Artikelilmiahs

Menampilkan 21.521-21.540 dari 50.172 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2152124314E1A015107Kekuatan Pembuktian Visum Et Repertum Dalam Tindak Pidana Narkotika (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 130/Pid.Sus/2017/PN.Plk)Pembuktian merupakan titik sentral dalam proses peradilan, hal ini dikarenakan pembuktian merupakan suatu proses, cara, perbuatan membuktikan yang bertujuan untuk menunjukkan benar atau salahnya si terdakwa terhadap suatu perkara pidana yang didakwakan kepada dirinya dalam persidangan di pengadilan. Pembuktian juga merupakan suatu tahapan yang sangat penting dalam upaya untuk mencari dan menemukan kebenaran materiil, yaitu kebenaran yang selengkap-lengkapnya dari suatu perkara pidana.
Dalam persidangan di pengadilan tidak jarang ditemukan Visum Et Repertum yang digunakan sebagai bahan untuk memperkuat dakwaan terhadap perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa. Namun, dalam kasus ini justru Visum Et Repertum tersebut malah membuat terdakwa lepas dari segala tuntutan hukum. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk meneliti dan menuangkan hasilnya dalam skripsi yang berjudul: Kekuatan Pembuktian Visum Et Repertum Dalam Tindak Pidana Narkotika (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 130/Pid.Sus/2017/PN.PLK).
Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian pada Putusan Perkara Nomor 130/Pid.Sus/ 2017/PN.PLK, bahwa Kekuatan Pembuktian Visum Et Repertum dalam Tindak Pidana Narkotika adalah bersifat bebas serta merupakan alat bukti yang sah, dan tidak mempunyai kekuatan mengikat hakim sama seperti alat bukti lainnya.
Meskipun Visum Et Repertum tidak mengikat hakim, namun apa yang diuraikan di dalam bagian pemberitaan sebuah Visum Et Repertum adalah bukti materiil dari sebuah akibat tindak pidana. Dengan demikian, Visum Et Repertum dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan hukum bagi hakim dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap diri terdakwa dalam kasus ini.
Crime proving is the central point in the judicial process, its because proving is a process, a way, act of proof that aims to show the defendant is right or wrong against a criminal case that was indicted against him in a trial court. Proving is also a very important stage in the effort to find a material truth, which is the best and complete truth of a criminal case.
In the trial court, it is common to find Visum Et Repertum which is used as a material to strengthen the charges against acts that committed by the defendant. However, in this case the Visum Et Repertum is thus in fact made the defendant off from any lawsuits. Based on the description, the author is interested in researching and composing the results in an undergraduate thesis entitled: The Power of Proof of Visum Et Repertum in Narcotics Crime (Juridical Review of Verdict Number: 130/Pid.Sus/2017/PN.PLK).
The research method used in this writing is normative legal research, with descriptive analytical research specifications. This study uses secondary data that obtained through literature and systematically described. Based on the results of the research on Verdict Number 130/Pid.Sus/2017/PN.PLK, that The Power of Proof of Visum Et Repertum in Narcotics Crime is exempt and recognized as a valid evidence, and also doesn't have the power of binding judges just like any other evidence.
Although the Visum Et Repertum doesn't binding judges, but what is described in the reporting section of a Visum Et Repertum is a material evidence of an outcome of a crime. Therefore, Visum Et Repertum can be used as a legal reasoning for judges to make a decision that relinquish the defendant from all lawsuits in this case.
2152224315C1J014006FACTORS AFFECTING EMPLOYEE PRODUCTIVITY OF INDUSTRIAL SECTOR IN WEST JAVAJudul penelitian ini adalah Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Industri Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas tenaga kerja yaitu Upah Minimum Provinsi, Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri terhadap produktivitas tenaga kerja sektor industri. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data skunder. Penelitian ini menggunakan data time series pada tahun 2001-2016. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.
Keterbaruan dalam penelitian ini adalah lokasi penelitian yang dilakukan di Provinsi Jawa Barat. Tahun Penelitian yang digunakan adalah tahun 2001-2016. Penelitian ini terdapat variabel investasi yaitu penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri.
Implikasi penelitian ini adalah pemerintah harus membuat kebijakan yang lebih baik, sehingga upah minimum yang diterapkan akan sesuai dan tidak merugikan pengusaha dan tenaga kerja. Hal ini dapat dilakukan dengan mendelegasikan wewenang untuk menetapkan upah minimum provinsi kepada gubernur karena gubernur adalah orang yang paling memahami kondisi di daerah dan diharapkan upah minimum dapat sesuai dengan kondisi riil yang ada.
Kesimpulan penelitian ini adalah variabel Upah Minimum Provinsi, Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri secara bersamaan memiliki pengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja sektor industri Provinsi Jawa Barat. Secara parsial upah minimum provinsi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja sektor industri Provinsi Jawa Barat, sedangkan penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja sektor industri Provinsi Jawa Barat. Upah minimum provinsi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja sektor industri Provinsi Jawa Barat.
The research title is The Analysis of Factors Affecting Employee Productivity of Industrial Sector in West Java Province. This study aims to analyze labor productivity, namely the Provincial Minimum Wage, Foreign Investment and Domestic Investment on the labor productivity of the industrial sector. The type of data used in this study is secondary data. This study uses time series data in 2001-2016. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis.
The renewal of research is the location of research conducted in West Java Province. The research year used was 2001-2016. This study has investment variables, namely Foreign Investment and Domestic Investment.
The implication of research is the government must make better policies, so that the minimum wages applied will be appropriate and not detrimental to employers and workers. This can be done by delegating the authority to set the provincial minimum wage to the governor because the governor is the person who best understands the conditions in the area and it is expected that the minimum wage can be in accordance with the real conditions.
The conclusion of research is that variable Provincial Minimum Wage, Foreign Investment and Domestic Investment simultaneously have an influence on labor productivity in the industrial sector of West Java Province. Partially the Provincial Minimum Wage has a positive and significant influence on labor productivity in the industrial sector of West Java Province, while Foreign Investment and Domestic Investment do not have a significant effect on the labor productivity of the industrial sector in West Java Province. Provincial Minimum Wage are the most influential variables on labor productivity in the industrial sector of West Java Province.
2152324303C1C015080PENGARUH SOSIALISASI, PEMAHAMAN ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN PELAKU UKM TERHADAP PENERAPAN SAK EMKM PADA UKM DI KABUPATEN KEBUMENPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sosialisasi, pemahaman atas laporan keuangan dan tingkat pendidikan terhadap penerapan SAK EMKM pada UKM di Kabupaten Kebumen. Populasi pada penelitian ini yaitu 958 UKM di Kabupaten Kebumen dan didapatkan sampel sebanyak 91 UKM melalui penghitungan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 91 UKM tersebut. Pengujian data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Partial Least Squares (PLS). Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa sosialisasi dan pemahaman atas laporan keuangan berpengaruh positif terhadap penerapan SAK EMKM pada UKM di Kabupaten Kebumen, sedangkan tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap penerapan SAK EMKM pada UKM di Kabupaten Kebumen.
Kata kunci: penerapan SAK EMKM, sosialisasi, pemahaman atas laporan keuangan, tingkat pendidikan.
This study is aimed at examining the effect of socialization, understanding of financial statements and the level of education on the application of SAK EMKM in SMEs in Kebumen Regency. The population in this study was 958 SMEs in Kebumen Regency and a sample of 91 SMEs was obtained through counting using the Slovin formula. Data collection research was conducted by distributing questionnaires to 91 of these SMEs. Data testing in this study was carried out using Partial Least Squares (PLS). The results of this study show that socialization and understanding of financial statements have a positive effect to the application of SAK EMKM in SMEs in Kebumen Regency, while the level of education does not affect the implementation of SAK EMKM in SMEs in Kebumen Regency.
Keywords: implementation of SAK EMKM, socialization, understanding of financial statements, education level.
2152425747K1A015043SINTESIS KALIKS[4]RESORSINARENA DARI VANILIN DAN RESORSINOL SERTA APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA RHODAMIN BZat warna rhodamin b telah banyak dimanfaatkan terutama di industri tekstil. Namun, limbah zat warna rhodamin b yang dihasilkan dapat mencemari lingkungan karena sulit untuk didegradasi. Oleh karena itu, limbah zat warna rhodamin b harus ditangani secara tepat. Salah satu metode yang dapat digunakan pada proses pengolahan limbah zat warna adalah metode adsorpsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sintesis kaliks[4]resorsinarena dari vanilin dan resorsinol sebagai adsorben zat warna rhodamin b serta kapasitas adsorpsinya. Sintesis dilakukan dengan metode refluks pada suhu 78○C selama 24 jam. Hasil sintesis berupa padatan berwarna krem kecoklatan dengan rendemen sebesar 85,707%. Produk dianalisis menggunakan spektrofotometer FTIR dan spektrometer 1H-NMR. Hasil spektrum FTIR menunjukkan adanya serapan kuat dan lebar pada 3402 cm-1 yang menunjukkan adanya vibrasi dari gugus O-H. Selain itu, juga terdapat serapan pada daerah 1612 cm-1 dan 1427 cm-1 yang menunjukkan adanya cincin aromatis. Rentangan simetri C-O-C juga terdapat didaerah 1280 cm-1 dan 1211 cm-1. Serapan paling khas pada kaliks[4]resorsinarena yaitu jembatan metin (CH) terdapat pada daerah 1373 cm-1. Jembatan metin ini yang menunjukkan bahwa terjadi siklisasi dan terbentuk kaliks[4]resorsinarena. Sedangkan pada analisis spektrum 1H-NMR terdapat sinyal dari jembatan metin terdapat pada daerah δ 4,4 ppm (singlet). Kemampuan adsorpsi kaliks[4]resorsinarena diuji terhadap zat warna rhodamin b dengan Spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan penelitian diperoleh panjang gelombang maksimum rhodamin b sebesar 554 nm dengan kondisi adsorpsi optimum pada pH 7 dan waktu kontak 75 menit dengan konsentrasi maksimum 30,783 mg/L. Adsorpsi zat warna rhodamin b oleh kaliks[4]resorsinarena mengikuti persamaan isoterm Freundlich dengan nilai kf 1,29 x 10-6 L/mol dan energi adsorpsi sebesar -33598,02 J/mol serta qmaks 6,157 mg/g.Rhodamin b has been widely used, one of them in the textile industry. Therefore, the presence of dyes in industrial waste must be handled appropriately so as not to endanger the environment. One method that can be used in the processing of dyestuff waste is the adsorption method. The purpose of this research was to determine the synthesis of calix[4]resorcinarene from vanillin and resorcinol as adsorbent for rhodamine b dyes and their adsorption capacity. Synthesis of calix[4]resorcinarene using reflux method in 78○C until 24 hours. The product of synthesis is brown solid phase with a rendemen of 85,707%. The product was analyzed using spectrophotometer FTIR and spectrometer 1H-NMR Spectrum FTIR showed that strong absorption and wide in 3402 cm-1 is from OH. In addition, there is absorption in the area of 1612 cm-1 and 1427 cm-1 which indicates an aromatic ring. The range of C-O-C symmetry is show in the arean 1280 cm-1 and 1211 cm-1. The most typical of calix[4]resorcinarene, namely the methine bridge (CH) is found in the area 1373 cm-1. This methine bridge show that cyclization and calix[4]resorcinarene occur. Whereas in the 1H-NMR spectrum there is a signal from the methine bridge in the area of ​​​​δ 4,4 ppm (singlet). Calix[4]resorcinarene is then tested for its adsorption ability on rhodamin b dyes with a UV-Vis spectrophotometer. The maximum wavelength of rhodamin b was obtained at 554 nm with optimum adsorption conditions at pH 7 and contact time of 75 minutes. Adsorption of rhodamin b dye by calix[4]resorcinarene follows the Freundlich isotherm equation with kf value 1,29 x 10-6 L/mol and adsorption energy of -33598,02 kJ/mol and qmaks 6,157 mg/g..
2152524166H1A015010ANALISIS SETTING KOORDINASI RELAI JARAK SALURAN TRANSMISI 150 KV GI GANDUS PT. PLN (PERSERO) UPT PALEMBANGGarduk Induk Gandus mengalami gangguan dikarenakan saluran transmisi yang menghubungkan GI Gandus-GI Talangkelapa rubuh akibat tanah longsor sehingga menyebabkan relay proteksi bekerja yakni relay jarak yang merupakan pengaman utama saluran trasmisi, akan tetapi relay jarak disini tidak bekerja dengan semestinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa setting koordinasi relay jarak dan kehandalan proteksi relay jarak pada saluran trasmisi 150 kV. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi pustaka dan perancangan simulasi untuk gangguan arus hubung singkat dengan software ETAP 12.6.0. Hasil perhitungan nilai setting relay jarak pada masing-masing zone sebesar : zone 1 = 1.61 Ω, zone 2 = 2.845 Ω, dan zone 3 = 4.667 Ω. Tidak terlalu terjadi perubahan yang signifikan pada nilai setting relay jarak, sehingga kehandalan proteksi relay jarak pada saluran transmisi 150kV di GI Gandus masih termasuk dalam kategori baik.GI Gandus experienced a disturbance because the transmission line that connects GI Gandus-GI Talangkelapa collapsed due to landslides causing the protection relay to work ie distance relay which is the main safety transmission line, but the distance relay here does not work properly. This study aims to analyze distance relay coordination settings and distance relay protection reliability on 150 kV transmission lines. This research was conducted with a literature study method and simulation design for short circuit current interference with ETAP 12.6.0 software. The calculation results of the distance relay setting values for each zone are: zone 1 = 1.61 Ω, zone 2 = 2.845 Ω, and zone 3 = 4,667 Ω. There is not a significant change in the value of distance relay settings, so the reliability of distance relay protection on a 150kV transmission line on GI Gandus is still included in the good category.
2152624317A1L013116PENGUJIAN LURUH LIMA FORMULA PUPUK NITROGEN YANG DIALPISI BAHAN LOKAL DAN UJI AGRONOMIS UNTUK TANAMAN PAKCOY
Penelitian ini untuk mengetahui : 1) sifat peluruhan pupuk dalam air yang dilapisi pada temperatur 28 dan 40 oC, 2) pengaruh pemberian lima formula pupuk nitrogen yang telah dilapisi bahan lokal terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy, dan 3) formula pupuk terbaik setelah dilakukan pengujian dengan metode peluruhan penangas air. Pengujian peluruhan menggunakan lima formula pupuk nitrogen yang dilapisi bahan lokal : F1 (60% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite, 10% Gondorukem, 10% Asam humat), F2 (70% Urea, 10% Azolla micophylla, 10% Montmorillonite, 10% Gondorukem) , F3 (70% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite, 10% Asam humat), F4 (70% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Gondorukem, 10% Asam humat), F5 (70% Urea, 20% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite). Uji agronomis tanaman pakcoy menggunakan tanah inceptisol. Faktor uji agronomis yaitu lima formula pupuk ditambah perlakuan F0 (pupuk N,P,K) sebagai kontrol. Penelitian uji agronomis tanaman pakcoy menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan satu faktor berupa formula pupuk dan empat kali ulangan. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula pupuk nitrogen F4 yang lepas-lambatnya paling stabil dan secara bertahap. Formula pupuk nitrogen berpengaruh terhadap tinggi tanaman, bobot segar tanaman, bobot segar akar, bobot kering tanaman, jumlah daun, dan luas daun. This research was aim to: 1) know disintegration properties of fertilizers in water chilled at temperatures of 28 and 40 oC, 2) know the effect of giving five nitrogen fertilizer formulas which had local ingredients mixed to the growth of pakcoy plants, and 3) know the best fertilizer formula after it was done testing with the method of water bath decay. The decay test uses five nitrogen fertilizer formulas which are chelated with local ingredients: F1 (60% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite, 10% Gondorukem, 10% humic acid), F2 (70% Urea, 10% Azolla micophylla, 10% Montmorillonite, 10% Gondorukem), F3 (70% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite, 10% humic acid), F4 (70% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Gondorukem, 10% humic acid), F5 (70% Urea, 20% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite). The agronomic test of the pakcoy plant uses inceptisol soil. The agronomic test factor is five fertilizer formulas plus F0 treatment (fertilizer N, P, K) as a control. The agronomic analysis of the Pakcoy plant used a completely randomized design (CRD), with one factor in the form of a fertilizer formula and four replications. The variables observed were the growth and yield of pakcoy plants. The results showed that the F4 nitrogen fertilizer formula was the most stable and gradually released. Nitrogen fertilizer formula affects plant height, plant fresh weight, root fresh weight, plant dry weight, leaf number, and leaf area.
2152724319C1B014118 ANALISIS KETERLIBATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN WORD OF MOUTH (WOM) TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG
(STUDI PADA PENGUNJUNG PANTAI PANGANDARAN)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlibatan variabel Media Sosial Instagram dan Word of mouth terhadap Keputusan Berkunjung (Studi Pada Pengunjung Pantai Pangandaran). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 108 responden dan sedang mengunjungi wisata Pantai Pangandaran. Metode pemilihan sampel dalam penelitian menggunakan metode purposive sampling dan data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian regresi berganda menunjukkan bahwa media sosial instagram berpengaruh positif terhadap keputusan berkunjung ke Pantai Pangandaran. Kemudian pada variabel Word of mouth juga berpengaruh positif terhadap keputusan berkunjung ke Pantai Pangandaran.The porpose of this study is to analyze the variable involvement of Instagram as Social Media and Word of Mouth of visiting decisions (Studies of Pangandaran Beach Visitors). The sample in this study are 108 respondents who visited Pangandaran Beach. The sample selection method in the study use a purposive sampling method and the data were analyzed using multiple regression analysis. The results of multiple regression studies indicate that Instagram as social media have positive effect on the decision to visit Pangandaran Beach. Then, the Word of Mouth variable also have positive effect on the decision to visit Pangandaran Beach.
2152824320G1A015035Korelasi Kepatuhan Terapi dengan Kadar Kreatinin Serum pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Studi pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung PurwokertoLatar Belakang :Diabetes adalah penyakit metabolik yang diakibatkan oleh gangguan sekresi insulin, dan resistensi insulin atau keduanya. Angka kejadian diabetes melitus cenderung semakin meningkat pada setiap tahun. Pengendalian diabetes melitus yang baik, kaitannya dengan kepatuhan terapi dapat mengurangi komplikasi kronik diabetes melitus. Komplikasi yang sering menyebabkan kematian adalah nefropati diabetik. Salah satu parameter penilaian fungsi ginjal adalah kadar kreatinin.
Tujuan : Mengetahui ada tidaknya korelasi antara kepatuhan terapi dengan kadar kreatinin serum pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto.
Metodologi Penelitian : Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto. Sampel penelitian ini adalah 52 responden yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer yaitu dengan wawancara kuesioner dan pengambilan sampel darah vena. Analisis data menggunakan uji Pearson, yang sebelumnya dilakukan uji normalitas data dengan uji Kolmogorov Smirnov.
Hasil :Hasil penelitian menunjukkan dari 52 responden sebanyak 73,1% responden mengalami peningkatan kadar kreatinin serum, sedangkan yang dalam batas normal sebanyak 26,9% responden. Hasil analisis bivariat dengan uji Pearson antara kepatuhan terapi dengan kadar kreatinin serum menunjukkan p=0,001 (p<0,05), maka terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan terapi dengan kadar kreatinin serum.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan terapi dengan kadar kreatinin serum pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto.
Background: Diabetes is a metabolic disease caused by impaired insulin secretion, and insulin resistance or both. The incidence of diabetes mellitus tends to increase every year. Good control of diabetes mellitus can reduce the chronic complications of diabetes mellitus. Complications that often cause death are diabetic nephropathy. One of the parameters for evaluating kidney function is creatinine levels.
Objective: To determine whether there was a correlation between compliance of treatment and serum creatinine levels in patients with type 2 diabetes mellitus in the First Level Health Facility (FKTP) at Tanjung Purwokerto Clinic.
Research Methodology: The research method used was analytic observational with cross sectional approach. The study was conducted in patients with type 2 diabetes mellitus in the First Level Health Facility (FKTP) at Tanjung Purwokerto Clinic. The sample of this study was 52 respondents who were selected by consecutive sampling method.Data collected in the form of primary data, by interviewing questionnaires and taking venous blood samples. Data analysis using Pearson test, which previously carried out the normality test of the data using the Kolmogorov Smirnov test.
Results: The results of the study showed that from 52 respondents, 73.1% of respondents experienced an increase in serum creatinine levels, while those in the normal range were 26.9% of respondents. The results of bivariate analysis with the Pearson test between compliance of treatment and serum creatinine levels showed p = 0.001 (p <0.05), there was a significant relationship between compliance of treatment and serum creatinine levels.
Conclusion: There is a significant relationship between compliance of treatment with serum creatinine levels in patients with type 2 diabetes mellitus in the First Level Health Facility (FKTP) at Tanjung Purwokerto Clinic.
2152924321H1E014058INVESTIGASI ZONA RAWAN ABRASI DI KAWASAN PROSPEK PASIR BESI DI PESISIR BARAT NUSAWUNGU KABUPATEN CILACAP MENGGUNAKAN TEKNIK RESISTIVITAS DUA DIMENSI (2D)
Eksplorasi geofisika untuk menginvestigasi zona rawan abrasi di kawasan prospek pasir besi di pesisir barat Nusawungu Kabupaten Cilacap telah dilaksanakan pada bulan Januari 2018 – Februari 2019. Eksplorasi ini dilakukan dengan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner. Survei geolistrik dilakukan di area tersebut bertujuan mengetahui struktur bawah permukaan untuk menduga potensi terjadinya abrasi. Berdasarkan hasil interpretasi data resistivitas diperoleh terdapat tiga lapisan utama yang terdiri dari lapisan top soil yang tersusun atas pasir yang berselingan dengan lanau, kerikil, kerakal dan sebagian besar diestimasi mengandung pasir besi (41,8-62,6 Ωm) dengan kedalaman berkisar 0-18,5 meter, pasir besi berselingan dengan lanau dan lempung (12,6-41,8 Ωm) dengan kedalaman berkisar 7,5-25 meter, lempung pasiran (3,82-12,6 Ωm) dengan kedalaman berkisar 25-32 meter. Berdasarkan hasil eksplorasi geofisika, kawasan pesisir barat Nusawungu Kabupaten Cilacap berpotensi terjadi abrasi karena memiliki struktur bawah permukaan yang rapuh dan tidak adanya lapisan batuan beku sebagai buffer (penyangga). Material permukaan daerah penelitian merupakan material lepas dan tergolong erosif ditunjukkan dengan sedimen penyusun berupa pasir pantai abu-abu kehitaman yang bercampur dengan lempung halus. Ukuran butir ini menggambarkan tingkat resistansi partikel terhadap pelapukan serta kerawanan terhadap abrasi. Upaya penanggulangan kerusakan lingkungan pantai sebagai bagian dari adaptasi manusia mempertahankan kehidupannya berupa pembangunan pemecah gelombang (waterbreak) dan rehabilitasi ekosistem hutan bakau.Geophysical exploration to investigate abrasion-prone zones in the prospect area of iron sand on the west coast of Nusawungu in Cilacap Regency has been conducted in January 2018 - February 2019. This exploration was carried out by the configuration geoelectric resistivity method Wenner. The geoelectric survey carried out in the area aims to determine the subsurface structure to predict the potential for abrasion. Based on the results of interpretation of resistivity data obtained there are three main layers consisting of layers of topsoil composed of sand which are in line with silt, gravel, gravel and most are estimated to contain iron sand (41.8-62.6 Ωm) with depths ranging from 0- 18.5 meters, iron sand intersects with silt and clay (12.6-41.8 Ωm) with a depth ranging from 7.5-25 meters, sandy clay (3.82-12.6 Ωm) with depths ranging from 25-32 meter. Based on the results of geophysical exploration, the west coast area of Nusawungu in Cilacap Regency has the potential for abrasion because it has a fragile subsurface structure and the absence of igneous rock as a buffer. The surface material of the study area is loose material and classified as erosive as indicated by constituent sediments in the form of black-gray beach sand mixed with fine clay. The size of this item illustrates the level of particle resistance to weathering and susceptibility to abrasion. The efforts to overcome the damage to the coastal environment as part of human adaptation to sustain their lives include the construction of waterbreak sand rehabilitation of mangrove ecosystems.
2153024322G1A015021Hubungan Polimorfisme Gen PPARy dan KCNJ11 dengan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Pasien Talasemia di BanyumasTalasemia merupakan kelainan darah herediter yang ditandai dengan abnormalitas dan menurunnya produksi hemoglobin. Tatalaksana utama pada pasien talasemia adalah transfusi darah secara rutin. Transfusi jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan zat besi yang berlebihan pada jaringan sehingga menimbulkan berbagai komplikasi seperti kerusakan hati, penyakit jantung dan gangguan endokrin. Komplikasi endokrin paling sering pada pasien talasemia adalah diabetes melitus. Kriteria diagnosis diabetes salah satunya adalah kadar gula darah sewaktu lebih dari 200 mg/dl. Beberapa gen dicurigai ikut berperan dalam patogenesis diabetes melitus termasuk gen PPARγ dan KCNJ11. Mutasi pada gen tersebut dapat menurunkan sensitivitas insulin dan menurunkan sekresi insulin dari pankreas sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan polimorfisme Pro12Ala gen PPARγ dan E23K gen KCNJ11 dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien talasemia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan pasien talasemia di Kabupaten Banyumas dengan metode pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dan besar sampel 100 pasien. Pemeriksaan polimorfisme gen PPARγ dan KCNJ11 dilakukan menggunakan teknik PCR-RFLP dan kadar gula darah sewaktu diambil dari dokumen rekam medis pasien. Hasil penelitian ini menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai p sebesar 0,111 (p=0,111) untuk gen PPARγ dengan kadar gula darah sewaktu (GDS) dan nilai p sebesar 0,229 (p=0,229) untuk gen KCNJ11 dengan kadar GDS. Tidak terdapat hubungan bermakna antara polimorfisme gen PPARγ dan KCNJ11 dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien talasemia di Banyumas.Thalassemia is a hereditary blood disorder characterized by abnormalities and decreased production of hemoglobin. The main therapy for thalassemia patients is routine blood transfusion. Iron overload can occur in the tissues due to long term blood transfusion and causing various complications such as liver damage, heart disease and endocrine disorders. Diabetes melitus is the most frequent endocrine complication in thalassemia patients. Patients with blood sugar levels above 200 mg/dl are considered as diabetic. PPARγ gene and KCNJ11 are suspected to play a role in the pathogenesis of diabetes mellitus. Mutations in these genes can reduce insulin sensitivity and insulin secretion from the pancreas so that it can increase blood sugar levels. The aim of this study is to know the correlation between PPARγ and KCNJ11 gene polymophism with blood sugar levels in thalassemia patients. The study was analytic observational with cross sectional design. The population in this study were thalassemia patients in Banyumas Regency, 100 respondents were taken using consecutive sampling. Polymorphism test of PPARγ and KCNJ11 gene was carried out using the PCR-RFLP technique and blood sugar levels taken from the patient's medical record document. The results of the study which then analyzed by Kruskal-Wallis test showed p value of 0.111 (p = 0.111) for the PPARγ gene with blood glucose levels and p value of 0.229 (p = 0.229) for the KCNJ11 gene with blood glucose levels. There was no correlation between PPARγ and KCNJ11 gene polymorphisms with blood sugar levels in thalassemia patients in Banyumas Regency.
2153124323C1B014014ANALISIS MANAJEMEN PENJADWALAN WAKTU DENGAN METODE PERT DAN CPM :(STUDI PADA PROYEK PEMBANGUNAN PENYELESAIAN GEDUNG A RSUD CILACAP)Keberhasialan atau kegagalan suatu pelaksanaan proyek dapat dipengaruhi oleh matang atau tidaknya suatu perencanaan proyek itu sendiri. Kegagalan suatu kegiatan proyek itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti halnya saja kurang terencananya suatu kegiatan proyek serta pengendalian yang kurang efektif. Hal ini mengakibatkan keterlambatan durasi proyek, menurunnya kualitas pekerjaan, serta pembengkakan biaya. Studi kasus pada penelitian ini adalah PT. KRAKATAU INDAH selaku pelaksana pengadaan proyek penyelesaian Gedung A RSUD Cilacap. Dari hasil perhitungan CPM perusahaan dapat menyelesaikan proyek ini dalam jangka waktu 82 hari dengan selisih penyelesaian proyek selama 98 hari. Yang waktu normalnya adalah 180 hari. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode PERT probabilitas proyek ini sebesar 45%. Artinya dengan jalur kritis tersebut proyek memiliki peluang sebesar 45% agar dapat menyelesaian pekerjaannya dalam jangka waktu 82 hari. Dengan melakukan percepatan di beberapa kegiatan proyek mengakibatkan percepatan durasi proyek yaitu 69 hari yang mengakibatkan peningkatan biaya yaitu sebesar Rp. 5.087.528.526The efficacy or failure of a project implementation can be influenced by whether or not a project plan is mature. The failure of a project activity itself is influenced by several factors, such as the lack of a planned project activity and less effective controls. This resulted in delays in the duration of the project, decreased quality of work, and cost overruns. The case study in this study is PT. KRAKATAU INDAH as the executor of the procurement project for the Building A of Cilacap Hospital. From the results of the CPM calculation, the company can complete this project within a period of 82 days with a 98 day difference in project completion. The normal time is 180 days. Based on calculations using the probability project PERT method of 45%. This means that with the critical path the project has an opportunity of 45% in order to complete its work within a period of 82 days. Acceleration in several project activities resulted in an acceleration of the project's duration of 69 days which resulted in an increase in costs of Rp. 5,087,528,526
2153224325C1G015037DEMAND FOR FRESH COW'S MILK IN PURWOKERTOTujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh jumlah anggota keluarga < 12 tahun, pendapatan rumah tangga, dan harga susu sapi segar terhadap permintaan susu sapi segar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan studi kasus pada rumah tangga di Purwokerto sebagai subjek penelitian. Populasi penelitian ini adalah rumah tangga yang mengonsumsi susu sapi segar di Purwokerto. Accidental sampling digunakan sebagai metode pengambilan sampel dalam penelitian ini. Selanjutnya, teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa jumlah anggota keluarga < 12 tahun dan pendapatan rumah tangga berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan susu sapi segar, sedangkan harga susu sapi segar berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap permintaan susu sapi segar. Mengacu pada kesimpulan ini, dapat diimplikasikan bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan permintaan susu sapi segar, Pemerintah perlu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelatihan wirausaha untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Selain itu, pemerintah harus mempromosikan susu sapi segar kepada rumah tangga yang memiliki anak < 12 tahun dan memeperluas distribusi susu sapi segar kepada masyarakat.The aims of research were to analyze the effect of household size < 12 years old, household income, and price of fresh cow’s milk on demand for fresh cow's milk. Type of this research was quantitative by using case study on households in Purwokerto as research subject. Population of this study was households who consumed fresh cow's milk in Purwokerto. Accidental sampling is used as sampling method in this research. Furthermore, technique data analysis of this study used multiple regression analysis. Based on the results of data analysis, it could be concluded that household size < 12 years old and household income had positive and significant effect on demand for fresh cow's milk, while price of fresh milk had positive but no significant effect on demand for fresh cow's milk. Referred to these conclusions, it could be implied that as an effort to increase demand for fresh cow's milk, Government need to expand employment and provide entrepreneurial training in order to increase household income. Furthermore, Goverment need to promote fresh cow’s milk to household who have children < 12 years old and expand the distribution of fresh cow’s milk to society.
2153324326F1I014033Analisis Mundurnya Amerika Serikat dalam Paris Agreement di Masa Kepemimpinan Donald TrumpParis Agreement merupakan salah satu perjanjian internasional yang berfokus pada penanganan isu perubahan iklim. Berdiri dibawah UNFCCC, perjanjian ini bertujuan untuk menjaga kenaikan suhu rata-rata global. Amerika Serikat sebagai salah satu negara penyumbang emisi terbesar pun turut memiliki peran dalam terbentuknya Paris Agreement. Namun, pada 1 Juni 2017 Trump sebagai presiden Amerika Serikat ke-45 menyatakan untuk mundur dari Paris Agreement. Melihat hal tersebut, penelitian ini akan menganalisis alasan mundurnya Amerika Serikat dari Paris Agreement di pemerintahan Donald Trump dengan menggunakan teori rational choice. Dengan memperhatikan tujuan pemerintahan Trump, Amerika Serikat pun memiliki alasan tersendiri untuk mundur dari Paris Agreement. The Paris agreement is an agreement within the UNFCCC, dealing with greenhouse-gas-emissions mitigation, adaptation, and finance. The pact has linked almost every country in the joint effort to cut back greenhouse gas emissions, including United States as the one of the top greenhouse gas emitters in the world. However, on June 1, 2017 Trump as the 45th president of United States announced that the U.S. would withdraw from the Paris Agreement. This study will analyze the reasons of the United States withdrawal from the Paris Agreement on Donald Trump administration by using rational choice theory. By observing the Trump administration goals, the United States has its own reasons for withdrawing from the Paris Agreement.
2153424328F1I014019ANALISIS UPAYA PEMERINTAH INDONESIA ERA PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM MENGHADAPI FREE FLOW OF SKILLED LABOUR TAHUN 2015-2018Indonesia sebagai salah satu negara yang terlibat dalam kesepakatan ASEAN Economic Community terutama dalam hal free flow of skilled labour harus memiliki strategi untuk menghadapinya. Salah satu fungsi negara yaitu sebagai welfare state, maka pemerintah Indonesia sudah seharusnya memiliki kebijakan serta program dalam meningkatkan kualitas kompetensi tenaga kerja yang dimiliki oleh Indonesia agar dapat bersaing dengan skilled labour dari negara anggotaa ASEAN lainnya.
Pemerintah Indonesia era Presiden Joko Widodo memiliki peran sebagai welfare state, sehingga pemerintah era Joko Widodo telah melakukan berbagai upaya guna meningkatkan kompetensi Skilled labour Indonesia agar dapat bersaing di pasar bebas tenaga kerja. seperti contoh di bidang pendidikan, Pemerintah membuat program penidikan vokasi, program Magang Nasional bekerjasama dengan perusahan-perusahan di Indonesia, Program Link and Match SMK dan insutri, program sertifikasi kompetensi bagi Skilled labour Indonesia yang sudah mulai dilakukan, serta regulasi peraturan penggunaan tenaga kerja asing. Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah Joko Widodo ini bertujuan agar Skilled Labour Indonesia lolos kualifikasi tenaga kerja yang di butuhkan oleh negara-negara ASEAN sehingga tenaga kerja kita siap menghadapi Free flow of skilled labour serta mampu bersaing dengan skilled labour dari negara ASEAN lainnya.
Indonesia as one of the countries involved in the ASEAN Economic Community agreement, especially in terms of free flow of skilled labor must have a strategy to deal with it. One of the functions of the state, namely as a welfare state, the Indonesian government should have policies and programs to improve the quality of competence of workers owned by Indonesia in order to compete with skilled labor from other ASEAN member countries.
The Indonesian government in the era of President Joko Widodo has a role as a welfare state, so that the government of the Joko Widodo era has made various efforts to improve the competence of Indonesian Skilled laborers in order to compete in the free labor market. as an example in the field of education, the Government created a vocational education program, the National Internship program in collaboration with companies in Indonesia, the Link and Match Vocational Program and institutions, a competency certification program for Indonesian Skilled laborers, and regulations on the use of foreign workers . The various efforts made by the Joko Widodo government are aimed at making Skilled Labor Indonesia qualify for the workforce needed by ASEAN countries so that our workers are ready to face Free flow of skilled labor and be able to compete with skilled labor from other ASEAN countries,
2153526096K1A015027MEMBRAN SELULOSA ASETAT DARI NIRA KELAPA DENGAN PENAMBAHAN ADITIF PEG 1000 UNTUK MENURUNKAN NILAI COD DAN BOD LIMBAH CAIR TAPIOKAABSTRAK

Selulosa asetat nata de nira merupakan salah satu polimer alam yang diproduksi dari air nira kelapa melalui reaksi asetilasi. Salah satu pemanfaatannya yaitu sebagai membran filtrasi untuk menyaring atau memisahkan suatu limbah. Membran dibuat menggunakan teknik inversi fasa dengan pelarut klorofom dan polietilen glikol 1000 (PEG 1000) sebagai aditifnya. Membran yang diproduksi pada penelitian ini dikarakterisasi nilai fluks dan rejeksinya kemudian diaplikasikan untuk menurunkan nilai COD dan BOD limbah cair tapioka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran selulosa asetat nata de nira ini memiliki nilai fluks air sebesar 55,03 L/m2.jam dan fluks limbah sebesar 3,36 L/m2.jam, sedangkan nilai rejeksi membran menggunakan larutan dekstran T-500 sebesar 53,29%. Hasil pengolahan limbah cair tapioka dengan membran menunjukkan penurunan total nilai COD dan BOD sebesar 78,67% dan 84,85%.

Kata kunci: BOD, COD, membran selulosa asetat, nata de nira , polietilen glikol 1000.

ABSTRACT

Cellulose acetate nata de nira is one of natural polymer which is produced from coconut palm juice by acetylation reaction. Its uses made by membrane filtration as a filter or separate waste. The membrane was made using phase inversion techniques with chlorofom polyethylene glycol 1000 (PEG 1000) as additives. In this research, the membrane was characterized by flux value and rejection, then applied to reduce COD and BOD of tapioca liquid waste. The result showed that cellulose acetate nata de nira membrane has a flux value 55,03 L/m2.hour of water and 3,36 L/m2.hour of waste, while the membrane rejection value uses a T-500 dextran of 53,29%. The result of tapioca waste treatment by this membrane has total decrease value of COD and BOD is 78,67% and 84,85%.

Keyword: BOD, COD, cellulose acetate membrane, nata de nira , polyethylene glycol 1000.
2153625843F1D014020PERAN PERGURUAN SILAT DALAM PEMENANGAN KEPALA DAERAH
(Broker dan Perpecahan Internal PSHT di Pilkada Madiun 2018)
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan peran orang kuat lokal dan politik jaringan khususnya pada peran Perguruan silat Setia Hati Terate (PSHT) dalam politik tingkat lokal di Kabupaten Madiun tahun 2018. Dalam hal ini, penelitian dilakukan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan peran Perguruan Silat Setia Hati Terate (PSHT) dalam politik tingkat lokal di Kabupaten Madiun tahun 2018. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalis dan paradigma non-positivisme, khususnya konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa Fenomena keberadaan jaringan PSHT yang menjadi kekuatan politik ini menegaskan bahwa perguruan silat di Madiun tidak hanya bergerak dalam hal-hal yang berkaitan dengan dunia persilatan, tetapi juga bergerak dalam ranah politik ketika telah memiliki legitimasi atau kepercayaan dari masyarakat. Selain itu, perguruan silat yang masuk ke ranah politik elektoral memiliki mekanisme keterlibatan berupa afiliasi terhadap partai politik dan harus memiliki modal massa yang dapat ditransformasikan menjadi modal politik di dalam kontestasi politik elektoral. Selain itu bukti bahwa PSHT mendominasi dalam Pilkada Madiun 2018 adalah hadirnya broker suara dari kubu PSHT kepada pasangan Djosto yang notabane nya lawan dari pasangan BERKAH. Isu perpecahan internal di kubu PSHT bukan lagi isapan jempol belaka, dikarenakan ada oknum yang membelot dan tidak menjalankan ketentuan untuk mendukung pasangan BERKAH.
Secara teoretis dapat diambil kesimpulan bahwa sebuah peran dan jaringan sosial akan berpotensi menjadi modal politik ketika salah seorang anggotanya jaringan masuk pada ranah politik praktis. Fenomena ini dicontohkan oleh Ahmad Dawami Ragil Saputro dan Hari Wuryanto sebagai bagian dari jaringan PSHT yang menjadi kandidat kepala daerah di Madiun dengan masuk sebagai kader Demokrat dan Golkar.
Modal politik yang berasal dari adanya jaringan ini dapat disebut dengan istilah ‘kekuatan informal’ (informal power) yang terdiri dari organisasi masyarakat atau non-kepartaian. Sedangkan, konsep kekuatan politik yang berasal dari partai politik dapat disebut dengan istilah ‘kekuatan formal’ ( formal power) yang terdiri dari partai politik atau institusi politik pemerintahan.
This research-based paper aims to Understand and described the role of the strong local and political issue especially on the role of perguruan silat setia hati terate ( psht ) in politics at local level in madiun district 2018 .In this case , the research was done to expound and described the role of perguruan silat setia hati terate ( psht ) in politics the local level madiun district in 2018 . By using a qualitative method and a case study approach in the framework of the strukturalism perspective and the konstruktivism paradigm, the result of the research reveals that The phenomenon of the existence of the network psht who became the power of politics this suggests that in madiun martial art schools not only move in pertaining to the martial world, but also moving in the political sphere when it has has the legitimacy or the trust of the community.In addition, martial art schools that went into the realm of electoral politics have the mechanisms of involvement in form of affiliation against political parties and must have mass capital that can be transformed into political capital in kontestasi. electoral politics. In addition, participants from martial art schools who to enter political domain electoral mechanisms to increase the involvement of in the form of affiliation against a political party and must be has the capital of a mass of that can be ditransformasikan into capital political reality on in political kontestasi electoral.
In addition evidence to prove that psht dominated up to that moment in the local elections was madiun 2018 is the arrival of a broker the sounds of the bulwark syria and the fortress psht to a spouse Djosto who notabane the rebound to send the BERKAH be upon him judge his official website of the tournament .The issue of the division or discord or lack an internal on bulwark syria and the fortress psht it is no longer a governor who has authority , the deserted condition was because there were people who defected and did not practice the provisions of to support position with respect to the all kinds of BERKAH candidate .
Theoretically can be taken the conclusion that a role and social network will potential to be political capital when one its members tissue fall into the domain political practical .This phenomenon exemplified by Ahmad dawami ragil saputro and Hari wuryanto as part of the psht who was a candidate the head of the region in madiun by entering as kaders democrats and golkar party.
Political capital which are derived from the the network directly represents can be referred to as if you take some words the power of informal (informal power) consisting of organization of people or non-party. Although there are obvious reasons, the concept of the political power of the from which it is derived from a political party can be referred to as if you take some words the power of formal ( formal power ) consisting from a political party local government offices institutions or government politics.
2153724329C1C014028Analisis Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Dana Desa (Studi Pada Desa-Desa Di Wilayah Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas)Salah satu pendapatan desa adalah Dana Desa yang merupakan dana APBN yang disalurkan ke desa dan diprioritaskan untuk pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengeksplorasi akuntabilitas, transparansi dan kendala yang dihadapi dalam pengelolaan Dana Desa pada Desa-Desa di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling, dengan pertimbangan informan memiliki pengetahuan dan mampu menjelaskan tahapan-tahapan pengelolaan keuangan desa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi.. Keabsahan data dengan menggunakan trianggulasi data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan prinsip akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kecamatan Sumbang telah dilaksanakan dengan baik, hal tersebut dapat diketahui dari tahap perencanaan sampai tahap pertanggungjawaban yang dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Tujuan pencapaian penggunaan dana desa di Kecamatan Sumbang juga sudah sesuai prioritas penggunaan yang telah disepakati dengan masyarakat. Pada pengawasan dalam pengelolaan dana desa, dilaksanakan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan masyarakat yang ikut mengawasi pengelolaan dana desa, mulai dari penentuan prioritas pembangunan, sampai pada pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Penerapan sistem transparansi dalam pengelolaan dana desa, pemerintah desa menerapkan sistem transparansi dengan menyampaikan dana desa pada setiap musyawarah yang diselenggarakan serta masyarakat diberi ruang untuk memberi usulan dan diikutsertakan dalam kegiatan yang dilaksanakan. Penggunaan media informasi seperti papan infografis ditujukan agar masyarakat dapat mengetahui dan mengawasi secara langsung terkait penggunaan dana desa, namun terkait penggunaan website belum digunakan secara efektif. Kendala dalam pengeloaan dana desa di wilayah Kecamatan Sumbang itu lebih disebabkan oleh kemampuan dari aparatur pemerintah desa yang belum mampu untuk memahami dan mengimplementasikan peraturan yang berlaku dalam pengelolaan dana desa. Hal tersebut terlihat dari kurangnya pemahaman aparatur pemerintah desa terkait dengan peraturan yang selalu berubah dan pemahaman tentang penggunaan dana desa yang terbatas pada pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat, selain itu terkait dengan faktor cuaca, hal itu lebih disebabkan oleh kurangnya kemampuan aparatur pemerintah desa dalam melakukan perencanaan terkait pengelolaan dana desa agar dapat memperhatikan faktor cuaca dalam merencanakan khususnya pembangunan.
One village income is the Village Fund, which is a state budget fund that is channeled to the village and prioritized for the implementation of development and empowerment of rural communities. This study aims to analyze and explore accountability, transparency and constraints faced in the management of Village Funds in Villages in Sumbang District, Banyumas Regency. The type of research used in this study is descriptive qualitative research with a case study approach. The research informants were selected by purposive sampling, with the consideration that the informants had the knowledge and were able to explain the stages of village financial management. Data collection is done through in-depth interviews, documentation and observation. The validity of the data using data triangulation.
The results of this study indicate that the implementation of the accountability principle of village fund management in Sumbang Subdistrict has been well implemented, it can be known from the planning stage to the stage of accountability carried out in accordance with the applicable rules. The aim of achieving the use of village funds in Sumbang sub-district has also been in accordance with the priority of use that has been agreed with the community. The supervision in managing village funds is carried out by the Village Consultative Body (BPD) and the community who participate in overseeing the management of village funds, starting from the determination of development priorities, to the implementation of development and community empowerment. Implementation of a transparency system in managing village funds, the village government implements a transparency system by submitting village funds at each of the meetings held and the community is given space to make proposals and be included in the activities carried out. The use of information media such as infographic boards is intended so that the public can know and supervise directly related to the use of village funds, but related to the use of the website has not been used effectively. The constraints in managing village funds in the Sumbang Subdistrict area are more due to the ability of village government officials who have not been able to understand and implement the applicable regulations in managing village funds. This can be seen from the lack of understanding of the village government apparatus related to ever-changing regulations and an understanding of the use of village funds which are limited to physical development and community empowerment. related to the management of village funds in order to pay attention to weather factors in planning especially development.
2153825987A1L014031Respons Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) pada Pemberian Pupuk Organik Cair dengan Berbagai Dosis dan FrekuensiMentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu komoditas sayuran
yang banyak diminati. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi
mentimun yaitu dengan pemberian pupuk organik cair Superbionik pada dosis dan
frekuensi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk, 1) mendapatkan pengaruh
pemberian pupuk organik cair Superbionik dengan berbagai dosis dan frekuensi
terbaik terhadap pertumbuhan tanaman mentimun, 2) mendapatkan pengaruh
pemberian pupuk organik cair Superbionik dengan berbagai dosis dan frekuensi
terbaik terhadap hasil tanaman mentimun.
Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Melung, Kecamatan
Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agroekologi Fakultas
Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan September sampai
November 2018. Bahan yang digunakan antara lain benih mentimun varietas
Mercy F1, air, tanah andosol, pupuk kandang, dan pupuk organik cair
Superbionik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)
dengan 7 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah A : dosis
100 ml frekuensi 3 hari sekali, B : dosis 100 ml frekuensi 6 hari sekali, C : dosis
100 ml frekuensi 9 hari sekali, D : dosis 200 ml frekuensi 3 hari sekali, E : dosis
200 ml frekuensi 6 hari sekali, F : dosis 200 ml frekuensi 9 hari sekali, K : tanpa
pemberian pupuk organik cair. Variabel yang damati adalah panjang tanaman,
jumlah daun, bobot tanaman kering, bobot tanaman segar, jumlah bunga per
tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, panjang buah, dan
diameter buah mentimun. Data dianalisis dengan ANOVA, apabila terdapat
pengaruh yang nyata, diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT)
pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) dosis pupuk organik cair dengan 200
ml frekuensi 3 hari sekali dapat meningkatkan panjang tanaman dan jumlah daun,
2) dosis pupuk organik cair dengan 200 ml frekuensi 6 hari sekali dapat
meningkatkan panjang buah dan diameter buah mentimun, tetapi tidak
meningkatkan jumlah bunga, jumlah buah dan bobot buah per tanaman mentimun.
Cucumber is one of horticulture comodity has big demand. Things that should
be done if going to increase cucumber production is giving factory liquid organic
fertilizer at correct dosage and frequency. This research was aimed to, 1) get the
best combination of dosage and frequency Superbionik liquid organic fertilizer of
the growth cucumber, 2) get the best combination of dosage and frequency
Superbionik liquid organic fertilizer of the yield cucumber.
This research was conducted at Melung Village, Kedungbanten, Banyumas
and Agroecology Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman
University, from September to November 2018. Materials used include Cucumber
seed varieties Mercy F1, water, andosol soil, manure, and factory liquid organic
fertilizer. The experiment used a Randomized Block Design (RBD) with 7
treatments and 4 replications. Treatment this study, A: dosage of 100 ml
frequently once every 3 days, B: dosage of 100 ml frequently once every 6 days,
C: dosage of 100 ml frequently once every 9 days, D: dosage of 200 ml frequently
once every 3 days, E: dosage of 200 ml frequently once every 6 days, F: dosage of
200 ml frequently once every 9 days, K: without providing liquid organic
fertilizer. The variables observed were length plant, leaf number, fresh plant
weight, dry plant weight, the number of flowers per plant, the number of fruits per
plant, fruit weight per plant, length fruit and diameter fruit of cucumber. The data
obtained were analyzed using ANOVA, if there is real effect followed test by
Duncan Multiple Range Test (DMRT) on level 5%.
The result showed that,1) the dosage of liquid organic fertilizer 200 ml
frequently once every 3 days increased on length plant and leaf number, 2) the
dosage of liquid organic fertilizer 200 ml frequently once every 6 days increased
on length fruit and diameter fruit, but can not increased the number of flowers per
plant, the number of fruits per plant, and fruit weight per plant.
2153926097F1D014056Konflik Politik Dalam Pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Di Bantar Gebang Kota Bekasi Tahun 2015Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami konflik politik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota Bekasi tentang pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang serta memahami faktor-faktor penyebab konflik politik antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi tentang pengelolaan sampah di Bantar Gebang. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalisme dan paradigma kontruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanggar Perjanjian Kerjasama Nomor 4 Tahun 2009 antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi tentang Pemanfaatan Lahan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang Kota Bekasi, pasal 9 tentang pengeloaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. kewajiban Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak dilaksanakan seperti sarana dan prasarana serta aspek sosial untuk masyarakat sekitar TPST Bantar Gebang akan tetapi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak mau disalahkan atas tuduhan dari Pemerintah Kota Bekasi karena ada pihak swasta juga yang mengelola TPST Bantar Gebang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyalahkan pihak swasta (PT. Godang Tua Jaya) sebagai pengelola atau operator yang mengelola TPST Bantar Gebang akibatnya,karena tidak adanya fasilitas saarana dan prasarana serta aspek sosial masyarakat sekitar TPST Bantar Gebang yang menjadi dampaknya seperti, pencemaran lingkungan, pencemaran udara dan berbagai penyakit yang ditimbulkan ke masyarakat sekitar TPST Bantar Gebang. This research-based paper aims at. to describing and understanding political conflict Provincial Government of Jakarta with City Goverment of Bekasi about waste managementin in intergrated Garbage dumpt Bantar Gebang and to understanding factors that cuases polical conflict between Provincial Goverment of DKI Jakarta and City Goverment of Bekasi about waste management in Bantar Gebang. By using a qualitative method and case study approach in the framework of the structuralism perspective and the constructivism paradigm, the result of the research reveals that The Provincial Government of DKI Jakarta violates the Cooperation Agreement Number 4 of 2009 between the Provincial Government of DKI Jakarta and the Bekasi City Government regarding the Utilization of the Bantar Gebang Bantar Gebang Integrated Waste Processing Land (TPST), article 9 concerning the management of the Bantar Gebang Integrated Waste Processing Site (TPST). The DKI Jakarta Provincial Government's obligations are not implemented such as facilities and infrastructure as well as social aspects for the community around the Bantar Gebang TPST, however, the DKI Jakarta Provincial Government does not want to be blamed for accusations from the Bekasi City Government because there are private parties also managing the Bantar Gebang TPST. The Provincial Government of DKI Jakarta blames the private sector (PT. Godang Tua Jaya) as the manager or operator that manages the Bantar Gebang TPST as a result, due to the lack of saarana facilities and infrastructure as well as the social aspects of the community around the Bantar Gebang TPST which are affected, such as environmental pollution, air pollution and various diseases caused to the community around Bantar Gebang TPST.
2154024330G1A015017HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK ORANGTUA DENGAN KEJADIAN ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) PADA ANAK USIA
2-5 TAHUN DI RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO TAHUN 2018
Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang balita. Sebanyak 45 dari 99 balita yang dirawat di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada Desember 2017 adalah penderita ISPA. Asap rokok merupakan salah satu faktor risiko terjadinya ISPA. Dampak dari asap samping rokok yang terhirup mengandung monoksida 5 kali, nikotin 3 kali, amonia 46 kali dan nitrosamine 50 kali lebih besar dibandingkan dengan asap utama rokok.
Tujuan: Mengidentifikasi faktor risiko perilaku merokok orangtua dengan kejadian ISPA pada anak usia 2-5 tahun di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tahun 2018.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah consecutive sampling. Jumlah sampel minimal 36 orang dengan sasaran pasien anak usia 2-5 tahun yang rawat jalan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo saat dilakukan penelitian.
Hasil dan Pembahasan: Terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada anak usia 2-5 tahun di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo (p < 0,05; Chi-square). Balita yang tinggal dengan anggota keluarga yang memiliki kebiasaan merokok berisiko mengalami ISPA 161 kali lebih besar dari balita yang tinggal dengan anggota keluarga yang tidak memiliki kebiasaan merokok (OR = 161,000).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara perilaku merokok orangtua dengan kejadian ISPA pada anak usia 2-5 tahun di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tahun 2018.
Kata Kunci: balita, ISPA, perilaku merokok. 
Background: Acute Respiratory Tract Infection (ARTI) is one of the most common disease affects toddlers. There were 45 of 99 toddlers treated at General Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo in December 2017 as sufferers of ARTI. Cigarette smoke is one of risk factors for ARTI. The impact of side smoke from inhaled cigarettes contains 5 times of monoxide, 3 times of nicotine, 46 times of ammonia and 50 times of nitrosamine which are greater than the main smoke of cigarettes.
Objective: Identifying the risk factors of smoking behavior of parents towards the incidence of ARTI in 2-5 years children at General Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo in 2018.
Methods: This study was an observational analytic with cross sectional study. The sampling technique in this study was consecutive sampling. The number of samples is at least 36 people with the target of 2-5 years children who are outpatient at the General Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo during the research.
Result and Discuss: There is a significant association between smoking habits of family members with the incidence of ARTI in children aged 2-5 years in General Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo (p <0.05; Chi-square). Toddlers who live with family members with smoking habit are at risk of having ARTI 161 times greater than toddlers who live with family members without smoking habit (OR = 161,000).
Conclusion: There is an association between the smoking behavior of parents and the incidence of ARTI in 2-5 years children at General Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo in 2018.
Keyword: ARTI, smoking behavior, toddler.