Artikelilmiahs
Menampilkan 21.041-21.060 dari 50.148 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 21041 | 25971 | E1A015125 | PENGANGKATAN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HAK DAN KEWAJIBAN KEPEGAWAIAN (STUDI DI KABUPATEN BANYUMAS) | PENGANGKATAN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HAK DAN KEWAJIBAN KEPEGAWAIAN (STUDI DI KABUPATEN BANYUMAS) Oleh: TRI WIDHI AYUSARI E1A015125 ABSTRAK Rekrutmen dan Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mencari sumber daya manusia yang berkualitas. Pengadaan calon PPPK merupakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pada Instansi Tertentu yang dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengumuman lowongan, pelamaran, seleksi, pengumuman hasil seleksi, dan pengangkatan menjadi PPPK. Setiap pelamar harus mengikuti semua proses seleksi yang dilaksanakan bagi PPPK sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan untuk kemudian dapat diangkat menjadi PPPK. Terkait dengan mekanisme pengadaan dan pengangkatan PPPK tersebut dalam pelaksanaannya masih belum jelas. Selain itu, pemerintah dalam hal ini juga belum mengatur lebih lanjut mengenai hak dan kewajiban bagi PPPK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengangkatan PPPK dan implikasinya terhadap hak dan kewajiban kepegawaian di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Pengangkatan PPPK di Kabupaten Banyumas didasarkan pada pedoman yang ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini telah mengacu pada Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan PPPK. Hal ini ditunjukan sebagaimana yang telah dilaksanakan pada Pengadaan PPPK Tahap I Tahun 2019 khususnya di Kabupaten Banyumas. Implikasi pengangkatan PPPK terhadap hak dan kewajiban kepegawaian adalah PPPK berhak mendapatkan gaji dan tunjangan, cuti, pengembangan kompetensi, penghargaan, dan perlindungan. Selain memperoleh hak, PPPK juga wajib mematuhi tugas pekerjaan, target kinerja, hari kerja dan jam kerja, serta disiplin bagi PPPK. Hak dan kewajiban PPPK tersebut sepenuhnya tertuang dalam perjanjian kerja yang dibuat antara calon PPPK dengan Pejabat Pembina Kepegawaian. | THE APPOINTMENT OF GOVERNMENT EMPLOYEES WITH THE WORK AGREEMENT (PPPK) AND IT’S IMPLICATIONS FOR EMPLOYMENT RIGHTS AND OBLIGATIONS (STUDY IN BANYUMAS REGENCY) By: TRI WIDHI AYUSARI E1A015125 ABSTRACT Recruitment and Appointment of Government Employees With The Work Agreement (PPPK) is one of the government's efforts in finding quality human resources. Procurement of prospective PPPK is an activity to fulfill the needs of certain institutions that are carried out through the stages of planning, job announcements, application, selection, announcement of the results of selection, and appointment to PPPK. Each applicant must follow all the selection processes carried out for PPPK in accordance with the provisions of the legislation to then be appointed as PPPK. Regarding the mechanism for procurement and appointment of PPPK, the implementation is still unclear. In addition, the government in this case also has not further regulated the rights and obligations of PPPK. This study aims to analyze the appointment of Government Employees With The Work Agreement (PPPK) and it’s implications for employment rights and obligations in Banyumas Regency. This research uses a normative juridical method with a legal approach. Based on the survey results revealed that the appointment PPPK in Banyumas Regency is based on guidelines set by the government, in this case has been referred to the BKN Regulation Number 1 Year 2019 concerning Technical Guidelines for Procurement of PPPK. This is evidenced as it has been carried out in the Procurement of First Phase of PPPK in 2019, especially in Banyumas Regency. The implication of the appointment of PPPK with rights and duty of employees in Banyumas Regency is PPPK to the rights and obligations of staffing are first aid rights are entitled to salary and benefits, leave, competency development, awards, and protection. In addition to obtaining rights, PPPK is also required to comply with work assignments, performance targets, working days and working hours, and discipline for PPPK. PPPK rights and obligations are fully stated in the work agreement made between PPPK candidates and Staffing Officer. | |
| 21042 | 23937 | P2A016004 | ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA PEKERJA PEMBUAT BATU BATA DI KECAMATAN MANDIRAJA KABUPATEN BANJARNEGARA | Industri batu bata menghasilkan pencemaran udara yang berasal dari proses pembakaran batu bata seperti gas Karbondioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO) dan partikel debu. Pencemaran udara tersebut dapat meningkatkan risiko pekerja pembuat batu bata mengalami gangguan pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko kejadian ISPA pada pekerja pembuat batu bata di Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasional analitic dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 342 responden dan sampel kualitas udara sebanyak lima belas titik di tiga desa yaitu Desa Panggisari, Blimbing dan Purwasaba. Analisis data menggunakan SPSS meliputi analisis univariat, bivariat dan multivariat. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ISPA yakni masa kerja, kebiasaan merokok, dan penggunaan alat pelindung diri (masker). Variabel yang tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA yakni pengetahuan. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian ISPA adalah masa kerja. Pekerja pembuat batu bata hendaknya tidak melakukan kebiasaan merokok dan selalu menggunakan masker ketika bekerja. Diharapkan institusi kesehatan melakukan pengawasan kesehatan pekerja secara berkala, serta penyuluhan tentang kesehatan kerja untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran untuk mencegah dampak yang ditimbulkan dari kegiatan pembuatan batu bata. | Brick industry produces air pollution-comes from the process of brick burning such as carbondioxide (CO2), carbonmonoxide (CO), and dust particles. The air pollution can increase the risk of Accute Respiratory Infection (ARI) among brick workers. . The aim of this study is to analyse the risk factors of ARI incidents among the brick workers in Mandiraja Residence, Banjarnegara. This study was observational analytic method with cross sectional approach in three villages, Mandiraja Subdistrict (Panggisari, Blimbing, and Purwasaba). This research included 342 respondents for questionnaires data collection, while we measure the air quality in 15 spots The data analyses use SPSS including the analyses of univariate, bivariate, and multivariate. Results of this study showed that years of service, smoking habits, and use of personal protective equipment (mask) had association with ARI incidences. While knowledge had no correlation with ARI incidences. This study also showed that years of service was the most influential variables related to ARI. From this study, the brick workers should avoid smoking habits and always use personal protective equipment during work. In addition, it is important for local health officer to increase knowledge and awareness of brick workers about risk factor of ARI. | |
| 21043 | 23938 | F1G014009 | POTRET KEBUDAYAAN DAYAK BENUAQ DALAM NOVEL API AWAN ASAP KARYA KORRIE LAYUN RAMPAN | Skripsi ini berjudul “ Potret Kebudyaan Dayak Benuaq Dalam Novel Api Awan Asap Karya Rorrie Layun Rampan ”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potret kebudayaan Dayak Benuaq yang terdapat dalam novel Api Awan Asap karya Korrie Layun Rampan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan fokus kebudayaan dalam novel Api Awan Asap karya Korrie Layun Rampan. Teknik yang digunakan pada pengumpulan data adalah dengan membaca dan memahami isi novel. Kemudian mencatat bagian-bagian yang mendeskripsikan kebudayaan Dayak Benuaq selanjutnya data dianalisis menggunakan pendekatan antropologi sastra. Setelah itu menyimpulkan hasil analisis berdasarkan perumusan masalah. Hasil penelitian tersebut kemudian dijelaskan secara deskriptif pengenalan isi novel dilakukan dengan analisis pada tokoh, latar dan alur dalam novel Api Awan Asap. Kemudian lebih lanjut hasil dari analisis menggambarkan repersentasi mengenai kebudayaan Dayak Benuaq yang meliputi 7 unsur kebudayaan universal yaitu: peralatan kehidupan manusia, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, sistem bahasa, kesenian dan berbagai jenisnya, sistem pengetahuan dan sistem religi. Dari unsur kebudayaan universal tersebut mengarah kepada kehidupan masyarakat Dayak Benuaq yang penuh dengan peralatan kehidupan manusia dan sistem kemasyarakatan yang kuat dalam menghasilkan kebudayaan masyarakatnya berdasrkan hasil analisis cerminan kebudayaan Dayak Benuaq oleh Korrie Layun Rampan dalam novel Api Awan Asap. | This research entitled “Dayak Benuaq Culture Portrayed in Korrie Layun Lampan’s Api Awan Asap”. This research aims to describe Dayak Benuaq culture portrayed in Korrie Layun Lampan’s Api Awan Asap. This research uses descriptive-qualitative method by focusing on the culture depicted in the novel. The data are collected by reading and understanding the novel, putting the parts which describe the culture of Dayak Benuaq on notes, analyzing the data with the literary anthropological approach, and concluding the result based on the research question. This research is concluded descriptively. The recognition of the novel is done with the analysis of the characters, setting, and plot. The research shows the representation of Dayak Benuaq culture has 7 universal culture elements: human equipment, livelihood, community system, language, arts, education and religion. according to the analysis of the Dayak Benuak culture portrayed in Korri Layun Rampan’s Api Awan Asap, those elements point out that the culture of Dayak Benuaq people is occupied with strong human equipment and community system in producing the culture of its people. | |
| 21044 | 26215 | A1C015024 | PENGARUH WAKTU PEREBUSAN TERHADAP KONSISTENSI WARNA MERAH PADA MINUMAN WEDANG UWUH READY TO DRINK DALAM KEMASAN BOTOL KACA | Wedang uwuh adalah minuman khas Imogiri, Jogjakarta. Wedang memiliki arti minuman, dan uwuh memiliki arti sampah. Wedang uwuh diartikan sebagai minuman sampah, minuman sampah memiliki arti minuman yang terbuat dari rempah-rempah seperti jahe, kayu secang, daun pala, daun kayu manis, ranting cengkeh, daun pandan dan gula batu yang memiliki khasiat sebagai minuman kesehatan. Wedang uwuh yang beredar dikalangan masyarakat masih dalam bentuk rempah-rempah utuh yang dikeringkan, sehingga menyulitkan dan merepotkan konsumen yang akan mengkonsumsi secara instan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif penyajian wedang uwuh dalam bentuk ready to drink yang dikemas dalam botol kaca. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsistensi warna merah pada minuman wedang uwuh ready to drink yang dikemas menggunakan metode hot filling pada botol kaca bening dan botol kaca coklat, serta mengetahui hubungan konsistensi warna merah dengan pH minuman wedang uwuh ready to drink. Metode yang telah digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu warna botol kaca dan waktu perebusan. Dimana faktor warna botol kaca memiliki 2 level yaitu botol kaca bening dan botol kaca coklat, sedangkan faktor waktu perebusan memiliki 3 level yaitu 5 menit, 10 menit dan 15 menit dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Semakin tinggi nilai a+ maka semakin tua warna merah yang dihasilkan. Semakin rendah nilai K yang dihasilkan maka semakin konsisten warna merah yang disimpan menggunakan botol kaca. Warna merah pada minuman wedang uwuh ready to drink yang konsisten terjadi pada perlakuan waktu perebusan 15 menit dan disimpan menggunakan botol kaca bening yaitu nilai konsistensi 0,10/hari; yang memiliki arti selama penyimpanan mengalami kenaikan nilai warna sebesar 0,10. Warna merah pada minuman wedang uwuh ready to drink yang konsisten juga terjadi pada perlakuan waktu perebusan 10 menit dan disimpan menggunakan botol kaca coklat yaitu nilai konsistensi 0,10/hari; yang memiliki arti selama penyimpanan mengalami kenaikan nilai warna sebesar 0,10. Hubungan pH dan warna merah berbanding terbalik. Semakin rendah nilai pH maka akan semakin tinggi nilai warna merah minuman wedang uwuh ready to drink. Hasil uji BNT pada hubungan waktu perebusan dan warna merah yaitu 78,33 yang memiliki arti bahwa hubungan waktu perebusan dan warna merah tidak berbeda signifikan; sedangkan untuk hasil uji BNT pada hubungan waktu perebusan dan pH wedang uwuh yaitu 57,47 yang memiliki arti bahwa hubungan waktu perebusan dan pH wedang uwuh tidak berbeda signifikan. | Wedang uwuh is a typical drink of Imogiri, Jogjakarta. Wedang means drink, and uwuh means trash. Wedang uwuh is defined as a junk drink, junk drink means drink made from spices such as ginger, secang wood, nutmeg leaves, cinnamon leaves, clove twigs, pandan leaves and sugar cubes which have properties as health drinks. Wedang uwuh circulating among the people is still in the form of dried whole spices, making it difficult and troublesome for consumers who will consume it instantly. With this research, it is expected to be able to provide an alternative to serving uwuh in the form of ready to drink which is packaged in glass bottles. The purpose of this study was to determine the consistency of the red color in the uwuh ready to drink drink which is packaged using the hot filling method on clear glass bottles and brown glass bottles, and to know the relationship of red consistency with the pH of the uwuh uwuh ready to drink drink. The method that has been used in this research is a Completely Randomized Design (CRD) which consists of 2 factors: the color of the glass bottle and the boiling time. Where the color factor of the glass bottle has 2 levels namely clear glass bottles and brown glass bottles, while the boiling time factor has 3 levels namely 5 minutes, 10 minutes and 15 minutes with 3 replications. The results of the study concluded that the higher the value of a +, the darker the red color produced. The lower the K value produced, the more consistent the red color is stored using a glass bottle. The red color in the ready to drink wedang uwuh drink that consistently occurs in the treatment of boiling time of 15 minutes and stored using a clear glass bottle that is a consistency value of 0.1 / day; which means that during storage the color value increases by 0.10. The red color in a consistent ready to drink drink also occurs in the boiling time treatment of 10 minutes and stored using a brown glass bottle that is a consistency value of 0.10 / day; which means that during storage the color value increases by 0.10. The relationship between pH and red is inversely proportional. The lower the pH value, the higher the red color value of wedang uwuh drinks ready to drink. BNT test results on the relationship of boiling time and red color is 78.33 which means that the relationship between boiling time and red color is not significantly different; whereas for BNT test results on the relationship of boiling time and pH of uwuh wedang is 57.47 which means that the relationship between boiling time and pH of wedang uwuh is not significantly different. | |
| 21045 | 23940 | B1J014092 | PRODUKSI HORMON INDOLE ACETIC ACID ISOLAT STREPTOMYCES ASAL RHIZOSFER MANGROVE SEGARA ANAKAN CILACAP PADA WAKTU INKUBASI BERBEDA | Streptomyces merupakan mikroorganisme saprofit pada tanah dan serasah yang dapat digunakan sebagai bakteri penghasil Plant Growth Promoting Substance. Salah satu senyawa Plant Growth Promoting Substance yang dihasilkan adalah hormon IAA. Isolat-isolat Streptomyces asal rhizosfer mangrove Segara Anakan, Cilacap belum diketahui kemampuannya dalam menghasilkan IAA, sehingga perlu dilakukan pengujian skala laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah untuk menseleksi isolat Streptomyces sp. asal rhizosfer mangrove yang mampu menghasilkan hormon IAA, mengetahui lama waktu inkubasi yang diperlukan oleh isolat Streptomyces sp. terpilih untuk menghasilkan hormon IAA yang tinggi, mengetahui jenis isolat Streptomyces sp. yang menghasilkan IAA paling tinggi, serta mengetahui interaksi antara jenis isolat Streptomyces sp. dan waktu inkubasi terhadap produksi IAA. Hasil penelitian ini memberikan informasi tentang potensi kawasan mangrove Segara Anakan, Cilacap sebagai sumber mikroorganisme penghasil PGPS khususnya hormon IAA. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survey dan eksperimental. Metode eksperimental menggunakan rancangan penelitian berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor, yaitu faktor pertama berupa jenis isolat dan faktor kedua berupa waktu inkubasi. Faktor pertama terdiri atas 2 taraf dan faktor kedua terdiri atas 4 taraf. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan. Variabel bebas yang diamati yaitu jenis isolat dan waktu inkubasi, sedangkan variabel tergantungnya adalah produksi hormon IAA. Parameter utama yang diamati adalah konsentrasi IAA. Parameter pendukung yang diamati berupa populasi sel dan nilai pH medium. Penelitian memperoleh 2 dari 5 isolat Streptomyces memiliki kemampuan dalam menghasilkan IAA. IAA tertinggi dihasilkan pada hari ke-7 inkubasi oleh isolat C45 10-6 dan E44 10-C berturut-turut sebesar 5,157 ppm dan 4,760 ppm dengan populasi sel sebesar 9,15x1010 CFU’s.mL-1 dan 9,37x109 CFU’s.mL-1 dalam medium dengan pH 9. | Streptomyces is a saprophytic microorganism in the soil and litter which can be used as a producer of Plant Growth Promoting Substance. One of the Plant Growth Promoting Substance compound produced by Streptomyces is IAA hormone. Streptomyces isolates from mangrove rhizosphere of Segara Anakan, Cilacap have not been known to produce IAA, so laboratory scale testing is needed. The purposes of this research were screening of Streptomyces sp. isolates from the mangrove rhizosphere to produce IAA hormone, determine the incubation time needed by Streptomyces sp. isolates to produce high IAA hormones, determine the type of Streptomyces sp. isolate which produces the highest IAA, and knows the interaction between the type of Streptomyces sp. isolate and the incubation time of IAA production. The results of this research provide information about the potential of the Segara Anakan mangrove ecosystem, Cilacap as a source of PGPS producing microorganisms, especially IAA hormones. This research was conducted using survey and experimental methods. The experimental method was using Completely Randomized Design (CRD) with factorial pattern consisting of 2 factors. The first factor is type of isolates and the second factor is incubation time. The first factor consists of 2 levels and the second factor consists of 4 levels. Each treatment was repeated 3 times, so there were 24 experimental units. The independent variables observed were the type of isolate and incubation time, while the dependent variable was the production of IAA hormone. The main parameter observed was IAA concentration. Supporting parameters observed were cell populations and medium pH values. This research obtained 2 of 5 Streptomyces isolates having the ability to produce IAA. The highest IAA was produced on the 7th day of incubation by C45 10-6 and E44 10-C isolates in the amount of 5,157 ppm and 4,760 ppm with amount of population cell 9,15x1010 CFU’s.mL-1 and 9,37x109 CFU’s.mL-1 in the medium with pH value 9. | |
| 21046 | 23845 | F1C013044 | Pola Komunikasi Pemain Game Online (Studi Deskriptif Pola Komunikasi Nonverbal Pemain Game Online di Ranah Offline) | Pemain game online dipandang memiliki pola komunikasi yang unik ketika mereka memiliki intensitas yang tinggi dalam penggunaan media khususnya bermain game. Urgensi penelitian ini terdapat pada kecenderungan pola komunikasi yang terbentuk karena kebiasaan mereka sehari-hari yaitu bermain game online, menjadikan gamer memiliki pemaknaan yang berbeda ketika berkomunikasi di luar game atau di lingkungan sosialnya. Peneliti menggunakan paradigma Constructivism–Interpretivism dengan metode kualitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh deskripsi yang mendalam tentang pola komunikasi nonverbal pemain game online dalam ranah offline. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola komunikasi nonverbal yang digunakan pemain game online di ranah offline adalah pola komunikasi dua arah (two ways communication). Penggunaan tata bahasa di dalam in-game berdampak di kehidupan nyata para gamer. Penggunaan simbol nonverbal dalam berkomunikasi sebagian besar adalah komunikasi dua arah horizontal, dan jika berkomunikasi nonverbal di luar game simbol-simbol yang menjadi alat pelengkap untuk berkomunikasi menjadikan pola yang biasa disebut dengan pola komunikasi dua arah diagonal karena para gamer menyadari dengan siapa mereka berkomunikasi dan harus bagaimana mereka berkomunikasi yang sudah diatur oleh norma di masyarakat. Penggunaan interaksi simbolik oleh para pemain game online di kehidupan nyata atau ranah offline sangat bergantung kepada bagaimana kepribadian dan kondisi, situasi perasaan para pemain game, mereka biasanya melakukan pemaknaan bergantung kepada lawan bicara mereka, sebagian besar hanya mengandalkan gesture yang mereka lakukan. Terkait interaksi simbolik, pemaknaan oleh para informan dimulai dari memaknai diri sendiri, memaknai orang lain, dan memaknai suatu hubungan, mereka cenderung menanggapi hal tersebut dengan apa adanya bergantung kepada bagaimana lingkungan mereka berkembang. | Players of online games at point of view has a unique communication patterns when they have a high intensity in the use of media in particular playing a game. The urgency of research there is on a trend of communication pattern that is formed due to their everyday habits of playing online games, making gamers have a different meaning when communicating outside of the game or its social surroundings. Researchers using the paradigm of Constructivism – Interpretivism and qualitative descriptive method with. The purpose of this research was to obtain a thorough description of the pattern of nonverbal communication in the realm of online game players are offline. The results of this research show that the pattern of nonverbal communication used in the realm of online game players offline is a two-way communication pattern. Use of grammar in the in-game resulted in a real-life gamers. The use of non-verbal symbols in communicating is mostly horizontal, two-way communication and if nonverbal communicate outside the game symbols which become complementary tool to communicate makes the usual pattern in call patterns communication two-way diagonal because gamers realize with whom they communicate and how they should communicate which are already regulated by the norms of society. The use of symbolic interaction by the players of online games in real life or the offline realm is very dependent on how personality and situation condition, feeling the game player, they usually do purport to rely to caller they, most simply rely on gesture they did. Symbolic interaction-related, meaning by the informant started from interpret yourself, interpret others, and interpret a relationship, they tend to respond to it with what it is depends on how their environment developing. | |
| 21047 | 28546 | E1A016296 | ANALISIS YURIDIS FREIES ERMESSEN SEBAGAI DASAR KEABSAHAN KEPUTUSAN PEJABAT PEMBINA KEPEGAWAIAN TENTANG DEMOSI (STUDI PUTUSAN NOMOR: 088/G/2014/PTUN.SMG) | Penelitian ini bersumber pada putusan PTUN Semarang Nomor: 088/G/2014/PTUN.SMG, yang akan menguraikan bagaimana kewenangan pejabat pembina kepegawaian dalam menggunakan wewenang freies ermessen/diskresi dalam menentukan keputusan demosi, serta bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menentukan pembatalan keputusan demosi tersebut yang bertentangan dengan konsep freies ermessen/diskresi. Tergugat dalam perkara aquo adalah Bupati Magelang, dan objek gugatan perkara ini adalah Surat Keputusan Bupati Magelang Nomor: 821.2/123/KEP/13/2014 tanggal 26 September 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dilakukan dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Penulis menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder dengan inventarisasi hukum normatif dan studi pustaka ilmiah yang berkaitan dengan penelitian. Bahan hukum tersebut diolah dengan metode analisis data normatif kualitatif dan menggunakan penafsiran gramatikal, penafsiran sistematis, dan penafsiran authentik. Berdasarkan penelitian ini, konsep freies ermessen dalam keputusan demosi tidak memenuhi UU No. 30 Tahun 2014 yang mengatur penggunaan freies ermessen sebagai syarat keabsahan suatu KTUN yang menggunakan wewenang bebas, karena demosi secara rigid telah diatur dalam PP No. 53 Tahun 2010 sehingga Majelis Hakim memutuskan untuk membatalkan surat keputusan tersebut karena tergugat melanggar kewenangannya sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian, surat keputusan bertentangan dengan aturan penggunaan freies ermessen, dan tergugat menggunakan dasar hukum yang tidak tepat dalam penerbitan keputusan. | This research is sourced from the Semarang State Administrative Court Case Study Number: 088 / G / 2014 / PTUN.SMG, which will elaborate on how the Employment Supervisory Officer authority uses discretionary power in determining demotion decisions, also how the judges determines legal consideration in determining the cancellation of demotion decree that against the discretionary power principle. Defendant in this case is Magelang Regency Regent with lawsuit object is Magelang Regent Decree Number 821.2/123/KEP/13/2014 at 26 September 2014. The method research used in this study is normative juridict with statute approach, case approach, and conceptual approach. The author uses primary legal materials and secondary legal materials with normative legal inventory and scientific literature studies related to research. The legal materials is processed by qualitative data analysis methods with grammatical interpretation, systematic interpretation, and authentic interpretation. Based on this research, discretionary power principle in demotion decree is not in accordance with Legislation Number 30, 2014 that regulate about using discretionary power as decision legality fundamental that use discretionary power, because demotion is rigidly regulated in Government Regulation Number 53, 2010. The Judges decide to cancel the decree because defendant violated his authority as employment supervisory officer, the decree is against the rule of discretionary power, and defendant uses improper legal standing in issuing the decree. | |
| 21048 | 23947 | A1L014115 | POLIPLOIDISASI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DENGAN PENGATURAN LAMA PAPARAN KOLKISIN | Upaya perbaikan genetik tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) dapat dilakukan melalui poliploidisasi dengan kolkisin, yang efeknya dapat dideteksi melalui aktivitas enzim nitrat reduktse (ANR), kandungan klorofil dan biomassa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) aktivitas enzim nitrat reduktase (ANR), kandungan klorofil, dan biomassa beberapa varietas tanaman kentang pada lama paparan kolkisin yang berbeda, 2) lama paparan kolkisin yang efektif untuk terjadinya poliploidisasi pada tanaman kentang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2018 sampai dengan September 2018 di lahan percobaan UNSOED di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga dengan ketinggian tempat 1300 meter di atas permukaan laut (m dpl). Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan dua faktor perlakuan, yaitu lama paparan kolkisin 0,5% (0 jam, 12 jam dan 24 jam) serta varietas kentang (Agria, Vega, Granola K, Granola L dan MZ). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara lama paparan kolkisin dengan varietas terhadap aktivitas enzim nitrat reduktase (ANR) dan diameter umbi, namun efek yang terlihat pada ANR menunjukkan penurunan. Respon ANR dan diameter umbi terlihat berbeda pada setiap varietas yang dicobakan, sedangkan interaksi antara lama paparan dengan varietas tidak memberikan pengaruh terhadap variabel lainnya yaitu, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, bobot umbi/tanaman, jumlah umbi/tanaman dan klorofil. Beberapa variabel pertumbuhan dan hasil tanaman kentang tidak menunjukkan dampak positif, maka lama paparan kolkisin 12 dan 24 jam dalam penelitian ini belum memberikan efek terjadinya poliploidisasi pada tanaman kentang. | Genetic improvement of potato plant (Solanum tuberosum L.) could be attempted through polyploidization using colchicine, where its effect might be suitable to be detected through nitrate reductase activity (NRA), chlorophyll content and biomass. The purpose of this research was to know: 1) NRA, chlorophyll content, and biomass on several varieties of potato in different exposure duration of colchicine, 2) the optimum exposure duration of colchicine for polyploidization in potato plant. The research was carried out from June 2018 to September 2018 at the experimental field of UNSOED in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency with the altitude of 1300 meters above sea level. This research was arranged using a randomized block design (RBD) with two factors, i.e, exposure duration of 0.5% colchicine (0 hour, 12 hours, and 24 hours) and potato varieties (Agria, Vega, Granola K, Granola L and MZ). The results showed that there was interaction between exposure duration of colchicine and potato varieties, and its effect was apparent in the variable of ANR and tube diameter. However, the effect has caused ANR to decrease if it is compared to the control. Some variables of growth and yield of potato (plant height, stem diameter, number of leaves, tuber weight/plant, number of tubers/plant, and chlorophyll content) did not show positive effect neither in 12 hour exposure duration of colchicine nor in 24 hours. This result indicates that colchicine exposure had not given any effect on polyploidization in the potato varieties evaluated. | |
| 21049 | 23942 | C1B014029 | ANALISIS RASIO KEUANGAN DAN PENGHIMPUNAN DANA TERHADAP PENYALURAN KREDIT PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) PERIODE TAHUN 2014-2017 | Bank bertugas sebagai financial intermediaries, yaitu menyalurkan dana dari pihak yang kelebihan dana kepada pihak yang membutuhkan dana dalam bentuk kredit perbankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis mengenai faktor internal bank yang mempengaruhi kredit perbankan. Faktor internal bank tersebut adalah Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), Non Performing Loan (NPL), Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Pinjaman Diterima bank. Penelitian ini dilakukan pada Bank Perkreditan Rakyat di wilayah kabupaten Banyumas, kabupaten Banjarnegara, kabupaten Cilacap dan kabupaten Purbalingga. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 8 BPR dari total populasi sebanyak 21 BPR. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan sampel. Teknik analaisis yang digunakan yaitu analisis regresi data panel dengan program Eviews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit perbankan. Sedangkan Return On Asset (ROA) berpengaruh positif dan signifikan. Untuk variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Pinjaman Diterima tidak berpengaruh terhadap kredit perbankan. | The bank is in charge of financial intermediaries, providing funds from parties with excess funds to those who need funds in the form of bank loans. The purpose of this study is to analyze the internal bank factors that affect bank credit. The bank's internal factors are Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Assets (ROA), Non Performing Loans (NPL), Third Party Funds (DPK) and Loans Received by banks. This research was conducted at Bank Perkreditan Rakyat (BPR) in the Banyumas regency, Banjarnegara regency, Cilacap regency and Purbalingga regency. The number of samples taken were 8 BPRs out of a total population of 21 BPRs. Purposive sampling method is used in determining samples. The analysis technique used is panel data regression analysis with Eviews program. The results showed that Non Performing Loans (NPL) had a negative and significant effect on bank credit. While the Return on Assets (ROA) has a positive and significant effect. For the variable Capital Adequacy Ratio (CAR), Third Parties Funds (TPF) and Loans does not affect bank credit. | |
| 21050 | 23943 | G1I014051 | PENGARUH LATIHAN SKJ "KITA BISA" TERHADAP KEBUGARAN JASMANI SISWA SMP NEGERI 1 SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS | Abstrak PENGARUH LATIHAN SKJ “KITA BISA” 2017 TERHADAP KEBUGARAN JASMANI SISWA SMP NEGERI 1 SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS Latar Belakang: Kebugaran jasmani sangat penting bagi pertumbuhan peserta didik karna mampu memberikan motivsi pada dirinnya, baik secara fisik maupun psikis. Dengan menggunakan latihan SKJ dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh latihan SKJ “KITA BISA” Terhadap Kebugaran jasmani siswa SMP Negeri 1 Sokaraja Kabupaten Banyumas. Metodologi: Metode eksperimen quasi, dengan rancangan desain eksperimen yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Instrument penelitian menggunakan TKJI usia 13-15 tahun dengan sampel 40. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t.. Hasil Penelitian: Hasil menunjukan tidak ada perbedaan data pre-test kelompok kontrol-eksperimen (p=0.806), hal ini menunjukan bahwa kelompok kontrol dan eksperimen memiliki tingkat kebugaran yang sama sebelum diberi perlakuan. Hasil uji beda menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara post-test kelompok kontrol dan eksperimen (p=0.023) Kesimpulan: Latihan SKJ Kita Bisa 2017 berpengaruh Terhadap Kebugaran Jasmani Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sokaraja. Kata Kunci: SKJ, Kita Bisa 2017, Kebugaran | Abstract THERE IS INFLUENCE WITH THE RESULT OF SKJ “KITA BISA” 2017 TOWARD PUPILS PHYSICAL HEALTH OF GRADE SMP NEGERI 1 SOKARAJA STUDENT’S BANYUMAS REGENCY Background: Physical health is very important for the pupils growth since it is able to give motivate their physics physics. Learning SKJ is able to improve pipils physical health. This research aimed to know the influence of SKJ “Kita Bisa” 2017 exercise toward the physical health of SMP Negeri 1 Sokaraja Student’s Banyumas Regency. Methodology: this research designed by quasi experiment with pre-test post-test control group designed by random sampling. TKJI instrument for 13-15 years old with 40 samples. The data analysis normality test, homogeneity test, and t-test. The result of research: there is influence with the result of “Senam Kebugaran Jasamani (SKJ) Kita Bisa 2017 toward pupils physical health of grade SMP Negeri 1 Sokaraja student’s Banyumas Regency. The result of the showed that there is no difference pre-test of control group experiment (p=0,806). The result of control post-test and experiment shows that meaningful differences between control post-test group and experiment (p=0,023). Conclusion: Excercise with the result of SKJ “Kita Bisa” 2017 there is influence toward pupils physical health of grade SMP Negeri 1 Sokaraja Student’s Banyumas Regency. Keywords: SKJ, Kita Bisa 2017, Physical health | |
| 21051 | 23944 | F1G014014 | Daya Pragmatik Tindak Tutur Pada Iklan Lipstik di Televisi | Penelitian pragmatik dilakukan untuk menelaah tentang maksud penutur dalam menyampaikan suatu tuturan. Pada penelitian ini, kajian analisisnya bertujuan (1) mengklasifikasikan tindak tutur, (2) mendeskripsikan implikatur, serta (3) mendeskripsikan daya pragmatik tuturan dalam iklan lipstik yang tayang di televisi. Sumber data yang digunakan adalah rekaman iklan lipstik di televisi. Data penelitian terbagi dalam dua jenis, yaitu data nonverbal berupa visualisasi iklan lipstik dan data verbal berupa tuturan dalam iklan lipstik. Metode analisis yang digunakan adalah metode padan pragmatis dengan teknik dasar unsur pilah penentu dan dengan teknik lanjutan hubung banding menyamakan hal-hal pokok. Hasil analisis pada tuturan-tuturan dalam iklan, muncul tiga jenis tuturan yang mengandung tindakan, yaitu tindak lokusioner, tindak ilokusioner, dan tindak perlokusioner. Berdasarkan analisis jenis tindak tutur, muncul empat jenis tindak tutur, yaitu tindak tutur langsung literal, tindak tutur tidak langsung literal, tindak tutur langsung tidak literal, dan tindak tutur tidak langsung tidak literal. Secara keseluruhan, implikatur tuturan dalam iklan mengandung informasi mengenai keunggulan produk, baik dari kandungan, manfaat, maupun variannya dengan tujuan memberikan daya pragmatik. | ABSTRACT Pragmatic study is the way to interpret the meaning of utterance. This research studies in order to (1) classify speech acts, (2) to implicate the utterance, (3) and to describe pragmatic force of the utterance in lipstick commercial show. The data resource are videos recorded of lipstick commercial show, while the data of this research are all verbal and nonverbal utterance in the videos recorded. This method of research used pragmatic identity method that pilah unsur penentu technique as basic, while equalize main thing hubung banding technique as advanced. Based on analysis, there are three form utterance that contain speech act that is locutionary act, ilocutionary act, and perlocutionary act. In the other way, there are four forms of speech act, specifically is literary-directive speech act, literary-nondirective act, nonliterary-directive act, and nonliterary-nondirective act. The utterances implicate excellences such as contents, benefits, and varian of the products that makes speakers’ intent are interested in order to gain pragmatic force. | |
| 21052 | 23945 | E1A013148 | ANALISIS PEMBERIAN STATUS PERSONA NON GRATA KEPADA DUTA BESAR (Studi Tentang Kasus Kang Chol Duta Besar Korea Utara Untuk Malaysia Tahun 2017) | Kang Chol merupakan seorang Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia yang dipersona non grata setelah dirinya menuduh bahwa pemerintah Malaysia turut terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam, yaitu warga negara Korea Utara di Malaysia. Hal ini yang mengakibatkan pemerintah Malaysia bereaksi dengan mengusir Duta Besar tersebut dan hubungan diplomatik kedua negara tersebut menjadi kurang baik. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan data dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mempelajari konstruksi yuridis mengenai masalah status persona non grata yang diberikan kepada duta besar yang diatur oleh hukum internasional dan untuk mengetahui hubungan antara negara penerima dan negara pengirim setelah seorang duta besar dipersona non grata. Pengaturan pemberian status persona non grata diatur dalam Pasal 9 Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik, dan alasan pemberian status persona non grata terdapat pada Pasal 41 peraturan yang sama, serta Pasal 25 Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler. Hubungan kedua negara tidaklah putus setelah seorang duta besar dipersona non grata karena posisinya dapat digantikan sementara oleh pemangku jabatan yang di bawahnya sesuai dengan Pasal 19 Konvensi Wina 1961. | Kang Chol is a North Korean Ambassador to Malaysia who was granted persona non grata by Malaysia after he alleged that the Malaysian government was involved in the murder of Kim Jong Nam, a North Korean citizen in Malaysia. This caused the Malaysian government reacted by expelling the Ambassador and diplomatic relations between the two countries became distant. This study uses normative juridical method with a case approach and statute approach and uses qualitative normative methods. This study also uses secondary data with data collection techniques through library studies. The purpose of this study is to study juridical construction regarding the granting of persona non grata status given to ambassadors according to applicable international law and to find out the diplomatic relationship between the receiving State and the sending State after the ambassador was granted persona non grata. The arrangement for granting persona non grata is regulated in Article 9 of the 1961 Vienna Convention on Diplomatic Relations, and the reasons for granting status persona non grata are found in Article 41 of the same regulations, and Article 25 of the 1963 Vienna Convention on Consular Relations. The diplomatic relationship between the two countries did not break up after an ambassador was granted persona non grata because his position could be temporarily replaced by office holders under it in accordance with Article 19 of the 1961 Vienna Convention. | |
| 21053 | 23946 | H1H012027 | PERTUMBUHAN Spirulina sp. DALAM MEDIA KULTUR LIMBAH CAIR TAHU YANG DIPERKAYA DENGAN PUPUK UREA | Mahalnya media kultur jenis Pro Analis menjadi dasar pencarian pupuk alternatif. Kultur Spirulina platensis umumnya menggunakan pupuk Walne dimana pupuk teknis tersebut berasal dari bahan kimia dan harganya mahal. Oleh sebab itu dilakukan penelitian penggunaan media alternatif yaitu media limbah cair tahu yang diperkaya dengan pupuk urea. Tujuan dari penelitian ini yaitu Mengetahui puncak pertumbuhan, kepadatan dan laju pertumbuhan Spirulina platensis yang dikultur pada media limbah cair tahu yang diperkaya dengan urea. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengang 5 perlakuan. Perlakuan menggunakan akuarium 3L yang diisi 30% limbah cair tahu sebagai kontrol dan penambahan pupuk urea sebanyak 10g, 20g, 30g dan 40g pada masing-masing perlakuan selama 8 hari. Hasil puncak pertumbuhan spirulina platensis berada pada hari ke empat. Penambahan urea pada limbah cair tahu memberikan pengaruh yang sama terhadap kepadatan. Kepadatan sampai hari ke empat berkisar antara 6550×104 sel/ml - 9300×104 sel/ml. Penambahan urea pada limbah cair tahu memberikan pengaruh yang berbeda terhadap laju pertumbuhan Spirulina platensis Rata-rata laju pertumbuhan berkisar antara 0,11-0,19. | The expensive Pro Analyst culture media is the basis for finding alternative fertilizers. In generally, culture of spirulina platensis are using Walne fertilizers which is come from chemicals and are expensive. Therefore, research on the use of alternative media is conducted, namely the medium of tofu liquid waste enriched with urea fertilizer. This study aimed to determine density and growth rate of Spirulina platensis cultured in tofu wastewater medium enriched with urea to determine the right dose of urea fertilizer. In this study, Rancangan Acak Lengkap (RAL) were used with 5 treathment. The treatment using aquarium filled with 30% tofu liquid waste as control and addition of urea fertilizer as much as 10g, 20g, 30g and 40g in each treatment for 8 days. Results of peak growth of spirulina platensis were on the fourth day. Addition of urea to tofu liquid waste has the same effect on density. Density until day four ranges between 6550 × 104 cells / ml - 9300 × 104 cells / ml. Addition of urea to tofu liquid waste has out different effects on the rate of growth of Spirulina platensis average growth rate ranging between 0.11 to 0.19. | |
| 21054 | 23948 | C1B012066 | ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN HARGA TERHADAP MINAT BELI ULANG KONSUMEN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada DNET Purwokerto) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap minat beli ulang konsumen dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini merupakan penelitian survey. Sampel berjumlah 110 responden ditentukan dengan teknik accidental sampling. Instrument penelitian ini berupa kuesioner. Uji validitas instrument menggunakan korelasi product moment sedangkan uji reliabilitasnya menggunakann Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan 1) kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan, 2) harga berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, 3) kualitas pelayanan berpengaruh terhadap minat beli ulang, 4) harga berpengaruh terhadap minat beli ulang, 5) kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap minat beli ulang, 6) kepuasan pelanggan berpengaruh dalam memediasi hubungan antara kualitas pelayanan dan minat beli ulang, 7) kepuasan pelanggan berpengaruh dalam memediasi hubungan antara harga dan minat beli ulang. | The purpose of this research is to test the influences service quality, price, customer satisfaction, and repurchase intention. This study is a survey research. Total sample of 110 respondends is determined by accidental sampling technique. The research instrument was a questionnaire. Test the validity of the instrument using the product moment while the reliability test using Alpha Cronbach. The data analysis technique using multiple regression analysis. The result showed that 1) service quality has positive influences on customer satisfaction, 2) price has positive influences on customer satisfaction, 3) service quality has positive influences on repurchase intention, 4) price has positive influences on repurchase intention, 5) customer satisfaction has a positive influences on repurchase intention, 6) customer satisfaction has positive influence in mediating service quality and repurchase intention, 7) customer satisfaction has positive influence in mediating price and repurchase intention. | |
| 21055 | 23949 | E1A014073 | IMPLEMENTASI KEPESERTAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DALAM RANGKA MEMPEROLEH PELAYANAN KESEHATAN (STUDI DI PT PRUDENTIAL PURWOKERTO) | Penelitian ini berfungsi untuk mengetahui implementasi kepesertaan jaminan kesehatan nasional dalam rangka memperoleh pelayanan kesehatan di PT. Prudential dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris dengan metode pendekatan kualitatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan metode pengumpulam data menggunakan wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepesertaan jaminan kesehatan nasional dalam rangka memperoleh pelayanan kesehatan di PT. Prudential Purwokerto telah terimplementasikan dengan baik. Dibuktikan dengan parameter sebagai berikut: Terlaksananya pendaftaran kepesertaan jaminan kesehatan nasional oleh pemberi kerja kepada penerima kerja, menjadi peserta jaminan kesehatan nasional banyak memberikan manfaat, penyelenggaran pelayanan kesehatan dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah, para peserta jaminan kesehatan nasional mendapatkan fasilitas sesuai dengan kapasitasnya, dan tidak terdapat masalah yang cukup signifikan dalam biaya penyelenggaraan jaminan kesehatan. Adapun faktok-faktor yang berpengaruh adalah faktor penegak hukum, faktor masyarakat dan budaya, serta faktor sarana dan fasilitas. Kata kunci : Implementasi, Kepesertaan, Jaminan Kesehatan Nasional, PT. Prudential Prurwokerto. | This research serves to know the implementation of national health insurance participation in order to acquire health services in PT Prudential as well as to understand the factors that influence it. The research method that is used in this research is juridical empirical method with qualitative approach. The research specification that is used is descriptive. The data is divided into primary data and secondary data while the data collection is done using interview and literary review. The result of the research shows that the implementation of national health insurance participation in order to acquire health services in PT Prudential Purwokerto have been implemented properly. This is proven by the following parameters: The implemented registry for the national health insurance by the employer for the employee, the proper enforcement of health services by the government, the participants of national health insurance that acquire the proper facility according to the capacity, and the non-existent of significant problem in the operation costs of the health insurance. The factors thatinfluence this are law enforment factor, sociocultural factor, as well as facilities factor. Key words: Implementation, Participation, National Health Insurance, PT. Prudential Purwokerto. | |
| 21056 | 23950 | F1G014007 | EKRANISASI NOVEL RELATIONSHIT KARYA ALITT SUSANTO KE DALAM FILM RELATIONSHIT KARYA SUTRADARA HERDANIUS LAROBU | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ekranisasi alur dalam bentuk kategorisasi aspek penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi dalam Ekranisasi novel relationshit karya Alitt Susanto ke dalam film Relationshit karya sutradara Herdanius Larobu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Relationshit karya Alitt Susanto serta film Relationshit karya Herdanius Larobu. Fokus penelitian ini adalah proses ekranisasi yang terdapat pada alur dalam novel dan film. Instrumen penelitian ini adalah human instrument. Data diperoleh dari teknik membaca, teknik menonton, dan teknik mencatat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses ekranisasi yang terjadi pada unsur alur terdapat penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Penciutan alur dalam novel terjadi karena media yang digunakan dalam film adalah audio visual. Secara keseluruhan penciutan alur dalam novel dalam visualisasinya ke film masih wajar dilakukan karena menghilangkan bagian yang tidak begitu penting. Penambahan adegan alur dalam film secara keseluruhan masih relevan dengan cerita dalam novel, hanya saja dalam visualisasinya ke film dibuat lebih menarik dengan menambahkan konflik cerita. Adapun untuk perubahan bervariasi alur yang dilakukan dalam visualisasinya ke film secara keseluruhan tidak jauh melenceng dari penggambaran yang terdapat dalam novel. | ABSTRACT This research aims to describe the process of plot ecranization in the form of aspects categorization of shrinkage, addition, and change varies in the ecranization of the novel Relationshit by Alitt Susanto to the film Relationshit by Herdanius Larobu. The research method used descriptive qualitative. The source of this research data is the novel of Relationshit by Alitt Susanto and the movie of Relationshit by Herdanius Larobu. The focus of this research is the ecranization process that found in the flow of novel and movie. The instrument of this research is human instrument. Data were obtained from reading techniques, watch techniques, and note-taking techniques. The results of this study indicate the process of ecranization that occurs in the flow elements there are shrinkage, addition, and change varies. The downtrend in the novel happened because the media used in the film is audio visual. Overall scrolling in the novel in its visualization to the film is still reasonable to do because it eliminates the less important part. The addition of scenes in the movie as a whole is still relevant to the story in the novel, only in the visualization of the film made more interesting by adding conflict stories. As for the varied changes in the flow made in its visualization to the film as a whole is not far off the map depicted in the novel. | |
| 21057 | 23951 | F1B013080 | DAMPAK REVITALISASI PASAR RAKYAT TERHADAP KESEJAHTERAAN EKONOMI BAGI PEDAGANG DI PASAR BOBOTSARI KABUPATEN PURBALINGGA | Pasar tradisional yang ada di Indonesia mulai diberlakukan program revitalisasi oleh pemerintah untuk menjaga pasar rakyat agar bisa bersaing dengan pasar modern dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pedagang. Penelitian ini dilakukan di Pasar Bobotsari Kabupaten Purbalingga yang mana setelah program revitalisasi pasar selesai timbul beberapa masalah baru yakni adanya keluhan penurunan pendapatan. Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi terhadap dampak yang ditimbulkan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui dan menjelaskan dampak dari revitalisasi pasar rakyat. Sasaran penelitian ini adalah para pedagang yang ada di pasar bobotsari sebagai kelompok sasaran. Pendekatan evaluasi dalam penelitian ini adalah Single program after only dengan menggunakan metode asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah sampel kelompok sasaran adalah 91 responden dari 1020. Teknik analisis data menggunakan Distribusi frekuensi, Kendall Tau C dan Regresi Ordinal. Hasil analisis penelitian secara kuantitatif ini menunjukan terdapat pengaruh yang positif antara program revitalisasi pasar terhadap kesejahteraan ekonomi bagi pedagang sebesar 0.077 atau 7,7 persen. Artinya semakin tinggi pedagang terlibat program revitalisasi maka akan terjadi peningkatan kesejahteraan ekonomi bagi pedagang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Terdapat hasil yang berpengaruh dan signifikan terhadap pedagang di Pasar Bobotsari Kabupaten Purbalingga, dimana pedagang yang berjualan tersebut telah merasakan dampaknya setelah dilakukan program revitalisasi pasar yaitu berupa kesejahteraan ekonomi. | Traditional markets in Indonesia are being revitalized by the government to keep and save traditional market, so that they can compete with modern markets and are expected to improve the welfare of traders. This research was conducted at Bobotsari Market in Purbalingga Regency, where after the market revitalization program was completed several new problems arose, namely consumer income. Therefore, there is a need for responsibility for the impact of this research. The targets in this field are the actors at the Bobotsari market as the target group. Data analysis in this study is a single program after only, used associative methods with quantitative approaches. The sampling technique used Simple Random Sampling with the number of samples of the target group was 91 respondents from 1020. The technique of data analysis used frequency, Kendall Tau C and Ordinal Regression. Knowing the exact level of usefulness of positive results between market revitalization programs for economic welfare for traders is 0.077 or 7. 7 percent. Programs that are higher than the revitalization program will increase economic welfare for traders. The results showed that there are influental and significant results for traders at Bobotsari Market in Purbalingga Regency, where traders who have felt the impact after the market revitalization program has taken place are in the form of economic welfare. | |
| 21058 | 23953 | G1G013018 | KEKUATAN GESER PERLEKATAN GLASS IONOMER CEMENT TIPE II PADA PERMUKAAN DENTIN DENGAN PENAMBAHAN MINERAL TRIOXIDE AGGREGATE 20% | Dentin merupakan lapisan penyusun gigi paling besar dan memiliki 70% kandungan kalsium hidroksiapatit. Glass ionomer cement (GIC) tipe II merupakan bahan tumpat berbasis silikat secara kimiawi melekat pada permukaan dentin. Mineral trioxide aggregate (MTA) merupakan bahan yang digunakan sebagai pengisi saluran akar. MTA mampu merangsang remineralisasi saluran akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekuatan geser perlekatan GIC tipe II pada permukaan dentin dengan penambahan MTA 20%. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen laboratoris dengan rancangan berupa Posttest - only group design. Penelitian ini menggunakan 20 sampel yang terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 menggunakan bahan tumpat GIC tipe II dengan penambahan MTA 20% sedangkan kelompok 2 merupakan kelompok tanpa penambahan MTA 20%. Sampel pada penelitian ini menggunakan gigi premolar 1 rahang atas yang selanjutnya dilakukan preparasi pada area bukal hingga mencapai permukaan dentin. Prosedur restorasi selanjutnya dilakukan sesuai dengan bahan tumpat pada setiap kelompok dan ditanam pada basis akrilik. Sampel direndam dalam saliva buatan dengan suhu 37° selama 14 hari. Sampel kemudian dilakukan uji geser perlekatan menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Analisis statistik yang digunakan adalah uji Independent t-Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok 1 dan kelompok 2 dengan nilai p=0,032 (p<0,05). Simpulan yang didapatkan pada penelitian ini adalah kekuatan geser perlekatan GIC tipe II dengan penambahan MTA 20% lebih besar dari kekuatan geser perlekatan GIC tipe II tanpa penambahan MTA 20%. | Dentin is one of the largest part of dental structure that contains 70% calcium hydroxyapatite. Glass ionomer cement type II is a silicate-based material that have chemical reaction to attached on the dentin surface. Mineral trioxide aggregate (MTA) is a root canal filling material. MTA can stimulate root canal remineralization. The purpose of this study was to determine the effect of shear bond strength of type II GIC with 20% MTA addition on dentin surface. The research type was laboratory experiment with posttest-only group design. This study used 20 samples divided into 2 groups. Group 1 was type II GIC material with 20% MTA addition while group 2 was type II GIC material without 20% MTA addition as a control. The samples in this study were maxillary first premolars which prepared in the buccal area to reach the dentin surface. The restoration procedure was carried out according to treatment in each group and was implanted on acrylic base. Samples were soaked in artificial saliva with a temperature of 37 ° for 14 days. The samples were tested for the shear bond strength using Universal Testing Machine (UTM). The statistical analysis was Independent t-Test. The results showed a significant difference between group 1 and group 2 with p = 0.032 (p <0.05). The conclusion is the shear bond strength of type II GIC with 20% MTA addition was greater than the shear bond strength of GIC type II without 20% MTA addition. | |
| 21059 | 23954 | B1J014124 | Identifikasi Isolat Aktinomisetes Tanah Perakaran Mangrove Segara Anakan, Cilacap Berdasarkan Atas Gen 16S rRNA | Aktinomisetes adalah bakteri Gram positif berfilamen, berbentuk batang, bersifat aerobik atau fakultatif anaerob dengan siklus hidup kompleks dan termasuk ke dalam filum Actinobacteria. Aktinomisetes dikenal karena kemampuannya dalam mensintesis senyawa metabolit sekunder yang dapat bermanfaat sebagai antibiotik, imunosupresan, herbisida, fungisida, insektisida dan antiparasit. Aktinomisetes terdistribusi secara luas pada ekosistem terestrial dan perairan, terutama di tanah. Aktinomisetes dari daerah perakaran mangrove Segara Anakan, Cilacap yaitu isolat B2SCN4, B2SCN11, SA25, E40FS, dan C45.3 diketahui mampu menghasilkan aktivitas antibakteri dan antijamur. Isolat aktinomisetes sudah diidentifikasi berdasarkan morfologinya, namun belum cukup parameter untuk menentukan spesiesnya, sehingga perlu dilakukan identifikasi berdasarkan analisis sekuen gen 16S rRNAnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi isolat Aktinomisetes asal tanah perakaran mangrove Segara Anakan, Cilacap berdasarkan sekuen gen 16S rRNA. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survey dengan analisis deskriptif. Parameter yang diamati meliputi parameter utama dan parameter pendukung. Parameter utama dalam penelitian ini adalah nilai similaritas urutan nukleotida gen 16S rRNA. Parameter pendukung adalah ukuran pita sekuen gen 16S rRNA dan karakter makromorfologi serta mikromorfologi. Hasil yang diperoleh kemudian akan dianalisis secara deskriptif dengan program BLAST pada website NCBI. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa isolat aktinomisetes B2SCN4 memiliki nilai similaritas 99% dengan Streptomyces sp. strain nenu DS 11, B2SCN11 memiliki nilai similaritas 92% dengan Streptomyces flavoridis strain WK1, SA25 memiliki nilai similaritas 82% dengan Microbacterium oxydans strain FLV-27, E40FS memiliki nilai similaritas 95% dengan Streptomyces olivaceus strain T051, dan C45.3 memiliki nilai similaritas 97% dengan Streptomyces sp. N56(2010). | Actinomycetes are filamentous Gram-positive, rod-shaped, aerobic or facultative anaerobic bacteria with complex life cycles and included in the Actinobacteria phylum. Actinomycetes is known for its ability to synthesize secondary metabolites which can be useful as antibiotics, immunosuppressants, herbicides, fungicides, insecticides and antiparasites. Actinomycetes are widely distributed in terrestrial and aquatic ecosystems, especially on soil environment. Actinomycetes from the mangrove rhizosphere of Segara Anakan, Cilacap, isolates B2SCN4, B2SCN11, SA25, E40FS, and C45.3 are known to produce antibacterial and antifungal activity. These Actinomycetes isolates have been identified based on their morphology, but not enough parameters to determine their species. Identification needs to be done based on the sequence analysis of the 16S rRNA gene. The purpose of this research was to identify Actinomycetes isolates from the mangrove rhizosphere of Segara Anakan, Cilacap based on 16S rRNA gene sequences. This research was carried out using a survey method with descriptive analysis. The parameters observed included the main parameter and supporting parameters. The main parameter in this study was the Index Similarity of the 16S rRNA gene nucleotide sequence. Supporting parameters were the size of the 16S rRNA gene sequences, macromorphology and micromorphology characters. The results obtained, analyzed descriptively using the BLAST program on the NCBI website. The results showed that B2SCN4 isolates has 99% similarity with Streptomyces sp. nenu DS 11, B2SCN11 has 92% similarity with Streptomyces flavoridis strain WK1, SA25 has 82% similarity with Microbacterium oxydans strain FLV-27, E40FS has 95% similarity with Streptomyces olivaceus strain T051, and C45.3 has similarity 97% with Streptomyces sp. N56 (2010). | |
| 21060 | 23955 | A1C113008 | ANALISIS PRODUKTIVITAS PADA AGROINDUSTRI KACANG SANGRAI DI UD. SARI RASA KARANGLEWAS | UD. Sari Rasa merupakan perusahaan pengolah kacang tanah menjadi kacang sangrai yang diproses dengan sistem pengovenan yang berlokasi di Desa Karanggude, Kecamatan Karanglewas. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis tingkat produktivitas parsial dan total pada agroindustri kacang sangrai di UD. Sari Rasa dengan menggunakan metode Marvin E. Mundel; 2) Menentukan cara untuk meningkatkan produktivitas pada agroindustri kacang sangrai di UD. Sari Rasa. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 2 April sampai 5 Mei 2018 di UD. Sari Rasa di Desa Karanggude, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus di UD. Sari Rasa. Pengukuran produktivitas dilakukan dengan menggunakan konsep Marvin E. Mundel. Variabel yang digunakan antara lain biaya material, biaya tenaga kerja, depresiasi mesin, biaya energi, serta maintenance mesin. Data yang digunakan yaitu laporan produksi periode 2 tahun terakhir perusahaan selama tahun 2016-2017. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan didapatkan hasil produktivitas di UD. Sari Rasa untuk indeks produktivitas parsial depresiasi tertinggi sebesar 117 persen, indeks produktivitas material 119,04 persen, indeks produktivitas tenaga kerja 123,15 persen, indeks produktivitas energi 128,57 persen, indeks produktivitas maintenance mesin 119,38 persen dan indeks produktivitas total sebesar 151,72 persen, terjadi kenaikan positif sebesar 51,72 persen dari periode dasar pada bulan Maret 2016. | UD. Sari Rasa is a peanut processing company that becomes roasted peanuts which is processed by an oven system located in Karanggude Village, Karanglewas District. This study aims to: 1) Analyze the level of partial and total productivity in roasted peanut agroindustry at UD. Sari Rasa using the Marvin E. Mundel method; 2) Determine ways to increase productivity at roasted peanut agroindustry at UD. Sari Rasa. The research was conducted on April 2 to May 5 2018 at UD. Sari Rasa in Karanggude Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The research method used is the case study method at UD. Sari Rasa. Productivity measurement is done using the concept of Marvin E. Mundel. Variables used include material costs, labor costs, machine depreciation, energy costs, and machine maintenance. The data used is the production report for the last 2 years of the company during 2016-2017. Based on the results of the analysis and discussion obtained productivity results at UD. Sari Rasa for the highest partial depreciation productivity index was 117 percent, material productivity index 119.04 percent, labor productivity index 123.15 percent, energy productivity index 128.57 percent, engine maintenance productivity index 119.38 percent and total productivity index of 151.72 percent, there was a positive increase of 51.72 percent from the base period in March 2016. |