Artikelilmiahs

Menampilkan 21.381-21.400 dari 50.157 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2138123233C1H015028THE ROLE OF ADVERTISEMENT, COUNTRY OF ORIGIN ON BRAND IMAGE AND IT’S IMPACT TOWARD CUSTOMER PURCHASE DECISION OF HONDA BEAT SERIES IN PURWOKERTOKeputusan pembelian pelanggan merupakan faktor penting dalam menentukan keberadaan perusahaan dan dapat menjadi parameter peran perusahaan dalam persaingan bisnis. Sebuah perusahaan dapat berjalan jika stimulus konsumen dalam memutuskan pembelian suatu produk dari suatu pasar mendapat respons positif dari pasar, proses pengambilan keputusan dan aktivitas fisik yang dilakukan individu ketika pelanggan mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau membuang barang dan jasa dengan mereka berharap untuk memenuhi persyaratan mereka. Sementara itu, perbedaan kondisi pasar membuat persaingan lebih kompetitif dalam hal beberapa faktor seperti promosi, penjualan produk, desain produk, dan banyak lagi. Dalam era globalisasi, sulit bagi orang untuk melakukan kegiatan tanpa menggunakan kendaraan, ada beberapa contoh yang menyebabkan hal itu terjadi seperti jarak perjalanan yang panjang atau kemacetan yang muncul setiap hari, alternatif yang dicari oleh masyarakat adalah dengan menggunakan kendaraan. Setiap perusahaan mempunyai tujuan, dan mereka akan bekerja untuk menciptakan citra merek sebaik mungkin pada benak konsumen. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi citra merek seperti bagaimana iklan yang dibangun oleh suatu perusahaan dapat mempengaruhi citra merek dan persepsi konsumen terhadap produk baik dalam hal kualitas maupun harga berdasarkan asal negara produk tersebut, atau dikenal dengan istilah country of origin. Penelitian ini menguji pengarubh dari sebuah iklan, negara asal produk pada citra merek dan dampaknya terhadap keputusan pembelian pada Honda Beat Series di Purwokerto. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa iklan dan negara asal produk tidak mempunyai efek terhadap keputusan pembelian dikarenakan tidak adanya efek signifikansi terhadap keputusan pembelian. Sementara itu, pengaruh sebuah iklan terhadap keputusan pembelian yang dimediasi oleh citra merek, pengaruh asal negara produk terhadap keputusan pemebelian yang dimediasi citra merek, dan pengaruh citra merek terhdapa keputusan pembelian mempunyai efek yang signifikanCustomers purchasing decisions are an important factor in determining the existence of a company and can be a parameter of the role of the company in business competition. A company can run if the consumer's stimulus in deciding the purchase of a product from a market gets a positive response from the market, this decision making process and physical activity individuals engage in when customers evaluating, acquiring, using or disposing of goods and services with they expect to fulfill their requirements. Meanwhile, the differences condition of market make the competition more competitive in term of several factors such as promotion, selling the product, product design, and many more. In the globalization era, it is difficult for people to do activities without using a vehicle, there are several examples that cause it to happen such as long travel distances or congestion that appears every day, the alternative sought by the public is by using a vehicle. Company spend a lot of effort to build brand image as good as possible in customers mind, because brand image has an important role in the business. There are several instruments that can influence brand image such as how the advertisement that company build and deliver toward customers and the perception of customers toward the product in term of price, quality, based on the origin of the product or we called as country of origin. This study examine the influence of advertisement, country of origin on brand image and it is impact toward customer purchase decision of Honda beat series in Purwokerto. The result of this study indicates that advertisement and Country of Origin has no effect on purchase decision because there is no significant effect toward purchase decision. Meanwhile, advertisement on purchase decision mediating by brand image, country of origin on purchase decision mediating by brand image, and brand image on purchase decision variable have a significant effect.
2138225832I1C015015Analisis Fitokimia Ekstrak Etanol Biji Kurma (Phoenix dactylifera L.) dan Gambaran Imunologis Berdasarkan Sitokin TNF-a pada Tikus yang Diinduksi Karagenan Penelitian bertujuan untuk melihat kandungan fitokimia serta aktivitas penghambatan sitokin proinflamasi EEBK berdasarkan kadar TNF-a. Analisis fitokimia menggunakan metode uji tabung serta rancangan penelitian berupa pretest and posttest with controlled group. Tikus dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kontrol sehat, negatif, positif dan EEBK dosis 150, 300, 600mg/KgBB. Tikus diberikan EEBK p.o dan karagenan 1% i.p selama 14 hari. Pengambilan darah pada hari ke-1 dan 15 untuk mengetahui kadar TNF-a. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EEBK mengandung senyawa saponin, tanin dan flavonoid. EEBK dosis 150, 300 dan 600mg/KgBB dapat menurunkan kadar TNF-a setara dengan deksametason 0,045mg/KgBB, sedangkan EEBK dosis terbaik adalah 300mg/KgBB.The aim of this study was to look at phytochemical content and inhibitory activity cytokine of EEBK based on TNF-a levels. Phytochemical analysis using the test tube method and the research design was pretest and posttest with controlled group. Rats were divided into 6 groups, namely healthy, negative, positive and EEBK doses of 150, 300, 600mg/KgBB. Rats were given EEBK p.o and carrageenan 1% i.p for 14 days. Blood sampling on day 1 and 15 to determine TNF-a levels. The result showed that EEBK contain saponin, tannin and flavonoid compounds. EEBK doses of 150, 300 and 600mg/KgBB can reduce TNF-a levels equivalent to dexamethasone 0.045mg/KgBB, while the best dose EEBK is 300mg/KgBB.
2138328549F1B016076Komparasi Indeks Kepuasan Masyarakat Pasar Manis dan Pasar Wage di PurwokertoPenelitian ini berjudul “Komparasi Indeks Kepuasan Masyarakat Pasar Manis dan Pasar Wage di Purwokerto.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya perbedaan indeks kepuasan masyarakat pada fasilitas umum pasar tradisional yang sudah direvitaliasi yaitu Pasar Manis dengan pasar tradisional yang belum direvitaliasasi yaitu Pasar Wage. Manfaat penelitian ini adalah penelitian ini diharapkan mampu menjadi masukan atau saran untuk dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat berbagai kebijakan berkaitan dengan pengembangan pasar tradisional. Khususnya, di pasar-pasar tradisional yang terdapat di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif komparatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, dokumentasi dan observasi. Pengujian hipotesis menggunakan uji Independent Sample T Test. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa indeks kepuasan masyarakat terhadap fasilitas umum di Pasar Manis (sebagai pasar tradisional yang sudah direvitalisasi) sebesar 72 dengan mutu pelayanan adalah B berada pada level BAIK atau MEMUASKAN karena berada diantara 62,51-81,25. Sedangkan indeks kepuasan masyarakat terhadap fasilitas umum di Pasar Wage (sebagai pasar tradisional yang belum direvitalisasi) sebesar 58,25 dengan mutu pelayanan adalah C berada pada level KURANG BAIK atau KURANG MEMUASKAN karena berada diantara 43,76-62,50.This study is entitled "Comparative Market Satisfaction Index of Manis Market and Wage Market in Purwokerto." The purpose of this study was to determine the magnitude of differences in the community satisfaction index in the public facilities of traditional markets that have been revitalized, namely Manis Market and traditional markets that have not yet been revitalized, namely Wage Market. The benefit of this research is that this research is expected to be able to become input or suggestions to be used as material for consideration in making various policies related to the development of traditional markets. Specifically, in traditional markets located in Purwokerto, Banyumas Regency.
This study uses a comparative quantitative research method, with data collection techniques through questionnaires, documentation and observation. Hypothesis testing uses the Independent Sample T Test. Based on the results of quantitative analysis in this study it can be concluded that the public satisfaction index of public facilities in Manis Market (as a revitalized traditional market) of 72 with service quality is B is at the GOOD level or SATISFACTION because it is between 62.51-81, 25 While the public satisfaction index for public facilities in the Wage Market (as a traditional market that has not been revitalized) is 58.25 with the quality of service C being at the LESS GOOD or LACK SATISFACTION because it is between 43.76-62.50.
2138424209E1A113107TINDAK PIDANA MEMUDAHKAN PERBUATAN CABUL DAN
MENJADIKANNYA MATA PENCAHARIAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 491/Pid.Sus/2017/PN.Palangka Raya)
Tindak pidana perdagangan orang merupakan salah satu kejahatan yang memerlukan perhatian khusus. Tindak pidana perdagangan orang merupakan kejahatan transnasional yang menyebabkan segala aktivitas yang berkaitan dengan tindak pidana ini sifatnya begitu kompleks serta dapat mengambil korban dari siapapun, baik itu dari anak-anak, orang dewasa laki-laki maupun perempuan, yang pada umumnya berada dalam situasi dan kondisi yang rentan, sehingga mempersulit aparat penegak hukum serta masyarakat dalam hal penanganan serta penindakannya. Dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, infomasi, komunikasi dan transportasi, maka semakin berkembang pula modus kejahatannya, yang dalam beroperasi sering secara tertutup dan bergerak diluar hukum. salah satunya dalam putusan perkara Nomor 491/Pid.sus/2017/PN.Plk tindak pidana tersebut dilakukan dengan menggunakan modus mengekploitasi seorang perempuan guna dipekerjakan melayani hubungan seksual untuk mendapatkan keuntungan bagi pelaku.
Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah menggunakan Metode Pendektan Yuridis Normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku- buku, literatur, peraturan perundang- undangan, dokumen resmi, jurnal- jurnal ilmiah dan situs- situs internet dengan cara studi pustaka. Data- data tersebut dikumpulkan yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data- data yang diperoleh dianalisis dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian.
Hasil penelitian menunjukan bahwa majelis hakim menyatakan terdakwa bersalah karena telah mengekploitasi seorang perempuan untuk berbuat asusila dan dipekerjakan guna melayani hubungan seksual dengan para pengunjung warung sehingga melanggar ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang- Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pedagangan Orang dan Pasal 296 KUHP tentang Tindak Pidana Memudahkan Perbuatan Cabul Dan Menjadikannya Sebagai Mata Pencahariaan.
ABSTRAK
ACTION OF CRIMINALS MAKES EASY TO MAKE AN ACT OBSCENE AND MAKE IT LIVELIHOOD (Juridical Review Decision Number: 491 / Pid. Sus / 2017 / PN. Palangka Raya)

Trafficking was one of the crimes which requires special attention. It was a transnational crime makes all of the activities related to the crime are complex. In this case, it can take various victims of anyobody,either from children, men or women which place on the circumstances vulnerable. In order to, it makes law enforcement officers as well as citezen got some difficulties in handling and carrying on the problem. As developing of technological advances, information, communication and transportation, the development of mode crime also improve by there are closely operation and move out of the law. One of them has written on the decision of the case number 491 / pid.sus / 2017 / pn.plk. stated that crime was done by using the mode exploit the woman in order to be employed served sexual relationship to benefit for actors.
The research method used in this paper was the Normative Juridical Detection Method. The data used were secondary data in the form of books, literature, legislation, official documents, scientific journals and internet sites by means of literature studies. These data were collected which are then presented in the form of systematic descriptions. The data obtained were analyzed and elaborated based on legal norms relating to the object of research.

The results showed that the panel of judges stated that the defendant was guilty of exploiting a woman to commit immorality and was employed to serve sexual intercourse with visitors to the shop so that it violated the provisions of Article 2 paragraph (1) of Law Number 21 of 2007 concerning Eradication of Trafficking in Persons and Article 296 of the Criminal Code Concerning Criminal Acts Facilitates Obscene Actions and Makes It a Livelihood.
2138524211F1C014077KOMUNIKASI TERAPEUTIK DALAM MEREHABILITASI PENGGUNA NARKOBA USIA REMAJA DI PANTI NURUL HIKMAH CILONGOK KABUPATEN BANYUMASPenyalahgunaan Narkoba diera modern ini menjadi fenomena sosial yang terjadi ditengah masyarakat terutama remaja. Labilnya emosi seorang remaja dalam menemukan jati diri membuat seorang remaja mudah terjerumus untuk menyalahgunakan Narkoba. Rehabilitasi terhadap pecandu Narkoba merupakan suatu bentuk perlindungan sosial yang mengintegrasikan pecandu Narkoba ke dalam tertib sosial agar tidak lagi melakukan penyalahgunaan Narkoba. Dibutuhkan peranan komunikasi kesehatan yang didalamnya terdapat komunikasi terapeutik yang dilakukan dalam berlangsungnya proses rehabilitasi Narkoba.
Penelitian ini membahas tentang komunikasi terapeutik yang dilakukan Panti Nurul Hikmah Cilongok, Kabupaten Banyumas dalam merehabilitasi pengguna Narkoba usia remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasikan proses rehabilitasi Narkoba usia remaja menggunakan komunikasi terapeutik dengan pendekatan religi di Panti Nurul Hikmah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan dalam penelitian ini dengan purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi. Validitas data yang digunakan menggunakan trianggulasi sumber.
Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Panti Nurul Hikmah menggunakan pendekatan religi dalam merehabilitasi Narkoba. Pendekatan religi tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan keagamaan seperti rutinitas sholat wajib dan sunnah, mandi taubat, dzikir (wiridan), ruqyah, detox, dan mengaji. Hasil selanjutnya Panti Nurul Hikmah menggunakan komunikasi terapeutik yang didalamnya terdapat fase pra interaksi, orientasi, kerja dan terminasi dalam merehabilitasi pengguna Narkoba usia remaja. Panti Nurul Hikmah memadukan pendekatan religi dengan komunikasi terapeutik dengan tujuan untuk mengokohkan iman pasien rehabilitasi Narkoba supaya mengingat Allah SWT agar tidak kembali menyalahgunakan Narkoba hingga kembali kejalan yang benar, hidup sehat, dan produktif. Panti Nurul Hikmah juga tidak menggunakan pendekatan medis dalam berjalannya proses rehabilitasi Narkoba yang dilakukan.


Drug abuse in this modern era is a social phenomenon which happened among society, and threatens teenagers. Teenager is still mentally unstable in finding their self-identity, so that it can lead them to easily misuse the drugs. The rehabilitation of the drug-addicts is a kind of social treatment which integrated the drug-addicts into the social law, so that they will stop to do that. The role of health communication, especially therapeutic communication, is needed in the process of rehabilitating the drug-addicts, to achieve the success of rehabilitation.

This research discusses about therapeutic communication that has been done by Panti Nurul Hikmah Cilongok, Banyumas Regency in rehabilitating the teenagers as the drug-addict. This research is aimed to identify the rehabilitation process for teenager using therapeutic communication with religious approach in Panti Nurul Hikmah. Qualitative method with case studies approach is used as the research method. Purposive sampling technique is used to find the proper informan. This research also uses in-depth interview, observation, and documentation to collect the data. The data validation then has proven by using triangulation method.

The results of this research reveals that Panti Nurul Hikmah uses a religious approach in rehabilitating Narcotics. The religious approach is manifested in the form of religious activities such as the obligatory and sunnah prayer routines, bathing repentance, dhikr (wiridan), ruqyah, detox, and recitation. The next result is Panti Nurul Hikmah using therapeutic communication in which there is a phase of pre-interaction, orientation, work and termination in rehabilitating teenage drug users. Panti Nurul Hikmah combines the religious approach with therapeutic communication with the aim of strengthening the faith of Narcotics rehabilitation patients, therefore they remember Allah SWT in order not to misuse narcotics, returning to the right path, having a healthy life, and productive. Panti Nurul Hikmah also does not use a medical approach in the course of the drug rehabilitation process carried out.
Keywords: therapeutic communication, religious approach, drug rehabilitation.
2138624225A1L114077Analisis dua media tanam dan macam formula nutrisi pada pertumbuhan dan serapan P untuk tanaman kailan pada sistem hidroponik rakit apungPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji pengaruh penggunaan macam media tanam untuk tanaman kailan pada sistem hidroponik (2) mengkaji pengaruh macam formula nutrisi terhadap pengaruh pertumbuhan dan serapan unsur P untuk tanaman kailan pada sistem hidroponik (3) menganalisis pengaruh interaksi macam media dan formula nutrisi terhadap pengaruh pertumbuhan dan serapan unsur P untuk tanaman kailan pada sistem hidroponik. Penelitian ini telah dilaksanakan di Screen house, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura serta Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Jendral Soedirman pada bulan Juli sampai Oktober 2018. Penelitian ini menggunkan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan perlakuan yang terdiri atas dua faktor, yaitu media tanam rockwool dan rockwool + zeolit; serta komposisi nutrisi dengan lima taraf nitrogen: AB mix (kontrol 22,5%) ; 40%; 32,5%; 17,5%; 10,5% N. Variabel yang diamati yaitu: bobot akar segar, bobot tanaman segar, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang dan Serapan P. Data dianalisis menggunakan uji F (ANOVA) pada taraf 5%, apabila memberikan pengaruh nyata dilanjutkan dengan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukan: (1) Macam media tanam berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman, luas daun, diameter batang, jumlah daun dan media tanam terbaik ialah rockwool + zeolit, (2) komposisi nutrisi memberiknan pengaruh nyata pada semua variabel dan perlakuan terbaik ialah AB mix(kontrol N 22,5%), (3) kombinasi macam media tanam dan komposisi nutrisi berpengaruh nyata pada bobot tanaman segar, diameter batang dan serapan P. Perlakuan terbaik ialah kombinasi media rockwool + zeolit dan nutrisi AB mix. Keywords: kailan, nutrition, rockwool, zeolite, hydroponics
PENDAHULUAN
Kailan merupakan salah satu jenis sayuran komersial diIndonesia, namun masih This study aims to : (1) study the effect of planting mediatypes for kailan plant in hydroponic systems (2) study the effect of types of nutritient formula on the growth and P absorption for kailan plant in hydroponic systems (3) analyze the effect of interaction between media types and nutritient formula on the growth and P nutrient absorption for kailan plant on hydroponic systems. This research was carried out in the Screen house, Agronomy and Horticulture Laboratory and Soil Laboratory of the Faculty of Agriculture, General Sudirman University in July to October 2018. This study used a Complete Randomized Block Design (CRBD) with treatments consisting of two factors, namely rockwool planting media and rockwool + zeolite; and nutrient composition with five levels of nitrogen: AB mix (control 22.5%); 40%; 32.5%; 17.5%; 10,5% N. Variables observed were: fresh root weight, fresh plant weight, plant height, number of leaves, leaf area, stem diameter and absorption of P. Data were analyzed using the F test (ANOVA) at the level of 5%, and then significant continued with 5% DMRT. The results of the study showed: (1) The plant media had a significant effect on variables of plant height, leaf area, stem diameter and number of leaves and the best growing media was rockwool + zeolite, (2) nutrient composition gave a significant effect on all variables and the best treatment was AB mix (control N 22.5%), (3) the combination types betweenplanting media and nutrient composition significa
2138724393F1I012046KEPENTINGAN ENERGI TIMOR LESTE DALAM PEMBATALAN PERJANJIAN CERTAIN MARITIME ARRANGEMENTS IN THE TIMOR SEA (CMATS) TERHADAP AUSTRALIA TAHUN 2016Australia dan Timor Leste merupakan negara tetangga yang mempunyai hubungan yang kuat. Terlebih dengan terdapatnya beberapa perjanjian dan kesepakatan kerjasama pada bidang pembangunan dan infrastruktur sumberdaya alam minyak dan gas yang terdapat di wilayah antara kedua negara tersebut pada saat itu ketika belum terdapatnya kejelasan terkaitbats wilayah negara yang dikarenakan pada saat itu Timor Leste baru saja merdeka menjadi sebuah negra berdaulat. Seiring berjalannya waktu kedua negara tersebut membuat beberapa perjanjian kerjasama pada sektor sumber daya alam untuk mendapatkan keuntungan yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional masing-masing negara. Perjanjian –perjanjian tersebut diantaranya perjanjian Celah Timor, Joint Petroleum Developmen Area, Sunrise International Unitization Agreement, Hingga perjanjian Certain Maritime Arrangements in the Timor Sea (CMATS). Namun dalam pelaksanaan perjanjain CMATS terdapat beberapa tindakan tidak kooperatif dari pemerintah Australia terhadap Timor Leste, Sehingga akhirnya di tahun 2016 pemerintah Timor Leste membatalkan pelaksanaan perjanjian CMATS dengan pemerintah Australia.
Australia and Timor Leste are neighboring countries that have strong relationships. Especially with the existence of several agreements and cooperation agreements in the field of development and oil and gas natural resource infrastructure that existed in the region between both countries at that time when there was no clarity regarding the territory of the country because at that time East Timor had just become a sovereign state. Over time, the both countries made several cooperation agreements in the natural resources sector to obtain benefits that would affect the national economic growth of each country. The agreements include the Timor Gap Agreement, the Joint Petroleum Developmen Area, the Sunrise International Unitization Agreement, until the agreement on Certain Maritime Arrangements in the Timor Sea (CMATS). But in the implementation of the CMATS agreement there were some uncooperative actions from the Australian government towards Timor Leste, so that finally in 2016 the Timor Leste government canceled the implementation of the CMATS agreement with the Australian government.
2138824432D1B017017PENGARUH JENIS DAN LEVEL BAHAN PEREKAT TERHADAP LAJU PEMBAKARAN DAN DROP TEST BRIKET BIOARANG BERBAHAN FESES SAPI POTONGPenelitian bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh jenis dan level bahan perekat terhadap laju pembakaran dan drop test briket bioarang; 2) mengetahui level amilum dalam bahan perekat yang mempengaruhi laju pembakaran terlama dan drop test terkecil briket bioarang. Metode penelitian menggunakan experimental, dengan rancangan nested design yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Setiap satu sampel briket terdiri dari 75% arang feses dan 25% arang serbuk kayu, dengan masing-masing perlakuan level pada tepung tapioka dan tepung limbah soun “jiho” yaitu A1 (10%), A2 (20%), dan A3 (30%) dari bahan arang dengan metode pirolisis. Peubah yang diukur adalah laju pembakaran dan drop test. Hasil laju pembakaran dengan bahan perekat tepung tapioka menunjukkan A1, A2 dan A3 berturut-turut: 0,238±0,031, 0,160±0,028, dan 0,120±0,024. Pada tepung jiho menunjukkan A1, A2 dan A3 berturut-turut: 0,218±0,038, 0,153±0,028, dan 0,148±0,017. Sedangkan hasil drop test dengan bahan perekat tepung tapioka menunjukkan A1, A2 dan A3 berturut-turut: 1.020±0,434, 0.893±0,656, dan 0.730±0,040. Pada tepung jiho menunjukkan A1, A2 dan A3 berturut-turut: 2.328±0,140, 0.810±0,158, dan 0.775±0,124. Berdasarkan hasil tersebut jenis perekat tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap laju pembakaran dan drop test briket bioarang. Sebaliknya, pada level perekat hasil menunjukkan berbeda nyata (P<0,05) terhadap laju pembakaran dan drop test briket bioarang. Level perekat tapioka dan jiho yang optimum terhadap laju pembakaran briket bioarang adalah 20%. Level perekat tapioka yang optimum terhadap drop test briket bioarang adalah 10%. Sedangkan level perekat jiho yang optimum terhadap drop test briket bioarang adalah 20%. Kesimpulannya tepung tapioka dan jiho level 20% adalah perekat terbaik untuk laju pembakaran dan drop test briket.The purposes of this study were to determine the effect of different types and levels of adhesive on the burning rate and drop test, and to determine the level of adhesive which affects the longest burning rate and the smallest drop test of briquettes bioarang. The research method used experimental, with a nested design design consisting of 6 treatments and 4 replicates. Each briquette sample consisted of 75% feces charcoal and 25% swadust charcoal, with each treatment level in tapioca flour and jiho flour namely A1 (10%), A2 (20%), and A3 (30%) from the ingredients charcoal with the pyrolysis method. The variable measured were burning rate and drop test. The results of burning rate with tapioca flour type of adhesive showed that A1, A2, and A3 were: 0,238±0,031, 0,160±0,028, dan 0,120±0,024 respectively. Then jiho flour showed that A1, A2, and A3 were: 0,218±0,038, 0,153±0,028, dan 0,148±0,017 respectively. And the results of drop test with tapioca flour showed that A1, A2, and A3 were: 1.020±0,434, 0.893±0,656, and 0.730±0,040 respectively. Then jiho flour showed that A1, A2, and A3 were: 2.328±0,140, 0.810±0,158, and 0.775±0,124 respectively. Based on the results showed that the type of adhesive was not significantly different (P> 0.05) in the Burning Rate and Drop Test. Otherwise, the adhesive level showed significantly different results (P <0.05) in the Burning Rate and Drop Test. The optimum levels of tapioca and jiho adhesive for burning rate of briquettes bioarang was 20%. Then the optimum levels of tapioca adhesive for drop test of briquettes bioarang was 10%. And the optimum levels of jiho adhesive for drop test of briquettes bioarang was 20%. The conclusion of this research was 20% of tapioca and jiho flour were the optimum briquette adhesive for burning rate and drop test.
2138924214G1A015076PENGARUH POLIMORFISME GEN ACTN3 TERHADAP PERUBAHAN KEKUATAN OTOT PASCA INTERVENSI PLYOMETRIC TRAINING : Studi pada Mahasiswa Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
Gen ACTN3 berfungsi untuk mengkode protein α-actinin-3 pada fast-twitch muscle fiber (serat otot tipe II). Gen ACTN3 memiliki tiga bentuk polimorfisme yaitu RR, RX, dan XX. Ketiga polimorfisme tersebut mampu mempengaruhi performa kekuatan otot individu. Plyometric Training merupakan bentuk latihan fisik yang dapat meningkatkan kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh polimorfisme gen ACTN3 terhadap perubahan kekuatan otot pasca intervensi Plyometric Training. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pretest and posttest design without control. Subjek sebanyak 18 orang laki-laki berusia 18 - 25 tahun dipilih dengan metode consecutive sampling dan dikelompokkan menjadi tiga kelompok berdasarkan polimorfisme gen ACTN3 (RR, RX, dan XX). Subjek menjalani tahapan penelitian dengan melakukan latihan Plyometric Training selama lima minggu dengan dua sesi latihan setiap minggunya dan jeda istirahat antar sesi selama dua hari. Pengukuran kekuatan otot pada subjek dilakukan sebelum dan sesudah intervensi Plyometric Training menggunakan Back-Leg Dynamometer. Hasil uji One-Way ANOVA pada perubahan kekuatan otot menunjukkan hasil yang signifikan (p < 0,05) dengan perubahan rerata kekuatan otot terbesar adalah pada kelompok RR (28 ± 12,4 kg). Uji post hoc LSD pada perubahan kekuatan otot menunjukkan hasil perbedaan rerata yang signifikan antara kelompok genotip RR dan RX (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah polimorfisme gen ACTN3 berpengaruh terhadap perubahan kekuatan otot pasca intervensi Plyometric Training.The ACTN3 gene functions to encode α-actinin-3 proteins on fast-twitch muscle fiber (type II muscle fiber). The ACTN3 gene has three forms of polymorphism namely RR, RX, and XX. These three polymorphisms can influence the performance of individual muscle strength. Plyometric Training is a form of physical exercise that can increase muscle strength. This study aims to determine the effect of the ACTN3 gene polymorphism on changes in muscle strength post Plyometric Training intervention This research is using quasi experimental method with pretest and posttest design without control. Subjects of 18 men aged 18-25 years were selected by consecutive sampling method and grouped into three groups based on the ACTN3 gene polymorphism (RR, RX, and XX). Subjects went through the research stage by performing Plyometric Training for five weeks with two training sessions each week and resting between sessions for two days. Measurement of muscle strength in the subject was carried out before and after the Plyometric Training intervention using the Back-Leg Dynamometer. The results of the One-Way ANOVA test on changes in muscle strength showed significant results (p <0.05) with the greatest change of the mean muscle strength is in the RR group (28 ± 12.4 kg). Post hoc LSD tests on changes in muscle strength showed significant mean differences between RR and RX genotype groups (p <0.05). The main conclusion of this study is that the ACTN3 gene polymorphism does influence the changes of muscle strength after Plyometric Training intervention.
2139024215G1A015044UJI AKTIVITAS BAKTERI ASAM LAKTAT (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) SOYGURT DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN ISOLAT Escherichia coli PENYEBAB DIAREUJI AKTIVITAS BAKTERI ASAM LAKTAT (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) SOYGURT DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN ISOLAT Escherichia coli PENYEBAB DIARE
Abstrak
Diare merupakan penyakit yang sering dialami balita hingga lansia. Penderita diare mengalami perubahan konsistensi feses menjadi lebih cair dan peningkatan frekuensi buang air besar. Menurut WHO (2018), diare penyebab kematian utama balita. Penyebab diare bakterial terbesar adalah E. coli. Akibat penggunaan antibiotik dapat menurunkan flora normal usus, sehingga bisa terjadi diare berulang. Dibutuhkan pemeliharaan flora normal usus, yaitu dengan mengkonsumsi minuman fermentasi seperti soygurt. Penelitian ini menguji aktivitas bakteri asam laktat (BAL) soygurt dalam menghambat pertumbuhan isolat E. coli penyebab diare. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui konsentrasi hambat minimal (KHM) soygurt dalam menghambat E. coli. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental, mengukur post-test hasil perlakuan yang dibandingkan dengan kontrol (0%). Pengujian bakteri dengan teknik dilusi cair. Data dari penghitungan koloni E. coli pada 30 cawan petri dianalisis menggunakan One Way Anova yang dilanjutkan post-hoc Bonferroni. Hasil penelitian ini menunjukkan pH soygurt yang terbentuk pada konsentrasi 20% (5,7), 40% (5,4), 60% (5,3) dan 80% (5,0). Penelitian ini menunjukkan terjadi penghambatan pertumbuhan E. coli pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% berturut-turut sebesar 99,76%, 99,92%, 99,99%, 99,99%. Uji One Way Anova menunjukkan p=0,001 (p<0,005), terdapat perbedaan pertumbuhan secara signifikan pada berbagai kelompok. Perbedaan terdapat pada konsentrasi 0% terhadap konsnetrasi 20%, 40%, 60% dan 80%. Penelitian ini menunjukkan semua konsentrasi dapat menghambat isolat E. coli penyebab diare, dengan konsnetrasi soygurt terendah adalah 20%.

Kata kunci : E. coli, BAL (L. bulgaricus dan S.thermophilus) soygurt, KHM
ACTIVITY TEST OF LACTIC ACID BACTERIA (Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus) SOYGURT IN INHIBITORY THE GROWTH OF Escherichia coli ISOLATE CAUSE DIARRHEA
Abstract
Diarrhea was a disease that often occured in toddlers to the elderly. Diarrhea sufferers’ feces consistensy would be more watery and the frequency would increase. According to WHO (2018), diarrhea was the main cause of death for children under five years old. The biggest cause of bacterial diarrhea was E. coli. Due to the use of antibiotics that could reduce the normal flora of the intestine, diarrhea could occur repeatedly. Conservation of normal intestinal flora was needed, that was by consuming fermented drinks such as soygurt. This study examined the behavior of lactic acid bacteria (Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus) soygurt in inhibiting the growth of E. coli isolates due to diarrhea. This study’s focus was to determine the minimum inhibitory consentration (MIC) of soygurt in inhibiting E. coli. This study used an experimental method, measuring post-test results of work that would be compared with the control (0%). Testing bacteria was done by liquid dilution techniques. Data from counting E. coli colonies in 30 petri dishes were analyzed by using One Way Anova which continued with post-hoc Bonferroni. This study shows pH of soygurt formed in consentrations of 20% (5,7), 40% (5,4), 60% (5,3) and 80% (5,0). The growth inhibition of E. coli in consentrations of 20%, 40%, 60%, 80% is 99.76%, 99.92%, 99.99%, 99.99% respectively. One Way Anova test showed p = 0,0001 (p <0,005), there were significant difference growth in the various groups. Differences are present on consentration of 0% against consnetrations of 20%, 40%, 60%, and 60%. This study shows all consentrations can inhibit E. coli isolates that cause diarrhea, with lowest consentration of soygurt is 20%.

Keyword : E. coli, LAB (L. bulgaricus and S. thermophilus) soygurt, MIC
2139124218F1C014045Strategi Kampanye Public Relations Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia Kantor Perwakilan PurwokertoPerkembangan perekonomian nasional senantiasa bergerak cepat, kompetitif, dan terintegrasi dengan tantangan internasional yang semakin kompleks membuat sistem transaksi suatu negara juga harus ada pada keadaan stabil. Pada tahun 2018 ini Bank Indonesia mencoba menghadirkan sistem pembayaran nasional yang aman, efisien, cepat, dan memperhatikan peningkatan daya saing. Bank Indonesia Kantor Perwakilan Purwokerto yang merupakan kantor perwakilan bank sentral pada wilayah kerja Purwokerto turut melaksanakan kampanye Public Relations Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi kampanye public relations Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia Kantor Perwakilan Purwokerto dalam upaya memberikan informasi terpercaya dan memadai masyarakat Purwokerto mengenai GPN dengan memanfaatkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian meunjukkan bahwa proses strategi kampanye yang digunakan pada penelitian ini dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Proses kegiatan kampanye Public Relations diawali dengan tahapan perencanaan melalui analisis data dan menyusun tujuan yang ingin dicapai, berikutnya berupa proses pelaksanaan kampanye yang dimulai dengan penentuan komunikator, media promosi yang digunakan, dan pelaku yang terlibat pada kampanye ini. Tahapan akhir adalah evaluasi kegiatan kampanye akan disampaikan ke kantor pusat dan dijadikan acuan untuk pelaksanaan kegiatan serupa.
The development of the national economy is always moving fast, competitive, and integrated with international challenges that are increasingly complex, make the transaction system of a country must also be in a stable state. In 2018, Bank Indonesia tried to present a national payment system that was safer, more efficient, faster and was concerned with increasing competitiveness. Bank Indonesia Purwokerto Representative Office, which is the central bank's representative office in Purwokerto work area, also participated on Public Relations Campaign of National Payment Gate (NPG). The purpose of this research is to analyze the strategy of the public relations campaign of National Payment Gateway held by Representative Office Bank Indonesia Purwokerto whether to provide reliable and adequate information to the Purwokerto community regarding by utilizing various activities carried out by the institution. This research uses qualitative methods with a case study approach, and the informant selection technique uses a purposive sampling technique. The results of the research show that the strategy process used in this study starts with planning, implementation, and evaluation. Public Relations Campaign activity process begins with the planning through data analysis and set goals to be achieved, forming a process that starts with communication campaign communicators, media promotions used, and campaigns that are involved in this campaign. The final stage is the evaluation of campaign activities that will be submitted to the head office and references will be taken to carry out similar activities.

Key Words: Campaign strategy, Public Relations, National Payment Gateway
2139224221A1L014077KAJIAN STATUS UNSUR HARA DAN REKOMENDASI PEMUPUKAN FOSFOR PADA LAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK BUDIDAYA PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kandungan unsur hara P-total dan P-tersedia tanah serta penyebarannya pada lahan sawah dan menentukan rekomendasi pemupukan P untuk budidaya tanaman padi sawah di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas dan analisis tanah di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan Maret sampai Juli 2018. Penentuan lokasi pengamatan dilakukan menggunakan sistem grid yang dimodifikasi sesuai dengan keperluan penelitian dengan memperhatikan peta SLH dengan skala 1:50.000 (semi-detail) dan jarak pengambilan tanah sehingga diperoleh 11 titik pengamatan.Variabel yang diamati meliputi P-tersedia, P-total, pH H2O, pH KCl, DHL dan Eh tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan unsur hara P-tersedia tanah di lokasi penelitian, berkisar antara 21,69 sampai 50,15 ppm P2O5 dan tergolong pada harkat sangat tinggi. P-total tanah di wilayah Desa Banjaranyar yaitu 376,5 ppm P2O5 tergolong harkat sedang, Desa Kalikidang, Sokaraja Kidul, Sokaraja Lor, Jompo Kulon, Lemberang dan Sokaraja Kulon masing-masing sebesar 485,2, 424,2, 525,5, 423,0, 418,4, 580,6 serta 578,2 ppm P2O5 tergolong pada harkat tinggi, sedangkan Desa Karangnanas, Banjarsari Kidul, Karangkedawung dan Klahang masing-masing sebesar 738,9, 694,9, 676,9 dan 774,0 ppm P2O5 termasuk harkat sangat tinggi. Pemberian pupuk P tidak direkomendasikan sampai P-tersedia tanah berada pada harkat sedang, diperkirakan dua musim setelah penelitian. Bahan organik direkomendasikan diberikan setiap musim tanam. This study aims to determine the amount of P-total nutrient content and available P-soil and its spread in paddy fields and determine P fertilizer recommendations for lowland rice cultivation in Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency. The study was conducted in the Sokaraja District of Banyumas Regency and an analysis of soil samples at the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from March to July 2018. Determination of soil samples was carried out using a modified grid system method according to the research requirements maps and composite sampling distances of 11 soil samples based on the HLU map with a scale of 1: 50,000 (semi-detailed). The variables observed included P-available, P-total, pH H2O, pH KCL, EC and Eh of soil. The results showed that the nutrient content of P-available of soil at the study site ranged from 21.69 to 50.15 ppm P2O5 including very high level. The total P-nutrients in the soil are currently in Banjaranyar Village, which is 376.5 ppm P2O5, Kalikidang Village, Sokaraja Kidul, Sokaraja Lor, Jompo Kulon, Lemberang and Sokaraja Kulon, which are 485.2, 424.2, 525.5, 423.0, 418.4, 580.6 and 578.2 ppm P2O5 is classified as high, while Karangnanas, Banjarsari Kidul, Karangkedawung and Klahang Villages are 738.9, 694.9, 676.9 and 774.0, ppm P2O5 includes very high level.. The application of P fertilizer is not recommended until available P-of soil is of moderate value, estimated to be two seasons after the study. Recommended organic matter is given every planting season.
2139325833B1A015050Identifikasi Serotipe dan Sensitivitas Antibiotik Streptococcus pneumoniae Yang Dibawa Oleh Nasofaring Penderita Otitis Media Akut di Wilayah Kabupaten BanyumasStreptococcus pneumoniae merupakan flora normal nasofaring. Bakteri ini dapat mengolonisasi nasofaring tanpa menunjukkan gejala penyakit atau disebut dengan karier (pembawa). Namun, S. pneumoniae yang mengolonisasi nasofaring dapat berpindah ke telinga tengah melalui saluran eustachius dan menyebabkan penyakit Otitis Media Akut (OMA). S. pneumoniae memiliki 97 serotipe yang dibedakan berdasarkan konfigurasi kapsul polisakarida. Masing-masing serotipe ini dapat menyebabkan penyakit yang berbeda-beda dan lebih banyak mengolonisasi nasofaring anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Beberapa serotipe ini sering ditemukan dan sudah resistan terhadap antibiotik. Penanganan OMA dapat dilakukan dengan terapi antibiotik. Namun, pemberian antibiotik yang belum terstandardisasi dengan baik dapat memicu terjadinya resistansi bakteri.
Studi kolonisasi nasofaring S. pneumoniae di Indonesia, khususnya di Kabupaten Banyumas masih sangat terbatas. Selain itu, belum pernah ada studi kolonisasi S. pneumoniae pada anak-anak penderita OMA berusia di atas 5 tahun di Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeteksi S. pneumoniae yang dibawa oleh nasofaring anak-anak penderita OMA usia sekolah dasar (6-12 tahun), mengidentifikasi serotipe S. pneumoniae dan sensitivitas S. pneumoniae terhadap antibiotik. Desain penelitian ini adalah penelitian survei noneksperimental dengan metode analisis deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September 2018 hingga Desember 2018 di SD Kabupaten Banyumas. Deteksi S. pneumoniae pada sampel OMA dapat dilakukan melalui metode identifikasi S. pneumoniae secara mikrobiologi. Identifiksi serotipe diketahui melalui serotyping S. pneumoniae dengan teknik multiplex PCR dan sensitivitas antibiotik diketahui dengan menggunakan disc diffusion.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentaseS. pneumoniae yang dibawa oleh nasofaring anak-anak penderita OMA di wilayah kabupaten Banyumas adalah sebesar 35%. Serotipe S. pneumoniae yang terdapat pada sampel nasofaring penderita OMA di antaranya yaitu 6A/6B, 6C/6D, 17F, 3, 13, 14, 23B, dan untypeable. Selain itu, isolat S. pneumoniae juga masih memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap antibiotik klindamisin (100%), eritromisin (100%), sulphametaxazole/trimethoprim (100%), kloramfenikol (88%), oksasilin (77%), dan tetrasiklin (66%).
Streptococcus pneumoniae is a normal flora of nasopharynx. Colonization with these bacteria is mostly symptomless or called with a carier. Whereas colonization with S. pneumoniae is possibly moved into the middle ear through the eustachian tube and caused disease in acute otitis media (AOM). S. pneumoniae had 97 serotype which distinguished based on the configuration of the capsule. This serotipe could cause a different disease and more colonized in children than in adults nasopharynx. A few serotype is oftenly found and have been resistant to antibiotics. The AOM could be handled with antibiotics therapy. Unfortunately, the provision of antibiotics that have not been standardized can lead to the resistance of bacteria.
The study of colonization nasopharynx with S. pneumoniae in Indonesia, especially in Banyumas district is limited. In addition, there is no previous study on the colonization of S. pneumoniae in children aged over 5 years that diagnosed with AOM In Indonesia. Therefore, the aims of this study are to detect S. pneumoniae carried by nasopharnyx of children in primary school (aged 6-12 years) that diagnosed with AOM, to identify serotype and sensitivity of S. pneumoniae to antibiotics. The design of this study is nonexperimental survey with the descriptive analysis. Sampling was conducted in September - December 2018 in Banyumas district primary schools. Detection of S. pneumoniae was performed with microbiology methods. Meanwhile, serotype was determined by multiplex PCR and sensitivity to antibiotics was deduced using disc diffusion.
The result of this study showed that carriage rate of S. pneumoniae carried by nasopharynx in children aged over 5 years that diagnosed with AOM in the Banyumas district was 35%. Serotype of S. pneumoniae obtainend from this study were 6A/6B, 6C/6D, 17F, 3, 13, 14, 23B, and untypeable. In addition, isolates of S. pneumoniae were highly susceptible to clindamycin (100%), erythromycin (100%), sulphametaxazole/trimethoprim (100%), chloramphenicol (88%), oxacillin (77%), and tetracycline (66%).
2139424216A1L114051Pengaruh Beberapa Formula Nutrisi dan Media Tanam Hidroponik Rakit Apung terhadap Sifat Kimia Larutan Nutrisi dan Hasil Kailan (Brassica oleraceae var.Alboglabra)Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh formula nutrisi, mengetahui pengaruh media tanam, dan mengetahui interaksi media tanam dan formula nutrisi terhadap sifat kimia larutan nutrisi dan hasil kailan pada sistem hidroponik rakit apung. Penelitian telah dilaksanakan di screen house, di Laboratorium Agronomi dan hortikultura, serta di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Waktu pelaksanaan bulan Juli 2018 sampai Oktober 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor, yaitu faktor formula nutrisi : N 22,5% (kontrol AB-mix), 40% N, 32,5% N, 17,5% N, 10% N; dan faktor media tanam : rockwool; rockwool + zeolit. Variabel yang diamati pH, DHL, kadar P larutan nutrisi, kadar N larutan nutrisi, jumlah daun, luas daun, bobot akar segar, bobot tajuk segar, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F pada taraf kesalahan 1% dan 5% dan jika terdapat pengaruh dilanjutkan dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan taraf 5% untuk mengetahui perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemberian formula nutrisi memberikan pengaruh nyata pada semua variabel hasil tanaman, serta pada variabel sifat kimia, yaitu kadar P dan kadar N larutan nutrisi, formula nutrisi terbaik adalah AB-mix (22,5% N). (2) Perlakuan media tanam memberikan pengaruh nyata pada semua variabel hasil tanaman, media tanam terbaik adalah rockwool + zeolit. (3) Interaksi pada kedua perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap variabel luas daun, bobot akar segar, bobot tajuk segar, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering, kombinasi terbaik yaitu AB-mix (22,5% N) dan rockwool + zeolit.This research aimed to find out the effect of nutritient formula, to find out the effect of planting media of chemical properties, and to find out the effect of interaction between nutritient formula and planting media in floating hydroponic system towards the chemical properties of nutrition solutions and yield of kailan (brassica oleraceae L.). Research had been carried out at Screen House and the Laboratory of Agronomy and Horticulture, and Laboratory of Soil Faculty of Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study lasted from July to October 2018. This study used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 factors namely nutritient formula factor: 22,5% N (control AB-mix), 40% N, 32,5% N, 17,5% N, 10% N; and the planting media: rockwool; rockwool + zeolite. The variables observed were: pH, Electrical Conductivity (EC), total P, total N nutrition solutions, number of leaves, leaf area, fresh root weight, fresh canopy weight, fresh plant weight,and dry plant weight. Data were analyzed using the F test at the level of 1% and 5%, and continued with 5% Duncan Multiple Range Test (DMRT). The result of the study showed that: (1) The kind of nutritient formula gave a significant effect on all yield of kailan and as well as on chemical properties of total P and total N Nutrition Solutions, best nutritient formula is AB-mix (22.5% N). (2) The plant media had a significant effect on all yield of kailan, best plant media is rockwool + zeolite. (3) Interactions in both treatments gave a significant effect on leaf area, fresh root weight, fresh canopy weight, fresh plant weight,and dry plant weight, best combination is AB-mix (22.5% N) and rockwool + zeolite.
2139524217A1L114040Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Lima Tanaman Obat dan Rempah di Kecamatan Karangreja, Kabupaten PurbalinggaPenelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk lima tanaman obat dan rempah di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. (2) Mengetahui faktor-faktor pembatas yang dapat mempengaruhi kesesuian lahan untuk lima tanaman obat dan rempah di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Peta Satuan Lahan dibuat dengan cara menumpangsusunkan peta (overlay) dari peta topografi, peta jenis tanah, peta kelerengan dan peta penggunaan lahan kemudian dibuat titik sampel yang masing-masih satuan lahan diambil tiga titik sampel. Pengambilan sampel di lapang terbagi menjadi 2 sampel tanah terganggu dan sampel tanah tidak terganggu. Sampel tanah terganggu masing-masing titik sampel kemudian dicampur untuk mendapat sampel tanah komposit. Variabel yang diamati yaitu karakteristik dan kualitas satuan lahan yang dilakukan analisis tanah di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan Laboratorium Tanah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat satuan lahan yang sesuai untuk budidaya tanaman kayu manis, kencur, kunyit, serai wangi dan kemiri yang terdapat pada lahan pertanian di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga dengan faktor pembatas yaitu temperatur, curah hujan, kelerengan, N total, kedalaman tanah, batuan permukaan dan pH. Terdapat satuan lahan yang tidak sesuai untuk tanaman obat dan rempah dengan faktor pembatas temperaturThe research aims to : (1) Determine the land of suitability for five medicinal plants and herbs in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency. (2) find out the limiting factors that affect the land suitability for five medicinal plants and herbs in Karangreja District, Purbalingga Regency. The research was conducted by survey method. The Land Unit Map is made by stacking maps (overlays) of soil maps, slope maps and maps of land use and then making sample points, in each land units three sample points were taken. Each sample in the field is divided into 2 disturbed soil samples and uninterrupted soil samples. Each sample consisted of disturbed soil sample which collected mixed to get composite soil sample. The variables observed were the characteristics and quality of the land unit carried out by soil analysis at the Soil Science Laboratory, the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto and the Soil Laboratory of the Yogyakarta Institute of Agricultural Technology. The results showed that there were land units which were suitable for cultivation of cinnamon, galingale, turmeric, lemongrass and candlenut found on agricultural land in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency with limiting factors temperature, rainfall, slope, total N, soil depth, soil rocks and pH. There was also not suitable land units for some medicinal plants and herbs with a temperature limiting factor.
2139624220H1F014046GEOLOGI DAN SISTEM PANASBUMI DAERAH KEDUNGOLENG, KECAMATAN PAGUYANGAN, KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAHDaerah penelitian berada di Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi, geokimia air panas dan air dingin, serta analisis struktur bawah permukaan berdasrkan analisis geofisika di daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya observasi lapangan, pemetaan geologi, analisis geokimia air panas dan air dingin, serta analisis dan interpretasi data geofisika. Geomorfologi daerah penelitian terdiri dari satuan satuan perbukitan struktural dan satuan dataran vulkanik. Satuan batuan yang ada di daerah penelitian yaitu Satuan Perselingan Batulempung – Batupasir dan Satuan Lava Basalt. Struktur yang berkembang di daerah penelitian yaitu Sesar Naik Kedung. Terdapat 3 titik keluaran manifestasi air panas dengan jarak kurang lebih 10 meter antara mata air panas. Manifestasi air panas memiliki suhu sekitar 70 oC dan pH 7. Dari hasil analisis geokimia air panas daerah penelitian didapatkan tipe air yaitu air klorida. Air panas yang ada di daerah penelitian berasal dari satu reservoir dan terpengaruh oleh kondisi magmatik dari sumber panas. Temperatur reservoir panas bumi daerah penelitian yaitu sekitar 140°C pada kedalaman 478 meter berdasarkan analisis geotermometer. Analisis geokimia air dingin pada diagram piper, terdapat perubahan Ca-HCO3 menjadi Mg-HCO3, Ca merupakan air dari dalam bergerak naik ke atas dengan membawa suhu yang tinggi dan meluruhkan Mg yang sukar larut. Hasil analisis air dingin mengindikasikan tidak terdapat hubungan dengan air panas, karena kandungan Mg terlarut yang tinggi. Analisis geofisika pada anomali gaya berat dan geolistrik memberikan gambaran bawah permukaan bagian barat terdapat sesar naik yang memperngaruhi kemunculan manifestasi air panas.The research area is in Kedungoleng Village, Paguyangan District, Brebes Regency, Central Java. This research was conducted to determine the geological conditions, geochemistry of hot and cold water, and analysis of subsurface structures based on geophysical analysis in the area. The methods used in this study include field observation, geological mapping detail, geochemical analysis of hot and cold water, and analysis and interpretation of geophysical data. The geomorphology of the study area consists of structural hills units and volcanic plain units. The rock units in the study area are Claystone Sandstone units and Lava Basalt units. The structure that develops in the research area is the Anticline Fold – Sincline Fold Kedung and the Rise Fault Kedung. There are 3 output points for hot water manifestations with 10 meters for the distance between hot springs. The manifestation of hot water has a temperature of around 70 oC and pH 7. From the results of geochemical analysis of hot water the study area found a water chloride. Hot water in the study area from one reservoir and be affected by magmatic conditions from heat sources. The geothermal reservoir temperature of the study area is around 140 ° C in 478 meters based on geothermometer analysis. Cold water geochemical analysis have an interpretation of analysis from the piper diagram, there is a change in Ca-HCO3 to Mg-HCO3, the content of Ca is water from the depth water moving upwards by bringing high temperatures and shedding Mg which is difficult to dissolve. The result is cold water in research field is not the part from hot water, because cold water have many Mg in water. Geophysical analysis of gravity and geoelectric anomalies gives a description of the western subsurface with a rising fault which influences the appearance of hot water manifestations.
2139724219H1G014015KONSERVASI KARBON MANGROVE BERBASIS AKTIFITAS MASYARAKAT DI SEGARA ANAKAN TIMUR, CILACAPABSTRAK
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Ekosistem mangrove merupakan ekosistem utama di ekosistem pesisir pantai di Indonesia. Namun keberadaanya terus terdegradasi baik dari sisi luasan maupun dari sisi potensi tanamannya. Penelitian ini dibangun dengan tujuan untuk melakukan konservasi ekosistem mangrove melalui kegiatan konservasi karbon dan membangun sistem aktivitas masyarakat yang dapat mencegah terjadinya deforestasi dan degradasi hutan. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara kemudian analisis data penelitian dilakukan dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Dalam penelitian ini potensi biomassa tertinggi yaitu pada spesies mangrove Rhizopora stylosa sebesar 15,50 ton/ha, sedangkan potensi karbon terendah yaitu pada spesies mangrove Xyloracpus muluccensis sebesar 0,03 ton/ha. Masyarakat menginginkan ekosistem mangrove sebagai jalur hijau (greenbelt), kawasan hutan lindung, peningkatan produksi dan sebagai habitat udang dan ikan, habitat satwa dan areal produksi. Aktivitas yang diinginkan masyarakat yang terintegrasi dengan pengelolaan mangrove adalah mencari kerang, kepiting, memancing, menjaring ikan dan mengembangkan tambak yang terintegrasi.

ABSTRACT
Indonesia is one of the countries that has the longest coastline in the world. Mangrove ecosystems are the main ecosystems in coastal ecosystems in Indonesia. But its existence continues to be degraded both in terms of area and in terms of plant potential. This research was built with the aim of conserving mangrove ecosystems through carbon conservation activities and building a system of community activities that can prevent deforestation and forest degradation. This research was conducted by interview method then the analysis of research data was carried out using the AHP (Analytical Hierarchy Process) method. In this study the highest biomass potential was in Rhizopora stylosa mangrove species of 15,50 tons/ha, while the lowest carbon potential was in Xyloracpus muluccensis mangrove species of 0,03 tons/ha. The community wants mangrove ecosystems as greenbelt, protected forest areas, increased production and as shrimp and fish habitat, wildlife habitat and production areas. Activities that people want that integrated with mangrove management are looking for shells, crabs, fishing, fishing and developing integrated ponds.
2139824222D1E014037PENGARUH PERLAKUAN PELLETING DAN ENSILASE RANSUM KOMPLIT TERNAK KELINCI TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASARPenelitian bertujuan mengetahui pengaruh pelleting dan ensilase terhadap persentase kandungan protein kasar dan serat kasar dalam ransum komplit, mendapatkan metode pengolahan terbaik yang mampu menjaga bahkan meningkatkan kualitas pakan. Materi yang digunakan bekatul, bungkil kelapa, onggok, jagung giling, garam, mineral mix dan limbah kubis. Penelitian menggunakan metode eksperimen, rancangan penelitian ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Pengujian yang dilakukan yaitu R1: ransum komplit, R2: pelet ransum komplit dan R3: silase ransum komplit. Rataan hasil analisis proksimat kandungan protein kasar ransum komplit, pelet ransum komplit dan silase ransum komplit adalah 12,68±0,41%, 13,22±0,59, 12,52±0,40% dan rataan hasil analisis proksimat kandungan serat kasar ransum komplit, pelet ransum komplit dan silase ransum komplit adalah 15,94±0,40%, 16,02±0,56%, 13,29±0,56%. Hasil analisis variansi kandungan protein kasar menunjukan perlakuan ransum komplit, pelet ransum komplit dan silase ransum komplit berpengaruh tidak nyata (P>0,05) sedangkan hasil analisis variansi kandungan serat kasar menunjukan perlakuan ransum komplit, pelet ransum komplit dan silase ransum komplit berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) yang menunjukan perlakuan ransum komplit dan pelet ransum komplit berbeda tidak nyata (P>0,05) sedangkan perlakuan silase ransum komplit berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap ransum komplit dan pelet ransum komplit.The study aimed to determine the effect of pelleting and ensilase on the percentage of crude protein and crude fiber content in complete feed, to obtain the best processing method that was able to maintain and even improve the quality of feed. The material used is bran, coconut cake, cassava waste, milled corn, salt, mineral mix and cabbage waste. The study used the experimental method, the study design was a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 6 replications. Tests carried out were R1: complete feed, R2: complete feed pellet and R3: complete feed silage. The average proximate analysis of crude protein content complete feed, complete feed pellet and complete feed silage was 12.68 ± 0.41%, 13.22 ± 0.59, 12.52 ± 0.40% and the average of proximate analysis crude fiber content complete feed, complete feed pellet and complete feed silage is 15.94 ± 0.40%, 16.02 ± 0.56%, 13.29 ± 0.56%. The results of the analysis of the variance on crude protein content showed complete feed treatment, complete feed pellet and complete feed silage had no significant effect (P>0.05) while the results of variance analysis crude fiber content showed complete feed treatment, complete feed pellets and complete feed silage high significantly effect (P<0.01). Further testing of the Honest Significant Difference (HSD) showed treatment of complete feed and complete feed pellet was not significantly different (P>0.05) while complete feed silage treatment was high significantly different (P<0.01) for complete feed and complete feed pellet.
2139925834I1C015041Studi Farmakognosi Biji Kurma (Phoenix dactylifera L.) dan Aktivitas Anti Nefrotoksik Dilihat dari Kadar Ureum dan Kreatinin Tikus yang Diinduksi Karagenan Biji kurma pada beberapa penelitian menunjukkan aktivitas anti nefrotoksik dikaitkan dengan jumlah antioksidan dan senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta aktivitas anti nefrotoksik biji kurma. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-posttest controlled grup design dan metode eksplorasi untuk analisis farmakognosi.. Tikus dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kontrol sehat, kontrol negatif, dan 3 kelompok perlakuan EEBK dosis 150, 300, dan 600 mg/kgBB. Induksi karagenan 1% 2x seminggu. Hasil menunjukkan simplisia biji kurma memenuhi standar simplisia yang baik menurut MMI dan EEBK dosis 600 mg/kgBB mampu menurunkan kadar ureum dan kreatinin hingga 8,3 mg/dl dan 0,132 mg/dl. Several studies have shown that date seeds have anti-nephrotoxic activity associated with the number of antioxidants and phenolic compounds. This study aimed to determine the characteristics and anti-nephrotoxic activity of date seeds. This study used a pre-posttest with controlled group design and exploration method for pharmacognosic analysis. Rats divided into 6 groups, namely healthy control, negative (carrageenan 1%), and three treatment groups EEBK dose 150, 300, 600mg/KgBB. Induction of carrageenan 1% 2 times a week. The result showed that date seed have fulfilled good simplisa strandards according to MMI and EEBK at dose 600 mg/kgBB can reduce urea and creatinine levels by 8.3 mg/dl and 0.132 mg/dl.
2140024223C1C012052Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pergantian Auditor Pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia Tahun 2013-2016Pergantian auditor terjadi untuk meminimalisir adanya kecurangan yang dilakukan oleh perusahaan dan auditor. Indepensi dan proffesionalitas dari auditor harus bisa tetap dijaga. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan manufaktur terdaftar di BEI melakukan pergantian auditor. Variabel-variabel yang digunakan di dalam penelitian ini adalah: pergantian manajemen, ukuran KAP, fee audit, dan audit delay.
Penelitian ini menggunakan data perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2016. Sample yang digunakan berupa purposive sampling. Berdasarkan metode purposive sampling, total sampel penelitian adalah 51 perusahaan. Hipotesis di dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan metode analisis regresi logistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap pergantian auditor adalah pergantian manajemen dan ukuran KAP. Variabel-variabel lain yang diteliti di dalam penelitian ini seperti fee audit dan audit delay terbukti tidak berpengaruh terhadap keputusan perusahaan dalam melakukan pergantian auditor.
Auditor switching occurs to minimize the existence of fraud committed by companies and auditors. The independence and professionalism of the auditor must be maintained. This study aims to find empirical evidence regarding the factors that influence IDX listed manufacturing companies to make auditor changes. The variables used in this study were: management change, KAP size, audit fee, and audit delay.
This study uses data from manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2013-2016. The sample used was purposive sampling. Based on the purposive sampling method, the total sample was 51 companies. The hypothesis in this study was tested using the logistic regression analysis method.
The results showed that the variables that influence auditor turnover were management changes and KAP size. Other variables examined in this study such as audit fees and audit delay proved to have no effect on company decisions in making auditor changes.