Artikelilmiahs
Menampilkan 21.461-21.480 dari 50.167 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 21461 | 25840 | A1D015220 | PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH PAKLOBUTRAZOL TERHADAP MUTU LIMA VARIETAS TANAMAN KRISAN POT | Penelitian bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi paklobutrazol, jenis varietas dan interaksi terhadap mutu lima varietas krisan pot. Penelitian ini dilaksanakan mulai Desember 2018 sampai April 2019 di screenhouse Desa Mendongan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian paklobutrazol, 3 taraf yaitu 100 ppm, 200 ppm dan 300 ppm. Faktor kedua adalah varietas krisan pot, 5 jenis yaitu Super Red, Lolipop, Lolired, Jaguar Merah dan Kancing Pink. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (mm), luas daun (cm2), jumlah kuntum bunga, diameter bunga (cm) dan waktu muncul bakal bunga (hst). Hasil penelitian menunjukkan pemberian paklobutrazol menghambat tinggi tanaman dan mempercepat waktu muncul bakal bunga. Varietas krisan pot memberikan respon terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (mm), luas daun (cm2), jumlah kuntum bunga, diameter bunga (cm) dan waktu muncul bakal bunga (hst). Hasil terbaik dari perlakuan konsentrasi paklobutrazol adalah 300 ppm, menghambat tinggi tanaman sehingga tinggi tanaman rendah dan membuat waktu muncul bakal bunga menjadi lebih cepat. Varietas Super Red variabel pengamatan terbaik pada tinggi tanaman dan waktu muncul bakal bunga, Varietas Kancing Pink pada variabel pengamatan jumlah daun dan jumlah kuntum bunga, Lolipop pada variabel pengamatan diameter batang dan luas daun, Jaguar Merah pada variabel pengamatan diameter bunga. Tidak ada interaksi antara konsentrasi paklobutrazol dan varietas krisan pot. | This research aims at examining the influence of paclobutrazol concentration, variety type and interaction on five Chrysanthemum plant varieties.This research is conducted starting from December 2018 to April 2019 at the screen of Mendongan Village, Sumowono District, Semarang Regency. This research is an experimental study using a complete factorial group random design with two factors and 3 repetitions. The fisrt factor is paclobutrazol administration in three levels: 100 pppm, 200 ppm, 300 ppm. The second factor is five Chrysanthemum plant varieties: Super Red, Lolipop, Lolired, Red Jaguar, and Kancing Pink. The observed variables are plant height (cm), number of leaves (sheet), stem diameter (mm), leaf width (cm2), number of flowers, flower diameter (cm) and flower bud (hst). The research result show that the administration of paclobutrazol inhibits the plant height and fastens the flower bud spring time. Chrysanthemum plant varieties are responding to the plant height (cm), number of leaves (sheet), stem diameter (mm), leaf width (cm2), number of flowers, flower diameter (cm), and flower bud spring time (hst). The best result is obtained from the paclobutrazol concentration administration of 300 ppm which inhibits the plant height and fasten the flower bud spring time. The best observation result on the variables of Super Red variety is related to its plant height and flower bud spring time; of Kancing Pink variety is related to its number of leaves and flowers; of Lolipop variety is related to stem diameter and leaf width; and of Red Jaguar is related ti its flower diameter. There is no occurring interaction between paclobutrazol concentration and Chrysanthemum plant varieties. | |
| 21462 | 25985 | E1A115103 | PERMASALAHAN YURIDIS KEWENANGAN PTUN DALAM PERKARA IZIN USAHA PERTAMBANGAN DAN WILAYAH IZIN USAHA PERTAMBANGAN (Studi Kasus Putusan Nomor 60/G/LH/2017/PTUN.SMG) | Pengadilan mempunyai kewenangan mutlak untuk menerima ,memeriksa, dan menyelesaikan suatu perkara tertentu berdasarkan kriteria objek perkara dan subjek perkaranya. Penelitian ini bersumber pada putusan PTUN Semarang dengan Nomor 60/G/LH/2017/PTUN.SMG yang Menjelaskan Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara dan penerapan asas Pembuktian Bebas hakim dari Pertimbangan Hukum Hakim.Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Yuridis Normatif dengan pendekatan Perundang-Undangan, Pendekatan Konseptual dan pendekatan Analisis. Data yang digunakan adalah data primer berupa putusan Pengadilan dan data Sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan dan buku literatur-literatur. Dalam hasil penelitian ini diketahui bahwa, Pertama adalah mengenai Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara untuk memeriksa, mengadili, dan memutuskan sengketa yang timbul dalam bidang Tata Usaha Negara antara seseorang atau badan hukum perdata yang menjadi obyek bisa dilihat dari Penjelasan unsur-unsur KTUN pada sengketa a quo Merupakan Kompetensi dari PTUN kemudian berkaitan dengan masalah perdata di selesaikan di peradilan Umum. Kedua, penerapan Asas Pembuktian Bebas dalam pertimbangan Hukum Hakim terdapat dalam Pasal 107 Undang-Undang No 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. | The court has the absolute authority to receive, examine and resolve a particular case based on the criteria of the object and the subject matter case. This study comes on the administrative court ruling Semarang with Numbers 60 / G / LH / 2017 / PTUN.SMG Explaining the State Administrative Authority and the application of the principle of Proof Free Legal Considerations Hakim.Metode judges from the approach used in this research is normative juridical research approach to legislation, Conceptual Approach and Analysis approach. The data used are primary data in the form of court decisions and secondary data in the form of legislation and literature books. In this research note that, First is on the Authority of the State Administrative Court to examine, hear and decide any dispute arising in the field of State Administration between a person or entity who becomes the object of civil law can be seen from the explanation KTUN elements in dispute quo The competence of the Administrative Court is then associated with a civil matter resolved in the General court. Second, application of the principle of Evidence Law Judge Freedom in consideration of Article 107 of Law No. 5 of 1986 concerning the State Administrative Court. | |
| 21463 | 26140 | D1A015240 | Pengaruh Pemberian Curcuma®FCT Terhadap Kadar Kolesterol Dan Trigliserida Kambing Jawarandu Betina Dewasa | Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian Curcuma®FCT terhadap kadar kolesterol dan trigliserida darah kambing Jawarandu betina dewasa. Materi penelitian yang digunakan adalah 18 ekor kambing Jawarandu betina dewasa dengan rataan bobot badan awal 25 kg. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 3 perlakuan dan 6 ulangan dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Perlakuan terdiri atas P0 : Rumput Odot tanpa pemberian Curcuma®FCT (kontrol), P1 : Rumput Odot + 1 tablet Curcuma®FCT (mengandung kurkumin 20 mg/ekor), dan P2 : Rumput Odot + 2 tablet Curcuma®FCT (mengandung kurkumin 40 mg/ekor). Berdasarkan analisis variansi diperoleh data bahwa pemberian Curcuma®FCT berpengaruh nyata (P˂0,05) terhadap kadar kolesterol dan trigliserida darah. Uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) terhadap kadar kolesterol dan trigliserida darah menunjukan bahwa P1 dan P2 berbeda nyata dengan perlakuan kontrol P0. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian Curcuma®FCT dosis 20 mg dapat menurunkan kadar kolesterol menjadi 128.33±1.2110 mg/dL dan kadar trigliserida menjadi 119.17±1.4719 mg/dL. Pemberian Curcuma®FCT dosis 40 mg dapat menurunkan kadar kolesterol menjadi 149.83±1.7224 mg/dL dan kadar trigliserida menjadi 149.83±1.7224 mg/dL. | This study aimed is to study the effect of Curcuma®FCT on cholesterol and triglyceride levels of Jawarandu female adult blood. The research material used was 18 heads Jawarandu does with an average initial body weight of 25 kg. The study was conducted using an experimental method with a Completely Randomized Design using 3 treatments and 6 replications and followed by a further test of the Smallest Significant Difference (LSD). The treatment consisted of P0: Odot grass without Curcuma®FCT (control), P1: Odot grass + 1 tablet Curcuma®FCT (containing curcumin 20 mg / head), and P2: Grass Odot + 2 tablets Curcuma®FCT (containing curcumin 40 mg / head). Based on the analysis of variance data obtained that the administration of Curcuma®FCT had a significant effect (P˂0.05) on blood cholesterol and triglyceride levels. The smallest significant difference (LSD) test for blood cholesterol and triglyceride levels showed that P1 and P2 were significantly different from the control treatment P0. The conclusion of this study is that the administration of Curcuma®FCT dose of 20 mg reduces cholesterol levels to 128.33 ± 1.2110 mg / dL and triglyceride levels to 119.17 ± 1.4719 mg / dL. The administration of Curcuma®FCT in a dose of 40 mg reduces cholesterol levels to 149.83 ± 1.7224 mg / dL and triglyceride levels to 149.83 ± 1.7224 mg / dL. | |
| 21464 | 24271 | G1A015014 | GAMBARAN BIAYA TERAPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 TANPA KOMPLIKASI DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO TAHUN 2016-2017 | Diabetes Melitus (DM) tipe 2 adalah kumpulan gangguan metabolik yang ditandai hiperglikemia dikarenakan penurunan sensitivitas terhadap insulin. Jumlah penderita dan pengobatan yang lama, DM menjadi beban ekonomi kesehatan, sehingga pemberian terapi DM pada era JKN harus memberikan terapi yang efisien dan efektif. Penelitian ini dilakukan di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo, bertujuan untuk mengetahui gambaran biaya terapi pasien DM Tipe 2 tanpa Komplikasi pada tahun 2016-2017 di rumah sakit tersebut dan sebagai langkah awal evaluasi terapi apakah terapi sudah efektif dan efisien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, data diambil dari rekam medik dan data keuangan. Sampel diambil dengan cara total sampling. Hasil penelitian ini melibatkan 46 pasien yang diikuti selama 6 bulan dari awal terdiagnosis. Total tarif INA-CBGs sebesar Rp. 39.865.920 dengan biaya rerata perepisode terapi adalah Rp. 142.208,7±11.716,7. Total biaya riil yang dikeluarkan rumah sakit sebesar Rp. 67.598.387 dengan biaya rerata pereoisode terapi adalah Rp. 209.929,8±202.792,1. Selisih total antara biaya riil dan tarif INA CBGs adalah Rp. -27.732.467. Kesimpulan penelitian ini terdapat selisih negatif yang dapat berpotensi mengakibatkan kerugian rumah sakit dan penurunan kualitas pelayanan, sehingga diperlukan kajian mengenai terapi yang paling efektif dan efisien untuk pengobatan DM tipe 2 di rumah sakit ini. | Diabetes mellitus (DM) type 2 is a metabolic syndrome that characterized by hyperglycemia due to decreased sensitivity to insulin. High prevalence and long-term treatment, DM to be burden on health economy, so DM therapy in JKN era must be cost effective. The aims of this study ware to describe cost therapy of patients DM Type 2 without complications in Prof. dr. Margono Soekarjo hospital at 2016-2017 and as an initial step to evaluate whether therapy is already cost effective. This research is a descriptive study, data was taken from medical records and financial data. Samples were taken by total sampling. The results of this study involved 46 patients who were followed for 6 months from the initial diagnosis.The total for INA-CBGs rates is Rp. 39,865,920 with an average cost every therapy is Rp. 142,208.7 ± 11,716.7. The total real cost incurred by the hospital is Rp. 67,598,387 with the average cost every therapy is Rp. 209,929.8 ± 202,792.1. The total difference between the real costs and the tariff of INA CBGs is Rp. -27,732,467. The conclusion obtained is that there is a negative difference that can potentially lead to hospital losses and a decrease the quality of services, so a study of the most cost effective therapy is needed for the treatment of type 2 DM in this hospital. | |
| 21465 | 24272 | H1B014054 | PENYELESAIAN MODEL SIRS YANG DIPENGARUHI OLEH VAKSINASI DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL | Model SIRS dengan vaksinasi adalah model matematika yang menggambarkan dinamika penyebaran penyakit menular dengan membagi populasi manusia menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok individu rentan, kelompok individu terinfeksi, dan kelompok individu sembuh, dengan asumsi individu sembuh dapat kembali menjadi individu terinfeksi. Model ini berbentuk sistem persamaan diferensial tak linier yang pada umumnya diselesaikan secara kualitatif. Metode transformasi diferensial merupakan salah satu metode semi analitik untuk menyelesaikan sistem persamaan diferensial tak linier. Dalam penelitian ini dikaji model SIRS yang dipengaruhi oleh vaksinasi yang diselesaikan dengan menggunakan metode transformasi diferensial. Aplikasi model pada metode transformasi diferensial menunjukkan bahwa nilai error yang diperoleh bergantung pada besarnya nilai pemotongan yang diambil, jika dibandingkan dengan metode Runge-Kutta orde empat, metode transformasi diferensial bisa menjadi alternatif solusi karena hasil yang diperoleh mendekati hasil numerik. | The SIRS model with vaccination is a mathematical model that describes the dynamic of the spread of infectious diseases by dividing the human populations into three groups, there are Susceptible group, Infective group, and Recovered group, assuming the recovered can be re-infected and vaccination is given to newborns. This model takes the form of a system of non-linear differential equations which is generally resolved qualitatively. Differential transformation method is one of the semi-analytic methods that can be used to solve the system of non-linear differential. In this research,the SIRS model with vaccination is constructed by a differential transformation method. The application model shows that the absolute error value obtained depends on the truncation term. If compared with the fourth order Runge-Kutta method, differential transformation method can be an alternative solution because the results can approach numerical results. | |
| 21466 | 25986 | J1D015012 | TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM FILM JEMBATAN PENSIL KARYA HASTO BROTO | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam film Jembatan Pensil karya Hasto Broto.Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa tuturan yang mengandung tindak tutur ilokusi dalam film Jembatan Pensil karya Hasto Broto. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik sadap sebagai teknik dasar. Kemudian teknik lanjutannya berupa teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data berupa metode padan. Pada metode padan, penelitian ini menggunakan teknik pilah unsur penentu, dan teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding. Peneliti menyajikan hasil analisis data berbentuk deskriptif dengan cara informal. Berdasarkan penelitian, ditemukan jenis tindak tutur representatif, direktif, ekspresif, dan komisif. Tindak tutur representatif meliputi menyatakan, menolak, dan memberitahu. Tindak tutur direktif meliputi menyuruh, perintah, meminta, memohon, mengajak, memaksa, dan mendesak. Tindak tutur ekspresif meliputi menyanjung. Tindak tutur komisif meliputi berjanji menyatakan kesanggupan, dan melarang. Adapun fungsi tindak tutur ilokusi yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu fungsi competitive, convival, collaborative, dan convlictive. Fungsi competitive berupa meminta. Fungsi convival berupa menyenangkan. Fungsi collaborative berupa menyenangkan. Fungsi convlictive berupa memarahi. | This study aims to describe the types and functions of illocutionary speech acts found in the Jembatan Pensil movie by Hasto Broto.This research was a qualitative descriptive research. The data in this research were utterances containing illocutionary speech acts in Jembatan Pensil movie by Hasto Broto. The method of data collection used in this research was Simak method with Sadap technique as a basic technique. Then the advanced technique is simak bebas libat cakap and noting technique. The data analysis of this research was method of matching. In the matching method, this study used the determining element sorting technique, and the follow-up technique is the banding connection technique. The researcher presented the results descriptively in an informal form. Based on the study, there were representative, directive, expressive, and commissive speech acts. Representative speech acts included expressing, rejecting, and notifying. Directive speech acts included ordering, instructing, asking, begging, inviting, coercing, and urging. Expressive speech acts included flattering. Commissive speech acts included promise to declare the capability, and to prohibit. The illocutionary speech act functions found in this study were competitive, convival, collaborative and convlictive functions. The competitive function was for asking. The function of convival was for pleasing. The collaborative function was for pleasing. The convlictive function was for scolding. | |
| 21467 | 26167 | E1A015211 | PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE DI PT. TASPEN (PERSERO) JAKARTA PUSAT | Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara tanggung jawab yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. Perusahaan yang dimiliki oleh BUMN harus menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG). GCG diharapkan mampu membantu perusahaan-perusahaan untuk keluar dari krisis ekonomi serta mampu membantu perusahaan dalam rangka menghadapi arus globalisasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Penerapan GCG di PT. Taspen (Persero) Jakarta Pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan yang menggunakan konsepsi legistis positivis. Spesifikasi penelitan menggunakan penelitian deskriptif, menggunakan sumber data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, teori hukum, dan arsip perusahaan serta data primer melalui wawancara di kantor pusat PT. Taspen (Persero) Jakarta Pusat, dengan model penyajian data menggunakan bentuk teks naratif dan model analisis data secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT. Taspen (Persero) Jakarta Pusat telah menerapkan kelima prinsip GCG yang terdiri dari prinsip Transparansi, Akuntabilitas, Pertanggungjawaban, Kemandirian, dan Kewajaran dengan baik sesuai dengan Peraturan Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-01/MBU/2011 Tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Pada Badan Usaha Milik Negara serta ketentuan interal maupun eksternal. | State-owned enterprises (BUMN) is entity which is whole or in part big capital owned by state through the inclusion of responsibilities originating from state assets was separated. Companies owned by BUMN’s must apply the principles of Good Corporate Governance (GCG). GCG is expected to be able to help companies get out of the economic crisis and be able to help companies in the face of globalization. This research was conducted to determine the implementation of GCG in PT. Taspen (Persero) Jakarta Pusat. The approach method used in this research is normative juridical with approach of legislation and analytical approach. This is descriptive research that using secondary data such as legislation, legal theory, and company archives. Primary data is also used that is sourced from interview in Head Office of PT. Taspen (Persero), with data presentation model of Descriptive-Narrative and analytics model of Normative-Qualitative. The result of research that PT. Taspen (Persero) Jakarta Pusat has implemented the fifth principle GCG consist of principle Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, and Fairness well according to state-owned enterprises Regulation No.: PER-01/MBU/2011 On the implementation of good corporate governance on state-owned enterprises as well as internal and external provisions. | |
| 21468 | 24273 | D1B017019 | EVALUASI PENDUGAAN BOBOT BADAN BERDASARKAN RUMUS LAMBOURNE TERHADAP BOBOT BADAN AKTUAL SAPI BALI | Evaluasi Pendugaan Bobot Badan berdasarkan Rumus Lambourne terhadap Bobot Badan Aktual Sapi Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot badan yang aktual, perbedaan bobot badan aktual dengan pendugaan bobot badan berdasarkan rumus Lambourne dan mendapatkan rumus Lambourne yang sudah dimodifikasi sehingga tepat untuk menduga bobot badan sapi Bali. Materi yang digunakan adalah sapi Bali jantan umur 1,5-2 tahun sebanyak 30 ekor yang dipelihara secara intensif, timbangan sapi, pita ukur metline dan tongkat ukur. Penelitian ini menggunakan uji t dua sampel berpasangan (paired sampel t test) untuk mengetahui perbedaan antara bobot badan aktual sapi Bali dengan hasil pendugaan bobot Lambourne. Modifikasi rumus Lambourne dilakukan jika hasil uji t antara bobot badan pada pendugaan bobot badan berdasarkan rumus Lambourne dan bobot badan sapi Bali aktual berbeda. Rumus Lambourne akan diubah bagian penyebut dengan cara coba-coba (trial and error) yang dimasukkan ke dalam uji t hingga didapatkan hasil t hitung yang tidak berbeda antara bobot badan aktual dengan modifikasi rumus Lambourne. Rata-rata bobot badan aktual yang didapatkan yaitu 269,700±26,088 kg. Selisih yang didapatkan dari rata-rata bobot badan aktual dan pedugaan bobot badan rumus Lambourne sapi Bali jantan umur 1,5 - 2 tahun yaitu 4,387 %. Rata-rata bobot badan berdasarkan rumus Lambourne lebih besar dari rata-rata bobot badan aktual sapi Bali. Hasil uji t evaluasi pendugaan bobot badan berdasarkan rumus Lambourne terhadap bobot badan aktual sapi Bali dipelihara secara intensif yaitu berbeda sehingga perlu adanya modifikasi rumus Lambourne agar tepat digunakan. Rumus Lambourne dengan penyebut 10365 menghasilkan t hitung yang tidak berbeda, rata-rata bobot badan 269,686 kg dan selisih 0,005%. | Evaluation of The Estimated Body Weight based on the Lambourne Formula with the Weight of the Actual Body of Bali cattle. This research aiming to determine the actual body weight, differences in actual body weight with estimates of body weight based on the Lambourne formula and get the modified Lambourne formula so that it is appropriate to estimate the body weight of Bali cattle. The material used was 30 tails male Bali cattle aged 1.5-2 years, cattle scales, metline measuring tape and measuring stick. This study used the t-test two paired samples (paired sample t test) to determine the difference between the actual body weight of Bali cattle and the results of Lambourne weight estimation. Modification of the Lambourne formula is done for the results of the t test between body weights on the estimation of body weight based on the Lambourne formula and the actual weight of the Bali cattle. The Lambourne formula will be converted by trial and error into the t test until the result of t count is not different between the actual body weight and the modification of the Lambourne formula. The average actual body weight obtained is 269,700±26,088 kg. The difference obtained from the actual actual body weight and weight of the body weight of the Lambourne formula for male Bali cattle aged 1.5 - 2 years are maintained intensively is 4,387%. The average body weight based on the Lambourne formula is heavier than the average actual body weight of Bali cattle.The results of the t test evaluating the estimation of body weight based on the Lambourne formula on the actual body weight of Balinese cattle are maintained intensively is different so that there is a need to modify the Lambourne formula to be used. The Lambourne formula with the denominator 10365 produces a t count that is not different, the average body weight is 269,686 kg and the difference is 0.005%. | |
| 21469 | 24274 | G1A015093 | GAMBARAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO TAHUN 2016-2017 | Diabetes Melitus (DM) tipe 2 adalah penyakit hiperglikemi akibat insensitivitas sel terhadap insulin. Indonesia menempati urutan ke-7 dari 10 negara dengan penderita diabetes tertinggi pada tahun 2013. Penelitian ini memiliki latar belakang adanya perbedaan hasil dari penelitian di RSUP Fatmawati yaitu metformin adalah terapi paling efektif, sedangkan di salah satu Puskesmas di Klungkung yaitu tidak ada perbedaan yang signifikan. Penelitian ini dilakukan di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efektivitas penggunaan obat antidiabetik pasien DM Tipe 2 tanpa Komplikasi pada tahun 2016-2017 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, data diambil dari rekam medik dan laboratorium PK. Sampel diambil dengan cara total sampling dan melibatkan 37 pasien yang diikuti selama 6 bulan dari awal terdiagnosis. Monoterapi paling efektif adalah metformin yang memiliki efektivitas mencapai 69.44% dan terapi kombinasi paling efektif adalah kombinasi metformin dan glimepirid yang memiliki efektivitas mencapai 45.83%. Monoterapi paling efektif adalah metformin dan terapi kombinasi paling efektif adalah kombinasi metformin dan glimepirid, sehingga disarankan untuk menggunakan monoterapi metformin atau kombinasi terapi metformin dengan glimepirid. | Type 2 Diabetes Melitus (DM) is a hyperglicemic disease due to cell insensitivity to insulin. Indonesia ranks 7th out of 10 countries with the highest diabetes rates in 2013. This study had a background of differences in the results of research at RSUP Fatmawati, that metformin was the most effective therapy, where as in one of the Puskesmas in Klungkung that there was no significant difference. This research was done at the RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. This study aims to describe the effectiveness of antidiabetic drugs in Type 2 DM patients without complications in 2016-2017 at the RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. This research was a descriptive study, data taken from medical records and PK laboratory. The sample was taken by total sampling and involved 37 patients who were followed for 6 months from the initial diagnostic. The most effective of monotherapy was metformin which had an effectiveness 69.44% and the most effective of combination therapy was a combination of metformin and glimepiride which had an effectiveness 45.83%. The conclusion, which the most effective monotherapy was metformin and the most effective combination therapy was a combination of metformin and glimepiride, so it is recommended to use metformin monotherapy or a combination therapy of metformin and glimepiride. | |
| 21470 | 24275 | C1B015001 | ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS LEVERAGE AKTIVITAS JAMINAN DAN UMUR OBLIGASI TERHADAP PERINGKAT OBLIGASI PERUSAHAAN KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2017 | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Aktivitas, Jaminan dan Umur Obligasi Terhadap Peringkat Obligasi Perusahaan Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2017”. Risiko default atau gagal bayar merupakan risiko yang sangat dihindari oleh investor obligasi. Investor memerlukan sinyal atau informasi yang menandakan kemungkinan terjadinya risiko default (gagal bayar). Salah satu sinyal yang dapat digunakan untuk memprediksi risiko default obligasi adalah peringkat obligasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara suatu variabel dengan variabel lainnya mengenai peringkat obligasi menggunakan perhitungan statistik. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik multinominal karena variabel dependen merupakan variabel dummy yang lebih dari dua kategori yaitu 1 sampai 8. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan terpilih sebanyak 21 perusahaan yang sesuai dengan kriteria. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan likelihood ratio test pada analisis regresi mutinominal, menyatakan bahwa variabel profitabilitas dan jaminan berpengaruh secara positif terhadap peringkat obligasi. Leverage, aktivitas dan umur obligasi tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Kata kunci : Peringkat obligasi, profitabilitas, leverage, aktivitas, jaminan dan umur obligasi | This study entitled "Analysis of the Effect of Profitability, Leverage, Activities, Guarantees and Age of Bonds on the Rating of Bonds of Financial Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2015-2017 Period". The risk of default or default is a risk that is highly avoided by bond investors. Investors need a signal or information that indicates the possibility of default risk (default). One signal that can be used to predict the default risk of bonds is the bond rating. This research is a type of quantitative research that aims to analyze the relationship between a variable and other variables regarding bond ratings using statistical calculations. The data analysis used is multinominal logistic regression analysis because the dependent variable is a dummy variable with more than two categories, namely 1 to 8. In this study the sampling technique used a purposive sampling method and selected 21 companies that fit the criteria. The results of hypothesis testing using the likelihood ratio test on mutinominal regression analysis, states that the variables of profitability and collateral have a positive effect on bond ratings. Leverage, activity and age of bonds have no effect on bond ratings. Keywords: Bond rating, profitability, leverage, activity, collateral and age of bonds | |
| 21471 | 24276 | G1A015024 | Pengaruh Sari Buah Markisa Ungu (Passiflora edulis var edulis) Terhadap Kadar Kreatinin Serum Tikus Putih (Rattus norvegicus) Model Diabetes Melitus | Latar Belakang: Hiperglikemia kronik pada diabetes melitus (DM) meningkatkan stress oksidatif berupa peroksidasi lipid pada membran sel endotel glomerulus. Penurunan fungsi filtrasi glomerulus yang diakibatkannya selanjutnya dapat meningkatkan kadar kreatinin serum. Buah markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) mempunyai kemampuan antiinflamasi dan antioksidasi yang berpotensi menghambat peningkatan stres oksidatif. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian sari buah markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) terhadap kadar kreatinin serum tikus putih (Rattus norvegicus) model DM. Metode: Metode penelitian adalah eksperimental dengan post test only with control group design. Dua puluh lima ekor tikus putih (Rattus norvegicus) dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B, C, D dan E merupakan model DM melalui induksi aloksan 120 mg/kgBB. Kelompok C, D, dan E mendapatkan sari buah markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) selama 21 hari dengan dosis 1,05 mL/200gBB, 2,1 mL/200gBB, dan 4,2 mL/200gBB. Hasil: Rerata kadar kreatinin serum kelompok A= 1,36±0,30 mg/dL, B= 1,44±0,21 mg/dL, C= 1,96±0,35 mg/dL, D= 2,24±0,43 mg/dL, dan E= 2,16±0,16 mg/dL. Uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p=0,000 (P<0,05). Uji post hoc LSD menunjukkan hasil perbedaan rerata yang signifikan antara kelompok A dan B dengan kelompok C, D dan E. Kesimpulan: Pemberian sari buah markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) tidak berpengaruh positif terhadap kadar kreatinin tikus model DM. | Background: Cronic hyperglycemia in diabetes mellitus (DM) cause oxidative stress in a form of lipid peroxidation of glomerular endothelial cell membrane. The following decreased in glomerular filtration function then increases serum creatinine level. Purple passion fruit (Passiflora edulis var edulis) has antiinflammatory and antioxidative effect which has potential to prevent the increase in oxidative stress. Aim: This study aimed to know the effect of purple passion fruit (Passiflora edulis var edulis) on serum creatinine level of diabetes mellitus rats models (Rattus norvegicus). Methods: The method was experimental study with post test only with control group design. Twenty five males white rats were randomly assigned to 5 groups. Group A as healthy control group, group B, C, D, and E as DM group through induction of 120 mg/kgBW alloxan. Group C,D, and E were orally administered with puple passion fruit juice at dosage of 1,05 mL/200gBW, 2,1 mL/200gBW, and 4,2 mL/200gBW consecutively for 21 days. Result: Serum Creatinine concentration in group A= 1,36±0,30 mg/dL, B= 1,44±0,21 mg/dL, C= 1,96±0,35 mg/dL, D= 2,24±0,43 mg/dL, and E= 2,16±0,16 mg/dL. One Way ANOVA test showed p=0,000 (P<0,05). The post hoc LSD test showed significant mean differences between group A, as well as B and group C, D,E.. Conclusions: The purple passion fruit juice (Passiflora edulis var edulis) in various dosages did not have positive effects on serum creatinine level of diabetes mellitus model rats. | |
| 21472 | 24336 | F1C014089 | ANALISIS SEMIOTIKA KOMODIFIKASI PEREMPUAN PADA TAYANGAN “INEM LUMAYAN SEKSI” DALAM SALURAN YOUTUBE POPULAR MAGAZINE | Keberadaan perempuan di dalam media menjadi suatu hal yang tidak pernah berhenti untuk dikaji ketika perempuan ditampilkan menjadi simbol-simbol untuk menciptakan suatu citra. Realitas perempuan yang seringkali ditampilkan oleh media massa menjadi objek kepentingan dari oknum yang ingin mendapatkan keuntungan, salah satunya adalah perempuan dijadikan sebagai objek kepuasan seksual para kaum laki-laki dengan cara memperlihatkan keindahan lekuk tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan menjelaskan bentuk denotatif, konotatif, mitos dan bentuk komodifikasi perempuan yang terdapat di dalam tayangan “Inem Lumayan Seksi” episode “Presiden Jokowi Pindahin Ibu Kota ke Palangkaraya” dan “Awas Ditegur CCTV Elektrik”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes yang kemudian dilengkapi dengan teori Male Gaze Laura Mulvey untuk memaknai komodifikasi perempuan dalam tayangan Inem Lumayan Seksi. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah tayangan Inem Lumayan Seksi merepresentasikan komodifikasi perempuan yang terdapat pada potongan adegan episode “Jokowi Pindahin Ibukota ke Palangkaraya” dan “Awas Ditegur CCTV Elektrik”. Komodifikasi perempuan ditunjukkan melalui pakaian, gestur, tata rias, karakter dan sudut pandang kamera yang mengeksploitasi bagian tubuh perempuan yang ditampilkan. Inem ditampilkan sebagai seorang pembantu rumah tangga yang kritis terhadap isu yang sedang terjadi di Indonesia, namun tetap dengan menonjolkan bagian yang dianggap memiliki nilai jual lebih seperti payudara, paha, bokong dan lengan. | The existence of women in media becomes a thing that never stops to be studied when women are displayed as symbols to create an image. In reality, women often displayed for an object of interest of the person who wants to gain benefits which is women are used as object of sexual satisfaction for men by showing their body curves. The purpose of this study is to analyze and explain the denotative, connotative, mythical and commodified forms of women in "Inem Lumayan Seksi” show episode "Presiden Jokowi Pindahin Ibukota ke Palangkaraya" and "Awas Ditegur CCTV Elektrik". The method used in this study is a qualitative method with Roland Barthes semiotic approach combined with Laura Mulvey's Male Gaze theory to interpret the commodification of women in “Inem Lumayan Seksi” show. The results obtained in this study were the Inem Lumayan Seksi program representing the commodification of women in the scene in episode "Jokowi Pindahin Ibukota ke Palangkaraya" and "Awas Ditegur CCTV Elektrik". The commodification of women is shown through clothing, gestures, makeup, characters and camera points of view that exploit women’s body. Inem is shown as a housemaid who is critical of the issue that is happening in Indonesia, but still emphasizes the parts that are considered to have more selling values such as breasts, thighs, buttocks and arms. | |
| 21473 | 24278 | C1C014083 | ANALISIS KINERJA KEUANGAN DESA (STUDI PADA PEMERINTAH DESA TERTINGGAL DAN BERKEMBANG di BANYUMAS) | Penelitian ini berjudul Analisis kinerja keuangan pemerintah desa di Banyumas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja keuagan pemerintah desa yang termasuk dalam kategori tertinggal dan desa berkembang di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini berjenis kuantitati deskriptif yang akan menganalisis data yang diperoleh dari laporan keuangan desa dengan analisis rasio Value for Money yang terdiri dari rasio ekonomi, efisiensi dan efektifitas dan menguji perbedaan antara kedua kategori dengan Independent sample t-test dan Mann Whitney U . Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja keuangan berdasarkan rasio ekonomis desaberkembang memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dibanding dengan desa tertinggal. Berdasarkan rasio efisiensi menunjukan bahwa seluruh desa sampel penelitian sudah sangat efisiensi, namun lebih desa tertinggal lebih efisiensi dbanding desa berkembang. Sedangkan berdasarkan rasio efektifitas menunjukan bahwa sudah baiknya seluruh desa sampel penelitian dalam rasio efektifitas. Sedangkan hasil dari uji hipotesis antara desa tertinggal dan desa berkembang menunjukan tidak ada perbedaan kinerja keuangan yang signifikan pada dua kategori. | This research is entitled Analysis of the financial performance of village governments in Banyumas. The purpose of this study was to analyze the performance of the village government quota, which was included in the lagging category and developing villages in Banyumas Regency. This research is a descriptive quantitative type that will analyze the data obtained from village financial reports by analyzing the ratio of Value for Money consisting of economic ratios, efficiency and effectiveness and testing the differences between the two categories with the Independent sample t-test and Mann Whitney U. The results showed that financial performance based on economic ratios of developing countries had better financial performance compared to underdeveloped villages. Based on the efficiency ratio, it shows that all the sample villages have been very efficient, but more villages lag behind more efficiently than developing villages. While based on the effectiveness ratio shows that it is good for the entire village to be sampled in the effectiveness ratio. While the results of hypothesis testing between underdeveloped villages and developing villages show no significant differences in financial performance in the two categories. | |
| 21474 | 24279 | C1C014017 | PENGARUH STRATEGI BISNIS, KEMAMPUAN MANAJERIAL DAN PENGETAHUAN AKUNTANSI PELAKU UMKM TERHADAP KINERJA UMKM BIDANG KULINER DI KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel strategi bisnis, kemampuan manajerial dan pengetahuan akuntansi pelaku UMKM terhadap kinerja UMKM bidang kuliner di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan data primer, dengan populasi UMKM bidang kuliner di kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan untuk menentukan sampel penelitian adalah metode purposive sampling, sehingga diperoleh 61 responden. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi bisnis, kemampuan manajerial dan pengetahuan akuntansi secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Implikasi dari penelitian ini adalah kinerja UMKM dapat ditingkatkan dengan cara menerapkan strategi bisnis yang sesuai dengan keadaan, pelaku UMKM memiliki kemampuan manajerial yang memadai serta memiliki pengetahuan akuntansi yang baik. | This study aims to determine and analyze the influence of business strategy variables, managerial abilities and accounting knowledge of SME actors on the performance of SMEs in the culinary field in Purbalingga Regency. This study uses primary data, with the SME population in the culinary field in Purbalingga district. The method used to determine the sample of the study was purposive sampling method, so that 61 respondents were obtained. The analytical method used is Multiple Regression Analysis. The results of this study indicate that business strategies, managerial capabilities and accounting knowledge partially and simultaneously influence the performance of SMEs. The implication of this research is that the performance of MSMEs can be improved by applying business strategies that are appropriate to the situation, MSME actors have adequate managerial skills and have good accounting knowledge. | |
| 21475 | 24280 | F1B113041 | KEBERHASILAN IMPLEMENTASI PROGRAM DANA DESA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA KARANGNANGKA KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS | Dana Desa menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang pengelolaan dana desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperuntukkan untuk desa. Implementasi dari Dana Desa tersebut tidak bisa di pisahkan dengan sumber daya manusia, kelancaran komunikasi, struktur birokrasi, dan disposisi pejabat. Untuk itu, menarik untuk dikaji : (1) Adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara Sumber Daya Manusia (X1) terhadap Keberhasilan Implementasi program yang didanai oleh Dana Desa (Y) di Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng? (2) Adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara Kelancaran Komunikasi (X2) terhadap Keberhasilan Implementasi program yang didanai oleh Dana Desa (Y) di Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng? (3) Adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara Struktur Birokrasi (X3) terhadap Keberhasilan Implementasi program yang didanai oleh Dana Desa (Y) di Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng? (4) Adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara Disposisi Pejabat (X4) terhadap Keberhasilan Implementasi program yang didanai oleh Dana Desa (Y) di Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng? (5) Adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara Sumber Daya Manusia (X1), Kelancaran Komunikasi (X2), Struktur Birokrasi (X3), dan Disposisi Pejabat (X4) terhadap Keberhasilan Implementasi program yang didanai oleh Dana Desa (Y) di Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng?. Sesuai dengan permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini adalah menjawab kelima permasalahan penelitian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode peneliitian kuantitatif dengan mengambil jenis pendekatan survey. Teknik pengambilan sempelnya adalah probability sampling dengan metode simple random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan kuesioner, yang didukung dengan obsevasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah korelasi kendall’s tau-c, konkordansi kendall W, dan regresi ordinal. Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukan : (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kelancaran komunikasi terhadap keberhasilan implementasi program dana desa 35,9 persen, (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara sumber daya manusia terhadap keberhasilan implementasi program dana desa 37,9 persen, (3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara struktur birokrasi terhadap keberhasilan implementasi program dana desa 42,5 persen, (4) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara disposisi pejabat terhadap keberhasilan implementasi program dana desa 44,4 persen, (5) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kelancaran komunikasi, sumberdaya manusia, struktur birokrasi, dan disposisi pejabat terhadap keberhasilan implementasi program dana desa 78,9 persen. Kesimpulan penelitian ini adalah semua variabel independen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu keberhasilan implementasi program dana desa di desa karangnangka. | Dana Desa according to the government regulation no 60 years 2014 about in the management of Dana Desa that is also show that funds sourced from their own anggaran pendapatan dan belanja negara ( APBN ) what is in the book for a village. Implementation of Dana Desawould not be in split with human resources , good communication , the structure , officials and disposition. For it, interesting to examined: (1) is there any influence a positive and significant between of human resources (X1) to successful the implementation of program that is funded by village funds (Y) in karangnangka village sub district kedungbanteng? (2) is there any influence a positive and welfare between the good communication (X2) to successful the implementation of program that is funded by Dana Desa (Y) in karangnangka village sub district kedungbanteng? (3) is there any influence a positive and significant between bureaucratic structure (X3) to successful the implementation of program that is funded by village funds (Y) in karangnangka village sub district kedungbanteng? (4) is there any positive influence and significant between village functionary disposition (X4) to successful the implementation of program that is funded by village funds (Y) in karangnangka village sub district kedungbanteng? (5) is there any positive influence and significant between of human resources (X1), good communication (X2), bureaucratic structure (X3), and village functionary disposition (X4) To successful the implantation of the program that is funded by Dana Desa (Y ) in karangnangka village sub district kedungbanteng? .In accordance with these problems , the purpose of this research is answer the fifth problems that had occurred of this research. This study using methods quantitative research by taking the kind of approach. On this research using probability sampling with simple random sampling method. Data collection method in this research is questionnaire , supported by obsevasi and documentation .The method of analysis the data used was Kendal’s Corelation or Kendall’s tau-c corelation, kendall W concordance, and ordinal regeretion. The results of the analysis quantitatively in research showed: ( 1 ) is the positive and welfare between good communication to successful the implementation of program Dana Desa 35,9 percent, ( 2 ) is the positive and significant among human resources to successful the implementation of program Dana Desa 37.9 percent, ( 3 ) is the positive and significant between bureaucratic structure to successful the implementation of program Dana Desa 42,5 percent, ( 4 ) is the positive and significant between disposition officials to successful the implementation of program Dana Desa 44,4 percent, ( 5 ) is the positive and significant between good communication, human resources, bureaucratic structure, and village functionary disposition to successful the implementation of program Dana Desa 78.9 percent. The conclusion of this research is all the independent variable have leverage positive and significant impact on the success of the dependent variable for which is the Karangnangka’s Dana Desa (village funds). | |
| 21476 | 24281 | G1H013036 | Faktor-faktor yang Mempengaruhi Usia Menopause pada Wanita di Wilayah Kerja Puskesmas I Baturraden | Latar Belakang: Gangguan kesehatan yang dialami wanita pada periode menopause sangat bervariasi. Usia menopause juga mempengaruhi tingkat kesakitan jangka panjang yang ditimbulkan. Usia menopause dipengaruhi beberapa faktor, yaitu usia menarche, jumlah anak, status gizi, usia melahirkan anak terakhir, lama penggunaan kontrasepsi hormonal, merokok, pola hidup, dan stres. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi usia menopause pada wanita di wilayah kerja Puskesmas 1 Baturraden. Metode: Desain penelitian adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh 75 responden wanita yang sudah tidak menstruasi selama 1 tahun terakhir. Pengambilan data menggunakan kuisioner dan pengukuran antropomentri, yaitu berat badan dan tinggi badan. Hasil: Uji bivariat korelasi spearman dan pearson menunjukkan ada hubungan antara usia menarche (sig. p = 0,003), jumlah anak (sig. p = 0,000), usia melahirkan anak terakhir (sig. p = 0,000), lama penggunaan kontrasepsi hormonal (sig. p = 0,001), dan status gizi (sig. p = 0,001) terhadap usia menopause. Uji multivariat regresi berganda menunjukkan variabel yang paling me mpengaruhi usia menopause adalah status gizi (sig. p = 0,000). Kesimpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi usia menopause pada wanita di wilayah kerja Puskesmas I Baturraden adalah usia menarche, jumlah anak, usia melahirkan anak terakhir, status gizi, lama penggunaan kontrasepsi hormonal, dan faktor yang paling mempengaruhi usia menopause adalah status gizi. | Background: Health problems experienced by women in the menopause period var greatly. The age of menopause also affects the long-term morbidity caused. The age of menopause is influenced by several factors, namely age of menarche, number of children, nutritional status, age of giving birth to the last child, duration of use of hormonal contraception, smoking, lifestyle, and stress. Objective: To find out the factors that influence the age of menopause in women at Puskesmas 1 Baturraden. Methods: The study design was analytical observation with a cross sectional approach. The data collection technique used was purposive sampling and obtained 75 female respondents who had not menstruated for the past 1 year. Data collection uses questionnaires and anthropomentric measurements, namely body weight and height. Results: The bivariate spearman and pearson correlation test showed a relationship between age of menarche (sig. P = 0.003), number of children (sig. P = 0,000), age at giving birth to last child (sig. P = 0,000), duration of hormonal contraception (sig. P = 0.001 ), and nutritional status (sig. p = 0.001) to the age of menopause. Multivariate multiple regression test showed the variable that most affected the age of menopause is nutritional status (sig. P = 0,000). Conclusion: The influence factors age of menopausein women at Puskesmas I Baturraden are menarche age, number of children, age of giving birth to the last child, nutritional status, duration of hormonal contraception use, and the most influence factor age of menopause is nutritional status. | |
| 21477 | 24285 | A1L014194 | PENGARUH APLIKASI CAMPURAN ARANG SEKAM DAN COCOPEAT, DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL DAN MUTU HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica alboglabra) PADA INCEPTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji pengaruh campuran arang sekam dan cocopeat dalam media terhadap pertumbuhan, hasil dan mutu hasil kailan, 2) mengkaji pengaruh dari Pupuk Organik Cair (POC) terhadap pertumbuhan, hasil dan mutu hasil kailan, 3) mengkaji pengaruh interaksi campuran arang sekam dan cocopeat dalam media dengan POC terhadap pertumbuhan, hasil dan mutu hasil kailan, 4) memilih perlakuan terbaik atas dasar pertumbuhan, hasil dan mutu hasil kailan. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli sampai September 2018 di rumah plastik Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini merupakan percobaan pot dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian campuran arang sekam dan cocopeat, 3 taraf yaitu 0, 22,2 dan 44,4 g tanaman-1. Faktor kedua adalah pemberian POC, 3 taraf yaitu 0, 2 dan 4 ml POC tanaman-1. Setiap unit percobaan terdiri atas 2 pot yang masing-masing pot ditanam 1 bibit kailan, sehingga jumlah keseluruhan adalah 54 unit. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm) dan warna daun, bobot tajuk segar (g), bobot akar segar (g), kadar vitamin C (mg/100 g) dan kadar protein (g/100 g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh arang sekam + cocopeat meningkatkan luas daun, warna daun, bobot tajuk segar dan bobot akar segar kailan. Pengaruh POC meningkatkan bobot tajuk segar dan menurunkan bobot akar segar kailan. Interaksi arang sekam + cocopeat dan POC hampir tidak ada kecuali pada warna daun. Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan, hasil dan mutu hasil adalah 44,4 g arang sekam+cocopeat tanaman-1 atau 10 ton arang sekam+cocopeat ha-1 dan 2 ml POC tanaman-1 setara 20 ml POC ha-1. | This study aims to study: 1) the effect of rice husk charcoal and cocopeat mixture in the media on the growth, yield, and quality of kailan, 2) the effect of Liquid Organic Manure on the growth, yield, and quality of kailan, 3) the effect of the interaction of rice husk charcoal and cocopeat mixture in media with Liquid Organic Fertilizer on the growth, yield, and quality of kailan, 4) choose the best treatment based on the growth, yield and quality of kailan. The research was conducted from July until September, 2018 in Plastic House, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research was a pot experiment using a Randomized Complete Block Design (RCBD) factorial with 2 treatment factors and 3 replications. The first factor was the application of rice husk charcoal and cocopeat mixture, i.e. 0, 22,2, and 44,4 g plant-1. The second factor was the application of Liquid Organic Manure, i.e. 0, 2, and 4 ml plant-1. Each unit of experiment consisted of two pots, each pot was planted by one kailan seed. Therefore, the total unit were 54 units. Variables observed included the plant height (cm), the number of leaves (sheet), the leaf area (cm2), the leaves colour, the fresh shoot weight (g), the fresh root weight (g), the contents of vitamin C (mg/100 g) and protein (g/100 g). The study showed that the application of rice husk charcoal and cocopeat mixture only increased the leaf area, the leaves colour, the fresh shoot weight and the fresh root weight. The application of Liquid Organic Manure increased the fresh shoot weight and reduced the fresh root weight. There was almost no interaction effect between rice husk charcoal and cocopeat mixture, and Liquid Organic Manure only increased the leaves colour. The best treatment for plant growth, yield and yield quality of kailan was 44,4 g of rice husk charcoal and cocopeat mixture plant-1 or 10 tons of rice husk charcoal and cocopeat mixture ha-1, with 2 ml of Liquid Organic Manure plant-1 equal 20 ml of Liquid Organic Manure ha-1. | |
| 21478 | 24282 | C1C015031 | PENGARUHPROFITABILITAS TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI | Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap luas pengungkapan sukarela dengan adanya good corporate governance sebagai variabel pemoderasi yang dilakukan pada perusahaan tambang yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2017. Populasinya adalah seluruh perusahaan tambang di Indonesia yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015-2017. Teknik pemilihan sampel yaitu purposive sampling yang kemudian didapat sampel berjumlah 19 perusahaan tambang. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis regresi linear berganda. Penelitian ini menghasilkan: (1) Profitabilitas berpengauh positif terhadap luas pengungkapan sukarela; (2) Good corporate governance memoderasi hubungan profitabilitas dengan luas pengungkapan sukarela perusahaan tambang yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2017. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu luas pengungkapan sukarela yang dilakukan perusahaan tambang dapat ditingkatkan melalui beberapa faktor yang memengaruhinya seperti memperhatikan faktor good corporate governance yang ikut mempengaruhi hubungan profitabilitas dengan luas pengungkapan sukarela. | The objectives of this research to determine the effect of profitability on the extent of voluntary disclosure with the presence of good corporate governance as a moderating variable on mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2017. The population were all mining companies in Indonesia that were listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2017. A sampling technique that was purposive sampling, so that a sample of 19 mining companies was obtained. The data were analyzed by multiple linear regression analysis techniques. This research result indicate that: (1) Profitability is positively effect to the extent of voluntary disclosure; (2) Good corporate governance moderates the relationship of profitability to the extent of voluntary disclosure on mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2017. The implications of the conclusions above are that the area of voluntary disclosure in mining companies can be increased by taking into account several factors that influence such as good corporate governance that influence the relationship of profitability with broad voluntary disclosure. | |
| 21479 | 24283 | A1L014188 | PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS AZOLLA MICROPHYLLA DAN URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CAISIM (Brassica chinensis var. parachinensis) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) berbasis azolla, berbasis urin kelinci, dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim. Penelitian ini dilakukan dari bulan Agustus 2018 sampai dengan Oktober 2018, di lahan di Desa Kebumen, Kecamatan Baturaden, Banyumas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok Lengkap (RAKL), yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk organik cair berbasis azolla (A) dengan tiga taraf, yaitu kontrol atau tidak diberi POC (A0), 10 ml/l air (A1), dan 20 ml/l air (A2). Faktor kedua adalah POC berbasis urin kelinci (U) dengan tiga taraf yaitu, kontrol atau tidak diberi POC (U0), 10 ml/l air (U1), dan 20 ml/l air (U2). Variabel yang diamati antara lain, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot tajuk kering, dan bobot akar kering. Data pengamatan dianalisis dengan uji F, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 1% untuk mengetahui pengaruhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemberian pupuk organik cair berbasis azolla memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap variabel tinggi tanaman; dan konsentrasi 10ml/l air menunjukkan pertumbuhan tinggi tanaman terbaik, (2) pemberian pupuk organik cair berbasis urin kelinci dengan konsentrasi 0, 10 dan 20 ml/l air tidak memberikan pengaruh yang berbeda pada semua variabel pengamatan, dan (3) interaksi antara pemberian pupuk organik cair berbasis Azolla microphylla dan urin kelinci tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan. | This research aimed to determine the effect of azolla-based liquid organic fertilizer (LOF), rabbit-based urine, and its interaction with the growth and yield of caisim plants. This research was conducted from August 2018 to October 2018, on land in Kebumen Village, Baturaden District, Banyumas. This study uses a Complete Randomized Block Design (CRBD), which consists of two factors. The first factor was azolla-based liquid organic fertilizer (A) with three levels, namely control or not given LOF (A0), 10 ml/l of water (A1), and 20 ml/l of water (A2). The second factor was rabbit urine-based LOF (U) with three levels, namely, control or not given LOF (U0), 10 ml/l of water (U1), and 20 ml/l of water (U2). Variables observed included plant lenght, leaf number, leaf area, root volume, fresh canopy weight, fresh root weight, dry canopy weight, and dry root weight. Observation data were analyzed by the F test, then continued with the Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) test at the 1% level to find out the effect. The results showed that: (1) fertilization with azolla-based liquid organic fertilizer affect on plant height variables; and a concentration of 10 ml/l of water had given the best performance, (2) fertilization with rabbit urine-based liquid organic fertilizer at a concentration of 0, 10 and 20 ml/l of water, did not affect on all observation variables, and (3) the interaction between fertilization with Azolla microphylla-based liquid organic fertilizer and rabbit urine did not affect on all observation variables. | |
| 21480 | 24284 | C1C014086 | PERLAKUAN AKUNTANSI ASET BERSEJARAH PADA MUSEUM BATIK PEKALONGAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perlakuan akuntansi dalam akuntansi aset bersejarah yang ada pada Museum Batik Pekalongan yang dilihat dari pemahaman aset sejarah dari pengelolanya, pengakuan, penilaian, penyajian dan pengungkapan aset sejarah. Penelitian ini menggunakan data primer, dengan melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan aset sejarah di Museum Batik Pekalongan. Metode wawancara dilakukan dengan cara semi terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan akuntansi pada Museum Aset Bersejarah masih memiliki ketidak sesuaian pada penilaian dan penyajiannya pada laporan keuangannya. Implikasi dari penelitian ini adalah dengan melengkapi dokumen-dokumen yang menyangkut tentang aset sejarah serta menerapkan PSAP no 7 tentang aset yang menjelaskan tentang aset sejarah. | This study aims to find out and analyze the accounting treatment in accounting for herritage assets in the Pekalongan Batik Museum which is seen from the understanding of herritage assets of its managers, recognition, valuation, reporting and disclosure of herritage assets. This research uses primary data, by conducting interviews with parties that have relevance to the management of herritage assets in Pekalongan Batik Museum. The interview method is done in a semi-structured manner. The results of this study indicate that the accounting treatment at the Herritage Asset Museum still has a discrepancy in the assessment and presentation in its financial statements. The implication of this research is by completing documents concerning herritage assets and applying PSAP No. 7 concerning assets that explain herritage assets. |