Artikelilmiahs

Menampilkan 21.421-21.440 dari 50.172 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2142126138F1C015069Pengaruh Promosi Member Card Terhadap Brand Loyalty Koperasi Karya
Utama Nusantara Kopkun Pada Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komunikasi pemasaran dalam
promosi yang dapat menjawab pengaruh dari promosi suatu member card terhadap
brand loyalty yang dimiliki dari setiap anggota yang memiliki member card. Teori
yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Promotion mix yang dikemukakan
oleh Kotler dan Amstrong yang memiliki 5 indikator didalamnya. Penelitian ini
menggunakan konsep komunikasi pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik sampling.
Hasil dari penelitian ini adalah menjawab adanya pengaruh nyata dari promosi
member card terhadap brand loyalty koperasi Kopkun dalam melakukan suatu
promosi untuk pengguna member card Kopkun pada mahasiswa Unsoed. Dalam
penggunaan teori dan konsep pada penelitian ini memiliki X terdapat 5 indikator
Periklanan, promosi penjualan, kehumasan dan event, penjualan personal, dan
pemasaran langsung. Dari pembahasan ini dapat dilihat kekuatan yang paling
berpengaruh terhadap variabel Y dan urutan dari pengaruhnya variabel X tderhadap
variabel Y. promosi member card dapat dilihat keefektifan dari setiap indikator yang
dapat mempengaruhi variabel Y (brand loyalty).
This research aims to identify marketing communications in promotions that
can capture the influence of the promotion of a member card on brand loyalty that is
owned by each member that has a member card. The theory used in this study is the
promotion mix theory. Stated by Kotler and Amstrong which has 5 indicators in it.
This research uses the concept of marketinf communication. This research uses a
quantitative method using a sampling technique.
The results of this reserach were to answer the real effect of the prmotion of
member card on the brand loyalty of Kopkun Cooperatives in conducting promotions
for Kopkun member card users for Unsoed students. In the use of theory and concept
in this research has X on 5 indicators, namely advertising, sales promotion, public
relation and event, personal sales, and direct marketing. From this discussion, the
power that has the most influence on variable Y can be chosen. Promotion of member
card can be seen the effectiveness of each indicator that can affect variable Y (brand
loyalty)
2142224241A1L014004PENGARUH PUPUK NZEO-SR DAN SULFUR TERHADAP KANDUNGAN N, PERTUMBUHAN, HASIL, DAN SERAPAN S BAWANG MERAH INCEPTISOL PADA MASA TANAM KEDUABawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memiliki manfaat yang cukup banyak. Pupuk NZEO-SR dan Sulfur diaplikasikan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kandungan hara, pertumbuhan dan produksi bawang merah pada musim tanam kedua. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh pupuk NZEO-SR dan S terhadap kandungan N tersedia dan N total tanah pada musim tanam kedua, (2) mengetahui pengaruh NZEO-SR dan S terhadap pertumbuhan bawang merah inceptisol pada musim tanam kedua, (3) mengetahui pengaruh NZEO-SR dan S terhadap serapan S oleh tanaman bawang merah pada musim tanam kedua. Penelitian ini dilaksanakan mulai Juli 2018 sampai Nopember 2018 menggunakan polibag dan bertempat di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Utara. Analisis tanah dan jaringan dilakukan di Laboratorium Tanah/ Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri atas dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk NZEO-SR yang terdiri atas N0 (0 kg ha-1), N1 (100 kg ha-1), N2 (200 kg ha-1), N3(300 kg ha-1). Faktor kedua adalah dosis S yang terdiri atas S0 (0 kg ha-1), S1 (25 kg ha-1), S2 (50 kg ha-1), S3 (75 kg ha-1). Variabel yang diamati adalah pH H2O, DHL, N-total, N-tersedia, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot umbi segar, bobot umbi kering, berat tajuk kering, serapan S. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) interaksi antara pupuk NZEO-SR dan sulfur memiliki pengaruh terhadap N-tersedia dan N-total pada masa tanam kedua; kombinasi dosis N1 (100 kg/ha) dan S2 (50kg/ha) menghasilkan N-tersedia 2430, 18 ppm dan kombinasi dosis N1 (100kg/ha) S3 (75 kg/ha) menghasilkan N-total 20.09%, (2) aplikasi NZEO-SR dan sulfur tidak meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah pada masa tanam kedua, (3) NZEO-SR secara mandiri tidak memperbaiki pertumbuhan dan hasil pada masa tanam kedua, (4) perlakuan sulfur secara mandiri cenderung menurunkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot umbi segar, bobot umbi kering, dan bobot tajuk kering pada masa tanam kedua, (5) aplikasi NZEO-SR dan sulfur tidak meningkatkan serapan sulfur pada masa tanam kedua.Shallot is one of the horticultural plants with high economic value and benefits. NZEO-SR fertilizer and sulphur applicated to determine the effect on soil nutrient, growth, shallot production at second session. This research aims to determine: (1) the effect of NZEO-SR fertilizer and sulphur on avaible-N and total-N at second session, (2) the effect of NZEO-SR fertilizer and sulphur on growth and yield of shallots at second session, (3) the effect of NZEO-SR fertilizer and sulphur on S uptake of shallots at second session. This research was start from July until November 2018. The research was experimental carried out in screen house. Soil and plant tissue analysis was done at Soil Resourches Science Laboratory Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research design was used a randomized complete block design. First factor is the doses of NZEO-SR fertilizer doses consisting of N0 (0 kg ha-1), N1 (100 kg ha-1), N2 (200 kg ha-1), N3(300 kg ha-1). Second factor is the doses of sulphur fertilizer doses consisting of S0 (0 kg ha-1), S1 (25 kg ha-1), S2 (50 kg ha-1), S3 (75 kg ha-1). The variable observed were pH H2O, DHL, total-N, avaible-N, growth and yield of shallot. Based on the result of can concluded that: (1) there is have interaction between NZEO-SR fertilizer and sulphur application on total-N and N-avaible at second session, (2) NZEO-SR fertilizer and sulphur application can not increase growth and yield at second session, (3) in indepently NZEO-SR fertilizer can not repair all growth and yield variable at second session, (4) in independently sulphur application incline decrease plant height, number of leaves, number of tillers, the weight of fresh tubers, the weight of dried tubers, plant dried canopy at second session, (5 NZEO-SR fertilizer and sulphur application can not increase uptake-S.
2142324242G1D014030PERBEDAAN PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MEDIA BOOKLET DAN AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN ISPA DI PUSKESMAS I PURWOKERTO TIMUR Latar Belakang : Tingginya prevalensi ISPA salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan yang dimiliki oleh ibu serta sikap yang kurang baik terhadap pencegahan ISPA terhadap balita. Booklet dan audiovisual dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu terhadap pencegahan ISPA terhadap balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian pendidikan kesehatan dengan menggunakan booklet dan audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap terkait pencegahan ISPA pada ibu di Purwokerto Timur.
Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan jumlah 44 responden. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan yaitu dengan simple random sampling. Responden penelitian dibagi menjadi kelompok booklet dan audiovisual. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon, T Berpasangan, Mann Whitney, serta T Tidak Berpasangan.
Hasil : Terdapat perbedaan yang bermakna pada pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media booklet maupun menggunakan media audiovisual dengan masing-masing nilai p-value = 0,000. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada selisih skor pengetahuan antara kelompok booklet dan kelompok audiovisual dengan nilai p-value = 0,432. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada selisih skor sikap antara kelompok booklet dan kelompok audiovisual dengan nilai p-value = 0,575.
Kesimpulan : Booklet dan audiovisual sama-sama efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu terhadap pencegahan ISPA terhadap balita.
Background : The high prevalence of Acute Respiratory Infection (ARI) is partly due to the lack of knowledge possessed by mothers and poor attitudes towards the prevention of ARI for infants. Booklets and audiovisuals were developed to improve maternal knowledge and attitudes towards prevention of ARI for toddlers. This study was aimed to determine the differences in the effect of health education by using booklets and audiovisuals towards knowledge and attitudes related to prevention of ARI in mothers in Puskesmas I Purwokerto Timur.
Method : The design of this study was used quasi experiment with 44 respondents. The sampling technique was done by simple random sampling. The research respondents were divided into booklet and audiovisual groups. Data was analyzed with Wilcoxon Test, Paired T Test, Mann Whitney Test, and Unpair T-Test.
Result : There were significant differences in knowledge and attitudes before and after being given health education using booklet media and using audiovisual media with each p-value = 0.000. There was no differences of knowledge deviation score between booklet group and audiovisual group (p=0.432). There was no differences of attitude score between booklet group and the audiovisual group (p=0.575).
Conclusion: Booklets and audiovisuals are equally effective in increasing maternal knowledge and attitudes towards prevention of ARI for toddlers.
2142425300A1C014014Minat Pemuda Pedesaan Untuk Bekerja di Sektor Pertanian di Kecamatan SokarajaPenelitian ini bertujuan untuk mengalisis: (1) tingkat minat pemuda pedesaan untuk bekerja disektor pertanian; dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemuda pedesaan untuk bekerja disektor pertanian di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan secara survai di empat desa yaitu Desa Klahang, Karangduren, Temberang, dan Sokaraja Wetan. Pengambilan data dilaksanakan bulan Oktober 2018 sampai November 2018. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan unit populasi adalah pemuda yang berdomisili dipedesaan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan bantuan alat ukur Likert’s Summated Ratings yang dilanjutkan dengan metode Successive Interval, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) minat pemuda pedesaan untuk bekerja di sektor pertanian secara keseluruhan berada dalam kategori sedang yang digambarkan oleh komponen pembentuk kesediaan bekerja di sektor pertanian (tinggi), kesenangan bekerja di sektor pertanian (sedang), dan ketertarikan bekerja di sektor pertanian (sangat rendah); (2) faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemuda pedesaan secara statistik yang berpengaruh signifikan adalah jumlah tanggungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan kosmopolitan, sedangkan yang berpengaruh tidak signifikan adalah lingkungan keluarga, kesempatan kerja diluar sektor pertanian, dan status sosial.

This study aims to analyze: (1) the level of interest of rural youth to work in the agricultural sector; and (2) factors that influence the interest of rural youth to work in the agricultural sector in Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency. This research was conducted in surveys in four villages, namely Klahang, Karangduren, Temberang, and Sokaraja Wetan Villages. Data collection was carried out from October 2018 to November 2018. The sampling technique used simple random sampling with the population unit being young people domiciled in the countryside. The analysis of the data used is descriptive analysis with the help of a Likert's Summated Ratings tool, followed by the Successive Interval method, and multiple linear regression analysis. The results showed that (1) the interest of rural youth to work in the agricultural sector as a whole was in the medium category which was described by the components forming willingness to work in the agricultural sector (high), the pleasure of working in the agricultural sector (medium), and interest in working in the agricultural sector (very low); (2) the factors that influence the interest of rural youth statistically which have a significant effect are the number of family dependents, the community environment, and cosmopolitan, while the non-significant influences are the family environment, employment opportunities outside the agricultural sector, and social status.
2142524243G1D014020GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL
PADA PENDERITA DIABETES MELITUS
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DAN II WANGON
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL
PADA PENDERITA DIABETES MELITUS
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DAN II WANGON

Desi Epita Anggraini1, Atyanti Isworo2, Tri Martuti3

ABSTRAK

Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan tanda gejala seperti penurunan bahkan kehilangan toleransi karbohidrat pada tubuhnya. Masyarakat beranggapan bahwa obat tradisional dapat membantu menurunkan kadar gula darah.
Tujuan: Mengetahui gambaran penggunaan obat tradisional pada penderita DM di wilayah kerja Puskesmas I dan II Wangon.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling.
Hasil : Sebagian besar penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Wangon I dan II mengkonsumsi obat tradisional berupa jamu (87%). Bahan baku pembuatan obat tradisional berasal dari daun insulin (63%), dengan alasan terbuat dari bahan alami (55%), cara memperoleh bahan baku yaitu dengan meracik sendiri (87%), dan disajikan dengan cara direbus (66%). Waktu penggunaan biasanya di pagi hari (57%). Informasi penggunaan obat tradisional diperoleh dari teman dekat (47%) dengan dosis yang digunakan dalam sehari yaitu satu kali minum (54%) serta dosis yang digunakan dalam satu kali minum terbanyak dengan merebus tiga lembar daun (34%) yang kemudian dijadikan satu gelas ukuran 200 ml. Responden meyakini bahwa obat tradisional dapat membantu menurunkan kadar gula darah (77%) karena manfaat yang dirasakan cukup membantu(68%). Keyakinan responden juga dibuktikan dengan lamanya penggunaan obat tradisional yaitu 3 tahun (38%) serta tidak adanya keluhan yang dirasakan setelah mengkonsumsi dalam waktu 1x24 jam.
Kesimpulan : Mayoritas penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Wangon I dan II menggunakan obat tradisional untuk mendukung terkontrolnya kadar gula darah.
Kata Kunci : Obat tradisional, Diabetes Melitus
1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
3Perawat RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto
DESCRIPTION OF TRADITIONAL MEDICINE CONSUMPSTION OF DIABETIC MELITUS PATIENTS IN COMMUNITY HEALTH CENTER I AND II WANGON
Desi Epita Anggraini1, Atyanti Isworo2, Tri Martuti3

ABSTRACT

Background : Diabetes melitus (DM) is one of chronic disease characterized by decrease or the absence of carbohydrate tolerance within patient’s body. People perceived traditional medicine may help to lower blood glucose level.
Objective : To identify description of traditional medicine consumption of diabetic patients in Community Health Center I and II Wangon.
Methods : This study was a cross-sectional study used total sampling technique.
Results : Most diabetic respondents in Community Health Center I and II Wangon consumed traditional medicine in the form of Jamu (87%). The raw material of traditional medicine used was insulin leaf (63%), with motive that it was natural (55%), method of preparation used self-preparation (87%), and boiled served (66%). Time of consumption was in the morning (57%). Information on the use of traditional medicines was obtained from close friends (47%) with doses used in one day, namely one drink (54%) and the dose used in one drink the most by boiling three leaves (34%) which then used 200ml one size glass. Respondents perceived the traditional medicine may help on decreasing blood glucose level (77%) because the positive effect experienced by respondents (68%). Respondents’ believe were proven by the long of traditional medicine consumption over 3 years (38%) and no side effect experienced by respondents on 1x24 hour after consumption.
Conclusion : Majority of diabetic patients in Community Health Center I and II Wangon consumed traditional medicine to support the controlled blood glucose.
Keywords : Traditional medicine, Diabetes Melitus

1Student of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, University of Jenderal Soedirman
2Lecturer of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, University of Jenderal Soedirman
3Nurse of Regional Hospital Margono Soekarjo, Purwokerto
2142624244H1F014003STUDI GEOLOGI DAN KUALITAS BATUAN SEBAGAI BAHAN BANGUNAN DAERAH CANDINATA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KUTASARI, KABUPATEN PURBALINGGADaerah Candinata merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi batuan beku cukup melimpah. Potensi ini bisa dimanfaatkan dalam industri bahan bangunan. Dalam penggunaan batuan sebagai bahan bangunan perlu diketahui kualitas batuan tersebut. Lokasi penelitian di Desa Candinata, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Terletak pada 336800°E - 339700°E dan 9219200°N – 9221200°N. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pemetaan geologi. Sedangkan untuk mengetahui kualitas batuan sesuai SNI 03-0394-1989 dilakukan analisis kuat tekan uniaksial, daya serap air, dan keausan. Secara geologi daerah penelitian termasuk Perbukitan Vulkanik Agak Curam (V5) dengan litologi dari tua ke muda yaitu breksi vulkanik dan lava basalt. Breksi vulkanik ini tersusun oleh fragmen berupa basalt dengan matriks lithic wacke. Batuan yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan yaitu fragmen breksi vulkanik dan lava basalt. Berdasarkan analisis sifat keteknikan basalt pada SM.7.56 memiliki nilai kuat tekan 765,93 kg/cm2, daya serap air 2,71% dan keausan 5,01%. Berdasarkan analisis geokimia menunjukan LOI 9,31% dan CIW 68,39%. Pemanfaatan batuan tersebut dapat dijadikan sebagai penutup lantai/trotoar. Sedangkan basalt pada SM.8.60 memiliki nilai kuat tekan 817.87 kg/cm2, daya serap air 2,44%, dan keausan 3,87%. Sedangkan LOI menunjukan 0% dan CIW 56.68%. Pemanfaatan batuan tersebut yaitu sebagai pondasi bangunan ringan.Berbeda dengan lava basalt tersebut, basalt pada breksi vulkanik memiliki nilai keteknikan yang lebih kecil, padaSM.1.07 memiliki nilai kuat tekan 480,29 kg/cm2, daya serap air 3,28% dan keausan 8,45% dengan LOI 2,65% dan CIW 64,24%. Pemanfaatan basalt ini sebagai batu hias/tempel. Pada SM.2.15 memiliki nilai kuat tekan 609.99 kg/cm2, daya serap air 3.23% dan keausan 7.97% dengan LOI 2.81% dan CIW 64.57%. Pemanfaatan basalt ini sebagai penutup lantai/trotoar.Candinata is location that has a lot of potential igneous rock. It can be used to building material industry. When used rock as building material, must be know the rock quality. Therefore, in this area must be any study to know the charactheristic and rock quality. The administrative research site is located in Candinata, District of Kutasari, Regency of Purbalingga. In 336800°E - 339700°E and 9219200°N – 9221200°N. Method of this reseacrh is geological mapping to know how the geomorfological, stratigraphy, and geologiy structure. And to know rock quality such as in SNI 03-0394-1989 must be UCS analysis. The analysis are Uniaxial Compression Strenght, absorption, and abrasion. From geomorfological analysis, the research area is Middle Volcano Slope (V5) and the lithology of the study area from old to young are volcanic breccia and basalt lava. The fragmen from volcanic breccia
Composed from basalt and the matrix is lithic wacke. Basalt lava in study area has a characteristic that has a massive annd vesikuler structure, consist from olivin, pyroxen, horblende, and opac. The fragmen from this volcano breccia and basalt lava in study area have a potential to used as building material. Based from mechanical properties test, basalt on SM.7.56 has compressive strengt 765,93 kg/cm2, absorption 2,71% dan abration 5,01%. Based geochemical analysis that LOI 9,31% dan CIW 68,39%. This rock can used to sidewalk/pavement. On SM.8. 60 has compressive strengt817.87 kg/cm2, absorption 2,44% dan abration 3,87%. Based geochemical analysis that LOI 0% dan CIW 56.68%. This rock can used to light building foundation. Different with basalt lava, the volcanic breccia has a lower results. On
SM.1.07has compressive strengt 480,29 kg/cm2, absorption 3,28% and abration 8,45% with LOI 2,65% and CIW 64,24%. This rock can used to ornamental rock. OnSM.2.15 has compressive strengt609.99 kg/cm2, absorption3.23% and abration7.97% with LOI 2.81% and CIW 64.57%. This rock can used to sidewalk/pavement.
2142726094E1A014111PERLINDUGAN HUKUM TENAGA SANITARIAN DALAM MENJALANKAN PELAYANAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKATPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan perlindungan hukum dan bentuk perlindungan hukum tenaga sanitarian dalam menjalankan pelayanan kesehatan lingkungan di Pusat Kesehatan Masyarakat.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif kualitatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statue Approach), pendekatan analitis (Analytical Approach), dan pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi hukum, sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in conreto. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari kepustakaan dan dokumenter.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengaturan mengenai perlindungan hukum tenaga sanitarian dalam menjalankan pelayanan kesehatan lingkungan di Pusat Kesehatan Masyarakat telah menunjukkan taraf sinkronisasi. Artinya, bahwa antara peraturan yang lebih rendah derajatnya telah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi derajatnya dan peraturan yang lebih tinggi derajatnya menjadi dasar pembentukan peraturan yang lebih rendah. Bentuk perlindungan hukum tenaga sanitarian dalam menjalankan pelayanan kesehatan lingkungan di Pusat Kesehatan Masyarakat meliputi jaminan pengaturan memiliki satu suara, memilih dan dipilih dalam organisasi profesi, jaminan pengaturan perlindungan hukum, jaminan pengaturan tentang informasi yang lengkap dan benar dari penerima pelayanan kesehatan atau keluarganya, jaminan pengaturan melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi dan kewenangan, jaminan pengaturan imbalan jasa, jaminan pengaturan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, jaminan pengaturan tentang perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia, moral, kesusilaan, serta nilai-nilai agama, jaminan pengaturan pengembangan profesi, jaminan pengaturan untuk menolak keinginan penerima pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan kompetensi, kewenangan, standar profesi, kode etik, standar pelayanan, standar prosedur operasional, atau ketentuan peraturan perundang-undangan, dan jaminan pengaturan hak lain.
This study aims to determine synchronization of legal protection arrangements and forms of legal protection for sanitarians in carrying out environmental health services at the Community Health Center.
The research method used in this study is a qualitative normative juridical method with the statutory approach method (Statue Approach), analytical approach (Analytical Approach), and conceptual approach (Conceptual Approach). The research specifications used are legal inventory, legal synchronization and legal discovery in convention. The type of data used is secondary data obtained from literature and documentaries.
Based on the results of the research, it can be concluded that the regulation regarding the legal protection of sanitarians in carrying out environmental health services at the Community Health Center has shown a degree of synchronization. This means that between a lower level of regulation is in accordance with a higher degree regulation and a higher degree regulation becomes the basis for the formation of a lower regulation. Forms of legal protection for sanitarians in carrying out environmental health services in Community Health Centers include guaranteeing that they have one voice, electing and being elected in professional organizations, guaranteeing legal protection arrangements, guaranteeing arrangements for complete and correct information from health service recipients or their families, guaranteeing arrangements carry out tasks in accordance with competence and authority, guarantee service compensation arrangements, guarantee protection arrangements for occupational safety and health, guarantee regulatory arrangements in accordance with human dignity and values, morals, decency, and religious values, guarantee for professional development arrangements, guarantees arrangements to reject the wishes of recipients of health services that conflict with competence, authority, professional standards, code of ethics, service standards, standard operating procedures, or statutory provisions, and guarantees for other rights settings.
2142824245F1I014005Analisis Peran Rusia Sebagai Mediator Dalam Penyelesaian Konflik Nagorno Karabakh Periode Tahun 2008-2016 Konflik Nagorno Karabakh merupakan konflik persengketaan wilayah yang identik dengan pertentangan antar Azerbaijan yang berpegang teguh pada prinsip keintegrasian wilayahnya di Nagorno Karabakh dan Armenia yang mendukung wilayah Nagorno Karabakh dan etnis Armenia yang berada di dalamnya untuk merdeka dari Azerbaijan. Dinamika konflik Nagorno Karabakh antara Azerbaijan dan Armenia terus bergulir dan tidak pernah ada kesepakatan damai yang berkelanjutan antara kedua belah pihak yang berkonflik terhitung sejak perjanjian damai Bishkek (Bishkek Protocol) 1994. Beriringan dengan dinamika konflik tersebut Rusia berperan sangat aktif dalam proses mediasi dan penciptaan perdamaian antara kedua belah pihak yang berkonflik. Peran Rusia sebagai mediator dilakukan dalam kerangka resmi OSCE Minsk Group maupun dalam inisiasi personal negara dalam medium pertemuan trilateral. Secara garis besar penelitian ini akan mengambarkan tentang dinamika konflik Nagorno Karabakh dalam periode 2008-2016 beserta dengan upaya penyelesaian konflik di bawah peranan Rusia.The Nagorno Karabakh conflict is a conflict over territorial disputes that is synonymous with inter-Azerbaijan strife that adheres to the principle of integrating its territory in Nagorno Karabakh and Armenia which support the Nagorno Karabakh region and ethnic Armenians who are in it for independence from Azerbaijan. The dynamics of the Nagorno Karabakh conflict between Azerbaijan and Armenia continue to unfold, and there has never been a sustainable peace agreement between the two parties in dispute since the peace agreement Bishkek (Bishkek Protocol) 1994. Along with the dynamics of the battle, Russia has a very active role in the mediation and peace-building process between the two parties in conflict. Russia's position as mediator is carried out within the official framework of the OSCE Minsk Group and in the personal initiation of the state in the medium of the trilateral meeting. This research will describe the dynamics of the Nagorno Karabakh conflict in the period 2008-2016 along with efforts to resolve disputes under the Russian role.
2142924246A1L014232KAJIAN NILAI ERODIBILITAS PADA PENGGUNAAN LAHAN KEBUN DI KECAMATAN KARANGJAMBU KABUPATEN PURBALINGGALahan perkebunan merupakan sektor penting di Kecamatan Karangjambu, namun penggunan lahan yang kurang tepat dapat menyebabkan erosi. Erosi menyebabkan tanah kehilangan kemampuan menyerap air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai erodibilitas tanah (K) di Kecamatan Karangjambu dan mengkaji pengaruh faktor erodibilitas pada lahan kebun terhadap nilai erodibilitas tanah (K) di Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga.
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga dengan metode survey pada Bulan Maret hingga Oktober. Tahap pra-survey diawali dengan analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis di Laboratorium Pedologi dan Pemetaan Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Pengambilan sampel dilapangan dilakukan berdasarkan pendekatan Satuan Lahan Homogen (SLH) skala 1 : 75.000. Peta SLH diperoleh dari hasil penggabungan peta (overlay) dari peta administrasi, peta jenis tanah, peta kelerengan, dan peta penggunaan lahan Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga yang kemudian digunakan sebagai penentu titik pengambilan sampel tanah. Sampel tanah yang diambil dianalisis untuk variabel bahan organik tanah, permeabilitas, struktur dan tekstur tanah di laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman.
Nilai erodibilitas (K) diperoleh berdasarkan hasil dari nomograf Wischmeier and Smith dengan memasukkan nilai hasil analisis bahan organik, permeabilitas, struktur dan tekstur tanah. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa faktor-faktor yang diamati saling mempengaruhi nilai erodibilitas (K) setiap sampel tanah terutama komposisi fraksi tanah pasir sangat halus (very find sand), debu dan fraksi pasir. Nilai erodibilitas (K) yang didapat menunjukkan harkat tinggi hingga sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi penelitian memiliki kerentanan erosi yang tinggi.
Land is an important sector in Karangjambu Sub-District, but inappropriate use of land can cause erosion. Erosion causes the soil to lose its ability to absorb water. This study aimed to determine the soil erodibility values (K) in Karangjambu, and examine the related factors at the village level in Karangjambu, Purbalingga.
This research was conducted in Karangjambu, Purbalingga used survey methods on March until October. The pre-survey began with a spatial analysis using the Geographic Information System at the Pedology Laboratory and Mapping Soil Science Study Program at Universitas Jenderal Soedirman. Field sampling has carried out on the basis of the Homogeneous Land Unit (HLU) scale of 1: 75,000. The HLU map was obtained from the results of a map (overlay) from the administrative map, a map of soil types, slope maps, and a map of land use in Karangjambu of Purbalingga which was used as a determinant of sampling points. Further analysis was conducted to analyse soil organic matter, permeability, structure and texture of soil in the soil laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University.
Erodibility (K) was obtained based on the results from the Wischmeier and Smith nomographs by including values from the analysis of organic matter, permeability, structure and soil texture. The results of this study found that the observed factors influence the erodibility value (K) of each soil sample, especially the composition of soil fraction (very find sand), silt and sand fraction. high to very high, this indicates that the study sites have a high susceptibility to erosion.
2143024247H1K014028Pemodelan Sedimen Tersuspensi Di Perairan Patimban Kabupaten Subang, Jawa BaratSedimentasi banyak terjadi di sepanjang perairan Patimban. Laju sedimentasi yang tinggi akan mengganggu pelabuhan, sehingga pelabuhan tidak akan berfungsi dengan optimal.Tujuan dari pemodelan ini untuk mengetahui kondisi hidrodinamika, pola sebaran dan konsentrasi sedimen tersuspensi di setiap musim di Perairan Patimban. Hasil pemodelan diharapkan dapat menjadi pertimbangan awal dalam menyusun desain Pelabuhan Patimban. Pemodelan sebaran sedimen tersuspensi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak MIKE 21 modul Sand Transport. Pemodelan ini dilakukan pada musim barat, musim peralihan I, musim timur, dan musim peralihan II. Bedasarkan hasil pemodelan ini diketahui bahwa pada musim barat dan peralihan I sebaran sedimen tersuspensi dominan ke arah timur, sedangkan pada musim timur dan musim peralihan II pola sebaran sedimen tersuspensi dominan bergerak ke arah barat. Kecepatan arus tertinggi selama satu tahun terjadi saat musim barat saat kondisi pasang purnama sebesar 0,78 m/s sedangkan terendah terjadi pada saat musim peralihan II saat kondisi pasang purnama sebesar 0,14 m/s. Konsentrasi sedimen tertinggi selama satu tahun terjadi pada saat musim barat saat kondisi pasang purnama dengan nilai konsentrasi 225,4 g/m3 pada jarak 1 kilometer dari muara sungai Cipunegara, sedangkan terendah pada saat musim peralihan II pada saat kondisi pasang purnama dengan nilai konsentrasi 4.32802E-30 g/m3 pada 1,2 km dari muara sungai Cipunegara Barat.Sedimentation much occured in Patimban waters. A high rate of sedimentation near port cause the port will not function optimally.The purpose of this modelling is to know hydrodynamics condition, distribution and concentration suspended sediment in each season around the Patimban waters. The results of modeling is expected to be the initial consideration in designing the Patimban port Patimban. Modeling of sediment transport is done by using MIKE 21 Sand Transport module. Modeling done in west season, transitional season I, east season, and transitional season II. Based on the result of this modelling is known in the west and transition I seasons the distribution sediment suspended dominant toward the east,in the east and the transition II season pattern of distribution sediment suspended dominant moving toward the west. The highest of current speed for one year at the west season when spring tide condition with the speed of current 0,78 m/s, while the lowest current speed in trasition II season when neap tide with the speed 0,14 m/s.The highest sediment concentration suspended sediment for one year at the west season when spring tide with the concentration 225,4 g / m3 at a distance 1 km from estuaries Cipunegara, while the lowest suspended sediment concentration in transition II season when neap tide with the concentration 4.32802E-30 g/m3 at a distance 1,2 km from estuaries West Cipunegara.
2143124269A1L014157PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS AZOLLA DAN DOSIS PUPUK KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh konsentrasi pupuk organik cair azolla terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi, 2) pengaruh dosis pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi, 3) kombinasi antara konsentrasi pupuk organik cair berbasis azolla dan dosis pupuk kascing yang terbaik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan September 2018 sampai November 2018. Penelitian ini dilakukan secara faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang diulang sebanyak 3 kali yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama terbagi menjadi 4 taraf yakni A0 = kontrol , A1 = Konsentrasi pupuk organik cair azolla 100 ml/l, A2 = Konsentrasi pupuk organik cair azolla 200 ml/l, A2 = Konsentrasi pupuk organik cair azolla 300 ml/l. Faktor kedua terbagi dalam 3 taraf yakni B0 = kontrol, B1 = pupuk kascing 32 g/polibag, B2 = pupuk kascing 49 g/polibag. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pemberian berbagai macam konsentrasi pupuk cair azolla tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, luas daun, dan panjang akar terpanjang tanaman. Perlakuan dosis pupuk kascing memberikan pengaruh yang nyata pada terhadap seluruh variabel pengamatan. Dosis pupuk kascing 32 g/polibag memberikan hasil terbaik pada variabel pengamatan pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Sedangkan interaksi antara kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap seluruh variabel pengamatan. This research aims to determine 1) the effect of azolla organic liquid fertilizer concentration on the growth and production of mustard greens, 2) the effect of vermicompost fertilizer dosage on the growth and production of mustard greens plants, 3) the best combination of azolla organic liquid fertilizer concentration and vermicompost fertilizer dosage for the growth and production of mustard greens. This research was carried out at the screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University from September 2018 to November 2018. This research was carried out in a factorial manner with a basic pattern of Randomized Complete Block Design (RCBD) which was repeated 3 times consisting of two factors. The first factor is divided into 4 levels, namely A0 = control, A1 = concentration of azolla liquid organic fertilizer 100 ml/l, A2 = concentration of azolla liquid organic fertilizer 200 ml/l, A2 = concentration of azolla liquid organic fertilizer 300 ml/l. The second factor is divided into 3 levels namely B0 = control, B1 = 32 g/polybag fertilizer vermicompost, B2 = 49 g/ polybag fertilizer vermicompost. The results showed that the treatment of various types of azolla liquid fertilizer gave no significant effect on plant height, leaf total, weight of fresh plant, weight of dry plant, leaf area, and the longest root length of the plant. The treatment of the vermicompost fertilizer gave a significantly effect on all observation variables. The dosage of vermicompost 32 g / polybag gave the best results on the observation variables of the growth and production of mustard greens plants. Whereas the interaction between the two treatments did not give a significant effect on all observation variables.
2143224258G1A015063Hubungan Tingkat Stres dengan Derajat Keparahan Pasien Psoriasis di Kabupaten BanyumasPsoriasis adalah peradangan kulit autoimun yang bersifat kronik dengan karakteristik berupa plak eritematosa berbatas tegas, skuama kasar, berlapis dan berwarna putih keperakan. Stres psikologis merupakan salah satu faktor risiko yang dapat mempengaruhi perkembangan dan eksaserbasi dari psoriasis juga dapat memperburuk dari kondisi pasien psoriasis itu sendiri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres psoriasis dengan derajat keparahan psoriasis pada penderita psoriasis di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan studi cross-sectional. Besar sampel yang diteliti adalah 75 orang pasien psoriasis yang berobat di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan RSUD Banyumas yang ada di Kabupaten Banyumas. Pasien psoriasis di diagnosis oleh 2 orang dokter spesialis kulit dan kelamin di kedua rumah sakit tersebut. Derajat keparahan psoriasis diukur menggunakan Psoriasis Area Severity Index (PASI) dan untuk tingkat stres diukur dengan menggunakan Perceived Stress Scale – 10 (PSS – 10). Data dianalisis dengan analisis menggunakan uji Spearman’s Rank. Hasil penelitian ini subjek dengan tingkat stres ringan 18 orang (24%), sedang 53 orang (70,7%) dan berat 4 orang (5,3%). Hasil derajat keparahan psoriasis ringan 2 orang (2,7%), sedang 28 orang (37,3%) dan berat 45 orang (60%). Hasil uji dengan Spearman’s Rank antara tingkat stress dengan derajat keparahan psoriasis didapatkan nilai r = 0,017 dan p = 0,884 (p > 0,05). Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan derajat keparahan pasien psoriasis di Kabupaten Banyumas. Psoriasis is a chronic autoimmune skin inflammation characterized by well-defined erythematous plaques, rough silvery white multilayer. Pshycological stress is one of risk factor which can affect the development and exacerbation of psoriasis beside worsen the condition of patients themselves. The study aimed to determine the correlation between stress level and the severity of psoriasis patients in Banyumas Regency. This study was an observational analytic with cross-sectional approach. The sample size studied was 75 psoriasis patients who were treated at the RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo and Banyumas Hospital in Banyumas Regency. Psoriasis patients were diagnosed by two dermatovenerologist in both hospitals. Psoriasis severity was measured by using the Psoriasis Area Severity Index (PASI) while the stress levels was measured by using the Perceived Stress Scale – 10 (PSS - 10). Data were analyzed by univariate analysis, bivariate analysis was conducted by Spearman’s Rank test. The results were obtained for mild stress levels 18 people (24%), moderate 53 people (70.7%) and severe 4 people (5.3%). The results were obtained for mild severity of psoriasis 2 people (2.7%), moderate 28 people (37.3%) and severe 45 people (60%). The test results with Spearmans Rank between stress levels and psoriasis severity obtained a value of r = 0.017 and p = 0.884 (p> 0.05). Conclusion there was no significant correlation between stress levels and the severity of psoriasis patients in Banyumas Regency.
2143325837C1H015019The Effect of Celebrity Endorsement on Brand Image towards Purchase Intention
(Study on Oppo Smartphone)
Smartphone menjadi platform bagi orang untuk berkomunikasi antara satu individu dengan yang lain. Saat ini hampir semua orang memiliki smartphone pribadi karena fungsi yang ditawarkan di ponsel. Karena itu, bisnis smartphone di Indonesia sangat kompetitif. Salah satu smartphone teratas di Indonesia adalah Oppo. Untuk bersaing dengan smartphone lain, Oppo menggunakan Celebrity Endorsement sebagai strategi pemasaran mereka. Oppo merangkul salah satu endorser; Chelsea Islan karena popularitas dan kemampuannya untuk mempromosikan produk yang sesuai dengan citra Oppo. Strategi ini dianggap berhasil karena efek penggunaan celebrity endorser meningkatkan niat pelanggan untuk membeli dan juga menghasilkan citra merek yang positif. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menganalisis pengaruh dukungan selebriti terhadap citra merek terhadap niat pembelian di Oppo Indonesia. Sampel penelitian ini menggunakan metode convenience sampling dengan 177 responden yang menggunakan Oppo dan yang mengetahui keberadaan Chelsea Islan. Data dianalisis menggunakan Structural Equational Modeling (SEM) dan perangkat lunak statistik AMOS. Hasil pengujian hipotesis pada penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Keahlian selebriti memiliki efek positif pada citra merek. (2) Daya tarik selebriti memiliki efek positif pada citra merek. (3) Kepercayaan selebriti berpengaruh positif pada citra merek. (4) Kecocokan selebriti berpengaruh negatif pada citra merek. (5) Citra merek berpengaruh positif terhadap niat beli.Smartphone become a platform for people to communicate between one individual to another. Nowadays almost everyone have their own smartphone because of the function offered in the phone. Therefore, smartphone business in Indonesia is very competitive. One of the top smartphone in Indonesia is Oppo. To compete with other smartphone, Oppo use celebrity endorsement as their marketing strategy. Oppo embrace one of the endorser; Chelsea Islan because her popularity and ability to promote a product match with Oppo image. This strategy is consider successful because the effect of using celebrity endorser increase customer intention to purchase and also generate positive brand image. This research is a quantitative research that analyze the effect of celebrity endorsement on brand image towards purchse intention on Oppo Indonesia. This research sample is using convenience sampling method with 177 respondents who who use Oppo and who know the existence of Chelsea Islan. Data were analyzed using Structural Equational Modeling (SEM) and AMOS statistical software. The results of hypothesis testing on this study shows that, (1) Celebrity expertise has positive effect on brand image. (2) Celebrity attractiveness has positive effect on brand image. (3) Celebrity trustworthiness has positive effect on brand image. (4) Celebrity match up has negative effect on brand image. (5) Brand image has positive effect on purchase intention.
2143425983C1C015034PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN DAMPAKNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAANTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) pengaruh profitabilitas terhadap pengungkapan CSR; (2) pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan; (3) pengaruh pengungkapan CSR terhadap nilai perusahaan; dan (4) pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan melalui pengungkapan CSR. Populasi penelitian yaitu perusahaan pertambangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada periode 2015-2017. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 31 perusahaan dengan jumlah 93 pengamatan. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi atas laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian ini yaitu: (1) profitabilitas berpengaruh negatif terhadap pengungkapan CSR; (2) profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan; (3) pengungkapan CSR berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan; dan (4) pengungkapan CSR tidak dapat memediasi hubungan antara profitabilitas dan nilai perusahaan.The purpose of this study was to analyze: (1) the effect of profitability on CSR disclosure; (2) the effect of profitability on firm value; (3) the effect of CSR disclosure on firm value; and (4) the effect of profitability on firm value through CSR disclosure. The population studied is mining companies listed in Indonesia Stock Exchange (BEI) in the period of 2015-2017. Samples were taken using the purposive sampling method and obtained a sample of 31 companies with a total of 93 observations. This research used documentation method for company’s annual reports and sustainability reports. The data analysis technique used is path analysis. The result of this study are: (1) profitability has negative effect on CSR disclosure; (2) profitability has positive effect on firm value; (3) CSR disclosure has negative effect on firm value; and (4) the CSR disclosure is not able to mediate the relation between profitability and firm value.
2143524248D1E014145TINGKAT INFEKSI CACING TREMATODA PADA TERNAK SAPI PERANAKAN ONGOLE YANG DIPELIHARA SEMI INTENSIF DI TPA JATIBARANG SEMARANGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jenis cacing dan tingkat infeksi cacing Trematoda pada sapi Peranakan Ongoel yang dipelihara semi intensif di TPA Jatibarang Semarang. Penelitian dilakukan dengan metode survey dan analisis laboratorium dengan sapi peranakan ongole dewasa yang dipelihara semi intensif di TPA Jatibarang Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cacing dan telur yang terdeteksi adalah Fasciola sp dengan jumlah cacing yang terdeteksi adalah 15 dan jumlah telur 43 kemudian cacing jenis Pharampistomum sp dengan jumlah cacing yang terdeteksi adalah 1 dan jumlah telur 2. Hasil perhitungan tingkat infeksi menunjukkan bahwa 40 % ternak sapi yang ada di TPA Jatibarang Kota Semarang terinfeksi cacing Trematoda. Hal ini terlihat wajar jika dilihat dari lingkungan yang merupakan tempat pembuangan sampah akhir, sistem pemeliharaan semi intensif dengan ladang penggembalaan berupa tempat pembuangan akhir sampah Kota Semarang.The purpose of this research is to determine the type of worms and the level of Nematode worm infection in Ongole cattle that were kept semi-intensively around the Jatibarang landfill Semarang. The research is using survey methods and laboratory analysis with the target is adult cattle PO which is maintained semi-intensive in Jatibarang landfill Semarang. The result of research show that total warm and eggs detected there is fasciola sp with the sum of worms detected is 15 and the sum of eggs is 43 then Pharampistomum sp with the sum or worms detected is 1 and the sum of eggs is 2. The result of the calculation infection show that 40% of cattle in Jatibarang landfill Semarang infected of trematoda warm. It looks reasonable if viewed from the environment that is a landfill, semi-intensive system with grazing field is landfill of Semarang.
2143626095K1A015004SINTESIS C-FENILKALIKS[4]RESORSINARENA SULFONAT DAN UJI TOKSISITASNYA TERHADAP Artemia salina LeachKaliks[4]resorsinena adalah senyawa aromatik yang berasal dari resorsinol dan gugus aldehid yang kaya akan konjugasi elektron. Sintesis senyawa C-fenilkaliks[4]resorsinarena sulfonat menggunakan benzaldehida sebagai material awal dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama dengan siklisasi resorsinol dengan benzaldehida dan katalis HCl, kedua sulfonasi C-fenilkaliks[4]resorsinarena dengan menambahkan reagen H2SO4 pekat dan Ag2SO4 sebagai katalis. Reaksi yang terjadi tidak stabil dan dapat membentuk material awalnya sehingga temperatur harus dinaikkan menjadi 80 ℃ agar didapatkan produk yang lebih stabil. Karakterisasi produk dilakukan dengan uji KLT, penentuan titik leleh, sifat kelarutan serta analisis struktur hasil sintesis dengan menggunakan spektrofotometer FTIR dan spektrometer 1H-NMR. Selanjutnya untuk mengetahui tingkat toksisitas (LC50) senyawa C-fenilkaliks[4]resorsinarena sulfonat dilakukan uji toksisitas dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Senyawa C-fenilkaliks[4]resorsinarena sulfonat hasil sintesis diperoleh rendemen sebesar 75%. Memiliki titik leleh lebih dari 400 ℃ dan terdekomposisi pada suhu 300 ℃. Uji kelarutan senyawa C-fenilkaliks[4]resorsinarena sulfonat menunjukkan bahwa senyawa larut dalam air dan DMSO, sedikit larut dalam metanol, dan tidak larut dalam kloroform ataupun aseton. Hasil uji toksisitas diperoleh nilai LC50 sebesar 2172,582 μg/mL yang berarti senyawa produk bersifat tidak toksis. Identifikasi senyawa berdasarkan spektrum FTIR mengindikasikan adanya gugus –OH, C=C aromatik dan –SO3H yang diperkuat dengan hasil identifikasi 1H NMR dimana produk memberikan sinyal proton sulfonat, proton hidroksil dan proton aromatik. Calix[4]resorcinarene is an aromatic compound derived from resorcinol and an aldehyde group that is rich in electron conjugation. Synthesis of C-phenylcalix[4]resorcinarene sulphonate using benzaldehyde as starting material carried out by two steps. The first step was cyclization of resorcinol with benzaldehyde and HCl catalyst, and the second step was sulfonation C-phenylcalix[4]resorcinarene by adding concentrated reagents of H2SO4 and Ag2SO4 as catalyst. The reactions that occur are unstable and can form the initial material so the temperature must be raised to 80 ℃ to get a more stable product. Product characterization was carried out by TLC test, determination of melting point, solubility and structural analysis of the synthesis results using spectrophotometer FTIR and spectrometer 1H-NMR. To determine the level of toxicity (LC50) of C-phenylcalyx[4]resorcinarene sulfonate toxicity test was carried out using the BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) method. C-phenylcalix[4]resorcinarene sulfonate compound synthesized obtained yield of 75% rendement. It has a melting point of more than 400 ℃ and decomposes at a temperature of 300 ℃. The solubility test of the product showed that the compound dissolved in water and DMSO, was slightly soluble in methanol, and insoluble in chloroform or acetone. The toxicity test result with LC50 of 2172,582 µg/mL which means the product are not toxic. Identification based on FTIR spectrum indicates the presence of -OH groups, C=C aromatic and -SO3H that confirmed by the identification of 1H-NMR where the product signal proton sulfonates, hydroxyl protons and aromatic protons.
2143726139D1A015075TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN KADAR ASAM LAKTAT YOGURT BUNGA TELANG (Clitoria ternatea Linn.) PADA LAMA PENYIMPANAN SUHU DINGIN Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan suhu dingin terhadap total BAL dan kadar asamlaktat yogurt bunga telangdan mengetahui penyimpanan terbaik. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 17Oktober 2018 sampai dengan 25 Februari 2019, di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Bahan penelitian adalah susu sapi 20l, starter komersial kering 5g, susu skim 100g, bunga telang 50g, MRSA 75,36g, NaOH, indikator PP 1% dan aquades. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL).Perlakuan yang diuji R0 (tanpa penyimpanan), R1 (lama penyimpanan suhu dingin 5 hari), R2 (lama penyimpanan suhu dingin 10 hari), R3 (lama penyimpanan suhu dingin 15 hari) dan R4 (lama penyimpanan suhu dingin 20 hari), setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diukur adalah total BAL (log CFU/ml) dan kadar asamlaktat (%) yogurt bunga telang. Hasil rataan total BAL antara 9,06 ±0,02hingga 9,39 ±0,03log CFU/ml. Rataan kadar asam laktat sebesar 1,08% dari 0.96% ±0,03hingga 1,17% ±0,03. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa lama penyimpanan pada suhu dingin berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total BALdan kadar asam laktat. Hasil uji ortogonal polinomial total BAL ditunjukkan dengan persamaan garis Y= 9,07+0,01x dengan R2= 39%, sedangkan kadar asam laktat dengan persamaan garis Y= 0,01 + 0,0001x dengan R2= 35%. Simpulan penelitian adalah total BAL meningkat sampai hari ke 15 penyimpanan dingindankadar asam laktat meningkat sampai 10 hari masa penyimpanan dingin, dengan penyimpanan terbaik 15 hari.The aim of this study was to determine the effect of cold storage time on total LAB and lactic acid levels of butterfly pea yogurt and find out the best storage of total LAB and lactic acid levels of butterfly pea yogurt. The research was conducted on October 17, 2018 until February 25, 2019, at the Laboratory of Technology Animal Production, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research materials were 20l of milk, 5g dry commercial starter, 100g skim milk, 50gbutterfly pea, 75,36g MRSA, NaOH, PP indicator 1% and aquades. The study was carry out by the experimental method using a completely randomized design (CRD). The treatments R0 (without storage), R1 (5 days storage), R2 (10 days storage), R3 (15 days storage) and R4 (20 days storage), each the treatment was repeated 4 times. The measured variables were total LAB and lactic acid levels of butterfly pea yogurt. The total LAB results ranged from 9.06 ± 0.02 to 9.39 ± 0.03 log CFU/ml. The average lactic acid level was 1.08% from 0.96% ± 0.03 to 1.17% ± 0.03. The results showed that cold storage time had highly significant (P <0.01) on total LAB and lactic acid levels. The orthogonal polynomials results of total LAB are indicated by the line equation Y = 9.07 + 0.01x with R2 = 39%, while the levels of lactic acid with the line equation Y = 0.01 + 0.0001x with R2 = 35%. Conclusion, the total LAB increased to 15th days storage, and lactic acid levels increased to 10 days storage with the best storage at 15 days.
2143824249A1L014064Respon Morfofisiologis Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Pada Kondisi Stres KekeringanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon morfofisiologis tiga varietas dengan tingkat cekaman yang berbeda dan mendapatkan varietas yang toleran terhadap tingkat cekaman kekeringan. Penelitian ini dilaksanakan di screen house dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2018. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap 2 faktorial. Faktor pertama adalah 3 varietas tanaman kacang hijau terdiri dari Kutilang (V1), Vima 2 (V2), dan Vima 3 (V3). Faktor kedua adalah cekaman kekeringan terdiri dari 100% kapasitas lapang (C0), 75% kapasitas lapang (C1) dan 50% kapasitas lapang (C2). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas daun total, bobot kering tanaman, umur berbunga, jumlah bintil akar, jumlah bintil akar efektif, luas daun spesifik, lebar bukaan stomata, kerapatan stomata, kandungan prolin, kandungan klorofil total, jumlah polong tanaman-1, jumlah biji polong-1, jumlah biji tanaman-1, bobot biji tanaman-1, bobot 100 biji dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Vima 3 mempunyai respon morfofisiologis terbaik dengan tingkat cekaman kekeringan 75% kapasitas lapang (C1) dan varietas Vima 3 merupakan varietas yang toleran terhadap cekaman kekeringanThe aim of the research were to study the morphophysiological responses of three varieties of mungbean under different water levels and to find tolerance variety of mungbean to drought stress. This research was conducted at the screen house and the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto from June to October 2018. This research was arranged by Randomized Completely Block Design. The first factor consisted of three mungbean varieties, i.e. Kutilang (V1), Vima 2 (V2), and Vima 3 (V3). The second factor consisted water levels, i.e 100% of field capacity (C0), 75% of field capacity (C1) and 50% of field capacity (C2). The variable observed were plant height, total leaf area, plant dry weight, flowering age, number of nodules, number of effective root nodules, specific leaf area, stomata opening width, stomata density, proline content, total chlorophyll content, number of plant pods , number of pods seeds, number of plant seeds, plant seed weight, weight of 100 seeds and harvest index. The results showed that Vima 3 variety had the best morphophysiological response with drought level 75% of field capacity, and Vima 3 variety was tolerant variety to drought stress.
2143924255C1A013082ANALISIS PENGARUH TINGKAT INFLASI, PDRB DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN TAHUN 2005-2016 (Studi Kasus di Kabupaten BARLINGMASCAKEB)Penelitian ini dilator belakangi oleh masalah kemiskinan yang terjadi di Jawa Tengah dengan judul “Analisis Pengaruh Tingkat Inflasi, PDRB dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Tingkat Kemiskinan Tahun 2011-2016 (Studi Kasus di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tingkat inflasi, PDRB dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen dan untuk menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode regresi data panel melalui studi kepustakaan dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen sedangkan PDRB dan Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan variabel bebas yang paling berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen selama periode tahun 2005-2016.
Implikasi dari kesimpulan di atas adalah dengan melakukan evaluasi secara berkala terkait dengan PDRB dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun ke tahun agar dapat diidentifikasi peningkatan angka tingkat kemiskinan sedini mungkin, serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan cara membuka lapangan pekerjaan yang didukung dengan pemberian kemudahan prosedur kepada para investor, memberikan pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat serta meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen.
This research was based on the problem of poverty that occurred in Central Java with the title "The Analysis of Inflation Rates, GRDP and Human Development Index Effects to Poverty Rates due 2011-2016 Periods (Case Study in Banjarnegara District, Purbalingga, Banyumas, Cilacap and Kebumen Regencies). The study purpose was to analyze the effect of inflation rates, GRDP and Human Development Index to poverty rates in Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap and Kebumen Regencies and to analyze the most influential variable towards the poverty rates itself. It used panel data regression method through literature studies by using secondary data from The Central Statistics Agency (BPS).
The results indicated that inflation has no significant effect to poverty in Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap and Kebumen while the GRDP and Human Development Index have negative and significant effects to poverty in Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap and Kebumen Regencies. It also showed that the Human Development Index (HDI) was the most influential independent variable towards poverty in Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap and Kebumen Regencies during 2005-2016 periods.
The implication was by conducting periodic evaluations related to GRDP and Human Development Index (HDI annually so, the poverty rates can be identified as early as possible, increase community income and the Human Development Index (HDI) by opening the jobs, supported by providing procedure’s ease to investors, providing entrepreneurship training to the community and improving education and health facilities and also infrastructure in Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap and Kebumen Regencies.
2144024250A1L114095RESPON FISIOLOGIS DAN HASIL KEDELAI HITAM (Glycine soja) TERHADAP VARIASI APLIKASI RHIZOBIUM DAN DOSIS NITROGEN PADA TANAH ULTISOLPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui respon fisiologis dan hasil kedelai hitam yang diberi aplikasi Rhizobium (2) mengetahui respon fisiologis dan hasil kedelai hitam yang dipupuk N dalam berbagai dosis (3) mengetahui interaksi pupuk N dan jenis Rhizobium terbaik bagi respon fisiologi dan hasil kedelai hitam. Penelitian ini dilaksanakan dari Mei hingga Oktober 2018. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama Rhizobium radiobacter, Rhizobium pusense, Rhizobium nepotum, sedangkan faktor kedua dosis pupuk N (0%, 25%, 50%, 75%, 100%). Data dianalisis menggunakan uji F apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Rentang Ganda Duncan pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) bobot biji tertinggi diperoleh pada kedelai yang diinokulasi Rhizobium nepotum tetapi tidak berbeda dengan Rhizobium radiobacter 2) dosis pupuk 75% memberikan pengaruh terbaik pada laju pertumbuhan tanaman dan serapan nitrogen akan tetapi tidak berbeda dengan dosis pupuk 50% 3) aplikasi Rhizobium dan dosis pupuk N manapun memberikan pengaruh yang sama kecuali pada aplikasi Rhizobium radiobacter dengan dosis pupuk 75%, Rhizobium nepotum dengan dosis pupuk 25% dan 100%.The aimed of research was to: (1) Determine the physiological response and the yield of black soybean to Rhizobium applicated (2) Determine the physiological response and the yield of black soybean to fostered nitrogen sundry doses
(3) Determine interaction fertilizer N and types of rhizobium best for response physiology and the yield of black soybean. This research was conducted from may to october 2018. Research used Randomized Completly Block Design (RCBD) with two factors. The First factor is Rhizobium radiobacter, Rhizobium pusense, Rhizobium nepotum, while the second factor nitrogen fertilizer (0%, 25%, 50%, 75%,100%). Data were analyzed by f test, then tested with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. The result of this research showed (1) highest obtained seeds quality at soybean inoculated Rhizobium nepotum but is no different Rhizobium radiobacter (2) doses fertilizer 75 % the best impact on growth rate plants and absorption nitrogen but is no different from doses fertilizing 50 % (3) Rhizobium application and dosage fertilizer N any the exert same except on the application Rhizobium radiobacter with doses fertilizer 75 %, Rhizobium nepotum with doses fertilizer 25 % and 100 %.