Artikel Ilmiah : C1A014045 a.n. INDAH SETYANINGSIH
| NIM | C1A014045 |
|---|---|
| Namamhs | INDAH SETYANINGSIH |
| Judul Artikel | Analisis Pendapatan dan Tingkat Kesejahteraan Keluarga Pedagang Kaki Lima Makanan dan Minuman di Obyek Wisata Pantai Suwuk Kabupaten Kebumen. |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul “Analisis Pendapatan dan Tingkat Kesejahteraan Keluarga Pedagang Kaki Lima Makanan Dan Minuman Di Obyek Wisata Pantai Suwuk Kabupaten Kebumen”. Pada tahun 2016 sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa negara nomor empat setelah minyak dan gas bumi. Banyak daerah di Indonesia yang membuka tempat-tempat wisata baru, termasuk Kabupaten Kebumen. Pantai Suwuk di Kabupaten Kebumen menjadi salah satu obyek wisata yang paling ramai dikunjungi oleh wisatawan. Hal tersebut membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar yaitu dengan cara berdagang di area obyek wisata Pantai Suwuk. Namun pendapatan yang diperoleh pedagang jumlahnya tidak menentu karena pengunjung yang datang biasanya hanya ramai di waktu-waktu tertentu saja, misalnya saat hari libur. Berdasarkan fenomena tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis hubungan antara modal usaha, tingkat pendidikan, lama usaha, dan jumlah tenaga kerja dengan pendapatan pedagang kaki lima makanan dan minuman di obyek wisata Pantai Suwuk Kabupaten Kabumen. 2) Menganalisis tingkat kesejahteraan keluarga pedagang kaki lima makanan dan minuman berdasarkan standar garis kemiskinan Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode penggabungan data sekunder dan data primer dalam pengumpulan data. Data primer diperoleh melalui penyebara kuesioner terhadap 53 responden. Alat analisis yang digunakan yaitu Tabulasi Silang (Crosstab), Uji Chi Kuadrat, dan perbandingan pendapatan perkapita perbulan dengan standar Garis Kemiskinan. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Uji Chi Kuadrat diperoleh hasil bahwa variabel modal usaha dan tingkat pendidikan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel pendapatan. Sedangkan variabel lama usaha dan jumlah tenaga kerja mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel pendapatan pedagang. Semua keluarga pedagang kaki lima sudah bisa dikatakan sejahtera atau tergolong dalam keluarga tidak miskin karena pendapatan perkapita perbulan sudah berada diatas standar Garis Kemiskinan Kabupaten Kebumen. Implikasi dari kesimpulan tersebut yaitu seorang pedagang makanan dan minuman di Pantai Suwuk harus lebih meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya terhadap selera konsumen serta melakukan inovasi terhadap dagangan mereka. Pedagang kaki lima makanan dan minuman di Pantai Suwuk juga diharapkan untuk semakin giat bekerja untuk memperoleh penghasilan yang semakin besar. Karena apabila penghasilan semakin besar makan tingkat kesejahteraan keluarganya akan meningkat. Dinporawisata diharapkan segera melakukan pembenahan dan perbaikan terhadap kios-kios pedagang yang rusak setelah terjadi gelombang pasang air laut. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research took the title "Analysis of Income and Welfare level of Family Street Vendors Food and Beverage in Suwuk Beach Tourism Area, Kebumen Regency". In 2016 the tourism sector became the country's fourth foreign exchange contributor. Many regions in Indonesia are opening new tourism destinasion, including Kebumen Regency. Suwuk Beach in Kebumen Regency is one of the most visited tourists. This has a positive impact on the economy of the community by trading in the tourist area of Suwuk Beach. However, income obtained by vendors is uncertain because tourists who come are usually only crowded at certain times, for example during holidays. The purpose of this research is 1) Determine correlation of business capital, education level, enterprise term, and workers with income from street vendors food and beverage in the Suwuk Beach tourism area, Kabumen Regency. 2) Determine the family welfare level street vendors food and beverage based on standard poverty line in the Kebumen Regency. This research uses a method of combining secondary data and primary data in data collection. Primary data was obtained through the distribution of questionnaires to 53 respondents. Analysis tools that used is Cross-Tabulation (Crosstab) analysis and Chi Square Test, and comparison of monthly per capita income with the standard Poverty Line. Based on the results of the analysis using the Chi Square Test, the results show that the business capital variable and education level have not a significant correlation with the income variable. While enterprise term and number of workers have a significant correlation with the street vendors income. All families of street vendors can be said to be prosperous or classified as non-poor because monthly per capita income is above the standards Poverty Line in the Kebumen Regency. The implication of this research there are is that street vendors of food and beverage at Suwuk Beach must further improve their skills and knowledge of consumer tastes and innovate their products. Street vendors of food and beverage at Suwuk Beach are also expected to be more active in working to get greater income. Because if your income gets bigger, your family's welfare level will increase. Dinporawisata Kebumen Regency is expected to immediately make improvements and repairs to vendors stalls which are damaged after a wave occurs. |
| Kata kunci | Sektor Pariwisata, Modal Usaha, Tingkat Pendidikan, Lama Usaha, Jumlah Tenaga Kerja, Pendapatan Perkapita, Garis Kemiskinan |
| Pembimbing 1 | Drs. Sukiman, M.P |
| Pembimbing 2 | Dra. Neni Widayaningsih, M.M |
| Pembimbing 3 | Drs. Supadi, M.Si |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2019-02-02 20:45:04.945394 |