbage Farming, Production Efficiency, Profit, Break Even Point

2140824228E1A014062PEMBATALAN MEREK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NO. 938 K/Pdt.Sus-HKI/2017Merek merupakan bagian dari wujud karya intelektual yang memiliki peranan penting bagi kelancaran dan peningkatan perdagangan barang atau jasa yang terjadi pada perkembangan globalisasi sekarang ini, yang perlu untuk dilindungi. Perlindungan itu sendiri berupa pendaftaran merek kepada Menteri Hukum dan HAM Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, hal ini telah diatur dalam pengaturan merek sendiri yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (atau disingkat UUMIG). Pelanggaran merek tentu saja menimbulkan kerugian bagi pihak produsen yang salah satunya adalah merek milik HUGO BOSS Trade Mark Management GmbH & Co. KG yang merupakan perusahaan pemegang hak atas merek HUGO BOSS serta variasinya, sehingga pihak yang merasa dirugikan dapat mengajukan upaya pembatalan merek ke Pengadilan Niaga di wilayah hukum tempat tinggal Tergugat, sebagaimana ada di dalam Pasal 83 UUMIG.
Permasalahan dalam penelitian ini yaitu mengetahui upaya pembatalan merek berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis terhadap Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor ; 938K/Pdt.Sus/HKI/2017.. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian menggunakan preskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi data, metode analisis normatif kualitatif, dengan sumber bahan hukum data sekunder, dan penyajian data secara teks naratif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa merek HUGO BOSS adalah merek milik Hugo Boss Trade Mark Management GmbH & Co. KG adalah perusahaan pemilik merek yang telah terdaftar dalam Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan mempunyai hak eksklusif terhadap merek miliknya. Tergugat selaku pemilik merek ZEGOBOSS dalam mendaftarkan mereknya memiliki iktikad tidak baik yakni berupa adanya persamaan pada pokoknya atau keseluruhan dengan merek milik Penggugat yang mereknya telah terdaftar lebih dulu sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (1) huruf b dan Pasal 21 ayat (3) UUMIG, sehingga dapat disimpulkan bahwa Mahkamah Agung telah tepat dalam membatalkan merek milik Tergugat sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Merek dan Indikasi Geografis.
Brands are part of the form of intellectual work that has an important role for the smooth and increasing trade in goods or services that occur in the current development of globalization which needs to be protected. The protection itself is in the form of trademark registration to the Minister of Law and Human Rights of the Directorate General of Intellectual Property; this has been regulated in its own brand arrangement which has been regulated in Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications (or abbreviated as UUMIG). Brand violations certainly cause losses for manufacturers, one of which is the HUGO BOSS Trade Mark Management GmbH & Co. brand. KG, which is a company holding rights to the HUGO BOSS brand and its variations, so that those who feel disadvantaged can submit an attempt to cancel the mark to the Commercial Court in the Defendant's jurisdiction, this has been stipulated in Article 83 UUMIG.
The problem in this study knows the efforts of brand cancellation based on Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications of the Decision of the Central Jakarta Commercial Court Number; 938K / Pdt.Sus / HKI / 2017. The research method used is a normative juridical approach, the specification of the study uses analytical prescriptive, the method of collecting library research data with inventory data, the method of qualitative normative analysis, the legal source of secondary data material, and the presentation of data narrative text.
The results showed that the HUGO BOSS brand was a brand owned by Hugo Boss Trade Mark Management GmbH & Co. KG is a brand owner company that has been registered with the Directorate General of Intellectual Property and has exclusive rights to his trademark. The Defendant as the owner of the ZEGOBOSS brand in registering his trademark has bad intentions in the form of equality in principle or overall with the Plaintiff's trademark whose trademark has been registered first as stipulated in Article 21 paragraph (1) letter b and Article 21 paragraph (3) UUMIG, so that it can be concluded that the Supreme Court has been right in canceling the Defendant's mark in accordance with the provisions in the Trademark Law and Geographical Indications.
2140925835I1D015005PERBEDAAN STATUS GIZI, AKTIVITAS FISIK DAN LAMA
MENSTRUASI ANTARA REMAJA PUTRI ANEMIA DAN TIDAK
ANEMIA DI SMA NEGERI 2 PURWOKERTO

Latar Belakang: Masih banyak remaja putri mengalami anemia khususnya di Kabupaten Banyumas. Anemia remaja erat kaitannya dengan perubahan status gizi, aktivitas fisik, dan lama menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan status gizi, aktivitas fisik dan lama menstruasi antara remaja putri anemia dan tidak anemia di SMA Negeri 2 Purwokerto
Metode: penelitian menggunakan desain cross sectional. Sampel berjumlah 74 remaja putri terdiri dari 37 anemia dan 37 tidak anemia. Sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Independent T Test dan uji Mann Whitney
Hasil: Responden anemia (73%) dan tidak anemia (89.2%) memiliki status gizi normal. Responden anemia memiliki aktivitas fisik kurang (64.9%) dibandingkan dengan tidak anemia (37.8%). Responden anemia lebih lama menstruasinya (35.1%) dibandingkan dengan tidak anemia (13.5%).) Ada perbedaan aktivitas fisik (p=0.00) dan lama menstruasi (p=0.02) namun tidak ada perbedaan status gizi (p=0.569) antara remaja anemia dan tidak anemia
Kesimpulan: Tidak ada perbedaan status gizi antara remaja putri anemia dan tidak anemia. Ada perbedaan aktivitas fisik dan lama menstruasi antara remaja putri anemia dan tidak anemia
Background: Adolescent girls are high risk to anemia rather than boys. Prevalance of
anemia in Banyumas Regency is 36,24%. The purpose of this study was to the
differences in nutritional status, physical activities and length of menstruation in
adolescent girls suffer and not suffer from anemia in Purwokerto 2 State High School.
Method: The design of this study is using the cross-sectional method. The samples
was 74 adolescent consist of 37 anemia and 37 not anemia. The samples used with
purposive sampling method. The data analyzed by Independent T Test and Mann
Whitney U Test. Results: Respondents suffer anemia (73%) and not suffer anemia
(89.2) had normal nutritional status. Respondents suffer anemia had less physical
activities (64.9%) compared to not anemia (37.8%). Respondents suffer from anemia
had longer menstruation (35.1%) compared to not suffer anemia (13.5%). There is
difference in physical activity (p=0.00) and length of menstruation (p=0.02) but there
is no difference in nutritional status (p=0.569) between adolescent girls suffer and not
suffer anemia. Conclusion: There is no difference in nutritional status in adolescent
girls suffer and not suffer from anemia. There are differences in physical activities
and length of menstruation in adolescent girls suffer and suffer anemia.
Keywords: Nutritional Status, Physical Activity, Length of Menstruation, Anemia,
Adolescent Girls
2141024229G1A015117PERBANDINGAN RERATA NILAI UJIAN PILIHAN GANDA SEMESTER PERTAMA MAHASISWA FK UNSOED BERDASARKAN KESESUAIAN GAYA BELAJAR DAN KEBIASAAN BELAJAR MODEL VARKLatar Belakang: Kesesuaian antara gaya belajar dan kebiasaan belajar merupakan salah satu faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar. Kesesuaian tersebut bisa didapatkan dengan mencocokan hasil kuesioner gaya belajar dan kebiasaan belajar berdasarkan model VARK. Hasil belajar yang dapat diperbandingkan adalah hasil ujian tulis pilihan ganda yang merupakan komponen terbesar penentu kelulusan blok.
Tujuan: Untuk mengetahui adanya perbedaan bermakna dalam rerata nilai ujian tulis pilihan ganda berdasarkan kesesuaian antara gaya belajar dengan kebiasaan belajar model VARK pada mahasiswa Jurusan Kedokteran FK Unsoed Angkatan 2017.
Metode: Observasional analitik cross sectional dilaksanakan pada 23 subjek mahasiswa yang didapat secara random sampling. Kuesioner gaya belajar merupakan kuesioner VARK versi 7.1 dan kuesioner kebiasaan belajar merupakan hasil konstruksi peneliti. Data nilai ujian tulis pilihan ganda diperoleh dari database akademik kedokteran FK Unsoed. Uji hipotesis menggunakan uji Mann Whitney.
Hasil: Mayoritas subjek memiliki gaya belajar VARK (47,8%), kebiasaan belajar VR, VK, dan AR (masing-masing 17,4%), dan rerata nilai ujian tulis pilihan ganda pada rentang nilai C (34,8%), dengan rerata nilai pada kelompok gaya belajar sesuai kebiasaan belajar (60,26) lebih tinggi daripada kelompok tidak sesuai (58,91) (p=0,648).
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna dalam rerata nilai ujian tulis pilihan ganda semester 1antara kedua kelompok yang diamati.
Background: The conformity between learning style and learning habit is one of the factors which significantly influence learning outcome. The conformity can be obtained by comparing the results of learning style and learning habit questionnaires based on VARK model. One of the learning outcomes compared is multiple choices questions (MCQ) test score, which is the biggest component determining final scores.
Objective: to investigate significant difference in the first semester MCQ tests mean score based on VARK learning styles and learning habits conformity of the first year Unsoed medical students (2017).
Methods: Observational analitic cross sectional study was conducted to randomly sampled 23 medical students of Unsoed. Learning style questionnaire used was VARK questionnaire 7.1 and learning habit inventory constructed by researchers. MCQ tests mean score were taken from FK Unsoed academic database. The hypothesis was assessed using Mann Whitney test.
Results: The most preferred learning style was VARK (47.8%), most applied learning habits were VR, VK, dan AR (17.4% each), and the majority of students scored at the range of C (34.8%), the mean score of conformed group (60.26) was higher than non-comformed group (58.91) (p=0.684).
Conclusion: There was no significant difference in MCQ test mean score between two groups studied.
2141124230G1A015067EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP KADAR SUPEROXIDE DISMUTASE TIKUS PUTIH (Sprague dawley) MODEL CHRONIC KIDNEY DISEASEGagal Ginjal Kronik didefinisikan sebagai adanya kerusakan ginjal atau laju filtrasi glomerulus <60 mL / min per 1,73 m² selama 3 bulan atau lebih. Ekstrak etanol seledri (Apium graveolens L.) berfungsi sebagai antioksidan dan anti-inflamasi yang berpotensi mencegah kerusakan seluler yang ditandai dengan terjadinya stres oksidatif dan penurunan kadar superoxide dismutase (SOD) pada chronic kidney disease. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian seledri (Apium graveolens L.) dalam mencegah penurunan kadar SOD tikus putih (Sprague dawley) model CKD. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan post test only with control group design. Dua puluh lima ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok A: kelompok normal sebagai kontrol sham, kelompok B: kelompok nefrektomi sebagai kontrol sakit, kelompok C, D, dan E adalah kelompok nefrektomi dan diberikan ekstrak etanol seledri 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB, dan 1000 mg/kgBB 14 hari sebelum dan 14 setelah dibuat model 5/6 nefrektomi subtotal. Rerata kadar SOD kelompok A= 45,22 ± 1,16; B= 32,84 ± 2,14; C= 39,34 ± 1,16; D= 39,41 ± 1,37; E= 41,22 ± 1,61. Hasil uji One Way ANOVA SOD menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05). Uji post hoc LSD SOD menunjukkan hasil perbedaan rerata yang signifikan antara kelompok A dengan semua kelompok data, dan antara kelompok B dengan kelompok C, D dan E (p<0,05). Pemberian ekstrak etanol seledri (Apium graveolens L.) dapat mencegah penurunan kadar SOD tikus model CKD.Chronic Kidney Disease (CKD) is defined as kidney damage or glomerular filtration rate (GFR) less than 60 mL/min/1.73 m2 for 3 months or longer. Celery extract (Apium graveolens L.) contains antioxidant and anti-inflammatory has potential effect to prevent cellular damage characterized by oxidative stress and the decrease of superoxide dismtuase (SOD) levels in CKD. The aim of this research was to analyze the effect of celery (Apium graveolens L.) in preventing the decrease of SOD levels in CKD rats models (Sprague dawley). The method was an experimental study with post test only with control group design. Twenty five males of white rats were randomly assigned to 5 groups. Group A: normal rats as sham control, group B as sick control, group C (250 mg/kgBW ethanol extract of celery), group D (500 mg/kgBW), and group E (1000 mg/kgBW). On the 15th after celery extract or aquades was given, sham operation was performed in group A, while 5/6 subtotal nephrectomy was performed in group B, C, D, and E. Then the celery extract and aquades was given until the 14th day after operation. The mean result of SOD concentration in group A= 45,22 ± 1,16; B= 32,84 ± 2,14; C= 39,34 ± 1,16; D= 39,41 ± 1,37; E= 41,22 ± 1,61. Result One Way ANOVA test SOD shows a value of p = 0.000 (p <0.05). The post hoc LSD test SOD showed significant mean differences between group A with all data groups and between group B with group C, D, and E (p <0.05). Administration of ethanol extract of celery (Apium graveolens L.) can prevent the decrease of rat SOD levels in CKD rats models.
2141224231C1K014010ANALYSIS THE EFFECT OF SERVICES QUALITY AND SALES
PROMOTION TOWARD REPURCHASE INTENTION WITH
CUSTOMER SATISFACTION AS MEDIATING VARIABLE
(STUDY CONSUMER OF PT APLIKASI KARYA ANAK BANGSA (GOJEK
INDONESIA) IN PURWOKERTO)
Penelitian ini adalah studi analisis marketing, khususnya studi pada
pelanggan Go-ride, Gojek Purwokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk analisis efek dari kualitas layanan inti, kualitas layanan periferal,
promosi penjualan, terhadap minat beli ulang, dengan kepuasan pelanggan
sebagai mediator (studi konsumen pada Go-jek Indonesia di Purwokerto).
Sampel dalam penelitian ini adalah 200 orang yang telah dipilih dengan
menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode
analisis Structural Equation Modelling. Pengujian hipotesis dengan
menggunakan development a model based on theory, development path
diagram, path diagram conversion into an equation, assessing the problem
identification, evaluation criteria Goodness-of-fit, interpretation and Model
Modification, dan criteria the testing of hypotheses. Dari beberapa hipotesis
menunjukkan bahwa kualitas layanan inti secara tidak langsung berpengaruh
terhadap minat beli ulang melalui kepuasan pelanggan, kualitas layanan
periferal tidak berpengaruh ecara langsung maupun tidak langsung, promosi
pejualan berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung, dan
kepuasan pelanggan mempengaruhi minat pembelian ulang. Temuan ini
akan berkontribusi dalam penelitian masa depan sebagai referensi tambahan
mengenai pengembangan diskusi dan studi tentang marketing terutama pada
studi pelanggan.
This research is a marketing analysis study, especially studies on Goride
customers, Go-jek Purwokerto. The purpose of this study is to
analyze the effects of core service quality, peripheral service quality,
sales promotion, on repurchase intention, with customer satisfaction
as a mediator (consumer studies on Go-jek Indonesia in Purwokerto).
The sample in this study were 200 people who had been selected
using purposive sampling. This study uses the analysis method of
Structural Equation Modeling. Testing hypotheses by using
development a model based on theory, development path diagram,
path diagram conversion into an equation, assessing the problem
identification, evaluation criteria Goodness-of-fit, interpretation and
Model Modification, and criteria the testing of hypotheses. From
several hypotheses, core service quality indirectly affects repurchase
intention through customer satisfaction, peripheral service quality has
no direct or indirect effect, sales promotion has a direct or indirect
effect, and customer satisfaction affects repurchase interest. This
finding will contribute to future research as an additional reference
regarding the development of discussions and studies on marketing,
especially in customer studies.
2141324232C1A014031FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN PUPUK UREA DI DESA KARANG NANGKA KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini mengambil judul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Pupuk Urea Di Desa Karang Nangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas”. Desa Karang Nangka merupakan desa yang sangat berpotensi dalam hal pengembangan di bidang pertanian khususnya berupa tanaman padi. Pupuk memiliki peran penting dalam usaha untuk meningkatkan produksi pangan dunia dan mungkin lebih dari pada jenis input lain yang memiliki tanggungjawab bagi keberhasilan yang telah dicapai. Namun, harga pupuk yang mahal menjadi kendala para petani dalam proses pemupukan untuk lahan mereka.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel luas lahan, pendapatan petani, harga pupuk terhadap permintaan pupuk Urea di Desa Karang Nangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap permintaan pupuk Urea di Desa Karang Nangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series tahun 2018. Penelitian ini menggunakan alat analisis persamaan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS) dengan bentuk yang telah dilogaritma.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penelitian menunjukkan bahwa variabel independen berupa luas lahan, pendapatan, harga urea, harga petrogaik secara bersama – sama berpengaruh terhadap variable dependen yaitu permintaan pupuk urea di Desa Karang Nangka. Variabel yang berpengaruh signifikan antara lain luas lahan, pendapatan, dan harga pupuk urea. Variabel yang tidak signifikan adalah harga pupuk petroganik terhadap permintaan pupuk Urea di Desa Karang Nangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. (2) Harga pupuk urea merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap permintaan pupuk Urea di Desa Karang Nangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.
Implikasi dari penelitian ini adalah: (1) Pemerintah sebaiknya memperhatikan tingkat pendapatan yang diperoleh petani dalam menentukan harga pupuk bersubsidi. Hal ini disebabkan karena pendapatan yang diperoleh petani memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap permintaan pupuk bersubsidi. (2) Para petani hendaknya mengukur dengan cermat perbandingan antara jumlah pupuk yang diperlukan terhadap luas lahan yang dimiliki agar penggunaan pupuk bersubsidi lebih efisien. Hal ini disebabkan karena luas lahan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap permintaan pupuk bersubsidi.


This research took the tittle “Factors That Affect The Demand Of Urea Fertilizer In The Karang Nangka Village, Kedungbanteng Sub-district, Banyumas Regecy”. Karang Nangka is a village that has great potential to development in agriculture, especially rice plants. Fertilizer had an important role in increasing the world food production than other types of inputs that have contributed for success what has been achieved. However, the expensive price of fertilizers is a challenge for farmers in the fertilization process for their land.
The purpose of this research was to analyze the effect of land area variable, farmer income, and fertilizer prices on demand for Urea fertilizer in Karang Nangka Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency.
The data used in this research is the time series in 2018. This research used multiple linear regression equation analysis with the Ordinary Least Square (OLS) method with forms that have been algorithmic.
The result showed that: (1) Research shows that the independent variable in the form of land area, income, urea price, petroganic prices together have an effect to dependent variable that is the demand of urea fertilizer in Karang Nangka Village. Variables that have a significant effect among others are income and price of urea fertilizer. The variable that isn’t significant is the price of petrganic fertilizer to the demand of Urea fertilizer in Karang Nangka Village, Kedung Banteng District, Banyumas Regency. (2) The price of urea fertilizer is the variable that has the greatest influence on the demand of urea fertilizer in Karang Nangka Village, Kedung Banteng District, Banyumas Regency.
The implications of this research are: (1) The government should pay attention the level of income which is obtained by farmers in determining the price of subsidized fertilizer. This is caused by income that obtained by farmers has a significant positive influence to the demand of subsidized fertilizer. (2) Farmers should measure carefully the ratio between the amount of fertilizer needed to the land area which are owned so that the use of subsidized fertilizer is more efficient. This is caused by land area has a significant positive influence to the demand of subsidized fertilizer. 
2141424234H1F012088GEOLOGI DAN PERHITUNGAN SUMBERDAYA INTRUSI MELAPIS BASALT DESA GUNUNGWETAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN JATILAWANG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAHBasalt merupakan bahan galian yang banyak dipergunakan untuk pembangunan infrakstruktur yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah. Daerah penelitian secara administratif terletak di daerah Gunungwetan dan sekitarnya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi dan menghitung perkiraan sumberdaya basalt pada daerah penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu pemetaan geologi permukaan yang meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi dan pengambilan contoh batuan untuk alalisis labolatorium. Berdasarkan analisis geomorfologi, daerah penelitian dibagi menjadi 2 (dua) satuan, yaitu Satuan Perbukitan Sesar-Antiklin (S.9) dan Satuan Fluvial-Aluvial (F.4). Selain itu, Daerah penelitian tersusun atas batuan sedimen dan batuan beku intrusif yang berdasarkan karakteristik litologi dan umur dari tua ke muda dibagi menjadi 4 (empat) satuan batuan yaitu, Satuan Batupasir, Satuan Batulempung, Satuan Intrusi Basalt dan Satuan Endapan Aluvial. Struktur geologi yang ada pada daerah penelitian berupa tegasan dengan orientasi arah NW-SW, Antiklin Gunungwetan, Sesar medatar kanan Pekuncen dan Sesar mendatar kanan Gunungwetan. Potensi geologi yang terdapat di daerah penelitian yaitu potensi positif berupa intrusi basalt yang dapat dijadikan sebagai daerah pertambangan dan potensi negatif berupa gerakan tanah atau longsor. Berdasarkan hasil perhitungan potensi sumberdaya dengan metode cross section cara pertama, didapatkan total sumberdaya basalt sebesar 1,199,931.1 m3 dengan nilai jual Rp47.997.244.000,00 (harga basalt per m3 Rp40.000,00). Sedangkan berdasarkan menggunakan cross section cara kedua, didapatkan total sumberdaya basalt sebesar 1,983,821.47 m3 dengan nilai jual Rp79.352.858.800,00 (harga basalt per meter kubik Rp40.000,00).Basalt is kind of mineral which today is used in infrastructure contruction by the goverment. Research is administratively located in Gunungwetan and its surrounding area, Jatilawang District, Banyumas Regency, Central Java. Its hasbeen conducted to determine geological condition and calculated of basalt resources. Data collection method used in this research is surface geological mapping which includes geomorphology, stratigraphy, geological structure and sampling of rocks for laboratory analysis. Based on the geomorphological analysis, the research area is divided into 2 (two) units: Anticline Fault Unit (S.9) and Fluvial-Alluvial Unit (F.4). Furthermore, the area is composed of sedimentary rock and intrusive igneous rock which are according to lithological characteristics and age from oldest to youngest is divided into 4 (four) rock units: Sandstone Unit, Claystone Unit, Basalt Intrusion Unit and Alluvial Sediment Unit. The geological structure in the research area is in the form of a stress with NW-SW orientation, Anticline Gunungwetan, right strike slip fault of Pekuncen and right strike slip fault of Gunungwetan. There are two kinds of geological potential in the research area: the positive potential of basalt intrusion which can be used as a mining area and negative potential of moving land or landslides. Based on the result of the calculation of resource potential using first cross section method, it is obtained total basalt resources of 1,199,931.1 m3 with selling value of Rp47.997.244.000,00 (price per m Rp40,000.00). Meanwhile, after using the second cross section method, the total basalt resources obtained is 1,983,821.47 m3 with selling value of Rp79.352.858.800,00 (price per m Rp40,000.00).
2141524235H1E014052PERHITUNGAN DISTRIBUSI DOSIS SERAP RADIASI Co-60 PER FRAKSI PADA SEL KANKER NASOFARING DAN ORGAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN MCNPXSel kanker nasofaring memerlukan perlakuan khusus dalam radioterapi, karena terdapat organ sekitar yang berbahaya jika terkena radiasi. Modifikasi radioterapi diperlukan untuk memaksimalkan dosis serap sel kanker dan meminimalkan pada organ sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan distribusi dosis serap radiasi sel kanker nasofaring dan organ sekitar, dengan teknik penyinaran lateral (sudut 90˚dan 270˚) dan supraclave (sudut 0˚) target penyinaran GTV dan PTV, serta menentukan distribusi dosis serap gabungan dari variasi penyinaran dalam bentuk kontur distribusi dosis radiasi. Berdasarkan hasil penelitian, dosis serap paling tinggi didapatkan pada kelenjar getah bening, trakea dan tirod saat dilakukan penyinaran supraclave. Sedangkan sel kanker, mata kanan maupun kiri, dan esofagus menerima dosis serap tinggi penyinaran lateral target GTV, dan sel kanker, esofagus dan mata kiri mendapatkan dosis serap lebih tinggi pada penyinaran lateral target PTV. Nilai dosis serap gabungan teknik lateral dan supraclave, yaitu sel kanker 2,99857 Gy, mata kanan 1,31756 Gy, dan mata kiri 1,19737 Gy, serta kelenjar getah bening 0,5965 Gy pada target GTV. Sedangkan sel kanker 2,8976 Gy, esofagus 0,8076 Gy dan trakea 0,76667 Gy pada target PTV. Dosis serap pada sel kanker melebihi batas dosis penyinaran per fraksi yaitu 2 Gy sedangkan organ sekitar sel kanker jauh dari ambang batas dosis yaitu kurang dari 1,6 Gy. Sehingga simulasi perhitungan metode Monte Carlo belum dapat dikatakan berhasil meski dosis serap organ normal masih dikatakan aman.Nasopharyngeal cancer cells require special treatment in radiotherapy, because there are surrounding organs that are dangerous if exposed to radiation. Modification of radiotherapy is needed to maximize the absorption dose of cancer cells and minimize the surrounding organs. This study aims to determine the absorbable dose distribution of radiation of nasopharyngeal cancer cells and surrounding organs, with lateral radiation techniques (angles 90˚ and 270˚) and supraclave (0˚ angles) of GTV and PTV irradiation targets, and determine the combined absorption dose distribution of variations in internal radiation. contour form of radiation dose distribution. Based on the results of the study, the highest absorption dose was found in lymph nodes, trachea and tirod when supraclave irradiation was carried out. Whereas cancer cells, right and left eye, and esophagus receive high absorbency doses of lateral radiation from the GTV target, and cancer cells, esophagus and left eye get higher absorbency doses on lateral radiation of the PTV target. Absorbed dose values combined with lateral and supraclave techniques, namely cancer cells 2.99857 Gy, right eye 1.31756 Gy, and left eye 1.19737 Gy, and lymph nodes 0.5965 Gy on the GTV target. While cancer cells 2.8976 Gy, esophagus 0.8076 Gy and trachea 0.76667 Gy at PTV target. Absorption doses on cancer cells exceed the limit of radiation dose per fraction, which is 2 Gy while the organs around cancer cells are far from the dose threshold which is less than 1.6 Gy. So that the simulation of the calculation of the Monte Carlo method cannot be said to be successful even though the absorbable dose of normal organs is still said to be safe.
2141624236H1H014046ISOLASI DAN ANALISIS SEKUENS GEN PENGKODE GROWTH HORMONE (GH) PADA SIDAT (Anguilla bicolor) SEBAGAI UPAYA DOMESTIKASIAspek pertumbuhan merupakan faktor penting dalam upaya domestikasi. Pertumbuhan pada Sidat (Anguilla bicolor), terutama yang terkait dengan growth hormone (GH) masih belum banyak diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi gen growth hormone (GH) pada Sidat (Anguilla bicolor) dengan metode RT-PCR dan mengetahui similaritas sekuen gen growth hormone (GH) Anguilla bicolor dibandingkan dengan sekuen gen GH Anguilla anguilla, Anguilla australis, dan Anguilla japonica. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif, yaitu desain primer, isolasi sampel RNA dari hipofisa, lalu amplifikasi gen, sekuensing, serta analisis sekuens. Gen telah berhasil diamplifikasi dan disekuensing. Sekuen gen growth hormone (GH) dapat diperoleh sebanyak 492 bp. Sekuen gen mengkode 163 asam amino. Nilai similaritas sekuen gen growth hormone (GH) pada Anguilla bicolor dibandingkan gen yang sama pada Anguilla anguilla, Anguilla australis, dan Anguilla japonica adalah 97-98%. Hasil ini dapat dijadikan dasar untuk tahapan domestikasi Sidat (Anguilla bicolor) khususnya terkait gen growth hormone.Growth aspect is an important factor in domestication effort of animal including fish. Growth of Indonesian Shortfin Eel (Anguilla bicolor), especially which related with growth hormone (GH), has not been widely studied. The purpose of this research was to isolate growth hormone gene of Anguilla bicolor by RT-PCR method and to find out sequence similarity of growth hormone gene of Anguilla bicolor in comparison with GH gene sequence of Anguilla anguilla, Anguilla australis, and Anguilla japonica. This research was using explorative method, including primer design, isolation of RNA samples from pituitary, then gene amplification, sequencing, and sequence analysis. The gene was successfully amplified and sequenced. A gene sequence of 492 bp could be obtained. The gene sequence encodes 163 amino acid. In comparison with those of others Anguilla, Anguilla bicolor GH gene showed 97-98% of similarity. These result can be used as the basis for domestication stages of Indonesian Shortfin Eel (Anguilla bicolor), especially related to the growth hormone gene.
2141724237A1M014032ANALISIS RHODAMIN B DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAANNYA PADA MAKANAN JAJANAN YANG BEREDAR DI PASAR WAGE PURWOKERTOMakanan jajanan merupakan makanan yang dijual di tempat-tempat keramaian umum dan dapat langsung dikonsumsi tanpa pengolahan lebih lanjut. Berbagai macam makanan jajanan banyak ditemui di Pasar Wage. Proses pengolahan makanan jajanan sangat berisiko terhadap penggunaan bahan tambahan yang tidak diijinkan. Rhodamin B merupakan pewarna tekstil yang banyak digunakan pada makanan jajanan dan berbahaya bila dikonsumsi. Penggunaan rhodamin B dapat memberikan warna merah cerah pada makanan jajanan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang analisis rhodamin B dan faktor yang mempengaruhi penggunaannya pada makanan jajanan yang beredar di Pasar Wage. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui ada tidaknya rhodamin B pada kue ku, kue lapis, angleng dan cenil yang ada di Pasar Wage, Purwokerto 2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan rhodamin B sebagai bahan pewarna di kue ku, kue lapis, angleng dan cenil yang ada di Pasar Wage, Purwokerto 3) Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan keamanan pangan dan pendidikan produsen, upaya penghematan biaya produksi serta kemudahan dalam mendapatkan zat pewarna dengan penggunaan rhodamin B. Rancangan pengambilan sampel jajanan dan responden pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan metode sensus. Pengujian rhodamin B dilakukan dengan uji kualitatif dan kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat rhodamin B pada 12 sampel makanan jajanan dengan kadar 0,070 mg/g sampai 0,452 mg/g. Faktor penyebab penggunaan rhodamin B yaitu upaya penghematan biaya produksi, kemudahan dalam mendapatkan zat pewarna dan tingkat pendidikan. Terdapat hubungan antara upaya penghematan biaya produksi, kemudahan dalam mendapatkan zat pewarna dan tingkat pendidikan terhadap penggunaan rhodamin B. Sedangkan untuk tingkat pengetahuan, tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan keamanan pangan produsen terhadap penggunaan rhodamin B.Snack food is food that is sold in public crowded places and can be consumed directly without further processing. Various kinds of snacks are found in Wage market. The processing of snacks is very risky for using additional ingredients that are not permitted. Rhodamine B is a textile dye that is widely used in snacks and is dangerous if consumed. The use of rhodamine B can give a bright red color to snack foods. Therefore, it is necessary to conduct research on rhodamine B analysis and the factors that influence its use in snack foods circulating in the Wage Market. This research aims to: 1) Find out whether there is rhodamine B in ku cake, lapis cake, angleng and cenil in market Wage, Purwokerto 2) Knowing the factors that influence the use of rhodamine B as a coloring agent in ku cake, lapis cake, angleng and cenil in market Wage, Purwokerto 3) Knowing the relationship between the level of knowledge of food security and education of producers, efforts to save production costs and ease of obtaining coloring agents using rhodamine B. The sampling design of snacks and respondents in this research used a purposive method sampling and census method. Rhodamine B testing is done by qualitative and quantitative tests. Data analysis was carried out using the Spearman’s Rank. The results showed that there was rhodamine B in 12 samples of snack foods with levels of 0.070 mg/g to 0.452 mg/g. The causal factors for using rhodamine B are efforts to save on production costs, ease of obtaining coloring agents and education level. There is a relationship between efforts to save production costs, ease of obtaining coloring agents and education level on the use of rhodamine B. As for the level of knowledge, there is no significant relationship between the level of knowledge of food safety of producers against the use of rhodamine B.
2141824238A1M014062PEMANFAATAN IMBAH KULIT JERUK LEMON SEBAGAI MANISAN KERING DENGAN KAJIAN KONSENTRASI LARUTAN PERENDAM (KAPUR SIRIH DAN GARAM) DAN GULA PASIR Limbah padat pengolahan puree lemon merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi oleh CV. Promindo Utama, pengolahan limbah menjadi bahan yang mempunyai nilai tambah perlu dilakukan untuk mengurangi masalah yang dihadapi CV. Promindo Utama. Manisan kering adalah produk olahan yang berasal dari buah-buahan yang pemasakannya menggunakan gula kemudian dikeringkan. Produk ini mempunyai beberapa keuntungan diantaranya; bentuknya lebih menarik, lebih awet, volume serta bobotnya menjadi lebih kecil sehingga mempermudah pengangkutan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1). Mengetahui pengaruh konsentrasi larutan perendam (kapur sirih dan garam) dan konsentrasi gula terhadap sifat fisikokimia dan sensoris manisan kering kulit jeruk lemon. 2). Menentukan konsentrasi larutan perendam (kapur sirih dan garam) serta konsentrasi gula manisan kering kulit jeruk lemon dengan karakteristik sensoris terbaik. 3). Mengetahui karakteristik fisikokimia dan sensoris manisan kering kulit jeruk lemon dengan hasil terbaik. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 2 faktor yaitu komposisi larutan perendam (A) dan konsentarsi gula (B). Hasil penelitian menunjukan konsentrasi larutan perendam dan konsentrasi gula berpengaruh terhadap sifat fisikokimia (tekstur, kadar air, kadar abu dan gula reduksi) dan sensoris manisan kering kulit jeruk lemon. Formulasi yang menghasilkan karakteristik sensoris terbaik untuk perlakuan konsentrasi larutan perendam ialah A1 sedangkan perlakuan konsentrasi gula ialah B3. Kandungan sifat fisikokimia manisan kering kulit jeruk lemon yaitu tekstur (0,130 Kg/ mm. detik) ; kadar air (19,553 %) ; kadar abu ; (0,872 %) dan gula reduksi (3,276 %), untuk sifat sensoris manisan dengan tekstur agak padat, rasa agak manis dan warna agak kuning kecoklatan merupakan manisan yang agak disukai panelis.Solid waste processing lemon puree is one of the big problems faced by CV. Promindo Utama, processing waste into materials that have added value needs to be done to reduce the problems faced by CV. Promindo Utama. Dry sweets are processed products derived from fruits which cook using sugar and then dried. This product has several advantages including; the shape is more attractive, more durable, the volume and weight become smaller so that it makes transportation easier. The objectives of this study are: 1). Knowing the effect of the concentration of marinade solution (whiting and salt) and sugar concentration on the physicochemical and sensory properties of dried candied lemon peel. 2). Determine the concentration of marinade solution (whiting and salt) and the concentration of dried candied lemon zest with the best sensory characteristics. 3). Knowing the physicochemical and sensory characteristics of dried candied lemon peel with the best results. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) consisting of 2 factors, namely the composition of the marinade solution (A) and the concentration of sugar (B). The results showed the concentration of soaking solution and sugar concentration had an effect on physicochemical properties (texture, moisture content, ash content and reducing sugar) and sensory dried candied lemon peel. The formulation that produced the best sensory characteristics for the treatment of the soaking solution concentration was A1 while the sugar concentration treatment was B3. The physicochemical properties of dried candied lemon peel are texture (0.130 Kg / mm. Seconds); water content (19.553%); ash content; (0.872%) and reducing sugars (3.276%), for the sensory properties of sweets with a rather dense texture, the taste is rather sweet and the color is slightly brownish in color, which is a favorite of panelists.

2141925836F1A015049PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN DAN EKONOMI TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM JAMBANISASI DI LINGKUNGAN KELURAHAN PURWOKERTO LOR KECAMATAN PURWOKERTO TIMURDi era modern saat ini, di perkotaan terdapat bangunan yang menjulang tinggi, banyaknya kendaraan yang lalulalang yang menyebabkan adanya kemacetan. Menyangkut perkembangan kota, juga terdapat jumlah penduduk yang padat baik karena kelahiran maupun karena migrasi ke kota. Mengenai berkembangnya sebuah kota tersebut menyebabkan beberapa permasalahan yang ada, yaitu salah satunya masalah pencemaran lingkungan. Masalah ini memiliki faktor salah satunya dari perilaku masyarakat perkotaan, dilihat dari kesadaran para individu mengenai kesehatan lingkungan.
Pada penelitian ini, berjudul “Pengaruh Tingkat Pengetahuan dan Ekonomi terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Program Jambanisasi di Lingkungan Kelurahan Purwokerto Lor Kecamatan Purwokerto Timur” memiliki tujuan penelitian yaitu untuk menjelasan pengaruh tingkat pengetahuan masyarakat, menjelaskan mengenai pengaruh ekonomi, dan menjelaskan mengenai pengaruh bersama-sama tingkat pengetahuan dan tingkat ekonomi masyarakat terhadap partisipasi masyarakat. Lokasi penelitian ini di Lingkungan Kelurahan Purwokerto Lor. Metode penelitian yang digunakkan yaitu Penelitian Kuantitatif, menggunakkan metode survey dan pengambilan sampel yaitu total sampel. Sasaran utama penelitian yaitu warga Kelurahan Purwokerto Lor yang terkena program jambanisasi. Hasil dari Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sudah termasuk tinggi mengenai kebersihan maupun tentang jamban. Dan dari tingkat ekonomi menunjukkan bahwa responden sudah memiliki pendapatan ditingkat sedang, dalam hal kepemilikan jamban memiliki faktor lain yaitu hal kebiasaan yang sudah dilakukan dari dulu. Jadi, Pengaruh tingkat pengetahuan dan Ekonomi terhadap Partisipasi Masyarakat sangatlah berpengaruh.
In the modern era, in cities there are high-rise buildings, many traffic vehicles that cause traffic jams. Regarding the development of the city, there is also a dense population of both due to birth and due to migration to the city. Regarding the development of a city that causes several existing problems, one of which is the problem of environmental pollution. This problem has a factor one of which is the behavior of urban society, seen from the awareness of individuals about environmental health.
In this study, titled "The Effect of Knowledge and Economic Levels on Community Participation in the Jambanization Program in the Environment of Purwokerto Lor Subdistrict, Purwokerto Timur District" has the aim of the research which is to explain the influence of the level of community knowledge, explain the effect of the economy, and explain the influence of the joint level community knowledge and economic level towards community participation. The research method used is quantitative research, using the method of survey and sampling, namely the total sample. The main target of the research is the residents of Purwokerto Lor village. Results of this study showed that the level of knowledge of respondents was included in the high hygiene and about the latitors. And from the economic level indicates that the respondent already has a moderate income, in terms of ownership of the latrines has another factor that is a habit that has been done from the first. Thus, the influence of knowledge and economic level of community participation is very influential.

.
2142024240A1M014034PENGARUH PERENDAMAN DAN LAMA PENYANGRAIAN TERHADAP MUTU MENTEGA KETAPANG (CATAPPA BUTTER) Biji ketapang mempunyai komposisi kimia yang mirip kacang tanah, sehingga biji ketapang dapat digunakan sebagai subtitusi maupun inovasi pada beberapa produk yang terbuat dari kacang tanah. Salah satu produk olahan kacang tanah yang bernilai ekonomi adalah mentega kacang tanah (peanut butter). Melihat dari komposisi kimia biji ketapang yang mirip kacang tanah maka berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk mentega ketapang (catappa butter). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh perendaman biji ketapang terhadap mutu mentega ketapang; (2) Mengetahui pengaruh lama penyangraian biji ketapang terhadap mutu mentega ketapang; (3) Mengetahui pengaruh interaksi perendaman dan lama penyangraian terhadap mutu mentega ketapang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 24 kombinasi perlakuan dan 4 kali ulangan. Faktor yang diteliti yaitu, perendaman biji ketapang terdiri atas 2 taraf; 0 jam dan 12 jam dan lama penyangraian biji ketapang terdiri atas 3 taraf; 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Variabel yang diamati yaitu; kadar air, kadar abu, lemak, protein terlarut, serat kasar, warna, aroma dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perendaman biji ketapang dapat meningkatkan kadar air, menurunkan kadar abu, kadar lemak, protein terlarut, serat kasar, warna, aroma, dan rasa mentega ketapang yang dihasilkan. (2) Lama penyangraian biji ketapang dapat meningkatkan kadar abu, lemak dan warna, menurunkan kadar air, protein terlarut, serat kasar, aroma dan rasa mentega ketapang yang dihasilkan. (3) Kombinasi perendaman dan lama penyangraian biji ketapang pada proses pembuatan mentega ketapang tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel kimia dan variabel sensori.Ketapang seeds have a chemical composition that resembles peanuts, so ketapang seeds can be used as substitutes and innovations in some products made from peanuts. One of the processed products of economically valuable peanuts is peanut butter. Looking at the chemical composition of ketapang seeds that resemble peanuts, it has the potential to be developed as a ketapang butter product (catappa butter). The aim of this research were: (1) Determine the effect of ketapang seed immersion on the quality of ketapang butter; (2) Determine the effect of the long roasting of ketapang seeds on the quality of ketapang butter; (3) Determine the effect of immersion interaction and the length of roasting on the quality of Ketapang butter. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 24 treatment combinations and 4 replications. The factors studied are, immersion of ketapang seeds consists of 2 levels; 0 hours and 12 hours and the length of roasting of ketapang seeds consists of 3 levels; 5 minutes, 10 minutes and 15 minutes. The observed variables are; water content, ash content, fat, dissolved protein, crude fiber, color, aroma and taste.
The results showed that (1) The immersion of ketapang seeds can increase water content, reduce ash content, fat content, dissolved protein, crude fiber, color, aroma, and taste of ketapang butter produced. (2) The length of roasting of ketapang seeds can increase ash, fat and color levels, reduce water content, dissolved protein, crude fiber, the aroma and taste of ketapang butter produced. (3) The combination of immersion and the length of roasting of ketapang seeds in the process of making ketapang butter did not affect all chemical variables and sensory variables.