Artikelilmiahs
Menampilkan 21.341-21.360 dari 50.157 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 21341 | 25829 | F1C015013 | Komunikasi Organisasi Gerakan Pramuka Dewan Kerja Cabang Banyumas dalam Meraih Prestasi Tahun 2016-2019 | Perubahan struktur organisasi pramuka Dewan Kerja Cabang Gerakan Pramuka Banyumas dalam satu periode membutuhkan peran komunikasi dalam organisasi untuk mempertahankan prestasi secara internal dan eksternal. Tujuan penelitian untuk menganalisis komunikasi organisasi vertikal dan horizontal Dewan Kerja Cabang Gerakan Pramuka Banyumas dalam menjaga prestasi organisasinya secara internal dan eksternal setelah adanya perubahan struktur organisasi dalam satu periode. Penelitian dikaji dengan teori Penetrasi Sosial dan Konsep Kunci Komunikasi Organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ditentukan secara purposif terdiri atas dewan kerja yang aktif dalam Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyumas sejak tahun 2016. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi efektif secara vertikal dan horizontal dengan pengembangan hubungan interpersonal antaranggotanya dapat mempertahankan prestasi internal dan eksternal organisasi meskipun terdapat perubahan struktur dalam satu periode. Sehingga dibutuhkan adanya komunikasi yang efektif antaranggota secara vertikal dan horizontal dalam organisasi untuk dapat mempertahankan prestasinya. | Organizational structure changes of Council in Banyumas Regency known as Scout Movement in one period requires the role of communication in its organization to retain achievement internally and externally. The objectives of this research ware to analyze the organizational communication vertically as well as horizontally happening in Banyumas Council as an action to preserve its organizational achievements both by internally and externally after changing the organizational structure in one period. The study was examined with the theory of Social Penetration and Key Concepts Organizational Communication. Qualitative approach was taken as method of this research. Meanwhile, the informants of this research were determined purposively which consist of active members occupying in Council in Banyumas Regency as a Scout Movement since 2016. The data collection were using interviews, observations and documentations whilst the data analysis were applying interactive model analysis. The results of the study indicated that the effective communication both vertically and horizontally with relationship interpersonal development across the members can defend internal achievements and external organization even though there were structural changes in one period. Therefore, there is a need for effective communication amongst the members vertically and horizontally in organizations in order to maintain their achievements. | |
| 21342 | 24175 | F1C014012 | KESENJANGAN KEPUASAN MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI FISIP UNSOED PENGGUNA APLIKASI SPOTIFY NON-PREMIUM SEBAGAI SUMBER INFORMASI MUSIK | Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah melatar belakangi hadirnya new media. New media telah memunculkan aplikasi streaming musik, salah satunya adalah aplikasi Spotify yang beroperasi dengan model berbayar (premium) dan tidak berbayar (non-premium). Aplikasi Spotify Non-Premium yang mengratiskan penggunanya untuk mengakses informasi musik tentu memiliki pengguna lebih banyak, walaupun terdapat beberapa layanan yang berbeda dengan aplikasi Spotify Premium seperti kualitas audio serta adanya iklan. Penelitian ini membahas tingkat kesenjangan kepuasan penggunaan aplikasi Spotify Non-Premium pada kalangan mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed untuk memenuhi kebutuhan informasi musik dengan menggunakan teori Uses and Gratification. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaf metode survei. Teknik pengambilan populasi dan sampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling. Simpulan dari penelitian ini adalah : pertama, Hipotesis nol (Ho) ditolak dan Hipotesis alternatif (Ha) diterima; kedua, Nilai rata-rata variabel GS lebih kecil dari GO yaitu 38,40<40,85 maka terjadi kesenjangan positif atau kebutuhan informasi musik mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed pengguna menggunakan aplikasi Spotify Non-Premium telah terpenuhi; ketiga, hasil hitung tabulasi silang menunjukkan jika seluruh item pernyataan telah memenuhi kepuasan dengan kategori rendah, sedang, dan tinggi; keempat, Penelitian ini telah membuktikan asumsi teori Uses and Gratification dimana responden telah aktif dalam mencari informasi musik yang dibutuhkan denggan menggunakan aplikasi Sotify Non-Premium. | The development of information technology has brough us the presence of the new media. The new media rises music streaming application, one of these is Spotify which operates with paid model (premium) and free of charge (non-premium). The second fitur has more user, though there are some different fitures with the paid one for example the audio quality and the adds. This research studies the level of discrepancy of satisfaction in using of Spotify Non-Premium in student circle of Social and Political Science Faculty of Unsoed for investigates their music information needs with Uses and Gratification theory. The research adopts quantitative survey method approach. The technique of population withdraw and sampling uses Total Sampling instrument. The conclusion of the research are: first, zero hypotheses (Hipotesis Nol)/(Ho) is rejected and alternative hyphoteses (Hipotesis Alternatif)/(Ha) is accepted; second, the average value of GS variable is smaller than the GO, that is 38.40<40.85 so there is a positive gap or we may say that music information need of the selected students is fulfilled; third, the result of cross tabulation count shows that all pronouncement items have filled the satisfaction in low, middle, and high category; fourth, this research has proven the assumpsition of Uses and Gratification Theory where the respondents have been active in finding music information needed by using of Spotify Non-Premium application. | |
| 21343 | 24176 | A1L114071 | KORELASI BEBERAPA KARAKTER AGRONOMI TERHADAP HASIL PADA KEDELAI | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui korelasi antara karakter agronomi dengan hasil dari seluruh genotipe kedelai yang diuji, (2) mengetahui variabel yang mempunyai nilai korelasi tinggi untuk mengindikasikan bobot biji per tanaman yang tinggi. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan mulai bulan Februari 2018 sampai Juli 2018 di lahan percobaan Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari 10 genotip yaitu:nomor 2, nomor 33, nomor 71, nomor 76, A343, A402, nomor 45, Grobogan Slamet, dan Tanggamus.Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah buku, jumlah cabang produktif, jumlah daun trifoliat, diameter batang, luas daun, jumlah polong total, jumlah polong bernas, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji per tanaman, bobot biji petak efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat korelasi positif antara variabel jumlah buku, cabang produktif, daun trifoliat, diameter batang, jumlah polong total, jumlah polong bernas, jumlah biji per tanaman dengan bobot biji per tanaman dan korelasi negatif antara variabel bobot 100 biji dengan bobot biji per tanaman; (2) Tidak terdapat korelasi antara variabel tinggi tanaman dan luas daun dengan bobot biji per tanaman; (3) Berdasarkan nilai korelasi yang tinggi maka variabel jumlah polong total, jumlah polong bernas, dan jumlah biji per tanaman mengindikasikan bobot biji per tanaman yang tinggi. | This research aimed to (1) knowing the correlation between characters agronomy with the yield tested of genotype-genotype soybean (2) Knowing variables in that it has value high correlation to indicate seed weight per plant of which the high. The research was conducted over 4 months from February until July 2018 in land experiment of Jenderal Soedirman University. This research used randomized blok design with 3 replications. Treatment consisting of 10 genotip namely: number 2, number 33, number 71, Number 76, A343, A402, number 45, Grobogan, Slamet, and Tanggamus. The observed variables were plant’s height, node number, prolific branch number, number of leaves trofoliat, diameter of the stem, broad leaves, total pod number, pithy pod number, seed number per plant, weight of 100 seeds, seed weight per plant, effective plot seed weight. The results showed that (1) there are positive correlation between variables the node number, prolific branch number, number of leaves trofoliat, diameter of the stem, total pod number, pithy pod number, seed number per plant with seed weight per plant and negative correlation between variable weight of 100 seeds with seed weight per plant; (2) Not there is a correlation between variables plant’s height and broad leaves with seed weight per plant; (3) Based on the high correlation so variables total pod number, pithy pod number and seed number per plant indicates high seed weight per plant. | |
| 21344 | 24177 | A1L014128 | KAJIAN TINGKAT ERODIBILITAS TANAH PADA JENIS TANAH LATOSOL UNTUK PREDIKSI EROSI DI KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Tanah yang rusak akibat erosi akan mengalami kemunduran sifat-sifat kimia dan fisika tanah seperti kehilangan unsur hara dan bahan organik, meningkatnya kepadatan serta ketahanan penetrasi tanah, menurunnya kapasitas infiltrasi tanah serta kemampuan tanah menahan air. Tanah latosol telah mengalami hancuran cukup intensif. Akibatnya, kandungan unsur-unsur hara dalam tanah latosol relatif rendah, kapasitas tukar kation rendah, dan jumlah basa-basa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui faktor tingkat kepekaan tanah terhadap erosi pada jenis tanah latosol di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, dan (2) Mengetahui nilai prediksi erosi pada jenis tanah latosol di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret 2018 sampai dengan September 2018 di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Analisis tanah dilakukan di Laboratoriun Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Pengambilan sampel dibagi menjadi dua yaitu sampel tanah terganggu (Disturbed Soil Sample) dan sampel tanah tidak terganggu (Undisturbed Soil Sampel). Variabel pengamatan yang diamati meliputi struktur tanah, bahan organik tanah, tekstur tanah, permeabilitas tanah, Panjang lereng dan kemiringan lereng (LS), pengelolaan tanaman (C), tindakan konservasi (P). Metode yang digunakan adalah metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Nilai erodibilitas tanah dihitung menggunakan nomograf Wischmeier. Hasil penelitian menunjukan lahan semak memiliki nilai erosi yang sangat tinggi yaitu 499,10 ton/ha/th, lahan tegalan sangat rendah sampai rendah yaitu 0,16 ton/ha/th sampai 9,72 ton/ha/th, lahan perkebunan/kebun bervariasi dari rendah yaitu 2,54 ton/ha/th, sedang yaitu 9,69 ton/ha/th, sampai tinggi yaitu 15,46 ton/ha/th. Erosi yang melebihi nilai toleransi erosi adalah lahan semak dan sebagian besar lahan perkebunan/kebun. Erosi yang tidak melebihi nilai toleransi erosi adalah lahan tegalan dan sebagian kecil lahan kebun. | Soils damaged by erosion will experience deterioration in the chemical and physical properties of the soil such as loss of nutrients and organic matter, increased density and resistance to soil penetration, decreased soil infiltration capacity and ability to retain water. The land of latosol has been destroyed quite intensively. As a result, the nutrient content in the latosol soil is relatively low, the cation exchange capacity is low, and the number of bases is low. This study aims to (1) Determine the level of soil sensitivity to erosion in latosol soil types in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency, and (2) Know the predicted value of erosion in latosol soil types in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency. This research was conducted from March 2018 to September 2018 in Karangreja District, Purbalingga Regency. Soil analysis was conducted at the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This research is a field survey research. Sampling was divided into two including disturbed soil samples and undisturbed soil samples. Observation variables observed included soil structure, soil organic matter, soil texture, soil permeability, slope length and slope (LS), crop management (C), conservation action (P). The method used is the USLE (Universal Soil Loss Equation) method. Soil erodibility values are calculated using the Wischmeier nomograph. The results showed that shrub land has a very high erosion value of 499.10 tons/ha/year, very low to low dry land, which is 0.16 tons/ha/year to 9.72 tons/ha/year, plantation land varied from low, ie 2.54 tons/ha/yr, medium, ie 9.69 tons/ha/yr, to a height of 15.46 ton/ha/yr. Erosion that exceeds the tolerance value of erosion is shrub land and most of the plantation land. Erosion that does not exceed erosion tolerance values is dry land and a small portion of plantation land. | |
| 21345 | 26305 | A1A015070 | EFISIENSI SALURAN PEMASARAN GULA KELAPA CETAK DI KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS | Gula kelapa adalah produk yang di hasilkan dari proses pengolahan nira kelapa dan kemudian dicetak. Pemasaran gula kelapa cetak di Kecamatan Sumbang memiliki pola saluran pemasaran yang pendek tetapi harga jual tinggi dan melibatkan beberapa lembaga pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pola saluran pemasaran gula kelapa yang ada di Kecamatan Sumbang, 2) biaya, keuntungan dan marjin pemasaran gula kelapa pada setiap saluran pemasaran gula kelapa cetak di Kecamatan Sumbang, 3) saluran pemasaran gula kelapa di Kecamatan Sumbang yang paling efisien. Penelitian dilaksanakan di Desa Sikapat dan Desa Susukan Kecamatan Sumbang pada tanggal 11 Maret 2019 sampai 30 Maret 2019. Penentuan sampel pengrajin menggunakan metode two stage cluster sampling dan untuk penentu sampel pendagang perantara menggunakan snowball sampling, diperoleh sampel masing-masing sebanyak 20 pengrajin, 2 pedagang pengumpul, 2 pedagang besar, dan 5 pedagang pengecer. Analisis data yang digunakan adalah analisis marjin pemasaran, farmers’ share dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran gula kelapa cetak Desa Sikapat dan Desa Susukan Kecamatan Sumbang terdiri atas pengrajin, pedagang pengumpul, pedagang besar, dan pedagang pengecer dan terdapat empat saluran pemasaran. (2) Biaya pemasaran tertinggi pada saluran II sebesar Rp489,00 per kg, saluran I sebesar Rp421,00 per kg, saluran pemasaran IV sebesar Rp149,00 per kg dan saluran pemasaran III sebesar Rp115,00 per kg. Keuntungan pemasaran tertinggi pada saluran II sebesar 2511,00 per kg, saluran I sebesar 1.929,00 per kg, saluran IV sebesar Rp913,00 per kg dan saluran III sebesar Rp885,00 per kg. Marjin pemasaran tertinggi pada saluran II sebesar Rp3000,00 per kg, saluran I sebesar Rp2.350,00 per kg, saluran IV sebesar Rp1.052,00 per kg dan saluran III sebesar Rp1000,00 per kg. (3) Saluran pemasaran yang paling efisien berada di saluran pemasaran III. | Coconut sugar is a product produced from the processing of coconut sap and then printed. The marketing of printed coconut sugar in Sumbang District has a short marketing channel pattern but high selling prices and involves several marketing agencies. This study aims to determine: 1) the pattern of marketing channels of coconut sugar in Sumbang District, 2) the costs, benefits, and margins of marketing coconut sugar in each marketing channel for printed coconut sugar in Sumbang District, 3) coconut sugar marketing channels in Sumbang District most efficient. The research was carried out in Sikapat and Susukan Villages, Sumbang Subdistrict on March 11, 2019 to March 30, 2019. The sample of craftsmen using the two-stage cluster sampling method and for intermediary trade sample determinants using snowball sampling, obtained samples of 20 craftsmen, 2 traders collector, 2 wholesalers, and 5 retailers. The data analysis used is marketing margin analysis, farmers ’share and marketing efficiency. The results of the study showed that (1) marketing institutions involved in the marketing of printed coconut sugar in Sikapat Village and Susukan Village, Sumbang District consisted of craftsmen, collectors, wholesalers, and retailers and there were four marketing channels. (2) Marketing costs in channel II are Rp.489.9 per kg, a channel I is Rp.421.00 per kg, marketing channel IV is Rp.149.00 per kg and marketing channel III is Rp.115.00 per kg. The marketing profit on channel II is 2511.00 per kg, a channel I is 1,929.00 per kg, channel IV is Rp913.00 per kg and channel III is Rp.885.00 per kg. The marketing margin on channel II is Rp. 3,000.00 per kg, a channel I is Rp. 2,350.00 per kg, channel IV is Rp1,052.00 per kg and channel III is Rp1,000.00 per kg. (3) The most efficient marketing channel is in the marketing channel III. | |
| 21346 | 24179 | F1I014032 | ANALISIS KEPENTINGAN AUSTRALIA MELALUI BERGABUNGNYA FOOTBALL FEDERATION AUSTRALIA KE DALAM ASIAN FOOTBALL CONFEDERATION TAHUN 2015 | Australia, sebagai salah satu negara yang terletak di Wilayah Pasifik melakukan perpindahan dari 'Oseania' ke 'Asia' yang direpresentasikan melalui bergabungnya FFA ke AFC. Langkah bersejarah ini merupakan salah satu alat untuk mencapai kepentingan nasional Australia di Asia melalui bahasa olahraga. Sebagai aktor rasional yang mempertimbangkan segala tindakannya berdasarkan keuntungan dan kerugian, bergabung dengan AFC adalah pilihan terbaik karena memberikan lebih banyak manfaat bagi negara. Manfaat yang diterima tidak hanya terfokus pada bidang sepak bola saja, tetapi terdapat manfaat lain seperti keuntungan di bidang ekonomi, politik, citra, diplomasi, dan budaya. | Australia, as one of the country located in Pacific Region re-designated from ‘Oceanic’ to ‘Asian’ was represented by FFA joining the AFC. This historical move is a tool to achieve Australia’s national interests through sports language. As a rational actor who considers the act by costs and benefits, joining the AFC is the best choice because it provides more benefits for the country. The benefits received are not only focused on the field of football, but there are other advantages such as benefits in the fields of economy, politics, image, diplomacy, and culture. | |
| 21347 | 24067 | H1K014044 | HUBUNGAN PERSENTASE TUTUPAN KARANG BERDASARKAN KARAKTERISTIK ARUS DI PULAU SEMAK DAUN, GOSONG BALIK LAYAR DAN KARYA KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA | Penelitian ini berjudul Hubungan Persentase Karang Dengan Karakteristik Arus Di Pulau Semak Daun, Gosong Balik Layar Dan Karya Kepulauan Seribu, Jakarta. Tujuan penelitian adalah mengetahui bentuk pertumbuhan dan persentase tutupan karang, serta mengetahui kecepatan arus dan hubungannya dengan bentuk pertumbuhan serta persentase tutupan karang di Pulau Semak Daun, Gosong Balik Layar dan Karya, Kepulauan Seribu Jakarta. Pengambilan data karang menggunakan metode Point Intercept Transect (PIT) sedangkan data arus di peroleh dari website coastwatch.pfeg.noaa.gov yang kemudian diolah dan diinterpolasikan menggunakan software Surfer. Analisis data karang menggunakan analisis deskripstif, sedangkan analisis hubungan bentuk pertumbuhan dan persentase tutupan karang dengan karakteristik arus menggunakan regresi liner. Hasilnya yang diperoleh menunjukanterdapat 11 jenis bentuk pertumbuhan karang pada ke ketiga pulau, dengan besar persentase tutupan karang berkisar 16 - 52%. Kecepatan arus pada ke tiga pulau berkisar 0,04 – 0.,14 m/s. Hasil analisis regresi menunjukan arus sangat berpengaruh terhadap bentuk pertumbuhan karang di ketiga pulau yaitu Pulau Semak Daun (R2=91,2%), Pulau Gosong Balik Layar (R2= 80,1%), dan Pulau Karya (R2=100%). Arus tidak berpengaruh terhadap persentase tutupan karang pada Pulau Semak Daun (R2=0,6%), dan di Pulau Gosong Balik Layar (R2=1,7%), sedangkan pada Pulau Karya arus kurang berpengaruh terhadap persentase tutupan karang (R2=15,6%). | The research about Relationship Coral Cover Percentage With Current Characteristics at Island Of Semak Daun, Gosong Balik Layar And Karya, Thousand Islands, Jakarta. The research objective was to determine the form of growth and percentage of coral cover, and knowing the speed of current and the relationship between the growth and the percentage of coral cover on Semak Daun, Gosong Balik Layar and Karya Islands, Thousand Islands Jakarta. Coral data retrieval using Point Intercept Transect (PIT) while the current data obtained from the website coastwatch.pfeg.noaa.gov which is then processed and interpolated using Surfer software. Coral data analysis using deskripstif analysis, while analysis of growth and form relationships with coral cover current characteristics using linear regression. The results obtained showed that there were 11 types of coral growth on all three islands, with a large percentage of coral cover ranging from 16 - 52%. Current speed on all three islands ranges 0,04 - 0,14 m / s, Result linear regression analysis showed that the relationship form the current is very influential with coral lifeform at three islands, is Semak Daun island (R2=91,2%), Gosong Balik Layar island (R2= 80,1%), and Karya island (R2=100%). Current not influential with percentage coral cover at Pulau Semak Daun island (R2=0,6%), and Gosong Balik Layar island (R2=1,7%), while at Karya current not quite with percentage coral cover (R2=15,6%). | |
| 21348 | 24180 | A1C114018 | MOTIVASI KEBERHASILAN PENGUSAHA TEH RAKYAT DI KECAMATAN PULOSARI KABUPATEN PEMALANG | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) tingkat motivasi keberhasilan pengusaha teh rakyat; dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi keberhasilan pengusaha teh rakyat di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Penelitian dilakukan secara survai di wilayah Kecamatan Pulosari dan ditentukan secara purposive di 2 desa yaitu di Desa Penakir dan Desa Pagenteran. Pengambilan data dilaksanakan bulan Agustus hingga September 2018. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan sensus dengan unit populasi adalah pengusaha teh rakyat. Analisis data yang digunakan adalah analisis secara deskriptif dengan bantuan alat ukur Likert’s Summated Ratings yang dilanjutkan dengan metode Succesive Interval, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat motivasi keberhasilan pengusaha untuk mengembangkan usaha teh rakyat secara keseluruhan berada dalam kategori rendah, dengan komponen pembentuk yaitu komponen kesediaan mengorbankan waktu (sedang), kesediaan mengorbankan biaya (rendah), kesediaan menanggung risiko (rendah), dan kesediaan mencari informasi inovasi (rendah); (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap tingkat motivasi keberhasilan adalah tanggungan keluarga, pengalaman usaha, tingkat pendidikan formal, sifat kosmopolit, sumber modal, dan penghasilan usaha teh rakyat pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Akan tetapi, secara statistik yang berpengaruh signifikan adalah tingkat pendidikan formal dan sifat kosmopolit, sedangkan yang berpengaruh tidak signifikan secara statistik adalah jumlah tanggungan keluarga, pengalaman usaha, sumber modal, dan penghasilan usaha teh rakyat. | This research aims to analyze: (1) the level of achievement motivation of “teh rakyat” entrepreneurs; and (2) the factors that influence the achievement motivation of “teh rakyat” entrepreneurs in Pulosari District, Pemalang Regency. The resources was conducted in a survey in the Pulosari Subdistrict area and determined purposively in 2 villages, namely in the Village of Penakir and Pagenteran Village. Data collection was carried out from August to September 2018. Determination of respondents in this study using a census with a population unit is a community tea entrepreneur. Analysis of the data used is descriptive analysis with the help of a Likert's Summated Ratings measuring tool which is followed by the Successive Interval method, and multiple linear regression analysis. The results of the resources showed that (1) the level of achievement motivation of “teh rakyat” enterpreneurs as a whole were in the high category, which was described by the willingness to sacrifice time (medium), willingness to sacrifice costs (low), willingness to take risks (low), and willingness to seek innovation information (low); (2) Factors that influence the level of achievement motivation are family dependence, business experience, formal education level, cosmopolitan nature, source of capital, and income of people's tea business at a trust level of 95 percent. However, statistically significant influences were formal education levels,and cosmopolitan nature while the ones that were not statistically significant were the family dependence, business experience, the source of capital, and the income of the people's tea business. | |
| 21349 | 25830 | A1D015007 | UJI BERBAGAI pH MEDIUM TERHADAP PRODUKSI METABOLIT SEKUNDER Pseudomonas flourescens P20 UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT REBAH SEMAI (Pythium sp.) PADA BIBIT MENTIMUN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH medium terbaik untuk produksi metabolit sekunder Pseudomonas fluorescens P20, untuk mengendalikan penyakit rebah semai tanaman mentimun, dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan bibit mentimun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen house, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman mulai Oktober 2018 sampai Maret 2019. Penelitiani in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, terdiri atas pH 5; 5,5; 6; 6,5; 7; 7,5; dan 8. Penelitian in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu kontrol, fungisida (mancozeb 80%), dan metabolit sekunder P. fluorescens P20 dengan pH 7 dan 7,5, dengan 4 taraf konsentrasi yaitu 5, 10, 15, dan 20%. Variabel yang diamati pada penelitian ini (In Vitro dan In Planta) adalah kepadatan populasi bakteri P. fluorescens P20, daya hambat, enzim protease dan enzim kitinase, daya kecambah, masa inkubasi, kejadian penyakit, AUDPC, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH medium terbaik untuk pertumbuhan P. fluorescens P20 yaitu pada pH 7 yang menghasilkan kepadatan populasi bakteri sebesar 5,68 x 1024 upk per mL, uji daya hambat sebesar 50,8%, adanya enzim kitinase dan protease yang terbaik pada pH 7 dan 7,5. Aplikasi metabolit sekunder P. fluorescens P20 pH 7 dan pH 7,5 mampu menekan kejadian penyakit sebesar 66,67%, memperlama masa inkubasi sebesar 77% dan nilai AUDPC sebesar 0 dibandingkan kontrol. Aplikasi metabolit P. fluorescens P20 sekunder pH 7 mampu meningkatkan tinggi tanaman sebesar 57,65%, jumlah daun sebesar 37,19%, panjang akar 63% dan bobot segar tanaman sebesar 74% dibandingkan dengan kontrol. Aplikasi metabolit P. fluorescens P20 sekunder tidak berpengaruh nyata terhadap daya kecambah. | This research aimed to determine the best pH medium for production of P. fluorescens P20 secondary metabolites, to determine its effect on controlling damping-off, and its effect toward cucumber seedling growth. This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection and the Screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from October 2018 to March 2019. In Vitro test used completely randomized design with four replicates and seven treatments consisted of pH 5; 5.5; 6; 6.5; 7; 7.5; and 8. In-Planta test used randomized block design with three replicates and ten treatments consisted of control, fungicide (mancozeb 80%), and the secondary metabolites of P. fluorescens P20 with pH 7 and 7.5, and 4 concentration levels, i.e., 5, 10, 15, and 20%. Variables observed in both research (In Vitro and In Planta) were the bacteria population density, inhibition ability, protease and chitinase enzyme, germination ability, incubation period, disease incidence, AUDPC, crop height, number of leaves, root length, and crop fresh weight. Result of the research showed that the best pH medium for P. fluorescens P20 was pH 7, indicated by the population density as 5.68 x 1024 cfu ml-1, the inhibition ability as 50,8%, and the best protese and chitinase test in pH 7 and 7.5. Application of the secondary metabolites P. fluorescens P20 on pH 7 could suppress the disease and the incubation period as 66.67 and 77%, and the AUDPC value is 0, respectively. Application of the secondary metabolites P. fluorescens P20 could increase crop height, number of leaves, root length and crop fresh weight as 57.65, 37.19, 63, and 74%, respectively. The secondary metabolities of P. fluorescens P20 couldn’t effect on germination test. | |
| 21350 | 24184 | E1A113058 | PERAN INTELIJEN KEJAKSAAN DALAM PENCEGAHAN TINDAK PIDANA KORUPSI MELALUI PROGRAM TIM PENGAWAL, PENGAMANAN PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH (TP4D) (Studi di Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal) | Metode pendekatan yang dipakai adalah yuridis sosiologis yaitu suatu penelitian yang menekankan pada ilmu hukum, di samping itu juga berusaha menelaah kaidah-kaidah hukum yang berlaku di masyarakat. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis yaitu penelitian yang menggambarkan keadaan objek yang akan diteliti untuk kemudian dianalisis berdasarkan teori-teori hukum dan praktik pelaksanaan hukum positif yang menyangkut permasalahan tanpa maksud untuk mengambil kesimpulan-kesimpulan yang berlaku umum.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penulis menyimpulkan bahwa Peran Intelijen dalam mencegah tindak pidana korupsi melalui program TP4D yaitu : (1) melakukan kegiatan dan operasi intelijen /penyelidikan dengan melakukan pengumpulan data mengenai ada atau tidaknya indikasi tindak pidana korupsi, (2) mencari dan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan mengenai ada atau tidaknya tindak pidana korupsi; dan (3) membuat, menyampaikan laporan hasil pelaksanaan operasi intelijen ke pimpinan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan mengenai tindakan selanjutnya yang akan dilakukan. Sedangkan hambatan yang di alami Intelijen Kejaksaan dalam melakukan Program TP4D yaitu : (1) tidak adanya Perda/Perbup yang mendukung Pr.oses berjalannya TP4D di daerah khususnya di Kabupaten Tegal atau di wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal, (2) kurangnya sumber daya manusia, (3) kurangnya sarana dan prasarana, (4) kurangnya pemahaman terhadap konstruksi didalam TP4D sehingga kurang maksimal fungsi kontrol terhadap proyek yang sedang dikawal TP4D, (5) Instansi atau Dinas yang ada di Kabupaten Tegal atau masuk dalam wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal masih takut untuk meminta pendampingan kepada TP4D, | This study took the title of the Role of the Prosecutor’s Intelligence in Prevention of Criminal Acts of Corruption Through Supervisory Team, Government Security and Regional Development Programs (TP4D) (Study at the Tegal District Public Prosecutor’s Office). The approach method used is sociological juridicial that is a study that emphasizes law science, beside of that it also tries to examine the rules of law that apply in society. The research spesifications used are descriptive analytical that is a research that describe the situation of the object which to be studied and then analyzed based on law theories and the practice of implementing positive law concerning problems without the intention to take general conclusions. Based on the result of the research and discussion, the authors conclude that the Role of the Intelligence in preventing criminal acts of corruption through TP4D program are : (1) do activities and intelligence / investigations operations by collecting data regarding suspicion of criminal acts of corruption, (2) finding and collecting evidence and information regarding suspicion of criminal acts of corruption, and (3) make, submit report on the result of the implementationn and intelligence operations to the leader as material for decision making regarding the next action to be taken. While the obstacles experienced by the Prosecutor’s Intelligence in doing TP4D progam are : (1) the absence of regional regulation/ regent regulation which supports the process of running TP4D in the regions especially at Tegal Regency or at the area of the District Attorney General’s Office in Tegal Regency, (2) absence of construction experts in TP4D so that the control functions is less maximum of the project which is being escorted by TP4D, (3) Agencies or Sevices in Tegal Regency or entering at the Districh Attorney General’s Office in Tegal Regency area is still afraid to ask for assistance to TP4D, because agencies feel watched over by the prosecutor’s office, (4) during the investigation process the intelligence prosecutor struggling in calling witnesses, that is witnesses absent from the call in giving information. | |
| 21351 | 24181 | B1J014091 | DENTIFIKASI Bifidobacterium spp. DARI FESES BAYI BERDASARKAN GEN 16S rRNA DAN KEMAMPUAN PENGHAMBATANNYA TERHADAP Candida albicans | Bifidobacterium spp. adalah sekelompok bakteri asam laktat yang bersifat Gram positif, anaerob, dan memiliki bentuk sel basil. Kelompok ini dapat ditemukan di saluran pencernaan, tinja bayi, dan vagina. Banyak penelitian tentang potensi yang dimiliki oleh Bifidobacterium spp. Potensi Bifidobacterium gan dapat menghambat pertumbuhan jenis patogen Candida albicans. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi Bifidobacterium spp. dari tinja bayi, melihat karakternya baik secara morfologis, biokimiawi, maupun molekuler. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan Bifidobacterium spp. isolat yang menghambat pertumbuhan patogen, Candida albicans. Hasil penelitian adalah Bifidobacterium spp. hasil isolasi dari tinja bayi secara fenetis diperoleh oleh 5 spesies Bifidobacterium spp. termasuk Bifidobacterium indicum (Bb1B dan Bb3F), Bifidobacterium minimum (Bb2B dan Bb3B), Bifidobacterium dentium (Bb2E), Bifidobacterium catenulatum (Bb1F dan Bb1I). Kemampuan penghambatan terbesar terhadap Candida albicans adalah isolat Bb1B dengan zona penghambatan berdiameter 11,7 mm. dan isolat Bb1B memiliki kesamaan 94% dengan Bifidobacterium longum subsp. species longum CCUG30698. | Bifidobacterium spp. is a group of lactic acid bacteria that are Gram positive, anaerobic, and have basil cell forms. This group can be found in the digestive tract, baby stool, and vagina. Many studies on the potential possessed by Bifidobacterium spp. The potential of Bifidobacterium gan can inhibit the growth of pathogenic types of Candida albicans. The purpose of this study is to isolate Bifidobacterium spp. from baby feces, see its character both morphologically, biochemically, as well as molecularly. In addition, this study also aims to determine Bifidobacterium spp. isolates which inhibit the pathogen growth, Candida albicans. The results of the study were Bifidobacterium spp. the result of isolation from infant faeces phenetically was obtained by 5 species of Bifidobacterium spp. including Bifidobacterium indicum (Bb1B and Bb3F), Bifidobacterium minimum (Bb2B and Bb3B), Bifidobacterium dentium (Bb2E), Bifidobacterium catenulatum (Bb1F and Bb1I). The greatest inhibitory ability of Candida albicans conferences was Bb1B isolates with a diameter inhibition zone of 11.7 mm. dan Bb1B isolates has a similarity of 94% with Bifidobacterium longum subsp. longum strain CCUG30698. | |
| 21352 | 24182 | D1A015211 | IDENTIFIKASI PENYEBAB GANGGUAN REPRODUKSI SAPI POTONG DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR (OKU TIMUR) PROVINSI SUMATERA SELATAN PADA PROGRAM UPSUS SIWAB 2018 | Penelitian berjudul “Identifikasi Penyebab Gangguan Reproduksi Sapi Potong di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) Provinsi Sumatera Selatan pada Program UPSUS SIWAB 2018” dilaksanakan di Kecamatan Semendawai Suku III dan Semendawai Timur Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan mulai tanggal 10 Oktober sampai 10 November 2018. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor penyebab gangguan reproduksi sapi potong, memetakan faktor yang mempengaruhi gangguan reproduksi sapi potong dan mengidentifikasi strategi meningkatkan performan reproduksi sapi potong di Kabupaten OKU Timur. Sasaran dalam penelitian adalah 40 peternak sapi potong, 2 inseminator dan 2 pegawai dinas perikanan dan peternakan Kabupaten OKU Timur. Penelitian ini dilakukan dengan survey, metode yang digunakan adalah kualitatif modeling dengan Causal Loop Diagram (CLD). Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu variabel terkait performan reproduksi yang terdiri atas Body Condition Score (BCS), Calving Interval (CI), Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR) dan variabel terkait faktor yang diduga berkontribusi terhadap gangguan reproduksi terdiri atas karakteristik peternak, sumberdaya yang dimiliki peternak dan sumberdaya yang dimiliki inseminator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan reproduksi pada ternak sapi potong di Kabupaten OKU Timur diantaranya adalah hipofungsi ovarium, endometritis, piometra, sistic ovary, silent heat, vulvitis, vaginitis, mumifikasi dan retensi plasenta. Penyebab gangguan reproduksi yaitu rendahnya kualitas dan ketersediaan pakan, pengetahuan peternak yang rendah, tidak adanya penanganan postpartus, fasilitas dan jumlah medis yang terbatas, teknis pelaksanaan inseminasi buatan yang tidak sesuai standar pelaksanaan, cross breeding pada ternak dara, fasilitas inseminator yang belum mencukupi kebutuhan. Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan performan reproduksi sapi potong yaitu meningkatkan peran pemerintah menyediakan bibit pakan unggul dan pendampingan dengan perguruan tinggi; meningkatkan jumlah medis, fasilitas medis, fasilitas inseminator, dan teknis inseminasi serta meningkatkan intensitas penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan peternak dan pemanfaatan potensi limbah pertanian dengan teknologi. Kata kunci :gangguan reproduksi, sapi potong, UPSUS SIWAB. | The research entitled “Identification of Factors Contributed to Beef Cattle Reproductive Disorders in Ogan Komering Ulu Timur Regency (OKU Timur) of South Sumatra Province in UPSUS SIWAB Program 2018” was done on Semendawai Suku III and Semendawai Timur, OKU Timur regency, South Sumatra on October 10th until November 10th 2018. The purpose of this research is to identify the factors contributed to reproductive disorders of beef cattle, mapping the factors that affect reproductive disorders of beef cattle and generate strategies to improve reproductive performance of beef cattle in OKU Timur Regency. The targets in the study are 40 beef cattle breeders, 2 inseminators and 2 employees of the Local Office of Fisheries and Livestock Services of OKU Timur Regency.The research was done by survey, the method used was qualitative modeling with the Causal Loop Diagram (CLD). The variables observed in the study were variables related to reproductive performance consisted of Body Condition Score (BCS), Calving Interval (CI), Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR) and variables related to factors indicated to have contribution to reproductive disorders such as farmer characteristics, resources owned by farmers and resources possessed by inseminators. The results showed that reproductive disorders of beef cattle in OKU Timur Regency included ovarian hypofunction, endometritis, pyometra, systolic ovary, silent heat, vulvitis, vaginitis, mummification and placental retention. The identified factors contributed to reproductive disorders are low quality and availability of feed, low breeders' knowledge, absence of postpartum treatment, limited medical supplies and quantity, unstandard technical implementation of artificial insemination, cross breeding of heifer, insufficient inseminator facilities. Strategies that can be done to improve the reproductive performance of beef cattle is to increase the role of the government in providing superior feed seeds and assisting by Universities; increasing the number of medicalsupplies and facilities, equip inseminator with sufficient facilities, and technical insemination and increasing the intensity of extension services to improve farmers' knowledge and utilization of potential agricultural waste with technology. Keywords :reproductive disorders, beef cattle, UPSUS SIWAB. | |
| 21353 | 24183 | C1K012028 | THE EFFECT OF SERVICE QUALITY, BRAND CREDIBILITY AND RELIGIOUS COMMITMENT ON CONSUMER PREFERENCE TO CHOOSE ISLAMIC BANKING (An Empirical Study on PT. BRI Syariah Branch Office Purwokerto) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan, kredibilitas merek dan komitmen beragama terhadap preferensi konsumen. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode survei. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan jumlah konsumen PT. BRI Syariah Kantor Cabang Purwokerto yaitu sebanyak 2.440 nasabah. Ukuran sampel dalam penelitian sebanyak 103 responden yang ditentukan dengan rumus Slovin dengan tingkat pengembalian kuesioner sebanyak 93,67%. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan convenience sampling. Selanjutnya, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif terhadap preferensi konsumen, kredibilitas merek berpengaruh positif terhadap preferensi konsumen, dan komitmen beragama juga berpengaruh positif terhadap preferensi konsumen. Mengacu pada kesimpulan tersebut, maka dapat dimplikasikan bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan preferensi konsumen, manajer pemasaran PT. BRI Syariah Kantor Cabang Purwokerto perlu memperhatikan kualitas layanan, kredibilitas merek dan komitmen beragama. Cara-cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan mengelola dan meningkatkan kualitas layanan, meningkatkan pengalaman konsumen untuk menggunakan produk dan layanan bank, memberikan keamanan dan kenyamanan kepada konsumen yang terkait dengan layanan perbankan yang disediakan, memperkuat persepsi konsumen dan penilaian positif mereka terhadap PT. BRI Syariah Kantor Cabang Purwokerto sebagai merek yang baik, serta selalu menindaklanjuti keluhan konsumen secara optimal. Selanjutnya, manajemen PT. BRI Syariah Kantor Cabang Purwokerto juga harus mampu untuk menjadi bank yang dapat dipercaya. Selain itu, berdasarkan beberapa keterbatasan dalam penelitian, penelitian lebih lanjut perlu memperluas studi dan mengembangkan model penelitian dengan memasukkan variabel independen lainnya (misalnya: merek Islami, pemasaran Islami, nilai agama, reputasi bank, biaya dan manfaat bank, kenyamanan layanan dan etika organisasi), menambahkan variabel moderasi (misalnya: layanan inovatif), dan menguji peran kredibilitas merek atau komitmen beragama sebagai variabel mediator. Penelitian selanjutnya juga perlu mengembangkan objek studi yang lebih luas agar diperoleh hasil studi yang lebih baik, dapat digeneralisasi dan obyektif. | The aims of research were to analyze the effect of service quality, brand credibility as well as religious commitment on consumer preference. Type of this research was descriptive with a survey method. Population within study was all consumers of PT. BRI Syariah Branch Office Purwokerto is 2,440 consumers. Sample size was 103 respondents which determined by Slovin formula with questionnaire return rate of 93.64%. Sampling technique used in this research was convenience sampling. Furthermore, technique data analysis of this study used path analysis. Based on the result of data analysis, it could be concluded that service quality has a positive effect on consumer preference, brand credibility has a positive effect on consumer preference, and religious commitment has a positive effect on consumer preference. Referred to these conclusions, it could be implied that In order to increase consumer preference, marketing managers of PT. BRI Syariah Branch Office Purwokerto need to pay attention on service quality, brand credibility and religious commitment. The ways can be done by managing and improving service quality, improve the consumers’ experience to use the products and services of bank, give the security and convenience to consumers associated with the banking services provided, strengthen the consumers’ perception and their positive assessment towards PT. BRI Syariah Branch Office Purwokerto as a good brand and always follow up the consumer complaints optimally. Furthermore, management of PT. BRI Syariah Branch Office Purwokerto must be able to become as a trustworthy bank. Additionally, based on the several limitations within study, further researches need to extend studies and develop the research model by incorporate the other independent variables (for example: Islamic branding, Islamic marketing, religious value, bank reputation, cost and benefit, convenience of service, and ethical organization), add the moderator variable (for example: innovative service), and examine the role of brand credibility or religious commitment as mediator variable. Further researches also need develop wider study object to produce the better result of study more generally and objectively | |
| 21354 | 24185 | H1C014003 | ANALISIS KOORDINASI KERJA PMT (PEMUTUS TENAGA) DENGAN RECLOSER AKIBAT GANGGUAN ARUS HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG KSN-07 GI KEBASEN PT. PLN (PERSERO) APP PURWOKERTO | Listrik pada saat ini menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk manusia tak terkecuali masyarakat Indonesia. PT. PLN (Persero) selaku perusahaan yang menyediakan energi listrik nasional wajib mengutamakan pelayanan yang ramah, bersih, bebas dari rugi-rugi serta andal. Untuk menjaga sebuah sistem yang andal terutama dalam menangani gangguan listrik, maka peran peralatan proteksi dengan koordinasi yang baik menjadi hal yang sangat penting. Di tahun 2017 penyulang KSN-07sudah trip sebanyak 6 kali dengan durasi padam rata-rata mencapai 30 menit. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dilakukan analisis koordinasi sistem proteksi pada penyulang KSN-07 dan menguji seberapa baik peralatan proteksi yang terpasang di penyulang tersebut dalam menangani gangguan arus hubung singkat melalui perbandingan data di lapangan, perhitungan teoritis, serta simulasi menggunakan software ETAP 12.6.0. Sebelum dilakukan pengaturan ulang nilai tms, nilai Δt yang didapat belum sesuai dengan standar PLN. Dimana standar Δt PMT outgoing - recloser 1 adalah 0,4 detik sedangkan recloser 1 – recloser 2 adalah 0,1-0,2 detik. Setelah dilakukan pengaturan ulang nilai tms, saat arus hubung singkat 3 fasa waktu kerja PMT outgoing menjadi 0,7 detik dan waktu kerja recloser 1 menjadi 0,3 detik sehingga Δt menjadi 0,4 detik dan waktu kerja recloser 2 menjadi 0,1 detik sehingga Δt menjadi 0,2 detik. | Electricity is currently a very important requirement for humans, including the people of Indonesia. PT. PLN (Persero) as a company that provides national electricity is required to prioritize friendly, clean, free from loss and reliable services. To maintain a reliable system, especially in dealing with electrical disturbances, the role of protective equipment with good coordination is very important. In 2017 KSN-07 feeders had triped 6 times with an average duration of 30 minutes of outages. Therefore, in this study an analysis of the protection system will be carried out on KSN-07 feeders and test how well the protective equipment installed in the feeder is in handling short circuit current interference through comparison of data in the field, theoretical calculations, and simulations using ETAP software 12.6.0. Before resetting the value tms, Δt values obtained in accordance with the standards yet PLN. Where the standard Δt PMT outgoing - recloser 1 is 0.4 seconds while the recloser 1 - recloser 2 is 0.1-0.2 seconds. After resetting the value tms, when the 3-phase short circuit current outgoing PMT working time to 0.7 seconds and the working time Recloser 1 to 0.3 seconds so Δt to 0.4 seconds and the working time Recloser 2 to 0.1 seconds so Δt becomes 0.2 seconds. | |
| 21355 | 24199 | G1B014007 | Hubungan Higiene Sanitasi Terhadap Keberadaan Bakteri Escherichia coli Pada Makanan Angkringan di Purwokerto Kabupaten banyumas | Latar belakang : Angkringan saat ini menjadi tempat makan yang diminati masyarakat, karena lokasi yang mudah terjangkau, harga yang ditawarkan relatif murah dan makanan siap saji. Makanan angkringan yang disajikan dalam wadah yang terbuka sehingga dapat beresiko terkontaminasi bakteri E.coli. Adanya bakteri E.coli menunjukkan suatu tanda praktik higiene sanitasi yang tidak baik karena Bakteri E.coli bisa berpindah dengan kegiatan tangan ke mulut atau dengan pemindahan lewat makanan. Bakteri E.coli yang terdapat pada makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat dapat menyebabkan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan higiene sanitasi dengan keberadaan bakteri E.coli pada makanan angkringan di Purwokerto Kabupaten Banyumas. Metodologi : Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 36 pedagang angkringan di Purwokerto. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 sampel makanan angkringan terdapat 21 sampel yang positif terkontaminasi bakteri E.coli dan 15 sampel negatif terdapat bakteri E.coli. Tidak ada hubungan antara variabel higiene sanitasi makanan dan minuman dan variabel sanitasi peralatan dengan keberadaan bakteri E.coli pada makanan angkringan, terdapat hubungan antara variabel personal higiene dan variabel sarana penjaja dengan keberadaan bakteri E.coli pada makanan angkringan. Kesimpulan : Dari hasil penelitian diketahui ada hubungan antara personal higiene dan sarana penjaja dengan keberadaan bakteri E.coli pada makanan yang di jual di angkringan Purwokerto Kabupaten Banyumas. Kata kunci : Angkringan, Bakteri Escherichia coli, Higiene Sanitasi | Background: Angkringan currently is a place to eat that become demand by people, because of its easy-to-reach location, relatively cheap prices and fast food. Angkringan food served in open containers so it can become at risk of contaminated with E.coli bacteria. The presence of E.coli bacteria shows a sign of bad sanitation. E.coli bacteria can move by hand-to-mouth activity or being transferred through food. E.coli bacteria found in foods consumed by the community can cause diarrhea. This study aims to find out about the relationship of sanitation hygiene with the presence of E.coli bacteria in food dishes in Purwokerto, Banyumas Regency. Methodology: This quantitative study uses an analytical survey method with a cross sectional approach. The sample of this study was 36 angkringan traders in Purwokerto. Results: The results of the study showed that from 36 food samples of mendoan, there were 21 samples that positive contamined with E.coli bacteria and 15 samples that negative contamined with E.coli bacteria. There is no relationship between food and beverage sanitation variables and equipment sanitation variables with the presence of E.coli bacteria on food, there is a relationship between personal hygiene variables and peddlers' variables with the presence of E.coli bacteria on food. Conclusion: From the results of the study it was found that there was a relationship between personal hygiene and peddlers in the presence of E.coli bacteria in foods sold in Purwokerto sub-district, Banyumas Regency. Keywords: Angkringan, Escherichia coli bacteria, Sanitation Hygiene | |
| 21356 | 24186 | D1E014229 | HUBUNGAN BOBOT TUBUH DENGAN INDEKS KEBAPUHAN DAN LINGKAR DADA DOMBA BATUR MUDA JANTAN DI KECAMATAN BATUR KABUPATEN BANJARNEGARA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar dada dan indeks kebapuhan dengan bobot tubuh Domba Batur muda jantan. Materi yang digunakan untuk penelitian adalah Domba Batur muda jantan umur 6-12 bulan sebanyak 34 ekor. Variabel yang diukur adalah Lingkar Dada, Lingkar Paha, Panjang Paha, Indeks Kebapuhan dan Bobot Badan. Penentuan sampel desa berdasarkan strata populasi domba Batur. Peneliti mengambil 3 desa dari 8 desa secara keseluruhan. Tiga desa terpilih sebagai objek penelitian yaitu Desa Pesurenan, Pekasiran, dan Karangtengah. Pengambilan data ukuran bobot tubuh dan linear tubuh dilakukan dengan cara sensus. Data dianalisis dengan korelasi dan regresi berganda. Hasil analisis menunjukan bahwa indeks kebapuhan dan panjang paha tidak berpengaruh terhadap bobot tubuh Domba Batur muda jantan (P>0,05). Tetapi berdasarkan analisis, terdapat hubungan antara lingkar dada dan lingkar paha dengan bobot tubuh Domba Batur muda jantan (P<0,01) dengan koefisien korelasi (r) = 0,965 dan koefien determinasi (r2) = 0,930 atau 93,0 %. Berdasarkan hasil tersebut, bobot tubuh Domba Batur muda jantan mempunyai hubungan yang sangat erat (positif) dengan ukuran lingkar dada dan lingkar paha. | This research aims to know the relationship of the circumference of the chest and kebapuhan indices with weights of the body of a young male Sheep Remains. The material used for research is a young male Sheep Batur 6-12 months of age as much as 34 tail. The variables measured were the circumference of chest, Thigh Circumference, length of thigh, Kebapuhan and Index Weighting. The determination of sample villages in sheep population strata Batur. Researchers took 3 villages from 8 villages in its entirety. Three villages selected as research objects i.e. the village Pesurenan, Karangtengah, and Pekasiran. Data retrieval and body weights of linear size of the body is done by means of the census. Data analyzed with correlation and multiple regression. The results of the analysis show that the index of kebapuhan thigh length and no effect on body weights of lamb Batur young males (P > 0.05). But based on the analysis, there is a relationship between the circumference of the chest and thigh circumference with body weights of lamb Batur young males (P < 0.01) with a coefficient of correlation (r) = 0.965 and koefien determination (r2) = 0.930 or 93.0%. Based on those results, the weight of the body of a young male Sheep Batur has a very tight relationship (positive) and the size of the circumference of the chest and thigh circumference. | |
| 21357 | 24178 | C1A015006 | PERBANDINGAN POLA KONSUMSI PEDAGANG SAYUR DI PASAR MANIS DAN PASAR WAGE DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini tentang perbandingan pendapatan dan konsumsi rumah tangga antara pedagang sayur di pasar Manis dan pasar Wage dan tingkat kesejahteraanya. Penelitian ini berjudul: "Perbandingan Pola Konsumsi Pedagang Sayur di Pasar Manis dan Pasar Wage di Kabupaten Banyumas”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pendapatan dan konsumsi rumah tangga pedagang sayur di pasar Manis dan pasar Wage serta menganalisis pendapatan, pola konsumsi dan tingkat kesejahteraan berdasarkan indikator garis kemiskinan pedagang sayur di pasar Manis dan pasar Wage. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis pendapatan, pola konsumsi, APC, independent t test dan ukuran GK menurut BPS menunjukkan bahwa pendapatan pedagang sayur di pasar Wage lebih tinggi dibandingkan di pasar Manis dengan tingkat signifikasi 0,018 (0,018 < α, 0,05) dan t hitung sebesar 2,418. Konsumsi rumah tangga pedagang sayur di pasar Manis dan pasar Wage juga berbeda dengan tingkat signifikasi 0,003 (0,003 < α, 0,05) dan t hitung sebesar 3,057. Meskipun terdapat perbedaan konsumsi rumah tangga pedagang sayur di pasar Manis dan pasar Wage, namun berdasarkan ukuran garis kemiskinan pedagang sayur di pasar Manis dan pasar Wage sudah sejahtera atau berada diatas ukuran garis kemiskinan menurut BPS. Implikasi dari penelitian ini yaitu pedagang sayur di pasar Manis sebaiknya terus meningkatkan pendapatan dengan menambah jumlah kuantitas atau jenis dagangan lain agar konsumsi rumah tangga dapat terpenuhi dan pemerintah Kabupaten Banyumas diharapkan dapat menambah jumlah pasar yang direvitalisasi agar semua pasar memiliki fasilitas yang sama bagusnya dan termasuk kedalam kelompok kelas pasar yang sama. | This Research is about the comparasion of household income and consumption of vegetable traders in Manis market and Wage market and their welfare level. This research entitled “Comparative of Vegetable Traders Consumption Patters in Manis Market and Wage Market in Banyumas Regency”. The purpose of this research are to compare the income and consumption of household vegetable traders, and analyze income, consumption pattern and welfare levels based on poverty line indicators in the Manis market and Wage market. Based on the results of the research and data analysis using income analysis, consumption patterns, APC, independent t test and GK size according to BPS, the income of vegetable traders in the Wage market is higher than in the Manis market with a significance level of 0,018 (0,018 < α, 0,05) and t count equal to 2,418. Vegetable household consumption in the Manis market and Wage market is also different with a significance level of 0,003 (0,003 < α, 0,05) and t count of 3,057. Although there are differences in household consumption of vegetable traders in the Manis market and Wage market, but based on the poverty line size of the vegetable traders in the Manis market and the Wage market, they are already prosperous or are above the size of the poverty line according to BPS. The implication of this research is that vegetable traders in Manis market should continue to increase income by increasing the quantity or other types of merchandise so that household consumption can be fulfilled and the Banyumas Regency government is expected to increase the number of revitalized markets so that all markets have facilities that are as good and included the same market class group | |
| 21358 | 24174 | C1M014037 | PENGARUH KEAKTIFAN MAHASISWA DALAM BERORGANISASI, MOTIVASI BELAJAR, DAN GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi, motivasi belajar, dan gaya belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman dan untuk mengetahui variabel bebas manakah yang paling berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 76 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi terhadap prestasi akademik mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. (2) Terdapat pengaruh positif dan motivasi belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. (3) Diantara 3 tipe Gaya Belajar diatas, gaya belajar auditori yang paling memiliki pengaruh terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa angkatan 2015, 2016, dan 2017 Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. (4) Dari ketiga variabel tersebut, motivasi belajar yang paling memiliki pengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. | This aim of this research to find out the effects of activeness in organizations, learning motivation, and learning styles on learning achievement among students of faculty of economics and business, Jenderal Soedirman University and to find out which independet variables have the most influence on learning achievement among students of faculty of economics and business, Jenderal Soedirman University. The sample in this study consisted of 76 students. The results of the study show that: (1) there is a significants positive effect of activeness in organizations on academic achievement among student of Economic Education, Jenderal Soedirman University. (2) there is a significants positive effect of learning motivations on academic achievement among student of Economic Education, Jenderal Soedirman University. (3) among the 3 types of learning style, the auditory learning style has the most influence on the 2015, 2016, and 2017 academic achievement among student of Economic Education, Jenderal Soedirman University. (4) Of the three variables, learning motivations has an influence on the academic achievement among student of Economic Education, Jenderal Soedirman University. | |
| 21359 | 24187 | G1H012021 | Hubungan Pengetahuan Label Gizi Dan Pola Konsumsi Produk Kemasan Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas I Sokaraja | Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit The Silent Killer yang terjadi akibat pola hidup yang tidak sehat, salah satunya akibat pola makan yang tinggi natrium. Asupan tinggi natrium salah satunya berasal dari produk kemasan yang sering dikonsumsi. Membaca label informasi gizi pada produk kemasan merupakan salah satu perilaku hidup sehat sebagai upaya preventif dan promotif untuk penyeimbangan konsumsi. Pengetahuan seseorang tentang label gizi akan mempengaruhi sikap dan perilaku dalam pemilihan makanan yang akan berakibat pada status kesehatannya. Metode: Penelitian dilakukan di Puskesmas I Sokaraja dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel responden pria maupun wanita yang dipilih 56 orang dengan menggunakan accidental sampling. Pengetahuan tentang label gizi diukur dengan kuesioner. Data pola konsumsi produk kemasan diperoleh dengan metode Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ). Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian: Sebesar 53,6% responden memiliki pengetahuan tentang label gizi baik, Responden yang memiliki pola konsumsi produk kemasan jarang sebesar 44,6%, Responden yang memiliki asupan natrium tinggi sebesar 51,8%, dan sebanyak 53,6% responden yang tidak menderita hipertensi. Asupan natrium paling sering dari bumbu penyedap (35,7%) dan kecap (28,6%). Pola konsumsi produk kemasan tertinggi didapatkan dari bumbu penyedap sebesar 577,4 mg/hari dengan rata – rata asupan natrium responden 1748,6 mg/hari. Hasil analisis bivariat didapatkan hubungan pengetahuan tentang label gizi (p=0,847), pola konsumsi produk kemasan (p=0,087), dan asupan natrium (p=0, 059). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang label gizi dan pola konsumsi produk kemasan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas I Sokaraja. | Background:Hypertension is The Silent Killer disease that occurs due to an unhealthy lifestyle, one of which is due to a high sodium diet. One of the high sodium intake comes from packaging products that are often consumed. Reading nutritional information labels on packaging products is one of the healthy behaviors as preventive and promotive efforts to balance consumption. A person's knowledge of nutritional labels will influence attitudes and behaviors in food choices that will affect his health status. Methods:The study was conducted at the Sokaraja Health Center I with a cross-sectional study design. Male and female respondents were selected by 56 people using accidental sampling. Knowledge of nutritional labels was measured by a questionnaire. The consumption pattern data for packaging products is obtained by the Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ FFQ) method. Bivariate analysis using Chi Square test. Results:53.6% of respondents have knowledge of good nutrition labels, Respondents who have a rare consumption pattern of packaging products are 44,6%, Respondents who have high sodium intake are 51,8%, and 53,6% of respondents do not suffer from hypertension. The most frequent sodium intake from seasonings (35.7%) and soy sauce (28.6%). The highest consumption pattern of packaging products was obtained from flavoring ingredients of 577.4 mg / day with an average sodium intake of 1748.6 mg / day. The results of bivariate analysis revealed the relationship between knowledge about nutritional labels (p = 0.847), consumption patterns of packaging products (p = 0.087), and sodium intake (p = 0, 059). Conclusion:There is no relationship between knowledge about nutritional labels and consumption patterns of packaging products with the incidence of hypertension in the work area of the Sokaraja I Health Center. | |
| 21360 | 24188 | G1A015083 | EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP KADAR NITRIT OKSIDA TIKUS PUTIH (Sprague dawley) MODEL CHRONIC KIDNEY DISEASE | Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan suatu sindrom klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang cepat dengan penurunan laju filtrasi glomerulus selama minimal 3 bulan yang berakibat pada penurunan nitrit oksida. Ekstrak etanol seledri (Apium graveolens L.) berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang berpotensi mencegah kerusakan pada ginjal akibat tindakan 5/6 subtotal nephrectomy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian seledri (Apium graveolens L.) dalam mencegah penurunan kadar nitrit oksida tikus putih (Sprague dawley) model CKD. Metode penelitian adalah eksperimental dengan post test only with control group design. Dua puluh lima ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok A (larutan Aquades) sebagai kontrol sehat, kelompok B (larutan Aquades) sebagai kontrol sakit, kelompok C (250 mg/kgBB), kelompok D (500 mg/kgBB), dan kelompok E (1000 mg/kgBB). Pada hari ke 15 setelah pemberian ekstrak, kelompok A dibedah abdomennya, sedangkan kelompok B, C, D, E dibedah dan dibuat model CKD dengan metode 5/6 subtotal nephrectomy. Pemberian ekstrak dilanjutkan sampai hari ke 30. Rerata kadar nitrit oksida kelompok A=9,72±1,00; B=3,45±0,57; C=6,09±0,40; D=6,37±0,59; E=7,22±0,68. Hasil uji One Way ANOVA nitrit oksida menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05). Uji post hoc LSD nitrit oksida menunjukkan hasil perbedaan rerata yang signifikan antara kelompok A dengan semua kelompok data, dan antara kelompok B dengan C, D, dan E (p<0,05). Pemberian ekstrak etanol seledri (Apium graveolens L.) dapat mencegah penurunan kadar nitrit oksida tikus model CKD. | Chronic kidney disease (CKD) is a clinical syndrome characterized by a rapid decline in kidney function with the decreased glomerular filtration rate for a minimum of 3 months resulting in decreased nitric oxide. Celery extract (Apium graveolens L.) contains antioxidant and antiinflammatory has a potential effect to prevent renal damage caused of 5/6 subtotal nephrectomy. The aim of this research was to analyze the effect of celery (Apium graveolens L.) in preventing the increase of nitric oxide levels in CKD rats models (Sprague dawley). The method was an experimental study with post test only control group design. Twenty-five rats male (2-3 months old) were divided into 5 groups. Group A (Aquades solution) as healthy control, group B (Aquades solution) as nephrectomy group, group C (250 mg/kgBW of celery extract), group D (500 mg/kgBW of celery extract), and group E (1000 mg/kgBW of celery extract). On the 15th day after giving the extract and Aquades, group A was operated on the abdomen, while group B, C, D, E were dissected and made CKD model with 5/6 subtotal nephrectomy method. Administration of the celery extract and Aquades was continued given until 30th day. The mean of nitric oxide level in group A=9,72±1,00; B=3,45±0,57; C=6,09±0,40; D=6,37±0,59; E=7,22±0,68. One Way ANOVA test on nitric oxide level showed significant differences (p <0.05). The post hoc LSD test of nitric oxide showed significant differences between group A with other groups and between group B with group C, D, and E (p <0.05). In conclusion, the administration of ethanol extract of celery (Apium graveolens L.) can prevent the reduction of rat nitric oxide levels in CKD rats models. |