Artikel Ilmiah : A1L014041 a.n. RIESKY APRILIAWAN

Kembali Update Delete

NIMA1L014041
NamamhsRIESKY APRILIAWAN
Judul ArtikelKETAHANAN PRODUKSI TIGA VARIETAS KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) YANG MENGALAMI CEKAMAN KEKERINGAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tiga varietas kacang hijau pada tingkat cekaman kekeringan yang berbeda dan mengetahui pengaruh cekaman kekeringan terhadap produksi tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Oktober 2018 di Screen House dan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial. Faktor pertama adalah tiga varietas kacang hijau, yaitu varietas Kutilang, varietas Vima 2, dan varietas Vima 3. Faktor kedua adalah tingkat cekaman kekeringan, yaitu 100% kapasitas lapang, 75% air tersedia kapasitas lapang, dan 50% air tersedia kapasitas lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penurunan kadar air sampai dengan 75% kapasitas lapang belum berpengaruh terhadap pertumbuhan, tetapi penurunan kadar air sampai dengan 50% kapasitas lapang sudah menurunkan pertumbuhan. Penurunan kadar air sampai dengan 50% kapasitas lapang mampu menurunkan jumlah polong tanaman-1 sebesar 41,12%, bobot biji tanaman-1 sebesar 36,83%, dan bobot 100 biji sebesar 44,74%. Varietas Vima 3 mempunyai respon yang paling toleran terhadap kondisi cekaman kekeringan dibandingkan varietas Kutilang dan Vima 2.
Abtrak (Bhs. Inggris)The research were aimed to study growth of three varieties of mungbean in different soil water content and to observe the effect of drought stress to yield of mungbean. This research was conducted in screen house and Agronomy and Horticultural Laboratory of Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University from March until October 2018. The research was arranged by Randomized Completely Block Design with 3 replications. The first factor consisted of three mungbean varieties, i.e. Kutilang, Vima 2, and Vima 3. The second factor consisted of soil water content, i.e 100% of field capacity, 75% of field capacity and 50% of field capacity. The results showed that decrease in water content up to 75% of field capacity had not effect to growth, but decrease in water content up to 50% of field capacity was able to increase growth and yield. The decrease in water content up to 50% of field capacity was able to reduce the number of pods was 41.12%, weight of bean was 36.83%, and weight of 100 bean was 44.74%. Vima 3 variety had the most tolerant response to drought stress conditions compared with Kutilang and Vima 2 varieties.
Kata kuncikacang hijau, varietas, dan cekaman kekeringan
Pembimbing 1Dr. Purwanto, SP., MSc.
Pembimbing 2Ir. Eny Rokhminarsi, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2019-02-05 15:01:49.094513
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.